Propaganda The New York Times Perang terhadap Mesir


Raymond Ibrahim Islam Unveiled The New York Times’ Propaganda War on Egypt
Raymond Ibrahim mengkomentari artikel di The New York Times yang ditulis oleh David Kirkpatrick.
“Sebuah artikel baru dari New York Times mencontohkan mengapa The Times sederhanannya tidak dapat dipercaya. Ditulis oleh seorang David Kirkpatrick berjudul “Sumpah dari Kebebasan Beragama Tidak Ditepati di Mesir”, artikel tersebut secara tidak langsung menafsirkan beberapa kebenaran yang umum dalam upaya untuk memvalidasi tesis nya.
Pada paragraf penutup Raymond Ibrahim menulis:
“Disesatkan dan diabaikan adalah penyebab-penyebab sebenarnya dari radikalisasi — The Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin) dan para sekutu Islamis, yang, melalui masjid dan stasiun-stasiun satelitnya, yang telah me-radikalisasi Mesir selama beberapa dekade. Itu akan mengambil waktu yang lama, jika pernah, untuk memberantas pengaruh mereka, tetapi pemerintah pasca-Brootherhood (pemerintahan yang sekarang) adalah langkah pertama dalam arah yang benar — meskipun NYT propaganda nonstop untuk melabur putih the Muslim Brotherhood dan kadang-kadang bahkan al-Qaeda.
Raymond Ibrahim adalah pakar masalah Timur Tengah dan Islam, http://www.raymondibrahim.com/

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Perang Syria: Pejuang Sunni angkat kaki dari Homs


Peta Syria menurut sukuSeluruhnya 1900 orang, yang mayoritas dari mereka adalah pejuang pemberontak Sunni, angkat kaki yang merupakan lambang kemenangan bagi pemerintah Assad.

Pejuang Sunni yang ingin menumbangkan President Assad ini terdiri dari banyak kelompok, diantaranya: Al-Nustra Front (cabang dari Al-Qaida), Islamic Front, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan banyak lagi. Bagi mereka menumbangkan pemerintah Shia di Syria adalah tindakan jihad, berjuang demi Allahnya nabi Muhammad.

Homs dikenali sebagai ‘ibukota revolusi Sunni’ dimana Jalan Arab di Syria pertama kali meletus di tahun 2011. Dengan terpukul mundur pejuang Sunni dari benteng pertahanan pertama sekaligus terakhir mereka ini memungkinkan Assad tetap menjadi president untuk pemilu 3 Juni bulan bepan.
Orang Kristen dan Katolik di Syria menikmati kebebasan beragama lebih banyak di bawah pemerintahan Assad (Shia Alawit) dibanding dari pada di bawah penguasaan pemimpin Islam Sunni. Tekanan dan aniaya yang mereka telah terima sebelum tiga tahun kebelakang tetap tidak berarti dibanding dengan apa yang diperbuat oleh pejuang Sunni dukungan Barat dan raja-raja Timur Tengah yang ingin menumbangkan Assad. Kristen Kurdi yang tinggal di Syria dan Kristen Syria bahu membahu berjuang bersama Assad.
Perang di Syria antara pemerintah Assad, melawan para pejuang Sunni telah berlangsung tiga tahun lebih. Pasukan pemberontak mendapat bantuan persenjataan dan penasehat perang dari Barat, (semuanya dibiayai melalui uang dari raja-raja Arab Timur Tengah) pada mulanya berhasil menduduki kota-kota stategis dan lapangan terbang Syria, namun setelah Russia melarang Barat turut campur urusan dalam negeri Syria, para pemberontak Sunni ini sama sekali tidak berdaya melawan tentara Syria.

Keberanian president Putin meminta Barat untuk ”nonton saja” dalam perang di Syria ini menunjukkan bahwa pekik perang ”Allahhu akbar!” (artinya: ALLAH adalah besar atau dasyat) dari Pejuang Islam Sunni di dalam aksi Jihad mereka ternyata tidak mampu menolong mereka, sekalipun mereka mimiliki peralatan perang yang cangih. Kemenangan mereka sungguh bergantung dari pertolongan tentara Barat. Absentnya bantuan Barat ini telah mendatangkan jeritan dari para pejuang Sunni bahwa Barat dan Arab Saudi telah menghianati mereka.

Masyarakat Dunia sekali lagi menyaksikan dengan jelas, bahwa pejuang Sunni tidak mampu menang melawan musuh-musuhnya jika tidak dibantu oleh tentara Barat. Sewaktu melawan Jendral Kaddafi, president Libya, serangan mereka dengan mudah dipatahkan oleh tentara Libya sekalipun mereka mendapat alteri berat dari Barat dan Barat melarang Libya menggunakan kapal terbang perangnya. Barulah setelah Barat turut campur tangan secara langsung (Putin menyebutnya sebagai Crusade) di medan perang Kaddafi berhasil ditumbangkan. Demikian juga dengan perang di Ivory Cost, tentara Perancis membomi kekuatan-kekuatan militer pemerintah sehingga tentara Islam dari utara akhrinya bisa masuk dan merebut kekuasaan. Itu juga terjadi dengan organisasi Islam radikal ternama di Timur Tengah the Muslim Brotherhood (Ikwan Muslim), akhirnya mampu menggulingkan Jendral Mubarak di Mesir Juli 2012 setelah Amerika Serikat campur tangan secara langsung dalam politik dalam negeri Mesir, namun tepat setahun kemudian tentara Mesir mampu menumbangkan Morsi, dan bersama dia puluhan pemimpin The Muslim Brotherhood lainnya kembali ke penjara.

Walid Shoebat, mantan pejuang Palestian Liberation Organisation (PLO) pada masa Jaser Arafat, pada kesaksiannya juga mengakui bahwa Allah orang Islam sungguh tidak bisa berbuat apa-apa ketika menghadapi negara Israel yang masih muda, lahir kembali tahun 1948, dan sangat kecil dalam kekuatan militer dibanding negara-negara Arab di sekitarnya. Baru satu hari merdeka Israel telah diserbu oleh tentangga-tetangganya, namun menang. Pada Perang 6 Hari, president Naser mengajak negara-negara Islam lainnya untuk menghapus Israel dari peta politik, namun hanya dalam enam (6) hari Israel bukan hanya bisa tetap berdiri, lebih dari itu Israel menghancurkan kekuatan militer musuh di negara mereka masing-masing dan berhasil menguasai Sinai barat milik Mesir, Dataran Tinggi Golan di utara (wilayah strategis pertahanan Syria) dan kota Yerusalem berhasil direbut kembali dari Yordania (hampir 2000 tahun direbut Roma melalui Jendral Titus, 70 AD).
Taktik perang pejuang Sunni. Baru-baru ini Boko Haram, (kelompok militan Sunni) yang ingin meng-Islamkan negara Kristen Nigeria menculik sedikitnya 270 gadis sekolah, dan banyak kejadian dalam aksi jihad yang dilancarkan kelompok-kelompok militan Sunni (Al Qaida, Taliban, Mujahidin, Muslim Brotherhood dll) kepada kantong-kantong militer pemerintah di berbagai negara hampir 100% dalam bentuk bom-bunuh-diri, bom-mobil atau serangan dari belakang. Ketika pemerintah mengkonfrontasi para pejuang Islam tersebut, seperti Jenderal Musaraf (Pakistan) atau Jenderal Soeharto (Indonesia) demkian juga di Filipina, maka pejuang Islam tersebut selalu pada sisi yang kalah. Boko Haram artinya “Pendidikan Barat adalah Haram”; kelompok ini sejenis Taliban di Asia, mereka anti Demokrasi dan melarang keras wanita mengejam pendidikan.
Kembali ke Syria. Ketika pejuang Sunni berhasil menguasai desa-desa Kristen dan Katolik , dan mengancam penduduknya untuk masuk Islam atau dibunuh – mereka memilih mati (videonya eksekusi mereka pernah termuat di YouTube). Berita ini menyebar di kalangan Kristen dan telah menjadi pokok doa syafaat secara global. Elohim orang Kristen telah menjawab doa umat-Nya, pejuang Islam Sunni terpukul mundur bukan hanya dari ibukota Syria, Damaskus, tetapi juga dari Homs, benteng pertahanan pejuang Sunni! Sebelum mundurnya mereka dari Homs, para kelompok militan Sunni ini telah terjadi silang pendapat di dalam tubuh mereka sendiri, yang berakibat saling bunuh di antara mereka, mencapai ratusan jiwa tewas – terjadi seperti peristiwa di  Hakim-hakim 7.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Laporan PBB: Kebijakan Vatikan mengijinkan para pendetanya memperkosa anak-anak


Laporan PBB pada pelecehan sex anak Vatikan di Genova 2014Komisi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tertanggal 5 Febuari 2014 mengeritik secara keras kebijakan-kebijakan negara Vatikan sebagai otoritas tertinggi Gereja Roma Katolik sedunia, khususnya dalam masalah pelecehan sex anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta Katolik di berbagai negara.
Laporan ini menyebutkan bahwa anak-anak yang telah menjadi korban pelecehan sex (skandal pedophile) tersebut telah mencapai puluhan ribu anak-anak di seluruh dunia – (ratusan ribu korban menurut president SNAP), namum sampai saat ini belum ada pendisiplinan atau hukuman nyata Vatikan terhadap para pelaku kejahatan tersebut, satu-satunya langkah yang telah dibuat Vatikan hanyalah memindahkan tempat pelayanan mereka, ”mereka telah dipindahkan dari sebuah paroki (komunitas gereja lokal) ke paroki ketika hal-hal (scandals) diketemukan, dan ini tetap menempatkan anak-anak di banyak negara dalam resiko tinggi pelecehan sex,” pemimpin Komisi PBB berkata.
Komisi PBB menyatakan dalam kritiknya tersebut bahwa ”Vatikan / Penguasa Gereja Roma Katolik secara konsisten telah menempatkan pelestarian reputasi gereja dan perlindungan terhadap para pelaku (pelecehan sex) di atas kepentingan terbaik anak-anak.”
Tahun-tahun pertama skandal pelecehan ini terkuak dipermukaan, ketika para korban yang telah berusia dewasa, 40-50 tahun membuka suara mereka di media sekelur, sebab para korban tidak melihat adanya niat atasan untuk mengakui, apalagi untuk memberi ganti rugi, sebaliknya mengancam setiap orang dalamnya yang berani buka mulut di luar dunia Gereja Katolik. Mempelari kasus-kasus sejenis yang terkuak di negara-negara Eropa, seperti di Irlandia, Belgia, Belanda, Jerman dan non-Eropa – tidaklah heran jika Komisi PBB pada laporan tahun 2014 ini menyimpulkan bahwa “Vatikan mengijinkan para pendeta mereka untuk mPaus Freancis I bertemu dengan para uskupemperkosa anak-anak.” Anak-anak yang seharusnya dilindungi baik dari sisi moral maupun hukum, tetapi sebaliknya malah dirusak oleh para pemimpin mereka; nampak seperti pepatah ”pagar memakan tananam.”
Oleh karenanya Komisi PBB ini menuntut Vatikan ”untuk segera mencabut” semua petugas gereja yang telah diketahui atau di duga sebagai peleceh-peleceh anak kecil.
Laporan ini disambut gembira oleh para pembela hak-hak anak, misalnya SNAP: ”Laporan ini memberi harapan untuk ratusan ribu korban-korban yang telah sangat terluka dan masih menderita di seluruh dunia karena pelecehan sex dari rohaniwan tersebut,” Barbara Blaine, president dari SNAP Amerika Serikat. SNAP singkatan dari Survivors Network of those Abused by Priests.

Pada saat yang sama, Komisi PBB juga mengeritik kebijakan Vatikan lainnya:
• Pelarangan pemakaian alat-alat pencegah kehamilan; contoh: kondom
• Pelarangan praktek aborsi [1]
• Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik menentang hal-hal yang berkaitan dengan homoxualiti, yakni melawan praktek lesbian, gay, bisexual dan transgendered (waria) dan menolak hak pasangan homo ini mengadopsi anak-anak [2]

Vatikan membalas kritik PBB pada pendeta pedophile dan aborsi
Uskup Agung Silvano Tomasi, kepala delegasi dari Vatikan untuk pertemuan PBB di Genova, pada kesempatan lain menyerang balik kriktik Komisi PBB atas Vatikan.
Ia berargument bahwa Arab Saudi, Syria, Uganda dan Thailand – adalah para anggota komisi PBB – yang telah menuduh Vatikan ”secara sistimatis” mengadopsi kebijakan-kebijakan yang mengijinkan para pendeta untuk memperkosa dan menjamah dengan kasar anak-anak juga telah melakukan kejahatan-kejahatan; pemerintah Uganda memakai anak-anak 10 tahun untuk bertempur, Thailand yang menlayakkan penjual sex anak-anak. Syria  yang membunuh rakyatnya sendiri dengan gas racun . [Telah terbukti bahwa yang meracuni rakyat Syria ternyata adalah para tentara pemberontak dukungan Barat dan Arab; suatu taktik perang agama yang keji dan tidak bermoral dari militan Sunni telah terbongkar di Syria, juga di Irak dan di Indonesia].
Lebih lanjut Vatikan dalam pernyataan resminya, termuat pada buletin resmi Vatikan berbahasa Itali dan Inggris itu, menyatakan bahwa point-point pada laporan PBB tersebut adalah ”usaha untuk mencampuri pengajaran Gereja Katolik.”
Pada paragraf terakhir tertulis, ”The Holy See (artinya Tahta Suci, nama lain dari Vatikan/ Gereja Roma Katolik) menegaskan kembali komitmentnya untuk membela dan melindungi hak-hak anak, sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipromosikan oleh Konvensi Hak-hak Anak dan sesuai nilai-nilai moral dan keagamaan yang ditawarkan oleh doktrin Katolik.” (Garis bawah ditambahkan).

Koin 2 Euro Uni Eropa bergambar Wanita mengendarai binatangKalimat terakhir dari pernyataan resmi Vatikan (yang di garis bawahi) menunjukkan bahwa Uni Eropa (sebagai pusat ‘kerajaan’ Barat yang membawahi NATO, ICC, PBB, Club of Rome) bukanlah yang mengendalikan Vatikan atau Gereja Roma Katolik, tetapi sebaliknya. Fakta ialah ide lahirnya Uni Eropa dimotori oleh Gereja Roma Katolik. Sehingga genaplah apa yang dinubuatkan Adonai Yeshua kepada rasul Yohanes di pulau Patmos 2000 tahun yang lalu; baca Wahyu pasal 13, 17. Dan kritik dan tuntutan Komisi PBB 2014 ini nampaknya suatu proses untuk menggenapi ayat 16 dan 17 dari Wahyu pasal 17 dan pasal 18 tersebut.

Catatan dari editor:
1. Dalam beberapa dekade yang lalu, memang benar Vatikan ’berseru di atas-atas rumah’ melalui para pemimpinnya di seluruh dunia bahwa aborsi adalah dosa. Namun ’di dalam dapur-dapurnya sendiri’ praktek aborsi adalah umum. Dan sekarang telah diketahui umum bahwa justru praktek aborsi terbesar di banyak negara di dunia saat ini terjadi di klinik-klinik dan rumah sakit yang dikelola oleh Gereja Roma Katolik. Contoh kasus: Meksiko, salah satu negara Katolik terbesar di Amerika Selatan.
2. Memang benar bahwa Gereja Roma Katolik / Vatikan secara resmi telah membuat pernyataan-pernyataan praktek homosexualiti, namun dalam prakteknya, sangat banyak pemimpin Katolik yang mempraktekkan perbuatan homosex – baik itu pedophile (hubungan badan antara pria dewasa dengan anak laki-laki / boys) dan juga sesama orang dewasa. Majalah Itali pernah membongkar prakek homosex yang dilakukan oleh para pendeta Katolik.
Semua skandal sex di dalam Vatikan disebabkan aturan hukum agamanya yang melarang semua pemimpinnya (dari mulai pendeta sampai menjadi paus) memiliki isteri.
Sederhananya: “Sebuah pohon dikenali dari buahnya,” Yeshua berkata.

Artikel ini ditulis agar supaya setiap orang tahu bahwa Alkitab adalah benar-benar Firman Elohim yang Suci, ditulis oleh para penulisnya di bawah inspirasi Roh Kudus; terlepas dari entah ada orang mau terima atau tidak kebenaran tersebut, Alkitab akan selalu membuktikan kebenarannya, seperti ada tertulis: Janji YAHWEH adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7) dan lagi:  “sebab itu beginilah firman Elohim YAHWEH “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16). “Batu yang teruji” ini adalah Adonai Yeshua Ha Mashiah, sebagaimana rasul Petrus berkata di 1 Pet 2:4-6 dalam kaitannya dengan Matius 16:18 – batu fondasi dari Jemaat / Gereja YAHWEH,  yang siapa pintu alam maut (hell) sekalipun tidaklah akan mampu mengalahkan Jemaat tersebut! Percayalah kepada Alkitab dan bukan kepada doktrin-doktrin dan klaim-klaim buatan manusia!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog