Spanyol: Tiga imam Katolik dan guru agama ditahan karena skandal paedophile


Prosesi Santa Semana (seminggu sebelum Easter) di SpanyolPolisi Granada, atas perintah hakim, hari Senin kemarin menahan tiga orang imam Katolik untuk suatu investigasi tuduhan pelecehan seksual pada seorang anak laki-laki yang saat itu berstatus ”Altar Boy” (Putra Altar) di kota Granada.
Korban, yang dinamai ”Daniel” sekarang berusia 24 tahun, pernah mengalami tekanan mental pada tahun-tahun yang lalu karena perlakuan tidak senonoh para pemimpinnya, tahun ini menulis surat kepada Paus Francis I tentang pelecehan yang mereka lakukan ketika ia masih dibawah umur. Paus berbicara melalui telepon kepada pemuda ini beberapa kali di bulan Agustus menawarkan dukungan dan meminta maaf atas nama Gereja Katolik, dan menyelesaikan masalah ini secara intern.
Penangkapan tiga imam pada selang waktu satu hari atas tuduhan pelecehan sex adalah masalah terbesar dari masalah-masalah sejenisnya di Spanyol. Sejak 1997, 10 imam telah dinyatakan terbukti melakukan pelecehan sex, paling banyak di tahun 2010.
Sumber berita tidak menulis bagaimana masalah intern terbaru ini bisa bocor ke pemerintah Spanyol.

Sumber-sumber Pengadilan berkata para imam telah mencoba mencuci otak anak-anak dalam pertemuan-pertemuan rahasia, di mana hal-hal sexual dibahas dan didiskusikan dan anak-anak laki-laki tersebut didorong untuk menampilkan (to perform) perbuatan-perbuatan sex dengan orang-orang dewasa, yang telah meyakinkan mereka (anak-anak tersebut) bahwa  itu kontak-kontak tersebut tidaklah dosa. (Anda bisa sebut perbuatan para tokoh agama ini sebagai “pagar makan tanaman“).

“If ANYONE causes one of these little ones who believe in me to SIN, it would be better for him if a large millstone were hung around his neck and he were thrown into the sea.” – Yeshua Ha Mashiah (Mark 9:42, ISV) (emphasize added)

Lapangan sumber mengatakan para imam akan mencoba untuk mencuci otak anak-anak dalam pertemuan rahasia, di mana hal-hal seksual dibahas dan bertindak anak laki-laki didorong untuk tampil seksual dengan orang dewasa, yang meyakinkan mereka bahwa ada tidak ada dosa di pertemuan tersebut.

Mengumumkan penahanan tersebut, Menteri Dalam Negeri (MDN) Spanyol, Jorge F. Diaz, berkata: “Saya tidak percaya siapa pun dapat meragukan bahwa Yohanes Paulus II (almarhum), Benedict XVI dan, sekarang, Paus Francis ada sungguh agresif (giat/aktif) dalam upaya mereka memberantas jenis prilaku ini dari jantung gereja.”

Pernyataan positif MDN Spanyol ini, setidaknya tidaklah terbukti pada kedua Paus yang pertama. Saat Yohanes Paulus II menjadi Paus, Mr. Joseph Ratzinger adalah ketua rumah tangga Vatikan yang bertanggung jawab atas para pemimpin gereja Katolik se dunia. Skandal menjamur di saat kepausan Yohanes Paulus II dan semua masalah pengaduan skandal masuk ke Mr. Ratzinger. Media internasional (seperti terekam pada artikel “Skandal sex abuse anak GRK tumbuh seperti jamur”) menyatakan Mr. Ratzinger bahkan setelah menjadi Paus Benedictus XVI tidak berusaha memberantas skandal tersebut tetapi malah menyembunyikannya, para pihak korban dan keluarga korban berkata. Jika Paus Benedictus XVI (tugas: 4/2005-2/2013) yang terkenal sangat orthodox (ketat/konservatif dalam pengajaran) di dalam doktrin Gereja Roma Katolik  (GRK) telah dianggap ”tidak berbuat sesuatu yang berarti” untuk menghentikan ratusan skandal yang muncul pada masa kepausannya, maka pertanyaan muncul: dapatkah Paus Francis I yang tergolong liberal di mata jemaat Katolik konservatif memenuhi harapan Menteri Spanyol ini? Waktu akan menunjukkan. Dokumen kuno GRK yang bersifat “nubuatan”  yang dipublikasikan ke masyarakat dua tahun lalu menyatakan bahwa Faus Francis I adalah paus terakhir dari Gereja Katolik, suatu kejadian yang janggal yang tidak diharapkan terjadi di hadapan 10an ribu jemaat Katolik pada saat Paus mengadakan missa di St. Petrus di Vatikan, dua burung merpati Paus diserang burung gagak dan camar (kedua jenis burung ini adalah burung pemakan bangkai dan tergolong burung najis/haram di Alkitab).

“The PERSON who has my commandments and keeps them is the one who loves me. The one who loves me will be loved by my Father, and I, too, will love him and reveal myself to him. The one who does not love me does not keep my words. The words that you’re hearing me say are not mine, but come from the FATHER who sent me.” –  Yeshua Ha Mashiah (John 14:21, 24; ISV) (emphasize added)

“I correct and discipline those whom I love, so be serious and repent! Look! I am standing at the door and knocking. If ANYONE listens to my voice and opens the door, I will come in to him and eat with him, and he will eat with me.” – Yeshua Ha Mashiah (Rev 3:19-20, ISV) (emphasize added)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Laporan PBB: Kebijakan Vatikan mengijinkan para pendetanya memperkosa anak-anak


Laporan PBB pada pelecehan sex anak Vatikan di Genova 2014Komisi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tertanggal 5 Febuari 2014 mengeritik secara keras kebijakan-kebijakan negara Vatikan sebagai otoritas tertinggi Gereja Roma Katolik sedunia, khususnya dalam masalah pelecehan sex anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta Katolik di berbagai negara.
Laporan ini menyebutkan bahwa anak-anak yang telah menjadi korban pelecehan sex (skandal pedophile) tersebut telah mencapai puluhan ribu anak-anak di seluruh dunia – (ratusan ribu korban menurut president SNAP), namum sampai saat ini belum ada pendisiplinan atau hukuman nyata Vatikan terhadap para pelaku kejahatan tersebut, satu-satunya langkah yang telah dibuat Vatikan hanyalah memindahkan tempat pelayanan mereka, ”mereka telah dipindahkan dari sebuah paroki (komunitas gereja lokal) ke paroki ketika hal-hal (scandals) diketemukan, dan ini tetap menempatkan anak-anak di banyak negara dalam resiko tinggi pelecehan sex,” pemimpin Komisi PBB berkata.
Komisi PBB menyatakan dalam kritiknya tersebut bahwa ”Vatikan / Penguasa Gereja Roma Katolik secara konsisten telah menempatkan pelestarian reputasi gereja dan perlindungan terhadap para pelaku (pelecehan sex) di atas kepentingan terbaik anak-anak.”
Tahun-tahun pertama skandal pelecehan ini terkuak dipermukaan, ketika para korban yang telah berusia dewasa, 40-50 tahun membuka suara mereka di media sekelur, sebab para korban tidak melihat adanya niat atasan untuk mengakui, apalagi untuk memberi ganti rugi, sebaliknya mengancam setiap orang dalamnya yang berani buka mulut di luar dunia Gereja Katolik. Mempelari kasus-kasus sejenis yang terkuak di negara-negara Eropa, seperti di Irlandia, Belgia, Belanda, Jerman dan non-Eropa – tidaklah heran jika Komisi PBB pada laporan tahun 2014 ini menyimpulkan bahwa “Vatikan mengijinkan para pendeta mereka untuk mPaus Freancis I bertemu dengan para uskupemperkosa anak-anak.” Anak-anak yang seharusnya dilindungi baik dari sisi moral maupun hukum, tetapi sebaliknya malah dirusak oleh para pemimpin mereka; nampak seperti pepatah ”pagar memakan tananam.”
Oleh karenanya Komisi PBB ini menuntut Vatikan ”untuk segera mencabut” semua petugas gereja yang telah diketahui atau di duga sebagai peleceh-peleceh anak kecil.
Laporan ini disambut gembira oleh para pembela hak-hak anak, misalnya SNAP: ”Laporan ini memberi harapan untuk ratusan ribu korban-korban yang telah sangat terluka dan masih menderita di seluruh dunia karena pelecehan sex dari rohaniwan tersebut,” Barbara Blaine, president dari SNAP Amerika Serikat. SNAP singkatan dari Survivors Network of those Abused by Priests.

Pada saat yang sama, Komisi PBB juga mengeritik kebijakan Vatikan lainnya:
• Pelarangan pemakaian alat-alat pencegah kehamilan; contoh: kondom
• Pelarangan praktek aborsi [1]
• Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik menentang hal-hal yang berkaitan dengan homoxualiti, yakni melawan praktek lesbian, gay, bisexual dan transgendered (waria) dan menolak hak pasangan homo ini mengadopsi anak-anak [2]

Vatikan membalas kritik PBB pada pendeta pedophile dan aborsi
Uskup Agung Silvano Tomasi, kepala delegasi dari Vatikan untuk pertemuan PBB di Genova, pada kesempatan lain menyerang balik kriktik Komisi PBB atas Vatikan.
Ia berargument bahwa Arab Saudi, Syria, Uganda dan Thailand – adalah para anggota komisi PBB – yang telah menuduh Vatikan ”secara sistimatis” mengadopsi kebijakan-kebijakan yang mengijinkan para pendeta untuk memperkosa dan menjamah dengan kasar anak-anak juga telah melakukan kejahatan-kejahatan; pemerintah Uganda memakai anak-anak 10 tahun untuk bertempur, Thailand yang menlayakkan penjual sex anak-anak. Syria  yang membunuh rakyatnya sendiri dengan gas racun . [Telah terbukti bahwa yang meracuni rakyat Syria ternyata adalah para tentara pemberontak dukungan Barat dan Arab; suatu taktik perang agama yang keji dan tidak bermoral dari militan Sunni telah terbongkar di Syria, juga di Irak dan di Indonesia].
Lebih lanjut Vatikan dalam pernyataan resminya, termuat pada buletin resmi Vatikan berbahasa Itali dan Inggris itu, menyatakan bahwa point-point pada laporan PBB tersebut adalah ”usaha untuk mencampuri pengajaran Gereja Katolik.”
Pada paragraf terakhir tertulis, ”The Holy See (artinya Tahta Suci, nama lain dari Vatikan/ Gereja Roma Katolik) menegaskan kembali komitmentnya untuk membela dan melindungi hak-hak anak, sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipromosikan oleh Konvensi Hak-hak Anak dan sesuai nilai-nilai moral dan keagamaan yang ditawarkan oleh doktrin Katolik.” (Garis bawah ditambahkan).

Koin 2 Euro Uni Eropa bergambar Wanita mengendarai binatangKalimat terakhir dari pernyataan resmi Vatikan (yang di garis bawahi) menunjukkan bahwa Uni Eropa (sebagai pusat ‘kerajaan’ Barat yang membawahi NATO, ICC, PBB, Club of Rome) bukanlah yang mengendalikan Vatikan atau Gereja Roma Katolik, tetapi sebaliknya. Fakta ialah ide lahirnya Uni Eropa dimotori oleh Gereja Roma Katolik. Sehingga genaplah apa yang dinubuatkan Adonai Yeshua kepada rasul Yohanes di pulau Patmos 2000 tahun yang lalu; baca Wahyu pasal 13, 17. Dan kritik dan tuntutan Komisi PBB 2014 ini nampaknya suatu proses untuk menggenapi ayat 16 dan 17 dari Wahyu pasal 17 dan pasal 18 tersebut.

Catatan dari editor:
1. Dalam beberapa dekade yang lalu, memang benar Vatikan ’berseru di atas-atas rumah’ melalui para pemimpinnya di seluruh dunia bahwa aborsi adalah dosa. Namun ’di dalam dapur-dapurnya sendiri’ praktek aborsi adalah umum. Dan sekarang telah diketahui umum bahwa justru praktek aborsi terbesar di banyak negara di dunia saat ini terjadi di klinik-klinik dan rumah sakit yang dikelola oleh Gereja Roma Katolik. Contoh kasus: Meksiko, salah satu negara Katolik terbesar di Amerika Selatan.
2. Memang benar bahwa Gereja Roma Katolik / Vatikan secara resmi telah membuat pernyataan-pernyataan praktek homosexualiti, namun dalam prakteknya, sangat banyak pemimpin Katolik yang mempraktekkan perbuatan homosex – baik itu pedophile (hubungan badan antara pria dewasa dengan anak laki-laki / boys) dan juga sesama orang dewasa. Majalah Itali pernah membongkar prakek homosex yang dilakukan oleh para pendeta Katolik.
Semua skandal sex di dalam Vatikan disebabkan aturan hukum agamanya yang melarang semua pemimpinnya (dari mulai pendeta sampai menjadi paus) memiliki isteri.
Sederhananya: “Sebuah pohon dikenali dari buahnya,” Yeshua berkata.

Artikel ini ditulis agar supaya setiap orang tahu bahwa Alkitab adalah benar-benar Firman Elohim yang Suci, ditulis oleh para penulisnya di bawah inspirasi Roh Kudus; terlepas dari entah ada orang mau terima atau tidak kebenaran tersebut, Alkitab akan selalu membuktikan kebenarannya, seperti ada tertulis: Janji YAHWEH adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7) dan lagi:  “sebab itu beginilah firman Elohim YAHWEH “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16). “Batu yang teruji” ini adalah Adonai Yeshua Ha Mashiah, sebagaimana rasul Petrus berkata di 1 Pet 2:4-6 dalam kaitannya dengan Matius 16:18 – batu fondasi dari Jemaat / Gereja YAHWEH,  yang siapa pintu alam maut (hell) sekalipun tidaklah akan mampu mengalahkan Jemaat tersebut! Percayalah kepada Alkitab dan bukan kepada doktrin-doktrin dan klaim-klaim buatan manusia!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Statistik: Kota Vatikan peminum wine terbanyak perkapita di seluruh dunia


Pemimpin Roma Katolik minun wine anggur beralkohol Suatu statistik yang dikeluarkan oleh the Wine Institute menyatakan kumsumsi wine (minuman anggur berkadar alkohol) per kepala  terbesar di dunia adalah Kota Vatikan. Data menunjukkan bahwa penduduk Vatikan meminum rata-rata 74 liter wine – secara kasar itu sama dengan 105 botol pertahunnya. Itu mendekati dua kali lipat dibanding rata-rata orang di Perancis atau Itali secara keseluruhan, dan tiga kali lipat  jumlah komsumsi di Britania Raya.

Kota Vatikan adalah nama lain dari negara Vatikan, pusat Gereja Roma Katolik, terletak di bagian kota Roma (Negara di dalam sebuah kota), dikenal juga dengan panggilan ”Holy See”. Negara terkecil di dunia namun memiliki kuasa dan pengaruh atas pemimpin-pemimpin negara di dunia, lihat Wahyu 13, 17 dan 18.

Mungkin berita ini mengejutkan dunia, namun pemakaian wine dan sampai tingkat mabuk (tidak bisa menguasai diri lagi) telah menjadi kebiasan rutin di kalangan pendeta dan petinggi Gereja Roma Katolik. Charles Chiniquy, ex-pendeta Roma Katolik, pada bukunya ”50 Years in the Church of Rome” menyatakan mereka bukan saja meminum  sisa Wine yang lebih dari Perjamuan Suci mingguan mereka, namun rutin mengadakan pesta dan mabuk berat sampai tidak bisa bangun esok harinya.

Beberapa tahun yang lalu, polisi Itali mencabut SIM (Surat Ijin Mengemudi) pendeta Katolik berusia 41 tahun karena ia mengendarai mobil di tol dengan kadar alkohol di darahnya hampir dua kali lipat dari yang diijinkan.

Komentar:  Wine adalah satu dari sekian banyak bisnis besar yang sangat basah bagi pedagang-pedagang dunia yang berurusan dengan Gereja Roma Katolik, Alkitab berkata di Wahyu pasal 18.
Tradisi dan perbuatan pemimpin Gereja Roma Katolik sangatlah berlawanan apa yang diperintahkan oleh Alkitab.

  • Elohim melarang para pendeta (priest atau imam) dilarang mabuk, Gereja Katolik melakukan sebaliknya
  • Elohim menganjurkan para imam menikah, Gereja Katolik melarang para semua pemimpin mimbarnya menikah, berakibat lahirnya epidemi homosex dan phydofele dikalangan mereka sendiri
  • Elohim melarang para imam membotaki kepala atasnya, Gereja Katolik berlaku sebaliknya
  • Elohim melarang membuat patung dan menyembahnya, Gereja Katolik malah membuat banyak patung dan menyembahnya.
  • Elohim berkata hormatilah Nama-Nya yang kudus, Gereja Katolik justru menghinanya
  • Elohim memerintahkan untuk umat-Nya mengingat menguduskan Hari Sabat-Nya, Gereja Katolik justru melarangnya, dan mengganti hukum-Nya ini menjadi hari Minggu (hari pertama dari 7 hari).

Apakah Anda mengerti ajaran rasul Petrus di 1 Petrus 2:1-10? Jika Anda telah berpikir Gereja Roma Katolik berdiri atas kerasulan Petrus, berpikirlah kembali!Jika Anda seorang Katolik dan mengaku sebagai umat Kristen (beriman kepada Yeshua Ha Mashiah / Yesus Kristus) maka Anda haruslah benar-benar memperhatikan perintah Yeshua di kitab Wahyu 18:4-8 ini.

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pendeta Katolik dipecat karena membongkar pelecehan sex rekannya


ex-Pendeta Andre Samson St. Joseph's Oratory KanadaRev. Andre Samson mengatakan upayanya untuk mengangkat isu pelecehan seksual – seorang imam memperkosa jemaat prianya – dengan rekan sekerjanya mengakibatkan dia diasingkan dan akhirnya dipecat dari gereja Katholik terkenal  St. Joseph’s Oratory di Montreal, Kanada.

Samson berkata awal masalah yang ia hadapi di St. Joseph’s Oratory terjadi pada bulan Juni, ketika seorang pria muda yang putus asa bercerita padanya tentang perkosaan yang dilakukan seorang imam dari paroki lainnya terhadap dirinya.

Simson, 59, yang menjabat sebagai pendeta militer selama Perang Teluk Persia dan mengajar ilmu konseling di University of Ottawa, mengatakan selama bertahun-tahun ia telah mendengarkan banyak orang muda dalam krisis, tapi ia belum pernah melihat seorang seperti pemuda ini yang sepertinya mengalami “tekanan psikologis yang parah.”

Dengan pergumulan yang berat, Samson berpikir masalah ini penting untuk ia ceritakan kepada rekan-rekan kerjanya.
”Saya bagikan penderitaanku  dan marahku terhadap imam tersebut yang telah menghancurkan kehidupan pemuda 18 tahun ini,” Samson bercerita.
Tetapi ceritanya dihentikan segera. Ia distop hanya dalam dua atau tiga menit, sementara mendiskusikan hal itu dengan tiga imam lainnya pada saat makan siang di ruang makan kantor.
”Pemimpin komunitas menjadi marah,” Samson berkata, ”ia berkata, ’Jangan bicara tentang ini di sini. Itu tidak boleh. Kita tidak bicara tentang ini di sini!’”

Pada hari yang sama, Claudel Petit-Homme, pemimpin komunitas tersebut, melarang Simson untuk makan siang di ruang makan, dan dianggap keluar dari jabatannya. Lalu beberapa bulan kemudian ia resmi dipecat.

Samson bercerita kebingungan dan kemarahannya kepada reporter the Canadian Press; dimuka umum pemimpin utama Katolik, paus Francis di bulan July, menyatakan akan meningkatkan keterbukaan tentang pelanggaran sex dan menindak tegas para imam yang bersalah, namun di sisi lainnya ia dipecat hanya karena membela seorang korban sekalipun ia telah mengabdi lama di gerejanya.
”Ini tidak mudah sebab sebagai imam-imam kami memberi hidup kami kepada gereja (Roma Katolik),” kata Simson, sementara suaranya pecah dengan emosi, ”dan itu menyedihkan bagaimana kami dapat dihianati oleh gereja ini.”

Pemimpinnya menyangkal bahwa ia dipecat karena masalah pelecehan sex yang ia telah bawa ke meja makan, namun Simson bersikeras bahwa ia disukai oleh umat paroki dan percaya ia dipecat karena  telah mengangkat masalah tabu tersebut.

Samson, yang telah bertugas selama 30 tahun sebagai imam katolik dan sebagai professor di universitas, berkata kepada reporter bahwa ia ingin masalah ini ”go public” mematahkan ’kode tutup mulut,’ ia menguatkan dirnya, ”Saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa jika saya tidak berbicara, siapa yang akan berbicara? Tidak ada seorangpun dapat sungguh berbicara karena mereka begitu rawan.”
Dua sumpah ‘aneh’ bagi pekerja Gereja Roma Katolik yang merupakan bagian dari “kode tutup mulut” adalah:

  • “Saya tidak akan pernah menginterpretasikan Kitab-kitab Suci kecuali sesuai dengan persetujuan yang utuh dari para Bapa Yangkudus (Holy Fathers) .” Ini sumpah calon pendeta Katolik
  • “… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ‘Saya akan percaya bahwa PUTIH yang saya lihat adalah HITAM, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.” Ignatius de Loyola, pendiri dan jenderal Jesuit. Paus Francis I adalah paus Jesuit pertama.

Para paus memanggil diri mereka sendiri sebagai Holy Fathers bukan saja telah melanggar perintah Yeshua di Matius 23:9, lebih parah lagi itu indentik dengan menghujat otoritas, nama dan perintah utama YAHWEH (Kel 20:1-7; Yes 43:11; Yes 44:6).

Komentar: Saudara Simson akanlah mengerti lebih baik tentang gerejanya (Roma Katolik) seandainya ia telah membaca buku atobiografi ex-Pendeta Katolik Charles Cynique ”50 Years in the Chuch of Rome.”
Seberapa besar apapun dedikasi pelayanan seseorang kepada institusi agamanya, segera ketika terang sorgawi membuka matanya cepat atau lambat ia akan menjadi musuh dari tuanya yang lama.

Bacaan berkait:

Referensi:

Shunned, then fired: a priest’s tale of what happened when he shared story about sex abuse

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Gereja Roma Katolik, praktek homosex, HIV/AIDS dan jalan keluarnya


Tupai peka dengan kondisi sekitarnyaRasul Paulus: ”Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Karena Elohim tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yeshua Ha Mashiah, YAHWEH kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1Tes 5:4-11)

Artikel ini saya dedikasikan bagi para pria, khususnya bapa-bapa, yang secara alami dikaruniakan jabatan sebagai kepala rumah tangga, imam dan sekaligus pelindung bagi se-isi rumahnya. Jabatan yang besar memberi tanggung jawab yang besar, karena itu Elohim tidak hanya memberikan bahu yang besar kepada laki-laki, lebih dari itu pikiran dan pengertian yang dalam dan bijaksana untuk menjalankan fungsinya. Penghormatan dan kridit saya berikan kepada mereka yang telah bekerja keras meneliti dan memberitakan bahaya dari hubungan  homosex, terlebih bagi mereka yang berurusan langsung menolong para korban yang terinfeksi dan melakukan pencegahan terhadap transmisi virus yang sangat berbahaya ini.

Tujuan: Artikel di bawah ini berbicara bukan tentang masalah politik dan bukan juga keagamaan, – sekalipun keduanya terlibat, sebab Roma Katolik adalah sebuah pemerintahan politik dan keagamaan (‘Gereja’), tambahan praktek homosex telah dipakai secara salah oleh para politikus dan rohaniwan – artikel ini mengamati apa yang para pemimpin Gereja Roma Katolik lakukan dan yakini tentang praktek tersebut, mengamati hubungan HIV/AIDS dengan praktek homosexual, dan pada ujungnya melihat bagaimana Alkitab memberi jalan keluar dari kemelut budaya akhir jaman tersebut. Semoga para Muslim pun mendapat pencerahan, sedikitnya sadar bahwa Kristianiti (ajaran Kristen) dan agama Roma Katolik jauh berbeda, jadi para Muslim harus berhenti memutar balikkan pemakaian “Kristen” dan “Katolik.”  Elohim memberkati kita semua.

Pendahuluan. Kapan terakhir Anda mendengar berita tentang pria homosex (gay)? Bagaimana dengan berita kematian karena penyakit AIDS? Tentu berita korban karena “aksi terrorist dan pembom bunuh diri” sering kita dengar, namun tahukah Anda bahwa tingkat korban terinfeksi dan terbunuh karena AIDS pun tidak kalah tinggi.
Memasuki tahun 2000, berita mengenai homosexualiti semakin menjadi berita utama di media komersial internasional, umumnya itu hadir dalam bentuk ”pembelaan persamaan hak asasi bagi pria homosex (gay)” dan ”parade homosex / gay pride.” Namun sedikit sekali, jika tidak bisa dikatakan hampir tidak pernah, diberitakan tentang penyakit HIV dan AIDS [1] yang sangat menakutkan dan sangat mematikan, apalagi mengaitkan keduanya sebagai rantai reaksi sebab-akibat hampir sama sekali jarang dimuat atau terdengar di media. Melalui mesin pencari data Google saya mengetik ”what is hiv aids” hanya dalam setengah detik keluar “sekitar 119,000,000” (mendekati 120 juta) link artikel, terlihat bahwa telah banyak orang menyadari bahaya ”monster yang kejam ini” dan membawanya kepermukaan untuk membangunkan perhatian masyarakat. Kondom bukanlah pemecahan terbaik untuk mencegah transmisi infeksi HIV dan AIDS, tetapi pengetahuan akan Firman YAHWEH, yakni Alkitab – inilah cara yang terbaik.

1. Sejarah Homosexual[2] atau praktek homosex (hubungan intim dengan sesama jenis kelamin)
“…tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari,” raja Salomo berkata, dan ia melanjutkan, “Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)
Praktek homosex telah ada sejak di jaman Abraham (2000 BC), dipraktekkan secara umum di Lembah Yordan dengan kota-kotanya terkenalnya seperti Sodom, Gomorah (Kej 18-19). Juga telah dikenal pada masyarakat Yunani kuno di jaman Herodotus (sejarawan Yunani; 484-425 BC) dan Plato (ahli philosophy; 428-427 BC), termasuk bahkan hubungan pederasty (phedofily) yaitu hubungan intim antara pria dewasa degan pria remaja.[3] Praktek ini juga telah terjadi dalam masyarakat Roma kuno, negara tetangga Yunani, sebagaimana rasul Paulus menyinggung perkara ini dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, dimana bukan hanya para pria (gays) tetapi juga para wanitanya (lesbians) mempraktekkan perbuatan tersebut. Baca Roma 1:18-28.

2. Pernyataan Gereja Roma Katolik tentang praktek mengenai homosexual – tidak sesuai dengan isi Alkitab Ayat Alkitab Mazmur 119 ayat 105 Firman-MU pelita bagi kakiku
Beberapa abad yang lalu masalah homosexualiti adalah perkara yang tabu untuk dibicarakan di dalam Gereja Roma Katolik, namun sejak terungkapnya “skandal” praktek homosexual dan pedofilia (pedophile) di antara petinggi Katolik (paus, kardinal, pendeta) beberapa tahun yang lalu, maka status “skandal” tersebut sekarang telah menjadi status “dapat dimengerti” bahkan saat ini berkembang menjadi “bagian dari hak asasi manusia.” Berikut ini data kasarnya:

A. Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik mengenai praktek homosexual
”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ’Saya akan percaya bahwa putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.’”, Ignatius de Loyola.[4]
Gereja Roma Katolik bukan saja membela praktek mesum ini, lebih dari itu menyatakan pelakunya sebagai ”umat Elohim.” – Kardinal Bernardin: “… para pria homo adalah anak-anak Elohim (gays are children of God), mereka harus dikasihi dan para Katolik haruslah membela hak-hak mereka.  Chgo SunTimes Oct. 21, 1994 p. 18 art. Bernardin Letter Tackles Hot Topics for Teenagers.  Bandingkan dengan firman Elohim di Suratan rasul Petrus: 1 Petrus 2:9-10.[5]

Gereka Katolik ingin menumbuhkan gereja lokal bagi para pria (gays) dan wanita (lesbians) yang mempraktekkan sex sejenis, ”Usaha untuk membuat gereja-gereja lokal lebih ”terbuka dan menyambut homosexual. Tidak ada kesalahan moral ada sebagai homosexual. Para homosexual didorong untuk menerima sakrament-sakrament dan berpartisipasi dalam kehidupan gereja (Katolik), sejauh mereka tinggal dalam pengajaran gereja (Katolik).”[6]

Joseph Ratzinger[7]  aka “Paus Benedixtus XVI”, yang berasal dari Katolik garis keras mencoba menyetop praktek homosex bagi calon pendeta. Pada surat resminya tahun 2005 ia menilai homosexuality sebagai “sebuah kecenderungan kuat memerintahkan kearah kejahatan moral intrinsik” dan “gangguan objective,” karenanya para pria yang memiliki “kecenderungan homosexual yang dalam” seharusnyalah tidak menjadi imam-imam.”[8] 17 Desember 2012, Mr. Ratzinger (paus) menerima laporan 300 halaman dari tiga kardinal, tentang jaringan para pendeta homosex yang bekerja di Vatikan, namun juga bermain di sector sekuler di kota Roma misalnya jaringan pelacur pria yang bekerja di sauna untuk umum, spa untuk kesehatan dan bahkan tempat tinggal pribadi yang diperuntukkan bagi uskup agung yang terpercaya. Sumber berita menduga bahwa laporan 300 halaman ini adalah faktor penyebab pengunduran dirinya sebagai paus, dan digantikan oleh Mr. Bergoglia (paus Francis). Sumber laporan yang sama juga menulis bahwa investigasi atas kematian terbakar waria bernama “Brenda” di tahun 2009 (yang mempunyai affair dengan Mr. Marrazzo) mengkaitkan beberapa pendeta Katolik tingkat atas bahkan beberapa kardinal  sebagai para pelanggan jaringan waria elite kota Roma. Mr. Marrazzo (ex-gubernur Lazio) saat itu pengurus gedung perjudian Monte Cassino yang dimiliki oleh Vatikan. [9]

 Paus Francis IB. Pernyataan terbuka Paus Francis I, Jorge Mario Bergoglia, tentang praktek homosex adalah OK baik bagi para pemimpin Gereja Roma Katolik. Sejak Mr. Bergoglia, aka Paus Prancis I, terpilih menjadi Paus (13 Maret 2013) [10],  banyak kebijakan Vatikan telah berubah secara radikal. Pada perjalanan pulang dari kunjungannya ke Brazilia (30 Juli 2013), di depan para wartawan ia menganggap praktek homosex para pendeta Katolik sebagai hal yang harus diterima, ”Jika seorang adalah gay (pria homosex) dan ia mencari Adonai (Tuhan) dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?”  Koran menulis dan berlanjut, “Francis berkata kepada para wartawan dalam bahasa Itali tetapi memakai kata Inggris “gay”, Itu sebuah kata yang oleh para paus sebelumnya secara besar-besaran dihindari untuk disebut.”[11]

Paus yang sama, hanya dalam setengah tahun pertama dari periode kepausannya telah menyatakan hal-hal yang sangat liberal bahkan bagi pemikiran orang Katolik sendiri, misalnya: “orang Atheis dapat selamat melalui hati nuraninya sendiri” tanpa perlu Yeshua (Yesus), dan “para pemimpin yang besar dari umat Elohim, seperti Musa, selalu menyisahkan ruang untuk kuatir. Pernyataan paus ini mendapat gayung bersambut.

  •  Bernard Felley[12], seorang uskup Roma Katolik yang ‘konserfatif,’ pada konferensi press 11-13 Oktober di kota Kansas memperingatkan para pendengarnya bahwa paus Francis mempercepat kehancuran gereja Katolik, “situasi dari Gereja (Roma Katolik) sungguh berantakan. Dan paus yang sekarang membuat itu 10,000 kali lebih buruk.” Paus Francis figur yang berbahaya dan tidak perlu diikuti katanya lebih lanjut, ”Ia merusak segala sesuatu. Tunggulah, sehubungan ia sebagai paus, tetapi jangan ikuti dia.” Francis dilabelkannya sebagai ”Kita memiliki di depan kita seorang Modernist yang asli.”[13]
  • Jerome R. Corsi, reporter senior WND.com mengkomentari pernyataan paus yang baru ini dengan judul artikel, “Saat ini tidak becanda: Apakah paus Katolik?[14]

Apakah pernyataan Paus Francis tentang Catholic gay priests sebagai tanda “laju kereta api sudah tidak dapat ditahan lagi,” (merefer pada surat Paus Benedictus XVI di atas), atau semua ini sebagai sebuah tanda bagi penduduk dunia bahwa “saatnya telah tiba untuk Gereja Roma Katolik membuka topengnya.” Waktu akan menunjukkannya.

Doktrin Mr. Bergoglio tentang homosex sangatlah berbeda sebelum ia jadi paus, pada suratnya untuk para suster Katolik di Argentina ketika pernikahan sex sejenis dilegalkan di negeri itu, ia menyatakan praktek ini sebagai “penolakan total dari hukum Elohim yang terpahat di hati-hati kita” dan pelegalan tersebut ia nyatakan sebagai “sebuah gerakan yang dilakukan oleh Bapa Pendusta yang mencoba membingungkan dan menipu anak-anak Elohim.”[15]
Paus telah pindah arah 180 derajat! Dalam doktrin Katolik Paus adalah “Tuhan di bumi,” atau vicar of Christ,” ia punya kuasa untuk merubah skandal itu jika ia berkehendak, namun popularitas dan penghormatan dunia nampaknya lebih penting bagi paus.

Gary Hall the Dean of the National Cathedral Washington DCC. Gary Hall, pemimpin senior dari gereja Katolik The National Cathedral di Washington DC.
Pada ceramahnya di penghargaan kepada para remaja pria homosex (gay youths) di gerejanya (dikutip 9 Oktober 2013) untuk mempromosikan hak-hak pria homo, ia tidak hanya “mendukung gaya hidup homosex” lebih lagi menyatakan “menolak homosexuality adalah suatu dosa,” Mr. Hall berkata, “Kita sekarang harus berani mengambil langkah akhir dan menyebut homophobia dan heterosexism … adalah dosa.” Mr. Hall mendorong semua gereja Katolik untuk mendukung budaya homosex Katolik, ia berkata, Hanya ketika semua gereja kita mengatakan itu  dengan jelas, berani dan dengan keteguhan, barulah akan melepaskan remaja LGBT kita (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender /bencong) bertumbuh dalam ‘sebuah budaya’ yang secara total merangkul mereka sebagaimana mereka ada.” Mr. Hall juga berkata kecenderungan napsu sex ini sebagai sebuah karunia.[16]

Pernyataan Mr. Hall ini jelas memutar balikkan kebenaran firman Elohim dan menjerumuskan para remaja Katolik semakin dalam tenggelam dalam lumpur yang sedang menelan kesehatan dan jiwa mereka. Peter LaBarbera dari Americans for Truth About Homosexuality menyatakan bahwa semua pernyataan Mr Hall ini salah, dan pemakaian kata “homophobia” hanyalah sebuah kata rhetoric dari Gereja korupsi. Sumber dari mana berita ini dikutip dengan jelas mengenali motif dari Mr. Hall ini “merubah masalah moral menjadi masalah politik,” itu nampak pada paragraf pertamanya.

Tidak diragukan ada banyak pekerja dan jemaat Roma Katolik yang tidak setuju dengan budaya praktek homosexual dan kebijakan liberal para petinggi gereja Roma Katolik ini, hal terbukti dengan adanya gelombang besar orang-orang Katolik yang meninggalkan jabatan dan keanggotaan mereka, belum lama ini seorang sejarawan Katolik yang terkenal di Perancis mengambil tindakan bunuh diri sebagai tanda protesnya.

3. Konsekuensi dari prakpohon buruk menghasilkan buah yang buruk Matius 7 ayat 18-20tek homosex; data  statistik korban HIV dan AIDS
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  (Mat 7:18-20)
Sebelum kita melihat data statistik yang dikeluarkan oleh dokter dan badan resmi kesehatan Amerika tentang efek buruk dari praktek homosex, ada baiknya kita mengerti dahulu arti kata ”homophobia” dan ”heterosexism” yang Gary Hall nyatakan sebagai dosa.

A. Definisi kata homophobia dan heteroxism.
Dua kata ini adalah perbendaharaan kata Inggris yang baru, awal tahun 70an kata homophobia belumlah dikenal oleh umum, apalagi kata heterosexism, yang terakhir ini sungguh sebuah kata baru, kita bisa sebut itu sebagai ”Made In Roman Catholic Church.”
Homophobia terdiri dari dua kata homo dan phobia; homo untuk hal-hal yang berkaitan dengan homosexualiti, sedangkan phobia adalah istilah kedokteran seorang yang memiliki suatu ketakutan besar yang tidak masuk akal akan sesuatu. Jadi homophobia artinya

  • seorang yang memiliki ketakutan besar yang tidak masuk akal akan (bahaya, ancaman, konsekuensi) homosexualiti (istilah kedokteran); atau
  • seorang yang sangat benci atau takut akan orang homosexual (istilah politik).

Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA. Senjata Rohani Weblog

Untuk mengerti perbedaan dunia kedokteran dengan dunia politik dalam kata ”-phobia” lihat dan bandingkan dua kelompok kata phobia ini agoraphobia (ketakutan berlebihan akan tempat terbuka);  ornithophobia (ketakutan berlebihan akan burung; contoh: kumpulan burung darah/ piegens); anthrophobia (ketakutan berlebihan akan bunga) dengan phobia berikut: ophidiophobia (ketakutan berlebihan akan ular), demonophobia (ketakutan berlebihan akan iblis /demon); hadephobia (ketakutan berlebihan akan Neraka)

Heterosexism, surprise, surprise kata ini belum tertulis di kamus!  Namun dari pernyataan Gary Hall di atas kita tahu apa arti dari kata heterosexism atau “faham heterosex;” sejenis dengan kata ”communism,” ”atheism atau “confucianism dan lain-lain, tidak lain dan itu pasti bahwa kata heterosexism yang dimaksud pemimpin Katolik ini indentik artinya dengan “anti-homosexual; anti-ORANG homosex,” perhatikan sekali lagi definisi dari “homophobia” dan “homosexual” (footnote no. 2).

Terlihat bahwa pemimpikin Katolik ini mencoba merubah sesuatu yang alami dan universal menjadi sesuatu yang tidak normal dan exclusive; ketetapan Elohim “hubungan sex antara pria dan wanita,” atau tepatnya “hubungan sex antara suami dan isteri” menjadi sebuah “suatu faham agama yang membenci ORANG homosex.
Mr. Hall telah merubah ”baik” menjadi ”jahat” dan sebaliknya ”jahat” menjadi ”baik; “kudus” menjadi “najis” dan sebaliknya “najis” menjadi “kudus.” – hitung berapa banyak perintah Elohim pada 10 Perintah YAHWEH ia telah langgar. Berbaju pendeta, memakai Nama-Nya, tetapi memutar balik Kepribadian dan Firman Elohim; waspadalah!!

Dengarlah dan ketahuilah baik-baik. Tidak ada ajaran dan Kitab Suci lain, selain Alkitab, yang begitu tegas memerintahkan umatnya dengan perintah ”kasihilah sesamamu” bahkan mengasihi  orang lain ”seperti mengasihi dirimu sendiri.” Namun para rohaniwan, politikus yang jahat dan para bisnisman di industri gay porno telah memutar balikkan fakta. Anda bertanya apa buktinya? Dengan mengatakan bahwa ajaran Kristianiti adalah ajaran kebencian, dan Alkitab penuh dengan kebencian, sebaliknya praktek dosa haruslah diberi hak dan dilindungi undang-undang negara. Kebencian Gereja Roma Katolik kepada Alkitab di Jaman Revormasi Gereja ternyata tetap membara sampai hari ini.
Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA – sebab kedua PERBUATAN tersebut memiliki konsekuensi yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan di bumi – negara jadi bankrut dan terpecah belah, dan pelakunya akan dilempar ke dalam hukuman kekal.

“Fakta kedokteran menunjukkan bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM),” CDC.org

B1. Laporan kedokteran dan pemerintah Amerika tentang transmisi HIV dan AIDS [17] Organisasi  The Foundation for AIDS Research (amfAR) laporan Oktober 2013 statistik seluruh dunia sebagai berikut: [18]

  • Lebih dari 35 juta orang saat ini hidup dengan HIV/AIDS
  • Di tahun 2012, diperkirakan 2,3 juta orang baru saja terjangkit HIV; 1,6 juta meninggal akibat AIDS
  • Dari permulaan epideminya, lebih dari 75 juta orang telah terinfeksi HIV dan 36 juta telah meninggal karena HIV
 “Dari pertengahan tahun 1980 dan seterusnya, AIDS telah memegang peranan yang sangat utama dalam mendorong mundur kebiasaan revolusi sexual di kota-kota besar Amerika Serikat.” [19]Mungkin generasi pemuda yang sekarang sudah lupa “kasus” 1980 tersebut.
Fakta-fakta singkat [20]
  • Lebih dari satu juta orang hidup dengan HIV di AS
  • Satu dari lima hidup dengan HIV tidak sadar akan infeksi mereka
  • MSM,* khusunya remaja, MSM negro adalah paling berat terjangkit oleh HIV
  • Dalam ras, orang-orang Afrika Amerika menghadapi beban HIV yang paling berat [lalu diikuti oleh pria kulit putih, laporan menulis]

Fakta kedokteran menunjukkaDiagram HIV infeksi in AS 2009 oleh katagory transmisin bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM). Dari tahun 2006 ke 2009 diperkirakan infeksi HIV baru di AS sebagai berikut: MSM/ (homosexual) = 61%; Heterosexual (27%); IDU = 9 % ; MSM/IDU = 3%

Statistik (updated Oktober 2013) dari amfAR tentang korban HIV/AIDS di Amerika Serikat (AS):[21]

  • Diperkirakan 50.000 infeksi HIV baru muncul di AS setiap tahun
  • PSP / MSM terhitung mayoritas dari diaknosa HIV/AIDS baru, meskipun PSP/MSM hanya sekitar 4% dari populasi pria AS.
  • Diaknosa HIV baru diantara PSP/MSM lebih dari 44 kali lebih tinggi pria lainnya di tahun 2008

*) MSM singkatan dari “Men Who Have Sex with Men” (Para pria yang berhubungan sex dengan para pria; dalam satu kata MSM = Gays). Heterosexual: hubungan sex antara pria dengan wanita. IDU (Injection Drug Users; pemakai obat suntik).

Sekarang kita perhatikan laporan di bawah ini, perhatikan hubungan antara 10 kota Amerika yang paling ’bersahabat’ dengan budaya homosexual dengan 10 kasus AIDS terbesar menurut kota dan negara bagian Amerika Serikat:

Top Ten most Gay-Friendly Cities in the U.S. [22]1.    Palm Springs, CA
2.    San Francisco, CA
3.    Seattle, WA
4.    Long Beach, CA
5.    Cambridge, MAGay & Bisexual Men the most severely effected by HIV
6.    Los Angeles, CA
7.    Portland, OR
8.    Philadelphia, PA
9.    San Diego, CA
10.  New York, NY

Top Ten Reported AIDS Cases (States / Territories) [23]
1. New York: 190,363
2. California: 159,606
3. Florida: 116,041
4. Texas: 76,674
5. New Jersey: 53,756
6. Georgia: 38,084
7. Pennsylvania: 37,842
8. Illinois: 37,592
9. Maryland: 35,395
10. Puerto Rico: 32,057

Top Ten Reported AIDS Cases (Metropolitan Areas)
1. New York City, NY: 126,237
2. Los Angeles, CA: 43,448
3. San Francisco, CA: 28,438
4. Miami, FL: 25,357
5. Washington DC, WV: 24,844
6. Chicago, IL: 22,703
7. Philadelphia; PA: 20,369
8. Houston, TX: 19,898
9. Newark: 17,796
10. Atlanta, GA: 17,157

California adalah negara bagian (United State) yang paling liberal di Amerika, dan kota New York adalah ibukota yang paling terkenal di dunia untuk kehidupan malamnya. Di sini jelas bahwa homophobia hanyalah propaganda politik kelompok tertentu untuk membenarkan praktek homosex yang sangat merugikan diri mereka sendiri,  masyarakat dan negara. California adalah negara yang memiliki hutang yang sangat besar. Dan berikut adalah data pendeta Katolik Amerika yang meninggal karena AIDS.

B2. Laporan ”tabu” pendeta Roma Katolik yang meninggal karena AIDS di Amerika Serikat.” [24]
“Pendeta (Katolik) pertama yang saya lihat dengan AIDS — itu di tahun 1982 — kami tidak menaruh (kata) AIDS pada sertifikat kematiannya, sebab mereka (Gereja Katolik) ingin kami tidak melakukannya,” Farley Cleghorn berkata. Ia seorang epidemiologist dari the Institute of Human Virology di Baltimore.“Beberapa dari mereka telah berhubungan sex di seminari dan berlanjut setelah ditasbiskan, beberapa dari mereka telah berhubungan sex pertama mereka dengan pendeta-pendeta lainnya atau dengan jemaat  setelah mereka ditasbiskan.” Charlie Isola, psychotherapist of NYC berkata tentang para pendeta homosex yang menderita AIDS.
Banyak pendeta dan ahli perilaku Logo AIDS in the Priesthoodberpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya. [Doktrin ini bertentangan dengan ajaran Alkitab, fakta bahwa rasul Petrus sendiri menikah – Katolik mengklaim Petrus sebagai paus pertamanya; Petrus hidup 300 tahun lebih awal sebelum Roma Katolik lahir] Artikel lengkapnya bisa baca di sini: Judy L, Thomas, The Kansas City Star

Sebagaimana kita tahu sekarang bahwa praktek homosex di kalangan pemimpin Gereja Roma Katolik bukanlah suatu yang rahasia dan tabu lagi, namun efek sampingan dari praktek tersebut masih tetap sebagai perkara tabu – manusia tetap sadar bahwa hal ini adalah perkara moral dan bukan politik!

Banyak pendeta dan ahli perilaku berpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya.

Berikut ini adalah data kematian pendeta Katolik Amerika karena transmisi AIDS.
Ratusan imam (pendeta / pastor) Roma Katolik di berbagai Negara Amerika Serikat telah meninggal karena sakit yang berkaitan dengan AIDS, dan ratusan lebih hidup dengan (penyakit) HIV. … Tetapi itu nampak bahwa para imam yang sedang sekarat karena AIDS ada pada tingkat sedikitnya empat kali (lebih tinggi) dari penduduk umum AS, menurut perkiraan dari para ahli medis dan para imam dan analisis statistik kesehatan oleh The Star Kansas City.”

Laporan berlanjut, ”Kematian para imam rata-rata pertahun yang dikonfirmasikan oleh (koran) The Star telah meninggal karena AIDS di Kansas dan Missouri dari 1987 ke 1999 adalah 7 per 10.000, atau tujuh kali dari populasi penduduknya.

A.W. Richard Sipe, seorang bekas imam Katolik yang telah menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun untuk mempelayari masalah-masalah sex di gerejanya, berpikir bahwa sekitar 750 imam / pendeta di seluruh Amerika Serikat telah meninggal karena penyakit tersebut. (dengan kata lain) Delapan kali lebih tinggi dibanding penduduk umum [penderita AIDS] Amerika Serikat.
Joseph Barone, seorang psychiatrist dan ahli AIDS dari New Jersey menyatakan 11 kali lebih tinggi.”
Panorama, majalah Italia mengklaim “98% pendeta di Roma (pusat dari Gereja Roma Katolik) adalah orang homosex (gays).” [25]

Mungkin Anda bertanya, mengapa praktek homosexual ini begitu membahayakan tubuh?, Silahkan baca artikel ini: MEDICAL CONSEQUENCES OF WHAT HOMOSEXUALS DO By Paul Cameron, Ph.D.

Evaluasi: Jika itu sudah terbukti berbahaya dan telah menelan banyak jiwa pelakunya, dan juga pribadi-pribadi lain yang Pohon Kehidupan dan buahnyaterinfeksi sekalipun tidak melakukan praktek homosex ini (seperti para isteri, bayi-bayi, pasien transfusi darah dsb.), mengapa kasus ini tidak disebar luaskan di media, seperti peringatan “bahaya merokok” yang sangat gencar dilakukan di banyak negara Barat?  Mengapa organisasi besar dan pemerintah hanya memotong ranting  dan membuangi buah dari pohon yang tidak baik, bukankah lebih efektif dan murah jika kita potong akar dari pohon tersebut?  Tiga dari banyak alasan utama mengapa akar dari ‘epidemi HIV/AIDS’  tidak dipotong , saya pikir, adalah ini:

  1. Vatikan/ Gereja Roma Katolik mengontrol media internasional, Vatikan adalah salah satu institusi terkaya di dunia.
  2. Industri porno pria homo (gay) adalah bisnis yang sangat basah. Diperkirakan menghasikan 40 billion dollar pertahunnya di Amerika saja; jauh lebih banyak uang dibanding bahkan dunia bisnis olah raga profesional misalnya, tulis sebuah situs. Suatu laporan investigasi pada industri porno di  Brooklyn menyatakan “upah rata-rata bagi bintang porno pria adalah 500-600$; Gay porno dibayar tiga kali lipat dari jumlah tersebut.”[26] Dan alasan lainnya,
  3. Mungkin yang terakhir ini akan mengejutkan banyak pembaca. ‘Gaya hidup’ ini menggenapi nubuatan Alkitab bahwa kedatangan Yeshua yang kedua kalinya terjadi sama seperti pada jaman Nuh dan Lot yakni “pesta pora, kawin dan sibuk berbisnis.” (Luk 17:26-30)

Jadi kita dapat katakan bahwa gerakan anti-Homophobia aka Pembelaan Hak para LGBT yang sering menjadi berita utama di media Barat, terbukti hanyalah propaganda politik,[27] dan bukan ilmu kedokteran. Lebih banyak orang heterosexual yang terancam oleh para pria homo dari pada sebaliknya dan pelecehan sexual secara persentasi lebih banyak dilakukan oleh kelompok Gay dari pada orang Heterosexual demikian juga dengan jumlah korbanya. Ini bisa dilihat pada artikel Skandal sex-abuse anak Roma Katolik tumbuh seperti jamur” dimana satu pendeta homosex bisa menelan kesucian puluhan anak laki-laki.

4. Jalan keluar.
A. Kembali kepada standard moral Firman YAHWEH, yakni Alkitab  the Holy Bible
Bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula Anda kepada Elohim.
Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa (Kej 2:17, 3:6-7), maka sejak hari itu – sampai sekarang – hati dan jiwa manusia memiliki ”pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat” yang kita sebut sebagai ”hati nurani” atau ”conscience” dalam bahasa Inggrisnya.

Kita perlu selalu untuk meminta Elohim menguduskan hati nurani dan roh kita, sebab hanyalah hati yang kudus yang dapat melihat terang dan kebenaran Elohim, yang darimana seseorang dapat bertindak di atas kebenaran dan keadilan sesuai standard-Nya. Jaman ini keadilan sering kali di rusak bahkan di ruang-ruang pengadilan itu disebabkan oleh karena si penegah hukum 1. Tertuduh oleh hati nuraninya sendiri (oleh sebab ia sendiri pelaku dosa), 2. Takut dan tunduk pada roh intimidasi / terror Setan.

Oleh karena itu kita dan khususnya para penegak hukum dan pembuat hukum perlu bertobat dan megundang Roh Kudus, yakni Roh YAHWEH, untuk tinggal di dalam kita, dan meminta Dia untuk selalu menguduskan / memurnikan hati dan roh kita sebagaimana raja Daud memohon di Mazmur 51 (ayat 12-14)   – Create in me a clean heart)

B. Kembali kepada kehidupan membaca Alkitab dan mempraktekkan isinya dalam kehidupan kita sehari-hari
”Pada doktrin Katolik hanya ada 56 ayat Alkitab yang dipakai sebagai referensi untuk menjawab 776 pertanyaan, dan lebih dari 75% dari ayat-ayat yang didaftarkan tersebut telah diambil sungguh-sungguh di luar konteknya,” Nicolai, seorang ex-murid seminari Katolik berkata. “Itu berarti,” ia berkata, “sejumlah besar 86,2% dari jawaban (di Doktrin Katolik ini) TIDAK ditemukan dalam Alkitab! Mengapa orang Katolik mengabaikan ini? Mungkinkah karena kutipan berikut ini?” Nicolous memberi kutipan  Ignatius de Loyola, pendiri organisasi Jesuit (Serikat Yesus), ”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: Saya akan percaya bahwa (warna) putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja menyatakan itu demikian.” [28]

Benarkah kecenderungan napsu sex kepada sesama jenis adalah normal atau genetik seperti klaim pendukung homosexual?, dengan kata lain, benarkah gay itu karya Elohim? Apakah Anda tahu bagaimana Elohim melihat praktek homosex ini? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita perlu melihat Alkitab, sebab Alkitab adalah buku sejarah peradaban manusia, terlebih lagi itu adalah kitab  yang menulis tentang hati dan pikiran Elohim mengenai manusia ciptaan-Nya, mahluk yang special di mata-Nya.

Illustrasi Matius 7 ayat 171. Penciptaan manusia. Alkitab menulis Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Elohim diciptakan-Nya dia; laki-laki (Adam) dan perempuan  (Hawa) diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:27). 4000 tahun kemudian ketika Firman Elohim menjadi manusia, Dia kembali mengingatkan manusia tentang perkawinan: Jawab Yeshua: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  (Mat 19:4-5) – Pernikahan diluar dari pasangan laki dan perempuan tidak akan menghasilkan “satu daging” di mata Elohim! Tidak ada berkat jasmani (anak kandung, kepuasan sex yang sesungguhnya) dan tidak ada berkat rohani (kebahagian rumah tangga dan Sorga).

LGBT (orang lesbi, homo, waria) bukanlah masalah genetik (ciptaan), itu hanyalah masalah gaya hidup, praktek hubungan sex yang di dipolitisi menjadi status perkawinan; itu adalah masalah sosial dan budaya semata.  Gaya hidup Waria baru muncul di abad 20an. Sampai saat inipun hati nurani manusia tahu bahwa praktek homosex adalah menentang hukum alam. Harap baca What Causes Homosexual Desire and Can It Be Changed? By Paul Cameron, Ph. D. 

2. Praktek homosex di mata Elohim. Firman Elohim menulis, “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap YAHWEH” (Kej 13:10). Kejadian 18 ialah catatan sejarah bagaimana YAHWEH sendiri turun ke bumi bersama dengan dua malaikat-Nya untuk meneliti kebenaran “kejahatan dan dosa mayoritas penduduk Sodom.” Kejadian 19 mencatat sambutan penduduk Sodom atas kedua tamu sorgawi ini di malam pertama: Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung” rumah Lot (keponakan Abraham) dimana kedua malaikat YAHWEH tersebut bermalam. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang (kedua malaikat tersebut) yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”  (Kej 19:4-5). Ayat 29nya adalah catatan hukuman YAHWEH atas mereka, Kemudian YAHWEH menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari YAHWEH, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.  (Kej 19:24-25). Bukti kejadian ini masih dapat dilihat, di wilayah Laut Mati bagian barat dimana kota-kota tersebut berada. Yeshua sendiri mengutip kejadian ini. Baca Sodom and Gomorrah – Flavius JosephusKota Sodom dan Gomorah terbakar batu belerang

YAHWEH melihat praktek homosex adalah dosa yang berat, praktek ini adalah buah dari penolakkan ciptaan kepada Penciptanya; mereka menolak untuk memuliakan dan mengucap syukur kepada anugerah-Nya (Roma 1:18-32) – dosa yang lebih berat dari ini adalah jatuh pada orang yang telah mengetahui kebenaran Alkitab, melihat mujizat dan menikmati anugerah-Nya namun menolak untuk kasih karunia Elohim melalui  penebusan Yeshua Ha Mashiah, Putra Tunggal Elohim (Mat 11:20-24; Ibr 10:26-31).

Peter LaBarbera mengajak kita untuk mengatakan dosa adalah dosa, sama seperti halnya kita tidak bisa berkata bahwa keterikatan pada pornografi, poligami atau membunuh orang lain sebagai sebuah karunia dari Elohim, karenanya kita tidak bisa melabelkan ‘homophobia’ bagi orang yang menentang praktek homosex atau melabelkan ‘adulteryphobia’ untuk kotbah yang menentang perzinahan, katanya.

C. Gereja YAHWEH harus bangkit membebaskan saudara-saudari mereka dari cengkraman Setan
Musuh sesungguhnya yang sedang memutar balikan fakta bukanlah manusia, manusia hanyalah wadah, tetapi Setan dengan segenap penghulu udaranya yang sedang mencoba membawa kehancuran pada manusia dan seisi bumi.

1. Berdoa syafaat dan berpuasa bagi mereka di kota masing-masing
Membawa mereka kehadirat Elohim, menjadi imam-imam bagi mereka agar Dia berbelas kasihan dan mengulurkan tangan pertolongan-Nya kepada mereka.

2. Memproklamasikan kebenaran dan keadilan,
Jika kita benar-benar mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, kota dan negara kita maka kita harus berani berdiri di atas kebenaran dan keadilan – berapapun harganya. Kita harus memilih lebih takut akan Pencipta kita daripada tuntutan orang-orang yang tidak perduli dengan moral, dan memakai topeng ”pembela Hak Asasi Manusia” yang sesungguhnya mereka adalah penelan jiwa dan penindas orang yang lemah. Kita harus mengikuti petunjuk Yeshua yang berkata, Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:37).

Jika sesuatu nampak berbentuk bebek, berjalan seperti bebek dan bersuara seperti bebek, maka itu pastilah seekor bebek, jadi mengapa kita harus mengatakan bebek sebagai angsa, atau serigala sebagai domba? Apakah kita mau membodohi diri kita sendiri? Tentu tidak. Tertawaan roh-roh jahat atas diri kita harus dihentikan – hanya bisa melalui kuasa darah dan nama Yeshua!

Kotak pengakuan dosa Gereja Roma Katolik3. Para pendeta Katolik harus berhenti dari praktek pangakuan dosa jemaat yang dibisikkan di teliga mereka (auricular confession). Sistem pengakuan dosa yang jahat ini bukan saja merusak jemaat tetapi juga merusak para pendeta yang mendengarkannya.
Pertanyaan-pertanyaan (dibuat oleh gereja Roma Katolik) yang diberikan oleh pendeta kepada orang yang mengaku dosa sangatlah merusak jiwa jemaat, itu digambarkan oleh Pendeta Charles Chiniquy sebagai berikut, ”Berkata bahwa auricular confession menyucikan jiwa, adalah tidak kurang konyol dan bodoh daripada mengatakan bahwa jubah putih dari perawan, atau bunga bakung di lembah, akan menjadi lebih putih jika dicelupkan ke dalam botol tinta hitam.” [29]

Jika Anda adalah seorang pendeta Katolik, dan mengasihi Yeshua sebagai Master dan Penyelamat Anda, pikirkanlah perkara ini: apakah Anda bersedia menceburkan diri Anda sendiri ke suatu kobaran api demi doktrin manusia? Tentu tidak, bukan? Namun mengapa Anda, yang dilarang menikah oleh karena jabatan kependetaan Anda, bersedia membakar keinginan sex Anda melalui pertanyaan-pertanyaan yang sangat sensitif dan rahasia bahkan bagi pasangan suami-isteri. Ketahuilah praktek inilah yang membuat banyak rekan Anda terjerumus kedalam praktek homosex dan pelecehan sex pada putra-putra altar gereja Katolik. Sungguhkan Anda begitu bodoh membiarkan manusia mengatur perjalanan hidup kekal Anda? Jika Anda telah di jerat manusia dengan sumpah Anda, jangan putus asa, masih ada jalan keluar! Lakukan nasehat Salomo ini: Amsal 6:1-5.

Ex-Pendeta Katolik, Charles Chiniquy dalam bukunya 50 Years in the Church of Rome setelah ia menyadari kedua efek buruk dari praktek pengakuan dosa ini, ia menulis, “Tetapi, disana, di kotak pengakuan dosa itu, saya bukanlah hamba Mashiah (Kristus)… Saya adalah budak Paus! Saya di sana bukan untuk menyelamatkan, tetapi untuk merusak … misi utama dari confessor (pendeta yang mendengarkan pengakuan dosa), sering, jika tidak selalu, terlepas dari dirinya sendiri, adalah untuk menskandalkan dan mengutuk jiwa-jiwa.” [30]

4. Menjangkau para LGBT dengan kasih Elohim yang lengkap
Mr. LaBarbera berkata kepada the Chritian News Network, “Orang-orang Kristen yang murni perlu berdiri menentang penyesatan ini, menjadi pemenang dalam pekerjaan Ha Mashiah (Kristus) yang sungguh di dalam budaya kita.”

Kasih Elohim itu memiliki dua sisi koin.
Sisi pertama dari koin adalah ia rela berkorban, dan panjang sabar. Karakter Yeshua dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai berikut,  Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  (Yes 42:1, 3)
Sisi kedua dari koin akan kasih Elohim adalah ia tidak kompromi, menelanjangi perbuatan Setan, yakni dosa. Dengan kata lain Kasih Elohim = takut akan YAHWEH. Perhatikan ayat-ayat ini:

Hikmat berkata, Takut akan YAHWEH ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.  (Ams 8:13) karena takut akan YAHWEH orang menjauhi kejahatan.  (Ams 16:6)
Kasih Yeshua  kepada manusia tidak membuat Dia kurang ajar kepada Bapa-Nya, Yeshua memilih takut akan YAHWEH (Yes11:2-3) itu terbukti dengan teguran keras-Nya kepada para pemimpin agama, suatu ketika di Bait Elohim (Rumah Doa) Ia memporak-porandakan meja dagang dan mengusir para pedagang tersebut dengan cambuk yang Dia buat sendiri (Yohanes 2:14-21); memanggil orang-orang yang ingin membunuh-Nya sebagai ”anak-anak Setan” (Yoh 8:41 / Yoh 10:10a).

D. Jalan YAHWEH untuk menghancurkan belenggu dosa, dan kesimpulan illustrasi Arti dari Pertobatan
Mungkin Anda bertanya, mengapa Yeshua berbicara dan bertindak begitu kasar kepada ”sesama manusia”? Jawabannya sederhana! Dia tahu persis bahwa upah dosa adalah kematian kekal, memisahkan manusia selamanya dari hadirat Bapa-Nya yang diberkati. Yeshua menganut sistim ”Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Dan inilah bedanya antara sahabat sejati dengan musuh sejati: ”Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”  (Amsal 27:5-6)

Rasul Paulus memperingatkan kita untuk tidak bermain-main dengan kemurahan dan kesabaran YAHWEH, upahnya mengerikan, kemurahan Elohim itu mempunyai satu tujuan yaitu ”menuntun kita kepada pertobatan!” (Rom 2:4-8). Peringatan Paulus ini sejalan dengan perkataan Salomo: ”Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan YAHWEH, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.”  (Ams 28:14)

Jika ada orang yang mengajar bahwa Yeshua membenarkan perbuatan homosex karena Dia adalah pengasih, itu adalah tipuan Setan, mengapa saya berkata demikian keras? Sebab Alkitab menulis dengan jelas bahwa Yeshua memilih takut akan YAHWEH, dan Yeshua tidak mencari muka, nabi Yesaya bernubuat, ”Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.  (Yes 11:5)

Yeshua meminta umat-Nya bertobat segera sebelum Ia datang kembali sebagai Hakim:
”Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”  (Wahyu 3:3,19-22)

Kesimpulan:

  1. Hubungan homosex terbukti sangatlah membahayakan tubuh, merusak sistem kekebalan atau perlindungan tubuh kita melawan penyakit, melahirkan penyakit HIV dan diikuti kematian melalui AIDS.
  2. Terdapat hubungan yang kuat antara jumlah korban HIV/AIDS dalam suatu kota / negara bagian dengan tinkat kompromi kepada praktek homosexual di kota / negara bagian  tersebut
  3. Gerakkan persamaan hak bagi LGBT  aka gerakkan anti-homophobia adalah permainan politik para pemimpin Gereja Roma Katolik tertentu – memakai para LGBT untuk tujuan menggenapi agenda politik kotor mereka. Itu sama sekali bukan gerakkan yang didasari oleh keluhuran moral. Berkedok ”membela hak manusia” tetapi sesungguhnya ”menjerumuskan manusia kepada kehancuran tubuh dan jiwa” dan pada jangka panjang itu ”merusak tatanan sosial dan budaya manusia yang beradab.”
  4. Di dunia politik Yeshua Ha Mashiah tidaklah populer di masa hidup-Nya – juga tidak pada saat ini, Dia dimusuhi oleh para pemimpin agama dan politik oleh karena Ia berdiri di atas kebenaran; genaplah nubuatan raja Daud tentang Ha Mashiah yang berbunyi, ”Cinta untuk Rumah-Mu menghanguskan diri aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.” (Maz 69:10).
  5. Elohim mengutuki orang yang merusak dirinya sendiri dan menolak standard moral yang Dia telah tetapkan bagi setiap manusia –OXYGEN pemusnahan kota Sodam dan Gomora adalah bukti Elohim Yang Mahapengasih tidak berkompromi dengan dosa homosexualiti. Kesabaran-Nya menuntut pertobatan manusia.
  6. Orang Kristen dan lainnya haruslah menolong dan mengasihi para LGBT ini, berdoa dan bertindak sebisa mungkin membawa mereka keluar dari ikatan roh-roh akhir jaman ini.
  7. Elohim dan Firman-Nya tidak berubah, itu tetap sama; yang berubah adalah para pemimpin agama (khusunya Gereja Roma Katolik)

Setan memutarbalikkan fakta, menterror terang, kebenaran dan kasih yang murni dan suci, yakni kasih sorgawi; tetapi kebangkitan Adonai Yeshua Ha Mashiah telah mengalahkan Setan, dan kasih sorgawi mengalahkan ketakutan, sebab kasih sorgawi bukan saja yang terbesar (dibanding iman dan pengharapan; 1 Kor 13:13), tetapi ia ada kekal selamanya, seperti ada tertulis; Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia YAHWEH dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 103:15-18)

Saatnya sekarang kita kembali mengambil dan memperlajari buku ”Operating Instruction for God’s Creations,” untuk menghasilkan Manusia yang seutuhnya dan maksimal dalam kebahagiaan, kesehatan tubuh dan jiwa maka kita harus mengikuti sebaik mungkin isi dari ”buku petunjuk pemakaian dan perawatan” yang Dia telah tuliskan melalui para ahli-Nya (para nabi dan rasul). Berkat dan damai Elohim Yang Mahatinggi kiranya turun ke atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

Referensi dan Catatan Kaki:
[1] AIDS sebuah penyakit disebabkan dari infeksi HIV. HIV (human immunodeficiency virus) merusak sistem kekebalan – perlindungan tubuh kita melawan penyakit. HIV menyebabkan orang menjadi sakit dengan infeksi-infeksi yang biasanya tidak akan mempengaruhi mereka. AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. HIV memiliki sedikit atau tidak ada gejala untuk 10 tahun atau lebih sebelum gejala-gejala AIDS berkembang.  HIV & AIDS by Planned Parenthood
[2] Homosexual didefinisikan sebagai seorang yang mempraktekkan hubungan sex dengan jenis kelamin yang sama; memiliki ketertarikkan sex kepada orang-orang yang memiliki sex sejenis.
[3] Homosexuality and the Ancient Greeks[4] The Spirit Exercies of St. Ignatius, p. 141. Ignatius de Loyola adalah pendiri organisasi Katolik “Jesuit” (Jesus Sociaty / Serikat Yesus), organisasi ini adalah kepala dari pengajaran dan kebijakan dokma dan politk Vatikan dan Gereja Roma Katolik. Dari organisasi ini lahir para Crusaider  dan Inquisitor yang haus akan darah orang-orang kudus. Oleh sebab itu pimpinan utama Jesuit dipanggil sebagai “Black Pope / Paus Hitam.”
[5] Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, … yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Elohim, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.  (1 Petrus 2:9-10)
[6] Perlu diingat, para pemimpin Roma Katolik bukan berbicara untuk “membuka pelayanan pemulihan dari jemaatnya yang berprilaku homosexual, tetapi untuk memelihara kelenggangan praktek tersebut. Lebih tepatnya para pemimpin ini bukan berbicara untuk membela hak ‘jemaat’ atau ‘kaum awam’ tetapi sesungguhnya ‘membenarkan’ perbuatan praktek mereka sendiri. Tentang sakrament, jika Anda seorang Kristen (apapun denominasinya, asal bukan Katolik) maka gereja Katolik melarang Anda untuk mengambil bagian dalam sakrament Katolik, tapi welcome jika Anda Katolik dan pelaku homosex.
[7] Ratzinger, sebelum menjadi Paus, terbukti mengetahui skandal homosex di kalangan  para pendeta Katolik dan menerima pengaduan tentang pelecehan sex anak-anak yang para bawahannya telah lakukan; pembela HAM untuk anak-anak pernah menuntut Paus untuk diadili, namun kekebalan politik melindunginya.
[8] NYTimes mengutip surat resmi Paus (Roma 4 Nov. 2005) berjudul: “CONGREGATION FOR CATHOLIC EDUCATION: Instruction Concerning the Criteria for the Discernment of Vocations with regard to Persons with Homosexual Tendencies in view of their Admission to the Seminary and to Holy Orders[9] Did a Cross-Dressing Priest Sex Ring Bring Down Benedict XVI? By Barbie Latza Nadeau | The Daily Beast – (22/2/2013)
[10] Paus Francis (orang asal Itali besar di Argentina), menurut sebuah catatan kuno berusia 800 tahun diramalkan sebagai paus terakhir dan ujung kehancuran total Gereja Roma Katolik.
[11] On Gay Priests, Pope Francis Asks, ‘Who Am I to Judge?’
[12] Uskup Fellay adalah Jenderal Superior Masyarakat St. Pius X, suatu aliran Roma Katolik konserfatif menolak isi Dewan Vatikan II, percaya pada kuasa doa rosario.
[13] Bishop Fellay on Pope Francis: “We have in front of us a genuine Modernist!” by John Vennari. Catholic Family News (diambil 15/10/2013)
[14] No joke this time: Is the pope Catholic? Current bishop of Rome sets out to shake up Church 
[15] Pope Francis; Homosexuality. Wikipedia.org (Dikutip 15/10/2013)
[16] Dean of National Cathedral says that Not Supporting Gay Rights May Condemn You to Hell.Diambil dari AllChristianNews.com (9/10/2013).
[17] “AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. Penyebaran HIV yang paling umum adalah melalui hubungan sex tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HIV/AIDS, memakai alat suntik narkoba yang terinfeksi dan … menerima transfusi darah yang terinfeksi dan bayi-bayi yang lahir melalui para ibu yang terinveksi dapat menerima HIV dari ibu-ibu tersebut selama kelahiran atau dari breastfeeding. HIV tidaklah ditransmisikan oleh kontak umum seperti ciuman, memakai gelas yang sama atau pelukan;” ref: HIV & AIDS by Planned Parenthood . Para pria homo (Gay) umumnya memakai dubur (anus; English) sebagai pengganti vagina ketika berhubungan intim; tidak mengherankan bahwa korban HIV/AIDS berlipat ganda dibandingkan korban dikalangan Lesbian.
[18] amfAR, The Foundation for AIDS Research; Statistics: Worldwide. Source: UNAIDS reports on the global AIDS epidemic 2013; UNAIDS Fact Sheet 2013
[19] HIV/AIDS in the United States From Wikipedia
[20] AIDS in the United State dibuat oleh pemerintah Amerika department mencegahan AIDS. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang masalah ini bisa dilihat di HIV/AIDS Statistics and Surveillance
[21] amfAR; Statistics: United States. Sources: U.S. CDC and Prevention. Link sama dengan no. 21
Free speech doesn't mean careless talk[22] Most Gay-Friendly Cities (in the US) by nerdwallet.com (posted on 28/5/2013). Katogori Kota-kota yang sangat terbuka dengan gaya hidup homosexual (gay dan lesbian) meliputi tiga fator berikut: 1. Pemerintah mendukung penduduk gay secara hukum, 2. memiliki komunitas LGBT dan mendapat dukungan dari rekan sejenisnya, 3. Komunitas tersebut aman dan tolerant terhadap gays
[23] Data and Statistics provided by The Centers for Disease Control (CDC)Updated 1/30/2011
[24] Para Imam Katolik Sedang Sekarat Akan AIDS, Sering Diam-diam oleh Judy L. Thomas; 29/1/2000.
[25] Italian Magazine claims 98 per cent of priest in Rome are gays
[26] 17 Little-Known Facts About The Porn Industry by Rachel Hodin 7/6/ 2013.
[27] Gerakkan persamaan hak bagi pria homosexual adalah propaganda politik bisa dilhat pada nubuatan nabi Daniel tentang datangnya Pemimpin Tunggal Dunia (Antil-Kristus) yang tidak tertarik pada daya tarik sex para wanita. Baca pada Daniel 11:21-45, perhatikan ayat 37 tertulis “Neither shall he regard the God of his fathers, nor the desire of women, nor regard any god: for he shall magnify himself above all. (11:37, KJV). Ingat: kalimat tidak tertarik akan para wanita ini hanya terdapat pada terjemahan ‘kuno’ Alkitab Inggris atau yang berdasar manuskrip tua, termasuk Geneva, The Scriptures (TS98).
[28] RCC & AIDS
[29] CHARLES CHINIQUY, The Priest, the Woman and the Confessional, A former priest warns of the dangers of the confessional; Ch.7.
[30]CHARLES CHINIQUY, Fifty Years in the Church of Rome; The Abominations of Auricular Confession, Ch. 54

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Vatikan: Kardinal menetapkan paus Johanes Paulus II sebagai Santo (Orang Kudus)


Para Kardinal Roma Katolik se dunia bertemu di RomaSebuah komiti yang terdiri dari para kardinal dan uskup Gereja Roma Katolik, dalam rapatnya hari Selasa kemarin, (2/7/2013), menyetujui untuk menetapkan  Karol Josef Wojtyla (paus Yohanes Paulus II; telah meninggal dunia tahun 2005) sebagai Santo atau Orang Kudus, sumber Ansa News melaporkan.

Para pemimpin tersebut, adalah anggota dari sebuah badan yang menetapkan seseorang dapat atau tidak dapat menjadi ”Orang-orang Kudus,” berkata ”langkah selanjutanya adalah Paus Francis (yang sedang menjabat) untuk memberikan peneguhan terakhir.”

Menurut berita dari France24 Rabu pagi, Paus Francis telah menyetujui untuk memberikan gelas Santo tersebut kepada Yohanes Paulus II.

Sebuah kemungkinan penetapkan pentasbisan tersebut jatuh pada tanggal 8 Desember tahun ini, dimana perayaan the Immaculate Conception (doktrin Katolik bahwa Maria lahir tanpa dosa, bandingkan dengan Luk 2.24 dan Imm 12:8)  jatuh pada hari Minggu, yang mana biasanya penetapkan tersebut terjadi, Ansa News berkata.

Sumber yang sama juga berkata, bahwa ’menjadi’ orang kudus ini adalah merupakan suatu mujizat kedua dari Yohanes Paulus II. [manusia memberi gelas kepada orang mati sebagai orang suci adalah suatu mujizat?].

Barbara Blaine, pemimpin  the Survivors Network of those Abused by Priests (SNAP), kelompok pembela para korban penyalah gunaan sex yang dilakukan oleh para pastor Katolik, mengkritik pemberian gelar oleh para petinggi Gereja Katolik tersebut sebagai tindakan ”membungkus lebih garam ke dalam luka-luka.” ”Di dalam lebih dari 25 tahun sebagai figur agama yang sangat berkuasa di planet, Yohanes  Paulus II hampir tidak melakukan apapun untuk melindungi anak-anak,” Berbara berkata.

Komentar: Perdebatan terjadi diantara orang Katolik sendiri ketika Paus Yohanes Paulus II mencium kitab Kuran dan kepalanya diberkati oleh seorang dukun Indian. Tahun 84 ia menyatakan dirinya sebagai Elohim dengan berkata ”Don.t go to God for forgiveness of sins, come to me.” Baca: Karol Jozef Wojtyla a.k.a Joannes Pavlos Sevindo.
Alkitab menyebut “orang-orang kudus atau orang-orang suci” untuk para orang Kristen yang masih hidup (pengikut ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah / Yesus Kristus, contoh:

  • Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma: Salam kepada Filologus, …, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Ha Mashiah (Kristus). (Rom 16:15-16);
  • Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi: Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Ha Mashiah Yeshua (Kristus Yesus). Salam kepadamu dari saudara-saudara, yang bersama-sama dengan aku. Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar. (Fil 4:21-22).
  • Rasul Petrus kepada Jemaat-jemaat Yahudi Kristen di Yunani: Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (1 Pet 2:9).

Ada lebih dari 10 (sepuluh) perbedaan prinsip doktrin antara Kristianiti dengan agama Roma Katolik, itulah sebabnya menjalin hubungan oikumene dengan Gereja Roma Katolik dilarang oleh Alkitab. Baca kitab Wahyu pasal 17 dan 18, dan perhatikan peringatan Yeshua pada Wah 18:4-5.

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Skandal sex abuse anak Gereja Roma Katolik tumbuh seperti jamur


“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. (Mat 25:31-33)

Artikel ini ditulis untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan Iblis yang bekerja melalui Gereja Roma Katolik (1Yoh 3:8), sehingga umat Katolik mampu melihat Terang yang sesungguhnya (Yoh 1:9). Perlu diingat bahwa diantara pekerja-pekerja institusi Gereja Roma Katolik yang jahat, tidak sedikit yang berhati murni, haus untuk melayani tuan mereka yang sesungguhnya, Yahshua Ha Mashiah, (Wah 18:4). Sementara saya menulis artikel ini perut saya merasa mual ingin muntah dan air mata saya berlinang sedih karena mengingat penderitaan para korban sex abuse ini dan mengingat sanak-famili, teman-teman yang disesatkan oleh Gereja Roma Katolik.

Pemisahan harus segera dilakukan sebelum kedatangan Yahshua yang kedua kalinya untuk memulai Pengadilan Terakhir-Nya.

Dr. Alberto Rivera,  ex-pastor Jesuit (Serikat Yesus) membongkar skandal sex di dalam institusi Gereja Roma Katolik ketika ia menyadari bahwa institusi yang ia layani ini adalah tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Tahun 1985 ketika pertama kali saya dan teman satu universitas mendengar pengakuan pertobatan Dr. Alberto Rivera, kami mencari bukunya. Seluruh toko buku Kristen di Jakarta kami kunjungi, tidak ada satupun yang menjualnya! Ketika kami bertanya kepada para penjual buku Kristen itu, jawaban mereka ”Kami belum pernah mendengar nama Dr. Alberto Rivera.”

Tahun 1985, buku-buku tentang Dr. Alberto Rivera seperti buku terlarang saat itu, mungkin dapat disamakan seperti majalah atau buku porno dan buku-buku faham Komunis. Singkat  cerita setelah kami banyak bertanya dan mencari, akhirnya kami dapatkan yang kami cari, mereka dijual secara sembunyi-sembunyi di sebuah ”toko buku” di dalam sebuah pasar. Saat itu baru ada dalam bentuk komik dan berbahasa Inggris. Perlu untuk diingat, ex-pastor Serikat Yesus ini berkata bahwa organisasi rahasia Serikat Yesus ini indentik dengan sekte Freemasonery dan partai Komunis Spanyol, General Jesuit (dikenal sebagai Black Pope atau Paus Hitam) mengenakan cincin (sebagai materai otoritasnya) berlambang Freemason (Jangka).  

Dr. Alberto Rivera menceritakan betapa jahatnya tentara rahasia Gereja Roma Katolik ini, baik di dalam institusi maupun di luar institusinya

Kejahatan di dalam institusi Gereja Katolik. Diantaranya adalah:

  • Perbuatan homo-sex diantara pemimpin dan pekerja orang-orang biara Roma Katolik, termasuk diantara para nunes (suster-suster biara). Perbuatan sumbang ini terjadi antara suka-sama-suka dan juga pemaksaan (antara pemimpin dengan murid calon imam dan calon biara)
  • Kejahatan lainnya ialah pembunuhan bayi-bayi. Dr. Rivera bercerita bahwa tulang-tulang bayi banyak ditemukan di biara-biara Katolik. Besar kemungkinan ini berasal dari calon-calon suster yang telah dipaksa melayani atasan mereka dan para wanita yang hamil diluar nikah dan ”diselamatkan” dan kemudian bergabung menjadi murid-murid biara Katolik.
  • Pembunuhan berencana diantara mereka sendiri, baik yang tidak setuju dengan doktrin dan keputusan atasan (beberapa paus yang berhati murni telah mati diracun, salah satu contohnya) maupun bagi ”penghianat” seperti Dr. Alberto Rivera ini. Dr. Rivera terancam mati kenegara manapun ia berada. Orang-orang yang dikuasai Setan tersebut akhirnya berhasil membunuh dia.

Kejahatan di luar institusi Roma Katolik. Dr. Alberto Rivera berkata bahwa Institusi Roma Katolik adalah biang dari banyak kekacauan besar di dunia baik politik maupun Gereja-gereja Protestant, Holywood dan Casino Dalas pun telah dikuasainya.

Kita sekarang melihat skandal sex abuse anak yang terjadi pada banyak gereja-gereja Roma Katolik di berbagai negara.  Ketika pertama kali berita ini merebak di awal tahun 1990, dunia berpikir itu suatu peristiwa ”kecelakaan.” Dunia tidak ambil perduli, Dunia berpikir bahwa itu hanyalah sekedar masalah intern Gereja Roma Katolik belaka. Skenario itu telah berubah di abad 21 ini: itu bukan sekedar ”kecelakaan” – setiap orang pasti pernah berbuat salah, benar tidak?, namun ”kecelakaan” yang terus menerus selama lebih dari 40 tahun – menurut beberapa ex-pastor Katolik bukanlah kecelakaan, sebab mereka berkata itu bukan “berita” baru:

  • Dr. Pastor Alberto Rivera, dalam buku “Alberto, based on a true story” berkata bahwa tubuh-tubuh bayi ditemukan di terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung pastor dengan gedung suster Katolik di banyak tempat di Spanyol dan Roma pada tahun 1930-35. Yang membuat jemaat Katolik Spanyol menghancurkan gedung-gedung tersebut. Gambar dapat dilihat di buku tersebut.
  • Pastor Clarles Chiniquy pada bukunya “50 Years in the Church of Rome,” skandal sejenis itu sudah umum terjadi sejak  dijamannya: abad 18.

Yahshua memperingatkan dengan keras: “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. (Mat 18:6)

Dunia sekarang bertanya, ”Siapakah yang harus diadili dari skandal sex abuse anak di dalam Gereja Roma Katolik ini?”

Mari kita lihat sejenak skandal-skandal sex-abuse anak ini:
Ireland. Sedikitnya 150 pekerja Gereja Roma Katolik di Ireland sudah terlibat didalam skandal  sex abuse anak lebih dari periode 67 tahun. menurut laporan telgegrah.co.uk news.

Berapa banyak korbanya? New York Times menulis, ”Puluhan ribu anak-anak Ireland telah dilecehkan secara sex, tubuh dan emosi oleh suster-suster, pendeta-pendeta dan pihak lainnya selama lebih dari 60 tahun di tempat-tempat tinggal sekolah yang dijalankan oleh Gereja [Roma Katolik]…, menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Dublin pada hari Rabu; New York Times, May 20, 2009. Anak-anak malang ini sekarang berusia antara 50 sampai 80 tahun.

Lebih dari 30.000 anak-anak yang telah dikirim ke tempat-tempat lebih dari 6 dekade, laporan berkata, karena alasan-alasan:

  • sering melawan keinginan-keinginan keluarga mereka dan karena tekanan dari kekuasaan pastor-pastor setempat. Orang-orang tua dipaksa oleh Gereja Roma untuk menyerahkan anak-anak mereka untuk tujuan melayani intitusi gereja tersebut, persis seperti yang dilakukan oleh  institusi Taliban di Afganistan di abad 21 ini.
  • mereka telah dikirim karena keluarga-keluarga mereka tidak mampu merawat mereka,
  • karena ibu-ibu mereka telah melakukan perzinahan atau melahirkan diluar nikah, atau satu dari orang tua mereka sakit, atau pemabok atau terlalu kasar terhadap mereka.
  • mereka juga telah dikirm karena kejahatan kecil seperti mencuri makanan atau karena gagal disekolah umum.

Penyanyi Ireland, Sinead O’Connor, seorang Katolik yang mengasihi Elohim berkata bahwa, “Seharusnya ada sebuah penyelidikan kriminal yang penuh atas Paus Yohanes II.” Penyanyi wanita ini menjadi tidak terkenal di tahun 1992 sejak merobek foto Paus Yohanes II di depan camera American TV, perbuatannya itu dilakukan untuk mengeritik Gereja Roma karena gagal melindungi anak-anak yang telah menjadi korban skandal sex abuse para pastornya. Lost Angeles Times news. ”There should be…”

Amerika Serikat. Pastor di Wisconsin telah melakukan pelecehan sex terhadap 200 anak-anak tuli antara  1950-1974, New York Times.com.

Holland. Tangan pria remaja  ini dipaksa oleh seorang pastor untuk menyentuh bagian sensitif pastor tersebut. Esok harinya ia dipanggil untuk menhadap pastor tersebut dan  dikatakan kepada remaja ini, ”Itu seharunya tidak boleh terjadi.” Dia memberi saya pengampunan; dia mengampuni dosa saya. Itu telah membuat saya lebih bingung lagi,” remaja ini bercerita.

Melihat curahan baru-baru ini tuduhan pelecehan anak oleh pastor-pastor yang telah juga merendap di Holland, Switzerland, Austia, Polandia dan Italia, seorang pengamat veteran tentang Vatikan berkomentar: “Ini adalah tantangan terbesar untuk Gereja [Roma Katolik] di dalam masa modern sejak penggabungan Italy  di tahun 1861 atau Perang Dunia II,” tulis Financial Times (17 Maret 2010) “Pope battles to contain abuse scandal.”

Jerman. Saudara kandung laki-laki Paus Benedict XVI juga terlibat di dalam menutup-nutupi skandal ini. Sedikitnya ada 100 perkara pelecehan sex anak yang telah dilaporkan di dalam rumah-rumah sekolah Serikat Yesus di seluruh Jerman.

Peristiwa pelecehan ini juga terjadi di Inggris, Australia, Mexico, Kanada dan banyak tempat lagi di dunia.

Paus mengetahui namun menutupinya. Paus Yohanes II dan pembantunya, Kardinal Joseph Ratzinger yang sekarang menjadi Paus Benedictus XVI telah mengetahui skandal-skandal sex abuse anak diantara para pastor Katolik lama sekali, namun berdiam diri.

Gereja Roma Katolik adalah institusi rohani yang berfungsi berdasarkan hirarki yang absolute (struktur kepemimpinan piramid), artinya, segala sesuatu (aksi dan reaksi) terlaksana atas keputusan Paus.

Berikut ini beberapa kutipan surat kabar yang menyatakan bahwa Paus telah tahu perbuatan mesum pekerja-pekerja gerejanya jauh sebelum surat kabar sekuler membongkarnya.

“Korespondensi internal dari uskup di Wisconsin langsung kepada Kardinal Joseph Ratzinger, paus masa depan, menunjukkan bahwa sementara para pejabat gereja berjuang mengenai apakah imam harus dipecat, pioritas tertinggi mereka adalah melindungi gereja dari skandal. Masalah Wisconsin ini melibatkan pastor Amerika, Rev. Lawrence C. Murphy yang bekerja untuk sekolah bagi anak-anak tuli dari tahun 1950 ke 1974.” Surat kabar ini melanjutkan, “Tetapi itu adalah hanya satu dari ribuan masalah-masalah yang telah diteruskan oleh uskup-uskup kepada kantor Vatikan yang disebut The congregation for the Doctrine of the Faith, yang dipimpin oleh Kardinal Ratzinger dari tahun 1981 ke 2005.”

Hanya 20 persent dari 3000 imam yang tertuduh yang siapa kasusnya telah pergi ke Vatikan antara tahun 2001 ke 2010 telah diproses, dan hanya sedikit dari mereka yang dipindahkan tempat tugasnya.

Karena tidak ada respond dari Kardinal Ratzinger, Arkibishop Weakland telah menulis kekantor Vatikan yang berbeda di bula Maret 1997, mengatakan masalahnya urgent sebab seorang lawyer telah siap membawanya kepegadilan, masalah akan dapat menjadi publik dan “skandal sebenarnya di masa depan nampak sangat mungkin.” NewYorkTimes.com 25 Maret 2010

Goal dari Kardinal Ratzinger, sekarang Paus Benedict, adalah (was) menjaga rahasia ini,” Peter Isely, direktur dari the Survivors Network of those Abused by Priests, kata kantor berita The Associated Press. “Ini adalah kasus pedofilia paling tak terbantahkan yang Anda bisa dapatkan.”

Jeff  Anderson & Associates Advocates, sebuah organisasi yang terlibat di dalam penyelidikan skandal pastor-pastor Katolik pada paragraph pertamanya menulis, “(Maret 25) – Hanya berberapa hari setelah Paus Benedict XVI mengeritik uskup-uskup Ireland karena menutup-nutupi pekerja gereja yang terlibat didalam pelecehan seksual di Ireland, document-dokument baru menunjukan dia tidak melakukan apa-apa untuk mendisiplin pastor-pastor Wisconsin yang ia telah tahu sejumlah penyerangan sex anak-anak laki yang tuli tersebut – dan ada kemungkinan [Paus] telah menutup persidangan gereja dalam masalah ini.

TV France24 melaporkan perkataan Jeff Anderson: “Paus Benedictus XVI telah mengetahui skandal sex-abuse anak ini sejak tahun 1950, namun tetap menutup-nutupinya.”

Paus dengan jubah merah dan lambang Setan pada kedua jari-jari tangannya.

Pemimpin teras atas Gereja Roma Katolik sering kali “menghukum” para pastor dan pekerja gerejanya yang terlibat di dalam skandal pelecehan sex anak ini hanya dengan cara memindahkan pastor pedofilia tersebut ke negara lain. Dan mereka melakukan perbuatan mesum mereka di tempat yang baru.

Keluarga dari para korban, banyak yang mengatakan bahwa “meminta maaf” dengan kata-kata saja tidak cukup, apalagi dengan menutup masalah tersebut dengan pernyataan “Gereja bangkrut tidak mampu membayar biaya ganti rugi”, karena kenyataannya Gereja Roma Katolik memiliki harta kekayaan yang dipercayai salah satu institusi terkaya di dunia – melalui rampasan perang, purgatori, kolekte, money loundry (bank, petrol, casino dsb.) dan lain-lain

Pemecatan pastor-pastor di Ireland nampak sesuatu yang munafik, sebab Paus Benedict XVI yang sebelumnya adalah Kardinal sebagai kepala dan mengetahui skandal ini puluhan tahun sebelumnya, namun tidak mengambil tindakan tegas. Di dalam dunia sekuler dan terlebih rohani kesalah besar demikian  pastilah akan membuat pemimpin itu mengundurkan diri dari jabatannya.

Jadi, siapakah yang harus diseret kemeja pengadilan, para pendeta dan kepala suster biaya Katolik atau Paus? Adilnya ialah semua para pelaku skandal pelecehan sex anak tersebut, terlebih lagi Kardinal yang sekarang menjadi Paus Benedict XVI. Doktrin Roma Katolik yang melarang para pastornya menikah namun – SENGAJA – harus mendengarkan “pengakuan dosa jemaat” yang penuh dengan cerita sex  (keluarga, skandal, perzinahan, pornografi dan sejenisnya) persis sama dengan memaksa mereka minum bir dan wine sebanyak-banyaknya  tapi dilarang mabuk!!

Dari sisi Kristianiti, skandal sex abuse dan pedofilia di Gereja Roma Katolik yang melibatkan begitu banyak pekerja-nya dan terjadi bertahun-tahun tanpa ditindak-lanjut membuktikan bahwa Gereja Roma Katolik adalah Gereja Antikristus.

Gereja ini terus mencoba merusak citra Bapa Sorgawi, Yahshua Ha Mashiah dan Roh Kudus di mata Dunia. Inilah cara Roma menyesatkan bukan saja orang-orang Katolik tetapi juga orang-orang yang belum mengenal Injil Kerajaan Sorga.

Kata “Anti” pada Antikristus memiliki dua makna:

  • Melawan terang-terangan: merubah hukum dan waktu YAHWEH, menolak korban Yahshua di salib dengan cara memakai lambang “Salib terbalik”, “Salib Bengkok”, “Tubuhnya tetap tersalib (Alkitab menulis bahwa Yahshua telah menang atas Kematian, melalui Kebangkitan-Nya).
  • Melawan dengan cara pemalsuan: Berbaju Kristen, mengaku Kristen, bicara seperti Kristen, tetapi berbuat kebalikan dari apa yang Yahweh Yahshua Ha Mashiah perintahkan untuk dilakukan.

Alkitab telah menubuatkan tentang lahirnya Gereja Roma Katolik, waktu penghukuman baginya sudah dekat! Inilah wahyu Yahshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) kepada rasul Yohanes di pulau Patmos yang tertulis pada kitab Wahyu:

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas,  permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH [KJV]. (suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”) Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yahshua. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran. (Wah 17:4-6)

Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.” Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Elohim telah mengingat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.  (Wah 18:1-7)

Bukan saatnya lagi kita bermain-main dengan agama, kedatangan Yahshua Ha  Mashiah sudah begitu dekat, nubuatan-Nya pada Matius 24 sudah hampir tergenapi seluruhnya, hanya tinggal menunggu waktu masak, untuk siap dituai. Kasihanilah jiwa Anda sendiri, berdamailah dengan YAHWEH sebelum kematian memanggil Anda.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog