Hukum dan praktek poligami di dalam Alkitab


Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya YAHWEH.  (Maz 27:8)

Poligami artinya menikahi lebih dari satu orang pada masa pernikahan yang sama, singkatnya poligami adalah pernikahan majemuk.

Membicarakan praktek poligami merupakan sesuatu yang sangat komplek di jaman ini. Di banyak negara-negara Islam, praktek poligami masih berlaku saat ini, sebab Alkuran mengijinkannya, seorang Muslim boleh memiliki maksimum empat istri. Namun wanita Muslim tidak boleh bersuami lebih dari satu. Sebaliknya di negara-negara Barat, praktek poligami ini sangat ditentang, andaikan ada suami yang beristri dua, maka istri kedua tidak diperhitungkan dan akan kehilangan tunjangan sosial dari pemerintah.

Alkitab menulis banyak sekali tentang pernikahan. Dan pada Perjanjian Lama kita temukan praktek-praktek poligami. Artikel ini meneliti poligami atau pernikahan majemuk dalam terang Alkitab

Poligami atau pernikahan majemuk dalam Perjanjian Lama
Ajaran dan praktek adalah dua hal yang berbeda. Praktek poligami telah dikenal sejak lama. Praktek ini pertama kali tercatat di Alkitab dilakukan oleh Lamekh, generasi kelima dari Kain putra pertama Adam dan Hawa. (Kel 4:1,19). Abraham atas desakan isterinya sendiri, Sarah, mengambil Hagar perempuan Mesir (budaknya Sarah) untuk tujuan memberikan keturunan. Cara Sarah ini diikuti oleh Rahel dan kemudian oleh kakak perempuannya Lea, keduanya adalah isteri Yakub. Rahel memberikan budaknya yang bernama Bilha (Kej 30:4) dan Lea memberikan Zilpa (30:9).Yakub hanya ingin menikahi Rahel adiknya Lea, namun Laban, bapa dari kedua gadis ini memberikan Lea dimalam pengantin Yakub-Rahel (Kej 29:25). Jadi Yakub mempunyai empat isteri. Daud dan anaknya Salomo juga melakukan praktek poligami.

Pertanyaan kita sekarang adalah: ”Apakah dengan adanya praktek-praktek  poligami di Alkitab Perjanjian Lama itu berarti Elohim setuju?” atau pertanyaan yang lebih tepat lagi: ”Apakah praktek poligami ini hasil dari ajaran (pemikiran dan rencana) Elohim untuk umat-Nya?”

Jawaban yang jujur dari pertanyaan di atas ada tertulis di Alkitab, baik di Alkitab Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Tentang Adam dan Hawa Alkitab menulis: Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24).

Inilah definisi YAHWEH tentang pernikahan pada mulanya:

  • Tempat tinggal: pria yang menikah tidak tinggal bersama dengan orang tuanya lagi, tapi keluar dari lingkungan orang tuanya. Sebab pria ini menjadi kepala /penanggung jawab bagi keluarga barunya sendiri.
  • Jenis kelamin mereka: laki-laki bersatu dengan perempuan, isterinya. Bukan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.
  • Bentuk pernikahan: menjadi satu daging. bukan poligami, tetapi monogami. Ini terjadi ketika manusia belum jatuh kedalam dosa. Bila pria ini mempunyai dua atau tiga isteri maka itu disebut menjadi dua atau tiga daging.

Ketika Elohim melihat Adam (pria pertama) seorang diri saja, YAHWEH berkata: YAHWEH Elohim berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kej 2:18). Apa yang kemudian Elohim lakukan?

  • Elohim tidak memberikan kepada Adam seekor binatang untuk menjadi pendampingnya yang sepadan.
  • Elohim tidak juga menciptakan Adam kedua atau pria lainnya untuk menjadi pendamping Adam.
  • Elohim juga tidak menciptakan dua, tiga atau lebih wanita untuk pendamping Adam, tetapi
  • Ia menciptakan hanya Hawa (wanita pertama) untuk menjadi pendamping Adam. Hawa adalah pasangan yang sepadan dengan Adam: seorang pria dan seorang wanita.

Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu (Kej 2:25). Itulah kehidupan pernikahan di taman Firdaus, ketika manusia belum berdosa. Berhubungan intim dengan istri pertama tidak membuat keduanya malu. Namun rasa malu akan datang  bila suami melakukan itu pada istri kedua; hati nurani kedua insan ini menyadari itu: pria sedang tidak setia dengan istri pertamanya, dan istri kedua sedang mencuri hati dan jiwa pria dari rekan wanita lainnya.

Setelah seluruh generasi Kain dihancurkan oleh air bah, dan menyisahkan Nuh beserta keluarganya (dari generasi Set, anak ketiga Adam dan Hawa; Kej 4:25-26). Manusia kembali jatuh pada dosa dan kesalahan yang sama, sehingga YAHWEH memisahkan Abraham untuk menghasilkan generasi yang baru (Kej 12). Abraham melahirkan Ishak, dan Ishak melahirkan Yakub, dari Yakub lahirlah 12 suku Israel.

Setelah Israel keluar dari perbudakan Mesir, YAHWEH memberi perintah kepada Musa tentang beberapa peraturan menjadi raja Israel:   Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri,…  (Ul 17:17).  Perintah ini datang sekitar 400 tahun sebelum Israel memiliki raja pertama. YAHWEH tidak ingin umat-Nya mengikuti gaya hidup yang dilakukan oleh bangsa-bangsa sekitar mereka.

Praktek poligami terakhir di antara orang Israel tercatat pada 2Tawarikh 24:3 terjadi pada masa raja Yoas. Dan setelah jaman raja-raja Israel berakhir, praktek poligami juga berakhir pula, digantikan dengan praktek kawin-cerai; menceraikan istri mereka dan mengawini wanita lain (Mal 2:13-16).

Ayat-ayat Perjanjian Lama yang umumnya dipakai oleh guru agama Islam dan Mormon untuk mendukung ajaran poligami mereka adalah: Keluaran 21:9; Ulangan 21:15; Ulangan 25:5.

Mari kita lihat ayat-ayat di atas di dalam konteknya:

  • Keluaran 21:7-11, aturan hukum bagaimana seorang budak wanita harus diperlakukan bila ia telah disetubuhi (engaged) oleh tuannya atau anak tuannya yang telah menikahi budak tersebut ingin menikah lagi. Penekanan hukum ini  adalah tentang HAK  budak wanita dan bukan hak pria untuk berpoligami.
  • Ulangan 21:15-17, aturan tentang hak waris bagi anak dari istri pertama yang tidak dicintai suaminya. Kasus ini ada dikalangan Israel oleh sebab Yakub harus menikahi Lea (istri pertamanya), karena ditipu (Kej 29:31). Ini adalah poligami resmi pertama – dan terpaksa – pada keturunan Abraham dan Sarah. Ingat, tujuan Yakub kerja 7 tahun adalah untuk mendapatkan Rahel.
  • Ulangan 25:5-6. Istri yang ditinggal mati oleh suaminya tanpa punya anak laki-laki, maka seorang pria dari keluarga terdekat suaminya bertanggung jawab menikahinya. Ini tidak asing pada orang Yahudi kuno. Contoh pada Kej 38:6-11 dan Boas menikahi Ruth (Ruth 4:1-13). Pada kedua peristiwa ini para pria tersebut sebelumnya adalah pria belum menikah, Kej 38:11 dan Ruth 4:13 menceritakan itu secara implisit.

Dari ketiga perikop ayat di atas, jelas bahwa ketiga hukum tersebut dibuat untuk kasus-kasus tidak umum. Mereka tidak bisa diartikan sebagai ”poligami sebagai kehidupan umum orang Israel kuno.” YAHWEH menetapkan bahwa seorang raja Israel tidak boleh mempunyai banyak istri (Ul 17:17) seperti kebiasaan raja-raja dan bangsa-bangsa di sekitar mereka yang tidak mengenal YAHWEH. Raja di dalam Alkitab adalah lambang kekuasaan (penegak hukum dan ketetapan), teladan kehidupan untuk rakyatnya. YAHWEH menyebut diri-Nya adalah raja Israel yang sesungguhnya: YAHWEH, Elohimmu, adalah rajamu” (1Sam 12:12; juga Maz 10:16; 93:1 dan 97:1), merupakan suatu kejahatan besar di mata YAHWEH ketika umat-Nya meminta seorang raja (1Sam 8:7-8; 12:17-19). Jadi Ulangan 17:17 ini dimaksudkan agar umat-Nya memiliki standard hidup dan kekudusan yang tinggi, sama seperti RAJA mereka.

Kamu menutupi mezbah Y’AHWEH dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan,… Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab YAHWEH telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. …Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. (Mal 2:13-15)

Sekali lagi YAHWEH mengutarakan hati-Nya, bahwa ketidak setiaan pada pernikahan pertama (memadu istri, bermain serong dan menceraikan untuk kawin lagi) sangat mendukakan hati-Nya,  oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. (Mal 2:13b). Untuk kasus kawin-cerai baca “Bercerai dan Menikah Kembali.”

Hidup orang yang takut akan YAHWEH dan cinta akan Firman-Nya ialah mengikuti kehendak dan pikiran-Nya, bukan ”mencari kesempatan didalam kesempitan!” Anggur Baru.

Poligami di dalam Perjanjian Baru

Yahshua datang ke bumi merestorasi institusi pernikah yang Bapa Sorgawi telah buat di taman Firdaus itu dengan berkata: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu seorang laki-laki … [Ia mengutip Kej 2:24] (Mat 19:4-5). Dari mulut Yahshua sendiri jelas bahwa poligami dan perceraian adalah praktek-praktek yang bukan kehendak YAHWEH, tapi kekerasan hati manusia itu sendiri (Mat 19:8).

Ia juga merestorasi hukum berzinah, Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya [lust after her/menjadi birahi] , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat 5:27-28). Apa arti ayat ini di dalam kontek poligami? Memandang dan ‘menginginkan’  istri sendiri tidak berjinah,  sebab sex adalah kudus di dalam pernikahan yang sah (Kej 2:24 dan Mat 19:4-5), namun jika pria yang sudah menikah ini memandang wanita lain dan menjadi birahi, Hakim Agung ini berkata bahwa pria tersebut telah berzinah dan akan dicampakan kedalam neraka (29). Dengan kata lain, sebelum seorang suami melakukan praktek poligaminya, menikahi wanita yang ia telah birahi tersebut, ia telah jatuh kedalam dosa perzinahan.

Praktek poligami sangat tidak dianjurkan di dalam kehidupan orang Kristen,

Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, (1Ti 3:2)
Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. (1Ti 3:12)

Seorang Muslim bersikeras bahwa kedua ayat ini hanya berlaku untuk pengurus gereja, tidak berlaku untuk jemaat biasa, ia menambahkan.*

Jika Roh YAHWEH tidak membukakan pengertian kepada pembaca Alkitab , sekalipun ia seorang jenius, ia tidak akan bisa mengerti maksud dari firman-Nya.

Sejak murid-muridnya tahu siapa sebenarnya Yahshua, ia berkata: ”Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  (Mat 16:18)

Ini adalah titik perpindahan sistim pemerintahan YAHWEH, dari raja menjadi penilik Gereja (Jemaat). Kepala Gereja (kumpulan orang percaya) adalah Yahshua sendiri (Ef 1:22; 5:23; Kol 1:18), pendewasaan rohani dan perawatan jasmani jemaat diberikan kepada Penilik Jemaat dan Diaken. Persis sama dengan di Perjanjian Lama: YAHWEH adalah Raja yang sesungguhnya, dan Ia memberikan raja untuk mengatur umat-Nya. Oleh karenanya kedua jabatan Gerejani ini bukanlah sekedar pekerjaan, lebih dari itu ialah suatu contoh teladan kehidupan orang-orang percaya; baca 1 Ti 3:1-7 dan 8-13!! Tidak ada kontradiksi di dalam Alkitab!

Beberapa alasan mengapa praktek poligami / pernikahan majemuk tidak dibenarkan oleh YAHWEH:

  • Indentitas wanita sederajat dengan laki-laki. Hawa bukan berasal dari monyet  yang diubahkan menjadi manusia, ia juga bukan dari ’tulang rusuk’ binatang. Ia berasal dari tubuh Adam sendiri. Kecerdasannya sama dengan kaum pria. Hanya fungsi mereka yang berbeda.
  • Anak-anak yang menjadi umat Elohim yang sejati hanya dihasilkan dari pernikahan pertama, dari istri pada masa mudanya. (Mal 2:15, IBIS; Kej 5:1-2)
  • Elohim mengasihi wanita sama banyaknya Ia mengasihi pria. Alkitab menggambarkan itu dengan sebagaimana Yahshua cinta kepada Gereja-Nya, demikianlah suami harus mengasihi istrinya (Ef 5:24-27). Isteri adalah rekan kerja, bukan tanah garapan atau kendaraan pribadi.
  • Adalah suatu perintah, bukan anjuran, bahwa istri harus dikasihi oleh suaminya seperti suami menngasihi dirinya sendiri (Ef 5:28-31). Fakta ialah bahwa suami tidak bisa berlaku sama adil dan sama kasih jika ia memiliki lebih dari satu istri.
  • Poligami memberi dampak yang buruk pertama kepada keluarga itu sendiri dan kemudian terhadap komunitasnya, cemburu, iri, berakhir dengan keributan yang berkelanjutan.

Karya tulis ini adalah suatu koreksi atas tulisan Osama Abdallah yang memutar balikan ayat-ayat Alkitab untuk mendukung ajaran poligami Islam. Di akhir tulisannya, karena ia tidak mendapatkan suatu bukti bahwa orang Kristen mendukung dan memperaktekan kehidupan poligami tersebut (kecuali aliran Mormon, yang memiliki Alkitab sendiri dan dipandang sebagai suatu sekte oleh para gereja Injili), ia menuduh bahwa (salinan tulisannya sendiri):

“If the Bible was truly GOD Almighty’s Holy Words, and if Paul was truly GOD Almighty’s Apostle, then we wouldn’t have this kind of junk in the Bible.  Also another side point, Paul obviously didn’t know much about the Old Testament, because the Bible itself admits that it is corrupted and not perfect.  So it can never be “All God-breathed”:  “`How can you say, “We [the Jews] are wise, for we have the law of the LORD,” when actually the lying pen of the scribes has handled it falsely?‘ (From the NIV Bible, Jeremiah 8:8)”

Tuduhannya ini nampak seperti seorang Pakistan desa yang hanya membaca buku “Indonesia Tour Guide” mencoba berdebat tentang budaya dan kehidupan bangsa Indonesia dengan orang Indonesia yang lahir dan besar di negaranya sendiri.

Raja Daud di dalam Mazmurnya: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.  (Maz 119:97-98). Sebab firman Y’AHWEH itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. (Maz 33:4)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yohanes Pembaptis, nabi yang unik untuk berita yang khusus


Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa Yohanes Pembaptis imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan YAHWEH! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”  (Yoh 1:19-23)

Yohanes Pembaptis adalah nabi yang unik, kelahirannya unik,  juga unik didalam pangilan pelayanannya, unik didalam cara hidupnya, dan unik didalam pemberitaan pesannya. Ia lebih dari sekedar seorang yang membaptiskan banyak orang di sungai Yordan, ia meminta pengakuan dosa secara terbuka dimuka umum dan meminta buah-buah pertobatan mereka.

Kelahirannya. Ia adalah putra dari sebuah generasi  keluarga imam, orang tuannya bernama Zakharia dan Elisabet (Luk 1:15). Malaikat YAHWEH, Gabriel,  berbicara langsung kepada Zakharia ketika ia sedang melayani pelayanan mezbah bahwa kelahiran putranya ini akan membawa banyak orang bersukacita, namanya pun diberitahukan oleh malaikat, haruslah engkau menamai dia Yohanes (Yehohanan atau Yohanan; Ibrani, mengandung arti ”Anugerah / Belas kasihan  YEHOVAH – kata modern dari YAHWEH) (Luk 1:13). Yohanes telah dipenuhi Roh Kudus bahkan, mulai dari rahim ibunya, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras, malaikat ini berkata. (Luk 1:15).

Peristiwa unik lain dari kelahirannya ini ialah bahwa sejak malaikat YAHWEH ini berbicara kepada ayahnya, Zakharia, ayahnya ini langsung tidak bisa bicara lagi ketika pertemuan yang luar biasa ini. (Luk 1:19-23). Ketika hari pemberian nama tiba, sanak keluarga dan para tetangga yang datang ingin memberikan namanya Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”  (Luk 1:60)

Lalu mereka bertanya kepada bapanya,  Zakharia yang  tetap  bisu ini. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya* Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Elohim. (Luk 1:63-64)

*) Sebab ini adalah nama yang baru pada marga kedua pasangan ini, orang Israel biasanya memberi nama anaknya sesuai dengan apa yang ada pada marga mereka, untuk menghindari kebingungan di dalam daftar keturunan mereka … Alasan lainnya … penghormatan untuk para orang tua dan para nenek moyang (Albert Barnes’ Note on the Bible ).

Hidupnya dan panggilan pelayanannya. Nabi unik untuk pelayanan yang unik, itulah Yohanes Pembaptis. Rasul Markus memulai kitab Injilnya dengan kalimat: Inilah permulaan Injil tentang Yahshua Ha Mashiah, Anak Elohim. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk YAHWEH, luruskanlah jalan bagi-Nya”, (Mar 1:1-3) juga Mat 11:10, Yes 40:3-4

Nabi Yesaya menubuatkan kedatangan Yohanes Pembaptis sebelum runtuhnya kerajaan Yehuda, dan nabi Maleakhi bernubuat  hal yang sama setelah orang Israel kembali dari Persia (Mal 3:1).

Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mat 3:4; Mark 1:6). Malaikat pemberi kabar Gabriel berpesan kepada Zakharia tujuan dari panggilan YAHWEH untuk putranya Yohanes:

  • Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu (Luk 1:14);
  • ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada YAHWEH, Elohim mereka (16),
  • dan ia akan berjalan mendahului YAHWEH dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi YAHWEH suatu umat yang layak bagi-Nya.” (17)

Pemberitaan kotbahnya. Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Elohim akan mengampuni dosamu.” (Mar 1:4).
Ladang penginjilannya ialah padang gurun dan bukan di dalam rumah-rumah ibadah (Luk 7:24). Sebagaimana namanya ”Yohanes atau Yehohanan / Yohanan” adalah suatu nama yang unik dan baru dikalangan keluarga imam Zakharia, maka pemberitaannya pun  baru juga. Inilah titik tolak perubahan sebuah pengajaran ”penghapusan dosa.” Ribuan tahun lamanya berita pengampunan dosa diajarkan oleh Musa dan para nabi setelah Musa bahwa orang yang berdosa harus membawa kepada imam seekor lembu jantan /domba jantan / kambing jantan atau dua burung tekukur (yang terakhir bagi yang miskin) (Im 4; 16:15.16; Bil 6:10-11), dan imam akan menyembelih binatang tersebut, dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.  (Imm 16:15)

Yohanes Pembaptis mengkotbahkan dan mengajar bahwa untuk orang diampuni dosanya, tidak perlu lagi membawa binatang untuk dikorbankan, tetapi melalui pertobatan dan baptisan (penyelaman kedalam air)! Mungkin Anda bertanya: dengan otoritas apa Yohanes merubah aturan “penghapusan dosa” ini?” Jawabannya ialah bukan melalui otoritas dirinya sendiri, sebab ia (dirinya sendiri tahu juga) hanyalah seorang utusan YAHWEH. Pengutusnya sendirilah, Elohim, yang merubah aturan tersebut! Peraturan penghapusan dosa ini berubah sebab “Domba Jantan” yang sesungguhnya telah hadir  di Bumi, nama-Nya ialah Yahshua Ha Mashiah. Ingat bahwa Yohanes lebih tua hanya beberapa bulan dari Yahshua. Inilah yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis ketika ia melihat Yahshua: Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29).

Dan penulis kitab Ibrani menulis: Tetapi Ha Mashiah telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (Ibr 9:11-12)
Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. (15)
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Ha Mashiah hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.  (27-28).
Perhatikan anak kalimat terakhir, jelas bahwa anugerah keselamatan melalui darah Yahshua tersedia bagi semua manusia (bangsa dan bahasa), tetapi keselamatan keselamatan tersebut HANYA dimiliki oleh mereka yang menantikan Dia. Menantikan berarti: percaya dan menjaga kepercayaan itu sampai ia meninggal atau Yahshua datang kembali.

Sungguh berita di atas adalah suatu berita sukacita yang luar biasa dan baru bagi bangsa Israel dan seluruh penduduk Bumi saat itu, bahwa YAHWEH memberikan anugerah dan belas kasihan-Nya kepada mahluk ciptaan-Nya, itu sesuai dengan nama utusan tersebut ”Yohanes” yang artinya Anugerah YAHWEH atau Belas kasihan YAHWEH. Para ahli Alkitab menyebut jaman dimana kita hidup sekarang ini adalah “Jaman Anugerah.”

Yohanes menuntut pertobatan yang sungguh dari setiap orang yang ingin dibaptis, bukan sekedar aturan keagamaan. Kepercayaan Yahudi  saat itu terbagi di dalam beberapa kelompok dan mereka saling menyonbongkan sektenya sendiri. Dua sekte terbesar diantaranya ialah Farisi (’Kristen’ tradisi) dan Saduki (’Kristen’ liberal) Mat 3:7, para pengikut kedua sekte ini ditegurnya dengan  keras. Raja Herodes pun yang merebut istri orang lain ditegurnnya, yang mengakibatkan ia dipenjara dan kemudian hari dipenggal kepalanya.

Keunikan Yohanes lainnya ialah dia seorang nabi penglihat / Seer-prophet, ia mampu melihat alam roh (Yoh 1:32-33) dan masa yang akan datang: Kerajaan Sorga dan murka yang akan datang (Mat 3:7)

Yahshua meneguhkan panggilan dan pelayanan Yohanes Pembaptis

  • Ia adalah lebih dari pada nabi (Mat 11:9). Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. (Mat 11:11a); Luk 7:27, terkecualian bagi mereka yang telah berada di dalam Kerajaan  Sorga (11b).
  • Yahshua menyatakan sesungguhnya gelombang kebangunan rohani yang besar pertama  telah terjadi sejak saat pelayanan Yohanes Pembaptis, bukan pada Hari Pentakosta di Yerusalem. Ia berkata, sejak Yohanes mengkotbahkan Injil Kerajaan Elohim (atau Kerajaan Sorga, istilah Matius) setiap orang berebut masuk kedalamnya (Luk 16:16; KJV dan Lamsa Bible), tepat seperti apa yang Matius tulis: Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (Mat 3:5-6).
  • Dan Yahshua membukakan arti nubuatan nabi Maleakhi (Mal 4:5-6), bahwa Yohanes inilah roh Elia tersebut (Mat 11:14; 17:10-13)

Dari semua pernyataan Yahshua Ha Mashiah sendiri di atas, jelas terlihat bahwa pernyataan para guru agama Islam: “nabi Muhammad adalah nabi yang paling besar dan penyempurna ajaran Taurat dan Injil” adalah tidak benar sama sekali. Sebab nabi Muhammad sendiri menyatakan bahwa Yahshua Ha Mashiah (Isa Al Masih, bahasa Arab) adalah pribadi yang sungguh bersih dari semua kesalahan dan dosa.

Dan perhatikan ini, sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan: Keempat penulis Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes anak Zebedius), meneguhkan kebesaran pelayanan nabi Yohanes Pembaptis: ia memiliki roh dan kuasa nabi Elia, seorang nabi YAHWEH yang telah membawa seluruh bangsa Israel bertobat dari penyembahan berhala Baal hanya dalam satu hari saja. Elia mampu membuktikan siapakah Elohim yang benar, melalui doanya yang membuat api turun dari langit, sehingga seluruh bangsa Israel dengan suara bulat dan keras berteriak sambil sujud bertelut: “YAHWEH, Dialah Elohim! YAHWEH, Dialah Elohim!” (1Rj 18:19-40)

Namun apa yang Yohanes Pembaptis katakan ketika Yahshua Ha Mashiah turun ke sungai Yordan untuk minta dibaptis olehnya?
Yohanes tiba-tiba disadarkan oleh sosok pribadi yang lebih mulia dan suci dari pada dirinya sendiri. Standard kebenaran hidupnya yang tinggi tersebut (lahir dari keturunan imam, kelahirannya dinubuatkan sekitar  700 tahun sebelumnya, penuh Roh Kudus sejak dikandungan ibunya, tidak pernah menyentuh minuman keras, tidak menikah, terpanggil sebagai nabi pembuka jalan bagi Ha Mashiah) belumlah ada artinya dengan pribadi yang berdiri di depannya. Ia meneliti kedalaman hati Yahshua – ingat ia adalah nabi pelihat / seer-prophet – dan menemukan bahwa ia tidak melihat sedikitpun adanya dosa, kebohongan dan napsu keinginan daging lainnya, inilah yang menyebabkan ia berkata: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”  (Mat 3:14) Setelah Yahshua dibaptis

Sebelum Yohanes Pembaptis bertemu Yahshua Ha Mashiah, ia telah tahu bahwa pribadi untuk siapa ia mempersiapkan jalan adalah lebih mulia dari pada dirinya, sehingga ia memberi pernyataan terbuka seperti ini: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”  (Mar 1:7-8). Yoh 1:33

Dan sekarang – di sungai Yordan tersebut – ketika ia berhadapan muka secara langsung dengan Yahshua, ia melihat sendiri siapakah sesungguhnya Yahshua, Yang Kudus dari Sorga.  Yohanes melihat hal lain lagi tentang Yahshua:  “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya (Yoh 1:32)*

Itulah sebabnya Yohanes bisa berkata seperti di bawah ini:

  • Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.  (Yoh 3:29b-30).Sebab Yohanes Pembaptis tahu bahwa ia datang dari bumi,  – dan hanyalah utusan Bapa Sorgawi untuk mempersiapkan jalan bagi Putra-Nya, Yahshua, yang datang dari Sorga (31).
  • Pewahyuan nabi Yohanes Pembaptis  tentang Yahshua Ha Mashiah tidak  berhenti di sini, ia  melanjutkan bercerita apa yang ia telah lihat yakni: hubungan Bapa Sorgawi dengan Yahshua, dan hubungan tersebut dengan hidup kekal di Sorga dan lawan katanya (murka Elohim): Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Elohim adalah benar. Sebab siapa yang diutus Elohim, Dialah yang menyampaikan firman Elohim, karena Elohim mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Elohim tetap ada di atasnya.” (Yoh 3:33-36)

Sudahkan Anda bertemu  secara pribadi dengan Yahshua Ha Mashiah? Ialah sesungguhnya Pria Berjubah Putih yang telah menampakan diri-Nya kepada jutaan orang-orang di Afrika, di Timur Tengah dan di Asia melalui mimpi-mimpi dan berbagai penglihatan alam roh.

Dialah sesungguhnya Jalan Lurus yang milyaran orang cari-cari, Ia sendiri berkata tentang diri-Nya Kata Yahshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Bila Anda ingin menjadi pengikut Yahshua, bacalah artikel ini: “Apa yang orang harus perbuat untuk masuk Sorga?” Yahshua berkata,  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24)

Datanglah kepada-Nya hari ini dan berilah dirimu diselamatkan!

*) Pada Injil Matius “Ia melihat Roh Elohim…” Ia huruf besar pada Alkitab  LAI artinya pribadi tersebut menunjuk kepada “Yeshua,” tetapi di dalam semua terjemahan Inggris tertulis “he.” Besar kemungkinan bahwa baik Yohanes Pembaptis dan Yahshua melihat turunnya Roh Kudus tersebut, sebab Yoh 1:33 merupakan peneguhan dari YAHWEH untuk Yohanes akan datangnya seorang yang akan membaptis manusia dengan Roh Kudus. Lihat Mat 3:16-17 dan Mark 1:10 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Apa Sehingga Kristen Dianiaya?


Pengikut ajaran Yahshua Ha Mashiah pertama kalinya disebut Kristen terjadi di Antiokhia (Kis 11:26), ini adalah kota metropolitan Syria dan kota ketiga terpenting di seluruh kerajaan Romawi (Adam Clarke menulis). Aniaya dari sebuah kelompok kepada sebuah kelompok lainnya (ras, suku-bahasa, kenegaraan, kepercayaan dll.) terjadi di segala tempat dan di segala waktu. Tetapi aniaya kepada orang-orang Kristen adalah sesuatu yang lain, dan itu diluar akal sehat, sebab kelompok Kristen dianiaya oleh hampir semua kelompok kepercayaan agama, kekuatan politik dan filosofi (Evolusi, Atheism, Komunism dsb.).

Ini adalah beberapa contoh penganiayaan yang telah terjadi:

  • Somalia. 10 orang Kristen Somalia ditemukan tubuhnya tampa kepala setelah diculik (10 Juni 2009) dan baru-baru ini The International Christian Concern (ICC) melaporkan: Empat pekerja yatim piatu di gorok lehernya, setelah diculik dan menolak berpindah ke Islam (27 Juli 2009). Tahun lalu Seorang ibu (40 tahun) dan anak perempuannya (23 tahun) yang sedang mencari kayu bakar dipukuli ketika beberapa orang Muslim radikal mengetahui bahwa mereka Kristen. Setelah diperkosa dan disekap selama lima hari keduanya ditinggalkan untuk mati. Untung suaminya menemukan mereka. Diperkirakan ada 4000 orang Kristen Somali di Somalia, kebanyakan dari mereka berlatar belakang kepercayaan Islam.
  • India. Agustus 2009. Delapan pendeta ditahan polisi setelah di serang oleh kelompok-kelompok Hindu fundamental. Empat pendeta luka-luka berat. Alkitab dan telepon genggam mereka ditahan. Pada tahun 2008, di Profinsi Karnataka (tempat yang sama kejadian ini berlangsung) dilaporkan bahwa sedikitnya 112 serangan anti-Kristen, dan sedikitnya 10 peristiwa sudah terjadi di tahun 2009. Karnataka dikuasai oleh partai nasional Hindu. Di Orissa 4000 rumah rusak.
  • Indonesia. Di negara Pancasila ini yang mana kepercayaan Kristen diakui secara hukum negara, menurut sebuah statistik yang dikeluarkan oleh Indonesian Christian Communication Forum total gedung gereja yang di rusak atau dipaksa tutup mencapai 977 buah sejak Indonesia merdeka 1945 sampai 2005. Dan tidak terhitung harta benda dan nyawa yang terbunuh atau luka-luka. Gambar-gambar aniaya dan pengerusakan milik orang Krisen pada tahun-tahun terakhir bisa dilihat di Faith Freedom Internasional Indonesia (FFI Indonesia). Perhatian: Bagi Anda yang berkelainan jantung dan anak-anak kecil harap tidak melihat gambar di atas.

Peristiwa-peristiwa sadis di atas ini hanyalah sebagian kecil ratusan peristiwa pertahunnya di Dunia, ’ajaibnya’ karena kebijaksanaan ”political correct” media pemerintah dan komersil tidak mau menerbitkannya, namun ketika Obama mendapatkan seekor anjing itu menjadi berita internasional, Anda melihat kejanggalan perbuatan ekstrim ini?

MENGAPA PENGIKUT YAHSHUA DIANIAYA?

  • Apakah ini karena pengikut Yahshua Ha Mashiah tukang bikin keributan, seperti mafia?
  • Atau apakah orang Kristen itu parasit, penyedot kekayaan dan kebahagian kelompok lainnya?
  • Atau apakah karena pengikut Yahshua Ha Mashiah penjajah negara lain?
  • Atau apakah kepercayaan Kristiani dianggap sebagai suatu agama sesat?, sehingga mereka dimusuhi oleh agama lain, kepercayaan lainnya seperti Komunisme, Atheisme dan bahkan para pemusik Rock juga turut membencinya.

Yahshua mengajar umat-Nya untuk  mengasihi orang lain bahkan orang-orang yang memusuhi mereka dan melarang mereka memakai pedang untuk membela diri.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat 5:44; Luk 6:28). Prinsip “Kasihilah musuhmu” ini sudah diajarankan YAHWEH kepada umat-Nya Israel, ketika baru saja terlepas dari kejaran tentara Firaun, sebelum Israel memiliki tanah Perjanjian yang dijanjikan Elohim kepada Abraham (Kel 23:4-5). Dan terus diajarakan oleh para rasul-Nya (1Pet 2:21-23; 3:9; Rom 12:14; 1Tes 5:15). Pedang bukanlah pemecahan masalah, Maka kata Yahshua kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang (Mat 26:52).

Dari ajaran-Nya nampak bahwa pertanyaan-pertanyaan di atas terjawab dengan jelas yaitu: Semua itu bukanlah alasan yang membuat orang Kristen dianiaya!!

Alkitab sendiri memberikan beberapa alasan mengapa pengikut Yahshua dianiaya:

  • Karena para penganiaya tidak tahu apa sesungguhnya yang mereka perbuat. Sesungguhnya setiap orang yang menhina dan menganiaya orang Kristen oleh sebab orang ini pengikut Yahshua, orang ini sedang menghina dan menganiaya Yashua Ha Mashiah! Kis 9:1-5; 22:4-8; 1Yoh 3:1
  • Para penganiaya tidak tahu siapa Yahshua dan Bapa-Nya. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Yoh 16:2-3); Manusia perlu berdoa dan minta anugerah Yahshua untuk mengenal pribadi diri-Nya dan pribadi Bapa-Nya (Mat 11:27; Ef 1:17)
  • Ajaran Yahshua, Kristianiti, tidak berkompromi dengan politik dan perbuatan dosa: “Ya adalah ya dan tidak adalah tidak.” (Mat 5:37; Yak 5:12)
  • Iblis atau Setan ingin menjadi penguasa tunggal bumi ini; Ia menjelma menjadi manusia dan berdiam di dalam orang tertertu (raja Tirus, para penguasa Roma) dan memakai manusia sebagai tentaranya untuk tujuannya ini. (Yes 14:12-17; Yeh 28:2-9; Dan 7:8,25; 11:36; 2Tes 2:2-4)
  • Orang Kristen memberitakan ajaran Yahshua (Mat 28:18-20; Mark 16:15-20). Ajaran Yahshua tentang pertobatan dan kekudusan yang diberitakan oleh pengikut-Nya terlalu keras bagi banyak telinga  di jaman yang sangat bebas  dan egois ini.
  • Iblis iri dan marah sebab Kerajaannya, Kerajaan Kegelapan, semakin berkurang pengikutnya.
  1. Pada masa Gereja mula-mula: Pertumbuhan jemaat yang pesat (Kis 2:41, 46-47; 5:14; 6:7; 9:31; 16:5), Akibatnya Stefanus dibunuh bahkan semua pengikut Yahshua dianiaya di kota Yerusalem, menjalar ke tanah Yudea dan Samaria sampai ke Damsyik, Syria (Kis 5:17-18; 8:1; 9:1-2). Kerajaan Romawi juga menganiaya pengikut Yahshua dengan keras, khususnya pada jaman raja Nero.
  2. Abad ke tiga sampai sekarang. Aniaya ini berhenti sejenak saat Kristianiti dijadikan sebuah agama kerajaan Romawi tahun pada abad ke 3. Agama kerajaan Romawi yang kemudian berkembang menjadi agama Kristen Roma Katolik melanjutkan aniaya ini melalui istilah yang dikenal sebagai inquisition. Sejarah Gereja mencatat dengan teliti bahwa Kristianiti dipakai oleh Roma bukan untuk mengikuti ajaran Yahshua Ha Mashiah tetapi sebagai alat menguasai dunia politik. Baca artikel-artikel Hari Sabat. Kegerakan rohani yang besar masih terus terjadi di negara-negara Amerika Latin.
  3. Abad ke enam sampai sekarang. Beberapa tahun belakangan ini, sedikitnya 6 juta orang Muslim menjadi pengikut Yahshua setiap tahunnya di benua Afrika. Akitbanya jumlah pengikut Yahshua yang mati ditangan pengikut nabi Muhammad tidak kalah banyaknya dibanding dengan mereka yang mati ditangan pemerintah dan kepercayaan Roma.
  • Alasan terakhir ialah waktu bebas Iblis di bumi sedang mencapai detik terakhir, Pengadilan Terakhir akan digelar segera, itulah sebabnya 3-4 dekade terakhir ini Ia dan nabi-nabi palsunya semakin panik, memaksakan segala cara untuk membawa sebanyak orang masuk kedalam kekuasaannya. (Wah 20:1-3; Mat 24)

Bagaimanapun juga aniaya terhadap para pengikut Yahshua Ha Mashiah bukanlah hal mengejutkan bagi mereka sendiri. Yahweh, Tuan dan Raja mereka telah memberi tahukan (menubuatkan) akan datangnya penganiayaan ini 2000 tahun yang lalu. itu telah tertulis di Alkitab. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 16:4a). Yoh 15:20.

Artinya, Dunia sendiripun membuktikan bahwa Alktab adalah Firman Elohim. Kebenaran ini nyata, dari sisi apapun kita melihat isi Alkitab (sosial, politik, kenegaraan, ekonomi, perang, silsilah manusia, arkiologi dll.) kita akan menemukan bahwa Alkitab ditulis berdasarkan ilhaman Roh Elohim kepada setiap penulisnya!

Nasehat untuk para pengikut Yahshua Ha Mashiah:
Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Elohim, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. (Ibr 10:34-39)

Nasehat untuk setiap orang yang belum mengakui Yahshua sebagai Tuan dan Rajanya: Yahshua memberikan kepada Anda sebuah batu penguji untuk Anda bisa tahu apakah Anda sedang melakukan yang benar atau yang salah. Inilah batu penguji tersebut:

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:10-11).

Pencuri (Iblis/ Setan) sekalipun ia memberikan ‘berkat’ sesungguhnya ia ingin mencuri hidup kekal Anda, Sebaliknya Gembala yang baik (Yahshua/Yesus/Isa) bukan saja Ia ingin Anda hidup baik lebih lagi Ia ingin hidup Anda berkelimpahan (kebahagian kekal) itulah sebabnya Ia menyerahkan nyawanya untuk dikorbankan di kayu salib demi menebus segala dosa Anda.

Keputusan di tangan Anda sendiri, jika Anda ingin menjadi pengikut Yahshua ambilah Langkah-langkah Jaminan Keselamatan.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apa yang orang harus lakukan untuk dapat masuk Sorga?


Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Elohim yang melakukan itu; bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? (Ayub 12:9-10)

Pernahkan Anda bertanya kepada diri Anda sendiri atau kepada orang lain pertanyaan di atas?

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang, bahkan ditanyakan sejak ribuan tahun yang lalu, seperti kepala penjara Romawi kepada rasul Paulus dan Silas: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (Kis 16:30);

Sorga di BumiKehausan akan Jalan Kebenaran yang memimpin orang bisa masuk ke Sorga ini juga terjadi pada orang-orang besar lainnya: seperti seorang pembesar dan kepala bendara ratu negara Etiopia (Kisah para Rasul 8:27-40) bahkan sampai pemimpin agama orang Israel, Nikodemus, menyempatkan diri untuk bertanya, gengsi pada dirinya – itu sebabnya ia datang kepada Yahshua pada malam hari – tidak dapat menghentikan kehausannya akan perkara yang penting ini: mengenal siapakah Mashiah / Kristus (artinya Yang Diurapi) dan Mashiah menjawab pertanyaan yang ada di hati rabi agama Yahudi: ”apa sesungguhnya yang orang harus lakukan untuk dapat masuk sorga?” (Yoh 3:1-21).

Terpujilah YAHWEH, bahwa Ia tidak pernah membiarkan seorangpun yang haus akan kebenaran dan mencari Dia pulang dengan tangan hampa! Firman yan keluar dari mulut-Nya mengatakan:

  • ”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat 5:6).
  • Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, YAHWEH, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.” (Yes 45:19)

Jika Anda tertarik dengan berita Kabar Baik ini, teruskanlah pembacaan Anda, saya akan menulikan langkah-langkah praktis yang Anda harus perbuat agar Anda juga bisa masuk ke Sorga, semua ini bukan teori agama, atau langkah-langkah majik (perdukunan), melainkan hanyalah ajaran Yahshua Ha Mashiah dan para nabi dan murid-Nya (yang disebut para Rasul) bagaimana memiliki kewarganegaran Kerajaan Sorga.

Empat langkah tindakan untuk bisa masuk Sorga, juga dikenal sebagai ”jaminan keselamatan kekal”:

  1. Sadarilah bahwa Anda orang berdosa. Firman Elohim berkata bahwa semua orang telah berdosa. Arti dosa adalah pelanggaran atas perintah, ketetapan dan kehendak YAHWEH, yakni Elohim penicipta manusia dan segala isinya. # 1
  2. Akuilah dosa-dosa Anda kepada Yahshua Ha Mashiah, dan minta maaf kepada-Nya. # 2
  3. Undanglah Yahshua masuk kedalam hati Anda. Jadikan Ia Tuan / Penguasa / Master / Lord dan Raja / Pemerintah atas seluruh kehidupan Anda, maka Anda akan dipanggil oleh-Nya ”anak-Ku.” Ajaib bahwa Ia memberi status “anak” (dan bukan “pembantu” apalagi “budak”) kepada mereka yang menjadikan Diri-Nya sebagai Tuan dan Raja. # 3
  4. Berilah diri Anda dibaptis (dari kata Yunani: baptiso, artinya diselam). Anda bisa minta seorang Penginjil atau Pendeta untuk melakukannya. # 4

Keempat langkah ini telah cukup menjadikan Anda sebagai Warganegara Kerajaan Sorga.

Empat langkah ini jika dijabarkan dalam bentuk doa kira-kira seperti ini:

Doa Pertobatan:

Yahshua Ha Mashiah, saya datang kepada-Mu saat ini. Saya mennyadari bahwa saya telah sering melukai hati Mu; melakukan banyak dosa (sebutkan dosa-dosa Anda), saya telah mencintai dunia ini dan segala kenikmatannya lebih dari pada mengasihi Engkau dan sering kali saya menghina diri dan firman-Mu melalui perbuatan dan perkataan saya.

Saat ini saya datang kepada Engkau untuk meminta pengampunan dari Engkau, ampunilah segala dosa-dosa dan pelanggaran saya itu sesuai dengan kemurahan dan anugerah-Mu. Saya menyesali segala perbuatan jahat dan kotor saya itu. Sucikanlah roh, jiwa dan tubuh saya ini.

Sekarang saya mengakui bahwa Engkau sajalah Jalan, Kebenaran dan Hidup dan bahwa tidak ada seorangpun dapat datang kepada Bapa di Sorga kecuali melalui Engkau, sebab itu saya memohon kepada Engkau Yahshua, kiranya Engkau sudi masuklah kedalam hati saya ini. Yahshua Ha Mashiah ambilah hidupku ini jadikanlah saya milikmu . Engkaulah Tuan dan Raja dan tidak ada yang lain dihati saya. Jadikanlah saya yang hina ini menjadi anak-Mu, pakailah saya di dalam Kerajaan Mu jadikanlah saya berkat bagi banyak orang.

Di dalam nama-Mu saya memohon yaitu di dalam nama Yahweh Yahshua Ha Mashiah. Terima kasih, Amin.

Setelah Anda berdoa, langkap-langkah berikut ini penting untuk Anda lakukan demi memelihara kewarganegaraan Sorga atau jaminan keselamat kekal yang telah Anda miliki:

  • Bacalah Alkitab dan hiduplah sesuai perintah-Nya. # 5
  • Hiduplah benar dan jagalah kekudusan Anda. Agama-agama mengajarkan point ini untuk manusia bisa diampuni dosanya supaya masuk Sorga. Alkitab jelas berkata bahwa manusia tidak bisa mencuci / menebus dosa mereka sendiri. Keselamatan hanyalah anugerah YAHWEH melalui iman kita kepada Yahshua yang telah mati tersalib sebagai korban penebus dosa-dosa kita. # 6
  • Setialah kepada Yahshua Ha Mashiah apapun yang terjadi, maka ketika Ia kembali kebumi untuk menjadi Hakim dipengadilan terakhir Anda PASTI diterima-Nya masuk kedalam Sorga-Nya dan hidup kekal bersama-sama Dia dan para orang kudus lainnya. # 7


Yahshua Ha Mashiah, Penebus dosa seluruh umat manusia, menggaransi setiap kita: Jawab Yahshua kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh 4:13-14). Ia mengingatkan kembali janjinya yang Ia pernah katakan melalui mulut nabi Yesaya (abad 7-6 BC): Beginilah firman YAHWEH, Penebusmu, Yang Mahakudus, Elohim Israel: “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes 48:17-18).

Penebus / Saviour dalam Alkitab Ibrani tertulis Y’shua (Malaikat Gabriel memberi wahyu kepada Yusuf dan Maria bahwa makna arti dari nama Yahshua /Yesus adalah “karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1.21). Baca juga Luk 1:31-33; 2:10-11

Bagian akhir Alkitab dimateraikan oleh janji Yahshua yang pasti / tidak mudah-mudahan:

Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wah 21:6-7)

Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. (Ams 11:4)

#) Referensi ayat-ayat:

  1. Dosa mulut: (Maz 59:13; Ams 14:21; Mat 12:34; Roma 3:13-14), Dosa bersaksi (Yes 59:10-15). Semua orang berdosa (Pengk 7:20; Yes 24:20; Rom 3:9-23; 5:14) Akibat dosa (Yes 64:7; Yer 16:18; Yoh 8:34; Rom 6:23; Wah 22:15).
  2. Mengaku dosa (Kis 19:18; Yak 5:16; 1Yoh 1:9). Penghapus dosa (Yes 43:25; 44:22; 53:12; Yoh 1:29; Luk 5:24-25: 7:49: Kis 10:43; 13:39; Rom 5:15). Mengakui Yahshua (Mat 10:32; Rom 10:9-11; Fil 2:11; 1Yoh 2:23; 4:15 ). Harga pengakuan (Yoh 9:22; Mat 5:11-12)
  3. YAHWEH adalah BAPA orang percaya (Yes 64:8; Mal 1:6; 2:10: 6:9; 16:17; 1 Tes 3:11 ). Jalan ke Sorga (Yoh 14:6; 5:24; 1Yoh 1:2-5)
  4. Di baptis (Mat 3.6; 14-17; Kis 2:38, 41; 8:12, 36-38; 9:18; 10:48; 22:16; Gal 3:27)
  5. Manfaat membaca Alkitab (Yos 1:7-8; Maz 119:97-100;). Pelaku Firman (Maz 119:9-11; Luk 6:47-48; Yoh 14:12)
  6. Hidup benar dan kudus (Rom 6:11-14) (Maz 49:7-9; Mat 7:21; 12:50; Yoh 12:26; Roma 2:7 )
  7. Hari Penghakiman ( Wah 24:21-23)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bercerai dan Menikah Kembali


Ketika orang-orang jahat bertambah, hancurlah rakyat; tetapi orang yang berpegang kepada hukum diberkati.(LB) atau, Dimana tidak ada wahyu, hancurlah rakyat; tetapi orang yang berpegang kepada hukum berbahagia (KJV)( Ams 29:18). Terjemahan bebas.

Inilah adalah suatu topik yang jaman sekarang sangat jarang dikotbahkan, bahkan juga dikalangan Injili. Dunia sangat cepat berubah. 30 tahun lalu  perceraian adalah suatu yang tabu untuk dilakukan, namun sekarang mempercakapkan masalah perceraian dan pernikahan kembali adalah tabu, bahkan di gereja-gereja.

Apa sesungguhnya firman YAHWEH katakan tentang kedua perkara ini? Mari buka Alkitab Anda dan kita baca Maleakhi 2:13-16.

Ayat 14 tertulis: Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab YAHWEH telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

Untuk mengerti latar belakang teguran ”bercerai dan menikah kembali” pada kitab Maleakhi ada baiknya saya ceritakan secara garis besar surat nabi Maleakhi ini.

Nabi berbicara setelah orang-orang Israel kembali dari pembuangan (setelah 539 BC) setelah raja Persia atas permohonan nabi Nehemia meminta kota-kota Yehuda dibangun kembali (Neh 2:7-8) dan setelah bait Elohim dibangun kembali di bawah pimpinan nabi Haggai dan Zakaria (516 BC, Ezra 6:14-15). Tanpa raja dan lama dipembuangan membuat mereka biasa dengan hal yang sekuler, beribadah asal-asalan (1:1-14), para imam tidak segenap hati memuliakan dan takut akan nama-Nya (2:1-2), memberi pengajaran yang salah dan perjanjian keimam dirusak mereka (3-10). Dimata banyak orang yang kembali ini sepertinya hidup fasik (sihir, berzinah, dusta, memeras karyawan, menindas janda, anak yatim dan orang asing) lebih baik dari pada menuruti perintah-Nya (2:17-3:5). Perpuluhan diabaikan (3:7-12).*1

Nabi menutup tegurannya dengan memastikan bahwa setiap perbuatan (baik atau jahat) akan mendapat upahnya (4:1-3) dan meminta mereka untuk mengingat ketetapan dan hukum-hukum-Nya, dan akhirnya sebuah janji penghiburan-Nya untuk merestorasi para keluarga umat-Nya  sebelum bumi dihancurkan (4-6).

Pasal 3:6 Ia memperingatkan mereka: Bahwahsannya Aku, YAHWEH, tidak berubah; tetapi engkau anak-anak Yakub belumlah keluar dari kejahatan-kejahatan kalian (Lamsa Bible). Ayat ke 7 (Even from the days of your fathers…Return to Me) membenarkan terjemahan LB ini. Harap bandingkan dengan terjemahan lainnya.

Dan pasal 2:13-16 Ia menegur cara hidup pernikahan mereka yang sekuler tersebut. Istilah ”istri masa mudamu” adalah suatu ungkapan Alkitab Perjanjian Lama yang berarti ”istri pertama yang sah dibawah hukum perjanjian nikah.” Lihat Ams 5:18; Yes 54:6.

A. Perceraian. Alkitab mengajar bahwa pernikahan atau ”satu tubuh” itu kudus, apa yang telah disatukan YAHWEH tidak boleh diceraikan. Empat ribu tahun setelah kejatuhan Adam dan Hawa, ketika Elohim datang kebumi dalam wujud manusia, Ia kembali mengingatkan umat-Nya bahwa perceraian bukanlah kehendak Dia tetapi itu adalah pemberontakan dan ego manusia semata (Mat 19:8).

Perceraian dengan istri pertama sungguh mendukakan hati YAHWEH, sehingga Ia tidak mau menerima persembahan umat-Nya (Mal 2:13). Jangankan bercerai, cukup suami mendukakan istrinya saja bisa membuat doa-doa suami tidak terjawab (1Pet 3:7), pernikahan bukanlah masalah kecil di mata YAWHEH, sebab hal ini adalah cermin antara perjanjian kekal pribadi-Nya dengan Gereja-Nya (Ekklesia-Nya) (Mat 16:18; Wah 22:16-17).

Perceraian hanya dibenarkan (tetapi tidak harus dilakukan) apabila salah satu dari pasangan menikah ini merusak kekudusan pernikahan yakni berjinah / ”ber-satu tubuh dengan orang lain” (Mat 19:9; Ul 24:1-4).

Menceraikan pasangan-hidup di mata YAHWEH itu seperti seorang menutupi pakaiannya sendiri dengan kejahatan:  Sebab YAHWEH, Elohim Israel, berkata bahwa Ia membenci perceraian: orang menutupi kejahatan dengan pakaiannya, YAHWEH semesta alam berkata: maka jagalah rohmu dan janganlah berkhianat! (Mal 2.16 KJV). atau terjemahan lainnya; For the LORD, the God of Israel, says that no one should conceal the iniquity on his robe; therefore take heed to your spirit, and do not deal treacherously (Lamsa Bible).

B. Kawin lagi setelah menceraikan pasangan pertama. Budaya kawin-cerai pada para bintang film Holywood sekarang telah menjalar di seluruh dunia. Dan dampak dari budaya kawin-cerai ini juga telah melanda orang-orang percaya pada 10 tahun belakangan ini. Beberapa orang menganggap perkara ini sama seperti ”mencoba pakaian di toko baju.”

Apa yang Yahshua Ha Mashiah katakan tentang menikah setelah bercerai? Masalah ini sangat jelas di Alkitab, sehingga tidak perlu ditafsirkan. Semua orang yang bisa membaca akan mengerti itu dengan tepat. Ini beberapa perkataan-Nya:

Suami menceraikan istri dan mengawini wanita lain:

  • Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. (Mat 5:32)
  • Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Mat 19:9; Mark 10:11)
  • Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.” (Luk 16:18).

Istri menceraikan suami dan mengawini pria lain:

  • Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” (Mar 10:12)

Jelas terlihat bahwa perceraian pada pernikahan pertama dan menikah kembali akan menghasilkan dua pasangan suami-istri yang berzinah.

Seorang istri menceraikan suaminya, … tidak diperaktekan diantara orang Yahudi,, …itu dari orang-orang pagan. Salome adik wanita dari Herodes Agung mengirim surat cerai kepada suaminya, Costobarus; dan hal ini diikuti oleh Herodias, anak wanita  Aritobulus (John Gill’s exposition of the entire Bible).

Perkaatan-perkataan Yahshua tentang bahaya cerai dan kawin lagi ini disampaikan kepada pendengar-Nya sehubungan dengan a. kepastian bahwa hukum Taurat atau kitab para nabi (Perjanjian Lama) tidak akan lenyap selama bumi yang lama ini masih ada. (Mat 5:17-18) b. Jawaban Yahshua atas pertanyaan orang-orang Farisi, mengapa Musa mengeluarkan surat cerai bagi suami-suami yang menceraikan istri-istri mereka (Mat 19 3-10).

Rasul Paulus mengingatkan: Yahweh–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. (1Kor 7:10-11)

Jika Anda terkecut dengan perkataan keras Yahshua di atas, itu normal. Murid-murid-Nya bereaksi sama: Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” (Mat 19:10). Dimata Elohim pernikahan bukanlah mencari pakaian di toko baju, dimana orang bisa pasang dan lepas lalu ganti lainnya!!

Mungkin kita bertanya: ”Mengapa YAHWEH sangat serius dengan pernikahan yang kudus?

Maleakhi 2:15 menjawabnya dengan jelas: ”Did not He make them one? And the rest of the spirits are His also. And therefore a man seeks one offspring from God [That he might seek a godly seed; KJV]. Therefore take heed to your spirit, and let none deal treacherously against the wife of his youth.

Pesan YAHWEH melalui nabi ini kepada umat-Nya bahwa:

  • Ingatlah akan rencana awal-Nya, bahwa Ia telah membuat pasangan ini (Adam dan Hawa) satu tubuh (Kej 2:24). Tidak ada wanita lain disisi Adam dan tidak ada pria lain disisi Hawa. Tidak ada manusia lain apalagi binatang di dalam kesatuan tubuh manusia pertama ini.
  • Ia mengingatkan juga bahwa kedua roh mereka adalah bukan milik mereka sendiri, tetapi milik YAHWEH, jadi mereka harus mempertanggung jawabkan kehidupan mereka kepada-Nya.
  • Tujuan dari kesatuan yang kudus dan bertanggung jawab ini ialah tidak lain: manusia ingin mendapatkan keturunan-keturunan dari Elohim atau benih-benih Elohim – keturunan yang serupa dengan gambar dan rupa Elohim (Kej 1:26-27;5:1; Hos1:10b; Kis. 3:25; 2Kor 6:18), ini merupakan suatu roh restorasi dari apa yang telah gagal sebelumnya (Kej 5:3; 6:2; Rom 3:9-18).

Bagaimana dengan pasangan suami atau istri yang belum di dalam YAHWEH? Paulus berkata itu adalah tugas suami yang telah percaya (atau istri yang telah percaya) untuk membawa pasangan hidup mereka kedalam pernikahan yang kudus, sehingga anak-anak mereka juga menjadi anak-anak kudus (1Kor 7:12-14).

Benih-benih yang elohim atau sorgawi ialah bukan karena keturunan darah maupun  kewarganegaraan manusia, tapi karena suami dan istri ber-iman dalam Yahshua Ha Mashiah bagi semua orang yang percaya (Rom 3:22), dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Ha Mashiah Yahshua. Ha Mashiah Yahshua telah ditentukan Elohim menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. (24-25a).

Budaya di atas ini tentu bukan budaya baru, itu hanyalah sebuah trend yang sedang naik, sebab 2000 tahun lalupun dicatat bahwa seorang wanita Samaria (orang Samaria adalah kelompok orang tidak percaya Elohim) telah bercerai selama 5 kali dan kemudian hidup bersama pria keenam tanpa nikah (Yoh 4:17-18). Dan para suami dan para istri di kerajaan Yunani dan Romawi meninggalkan persetubuhan yang wajar (hubungan suami-istri) dan birahi dengan teman satu jenis sex mereka (Rom 1:26-27)

Salomo berkata tidak ada yang baru di bawah kolong langit ini, pepatah orang Cina bilang ”hidup itu seperti roda”, jadi ’roda cerai dan kawin lagi’ sedang ada di atas kembali – sekali ini ialah yang terakhir kalinya, sebab Yahshua berkata “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Mat 24:37-39)

Apakah kunci utama untuk menjaga pernikahan yang kudus?

1. Kunci utama untuk itu bukanlah berhenti melihat buku-buku / majalah / DVD porno, juga bukan dengan cara mengurangi waktu dengan orang lain yang bukan istri atau suami Anda. Tetapi yang utama ialah takut akan YAHWEH.
Bukan juga dengan membuang barang-barang porno Anda, sebab itupun juga bisa dibeli kembali. Juga bukan dengan memasang kaca mata kuda pada kepala Anda, atau memakai burga (umum dipakai oleh wanita Pakistan dan Afganistan) sekalipun, sebab Yahshua telah berpesan, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat 5:28). Sebab itu takut akan YAHWEH adalah yang terutama.

Menurut penelitian-penelitian saya baik melalui pembacaan Alkitab dan penelitian lapangan saya dapatkan bahwa bila orang (baik secara pribadi maupun kelompok) menolok otoritas firman YAHWEH, yakni Alkitab: ketetapan dan perintah-perintah-Nya yang berarti juga keberadaan-Nya maka dengan cepat orang ini akan jatuh kedalam penyembahan berhala (perzinahan rohani) dan jika pada tahap ini mereka tidak berhenti dan bertobat maka mereka akan jatuh kedalam perzinahan tubuh dan jiwa: pelacuran dan atau penyelewengan sex (pasangan gelap).

Saat seorang tidak takut akan nama dan kekudusan YAHWEH, maka segera ia terperangkap di dalam jebakan yang mematikan ini: PERZINAHAN rohani, jiwani dan jasmani. Ia pasti tidak akan masuk kedalam Sorga, bahkan melihat Kerajaan Sorga saja tidak.

Jadi, masalah utamanya bukanlah menjaga mata dan pikiran kita, tetapi hati kita! Jika hati kita bersih maka bersih juga pikiran dan mata kita!! Baca  Mark 7:18-23; 2Kor 3:16-17; Mat 9:4 dan Yak 2:4. Jadi sekali lagi, takut akan YAHWEH adalah kunci utamanya (Maz 119:9), lalu:

2. Menjaga hukum rohani pernikahan: istri tunduk dan menghormati suaminya (Ef 5:22-24; Kol 3:18; 1Pet 3:1-6) dan suami harus mengasihi istrinya (Ef 5:25-30; Kol 3:19; 1Pet 3:7)

3. Memelihara hukum jasmani pernikahan: Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. (1Co 7:3). Setia kepada pasangannya pada satu sisi (sebab tubuhnya bukan lagi miliknya sendiri tapi milik pasangannya dan di sisi lainnya ialah melayani kebutuhan sex pasangannya ketika diperlukan (4-5).

Bacaan Berkait

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kebangunan Rohani di Israel


Tahun-tahun belakangan ini, jumlah orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yahshua atau Yeshua semakin bertambah jumlahnya dengan pesat. Asher Intrater salah seorang pemimpin Messianic Jews (Orang-orang Yahudi pengikut Yahshua) berkata, “Ini adalah pertama kalinya dimana kami telah melihat masyarakat Israel secara umum sungguh terbuka untuk percaya siapa Yahshua adalah. Ini sebuah mujizat nyata, …”

”Saya percaya dengan segenap hati saya, setelah kami kembali ke tanah perjanjian, kami melihat YAHWEH, Roh Kudus, mengangkat selubung yang menutupi mata-mata orang Yahudi dan lebih dan lebih lagi orang-orang Yahudi sekarang menyadarinya.” kata Pendeta Avi Mizrachi. Ia mengambil istilah dari 2 Kor. 3:8-14.

Tidak ada yang tahu secara tepat berapa banyak Orang-orang Yahudi Pengikut Yahshua (Messianic Jews), namun dipercayai jumlah mereka sekitar 10 000 sampai 15 000 (10-15 ribu) dengan 120 perkumpulan jemaat,, dibandingkan 10 tahun lalu hanyalah sekitar 3 500 orang dan 80 perkumpulan jemaat, jelas ini suatu pertumbuhan yang luar biasa. Laporan dari Joel Chenoff berjudul “Messianic Jewish Rivival” menulis: “Di USA pada tahun 1967 jumlah orang Yahudi pengikut Yahshua kurang dari 2000 (dua ribu). Saat ini perkiraan jumlah menurut study populasi Yahudi di USA antara satu sampai dua juta pengikut. Pada tahun 1967 tidak ada satupun tempat ibadah resmi dan sekarang lebih dari 700 tempat di seluruh dunia.” Konferensi Messianic Jews

Meskipun Yahshua / Yeshua adalah orang Yahudi dan murid-muridNya yang pertama juga orang-orang Yahudi sebagaimana keempat Injil menulis, namun hampir 18 abad lamanya Berita Injil atau Kabar Baik hanya dilihat sebagai sebuah kepercayaan untuk orang-orang bukan Yahudi (Gentiles). Bahkan nama Yesus / Jesus (nama Yahshua yand dikenal di kalangan bukan Yahudi) menjadi kata yang terlarang diantara banyak orang Yahudi. Pengaruh Kerajaan Romawi dan kekuasaan Gereja Roma Katolik di dalam sejarah bangsa dan negara Israel – dari sejak penjajahan sebelum Yahshua Ha Mashiah lahir sampai Nazi Holokos – telah mencoreng kemulian dan kekudusan Yahshua dan menghambat berita keselamatan-Nya dimata bangsa-Nya sendiri. Hal-hal ini yang membuat sebagian besar orang Yahudi masih susah menerima pesan Injil: Yahshua / Yeshua / Yesus telah mati tersalib untuk menebus dosa-dosa seluruh umat di dunia. Tidak sedikit dari para pengikut Yahshua ini teraniaya oleh bangsanya sendiri karena dianggap “terlibat di dalam aktivitas penginjil” aniaya ini berupa: dikirimi bom-paket, tempat pertemuan dirusak, sulit mendapat warga negara Israel dan lain sebagainya. Saatnya sekarang para orang Kristen bukan Yahudi Pengikut Yahshua di seluruh dunia menunjukkan kasih mereka kepada saudara-saudari mereka yang Yahudi sebagaimana Alkitab telah mengajar.

Terpujilah YAHWEH, banyak orang Yahudi sekarang telah mengerti bahwa Yahshua (Yang dikenal sebagai Yesus oleh penduduk dunia ini) adalah orang Yahudi sama seperti mereka, mereka tidak malu-malu lagi mengakui diri mereka Pengikut Yahshua – atau orang Kristen lahir baru dalam kontek Alkitabiah – kepada sesama Yahudi. Perkataan “Penginjil /Missionary” sampai sekarang tetap menjadi kata yang tidak enak didengar ditelinga orang Yahudi. sebab itu banyak orangYahudi Pengikut Yahshua yang memberitakan Injil kepada sesama mereka masih segan disebut “Penginjil / Missionary”

Eddie Santoro berkata, “Kami memulai hampir dua tahun lalu dengan kira-kira 20 orang, sekarang kami punya lebih dari 100. Kami melihat keselamatan disini dan disana, tetapi kami merasakan seperti akan datang lagi. Itu bertumbuh dengan pasti.”

Karen Davis, seorang pemimpin pujian dan penyembahan memberi jawaban ketika ia ditanya ”Apa arti pergerakan ini (kebangunan rohani diantara orang Yahudi) untuk tubuh Kristus?” – sebuah istilah Kristen yang berarti kesatuan yang korporat diantara para pengikut Yashua tanpa memandang denominasi. Katanya: ”Itu adalah sebuah pertempuran yang sungguh-sungguh untuk kembalinya YAHWEH, sebab Yahshua tidak akan kembali sebelum orang-orang Yahudi berkata Baruch h’abba B’shem AdonaiDiberkatilah Dia yang datang di dalam nama YAHWEH.” [Merefer kepada: Mat 23:39; Luk 13:35, Yahshua mengutip dari Maz 118:22-26;]*

Kebangunan rohani orang-orang Yahudi ini sungguh luar biasa besarnya, sampai-sampai koran sekuler Israel berbahasa Inggris Jerusalem Post pada edisi 13 Febuari 2009 membuat berita ini dihalaman depan korannya. Koran ini yang biasanya memberitakan berita sumbang tentang kepercayaan Kristen dan Orang Yahudi Pengikut Yahshua, sekarang memberitakan kabar yang jujur dan seimbang. Sebelum pemberitaan Injil ini menghasilkan buahnya, banyak koran-koran dan perusahaan media iklan menolak pemasangan ”iklan” dari para pengikut Yahshua ini, jadi mereka hanya bisa membagi-bagikan flyer dan brosus di jalan-jalan bertahun-tahun lamanya dan dibantu dengan media Kristen luar negeri. Sekarang mereka mulai diundang di TV dan radio untuk interview dan diskusi, demikian Dan Sered direktur dari Jews for Yeshua organisasi mengungkapkan perjuangan mereka (dan organisasi-organisasi sejenis itu) yang berat disertai air mata menjadi suatu musim menuai yang besar dengan disertai sorak-sorai. Mereka berterima kasih kepada Elohim dan para rekan-rekan seiman diluar negeri yang telah menolong mereka.

Nyanyian ziarah. Ketika YAHWEH memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “YAHWEH telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” YAHWEH telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya YAHWEH, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Maz 126:1-6)

* Adonai: bahasa Ibrani yang diterjemahkan menjadi LORD / Lord / Master di dalam Alkitab bahasa Inggris. Ini hanyalah cara orang Yahudi menghindari pemakain nama asli Elohim yang sebenarnya. Mazmur 118:26 tertulis the LORD atau TUHAN. Aslinya adalah YHWH dieja YAHWEH.

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog