Papyrus ‘Injil Gnostik Isteri Yeshua (Yesus)’ abad keempat


Di tengah-tengah serangan Barat kepada agama Islam, sekarang media menampilkan sepotong papyrus yang Karen L. King, penulis atikel, panggil sebagai “Injil Isteri Yeshua / Yesus.” Dapatkah Injil gnostik ini membuat orang Kristen kebakaran jengot seperti orang Islam bereaksi terhadap film Innocent of Muslims? Atau setidaknya itu dapat menguncangkan iman para Kristen Injili jika mereka membacanya? Waktu akan membuktikannya!

Sekilas tentang Injil gnostik Isteri Yeshua yang diterbitkan oleh Karen L. King.
Prof. Fecht mengindentifikasikan Injil ini sebagai fragment dari “Injil Yohanes Koptik (Kristen Mesir)” periode abad keempat AD. Sementara ini diasumsikan bahwa potongan papirus tersebut sebagai asli. Berbahasa Sahidic Coptic, ditemukan di Mesir.

Karen L. King setelah mendapat ijin dari pemiliknya membawa fragment papyrus ini ke Insitut for Study of Ancient World di New York pada bulan Maret 2012 untuk diteliti, sebab Karen sama sekali tidak menguasai bahasa tersebut. Di bulan Agustus 2012 diserahkan ke Harvard Thelogical Review untuk tujuan penerbitan.

Dari satu potong papyrus ini terciptalah karya tulis 52 halaman Karen L. King, dimana Karen mengkaitkan papyrus abad keempat ini dengan Injil gnostik Filipus (Philip), Tomas dan Maria (yang telah lama dikenal di lingkungan Kristen sebagai injil gnostik abad kedua AD (setelah murid-murid Yeshua meninggal dunia).

Para ahli Alkitab telah menggelompokkan tulisan-tulisan kitab suci papyrus  kedalam dua golongan besar:
Kitab-kitab suci yang telah diterima secara umum oleh para pendiri Gereja (yang sekarang dipakai) dan kitab-kitab ‘suci’ yang tidak diterima (tidak memiliki akurasi sejarah dan tidak pernah dikutip oleh pemimpin Gereja mula-mula di abad 1-2 AD (kitab-kitab gnostik baik Perjanjian Lama maupun Baru, termasuk di dalamnya kitab-kitab apokripa).

Dari naskah kitab-kitab suci kuno yang diterima ini dibagi lagi kedalam kelompok: the Majority Text (Injili) dan Vaticanus/ Manuscripts (Mss) ”B”, Sinaiticus/ Mss. ”Aleph” (Roma Katolik dan sejenisnya). The Majority Text artinya dari text-text kuno yang tersedia yang mana mereka memiliki kesamaan isi satu sama lain.

Sinaiticus juga berasal dari Mesir, pada abad 19, bagian-bagian dari manuscripts ini ditemukan di tempat sampah Monastery of St Cahterine di Gunung Sinai (bukan Gunung Sinai di tanah Median dimana YAHWEH berbicara kepada nabi Musa).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

9 Tanggapan

  1. dah hampir setahun 2 pertanyaan terakhir saya tentang paus dihapus kenapa om? saya hanya ingin mencari pencerahan…………

    • Salam sejahtera Dody Anwar. Maafkan kami untuk ketidak nyaman Anda itu. Mungkin komentar Anda terlewat, terselip atau terhapus (tanpa sengaja) di antara komentar-komentar yang tidak pantas dimuat. Dapatkah Anda menulis pertanyaan Anda itu kembali? Terima kasih. Moderator

  2. Oooooooh, jadi beda to om kristen israel (yahudi=murni) dengan katholik roma (budaya barat), trus apa sih bedanya protestan, katolik, pantekosta, ortodoks, anglikan, avengelis, koptik, trus kata om “berdasarkan ajaran kuno Roma yang berbaju mantel kristianiti, tokohnya kaisar Romawi dan kemudian digantikan Paus” bukankah Paus itu dielu2kan seperti nabi? trus sekarang kristen itu identik dengan paus di Roma? mohon penjelasannya lebih lanjut Om, agar jelas mana ajaran Paus (klo boleh saya katakan”bunglon” krn berbaju mantel kristianiti) dan mana ajaran Yeshua ha masiah. oh ya om, Yeshua ha masiah itu Yesus ya? thank you………

  3. om saya mau tanya, boleh kan? tapi jawabannya jangan ketus ya, karena saya penasaran setelah nonton acara di V channel atau shine TV tentang da vinci code dimana pendeta bule, saya lupa namanya, mengcounter habis2an the da vinci code. gini om…. di lukisan yesus ma murid2nya ada gambar “mirip” perempuan diantara 6 orang laki2. kata si pendeta, “cewe” itu bukan maria magdalena tapi ………..???(siapa gitu saya juga lupa namanya) katanya salah satu murid kesayangan yesus juga yg tentu aja laki2. kata si pendeta bule, itu laki2 karena udah umum lukisan jaman dlu laki2nya feminim. saya jadi penasaran Om, masalahnya gini…. klo umum itu berarti rata2 atau lebih dari 50% dari populasi. dilukisan itu ada 7 orang terdiri dari 5 orang janggutan, 1 org yang g janggutan tapi kayaknya laki2 dan 1 org yang g janggutan disebelah kanan yesus tapi kayak “cewe”. trus trang asumsi ini g kena di otak saya. trus saya pandang2i si”cewe” emang kaya cewe beneran sih. trus klo diliat lebih jeli lagi karakter seluruh orang kayaknya aneh deh….Yesus lagi jelasin sesuatu dengan telapak tangan kiri terbuka…eh yg sebelah kanan yesus lagi ngangkat jari telunjuk kayak mau interupsi tapi dengan punggung tangan yang terbalik (inikan ngak sopan banget, klo jari tengah yang diajungkan kaya gaya “fuck U”,maaf), terus yg ke dua sebelah kanan yesus mo nepuk pundak yesus kya mo nengahi atau menenangkan (untuk yang ini kurang jelas gambarnya tangan siapa yang mo nepuk itu…maklum om liatnya di google aja). yang paling kanan saya g ngerti mo ngapain, karena posisinya kaya orang yang duduk mo berdiri atau sebaliknya (inikan aneh klo tuhan lagi khutbah mestinya muridnya lebih khusuk kan?). sebalah kiri yesus, si “cewe” melongo atau wajahnya condong ke kiri laki2 yang janggutan dan si laki2 itu juga wajahnya condong ke kanan sehingga seperti mo bersentuhan, trus ada tangan misterius di pundak si cewe (wah klo benar itu cewe kan bahaya?apalagi klo itu bener istri tuhan) klo asumsi kita itu laki2 (ga papalah pegang pundak) berarti ketika yesus lagi ngajar murid2 nggak serius mendengarkan. yang paling serius menyimak cuman yang paling kiri, orangnya item, rambut kriwil2, tapi kepalanya kecil, nggak proporsional sama yang lain padahal dari sudut pandang lukisan dia yang paling depan. mohon pencerahannya Om…tapi janji yang baik ya kata2

    • Salam sejahtera Dody Anwar.
      Pertama-tama yang om ingin cerahkan kamu adalah: Dody harus memiliki “roh yang bisa membedakan” antara fakta sejarah dan cerita gossip, antara buku fiksi dengan buku nobel; dan terutama fokuslah kepada Kebenaran dan bukan pada cerita-cerita “anti-Kristen.”

      Dan Brown jelas menulis bukunya “The Da Vinci Code” sebagai NOVEL, yang ia campuri dengan sejarah Gereja Roma Katolik.
      Terlepas dari benar atau tidak tulisan Dan Brown tentang lukisan Da Vinci yang berjudul “The Last Supper” seperti Anda tulis di atas, sejarah menulis Da Vinci adalah pelukis yang menentang perbuatan buruk Gereja Roma Katolik
      Da Vinci dan Dan Brown adalah mewakili banyak orang Barat dan juga mayoritas Islam sedunia yang berpikir sangat salah yakni bahwa ajaran Gereja Roma Katolik adalah ajaran Kristen yang bersumber dari Alkitab atau ajaran Yeshua.
      Banyak sekali perbedaan dasar antara ajaran Kristen dengan ajaran Roma Katolik, nah Da Vinci mungkin melalui lukisannya ingin menyerang doktrin Roma Katolik, namun tanpa sadar ia menyerang ajaran Kristen.

      Buku yang bagus membahas argument Dan Brown tentang ‘serangan’ Da Vinci melalui The Last Supper” adalah Cracking Da Vinci’s Code: You’ve Read the Book, Now Hear the Truth by Dr. James Garlow and Dr. Peter Jones.

      Adonai Yeshua Ha Mashiah, yang tidak bercacat di dalam ajaran dan perbuatannya, telah dihina oleh banyak orang oleh karena tingkah laku buruk dari para pemimpin Gereja Roma Katolik. Puji syukur kepada YAHWEH, bahwa pengetahuan manusia sekarang semakin bertambah, dunia komunikasi teknologi semakin baik sehingga setiap orang dewasa dapat melihat dengan matanya sendiri dan mampu membedakan antara Kebenaran vs Kepalsuan, Fakta vs gossip sehingga di hari Penghakiman Anak Domba Elohim tidak ada orang yang bisa beralasan “saya tidak tahu.”

      Nasehat om pada Dody, adalah lebih baik bersekutu dengan Yeshua melalui doa dan membaca Alkitab daripada memusingkan cerita-cerita yang tidak punya ujung pangkalnya dan hanya menimbulkan perdebatan yang tidak berguna.
      Om berdoa agar Dody terlepas dari jerat dan ikatan kuasa roh-roh jahat akhir jaman ini. Yeshua mengasihi kamu Dody.

      • thank u om balasannya,… kata2nya baik dan sopan, yang saya bingung kok si pendeta bule ngebet pake alasan udah umum di jaman da vinci lukisan laki2 feminim kaya “cewe”. menurut saya ini opini yg terlalu dipaksakan. saya aja waktu lihat lukisan ini pertama kali kepikirannya itu cewe beneran. tapi jujur om sampe sekarang saya masih berpendapat bahwa itu emang cewe (maria magdalena). ngomong2 masalah lukisan saya jadi penasaran lalu browsing tentang lukisan yesus, hasilnya sungguh mengejutkan, ternyata versi yesus buaaaanyak sekali, ada yesus wong ambon manise, ada yesus wong papua hu hu hu, ada versi china gong si fat chai (tua, janggutan), ada versi indian (yang ini malah kaya anak cewe), ada versi arab (kriwal kriwil rambutnya), ada versi negro afrika (ini nih yng menurut saya paling keren gayanya photogenik), dan yng paling umum yesus versi bule (seperti lukisan da vinci). Om, gimana kita tahu klo lukisan itu adalah wajah yesus beneran dan mengapa byk versi wajah yesus? sebenarnya yesus itu dari ras mana sih om? apakah da vinci yg melukis yesus pernah bertemu yesus atau mengira2 saja? mengapa juga lukisan da vinci yang dijadikan acuan padahal ia menyerang roma katolik? mengapa org kristen mau menerima aja lukisan itu dan dianggap merepresentasikan tuhan?

      • Pertanyaan Dody ini om jawab secara sederhana: Banyak orang di dunia (bahkan dikalangan Kristen sendiri) belum bisa memisahkan antara ajaran Kristianiti dengan ajaran Roma Katolik. Kristianiti lahir di Israel (budaya Timur) berdasarkan ajaran para nabi dan rasul dengan tokoh utamanya Yeshua Ha Mashiah (orang Yahudi) menyebar ke negara-negara tetangganya bahkan sampai ke Yunani dan Itali, sedangkan Roma Katolik lahir di Roma (budaya Barat) berdasarkan ajaran kuno Roma yang berbaju mantel Kristianiti, tokohnya adalah Kaisar Romawi dan kemudian digantikan dengan Paus.
        Jika dody mengerti kedua sumber kepercayaan dan budaya dari keduanya, “kebingungan kamu” akan berganti menjadi “kelaparan dan kehausan rohani.”

  4. apakah isi kandungannya? sudah bisa diterjemahkan?

    • Hallo Neutrona.
      Anda tertarik sekali dengan buku-buku palsu ya, maka saya tidak heran bahwa pemikiran Anda lebih menjurus kepada “science fiction.”
      Jika Anda ingin mengetahui kebenaran Allah (Elohim) bacalah Alkitab, minta pertolongan Roh-Nya untuk mengajari Anda apa yang Anda baca.
      Salam, Anggur Baru

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: