Somalia: President Hassan Sheik Mohamud selamat dari bom assasinasi


Konferensi wartawan (Rabu 12/9/2012)  baru saja dimulai ketika sekelompok pasukan jihad al-Shabab menyerang hotel di Mogadishu dengan bom-bom bunuh diri dan pasukan bersenjata.

President Hassan adalah president yang terpilih melalui suara terbanyak para pembuat hukum (law maker), hanya dua hari sebelum peristiwa pembunuhan berencana atas dirinya ini terjadi.

Tujuh tentara Uni Afrika (UA) yang hadir untuk menjaga president, termasuk para jihad tewas dalam serangan tersebut. Dari pasukan jihad yang tewas ini (seorang dr mereka mati ditembak saat memasuki hotel) semuanya mengenakan bahan peledak di pinggang mereka.

Konflik di luar gedung  tidak memperngaruhi President Hassan meneruskan pidatonya: ”Somalia telah berpindah dari sebuah lembaran ke lembaran baru,” ledakan kedua terjadi; setelah 7,5 menit dari yang pertama, ia lanjut berbicara, “Somalia memiliki momentum untuk maju kemuka.”
Terdengar lagi suara letusan senjata api, president ini tidak berhenti,
Keamanan adalah target utama kami,” kata president ini. ”Prioritas nomor satu kami, prioitas nomor dua , prioritas nomor tiga adalah keamanan.” Konfernsi wartawan berakhir.

Konferensi yang dihadiri oleh beberapa menteri luar negeri dan para wartawan yang seharusnya membawa berita suka cita bagi rakyat Somalia dan negara-negara tetangganya bahwa rakyat Somalia akan memasuki lembaran baru yang penuh harapan – dengan terpilihnya president ini –  harapan besar ini kembali menjadi pudar.

Melalui media social Twitter, kelompok al-Shaabat (Harakat al-Shabab al-Mujaheddin, nama lengkapnya)  mengumumkan bahwa kelompok jihad mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Somalia telah diporak porandakan oleh perang sipil dan tidak adanya hukum sejak 1991 (21 tahun lamanya). Al-Shaabat juga sumber kekacuan di sengara-negara tetangga Somalia, termasuk pembunuhan di Uganda atas para penonton sepak bola World Cup.

Komentar: Sekitar dua tahun lalu saya pernah berbicara dengan seorang pemuda Somalia dikendaraan umum, menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya, SETELAH ia menjawab dengan ketus: “Kami di Somalia tidak memiliki masalah!” atas pertanyaan manis saya: “Apa kabarnya dengan negara Anda saat ini?” Pemuda ini lupa bahwa ia tinggal di negara Barat dimana berita internasional dapat diekses dari banyak sumber dan tersedia 24 jam sehari, tidakkah ia tahu bahwa Barat mensuplai bantuan uang ke Somalia terus-menerus; seperti Hamas juga disuplai? Maka saya memulai lecture saya melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Mengapa perang sipil di Somalia lebih dari 17 tahun belum juga berakhir?
  • Mengapa mengutamakan perang (beli senjata) sementara rakyat mati kelaparan?
  • Tidakkah lebih bijaksana mengadakan dialog, mengesampingkan perbedaan faham dan mengutamakan kebutuhan rakyat?

Pembicaraan kami (lecture saya,  lebih tepatnya) nampak cukup panas dan itu didengar oleh banyak orang kulit putih, karena saat itu bubaran kantor. Namun pemuda ini tidak melakukan serangan fisik kepada saya karena mungkin saya orang Indonesia, sudah tua dan terlebih saya bicara dengan kasih dan keprihatinan atas bangsanya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: