Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah


Kesaksian ex-Muslim Professor Faouzi (David) Arzouni Professor David Arzouni, dikenal sebagai Faouzi (nama lamanya), lahir dan besar di Dakar, Sinegal dari keluarga Islam Sunni, ia sendiri berlatar belakang Islam Shia. Melalui pelayanan dari Missionari Don Corbin dan Pendeta John Hall, ia diperkenalkan kepada Yeshua Ha Mashiah. David dan Linda, isterinya, telah bertugas sebagai missionari di Afrika Barat, 16 tahun di Ivory Coast dan 21 tahun di di negara Islam Mali, di kedua tempat ini mereka bertugas sebagai pembuka jalan. Di Mali, ia mulai dari dua orang jemaat sekarang telah mencapai 70 gereja lokal. Kebahagiannya bertambah lagi sebab saat ini 3 saudara laki dan 2 perempuannya telah menjadi pengikut Yeshua juga dan bahkan kemudian ayahnya sendiri yang ingin membunuhnya juga telah menjadi satu iman dengan dirinya.
David lulusan sekolah theologia Bethany Bible College di Santa Cruz, California Amerika Serikat. Situsnya bernama http://www.arzouni.com/

Catatan dari Moderator Senjata Rohani: kesaksian tulisan pribadi Professor Faouzi di bawah ini berasal dari dua kesaksian videonya; David Arzouni’s Testimony  dan Faouzi Arzouni tinggalkan agamanya untuk mengikut Isa Al-Masih
Video pertama tanpa disertai terjemahan text Indonesia, yang kedua ada. Video pertama ia bercerita banyak tentang masa kecilnya, bagaimana ia bergumul dengan masalah kehidupan, dan tidak menemukan jawaban di dalam agama yang ia tekuni.  Sekarang ia bisa mengatakan bahwa Adonai Yeshua bukanlah sekedar Mashiah (Yang Diurapi) lebih dari itu Dia adalah Juruselamat.
Untuk penyeragaman sebutan, maka kata dan ”Isa al-Masih” ditulis menjadi ”Yeshua Ha Mashiah” dan “Lord” ditulis “Adonai,” sedangkan ”Allah” ditulis menjadi ”Elohim,” kecuali pada ayat di Kuran kata Allah tidak dirubah. Elohim memberkati Anda. Salam, Anggur Baru.
Mazmur 14:1-2 ”Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Elohim.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. YAHWEH memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Elohim.”
Latar belakang pribadi Professor David (Faouzi) Arzouni.
Kesulitan hidup sejak kecil dalam keluarga di negara asing, ditambah sikap penolakan yang ia terima dari penduduk setempat, membuat ia menjadi remaja yang tertekan dan menjadikan dia nakal yang membawa ia kemeja pengadilan dimana hakim mengukum dia dengan 6 tahun hukuman penjara. Di sel, ia menyesali pebuatannya dan berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang Muslim yang benar. Setelah keluar dari penjara dan kembali kepada keluarga (rumah ayahnya, kedua orang tuanya bercerai ketika Faouzi berumur 4 tahun) ia menepati janjinya – mendalami dan tekun di dalam ISLAM lebih daripada sebelumnya.
Ia memasuki sekolah tinggi di sebuah sekolah Katolik. Suatu hari di kamar mandi rumahnya ia bermain-main dengan air menbuat tanda salib dengan air meniru orang katolik, tanpa mengetahui bahwa ayahnya memperhatikan perbuatannya. Ia sungguh terkejut dengan reaksi keras ayahnya.
Ayahnya segera menangkap tangannya, lalu menggoncangkan badannya dengan keras, dan menaboknya seta mengutikinya. Ayahnya mengancam akan membunuhnya jika ia berbuat itu lagi.
Rasa ingin tahunya muncul tentang “apa itu ajaran Kristianiti,” temannya menasehati untuk pergi menjumpai seorang pendeta Libanon dari Kristen Marronaite di Dakar. Segera setelah pendeta ini tahu bahwa ia seorang Shia dari keluarga Sunni, pedeta ini dengan ketakutan mengusir dia dan minta jangan kembali lagi. Faouzi sungguh kecewa.
Lalu ia masuk ke gedung gereja Katolik dengan sembunyi-sembunyi, ia melihat banyak patung-patung, ketakutannya tentang ‘Kristianiti’ sebagai agama penyembah berhala meneguhkan apa yang ia pernah dengar. Dari semua kekecewaan perjalanan keagamaan tersebut ia mulai menjadi ”tidak percaya adanya Elohim.”
Suatu hari ia bertemu teman lamanya, yang ia pernah dengan telah menjadi Kristen. Faouzi menggerutu kepada temannya ini bahwa Elohim pribadi tidak perduli, temannya menjawab dengan sederhana bahwa sesungguhnya semua masalah dirinya itu adalah ”terpisahnya ia dengan Elohim oleh karena dosa-dosanya sendiri.”
Suatu hari ini bertemu seorang gadis, yang bertanya kepadanya ”Apakah kamu pernah membaca Alkitab?” Tertarik dengan gadis ini, ia menerima sebuah Alkitab dari gadis tersebut.
Suatu ketika, ia tertarik untuk membaca Alkitab tersebut. Secara sembarangan ia membukanya, terbuka pada kitab Mazmur pasal 14 dan mulai membaca: ”Orang bodoh berkata tidak ada Elohim …,” lalu membuka kitab lainnya – kembali dengan sembarangan terbuka pada kitab Roma bercerita hal yang meneguhkan dari pembacaan sebelumnya, “seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak, ….” Ia sungguh tertemplak dan menyadari dirinya yang kotor. Faouzi sejak itu rindu mencari lebih tahu tentang Kristianiti.
Dari sini ia mulai mencari seorang hamba YAHWEH yang bisa membimbingnya.
Bagaimana saya menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah?
Perjalananku pada intinya adalah perjalan dari agama ke perdamaian (reconciliation), dari agama ke penebusan (redemption)
Saya gambarkan perjalanan hidup saya, dalam proses menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah, sebagai perjalan dari ritual ke perdamaian. Dan ini sangat penting, karena saya dibesarkan dalam pedoman agama Islam. Saya tumbuh dan memeluk agama Islam dengan seluruh hatiku, sebaik yang bisa dilakukan sebagai seorang anak kecil di keluarga Muslim.

Saya lahir dan bertumbuh di Senegal, Afrika Barat, dari sebuah keluarga Libanon, beragama Shia Muslim dan kami mengikuti pedoman dalam Kuran dan Hadis-hadis sebaik mungkin. Keluarga kami sangat beragama dalam semua aspek. Jadi, mengapa saya butuh lebih dari yang kami telah miliki? Saya tidak pernah membutuhkan apa-apa. Sampai krisis kehidupan yang saya alami dan yang juga dialami semua orang, pada suatu waktu.
Membuat saya bertanya tentang beberapa hal terpenting dalam hidup:
Siapa saya?
Kenapa saya dilahirkan?
Apa artinya keberadaanku di dunia ini?
Mengapa ada masalah ini?
Mengapa kita mengalami pergumulan dalam hidup?
Itulah sifat alami dalam manusia.
Untuk bergumul mencari jawaban dan untuk mencari belas kasihan Adonai dan berkata, “Adonai, kenapa?” Adonai, kenapa aku? Apakah saya telah berbuat salah waktu kecil?” orang tuaku bercerai dan keluargaku berantakan. Kenapa kami mengalami pergumulan ketika sedang bertumbuh? Kenapa seorang dari latar belakangku membenci orang berkulit hitam?
Dan kenapa walaupun kami semua Muslim, kami semua tidak ada yang akur? [sama agama tapi lain aliran]. Saya mulai mengerti saat saya sangat muda bahwa walaupun dengan pembicaraan mulai kami tentang Allah dan agama dalam keluarga, semua itu tidak menutup pintu kesengsaraan dan kerusakan yang dibawa masuk oleh dosa ke keluarga kami dan kehidupan masa mudaku. Saya mengalami semua ini.
Lalu saya mulai berupaya untuk mereformasi hidupku karena saya mengira semua yang telah saya alami, semua hal buruk yang saya alami, terjadi karena saya bukanlah muslim yang baik. Saya pun mulai membentuk kembali (reform) hidup saya dengan bersikap lebih hati-hati, lebih membaca Kuran, mencoba mengikuti semua tradisi dan tentu melakukan segala ritual dan apapun yang diharuskan.
Tapi tahu tidak ada yang terjadi padaku? Semakin saya melakukan semua itu, semakin saya mencoba, semakin saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres, ada sesuatu yang salah. Apakah masalahnya ada di dalam hidup saya? Atau saya tidak melakukannya dengan benar? Lalu saya mulai memperhatikan orang-orang lain. Saya memperhatikan siapa saja yang mengaku Muslim, baik Muslim fundamentalis atau Muslim gagal. Dari satu ke yang lain. Saya lihat secara keseluruhan semua jenis Muslim yang mungkin ada, dan saya memperhatikan ada hal yang sama dalam hidup mereka dengan apa yang ada pada hidupku. Yaitu,
• bahwa tidak ada kepastian pengampunan dosa,
• bahwa tidak ada damai yang sejati walaupun kami selalu berbicara tentang kedamaian, dan
• bahwa sejujurnya dalam hati saya dan juga hati teman-temanku yang muslim waktu itu, walaupun kami mengucapkan 5x sehari dan ribuan kali disaat lain “Ar-Rahman Ar-Rahim,” kami tidak pernah benar-benar yakin kalau Allah ada di sisi kami. Kami tidak tahu apa yang dia telah tetapkan untuk kami. Kami tidak memiliki kepastian sama sekali.
Di menit 4:08  pada video ini, setelah ia berkata ”Ar-Rahman Ar-Rahim” di layat video muncul ayat Kuran 7:99:  ”maka apakah mereka merasa aman dari tipu daya (makr) Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari tipu daya (makr) Allah kecuali orang-orang yang merugi.” Terjemahan Pickhall untuk makr adalah ”scheme” (plot something harmful) ” … None deemth himself secure from Allah’s scheme save folk that perisih (tidak ada seorangpun yang dapat aman dari scheme-nya Allah untuk menyelamatkan mereka yang binasa.)
Dan dalam situasi ini, pergumulan untuk mengubah diri, membuat (saya merasa) kesepian, sendiri, dan terasa sangat sulit. Yang mana, tidak hanya saya saja yang gagal, tetapi semua Muslim yang saya kenal juga gagal.
Kami semua tahu bagaimana berpura-pura beragama dan berbicara secara fasih tentang masalah-masalah jika memang perlu. Namun, sebenarnya Elohim melihat hati kami. Dan Dia melihat hatiku dan saya lihat hatiku sendiri dan saya tahu bahwa saya tidak menemukan jawaban yang saya cari di dalam agama. Apa lagi selain, cara kehidupan? Apa lagi selain iman? Apa lagi perlu saya lakukan supaya saya bisa naik ke tingkatan selanjutnya, ke langkah berikutnya. Saya tidak tahu, kemana saya harus berpaling?

 

Pesan Yeshua Ha Mashiah
Apa yang Yeshua Ha Mashiah berikan dihadapan kita, bukanlah hanya sekumpulan peraturan atau hukum, perbuatan-perbuatan yang bisa dibawa supaya kita layak untuk dihargai dan berikan hadiah, seperti doa atau memberi zakat atau yang lainnya, Yeshua Ha Mashiah datang untuk mengajari kita bahwa yang kita butuhkan adalah suatu hubungan, bukan agama.
Dan hubungan tidak bisa terjadi antara Elohim dan kita, ketika kita belum memiliki pendamaian sejati antara kita dengan Elohim. Ini harus dimulai dengan adanya pendamaian di dalam hati. Ini yang saya dapat dari pesan Yeshua Ha Mashiah, yang seseorang ceritakan padaku.
Pertama kali orang itu berbicara kepadaku, saya marah sekali. Saya bilang, “Jangan pernah bicara soal itu lagi! (Kamu pikir) siapa kamu?” dan saat itulah saya belajar ada perbedaan besar antara mereka yang mengaku mengikuti Alkitab dan pangikut Yeshua Ha Mashiah yang sejati. Orang yang berbicara pada saya adalah pengikut Yeshua Ha Mashiah yang sejati.

Saya ingat pertama kalinya saya mendengar seseorang berkotbah tentang injil. Dan pria yang memberi kotbah tentang itu, saya tidak pernah lupakan. Bagaimana dia mengangkat buku itu, Alkitab, yang berisikan semua wahyu-wahyu suci dari Tuhan dari Taurat sampai Injil. Dan dia mulai mengatakan, “Elohim adalah yang memberi janji-janji dan menepati janji-janji-Nya. Dan Dia-lah yang menjamin bahwa kita bisa berpegang pada Firman-Nya.”

Itu adalah kata-kata yang menghiburku, karena dia mengatakan bahwa hal-hal yang Elohim katakan yang tidak mungkin sekedar main-main, yang sungguh-sungguh memberikan kepastian. Karena saya besar di suatu sistem yang di dalamnya saya tidak pernah yakin kalau Elohim benar-benar ada di sisiku. Saya diajari bahwa Allah lebih dekat kepadaku dari pada urat leherku tetapi setelah aku membaca Kuran untuk membaca ayat tersebut ternyata ini bukanlah berbicara soal kedekatan yang penuh kasih lebih lemah lembut kepadaku tetapi suatu peringatan kepada orang-orang yang sesungguhnya tidak taat. Jadi saya berada dalam ketakutan bukan dalam kedamaian.

Hari itu, di antara janji-janji yang saya dengar, salah satunya yang diberikan kepada kita, di dalam kitab Kisah Para Rasul fasal ke 4 yang berbunyi: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12) Dialah satu-satunya yang bisa memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan, korban yang Elohim telah siapkan. Keyakinan itu menusuk hatiku. Itu bukan sesuatu yang saya cari. Saya tidak berpikir ke sana. Dan terpujilah YAHWEH! Ini bukanlah suatu ajakan untuk pindah agama. Tidak, ini bukan soal itu.
Ini bukan soal agama, ini soal pendamaian (reconciliation) , inilah pesan dari Injil, (artinya: Berita Suka cita). Inilah yang dibawa Yeshua Ha Mashiah: Pendamaian.
Jadi saat ini, kepada siapa saja yang mendengarkan, saya ingin bersaksi. Bahwa sungguh Injil itu Benar, “….(mengutip sebuah pernyataan doktrin Kristen dalam bahasa Arab)…” yang artinya “Tidak ada ilah lain kecuali Elohim, dan tidak ada perantara lain antara manusia dan Elohim kecuali Yeshua Ha Mashiah, Anak Manusia (The Man).”
Dan itulah yang saya inginkan pastikan pada setiap pendengar, bahwa jika dengan iman, kamu menerima apa yang diberikan oleh Injil, kamu menemukan solusi hidup. Kehidupanku berubah karena kebenaran itu.
Apa yang tidak bisa ku temukan dalam agama, tidak jadi masalah apapun Anda menyebut agama tersebut, bisa agama apa saja, apa yang tidak bisa ku temukan dalam agama, saya temukan perdamaian lewat penebusan dosa dalam nama Yeshua Ha Mashiah, saya mendapat pendamaian dengan Elohim yang mengubah hatiku dan hal itu memberikan damai sejati. Dan itu kenapa saya mau mengikuti Yeshua Ha Mashiah dan kenapa saya terus mengikut Yeshua Ha Mashiah, dan kenapa saya selalu memproklamasikan kepada siapa pun, marilah berdamai dengan Elohim dalam nama Yeshua Ha Mashiah dan menjadi pengikut-Nya.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Islam: Klaim dan Fakta – Benarkah isi Kuran sempurna dan terjaga?


Dan Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, ”… Tuliskanlah, karena perkataan-perkataan ini adalah benar dan dapat dipercaya. Dan Dia berkata kepadaku, ”Sudah jadi! Akulah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Bagi siapa yang haus, Aku akan memberikan dengan cuma-cuma dari sumber air kehidupan” Wahyu 21:5-6

Ketika Kristen dan Muslim bicara tentang ketuhanan, sangat sering Muslim mengklaim Kuran adalah kitab yang sempurna dan tidak berubah, sebaliknya menuduh Alkitab telah dikorupsi atau dipalsukan. Untuk keuntungan – terutama – bagi umat Islam yang tidak memiliki kesempatan untuk membaca buku-buku dan artikel-artikel (khususnya yang berbahasa Inggris) maka artikel ini dibuat, dengan tujuan umat Islam dan juga setiap pembaca boleh memiliki tambahan pengetahuan dan pengertian tentang sejarah agama Islam dan isi kitab Kuran dan kaitannya dengan kitab-kitab suci orang Yahudi dan Kristen. Lebih dari itu keharmonisan hidup antara ke duanya tetap terjaga, setiap perbedaan pendapat dapat dipecahkan melalui diskusi sehat.
Elohim Yanghidup dan Mahapenyayang memberkati kita semua. Salam sejahtera, Anggur Baru

Beberapa contoh klaim Kuran dan para pemimpin Islam tentang Kuran:
Surah 15:9 – “Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Pesan / Pengingat, dan, sesungguhnya, Kami akan menjaganya.
”Tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya, Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan … Hanya ada satu versi Kuran … yang dihafal dalam bahasa Arab aslinya oleh para Muslim di seluruh dunia. (Saheeh International, Clear Your Doubts About Islam: 50 Answers to Common Questions, Saudi Arabia: Dar Abul-Qasim, 2008, pp. 28-29)
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Bahasan akan meliputi:
Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan?
Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?

Mari kita bahas satu persatu klaim Kuran dan para pakar Islam di atas dan membandingkan dengan faktanya.

1. Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Kuran mengklaim: Kami telah membuat itu sebuah Kuran dalam bahasa Arab, sehingga kamu dapat mengerti. Dan sesungguhnya, itu adalah Ibu dari Kitab (Mother of the Book / the Source of Decrees) di hadirat Allah” (Su 43:4), ”Kuran ini sedemikan rupa sehingga tidak dapat diciptakan kecuali oleh Allah” (Su 10:37)

1a. Fakta bahasa asli Kuran
Cristoph Luxemberg, pakar bahasa Timur Tengah kuno berkata bahwa bahasa kuno Kuran adalah campuran dari bahasa Aram Syria dan bahasa Arab.[1]
Dan Gibson, dalam bukunya Qur’anic Geography yang didasari dari penelitian lapangan dan catatan sejarah, menyatakan bahwa pusat ibadah orang Arab pada jaman Muhammad adalah di kota Bakka, (bangsa Romawi merubahnya menjadi Petra) pusat kehidupan bangsa Edom (panggilan dari Esau, saudara kembar Yakub). Jadi tidaklah mengherankan bahwa mereka lebih dekat kepada bahasa Aram sekalipun sebagian dari masyarakat tersebut adalah suku Arab yang kita sebut sekarang negara Saudi Arabia.[2]
Hal ini sejalan dengan sejarah kesultanan Islam sendiri, bahwa pusat pemerintahan berada di Damaskus, Syria sebelum Ibn Zubair berontak dan membangun kesultanan yang lain yang berpusat di Bangdad, Irak; lihat Sejarah Islam Mula-mula dalam arkiologi dan literatur – penelitian abad 21
Professor huruf-huruf kuno dari Jerman, Gerd R. Puin, pemimpin penelitian manuskrip Kuran Sana pada laporan ilmiahnya menulis Kuran Sana yang setua dengan versi Medina mengandung perbendaharaan bahasa asing, seperti Aram, Ibrani, dan mungkin juga dari sumber-sumber Kriten, Koptic dan Qurmran.[3]

Perjalanan Abraham sepanjang hidupnya1b. Fakta pewahyuan Kuran
Pertama dari semuanya adalah bahwa kitab Kuran tidaklah unik, dan isinya tidaklah ajaib, serta tidak bisa di labelkan sebagai ”ibu dari kitab.” Beberapa contoh yang memberatkan klaim surah-surah Kuran di atas:

  • sebab sebagian besar isinya terambil dari kitab-kitab Perjanjian Lama  dan Injil
  • inti dari sejarah dan ajaran Kuran sangatlah singkat; Kuran hanya memiliki 6236 ayat, Alkitab memiliki 31102 ayat, hampir seperlima lebih singkat dari Akitab. Tanpa membaca Alkitab, para pembaca Kuran tidak akan bisa tahu siap, dari keluarga apa, dan kapan nabi-nabi sebelumnya hidup. Kesederhana  Kuran ini pula yang membuat umat Islam memerlukan kitab-kitab Hadit dan biografi Muhammad untuk menerapkan ajaran Islam secara utuh.
  • Kesalahan waktu. Tokoh-tokoh Alkitab yang ditulis di Kuran memiliki jalan cerita yang tidak harmoni dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dalam masa waktu. Contoh: a. ibu Yeshua hidup pada masa yang bersamaan dengan Harun, abang dari nabi Musa; mereka terpisah 1400 tahun dan b. Di Surah 2, terdapat cerita Musa, di situ dikatakan Allah marah kepada orang-orang Israel dan merubah mereka menjadi kera-kera, alasannya mereka melanggar Hari Sabat dan membunuh para nabi. Muhammad pada cerita ini memiliki tiga kesalahan: a. Tidak ada tertulis baik di Alkitab atau sejarah Israel Elohim pernah merubah orang Israel menjadi kera. b. Pelanggaran Sabat terjadi di jaman nabi Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel ketika negara Israel sedang makmur. c. Nabi Musa adalah nabi pertama. Muhammad nampak memiliki motif tertentu dengan cerita yang dibuatnya tersebut.
  • Kesalahan geografi. Contoh: Hagar dan Ismail minum air dari Sumur Zamzam di Mekk. Kitab Kejadian 21:14-19 menulis, keduanya mengembara di padang gurun Bersyeba dan menemukan sumur, keluar dari lembah Gerar dimana Abraham tinggal, lihat Kej 20:1-2 dan 26:15-20.
  • Isi Kuran mengadopsi cerita-cerita dongeng Talmut Yahudi, contoh: Kain dan Habel, Abraham dan Ismael membangun Kaabah, serta raja Salomo dengan ratu Sheba. Kuran juga mengutip dongeng-dongeng kuno lainnya, baca: Unusual Tales.
    Alkitab tidak mengakui Talmut sebagai kitab yang diwahyukan oleh Elohim.
  • Kontradiksi doktrin. Contoh, Kuran berkata: ”Allah tidak beranak dan tidak memperanakkan,” dengan kata lain Allah adalah tunggal (menolak konsep Kristianiti), namun hampir setiap ayat ketika Allah berfirman Ia selalu berkata ”Kami/We.” (bentuk kata orang pertama majemuk), bukan “Aku/I” seperti di Alkitab.

Kuran memilik banyak kritik dari dalam dan luar agama Islam sendiri, Jay Smith berkata.[4]
Dr. Rafat Amari, ex-Muslim Yordania, berkata bahwa ajaran yang dibawa Muhammad sebagaimana tertulis di Kuran adalah praktek agama pagan politeisme orang-orang Arab setempat yang sudah ada lama sebulum Muhammad lahir.[5]
Kesimpulan, klaim “Kuran sebagai wahyu Tuhan yang sempurna” sungguh susah untuk diterima sebab Kuran dalam banyak hal mengkontradiksi klaim-klaimnya sendiri.

Janji YAHWEH datangnya Juruselamat Mashiah Yeshua:
”sebab itu beginilah firman Adonai YAHWEH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16)

1c. Benarkah Kuran ibu dari segala Kitab (suci atau pusat keputusan Pencipta alam semesta dan segala isinya)?
Setiap orang yang pernah membaca Kuran, dan membandingkannya dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dan kitab-kitab Perjanjian Baru pastilah meragukan klaim dari Surah 43 ayat 4 di atas. 10 Perintah yang tertulis pada dua loh batu yang di dapat nabi Musa, adalah pusat dari seluruh Perintah YAHWEH, yang Yeshua mengintisarikannya menjadi dua: Kasihilah YAHWEH dan sesamamu manusia. 10 Perintah YAHWEH ini sedikitnya 2000 tahun lebih tua dari Kuran. Beberapa alasan keraguan klaim tersebut:

  • Kuran hanya berisi 1/5 dari  isi Alkitab. Alkitab Perjanjian Baru bahkan masih lebih banyak ayat di banding isi Kuran.
  • Kuran tidak memiliki satupun cerita yang lengkap kecuali surah 12 cerita tentang Yusuf dengan caranya sendiri, tidak tersusun rapi. Contoh, bandingkan cerita nabi Yunus; di Kuran: S. 37:139-160 – Yunus & putra Allah; S 6:86 – Yunus & Lot; S 10:98, S 21:87-88. Baca dan cobalah mengerti dari semua surah tersebut. Dan sekarang bandingkan cerita Yunus tersebut pada kitab Yunus di Alkitab. Maka Anda akan mengerti apa yang sama maksud.
  • Kuran, sesuai artinya “ucap/baca,” Cristoph Luxemberg berkata, hanyalah sebuah kitab liturgi untuk ibadah Kristen (karenayanya itu hanya berisi cuplikan-cuplikan isi Alkitab)
  • Kuran memiliki banyak kesalahan di dalam mengutip isi Alkitab, lihat butir 4.
  • Bicara tentang keputusan-keputusan Pencipta, Kitab Musa adalah sangat spesifik, jelas dan teratur, demikian juga keempat Injil berkaitan perintah rohani dan moral, kitab Korintus dalam soal beribadah dan moral. Keputusan Pencipta tentang masa yang akan datang sangat jelas pada bab-bab terakhir Injil Matius dan di seluruh kitab Wahyu.

Klaim Kuran sebagai “Ibu dari segala Kitab” bisa jadi berlaku hanya untuk masyarakat Arab dimana Surah itu dinyatakan, sebagai awal dari perpindahan budaya “tradisi mulut” ke “tradisi mencatat,” sekalipun saat itu Kuran masih dalam bentuk catatan (bukan bentuk kitab).[6] Sebelum Islam lahir (abad 7 AD), telah ada sedikitnya 5 kerajaan besar yang telah mengenal ilmu dokumentasi, misalnya: Mesir, Israel, Assur, Babilonia, Media-Persia, Yunani, Romawi. Jika kita bicara soal kertas, dokumentasi ilmu pengobatan dan masakan tradisional tentu Dinasti Cina di Asia tidak bisa dilupakan, dan telah ada lama sebelum agama Islam lahir. Itulah sebabnya mengapa keimanan orang Kristen berfokus kepada Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan bukan kepada nabi Muhammad.
Artikel berkait:
Tom Holland – Quran didn’t come from Allah – Islamic Truth
Historical Discrepancy of Quran in Geography and Times – Jay Smith

Raja Daud berkata tentang Torah YAHWEH:
”Ya, betapa aku mencintai torat-Mu! Dia menjadi renunganku sepanjanga hari;
Engkau membuat aku lebih bijak daripada musuh-musuhku karena perintah-perintah-Mu; karena inilah milikku selamanya.
Aku memiliki pengertian melebihi semua pengajarku; karena kesaksian-kesaksian-Mu menjadi renungan bagiku.
Aku memahami melebihi orang tua, karena aku berpegang pada titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:97-100)

2. Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Fakta adanya berbagai versi Kuran bahasa Arab. Hadis Sahih Bukhari mencatat bahwa perdebatan karena perbedaan versi Kuran bahkan sudah ada sejak Muhammad masih hidup, dan bahkan ia sendiri yang mengesahkannya. Lihat: Sahih al-Bukhari: vol. 6, bk. 61, no. 510, 514 dan 527. Jika ditambah dengan perubahan ayat-ayat yang Muhammad lakukan sepanjang kenabiannya (lihat butir tiga) maka sangatlah mustahil bahwa Kuran telah tersusun rapi saat ia meninggal dunia.

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Abu Bakr (khalif pertama, pengganti Muhammad segera setelah kematiannya) adalah orang pertama yang mengumpulkan ayat-ayat Kuran yang tertulis pada potongan-potongan batu dan kulit binatang.
Uthman Ibn Affan, mantu Muhammad, setelah menjadi Khalif ketiga, ia membentuk suatu komiti untuk melanjutkan usaha Abu Bakr di dalam menstandarkan berbagai versi pembacaan Kuran. Ia mengumpulkan catatan Kuran dan para penghafal Kuran sehubungan dengan berkembangnya berbagai macam”penbacaan Kuran” siapa yang benar atau salah, dan siapa yang memiliki catatan yang benar atau yang salah. Hasilnya adalah tujuh (7) macam bentuk pembacaan Kuran. Uthman memerintahkan membakar semua masahif (kodek-kodek) lainnya di luar ke tujuh versi yang ia sahkan pada saat itu. Ini terjadi setelah 18 tahun Muhammad meninggal (AH 30/ 650 AD). Pihak-pihak yang tidak setuju dengan isi standarisasi Kuran yang dibuat Uthman tetap memegang versi mereka.
Sekitar tahun 1397 AD, para ahli Kuran menambahkan tiga macam pembacaan Kuran lainnya. Tahun 1705 AD ditambahkan empat lagi. Total menjadi 14 versi pembacaan Kuran, semuanya berbahasa Arab.[7]

Musaf terkenal lainnya diluar Uthman adalah Ibn Masud, Ubayy Ibn Ka’b dan tentunya musaf Islam Shia dari Ali Ibn Abi Talib (mantu dari Muhammad melalui Fatimah), dan sembilan kodek lainnya.
Perbedaah di sini bukanlah sekedar cara pembacaan, tetapi juga susunan sura-sura, jumlah sura, arti dan makna berubah. Dalam abad modern, orang Muslim tetap memiliki dua pembacaan yang berbeda: 1. Pembacaan dari Hafs ( 805 AD) yang disetujui oleh al-Azhar, Mesir, dan sebagian besar dunia Islam memakai ini. 2. Pembacaan dari Warsh (812 AD), dipakai di Afrika Utara. Saat ini, Kuran yang beredar di antara para Muslim dengan kedua jenis pembacaan adalah tidak lain, tetapi dua versi yang telah direvisi secara terpisah terus menerus lebih dari 300 tahun.[8]

Gerd R. Puin foto Kuran Sana di atas kulit binatang1972, manuskrip kuno Kuran ditemukan di kota Sana saat perbaikan sebuah mesjid. Gerd Puin, seorang profesor Jerman yang ahli dalam paleography bahasa Arab memimpin penyelidikan Kuran Sana tersebut. Diperkirakan setua dengan Kuran Kufi (Irak). Melalui pemotretan microfilm mereka menemukan secara jelas tanda-tanda perubahan atas Kuran tersebut, seperti nampak pada gambar. Penemuan yang memalukan ini membuat pemerintah Yemen melarang professor Puin melanjutkan penelitiannya.[9]
Bacaan berkait:

3. Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah sejak itu diwahyukan?
Kuran mengklaim: ”Tidak ada perubahan bagi kata-kata Allah. Yang demikian adalah kemenangan/ pencapaian besar” (Sura 10:64), “tidak seorangpun yang dapat merubah kata-kata (dan keputusan) Allah” (Sura 6:34, juga 18:27), ditulis dalam sebuah tablet (dapat diasumsikan pada sebuah tablet batu di Sorga) (Su 85:21-22)
Fakta bahwa Kuran yang beredar saat ini adalah hasil revisi berkali-kali seperti telah kita bahas di butir dua adalah fakta yang tidak disangkal. Sejarah Islam menulis bahwa pada tahun kelima panggilan Muhammad sebagai nabi Allah di Mekka (tepatnya di Bakka menurut Dan Gibson), di hadapan orang-orang pagan Quraysh serta para pengikutnya ia mengucapkan ”Sudahkah kalian memperhitungkan Allat dan Al’Huzza, dan Manat ketiga lainnya? Mereka adalah berhala-berhala yang berstatus superior, syafaat mereka adalah diharapkan.” (Su 53:19-20). Mendengar ucapan ini semua orang, Muslim, penyembah berhala, termasuk Muhammad sendiri, segera bersembah sujud di hadapan langit. Namun beberapa hari kemudian Muhammad menggantinya dengan Su 22:52, yang Allah menyebutnya pewahyuan sebelumnya itu adalah datang dari pewahyuan Setan (dikenal sebagai ”ayat Setan”). Surah pembatalan ini merupakan ayat pertama dari ”ayat-ayat Setan” dalam masa kenabian Muhammad.
Bahasa Arab untuk kata ”pembatalan ayat” adalah naskh yang berarti ”mengkopi” dan juga ”meniadakan.” Arti dari Pembatalan ayat di Kuran meliputi:

  • Mencabut/ meniadakan (removing) ayat. Seperti pada Sura 22:52-53 di atas.
  • Menukar (substituting) ayat. Seperti pada Sura 16:101 ”Dan ketika Kami menukar satu pewahyuan untuk lainnya …” juga Su 2:106. Lihat gambar di bawah ini.
  • Merubah (altering) ayat.

Kebingungan – yang Allah mengganti ayat-ayat Kuranditimbulkan oleh ”pembatalan ayat” di atas – ini telah menyebab perdebatan di antara kelompok Muslim sendiri; konsekuensi yang lebih buruk dari ”arti pembatalan ayat” ini adalah bahwa pembatalan ayat tersebut memiliki berbagai ”macam model pembatalan,” – yang saya yakini bahwa inilah penyebab konflik berkepanjangan (bukan sekedar berdebat, lebih lagi aniaya berat bahkan peperangan) di antara orang Islam sendiri, dan juga membuat orang bukan-Islam (yang tidak tahu agama Islam) sangat bingung akan ajaran Islam – tiga model pembatalan ini (ditambah tiga arti dari naskh) telah menghasilkan dua kutup kelompok Muslim sejak Mohammad meninggal dunia:”aliran Islam kafir vs aliran Islam sahih” dan di jaman modern ini berkembang menjadi: ”moderat vs radikal,” ”Muslim baik vs Muslim terrorist”, ”Muslim intelek vs Jihadist.”
Muhammad (tepatnya Kuran ) menyebut mereka yang meragukan kenabiannya karena perubahan ayat-ayat tersebut sebagai “para orang bimbang yang bodoh” (Su 2:142-143), bagaimanapun banyak orang Yahudi dan pagan menolak ajarannya, dan segera setelah kematiannya, banyak pengikutnya kembali kepada kepercayaan lama mereka. Dengarkan:
An Historical Critique of Islam’s Beginnings – Jay Smith Posted by RealLife JackHibbs

Yeshua Ha Mashiah sungguh dekat dan rindu bersahabat dengan siapapun:
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

4. Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?
Kuran mengklaim, ”meneguhkan kitab Musa … dalam bahasa Arab” (Su 46:12), dan Alkitab sebagai kitab yang meneguhkan pewahyuan yang diterima Muhammad (Su 10:94) dan ”bebas dari kesalahan” (Su 4:82) dan ”kitab terbaik dengan tanpa perubahan” (Su 39:23).
Melalui ayat-ayat sejenis di atas. Muhammad mencoba memberi konsep baru pada para pendengarnya, bahwa: 1. Ajarannya adalah sejalan dengan ajaran monotheime orang Yahudi dan Kristen. 2. Yang lama telah berlalu, dan otoritas sekarang sepenuhnya ada di tangan Muhammad. 3. Ia kemudian melangkah terlalu jauh, menyatakan agama satu-satunya yang diberkati Allah adalah Islam, sejak Adam, Abraham dan Yeshua semua adalah orang Islam.
Fakta adalah: Ada banyak artikel yang menyatakan bahwa Gereja Roma Katolik adalah institusi yang merekrut dan mendidik Muhammad menjadi nabi bagi bangsa Arab untuk tujuan merebut kota Yerusalem bagi Paus. Pihak Roma Katolik mengajarkan kepada Muhammad bahwa kelompok Kristen yang benar adalah apa yang kita kenal sekarang sebagai agama Katolik. Saya tidak mengkomentari pernyataan cerita tersebut, namun pada butir 4 ini saya ingin mengajak umat Islam untuk melihat kepada isi Alkitab dan membandingkan apa yang Muhammad (di dalam Kuran dan Hadis) telah dapat dan mengerti tentang ”isi dan ajaran Alkitab” yang ia dapat dari guru-guru Roma Katolik.

  • Trinitas. Surah 5:116 secara tidak langsung berkata bahwa Trinitas dalam Kristianiti adalah Allah (merefer sebagai Bapa Sorgawi), Maria (isteri Yusuf) dan Yeshua/ Yesus. Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu tidak pernah merefer baik implisit apalagi ekplisit bahwa Maria adalah bagian dari Trinitas, tetapi Roh Elohim itu sendiri, yang disebut “Roh Kudus.” Baca Injil Yohanes 14 dan 16.
    Doktrin Maria sebagai pribadi yang memiliki gelar sebagai “tuhan” atau “dewi” atau digelari sebagai “Ratu Sorga” hanya terdapat dan diperaktekkan oleh orang Katolik.
  • Mashiah / Mesias / al-Masih. Muhammad memiliki status sebagai Mashiah hanyalah terdapat di Injil Barnabas; pasal 42 dan 82. Muhamad di Kuran selalu merefer kata Mashiah hanya bagi Yeshua (Isa). Para pakar kitab gnostik menempatkan Injil Barnabas sebagai ciptaan antara abad 14 dan 16, di masa Reformasi Gereja bangkit. Dari isinya saya bisa katakan bahwa Injil Barnabas ini adalah ciptaan orang Roma Katolik.
  • Perbedaan besar antara ajaran Kuran dan Alkitab. Perbedaan ajaran dan praktek yang menyolok antara keduanya sangatlah kontras, sehingga adalah sangat mustahil untuk mengklaim bahwa ajaran Islam adalah lanjutan dari ajaran Alkitab (umat Yahudi dan Kristen) sekalipun Kuran memakai tokoh-tokoh yang sama seperti ada di Alkitab. Contoh:
    a. Sejak Abraham dipanggil Elohim untuk meninggalkan ibadah berhala ayahnya (Kej 12), ia berumur 75 tahun. Ismail lahir setelah Abraham berumum 86 tahun. Dan sejak Ishak lahir, Hagar dan Ismail diutus pergi untuk meninggalkan mereka. Bagaimana mungkin ketika Ismail remaja atau besar Abraham membangun Kaabah yang adalah bait berhala bagi 360 macam berhala, apalagi harus pergi ke Mekka, kota padang gurun di Arab Saudi? Untuk mengetahui sejarah Mekka yang sesungguhnya silahkan baca http://searchformecca.com
    b. Sejak bangsa Israel, YAHWEH, Elohim Israel, menyatakan melalui nabi-nabi-Nya bahwa Dia akan tetap setia dan mengasihi Israel, sekalipun mereka telah tidak setia kepada perjanjian-Nya, Di Injil dan di kitab Wahyu Yeshua ha Mashiah mengulangi janji yang sama bahkan akan menulis ke 12 nama suku Israel di kota Yerusalem yang baru yang dibangun oleh Elohim sendiri. Sebaliknya Kuran mengajar untuk Muslim membenci dan membinasakan bangsa Yahudi dan Kristen; kebencian ini sama persis dengan apa yang Gereja Roma lakukan terhadap Yahudi dan Kristen 600 tahun sebelum Muhammad lahir.
    c. Sebagian orang Yahudi menantikan kedatangan Mashiah sebagai Juruselamat dan Raja Israel (secara pemerintahan politik), bagi sebagian orang Yahudi lainnya dan Kristen mereka menantikan kedatanganannya yang kedua kali untuk pengharapan yang sama sesuai nubuatan Alkitab. Sementara Muhammad di dalam Kurannya menempakan Yeshua hanyalah sebagai seorang nabi masa lampau.
    d. Alkitab menyatakan bahwa pembenaran manusia hanya di dapat dari kasih karunia dan kemurahan Elohim semata melalui beriman kepada Hamba-Nya yang diurapi, Yeshua. Sebaliknya Kuran mengajar satu-satunya kepastian masuk Sorga hanya melalui mati dalam jihad (bertempur bagi Allah), dimana membunuh adalah perbuatan sangat terlarang di Alkitab.
    c. Praktek yang paling berbeda jelas adalah Muhammad mengajarkan kekerasan melalui jihad, melakukan perang untuk membela Allah dan nabi-Nya. Alkitab mengajar dan memerintahkan melakukan kasih mengikuti conthoh Yeshua, menyerahkan penghakiman kepada YAHWEH dan umat-Nya tidak perlu membela Dia, sebaliknya Dialah yang selalu membela dan menjaga umat-Nya.

Kesimpulan: Dari empat butir klaim dan fakta Islam ini, kita dapatkan bahwa tuduhan agama Islam “Alkitab telah dipalsukan” adalah tidak memiliki bukti yang kuat. Sebab referensi yang dipakai sebagai standard untuk meneguhkan klaim ternyata memiliki banyak kesalahan. Sebaliknya klaim-klaim Kuran dan para pakar Islam bahwa Kuran adalah ”Ibu dari Kitab (Suci dan sumber dari keputusan Elohim), telah sempurna dan tidak berubah sejak diwahyukan kepada Muhammad ternyata memiliki segudang bukti kontradiksi. Kritik kontradiksi atas Kuran telah terjadi baik dari pihak luar (bukan-Muslim). tetapi juga pihak dalam Islam sendiri.

Sebagai penutup artikel ini ijinkan saya mengutip pernyataan Anne Cooper, dari tulisannya yang berjudul In the Family of Abraham, “Alasan utama para pengkritik dari kalangan Muslim men-cap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah kerana mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Kuran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi ternyata isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Elohim yang sama. Dan karena Kuran dianggap wahyu terakhir dari Elohim, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh sipemalsu.”

Tawaran Yeshua Ha Mashiah kepada setiap orang yang menaruh imannya kepada Dia:
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Bahan bacaan dan video yang berkaitan:

Catatan kaki:
1. Christoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Rading of the Koran. A contribution to the Decoding of the Language of Koran. Tersedia online dalam bahasa Inggris maupun Indonesia.
2. Baca: Is Petra the Holy City of Islam? Amazing new evidence startles Islamic scholars!
3. Ibn Warrag pada bukunya What the Koran Really Says yang bersumber dari penemuan Prof. Gerd R. Puin
4. Jay Smith, Is the Qur’an The Word of God? Pdf. Jay Smith telah mendalami Islam selama 20 tahun.
5. Dr. Rafat Amari Islam: In Light of History. Terjemahan Indonesia tersedia di internet dengan judul Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah.
6. Saat Muhammad masih hidup, para jurutulisnya hanya mencatat di benda-benda yang tersedia: potongan batu, dan kulit binatang. Kertas pertama masuk ke Timur Tengah tahun sekitar 150 tahun setelah Muhammad mati melalui orang-orang Cina yang mereka tangkap, dan mesin penjilitanpun belum dikenal di Eropa pada jaman John Wycliffe. The History of Paper
7. The Qur’an Dilemma Vol One by Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Variant Readings of the Qur’an
8. Idem. Compilation of the Qur’an dan Chronological Sequence of the Qur’an. Sumber lain yang tersedia online lihat ini THE PRESERVATION OF THE QUR’AN, Examining the claims made by Muslim leaders. By Samuel Green
9. Gerd R. Puin. Melalui penemuan tersebut Puin telah menerbitkan karya tulisnya bertitel Observations on Early Qur’an Manuscripts in San’a, yang kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku oleh Ibn Waraq berjudul What the Koran Really Says.
10. Pakar Geologist Kanada, Dr. Dan Gibson, menemukan bahwa perubahan kiblat sembayang terjadi setelah Muhammad meninggal dunia. Itu terjadi karena pemberontakan Ibn Subayef dari kepemimpinan Dinasti Umayad yang berpusat di Syria. Lihat: The Changing of the Qibla
11. M. J. Fisher, M.Div., A Topical Study of the Qur’an by Bab 17: The Qur’an. E-book online

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pasukan Negara Islam Khalifah terpukul berat di Syria, Irak dan Nigeria


Peta wilayah pendudukan militer Syria, Kurdi, Irak dan Khalifah Islam Para pejuang Kurdi telah mengusir keluar para jihadist NIK dari kota Kobani (Ain al-Arab) di Syria berita hari Senin awal Pebuari ini (2/2/2015). Para jihadist NIK (Eropa menyebutnya IS / ISIS, dan Amerika: ISIL – membedakannya dengan Negara Islam Shia Iran) semula telah berhasil menguasai 60% dari kota bangsa Kurdi-Syria yang strategis ini. Kota Kobani terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara Turki, dan sekaligus tidak jauh dari komplek militer Turki. Turki, sekalipun anggota NATO, adalah satu dari dua negara Islam yang terang-terangan mendukung gerakkan Islam Khalifah. Lainnya adalah Qatar.
Para jihadist NIK yang diperlengkapi dengan senjata perang modern (buatan Barat) dan dibantu dengan pejuang-pejuang dari berbagai bangsa 4 bulan lalu dengan mudah menguasai kota Kobani. Sebagian besar penduduknya (wanita, anak-anak dan orang tua) melarikan diri ke perbatasan. Hanya meninggalkan para pemuda yang bersenjata bedil.
Atas desakan pemerintah Perancis dan para anggota NATO, ”bangsa Kurdi sedikitnya berhak untuk membela diri,” Turki yang semula bersih-keras tidak ingin menolong ”musuhnya” yang sedang dalam kehanPejuang Kurdi merebut kembali kota Kobani dari tangan Jihadist Negara Islamcuran tersebut akhirnya dipaksa membuka pintu perbatasannya bagi pejuang Kurdi (yang tinggal di Kurdistan-Turki) untuk membela rekan sebangsanya yang sedang terperangkap. AS hanya membantu pejuang Kurdi dengan serangan-serangan udara. Sekarang 100% Kobani direbut kembali dari para jihadist NIK. Jurubicara AS, Jen Psaki menyatakan bahwa kelompok NIK ”telah mengerahkan banyak sumber-sumber ke dalam (perang di) Kobani. Namun dengan jelas mereka tidak berhasil, dan kita sedang mendorong mereka mundur.” Pejuang Kurdi di Kobani dipimpin oleh Unit-unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (UPMK/ KPPU). NIK telah kehilangan lebih dari 1000 jihadistnya di Kobani selama perang 4 bulan tersebut.
Sementara itu, di Irak Utara (Kurdistan Irak), para pejuang Kurdi lainnya telah berhasil merebut kembali kota-kota yang diambil oleh NIK Minggu ini dikabarkan mereka berhasil merebut wilayah strategis yang dipakai oleh NIK sebagai jalur suplai antara Mosul (pusat militer NIK di Irak) dengan Syria.
Yang menarik dari pejuang Kurdi ini ialah para wanitanya turut berperang, sedikitnya 500 wanita!

Pada Senin yang sama NIK terpukul di Irak Selatan.Tentara Irak yang telah berhasil membebaskan Diyala dan semua wilayah berpenduduk di profinsi timur Irak dari tangan pejuang NIK. Pemerintah berkata perang di Selatan ini telah menewaskan 58 dan 248 luka-luka dari pihak pemerintah, dan lebih dari 50 jihadist NIK tewas.
Di Selatan, tentara Shia dibantu dengan pejuang-pejuang dari Arab Sunni setempat (tribesmen) telah mengikuti jejak suku Kurdi untuk menghadapi NIK dengan kekuatan militer.

Sekilas balik konflik kebangkitan Negara Islam dengan Pemerintah Lokal. pejuang wanita Kurdi siap melawan jihadist Negara Islam
Sejak bangkitnya gerakkan Negara Islam Kalifah yang dimotori oleh al-Bagdadi, Juni tahun lalu, banyak orang-orang Muslim di Syria dan Irak bergabung dalam cita-cita lahirnya kembali negara Kalifah. Tentara dan polisi bergabung, sehingga hanya dalam beberapa bulan saja wilayah kekuasan NIK menjadi hampir sebesar wilayah negara Syria; tanpa adanya perlawanan besar. Ya, pemerintah Shia Syria memerangi NIK dan para kelompok militan Sunni lainnya. Kehilangan beberapa kota. Sementara di Irak post-post militer direbut pejuang NIK dengan mudah.
Permainan perang berubah drastis ketika NIK mulai memasuk wilayah Kurdistan (Irak Utara) yang adalah tanah air bangsa Kurdi. Jatuhnya kota Mosul suku Kurdi, telah membuat pejuang Kurdi (pria dan wanita) mengangkat senjata.

Di Kurdistan, keahlian perang para jihadist mulai diuji. Di Kurdistan keimanan mereka diuji. Di Kurdistan pula moral buruk para jihadist NIK membuka mata bangsa-bangsa tidak hanya di Irak dan Syria, tapi juga di Timur Tengah dan bahkan Dunia; para jihadist NIK tidak malu-malu meminta para keluarga Sunni di Mosul menyerahkan gadis-gadis, menahan para gadis dan wanita bukan-Sunni untuk jadi budak sex dan memperjualkan mereka sebagai pelacur, sementara membantai laki-lakinya dan mengubur hidup-hidup anak-anak.
Kesadisan NIK sesungguhnya telah nampak di Syria, namun Dunia tutup mata. Sebab President Ashad memiliki catatan hitam: kepanjangan tangan dari Pemerintah Islam Iran, jalur suplai senjata gelap Iran dan Rusia bagi organisasi terroris Shia Hesbollah di Yordania. Dan juga berfungsi sebagai komplek militer Rusia di Timur Tengah.

Boko Haram dengan tawanan gadis-gadisnya yang di Islamkan secara paksaDimanakah Allah? Mampukah Dia membela umat-Nya yang telah membela Dia mati-matian?
Dunia Islam maupun di luar Islam, bahkan dunia sekuler tahu bahwa perang yang dibawa oleh jihadist Negara Islam ini adalah perang agama – membangkitkan kembali lahirnya suatu negara Islam yang berazaskan khalifah (pengganti nabi Muhammad).
Suku Kurdi VS NIK. Pejuang Kurdi dengan senjata apa adanya dan terdiri dari tentara wanita, ternyata tidak bisa dikalahkan oleh para jihadist yang 100 % adalah laki-laki dan bersenjata berat dan didukung oleh pejuang dari berbagai negara, bahkan sebaliknya pejuang Kurdi lambat tapi pasti merebut kembali kota-kota mereka. Dalam hal kota Kobani, 4 bulan sejak mereka mengangkat senjata, mereka bisa memukul mundur jihadist NIK yang telah merebut 60% kota tersebut.
Pemerintah Syria VS organisasi-organisasi jihadist Sunni. Dan jika kita melihat perjalanan tiga tahun perang antara Pemerintah Shia Syria dengan beberapa kelompok organisasi jihadist Sunni, – yang dibantu oleh Barat secara politik dan perlengkapan militer Barat melalui raja-raja Arab belum juga bisa menumbangkan Assad. Bahkan Assad baru-baru ini terpilih kembali menjadi president.
Boko Haram VS Chad di Afrika. Dua tahun lebih para jihadist Boko Haram memporak porandakan dan menterror banyak kota di Nigeria, khususnya wilayah utara. Sedikitnya 13.000 orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta penduduk dipaksa meninggalkan rumah dan harta mereka menyeberang ke negara-negara tetangga terdekat. President Nigeria, Goodluck Jonathan adalah seorang Kristen yang pemurah: ia memaafkan aksi brutal Boko Haram. Mr. Jonathan tidak bisa membedakan antara tugas pemerintahan dengan tugas keagamaan. Dan mulai tahun 2015 aksi serangan mereka merambat masuk ke negara-negara tetangga Nigeria.
Tanggal 17 Januari 2015, pemerintah Chad mengirim sepasukan tentara untuk menolong tetangganya Cameroon dari gangguan Boko Haram. Sejak itu telah dua kali Boko Haram menyerang tentara Chad. Hasilnya adalah 3 tewas dan 12 luka-luka di pihak Chad, namun 123 pejuang Boko Haram tewas.
Selasa , tanggal 3 Febuari, pemerintah Chad mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk menghadapi Boko Haram.
Mereka memasuki sarang (kompek militer) Boko Haram di Gamboru dekat perbatasan Chad.  Mereka mendapat ijin dari pemerintah Nigeria untuk masuk). Pada hari itu juga tentara Chad menutup mulut besar besar Boko Haram, mereka menewaskan lebih dari 200 jihadist Boko Haram, sementara hanya 9 tentara Chad tewas dan 21 luka-luka.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog