Kota Yerusalem merayakan Hari Pentakosta terbesar sepanjang sejarah Gereja!


Pencurahan Roh Kudus di YerusalemRibuan orang Kristen dari seluruh dunia telah datang ke Kota Yerusalem, Israel untuk menyembah, berdoa dan merayakan Hari Pentakosta.
Pertemuan orang-orang percaya kepada Yeshua yang diwakili oleh berbagai denominasi Gereja untuk merayakan Hari Pentakosta dipercayai oleh penyeleggaranya sebagai pertemuan terbesar sejak pertemuan pertama yang terjadi hampir 2000 tahun yang lalu. Tahun 2015 ini para hadirin mewakili setiap benua dan berbagai suku bangsa.
Perayaan Hari Pentakosta adalah aplikasi dari Perayaan Shavout (the Festival of Weeks) bagi orang Israel.
Orang Kristen merayakan Hari Pentakosta sebagai hari peringatan pencurahan Roh Kudus kepada 70 orang Israel yang percaya kepada Yeshua Ha Mashiah di sebuah gedung di kota Yerusalem, Israel. Dimana mereka semua yang ada di gedung tersebut, sedang berdoa dan berpuasa untuk menantikan Roh Kudus seperti yang dijanjikan Rabbi mereka, Yeshua. Mereka pada hari itu tiba-tiba mampu berbicara bahasa-bahasa asing, dikenal sebagai “bahasa lidah.” Kejadian itu tepat terjadi setelah 50 hari Yeshua bangkit dari kematian-Nya. Sebab itulah disebut Pentakosta (pentaykostay; G4005, penta artinya 50/ lima puluh)
Hari Pentakosta (Shavout) adalah satu dari tiga upacara tahunan yang sangat penting bagi orang Israel. Dua lainnya adalah Paskah dan Pondok Daun. Ada orang Kristen yang berkata bahwa ketiga Perayaan di Alkitab ini adalah Perayaan orang Yahudi, namun jika kita membaca Alkitab jelas semua itu adalah Perayaan-perayaan YAHWEH, Alkitab Indonesia Terjemahan Lama (ITL) menulis: “segala masa raya-Ku” (Imam. 23:2), dan ”segala masa raya Tuhan” (ayat 4) hal ini sesuai dengan berbagai terjemahan Inggris: ”the feasts of YAHWEH” atau ”the appointed seasons of YAHWEH” yang umat-Nya ”shall proclaim” atau ”must proclaim.” Perhatikan kata ”the appointed seasons,” tahukah Anda bahwa Yeshua lahir, tersalib, bangkit dari kematian terjadi pada hari-hari Perayaan YAHWEH tersebut? Mengapa? Sebab Dia telah menetapkan Perayaan-perayaan tersebut sebagai tanda dari ”the appointed seasons of Him!”  Perayaan Shavuot Turunnya Torah dan Persembahan buah sulung
Pada Hari Raya Shavout, bangsa Israel membawa persembahan sajian yang baru bagi YAHWEH, Elohim mereka, jadi dikenal juga sebagai ”Perayaan Buah Pertama (Hag ha’Bikkurim/ the Festival of First Fruits. Dan juga sebagai Perayaan Turunnya Torah (Hag Matan Torateinu/ Festival of Giving of the Torah).
Hari Shavout jatuh ”pada hari setelah Sabat yang ketujuh” (mulai hari Saptu minggu pertama dari Paskah dikali 7 minggu = 49 hari), kamu harus menghitung lima puluh hari” (Imamat 23:16).
Hari Paskah, sesuai perintah Torah, (Pehsakh, Ibrani) adalah kewajiban bagi para pria Israel untuk beribadah di Yerusalem. Sebab itulah dapat dimengerti mengapa pada Hari Pentakosta dimana Roh Kudus pertama kali dicurahkan kepada orang-orang percaya, dokter Lukas mencatat bahwa begitu banyak orang Israel dari berbagai negara sedang berkumpul di Yerusalem (Kis 2:5).
Ketika Roh Kudus turun kepada para Kristen Yahudi tersebut dan berbicara dalam bahasa-bahasa asing- bagi mereka sendiri – namun bagi para orang di luar gedung itu sungguh mengejutkan sebab semua orang Kristen tersebut sedang berbicara dalam bahasa-bahasa negara perantauan mereka: bahasa Persia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libya, Arab dan sebagainya (Kis 2:7-12).
Pencurahan Roh Kudus yang diikuti dengan kemampuan ”berbahasa lidah” ini dianggap oleh sebagian Gereja sebagai sudah berlalu, sama hal nya dengan mujizat-mujizat yang tertulis di Kitab Perjanjian Baru. Namun bahasa lidah dan mujizat tetap bekerja di banyak Gereja di seluruh dunia sampai saat ini, dan tentunya Perayaan Hari Pentakosta tahun 2015 di Yerusalem yang baru saja berakhir adalah bukti bahwa Roh Kudus tetap berkerja sampai hari ini.
”Gerakan Pentakosta/Karismatik sedang bertumbuh secara dinamis. Itu adalah ujung perumbuhan Kristianiti. Diperkirakan oleh beberapa ahli theologi bahwa gerakan Dipenuhi kuasa Roh Kudus merangkul antara 600 sampai 700 juta orang percaya,” George Wood, Global Co-Chariman berkata
Billy Wilson, President dari Empowered 21 kepada wartawan CBN News menyatakan tujuan dari gerakan Empowerd 21 ini, ”Kami sedang menghubungkan gerakan Dipenuhi Roh Kudus dan Dipenuhi kuasa Roh Kudus seluruh dunia. Jadi ini adalah membawa bersama-sama Pantekosta dan Karismatik di seluruh cabang-cabang denominasi untuk membicarakan tentang kesatuan, kuasa Roh Kudus, dan bagaimana kita dapat menolong generasi-generasy baru berhubungan dengan Elohim.”

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bangsa ARMENIA memperingati 100 tahun Ottoman melaksanakan pembunuhan suku


Gadis-gadis Kristen Armenia disalib Kalifah OttomanPeristiwa Pembunuhan-Suku (Genocide) atas bangsa Armenia yang dilakukan oleh Kekaisaran Ottoman (Turki) adalah kisah nyata, dan secarah resmi diakui oleh the International Association of Genocide Scholars dan oleh banyak bangsa-bangsa di dunia, sekalipun Pemerintah Turki menolak adanya peristiwa genosit ini. Difinisi dari ”Pembunuhan suku” (Genocide) yang dibuat pertama kali oleh Raphael Lemkin di tahun 1943 dan dipakai oleh PBB didasarkan atas peristiwa ini.
Amerika Serikat dan Itali belum mengakui fakta tersebut sehubungan Turki adalah sekutu NATO yang penting di Timur Tengah.

Peta negara Armenia abad ke empat ADBangsa Armenia telah hadir sejak Jaman Perunggu. Kata ”Armenia” pertama kali diketahui terdapat dalam catatan sejarah tahun 521 BC pada papan tanah lempung Raja Darius I dari Persia.
Mencapai puncak kejayaannya pada abad pertama BC, dimana kerajaan Armenia menguasai wilayah antara Laut Kaspia dan Laut Mediterania dalam sebuah area sebesar kira-kira sama dengan besarnya Turki saat ini.
Kristianiti telah menyebar masuk ke wilayah ini segera setelah kematian Yeshua Ha Mashiah, dimana tahun 301 kerajaan Armenia menjadi negara pertama yang memproklamasikan Kristianiti sebagai agama resmi mereka.
Bangkitnya Kekaisaran (Empire) Islam Ottoman di Asia Minor (sekarang dikenal sebagai Turki) menimbulkan masalah bagi bangsa Armenia yang Kristen ini. Gelombang pembunuhan suku (genocide) pertama yang diperbuat oleh Kekaisaran Ottoman atas bangsa Armenia yang dicatat dunia terjadi antara tahun 1892 dan 1894, di bawah pimpinan Sultan Abdul Hamid II sebuah rangkaian pembunuhan masal terjadi antara 80.000 sampai 300.000 bangsa Armenia terbunuh, dan sebagian besar wilayah tanah mereka direbut.

Pembunuhan-suku gelombang kedua, terjadi antara 1915-1920, dikenal sebagai ”Pembunuhan-suku Armenia 1915.”
Dengan meletusnya Perang Dunia I dan ancaman invasi Russia, Pemerintah Ottoman meragukan kesetiaan Peta Armenia modernbangsa Armenia dan takut bahwa mereka akan mendukung Russia jika penyerangan datang dan mengklaim tanah air mereka kembali. Untuk mencegah kemungkinan tersebut Pemerintah Ottoman membuat sebuah rencana untuk menghapus orang-orang Armenia dari negra Turki. Hasilnya adalah satu dari pembunuhan-suku secara sistimatik yang sangat berdarah di abad ke 20. Sejarah mencatat korban jiwa dari bangsa Armenia ini berkisar antara 600.000 sampai 1,500.000 (1,5 juta) tewas – dari 2 juta penduduknya. ¾ tewas. Korban jiwa tambahan lainnya jatuh pada bangsa Assur/ Syria/ Kasdim, diperkirakan 250.000 jiwa.
Peristiwa ini terawal di musim Semi 1915, diawali dengan pembunuhan para pria Armenia, lalu diikuti dengan pengusiran bangsa Armenia dari tanah air mereka ke wilayah padang pasir yang kita kenal sekarang sebagai Syria
Suku Kurdi ambil bagian di dalam – didorong oleh pemerintah Ottoman – menambah penderitaan atas bangsa Armenia di kedua gelombang pembantaian suku yang dipimpin oleh Kekaisaran Ottoman tersebut; mengambil gadis-gadis bangsa Armenia, mengambil harta benda mereka serta aksi pembunuhan saat Ottoman melakukan pembunuhan dan deportasi.
Orang Armenia protes Turki atas genosit abad 20Salah satu seorang saksi mata yang mencatat peristiwa pembunuhan suku yang dilakukan pemerintah Ottoman atas bangsa Armenia adalah Henry Morgenthau, Duta Besar Amerika untuk Kekaisaran Ottoman yang bertugas antara 1913-1916. Baca tulisannya di Morgenthau, Henry; Ambassador Morgenthau’s Story (1918). Cuplikan singkat tulisannya bisa dibaca pada link di bawah “The Massacre of the Armenians, 1915. Mr. Morgenthau menulis bahwa pengusiran itu begitu keras dan disertai serangan-serangan sehingga banyak yang mati sementara mereka berjalan memasuki Syria, dan sisa pria yang masih bertahan setelah mereka sampai di suatu tempat mereka dibunuh sampai pria yang terakhir.
Ia menggambarkan peristiwa sebagai, “Saya yakin bahwa seluruh sejarah suku bangsa berisi episode yang tidak seburuk ini. Pembantaian-pembantaian dan aniaya-aniaya yang besar dimasa silam hampir tidak bernilai ketika dibandingkan dengan penderitaan-penderitaan suku Armenia di tahun 1915.” Untuk mendapat pengertian yang digambarkan oleh Dubes AS ini lihat video dokumentasi: The Armenian Genocide.

Paus Francis I mendukung fakta Pembunuhan Suku 1915 tersebut. Pada Perayaan 100 tahun memperingati peristiwa kecam tersebut, ia menyebut kejadian tersebut sebagai “pembunuhan-suku pertama abad 20 (the first genocide of the 20th century)” dan “memanggil komunitas dunia untuk mengenali kejadian tersebut.” Diresponi oleh Menteri Luar Negeri Turki sebagai, “Pernyataan Paus jauh dari kebenaran-kebenaran histori dan legal, adalah tidak dapat diterima,” Mr. Mevlut Cavusoglu menulis di Tweeternya. Tambahan, Pemerintah Turki memanggil duta besar Vatikan untuk Turki, dan sekaligus memanggil dutabesarnya pulang ke Angkara untuk berkonsultasi.
“Menutup-nutupi atau menyangkali kejahatan adalah seperti mengijinkan sebuah luka untuk tetap berdarah tanpa membalutnya,” Paus menkritik sikap keras Turki yang menolak fakta sejarah tersebut.

– Dan kurang dari 30 tahun dari pembunuhan suku yang dilakukan oleh Ottoman terhadap bangsa Armenia Kristen ini, terulang peristiwa sejenis yang lebih parah lagi kali ini dilakukan oleh Nazi German di bawah Adolf Hitler seorang Katolik fanatik dibantu oleh Haji Muhammed Amin al-Husseini (Mufti Yerusalem) dengan tentara yang dibuatnya (para Mulim Albanian dan Bosnia). Melalui tentaranya dan kamp-kamp konsentrasi Nazi; membantai 6 juta orang Yahudi, belum termasuk suku Gypsi – kali ini Pemimpin Iran dan petinggi Vatikan menolak adanya peristiwa kekejaman Nazi.
Dan saat ini, di abad 21, kita menyaksikan para radikal Islam membantai orang-orang Kristen di Syria, Irak, Negeria, Libya dan Kenya.
Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Filipina: Pedeta terbebas dari penculikan Negara Islam Khalifah FPIM


Pendeta Daniel Mindanao diculik MILF-Negara Islam Filipina terbebasMindanao, Filipina – Penculikan-penculikan, pemenggalan-pemenggalan dan pemerkosaan. Semua tindakan-tindakan ini dilakukan oleh Negara Islam Khalifah (NIK) menginpirasikan kejahatan melampau (wilayah) Timur Tengah, yang paling baru di Afrika, Sekarang pengaruh mereka mengancam orang-orang Kristen di Asia Tenggara.
Setelah para militan NIK membantai tentara Irak musim panas lalu, dunia menyadari ancaman NIK yang bertambah. Terrornya menyebar dari Syria dan Irak, ke Libya and bagian-bagian lain Afrika dimana Boko Haram dari Nigeria baru-baru ini mengabungkan diri dengan NIK.
Tambahan untuk laporan-laporan operasi ini di Pakistan dan Afganistan, dan sekarang pengaruh NIK sedang menjangkau sejauh Fillipina.
Para militan Islam yang ingin menguasai Mindanao, Filipina yang organisasinya bernama Fron Pembebasan Islam Moro (FPIM; Moro Islamic Liberation Front, or MILF) sekarang mengikuti ideology NIK, termasuk menghancurkan gereja-gereja, menculik dan membunuhi oang-orang Kristen.
Menculik Pendeta.
Musim gugur yang lalu, pendeta Daniel dan dua anggota keluarga lainnya diculik oleh sekelompok orang Islam dari FPIM.
Dalam sebuah interview yang eklusif, pendeta Daniel menjelaskan penculikannya kepada CBN NEWS.
“Ketika dua pria menangkap saya, saya ada sebuah handuk mengelilingi leher saya,” ia berkata. “Seorang dari militan Islam mengambil handuk tersebut dan berkata kepada ku, “Kami akan pakai ini untuk menyeka darah dari lehermu.”
Mereka mengambil pendeta Daniel ke kamp mereka dimana ia bertermu seorang terrorist Islam terkenal dikenal sebagai Komandan Tokboy. Tokboy berkata ia akan memenggal penginjil tersebut karena memimpin suku-suku setempat kepada Ha Mashiah.
“Saya katakan kepada dia, bahwa saya hanyalah menolong suku-suku tersebut. Tidak ada yang salah dengan mengkotbahkan Injil sementara melayani mereka,” Daniel mengutip ulang. “Dia berkata, setiap orang yang membawa Injil Yeshua Ha Mashiah dan meninggikan Elohim Israel adalah musuh kami.”
“Saya sadar beberapa tentaranya menggali sebuah lubang di depan ku. Saya mendengar seorang bertanya, “Apakah Anda pikir ia akan cocok dengan ini?,” dan meneruskan pekerjaannya.
Jadi, saya tahu kuburan tersebut adalah untuk diriku. Inilah, inilah waktuku untuk meninggal.”

“Setiap orang yang membawa Injil Yeshua Ha Mashiah dan meninggikan Elohim Israel adalah musuh kami.” Komandan Tokboy FPIM*

Dan Pendeta Daniel berkata bahwa Komandan Tokboy membuka indentitas aslinya.
”Tokboy bertanya, ’Kamu tahu siapa saya? Saya adalah pemimpin NIK di kepulauan Mindanao. Pemerintah Filipina telah memburu saya untuk waktu yang lama,” Daniel mengutip pernyataan Tokboy kepada CBN News
“Kemudian ia menunjukkan saya bendera NIK yang terkibar di kamp tersebut. Saya juga melihat dokumen-dokumen yang memiiki sebuah bendara NIK pada huruf awalnya.”

Mempercayai Elohim untuk sebuah mujizat
Keluarga Daniel dan teman-temannya berdoa sebagaimana siksaan berlanjut. Putrinya yang berusia 10 tahun, Carol, ada di antara mereka. Gadis ini berkata kepada CBN News bahwa ia telah mempercayai Elohim untuk membebaskan ayahnya dari kematian.
“Kami berdoa berdasarkan Yohanes 15:7 untuk ayahJikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya,” Carol berkata.
Esok paginya, Kamandan Tokboy menerima sebuah panggilan telpon yang mendesak.
”Tokboy memberikan telpon genggam tersebut kepada ku dan sebuah suara besar pada sisi lain bertanya, ”Apakah kamu pendeta Daniel?”
”Saya berkata, ya benar.”
”Apakah kamu tahu bahwa hari ini adalah tanggal kematianmu?”
Saya jawab, ya jika Yeshua Ha Mashiah menhendaki itu, hari ini adalah hari ku.”
Lalu suara di telpon tersebut berkata, ”Kamu beruntung, kami menyelamatkan kehidupanmu. Kamu tidak akan pergi mati hari ini.”

Pulang kerumah dengan sebuah peringatan
Daniel pulang kerumah dengan sebuah peringatan: berhenti menginjili orang-orang suku. Ia sekarang hidup di bagian lain dari Mindanao.
Jurubicara Menteri Luar Negeri Charles Jose berkata ke CBN News penculikan tidaklah berarti NIK menambah jejakkan kakinya di selatan Filipina
”Kami tidak sungguh yakin mereka sungguh NIK, ia berkata, dan menambahkan, ”Mungkin mereka hanya melompat ke gerbong yang sama (seperti Boko Haram join NIK awal tahun ini). Kebanyakan mereka terlibat dalam bandit dan penculikan untuk aktivitas-aktivitas tebusan.”

Bagaimanapun, pemerintah Filipina sedang dalam penelitian laporan-laporan bahwa orang-orang yang direkrut NIK memang menerima latihan di sebuah pedalaman desa tidak jauh dari kota Zamboanga.
Meskipun pengalaman kematiannya yang dekat dan kemungkinan ia akan diculik kembali, Daniel melanjutkan menyebarkan Injil kepada orang-orang suku Mindanao.

Iman yang lebih besar
”Kejadian tersebut mengajar saya untuk tidak takut kepada kematian. Saya telah melihat kuasa Elohim, Yeshua telah membebaskan saya dari kematian dan itu telah membuat saya lebih berani untuk melayani Elohim sebab saya telah melihat kuasa-Nya.”
“Kami tidak tahu dimana menemukan ayah, tetapi Elohim tahu dimana menemukannya,” Carol berkata, dan menambahkan, ”Adonai telah membawa ia keluar dari kamp tersebut. Adonai telah menjawab doa-doa kami. Elohim sungguh baik bagi keluarga kami!”

*) Komandan FPIM ini dengan jelas menyatakan bahwa ajaran Islam bertentangan dengan ajaran Yeshua Ha Mashiah yang terdapat di dalam Inil, Alkitab Perjanjian Baru, dan Allah yang disembahnya bertolak belakang dengan YAHWEH, Elohim Israel. Untuk mengerti pernyataannya, silahkan baca kesaksian para mantan-Islam:
Mark A. Gabriel
Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah
Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti
Kesaksian Ibrahim Muslim Kosovo beriman pada Yeshua Ha Mashiah
Umat Islam, Jangan baca Alkitab!

Referensi: Pastor Escapes ISIS-Inspired Kidnapping by Gary Lane (7 April 2015)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

“Ha Mashiah: Nubuatan Tergenapi” (The Messiah: Prophecy Fulfilled) – Film Perayaan Paskah


Pada keesokan harinya, Yohanes (Pembaptis) melihat Yeshua datang kepadanya, dan dia berkata, “Lihatlah, Anak Domba Elohim yang menghapus dosa dunia!” (Injil Yohanes 1:29)

Film Ha Mashiah Nubuatan Tergenapi

Film Ha Mashiah: Nubuatan Tergenapi ini (full version; clik untuk melihat online) secara dramatis menghadirkan pesan yang sesungguhnya tentang Makan Malam Paskah (Seder Pesach/ Passover Dinner) yang dilakukan oleh orang-orang Israel di seluruh dunia. Cerita ini terjadi di Israel pada Paskah tahun PERTAMA mengikuti kematian Yeshua (Yahushua). Injil menyatakannya dengan jelas.
Film Ha Mashiah ini menunjukkan bagaimana rabbi Yehuda (diperankan oleh Nick Mancuso) menjadi seorang pengikut sejati Yeshua Ha Mashiah juga dikenal sebagai Yesus Kristus (terjemahan dari bahasa Yunani). Setelah kebangkitan-Nya, rabbi ini dipenuhi dengan Roh Kudus, ia bangkit dengan semangat pada perjalan memberitakan Kabar Baik kepada bangsanya.
Ia tiba di kotanya sendiri, tepatnya satu tahun setelah kebangkitan, penguburan dan kebakitan Ha Mashiah. Sekarang, tangtangan terbesarnya adalah meyakinkan kelurganya sendiri (ayah, ibu, adik-adik laki-lakinya dan perempuannya) yang Ha Mashiah yang lama telah dinantikan akhirnya telah datang. Melalui Makan Malam (Perayaan) Paskah ini, yang dikatakan di Torah oleh nabi Musa, rabbi Yehuda menghadirkan secara otoritas nubuatan alamiah dan penggenapannya dalam pribadi Yeshua dari Nazaret tersebut.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Orang Kristen Finlandia merayakan 25 tahun menolong Yahudi Russia balik ke Israel


Orang-orang Yahudi Ukrainia berimigrasi ke IsraelTime of Israel.com menulis: ”Para Zionist Kristen di Finlandia merayakan ulang tahun ke 25 tahun sejak komunitas mereka melai menolong para Yahudi berbahasa Russia berimigrasi ke Israel, atau membuat aliya.”
Perayaan mengambil tempat pada awal bulan ini (Maret), dengan tibanya bus ke dua tahun ini ke Helsinki para Yahudi berbahasa Russia yang datang dari (kota) St. Petersburg membuat ”aliya” (berimigrasi pulang ke tanah air) melalui apa yang saat itu dikenal sebagai ”Rute (bangsa) Finlandia” (the Finnish Route). 30 penumpang bus terbang ke Israel setelah menetap tiga hari di rumah-rumah para sukarelawan Kristen.
Sejak 1990, orang Kristen Finlandia telah mengorganisasikan pelayanan bantuan bagi para Yahudi dari Russia dan negara-negara bekas Perserikatan Russia yang ingin melakukan aliya namun tidak memiliki biaya atau kemampuan sendiri.
Sejak itu ada kira-kira 20.000 orang Yahudi telah kembali ke Israel melalui jasa baik para Kristen Finlandia tersebut.
Sewaktu saya berada di Israel untuk suatu urusan kerohanian, saya bertemu dengan orang-orang Yahudi (Kristen) dan para delegasi dari negara-negara Skandinavia. Dari mereka saya ketahui bahwa Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia adalah negara-negara yang sangat berjasa bagi dan pendukung kuat bangsa Yahudi.  Finlandia menolong orang-orang Yahudi berbahasa Russia balik ke Israel
Dari salah seorang Finlandia yang mengurus yayasan jasa aliya bagi keluarga Yahudi berbahasa Russia, ibu ini bercerita bahwa yayasannya menolong mereka mulai dari surat perjalanan keluar dari Russia, kendaraan, penginapan di Finlandia (di keluarga Kristen), penerbangan, menanggung biaya tempat tinggal sementara di Israel sementara surat-surat ijin tinggal diproses oleh yayasan. Para imigran hanya membayar apa yang mereka bisa bayar. Saya sungguh salut dengan semua pengorbanan orang-orang Kristen Finlandia tersebut. Kemudian waktu saya baru ketahui bahwa Finlandia memiliki beberapa yayasan seperti yang ibu itu pimpim dan yayasan kemanusian lain yang berkaitan dengan mendukung Israel, seperti contohnya Hostel Yad Hashmona tidak jauh dari kota Yerusalem. Didirikan tahun 1971 atas inisiatif beberapa orang Kristen Finlandia untuk mengenang para korban Nazi Holocaust. Yad Hashmona artinya “Monument untuk Delapan.” Nama ini diambil dari delapan orang pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Austria di tahun 1938, dan tiba dengan aman di Finlandia. Malangnya bagi mereka, ketika Perang Dunia Ke Dua meletus tahun 1942, Russia menyerang Finlandia, kemudian pemerintah Finlandia bekerja sama dengan Jerman sebab mendapat bantuan militer dari Jerman berakibat delapan orang Yahudi tersebut (pria, wanita dan anak-anak) diserahkan ke orang Jerman dan kemudian dikirim ke kamp kematian, hanya satu yang berhasil tetap hidup.
Empat negara Skandinavia adalah negara-negara yang diberkati YAHWEH, keempanya adalah negara-negara Eropa yang sangat maju dan makmur. Di sini kita bisa lihat bahwa janji Elohim kepada Abraham:  ”Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:3)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Paus di Turki berkata ”salah menyamakan Islam dengan kekerasan”


Paus Francis dan Grant Mufti Islam sembayang di Mejid Sultan Ahmed menghadap MekkaKunjungang tiga hari Paus Francis I ke Turki menghasilkan respon yang berbeda di antara kelompok-kelompok umat beragama dan politik.
Pada kunjungan pemimpin tertinggi Gereja Roma Katolik (GRK), paus bertemu dengan president Turki, Recep T. Erdogan, Pemimpin Ahli kitab (Grant Mufti) Islam Turki dan juga Pemimpin Gereja Orhodox Turki, Bartholomew I. Kunjungan Paus ke Turki sangat penting berkaitan Turki secara terang-terangan mendukung gerakan Negara Islam Khalifah (NIK) sejak pertengahan tahun ini, dan dua minggu yang lalu Mr. Erdogan berkata di pertemuan kaum wanita di Istambul bahwa ”wanita tidak bisa diperlakukan sederajat dengan pria.” Tambahan dari itu adalah negara Turki merupakan pemisah antara negara Barat dengan Timur, sekaligus Turki adalah anggota NATO.

Kepada Mr. Erdogan dan petugas-petugas pemerintah Turki, Paus mengingatkan bahwa”Kefanatikan dan fundamentalisme, dan juga ketakutan-ketakutan yang tidak masuk akal (Kristenphobia) yang mendorong salah mengerti dan diskriminasi, perlu ada dihadapi oleh solidaritas dari semua orang beragama.” Di sisi lain Paus memuji Turki yang telah menerima 1,6 juta penggungsi perang Syria.

Paus Francis membela Islam dengan berkata bahwa adalah salah bagi siapa saja untuk bereaksi terhadap terrorisme dengan menjadi marah melawan Islam dan menyalakan non-Muslim “kita ada andil dari (penyebab) fundamentalis mereka.” Dan, “Mereka (para Muslim) berkata: ‘Tidak, kami tidak begitu, Kuran adalah kitab damai, itu adalah sebuah kitab nubuatan damai.'”  Dua buku tentang Islam ini bagus untuk dibaca:Islam’s Terrorist Dogma in Muhammad’s in Own Words, dan Sayings of the Ayatollah Khomeini atau “The Little Green Book.”

“Saya telah berkata kepada President, itu akanlah indah jika semua para pemimpin Islam, apapun tugasnya, pemimpin politik, agama dan akademi,  andaikan (mereka semua ini) menyatakan secara jelas dan mengecam itu, maka ini akanlah menolong mayoritas masyarakat Muslim,” Paus bercerita kepada para reporter saat menuju pesawat kembali ke Roma.

Pada buku tamu di kuburan almarhum Mustafa Kemal Ataturk, pendiri negara Turki, ia menulis ”Harapan saya bahwa Turki, yang adalah sebuah jembatan alami antara dua benua, adalah tidak hanya sebuah titik persimpangan, tetapi pada saat yang sama suatu titik dimana pria dan wanita yang memiliki semua budaya, etnis dan budaya hidup bersama dalam dialog.” (Dalam Hukum Islam, wanita tidak memiliki peran, kecuali ada sebagai motherhood, kata President Turki di samit wanita tersebut).

Sembayang di Mesjid Sultan Ahmed. Di dalam mesjid ini Paus berdiri di sebelah pemimpin Ahli kitab Quran berdoa masing-masing selama dua menit menghadap ke Mekka. Paus berkata tentang moment tersebut bahwa saat itu dia berdoa untuk Turki, setiap orang, diri sendiri.

Berkunjung bekas Gereja kuno Kerajaan Byzantine, Hagia Sofia. Constantinopel (Istanbul sekarang) jatuh ke tangan sultan  Paus Francis I dan Barholomew I di ex-gedung Gereja Hagia Sofia TurkiTurki di 1453, dan gereja tersebut dijadikan mersjid. Belum lama ini telah menjadi musium. Paus Francis I dan Barholomew I membuat pernyataan bersama menentang penganiayaan yang dilakukan kelompok Islam kepada orang-orang yang percaya kepada Yeshua di Timur Tengah. “Kita tidak dapat mengundurkan diri kita sendiri dari Timur Tengah tanpa orang-orang Kristen (yang dimaksud di sini: Kristen Kurdistan, Armania dan Armanian Katolik disebut sebagai “orang Kasdim.”
Saat kedua pemimpin gereja kuno ini berada di Hagia Sofia, mesjid mengumandangan panggilan sembayang, hal yang tidak terjadi pada saat Paus bersama Pemimpin Ahli kitab Islam di Mesjid Sultan Ahmet (atau Mesjid Biru), dua kejadian ‘kebetulan’ ini sempat dipertanyakan.

Paus Francis I berbeda dengan pendahulunya, Paus Benedictus XVI mengenai ajaran dan praktek Islam. Kunjungan Paus Benedixtus XVI ke Turki di tahun 2006 sungguh kontroversi, ia disambut dengan demontrasi sehubungan dengan pernyataannya di sebuah kelas theologia di Vatikan bahwa “Muhammad menyebarkan agamanya melalui pedang.” Pernyataan Paus Francis I di Turki secara relatif diterima positif oleh komitas Islam, namun diresponi negatif oleh para ex-Muslim dan non-Muslim yang berasal dari negara-negara Islam, contoh:
Robert Spancer, orang Katolik keturunan Iran pada situsnya yang terkenal JihadWatch.org mengawali kritiknya dengan kalimat “Pada saat Kristianiti di seluruh dunia sedang di bawah kepungan para jihadist Islam, pemimpin Gereja Katolik mengklaim bahwa Kuran tidak mengajar kekerasan. Sebagaimana orang-orang Kristen di sepanjang dunia Muslim hidup di dalam hinaan terror dan ketakutan diculik, diperkosa dan dijagal untuk teriakan-membara “Allahku akbar,” Paus ini memberi pernyataan kepausan kepada barbariak tersebut.” Komentar-komentar sejenis juga ada di situs Pamela Geller. Pope says it is wrong to equate Islam with violence
Enza Ferrari. Is this pope a goose or a turkey? “’Dialog’ Paus dengan para Muslim adalah satu-arah (monolog),” Enza Ferrari berkata. “Masalah dengan Muslim-Kristen “inter-faith dialogue” adalah bahwa tujuan dari “dialog” adalah hampir selalu samar-samar,” ia menambahkan. Enza membeberkan beberapa ayat Kuran yang mendukung argumentnya tersebut.
“Kunjungan Paus akanlah tidak menghentikan pemerintah Turki mendukung Negara Islam (NIK), contoh, mengijinkan mereka (para pejuang NI) untuk memakai” territori Turki untuk melancarkan serangan-serangan,” ia berkata. Enza juga bercerita bagaiman koran Turki menulis saat kunjungan Paus itu.
Theodore Shoebat, putra dari  ex-pejuang Islam PLO menyatakan kemarahannya kepada Paus Francis I yang telah mengijinkan orang Muslim sembayang dan membaca Kuran di dalam gedung Vatikan. Ini terjadi setelah Paus bertemu dengan pemimpin Palestina Fatah, Mahmood Abas pada pertengahan tahun ini. Kejadian ini merupakan suatu sejarah pertama kalinya terjadi kata Theodore, sehingga ia berkata ”Vatikan membuat dirinya sendiri tahta Anti-Kristus.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kebangunan Rohani abad 21 melanda negara-negara Afrika Utara!


Peta Negara-negara Afrika Utara ”Apa yang sedang Elohim lakukan di Afrika Utara, sepanjang jalan dari Mauritania ke Libya, belum pernah terjadi sebelumnya di dalam sejarah misi,” Tino Qahoush berkata kepada CBN News.  Lihat laporannya dalam bentuk video pada linki yang tersedia di bawah.

Tino telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menjelahjahi daerah itu untuk mendokumentasikan transformasi tersebut.

Negara-negara Afrika Utara di abad 20 terkenal sebagai wilayah yang sangat bermusuhan dengan berita Injil, sekarang puluhan ribu Muslim mengikuti Yeshua Ha Mashiah.

Mauritania, Sahara Barat, Marokko, Algeria, Libya dan Tunisia adalah negara-negara yang sangat didominasi oleh penduduk Muslim, para ahli telah melihat bukti pertumbuhan Kristianiti, khususnya dalam 20 tahun belakangan ini, belum pernah tercatat dalam sejarah misi.

Pendeta Saleh salah satu pemimpin Gereja-gereja yang besar di Algeria, menyatakan bahwa setiap Kristen baru di dalam Gereja yang ia layani datang dari latar belakang Muslim. Sejak Gereja itu dibuka, mereka telah membaptis kurang lebih 150-160 orang percaya per tahunnya.

Apa yang telah membuat kebangunan rohani Kristianiti ini terjadi? Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

Seperti telah diketahui umum, penangkapan dan aniaya terhadap orang-orang Kristen di negara Islam adalah kejadian umum, seperti munculnya Matahari setiap pagi di sebelah timur. ”Elohim telah memberi kepada kami kesempatan-kesempatan untuk bersaksi di kantor-kantor Polisi, ruang-ruang pengadilan. Pada suatu kali saya pergi ke kantor Polisi dan mereka memberi saya 45 menit untuk berbicara tentang Yeshua. Bayangkan, mereka semua Muslim duduk dan berkata kepada saya, ’Ceritakan kami tentang Yeshua!’ Pendeta Qurahmane menyatakan. (Baca nubuatan Yeshua tentang hal ini di Matius 10:16-20 dan 24:14. Ayat yang terakhir adalah tanda Akhir Jaman).

Farhat, ex-Muslim, bersaksi tentang mujizat yang terjadi padanya. Ia seorang yang buta huruf, saat ia menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya ia belum bisa membaca Alkitab. Kemudian Elohim membuat keajaiban, “Sejak itu saya membaca Alkitab dan telah mengerti Firman Elohim,” ia bersaksi kepada CBN News. Farhat menyatakan bahwa mujizat seperti ini terjadi juga pada banyak orang di Algeria.

Satellite TV dan internet telah juga mengambil peranan secara dramatis di dalam merubah persepsi masyarakat tentang Kristianiti, seorang pensiunan missionari Afrika Utara ini berkata.

Semangat misi dari Afrika Utara. ”Elohim telah menaruh di dalam hati kami untuk mampu mengirim 1000 misionari menjelang tahun 2025,” Pendeta Qurahmane berkata kepada CBN News.

Bacaan barkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog