Hamas kembali melanggar perjanjian gencatan senjata


berbagai jenis roket Hamas dan jangkauannyaSelasa malam konflik senjata Israel melawan Hamas meletus kembali, serangan roket-roket Hamas ke Israel dibalas dengan serangan udara Israel ke poket-poket ruang operasi dan fasilitas pembuatan persenjataan Hamas.

Konflik Israel-Hamas 2014 ini berlanjut setelelah kira-kira delapan jam sebelum akhir dari waktu gencatan senjata yang diprakasai oleh negara Mesir itu dilanggar ole Hamas dengan meluncurkan 7 roket ke kota Ashdod dan Ashkelon bahkan sejauh kota metropolitan Tel Aviv, kota kedua terpenting di Israel. Ini merupakan kedua kalinya Hamas telah melanggar perjanjian gencatan senjata selama periode dua bulan koflik ini.

Tindakan Hamas ini dibalas oleh pemerintah Israel dengan memanggil pulang para delegasi perdamaiannya dari Mesir dan membalas balik, khususnya mentargetkan pemimpin Hamas Mohammed Deif, kepala komando militer Hamas. Deif bertanggung jawab atas belasan korban jiwa dari rangkain bom bunuh diri tahun 1996, dan ia orang teratas yang sedang diburu oleh Israel. Pihak Gaza melaporkan isteri dan anak dari Deif tewas pada serangan Israel tersebut namun tidak menyebutkan kondisi Deif.

Menurut pihak Israel, Selasa pagi ini (waktu setempat) Hamas telah meluncurkan sekitar 50 roket pada Selasa malam dan 20 buah pada Rabu pagi.

Tuntutan kedua belah pihak. Hamas menuntut pelabuhan di Laut Mediterranian dan ”zone memancing” serta dibukanya kembali gerbang antara Mesir dengan Gaza (yang ditutup Mesir sejak Morshi ditangkap). Sebaliknya Israel menuntut Hamas untuk menyerahkan semua senjata mereka. Selama gencatan senjata yang kedua ini, pemerintah Israel telah mengijinkan warga Gaza kembali menangkap ikan di laut, namun tidak memberi ijin pemakain pelabuhan sebab pemerintah Israel takut pelabuhan tersebut dapat dipakai untuk pengapalan senjata-senjata, seperti telah terjadi sebelumnya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Jumlah korban jiwa dari Perang Israel-Hamas Juli & Agustus 2014


Kalikatur Perang Israel Gaza oleh Stephen M. FlatowPerang Israel dengan organisasi Hamas yang mengontrol Jalur Gaza relatif singkat sekitar satu bulan saja (7 Juli sampai 10 Agustus 2014); Gencatan senjata (berlaku sejak 1 Agustus 08:00) yang diprakarsai oleh John Kerry, Seketaris AS, diterima oleh kedua belah pihak. Tetapi 90 menit setelah gencatan bersenjata tersebut berlaku, serangan bom bunuh diri dan beberapa pria bersenjata Hamas memasuki Israel melalui terowongan di Rafah menyerang pasukan Israel – membunuh dua tentara dan menculik lainnya, Hadar Goldin. Pada pukul 10 pagi, Hamas telah sedikitnya meluncurkan 15 roket ke Israel (70 roket sejak berlakunya gencatan senjata) . Israel balas menyerang Rafat dan sekaligus mencari Hadar – tanggal 2, Hadar ditemukan telah tewas.[1]

Delapan puluh roket diluncurkan dari Gaza pada tanggal 7 Juli, hari berikutnya Israel melancarkan balasan serangan udara sedikitnya 50 target di Gaza, dikenal dengan nama Operation Protective Edge. Bulan Juli saja Hamas telah meluncurkan 2,874 buah roket dan beberapa mortir. Korban jiwa dari pihak Israel 6 orang tewas dan 34 luka-luka; dari pihak Gaza 1.122 orang tewas dan 7.800 luka-luka. Sebelum Perang Juli 2014 ini terjadi, terhitung Januari 2014, Hamas telah meluncurkan 181 roket dan 16 mortir ke Israel sejak, jadi total (sampai akhir Juli) adalah 3055 buah roket dan 31 mortir dengan total korban jiwa di pihak Israel adalah enam (6) tewas dan 41 luka-luka.[2] Laporan tertanggal 10 Agustus: menurut PBB ”lebih dari 1.900 orang Palestina yang tewas adalah kebanyakan orang sipil: 1.354 warga sipil termasuk 447 anak-anak,” Sementara hanya 67 orang Israel tewas (umumnya tentara, ketika mereka memasuki dataran Gaza. Lihat ini[3] dan ini.[4] – Pemerintah Hamas sehari sebelum perang telah mengeluarkan perintah bagaimana harus membuat berita untuk dunia luar, “semua orang Hamas HARUS ditulis WARGA SIPIL.”

Laporan PBB ini dibantah oleh pemerintah Israel setelah menganalisa laporan media Arab terkenal Al Jazeerah[5] tentang jumlah dan indentitas korban jiwa di Gaza, dengan kesimpulan kasar sebagai berikut: Sepertiga (1/3) sebagai petempur, sepertiga lagi warga sipil dan sepertiga lagi tidak dapat dikenali. Hal para pejuang Hamas yang berbaju sipil adalah faktor lain susahnya menerima laporan PBB tersebut. Saya pribadi tidak mempercayai laporan PBB khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan ”pelanggaran HAM oleh Israel,” sejak 1993 saya telah mengetahui double standard kebijakan PBB atas Israel, video terbaru ini adalah bukti tambahan: 1. U.N. investigator admits to double standards towards Israel (perhatikan baik-baik penggunaan “I” dan “We” dari Profesor PBB ini, dan juga ekpresi wajahnya) dan 2. WATCH: Israel Attacks Gaza Hospital Used as Hamas HQ  Hamas Kami memimpin mereka (rakyat Palestina) kepada kematian

Analisa yang lebih detil menulis: dari nama mereka ialah 81,9 % adalah laki-laki, sedikitnya 70% dari adalah para pria berusia antara 18 ke 48 tahun (para pria siap tempur) – itu dapat diduga banyak dari mereka ditargetkan oleh Israel dan karena suatu alasan, laporan menulis.[5]
Ditemukan bahwa sejumlah besar nama-nama yang muncul pada daftar korban adalah duplikat – demi untuk mencari simpati media Barat. [6]
Tentara Israel selalu memberikan peringatan kepada orang Gaza (melalui selebaran dari udara, SMS pada telpon mereka dan terakhir mortil berskala ringan) sebelum membom bangunan (yang telah dipakai oleh Hamas untuk peluncuran roket) yang ditargetkan. Lihat:  Palestinian Leader Mudar Zahran: Hamas is killing my people dan Kebenaran tentang serangan udara Israel ke Hamas di Jalur Gaza.

Catatan kaki:

  1. Timeline of the 2014 Israel–Gaza conflict
  2. List of Palestinian rocket attacks on Israel, 2014
  3. Gaza conflict: Egypt seeks new Israel-Hamas ceasefire 
  4. Israel pounds Gaza as mediators try to rescue truce 
  5. Kantor berita Al Jazeerah adalah milik Pemerintah Qatar. Terbukti media Arab (dan juga berbahasa Inggris) yang sangat pro-Islam radikal, nampak pada peristiwa Jalan Arab di Mesir, dan juga khususnya anti-Israel. Media Arab dalam meliput “korban jiwa serangan Israel atas Hamas dan organisasi sejenisnya” selalu memiliku dua muka; dalam bahasa Arab mereka sebagai Pahlawan dan Martir (pesta dan bangga), namun untuk konsumen luar Arab mereka adalah Korban kekejian Israel (sedih dan demo). Dalam kasus ini, orang Israel ‘menampar’ para pro-Hamas dengan senjata mereka sendiri, dengan kata lain bumerang menabrak pemiliknya sendiri.
  6. Gaza Casualty Data Doesn’t Support Massacre Claims
  7. How Many People Died in Gaza?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hamas memaksa penduduk Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusia


Hamas memaksa orang-orang Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusiaPerang Israel-Hamas telah memasuki hari ke 10 (dihitung setelah Israel membalas menyerang), dan dihari keempat sudah lebih 2000 roket dan missil telah diluncurkan Hamas ke Israel dan Israel telah menyerang lebih dari 500 target.
Situs IsraelToday pada laporannya (11 July 2014) menulis bahwa pemimpin Hamas telah memerintahkan para penduduk Gaza untuk mengabaikan peringatan-peringatan Israel datangnya serangan udara dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagai perisai-perisai manusia.
Perang antara Israel dengan organisasi Hamas, yang mengontrol wilayah Jalur Gaza, muncul kembali pada hari Selasa, setelah puluhan roket diluncurkan oleh Hamas pada hari Senin ke kota-kota perbatasan rumah warga sipil Israel.
Israel secara konsisten dan terus menerus memperingatkan orang-orang Gaza sebelum serangan tiba untuk meninggalkan tempat-tempat yang dipakai oleh Hamas sebagai peluncuran roket, tempat beroperasi, penyimpanan senjata dan juga rumah-rumah tinggal para pemimpin Hamas.
Perintah yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Hamas ini datang dalam bentuk jangan ”bekerja sama” dengan Israel melalui menggambil perhatian peringatan Israel untuk keluar dari sasaran target serangan udara . Dengan kata lain, bagi mereka yang melarikan diri dari tempat target sasaran serangan akan dilabekan sebagai para penghianat dan karenanya akan menghadapi hukuman lebih buruk dari serangan Israel.
Hamas telah bertahun-tahun memakai taktik kotor di atas di dalam berperang melawan Israel, secara sengaja melepaskan roket-roket dari tempat-tempat penduduk sipil berada, seperti sekolah dan rumah-rumah penduduk dengan harapan jika Israel membalas serangan di tempat yang sama maka warga sipillah yang akan terbunuh – dengan tujuan memakai serangan Israel tersebut sebagai bumerang bagi Israel sendiri – sehingga media internasional bisa menuduh Israel.

Seperti kita tahu kebohongan tidak bisa bertahan lama, video ini jelas merekam kejahatan Hamas memaksa anak-anak Palestina sebagai perisai manusia mereka: When Hamas Puts Civilians in the Line of Fire.
Lucy  Aharish dari i24news bersama jurnalis Arab Maysoon Al-Qasmi Namun tahun-tahun belakangan ini Israel memiliki satelit yang semakin baik, sehingga bisa melihat kondisi target dengan baik, dan bisa menunggu atau menunda serangan jika target terdapat wanita atau anak-anak.

Lucy Aharish, wartawati Arab dari i24news, mengadakan video komunikasi dengan dua rekan jurnalis Arabnya, Alla tinggal di Gaza dan satunya lagi Maysoon Al-Qasmi tinggal di Hebron, Israel.
Lucy mempertanyakan Alla yang menuding Israel dalam jatuhnya korban warga sipil di Gaza, ”Anda tahu itu bahwa Hamas sedang bermain sebuah PR game pada pengorbanan orang-orang yang hidup di Gaza … Dimana Anda, dimana orang-orang, dimana para jurnalis [yang perlu untuk] mengatakan kepada Hamas dan ke Islamic Jihad untuk berhenti?” dan menambahkan, ”Kalian tidak melakukan apa-apa melawan orang-orang yang melukai kalian di dalam Jalur Gaza.”
Dan kepaa Maysoon yang melabelkan Israel ”menghukum warga sipil,” Lucy balik bertanya: ”Apakah kamu dapatkan itu normal bahwa para terrorist bersembunyi dibawah rumah-rumah warga sipil dan melalui itu melukai orang-orang yang mereka mencoba untuk melindungi … Kita adalah orang-orang cerdas, kita tahu bahwa missil-missil ini ada di halaman belakang warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah … saya tidak mengerti mengapa orang menaruh missil di rumah keluarga Palestina dengan anak-anak dan wanita … terangkan itu, ini sesuatu yang tidak saya mengerti, ” Lucy bertanya dengan nada panas.
Ibrahim Khraishi Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBBSumber yang sama melaporkan (14 July 2014) bahwa Pemerintah Palestian di West Bank yang mencoba menarik pemerintah Israel ke meja Organisasi Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court/ ICC), yang berkantor di Den Haag, Belanda mengakui bahwa Hamas terlibat di dalam kriminal-kriminal perang, ”Missil-missil yang sekarang ada diluncurkan melawan Israel, tiap dan setiap missil tergolong kriminal melawan kemanusian, entah itu mencapai target atau tidak, sebab itu diarahkan pada sasaran-sasaran warga sipil,” Ibrahim Khraishi, Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBB berkata pada TV Pemerintah Palestina.
Mr. Khraishi juga berkata, ”Banyak masyarakat kami di Gaza muncul di TV dan berkata bahwa orang-orang Israel telah memperingatkan mereka untuk meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum menyerang. Dalam kasus sedemikian, jika seorang terbunuh, hukum menghitung itu sebagai kesalahan bukan tujuan membunuh sebab [orang-orang Isreal; ini dari sumber aslinya] mengikuti prosedur-prosedur yang legal.”
Pada pesannya yang sama pemimpin Palestiana WB ini melabelkan Israel telah melakukan tindak kriminal sehubungan dengan tanah penghuni dan pos-pos pemeriksaan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kebenaran tentang serangan udara Israel ke Hamas di Jalur Gaza


Kapten Dan Gordon Tentara Pertahanan Israel Unit Jurubicara MiliterKapten Dan Gordon menerangkan TPI (Tentara Pertahanan Israel atau IDF) pergi untuk melindungi rakyat dari musuh-musuhnya.
Keterangan lengkapnya silahkan lihat pada sumber aslinya, tersedia di bawah.
Saya seorang tentara sipil. Itu berarti kebanyakan dari hidupku saya hidup di luar baju seragam (militer), berjalan tidak di jalur partai siapapun, tidak mengikuti perintah siapapun atau bahkan berbicara hal-hal tertentu, tetapi dari diri sendiri. Sebelas bulan dari setahun saya memakai jeans dan T-shirt atau celana pendek dan sandal jepit, seorang pribadi yang paling tidak nampak seperti orang militer pada permukaan bumi. Saya dapat bebas dari terlihat kotor sebab saya seorang penulis. [Jika Anda pernah tinggal di negara Barat dan pernah ke Israel, maka Anda akan mengerti betapa demokrasinya negara Israel]
Saya telah bekerja di media lebih dari 40 tahun – segala sesuatu dari film-film yang akan datang sampai para karyawan pembawa berita, beberapa dari pekerjaan tersebut di Timur Tengah.
Kapten Gorden bercerita tentang seorang wartawan yang sedang meliput kejadian di Jalur Gaza – seorang balita kedapatan tewas.
Saya menonton sebuah jaringan koresponden, melaporkan dari Gaza. Dia melihat ke dalam kamera. Ia nampak khawatir, empati, muram bahkan sedih. Tidak cukup untuk ada cengeng, tidak cukup menarik dan itu tidak akan berpengaruh baik kepada penontonnya yang ingin untuk ada, jika tidak dihibur, penting untuk mengklikkan lidah mereka (“cek, cek cek”), tetapi tidak cukup untuk menjadi kecewa. Laporan perlu memperkuat keyakinan … sehinga mereka (penonton) dapat merasa …
Tetapi ia memerlukan element lainnya untuk memastikan bahwa ia menggait dan menangkap mereka, sehingga mereka tidak mencari-cari channel (lainnya).
Ia memerlukan darah
Ada dikatakan dalam pemberitaan berita, yang mana disebutkan, pertunjukkan bisnis, “jika itu berdarah, itu mengarah.”
Dan tidak ada sesuatu memimpin seperti kematian balita tersebut.
Bagaimana itu dapat?
Siapa dapat berpaling dari itu?
Entah balita tersebut tertinggal di dalam mobil terpanggang mati (kepanasan) oleh ayahnya yang memiliki affair internet, bayi kelaparan di Dunia Ketiga, atau, dalam hal ini, sungguh kematian tragis seorang anak Palestina terbunuh di dalam serangan udara Israel pada rumah seorang dikenal sebagai terrorist, jika itu berdarah , itu mengarah.
Ia menjadi muram, dan sedih, sementara mata melihat langsung ke kamera dan berbicara jujur: ”Tidak ada hal seperti layaknya sebuah serangan udara bersifat bedah.”
Saya seorang profesional, dan pria ini baik. Orang ini mendekati sempurna. Pria ini meneruskan bicaranya tentang kenyataan bahwa Israel telah menyerang rumah “tersangka terorrist.”
Kemudian kami melihat rekaman penguburan anak tersebut, tangisan kedua orangtuannya, para tetangganya sanak famili dan teman-teman yang terbakar marah;
Ijinkan saya, jika Anda berkehendak, sedikit komentar dan sedikit hubungan yang pembaca mungkin dapat tertarik.
Pertama, tidak seorangpun perlu mendidik saya, … Putra saya terbunuh pada usia 22 tahun, Hatiku, dan sampai hari ini saya tidak dapat berbicara tentang hal itu. Itu adalah kesakitan yang tidak pernah pergi, sebuah luka yang tak tersembuhkan, suatu kehilangan seisi dunia. Saya tidak perlu dilatih di dalam wajah murah pada hal satu ini.

Tetapi biarkan saya bercerita kepada kalian apa yang Tentara Pertahanan Israel telah lakukan dalam perang ini berbuat sebisa manusia mungkin lakukan untuk menghindari hilangnya jiwa yang tidak bersalah, untuk mencegah kematian anak yang malang yang siapa jaringan koresponden nampaknya begitu prihatin, dan setiap ibu, anak-anak dan orang yang tidak bertempur lainnya di Gaza.
Sebelum menargetkan daerah dimanapun kami menurunkan selebaran-selebaran (dari udara). Para selebaran itu dalam bahasa Arab, dan selebaran itu memperingatkan warga sejumlah hal.

  • Jika mereka tinggal di dekat penyelundupan atau teror terowongan Hamas (yang telah digali untuk pergi di bawah memasuki perbatasan Israel dan melaksanakan serangan teroris terhadap pasukan Israel atau sipil), mereka diperingatkan untuk meninggalkan segera, karena terowongan itu akan menjadi target serangan udara.
  • Jika mereka tinggal dengan atau di samping kegiatan Hamas yang mereka kenali, mereka diperingatkan untuk segera meninggalkan karena rumah operasi akan menjadi target serangan udara Israel.
  • Jika mereka tinggal di sisi peluncuran rudal atau fasilitas penyimpanan roket (yang banyak dilakukan karena Hamas menyembunyikan roket-roket tersebut dan bekerja di antara populasi masyarakat, yang diakui sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional), mereka diperingatkan untuk segera meninggalkan karena itu akan menjadi target serangan udara Israel.

Sekarang (perhatikan), ada sejumlah pasukan Barat yang telah menjatuhkan selebaran-selebaran sejenis di kampanye serupa selama bertahun-tahun. Tetapi di sini saya yakin, hanya militer Israel yang melakukan itu. Kami memiliki seluruh unit yang tujuan utamanya adalah untuk memanggil para orang Gaza pada telpon-telpon genggam mereka (ya, kami memiliki nomor-nomor mereka) dan memperingatkan mereka dalam bahasa Arab untuk meninggalkan tenpat segera karena kami akan segera menyerang rumah, terowongan, , tempat fasilitas peluncuran atau penyimpanan (roket atau missil) tersebit.
Biarkan saya ucapkan kembali: KAMI MENELPON MEREKA DAN MEMPERINGATKAN MEREKA UNTUK MENINGGALKAN TEMPAT SEBELUM TANDA OK DIBERIKAN SEBELUM MENYERANG!
Kemudian, seolah-olah itu tidak cukup, kami bahkan telah menjatuhkan batu-batu petasan (flares) pada rumah yang akan diserang untuk menunjukkan bahwa serangan sudah dekat dan penduduknya masih memiliki kesempatan untuk meninggalkan.
Dan apa yang Hamas lakukan?
Apakah mereka memiliki unit pertahanan sipil yang berdiri siap untuk mengevakuasi orang-orang mereka sebelum serangan udara Israel yang akan datang?
Tidak. Mereka memberitahu orang-orang mereka untuk tetap dalam rumah, untuk menjadi perisai-perisai manusia untuk melindungi – yang mereka sebut – para pejuang mereka, yang bersembunyi di balik istrinya dan anak-anaknya sendiri, atau senjata mereka, mereka mempersiapkan untuk mengorbankan orang-orang mereka sendiri untuk memiliki beberapa putaran lebih untuk menyalakan (roket) pada warga sipil Yahudi.

Jadi apa pilihan yang ditawarkan ke Israel dalam peristiwa ini
a. jangan lakukan apa-apa dan biarkan mereka membunuh orang-orang sipil Anda, atau
b. lakukan segala sesuatu Anda secara manusia sedapat mungkin untuk mencegah hilangnya jiwa-jiwa yang tidak bersalah, tetapi pada akhir hari, lakukan sebuah kekuatan bersenjata yang telah dibentuk untuk melakukannya: mencegah para sipil Anda … tidak para tentara Anda, mengingatkan Anda, sebab umumnya Hamas tidak menyerang para tentara kami, tetapi para wanita Anda, anak-anak Anda , orang-orang tua dan bayi-bayi Anda.

Seorang pria dengan nama Abu Odeh , juru bicara Hamas, pernah sekali ditanya oleh seorang wartawan apa perbedaan antara Hamas dan al-Qaeda adalah.
Dari Abu Odeg marah. Bagaimana bisa reporter ini membandingkan Hamas ke al-Qaida?
“Yah,” kata wartawan, dalam ketulusan dan penuh keberanian, “Anda berdua mentargetkan warga sipil, Apakah Anda tidak?”
“Tidak sama sekali!” Abu Odeh menyatakan dengan kegeramannya sendiri, Kami tidak pernah mentargetkan warga sipil! Kami hanya mentargetkan orang-orang Yahudi.”
Hari ini menemukan dirinya sendiri berkompetisi dengan al-Qaida, Islam Jihad dan ISIS untuk trend terrorist jalanan.
Kolonel Richard Kemp, bekas petugas tentara Britania dan komando untuk para tentara NATO di Afganistan, dan bukan seorang Yahudi, terakhir saya bertemu, ia telah bekata bahwa tidak ada angkatan darat di dalam sejarah perang pernah melakukan sebanyak TPI (The IDF) telah lakukan untuk menghindari dan mencegah hilangnya jiwa-jiwa manusia yang tidak bersalah.

Jumlah korban jiwa Konflik Israel-Hamas Juli 2014.
Mengkonfirmasi perkataan Kolonel tersebut. Ketika AS membom Bosnia dan Kosovo, tewasnya warga sipil dibanding tewasnya orang yang bertempur adalah tiga ke empat banding satu. Pada medan perang Falujah, korban jiwa warga sipil dibanding orang yang bertempur adalah lebih tinggi lagi.
Menurut angka-angka dari orang Palestina yang belum diverifikasi, adalah 172 Palestina telah tewas; 35 masih anak-anak dan 25 adalah perempuan.
Itulah rasio kurang dari satu untuk satu. Bagaimanapun masih mengerikan, tapi bukan karena Israel tidak melakukan apapun untuk menghindari hilangnya nyawa warga sipil.
Orang Israel belum ada yang tewas sejauh ini – meskipun bukan karena Hamas belum mencoba terbaik mereka. Anda harus memberi mereka kredit di mana kredit harus diberikan.
Mereka (orang Hamas) telah meluncurkan kira-kira 1.000 roket ke Israel dalam putaran pertempuran terbaru, hampir semua dari roket tersebut secara eksklusif menembaki sasaran warga sipil.

[Namun mengapa media internasional – yang gossip mengatakan itu dikontrol orang Yahudi – selalu menyudutkan Israel? Lebih masuk akal bahwa media dikontrol oleh para Jesuit-Gereja Roma Katolik, bukan? sebab sekalipun “Barat” mencap Hamas sebagai organisasi Terorrist, namun lebih dari 80% bantuan keuangan untuk Hamas datang dari Uni Eropa melalui UNRWA (cabang dari PBB/UN) – yang 95% pegawainya adalah anggota Hamas]

Saya telah di bawah roket-roket tersebut lebih dari selusin dan bisa bersaksi untuk tiga hal:
1) Systim asti-missil Iron Dome Israel (nama senjata anti-roket dan missil) berfungsi. Suksesnya melebihi dari 90 persen. Tetapi tetap meninggalkan ratusan roket lewat sasaran, semua itu ditujukan pada pusat-pusat tempat tinggal warga sipil.
2. Israel memiliki sistem pertahanan sipil, dengan tempat-tempat perlindungan setiap 50 meter di kota-kota kecil perbatasan yang mendapat luncuran roket paling banyak, dan

Front rumah disiplin, yang tidak panik dan telah mengikuti langkah-langkah pertahanan sipil yang telah menyelamatkan banyak nyawa.
Apa yang Hamas telah lakukan untuk menyelamatkan orang-orang mereka sendiri? Mereka telah mengatakan kepada warganya untuk mengabaikan peringatan Israel untuk meninggalkan dan bahkan memerintahkan mereka untuk menjadi perisai-perisai manusia, dan merek telah menginvestasi ratusan juta (uang dari bantuan negara Barat) dalam menemukan cara-cara untuk membunuh masyarakat kami dan hampir sama sekali tidak menyelamatkan warga mereka sendiri.

Tidak, tidak ada hal seperti serangan udara yang bersifat bedah. Tapi tidak untuk kurangnya kami mencoba. Mengutip pernyataan Golda Meir, saya percaya damai akhirya akan datang ketika para musuh kami ingin anak-anak mereka sendiri hidup lebih dari mereka ingin anak-anak kami untuk meninggal. Sayangnya hal itu tidak akan datang dalam waktu yang dekat.
Dan Gordon adalah pemenang penghargaan penulis skenario gambar-gambar bergerak seperti “The Hurricane” yang dibintangi oleh Denzel Washington. Selain itu ia menjabat sebagai kapten di Unit juru bicara militer IDF (Res).

Bacaan berkait:

Note: Dan Gordon is an award-winning screenwriter of such motion pictures as “The Hurricane” starring Denzel Washington. In addition he serves as a captain in the IDF (Res) Military Spokesperson Unit.

Referensi:The truth about Israel’s airstrikes on Hamas; Exclusive: Dan Gordon explains lengths IDF goes to protect enemies’ civilians

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Konflik bersenjata negara Israel dengan militan Hamas mulai lagi


Roket import Hamas lawan Iron Dome IsraelSaling serang terjadi lagi antara tentara Israel dengan militan Hamas. Hamas meluncurkan roket-roket missil importnya dari Gaza ke Israel dan Israel membalas dengan serangan udaranya. Ini berarti mengakhiri Gencatan senjata Israel-Hamas yang diprakasai oleh Mesir di tahun 2012.
Konflik kali ini meletus setelah tiga remaja pria Yahudi, diculik lalu dibunuh – dan Hamas memuji para pelakunya, bahkan mengancam Israel: ”akan membuka gerbang-gerbang Neraka” jika Israel mengusir para pemimpin Hamas dari West Bank ke Gaza. Satu dari tiga korban penculikan tersebut adalah warga negara Amerika Serikat.
Seminggu setelah ketiga mayat ditemukan, pemerintah Israel memerintahkan menangkapi para pelaku pembunuhan tersebut. Seorang remaja Palestina ditembak mati saat penggerebekan karena ia melempari granat ke para petugas. Sekelompok remaja Yahudi balas menculik dan membunuh remaja Palestina. Pemerintah Israel telah menahan semua enam tersangka yang terlibat dalam pembunuhan remaja Palestina tersebut, dan para Rabbi juga mengutuki aksi main hakim sendiri, berkata ”Bagaimana dapat seorang yang percaya Torah membunuh seorang yang tidak bersalah?” – namun orang-orang Palestina tidak puas dan turun kejalan.

Tentara Pertahanan Israel (TPI; Israel Defend Force /IDF) mengatakan Hamas telah meluncurkan sedikitnya 225 roket missil terhitung sejak Senin malam (7 Juli). Roket-roket tersebut diarahkan ke berbagai kota di selatan Israel, dan kota penting seperti Yerusalem, Tel Aviv dan Haiva. Dua komplek militer Israel juga terkena serangan. Beberapa roket berhasil di hancurkan di udara dengan teknologi militer Israel yang disebut Iron Dome. Tiga roket telah jatuh ke kota Yerusalem, kota yang dianggap suci bagi empat agama monotheisme (Yahudi, Kristianiti, Katolik dan Islam). Itu bukanlah serangan roket pertama Hamas ke kota suci Yerusalem, tahun lalu itu juga terjadi.

Tentara Israel sedang beroperasi”Kita tidak akan mengijinkan peluncuran roket melawan kota-kota dan desa-desa kita, dan karenanya saya memerintahkan sejumlah besar operasi-operasi TPI /IDF) melawan para terrorist Hamas dan kelompok-kelompok lainnya di Jalur Gaza,” Perdana Menteri Israel meresponi serangan Hamas tersebut.
Senin malamnya, Israel membalas serangan Hamas dengan 160 serangan pada kantong-kantong pertahanan Hamas dan terowongan untuk (penyelundupan) bawah tanah di dekat Rafah, media Israel berkata. Media Palestina melaporkan Hafez Hamed, pemimpin komando Jihad Hamas dan lima lainnya telah tewas dalam serangan balasan Israel tersebut. Media Hamas memuat foto-foto anak-anak yang terluka atas serangan Israel tersebut – namun BBC menyatakan kebanyakan dari foto-foto tersebut tidak benar: ”beberapa foto kejadian sekarang di Gaza, sebagian foto lama bahkan mundur ke tahun 2009 dan sebagian lainnya dari konflik di Syria dan Iraq.”
PM Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya di hari Selasa berkata, ”Hamas memilih bentokan dan akan membayar harga yang mahal untuk itu. Lebih lanjut PM berkata ”para terrorist Hamas sengaja bersembunyi dibalik rakyat Palestina, dan karena itu (mereka) bertanggung jawab atas luka-luka kecelakaan.”

Sering kali Hamas memakai pemimpin negara-negara Arab untuk berbicara di forum internasional menekan Israel untuk melakukan gencatan senjata ketika Israel balas menyerang atau Hamas sudah hampir kalah. Namun belakangan ini pihak Arab Saudi dan Mesir tidak memperdulikan permohonan Hamas, bahkan kedua negara ini telah secara resmi melabelkan pemerintahan Hamas di Gaza sebagai pemerintahan terrorist. Mesir tahun lalu setelah memenjarakan Muhammad Morsi, president Mesir yang berasal dari Islam the Muslim Brotherhood (ibu dari para organisasi jihad) tentara Mesir langsung dikerahkan ke wilayah Sinai untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah Hamas dan membinasakan para aktivisnya.
Simpati terhadap Hamas telah lama hilang dari hati banyak orang Arab Palestina. Bahkan di bulan pada konflik yang baru ini dua Arab Palestina Muslim secara terang-terangan mendukung Israel dan mencela pemimpin Palestina. Ali Shaban, seorang Arab Muslim yang tinggal di Israel menulis surat kepada PM Israel, ”jika negara Israel ingin damai, haruslah mencabut kekuatan para kelompok terror yang sedang mengontrol populasi orang Palestina…” militant Hamas
Di Facebooknya Ali menulis: ”Mengapa Anda (Netanyahu) menunggu? … Kuasai Gaza. Kuasai West Bank. Tumbangkan Hamas dan Fatah. Tegakkan dan dukung kemempinan baru untuk rakyat Palestina, seorang pemimpin yang mencari damai dan sebuah kehidupan yang lebih baik untuk kita semua.” Pada interview di Channel 10 ia ditanya tentang pernyataannya yang tidak umum tersebut – membela Israel.
Ali menjawab bahwa selama ia dalam tugas ketentaraan di TPI /IDF di berbagai tempat di wilayah sengketa ia “telah bertemu dengan banyak sekali orang Palestina yang mendukung damai dan muak dengan situasi. Tetapi, mereka takut untuk berbicara sebab setiap orang yang bersuara berlawanan (dengan pemerintah Palestina yang sekarang baik di Gaza WB) akan segera dilabelkan penghianat … dan aka nada dieksekusi secara umum.”
Muslim lainnya yang secara terang-terangan pro-Israel adalah Mohammad Zoabi. Pada pesannya di YouTube dengan bendera Israelnya ia melabelkan para penculik tiga remaja Israel sebagai terrorist, dan mengkritik dengan pedas seorang Palestina anggota Parlement Israel sebagai anti-Zionist sebab Haneen Zoabi (bibi dari Mohammad) menolak menyebut para penculik tersebut sebagai terrorist, pemuda ini menganjurkan untuk bibinya keluar dari Israel pergi kesalah satu 22 negara Arab dan “Sebagai wanita, menurut tradisi Arab, ia hanya di dalam rumah, hanya untuk merawat suaminya. Tetapi karena Israel adalah negara yang sangat modern dan demokrasi, mereka telah memberikan dia hak untuk keluar (dari rumah) dan mengungkapkan pendapat sebagai seorang wanita.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iran: Komplek senjata meledak sementara melatih para jihad


 

Ledakan yang sangat besar terjadi hari Jumat 12 November di sebuah komplek senjata saat bahan-bahan peledak dipindahkan. Ledakan di komplek senjata ini membunuh 17 anggota Iranian Revolutionary Guard (tentara Islam radikal Iran), satu yang terbunuh adalah Jenderal Hasan Moghaddam, salah satu orang penting di program missile (roket berisi bahan peledak) Iran.

Pihak resmi Iran mengatakan bahwa ledakan di komplek itu adalah kecelakan semata. Tetapi Time Magazine mengutip pernyataan seorang intellegen Barat (tanpa menyebut sumber dan namanya) bahwa Israel ada dibelakang  ledakan tersebut.

Aaron Klein, reporter WND untuk Timur Tengah mengatakan bahwa ledakan di Iran ini terjadi setelah Jenderal Hasan mengirim para pembantunya ke Gaza untuk melatih para jihad Hamas dan Hezbollah bagaimana memakai roket-roket peledak tersebut – untuk menyerang negara Israel.  Hal ini dikuatkan juga oleh beberapa petugas keamanan Mesir yang mengatakan bahwa Iran telah mempersiapkan para kelompok terrorist Palestina di Gaza dan Hezbollah di Libanon untuk menyerang Israel ‘jika Israel menyerang fasiltas nuklir Iran.’

Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah Syria dan Iran menyatakan bahwa kedua negara ini akan menyerang Israel apabila Barat melakukan intervensi militer di Syria. Bulan Maret 2011, kapal laut Victoria bermuatan belasan ton senjata dari Iran dengan tujuan Gaza tertangkap oleh tentara Israel.

Ledakan ini terjadi sehari setelah the International Atomic Energy Agency (IAEA) mengeluarkan laporan resminya bahwa benar Iran sedang menggembangkan senjatar nuklir. Projek nuklir Iran ini bukan saja meresahkan Israel (president Iran pernah menyatakan bahwa ”Israel harus dibuang dari peta dunia”) tetapi juga para negara tetangga Iran yang adalah Arab Sunni (seperti Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain dsb).

Ledakan di komplek senjata Iran ini masih menjadi pembicaraan hangat: ”misterius, siapa pelaku ledakan tersebut?” Sebagian percaya bahwa itu adalah tindakan agent rahasia Israel, Mossad. Tetapi Israel tutup mulut. Jika itu orang Israel, bagaimana ia (atau mereka) dapat masuk ke komplek tentara Islam Iran yang ketat tersebut? Apakah klaim ”intellegent Barat” yang dikatakan majalah Time ini untuk memicu perang Arab melawan Israel?

Seorang bernama Julie memberi komentar berita yang berjudul: Western official: Israel is behind recent Iran explosion.” Saya akanlah mengatakan kepada kalian jika itu benar. Tetapi saya tahu tempat [komplek missile] itu sebab satu dari beberapa tetangga saya biasa bekerja disitu. Dia (pria) selalu bercerita kepada kami bahwa ledakan-ledakan semacam itu, ini terjadi mungkin dua atau tiga kali per tahunnya, tiap kali melampau 4 korban. Instalasi ini sangat tidak stabil dan  … orang yang sangat berpendidikan tidak bekerja di sana. Itu bukan milik tentara yang disiplin. The Revolutionary Guards adalah umumnya terdiri dari orang-yang berasal dari keluarga miskin yang tidak perduli akan kesehatan dan kehidupan mereka, dan untuk uang [dan agama] menerima segala bahaya.  Kali ini berita menjadi umum karena ledakan lebih besar dari umumnya dan seorang komandan dari penjaga revolusi juga terbunuh disitu. Bagaimanapun ledakan-ledakan sejenis itu tidaklah asing di sana. Diterjemahkan dari komentar 22. ”I would tell you if it was. But I know that place because one of my neighbours used to work there.” Lihat linknya utamanya di bawah. Garis bawah dari saya.

Israel selalu dikorbankan di dalam percaturan politik internasional. Barat menyerang negara Islam, Israel yang diancam akan diserang. Kecelakaan terjadi di negara Islam, Israel yang dituduh sebagai pelakunya. Kapan belajar untuk bertanggung jawab?

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pembicara Parlement Israel: Adolf Hitler Datang Kembali


“73 tahun setelah Olympic Berlin, kemarin Dunia telah menyaksikan kembalinya Adolf Hitler. Kali ini ia memilki bewok dan berbicara bahasa Parsi. Tetapi kata-katanya adalah kata-kata yang sama, dan aspirasi-aspirasinya adalah aspirasi-aspirasi yang sama… Tidak menguntungkannya ialah … Dunia sudah sekali lagi memberi dia sebuah platform [panggung],” demikian surat Reuven Rivin, Pembicara Knesset, yang kirim kepada para pemimpin parlement di seluruh Dunia.

Surat keprihatian Pemerintah Israel ini berhubungan dengan pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Pertemuan Hak Asasi Manusia PBB dalam Konferensi Anti Racism hari Senin 20 April di Geneva, Swiss 1)

Presiden Iran ini dalam kesempatannya berbicara menuduh Israel ada sebagai ”regime yang paling jahat dan rasis” – konteknya kepada konflik Israel-Palestina. Dan ia menuduh USA, Europe dan Israel sebagai pengacau kestabilan internasional. Pernyataannya ini disambut secara spontan oleh para delegasi dari 23 negara dengan cara ”meninggalkan ruang konferensi”, termasuk di dalamnya delegasi Yordan dan EU. 2)

Kritiknya kepada Seketaris PBB yang ”lembut dan segan” menegur pernyataan Ahmadinejad itu, Juru Bicara Knesset ini menulis dalam surat itu, ”Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan kenetralan. Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan protokol diplomatik.” Ditambahkannya juga ”Hari ini manusia yang bermasyarakat harus memutuskan entah dia anggota dari Anak-anak Terang atau Anak-anak Kegelapan; kamp dunia bermasyarakat atau kamp  dari musuh-musuh kemanusian.” 1)

Selasa ini Israel menandai Hari Peringatan Holokos dengan dua menit sirene yang diikuti seluruh negara berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta, kali ini untuk memperingati matinya 1,5 juta anak-anak di kamp-kamp kematian Nazi 3)

Wilayah Israel sangatlah kecil dibanding Iran, apalagi jika dibanding Arab Saudi dan Mesir dan Libia. Di Timur Tengah hanya Israel yang menerapkan system Demokrasi, bahkan penduduk Arab mempunyai partai Politik di Parlement Israel. Pemerintah Iran yang berkuasa sekarang bukan saja rasis terhadap Israel, tapi juga kepada bangsanya sendiri, setiap kelompok oposisi (misalnya Kelompok asasi wanita, pelajar dan Sunni dan Kristen) di dalam negeri Iran akan ditekan dengan keras. Belum lama ini puluhan tahanan politik dari kelompok Sunni di hukum gantung dimuka umum.

Pemerintah Iran nampaknya memenuhi perkataan Yahshua ini Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”  (Mat 7:3-5)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog