Liga Islam Arab-Afrika Utara telah terbentuk di Mesir


Hari Saptu dan Minggu akhir Maret 2015, para pemimpin puncak atas negara-negara Arab dan Afrika bagian utara, semuanya Islam Sunni, bertemu di Mesir Raja Saudi Salman dan para delegasi pada Arab League Summit di Sinai Mesiruntuk membentuk persatuan kekuatan militer negara Islam Timur Tengah untuk menghadapi ancaman-ancaman keamanan di Timur Tengah dan Afrika Utara, Koran Mesir melaporkan.
Semua pemimpin Arab telah setuju untuk membentuk sebuah kekuatan bersama pada pertemuan tingkat tinggi (sammit) di Sharm el Sheikh, Sinai Selatan, Mesir.
Nabil El-Araby, Seketaris Jendral Liga Arab, pada sessi pembukaan menekankan “perlunya secara absolut” memghadapi semua ancaman keamanan negara-negara Arab. Ia mengundang untuk menggalang kesatuan “militer, ekonomi dan sosial” dalam menghadapi tangtangan tersebut.
Berita mengatakan, di sammit tersebut, Yemen menjadi pusat pembicaraan, berkaitan dengan kelompok Houthi Syiah yang menguasai kota Sanaa, dan beberapa kota di Yemen barat. “Kita akan terus memerangi para pemberontak Houthi sampai mereka menyerah dan menyerahkan persenjataan mereka,“ El-Araby berkata.
Perang di Syria juga menjadi pemibicaraan penting, serta ancaman program senjata nuklir Iran.

Mentri Luar Negeri Saudi mengkritik keras Russia. Surat President Rusia, Vladimir Putin, dibacakan secara terbuka pada summit tersebut, isinya: ”Kami mendukung apirasi-aspirasi Arab untuk keberhasilan masa depan dan untuk resolusi semua masalah dunia Arab hadapi melalui cara-cara damai, tanpa adanya campur tangan pihak luar,” Mr. Putin berkata. Lebih dari itu Mr. Putin setuju untuk menjadikan Yerusalem Timur bagi ibukota negara Palestina.

Setelah surat Mr. Putin dibacakan, Saud Al-Faisal, Mentri LN Saudi mengambil microphone dan menuding secara keras campur tangan Russia di Timur Tengah, mempertanyakan tujuan dan perhatiannya. Mr. Al-Faisal menuduh Russia terlibat atas penderitaan rakyat Syria melalui dukungannya yang terus menerus atas President Bashar Al-Assad, seorang Islam Syiah Alawit.
“Russia mengusulkan sebuah pemecahan damai, tetapi pada waktu yang sama ia mempersenjatai rejim Syria Bashar Al-Assad,” Al-Faisal berkata.

Peta 10 Kerajaan dari Club of Rome
Hari Minggunya, media pemerintah Russia RT.com menyinggung double standard Arab secara halus atas campur tangan Arab dan sekutu Baratnya, atas negara-negara asing seperti penumbangan President Libya, melalui kekuatan militer NATO, sehingga lahirnya kelompok radikal Sunni di Libya dan juga di Syria. RT.com menambahkan “tetangga Yemen telah berkumpul suatu kualisi 10 negara Arab melawan para pejuang Houthi, namun gagal mengalamatkan masalah-masalah Yemen, dicontohkan: perpecahan antar suku, ekonomi yang lambat, tekanan militer Al-Qaeda (Islam Sunni) cabang Yemen dan lain-lainnya.”

Para pemimpin tersebut dalam empat bulan mendatang akan bertemu kembali di Marokko untuk menetapkan masalah-masalah teknis perserikatan antara Arab dan Afrika utara.

Hubungan Qatar dengan Mesir belumlah pulih, berkaitan dengan campur tangan Qatar dalam urusan dalam negeri Mesir. Qatar mendukung dalam banyak cara organisasi Muslim Brotherhood darimana Muhammad Morsi president yang terguling berasal. Melalui siaran TV Al-Jazeeranya, Qatar telah mencoba memperkeruh politik Mesir, sehingga saluan TV tersebut ditutup dan beberapa wartawannya dipenjarai.
Mr. Al-Arabi juga menyinggung negara-negara asing yang mengganggu di Timur Tengah, yakni Israel, Turkey dan Iran. Israel memerangi Hamas; Turkey membantu NIK; dan Iran membantu Hesbollah, pemerintah Syria dan pemerintah Irak memerangi para militan Sunni, khususnya NIK.
Catatan Anggur Baru: Media tidak mencatat bahwa pembentukan kerja sama militer, namun juga ekonomi dan sosial (menurut SekJen Arab Liga di atas) antara negara-negara Arab dengan negara-negara Timur Tengah ini adalah sesungguhnya mengenapi rencana Barat tahun 1968, dikenal sebagai The Club of Rome. Pada Club ini dibicarakan bagaimana mempersatukan negara-negara yang masih belum masuk kedalam kelompok. Club of Rome membagi pemerintah dunia hanya menjadi 10 penguasa; lihat pemerintahan no 7 (ungu). Israel dan Iran dimasukkan di dalamnya. Persis seperti kitab Daniel dan Wahyu telah menubuatkan ribuan tahun yang lalu, bahwa di akhir jaman akan ada binatang berkepala sepuluh, dimana binatang gambaran dari sebuah kerajaan dan kepala gambaran dari penguasa atau pemimpin. Alkitab adalah satu-satunya kitab yang selalu up to date!, berisi lebih dari 800 nubuatan.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

president Mesir, El-Sisi,

Film nabi Muhammad buatan Iran ditentang sebab menunjukkan belakang kepalanya nabi


Majid Majidi, direktur film Muhammad rasul AllahMajid Majidi, pembuat film asal Iran, sedang memimpin pembuat film tentang kehidupan Muhammad, pendiri sekaligus nabi bagi agama Islam; judul film nya adalah ”Muhammad, Rasul Allah (Messenger of God).”
Pembuatan film berlokasi di desa Allahyar, 70 km di bawah selatan ibukota Iran, sebagai duplikat kota Mekka, lengkap dengan tempat suci Islamnya Kaaba, bangungan berbentuk kotak hitam. Majid juga telah menyewa ahli-ahli perfilman Barat terkenal, seperti Scott E. Anderson (pemenang Academy Award untuk visual effek), Vittorio Storaro, orang Itali (tiga kali pemenang Oscar untuk fotografi).
Film Muhammad, Rasul Allah ini menceritakan masa kanak-kanak Muhammad. Dan akan memperlihatkan hanya belakang kepala Muhammad.
Film ini belum selesai dibuat, namun negara-negara Sunni, termasuk Mesir telah melarang film Muhammad, Messenger of God tersebut karena memproduksi suara dan wujud Muhammad.
Dalam Islam Sunni, menampilkan wajah nabi Muhammad adalah taboo, sekalipun tradisi Islam menulis bawah Muhammad adalah seorang manusia biasa sebagaimana manusia lainnya, bagaimana pun para pemimpin agama Islam melarang keras – yang berakibat bentrok dengan kebebasan berpendapat di negara-negara Barat, seperti yang dilakukan oleh koran komik Charlie Hebdo dan Jytlands Posten. Kabaa
Sejauh ini, Ayatollah Ali Khomeini, pemimpin Syiah tertinggi, mendukung pembuat film tersebut. Film ini direncakan selesai musim panas 2015. Produser film ini berkata jika film ini berhasil, mereka akan membuat film tentang kehidupan Muhammad dari usia remaja sampai 40 tahun, dan lainnya lagi dari usia 40 tahun hingga menjadi nabi Islam.
Sebaliknya, Islam Syiah, melihat hal itu sebagai bagian dari seni belaka. Lukisan-lukisan tentang Muhammad banyak beredar di kalangan Muslim Syiah. Di kabarkan bahwa Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam di Iran tahun 1979, ia memiliki gambar serupa Muhammad masih muda dan memajang lukisan tersebut di kamarnya bertahun-tahun. Kelainnya antara kedua golongan besar Islam ini lainnya adalah: Sunni menganggap Aisha, istri termuda Muhammad sebagai wanita yang terpandang di antara semua wanita Muslim, Syiah menganggap Aisha sebagai pembuat keruh perang sipil di jamannya dan imam Shia menyatakan Aisyah sebagai “musuh Allah.” Sunni telah membuang ayat hukuman rajam dan tidak mempraktekkannya lagi, namun Syiah tetap mempraktekkan ayat rajam tersebut.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yemen, medan perang baru antara Syiah Islam lawan Sunni Islam?


Peta kekuatan militer Syiah Houthi di Yemen awal Maret 2015Ketika Yeshua duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yeshua: … Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (Matius 24:3,7)
Hari Kamis ini berita internasional dipenuhi dengan kabar jet-jet tempur Arab Saudi menyerang tempat-tempat penting kekuatan kelompok Syiah Houthi di Yemen Barat. Iran memperingati dengan keras pemerintah Arab Saudi untuk tidak ikut campur masalah dalam negeri Yemen.
Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat, Al-Jubeir, mengkomentari serangan udara Saudi tersebut sebagai ”untuk melindungi dan mendukung pemerintah Yemen yang resmi dan mencegah gerakkan radikal Houthi dari merebut negara yang bersangkutan.”
Empat negara Arab Sunni lainnya – Qatar, Kuwait, Bahrain dan Uni Emirat Arab – dan Yordania (bangsa Edom) juga Mesir telah bergabung dengan Arab Saudi, mereka berkata “telah memutuskan menjawab panggilan President Hadi untuk melindungi Yemen dan rakyatnya dari agresi milisia Houthi.” Laporang mengutip koran Saudi hari Kamis, bahwa Pakitan, Maroko serta Sudan (utara) juga bergabung dalam misi memerangi Syiah Islam suku Houthi. Sementara awal minggu ini pemerintah AS telah mengosongkon semua karyawannya dari Yemen.
Menurut Al-Jubair, pemerintahnya telah berkonsultasi secara erat dengan rekan-rekan negara Arab tersebut, dan khususnya dengan Amerika Serikat.” dan menambahkan, ”pasukan militia (Houti) sekarang menguasai atau dapat ada mengontrol misil-misil balistik, senjata-senjata berat dan sebuah angkatan perang udara.”
Al-Arabiya News (koran pemerintah Saudi berbahasa Inggris) melaporkan bahwa mereka telah menempatkan 100 jet tempur, 150.000 tentara dan unit-unit Angkatan Laut.
Seorang reporter France TV berkata kualisi negera-negara Sunni ini terjadi karena mereka kuatir dengan semakin bertambahnya pengaruh Iran di Timur Tengah. Terpukulnya jihadist NIK di Tikrit, Irak, oleh tentara Irak yang dibantu oleh ahli-ahli perang Iran telah mengkuatirkan AS dan raja-raja Arab akan semakin kuatnya posisi Iran di negara Irak. Tidak diragukan bahwa tetap kokohnya President Syria Al-Asad yang diperangi oleh banyak organisasi Islam Sunni selama tiga tahun adalah karena dukungan intelejen dan tentara Syiah Iran dan organisasi Hesbollah yang juga adalah satu aliran dengan Iran.
Koran-koran online Israel memuat ”dukungan Saudi dan negara Arab lainnya bagi terpilihnya kembali PM Israel, Benjamin Netanyahu – pemimpin yang terkenal berani dan terang-terangan menentang program senjata nuklir Iran.”
Sementara itu sebuah kolompok militia Sunni Yemen cabang dari Negara Islam Khalifah (NIK) Jumat kemarin telah melakukan serangan bom bunuh diri di mesjid Houthi di ibukota Sanaa – yang menewaskan 142 pendukungnya.
Di Syria dan Irak, para pemerintah Sunni yang sama di atas sedang memerangi Negara Islam Khalifah yang didirikan oleh Abu Bakr al-Baghdadi, pria Irak lulusan Universitas Islam Baghdad. Nama NIK sebelumnya adalah NII (Negara Islam Irak) yang kemudian menjadi NIIS (S untuk Syria) sebelum kembali berganti nama menjadi NIK. Lihat sejarah NIK

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog