Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Daftar analytic pertanyaan


Tetapi … Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu [pengajaran] dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kis 17:10-11)

Begitulah seharunya sikap orang Kristen yang Injili dan pencinta kebenaran, mereka selalu menguji setiap doktrin dan pengajaran yang mereka terima dengan cara menyelidiki Kitab Suci, Alkitab, apakah doktrin dan pengajaran yang mereka dengar itu benar dan sesuai dengan firman YAHWEH atau tidak.

Doa saya ialah semoga artikel ini dapat membawa kita memiliki hati yang  rendah dan jujur seperti hati nabi Yohanes Pembaptis, dalam ketenarannya ia tetap menyadari posisinya, hanyalah hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan berani berkata di hadapan para pengikutnya, “Seharusnyalah Dia (Adonai Yeshua) bertambah-tambah dan aku semakin berkurang” (ILT). Lihat Yoh 3:22-36.

Pemimpin Gereja Roma Katolik (GRK) atau umum dikenal sebagai Gereja Katolik (GK) mengklaim bahwa gerejanya dibangun oleh Simon putra dari Yonah, yang dipanggil oleh Yeshua sebagai Kefas atau Petrus (St. Petrus), Sejarah GRK juga mencatat Uskup (Bishop) dan Paus pertama Gereja Roma Katolik adalah Petrus. Lihat List of the Popes di bawah. Paus di tahun 1968 bahkan menyatakan bahwa benar kuburan dan tulang Petrus telah ditemukan di Roma.

Daftar analisa di bawah ini dibuat untuk Anda memeriksa benar atau tidaknya klaim-klaim Gereja Roma Katolik di atas; Apakah klaim tersebut benar Alkitabiah dan didukung oleh sejarah universal dan arkiology atau hanyalah klaim  tradisi sebuah aliran gereja semata.

A. Benarkah rasul (St.) Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Jawablah pertanyaan beritukut:
1.    Apakah arti dari nama Petrus (Petros; Yunani) pada Matius 16:18?
2.    Kepada bangsa apakah Petrus telah diutus, Yahudi atau bukan-Yahudi?
3.    Di kota dan negara apa Petrus pernah melayani?
4.    Apakah ajaran rasul Petrus mengikuti ajaran Yeshua (Yesus) atau tradisi manusia? Dapatkah Anda melihat perbedaan di antara keduanya?
5.    Apakah Petrus membenarkan orang lain menyembah (berlutut, memuja, mencium kaki) dirinya?
6.    Kapankah rasul Petrus meninggal dunia?
7.    Kebangsaan apakah yang memenjarakan dan membunuh rasul Petrus?
8.    Saat Petrus masih hidup, apakah Kerajaan Romawi mendukung ajaran Yeshua atau menentangnya?
9.    Ketika pengikut Yeshua dan para rasul bentrok dengan pengikut Farisi dan Saduki, ke pihak manakah Kerajaan Romawi berdiri?
10.  Apakah yang Titus dan laskarnya telah lakukan setelah ia berhasil menguasai kota Yerusalem?
11.  Tahun berapakah Titus menghancurkan bait Elohim di Yerusalem?
12.  Kapankah kaisar Contantine Agung menjadikan Kristianiti menjadi agama resmi Kerajaan Romawi?
13.  Benarkah aniaya Roma terhadap orang Kristen (Yahudi dan Yunani) masih berlangsung sebelum  Kristianiti dijadikan agama reminya?
14.  Benarkah bahwa kaisar Contantine menjadi pemimpin rohani utama dari ’Gereja Kristen’ yang ia telah jadikan sebagai agama resmi yang berpusat di Roma tersebut?
15.  Benarkah atas persetujuan Constantine Sabat (Saptu; hari ketujuh) diganti menjadi hari Minggu (hari pertama), dan bagi orang yang mempraktekkan hari Sabat dikenakan hukuman berat oleh pemerintah Romawi?
16.  Benarkah juga bahwa Gereja Roma, yang dibangun oleh Constantine tersebut) mengganti penanggalan hari Paskah (Pesach; Pascha; Passover) dengan penanggalan dan nama berhala Ester?
17.  Apakah hari-hari raya Alkitab (seperti: Pondok Daun, Paskah) dirayakan oleh Gereja Roma Katolik?
18.  Apakah ritual dan hari-hari raya yang dibuat oleh Gereja Roma Katolik (Jumat Agung, Natal, Ester, Valentine dsb.) ada dasar Alkitabnya?
19.  Apakah patung-patung dan salib disembah pada jaman rasul Petrus?
20.  Ajaran para rasulkan doktrin GRK ini: bunda Maria tidak ada dosa turunan, tetap perawan, tidak bisa meninggal, sebagai ratu Sorga, dan satu dari Tritunggal (God Mother)?

Beberapa contoh referensi situs yang bagus untuk menjawab pertanyaan di atas:

Setelah Anda menyelidiki 20 pertanyaan di atas, pikirkanlah sendiri, ”apakah benar rasul Petrus pendiri Gereja (Roma) Katolik?” Sekarang kita melangkah ke bagian yang kedua, menganalisa ”dimanakah kuburan rasul Petrus?

B. Benarkah kuburan rasul (St.) Petrus ada di bawah gedung Basilika St. Petrus  
di kota Roma? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.     Bukankah ajaran Yeshua dan orang Yahudi dibenci oleh Pemerintah Roma (Kis 18:1-2)? Jadi bagaimana mungkin mengubur tokoh Yahudi di negara Roma?

2.    Kaisar (Claudius) Nero (54-68 AD) terkenal anti-Yahudi, jadi bangaimana mungkin membuat kuburan bagi Petrus di wilayah penting kota pemerintahannya, bahkan membuat monumen kemenangan (Trophoea) bagi Petrus?

3.    Jika monumen kemenangan itu dibuat sebagai tanda ”Kaisar Nero telah mengalahkan tokoh Kristen Yahudi,” mengapa harus Petrus? Mengapa bukan Yakobus (saudara Yeshua) yang adalah kepala Jemaat di Yerusalem, atau Paulus yang adalah pendiri gereja-gereja Kristen di Yunani dan Romawi?

4.    Mengapa pada penggalian pertama (1941) pada kuburan yang dianggap Gereja Roma Katolik sebagai makam Petrus tidak ditemukan tulang-tulang Petrus, [Katolisita.org bilang:] ‘tetapi hanya di dapat tulang wanita tua, dua pria usia baya dan tulang-tulang hewan?’ Besar kemungkinan kuburan itu adalah kuburan Nero dan Ibunya (yang ia bunuh, Nero juga membunuh isterinya). Koran Telegraph menulis tulang-tulang ini ditemukan pada penggalian kedua.

5.    Mengapa baru pada penggalian kedua (1950); dipimpin oleh 5 arkilogiest Vatikan, Monsignor Ludwig Kaas sebagai pimpinan utamanya), dilokasi yang sama, dikabarkan bahwa adanya tembok berplester merah berbahasa Latin ”Petrus roga Christus Iesus pro sanctis hominibus Chrestianis ad corpus tuum sepultis. (“Peter, pray Christ Jesus for the holy Christian men buried near your body”)? Prof. Margherita Guarducci penemunya. Tidak masalah kita lanjutkan analisa kita.

Pada tahun yang sama, 1950, Antonio Ferrua (1900-2002) menemukan potongan plaster tembok merah bertulisan Yunani ”Petros eni” (Petrus ada di sini) di dalam kotak repository tulang yang berukuran safe-deposit, namun tidak didapati tulang-tulang. Melalui tulisan ini Paus Pius XII (1939-58) perlu mengumumkan secara resmi (di pesan Natal 1950) bahwa ”Ya. Kubur Sang pemimpin para Rasul telah ditemukan,” dikutip oleh Paus Paulus VI.

1953, seorang pekerja penyimpanan tulang gereja menemukan setumpukan tulang di Vatikan, yang kemudian diindentifikasikan oleh arkiologist Vatikan sebagai tulang-tulang Petrus. Sekali lagi tidak ada saksi ahli Arkiology di luar gereja Roma. Kembali kita bertanya,

6.    Mengapa penemuan tulang yang diklaim Gereja Katolik sebagai tulang Petrus ini baru terjadi setelah kematian Monsignor Kaas (pemimpin utama penggalian)?

7.    Jika tulang-tulang ini dipindahkan dari repository tulang atas perintah Mosignor Kaas, seperti cerita gereja Katolik tersebut; bukankah repository tersebut sewaktu ditemukan oleh Antonio Ferrua tidak ada tulangnya? Atau,  Mr. Kaas menemukan repository lainnya? Bagaimana pun bukankah lima orang ini team inti, mengapa penemuan dan pemindahan ’tulang Petrus’ tidak diketahui oleh 4 orang lainnya? Ini sungguh mystery. Kita lanjut kepada analisa berikutnya.

Juni 26 1968, Paus Paulus VI (1963-78) memberi pengumuman resmi bahwa tulang-tulang Petrus telah ditemukan. Satu hari kemudian, dengan upacara khusus tulang-tulang tersebut segera disimpan ke repository.

8.    Mengapa pada pengumuman Paulus VI bersejarah tersebut, ia perlu mengutip pernyataan Paus Pius XII di atas: Pertanyaan kedua yang bergantung pada yang pertama adalah tentang relikwi Rasul Petrus: apakah relikwi/ tulang- tulangnya ditemukan?” Paus Pius XII tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dalam hal ini.” (dikutip dari Katolista.org). (Garis bawah ditambahkan)

9.    Jika Antonio Ferrua sendiri, sebagai seketaris resmi komisi untuk arkiology barang-barang suci Gereja Roma Katolik tidak yakin bahwa tulang tersebut adalah tulang Petrus, mengapa Paus yang tidak mengerti arkiology begitu sangat yakin? Ketidak yakinan Antonio Ferrua diceritakannya pada surat kabar Katolik L’Avvenire berbahasa Italia.

10.  Mengapa Ferrua membaca Petros eni (Petrus ada di sini) sementara yang lain membaca tulisan yang sama sebagai Petros endei (Petrus tidak di sini)? Pertayaan yang lebih penting mungkin ini:

11.  Mengapa Paus Paulus VI baru mengumumkan penemuan tersebut di tahun 1968, bukankah relik tersebut ditemukan di Vatikan tahun 1953, 15 tahun sebelumnya?

12.  Mengapa relik yang diklaim sebagai ”relik Petrus” tersebut cepat-cepat disembunyikan, atau mengapa tidak mengundang ahli arkiologist international untuk membuktikannya, atau sedikitnya melihatnya, seperti yang umum dilakukan dalam dunia arkilogy?

13.  Mengapa Paus Yohanes XXII (1958-63) pemegang kekuasaan Vatikan sebelum Paus Paulus VI berdiam diri tentang tulang Petrus?

Pertanyaan-pertanyaan pada bagian B ini telah dijawab dengan baik oleh Mr. F. Paul Peterson dalam bukunya: Recenly Discovered In Jerusalem (ringkasan bahasa Indonesianya,  “Kuburan Rasul Petrus telah ditemukan!” Penyelidikan lapanganya bersumber dari buku berbahasa Italia yang ditulis oleh dua imam Roma Katolik ordo Franciscan “Gli Scavi del Dominus Flevit”  terbitan 1958, Yerusalem.

Pada buku ini kita akan menemukan:

  • Kapan kotak penyimpanan tulang  (ossuary/ repository) Petrus berbahasa Aram ditemukan di Yerusalem.
  • Apa respond Paus Pius XXII setelah ia diberitahukan secara pribadi oleh Mr. Bagatti bahwa tulang
  • Penyebab re-klaim kepanikan Paus Paulus VI di atas?

Publikasi buku Mr. Peterson ke dunia internasional (bahasa Inggris); cetakan pertama tahun 1960, jika ini adalah benar sumber kepanikan Paus Pius XXII mengenai klaim kuburan dan tulang rasul Petrus, maka ini berarti pukulan kedua atas Gereja Roma Katolik setelah Alkitab Latin diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John Wycliffe di tahun 1380. Baca kisah perterjemahan John Wycliffe ini di Sejarah Singkat Alkitab dan isinya.

Sebab pendurhakaan  atau rebellion (pemberontakan) adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan (keras tengkuk) adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1 Samuel 15:23,)

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel   [ganti dengan Katolik] demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu (pemberontakkanmu), supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. (Yehezkiel 18:30)

Referensi: 

Bacaan berkait:

 Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

10 Wanita Negara Muslim Yang Merubah Dunia Mereka


“Siapa  menemukan isteri yang baik menemukan suatu yang baik, dan mendapat kesukaan dari YAHWEH. Dan siapa menyingkirkan isteri yang baik, menyingkirkan yang baik dari rumahnya  – He who finds a good wife  finds a good thing, and obtains favor from the LORD. And he who put out a good wife, put out good from his house.” (Amsal 18:22; GLT of the Aramaic Peshitta Bible)

Sepuluh wanita pada daftar ini memiliki latar belakang ajaran Islam dan umumnya berasal dari negara-negara dimana orang Islam adalah mayoritas, kecuali Thailand.
Mereka saya pilih hanya semata-mata berdasarkan pekerjaan baik yang mereka telah hasilkan bagi masyarakat di sekeliling mereka. Tidak diragukan pasti ada banyak wanita dengan latar belakang sama dengan mereka yang telah mengabdi bagi masyarkat, jadi dafar ini bukan masalah ”terbaik,” namun ”penghargaan dan salut saya atas jasa dan pengorbanan mereka.”
Kiranya artikel ini bisa memberi inspirasi yang positif dan semangat juang yang benar bagi setiap pembaca.
Saran Anda sangat dihargai.  Anggur Baru, Moderator Senjata Rohani.

Tawakul Karman. Lahir 1979 di Yamen. Mendapat hadiah Nobel Perdamaian tahun 2011. Menyandang Master dalam ilmu Politik. Ibu dari tiga anak.
President Saleh (44 tahun memerintah) telah tumbang, Tawakul tetap berdemo untuk mencari pemimpin yang bisa membasmi problem kronis Yamen: korupsi, pengganguran yang berat dan kepemimpinan yang lemah.

Ketika ditanya oleh wartawan Independent tentang peranan wanita pada revolusi yang lalu di Yamen, Tawakul menjawab, “Para wanita dan pria saling menolong membuat revolusi ini, tetapi wanita (jamak) memimpin revolusi tersebut. … Saya mendorong semua wanita diseluruh negara bahwa wanita harus memiliki hak-haknya dan harus berjuang untuk itu. Dia harus menyakinkan orang-orang. Dia harus tidak menyerah, dia harus lakukan semua yang ia bisa.” [Kunci rahasia sukses ada di Injil Yohanes 15:7]

”Jika saatnya tiba ketika saya harus memilih antara Islah (kelompok Islam Yamen, dimana ia beranggota) dan goal-goal dari revolusi, saya akan memilih Revolusi,” kata Tawakul. Dilain waktu ia berkata, ”(Saat) ini adalah waktu titik balik dari masa kegelapan menuju terang,”
Baca: TIME.com: The Arab Spring’s Nobel Laureate Says the Revolution Isn’t Over

Waris Dirie. Lahir 1965 di Somalia. Pejuang anti-penyunatan wanita (anti female genital mutilation, anti-FGM sejak 1997; Debutnya: Ambasador PBB untuk Pengurangan FGM, mendirikan tiga yayasan untuk tujuan yang sama untuk dunia dan negaranya sendiri. Ia telah mendapat 8 penghargaan untuk perjuangannya ini.
Namanya berarti Bunga Gurun atau Desert Flower. Perjuangan Waris membebaskan wanita Muslim dari harga diri ”sekedar tanah bajakan kaum pria” menjadi wanita yang seutuhnya didasari dari pengalaman dirinya sendiri. Di Somalia dan negara-negara Afrika tertentu, sudah menjadi tradisi masyarakat untuk menyunatkan anak-anak perempuan mereka sejak masa kanak-kanak. Jenis penyunatan ini terbagi menjadi tiga, namun pada intinya adalah membuang pembangkit nafsu sex (libido) dari wanita yang disunat, ini seperti pengebirian pada pria. Di negara terkebelakang penyunatan ini dilakukan tanpa anaesthesia (pengebalan) dan tanpa alat-alat yang steril, yang bisa menyebabkan infeksi dan berakhir pada kematian. WHO memperkirakan 100-140 juta wanita sedunia telah mengalami nasip buruk tersebut, 92 jutanya ada di Afrika. Waris adalah satu diantara mereka.

Ketika ia berusia 13 tahun. Ayahnya berkehendak menikahkan dia dengan pria berumur 60 tahun dengan imbalan mendapat 5 unta sebagai hadiah nikah. Warid melarikan diri dari desanya ke Mogadishu melalui padang gurun. Pergi ke London bersama pamannya yang terpilih bekerja di kedutaan Somali untuk Inggris. Belajar menulis dan membaca Inggris. Di London, Waris baru menyadari apa arti sesungguhnya bagi seorang wanita, seperti dirinya, yang mengalami penyunatan clitoris tersebut. Fotografer terkenal menjadikan Waris top model. Ia berdiri di depan mimbar PBB di hadapan tokoh-tokoh penting dunia, meminta mereka mendukung perjuangan melawan penyunatan kemaluan wanita di Afrika. Di abad 21 ini banyak negara Afrika telah melarang praktek FGM ini secara hukum, namun sayangnya praktek gelap masih berlangsung.

Bukunya yang terkenal: Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad. Biografi Waris Dirie juga sudah di filmkan berjudul ”Desert Flower.” Saya sudah melihat film ini, bagus untuk ditonton oleh remaja putri dan orang tua.
Baca:

Nasima Bareen; Afganistan.  Pemimpin RAWA.
Orang Afganistan lebih takut kepada para pemimpin Taliban daripada President mereka. Kelompok Taliban tidak hanya mengontrol stabiltitas negera, bahkan ia mengontrol kehidupan pribadi wanita Afganistan.  Mordernisasi, dan hiburan, seperti musik adalah haram bagi pengikut Taliban, termasuk juga pendidikan sekolah umum untuk para wanita. Taliban tidak segan-segan menghukum wanita dewasa dimuka umum.  Tidak terhitung berapa banyak sekolah telah ditutup dan dibongkar oleh mereka.

Pernah suatu kali pemimpin Taliban mengeluarkan pernyataan bahwa para isteri harus siap selalu melayani napsu sex suami mereka.  Tidak ada pria Afganistan yang berani menentang kemauan para Taliban tersebut, president pun tidak punya kuasa atas mereka.

Nasima Bareen bangkit membela kaumnya. Ia menggerakan aksi wanita turun kejalan dengan speaker pengeras. 250 wanita turut serta dengan Nasima menyerukan perlawanan atas penindasan hak-hak asasi wanita yang dilakukan oleh para Taliban.Pesan utamanya, “Kami ingin menunjukkan kepada para fundamentalist [Islam] bahwa para wanita dapat bertarung untuk hak-hak mereka!” Tentu ada harga yang para wanita ini harus bayar, mereka diserang oleh sekitar 300 Taliban dengan tongkat besi dan lemparan batu. Sebagian dari mereka harus masuk rumah sakit.

Keberanian Nasima Bareen ini seperti suatu tamparan bagi para pria moderat Afganistan. Keberanian Nasima membela kaumnya mengingatkan saya akan Debora dan Barak di Alkitab; Debora (nabi perempuan yang menjabat sebagai hakim) harus memimpin perang oleh sebab Barak takut. Baca Hakim-hakim pasal 4.
Baca: Police restrain Taliban attacking RAWA procession

Parvin Darabi; Lahir 1941 di Iran. Doktor dalam Elektronika, Businesswoman, penulis dan pembela hak-hak wanita.
Ia telah memiliki perusahaan elektronik untuk keperluan angkatan laut sebelum terjun ke dunia Sosial. Karir sosialnya diawali di tahun 1994, kakak kandungnya Homa Darabi, bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri di lapangan terbuka untuk menentang pemerintah Revolusi-Islam Iran dan agama Islam secara keseluruhan.

Dr. Parvin menyatakan banyak hukum Islam sangat merendahkan wanita dan penyebab kemiskinan; diantaranya: memadamkan sama sekali orang yang berpendidikan, satu diantara beberapa penyebab melalui pernikahan kontrak, yang menurut Dr. Parvin sebagai ”pelacuran yang ditetapkan secara agama.” Kemiskinan dan penderitaan adalah satu-satunya yang dibawa oleh Republik Islam Iran.
Bukunya: Rage Against the Veil.

Reem Asaad, Arab Saudi. Penulis dan advocate hak-hak wanita.
Tidak mudah menjadi seorang wanita di Arab Saudi. Hukum Islam begitu kuat mengendalikan para wanita, lebih ketat dibanding di Iran. Mereka dilarang mengemudikan mobil, lebih lagi pakaian dalam mereka (BH dan celana dalam) hanya dapat dibeli oleh para penjual pria (sebab wanita dilarang berada di luar rumah tanpa didampingi suami, atau seorang sanak family pria). Tidak jarak muka mereka menjadi merah oleh sebab ‘nasehat atau saran’ yang diberikan oleh penjual pria tersebut. Tidak jarang suami mereka menjadi cemburu, namun para suami tidak bisa berbuat banyak, hukum agama telah menetapkan hanya pria yang boleh berdagang.

Reem Assad pernah ribut mulut dengan penjual pakaian dalam wanita, oleh sebab Reem membuka paket plastik untuk melihat isinya. Keributan sempat menjadi perhatian pedagang-pedagang di sekitarnya pemilik.
Melalui peristiwa ini, ia mulai mengadakan aksi protes nasional. Melalui Facebook, ia mengadakan kampanye “melarang pria menjual pakaian wanita” dan “wanita jangan membeli pakaian dalam yang dijual oleh pria.” Kampanyenya didukung oleh para wanita Saudi. Akhirnya tahun lalu raja Abdullah mengeluarkan hukum “disetiap toko yang menjual barang wanita haruslah ada satu karyawan wanita.” Menghadapi perlawanan para pemimpin agama, ia berpegang kepada hukum yang dikeluarkan raja, “Hukum ada disana, saya tidak perlu melakukan perubahan apapun, saya membangkitkan opini masyarakat.”
Kampanye ini sedikitnya telah menghasilkan 20.000 lapangan pekerjaan bagi wanita di Saudi.
Baca:

Laila Paaitae Daoh, Muslim Thailand. Activist Hak Asasi Wanita dan perdamaian.
Perang panjang antara pemerintah Thailand dan kelompok Pejuang Kemerdekaan Patani (PKP), sebuah kelompok Islam (di Thailand selatan) telah menelan ribuan jiwa di kedua belah pihak. Gerakan PKP ini persis seperti Gerakkan Aceh Merdeka, ingin memisahkan diri dari negara kesatuan Thailand. Laila berdiri menjadi juru damai di antara dua pihak yang bertikai. Namun perbuatan Laila ini dipandang oleh Pejuang Islam di Thailand sebagai ’pendukung pemerintah,’ Harga perjuang wanita Islam ini dibayarnya dengan harga mahal, tahun 2004 putranya yang tertua dibunuh PKP, lalu tahun 2006 suami dan putra kedua juga dibunuh. Dan pada 12 Maret 2009, seorang saksi mata melihat seorang pejuang Islam menembak ibu penegak hak asasi wanita dan perdamaian di siang bolong. Ia segera dilarikan ke RS, namun ibu ini meninggal satu hari berikutnya.

Brad Adams, Direktur Human Rights Watch untuk Asia, meresposi tewasnya Laila P. Daoh ini sebagai kehilangan besar bagi perdamaian di Thailand, “Pembunuhan sadis atas Laila adalah bagian dari usaha kelanjutan dari para pemberontak untuk mengintimidasi dan menyerang orang-orang Muslim yang menolak pemberontakan atau ada mendukung pemerintah Thailand. Kematian beliau adalah kehilangan yang serius bagi mereka yang mencoba menemukan pemecahan damai pada konflik di Selatan (Thailand).
Baca: Thailand: Insurgents Target Leading Muslim Woman Activist

Taslima Nasreen / Nasrin. Lahir 1962 di Bangladesh. Sarjana kedokteran, Pembela hak asasi wanita. Penulis puisi. Mendapat dua gelar penghargaan untuk jasanya di bidang kemanusia.
Bangladesh adalah pecahan dari negara Pakistan. Sebagaimana umum diketahui orang Hindu dan khususnya Kristen sangat teraniaya di negara Bangladesh, juga sama hal nya di Pakistan.
Taslima terlahir sebagai orang Islam, di negara yang mayoritas beragama Islam. Pengalaman masa remajanya yang pahit, dimana dua pamannya dan pria-pria lainnya telah melakukan tindakan kekerasan sex terhadap dirinya, dan sebagai seorang dokter klinik ia sering kali menangani gadis-gadis korban pemerkosaan dan ketakutan para ibu yang tidak melahirkan bayi laki-laki bagi suaminya, dan ditambah penderitaan masyarkat bukan-Islam yang tertindas oleh orang-orang yang seagama dengan dirinya telah membuat dia bangkit dan meneriakan suaranya ‘di atas atap-atap rumah.’

Titik klimak ‘kemarahan’ Taslima atas ketidak adilan ini tertulis pada bukunya ”Lôjja(bahasa Banggali, artinya Malu) terbit tahun 1993, bercerita tentang seorang keluarga Hindu yang dianiaya oleh orang-orang Muslim.

Sejak terbitnya buku   Malu (Lôjja) ini, hidupnya berubah. Ia mengalami serangan fisik, bukunya dilarang terbit. Beberapa organisasi Islam membuat fatwa atasnya, menjanjikan hadiah besar bagi siapa yang dapat membunuh Taslima, mereka bahkan mengancam pemerintah akan mengirimkan ribuan ular berbisa ke ibukota jika Taslima tidak dieksekusi.

Ia hidup dipengasingan sejak 1994 oleh sebab keberaniannya membela yang teraniaya dan membongkar tirani agama. Karya tulisnya di larang beredar dan Ia dilarang masuk dibanyak negara oleh karena ia melawan arus political correctness yang dianut oleh banyak politikus.
Taslima telah menulis 30 buku puisi, dan banyak artikel. buku-bukunya telah diterjemahkan kedalam 20 bahasa. Situs Taslima: Taslimanasrin.com

Marjane Satrapi. Lahir 1969 di Iran.  Direktur film (animasi) Persepolis. Filmnya mendapat penghargaan Academy Awards 2008 untuk katagori  Best Foreign Langguage Film.

Tumbangnya president Shah Palevi ditangan Ayatollah  Komeini (pemimpin Revolusi Islam Iran), bagi kebanyakan orang Iran seperti pindah dari rumah pribadi ke dalam kamp konsentrasi. Kebebasan berpendapat dan hidup bebas berakhir sejak itu, para wanita harus memakai tutup kepala dan jika mungkim berpakaian hitam, dan tidak boleh ada di taman umum seorang diri lagi.

Marjane Satrapi, memprotes kungkungan agama yang ketat ini melalui penanya. Ia menulis buku, tentang dirinya sendiri. Dan protesnya ini menjadi terkenal ketika ia memfilmkan isi bukunya tersebut.
Persepoli adalah sebuah film yang mengharukan namun juga disertai rasa humor yang tinggi. Isi film: Kisah seorang keluarga yang memperjuangkan kebebasan di masa pemerintahan Revolusi Islam Iran, ketika mereka sadari bahwa tekanan pemerintah Iran semakin kuat, mereka mengirim Marjane ke Eropa, keluar dari negara Iran.

Persepoli sungguh sebuah film kritik yang menggugah hati penontonnya; memberi kesadaran betapa pentingnya memelihara kebebasan dengan hati yang benar, tidak membiarkan itu berada di bawah tirani (agama, politik) namun juga   tidak berlebihan, seperti ‘kuda lepas kandang’ (anarkis). Yeshua memberi penuntun yang sangat bijaksana tentang kebebasan yang sebenarnya, pada Injil Yohanes 8:30-59.

Wafa Sultan, Lahir 1958 di Syria. Dokter ahli jiwa (Psychiatrist), Penulis, Pejuang hak-hak asasi.
Lahir dan dibesarkan dari keluarga beraliran Islam Alawite (cabang dari Islam Shia). Titik perubahan hidupnya berawal di tahun 1979, ketika ia sedang mendengarkan kuliah kedokteran dari dosennya, Professor Yusef al-Yusef. Sepasukkan pemuda bersenjata api dari Muslim Brotherhood, membunuh dosennya dengan ’ratusan peluru’ disertai dengan teriakkan ”Allahu Akbar!” di hadapan para mahasiswanya. Ketika ibu ini pindah ke California, USA, ia mulai aktif menulis artikel-artikel berbahasa Arab dan bahkan menulis tiga buku, juga berbahasa Arab.

Ibu Wafa mencela keras sikap orang-orang Islam yang dua muka, di negara Barat meminta persamaan hak, namun di negara mereka sendiri, mereka memperlakukan masyarakat bukan-Islam sebagai masyarakat kelas rendah. Ia juga mengeritik penolakan mereka atas hak dan martabat orang Yahudi, sementara itu menikmati kemajuan science dan ilmu teknologi orang Yahudi.

Ia telah juga menerbitkan buku berbahasa Inggris: A God Who Hates;  The Courageous Woman Who Inflamed the Muslim World Speaks Out Against the Evils of Islam.

Ketenaran namanya di dunia politik Islam, telah membawa ia ke Belanda, memberi kesaksian pada pengadilan Geert Wilders, pembuat film Fitnah, pemimpin partai politik Belanda.

Pinar Ilkkaracan, Turkey; Aktivist Hak-hak asasi wanita. Peneliti dalam bidang  psychotherapy dan political science. Pernah mendapat penghargaan Gruber Prize for Women’s Rights dari Peter and Patricia Gruber Foundation di tahun 2007 untuk jasanya memimpin hak-hak asasi wanita pada tingkat internasional.

Sejarah dunia mengenal Kamel Artatuk, pemimpin Turkey yang sangat moderat, namun pemimpin yang sekarang telah membawa wanita Turkey pada kontrol pria.
Pinar pernah menjadi direktur exsekutif dari organisasi Wanita untuk Hak-hak Asasi Wanita-New Ways (Women for Women’s Human Rights (WWHR)-New Ways selama 12 tahun (1994-2006). Jerih payahnya yang tidak mengenal lelah telah menghasilkan sebuah reformasi yang besar dalam hukum pemerintah Turkey di dalam melindungi hak asasi wanita.

Ia juga pernah mengadakan konferensi  se Asia Tenggara membahas tentang sex dan hak asasi di dalam masyarakat Islam di Jakarta di Jakarta. Itu merupakan konferensi pertama untuk masalah tersebut.
Pinar tidak takut di dalam menyuarakan pendapatnya, Pernyataan Mr. Erdogan, PM Turki, tentang larangan aborsi dan caesarean (kelahiran melalui bedah) dalam Islam, ditentangnya dengan kalimat ”kedua hal tersebut tidak ada hubungannya dengan Islam. Itu jelas Islam mengijikan aborsi.” [Alkitab melarang aborsi]

Majalah Newsweek juga pernah memasukkan nama Pinar ke dalam daftar “150 Women who shake the World.”
Baca:

Isik Abla, Turki. Penyiar Program TV Kanal Hayat
Lahir dari sebuah keluarga Islam yang kuran hormonis, membuat Isik semakin mencari Penciptanya, namun nasip buruk masih mengikutinya, ia mendapatkan seorang suami yang fanatik, menjadikan Isik seorang yang siap berjihad.

Saat ia pindah ke Amerika, suatu peristiwa yang penting telah merubah cara pikirnya. Dan melalui suatu proses yang tidak mudah akhirnya ia menemukan jati dirinya sendiri dan menjadi penyiar TV kerohanian yang terkenal di kalangan orang-orang Turki. Program Televisi yang di pimpin oleh Isik mendapat balasan yang sangat positif dari komunitas Turki yang tinggal di luar negeri seperti Iran, Irak, Afganistan, Kuwait , Dubai dan juga Rusia dan Swedia.
Baca: Isik wanita dari Turki: “Saya telah siap menjadi pembom bunuh diri!”

Mungkin Anda tertarik untuk melihat pahlawan-pahlawan wanita lainnnya, seperti:

Bacaan menarik lainnya:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Irak: Al-Qaeda menterror Islam Shia, 107 tewas


Suatu serangan terror yang terencana merusak ketentraman 13 desa dan kota di Irak pada hari Minggu 22 July. Kebanyakan yang terbunuh adalah tentara-tentara keamanan negara. Sedikitnya 107 meninggal dunia dan 216 luka-luka.

Sedikitnya lima mobil bom mentargetkan kota Kirikuk, wilayah-wilayah Islam Shia di Bagdad juga diserang dengan bom. Di desa Udaim, sepasukan terrorist dengan 3 mobilnya tiba di komplek militer menembaki para tentara, 13 tewas.

Laporan mengatakan kebanyakkan dari korban adalah tentara-tentara keamanan – yang nampak telah menjadi target utama serangan berdarah Minggu itu.

14 polisi juga tewas; post-post pemeriksaan mereka diserang dengan mobil-mobil bom dan dikabarkan juga bahwa rumah-rumah polisi pun telah menjadi sasaran.

Serangan datang setelah beberapa hari sebelumnya pemimpin Al-Qaeda Irak, Abu Bakr al-Bagdadi mengumumkan akan merebut kembali kekuasaan yang di ambil oleh pemerintah Islam Shia dari tangan Islam Sunni (Saddam Hussein).

Menurut Associated Press, Abu Bakr pada rekaman suara yang dimuat pada situs Al-Qaeda menyatakan bahwa “Mayoritas Sunni di Irak mendukung al-Qaeda dan sedang menantikan kembalinya.”

Komentar: Jika benar agama Islam adalah jawaban bagi dunia; membawa keberadaban dan kemakmuran seperti yang sering di dakwakan oleh para imam dan pengkotbah Islam,  sekali lagi dunia internasional bertanya: Mengapa Islam radikal membenci pendidikan dan stabilitas, yang keduanya merupakan sumber essensi dari terciptanya suatu negara yang beradab dan makmur?

Di Syria, President Assad (Islam Shia) sedang diserang oleh ‘pasukkan pembebasan Syria’ dan kelompok pemberontak lainnya, yang semuanya adalah Islam Sunni, dan negara-negara Arab (Sunni) adalah penyokong keuang mereka (gaji dan pembelian senjata). Adakah orang yang menyangkal bahwa perang di Syria adalah perang antara Islam Shia versus Islam Sunni?

Referensi:

Bacaan berkait: