Berapa banyak orang Roma Katolik dapat masuk ke Sorga?


The fear of יהוה is clean, standing forever; Takut akan YAHWEH itu suci, tetap bertahan selama-lamanya (Mazmur 19:10)

Sorga dan Neraka dua ujung perjalanan akhir manusiaTerlepas dari kontradiksi-kontradiksi kehidupan dan kepemimpinan Karol Wojtyla, aka Yohanes Paulus II (YP II), meninggal tahun 2005, bagaimanapun pada akhir April 2014 pemimpin Gereja Roma Katolik (GRK), di Vatikan, menyatakan secara hukum menganugerahkan gelar kepada Paus Yohanes Paulus II dan juga Paus Yohanes XXIII (23) sebagai orang-orang kudus atau santo.
Kontradiksi: Tentang Paus Yohanes Paus II. Rev. Federico Lombardi, Jurubicara Vatikan, dengan rendah hati mengakui kelemahan Yohanes Paulus II: “Tidak seorangpun berkata paus (YP II) adalah infallible (tidak dapat berbuat salah).” Sementara beberapa kelompok seperti the Survivors Network of those Abused by Priests (SNAP) berkata mereka tidak tidak mendukung pemberian gelar orang kudus bagi Yohanes Paulus II dengan alasan Paus bertanggung jawab atas skandal besar pemerkosaan anak-anak di dalam gerejanya pada masa kepausannya, Time.com menulis.
Tentang Paus Yohanes XXIII, Angelo Giuseppe Roncalli, yang meningal tahun 1963 karena cancer, selain ia mempunyai isteri dan mempunyai 14 anak, ia juga telah merubah dua dokterin penting Katolik melalui Dewan Vatikan II (1962-1965) yaitu: mengganti ibadah Misa bahasa Latin ke bahasa lainnya dan membuat agenda okumene.

Di dalam dokma dan tradisi GRK, seorang dapat dinobatkan sebagai orang suci (santo dan santa) setelah memunuhi tahapan-tahapan pengakuan gerejanya: Italy - Religion - Canonization of John Paul II and John XXIII

  1. sebagai “Pelayan Elohim”
  2. sebagai “Terhormat”
  3. sebagai ”Diberkati”

dan akhirnya ialah ”Orang suci.” Gelar ini diberikan setelah orang tersebut meninggal dunia sedikitnya lebih dari lima tahun.
Ketiga proses tahapan penobatan ini disebut oleh dokma Katolik sebagai “tiga tahapan mujizat.”

Yang perlu digaris bawahi di sini adalah Gereja Katolik akan menyatakan seorang Katolik itu orang kudus jika ia telah berjasa besar bagi gerejanya. Pertanyaan:
• Jika dilihat dari sisi dokma dan tradisi Gereja Katolik di atas, sudah berapa banyakkah orang Katolik yang telah masuk ke Sorga sepanjang sejarah gereja tersebut?
• Jika Anda seorang Katolik, khususnya hanya sebagai ”jemaat” apakah Anda memiliki jaminan masuk ke Sorga?

Titel “Orang kudus” dari sisi Alkitab
John Bevere, seorang Katolik yang telah lahir baru, penulis buku rohani sekaligus pengkotbah yang sangat terkenal suatu pagi dibangunkan Roh Kudus dengan perintah, ”Bacalah Mazmur 19!” Lalu ia membacanya dan tersentak pada ayat sembilan, berbunyi Takut akan YAHWEH itu suci, tetap bertahan selama-lamanya.” John melanjutkan ceritanya, ”Kemudian Elohim berbicara kepada saya ’Adam tinggal di Taman Eden, ia tidak takut kepada Ku, ia tidak tinggal selamanya di taman tersebut. Lucifer telah memimpin penyembahan pada tahta-Ku, ia tidak takut kepada Ku karenanya ia tidak bertahan selamanya.” John mendapat pengerti dari Roh Kudus bahwa orang yang dapat masuk ke Sorga adalah orang yang Takut akan YAHWEH.
John Bevere lalu menjelaskan arti dari Takut akan YAHWEH. Itu yang pasti bukanlah ada ngeri akan Elohim, sebab orang yang merasa ngeri kepada Elohim tentunya ia menyembunyikan sesuatu, seperti Adam. John menyebutkan beberapa ayat Alkitab untuk menbuktikan bahwa hubungan erat antara tiga hal ini: kesucian, takut akan YAHWEH dan seorang dapat masuk ke Sorga (dalam arti: hidup kekal selamanya bersama Elohim)

  • 2 Korintus 7:1 tertulis: Selanjutnya, hai yang terkasih, karena memiliki janji-janji ini (lihat pasal 6:16-18), kita dapat menyucikan diri kita sediri dari semua pencemaran daging dan roh, dengan menyempurnakan kekudusan di dalam takut akan Elohim. (ILT)
  •  Amsal 8:13.  Takut akan YAHWEH adalah membenci kejahatan. Jadi takut akan YAHWEH adalah syarat awal untuk kesucian.
  • Ibrani 1:8-9 – Namun kepada Sang Putra (Yeshua), “Takhta-Mu, ya Elohim, sampai selama-lamanya. Tongkat kebenaran itulah tongkat kerajaan-Mu. Engkau mencintai kebenaran dan membenci kedurhakaan, karena itulah Elohim, Elohim-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak kesukaan melebihi mereka yang bermitra dengan-Mu.”

Alkitab menunjukkan seorang dinyatakan kudus ketika ia sedang hidup di dalam mengikuti perintah YAHWEH:
Imamat 20:26 ”Dan kamu harus menjadi kudus bag-Ku, sebab Aku ini, YAHWEH, kudus; dan Aku telah memisahkan kamu dari antara bangsa-bangsa lain untuk menjadi milik-Ku.”
Rasul Petrus juga menyatakan perkara yang sama di Perjanjian Baru, baca 1 Petrus 2:9-10.
Sebab itu, setelah dibenarkan oleh iman, kita memiliki damai sejahtera dengan Elohim, melalui Adonai kita Yeshua Ha Mashiah (Roma 5:1)

Jadi seseorang dinyatakan sebagai ”orang kudus” ternyata jelas berbeda jauh antara Firman Elohim dengan doktrin dan tradisi Katolik.
Pertanyaan:
• Dari sisi Alkitab, berapa banyakkah orang Katolik yang akan masuk ke Sorga?
• Yang manakah yang dapat memberi jaminan lebih pasti, sebagai ”orang Katolik” atau ”orang Kristen,” untuk seorang bisa masuk ke Sorga?
Referensi:

Footnote:1. Psalm 19:9, The Scriptures 1998
2. Ayat yang sama namun terdapat di ayat 10 pada Indonesian Literal Translation
3. GRK selalu mengklaim bahwa para paus adalah orang-orang yang tidak bisa berbuat salah
4. GRK dalam dokmanya melarang para pekerja prianya, dimulai dari pendeta sampai menjadi kardinal memiliki isteri.
5. Sebelumnya semua Misa haruslah dilakukan di dalam bahasa Latin di setiap negara, sekarang hanya di Roma.
6. Okumenikal adalah hubungan bersama antara pihak Katolik dengan Protestan. Dimana Katolik sebelumnya menganggap musuh utamanya. Bagi beberapa pemimpin Katolik yang tidak mengerti agenda rahasia pemimpin utama mereka, Roncalli adalah penghianat gereja Katolik, tidak layak diberi gelas orang kudus. Sesungguhnya agenda Okumeni dibuat agar para Protestan kembali ke dalam payung kepemimpinan gereja Katolik.
7. Wawancara Sid Rothe dengan John Bevere di It’s Supernatural  (28 April 2014)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Roma: Merpati yang dilepas Paus Francis diserang burung Camar dan Gagak


DovesDisaksikan oleh puluhan ribu jemaat Katolik yang berkumpul di Lapangan St. Petrus untuk mendengarkan kotbath  mingguan Paus Francis I yang disampaikan melalui jendela gereja yang terbuka.  Paus Francis sebelum

Menyampaikan pesannya tentang perdamaian di Ukrainia yang sedang mengalami ketidak stabilan politik, ia melalui dua remaja yang berdiri di kedua sisinya melepaskan dua burung merpati putih ke udara lepas. Segera setelah kedua merpati itu dilepas, seekor dari padanya diserang burung Camar, burung merpati itu terluput namun beberapa bulu rontok, sedangkan merpati yang satu lagi tertangkap oleh buruk gagak besar, dipatuk berkali-kali.  Kejadian tragis ini disaksikan oleh mereka yang hadir di lapangan tersebutm, namun nampaknya paus tidak mengetahuinya, berita mengatakan. Foto-foto diambil dari AP. burung paus Francis diserang dua burung lainnya

Protes anti pemerintah yang pro Rusia di Ukrainia adalah krisis terburuk sejak kemerdekaannya dari persatuan negara Rusia (USSR/ CCCP). Para pemerotes ingin Ukrainia bergabung ke Uni Eropa (United State of Europe, proses menuju).

Melepaskan burung merpati putih dari jendela gereja Roma yang  terkenal ini adalah tradisi para paus, namun baru kali  Gagak hitam besar menyerang merpati paus Francis di St. Peter Squareini “burung lambang perdamaian” tersebut diserang, bahkan kedua-duanya, di depan puluhan ribu saksi mata. Kejadian ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, sebab Yeshua sendiri berkata bahkan burung pipit (dikenal juga sebagai “burung Gereja”) yang dijual hanya dua ekor seduit sekalipun  tidak akan ada yang jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa Sorgawi (Mat10:29), nah apalagi burung Merpati yang dilambangkan di Alkitab sebagai “Roh Kudus” atau oleh dunia sebagai “lambang perdamaian.” Apakah arti dari kejadian tersebut, kita belum tahu.

Bacaan berkait:

Referensi:  

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Normaali taulukko”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:”Arial”,”sans-serif”;}

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Israel: Paus bisa campur tangan dalam proses pendamai antara Israel-Palestina, USA berkata


Paus Francis I berpakaian merahSeketaris Negara Amerika Serikat, John Kerry, yang beberapa bulan ini begitu sibuk bulak-balik ke Israel untuk membicarakan proses perdamaian dalam konflik Israel-Palestina yang berada di Samaria (West Bank), sekarang mempromosikan Paus menjadi mediator perdamaian di negara Israel.

Setelah kunjungan John Kerry ke negara Vatikan, pusat Gereja Roma Katolik sedunia pada pertengahan Januari 2014; berdiskusi hampir dua jam dengan Uskup Agung Pietro Parolin, Pemimpin Diplomat Vatikan, Kerry menyatakan bahwa Paus bisa campur tangan dalam proses perdamaian antara Israel dengan pemimpin Palestina.

Vatikan pada pernyataan resminya melaporkan hasil pertemuan tsb sebagai: USA melihat Paus sebagai rekan kunci  di dalam menekan kedua partai yang bersengketa kedalam meja negosiasi. Kedua tokoh politik diatas juga membicarakan tentang Syria, Sudan Selatan dan reformasi kesehatan (healtcare), RomeReports mengutip. Ditambahkan, Paus Francis akan mengunjungi Israel bulan Mai ini.

Kerry adalah orang Roma Katolik yang pertama kali berkunjung ke Vatikan sebagai seketaris negara USA setelah Edmund Muskie lebih dari 30 tahun lalu, tentang hasil pertemuan tersebut, bekas pria altar Gereja Katolik ini berkata, ”Itu bagus diketahui kita akan memiliki ’perusahaan umum’ ini bersama-sama.”

Sejak Vatikan dijabat oleh Paus Francis I (Jorge M. Bergoglio), Pemerintah Amerika Serikat bekerja keras untuk Paus menjadi tokoh utama perdamaian di Israel.
Jorge Bergoglio adalah asli orang Roma, kelahiran Argentina, dari ordo Jesuit. Di Argentina beliau adalah pemimpin tertinggi dari Jesuit (1973-79) dan 5 tahun menjadi Uskup Agung di negara yang sama.
Darah dan latar belakang ordo Katolik dari Paus Francis I begitu unik – sebagai pemimpin utama Vatican sekaligus Gereja Roma Katolik; unik sebab ia adalah Paus pertama yang berasal dari ordo Jesuit, yang lebih penting dari itu adalah Negara Vatikan dan sekaligus Pusat Gereja Roma Katolik telah kembali ke tangan orang Roma; Yohanes Paulus II orang Polandia, dan Benedixtus XVI orang Jerman.

Kota Roma dimana Negara Vatikan dan pusat Gereja Roma Katolik lahir dan berada dikenal dengan panggilan “the Great City,” ”the City of seven hills” atau “the City of  seven mountains” disebut juga “the Babylon the Great” (Wah 17:1-9; 18:10b). Hampir 2000 tahun yang lalu, Yeshua mewahyukan kepada rasul Yohanes tentang hubungan antara Negara dan Gereja di Roma ini sebagai “seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu” (Wah 17:3). Perempuan adalah lambang Gereja dan Binatang buas (a beast) adalah lambang Pemerintahan Negara (Politik).
Ordo  Jesuit lahir sebagai ujung tombaknya Paus melawan kebangkitan kembali Kristianiti di Eropa pada abad pertengahan, kebangkitan ini dikenal juga sebagai  “Reformasi Gereja Abad Pertengahan”).

Bulan Juni 2013, pemerintah Israel telah memberikan hak special untuk Paus Francis, sebagai pemimpin negara Vatikan, sekaligus kepala Gereja Roma Katolik, membangun gedung gereja baru di wilayah Gunung Zion di Yerusalem.

Komentar: Saat untuk Kaisar Romawi kembali memerintah Yerusalem dan Yudea sudah begitu dekat, namun tidak sama dengan 2000 tahun yang lalu. Kali ini Kaisar akan datang sebagai ”the prince of peace.” Injil Matius pasal 24 tentang Akhir Jaman sedang menuju kepada penggenapannya.

Bacaan berkati:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Julian Assange: Sistem Pengakuan-Dosa Gereja Katolik adalah alat mata-mata


Julian Assange exclusive interview in London, UK, Ecuadorian EmbassyAktivist politik Julian Assange pada pernyataannya baru-baru ini di BBC Radio 4 pada awal Januari 2014, ia percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) adalah ”seorang aktivist yang besar” dan bahwa Gereja Katolik memakai pengakuan-pengakuan dosa untuk memata-matai jemaatnya [hampir 1,1 milyar orang di tahun 2010]

Pendiri situs WikiLeaks ini berkata, Reformasi Protestant adalah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan tetapi sebuah perjuangan politik, perjuangan untuk membebaskan pengumpulan pengetahuan melalui terjemahan dan pembukaan forum diskusi secara bebas (translation and dissimination).”

Julian menambahkan, ”Melalui sistem Pengakuan Dosa, Gereja Katolik telah memata-matai kehiduppan jemaatnya, sementara missa Latin tidak melibatkan kebanyakkan mereka yang tidak berbicara bahasa Latin dari pengertian dari sistem pemikiran utama yang mana mengikat mereka.”

Julian berkata ia telah melihat banyak bukti bahwa ”Yang kuat  (penguasa) ingin menjaga kekuasaan mereka, mereka akan mencoba untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang kita mereka bisa dapat, dan mereka akan mencoba untuk membuat kepastian bahwa kita tahu sedikit mungkin tentang mereka jika itu mungkin.”

Mengutip sejarah Reformasi Gereja di Abad Pertengahan (Katolik menyebutnya “Reformasi Protestant”) dan ajaran Yeshua di Injil Markus, Julian Assange berkata:
“Saya telah melihat ini di kedua dalam tulisan-tulisan keagamaan, yang telah menjanjikan Emansipasi dari tekanan politik dan dalam para pekerjaan revolusioneri yang menjanjikan pembebasan dari tekanan-tekanan dogma gereja dan negara,” katanya.
 “Yang kuat sepanjang sejarah telah memahami ini, penemuan mesin cetak ditentang oleh kekuatan-kekuatan tua Eropa (the old powers of Europe; Julian merefer kepada negara-negara Eropa yang kuat dibawah pengaruh Gereja Roma Katolik pada abad pertengahan) karena itu telah mengeja kontrol pengetahuan akhir mereka dan karena itu akhir masa jabatan mereka sebagai powerbrokers [atau “peacebrokers” dalam kontek konflik Israel-Palestina].”

’Kotbah’ tiga menit Jullian ditutup dengan kalimat ”Kita harus ada tidak perlu minta maaf (unapologetic) mengenai dasar utama dari hal-hal kemanusian, keinginan untuk tahu. Yang kuat pastilah akan melakukan dengan baik  menyelidiki satu dari aktivist-aktivis besar sejarah sebagaimana telah dicatat di Kitab Matius. Itu dimulai: ’Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan’ [Mark 4:22]

Lengkapnya Yeshua berkata: ”Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”  (Mark 4:22-23)

Komentar: Pengertian Jullian Assange bahwa sistem Pengakuan Dosa Gereja (Roma) Katolik adalah sebagai sistem mata-mata penguasa, sangatlah menarik. Jullian mengerti pentingnya sejarah. Pendeta Charles Chiniquy, ex-pendeta Gereja Roma Katolik yang hidup di awal abad 19 (dua ratus tahun yang lalu) dalam buku autobiografinya bersaksi bahwa sistem pengakuan dosa bukan hanya telah dipakai untuk memata-matai (spying) jemaat Katolik saja (yakni para wanita pengaku dosa dan para suami mereka melalui pengakuan isteri mereka) ternyata bahkan telah dipakai secara sistimatis untuk memata-matai prilaku orang-orang besar untuk dimurtadkan ke dalam Gereja Roma Katolik melalui  pengakuan-dosa dari para pembantu rumah tangga mereka yang adalah jemaat Katolik. Anthony Parent (pemimpin Seminari Quebec) bersaksi dengan bangganya kepada pendeta ini bagaimana ratusan orang penting dan kaya Protestant Kanada telah dimurtadkan ke Katolik karena sistem tersebut.
Apakah ada yang memiliki data, berapa banyak wanita Katolik dari Filipina di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga?
Rasul Yohanes melihat Gereja Roma Katolik ini sebagai Wanita yang mengendarai Binatang (the Beast) dan raja-raja (penguasa negara) di bumi tunduk pada kendali wanita ini (Wahyu 17 dan 18).

Harap baca online di bab 29 di buku Fifty Years in the Church of Rome by CHARLES CHINIQUY; The life story of Charles Chiniquy, who was a priest in the Roman Catholic Church for 25 years.
Chapter 29* – Conversions of Protestants to the Church of Rome- Rev. Anthony Parent, Superior of the Seminary of Quebec; His peculiar way of finding access to the Protestants and bringing them to the Catholic Church- How he SPIES the Protestants through the Confessional– I persuade Ninety-three Families to become Catholics. (penekanan ditambahkan)
*) Bab 26 di terbitan Chick Publication: 50 Years in the “Church” of Rome

Bacaan berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Gereja Roma Katolik, praktek homosex, HIV/AIDS dan jalan keluarnya


Tupai peka dengan kondisi sekitarnyaRasul Paulus: ”Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Karena Elohim tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yeshua Ha Mashiah, YAHWEH kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1Tes 5:4-11)

Artikel ini saya dedikasikan bagi para pria, khususnya bapa-bapa, yang secara alami dikaruniakan jabatan sebagai kepala rumah tangga, imam dan sekaligus pelindung bagi se-isi rumahnya. Jabatan yang besar memberi tanggung jawab yang besar, karena itu Elohim tidak hanya memberikan bahu yang besar kepada laki-laki, lebih dari itu pikiran dan pengertian yang dalam dan bijaksana untuk menjalankan fungsinya. Penghormatan dan kridit saya berikan kepada mereka yang telah bekerja keras meneliti dan memberitakan bahaya dari hubungan  homosex, terlebih bagi mereka yang berurusan langsung menolong para korban yang terinfeksi dan melakukan pencegahan terhadap transmisi virus yang sangat berbahaya ini.

Tujuan: Artikel di bawah ini berbicara bukan tentang masalah politik dan bukan juga keagamaan, – sekalipun keduanya terlibat, sebab Roma Katolik adalah sebuah pemerintahan politik dan keagamaan (‘Gereja’), tambahan praktek homosex telah dipakai secara salah oleh para politikus dan rohaniwan – artikel ini mengamati apa yang para pemimpin Gereja Roma Katolik lakukan dan yakini tentang praktek tersebut, mengamati hubungan HIV/AIDS dengan praktek homosexual, dan pada ujungnya melihat bagaimana Alkitab memberi jalan keluar dari kemelut budaya akhir jaman tersebut. Semoga para Muslim pun mendapat pencerahan, sedikitnya sadar bahwa Kristianiti (ajaran Kristen) dan agama Roma Katolik jauh berbeda, jadi para Muslim harus berhenti memutar balikkan pemakaian “Kristen” dan “Katolik.”  Elohim memberkati kita semua.

Pendahuluan. Kapan terakhir Anda mendengar berita tentang pria homosex (gay)? Bagaimana dengan berita kematian karena penyakit AIDS? Tentu berita korban karena “aksi terrorist dan pembom bunuh diri” sering kita dengar, namun tahukah Anda bahwa tingkat korban terinfeksi dan terbunuh karena AIDS pun tidak kalah tinggi.
Memasuki tahun 2000, berita mengenai homosexualiti semakin menjadi berita utama di media komersial internasional, umumnya itu hadir dalam bentuk ”pembelaan persamaan hak asasi bagi pria homosex (gay)” dan ”parade homosex / gay pride.” Namun sedikit sekali, jika tidak bisa dikatakan hampir tidak pernah, diberitakan tentang penyakit HIV dan AIDS [1] yang sangat menakutkan dan sangat mematikan, apalagi mengaitkan keduanya sebagai rantai reaksi sebab-akibat hampir sama sekali jarang dimuat atau terdengar di media. Melalui mesin pencari data Google saya mengetik ”what is hiv aids” hanya dalam setengah detik keluar “sekitar 119,000,000” (mendekati 120 juta) link artikel, terlihat bahwa telah banyak orang menyadari bahaya ”monster yang kejam ini” dan membawanya kepermukaan untuk membangunkan perhatian masyarakat. Kondom bukanlah pemecahan terbaik untuk mencegah transmisi infeksi HIV dan AIDS, tetapi pengetahuan akan Firman YAHWEH, yakni Alkitab – inilah cara yang terbaik.

1. Sejarah Homosexual[2] atau praktek homosex (hubungan intim dengan sesama jenis kelamin)
“…tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari,” raja Salomo berkata, dan ia melanjutkan, “Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)
Praktek homosex telah ada sejak di jaman Abraham (2000 BC), dipraktekkan secara umum di Lembah Yordan dengan kota-kotanya terkenalnya seperti Sodom, Gomorah (Kej 18-19). Juga telah dikenal pada masyarakat Yunani kuno di jaman Herodotus (sejarawan Yunani; 484-425 BC) dan Plato (ahli philosophy; 428-427 BC), termasuk bahkan hubungan pederasty (phedofily) yaitu hubungan intim antara pria dewasa degan pria remaja.[3] Praktek ini juga telah terjadi dalam masyarakat Roma kuno, negara tetangga Yunani, sebagaimana rasul Paulus menyinggung perkara ini dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, dimana bukan hanya para pria (gays) tetapi juga para wanitanya (lesbians) mempraktekkan perbuatan tersebut. Baca Roma 1:18-28.

2. Pernyataan Gereja Roma Katolik tentang praktek mengenai homosexual – tidak sesuai dengan isi Alkitab Ayat Alkitab Mazmur 119 ayat 105 Firman-MU pelita bagi kakiku
Beberapa abad yang lalu masalah homosexualiti adalah perkara yang tabu untuk dibicarakan di dalam Gereja Roma Katolik, namun sejak terungkapnya “skandal” praktek homosexual dan pedofilia (pedophile) di antara petinggi Katolik (paus, kardinal, pendeta) beberapa tahun yang lalu, maka status “skandal” tersebut sekarang telah menjadi status “dapat dimengerti” bahkan saat ini berkembang menjadi “bagian dari hak asasi manusia.” Berikut ini data kasarnya:

A. Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik mengenai praktek homosexual
”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ’Saya akan percaya bahwa putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.’”, Ignatius de Loyola.[4]
Gereja Roma Katolik bukan saja membela praktek mesum ini, lebih dari itu menyatakan pelakunya sebagai ”umat Elohim.” – Kardinal Bernardin: “… para pria homo adalah anak-anak Elohim (gays are children of God), mereka harus dikasihi dan para Katolik haruslah membela hak-hak mereka.  Chgo SunTimes Oct. 21, 1994 p. 18 art. Bernardin Letter Tackles Hot Topics for Teenagers.  Bandingkan dengan firman Elohim di Suratan rasul Petrus: 1 Petrus 2:9-10.[5]

Gereka Katolik ingin menumbuhkan gereja lokal bagi para pria (gays) dan wanita (lesbians) yang mempraktekkan sex sejenis, ”Usaha untuk membuat gereja-gereja lokal lebih ”terbuka dan menyambut homosexual. Tidak ada kesalahan moral ada sebagai homosexual. Para homosexual didorong untuk menerima sakrament-sakrament dan berpartisipasi dalam kehidupan gereja (Katolik), sejauh mereka tinggal dalam pengajaran gereja (Katolik).”[6]

Joseph Ratzinger[7]  aka “Paus Benedixtus XVI”, yang berasal dari Katolik garis keras mencoba menyetop praktek homosex bagi calon pendeta. Pada surat resminya tahun 2005 ia menilai homosexuality sebagai “sebuah kecenderungan kuat memerintahkan kearah kejahatan moral intrinsik” dan “gangguan objective,” karenanya para pria yang memiliki “kecenderungan homosexual yang dalam” seharusnyalah tidak menjadi imam-imam.”[8] 17 Desember 2012, Mr. Ratzinger (paus) menerima laporan 300 halaman dari tiga kardinal, tentang jaringan para pendeta homosex yang bekerja di Vatikan, namun juga bermain di sector sekuler di kota Roma misalnya jaringan pelacur pria yang bekerja di sauna untuk umum, spa untuk kesehatan dan bahkan tempat tinggal pribadi yang diperuntukkan bagi uskup agung yang terpercaya. Sumber berita menduga bahwa laporan 300 halaman ini adalah faktor penyebab pengunduran dirinya sebagai paus, dan digantikan oleh Mr. Bergoglia (paus Francis). Sumber laporan yang sama juga menulis bahwa investigasi atas kematian terbakar waria bernama “Brenda” di tahun 2009 (yang mempunyai affair dengan Mr. Marrazzo) mengkaitkan beberapa pendeta Katolik tingkat atas bahkan beberapa kardinal  sebagai para pelanggan jaringan waria elite kota Roma. Mr. Marrazzo (ex-gubernur Lazio) saat itu pengurus gedung perjudian Monte Cassino yang dimiliki oleh Vatikan. [9]

 Paus Francis IB. Pernyataan terbuka Paus Francis I, Jorge Mario Bergoglia, tentang praktek homosex adalah OK baik bagi para pemimpin Gereja Roma Katolik. Sejak Mr. Bergoglia, aka Paus Prancis I, terpilih menjadi Paus (13 Maret 2013) [10],  banyak kebijakan Vatikan telah berubah secara radikal. Pada perjalanan pulang dari kunjungannya ke Brazilia (30 Juli 2013), di depan para wartawan ia menganggap praktek homosex para pendeta Katolik sebagai hal yang harus diterima, ”Jika seorang adalah gay (pria homosex) dan ia mencari Adonai (Tuhan) dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?”  Koran menulis dan berlanjut, “Francis berkata kepada para wartawan dalam bahasa Itali tetapi memakai kata Inggris “gay”, Itu sebuah kata yang oleh para paus sebelumnya secara besar-besaran dihindari untuk disebut.”[11]

Paus yang sama, hanya dalam setengah tahun pertama dari periode kepausannya telah menyatakan hal-hal yang sangat liberal bahkan bagi pemikiran orang Katolik sendiri, misalnya: “orang Atheis dapat selamat melalui hati nuraninya sendiri” tanpa perlu Yeshua (Yesus), dan “para pemimpin yang besar dari umat Elohim, seperti Musa, selalu menyisahkan ruang untuk kuatir. Pernyataan paus ini mendapat gayung bersambut.

  •  Bernard Felley[12], seorang uskup Roma Katolik yang ‘konserfatif,’ pada konferensi press 11-13 Oktober di kota Kansas memperingatkan para pendengarnya bahwa paus Francis mempercepat kehancuran gereja Katolik, “situasi dari Gereja (Roma Katolik) sungguh berantakan. Dan paus yang sekarang membuat itu 10,000 kali lebih buruk.” Paus Francis figur yang berbahaya dan tidak perlu diikuti katanya lebih lanjut, ”Ia merusak segala sesuatu. Tunggulah, sehubungan ia sebagai paus, tetapi jangan ikuti dia.” Francis dilabelkannya sebagai ”Kita memiliki di depan kita seorang Modernist yang asli.”[13]
  • Jerome R. Corsi, reporter senior WND.com mengkomentari pernyataan paus yang baru ini dengan judul artikel, “Saat ini tidak becanda: Apakah paus Katolik?[14]

Apakah pernyataan Paus Francis tentang Catholic gay priests sebagai tanda “laju kereta api sudah tidak dapat ditahan lagi,” (merefer pada surat Paus Benedictus XVI di atas), atau semua ini sebagai sebuah tanda bagi penduduk dunia bahwa “saatnya telah tiba untuk Gereja Roma Katolik membuka topengnya.” Waktu akan menunjukkannya.

Doktrin Mr. Bergoglio tentang homosex sangatlah berbeda sebelum ia jadi paus, pada suratnya untuk para suster Katolik di Argentina ketika pernikahan sex sejenis dilegalkan di negeri itu, ia menyatakan praktek ini sebagai “penolakan total dari hukum Elohim yang terpahat di hati-hati kita” dan pelegalan tersebut ia nyatakan sebagai “sebuah gerakan yang dilakukan oleh Bapa Pendusta yang mencoba membingungkan dan menipu anak-anak Elohim.”[15]
Paus telah pindah arah 180 derajat! Dalam doktrin Katolik Paus adalah “Tuhan di bumi,” atau vicar of Christ,” ia punya kuasa untuk merubah skandal itu jika ia berkehendak, namun popularitas dan penghormatan dunia nampaknya lebih penting bagi paus.

Gary Hall the Dean of the National Cathedral Washington DCC. Gary Hall, pemimpin senior dari gereja Katolik The National Cathedral di Washington DC.
Pada ceramahnya di penghargaan kepada para remaja pria homosex (gay youths) di gerejanya (dikutip 9 Oktober 2013) untuk mempromosikan hak-hak pria homo, ia tidak hanya “mendukung gaya hidup homosex” lebih lagi menyatakan “menolak homosexuality adalah suatu dosa,” Mr. Hall berkata, “Kita sekarang harus berani mengambil langkah akhir dan menyebut homophobia dan heterosexism … adalah dosa.” Mr. Hall mendorong semua gereja Katolik untuk mendukung budaya homosex Katolik, ia berkata, Hanya ketika semua gereja kita mengatakan itu  dengan jelas, berani dan dengan keteguhan, barulah akan melepaskan remaja LGBT kita (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender /bencong) bertumbuh dalam ‘sebuah budaya’ yang secara total merangkul mereka sebagaimana mereka ada.” Mr. Hall juga berkata kecenderungan napsu sex ini sebagai sebuah karunia.[16]

Pernyataan Mr. Hall ini jelas memutar balikkan kebenaran firman Elohim dan menjerumuskan para remaja Katolik semakin dalam tenggelam dalam lumpur yang sedang menelan kesehatan dan jiwa mereka. Peter LaBarbera dari Americans for Truth About Homosexuality menyatakan bahwa semua pernyataan Mr Hall ini salah, dan pemakaian kata “homophobia” hanyalah sebuah kata rhetoric dari Gereja korupsi. Sumber dari mana berita ini dikutip dengan jelas mengenali motif dari Mr. Hall ini “merubah masalah moral menjadi masalah politik,” itu nampak pada paragraf pertamanya.

Tidak diragukan ada banyak pekerja dan jemaat Roma Katolik yang tidak setuju dengan budaya praktek homosexual dan kebijakan liberal para petinggi gereja Roma Katolik ini, hal terbukti dengan adanya gelombang besar orang-orang Katolik yang meninggalkan jabatan dan keanggotaan mereka, belum lama ini seorang sejarawan Katolik yang terkenal di Perancis mengambil tindakan bunuh diri sebagai tanda protesnya.

3. Konsekuensi dari prakpohon buruk menghasilkan buah yang buruk Matius 7 ayat 18-20tek homosex; data  statistik korban HIV dan AIDS
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  (Mat 7:18-20)
Sebelum kita melihat data statistik yang dikeluarkan oleh dokter dan badan resmi kesehatan Amerika tentang efek buruk dari praktek homosex, ada baiknya kita mengerti dahulu arti kata ”homophobia” dan ”heterosexism” yang Gary Hall nyatakan sebagai dosa.

A. Definisi kata homophobia dan heteroxism.
Dua kata ini adalah perbendaharaan kata Inggris yang baru, awal tahun 70an kata homophobia belumlah dikenal oleh umum, apalagi kata heterosexism, yang terakhir ini sungguh sebuah kata baru, kita bisa sebut itu sebagai ”Made In Roman Catholic Church.”
Homophobia terdiri dari dua kata homo dan phobia; homo untuk hal-hal yang berkaitan dengan homosexualiti, sedangkan phobia adalah istilah kedokteran seorang yang memiliki suatu ketakutan besar yang tidak masuk akal akan sesuatu. Jadi homophobia artinya

  • seorang yang memiliki ketakutan besar yang tidak masuk akal akan (bahaya, ancaman, konsekuensi) homosexualiti (istilah kedokteran); atau
  • seorang yang sangat benci atau takut akan orang homosexual (istilah politik).

Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA. Senjata Rohani Weblog

Untuk mengerti perbedaan dunia kedokteran dengan dunia politik dalam kata ”-phobia” lihat dan bandingkan dua kelompok kata phobia ini agoraphobia (ketakutan berlebihan akan tempat terbuka);  ornithophobia (ketakutan berlebihan akan burung; contoh: kumpulan burung darah/ piegens); anthrophobia (ketakutan berlebihan akan bunga) dengan phobia berikut: ophidiophobia (ketakutan berlebihan akan ular), demonophobia (ketakutan berlebihan akan iblis /demon); hadephobia (ketakutan berlebihan akan Neraka)

Heterosexism, surprise, surprise kata ini belum tertulis di kamus!  Namun dari pernyataan Gary Hall di atas kita tahu apa arti dari kata heterosexism atau “faham heterosex;” sejenis dengan kata ”communism,” ”atheism atau “confucianism dan lain-lain, tidak lain dan itu pasti bahwa kata heterosexism yang dimaksud pemimpin Katolik ini indentik artinya dengan “anti-homosexual; anti-ORANG homosex,” perhatikan sekali lagi definisi dari “homophobia” dan “homosexual” (footnote no. 2).

Terlihat bahwa pemimpikin Katolik ini mencoba merubah sesuatu yang alami dan universal menjadi sesuatu yang tidak normal dan exclusive; ketetapan Elohim “hubungan sex antara pria dan wanita,” atau tepatnya “hubungan sex antara suami dan isteri” menjadi sebuah “suatu faham agama yang membenci ORANG homosex.
Mr. Hall telah merubah ”baik” menjadi ”jahat” dan sebaliknya ”jahat” menjadi ”baik; “kudus” menjadi “najis” dan sebaliknya “najis” menjadi “kudus.” – hitung berapa banyak perintah Elohim pada 10 Perintah YAHWEH ia telah langgar. Berbaju pendeta, memakai Nama-Nya, tetapi memutar balik Kepribadian dan Firman Elohim; waspadalah!!

Dengarlah dan ketahuilah baik-baik. Tidak ada ajaran dan Kitab Suci lain, selain Alkitab, yang begitu tegas memerintahkan umatnya dengan perintah ”kasihilah sesamamu” bahkan mengasihi  orang lain ”seperti mengasihi dirimu sendiri.” Namun para rohaniwan, politikus yang jahat dan para bisnisman di industri gay porno telah memutar balikkan fakta. Anda bertanya apa buktinya? Dengan mengatakan bahwa ajaran Kristianiti adalah ajaran kebencian, dan Alkitab penuh dengan kebencian, sebaliknya praktek dosa haruslah diberi hak dan dilindungi undang-undang negara. Kebencian Gereja Roma Katolik kepada Alkitab di Jaman Revormasi Gereja ternyata tetap membara sampai hari ini.
Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA – sebab kedua PERBUATAN tersebut memiliki konsekuensi yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan di bumi – negara jadi bankrut dan terpecah belah, dan pelakunya akan dilempar ke dalam hukuman kekal.

“Fakta kedokteran menunjukkan bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM),” CDC.org

B1. Laporan kedokteran dan pemerintah Amerika tentang transmisi HIV dan AIDS [17] Organisasi  The Foundation for AIDS Research (amfAR) laporan Oktober 2013 statistik seluruh dunia sebagai berikut: [18]

  • Lebih dari 35 juta orang saat ini hidup dengan HIV/AIDS
  • Di tahun 2012, diperkirakan 2,3 juta orang baru saja terjangkit HIV; 1,6 juta meninggal akibat AIDS
  • Dari permulaan epideminya, lebih dari 75 juta orang telah terinfeksi HIV dan 36 juta telah meninggal karena HIV
 “Dari pertengahan tahun 1980 dan seterusnya, AIDS telah memegang peranan yang sangat utama dalam mendorong mundur kebiasaan revolusi sexual di kota-kota besar Amerika Serikat.” [19]Mungkin generasi pemuda yang sekarang sudah lupa “kasus” 1980 tersebut.
Fakta-fakta singkat [20]
  • Lebih dari satu juta orang hidup dengan HIV di AS
  • Satu dari lima hidup dengan HIV tidak sadar akan infeksi mereka
  • MSM,* khusunya remaja, MSM negro adalah paling berat terjangkit oleh HIV
  • Dalam ras, orang-orang Afrika Amerika menghadapi beban HIV yang paling berat [lalu diikuti oleh pria kulit putih, laporan menulis]

Fakta kedokteran menunjukkaDiagram HIV infeksi in AS 2009 oleh katagory transmisin bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM). Dari tahun 2006 ke 2009 diperkirakan infeksi HIV baru di AS sebagai berikut: MSM/ (homosexual) = 61%; Heterosexual (27%); IDU = 9 % ; MSM/IDU = 3%

Statistik (updated Oktober 2013) dari amfAR tentang korban HIV/AIDS di Amerika Serikat (AS):[21]

  • Diperkirakan 50.000 infeksi HIV baru muncul di AS setiap tahun
  • PSP / MSM terhitung mayoritas dari diaknosa HIV/AIDS baru, meskipun PSP/MSM hanya sekitar 4% dari populasi pria AS.
  • Diaknosa HIV baru diantara PSP/MSM lebih dari 44 kali lebih tinggi pria lainnya di tahun 2008

*) MSM singkatan dari “Men Who Have Sex with Men” (Para pria yang berhubungan sex dengan para pria; dalam satu kata MSM = Gays). Heterosexual: hubungan sex antara pria dengan wanita. IDU (Injection Drug Users; pemakai obat suntik).

Sekarang kita perhatikan laporan di bawah ini, perhatikan hubungan antara 10 kota Amerika yang paling ’bersahabat’ dengan budaya homosexual dengan 10 kasus AIDS terbesar menurut kota dan negara bagian Amerika Serikat:

Top Ten most Gay-Friendly Cities in the U.S. [22]1.    Palm Springs, CA
2.    San Francisco, CA
3.    Seattle, WA
4.    Long Beach, CA
5.    Cambridge, MAGay & Bisexual Men the most severely effected by HIV
6.    Los Angeles, CA
7.    Portland, OR
8.    Philadelphia, PA
9.    San Diego, CA
10.  New York, NY

Top Ten Reported AIDS Cases (States / Territories) [23]
1. New York: 190,363
2. California: 159,606
3. Florida: 116,041
4. Texas: 76,674
5. New Jersey: 53,756
6. Georgia: 38,084
7. Pennsylvania: 37,842
8. Illinois: 37,592
9. Maryland: 35,395
10. Puerto Rico: 32,057

Top Ten Reported AIDS Cases (Metropolitan Areas)
1. New York City, NY: 126,237
2. Los Angeles, CA: 43,448
3. San Francisco, CA: 28,438
4. Miami, FL: 25,357
5. Washington DC, WV: 24,844
6. Chicago, IL: 22,703
7. Philadelphia; PA: 20,369
8. Houston, TX: 19,898
9. Newark: 17,796
10. Atlanta, GA: 17,157

California adalah negara bagian (United State) yang paling liberal di Amerika, dan kota New York adalah ibukota yang paling terkenal di dunia untuk kehidupan malamnya. Di sini jelas bahwa homophobia hanyalah propaganda politik kelompok tertentu untuk membenarkan praktek homosex yang sangat merugikan diri mereka sendiri,  masyarakat dan negara. California adalah negara yang memiliki hutang yang sangat besar. Dan berikut adalah data pendeta Katolik Amerika yang meninggal karena AIDS.

B2. Laporan ”tabu” pendeta Roma Katolik yang meninggal karena AIDS di Amerika Serikat.” [24]
“Pendeta (Katolik) pertama yang saya lihat dengan AIDS — itu di tahun 1982 — kami tidak menaruh (kata) AIDS pada sertifikat kematiannya, sebab mereka (Gereja Katolik) ingin kami tidak melakukannya,” Farley Cleghorn berkata. Ia seorang epidemiologist dari the Institute of Human Virology di Baltimore.“Beberapa dari mereka telah berhubungan sex di seminari dan berlanjut setelah ditasbiskan, beberapa dari mereka telah berhubungan sex pertama mereka dengan pendeta-pendeta lainnya atau dengan jemaat  setelah mereka ditasbiskan.” Charlie Isola, psychotherapist of NYC berkata tentang para pendeta homosex yang menderita AIDS.
Banyak pendeta dan ahli perilaku Logo AIDS in the Priesthoodberpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya. [Doktrin ini bertentangan dengan ajaran Alkitab, fakta bahwa rasul Petrus sendiri menikah – Katolik mengklaim Petrus sebagai paus pertamanya; Petrus hidup 300 tahun lebih awal sebelum Roma Katolik lahir] Artikel lengkapnya bisa baca di sini: Judy L, Thomas, The Kansas City Star

Sebagaimana kita tahu sekarang bahwa praktek homosex di kalangan pemimpin Gereja Roma Katolik bukanlah suatu yang rahasia dan tabu lagi, namun efek sampingan dari praktek tersebut masih tetap sebagai perkara tabu – manusia tetap sadar bahwa hal ini adalah perkara moral dan bukan politik!

Banyak pendeta dan ahli perilaku berpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya.

Berikut ini adalah data kematian pendeta Katolik Amerika karena transmisi AIDS.
Ratusan imam (pendeta / pastor) Roma Katolik di berbagai Negara Amerika Serikat telah meninggal karena sakit yang berkaitan dengan AIDS, dan ratusan lebih hidup dengan (penyakit) HIV. … Tetapi itu nampak bahwa para imam yang sedang sekarat karena AIDS ada pada tingkat sedikitnya empat kali (lebih tinggi) dari penduduk umum AS, menurut perkiraan dari para ahli medis dan para imam dan analisis statistik kesehatan oleh The Star Kansas City.”

Laporan berlanjut, ”Kematian para imam rata-rata pertahun yang dikonfirmasikan oleh (koran) The Star telah meninggal karena AIDS di Kansas dan Missouri dari 1987 ke 1999 adalah 7 per 10.000, atau tujuh kali dari populasi penduduknya.

A.W. Richard Sipe, seorang bekas imam Katolik yang telah menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun untuk mempelayari masalah-masalah sex di gerejanya, berpikir bahwa sekitar 750 imam / pendeta di seluruh Amerika Serikat telah meninggal karena penyakit tersebut. (dengan kata lain) Delapan kali lebih tinggi dibanding penduduk umum [penderita AIDS] Amerika Serikat.
Joseph Barone, seorang psychiatrist dan ahli AIDS dari New Jersey menyatakan 11 kali lebih tinggi.”
Panorama, majalah Italia mengklaim “98% pendeta di Roma (pusat dari Gereja Roma Katolik) adalah orang homosex (gays).” [25]

Mungkin Anda bertanya, mengapa praktek homosexual ini begitu membahayakan tubuh?, Silahkan baca artikel ini: MEDICAL CONSEQUENCES OF WHAT HOMOSEXUALS DO By Paul Cameron, Ph.D.

Evaluasi: Jika itu sudah terbukti berbahaya dan telah menelan banyak jiwa pelakunya, dan juga pribadi-pribadi lain yang Pohon Kehidupan dan buahnyaterinfeksi sekalipun tidak melakukan praktek homosex ini (seperti para isteri, bayi-bayi, pasien transfusi darah dsb.), mengapa kasus ini tidak disebar luaskan di media, seperti peringatan “bahaya merokok” yang sangat gencar dilakukan di banyak negara Barat?  Mengapa organisasi besar dan pemerintah hanya memotong ranting  dan membuangi buah dari pohon yang tidak baik, bukankah lebih efektif dan murah jika kita potong akar dari pohon tersebut?  Tiga dari banyak alasan utama mengapa akar dari ‘epidemi HIV/AIDS’  tidak dipotong , saya pikir, adalah ini:

  1. Vatikan/ Gereja Roma Katolik mengontrol media internasional, Vatikan adalah salah satu institusi terkaya di dunia.
  2. Industri porno pria homo (gay) adalah bisnis yang sangat basah. Diperkirakan menghasikan 40 billion dollar pertahunnya di Amerika saja; jauh lebih banyak uang dibanding bahkan dunia bisnis olah raga profesional misalnya, tulis sebuah situs. Suatu laporan investigasi pada industri porno di  Brooklyn menyatakan “upah rata-rata bagi bintang porno pria adalah 500-600$; Gay porno dibayar tiga kali lipat dari jumlah tersebut.”[26] Dan alasan lainnya,
  3. Mungkin yang terakhir ini akan mengejutkan banyak pembaca. ‘Gaya hidup’ ini menggenapi nubuatan Alkitab bahwa kedatangan Yeshua yang kedua kalinya terjadi sama seperti pada jaman Nuh dan Lot yakni “pesta pora, kawin dan sibuk berbisnis.” (Luk 17:26-30)

Jadi kita dapat katakan bahwa gerakan anti-Homophobia aka Pembelaan Hak para LGBT yang sering menjadi berita utama di media Barat, terbukti hanyalah propaganda politik,[27] dan bukan ilmu kedokteran. Lebih banyak orang heterosexual yang terancam oleh para pria homo dari pada sebaliknya dan pelecehan sexual secara persentasi lebih banyak dilakukan oleh kelompok Gay dari pada orang Heterosexual demikian juga dengan jumlah korbanya. Ini bisa dilihat pada artikel Skandal sex-abuse anak Roma Katolik tumbuh seperti jamur” dimana satu pendeta homosex bisa menelan kesucian puluhan anak laki-laki.

4. Jalan keluar.
A. Kembali kepada standard moral Firman YAHWEH, yakni Alkitab  the Holy Bible
Bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula Anda kepada Elohim.
Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa (Kej 2:17, 3:6-7), maka sejak hari itu – sampai sekarang – hati dan jiwa manusia memiliki ”pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat” yang kita sebut sebagai ”hati nurani” atau ”conscience” dalam bahasa Inggrisnya.

Kita perlu selalu untuk meminta Elohim menguduskan hati nurani dan roh kita, sebab hanyalah hati yang kudus yang dapat melihat terang dan kebenaran Elohim, yang darimana seseorang dapat bertindak di atas kebenaran dan keadilan sesuai standard-Nya. Jaman ini keadilan sering kali di rusak bahkan di ruang-ruang pengadilan itu disebabkan oleh karena si penegah hukum 1. Tertuduh oleh hati nuraninya sendiri (oleh sebab ia sendiri pelaku dosa), 2. Takut dan tunduk pada roh intimidasi / terror Setan.

Oleh karena itu kita dan khususnya para penegak hukum dan pembuat hukum perlu bertobat dan megundang Roh Kudus, yakni Roh YAHWEH, untuk tinggal di dalam kita, dan meminta Dia untuk selalu menguduskan / memurnikan hati dan roh kita sebagaimana raja Daud memohon di Mazmur 51 (ayat 12-14)   – Create in me a clean heart)

B. Kembali kepada kehidupan membaca Alkitab dan mempraktekkan isinya dalam kehidupan kita sehari-hari
”Pada doktrin Katolik hanya ada 56 ayat Alkitab yang dipakai sebagai referensi untuk menjawab 776 pertanyaan, dan lebih dari 75% dari ayat-ayat yang didaftarkan tersebut telah diambil sungguh-sungguh di luar konteknya,” Nicolai, seorang ex-murid seminari Katolik berkata. “Itu berarti,” ia berkata, “sejumlah besar 86,2% dari jawaban (di Doktrin Katolik ini) TIDAK ditemukan dalam Alkitab! Mengapa orang Katolik mengabaikan ini? Mungkinkah karena kutipan berikut ini?” Nicolous memberi kutipan  Ignatius de Loyola, pendiri organisasi Jesuit (Serikat Yesus), ”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: Saya akan percaya bahwa (warna) putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja menyatakan itu demikian.” [28]

Benarkah kecenderungan napsu sex kepada sesama jenis adalah normal atau genetik seperti klaim pendukung homosexual?, dengan kata lain, benarkah gay itu karya Elohim? Apakah Anda tahu bagaimana Elohim melihat praktek homosex ini? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita perlu melihat Alkitab, sebab Alkitab adalah buku sejarah peradaban manusia, terlebih lagi itu adalah kitab  yang menulis tentang hati dan pikiran Elohim mengenai manusia ciptaan-Nya, mahluk yang special di mata-Nya.

Illustrasi Matius 7 ayat 171. Penciptaan manusia. Alkitab menulis Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Elohim diciptakan-Nya dia; laki-laki (Adam) dan perempuan  (Hawa) diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:27). 4000 tahun kemudian ketika Firman Elohim menjadi manusia, Dia kembali mengingatkan manusia tentang perkawinan: Jawab Yeshua: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  (Mat 19:4-5) – Pernikahan diluar dari pasangan laki dan perempuan tidak akan menghasilkan “satu daging” di mata Elohim! Tidak ada berkat jasmani (anak kandung, kepuasan sex yang sesungguhnya) dan tidak ada berkat rohani (kebahagian rumah tangga dan Sorga).

LGBT (orang lesbi, homo, waria) bukanlah masalah genetik (ciptaan), itu hanyalah masalah gaya hidup, praktek hubungan sex yang di dipolitisi menjadi status perkawinan; itu adalah masalah sosial dan budaya semata.  Gaya hidup Waria baru muncul di abad 20an. Sampai saat inipun hati nurani manusia tahu bahwa praktek homosex adalah menentang hukum alam. Harap baca What Causes Homosexual Desire and Can It Be Changed? By Paul Cameron, Ph. D. 

2. Praktek homosex di mata Elohim. Firman Elohim menulis, “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap YAHWEH” (Kej 13:10). Kejadian 18 ialah catatan sejarah bagaimana YAHWEH sendiri turun ke bumi bersama dengan dua malaikat-Nya untuk meneliti kebenaran “kejahatan dan dosa mayoritas penduduk Sodom.” Kejadian 19 mencatat sambutan penduduk Sodom atas kedua tamu sorgawi ini di malam pertama: Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung” rumah Lot (keponakan Abraham) dimana kedua malaikat YAHWEH tersebut bermalam. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang (kedua malaikat tersebut) yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”  (Kej 19:4-5). Ayat 29nya adalah catatan hukuman YAHWEH atas mereka, Kemudian YAHWEH menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari YAHWEH, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.  (Kej 19:24-25). Bukti kejadian ini masih dapat dilihat, di wilayah Laut Mati bagian barat dimana kota-kota tersebut berada. Yeshua sendiri mengutip kejadian ini. Baca Sodom and Gomorrah – Flavius JosephusKota Sodom dan Gomorah terbakar batu belerang

YAHWEH melihat praktek homosex adalah dosa yang berat, praktek ini adalah buah dari penolakkan ciptaan kepada Penciptanya; mereka menolak untuk memuliakan dan mengucap syukur kepada anugerah-Nya (Roma 1:18-32) – dosa yang lebih berat dari ini adalah jatuh pada orang yang telah mengetahui kebenaran Alkitab, melihat mujizat dan menikmati anugerah-Nya namun menolak untuk kasih karunia Elohim melalui  penebusan Yeshua Ha Mashiah, Putra Tunggal Elohim (Mat 11:20-24; Ibr 10:26-31).

Peter LaBarbera mengajak kita untuk mengatakan dosa adalah dosa, sama seperti halnya kita tidak bisa berkata bahwa keterikatan pada pornografi, poligami atau membunuh orang lain sebagai sebuah karunia dari Elohim, karenanya kita tidak bisa melabelkan ‘homophobia’ bagi orang yang menentang praktek homosex atau melabelkan ‘adulteryphobia’ untuk kotbah yang menentang perzinahan, katanya.

C. Gereja YAHWEH harus bangkit membebaskan saudara-saudari mereka dari cengkraman Setan
Musuh sesungguhnya yang sedang memutar balikan fakta bukanlah manusia, manusia hanyalah wadah, tetapi Setan dengan segenap penghulu udaranya yang sedang mencoba membawa kehancuran pada manusia dan seisi bumi.

1. Berdoa syafaat dan berpuasa bagi mereka di kota masing-masing
Membawa mereka kehadirat Elohim, menjadi imam-imam bagi mereka agar Dia berbelas kasihan dan mengulurkan tangan pertolongan-Nya kepada mereka.

2. Memproklamasikan kebenaran dan keadilan,
Jika kita benar-benar mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, kota dan negara kita maka kita harus berani berdiri di atas kebenaran dan keadilan – berapapun harganya. Kita harus memilih lebih takut akan Pencipta kita daripada tuntutan orang-orang yang tidak perduli dengan moral, dan memakai topeng ”pembela Hak Asasi Manusia” yang sesungguhnya mereka adalah penelan jiwa dan penindas orang yang lemah. Kita harus mengikuti petunjuk Yeshua yang berkata, Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:37).

Jika sesuatu nampak berbentuk bebek, berjalan seperti bebek dan bersuara seperti bebek, maka itu pastilah seekor bebek, jadi mengapa kita harus mengatakan bebek sebagai angsa, atau serigala sebagai domba? Apakah kita mau membodohi diri kita sendiri? Tentu tidak. Tertawaan roh-roh jahat atas diri kita harus dihentikan – hanya bisa melalui kuasa darah dan nama Yeshua!

Kotak pengakuan dosa Gereja Roma Katolik3. Para pendeta Katolik harus berhenti dari praktek pangakuan dosa jemaat yang dibisikkan di teliga mereka (auricular confession). Sistem pengakuan dosa yang jahat ini bukan saja merusak jemaat tetapi juga merusak para pendeta yang mendengarkannya.
Pertanyaan-pertanyaan (dibuat oleh gereja Roma Katolik) yang diberikan oleh pendeta kepada orang yang mengaku dosa sangatlah merusak jiwa jemaat, itu digambarkan oleh Pendeta Charles Chiniquy sebagai berikut, ”Berkata bahwa auricular confession menyucikan jiwa, adalah tidak kurang konyol dan bodoh daripada mengatakan bahwa jubah putih dari perawan, atau bunga bakung di lembah, akan menjadi lebih putih jika dicelupkan ke dalam botol tinta hitam.” [29]

Jika Anda adalah seorang pendeta Katolik, dan mengasihi Yeshua sebagai Master dan Penyelamat Anda, pikirkanlah perkara ini: apakah Anda bersedia menceburkan diri Anda sendiri ke suatu kobaran api demi doktrin manusia? Tentu tidak, bukan? Namun mengapa Anda, yang dilarang menikah oleh karena jabatan kependetaan Anda, bersedia membakar keinginan sex Anda melalui pertanyaan-pertanyaan yang sangat sensitif dan rahasia bahkan bagi pasangan suami-isteri. Ketahuilah praktek inilah yang membuat banyak rekan Anda terjerumus kedalam praktek homosex dan pelecehan sex pada putra-putra altar gereja Katolik. Sungguhkan Anda begitu bodoh membiarkan manusia mengatur perjalanan hidup kekal Anda? Jika Anda telah di jerat manusia dengan sumpah Anda, jangan putus asa, masih ada jalan keluar! Lakukan nasehat Salomo ini: Amsal 6:1-5.

Ex-Pendeta Katolik, Charles Chiniquy dalam bukunya 50 Years in the Church of Rome setelah ia menyadari kedua efek buruk dari praktek pengakuan dosa ini, ia menulis, “Tetapi, disana, di kotak pengakuan dosa itu, saya bukanlah hamba Mashiah (Kristus)… Saya adalah budak Paus! Saya di sana bukan untuk menyelamatkan, tetapi untuk merusak … misi utama dari confessor (pendeta yang mendengarkan pengakuan dosa), sering, jika tidak selalu, terlepas dari dirinya sendiri, adalah untuk menskandalkan dan mengutuk jiwa-jiwa.” [30]

4. Menjangkau para LGBT dengan kasih Elohim yang lengkap
Mr. LaBarbera berkata kepada the Chritian News Network, “Orang-orang Kristen yang murni perlu berdiri menentang penyesatan ini, menjadi pemenang dalam pekerjaan Ha Mashiah (Kristus) yang sungguh di dalam budaya kita.”

Kasih Elohim itu memiliki dua sisi koin.
Sisi pertama dari koin adalah ia rela berkorban, dan panjang sabar. Karakter Yeshua dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai berikut,  Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  (Yes 42:1, 3)
Sisi kedua dari koin akan kasih Elohim adalah ia tidak kompromi, menelanjangi perbuatan Setan, yakni dosa. Dengan kata lain Kasih Elohim = takut akan YAHWEH. Perhatikan ayat-ayat ini:

Hikmat berkata, Takut akan YAHWEH ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.  (Ams 8:13) karena takut akan YAHWEH orang menjauhi kejahatan.  (Ams 16:6)
Kasih Yeshua  kepada manusia tidak membuat Dia kurang ajar kepada Bapa-Nya, Yeshua memilih takut akan YAHWEH (Yes11:2-3) itu terbukti dengan teguran keras-Nya kepada para pemimpin agama, suatu ketika di Bait Elohim (Rumah Doa) Ia memporak-porandakan meja dagang dan mengusir para pedagang tersebut dengan cambuk yang Dia buat sendiri (Yohanes 2:14-21); memanggil orang-orang yang ingin membunuh-Nya sebagai ”anak-anak Setan” (Yoh 8:41 / Yoh 10:10a).

D. Jalan YAHWEH untuk menghancurkan belenggu dosa, dan kesimpulan illustrasi Arti dari Pertobatan
Mungkin Anda bertanya, mengapa Yeshua berbicara dan bertindak begitu kasar kepada ”sesama manusia”? Jawabannya sederhana! Dia tahu persis bahwa upah dosa adalah kematian kekal, memisahkan manusia selamanya dari hadirat Bapa-Nya yang diberkati. Yeshua menganut sistim ”Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Dan inilah bedanya antara sahabat sejati dengan musuh sejati: ”Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”  (Amsal 27:5-6)

Rasul Paulus memperingatkan kita untuk tidak bermain-main dengan kemurahan dan kesabaran YAHWEH, upahnya mengerikan, kemurahan Elohim itu mempunyai satu tujuan yaitu ”menuntun kita kepada pertobatan!” (Rom 2:4-8). Peringatan Paulus ini sejalan dengan perkataan Salomo: ”Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan YAHWEH, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.”  (Ams 28:14)

Jika ada orang yang mengajar bahwa Yeshua membenarkan perbuatan homosex karena Dia adalah pengasih, itu adalah tipuan Setan, mengapa saya berkata demikian keras? Sebab Alkitab menulis dengan jelas bahwa Yeshua memilih takut akan YAHWEH, dan Yeshua tidak mencari muka, nabi Yesaya bernubuat, ”Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.  (Yes 11:5)

Yeshua meminta umat-Nya bertobat segera sebelum Ia datang kembali sebagai Hakim:
”Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”  (Wahyu 3:3,19-22)

Kesimpulan:

  1. Hubungan homosex terbukti sangatlah membahayakan tubuh, merusak sistem kekebalan atau perlindungan tubuh kita melawan penyakit, melahirkan penyakit HIV dan diikuti kematian melalui AIDS.
  2. Terdapat hubungan yang kuat antara jumlah korban HIV/AIDS dalam suatu kota / negara bagian dengan tinkat kompromi kepada praktek homosexual di kota / negara bagian  tersebut
  3. Gerakkan persamaan hak bagi LGBT  aka gerakkan anti-homophobia adalah permainan politik para pemimpin Gereja Roma Katolik tertentu – memakai para LGBT untuk tujuan menggenapi agenda politik kotor mereka. Itu sama sekali bukan gerakkan yang didasari oleh keluhuran moral. Berkedok ”membela hak manusia” tetapi sesungguhnya ”menjerumuskan manusia kepada kehancuran tubuh dan jiwa” dan pada jangka panjang itu ”merusak tatanan sosial dan budaya manusia yang beradab.”
  4. Di dunia politik Yeshua Ha Mashiah tidaklah populer di masa hidup-Nya – juga tidak pada saat ini, Dia dimusuhi oleh para pemimpin agama dan politik oleh karena Ia berdiri di atas kebenaran; genaplah nubuatan raja Daud tentang Ha Mashiah yang berbunyi, ”Cinta untuk Rumah-Mu menghanguskan diri aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.” (Maz 69:10).
  5. Elohim mengutuki orang yang merusak dirinya sendiri dan menolak standard moral yang Dia telah tetapkan bagi setiap manusia –OXYGEN pemusnahan kota Sodam dan Gomora adalah bukti Elohim Yang Mahapengasih tidak berkompromi dengan dosa homosexualiti. Kesabaran-Nya menuntut pertobatan manusia.
  6. Orang Kristen dan lainnya haruslah menolong dan mengasihi para LGBT ini, berdoa dan bertindak sebisa mungkin membawa mereka keluar dari ikatan roh-roh akhir jaman ini.
  7. Elohim dan Firman-Nya tidak berubah, itu tetap sama; yang berubah adalah para pemimpin agama (khusunya Gereja Roma Katolik)

Setan memutarbalikkan fakta, menterror terang, kebenaran dan kasih yang murni dan suci, yakni kasih sorgawi; tetapi kebangkitan Adonai Yeshua Ha Mashiah telah mengalahkan Setan, dan kasih sorgawi mengalahkan ketakutan, sebab kasih sorgawi bukan saja yang terbesar (dibanding iman dan pengharapan; 1 Kor 13:13), tetapi ia ada kekal selamanya, seperti ada tertulis; Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia YAHWEH dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 103:15-18)

Saatnya sekarang kita kembali mengambil dan memperlajari buku ”Operating Instruction for God’s Creations,” untuk menghasilkan Manusia yang seutuhnya dan maksimal dalam kebahagiaan, kesehatan tubuh dan jiwa maka kita harus mengikuti sebaik mungkin isi dari ”buku petunjuk pemakaian dan perawatan” yang Dia telah tuliskan melalui para ahli-Nya (para nabi dan rasul). Berkat dan damai Elohim Yang Mahatinggi kiranya turun ke atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

Referensi dan Catatan Kaki:
[1] AIDS sebuah penyakit disebabkan dari infeksi HIV. HIV (human immunodeficiency virus) merusak sistem kekebalan – perlindungan tubuh kita melawan penyakit. HIV menyebabkan orang menjadi sakit dengan infeksi-infeksi yang biasanya tidak akan mempengaruhi mereka. AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. HIV memiliki sedikit atau tidak ada gejala untuk 10 tahun atau lebih sebelum gejala-gejala AIDS berkembang.  HIV & AIDS by Planned Parenthood
[2] Homosexual didefinisikan sebagai seorang yang mempraktekkan hubungan sex dengan jenis kelamin yang sama; memiliki ketertarikkan sex kepada orang-orang yang memiliki sex sejenis.
[3] Homosexuality and the Ancient Greeks[4] The Spirit Exercies of St. Ignatius, p. 141. Ignatius de Loyola adalah pendiri organisasi Katolik “Jesuit” (Jesus Sociaty / Serikat Yesus), organisasi ini adalah kepala dari pengajaran dan kebijakan dokma dan politk Vatikan dan Gereja Roma Katolik. Dari organisasi ini lahir para Crusaider  dan Inquisitor yang haus akan darah orang-orang kudus. Oleh sebab itu pimpinan utama Jesuit dipanggil sebagai “Black Pope / Paus Hitam.”
[5] Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, … yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Elohim, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.  (1 Petrus 2:9-10)
[6] Perlu diingat, para pemimpin Roma Katolik bukan berbicara untuk “membuka pelayanan pemulihan dari jemaatnya yang berprilaku homosexual, tetapi untuk memelihara kelenggangan praktek tersebut. Lebih tepatnya para pemimpin ini bukan berbicara untuk membela hak ‘jemaat’ atau ‘kaum awam’ tetapi sesungguhnya ‘membenarkan’ perbuatan praktek mereka sendiri. Tentang sakrament, jika Anda seorang Kristen (apapun denominasinya, asal bukan Katolik) maka gereja Katolik melarang Anda untuk mengambil bagian dalam sakrament Katolik, tapi welcome jika Anda Katolik dan pelaku homosex.
[7] Ratzinger, sebelum menjadi Paus, terbukti mengetahui skandal homosex di kalangan  para pendeta Katolik dan menerima pengaduan tentang pelecehan sex anak-anak yang para bawahannya telah lakukan; pembela HAM untuk anak-anak pernah menuntut Paus untuk diadili, namun kekebalan politik melindunginya.
[8] NYTimes mengutip surat resmi Paus (Roma 4 Nov. 2005) berjudul: “CONGREGATION FOR CATHOLIC EDUCATION: Instruction Concerning the Criteria for the Discernment of Vocations with regard to Persons with Homosexual Tendencies in view of their Admission to the Seminary and to Holy Orders[9] Did a Cross-Dressing Priest Sex Ring Bring Down Benedict XVI? By Barbie Latza Nadeau | The Daily Beast – (22/2/2013)
[10] Paus Francis (orang asal Itali besar di Argentina), menurut sebuah catatan kuno berusia 800 tahun diramalkan sebagai paus terakhir dan ujung kehancuran total Gereja Roma Katolik.
[11] On Gay Priests, Pope Francis Asks, ‘Who Am I to Judge?’
[12] Uskup Fellay adalah Jenderal Superior Masyarakat St. Pius X, suatu aliran Roma Katolik konserfatif menolak isi Dewan Vatikan II, percaya pada kuasa doa rosario.
[13] Bishop Fellay on Pope Francis: “We have in front of us a genuine Modernist!” by John Vennari. Catholic Family News (diambil 15/10/2013)
[14] No joke this time: Is the pope Catholic? Current bishop of Rome sets out to shake up Church 
[15] Pope Francis; Homosexuality. Wikipedia.org (Dikutip 15/10/2013)
[16] Dean of National Cathedral says that Not Supporting Gay Rights May Condemn You to Hell.Diambil dari AllChristianNews.com (9/10/2013).
[17] “AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. Penyebaran HIV yang paling umum adalah melalui hubungan sex tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HIV/AIDS, memakai alat suntik narkoba yang terinfeksi dan … menerima transfusi darah yang terinfeksi dan bayi-bayi yang lahir melalui para ibu yang terinveksi dapat menerima HIV dari ibu-ibu tersebut selama kelahiran atau dari breastfeeding. HIV tidaklah ditransmisikan oleh kontak umum seperti ciuman, memakai gelas yang sama atau pelukan;” ref: HIV & AIDS by Planned Parenthood . Para pria homo (Gay) umumnya memakai dubur (anus; English) sebagai pengganti vagina ketika berhubungan intim; tidak mengherankan bahwa korban HIV/AIDS berlipat ganda dibandingkan korban dikalangan Lesbian.
[18] amfAR, The Foundation for AIDS Research; Statistics: Worldwide. Source: UNAIDS reports on the global AIDS epidemic 2013; UNAIDS Fact Sheet 2013
[19] HIV/AIDS in the United States From Wikipedia
[20] AIDS in the United State dibuat oleh pemerintah Amerika department mencegahan AIDS. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang masalah ini bisa dilihat di HIV/AIDS Statistics and Surveillance
[21] amfAR; Statistics: United States. Sources: U.S. CDC and Prevention. Link sama dengan no. 21
Free speech doesn't mean careless talk[22] Most Gay-Friendly Cities (in the US) by nerdwallet.com (posted on 28/5/2013). Katogori Kota-kota yang sangat terbuka dengan gaya hidup homosexual (gay dan lesbian) meliputi tiga fator berikut: 1. Pemerintah mendukung penduduk gay secara hukum, 2. memiliki komunitas LGBT dan mendapat dukungan dari rekan sejenisnya, 3. Komunitas tersebut aman dan tolerant terhadap gays
[23] Data and Statistics provided by The Centers for Disease Control (CDC)Updated 1/30/2011
[24] Para Imam Katolik Sedang Sekarat Akan AIDS, Sering Diam-diam oleh Judy L. Thomas; 29/1/2000.
[25] Italian Magazine claims 98 per cent of priest in Rome are gays
[26] 17 Little-Known Facts About The Porn Industry by Rachel Hodin 7/6/ 2013.
[27] Gerakkan persamaan hak bagi pria homosexual adalah propaganda politik bisa dilhat pada nubuatan nabi Daniel tentang datangnya Pemimpin Tunggal Dunia (Antil-Kristus) yang tidak tertarik pada daya tarik sex para wanita. Baca pada Daniel 11:21-45, perhatikan ayat 37 tertulis “Neither shall he regard the God of his fathers, nor the desire of women, nor regard any god: for he shall magnify himself above all. (11:37, KJV). Ingat: kalimat tidak tertarik akan para wanita ini hanya terdapat pada terjemahan ‘kuno’ Alkitab Inggris atau yang berdasar manuskrip tua, termasuk Geneva, The Scriptures (TS98).
[28] RCC & AIDS
[29] CHARLES CHINIQUY, The Priest, the Woman and the Confessional, A former priest warns of the dangers of the confessional; Ch.7.
[30]CHARLES CHINIQUY, Fifty Years in the Church of Rome; The Abominations of Auricular Confession, Ch. 54

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Paus ke 266 Francis I terpilih, Akhir dari kepausan gereja Roma Katolik?


Kemarin, 13 Maret 2013, para Kardinal gereja Roma Katolik melalui pemungutan suara memilih Kardinal Argentina Jorge M. Bergoglio menjadi Paus gereja Roma Katolik.

Setelah satu hari penuh para Kardinal dari berbagai negara berkumpul di Roma, Vatikan, di hari kedua mereka sepakat memilih calon Paus yang cocok untuk menyelesaikan tugas gereja sekaligus negara Roma Katolik.

Media telah dipenuhi dengan ”Penglihatan St. Malachi tentang calon paus dan perjalanan akhir Vatikan” beberapa bulan terakhir ini.  Paus ke 266 ini memenuhi penglihatan yang bersifat nubuatan tersebut kata Horn, penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope is Here!

Hal-hal yang penting dari Paus Francis I:

  • Ia orang Italia dimana gereja Roma Katolik berpusat, besar dan menjadi Kardinal di Argentina.
  • Berasal dari Ordo Jesuit (the Society of Jesus / Serikat Yesus).
  • Gelar nama kepausan Francis I yang Kardinal Jorge M. Bergoglio pilih sendiri berkaitan dengan pendiri ordo Jesuit tersebut.

Kota Roma. Negara Italia berasal dari kerajaan kuno kota Roma, yang disebut ”Kota Tujuh Bukit” atau ”Kota Tujuh Gunung.” St. Malachy, 800 tahun yang lalu mendapat penglihatan bahwa Paus terakhir adalah ”Petrus Romanus/ Petrus Roma,” (yang akan memerintah gereja Roma sebelum Kota Tujuh Bukit dihancurkan) berasal dari Roma. Sejarah dan doktrin gereja Roma Katolik selalu mengaitkan nama rasul Petrus sebagai pendiri gereja tersebut, jadi kata ”Petrus” indentik degan indentitas gereja Roma Katolik itu sendiri. Tentunya klaim ini tidak bisa dibuktikan baik dari isi Alkitab maupun sejarah Gereja; Rasul Petrus adalah rasul hanya bagi bangsa Israel, dan gereja Roma baru berdiri sekitar tiga ratus tahun kemudian setelah kematian rasul Petrus, yang tidak pernah ke Roma.

Ordo Jesuit atau Serikat Yesus. Kelompok aliran Katolik (Ordo) Jesuit didirikan di kota Roma tahun 1540 melalui surat pernyataan kepausan (Papal bull) dari Paul II yang bernama Regiminis Militantis Ecclesiae (Government of the Church Militant), bertujuan sebagai alat untuk Gereja Roma tetap pada kuasanya.[1] Tokoh pendirnya yang terkenal: Ignatius Loyola dan Francis Xavier. Keduanya terkenal dengan pengabdiannya yang besar kepada Paus dan terbukti sangat radikal di dalam memerangi setiap kelompok yang dianggap berbahaya atau berontak kepada kepemimpinan kepausan Roma Katolik. Ordo Jesuit ini adalah tentara Gereja Roma yang lahir khususnya untuk menahan gerakan Reformasi Protestant yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther, yang adalah ex-Uskup Roma Katolik Jerman. Dari Ordo Jesuit inilah lahirnya para pemimpin Crusader (tentara perang salib Katolik)[2] dan Inkuisitor (hakim dan penyiksa). Mereka memerangi dan menyiksa siapapun yang tidak sepaham dengan keputusan Gereja Roma; korbanya dari orang Yahudi, semua aliran ‘Kristen Protestant’ dan Muslim bahkah orang Katolik sendiri (raja, pangeran, petugas dan jemaat gereja). Pengikut ordo (‘jemaat’) ini menjadi terkenal sebagai ‘Para Tentara Yeshua’ (the Soldiers of Jesus).  Perlu diingat: Yeshua (Yesus) tidak pernah membawa senjata, dan Ia melarang jemaat-Nya membawa senjata; Orang yang tidak mengerti ajaran Alkitab akan mudah tertipu dan menjadi pembunuh namun menyangka ia telah berbakti bagi Elohim.

Walaupun sumpah dari Jesuit adalah tunduk pada Paus, karena kekuatan politik, doktrin dan sosial (melalui pendidikan formal) ordo Jesuit yang semakin kuat sehingga puncak pemimpinnya memiliki kuasa seperti Paus, sehingga ia disebut “Black Pope / Paus Hitam”. Analogi: Paus Putih mengurus masalah Gereja, sedangkan Paus Hitam mengurus masalah politik internasional (intelligence; seperti FBI dan CIA di Amerika).

Dua kekuatan ini sering kali bentrok di dalam intern Gereja Roma. Pernah terjadi Gereja Roma mengusir para pengikut Jesuit ini dari negara-negara Eropa, termasuk di Spanyol tahun 1767.

Bagaimanapun, karena orang Jesuit sudah terlatih bergerak dengan strategi dan intelligence, ordo Jesuit ini tetap jaya bahkan semakin kuat pengaruhnya. Nyatanya, “Serikat ini kemungkinan telah terlibat lebih banyak di dalam melahirkan doktrin-doktrin keagamaan (Roma Katolik) lebih dari ordo lainnya di dalam lingkungan Gereja Roma Katolik,”Rene menambahkan.

Paus dari ordo Jesuit pertama dalam sejarah gereja Roma Katolik. Sekalipun ordo agama ini adalah yang terbesar di antara ordo lainnya di dalam Gereja Katolik dan juga terbesar di dalam jumlah pastornya, namun belum pernah dalam sejarah ada anggotanya yang pernah menjadi Paus, kecuali yang sekarang ini, yakni Paus Francis I – mengkaitkannya dengan pendiri Jesuit, Francis Xavier.

Bergoglio tercatat dalam daftar hitam Argentina dikenal dengan Dirty War dimana banyak orang terbunuh oleh pemimpin diktator Argentina di tahun 1976-83. Ia dituduh terlibat dalam Dirty War tersebut, menyebabkan banyak jemaat Katolik Argentina yang meninggalkan keanggotaannya.

Menggabungan penglihatan St. Malechy dengan nubuatan Alkitab mengenai akhir dari Kota Besar Roma yang disebut Kota Tujuh Bukit sangatlah menarik.

St. Maleachy menyatakan bahwa ’Petrus Romanus adalah black pope (pemimpin tertinggi Jesuit).’ Dan Alkitab menyatakan bahwa pada Akhir Jaman, AntiKristus akan muncul dan ia akan menyebabkan Aniaya yang sangat mengerikan (the Great Tribulation). Aniaya besar terhadap Jemaat Yeshua (Gereja) terjadi sejak awal lahirnya ordo Jesuit, jutaan mati dibakar hidup-hidup dan penggal kepalanya oleh para Inkuisitor Jesuit.

Jika ordo Jesuit adalah kekuatan terbesar di Gereja Roma Katolik, seperti berita menyatakan dan baru kali ini dalam sejarah menjadi Paus, apakah ini berarti penentuan waktu yang rasul Paulus ketika ia berbicara kepada jemaat di Tesalonika tentang datangnya ‘si pendurhaka’; Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. (2 Tes 2:6)

Waktu akan menunjukkan apakah yang akan dilakukan oleh Paus Francis I, yang menurut St. Malechy sebagai Paus terakhir.

Satu hal yang pasti, Adonai Yeshua Ha Mashiah berkuasa atas segala sesuatu baik di sorga dan di bumi (Mat 28:18), segala sesuatu terjadi seijin Dia. Dan pada waktu-Nya Ia akan menggoncang segala kekuatan asing, sehingga hanya tinggal Kerajaan Sorga yang tetap bertahan selamanya (Ibrani 12:26-29). Maranatha!

Referensi:

[1] The Powerful Society of Jesus  dari buku Beyond Angels and Demons; The Truth Behind the Fiction by Rene Chandelle

[2] Para Crusader sebelum Jesuit berdiri adalah para tentara negara-negara Eropa yang berada di bawah kekuasaan Gereja Roma Katolik.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penglihatan St. Malachy dan Nubuatan Alkitab tentang kehancuran Gereja Roma Katolik


Wahyu 18: Malaikat yang turun dari surga … berseru dengan kuat… mengatakakan (1-2): ”Sebab ia berkata dalam hatinya: ’Aku bertahta sebagai ratu dan aku bukanlah seorang janda dan aku sama sekali tidak melihat perkabungan.’ Sebab itulah bencana-bencananya akan datang dalam satu hari: kematian dan perkabungan dan kelaparan; dan dia akan dibakar dengan api, karena  Elohim YAHWEH yang kuat itulah yang menghakimi dia.” (7b-8)
Because she says in her heart, I sit as a queen, and I am not a widow; and I shall not see sorrow. Because of this, in one day her plagues shall come: death, and mourning, and famine; and she will be consumed with fire, for YAHWEH Elohim judging her is strong.[1]

Elohim YAHWEH mengasihi orang Katolik, itulah sebabnya Dia memberi penglihatan kepada St. Malachy, dan Dia bahkan masih terus mengetuk pintu hati setiap orang Katolik sampai hari ini.

Kita akan membandingkan Penglihatan St. Malachy (yang terjadi pada awal abad kesebelas) dengan nubuatan Alkitab. Jelas bahwa St. Malachy bukanlah seorang nabi YAHWEH, ia adalah seorang uskup agung Gereja Roma Katolik (GRK). Artikel ini akan menolong Anda mengerti ketetapan Elohim YAHWEH Yang Mahaberdaulat atas Gereja Roma Katolik yang besar pengaruhnya bagi Dunia.

Catatan Gereja Roma Katolik tentang St. Malachy dan penglihatan yang ia terima.

Dokumen Penglihatan St. Malachy Malachy (Maelmhaedhoc O’Morgair; nama aslinya) hidup  dari tahun 1094 ke 1148, menjabat sebagai Uskup Agung Irlandia saat dipanggil ke Roma di tahun 1139 oleh Paus Innocent II; di Roma ia mendapat penglihatan.

Penglihatan itu menceritakan akanlah ada satu paus lagi setelah Paus Benidictus XVI (ia paus ke 111 dr penglihatan tersebut) yang akan memerintah Gereja Roma Katolik untuk waktu yang singkat, segera setelah itu Roma Vatikan akan di musnahkan. Lihat YouTube videonya: Prophecy of the last pope is upon us 2012

Catatan menyatakan, saat Malachy bersyafaat mengingat ribuan para martyr, dengan kesedihan yang dalam dan dari mulutnya keluar kata-kata dari para nabi: “Usquequo, Domine non misereberis Sion?” (Berapa lama lagi, O YAHWEH! Tidakkah Engkau berbelas kasihan kepada Sion?) Lihat Yesaya 34:8; 62:6; Yoel  3:21; Zakaria 8:1-3.

Jawaban Elohim kepada ratapan Malachy ini adalah melalui penglihatan; dimana ia melihat nama-nama ordo (kelompok) kepausan darimana 112 paus akan datang memerintah Gereja Roma Katolik (sekaligus negara Vatikan). Sangat menarik untuk diingat, 50 tahun kemudian setelah Malachy meninggal, muncul Paus Innocent III (1198-1216) mempromosikan Inkuisisi (inquisition), ia melampau semua pendahulunya di dalam membunuh lebih satu juta orang selama 18 tahun berkuasa, di mata Gereja Roma ia adalah pahlawan besar; Catholic Encyclopedia menyebut orang ini sebagai: “One of the greaterst popes of the Middle Ages.” Paus Pius XII (1939-1958) sejauh ini mungkin yang terburuk, ia “seorang politikus yang licik dan crusader agamawi, menolong Hitler ke kursi kekuasaan… dan ia pendorong utama Perang Dingin.” Dikutip dari : UnHoly Fathers of Rome.

Pada dokument penglihatan Malachy ini tertulis bahwa paus yang ketiga (ke 110 pada daftar penglihatan) dari terakhir datang dari ordo  De labore solis (Gerhana Matahari), penglihatan ini tergenapi Paus Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) terpilih, dan akan digantikan oleh paus dari ordo Gloria Olivae (Kemulian Zaitun) yang adalah ordo titel yang dipakai oleh Paus Benedictus XVI (Joseph Ratzinger).

Sekilas tentang Paus Benedictus XVI (Joseph Aloisius Ratzinger). Menarik untuk diingat bahwa Joseph Ratzinger bukanlah berasal dari ordo Gloria Olivae/ Olivetans (didirikan tahun 1313), tetapi Ratzinger memilih titel Benedict yang berakar dari kelompok Olivetan.
Ia lahir di Bevaria, Jerman tahun 1927. Pada Perang Dunia II, adalah anggota  dari Pemuda Hitler (Hitler-Jugend atau Hitler Youth) pada masa remajanya.[2]

VI-09-08-2001-126.TIFBerbeda dengan Paus Yohanes II (1978–2005) yang nampak sosial kepada semua agama (bagian dari tugas yang dibebankan kepadanya, saya percayai – untuk mengkhamirkan ’kerajaan’ Kristianiti melalui gerakan Oikumene), Ratzinger adalah seorang professor theology dari doktrin Gereja Roma Katolik dan terlibat di dalam pertemuan Dewan Vatican II (Second Vatican Council; 1962-1965), darimana doktrin Oikumene terlahir (yakni strategi penyebaran kekuasaan Gereja Roma Katolik ke seluruh denominasi Kristen dengan tujuan membawa seluruh Gereja duduk di bawah pangkuan Gereja Roma Katolik. Paus Yohanes II memberi nama pada Ratzinger sebagai Prefect of the Sacred Congregation for the Doctrine of the Faith, nama lamanya dikenal sebagai Sacred Congregation of the Holy Office, yang berfungsi sebagai ‘department’ (congregation) intelligent militernya Gereja Roma Katolik, dikenal sebagai Inkuisisi; contoh Roman Inqusition. Lihat link di bawah untuk lebih lengkap.

Ratzinger bertanggung jawab menjaga semua doktrin dan dokma tradisi Katolik (larangan pemakaian kondom, praktek homosex, pastor Katolik tidak boleh menikah dll.), hal ini sesuai ordo dari mana ia berasal, ordo Katolik yang sangat fanatik.[3]

Apakah Ratzinger sengaja memilih nama tersebut demi menggenapi isi penglihatan Malachy, itu adalah urusan dalam gereja Katolik dan belum diketahui umum.

Petrus Romanus. Kembali kepada penglihatan St. Malachy, paus berikutnya setelah Ratzinger akanlah Petrus Romanus (Petrus orang Roma / Peter the Roman); kalimat dari dokument penglihatan tersebut tertulis:  (setelah kepemimpinan Gloria Olivae, yakni Ratzinger): “ … dalam aniaya yang besar atas Gereja Roma Kudus, akanlah ada duduk (memerintah) Petrus Romanus (Petrus Roma / Peter the Roman) yang akan merawat domba (jemaat Roma Katolik) di banyak penganiayaan, ketika aniaya berhenti kota Tujuh Bukit akanlah dihancurkan dan Hakim yang menakutkan (karena  ke Mahamulian-Nya dan ke marahan-Nya yang besar atas dosanya yang besar  tersebut) akan menghakimi umat-Nya. Tamat”

”During the final persecution of the Holy Roman Church, the seat will be occupied by Peter the Roman, who will feed his sheep in many tribulations; and when these things are finished, the seven-hilled city will be destroyed, and the formidable Judge will judge His people. The End.”

Nubuatan AlkAlkitab Holy Bibleitab tentang nasip Gereja Roma Katolik.
Banyak kitab di Alkitab menulis tentang Roma, sebagai kekuatan politik maupun agama. Kitab Daniel dan keempat kitab Injil dan kitab Kisah para Rasul menulis tentang Kerajaan Romawi. Kitab (kepada Jemaat di) Tesalonika (2 Tes 2) dan kitab Wahyu menulis tentang Roma dari sisi politik dan agama. Alkitab adalah buku terlarang di banyak negara Eropa beberapa ratus tahun yang lalu, dan menjadi skandal besar ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Kitab Wahyu pasal 17 menubuatkan perbuatan perbuatan-perbuatan keji dan najis apa saja yang ’Gereja’ Roma Katolik ini akan lakukan (2, 4, 6) dan pengaruhnya terhadap para pemimpin dunia (15, merefer ke ayat 1). Malaikat YAHWEH menyebut gereja ini sebagai Pelacur besar,” lengkapnya ”Babilon/Babel Besar (Babylon the Great), Ibu dari para pelacur dan dari kekejian bumi, yang Misterius atau Rahasia.” (1, 5). Perempuan jahat ini (Alkitab melambangkan Gereja sebagai ”Perempuan”) menggendarai (mengendalikan) seekor binatang buas (lambang kekuatan politik) – yang telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi; Kerajaan Romawi / Uni Eropa –  berwarna merah darah (scarlet coloured) yang juga penuh dengan nama-nama hujat (3, 8). Kunci untuk mengerti kaitan antara binatang buas tersebut dengan perempuan yang mengendalikan terdapat pada ayat 8 dan 18, berbunyi: ”ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk. Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.” [4]

Tujuh Gunung atau Tujuh Bukit adalah julukan umum bagi Kota Roma, dan kota satu-satunya di dunia yang memerintah raja-raja (penguasa negara) di bumi –negara Barat, Israel, Islam dan Komunis – adalah negara Vatikan yang berada di kota Roma. Kota Roma tepatnya adalah negara di dalam sebuah negara (Italia).

Kitab Wahyu pasal 13 menceritakan dari mana sumber kekuasaan dan pengaruh yang luar biasa dari binatang itu berasal, dan ayat-ayat terakhir menubuatkan bahwa dari binatang buas ini akan keluar seorang yang akan mPeta 7 bukit kota Roma kuno sebelum abad Ienjadi penguasa tunggal dunia, Alkitab menyebut orang ini AntiKristus (yang terbesar dan terakhir) dengan bilangan namanya berjumlah enam ratus enam puluh enam (666). Lihat 1 Yohanes pasal 1 sampai 4 untuk melihat karakter AntiKristus dari sisi “Kristus Palsu” (menyerupai, mengakui; Matius 24:5,24), nampaknya seperti pengikut ajaran Kristen tetapi sesungguhnya bukan (1 Yoh 2:18), menyebut nama Yeshua (Yesus) dan Ha Mashiah (Kristus) tetapi menyangkali kuasa dan otoritas Yeshua Ha Mashiah (1 Yoh 2:22-23; 1 Yoh 4:3; 2 Yoh 1:7). Rasul Paulus menyebut  pemimpin ini sebagai ”manusia durhaka/ the man of sin” yang ingin menyamakan dirinya dan ingin disembah sebagai Elohim (2 Tes 2:3-12).

Kitab Wahyu pasal 17: 16-17, dan pasal 18 serta 19 menubuatkan nasip Gereja Roma Katolik, tertulis;
Wahyu 17: 16, 17 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang (buas) itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Elohim telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi.
Wahyu pasal 18 menubuatkan bagaimana para pedagang di bumi menangis karena kehilangan bisnis mereka dari Gereja Roma Katolik. Vatikan akan lenyap sama sekali: Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babilon / Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. (Wah 18:21)

Alkitab berkata bahwa pemusnahan ini terjadi oleh sebab dosa perempuan najis ini telah menumpuk sampai ke langit (Wah 18:5) dan pembalasan YAHWEH atas semua darah orang kudus-Nya yang telah dibunuh oleh perempuan yang disebut Babilonia/ Babel Besar tersebut. (Wah 18: 20, 24). Telah di dokumentasikan oleh Fox   “Book of  Martyrs.”  Sebab itu Elohim berkata gereja ini layak mendapat hukuman dua kali lipat dari apa yang dia telah perbuat. (18:6-7).

Wahyu pasal 19 menceritakan bagaimana penduduk di sorga bersuka cita atas penghakiman Elohim yang adil tersebut:
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya:
Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.”
Dan untuk kedua kalinya merInkuisisi Spanyol di Belandaeka berkata: “Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.”
Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.”
Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, [link ->] kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!”
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:1-6)

Masalah keaslian dokumen penglihatan St. Malachy. Dokument catatan Malachy disimpan di Arsip Roma, dan dilupakan sampai ditemukan pada tahun 1590, sumber dari Roma Katolik berkata.[5] Cerita yang beredar di media adalah berasal dari sebuah buku yang di buat oleh M. J. O’Brien terbitan tahun 1880 di Dublin. O’Brien adalah seorang pastor Katolik.

Waktu sunyi 450 tahun ini telah membawa kecurigaan banyak pengamat Kristen, mungkinkah document aslinya telah dirubah; ditambah dan dikurangi atau diganti, tentunya hanya Elohim yang tahu persis.

Contoh, pada bukunya O’Brien menulis jawaban perkataan Elohim atas syafaat Malachy sebelum ia menerima penglihatan, kalimat jawaban Elohim itu berbunyi; ”Sampai akhir dunia Gereja (Roma Katolik) akan ada keduanya militant dan jaya. Sampai akhir masa penderitaan (masa Aniaya yang Sangat Dasyat?) kesukaran-Ku dan rahasia-rahasia salib-Ku haruslah ada berlanjut di bumi, dan Aku akan selalu beserta mu sampai akhir jaman.” 

Kalimat jawaban ini jelas sangat aneh, jika tidak mau dikatakan mencurigakan, membangkitkan pertanyaan:

  • Bagaimana mungkin pada satu sisi Kota Tujuh Bukit (panggilan untuk Gereja Roma sebagai pusatnya) dihancurkan tetapi di sisi lain dijanjikan akan tetap militant dan jaya?
  • Bagaimana mungkin Elohim menjanjikan kejayaan pada Gereja Roma yang telah merubah hukum-hukum-Nya yang Dia telah tulis dengan tangan-Nya sendiri. Sengaja melupakan Hari Sabat-Nya dengan mengganti hari Saptu menjadi Minggu/ SUN-day  (Perintah keempat), dan membuat patung dan sujud kepada patung (Perintah ketiga). Tepatnya seluruh 10 Perintah telah dilanggarnya.
  • Penghancuran Kota Tujuh Bukit adalah bukti dari akhir kesabaran Yeshua selama dua ribu tahun, setelah itu Ia akan memerintah di bumi sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (King of kings and Lord of lords), bagaimana mungkin penderiaan dan penghinaan atas diri-Nya masih tetap berlangsung?
  • Alkitab jelas menulis salib adalah lambang kutukan – Yeshua memberi dirinya disalib adalah bukti bahwa Dia telah menanggung semua kutukan dosa manusia – dan sekaligus kejayaan dan kekuasaan Roma atas musuh-musuhnya, ribuan tersalib bagi mereka yang berontak dan terbukti melanggar aturan pemerpomnik  Jana  Paw³a  II DZIECIintah Roma. Bukankah dengan hancurnya Roma itu berarti dokma ”rahasia (misteries) salib”  yang diciptakan Gereja Roma juga akan berakhir di bumi?
  • Bagaimana mungkin Yeshua berjanji akan selalu beserta Gereja Roma Katolik sampai akhir jaman sedangkan kitab Wahyu (ang adalah pewahyuan Yeshua secara langsung kepada rasul Yohanes) menyatakan bahwa Ia akan menghukum dengan berat Gereja Roma ini dan bukankah dokumen penglihatan Malachy juga meneguhkan?

Ketidak yakinan beberapa orang atas kemurnian cerita penglihatan Malachy ini sama seperti waktu sunyi 8 tahun setelah terbitnya buku Kuburan Petrus Baru-baru ini Ditemukan di Yerusalem (Peter’s Tomb Recently Discovered in Jerusalem)  edisi Inggris yang ditulis oleh F. Paul Peterson, kemudian tiba-tiba Paus Paulus VI me-re-klaim tradisi Roma Katolik: ”Kubur Petrus ditemukan di Roma!” Sekarang kita bandingkan penglihatan tersebut dengan nubuatan Alkitab.

Point-point yang penting untuk diingat:

  • Umumnya paus gereja Roma Katolik bertugas sampai ia meninggal dunia, dan baru di gantikan dengan yang lainnya. Paus sebelumnya yang mengundurkan diri terjadi sekitar 600 tahun yang lalu.
  • Ratzinger mengundurkan diri dengan alasan kesehatannya yang buruk, namun Thomas Horn (dan Cris Putnam) penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope Is Here,[6] buku yang di dasari dari cerita tentang St. Malachy menyatakan pengunduran diri paus ini sudah diramalkan baik oleh Malachy dan media surat kabar Italia.[7] Kesehatan Ratzinger jauh lebih baik dibanding Wojtyla (Paus Yohanes Paulus II) yang menjabat sampai ia meninggal dunia. Datangkah perubahan drastis di GRK dari kekuatan keagamaan menjadi politik sebagai ujung tombak?
  • Petrus Romanus adalah ”Paus Hitam,” penglihatan berkata, dan AntiKristus adalah ”Manusia Durhaka / Man of Sin.” Mungkinkah ini ada hubungannya? Waktu akan memberitahukan kita.
  • Ketika The New World Order (istilah politik) tercipta di bawah kepemimpinan AntiKristus, Alkitab berkata ia akan menimbulkan “Aniaya yang sangat dasyat”  atau “The Great Tribulation” selama 3,5 tahun kali dua (7 tahun), dan di akhir 7 tahun tersebut Yeshua Ha Mashiah akan datang ke bumi di iringi oleh pasukan sorga untuk memerangi Antikristus dan nabi palsunya, Ia akan mengalahkan  Antikristus dan tentaranya.
  • Penglihatan St. Malachy dan nubuatan Alkitab setuju bahwa ”Kota Tujuh Bukit / Gunung” yakni Kota Roma di mana negara Vatikan dan Gereja Roma Katolik berpusat akanlah dihancurkan, demi mengingat Sion (Israel) dan darah para martir yang telah ditumpahkan oleh GRK.
  • Pesan penting YAHWEH kepada jemaat-Nya: Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4)

Komentar: Dokumen Penglihatan St. Malachy tidak dapat dipastikan kemurniannya adalah satu hal, namun saya tidak setuju jika ia dikatakan sebagai nabi palsu, mengapa? Sebab 1. Ia bukan seorang yang mengaku sebagai nabi; ia hanya melihat sebuah penglihatan. 2. Elohim terbukti dapat berbicara kepada siapapun juga, termasuk kepada orang Katolik, Dia telah berbicara melalui keledai kepada Bileam, melalui tembok yang tertulis kepada raja Babilonia. 3. Sejarah membuktikan banyak orang Katolik yang hatinya mengasihi Yeshua, terlepas dari ketidak mengertian mereka tentang isi Alkitab dan praktek mereka yang berlawanan dari ajaran Alkitab. Malachy termasuk salah satunya, ia bersyafaat untuk Sion (nama lain untuk Israel) dan para martyr YAHWEH adalah bukti nyata dari hatinya yang mengasihi kebenaran dan keadilan.

Jadi orang Kristen haruslah tidak merendahkan penglihatan yang Malachy dapatkan ini oleh karena ia seorang Katolik. Yang orang Kristen perlukan hanyalah menguji setiap hal (nubuatan, penglihatan, doktrin, penampakan roh) dengan Firman Elohim, Alkitab dan doa yang disertai puasa. Roh Kudus akan menolang kita mengerti dan membebaskan kita dari penyesatan.

YAHWEH dan Putra-Nya, Yeshua Ha Mashiah mengasihi jemaat Gereja Roma Katolik, namun Elohim membenci institusi Gereja ini yang telah menajiskan NAMA-Nya melalui 1. penyalahan pada representasi kekudusan NAMA-Nya  (Pelanggaran hukum ketiga dari 10 Perintah-Nya) 2. merusak dengan sengaja  kekudusan pribadi Elohim dan semua perintah dan ketetapan-Nya (Pelanggaran seluruh 10 Perintah-Nya).

Bacaan berkait:

Referensi:

  1. Terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation dan Hebraic Roots Bible, A Literal Translation
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Hitler_Youth
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Benedict_XVI
  4. Binatang ini lambang dari Kerajaan Romawi, sekarang adalah Uni Eropa; ia dikendalikan oleh Gereja Roma Katolik melalui para Pausnya. Sejarah Kerajaan Romawi dan Gereja Roma adalah bukti kuat bahwa AntiKristus berasal dari latar belakang agama Roma Katolik, bukan Islam.
  5.  Prophecy of the Popes .
  6. Don Koening, penulis komentari kitab Wahyu, mengkomentari buku karya Thomas Horn ini, sebagai sangat tidak bermanfaat untuk orang Kristen dan dapat menyesatkan. Baca: Petrus Romanus: an exercise in finding the future in the demonic.
  7. ‘Final pope’ authors predicted Benedict would resign
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog