Benda peninggalan dan tulang dapat membawa orang lebih dekat kepada Elohim?


Telegraph.co.uk. 16 September 2009. Mayat dan benda-benda seorang wanita yang dikenal sebagai Teresa Martin atau Teresa Lisieux sedang dibawa tour ke Inggris Raya. Naluri para penyembah adalah bahwa jika, di dalam iman, mereka menyentuh sebuah benda peninggalan (seperti seorang wanita yang menderita pendarahan telah disembuhkan oleh menyentuh ujung jubah Yahshua). Jadi , selama tour Britisnya [mayat wanita yang berada dipeti mati ini], saya akan pergi melihat benda-benda peninggalannya dan meminta doa-doanya, kata seorang penyembah. Banyak orang akan melakukan itu. Penyelenggara tour ini mengharapakan ribuan orang akan berkunjung.

Praktek menghormati dan berdoa kepada orang mati bukanlah hal baru di dalam ibadah gereja Roma Katolik, ini sudah berlangsung sebelum abad ke sepuluh AD.

Alkitab berkata:

Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? (Maz 6:5)

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari. (Pengkotbah 9:5-6)

YAHWEH melarang orang berhubungan dengan arwah, sebab hal ini dipandang sebagai perbuatan keji (Ul 18:11-14)

Bacaan berkait:

State of dead (Kondisi seorang yang meninggal dunia) video

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Efek Buruk Praktek Poligami Menurut Alkitab


Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang;  (Ulangan 17:17a)

Praktek poligami dikenal di kehidupan bangsa Israel kuno, hal ini bica dibaca di Hukum Poligami dan Praktek Poligami di dalam Alkitab, namun tidaklah disetujui oleh Firman Elohim, amanat YAHWEH pada kitab Taurat Musa yang kelima di atas jelas berkata banyak isteri dapat menyimpangkan hati suami.

Alkitab mencatat efek-efek buruk atas kehidupan berpoligami, efek buruk ini menimpa baik pada pria pelaku poligami dan juga keluarga besarnya bahkan melanda masyarakat yang berhubungan dengannya.

Pria pertama yang melakukan praktek poligami adalah Lamekh, generasi kelima dari Kain, dan Kain ialah anak pertama Adam dan Hawa. Alkitab mencatat bahwa Kain adalah pria yang tidak bertanggung jawab, sombong dan pembunuh adik kandungnya sendiri. Kain tidak memiliki hati pertobatan di dalam hidupnya sekalipun telah dikutuki oleh YAHWEH.

Ketika korbanya tidak diterima oleh YAHWEH, langkah yang ia ambil adalah membunuh adiknya, bukannya intropeksi/ memeriksa diri sendiri tapi meluaskan roh iri hati dan kesombongan di dalam hidupnya. (Kejadian 4:3-8)

Ketika YAHWEH bertanya kepada Kain tentang adiknya Habel, Kain bukannya menyesali tindakan yang penuh dosa ini (iri hati dan membunuh adalah 2 dari 10 Perintah YAHWEH), ia malah menyawab dengan kasar kepada Pencipta-Nya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (4:9). Ia dikutuk menjadi petani pengembara yang tidak beruntung (4:14).

Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila. (Kejadian 4:19)

Kejahatan dan sikap buruk Kain terbawa kepada Lamekh. Pada suatu hari Lamekh pulang kerumahnya dan menyatakan kesombongannya hatinya didepan kedua istrinya: Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” (Kej 4:23-24)

Pada Kejadian pasal enam, firman YAHWEH tertulis, “Ketika dilihat YAHWEH, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah YAHWEH, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. (6:5-6). Pasal ketujuh tertulis, semua mahluk yang hidup terpaksa dimusnahkan oleh air bah, hanya keluarga Nuh yang tersisah, delapan orang.

Abraham, Sarah dan Hagar

Singkat cerita, manusia kembali bertambah banyak melalui ketiga anak-anak Nuh. Dan kejahatan kembali menguasai hati manusia. Elohim menyisihkan Abram – yang di kemudian hari Ia rubah namanya menjadi Abraham (Bapa Orang Percaya), sama sebagaimana Ia telah menyisihkan Nuh untuk maksud-Nya yang kudus dan mulia (Kejadian pasal 12).

Kitab Yesaya 5:12, berkata bahwa Abraham sendirian ketika ia dipanggil Elohim untuk rencana-Nya yang besar, dan kemudian Elohim memberikan kepadanya seorang istri, Sarah. Namun Sarah yang tidak mengerti rencana Elohim dan arti kata “satu tubuh” (Kejadian 2:24-25 dan Matius 19:4-5), ia dengan hikmat duniawinya sendiri mencoba menolong Elohim Yang Mahakuasa memberikan budak Mesirnya, Hagar, menjadi “satu tubuh” dengan suaminya Abram. Apa yang terjadi dari hasil pekerjaan penyetekan Sarah ini? Tentu Anda telah tahu. Kekacauan! Sebab ”satu tubuh” dengan ”benda asing di dalam sebuah tubuh” adalah dua hal yang berbeda!

”Satu tubuh” yang benar ialah seperti tangan atau kaki Anda sendiri yang melekat pada badan Anda, itu menyenangkan dan bermanfaat, itulah pekerjaan YAHWEH. Sedangkan ”benda asing di dalam sebuah tubuh” adalah seperti tangan atau kaki seekor binatang yang dicangkokkan pada tubuh Anda, ini tidak menyenangkan dan membawa masalah pada tubuh Anda, inilah pekerjaan manusia.

Ingat bahwa YAHWEH tidak memberikan kepada Adam seekor binatangpun ketika Ia melihat Adam tidak memiliki teman yang sepadan, Ia menciptakan Hawa.

Baru saja Hagar mengetahui bahwa ia hamil (mengandung benih Abraham) ia telah memberontak kepada Sarah. Pemberontakan ”benda asing” ini bukan saja membuat Sarah susah dan cemburu, tapi juga menghasilkan kekacauan pernikahan Abraham dan Sarah.

Lebih parah dari kedua masalah intern diantara ketiga orang ini ialah – apa yang Dunia alami sekarang:

Daud dan Batsyeba (istri dari Uria, tentara Daud) dan putranya Absalom

Alkitab mencatat bahwa dosa Daud yang paling besar adalah ia menginginkan istri orang lain. Ia tidak puas dengan dua istri yang ia telah miliki (1Sam 30:5), akibatnya ia terjerumus di dalam rencana pembunuhan atas tentaranya sendiri yang sangat setia kepadanya (2 Samuel 11).

Menginginkan dan memiliki istri orang lain, seperti yang Daud lakukan ini, adalah perkara besar di mata YAHWEH: Beginilah firman YAHWEH, Elohim Israel:… Mengapa engkau menghina YAHWEH dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? …Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. (2Sam 12:9-10)

Parahnya praktek poligami Anda bisa gambarkan sebagai berikut: Daud adalah ahli strategi perang dan raja terbesar di Israel, daerah kekuasaannya sampai Syria dan sebagian Yordan (2 Samuel 5 dan 8).

Efek buruk praktek poligami Daud membuat rumah tangga sendiri porak poranda, Alkitab mencatat bahwa anak-anak Daud dari istri-istrinya ribut yang mengakibatkan banyak putra Daud mati ditangan orang-orangnya Absalom, putranya Daud dari anak perempuan raja Gesur (Syria) yang ditaklukannya (2Samuel 13). Raja Daud tidak menyangka bahwa anaknya sendiri, Absalom, adalah musuh dalam selimut, berencana membunuhnya dan merencanakan dirinya sendiri raja atas Israel. (pasal 15 dan 17).

Salomo dan para istrinya.

Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada YAHWEH. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada elohim (gods/ ilah-ilah) lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada YAHWEH, Elohimnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti YAHWEH, seperti Daud, ayahnya. (1Ki 11:3-6)

Betapa buruknya praktek poligami bisa dilihat disini, Alkitab berkata tentang kebijaksanaan Salomo sebagai berikut: Dan Elohim memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir. (1Raja 4:29-30). Efek buruk praktek poligami dapat membuat pria yang sangat bijaksana bisa menjadi orang bodoh: menyembah benda mati alias berhala!

Buah dari Poligami  adalah hilangnya keharmonisan pada pasangan suami-istri pertama. Kecembuan dan persaingan yang tidak sehat akan terjadi di antara istri-istri yang dipoligami, dan menjalar kepada anak-anak mereka. Alkitab di Perjanjian Lama membuktikan itu.

Oleh sebab itu dari sejak semula, dan sampai sekarang, YAHWEH tetap melarang umat-Nya berpoligami.

Taurat YAHWEH itu sempurna, menyegarkan jiwa;
peraturan YAHWEH itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
Titah YAHWEH itu tepat, menyukakan hati; perintah YAHWEH itu murni, membuat mata bercahaya. (Maz 19:7-8)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kontradiksi-kontradiksi di Alkitab dan Alkuran


Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya. (Amsal Salomo 18:17)

PemikirAda banyak sekali tulisan-tulisan tentang ”Kontradiksi di Alkitab” dan ”Kontradiksi di Alkuran”, yang sering membuat para pembacanya semakin bingung dan terbawa ke dalam salah pengertian terhadapat kedua kitab di atas. Masalah ”Kontradiksi di Alkitab” dan Kontradiksi di Alkuran” ini sangatlah sensitif, sebab itu menyangkut kepercayaan milyaran orang yang mempercayai ajaran kedua kitab tersebut secara langsung. Terlebih penting dari masalah yang sangat sensitif tersebut ialah masalah kehidupan setelah kematian, jalan yang mana sesungguhnya harus diikuti agar kita sampai kepada tempat yang benar: Sorga, tempat indah yang mulia dan kekal bagi setiap orang yang dibenarkan oleh Pencipta alam semesta ini.

Untuk mengerti kedua ”kontradiksi” ini yang sesungguhnya diperlukan hal-hal berikut dari para pembacanya:

  • Waktu yang cukup panjang
  • Ketelitian dan kesabaran di dalam pembacaan setiap tuduhan atau pembelaan dari ”kontradiksi-kintradiksi” yang ada.
  • Sumber-sumber referensi lainnya diluar dari tulisan para penuduh dan pembela masing-masing pihak. Sumber referensi utama yang dibutuhkan tentunya Alkitab dan Alkuran itu sendiri, dan tambahan lainnya ialah buku-buku penafsiran dari kedu kitab yang bersangkutan.
  • Keterbukaan hati dan pikiran kita terhadap sesuatu yang mungkin baru dan berlawanan dengan apa yang telah kita diajar sebelumnya.
  • Doa pemohonan untuk meminta rahmat-Nya agar Ia memberikan pewahyuan dan pengertian kepada kita untuk mengerti Firman-Nya.

Kedua kitab, Alkitab dan Alkuran setuju di dalam beberapa hal, yaitu bahwa jalan kesorga itu sempit alias tidak mudah, dan masing-masing kitab mengklaim bahwa persyaratan seorang masuk sorga ialah orang tersebut harus mengikuti perintah yang tertulis di masing-masing kitab tersebut. Pada bagian yang terakhir ini sudah muncul suatu ”kontradiksi”, kedua kitab Alkitab dan Alkuran mempunyai pengajaran yang berbeda bagaimana mungkin masing-masing menawarkan jalan ke sorga? Atau adakah dua tempat sorga setelah hari penghakiman? Bukankah Pencipta alam semesta ini satu dan bukan dua pribadi?

Jadi untuk Anda yang benar-benar memikirkan masalah rohani ini ”kehidupan kekal setelah kematian” masalah ”kontradiksi” ini sangatlah penting untuk diteliti, untuk Anda yang sekedar ingin tahu isi Alkitab dan Alkuran yang sebenarnya tulisan-tulisan ”kontradiksi” ini juga sangat menarik dan berguna.

Saat ini saya hanya bisa menyediakan sumber bacaan berbahasa Inggris, bagi Anda yang mengetahui pembahasan yang sama berbahasa Indonesia silahkan menambahinya. Selamat membaca.

 Alkitab dan Alkuran online bisa di baca di sini:

Dan Elohim memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir. (1Raja-raja 4:29-30)

Tetapi jawab-Nya [Yahshua/Yesus/Isa] kepada mereka: “Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!” (Matius 12:39-42)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog