Hari SABAT mujizat dan tujuannya


Dan Dia berkata kepada mereka, ”Hari Sabat dijadikan demi manusia, bukan manusia demi hari Sabat. Demikianlah, Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat juga.” (Markus 2:27-28)[1] – Yeshua Ha Mashiah

Materai YAHWEH sebagai Pencipta langit dan bumiMujizat-mujizat yang berkaitan dengan hari Sabat YAHWEH.[2] Ayat bacaan Keluaran 16:1-36.
Setelah bangsa Israel, umat pilihan-Nya, keluar dari tanah Mesir, dari tiba di Padang gurun Sin yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai yang berlokasi di Midian (barat Arab Saudi sekarang). Umat bersunggut-sunggut karena tidak ada roti dan daging – mereka bersungut-sungut: lebih enak mati sebagai budak orang Mesir -karena disana bisa makan roti dan daging – daripada mati kelaparan di padang gurun. Perut kosong telah membuat mereka lupa sama sekali bahwa YAHWEH El Shaddai[3] yang adalah juga YAHWEH Yireh[4] ada bersama dengan mereka dan Ia siap untuk memberkati mereka. Sungguh menyedihkan jika di abad modern ini ada orang Kristen yang meninggalkan imannya hanya karena lapar akan kursi jabatan atau karena diperbudak oleh cinta. Orang-orang seperti ini Alkitab sebut sebagai orang-orang yang Tuhannya adalah PERUT.
Dari Firman YAHWEH di kitab Keluaran pasal 16 kita temukan mujizat-mujizat-Nya. YAHWEH berkata kepada umat-Nya: ”Setiap petang hari kamu akan makan daging, dan pada setiap pagihari kamu akan dikenyangkan dengan roti. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu” (12).[5] Saya ingatkan Anda, ini terjadi di padang pasir, hanya ada gunung-gunung tandus di sekitar mereka, mereka bukan sedang ada di pusat Mol atau di pusat kota yang penuh dengan toko roti dan restorant. Segala sesuatu adalah mungkin dan mudah bagi Dia, firman-Nya berkata.
Mujizat ke 1. Dan terjadilah pada waktu petang, burung-burng puyuh berdatangan menutupi perkemahan itu (13). Mereka – atas kuasa Elohim – datang terbang dari pantai-pantai Mesir, dari Laut Merah; dan sorenya ketika sampai di wilayah perkemahan Israel burung-burung ini kecapaian karena terbang dari jarak jauh sehingga mereka mudah ditangkap.
Mujizat ke 2. Dan pada pagi harinya selapis embun terhampar di sekeliling perkemahan itu. Setelah embun menguap, nampak pada permukaan bumi roti-roti kecil, seperti sisik-sisik yang lembut. Roti yang turun dari langit ini disebut manna. (13-15).[6]
Mujizat ke 3. Manna ini hanya bertahan satu malam, paginya akan rusak dan berbau busuk, namun hal ini terjadi hanya dari hari pertama sampai hari ke lima. Pada hari keenam (dimana mereka mengumpulkan dua kali lipat dibanding pada lima hari dalam seminggu), sungguh ajaib manna yang mereka kumpulkan di hari keenam tersebut tidak rusak sama sekali sampai di hari ketujuh!
Mujizat 4. Peristiwa keajaiban ini terjadi setiap minggu. Enam hari pertama ada makanan dan hari ketujuh tidak datang makanan. Mereka makan dari bahan yang tersisa di hari keenam. Manna akan membusuk dalam satu malam dari hari pertama sampai ke lima, namun yang yang dikumpulkan pada hari keenam selalu akan tahan sampai hari ke tujuh – ini terjadi setiap minggu!
Mujizat ke 5. YAWEH menyediakan makanan roti dari sorga ini plus dengan daging burung pujuh sejak tanggal 15 bulan kedua (15/2 atau 1/4 kalender Romawi; Kej 16:1) sampai di hari pertama mereka makan hasil tanah dari negara Kanaan (Yoshua 5:1); periode mujizat ini – 6 hari pertama turun makanan, dan hari ketujuh tidak turun, serta manna yang terkumpul dihari ke enam tidak rusak di hari ketujuh – terjadi selama 40 tahun atau 280 minggu (52×40)!!! Lihat Kel 16:35. Sekali atau dua kali bisa disebut kebetulan, namun jika itu terjadi 280 kali, maka itu sungguh terjadi karena mujizat YAHWEH! Dan kita tidak dapat mengabaikan keseriusan-Nya!
Mujizat ke 6. Kita sudah lihat bahwa manna ini tidak tahan lebih dari satu hari – kecuali untuk hari Sabat (hari ke tujuh), ia tetap awet. Sekarang perhatikan keajaiban yang ini. Atas perintah YAHWEH, Harun mengambil satu omer (1/10 efa) manna dan menyimpannya pada sebuah mangkuk untuk diletakkan di depan tabut Kesaksian atau tabut Perjanjian sebagai kesaksian – ke Mahakuasaan dan Penyediaan YAHWEH – untuk generasi-generasi selanjutnya. Dengan kata lain, roti dari sorga itu yakni manna tidak menjadi rusak ratusan bahkan ribuan tahun! Cucu dan cicit mereka tetap bisa melihat manna yang Elohim sediakan bagi nenek moyong mereka selama dipengembaraan (32-34). Karikatur Sabat alkitabiah dan tradisi manusia
Tujuan mujizat-mujizat. Semua mujizat di atas tertulis pada ayat 4 dan 5: Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, ”Lihatlah Aku akan menurunkan roti bagimu dari langit, umat itu akan keluar dan mengumpulkannya setiap hari sebanyak yang diperlukan untuk hari itu sehingga Aku dapat menguji apakah mereka akan hidup menurut torat-Ku atau tidak. Dan akan terjadi pada hari yang keenam, mereka harus mengolah apa yang mereka bawa pulang, dan yang dibawanya itu harus dua kali lipat banyaknya dari apa yang mereka kumpulkan hari demi hari.”
Ayat ini keluar sebelum mereka pindah ke Rafidim, dimana mereka menghadapi perang pertama – melawan suku Amalek, dan sebelum tiba di Padang gurun Sinai dimana YAHWEH berbicara kepada mereka melalui gunung yang menyala-nyala dan dua loh batu yang berisi 10 Perintah YAHWEH yang ditulis oleh jari-Nya sendiri diberikan.
Pada pasal sebelumnya, tertulis, ”Di sanalah YAHWEH menetapkan bagi mereka ketetapan dan peraturan, dan di sanalah YAHWEH menguji mereka (Kel 15:25). Dan ayat 26nya adalah janji Elohim kepada umat-Nya, ”Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memperhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Akut timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH yang menyembuhkan kamu.” Ketika virus Influensi Babi merebak di banyak di banyak negara di Dunia dan mematikan banyak jiwa, maka pemerintah di tempat saya tinggal memerintahkan karyawan rumah sakit dan rakyat tidak saling berjabat tangan, untuk mencegar ketularan; wouw semua dokter dan suster tidak mau menyalami pasien mereka!! Saya memberi usul kepada rekan-rekan kelompok sel saya untuk menyalami siapapun termasuk yang sakit.  “Mintalah kuasa YAHWEH untuk bermanifestasi melalui kita, sehingga dunia melihat kuasa-Nya melalui kita.”
Anugerah dan kemulian YAHWEH dapat dinikmati oleh semua orang di bumi entah mereka orang baik maupun orang jahat itu nampak dari terbitnya matahari setiap hari dan turunnya hujan pada waktunya (Mat 5:45), namun untuk mengalami mujizat dan berkat YAHWEH yang khusus manusia perlu hidup sesuai perintah dan ketetapan-ketepan-Nya. Benar sekali bahwa kita dibenarkan dan dikuduskan dan diselamatkan hanya melalui anugerah Elohim semata dengan percaya Yeshua telah menebus dosa-dosa kita melalui darah-Nya sendiri pada kayu salib di bukit Golgota, namun untuk menjadi anak-anak kesayangan-Nya kita perlu menghormati dan mengasihi Dia – di sinilah terletak kunci rahasia dari jaminan jawaban doa bagi umat-Nya. Alkitab juga membuktikan bahwa kebesaran iman kita bergantung dari seberapa besar penundukkan kita kepada Elohim kita, baca: Iman Yang Penuh Kuasa.
Bangsa Israel disebut YAHWEH sebagai ”saksi-saksi-Ku” dan ”hamba-Ku yang telah Ku pilih” (Yes 43:1,10), mereka diciptakan untuk tampil berbeda dengan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka – untuk menjadi contoh bagi dunia ”bagaimana hidup yang benar.” Ketika bangsa Israel hidup sesuai perintah, ketetapan dan hukum-Nya berkat dan mujizat yang luar biasa terjadi, kepandaian mereka di dalam ilmu pengetahuan diakui dunia, keberadaan dan sukses mereka sekalipun selalu dipersulit oleh para tetangga dan bahkan negara-negara super power adalah bukti berkat, perlindungan dan mujizat dari YAHWEH.
Umat Kristen disebut YAHWEH juga sebagai ”saksi-saksi-Ku” dan ”hamba-Ku yang telah Ku pilih” sekalipun kita berasal dari ”tunas liar” namun kita telah dicangkokkan diantara cabang pohon zaitun yang kudus (Roma 11:16-18). Bapa Sorgawi mencurahkan Roh Kudus kepada kita dengan tujuan kita menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:8), Dia mengeluarkan kita dari kegelapan dan kemudian menguduskan kita kita melalui tangan Adonai Yeshua hanya dengan satu tujuan agar kita menjadi hamba-hamba-Nya, imamat-imamat-Nya (1 Petrus 2:9-10) tepat sama sebagaimana Dia telah lakukan kepada bangsa Israel melalui tangan nabi Musa (Kel 19:5-6). Kita pun dipanggil dan diperlengkapi untuk tanpil berbeda!
Menjadi saksi YAHWEH berarti membuat Dunia tahu Siapakah YAHWEH sesungguhnya adalah.” Elohim adalah Roh, untuk alasan itulah Israel dan Kristen di tempatkan di tengah-tengah Dunia, agar Dunia pun bisa mengenal dan memuliakan YAHWEH – melalui contoh kehidupan dan keberadaan kita.
Jangan sia-siakan panggilan-Nya yang mulia ini, setiap kita adalah unik di dalam panggilan-Nya! Anda bekerja di sebuah Kerajaan yang termulia, tidak pernah bangkrut dan akan ada kekal berkuasa selamanya, itulah Kerajaan YAHWEH, Kerajaan Sorga! Mujizat-mujizat-Nya akan menyertai hidup Anda!

Beberapa contoh ayat Alkitab yang membuktikan bahwa YAHWEH merindukan kita hidup di dalam perintah dan hukum-hukum moral-Nya:
Yesaya 48:17-19Beginilah firman YAHWEH, Penebusmu, Yang Mahakudus, Elohim Israel: “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Yohanes 15:7-8 – (Yeshua berkata:) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Yesaya 66:22-23Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Percakapan Adonai Yahshua & umat-Nya tentang Sabat


ku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya YAHWEH, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku. Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.  (Maz 119:174-6)

Ini adalah suatu artikel dalam bentuk tanya-jawab antara Adonai dan umat-Nya tentang Perintah Keempat, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (Kel 20:8). Suatu karya tulis yang sangat menarik untuk dibaca, penulisnya mengkaitkan ayat-ayat Alkitab dengan sangat baik dan tepat di dalam menjawab semua pertanyaan. Penulis asli: Erling Calkins (ditambahkan oleh Nicholas webmaster Presents of God minstry, diterjemahkan oleh Anggur Baru webmaster Senjata Rohani).

T. Ceritakanlah kepadaku, Adonai, Apakah Engkau mempunyai suatu hari istirahat yang khusus untuk para pengikut-Mu?
J. Pada hari YAHWEH aku dikuasai oleh Roh.” (Wah 1:10a)

T. Tetapi hari apa adalah hari YAHWEH? Hari apa adalah hari Engkau Adonai?
J. Karena Anak Manusia adalah YAHWEH atas hari Sabat.” (Mat 12:8)

T.  Ada tujuh hari di dalam seminggu. Hari apa adalah hari Sabat?
J. Hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu. (Perintah Keempat) (Kel 20:8-11)

T. Hari apa, menurut perhitungan Engkau, adalah hari ketujuh, Saptu atau Minggu?
J. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus,… Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. … Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda, …  tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit… (Mar 16:1-6) (Catatan: setiap orang tahu bahwa hari Minggu adalah hari Kebangkitan. Hari Sabat  berakhir ketika gelap tiba. Karenanya itu adalah bukti bahwa Sabat adalah hari Saptu, hari sebelum hari Minggu. [Yahshua bangkit Saptu malam dalam perhitungan waktu internasional, yakni hari ketujuh dalam pewaktuan Alkitab.])

T. Tetapi, Adonai, bukankah kamu sudah tidak memberlakukan Hukum yang berisi perintah Sabat?
J. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17)

T. Ok, sedikitnya, tidakkah Engkau sudah merubah satu dari perintah-perintah sehingga hari ini para pengikut-Mu boleh memelihara hari lainnya sebagai hari ketujuh?
J. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum lenyap langit dan bumi, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sampai semuanya itu ada digenapi (Mat 5:18)

T. Tetapi, Adonai, bukankah hari Saptu adalah hari orang Yahudi? Bukankah Sabat hari ketujuh milik orang-orang Yahudi?
J. ”Hari Sabat diadakan untuk manusia.” (Mark 2:27) (Hari Sabat telah dibuat dan diberikan kepada manusia 1500 tahun sebelum lahirnya bangsa Yahudi. Lihat Kej 2:1-3)

T. Beberapa orang bercerita kepadaku bahwa setelah penyaliban diri-Mu, Adonai, para pengikut-Mu tidak lagi memelihara Sabat hari ketujuh menurut 10 Perintah. Benarkah itu?
J. Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, (Luk 23:54-56)

T. Tetapi tidakkah rasul Paulus selalu bertemu dengan orang-orang Kristen pertama pada hari Minggu untuk menghormati kebangkitan? Apakah kebiasaan-nya sehubungan dengan hari ibadah?
J. Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. (Kis 17:2)

T. Apakah dia beribadah dengan orang-orang bukan Yahudi yang telah bertobat pada hari Saptu juga? Munkinkah dia beribadah dengan orang-orang Yahudi pada hari Sabtu dan dengan orang-orang Yunani pada hari Minggu. Bagaimana dengan itu?
J. Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. (Kis 18:4)

T. Apakah yang Paulus ajarkan sehubungan dengan memelihara hari Sabat?
J. Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Elohim berhenti dari pekerjaan-Nya. (Ibr 4:9-10) [Catatan: beberapa ahli kitab percaya bahwa kitab Ibrani ditulis oleh rasul Paulus]

T. Tetapi, hari apa yang Paulus artikan ketika ia bicara perhentian sebagaimana Elohim telah lakukan?
J. Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Elohim berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” (Ibr 4:4)

T. Jadi inikah perintah-Mu sehubungan dengan memelihara hari Sabat?
J. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Elohim kepadamu. (Kis 20:27) (Dalam Perjanjian Baru tidak kurang dari 59 referensi tentang Sabat. Kitab para Rasul mencatat 84 kali sehubungan dengan pelayanan-pelayanan ibadah. Sebaliknya tidak ada satu katapun di dalam seluruh Alkitab memerintahkan memelihara hari Minggu.)

T. Jadi mengapa begitu banyak orang memelihara Minggu sebagai ganti Saptu? Jika guru-guru Alkitab mengajar memelihara Sabat, bagaimana dan oleh siapa memelihara hari Minggu diperkenalkan kedalam Kekristenan?
JIa (’Tanduk kecil’) akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, … ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum… (Dan 7:25)

T. Gereja Roma Katolik adalah ’tanduk kecil’ dalam Daniel 7; Apakah Engkau artikan bahwa gereja ini telah berpikir merubah hukum Taurat Elohim?
J. “Beginilah firman YAHWEH semesta alam itu: Tanyakanlah pengajaran kepada para imam. (Hag 2:12)

T. Baiklah, saya akan bertanya kepada Stephen Keenan, pengkotbah Katolik: Apakah gereja Anda berpikir memiliki kuasa untuk merubah hukum Taurat Elohim?
J. ”Jika ia [gereja Roma Katolik] tidak memiliki kuasa yang sedemikian rupa, ia tentunya tidak dapat melakukan itu dalam mana semua agama-agama modern telah setuju dengan dia; dia tentunya tidak dapat menggantikan menghormati hari Minggu, hari pertama dari seminggu, sebagai ganti menghormati hari Saptu, hari ketujuh dari seminggu, suatu pertukaran yang mana  adalah tidak ada perintah firman Elohim.” Doktrin Katolik halaman 174.

T. Kapan pertukaran itu telah dibuat?
J. ”Kami menghormati hari Minggu sebagai ganti hari Saptu karena gereja Katolik pada pertemuan Loudekia (364 AD) telah memindahkan dengan serius dari Saptu ke Minggu.” The Converts’ Catechism, Peter Geirmann, halaman 50. (This catechism received the pope’s blessing on Jan. 25, 1910.)

T. Apakah kamu merasa ini adalah TANDA autoritas gereja Roma Katolik?
J. ”Tentu, gereja Katolik mengklaim bahwa perubahan ini (Sabat Saptu ke Minggu) adalah tindakannya … Dan tindakan ini adalah sebuah TANDA dari kekuasaan Ekklesiastiknya di dalam hal-hal keagamaan.” H.F. Thomas, Penasehat dari Kardinal Gibbons.

T. Apakah ini cara Roma memalsukan tanda-Mu? Apakah Engaku juga memiliki suatu tanda?
J. Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan mereka. kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. (Yeh 20:12, 20)
(Catatan: kata ”peringatan / sign” adalah sama dengan kata ”tanda/ mark.” Kenyataannya ialah Anda dapat  memakai kata-kata peringatan, materai, tanda, atau stampel berganti-ganti kapanpun. Ini diteguhkan pada Roma 4:11a, dikatakan. Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman…”)

T. Setujukah para pelayan Protestant dengan ini?
J. Gereja Congregationalist: Itu cukup jelas bahwa bagaimanapun sulitnya atau taatnya kami menjaga hari Minggu, kami tidak menghormati hari Sabat.” Dr. R.W. Dale, The Ten Commandments, page 106.
Gereja Mehodist: Sabat di dalam bahasa Ibrani bernilai istirahat dan adalah hari ketujuh dari seminggu … dan itu harus ada diakui bahwa tidak ada hukum di Perjanjian Baru sehubungan dengan hari pertama. ” Buck’s Theological Dictionary.
Gereja Bapatist: ”Telah ada dan ada sebuah perintah menghormati hari Sabat …Telah dikenal dengan baik bahwa hari Minggu tidak dipakai pada orang-Kristen mula-mula…” Dr. E.T. Hiscox, author of the Baptist Manual.
Tekan ini untuk komentar-komentar dari beberapa denominasi lainnya. Ini adalah kumpulan data yang besar, jadi beri waktu untuk membukanya)

T. Semua denominasi Protestant setuju bahwa Sabat tidak pernah dirubah [oleh Adonai], mengapa mereka melakukan itu sebagaimana Roma melakukannya?
J. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. (Wah 13:3, 8)

T. Apakah itu membuat perbedaan hari yang saya hormati? Suatu hari adalah sebuah hari bukankah begitu?
J. Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Rom 6:16)

 

T. Lalu apa yang harus saya lakukan, mentaati hari Sabat dari perintah Elohim atau memelihara hari Minggu buatan manusia?
J. “Kita harus lebih taat kepada Elohim dari pada kepada manusia.” (Kis 5:29)

T. Ok, Adonai, apa yang Engkau pikir tentang memelihara hari Minggu?
J. Dengan demikian firman Elohim kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Mat 15:6, 9)

T. Tetapi dengan pasti jutaan orang yang memelihara hari Minggu tidak dapat salah, bukan?
J. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”  (Mat 7:13-14). (Hanya sedikit orang yang telah mentaati Elohim pada jaman Nuh, Lut dan Mashiah. Mayoritas telah lenyap.)

T. Tetapi Dr. Tentu-dan-tentu adalah orang yang sangat bijaksana: Mengapa  dia dan semua pengkotbah besar tidak memelihara hukum Sabat?
(Catatan: Guru-guru besar agama dijaman Mashiah telah juga menolak kebenaran. Pengikut-Nya adalah orang-orang biasa)J. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Elohim untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Elohim untuk memalukan apa yang kuat, (1Kor 1:26-27).

T. Tetapi saya telah menerima Yahshua; Saya tahu Dia adalah Juru Selamat-ku; Saya tahu Dia telah menerima saya dan saya telah memelihara hari Minggu. Pastilah saya tidak akan terhilang jika saya tidak memelihara hukum Sabat sekarang ini, bukankah begitu?
J. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Elohim memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. (Kis 17:30)

T. Saya tahu Engkau, Adonai, Engkau tidak akan menyalahkan saya sebab melanggar Sabat, bukan?
J. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.  (1Yoh 2:4)

T. Tetapi tidakkah cukup bahwa saya mengasihi Engkau dan hidup oleh hukum kasih?
J. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (Yoh 14:15)

T. Artinya semua sepuluh perintah tersebut?
J. Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.  (Yak 2:10)

T. Baik, saya berpikir bahwa jika kami mencoba mengikuti Yahshua, itu adalah semua yang penting. Tidakkah itu salah, Yahshua?
J. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Mashiah telah hidup.  (1Yoh 2:6)

T. Bagaimana kamu hidup, apa kebiasaan-Mu?
J. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  (Luk 4:16)

T. Tetapi Adonai, itu sudah 1900 tahun yang lalu. Tidakkah Engkau akan memelihara hari lainnya diluar Saptu jika Engkau datang ke dunia saat ini?
J. Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. Yesus Mashiah tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Mal 3:6; Ibr 13:8)

T.  Apakah Engkau berpikir akanlah ada penting secara absolute untuk memelihar perintah-perintah-Mu untuk menerima kehidupan kekal?
J. “Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Elohim.” (Mat 19:17)

T. Tetapi saya tetap tidak dapat melihat mengapa Engkau bersikeras pada hari ketujuh, Adonai. Tidakkah hari Minggu sebaik hari Saptu?

J.  Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya (Kej 2:3); apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya (Bil 23:20); Sebab apa yang Engkau berkati, ya YAHWEH, diberkati untuk selama-lamanya.” (1Taw 17:27)

T. Saya melihat bahwa jika saya memelihara satu hari dari tujuh, apapun hari itu, itu haruslah cukup bagus.
J.  Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Ams 16:25); … menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, … hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. (1Kor 2:13-14)

T.  Tetapi Adonai!Adonai! Tidakkah dapat say lakukan lainnya? Tidak dapatkah jabatan saya membawa saya ke Sorga?
J. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Adonai, Adonai! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.  (Mat 7:21). [Baca kesaksian melihat Sorga dan Neraka]

T. Tetapi saya berdoa.
J. Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.  (Ams 28:9)

T. Tetapi, Adonai, lihatlah kepada orang-orang yang melakukan mujizat-mujizat dalam nama-Mu. Beberapa menyembuhkan yang sakit, lainnya bicara dalam bahasa yang baru  dan melakukan perkara-perkara ajaib; namun mereka tidak memelihara Sabat. Bagaimana dengan mereka?
J. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Adonai, Adonai, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7:22-23)

T. Ya, saya tahu bahwa Sabat adalah benar; tetapi bisniss saya akan menderita jika saya menutupnya pada hari Sabat. Saya bisa jadi kehilangan pekerjaanku. Saya mungkin saja tidak dapat maju di dunia.
J. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Mark 8:36)

T. Baiklah, untuk saya sendiri saya boleh tidak perduli; tetapi bagaimana dengan keluarga saya? Tidakkah ada lebih baik untuk saya bekerja pada hari Sabat daripada membiarkan keluarga saya kelaparan?
J. ”Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Elohim dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:32-33). … tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; (Maz 37:25)

T. Teman-teman saya akan menertawakan dan mengolok-olok saya.
J. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”  (Mat 5:11-12). “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.  (Yoh 15:18). Baca

T. Jika keluarga saya sendiri tidak setuju dengan saya. Haruskah saya melawan keinginan-keinginan mereka, yang artinya bisa menyebabkan perpecahan di dalam rumah?
J. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Mat 10:37-38). Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:33)

T. Saya kuatir bahwa saya tidak akan dapat mengatasi semua pencobaan ini. Saya terlalu lemah.
J. “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. … Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2Kor 12:9-10). Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4:13)

T. Lalu, Adonai, apakah upah dari kesetian kepada Engkau dan perintah-perintah-Mu?
J. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Elohim meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (Luk 18:29-30). Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. (Wah 22:14)

T. Adonai, saya merindukan sebuah rumah di bumi yang baru, akankah kami memelihara hari Sabat juga di sana?
J. Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH. (Yes 66:22-23)

T. Baiklah Adonai, Kehendak-Mu jadilah di bumi sama seperti di Sorga. Dengan pertolongan Engkau, saya akan memelihara hari Sabat
J. Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia!” (Mat 25:21a)

Selesai.

Tulisan asli diambil dari:

Why not ask God abaut the Sabbath?

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tanda Peringatan Umat YAHWEH


Itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan kamu (Kel 31:13)

YAHWEH telah membuat suatu perjanjian antara diri-Nya sendiri dengan umat-Nya. Perjanjian ini dimateraikan dengan sebuah tanda atau peringatan (mark, sign). Melalui tanda (mark, sign) inilah YAHWEH dan umat-Nya saling mengenali dan mengingat bahwa mereka telah mengikat suatu perjanjian. Melalui  tanda ini juga Dunia dan penghuni Kerajaan Iblis tahu bahwa orang tersebut adalah umat YAHWEH. Tanda ini harus dipakai dari generasi ke generasi, turun-temurun. Itu adalah suatu ketetapan Elohim sendiri kepada umat-Nya. Orang Kristen bukan-Israel atau bukan-Yahudi sering kali menyebut dirnya sebagai Orang Israel Rohani atau Keturunan Abraham secara rohani:

  • Doa berkat kita mengutip perkataan Musa pada Ulangan 28:1-14
  • Doa syafaat untuk negeri, kita mengutip janji untuk Salomo pada 2 Taw 7:13-14 dan Yeh 22:30
  • Jaminan doa kita mengutip janji YAHWEH pada Yer:12-13 dan Mat 18:20
  • Jaminan masa depan, kita mengutip Yer 29:11

Semua janji di atas adalah janji-janji YAHWEH kepada orang Israel, Matius 18 Yahshua berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Fakta ialah bahwa bangsa dan berbahasa apapun orang tersebut asalkan dia percaya kepada Yahshua dan menuruti perintah-Nya seperti tertulis di Alkitab dia adalah umat pilihan-Nya, umat tebusan-Nya, orang Israel pewaris Kerajaan Sorga.

Namun ada satu hal dimana orang Kristen bukan-Yahudi tidak mau sama seperti orang Israel, yaitu di dalam beribadah. Orang Kristen bukan-Yahudi tidak mengutip ayat-ayat Alkitab ketika berbicara soal ibadah, sebagai gantinya ia mengikuti pendapat Kaisar Constantine. Kaisar Constantine berkata tentang menguduskan hari Minggu (Sun-day): ”Para hakim dan orang-orang perkotaan dan para pekerja dari semua perusahaan” untuk beristirahat pada ”hari yang patut dimuliakan matahari” (the venerable day of the sun).

Apakah tanda perjanjian yang Elohim telah tetapkan kepada umat-Nya untuk dipakai?

Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab  itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu (Kel 31:12-14)

Akulah YAHWEH, Elohimmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, (20)  kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. ( Yeh 20:19-20 )

Banyak pendeta berpikir bahwa orang Kristen yang telah diselamatkan dari budak dosa haruslah hidup di dalam anugerah dan tidak di bawah Hukum Taurat. Benar bahwa seharusnya lah kita tidak hidup di bawah Hukum Taurat, namun itu bukan berarti kita hidup tanpa ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya. Berpikirlah sejenak, setiap negara mempunyai ketetapan dan hukum, semua itulah yang membuat sebuah negara tertib dan maju. Apakah Anda pikir Kerajaan Sorga yang begitu mulia dan agung tidak memiliki ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum?

Raja Daud memberi suatu pernyataan yang berlawanan dengan banyak ajaran Pendeta di atas. Kitab Mazmur tertulis alasan apa Elohim membawa keluar umat-Nya dari perbudakan di Mesir – ingat, Mesir adalah gambaran rohani perbudakan manusia dari dosa;

“Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. . ..  agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya! (Maz 105: 26-45)

Mereka dibebaskan dari perbudakan supaya mereka bisa mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Bisa dibandingkan dengan Matius 5:20.

Di masa perbudakan orang Israel sukar melakukan sabat  (kata istirahat dalam bahasa Ibraninya) Raja Mesir menjawab permohonan Musa dengan berkata: ”…kamu membuat mereka istirahat dari beban-beban mereka!” (mayoritas terjemahan Alkitab Inggris tertulis demikian) (Kel 5:5). Oleh sebab inilah Musa mengingatkan orang Israel untuk memelihara  perintah Elohim memelihara hari Sabat (Ul 5:15).

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH di atas,  Firman-Nya  jelas menulis bahwa MEMELIHARA dan MENGUDUSKAN HARI SABAT  adalah sebuah TANDA (mark, sign) bahwa:

  • Elohim dari para pemelihara hari Sabat adalah YAHWEH (Yeh 20:19-20)
  • YAHWEH sendirilah yang telah menguduskan si pelaku Sabat ini (Kel 31:12-14)

Jika bukan YAHWEH yang menguduskan kita, maka sia-sia lah kekudusan tersebut;  amal dan perbuatan baik, persembahan korban binatang bahkan jiwa kita sendiripun tidak akan mencapai standard kekudusan yang Ia minta (Im 19:2; 20:7,26; 1 Pet 1:14-16)

Jika bukan YAHWEH yang menjadi Elohim kita, maka celakalah kita dihari penghakiman; sebab elohim lain yang bukan pembuat langit dan bumi akan dihancurkan-Nya (Yer 10:10-12)

Mengenal Elohim yang benar dan mendengarkan serta melakukan ajaran-Nya adalah sangat penting,  perhatikan ayat-ayat ini:

  • Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yahshua Ha Mashiah yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
  • “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  (Mat 7:24).

Penting untuk diingat: Matius 5 sampai 7 adalah satu kesatuan dari “Kotbah Di Bukit.” Alkitab LAI pada Matius 7:15-29 membagi menjadi 3 judul. Jika kita mempelari seluruh ayat tersebut maka nampak bahwa pemberian judul tersebut bisa menggurangi pesan Yahshua yang susungguhnya. Mereka yang diberi TANDA sebagai “nabi-nabi palsu” terkejut luar biasa (22), ketika Yahshua MEMANGGIL mereka sebagai ”pembuat kejahatan” (23). Jika “para nabi palsu” ini memang sengaja berbuat jahat – seperti “serigala berbulu domba” – tentu mereka tidak akan terkejut ketika ditolak oleh Yahshua di hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Singkatnya,  mereka ini adalah orang-orang Kristen yang MELAKUKAN tanda-tanda orang percaya (Mark 16:17-18) namun TIDAK MEMILIKI TANDA orang percaya sebagaimana yang YAHWEH telah tetapkan dalam perjanjian-Nya. Atau sedikitnya mereka adalah pekerja-pekerja Gereja yang – tanpa mereka sadari – menghabiskan waktunya demi denominasi dan doktrin gerejanya sendiri. Lihat Maz 1:6; 2 Tim 2:19; 1 Kor 8:3. Ini adalah bukti bahwa, …mereka tidak pernah ada sebagai pengikut-pengikut sejati Ha Mashiah…, bahwa mereka telah sekali sebagai orang Kristen dan jatuh kembali; …Kesimpulan; apapapun lainnya orang-orang ini telah ada, mereka tidak pernah memiliki agama yang benar. Lihat 1 Yoh 2:19; (Albert Barnes, Notes on the Bible at Mat 7:23).

Kata pertama dari ayat 24 adalah bukti bahwa ayat 15 sampai 29 adalah satu-kesatuan dari sebuah peringatan. “Karena itu (therefore) setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana ,… ” (Mat 7:24).

Kata “karena itu/ sebab itu” tertulis pada KJV dan terjemahan Inggris lainnya, namun tidak ada di LAI.Perhatikan juga pemotongan yang salah pada Mat 6:25 dan 7:12 (kata “karena itu” juga tidak tertulis) pada LAI. “Therefore / karena (alasan) itu / sebab (alasan) itu” adalah kata sambung dan kata kerja bantu; fungsinya menerangkan kalimat sebelumnya.

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH. Pertanyaan untuk setiap kita ialah:

  • Elohim apa yang Anda sembah? YAHWEH adalah Elohim yang benar
  • Doktrin apa yang Anda percayai dan lakukan? Alkitab ialah sumber doktrin Gereja yang benar, berbeda dari Alkitab adalah tradisi dan pikiran manusia semata.
  • Jika Elohim yang Anda sembah adalah YAHWEH dan doktrin Anda sesuai Alkitab, maka pertanyaan terakhir adalah
  • Apakah Anda mulai sekarang mau melakukan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan-Nya? Mintalah tuntunan Roh Kudus saat Anda mempelajarilah Alkitab, buku-buku referensi juga baik untuk disertakan.

Buanglah elohim yang bukan Pencipta langit dan bumi, berilah diri Anda di baptis (selam) dan mulailah hidup di dalam pimpinan Roh Kudus-Nya.Dan ingatlah juga bahwa perintah menguduskan hari Sabat-Nya masih tetap berlaku dan bahkan sampai selama-lamanya. Lihat Yesaya 66:21-23.
Kamu berasal dari Elohim, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1 Yoh  4:4)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Pendeta tidak beribadah hari Sabat


Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. (Yoh 15:25)

Ada tiga alasan mengapa orang-orang Kristen tidak memperingati hari Sabat kata seorang pendeta di Kalifornia Selatan yang tergolong dalam salah satu gereja yang memiliki jemaat terbesar di wilayah tersebut:

  • Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru
  • Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat
  • Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat (1)

Benarkah Yahshua Ha Mashiah dan para rasul-Nya tidak mengajari umat-Nya untuk memelihara hari Sabat? Benarkah perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (perintah keempat) telah ditanggalkan dan hanya hanya sembilan perintah yang masih berlaku di Perjanjian Baru?

Kita telah membahas bahwa perintah menguduskan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu adalah tidak berdasarkan otoritas YAHWEH dan putra-Nya Yahshua Ha Mashiah, tetapi perubahan itu terjadi atas otoritas Gereja Roma Katolik.

Sekarang kita pelajari Alkitab apakah ketiga alasan di atas benar atau salah.

Membantah alasan kedua – Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat”.

No way! Firman YAHWEH jelas menulis bahwa Yahshua mengajari itu

  • Ia mengingatkan orang-orang Farisi bahwa mereka sedang berhadapan dengan pemegang otoritas hari Sabat. Anak Manusia adalah juga Yahweh atas hari Sabat.” (Mark 2:28). Kel 20:10; Yes 58:13, Wah 1:10
  • Ia mengajari orang-orang Farisi apa makna hari Sabat yang sebenarnya, yaitu untuk kebaikan manusia. Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mark 2:27). Ia tidak berkata ”hari Sabat untuk orang Yahudi” tapi ”untuk manusia” semua suku, bahasa dan bangsa yang telah menjadikan Dia sebagai Yahweh!
  • Ia sering kali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat secara sengaja di depan mata orang-orang Farisi untuk menigatkan mereka makna hari Sabat tersebut.
  • Ia mengajari orang banyak hal apa yang boleh dikerjakan pada hari Sabat. Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” (Mat 12:12)
  • Setelah Ia panjang lebar mengajar arti hari Sabat dan menyembuhkan semua yang sakit – pada hari Sabat!, rasul Matius menulis penggenapan firman yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang tujuan Yahshua datang kebumi, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. … sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” (Mat 12:18-21) *
  • Tentang ahir jaman, Ia memperingatkan umat Israel untuk berdoa secara serius agar aniaya terakhir atas mereka tidak jatuh pada musim dingin dan pada hari Sabat (Mat 24:20-22)
  • Doa-Nya di Getsemani pada ahir pelayanan-Nya jelas menyatakan bahwa firman Bapa-Nya yang Ia harus sampaikan (Ul 18:18) Ia telah ajarkan kepada umat kepunyaan-Nya. ”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.” (Yoh 17:8a). Putra-Nya telah menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya, dalam kontek ini: merestorasi Perintah Keempat: “Ingatlah dan hormatilah hari Sabat.”

*) Pada jaman Nabi Yesaya (abad ke 7 BC), kerajaan Yehuda bukan saja telah meninggalkan YAHWEH, tapi juga menista DIA (1:4), penduduknya disamakan lebih bodoh dari lembu dan keledai (3). Para pemimpinnya (diatur oleh istri mereka; 3:12) memeras dan merampoki orang yang tertindas (3:14-15; 5:8). Dan ini semakin parah di jaman raja Ahaz (bab 7-12), lebih suka mencari petunjuk dari orang mati daripada YAHWEH (8:19; 7:10-13). Sejauh mana mereka telah melanggar hukum dan perintah-Nya bisa dilihat pada 2 Raja-raja 23.

Membantah alasan ketiga – Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat.”

Tidak benar! Alkitab dan sejarah Gereja bisa membuktikan bahwa ajaran ”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” diteruskan oleh para rasul kepada jemaat-Nya.

  • Rasul-rasul menerima pengajaran Guru mereka dan melakukan semua pengajaran-Nya dalam kehidupan mereka. Hampir semua dari mereka mati martir oleh karena mengikuti Jalan Kebenaran – Yahshua. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. … dan mereka telah menuruti firman-Mu. (Yoh 17:6)
  • Ajaran para rasul (13 orang), murid-murid-Nya yang lain semakin menarik banyak pengikut bahkan sejumlah besar imam Farisi pun turut pengajaran mereka (Kis 6:7). Ingat kita sedang bicara praktek hari Sabat yang diajarakan Yahshua (Mat 12; Mark 2)
  • Para wanita menyiapkan wangi-wangian untuk mayat Yahshua sebelum hari Sabat dan mereka istirahat di hari Sabatnya, lalu esok harinya membeli bahan-bahan yang masih kurang (Luk 23:55-56; Mark 16:1)
  • Kelompok Jemaat Yahudi Libertini (atau Freedman artinya Orang yang telah dibebaskan dari perbudakan) dari Libia, Mesir, Itali dan Turki mempertanyakan pengajaran Stefanus. Mereka dibantu dengan tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat menghukum mati dia melalui tuduhan yang sama yang mereka lakukan kepada Yahshua (Kis 6:13-15). Inti pembelaan Stefanus ialah peliharalah dan turutilah hukum Taurat-Nya (yaitu Sepuluh Perintah YAHWEH)!” (Kis 7:38,53). Saulus, ”imam muda” fanatik Farisi, hadir dipembunuhan tersebut (7:58). Ini adalah awal penganiayaan atas pengikut Yahshua dari Yerusalem (8:1-3) sampai ke Damsyik, Syria. [M]engancam dan membunuh murid-murid YAHWEH. … jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan YAHWEH, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. (9.1-2).
  • Rasul Yakobus di sidang para rasul berkata, Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat. (Kis 15:21). 1. Antiokhia, Yunani (Kis 13:14, 42, 44 ). 2. Filipi, Makedonia (16:13). 3. Tesalonika, Turkey (17:1-2). 4. dan di Korintus, Yunani, Paulus mengajar selama 1 tahun 6 bulan. (18:1,4,11)
  • Dari mulut rasul Paulus sendiri kita bisa melihat bagaimana ia dan pemimpin lainnya hidup, Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. (Fil 3:17 ) sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. (1 Kor 11:1; Yoh 10:4-5). Sehingga rasul Lukas mencatat, Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2). Di Filipi, jelas nampak banyak orang yang hidup sesuai ajaran Yahshua: kamu ikuti dan perhatikan mereka yang hidup seperti kami, jadi tidak hanya Paulus sendiri, tapi juga tua-tua lainya dan banyak contoh dari orang lain lagi yang bisa diteladani.
  • Karenanya Paulus dipengadilan berani berkata, ”Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Elohim… (Kis 25:8)

Pada abad pertama (masa dimana Alkitab Perjanjian Baru ditulis) para rasul dan jemaat mula-mula selalu beribadat setiap hari Sabat, itu bukanlah hal yang luar biasa, sebaliknya itu adalah hal yang seharusnya, Mereka tidak perlu diajar atau diingatkan lagi tentang pergi ibadah pada hari Sabat (Kis 13:14-44), tepat seperti pepatah berkata, ”Tidak perlu mengajar anak itik berenang!


Membantah alasan pertama – Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru.”

Bantahan atas alasan ini ialah 1. Yahshua sendiri tidak membatalkan hukum Musa apalagi Sepuluh Perintah YAHWEH. 2. Perintah keempat tidak akan bisa dikeluarkan dari Sepuluh Perintah YAHWEH

IA adalah Elohim yang sempurna, hukum-hukum yang keluar dari mulut-Nya tidak bisa dibatalkan. IA bukanlah elohim ciptaan manusia dan bukan juga ciptaan malaikat yang perkataan mereka selalu berubah. Firman yang pernah menjadi manusia berkata, Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:1a, 6)

Bani Israel lebih dari 4 ribu tahun mengalami perang, tapi tetap eksis sampai sekarang. Sekalipun musuh Israel jauh lebih banyak dan lebih kuat, Israel akan tetap berdiri, YAHWEH says so!!

Ia memperingatkan dengan keras orang-orang Kristen yang berani merendahkan hukum Taurat-Nya

  • [S]iapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga (Mat 5:19a)
  • Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:20 ).Di dalam soal menjaga kekudusan dan ketaatan kepada hukum Taurat, orang Kristen non-Yahudi tidak ada artinya dibanding kedua kelompok orang di atas. Kegagalan mereka hanyalah mereka sangat sombong (too much self righteousness).

Ingat: perintah keempat adalah perintah terpanjang dan tergolong di dalam perintah utama yang terutama – empat perintah pertama dari 10 perintah (hukum hubungan vertikal antara manusia dengan Penciptanya)

Dwight L. Moody, (pendiri the Moody Bible Institute) salah satu orang Methodist terbesar di abad 19, dalam bukunya , Weighed and Wanting, menulis, “Hari Sabat diikat di Eden, dan itu sudah diterapkan sejak itu. Perintah keempat dimulai dengan kata “ingatlah”, menunjukan hari Sabat telah ada ketika Elohim menulis hukum itu pada loh-loh batu di Sinai. Bagaimana mungkin orang-orang dapat mengklaim bahwa satu perintah sudah disingkirkan sementara mereka mengakui bahwa kesembilan lainnya tetap diikat?” Ia juga berkata, Keempat ini bukanlah perintah untuk satu tempat atau satu waktu, tetapi untuk semua tempat dan semua waktu.” (San Francisco, Jan. 1st, 1881)

Pelangaran yang sungguh ironis dari umat YAHWEH:

Paulus berkata: Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yahshua. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. (Kis 13:27)

Dan di jaman ahir ini: Milyaran orang Kristen dan pemimpin-pemimpin Gereja di seluruh dunia mengakui Yahshua. Dengan tidak mau mengingat hukum Sabat-Nya yang justru tertulis ”Ingatlah.” mereka menggenapi firman-Nya yang dibacakan setiap hari Minggu bahwa mereka harus mengasihi YAHWEH Elohim mereka dan berjaga-jaga atas segala tipuan si Iblis (Mark 11:29-30; Mat 24:4-5)

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. … Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. (Mat 22:3-6)

Kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemulian-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Mat 19:28)

Referensi:

1 Anti-Yudasim at root of ‘Sunday Sabbath’?

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan mengapa menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)

Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH atau hari ketujuh – adalah hari Saptu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yahshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”)

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law

John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):

Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:

  1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.

dies Solis / Sun day / —— / Sunday

dies Lunae / Moon day / —— / Monday

dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday

dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday

dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday

dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday

dies Saturni / Saturn’s day / Saturday

Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.

Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yahshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.

Catatan dari saya: Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Yahshua meninggal hari Rabu – dimana perayaan Sabat tahunan / Paskah / Passover terjadi (Mat 26:16) – dan Saptu malam bangkit (terkubur 3 hari dan 3 malam; sesuai Yunus 1:17; Mat 12:40), bukan hari Minggu pagi. Perhitungan Sabat Yahudi ialah dari Jumat malam (matahari terbenam) sampai Saptu matahari terbenam lagi.

Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yahshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:

1. Tidak diragukan bahwa Yahshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yahshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).

2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25).Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Arti dan Praktek Hari Sabat


Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. Yesaya 56:2

Banyak orang bicara tentang hari Sabat, namun apa sebenarnya hari Sabat itu? Apakah hari Sabat adalah hari istirahat atau hari ibadah atau kedua-duanya? Adakah faedahnya memelihara hari Sabat untuk orang Kristen non-Yahudi?
Biarkan Alkitab sendiri melalui Roh Kudus Elohim menerangkan hati dan pikiran kita serta membuka mata rohani kita tentang satu subjek yang sangat penting ini.
Perintah YAHWEH yang keempat berbunyi (Keluaran 20:8-11):

(8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (cat.: kata ”Ia” hanya tertulis di ITB dan NIV ) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Mengingat dan menguduskan hari Sabat adalah sebuah perintah dan bukan pilihan. Perintah ini sungguh mempunyai kuasa sebab itu adalah perkataan Raja atas segala raja. Itu adalah sebuah hukum dari perkataan-Nya sendiri. Elohim ada banyak cara berbicara kepada umat manusia (Ayub 33:14) [Matthew Henry’s Commentary]. (ayat 1-2) Tepat sama seperti perintah mengasihi YAHWEH dan sesama manusia yang adalah perintah dan bukan pilihan sebab perintah ini adalah ringkasan dari Sepuluh Perintah Elohim.

Hari Sabat adalah materai/ tanda otoritas YAHWEH sebagai Raja atas seluruh alam semesta ini. Setiap surat kuasa selalu memiliki sebuah tanda / materai; Tanda otoritas ini selalu berisi tiga hal; nama penguasa/pemilik, dan jabatan kekuasaan dan tempat kekuasaan. Contoh Izebel membuat surat atas nama Ahab, seorang raja, atas Israel lalu memateraikan itu dengan cincin raja (1 Rj 21:8). Pada perintah ketiga inipun kita dapati materai-Nya: YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya (Kel 20:11)

  • Nama: YAHWEH, Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku (Yes 42:8); YAHWEH Sabaoth (YAHWEH semesta alam) (Yer 31:35; 50:34)
  • Jabatan: Pencipta langit dan bumi, dan laut dan segala isinya; Elohim (10). Baca juga Yer32:18), Raja (Yer 46:18; 48:15; 51:57), Raja yang kekal (Yer 10:10)
  • Daerah kekuasaan: Langit, bumi dan laut termasuk semua isinya.

Materai/ tanda/ cap /stempel dari kekuasaan-Nya sebagai Pencipta nampak pada hari Sabat itu, tidaklah mengherankan bahwa IA memberkati dan menguduskan hari Sabat.

Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” (Exo 31:16-17 )

Jika Anda (yang bukan orang Yahudi) mengaku Yahsua Ha Massiah adalah YAHWEH dan Juruselamat Anda, maka Anda adalah cabang zaitun liar yang dicangkokan pada pohon Zaitun sejati (Rom 11:17, 24) Anda digolongkan sebagai orang Israel, orang pilihan-Nya.

Mengingat hari Sabat merupakan juga suatu tanda pengakuan umat-Nya bahwa

  • YAHWEH selesai dengan karya penciptaan pada hari keenam dan kemudian IA beristirahat (Kej 2:3)
  • manusia, semua manusia, diciptakan oleh tangan-Nya, bukan karena monyet berevolusi
  • manusia pada mulanya adalah laki dan perempuan, tidak ada wadam/ bencong
  • pernikahan yang IA buat adalah laki-laki dengan perempuan, tidak sesama jenis kelamin (homosex)
  • semua ciptaan-Nya sungguh sangat baik Maka Elohim melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. (Kej 1:31)

Seorang pengkotbah senior dari Inggris berkata, ”cukup dengan kitab Kejadian pasal satu Kekristenan bisa mengalahkan semua argumentasi dari kepercayaan dan agama lain.”

Hari Sabat adalah hari suci (Holy-day). Kuduskanlah hari Sabat (8), artinya kita memperlakukan hari Sabat berbeda dengan hari-hari lainnya (Minggu sampai Jumat) dan hari cuti (day-off). Pada hari cuti kita bisa istirahat dan tidur panjang, tapi ini bukanlah hari khusus, sebab itu bukan hari yang dikuduskan-Nya. Kata kudus dalam Alkitab berarti pisah dari (set apart), “Remember the Sabbath day, to set it apart. (The Scriptures); … to keep it holy. (KJV) (8) Hari Sabat adalah hari untuk DIA dimuliakan dan diberi ucapan syukur oleh karena segala apa yang telah dibuat-Nya. Sama seperti perpuluhan (10 % dari gaji) adalah milik YAHWEH dan untuk kemulian-Nya.

Seorang pemilik web-blog menulis bahwa hari Sabat bukanlah hari Saptu atau hari Minggu, bagi dia semua hari bisa dijadikan hari Sabat, suatu definisi yang tidak berlandaskan Alkitab tentunya. Jika penulis di atas seorang karyawan tentu ia akan dipecat oleh bossnya dari pekerjaannya bila ia ambil hari libur di hari kerja sesuka hatinya, bukan? Hidup di dalam anugerah bukan berarti hidup tanpa aturan dan ketetapan!

Hari Sabat juga adalah atau hari istirahat / libur (holyday). Kita umat-Nya diminta untuk berhenti berbisnis / mengusahakan sesuatu untuk menambah penghasilan kita sendiri, Kej 20:10 menerangkan itu. Ingatlah selalu bahwa YAHWEH membuat peraturan, hukum dan ketetapan semua itu untuk keuntungan umat-Nya sendiri! (Kel 23:12).

Yahshua berkata, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Mat 11:28-30

  • Kelegaan: G373 anapauō ; refresh, rest
  • Ketenangan (jiwa): G372 anapausis (dari G373); intermission, rest

Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan YAHWEH: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi YAHWEH (Kel 16:23)

  • Hari perhentian penuh: H7677shabbâthôn (dari H7676); special holiday: – rest, sabbath
  • Sabat: H7676 shabbâth; intermission, the Sabbath

Nampak bahwa Sabat = kelegaan, ketenangan; jadi ketiga kata perintah pada Mat 11:28-30 Marilah; pikullah kuk; belajarlah adalah untuk keuntungan tubuh dan jiwa kita. Perintah ketiga – Ingatlah dan hormatilah hari Sabatbukanlah beban atau kuk yang berat, sebaliknya memberi penyegaran baru untuk kita! Aturan agama dan tradisi manusia yang membuat setiap firman Elohim menjadi beban yang berat.

Tradisi manusia yang membuat perintah ketiga ini menjadi berat. Contoh praktek tradisi sabat manusia yang salah: seorang orthodox Yahudi jika naik lift pada hari Sabat, ia akan mengupah orang lain untuk menekan tombol lift baginya, untuk menghindari pelanggaran perintah Sabat. Tiga kesalahan dari orang Yahudi ini ialah: 1. Ia salah mengartikan makna hari Sabat. 2. Jika benar menekan tombol lift pada hari Sabat melanggar hukum Elohim, berarti ia telah membuat orang lain jatuh kedalam dosa demi dirinya sendiri (sama analogi dengan: menyuruh orang lain membunuh demi keuntungan sipenyuruh). 3. Praktek Sabat menjadi pengeluaran uang tambahan baginya dan menjadi ’pelaku dosa’ bagi sipenerima upah. Sedihnya ini masih berlaku.

Hari Sabat adalah hari Sabtu, Pencipta alam semesta tidak pernah merubah itu, seluruh Alkitab meneguhkannya. Lihat Sejarah hari Sabat.

Berkat-Nya juga untuk orang-orang non-Yahudi yang memelihara Sabat-Nya. Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada YAHWEH untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama YAHWEH dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. (Yes 56:6-7). Doa syafaat Anda didengar dan menjadi penuh kuasa ketika Anda menghormati hari Sabat-Nya!

PRAKTEK MEMELIHARA HARI SABAT
YAHWEH sendiri yang tidak bisa capai dan tidak pernah lelah (Yes 40:28) IA beristirahat – ingat: sabat aritnya istirahat / berhenti dari kerja (Kej 2:2-3)
Praktek Sabat juga telah diperintahkan kepada umat-Nya sebelum Sepuluh Perintah diturunkan,pengumpulan manna (roti dari surga) sebagai penguji ketaatan mereka (Kel 16:4). Dan pada hari yang keenam… “Inilah yang dimaksudkan YAHWEH: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi YAHWEH; … Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; … pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya. “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku? Perhatikanlah, YAHWEH telah memberikan sabat itu kepadamu (22-29)

Karena Anak Manusia adalah Yahweh atas hari Sabat.” (Mat 12:8)Apa artinya firman ini? Perlu diingat bahwa Yahshua Ha Massiah sebagai YAHWEH atas hari Sabat tidak pernah mengganti hari Sabat dan tidak pernah mempermasalahkan perintah hari Sabat ini. Yang Yahshua permasalahkan kepada orang Farisi adalah bagaimana mempraktekkan hari Sabat secara benar. Injil Matius pasal 12 ini merupakan contoh yang baik sekali bagaimana seharusnya bertindak terhadapat hari Sabat, sebab Yahshua sendiri yang mengajar.

Skenario kejadian pada pasal 12: Pada waktu itu, pada hari Sabat. Murid-murid-Nya memetik gandum untuk makan karena lapar (1), orang-orang Farisi menganggap itu sebuah pelanggaran. (2). Yahshua bilang itu tidak bersalah (2-7). Ia bahkan menyembuhkan semua orang yang sakit di rumah ibadah mereka (9-15). Mereka ingin membunuh Yahshua (14). Ia pergi ketempat lain dan menyembuhkan orang buta (22). Orang-orang Farisi semakin kesal, kususnya ketika ada orang yang mengatakan bahwa Ia adalah Anak Daud – Messiah yang dijanjikan (Mat 1:1) – , maka mereka berkata, itu oleh kuasa penghulu setan (24). Dibantah oleh Yahshua, Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Elohim (28), dan menambahkan bahwa hati mereka itu jahat (33-35), Perdebatan semakin panas, sehingga (kemungkinan ada orang yang bercerita kepada keluarga Yahshua tentang peristiwa ini) ibu dan saudara-saudara-Nya berusaha menghentikan Dia (gangguansemacam ini terjadi lebih dari 3 kali: waktu Ia berumur 12 tahun (Luk 2:46-51), di pesta pernikahan (Yoh 2:3-4), di Galilea (Yoh 7:1-9)). Ia menolok gangguan mereka (48-50).

Untuk kondisi dan tujuan tertentu bekerja pada hari Sabat tidak melanggar hukum Sabat:

  • Pekerja-pekerja ibadah yang melayani YAHWEH (5; Bil 28:9)
  • Bikin makanan karena lapar seusai pelayanan (1)
  • Berbuat baik demi keselamatan pihak lain, baik untuk binatang terlebih untuk manusia (11-12) Yahshua pada pasal 12 ini terlihat sibuk sekali.
  • Seorang karyawan oleh karena perjanjian kerja. Perlu bijaksana memilih pekerjaan.
  • Dan lain-lain kondisi.

Pada satu sisi Hukum YAHWEH tidak bisa dibatalkan, pada sisi lain kita hidup di bawah peraturan-peraturan pemerintah dan otoritas lainya yang tidak mengenal YAHWEH, karenanya Yahshua sendiri mengingatkan kita untuk kita mempelajari fiiman-Nya ini Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. (Mat 12:7) dan Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:13)

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mark 2:27), untuk kontek cerita yang sama.

Beberapa komentar ahli Alkitab tentang ayat ini:

  • The Sabbath was not “first” made or contemplated, and then the man made with reference to that. Since, therefore, the Sabbath was intended for man’s “good,” the law respecting it must not be interpreted so as to oppose his real welfare. [Albert Barnes, Notes on the Bible]
  • The Sabbath was made for man; for his good, and not for his hurt; both for the good of his soul, that he might have an opportunity of attending divine worship, both in public and private; and for the good of his body, that he might have rest from his labor; and this was the end of the original institution and appointment of it; and therefore works of necessity are not forbidden on this day; such as are for the necessary comfort, support, and preservation of life; [John Gill, The Exposition of the entire Bible]

Penekanan kalimat dari saya.

Jadi, Hari Sabat dibuat untuk kebaikan manusia, bukan sebaliknya. Manusia diberikan hukum hari Sabat agar ia bisa meyembah dan melayani Penciptanya dengan kondisi yang maksimal.

Pikirkanlah hal-hal ini:

  • Bagaimana bisa terus menyembah dan beribadah dengar benar, jika kita tahu sebelah kita sedang dalam kondisi SOS dan memerlukan bantuan kita?
  • Bagaimana bisa pergi melayani dengan baik jika kita perut kita kelaparan?
  • Dapatkah kita duduk diam sementara anak kita perlu bantuan?

Kita perlu bertindak untuk kebaikan DIA dan saudara kita sekalipun itu hari Sabat! (Yoh 9:4; Mat 12)

Namun juga:

  • Mengapa tidak siapkan makanan pada hari sebelumnya, agar pada hari Sabat kita bisa istirahat dan memuliakan DIA dengan maksimal?
  • Mengapa tidak kerja lebih keras di hari kerja (Minggu-Jumat), sehingga di hari Sabat kita bisa benar-benar fokuskan hati kita untuk YAHWEH? (1Tes 2:9)
  • Mengapa harus kuatir akan hari esok? hari Sabat adalah hari YAHWEH, berikan itu untuk kemulian-Nya (Mat 22:21; Mark 12:17; Luk 20:25)
  • Bukankah IA berjanji, jika kita mencari Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya terlebih dahulu maka semua yang kita perlukan akan dicukupi-Nya? (Mat 6:33)

Kita perlu mengusahakan untuk mengingat dan menguduskan hari Sabat, sebab itu adalah perintah-Nya!

Jadi kita perlu hikmat, kebijaksanaan dan pengertian agar terjalin keseimbangan yang sehat antara manusia dengan Penciptanya dan mansia dengan sesamanya.

Orang Kristen haruslah hidup sesuai hukum dan ketetapan YAHWEH, karena semua itu adalah petunjuk untuk kita menjadi sempurna jasmani dan rohani, namun bukan berarti kita hidup di bawah hukum dan ketetapan tersebut, artinya kita harus lakukan semua itu dengan hati nurani yang benar – tidak menjadi legalistik, sebab kita (bagi yang telah menjadikan Yahshua sebagai Messiah) hidup di dalam iman dan anugerah-Nya, jadi kita tidak perlu menghakimi orang lain (bahkan diri kita sendiri) jika kita bekerja/ melakukan sesuatu pada hari Sabat.

IA sendiri yang menyelidiki hati kita apakah kita menghormati dan mengasihi perintah dan ketetapan-Nya atau tidak. Tidak seorangpun perlu menjadi hakim atas saudaranya. Kalau engkau berkata: “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya? (Ams 24:12 )

Janji berkat bagi pemelihara hari Sabat-Nya: Yesaya 58:13-14 dan 56:1-2, 5-7.

Bacaan berkait:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hari Sabat Di Mata Elohim


Perintah keempat: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Daftar jumlah ayat mengandung kata Sabat dari berbagai macam terjemahan Alkitab:

Alkitab terjemahan

P. Lama ayat / kata

P. Baru ayat / kata

Total: ayat / kata

Indonesia T.B.

88 / 88

54 / 59

142 / 147

King James V.

61 / 77

55 / 60

116 / 137

English Standard V.

61 / 77

56 / 61

117 / 138

American Standard V.

61 / 76

56 / 61

117 / 137

The Scriptures

89 / –

56 / –

145 / –

Dua kata perintah dari YAHWEH kepada umat-Nya sehubungan dengan hari Sabat: 1. Ingatlah dan 2. Kuduskanlah. Mengapa IA ingin umat-Nya mengingat hari Sabat dan memerintahkan umat-Nya untuk menguduskan hari Sabat?

Jika kita mengamati Sepuluh Perintah YAHWEH, maka hanya dua perintah dari sepuluh yang tidak diawali dengan kata JANGAN, yaitu Perintah keempat – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dan kelima – Hormatilah ayahmu dan ibumu.

IA telah memerintahkan hari Sabat sebagai hari Peringatan (memorial) – seperti hari ulang tahun, hari pernikahan atau hari kemerdekaan suatu bangsa – kepada umat-Nya, dan bukan sekedar sebagai suatu peringatan semata, namun juga melakukannya dengan sikap hati dan pikiran yang benar, kuduskanlah!

Dan Perintah Keempat inilah merupakan perintah terpanjang (empat ayat). Jika kita jujur dan setuju bahwa setiap tulisan di Alkitab di-ilhami Elohim, maka tentunya tidaklah kebetulan mengapa perintah keempat ini merupakan perintah yang terpanjang dan lengkap dengan alasannya, IA mengetahui apa yang akan terjadi tentang hari Sabat-Nya di masa yang akan datangumat-Nya sendiri yang IA telah tebus dari dosa tidak lagi mau mengingat dan menguduskan hari Sabat-Nya.

Pentingnya hari Sabat di mata YAHWEH bisa dilihat pada firman-Nya, ”Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:11). Artinya:

  • IA ingin umat-Nya ingat bahwa DIA lah pencipta alam jagat raya dan isinya
  • Dan tentunya IA mengharapkan umat-Nya menghargai karja ciptaan-Nya yang sungguh indah itu
  • Melalui umat-Nya DIA mengharapkan seluruh manusia di Bumi sadar dan mengerti akan penciptaan tersebut
  • Segala pujian dan hormat atas keindahan jagat raya ini hanyalah kepada DIA (Wah 4:11)
  • Umat-Nya haruslah mengingat bahwa semua itu tercipta di dalam enam hari-kerja-Nya
  • Karena penciptaan-Nya itu sungguh penting bagi diri-Nya, maka IA sendiri memberkati hari Sabat-Nya (sabat artinya menjaga istirahat) dan menguduskannya.

Yahshua Ha Massiah menyimpulkan inti dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi kedalam dua kelompok:

  1. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Mat 22:37-38)
  2. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (39)

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (40)

Tentu kita tahu apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (38) tersebut, yaitu keempat hukum pertama dari 10 hukum Elohim (Kel 20:3-11), yang mana perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (8) terdapat di dalamnya.

Jadi hari Sabat terbukti sangat penting di mata DIA, Pencipta alam semesta dan semua isinya, itupun nampak dari jumlah ayat baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, lihat tabel di atas.

Penerapan: Tanyalah kepada diri kita sendiri, sedihkah kita jika keluarga terdekat, anak-anak kita lupa akan hari ulang tahun kita? Sedihkan kita jika mereka merubah ulang tahun kita sesuka hati mereka? Jika kita ingin mereka menghormati kita, apalagi DIA yang adalah Pencipta alam semesta, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan! DIA tentu layak dihormati, bukan?

Catatan (*): kata “Ia” tidak tertulis di hampir semua Alkitab bahasa Inggris (kecuali NIV), ini sesuai dengan ayat dua dan lima (Aku, YAHWEH; kata orang pertama). Nabi Musa mencatat langsung perkataan YAHWEH, ayat pertama menjelaskan itu, dan diteguhkan oleh ayat 22: Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit. Lembaga Alkitab Indonesia perlu memperbaikinya.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog