Mengapa kerusuhan, pemberontakan kepada pemerintah terjadi setelah sembayang Jumat?


Jalan Arab (Arab Spring/ Arab Jasmine) (17/12/2010- sampai sekarang) yang berawal dari Tunisia dan telah terjadi di 20 negara di Timur Tengah adalah suatu gerakan turun kejalan orang-orang Islam untuk menumbangkan pemerintah-pemerintah negara yang juga orang Islam kecuali di Israel. Dua bulan lagi gerakan Jalan Arab ini akan mencapai usia dua tahun, di Syria Jalan Arab menjadi perang; 30 ribu telah tewas.

17 Desember 2010, hari pertama Jalan Arab ini meletus di Tunisia adalah hari Jumat. Demo-demo Jalan Arab di  yang merekrut banyak orang umumnya terjadi pada hari Jumat. Hari Jumat umat Islam berkumpul sembayang di mesjid-mesjid dan setelah bubaran sembayang mereka langsung turun kejalan untuk membuat kerusuhan dan pengerusakkan dan umumnya berakhir dengan bentrokkan fisik dengan aparat keamanan negara (polisi dan tentara).

Hari Nakba artinya Hari Katastrofi atau Kehancuran (hari ’protes’ orang-orang Arab menentang kehadiran negara Israel)  diperingati pada tanggal 15 Mei, satu hari setelah Lahirnya kembali Negara Israel Merdeka. Namun, sekali lagi, aksi kekerasan melawan pemerintah juga umumnya terjadi setelah sembayang Jumat. Tanggal 13 Mai 2011, dua hari sebelum tanggal 15,  dimana pemuda-pemuda Arab melempari batu-batu kepada para tentara yang menjaga keamanan adalah hari Jumat. 12 orang meninggal ketika mencoba memasuki perbatasan-perbatasan utara Israel dengan paksa di hari peringatan Nakbra tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang perlu direnungkan:

  1. Mengapa para tokoh pemimpin agama Islam memakai hari Jumat- hari yang dianggap suci dalam agama Islam- menjadi ujung  tombak perjuangan anti-non-Islam dan anti-pemerintah?
  2. Apakah ini berarti bahwa pemimpin agama Islam memakai wadah keagamaan untuk meraih kekuasaan politik atau sebaliknya, memakai wadah politik untuk meraih kekuasaan Islam demi terciptanya kembali Kerajaan Kalifah?
  3. Apakah sesungguhnya yang diajarkan dan diperintahkan oleh pemimpin Islam di mesjid-mesjid setiap hari Jumat? Telitilah isi film FITNA(H) buatan Geert Wilders.
  4. Jika berjihad adalah ajaran fundamental agama Islam, siapakah yang bertanggung jawab atas ajaran kekerasan tersebut, kitab suci Islam atau para tokoh Islam?  (Fundamental berasal dari kata fundamentum, bhs Latin; berarti dasar (fondasi) dan temu/ bangun (berdiri atau dibangun).
  5. Benarkah mati di dalam jihad (bom bunuh diri, aksi kekerasan, perang dsb) akan masuk Sorga atau hanyalah jaminan palsu para tokoh Islam untuk agenda mereka sendiri?
  6. Apakah usaha pemerintah untuk mencegah kekacauan massal ini agar stabilititas sosial, politik dan ekonomi seluruh rakyatnya tetap terpelihara?
  7. Apakah peranan umat Kristen sebagai rakyat untuk menolong usaha baik pemerintah di atas? Cukupkah hanya berdoa syafaat bagi umat Islam, perlukan kita juga memberitakan Kabar Baik kepada umat Islam bahwa ada JALAN yang pasti dan benar untuk kepastian masuk Sorga?

Catatan: Tgl 15 Mai 1948 sesungguhnya adalah hari dimana tentara-tentara negara Arab (Mesir, Syria,  Jordan dan Irak memasuki negara Isral yang baru satu hari mendeka untuk menghapus bukan saja negara Israel tetapi jika mungkin bangsa Israel. Pertempuran ini bukan saja merusak Israel tetapi juga rakyat Palestina yang tinggal berdekatan dengan bangsa Israel. Semua negara Arab ini berhasil dipukul mundur oleh Israel. Jadi sesungguhnya hari peringatan Nakbra (Katastrofi/ Kehancuran) ini adalah memperingati hari kekalahan bangsa Arab yang anti-Israel.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

The Word of God (Holy Bible) says about freedom of speech and expression


Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:18-19)

Konflik keras antara kelompok pro dan kontra akan hak kebebasan berbicara (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) sedang terjadi di depan mata kita oleh karen iklan film Innocent of Muslims dan diikuti oleh karikatur Muhammad buatan Charlie Habdo.
Apakah yang sesungguhnya Firman YAHWEH, Alkitab, tulis tentang kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat? Apakah ajaran Kristianiti mendukung kedua hal tersebut atau menolaknya? Bagaimanakah kita harus bersikap atas hal ini?

Difinisi kebebasan berbicara: The right, guaranteed by the First Amendment to the United States Constitution, to communicate ideas and opinions without government intervention (law.yourdictionary.com).
Dalam prakteknya hal ini dapat dilakukan bukan saja dengan mulut, tetapi juga melalui karya tulis, segala bentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film.

1. Sekilas sejarah Kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Eropa. Kebebasan berbicara dan kebebasan menyatakan pendapat adalah hak secara politik untuk mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan ide-ide seseorang melalui berbicara. Hak ini diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di dalam Artikle 19 dari Universal Declaration of Human Right dan diakui di hukum HAM internasional pada the International Covenant of Civil and Political Rights (ICCPR).

John Stuart Mill (Tokoh filsafat Inggris, 1806-1873) dalam bukunya ”On Liberty” berargument bahwa tanpa kebebasan manusia tidaklah akan ada perkembangan di dalam ilmu pengetahuan (science), hukum atau politik; sebab itu, menurut Mill, diperlukan kebebasan mendiskusikan pendapat. Ia yakin, kebenaran mengusir kesalahan, karenanya bebas mengexpresikan  ide-ide tersebut, benar atau salah, haruslah tidak perlu ada ditakuti. Bukunya yang diterbitkan di tahun 1859 telah menjadi pertahanan klasik bagi hak untuk kebebasan mengungkapkan pendapat.
Namun Mill percaya bahwa “kebenaran itu selalu berubah.” [Secularism melihat bahwa kebenaran ini bergantung dari budaya, dan kesepakan suara terbanyak; Christianity melihat kebenaran sebagai suatu yang absolute, dan tidak berubah karena Elohim bersifat tidak berubah].

Kebebasan berbicara dan atau mengungkapkan pendapat sudah dikenal dalam budaya Yunani di akhir abad ke 6 atau awal abad ke 5 BC.

2. Firman YAHWEH mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, tetapi juga memperingati para pelaku kedua hal tersebut.
Elohim memberikan kepada setiap manusia kehendak bebas (free will), Elohim mengasihi manusia dengan tulus dan kehendak bebas-Nya, dan Ia juga berharap manusia mengasihi Dia dengan hati yang tulus, berdasarkan kehendak bebas, bukan karena paksaan atau ancaman, jika tidak demikian maka Dia cukup menciptakan manusia seperti robot (benda mati yang dapat bergerak dan berbicara). Kita bukanlah robot, bahkan kita diciptakan-Nya lebih tinggi derajatnya dari segala binatang (Kej 21:20-21). Kita diciptakan Elohim sesuai dengan gambar dan rupa-Nya dan tercipta melalui karya tangan-Nya sendiri. (Kej 1:26).
Benar bahwa hak kehendak bebas itu sepenuhnya milik manusia, namun Elohim membuat suatu hukum, yakni setiap kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat (dalam bentuk perkataan, perbuatan, bahkan pikiran) (Wahyu 22:12).

2.1. ‘Alkitab, Firman YAHWEH, mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Kedua hal ini adalah bagian dari kehendak bebas yang YAHWEH, Elohim Pencipta, telah berikan kepada manusia. Jika ada manusia yang mengontrol manusia lain, maka pengontrol tersebut tanpa ia sadari ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim, bahkan berlaku dan berpikir lebih tinggi kuasanya dari Elohim penciptanya; inilah yang disebut dosa menghujat Elohim (blasphemy). Berikut ini contoh-contoh di Alkitab yang mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan mengungkapkan pendapat (freedom of expression):

2.1.1. Korah, Datan, Abiram dan On berontak kepada nabi Musa dan Harun. (Kitab Bilangan 16). Sekitar 1450 BC.
Keempat orang ini beserta 250 tokoh masyarakat dengan bebas menyampaikan protes mereka,  bahkan melontarkan tuduhan kepada nabi Musa, seorang yang terkenal dengan mujizat-mujizatnya yang sangat luar biasa dan bahkan sering berhadapan muka dengan hadiran YAHWEH (Ul 34:10-12), mereka berkata: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan YAHWEH ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah YAHWEH?” (ay 3). Jangan coba-coba melalukan hal ini kepada President Mesir yang baru, Muslim Brotherhood, Anda langsung akan dihukum salib!

Apakah reaksi nabi Musa? “Sujudlah ia.” (ay.4; ITB), versi lain ”lalu tersungkurlah dia  pada mukanya” (ILT; sama dengan KJV). Musa menunjukkan bagaimana inginnya dia untuk ada berserah kepada mereka, dan bagaimana senangnya dia untuk melepaskan kepemerintahannya jika memang Elohim berkehendak. Ayat 5; Ia menyerahkan perkara ini kepada Elohim, ia berkata: ”Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan …”

Datan dan Abiram yang telah meninggalkan tenda pertemuan ini lebih awal, menolak dengan tegas panggilan Musa, berkata “Kami tidak mau datang. Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” (Ay 12-14).
Jika Anda adalah nabi besar seperti nabi Musa, apakah reaksi Anda atas jawaban ketus dan tidak berdasarkan kebenaran ini? Elohim mengenal hati nabi Musa-seorang hamba yang sangat lembut (Bil 12:3), tentunya Dia bisa langsung menurunkan api dari langit membakar para anti-kepemimpinan nabi Musa dan Harun tersebut; namun Dia tidak melakukannya! Nabi Musa pun tidak menghukum keduanya, sebaliknya ia menantang Korah dan kelompoknya untuk membuktikan kebenaran pendapat dan tuduhan mereka di depan YAHWEH, esok harinya.

Miryam dan Harun pun pernah mengungkapkan pendapat melawan nabi Musa oleh sebab ia menggambil wanita Kush sebagai isterinya. Nabi Musa tidak berbuat apa-apa, tetapi YAHWEH sendiri yang mengadili kasus perselisihian mereka. (Bil 12).

2.1.2. Masalah free speech yang lebih kritis. Sebelum peristiwa free speech dan free expression Korah Cs. ini, juga telah terjadi hal sejenis, bahkan lebih parah lagi, semua orang Israel bersungut-sungut kepada nabi Musa dan Harun setelah mendengar laporan yang provokatif (dilebih-lebihin) bahwa musuh mereka adalah para raksasa dan mereka adalah belalang, ”Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang (menjadi budak kembali) ke Mesir?” (Bil 14:4). Firman YAHWEH mencatat apa reaksi Musa dan Harun. “Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. (ay. 5).
Musa dan Harun dibela oleh Yosua dan Kaleb; melalui bakar rumah dan membunuh dengan pedang para pemberontak tersebut? TIDAK sama sekali!!
Yosua dan Kaleb membela pemimpin mereka melalui hak kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat pula. Keduanya merobek baju mereka (freedom of expression) dan mengangkat suara mereka (freedom of speech). Baca ayat 6-9.
Tiba-tiba YAHWEH menampakkan diri di tengah-tengah mereka melalui wujud tiang awan (Ul 31:15) dikarenakan rakyat ingin membunuh Yosua dan Kaleb dengan lemparan batu (ay.10). YAHWEH siap menghukum mereka atas  “pemberontakan” dan “kejahatan main hakim sendiri,” namun Musa bersyafaat melunakkan hati Elohim dan memohon pengampunan Dia untuk bangsa Israel yang telah berdosa tersebut. YAHWEH merubah pikiran-Nya dan mengampuni mereka (ay. 11-24).

Nampak sekali bahwa hukum dan budaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah terwujud pada awal lahirnya bangsa Israel abad 14 Sebelum Masehi (BC).

2.1.3. Free speech dan free expression nampak dalam kehidupan ajaran Yeshua Ha Mashiah. Sekitar tahun 30 AD.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Mat 10:27)
Di atap-atap rumah;” Anda yang pernah ke-negara-negara Timur Tengah pasti tahu bahwa atap-atap rumah mereka adalah datar (umumnya untuk menjemur dan bermain), atap rumah adalah mimbar untuk berbicara kepada masyarakat. Yeshua sering kali naik ketempat yang lebih tinggi ketika Ia ingin berbicara kepada para pendengarnya: naik keatas perahu, kotbah di bukit.

Jawaban Yeshua atas pertanyaan imam besar mengenai murid-murid-Nya dan ajaran-Nya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Elohim, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” (Yoh 18:20-21). Tiga setengah tahun Yeshua berbicara, berdebat dan mengajar di jalan-jalan dan tempat ibadah (termasuk di Bait Elohim), bukan hanya murid-murid-Nya telah tahu apa yang Ia katakakan tetapi juga semua orang Israel yang telah mendengar-Nya.

Ketika seorang tentara agama Yahudi menampar pipi-Nya, karena menganggap jawaban tersebut tidak sopan, Yeshua menunjukkan kebebasan mengungkapkan pendapat-Nya (freedom of expression),  “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (ay 23).

Main pukul atau kekerasan jika tidak setuju atas perkataan atau ekpresi seseorang sangatlah ditentang oleh Yeshua, Adonai Yeshua mengajar “jika suatu perkataan salah, tunjukkan dan buktikan kesalahannya.” Dengan kata lain, bagawalah masalah tersebut kepengadilan jika Anda berpikir suatu pernyataan itu salah, tetapi jangan main hakim sendiri.

2.1.4. Rasul Paulus juga melakukan Free speech dan free expression. Segera setelah kenaikkan Yeshua ke Sorga. Bacaan Kisah para Rasul pasal 21 dan 22.
Paulus terancam dibunuh oleh rakyat yang terhasut oleh orang Yahudi yang anti Paulus ketika ia ada di Yerusalem. Main hakim sendiri rakyat Yerusalem atas Paulus terhenti oleh kehadiran tentara-tentara Romawi (21:31-32). Sebelum ia dibawa keluar dari kerumunan masa yang marah itu untuk dibawa ke markas Romawi, ia berbicara kepada tentara Romawi tersebut dengan bahasa Yunani untuk meminta diri berbicara kepada orang-orang Ibrani yang marah tersebut (ay 37-40). Pasal 22 adalah penerapan dari hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat rasul Paulus (ay 1-21), yang berakhir kembali kepada kemarahan rakyat. Tentara Romawi yang tidak mengerti apa yang terjadi (karena tidak mengerti bahasa Ibrani, bangsa yang mereka jajah) lalu membawa Paulus kemarkas mereka untuk dicambuk (ay 24). Kembali Paulus memakai haknya“Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Romawi, apalagi tanpa diadili?” Para tentara dan kepala pasukan ini menjadi takut. (ay 25). Disini Anda lihat bahwa kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah dianut oleh bangsa Romawi (Italia sekarang ini); bangsa Romawi mengadopsi budaya tersebut dari bangsa Yunani. Roma juga mengadopsi agama Yunani.

2.2. Firman YAHWEH memperingati bahaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api;… sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3:5)
Pertama-tama, ketahuilah penyalah gunaan hak kebebasan berkehendak / freedom of will (dengan segala bentuknya; termasuk freedom of speech dan freedom of expression) yang manusia dapatkan dari Elohim terjadi pada semua kelompok, tidak saja orang Barat sekuler, namun juga termasuk para pemimpin Roma Katolik dan para pemimpin Islam terhadap bangsa dan negara Israel.

Akar masalah manusia sesungguhnya bukan pada lidah dan mulut manusia, tetapi hati dan pikiran kita, seperti peryataan Yeshua kepada para ahli agama soal makanan najis (haram), “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”  (Mark 7:14-15), Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (ay. 20-23)

Para pemakai hak kebebasan berbicara  (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) bisa berargument bahwa mereka tidak bermaksud memprovokasi pribadi atau kelompok tertentu, atau sekedar humor belaka, sederhananya “hanya sekedar memakai hak mereka,” yang memang secara hukum pemerintah dibenarkan.

Kita mungkin terbebas dari pengadilan negara (yang hanya dapat melihat fakta), tetapi kejahatan hati dan pikiran kita tidak bisa disembunyikan di hadapan YAHWEH yang mampu melihat hati dan pikiran kita, Ia mengetahui setiap motivasi kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita semua untuk hidup benar, ”Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Ha Mashiah (Kristus), supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Kor 5:9-10).

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Papyrus ‘Injil Gnostik Isteri Yeshua (Yesus)’ abad keempat


Di tengah-tengah serangan Barat kepada agama Islam, sekarang media menampilkan sepotong papyrus yang Karen L. King, penulis atikel, panggil sebagai “Injil Isteri Yeshua / Yesus.” Dapatkah Injil gnostik ini membuat orang Kristen kebakaran jengot seperti orang Islam bereaksi terhadap film Innocent of Muslims? Atau setidaknya itu dapat menguncangkan iman para Kristen Injili jika mereka membacanya? Waktu akan membuktikannya!

Sekilas tentang Injil gnostik Isteri Yeshua yang diterbitkan oleh Karen L. King.
Prof. Fecht mengindentifikasikan Injil ini sebagai fragment dari “Injil Yohanes Koptik (Kristen Mesir)” periode abad keempat AD. Sementara ini diasumsikan bahwa potongan papirus tersebut sebagai asli. Berbahasa Sahidic Coptic, ditemukan di Mesir.

Karen L. King setelah mendapat ijin dari pemiliknya membawa fragment papyrus ini ke Insitut for Study of Ancient World di New York pada bulan Maret 2012 untuk diteliti, sebab Karen sama sekali tidak menguasai bahasa tersebut. Di bulan Agustus 2012 diserahkan ke Harvard Thelogical Review untuk tujuan penerbitan.

Dari satu potong papyrus ini terciptalah karya tulis 52 halaman Karen L. King, dimana Karen mengkaitkan papyrus abad keempat ini dengan Injil gnostik Filipus (Philip), Tomas dan Maria (yang telah lama dikenal di lingkungan Kristen sebagai injil gnostik abad kedua AD (setelah murid-murid Yeshua meninggal dunia).

Para ahli Alkitab telah menggelompokkan tulisan-tulisan kitab suci papyrus  kedalam dua golongan besar:
Kitab-kitab suci yang telah diterima secara umum oleh para pendiri Gereja (yang sekarang dipakai) dan kitab-kitab ‘suci’ yang tidak diterima (tidak memiliki akurasi sejarah dan tidak pernah dikutip oleh pemimpin Gereja mula-mula di abad 1-2 AD (kitab-kitab gnostik baik Perjanjian Lama maupun Baru, termasuk di dalamnya kitab-kitab apokripa).

Dari naskah kitab-kitab suci kuno yang diterima ini dibagi lagi kedalam kelompok: the Majority Text (Injili) dan Vaticanus/ Manuscripts (Mss) ”B”, Sinaiticus/ Mss. ”Aleph” (Roma Katolik dan sejenisnya). The Majority Text artinya dari text-text kuno yang tersedia yang mana mereka memiliki kesamaan isi satu sama lain.

Sinaiticus juga berasal dari Mesir, pada abad 19, bagian-bagian dari manuscripts ini ditemukan di tempat sampah Monastery of St Cahterine di Gunung Sinai (bukan Gunung Sinai di tanah Median dimana YAHWEH berbicara kepada nabi Musa).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Majalah Charlie Habdo membuat karikatur nabi Muhammad


Demo dunia Islam belum reda atas hadirnya (cuplikan) film Innocent of Muslims yang berisi tentang kehidupan nabi Muhammad, lalu rabu kemarin (20/09/2012) majalah Perancis Charlie Habdo menerbitkan karikatur-karikatur berbau Islam. Pada halaman muka nampak seorang Islam berbaju putih duduk dikursi roda sedang didorong oleh seorang Ortodox Yahudi; dengan titel ”Intouchables 2.” Keduanya berkata: ”Harus tidak tertawa!”

Pada halaman belakang bergambar seorang Arab Islam telanjang (koran menulisnya sebagai “Muhammad”; ini bagian dari provokasi yang dibesar-besarkan dalam dunia media) menunjukkan bagian belakang badannya kepada seorang direktur film (Innocent of Muslim?) dengan kalimat ”Film yang merangkul Dunia Muslim” (Le film qui embrase le monde Musulman).

Ex-editor Charlie Habdo menolak bahwa majalah ini ada sengaja memprovocasi, “tetapi sebaliknya memakai kebebasan berexpressinya untuk menggomentari berita-berita di dalam sebuah cara yang bersifat satir.” Ia berargument, “Kebebasan press, apakah itu sebuah provokasi? Saya tidak meminta orang-orang Islam garis keras (strict) untuk membaca Charlie Hebdo, hanya sama seperti saya tidaklah akan pergi ke sebuah mesjid untuk mendengarkan kotbah-kotbah apapun yang berlawanan (dari apa) yang saya percaya.”

Seorang karoonist, membela majalah tersebut, “Itu hanyalah sebuah gambar. Itu bukan provokasi.”

Jurnalis Charlie Hebdo, Laurent Leger, berkata majalah tersebut tidak bermaksud memprovokasi kemarahan atau kekerasan, “Tujuannya adalah untuk tertawa. Kami ingin mentertawai para ektrimist — setiap ekstrimist. Mereka dapat ada orang Islam, Yahudi, Katolik. Setiap orang boleh ada beragama, tetapi pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan ekstrimist kami tidak dapat terima.”
Di Perancis, kami selalu memiliki hak untuk menulis dan menggambar. Dan jika beberapa orang tidak senang dengan hal ini, mereka dapat membawa kami kepengadilan dan kami dapat membela dirikami sendiri. Itulah demokrasi. Kamu tidak dapat melempar bom-bom; kamu diskusi, kamu debat. Tetapi kamu tidak dapat bertindak kasar. Kita harus berdiri dan melawan tekanan dari extrimism.”

Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius membela kebebasan berekpresi, tetapi memperingatkan bahwa Charlie Hebdo dapat ada melempar “minyak kedalam api” dan itu terserah pengadilan untuk memutuskan entah majalah tersebut telah pergi terlalu jauh, ia berkata “Kebebasan berekpresi dapat ada dibatasi oleh keputusan-keputusan pengadilan, itu terserah pribadi-pribadi atau kelompok untuk membawa hal tersebut ke pengadilan, yang akan berkata entah hukum … telah dihormati.

Komentar: Saya pribadi tidak kaget akan balasan pihak Barat terhadap reaksi keras (brutal, menurut ukuran orang Barat), dan Charlie Habdo kartoon ini, besar kemungkinan Denmark dan negara Barat lainnya akan mengikuti, jika reaksi dunia Islam tetap berlanjut, seperti pengalaman aksi-reaksi atas “kompetisi karton Muhammad dari Jyland-Posten.
Budaya Barat bertolak belakang 180 derajat dengan budaya Timur. Anak-anak Barat sejak usia balita telah diajar (di rumah, di TK dan di masyarakat) bahwa mereka memiliki hak memilih, berbicara. Pernikahan suami Timur dan isteri Barat sering kali bentrok hanya karena tidak mengerti perbedaan nilai dan berpikir Barat-Timur; sekalipun mereka saling mencintai. Anak remaja kecil akan menelpon polisi jika ayahnya berlaku kasar, ini tentu membuat kejutan bagi serorang ayah dari Timur. Orang Barat semakin dilarang akan semakin melakukan, dan mereka tidak takut ancaman dan memilih bahaya hanya demi secuil keyakinan yang ia yakini adalah benar dan bagian dari haknya.
Bagaimana Kristianiti di Barat berhasil mengatasi kritik (beratus-ratus tahun) dari serangan kelompok Atheism, Secularism dan Liberalism? Simpel saja. Kami menghadapi mereka dengan fakta dan logika. Kritik dan tuduhan ditangkis dengan pembuktian-pembuktian Alkitab dan catatan-catatan sejarah Gereja; kebencian dan ejekan dilawan dengan kasih dan perhatian. Hasilnya? Tidak sedikit professor dan pemimpin politik menjadi Kristen.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Komentar atas film Innocent of Muslims (nabi Muhammad) dan reaksi dunia Islam


Apakah Anda pernah melihat trailer film berjudul The Innoncent of Muslims atau dipanggil sebagai “film Nabi Muhammad,”cuplikan film yang telah membuat masyarakat Islam di banyak negara menjadi marah besar?  Artikel ini adalah kumpulan komentar dari berbagai orang dari latar belakang kepercayaan, sudut pandang politik dan social.

Aksi demo masyarakat Islam dimulai di Mesir dan Libya lalu menyebar ke  Yaman, Sudan, Tunisia Lebanon, Yordania, Irak, Kuwait, Bahrain, Iran, Pakistan, Bangladest, Indonesia, Afghanistan, India, Turkey, Gaza, Israel, dan juga di beberapa negara Barat seperti di Australia, Jerman, Inggris.

Sebagian besar demo menjurus kepada kekerasan yang membuat kematian dan pembakaran dan pengerusakkan gedung kedutaan Amerika Serikat. Bentrokan dengan polisi/ petugas keamanan setempat juga terjadi yang menyebabkan korban di kedua belah pihak- petugas keamanan dan pendemo.

President Afghanistan, Hamid Karzai, mencela film tersebut sebagai ”tidak manusiawi dan penghinaan” namun meminta masyarakat Afghan untuk ”tetap tenang.” Namun kelompok Islam radikal Taliban menyatakan perang atas negara Amerika Serikat.

Pemimpin Islam Hezbollah Libanon, Hassan Nasrallah. Ia menyatakan bahwa film ini ditujukan untuk membangkitkan keributan dan kebencian antara orang Islam dan Kristen Koptik di Mesir, ia melabelkan film ini sebagai ”tindakan amoral yang mewakili tingkat tertinggi agresi melawan hak asasi manusia tertinggi … untuk menghargai kepercayaan-kepercayaan dan kesucian.”

Guru besar Univ. King Abdul Aziz Arab Saudi, Abdullah Bin Bayyah. Ia meminta PBB dan para pemimpin Barat untuk menghentikan hak kebebasan berbicara di negara-negara Barat. Ia menekankan USA haruslah melarang pembuatan video-video seperti ”Innocence of Muslims” ini.

Ghaith Abdul-Ahad, jurnalist kelahiran Irak, berkomentar di koran Guardian bahwa kekerasan Anti-Barat yang mengguasai dunia Arab memiliki sedikit urusan dengan film nabi Muhammad.  Menurut Ghaith, kelompok Islam Salafis adalah biang kerok dari aksi kekerasan atas kedutaan besar USA di Bangasi, ”Mereka brilliant  dalam membuat kekacauan di jalan-jalan.” Di Tunisia, Pengacauan dari Salafi telah dimulai berbulan-bulan sebelum propaganda film tersebut muncul dipermukaan. Mereka menyerang bioskop-bioskop,  para sekuler dan para artist. Di Bahrain dan Syria mereka bekerja melalui jalur-jalur sektarian, dan di Mesir mereka melancarkan konfrontasi brutal kepada para Kristen Koptik. Di Libya, para Salafis telah secara sistimatik membakar tempat-tempat suci Islam Sufi dan merusaki kuburan-kuburan Kristen.
Menurut Ghaith, aksi kekerasan Anti-Barat yang sedang menjalar ini adalah lebih menjurus kepada perlawanan Islam atas kolonialisasi Barat, dan hanya sedit urusannya dengan film nabi Muhammad tersebut.

Joel Richardson, penulis dan komentator tentang Islam. Aksi kekerasan yang bersifat global ini adalah bukti dari gelombang kebangkitan dari restorasi kerajaan Islam Khalifah [bahasa Arab yang berarti “penerus.” Pemerintahan Khalifah ini adalah konsep Islam Sunni; Umayad, Abbasid dan Ottoman]. Itu Nampak jelas pada bendera hitam berhuruf Arab warna putih yang mereka kibarkan di berbagai negara saat berdemo.
Menurut keyakinan orang Islam, bergabungnya tentara-tentara Islam membawa bendera hitam adalah tanda kuat dari akhir jaman, memproklamasikan kedatangan imam Mahdi, figure juruselamat dalam agama Islam. Tulisan Arab pada bendera ini adalah dua kalimat shahada:  lā ʾilāha ʾillà l-Lāh, Muḥammadur rasūlu l-Lāh yang berarti “Tidak ada ilah lain selain Allah, Muhammad adalah rasul Allah” atau  “There is no god but God, Muhammad is the messenger of God.”
Joel percaya bahwa Anti-Kristus yang akan mengontrol dunia berasal dari agama Islam. [ia menolak keyakinan para ahli Alkitab bahwa Anti-Kristus datang dari gereja Roma Katolik].

Reema Abu Hamdiah, Russian TV  Arabic  Correspondence. Menjawab pertanyaan mengapa film ini menyebabkan protes dibanyak negara, Reema menjawab:  “Sebab mereka cinta Muhammad lebih dari diri mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka belum pernah melihat film ini bahkan tidak tahu nama filmnya.”

Walid Shoebat, ex-terrorist PLO dan ex-anggota Muslim Brotherhood. “Jangan salah;  konsep bahwa demo-demo ini telah dibuat oleh film anti-Islam adalah pemalsuan secara penuh dan total.” Walid menunjuk dua alasan utama dari aksi kekerasan tersebut: 1. Seluruhnya tentang mengintimidasi negara-negara masuk kedalam (into) pelaksanaan hukum-hukum yang dibuat mematikan hak-hak kebebasan berbicara. Film adalah tidak lebih dari sebuah alat untuk dipakai untuk mengeksplotasi kecenderungan benar secara politik. 2.  Bagian dari “hari mendukung al-Qaida.” Untuk membuktikan hal ini tanpa bayangan keraguan bahwa 11 September dipilih tanpa hubungan kepada film itu ada direleas.” [Trieal film ini hadir di YouTube pada akhir Juni]. Intinya Walid menyatakan bahwa kelompok Islam radikal Salafis dan Muslim Brotherhood adalah otak dibelakang perencanaan aksi kekerasan yang sekarang terjadi.

Catatan dari saya: Tentang Film Innocent of  Muslims. Seorang Kristen Amerika (guru agama) menjawab pertanyaan saya apa komentar dia tentang film ini: Intinya ia berkata bahwa pembuat film ini mempunyai motivasi yang salah dan sebelumnya ia telah tercatat melakukan tindakan melanggar hukum Amerika. Guru ini sungguh tidak setuju dengan pembuatan film tersebut, cara yang salah untuk merubah orang Islam. Komentar-komentar masyarakat Barat (nampak di berbagai artikel) tidak mendukung tujuan film tersebut, namun menilai reaksi masyarakat Islam terlalu berlebihan; dan mereka menolak penghentian hak “free speech” (kebebasan berbicara) sebab itu adalah bagian dari budaya dan proses kemajuan bangsa Barat.

Tentang reaksi dunia Islam atas film Innocent of Muslims. Banyak komentator politik mempunyai pemikiran yang sama dengan Walid Shoebat, bahwa memang tanggal 11 September dipakai oleh para kelompok Islam radikal sebagai momentum jihad mereka dimana para terrorist Islam telah berhasil memusnahkan Twin Tower USA.

Saya pribadi menilai film Innocent of Muslims – hanya cuplikan, yang komplitnya tidak ada – dibuat memang sengaja (secara politik dan agama) untuk 1. membuat dunia semakin kacau-balau (seperti telah diramalkan di Injil Matius 24). 2. membuat masyarakat Islam tunduk dan menjadi pengikut “binatang” yang dinubuatkan Alkitab (Dan 7:8, 19-25; Wah 13:1-3), yakni “binatang” yang memiliki kuasa besar dari Naga (Iblis atau Setan).

Bagi Anda orang Islam, musuh Anda, juga musuh kami, yang sebenarnya adalah Iblis dan roh-roh jahat yang bekerja melalui manusia tertentu yang telah menjual diri mereka kepada Iblis demi jabatan dan kekuasaan yang fana/ sementara. Tujuan akhir Iblis adalah kematian tubuh dan jiwa kita.
Film penghinaan kepada Yeshua (Yesus/ Isa) juga telah dibuat; (film Yeshua yang sesuai Injil lihat di sini), provokasi sejenis ini bukanlah baru bagi mayarakat Kristen. Kedewasaan dan iman kita diuji melalui semua ini; akankah kita menyelesaikan hidup melalui kemarahan, dendam, kepahitan dan tangan penuh darah – yang tentunya berakhir di Neraka, atau sebaliknya kita lewati semua ujian hidup ini dengan hidup benar dan beriman sesuai perintah Elohim (Allah) Pencipta kita – yang upahnya adalah Sorga?  Jangan biarkan diri Anda termakan oleh permainan tipuan kotor si Iblis dan para anteknya.

Bagi Anda yang tahu suara Yeshua, Gembala Agung tersebut, ingatlah bahwa semuanya ini adalah tanda rohani yang jelas; berdoalah dan berjaga-jagalah, peristiwa “Pengangkatan” sudah sangat dekat.

Kiranya damai sejahtera Elohim yang melampau segala pikiran kita turun atas kita semua. Amin.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Somalia: President Hassan Sheik Mohamud selamat dari bom assasinasi


Konferensi wartawan (Rabu 12/9/2012)  baru saja dimulai ketika sekelompok pasukan jihad al-Shabab menyerang hotel di Mogadishu dengan bom-bom bunuh diri dan pasukan bersenjata.

President Hassan adalah president yang terpilih melalui suara terbanyak para pembuat hukum (law maker), hanya dua hari sebelum peristiwa pembunuhan berencana atas dirinya ini terjadi.

Tujuh tentara Uni Afrika (UA) yang hadir untuk menjaga president, termasuk para jihad tewas dalam serangan tersebut. Dari pasukan jihad yang tewas ini (seorang dr mereka mati ditembak saat memasuki hotel) semuanya mengenakan bahan peledak di pinggang mereka.

Konflik di luar gedung  tidak memperngaruhi President Hassan meneruskan pidatonya: ”Somalia telah berpindah dari sebuah lembaran ke lembaran baru,” ledakan kedua terjadi; setelah 7,5 menit dari yang pertama, ia lanjut berbicara, “Somalia memiliki momentum untuk maju kemuka.”
Terdengar lagi suara letusan senjata api, president ini tidak berhenti,
Keamanan adalah target utama kami,” kata president ini. ”Prioritas nomor satu kami, prioitas nomor dua , prioritas nomor tiga adalah keamanan.” Konfernsi wartawan berakhir.

Konferensi yang dihadiri oleh beberapa menteri luar negeri dan para wartawan yang seharusnya membawa berita suka cita bagi rakyat Somalia dan negara-negara tetangganya bahwa rakyat Somalia akan memasuki lembaran baru yang penuh harapan – dengan terpilihnya president ini –  harapan besar ini kembali menjadi pudar.

Melalui media social Twitter, kelompok al-Shaabat (Harakat al-Shabab al-Mujaheddin, nama lengkapnya)  mengumumkan bahwa kelompok jihad mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Somalia telah diporak porandakan oleh perang sipil dan tidak adanya hukum sejak 1991 (21 tahun lamanya). Al-Shaabat juga sumber kekacuan di sengara-negara tetangga Somalia, termasuk pembunuhan di Uganda atas para penonton sepak bola World Cup.

Komentar: Sekitar dua tahun lalu saya pernah berbicara dengan seorang pemuda Somalia dikendaraan umum, menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya, SETELAH ia menjawab dengan ketus: “Kami di Somalia tidak memiliki masalah!” atas pertanyaan manis saya: “Apa kabarnya dengan negara Anda saat ini?” Pemuda ini lupa bahwa ia tinggal di negara Barat dimana berita internasional dapat diekses dari banyak sumber dan tersedia 24 jam sehari, tidakkah ia tahu bahwa Barat mensuplai bantuan uang ke Somalia terus-menerus; seperti Hamas juga disuplai? Maka saya memulai lecture saya melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Mengapa perang sipil di Somalia lebih dari 17 tahun belum juga berakhir?
  • Mengapa mengutamakan perang (beli senjata) sementara rakyat mati kelaparan?
  • Tidakkah lebih bijaksana mengadakan dialog, mengesampingkan perbedaan faham dan mengutamakan kebutuhan rakyat?

Pembicaraan kami (lecture saya,  lebih tepatnya) nampak cukup panas dan itu didengar oleh banyak orang kulit putih, karena saat itu bubaran kantor. Namun pemuda ini tidak melakukan serangan fisik kepada saya karena mungkin saya orang Indonesia, sudah tua dan terlebih saya bicara dengan kasih dan keprihatinan atas bangsanya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Afghanistan: Anak laki 14 tahun dipakai untuk menjadi pembom bunuh diri


Dengan sebuah tas seperti orang berdagang anak kecil ini menganyunkan sepedanya ke depan pintu gerbang markas militer NATO di Kabul.  Lalu ia meledakkan bom yang dipasang dipinggangnya.

Anak-anak yang menjual premen karet dan barang-barang kecil lainnya ke tentara-tentara yang ada di depan markas tersebut menjadi bagian dari korban bom bunuh diri tersebut.  Sedikitnya 6 orang sipil dan 6 tentara Afghanistan tewas dalam serangan tersebut. Kejadian terjadi pada hari Saptu 8 September.

Ledakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah upacara peringatan Ahmad Shah Massoud, pemimpin tentara Perserikatan Utara yang terbunuh oleh bom bunuh diri al-Qaida sebelas tahun lalu

Jurubicara NATO berkata, cara Taliban ini menunjukkan kebancian mereka dan menambahkan, “Memaksa anak-anak dibawah umur untuk melakukan pekerjaan kotor mereka membuktikan taktik-taktik kotor para Taliban. Mereka dipisahkan sepenuhnya dari dan kehendak masyarakat Afghanistan yang merindukan damai dan stabilitas di negara mereka.”

Yeshua:Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yoh 10:10-11)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog