Jerman: Islam Salafist dirahasia polisi, Millatu Ibrahim ditutup pemerintah


Seribu polisi Jerman mengadakan rahasi mendadak di tujuh propinsi Jerman fasilitas-fasilitas milik aliran Islam Salafist pada hari Kamis dini hari (14/6/2012).

”Organisasi (aliran Islam Salafist) berlaku berlawanan kepada idea aturan konstitusi dan pengertian multikultural,” Hans-Peter Friedrich Menteri Dalam Negeri Jerman berkata. Ia menambahkan bahwa kelompok (Islam tersebut) menganjurkan kekerasan dalam ”berjuang melawan aturan konstitusi (German) yang berlaku.”

Koran Jerman ini lebih lanjut melaporkan bahwa pihak intelejen Jerman telah mengawasi gerakan kelompok Islam Salafist dan lainnya, mendapatkan adanya tendensi semakin radikal dan membahayakan negara. Mereka membagi-bagikan Koran di jalan-jalan, terutama dilakukan oleh organisasi Salafis ”Die Wahre Religion” (The True Religon / Agama Yang Benar), meradikalkan para pengikutnya dengan seminar-seminar Islam dibawah organisasi Dawa FFM. Arid Uka, pemuda yang membunuh dua tentara Amerika dan dua lainnya luka serius di Frankfurt Maret 2011 adalah satu dari peserta seminar yang dibuat oleh Dawa FFM.

Awal bulan Mei, di  Bonn, kelompok Salafist menyerang sekelompok polisi yang sedang bertugas dengan batu-batu, tongkat-tongkat dan bahkan pisau-pisau. Melukai 29 polisi, dua dari mereka harus masuk rumah sakit karena tertusuk pisau mereka.

Salafist telah digolongkan pemerintah sebagai aliran Islam yang berbahaya di Jerman oleh sebab goal utama mereka adalah menegakkan hukum Sharia (hukum yang berdasarkan ajaran Islam) dan penolakan mereka kepada nilai-nilai Barat. Lebih lanjuta, pemerintah Jerman percaya bahwa kelompok-kelompok Salafist ini memiliki hubungan erat dengan pejuang-pejuang Jihad di Afganistan dan negara lainnya.

Kemarin juga pemerintah mengeluarkan keputusan untuk melarang organisasi Islam Millatu Ibrahim, yang dipimpin oleh Mohamed Mahmoud, seorang Austria yang tinggal di Jerman sejak 2011. Laporan intelligen mengatakan bahwa Mohamed adalah figur jihad di Jerman. Dia pernah dipenjara 4 tahun di Austria karena terbukti menciptakan dan mempromosikan organisasi terrorist.

Pemerintah Jerman belakangan ini memang telah mengambil garis keras kepada para imigrannya. Sejak lima tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan hukum bahwa sebelum orang asing bergabung dengan pasangannya di Jerman, mereka perlu menunjukkan kemanpuan mengerti dasar pengetahuan bahasa Jerman. Hal ini diprotes oleh ketua komunitas Turki di Jerman. Jerman penuh orang Turki, dan Belanda penuh orang Maroko.

Komentar:
Negara Jerman tidak sendiri di Eropa di dalam menentang para imigran yang mencoba merusak nilia-nilai moral Barat; Belanda, Norwegia, Denmark, Perancis, Swiss dan Inggris berada pada frekuensi yang sama dengan Jerman. Rupanya penglihatan yang bersifat nubuatan Elohim tentang Eropa melalui seorang nenek Kristen dari Norwegia sedang tergenapi.

Bapa kami yang di Sorga, … janganlah biarkan kami masuk kedalam pencobaan, tetapi lepaskan kami dari yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin (Mat 6:13)

Bacaan Berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: