Italia: Kamera tersembunyi membongkar skandal homosex Katolik


Menggunakan kamera tersembunyi, seorang jurnalis dari majalah Panorama – dimiliki oleh PM Itali Silvio Berlusconi – memfilmkan tiga pastor ketika mereka mengunjungi nightclub gay dan melakukan hubungan sex, Dailymail News mengabarkan (24 Juli 2010).

Catatan penting: Berita ini ditulis untuk mempermalukan pekerjaan Iblis dan membawa orang Katolik semakin mendekatkan hidup mereka kepada Yeshua Ha Mashiah, Juruselamat umat manusia. Jika ada orang dengan sengaja memakai tulisan ini untuk menjauhkan orang Katolik dari Ha Mashiah dan ajaran-Nya, maka orang tersebut menanggung dosanya sendiri, dan bukan saya. Anggur Baru.

Majalah Panorama ini menerangkan bagaimana wartawan ini dibantu oleh seorang gay untuk menyaksikan sejumlah pastor di Roma yang terlibat di dalam kehidupan malam yang liar, yang menjalani kehidupan ganda. ”Pada siang hari mereka adalah para imam yang normal, lengkap dengan dasi pastor mereka, tetapi pada malam hari mereka adalah bagian terpadu dari komunitas gay ibukota Italia.”

Gambar: Satu dari tiga pastor yang sedang menghampiri “temannya.” Tanda panah pada gambar menunjuk pada dasi pastoral yang dikenakan oleh pastor gereja Roma Katolik.

Juga ditulis bahwa team penyelidik ini menghadiri Mass (ibadah Minggu Katolik) yang dilayani oleh pastor tersebut, yang mereka beri nama Carlos. Nama dan indentitas pribadi ketiga orang ini tidak dinyatakan.

Majalah Italia ini dalam penyelidikannya menerangkan sebagai ”sungguh mengganggu” bagaimana tiga pastor – dua orang Itali dan satu orang Perancis – dengan bahagia telah menggambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan gay (homosex pria) dan telah melakukan sex.

Editor Panorama Giorgio Mule berkata: ”Ini adalah dua minggu penyelidikan dan tidak ditujukan untuk menciptakan suatu skandal tetapi mepertunjukan bahwa bagian sisi dari pekerja gereja (Roma Katolik) berkelakuan sangat berbeda.”

Untuk berita yang lengkap silahkan baca link yang tersedia.

 

Sekarang kita melihat bagaimana firman Elohim, Alkitab, menerangkan masalah gay di atas.
Kitab Kejadian 18: Kemudian YAHWEH menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, (1-2).
Berpikirlah YAHWEH: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? (17). Sesudah itu berfirmanlah YAHWEH: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.” Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan YAHWEH. (20-22 )

Pasal 19 menceritakan bahkan dua dari ketiga “Malaikat” ini ketika tiba di Sodom (dua masuk ke kota Sodom, kemungkinan “Malaikat” yang ketiga, YAHWEH, ke Gomora) dan bermalam di rumah Lot (keponakan Abraham) ingin “dipakai” oleh orang-orang laki Sodom yang mengepung rumah Lot. Dan ayat-ayat berikutnya tertulis: Kemudian YAHWEH menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari YAHWEH, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. (Kej 19:24-25). Penemuan arkiologi meneguhkan dengan pasti kejadian ini. Kapur belerang berbentuk bola-bola masih dapat ditemukan di daerah yang bersangkutan sampai sekarang. Menurut rasul Petrus pemusnahan kedua kota ini sebagai “… suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,”  (2Pet 2:6).

Kunjungan Elohim ke bumi memberi berkat sekaligus memberi hukuman. Berkat bagi orang yang percaya dan taat kepada firman-Nya – Abraham tahun depan akan mendapatkan anak perjanjiannya: Ishak (18:9-19), dan hukuman bagi mereka yang melanggar perintah-Nya – penduduk Sodom dan Gomora dimusnahkan. (19:24-25).

Bandingkan “tiga pastor pria Katolik” ini dengan “tiga pribadi dalam kitab Kejadian.” Kedua kelompok pribadi mengunjungi jenis tempat yang sama, namun untuk tujuan yang sangat berbeda. Kelompok pria pertama kelihatannya sering berkunjung ke nightclub – dua minggu penyelidikan wartawan – bagi kaum homosex untuk menikmati kehidupan di dalamnya, sementara ketiga pria datang demi menyelidiki kebenaran laporan (Kel 18:20-22) sebelum melakukan penghukuman.

Seorang pastor yang berzinah dengan seorang pelacur perempuan, jika dilihat dari sisi Alkitab, ia sudah melakukan dosa yang sangat besar, bisa dibayangkan jika ia melakukannya itu dengan sesama jenis kelamin! Roh kita memang penurut tetapi daging lemah (Mat 26:41; Mark 14:38), kemungkinan seorang jatuh kedalam dosa sangatlah mungkin, artinya kemungkinan seorang sembunyi-sembunyi berbuat maksiat bisa terjadi, kita semua dapat dengan mudah berbuat dosa. Tetapi perhatikan bahwa pastor ini pergi bermain pelacur dengan baju kepastorannya, perhatikan tanda panah pada gambar, ini suatu perbuatan pencemaran “kekristenan” yang disengaja – sedikitnya di mata si pelacur homo dan orang-orang di nightclub tersebut!

Sekarang Anda berpikir baik-baik, bahwa pastor ini melakukannya dengan dua partor lainnya, terlihat bahwa ketiga pastor ini tidak lagi ada rasa malu dan hormat pada diri mereka sendiri, dan tentunya “takut akan YAHWEH” sudah jauh dari hati mereka untuk waktu yang lama sekali (ingat kejatuhan yang dalam dari “kasih yang mula-mula” itu terjadi dalam suatu proses yang panjang, tidak tiba-tiba; baca Wahyu 2:4-5). Dengan kata lain baju kepastoran orang yang demikian hanyalah karir belaka, sama persis dengan pekerjaan sekuler. Mereka bukanlah hamba-hamba Elohim, tidaklah heran jika jemaat Elohim yang mereka layani hidup di dalam kerohanian yang tidak stabil.

Skandal sex diantara pemimpin Roma Katolik sudah sering terjadi. Suatu laporan berkata: And many priests and medical experts now agree that at least 300 priests have died.

Peristiwa tiga pastor Roma yang tertangkap basah secara bersamaan  di atas merupakan hal yang sangat luar biasa! Suatu tanda rohani yang jelas.

Puluhan bapa-bapa Gereja menjuluki gereja Roma Katolik sebagai Anti-Kristus, dan Daniel menubuatkan seorang raja (pemimpin) yang tidak memiliki keinginan napsu terhadap para wanita: Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap elohim. Juga terhadap Elohim yang mengatasi segala elohim ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi. (Dan 11:36) dan ayat 37-nya tertulis:

Neither shall he regard the God of his fathers, nor the desire of women, nor regard any god: for he shall magnify himself above all. (Dan 11:37; KJV also GLT); and neither the desire of women (JPS); nor for the desire of women (The Scriptures)*

Dari data-data ini bisa diramalkan bahwa sosok pemimpin dunia yang segera muncul, Alkitab menyebutnya  Anti-Kristus, adalah seorang pria homosex dari Roma Katolik. Tentunya saya bukanlah orang yang pertama yang memiliki kesimpulan seperti ini. Ia sepertinya Kristen tetapi palsu: Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. (1Yoh 2:19)

Hikmat pelajaran yang bisa diambil: Bagi orang benar yang hidup ditengah-tengah kehidupan yang liar seperti Sodom dan Gomora, sangatlah membahayakan serta menyusahkan diri sendiri dan keluarganya (2Pet 2:7-8). Musibah karena murka Elohim bisa juga menimpa mereka jika mereka tidak berjaga-jaga.  Setidaknya pola kehidupan yang salah bisa mempengaruhi cara pikir anak-anak mereka, ini dapat dilihat dari cara pikir dua anak wanita Lot, setelah mereka diselamatkan dari belerang dan api yang turun dari langit: Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” (Kej 19:31-32)

Ayah kedua wanita ini, Lot – ia sendiri yang memilih tinggal di kota ini, telah mengajar bahwa “tidur” antara orang tua dengan anak sendiri adalah dosa. Kedua wanita ini tahu itu, namun karena mereka dibesarkan dan hidup di tengah-tengah masyarakat yang liar maka mereka memakai pemecahan yang liar pula: buat dahulu ayah mereka mabuk dan melakukan hubungan sex dalam satu ikatan darah (incestuous copulation) “sebagaimana dibenarkan oleh tetangga Arab mereka” [pada waktu itu] (John Gill’s Exposition of the Entire Bible)

* KJV: King James Version; GLT: George Lamsa’ Translation; JPS: Jewish Publication Sociaty

Bacaan berkait:

Referensi:

Iklan

Uganda: dua bom mematikan menentang World Cup 2010


Penonton Kejuaraan Sepak Bola World Cup 2010 diserang dengan dua bom, berita terbaru menyatakan 74 orang meninggal dan 70 lainnya luka-luka saat menonton pertandingan  final Holland v.s. Spanyol.

Dua serangan bom ini terjadi di sebuah klub rugby dan restoran Ethiopia. Korban selain orang Uganda juga kewarganegaraan asing, salah satunya ialah dikabarkan seorang pekerja sosial dari California.

Militer Uganda percaya bahwa serangan bom ini berhubungan dengan kelompok Islam dari Somalia sebab Uganda dan Ethiopia, mendukung pemerintah resmi Somalia melawan kelompok pemberontak Islam yang dikenal dengan nama al-Shabab.

Pememimpin komando Islam ini berkata kepada kantor berita Associated Press: “Uganda ialah salah satu musuh kami. Apapun yang membuat mereka menangis, membuat kami senang. Semoga kemarahan Allah ada  di atas mereka yang melawan kami.”

Presiden Uganda menkritik serangan bom tersebut dan berjanji tidak akan mundur dari komitmentnya menolong pemerintah Somalia, ia bahkan menantang pembrontak Islam ini: ”Orang-orang yang menonton sepak-bola bukanlah orang-orang yang harus ada dijadikan target. Jika mereka (para penyerang) ingin pertempuran, mereka seharusnya pergi dan mencari para tentara.”

Pemimpin al-Shabab ini tidak mengerti hati dan pikiran Elohim (Pencipta langit dan bumi), ia tidak sadar bahwa hati dan pikirannya telah diisi dengan pikiran Iblis: penuh kebencian dan gembira diatas penderitaan orang lain. Ini sungguh berbeda dengan ajaran YAHWEH yang mengajarkan bahwa KASIH adalah lebih penting dari pada segala sedekah bahkan sekalipun mati demi nama-NYA: seperti tertulis:

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1Kor 13:3-7)

Banyak pemimpin Islam telah menggenapi Firman Yeshua Ha Mashiah ini:
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim (Allah). Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu. “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu, (Yoh 16:2-4)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog