Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Daftar analytic pertanyaan


Tetapi … Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu [pengajaran] dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kis 17:10-11)

Begitulah seharunya sikap orang Kristen yang Injili dan pencinta kebenaran, mereka selalu menguji setiap doktrin dan pengajaran yang mereka terima dengan cara menyelidiki Kitab Suci, Alkitab, apakah doktrin dan pengajaran yang mereka dengar itu benar dan sesuai dengan firman YAHWEH atau tidak.

Doa saya ialah semoga artikel ini dapat membawa kita memiliki hati yang  rendah dan jujur seperti hati nabi Yohanes Pembaptis, dalam ketenarannya ia tetap menyadari posisinya, hanyalah hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan berani berkata di hadapan para pengikutnya, “Seharusnyalah Dia (Adonai Yeshua) bertambah-tambah dan aku semakin berkurang” (ILT). Lihat Yoh 3:22-36.

Pemimpin Gereja Roma Katolik (GRK) atau umum dikenal sebagai Gereja Katolik (GK) mengklaim bahwa gerejanya dibangun oleh Simon putra dari Yonah, yang dipanggil oleh Yeshua sebagai Kefas atau Petrus (St. Petrus), Sejarah GRK juga mencatat Uskup (Bishop) dan Paus pertama Gereja Roma Katolik adalah Petrus. Lihat List of the Popes di bawah. Paus di tahun 1968 bahkan menyatakan bahwa benar kuburan dan tulang Petrus telah ditemukan di Roma.

Daftar analisa di bawah ini dibuat untuk Anda memeriksa benar atau tidaknya klaim-klaim Gereja Roma Katolik di atas; Apakah klaim tersebut benar Alkitabiah dan didukung oleh sejarah universal dan arkiology atau hanyalah klaim  tradisi sebuah aliran gereja semata.

A. Benarkah rasul (St.) Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Jawablah pertanyaan beritukut:
1.    Apakah arti dari nama Petrus (Petros; Yunani) pada Matius 16:18?
2.    Kepada bangsa apakah Petrus telah diutus, Yahudi atau bukan-Yahudi?
3.    Di kota dan negara apa Petrus pernah melayani?
4.    Apakah ajaran rasul Petrus mengikuti ajaran Yeshua (Yesus) atau tradisi manusia? Dapatkah Anda melihat perbedaan di antara keduanya?
5.    Apakah Petrus membenarkan orang lain menyembah (berlutut, memuja, mencium kaki) dirinya?
6.    Kapankah rasul Petrus meninggal dunia?
7.    Kebangsaan apakah yang memenjarakan dan membunuh rasul Petrus?
8.    Saat Petrus masih hidup, apakah Kerajaan Romawi mendukung ajaran Yeshua atau menentangnya?
9.    Ketika pengikut Yeshua dan para rasul bentrok dengan pengikut Farisi dan Saduki, ke pihak manakah Kerajaan Romawi berdiri?
10.  Apakah yang Titus dan laskarnya telah lakukan setelah ia berhasil menguasai kota Yerusalem?
11.  Tahun berapakah Titus menghancurkan bait Elohim di Yerusalem?
12.  Kapankah kaisar Contantine Agung menjadikan Kristianiti menjadi agama resmi Kerajaan Romawi?
13.  Benarkah aniaya Roma terhadap orang Kristen (Yahudi dan Yunani) masih berlangsung sebelum  Kristianiti dijadikan agama reminya?
14.  Benarkah bahwa kaisar Contantine menjadi pemimpin rohani utama dari ’Gereja Kristen’ yang ia telah jadikan sebagai agama resmi yang berpusat di Roma tersebut?
15.  Benarkah atas persetujuan Constantine Sabat (Saptu; hari ketujuh) diganti menjadi hari Minggu (hari pertama), dan bagi orang yang mempraktekkan hari Sabat dikenakan hukuman berat oleh pemerintah Romawi?
16.  Benarkah juga bahwa Gereja Roma, yang dibangun oleh Constantine tersebut) mengganti penanggalan hari Paskah (Pesach; Pascha; Passover) dengan penanggalan dan nama berhala Ester?
17.  Apakah hari-hari raya Alkitab (seperti: Pondok Daun, Paskah) dirayakan oleh Gereja Roma Katolik?
18.  Apakah ritual dan hari-hari raya yang dibuat oleh Gereja Roma Katolik (Jumat Agung, Natal, Ester, Valentine dsb.) ada dasar Alkitabnya?
19.  Apakah patung-patung dan salib disembah pada jaman rasul Petrus?
20.  Ajaran para rasulkan doktrin GRK ini: bunda Maria tidak ada dosa turunan, tetap perawan, tidak bisa meninggal, sebagai ratu Sorga, dan satu dari Tritunggal (God Mother)?

Beberapa contoh referensi situs yang bagus untuk menjawab pertanyaan di atas:

Setelah Anda menyelidiki 20 pertanyaan di atas, pikirkanlah sendiri, ”apakah benar rasul Petrus pendiri Gereja (Roma) Katolik?” Sekarang kita melangkah ke bagian yang kedua, menganalisa ”dimanakah kuburan rasul Petrus?

B. Benarkah kuburan rasul (St.) Petrus ada di bawah gedung Basilika St. Petrus  
di kota Roma? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.     Bukankah ajaran Yeshua dan orang Yahudi dibenci oleh Pemerintah Roma (Kis 18:1-2)? Jadi bagaimana mungkin mengubur tokoh Yahudi di negara Roma?

2.    Kaisar (Claudius) Nero (54-68 AD) terkenal anti-Yahudi, jadi bangaimana mungkin membuat kuburan bagi Petrus di wilayah penting kota pemerintahannya, bahkan membuat monumen kemenangan (Trophoea) bagi Petrus?

3.    Jika monumen kemenangan itu dibuat sebagai tanda ”Kaisar Nero telah mengalahkan tokoh Kristen Yahudi,” mengapa harus Petrus? Mengapa bukan Yakobus (saudara Yeshua) yang adalah kepala Jemaat di Yerusalem, atau Paulus yang adalah pendiri gereja-gereja Kristen di Yunani dan Romawi?

4.    Mengapa pada penggalian pertama (1941) pada kuburan yang dianggap Gereja Roma Katolik sebagai makam Petrus tidak ditemukan tulang-tulang Petrus, [Katolisita.org bilang:] ‘tetapi hanya di dapat tulang wanita tua, dua pria usia baya dan tulang-tulang hewan?’ Besar kemungkinan kuburan itu adalah kuburan Nero dan Ibunya (yang ia bunuh, Nero juga membunuh isterinya). Koran Telegraph menulis tulang-tulang ini ditemukan pada penggalian kedua.

5.    Mengapa baru pada penggalian kedua (1950); dipimpin oleh 5 arkilogiest Vatikan, Monsignor Ludwig Kaas sebagai pimpinan utamanya), dilokasi yang sama, dikabarkan bahwa adanya tembok berplester merah berbahasa Latin ”Petrus roga Christus Iesus pro sanctis hominibus Chrestianis ad corpus tuum sepultis. (“Peter, pray Christ Jesus for the holy Christian men buried near your body”)? Prof. Margherita Guarducci penemunya. Tidak masalah kita lanjutkan analisa kita.

Pada tahun yang sama, 1950, Antonio Ferrua (1900-2002) menemukan potongan plaster tembok merah bertulisan Yunani ”Petros eni” (Petrus ada di sini) di dalam kotak repository tulang yang berukuran safe-deposit, namun tidak didapati tulang-tulang. Melalui tulisan ini Paus Pius XII (1939-58) perlu mengumumkan secara resmi (di pesan Natal 1950) bahwa ”Ya. Kubur Sang pemimpin para Rasul telah ditemukan,” dikutip oleh Paus Paulus VI.

1953, seorang pekerja penyimpanan tulang gereja menemukan setumpukan tulang di Vatikan, yang kemudian diindentifikasikan oleh arkiologist Vatikan sebagai tulang-tulang Petrus. Sekali lagi tidak ada saksi ahli Arkiology di luar gereja Roma. Kembali kita bertanya,

6.    Mengapa penemuan tulang yang diklaim Gereja Katolik sebagai tulang Petrus ini baru terjadi setelah kematian Monsignor Kaas (pemimpin utama penggalian)?

7.    Jika tulang-tulang ini dipindahkan dari repository tulang atas perintah Mosignor Kaas, seperti cerita gereja Katolik tersebut; bukankah repository tersebut sewaktu ditemukan oleh Antonio Ferrua tidak ada tulangnya? Atau,  Mr. Kaas menemukan repository lainnya? Bagaimana pun bukankah lima orang ini team inti, mengapa penemuan dan pemindahan ’tulang Petrus’ tidak diketahui oleh 4 orang lainnya? Ini sungguh mystery. Kita lanjut kepada analisa berikutnya.

Juni 26 1968, Paus Paulus VI (1963-78) memberi pengumuman resmi bahwa tulang-tulang Petrus telah ditemukan. Satu hari kemudian, dengan upacara khusus tulang-tulang tersebut segera disimpan ke repository.

8.    Mengapa pada pengumuman Paulus VI bersejarah tersebut, ia perlu mengutip pernyataan Paus Pius XII di atas: Pertanyaan kedua yang bergantung pada yang pertama adalah tentang relikwi Rasul Petrus: apakah relikwi/ tulang- tulangnya ditemukan?” Paus Pius XII tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dalam hal ini.” (dikutip dari Katolista.org). (Garis bawah ditambahkan)

9.    Jika Antonio Ferrua sendiri, sebagai seketaris resmi komisi untuk arkiology barang-barang suci Gereja Roma Katolik tidak yakin bahwa tulang tersebut adalah tulang Petrus, mengapa Paus yang tidak mengerti arkiology begitu sangat yakin? Ketidak yakinan Antonio Ferrua diceritakannya pada surat kabar Katolik L’Avvenire berbahasa Italia.

10.  Mengapa Ferrua membaca Petros eni (Petrus ada di sini) sementara yang lain membaca tulisan yang sama sebagai Petros endei (Petrus tidak di sini)? Pertayaan yang lebih penting mungkin ini:

11.  Mengapa Paus Paulus VI baru mengumumkan penemuan tersebut di tahun 1968, bukankah relik tersebut ditemukan di Vatikan tahun 1953, 15 tahun sebelumnya?

12.  Mengapa relik yang diklaim sebagai ”relik Petrus” tersebut cepat-cepat disembunyikan, atau mengapa tidak mengundang ahli arkiologist international untuk membuktikannya, atau sedikitnya melihatnya, seperti yang umum dilakukan dalam dunia arkilogy?

13.  Mengapa Paus Yohanes XXII (1958-63) pemegang kekuasaan Vatikan sebelum Paus Paulus VI berdiam diri tentang tulang Petrus?

Pertanyaan-pertanyaan pada bagian B ini telah dijawab dengan baik oleh Mr. F. Paul Peterson dalam bukunya: Recenly Discovered In Jerusalem (ringkasan bahasa Indonesianya,  “Kuburan Rasul Petrus telah ditemukan!” Penyelidikan lapanganya bersumber dari buku berbahasa Italia yang ditulis oleh dua imam Roma Katolik ordo Franciscan “Gli Scavi del Dominus Flevit”  terbitan 1958, Yerusalem.

Pada buku ini kita akan menemukan:

  • Kapan kotak penyimpanan tulang  (ossuary/ repository) Petrus berbahasa Aram ditemukan di Yerusalem.
  • Apa respond Paus Pius XXII setelah ia diberitahukan secara pribadi oleh Mr. Bagatti bahwa tulang
  • Penyebab re-klaim kepanikan Paus Paulus VI di atas?

Publikasi buku Mr. Peterson ke dunia internasional (bahasa Inggris); cetakan pertama tahun 1960, jika ini adalah benar sumber kepanikan Paus Pius XXII mengenai klaim kuburan dan tulang rasul Petrus, maka ini berarti pukulan kedua atas Gereja Roma Katolik setelah Alkitab Latin diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John Wycliffe di tahun 1380. Baca kisah perterjemahan John Wycliffe ini di Sejarah Singkat Alkitab dan isinya.

Sebab pendurhakaan  atau rebellion (pemberontakan) adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan (keras tengkuk) adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1 Samuel 15:23,)

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel   [ganti dengan Katolik] demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu (pemberontakkanmu), supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. (Yehezkiel 18:30)

Referensi: 

Bacaan berkait:

 Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

10 Wanita Negara Muslim Yang Merubah Dunia Mereka


“Siapa  menemukan isteri yang baik menemukan suatu yang baik, dan mendapat kesukaan dari YAHWEH. Dan siapa menyingkirkan isteri yang baik, menyingkirkan yang baik dari rumahnya  – He who finds a good wife  finds a good thing, and obtains favor from the LORD. And he who put out a good wife, put out good from his house.” (Amsal 18:22; GLT of the Aramaic Peshitta Bible)

Sepuluh wanita pada daftar ini memiliki latar belakang ajaran Islam dan umumnya berasal dari negara-negara dimana orang Islam adalah mayoritas, kecuali Thailand.
Mereka saya pilih hanya semata-mata berdasarkan pekerjaan baik yang mereka telah hasilkan bagi masyarakat di sekeliling mereka. Tidak diragukan pasti ada banyak wanita dengan latar belakang sama dengan mereka yang telah mengabdi bagi masyarkat, jadi dafar ini bukan masalah ”terbaik,” namun ”penghargaan dan salut saya atas jasa dan pengorbanan mereka.”
Kiranya artikel ini bisa memberi inspirasi yang positif dan semangat juang yang benar bagi setiap pembaca.
Saran Anda sangat dihargai.  Anggur Baru, Moderator Senjata Rohani.

Tawakul Karman. Lahir 1979 di Yamen. Mendapat hadiah Nobel Perdamaian tahun 2011. Menyandang Master dalam ilmu Politik. Ibu dari tiga anak.
President Saleh (44 tahun memerintah) telah tumbang, Tawakul tetap berdemo untuk mencari pemimpin yang bisa membasmi problem kronis Yamen: korupsi, pengganguran yang berat dan kepemimpinan yang lemah.

Ketika ditanya oleh wartawan Independent tentang peranan wanita pada revolusi yang lalu di Yamen, Tawakul menjawab, “Para wanita dan pria saling menolong membuat revolusi ini, tetapi wanita (jamak) memimpin revolusi tersebut. … Saya mendorong semua wanita diseluruh negara bahwa wanita harus memiliki hak-haknya dan harus berjuang untuk itu. Dia harus menyakinkan orang-orang. Dia harus tidak menyerah, dia harus lakukan semua yang ia bisa.” [Kunci rahasia sukses ada di Injil Yohanes 15:7]

”Jika saatnya tiba ketika saya harus memilih antara Islah (kelompok Islam Yamen, dimana ia beranggota) dan goal-goal dari revolusi, saya akan memilih Revolusi,” kata Tawakul. Dilain waktu ia berkata, ”(Saat) ini adalah waktu titik balik dari masa kegelapan menuju terang,”
Baca: TIME.com: The Arab Spring’s Nobel Laureate Says the Revolution Isn’t Over

Waris Dirie. Lahir 1965 di Somalia. Pejuang anti-penyunatan wanita (anti female genital mutilation, anti-FGM sejak 1997; Debutnya: Ambasador PBB untuk Pengurangan FGM, mendirikan tiga yayasan untuk tujuan yang sama untuk dunia dan negaranya sendiri. Ia telah mendapat 8 penghargaan untuk perjuangannya ini.
Namanya berarti Bunga Gurun atau Desert Flower. Perjuangan Waris membebaskan wanita Muslim dari harga diri ”sekedar tanah bajakan kaum pria” menjadi wanita yang seutuhnya didasari dari pengalaman dirinya sendiri. Di Somalia dan negara-negara Afrika tertentu, sudah menjadi tradisi masyarakat untuk menyunatkan anak-anak perempuan mereka sejak masa kanak-kanak. Jenis penyunatan ini terbagi menjadi tiga, namun pada intinya adalah membuang pembangkit nafsu sex (libido) dari wanita yang disunat, ini seperti pengebirian pada pria. Di negara terkebelakang penyunatan ini dilakukan tanpa anaesthesia (pengebalan) dan tanpa alat-alat yang steril, yang bisa menyebabkan infeksi dan berakhir pada kematian. WHO memperkirakan 100-140 juta wanita sedunia telah mengalami nasip buruk tersebut, 92 jutanya ada di Afrika. Waris adalah satu diantara mereka.

Ketika ia berusia 13 tahun. Ayahnya berkehendak menikahkan dia dengan pria berumur 60 tahun dengan imbalan mendapat 5 unta sebagai hadiah nikah. Warid melarikan diri dari desanya ke Mogadishu melalui padang gurun. Pergi ke London bersama pamannya yang terpilih bekerja di kedutaan Somali untuk Inggris. Belajar menulis dan membaca Inggris. Di London, Waris baru menyadari apa arti sesungguhnya bagi seorang wanita, seperti dirinya, yang mengalami penyunatan clitoris tersebut. Fotografer terkenal menjadikan Waris top model. Ia berdiri di depan mimbar PBB di hadapan tokoh-tokoh penting dunia, meminta mereka mendukung perjuangan melawan penyunatan kemaluan wanita di Afrika. Di abad 21 ini banyak negara Afrika telah melarang praktek FGM ini secara hukum, namun sayangnya praktek gelap masih berlangsung.

Bukunya yang terkenal: Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad. Biografi Waris Dirie juga sudah di filmkan berjudul ”Desert Flower.” Saya sudah melihat film ini, bagus untuk ditonton oleh remaja putri dan orang tua.
Baca:

Nasima Bareen; Afganistan.  Pemimpin RAWA.
Orang Afganistan lebih takut kepada para pemimpin Taliban daripada President mereka. Kelompok Taliban tidak hanya mengontrol stabiltitas negera, bahkan ia mengontrol kehidupan pribadi wanita Afganistan.  Mordernisasi, dan hiburan, seperti musik adalah haram bagi pengikut Taliban, termasuk juga pendidikan sekolah umum untuk para wanita. Taliban tidak segan-segan menghukum wanita dewasa dimuka umum.  Tidak terhitung berapa banyak sekolah telah ditutup dan dibongkar oleh mereka.

Pernah suatu kali pemimpin Taliban mengeluarkan pernyataan bahwa para isteri harus siap selalu melayani napsu sex suami mereka.  Tidak ada pria Afganistan yang berani menentang kemauan para Taliban tersebut, president pun tidak punya kuasa atas mereka.

Nasima Bareen bangkit membela kaumnya. Ia menggerakan aksi wanita turun kejalan dengan speaker pengeras. 250 wanita turut serta dengan Nasima menyerukan perlawanan atas penindasan hak-hak asasi wanita yang dilakukan oleh para Taliban.Pesan utamanya, “Kami ingin menunjukkan kepada para fundamentalist [Islam] bahwa para wanita dapat bertarung untuk hak-hak mereka!” Tentu ada harga yang para wanita ini harus bayar, mereka diserang oleh sekitar 300 Taliban dengan tongkat besi dan lemparan batu. Sebagian dari mereka harus masuk rumah sakit.

Keberanian Nasima Bareen ini seperti suatu tamparan bagi para pria moderat Afganistan. Keberanian Nasima membela kaumnya mengingatkan saya akan Debora dan Barak di Alkitab; Debora (nabi perempuan yang menjabat sebagai hakim) harus memimpin perang oleh sebab Barak takut. Baca Hakim-hakim pasal 4.
Baca: Police restrain Taliban attacking RAWA procession

Parvin Darabi; Lahir 1941 di Iran. Doktor dalam Elektronika, Businesswoman, penulis dan pembela hak-hak wanita.
Ia telah memiliki perusahaan elektronik untuk keperluan angkatan laut sebelum terjun ke dunia Sosial. Karir sosialnya diawali di tahun 1994, kakak kandungnya Homa Darabi, bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri di lapangan terbuka untuk menentang pemerintah Revolusi-Islam Iran dan agama Islam secara keseluruhan.

Dr. Parvin menyatakan banyak hukum Islam sangat merendahkan wanita dan penyebab kemiskinan; diantaranya: memadamkan sama sekali orang yang berpendidikan, satu diantara beberapa penyebab melalui pernikahan kontrak, yang menurut Dr. Parvin sebagai ”pelacuran yang ditetapkan secara agama.” Kemiskinan dan penderitaan adalah satu-satunya yang dibawa oleh Republik Islam Iran.
Bukunya: Rage Against the Veil.

Reem Asaad, Arab Saudi. Penulis dan advocate hak-hak wanita.
Tidak mudah menjadi seorang wanita di Arab Saudi. Hukum Islam begitu kuat mengendalikan para wanita, lebih ketat dibanding di Iran. Mereka dilarang mengemudikan mobil, lebih lagi pakaian dalam mereka (BH dan celana dalam) hanya dapat dibeli oleh para penjual pria (sebab wanita dilarang berada di luar rumah tanpa didampingi suami, atau seorang sanak family pria). Tidak jarak muka mereka menjadi merah oleh sebab ‘nasehat atau saran’ yang diberikan oleh penjual pria tersebut. Tidak jarang suami mereka menjadi cemburu, namun para suami tidak bisa berbuat banyak, hukum agama telah menetapkan hanya pria yang boleh berdagang.

Reem Assad pernah ribut mulut dengan penjual pakaian dalam wanita, oleh sebab Reem membuka paket plastik untuk melihat isinya. Keributan sempat menjadi perhatian pedagang-pedagang di sekitarnya pemilik.
Melalui peristiwa ini, ia mulai mengadakan aksi protes nasional. Melalui Facebook, ia mengadakan kampanye “melarang pria menjual pakaian wanita” dan “wanita jangan membeli pakaian dalam yang dijual oleh pria.” Kampanyenya didukung oleh para wanita Saudi. Akhirnya tahun lalu raja Abdullah mengeluarkan hukum “disetiap toko yang menjual barang wanita haruslah ada satu karyawan wanita.” Menghadapi perlawanan para pemimpin agama, ia berpegang kepada hukum yang dikeluarkan raja, “Hukum ada disana, saya tidak perlu melakukan perubahan apapun, saya membangkitkan opini masyarakat.”
Kampanye ini sedikitnya telah menghasilkan 20.000 lapangan pekerjaan bagi wanita di Saudi.
Baca:

Laila Paaitae Daoh, Muslim Thailand. Activist Hak Asasi Wanita dan perdamaian.
Perang panjang antara pemerintah Thailand dan kelompok Pejuang Kemerdekaan Patani (PKP), sebuah kelompok Islam (di Thailand selatan) telah menelan ribuan jiwa di kedua belah pihak. Gerakan PKP ini persis seperti Gerakkan Aceh Merdeka, ingin memisahkan diri dari negara kesatuan Thailand. Laila berdiri menjadi juru damai di antara dua pihak yang bertikai. Namun perbuatan Laila ini dipandang oleh Pejuang Islam di Thailand sebagai ’pendukung pemerintah,’ Harga perjuang wanita Islam ini dibayarnya dengan harga mahal, tahun 2004 putranya yang tertua dibunuh PKP, lalu tahun 2006 suami dan putra kedua juga dibunuh. Dan pada 12 Maret 2009, seorang saksi mata melihat seorang pejuang Islam menembak ibu penegak hak asasi wanita dan perdamaian di siang bolong. Ia segera dilarikan ke RS, namun ibu ini meninggal satu hari berikutnya.

Brad Adams, Direktur Human Rights Watch untuk Asia, meresposi tewasnya Laila P. Daoh ini sebagai kehilangan besar bagi perdamaian di Thailand, “Pembunuhan sadis atas Laila adalah bagian dari usaha kelanjutan dari para pemberontak untuk mengintimidasi dan menyerang orang-orang Muslim yang menolak pemberontakan atau ada mendukung pemerintah Thailand. Kematian beliau adalah kehilangan yang serius bagi mereka yang mencoba menemukan pemecahan damai pada konflik di Selatan (Thailand).
Baca: Thailand: Insurgents Target Leading Muslim Woman Activist

Taslima Nasreen / Nasrin. Lahir 1962 di Bangladesh. Sarjana kedokteran, Pembela hak asasi wanita. Penulis puisi. Mendapat dua gelar penghargaan untuk jasanya di bidang kemanusia.
Bangladesh adalah pecahan dari negara Pakistan. Sebagaimana umum diketahui orang Hindu dan khususnya Kristen sangat teraniaya di negara Bangladesh, juga sama hal nya di Pakistan.
Taslima terlahir sebagai orang Islam, di negara yang mayoritas beragama Islam. Pengalaman masa remajanya yang pahit, dimana dua pamannya dan pria-pria lainnya telah melakukan tindakan kekerasan sex terhadap dirinya, dan sebagai seorang dokter klinik ia sering kali menangani gadis-gadis korban pemerkosaan dan ketakutan para ibu yang tidak melahirkan bayi laki-laki bagi suaminya, dan ditambah penderitaan masyarkat bukan-Islam yang tertindas oleh orang-orang yang seagama dengan dirinya telah membuat dia bangkit dan meneriakan suaranya ‘di atas atap-atap rumah.’

Titik klimak ‘kemarahan’ Taslima atas ketidak adilan ini tertulis pada bukunya ”Lôjja(bahasa Banggali, artinya Malu) terbit tahun 1993, bercerita tentang seorang keluarga Hindu yang dianiaya oleh orang-orang Muslim.

Sejak terbitnya buku   Malu (Lôjja) ini, hidupnya berubah. Ia mengalami serangan fisik, bukunya dilarang terbit. Beberapa organisasi Islam membuat fatwa atasnya, menjanjikan hadiah besar bagi siapa yang dapat membunuh Taslima, mereka bahkan mengancam pemerintah akan mengirimkan ribuan ular berbisa ke ibukota jika Taslima tidak dieksekusi.

Ia hidup dipengasingan sejak 1994 oleh sebab keberaniannya membela yang teraniaya dan membongkar tirani agama. Karya tulisnya di larang beredar dan Ia dilarang masuk dibanyak negara oleh karena ia melawan arus political correctness yang dianut oleh banyak politikus.
Taslima telah menulis 30 buku puisi, dan banyak artikel. buku-bukunya telah diterjemahkan kedalam 20 bahasa. Situs Taslima: Taslimanasrin.com

Marjane Satrapi. Lahir 1969 di Iran.  Direktur film (animasi) Persepolis. Filmnya mendapat penghargaan Academy Awards 2008 untuk katagori  Best Foreign Langguage Film.

Tumbangnya president Shah Palevi ditangan Ayatollah  Komeini (pemimpin Revolusi Islam Iran), bagi kebanyakan orang Iran seperti pindah dari rumah pribadi ke dalam kamp konsentrasi. Kebebasan berpendapat dan hidup bebas berakhir sejak itu, para wanita harus memakai tutup kepala dan jika mungkim berpakaian hitam, dan tidak boleh ada di taman umum seorang diri lagi.

Marjane Satrapi, memprotes kungkungan agama yang ketat ini melalui penanya. Ia menulis buku, tentang dirinya sendiri. Dan protesnya ini menjadi terkenal ketika ia memfilmkan isi bukunya tersebut.
Persepoli adalah sebuah film yang mengharukan namun juga disertai rasa humor yang tinggi. Isi film: Kisah seorang keluarga yang memperjuangkan kebebasan di masa pemerintahan Revolusi Islam Iran, ketika mereka sadari bahwa tekanan pemerintah Iran semakin kuat, mereka mengirim Marjane ke Eropa, keluar dari negara Iran.

Persepoli sungguh sebuah film kritik yang menggugah hati penontonnya; memberi kesadaran betapa pentingnya memelihara kebebasan dengan hati yang benar, tidak membiarkan itu berada di bawah tirani (agama, politik) namun juga   tidak berlebihan, seperti ‘kuda lepas kandang’ (anarkis). Yeshua memberi penuntun yang sangat bijaksana tentang kebebasan yang sebenarnya, pada Injil Yohanes 8:30-59.

Wafa Sultan, Lahir 1958 di Syria. Dokter ahli jiwa (Psychiatrist), Penulis, Pejuang hak-hak asasi.
Lahir dan dibesarkan dari keluarga beraliran Islam Alawite (cabang dari Islam Shia). Titik perubahan hidupnya berawal di tahun 1979, ketika ia sedang mendengarkan kuliah kedokteran dari dosennya, Professor Yusef al-Yusef. Sepasukkan pemuda bersenjata api dari Muslim Brotherhood, membunuh dosennya dengan ’ratusan peluru’ disertai dengan teriakkan ”Allahu Akbar!” di hadapan para mahasiswanya. Ketika ibu ini pindah ke California, USA, ia mulai aktif menulis artikel-artikel berbahasa Arab dan bahkan menulis tiga buku, juga berbahasa Arab.

Ibu Wafa mencela keras sikap orang-orang Islam yang dua muka, di negara Barat meminta persamaan hak, namun di negara mereka sendiri, mereka memperlakukan masyarakat bukan-Islam sebagai masyarakat kelas rendah. Ia juga mengeritik penolakan mereka atas hak dan martabat orang Yahudi, sementara itu menikmati kemajuan science dan ilmu teknologi orang Yahudi.

Ia telah juga menerbitkan buku berbahasa Inggris: A God Who Hates;  The Courageous Woman Who Inflamed the Muslim World Speaks Out Against the Evils of Islam.

Ketenaran namanya di dunia politik Islam, telah membawa ia ke Belanda, memberi kesaksian pada pengadilan Geert Wilders, pembuat film Fitnah, pemimpin partai politik Belanda.

Pinar Ilkkaracan, Turkey; Aktivist Hak-hak asasi wanita. Peneliti dalam bidang  psychotherapy dan political science. Pernah mendapat penghargaan Gruber Prize for Women’s Rights dari Peter and Patricia Gruber Foundation di tahun 2007 untuk jasanya memimpin hak-hak asasi wanita pada tingkat internasional.

Sejarah dunia mengenal Kamel Artatuk, pemimpin Turkey yang sangat moderat, namun pemimpin yang sekarang telah membawa wanita Turkey pada kontrol pria.
Pinar pernah menjadi direktur exsekutif dari organisasi Wanita untuk Hak-hak Asasi Wanita-New Ways (Women for Women’s Human Rights (WWHR)-New Ways selama 12 tahun (1994-2006). Jerih payahnya yang tidak mengenal lelah telah menghasilkan sebuah reformasi yang besar dalam hukum pemerintah Turkey di dalam melindungi hak asasi wanita.

Ia juga pernah mengadakan konferensi  se Asia Tenggara membahas tentang sex dan hak asasi di dalam masyarakat Islam di Jakarta di Jakarta. Itu merupakan konferensi pertama untuk masalah tersebut.
Pinar tidak takut di dalam menyuarakan pendapatnya, Pernyataan Mr. Erdogan, PM Turki, tentang larangan aborsi dan caesarean (kelahiran melalui bedah) dalam Islam, ditentangnya dengan kalimat ”kedua hal tersebut tidak ada hubungannya dengan Islam. Itu jelas Islam mengijikan aborsi.” [Alkitab melarang aborsi]

Majalah Newsweek juga pernah memasukkan nama Pinar ke dalam daftar “150 Women who shake the World.”
Baca:

Isik Abla, Turki. Penyiar Program TV Kanal Hayat
Lahir dari sebuah keluarga Islam yang kuran hormonis, membuat Isik semakin mencari Penciptanya, namun nasip buruk masih mengikutinya, ia mendapatkan seorang suami yang fanatik, menjadikan Isik seorang yang siap berjihad.

Saat ia pindah ke Amerika, suatu peristiwa yang penting telah merubah cara pikirnya. Dan melalui suatu proses yang tidak mudah akhirnya ia menemukan jati dirinya sendiri dan menjadi penyiar TV kerohanian yang terkenal di kalangan orang-orang Turki. Program Televisi yang di pimpin oleh Isik mendapat balasan yang sangat positif dari komunitas Turki yang tinggal di luar negeri seperti Iran, Irak, Afganistan, Kuwait , Dubai dan juga Rusia dan Swedia.
Baca: Isik wanita dari Turki: “Saya telah siap menjadi pembom bunuh diri!”

Mungkin Anda tertarik untuk melihat pahlawan-pahlawan wanita lainnnya, seperti:

Bacaan menarik lainnya:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Irak: Al-Qaeda menterror Islam Shia, 107 tewas


Suatu serangan terror yang terencana merusak ketentraman 13 desa dan kota di Irak pada hari Minggu 22 July. Kebanyakan yang terbunuh adalah tentara-tentara keamanan negara. Sedikitnya 107 meninggal dunia dan 216 luka-luka.

Sedikitnya lima mobil bom mentargetkan kota Kirikuk, wilayah-wilayah Islam Shia di Bagdad juga diserang dengan bom. Di desa Udaim, sepasukan terrorist dengan 3 mobilnya tiba di komplek militer menembaki para tentara, 13 tewas.

Laporan mengatakan kebanyakkan dari korban adalah tentara-tentara keamanan – yang nampak telah menjadi target utama serangan berdarah Minggu itu.

14 polisi juga tewas; post-post pemeriksaan mereka diserang dengan mobil-mobil bom dan dikabarkan juga bahwa rumah-rumah polisi pun telah menjadi sasaran.

Serangan datang setelah beberapa hari sebelumnya pemimpin Al-Qaeda Irak, Abu Bakr al-Bagdadi mengumumkan akan merebut kembali kekuasaan yang di ambil oleh pemerintah Islam Shia dari tangan Islam Sunni (Saddam Hussein).

Menurut Associated Press, Abu Bakr pada rekaman suara yang dimuat pada situs Al-Qaeda menyatakan bahwa “Mayoritas Sunni di Irak mendukung al-Qaeda dan sedang menantikan kembalinya.”

Komentar: Jika benar agama Islam adalah jawaban bagi dunia; membawa keberadaban dan kemakmuran seperti yang sering di dakwakan oleh para imam dan pengkotbah Islam,  sekali lagi dunia internasional bertanya: Mengapa Islam radikal membenci pendidikan dan stabilitas, yang keduanya merupakan sumber essensi dari terciptanya suatu negara yang beradab dan makmur?

Di Syria, President Assad (Islam Shia) sedang diserang oleh ‘pasukkan pembebasan Syria’ dan kelompok pemberontak lainnya, yang semuanya adalah Islam Sunni, dan negara-negara Arab (Sunni) adalah penyokong keuang mereka (gaji dan pembelian senjata). Adakah orang yang menyangkal bahwa perang di Syria adalah perang antara Islam Shia versus Islam Sunni?

Referensi:

Bacaan berkait:

Makanan Tahir/ Halal (diperbolehkan) dan Najis/ Haram (dilarang) menurut Firman Elohim (Allah)


Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Malachi 3:6)

Beberapa tahun lalu seorang bertanya tentang sikap saya terhadap masalah makanan haram (najis atau jijik), dan belakangan ini Eropa sedang meributkan penyembelihan daging cara agama, kata ”makanan haram” dari mesin google terdapat lebih dari 3 juta links (6 July 2012), terbukti ini suatu perkara yang penting bagi orang Indonesia. Oleh sebab itu ada baiknya saya menulis artikel yang membahas makanan tahir dan najis tersebut.

Latar belakang pemikiran. Nilai-nilai moral berubah sesuai dengan perubahan budaya dan tradisi, standard ukuran pun memiliki perbedaan untuk sebuah masalah yang sama tergantung dimana bangsa itu tinggal.

Oleh sebab itu, jika kita melihat suatu permasalahan dengan kaca-mata budaya dan tradisi lokal, tidaklah perlu heran bahwa artikel yang membahas suatu makanan adalah halal (diperbolehkan untuk dimakan) dan lainnya halal (dilarang untuk dimakan) memiliki standard yang berbeda-beda. Mempermasalahkan suatu makanan halal dan haram tidaklah berbeda dengan mempermasalahkan apakah perbuatan homosex dihalalkan atau diharamkan, atau hidup polygami halal atau haram. Hal ini juga sama persis dengan masalah jihad.

Jika kita melihat ketiga hal ini dengan kaca-mata budaya, maka masalah halal dan haram hanyalah masalah budaya lokal, tergantung di negara mana kita tinggal.  Babi haram di negara Israel dan dunia Islam, itu halal di negara Barat dan masyarakat Cina di Asia; homosex halal (diperbolohkan, dan bahkan telah disahkan secara hukum untuk negara-negara tertentu) di Barat, namun haram di negara Islam; Hidup poligami halal di negara Islam, namun itu haram di negara Barat. Berjihad, seperti bom bunuh diri, menterror orang yang tidak setuju dengan Islam dengan senjata adalah halal dalam ajaran Islam, namun itu haram di Barat dan di negara-negara Asia pada umumnya.
50 derajat Celsius normal bagi orang Timur Tengah, namun itu dapat mematikan orang Scandinavia, sebaliknya suhu 5 derajat Celsius adalah hangat bagi orang Scandinavia, namun itu ekstrim dingin bagi orang Timur Tengah.

Standard suatu kebangsaan memiliki nilai yang berbeda dengan standard kebangsaan lainnya. Namun dimanapun kita tinggal, dokter memiliki standard yang sama mengenai suhu badan normal manusia, yaitu berkisar antara 36 derajat Celsius. Lewat dari dua derajat kita dinyatakan demam, kurang dari dua derajat dinyatakan flu atau kurang sehat. Elohim telah menciptakan manusia dengan temperatur tubuh yang sama. Firman-Nya berkata, ”bahwasanya Aku, YAHWEH tidak berubah.” Jika kita ingin memiliki standard moral yang baku maka kita harus memakai standard YAHWEH, Elohim yang telah menciptakan kita. Apakah kata Firman-Nya tentang makanan haram dan halal, Alkitablah acuaan yang akurat. Standard agama dan budaya hanya berlaku untuk kebangsaan, namun bila Anda dan saya ingin hidup kudus sesuai standard Kerajaan Sorga, maka kita harus memakai standard firman YAHWEH, Alkitab.

I. Penetapan Elohim atas makanan tahir (halal) dan najis (haram)
A. Sebelum jaman Adonai Yeshua Ha Mashiah. Penetapan suatu makanan adalah halal dan haram sama sekali tidak dimulai oleh nabi Muhammad (570-632 AD; 52 tahun), perkara ini bahkan telah ditetapkan sebelum nabi Musa (1571-1451 BC; 120 tahun). Penetapan tertua yang dicatat Alkitab tentang masalah ini datang kepada nabi Nuh (2948-1998 BC; 950 tahun), bapa dari segala bangsa yang hidup setelah seluruh manusia dimusnahkan YAHWEH dengan air bah, tertulis,

Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kau ambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan YAHWEH kepadanya. (Kej 7:1-5). Perintah ini datang ketika nabi Nuh berumur 600 tahun (Kej 7:6).

Menarik untuk diingat, bahwa Habel, generasi pertama Adam dan Hawa, mempersembahkan korban bakaran kepada YAHWEH binatang gembalaan halalnya, domba, bukan babi guling (Kej 4:4) .

Penjelasan dari binatang yang halal (boleh dimakan) dan haram (dilarang dimakan) bagi umat-Nya, dalam hal ini bangsa Israel, terdapat pada kitab Imamat 11:1-47 dan Ulangan 14:1-20. Bangkai juga termasuk dalam daftar makanan najis/ haram.

Perintah tentang daging apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan diapit dengan kalimat: “sebab engkaulah umat yang kudus bagi YAHWEH, Ellohimmu.” atau diakhiri dengan kalimat ”Sebab Akulah YAHWEH, Elohimmu.”

Bangsa Israel sampai hari ini tetap melakukan perintah YAHWEH yang ditetapkan melalui nabi Musa, termasuk tidak memasak daging dalam air susu induknya (Ul 14:21); ekstrimnya mereka baru akan minum susu beberapa jam setelah makan daging.

Perhatikan baik-baik, daftar larangan makan daging najis/ haram tidak hanya daging babi, seperti yang diributkan oleh umat Islam, di dalamnya termasuk unta, tikus, anjing; binatang air tertentu (umumnya tidak bersisik), segala binatang merayap (ular, belut dan burung tertentu (umumnya pemakan bangkai, termasuk kelelawar). Daging Anjing, kucing dan kalelawar dapat menyebabkan penyakit rabies, E.Coli, Salmonella, hook worm dsb. Dr. Charlemange Calo berkata bukan saja daging anjing susah dicerna tubuh, lebih dari itu memasak tidak akan menlenyapkan virus yang ada di dalam daging anjing bagaimanapun lamanyanya itu dimasak.

Pertanyaan yang memerlukan jawaban orang beriman:

  • Bukankah larangan Elohim tentang makanan najis atau haram melibatkan binatang darat, udara dan laut tertentu, mengapa kita hanya meributkan ”tidak boleh makan babi” saja?
  • Jika larangan memakan daging tertentu di atas hanya untuk alasan kesehatan (fisik) atau sebagai ‘hukum kesehatan’ semata, mengapa Elohim (yang adalah ROH) memateraikan larangan-Nya tersebut dengan NAMA-Nya yang kudus? Lihat Im 11:44-45; Ul 14:1-2 dan 21.

B. Ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah (3 BC-31 AD) dan para rasul-Nya.
1. Mematahkan argument semua makanan tahir (halal).
Orang Kristen bukan-Israel, berkata bahwa larangan memakan makanan najis tersebut telah dicabut oleh Adonai Yeshua dan para rasul-Nya. Ayat yang umum dikutip untuk membela argumentasi ini adalah:

  • Perkataan Adonai Yeshua: Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. (Mark 7:18-19). Lihat juga Mat 15:11.
  • Perkataan Elohim kepada rasul Petrus dalam penglihatan roh: Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Elohim, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Kis 10:15)
  • Perkataan rasul Paulus: Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Mashiah. (Kol 2:16-17);  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. (1 Kor 6:12)

Dari ayat-ayat di atas, kita perlu dulu berpikir dan bertanya, seperti:

  • Apakah yang murid-murid Yeshua telah makan, sehingga orang-orang Farisi dan beberapa ahli Taurat komplain kepada Yeshua?
  • Apakah penglihatan rasul Petrus tersebut benar tentang makanan jasmani atau tentang orang bukan-Yahudi?
  • Benarkah rasul Paulus berkata bahwa orang Kristen bebas untuk makan dan minum yang mereka suka? Atau, benarkah ia berkata bahwa hukum dan perintah para nabi  (tentang makanan, minuman, menghormati hari Sabat) tidak berlaku lagi, sebab semuanya yang dahulu haram telah dihalalkan oleh Adonai Yeshua?

Melalui pembacaan dan penyelidikan Alkitab yang baik, ternyata ketiga ayat di atas tidak dapat dipakai sebagai argumentasi yang kuat bahwa ”larangan memakan makanan najis/ haram bagi umat Elohim telah dicabut Adonai.” Dengan kata lain ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa pengikut Adonai Yeshua (orang Kristen) boleh makan apa saja, sebab semuanya itu masuk ke jamban! Tidak sama-sekali!! Jika argument semua boleh dimakan sebab Alkitab berkata demikian adalah benar, maka Alkitab, khususnya Alkitab Perjanjian Baru akan penuh dengan kontradiksi!!! Marilah kita teliti ayat-ayat Alktiab tersebut.

a. Markus 7:18-19. Ketahuilah, 1. murid-murid Yeshua tidak memakan apa yang dilarang dalam kitab Musa! Mereka dikomplain oleh para rohaniwan Israel oleh sebab tidak mencuci tangan sebelum makan!! (Mar 7:1-4).  2. Adonai Yeshua menolak keras komplain para rohaniwan Israel yang berdasarkan tradisi nenek moyang, dan bukan berdasarkan Taurat (ay. 6-13). 3. Kalimat Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal (Mark 7:19). Jelas semua makanan tidak mengotori hati (jiwa) kita. Namun apa yang disebut ”semua makanan” tidaklah selalu baik untuk tubuh; seperti makanan yang mengandung formalin, minuman beralkohol, MSG, nikotin dan morfin dapat merusak bahkan membunuh kita. Racun dan binatang penyebar virus bukanlah makanan bagi umat Elohim, anugerah dan perlindungan Elohim tidak bisa dipakai untuk mencobai YAHWEH (Mark 16:18; Mat 4:7). Kesimpulan Markus ini haruslah kita pakai sesuai kontek, yakni makan sebelum cuci tangan tidak menajiskan orang beriman, tetapi yang keluar dari orang – semua hal yang jahat – yang menajiskan (ay. 20-22). 4. Tidak ada satu ayat pun yang menulis Yeshua pernah makan “segala sesuatu yang dinajiskan oleh Taurat sebab semuanya berakhir di jamban.” Sebaliknya banyak ayat yang menyatakan bahwa Yeshua sempurna di dalam melakukan seluruh perintah YAHWEH, Bapa-Nya. Bahkan jauh lebih sempurna dari para penganut ajaran Farisi dan semua guru-guru mereka.

Racun dan binatang penyebar virus bukanlah makanan bagi umat Elohim, anugerah dan perlindungan Elohim tidak bisa dipakai untuk mencobai YAHWEH (Mark 16:18; Mat 4:7)

b.  Kisah para Rasul 10:15. Siapakah rasul Petrus sangatlah jelas di dalam kitab Kisah para Rasul, dan juga kitabnya sendiri. 1. Cerita pada pasal 10 ini, adalah makna rohani, bukan makanan fisik, seperti tertulis, ”Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu.” (ay.17) dan setiba di rumah Kornelius, ‘orang najis / haram,’ tersebut Petrus berkata, ”Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Elohim tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (ay.34-35). Lihat juga Kis 15:7-92. Setelah peristiwa ini, Petrus tetap tidak memakan makanan yang dilarang oleh Taurat, bahkan ia masih sembunyi-sembunyi bergaul dengan orang Kristen bukan-Yahudi. (Gal 2:11-13).

Jika argument semua boleh dimakan sebab Alkitab berkata demikian adalah benar, maka Alkitab, khususnya Alkitab Perjanjian Baru akan penuh dengan kontradiksi!!!

c. Kol 2:16-17  dan 1 Kor 6:12. Perkataan singkat rasul Paulus pada jemaat di Kolose ini sering dipakai secara salah oleh guru-guru Kristen bukan-Yahudi, untuk menghapuskan seluruh perintah di Perjanjian Lama. Di sini Paulus sedang bicara tentang aturan-aturan makan dan minum berdasarkan tradisi Yahudi, yang Yeshua telah tegur. Ia sedang berbicara segala peraturan tata ibadah yang berhubungan dengan korban binatang sebagai penebus dosa yang tidak perlu lagi diikuti sebab Yeshua telah menyelesaikan dan menghapus itu melalui korban dari darah-Nya sendiri.

Paulus juga tidak menghapus perintah Sabat, dan meniadakan hari-hari Raya yang diperintahkan YAHWEH melalui para nabi-Nya. Pada Jemaat di Korintus ia sedang berbicara tentang perzinahan rohani (penyembahan berhala, pencuri, pemabuk dsb.) dan jasmani (pelacuran, percabulan) (ay.9-13).

Terlihat bahwa ketiga ayat di atas tidak dapat dipakai untuk membenarkan – atau menyulap – makanan najis/ haram menjadi tahir/ halal.

2. Hukum makanan tahir (halal) dan najis (haram) bagi Kristen bukan-Israel
Hasil sidang Para Rasul dan tua-tua Gereja di Yerusalem: Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” (Kis 15:28-29)

Hal-hal yang berhubungan dengan Sidang di Yerusalem:

  • Tujuan sidang ini menyelesaikan masalah harus-tidaknya orang Kristen bukan Yahudi di sunat (Kis 1-2).
  • Sidang ini terjadi jauh setelah peristiwa pertemuan Petrus dengan Kornelius (ay.6-7)
  • Untuk pembaca Muslim, Sidang ini terjadi setelah Yeshua (Isa al-Masih) terangkat ke Sorga, setelah rasul-rasul dipenuhi Roh Kudus, dan Paulus telah menjadi rasul untuk orang-orang bukan-Yahudi di Yunani. Sidang terjadi setelah petobat-petobat baru di Antiokhiah (Syria) disebut Kristen (Kis 11:26), 14 tahun setelah kunjungan Paulus ke Yerusalem sejak ia mengunjungi Kefas (Petrus) (Gal 1:18; 2:1-3).

Apa yang kita dapat dari hasil persidangan para rasul dan tua-tua Gereja di Yerusalem ini?
Orang-orang Kristen bukan-Yahudi mendapat beberapa keringanan di dalam menunaikan iman percaya mereka sebagai pengikut Adonai Yeshua Ha Mashiah, keringanan-keringan tersebut adalah:

  • Tidak perlu disunat secara lahiriah seperti orang Yahudi yang harus mengikuti perintah Musa. (ay.28)
  • Boleh memakan binatang apapun (termasuk babi, udang, keong, kodok, ular dsb.)
  • Ada makanan tertentu yang tetap harus dijauhi atau dianggap najis (haram) bagi orang Kristen bukan-Israel.

Ingat bahwa hal ini bukan berarti perintah YAHWEH telah dirubah, Yeshua tidak merubahnya, Ia berkata ”Kitab Suci tidak dapat dibatalkan” (Mat 5:17-48; Yoh 10:35), juga para rasul, termasuk rasul Paulus dan ribuan orang Kristen-Yahudi hidup sesuai Kitab Suci (saat itu tentunya Perjanjian Lama)! (Kis 21:19-24). Keputusan Sidang ini hanyalah sebuah keringanan atau anugerah dari Roh Kudus melalui para Rasul-Nya kepada orang percaya bukan-Yahudi (Kis 21:25). Sebab itu dikatakan ”Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik,” tidak dikatakan ”kamu berbuat benar” atau “sempurna.” Artinya, ”cukuplah kamu melakukan keputusan Roh Kudus dan kami tersebut, namun sangatlah baik jika kamu menuruti seluruh perintah Elohim yang tertulis di kitab Taurat, seperti kami lakukan.”  Keringanan mempraktekkan perintah Taurat bagi orang bukan-Yahudi bukanlah berarti Perintah Taurat dan para nabi telah dirubah, itu hanyalah menunjukkan  suatu bukti, dari banyak bukti lainnya, bahwa YAHWEH, Elohim Semesta Alam adalah Elohim yang hidup dan berkuasa atas seisi dunia.

Makanan dan perbuatan apa yang tetap harus dijauhi dan dipelihara oleh orang Percaya bukan-Yahudi:

  • Tidak memakan makanan yang TELAH dipersembahkan kepada berhala. Jika ALLAH Islam adalah dewa Bulan, ini berarti binatang yang disembelih oleh imam agama Islam dalam NAMA-allahnya tidak boleh dimakan oleh orang Kristen (1 Kor 10:27-28).
  • Tidak meminum atau memakan darah
  • Tidak memakan daging dari binatang yang mati tercekik, dibunuh dengan darah tetap didalamnya,
  • Menjauhkan diri dari percabulan
  • Memelihara hukum Sabat. Kalimat ”di tiap-tiap kota, sampai sekarang hukum  itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat,” (Kis 13:15) menyatakan bahwa Gereja Mula-mula, dimana para Rasul hidup, hari Sabat mingguan bukan saja dipelihara, tetapi mereka juga beribadah setiap hari Sabat tersebut di tiap kota Sampai hari ini Kristen-Yahudi tetap beribadah hari Sabtu; bukan hari Jumat atau hari Minggu.

Bila kita melihat seluruh ajaran Perjanjian Baru, tentu daftar di atas ini belumlah mendaftarkan semua hal yang harus orang beriman jalani, daftar di atas hanya menyangkut soal sunat daging dan makanan. Perintah utama apa yang belum disebut pada daftar ini? Anda benar! Hukum Kasih. Jawab Yeshua:

“Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, YAHWEH Elohim kita, YAHWEH itu esa.
Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mark 12:29-31). Ini adalah penjabaran dari 10 (Sepuluh) Perintah YAHWEH.

Hukum korban dihapuskan, namun hukum ibadah (vertikal) dan moral (horizontal) diperjelas, diawali dari “tertulis di loh batu” sekarang “tertulis di dalam hati.”

Pertanyaan yang memerlukan jawaban orang beriman:

  • Akankah kita mendasarkan iman, pengharapan dan kasih kita di atas fondasi tradisi nenek moyang atau di atas fondasi ajaran Yeshua dan para nabi serta rasul-Nya?
  • Apakah masalah makanan dan minuman jasmani lebih penting daripada masalah hati dan pikiran kita, sehingga kita lebih fokus menghakimi orang lain daripada mengawasi mata, telinga, jiwa dan hati kita sendiri?
  • Apakah kita lebih hebat dari Elohim, sehingga kita berani mengurangi, menambahi atau mengganti FIRMAN-Nya, yang Ia sendiri tidak pernah menggantinya?

Keringanan mempraktekkan perintah Taurat bagi orang bukan-Yahudi bukanlah berarti Perintah Taurat dan para nabi telah dirubah, itu hanyalah menunjukkan  suatu bukti, dari banyak bukti lainnya, bahwa YAHWEH, Elohim Semesta Alam adalah Elohim yang hidup dan berkuasa atas seisi dunia.

II. Jadi sekarang apakah yang orang Kristen bukan-Yahudi harus perbuat dalam hal makanan najis (haram) yang di larang oleh YAHWEH melalui para nabi dan rasul-Nya? Alkitab menulis beberapa hal tentang ini.

Meninjau. Kita telah lihat di atas bahwa hukum Taurat tidak dirubah, dan larangan memakan berbagai daging binatang najis/ jijik dimateraikan oleh NAMA-Nya dengan pesan, Sebab Akulah YAHWEH, Elohimmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah YAHWEH yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir (lambang perbudakan dosa) , supaya menjadi Elohimmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. (Im 11:44-45). Dan lagi, sebab engkaulah umat yang kudus bagi YAHWEH, Elohimmu (Ul 14:21). 

Saya, secara pribadi, yakin bahwa perintah YAHWEH ini bukan saja sekedar ’hukum kesehatan’ untuk mencegah umat-Nya terkena berbagai penyakit akibat binatang najis tersebut (tidak memamah biak, pemakan bangkai, pemakan debu) dan minum darah (ahli biologi sekarang tahu, meneguhkan apa yang nabi Musa tulis, bahwa dalam darah ada kehidupan, artinya memang kita hidup karena darah tersebut, tetapi itu juga berarti dalam darah hidup banyak bakteri, dan terdapat racun kimia. Tubuh kita adalah bait Elohim, kita harus pelihara, tetapi perintah ini lebih dari sekedar merawat “bait-Elohim.” Itu adalah perintah untuk menjadi serupa dengan DIA dan Putra-Nya, hidup di dalam gaya hidup Kerajaan Elohim, Kerajaan Sorga. YAHWEH ingin umat-Nya tampil beda dibanding dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal diri-Nya. Lihat Matius 5:45-48.  Juga nampak jelas dari firman-Nya yang diberi garis bawah pada kitab Imamat di bawah ini:

Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: … Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan. Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, YAHWEH, kudus dan . (Im 20:24-26).
Ayat ini mengingatkan kita pada perkataan Yeshua,
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:13-14). Perhatikan juga hal GARAM pada Markus 9:43-50 tentang hidup benar,  dan Lukas 14:25-35 tentang harga yang harus dibayar sebagai pengikut Yeshua.

Keingian Yesus kepada pengikut-Nya untuk mereka tampil beda dan menjadi faktor perubah lingkungan jelas sekali pada perkataan-Nya tersebut. Jika tidak ada perbedaan “gaya hidup” antara orang beriman dengan belum beriman, maka “keberadaan orang beriman” tersebut menjadi tidak ada gunanya, selain dibuang dan diinjak orang.

Rasul Petrus berkata kepada orang beriman dalam Yeshua, bahwa mereka adalah kaum imamat dari Kerajaan Sorga, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Pet 2:9)

Oleh karena Sidang para Rasul dan Tua-tua Jemaat di Yerusalem yang sedang kita bicarakan ini dibuat akibat dari keteguhan rasul Paulus (dan juga Barnabas rekannya), maka adalah adil dan bijaksana jika kita melihat tulisan rasul Paulus sendiri bagaimana Jemaat bukan-Yahudi harus hidup sehubungan dengan masalah makanan ini.

C.V. singkat Rasul Paulus. Ia seorang Farisi tulen (tidak munafik) dan dari faham garis keras (Kis 22:4-5; 23:6; 26: 4-5 dan Fil 3:4-6). Bukan saja sebagai pengikut, ia adalah ahli Taurat, murid dari Gamaliel, guru Taurat terkemuka saat itu (Kis 22:3). Setelah menjadi pengikut Yeshua, ia menentang dengan keras ajaran ”hidup di BAWAH perintah Taurat,” (Gal 2:19; Roma 6:14) dan menolak ajaran ”sunat lahiriah sebagai syarat keselamatan,” (Kis 15:1-2; Kol 2:11). Ia penyebab diadakan Sidang di atas (Kis 15:4-6). Pauluslah yang mengajar berharap akan masa Pengangkatan (Repture) sebelum masa Kesulitan (Tribulation) (1 Tes 4:13-18). Ia mengklaim ajarannya bukanlah dari dirinya sendiri, tetapi perintah dan ilhaman dari Yeshua Ha Mashiah (Gal 1:11-12, 15-16; 1 Kor 1:17; 7:10;) dan dari hamba-hamba-Nya yang lain (Kis 26:6-7).

Nasehat rasul Paulus, rasul dan soko guru bagi Jemaat Kristen mula-mula bukan-Yahudi
1. Kebebasan orang beriman tidak boleh membuat orang lain jatuh kedalam dosa

Bacalah 1 Korintus pasal 8 seluruhnya. Ia berkata pengetahuan rohani kita haruslah disertai kasih kepada Elohim  untuk mencapai standard kita dikenal oleh Elohim (ay.1-3). Sesungguhnya makan makanan bekas persembahan berhala sekalipun, Paulus berkata, tidak apa-apa – tidak menajiskan tubuh orang beriman yang memakannya, bagaimanapun Paulus mengingatkan, ”apa untungnya itu bagi orang lain yang melihatnya, yakni bagi orang Kristen yang masih terikat dengan berhala)”? Paulus sebagai rasul bagi orang bukan-Yahudi, dan hidup di Yunani, tentunya ia terbiasa melihat kuil-kuil berhala, seperti di Efesus, Athena lebih lanjut menyatakan,apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku. (ay.13). Paulus menyadari, jika kebebasannya – bukan hanya soal makanan dan minuman saja, tetapi juga perbuatan lainnya (1 Kor 10:31) – membuat orang jatuh dalam dosa, maka pada hakekatnya ia (sebagai pengikut Ha Mashiah) berdosa terhadapat Ha Mashiah (ay.12).

Kebebasan yang dari YAHWEH haruslah tidak menghasilkan dosa, jika hasilnya adalah dosa, maka itu adalah kebebasan palsu. Hubungan bahkan pernikahan homosek bebas di Barat, Polygami bebas di dunia Islam, namun keduanya itu menyebabkan syak dalam hati orang lain (beriman maupun atheis)  dan dapat menyebabkan oran lain tersandung ke dalam dosa, maka keduanya adalah praktek dari kebebasan palsu, pelakunya berdosa terhadap Ha Mashiah.

Paulus (dan juga para rasul dan tua-tua) yakin bahwa memakan makanan yang telah di persembahan kepada berhala adalah penjalinan hubungan rohani antara orang yang memakannya dengan roh-roh jahat yang bersangkutan, Paulus tidak mau hal ini terjadi. (1 Kor 10:20-21).

2. Berhati-hatilah dengan kebebasan dan anugerah yang Elohim telah berikan
Bacalah 1 Korintus pasal 10 seluruhnya.

  • Waspada terhadap kebebasan yang membawa kepada penyembahan berhala
  • Belajarlah dari umat Israel, Paulus berkata, sekalipun mereka Umat Pilihan, namun karena menjadi penyembah berhala, pencabul dan kejahatan lainnya, mereka tewas dan tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian. Penyembahan berhala ini adalah “makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria” (ay.7). Ia mengutip Kejadian 32:5-8, dimana YAHWEH menewaskan mereka, sekitar 3000 orang saat mereka berpesta pora memuaskan napsu kedagingan dan menyembah berhala dengan ”memakai NAMA-Nya.” (ay.5, 8).
  • Pakailah kebebasan kita untuk membangun Jemaat dan menyenangkan Elohim.

Bagi Kristen bukan-Yahudi, Jemaat Korintus adalah orang Yunani, ”Segala sesuatu diperbolehkan,” itu benar, Ia merefer kepada hasil keputusan Sidang para Rasul dan tua-tua Yerusalem di atas, namun ada hal perlu diperhatikan:

  • Bagi pelaku yang ingin memakannya, bertanyalah: apakah itu berguna dan membangun tubuh Ha Mashiah (Kristus)? Apakah hal itu menguntungkan saudara seiman kita?
  • Mungkin ada orang yang berkata: Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?” (ay. 29-30)

Paulus memberi beberapa alasan: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, (1) lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Elohim. (2) Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Elohim. Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, (3) supaya mereka beroleh selamat. (ay. 31-33)

3. Surat Paulus kepada kedua pihak Jemaat (Yahudi dan bukan-Yahudi) yang ada di Roma; Roma pasal 14.
a. Kepada orang Yahudi, termasuk bukan-Yahudi, yang  makan sesuai aturan Torah atau Taurat:

  • janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Elohim telah menerima orang itu (ay. 3)
  • Lakukanlah aturan makan Torah tersebut dengan disertai ucapan syukur kepada Elohim dan demi untuk YAHWEH (ay. 6)

b. Kepada Kristen bukan-Yahudi, termasuk Yahudi, yang makan sesuai aturan Hasil Keputusan sidang Para Rasul dan Tua-tua di Yerusalam (Kis 15:28-29):

  • Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan (ay. 3)
  • Makanlah itu (semua daging apapun, kecuali yang dilarang) demi untuk YAHWEH (ay. 6)
  • tidak ada sesuatupun yang najis … Namun jika saudaramu dibuat sedih oleh karena makanan, maka kamu tidak lagi hidup di dalam kasih. Janganlah melalui makananmu engkau membinasakan orang itu, yang ganti dia Kristus (Ha Mashiah) telah mati. (ay. 14-15; ILT).
  • Janganlah menghancurkan pekerjaan Elohim sehubungan dengan makanan. Sesungguhnya, segala sesuatu itu (merefer kepada semua daging, kecuali diluar yang diperintahkan Roh Kudus dan para Rasul di atas) tahir, tetapi jahatlah bagi seseorang yang makan hingga menjadi sandungan. Adalah baik (Baiklah engkau; ITB) untuk tidak makan daging, atau minum anggur (wine), atau apa pun yang olehnya saudaramu tersandung atau terjerumus atau menajadi lemah (iman percayanya kepada YAHWEH) (ay. 21; ILT)

Nasehat Paulus di sini, sederhananya adalah:
“Anda makan atau tidak makan daging tertentu (kecuali yang tetap dilarang di Kis 15:28-29), lakukanlah semuanya untuk YAHWEH, sebab kita semua adalah milik YAHWEH” (ay. 8).
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!  atau terjemahan dari bahasa Aram Peshitta-nya: Karena itu marilah kita tidak lagi menghakimi seorang terhadap yang lain; tetapi sebaliknya ada berpandagangan ini: bahwa engkau hendaknya tidak pernah menaruh sandungan pada perjalanan saudaramu. (… that you should never place a stumbling-block in the way of your brother); GLT) (Romans 14:13)

4. Paulus memberi teladan kepada kita sebagai pengikut Ha Mashiah
Pasal 9 yang diapit oleh pasal-pasal tentang kebebasan makan ini, Paulus menyatakan siapa dirinya  dan sikap hidupnya tentang “kebebasan hidup,” termasuk makanan, kepada Jemaat yang ia nasehati ini:

Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yeshua, YAHWEH kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam YAHWEH? (ay.1). Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. (ay. 15).

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

  • Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.
  • Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
  • Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Elohim, karena aku hidup di bawah hukum Mashiah, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (ay. 19-21)

 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. … Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (ay. 25-27)

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Mashiah. (1 Kor 11:1)

Kesimpulan:

  • Perintah Taurat tidak pernah dihapus oleh Elohim, termasuk soal makanan tahir (halal) dan najis (haram). Yang dihapus hanyalah praktek-praktek ibadah yang berhubungan dengan pengorbanan binatang sebagai penghapus dosa.
  • Sejak Sidang para Rasul dan tua-tua Jemaat di Yerusalem, orang Kristen bukan-Yahudi mendapat keringan di dalam soal makanan, mereka diperbolehkan memakan daging apapun kecuali yang tertulis pada hasil Sidang tersebut. Dimana juga sunat jasmaniah atau lahiriah tidak diwajibakan lagi dilakukan untuk menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah.
  • Keputusan ini bukanlah dibuat atas perintah Paulus semata, melainkan keputusan Roh Kudus dan para hamba-Nya yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Sidang ini terjadi sedikitnya 17 tahun  setelah hari Pentakosta (lihat Galatia 1:15 sampai 2:9).
  • Kebebasan dan keringan ’boleh memakan daging apapun’ bagi orang Kristen bukan-Yahudi adalah kebebasan yang bertanggung jawab, baik bagi diri sendiri terlebih bagi orang lain yang melihat kehidupan orang beriman, dan itu harus disertai sikap hati untuk mengasihi Elohim.
  • Kebebasan dan keringan kita dalam hal apapun – bukan saja soal makanan dan minuman – haruslah tidak membawa syak bagi orang lain, terlebih lagi tidak boleh menyebabkan orang lain terjatuh kedalam dosa.
  • Ikutilah teladan rasul Paulus, yang siap menyangkal hak dan kebebasan dirinya sendiri demi kemulian Elohim dan supaya orang-orang lain diselamatkan.

Saya tutup artikel ini dengan ucapan nasehat dari rasul Paulus dan Adonai Yeshua Ha Mashiah
Rasul Paulus kepada Kristen bukan-Yahudi: Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. YAHWEH sudah dekat! Damai sejahtera Elohim, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yeshua Ha Mashiah. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:5.7 dan 8)

Adonai Yeshua Ha Mashiah kepada kelompok orang yang kaku pada aturan agama, ketika Ia dikeritik ”mengapa Ia bergaul dengan orang berdosa, najis (haram), mengutip perkataan nabi Hosea (Hos 6:6), Ia berkata: Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:13)

Kiranya Elohim yang Mahakudus dan Mahapengasih memberkati kita semua. Anggur Baru

Bacaan yang lebih penting daripada mempermasalahkan makanan jasmani:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Komisi penyelidik skandal sex anak Roma Katolik di Belanda dipertanyakan


Peringatan: Artikel ini ditulis untuk memurnikan umat Kristen dari cacat dan noda, jika ada orang yang memakai artikel ini secara sengaja untuk menyesatkan orang Kristen (terutama) dan orang lain (secara umum), yakni menyebabkan mereka menjadi semakin jauh dari iman mereka akan YAHWEH dan Putra-Nya, Yashua Ha Mashiah, yakni iman Kristen yang bersumber dari Alkitab, maka penyesat tersebut bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Uni Eropa (European Union), dibangun oleh gereja Roma Katolik, Vatikan, namun di abad 21 ini, negara-negara yang tergabung di dalam Uni Eropa semakin berani membongkar kejahatan penguasa mereka. Jerman, Irlandia dan sekarang giliran Belanda menyingkap kemeja rok  dari ibu dari wanita-wanita pelacur yang mengendarai mereka (Wahyu 17)

Wim Deetman, ex-menteri kabinet Belanda yang diangkat menjadi ketua Komisi penyelidikan skandal sex gereja Roma Katolik di negara Belanda kredibilitas laporannya diragukan oleh media.

Pada tahun 2010 di Belanda dibentuk suatu badan independent  yang disebut ”komisi penyelidik pelanggaran sex Roma Katolik di Belanda.” Bertujuan meneliti kejahatan sex yang telah dilakukan oleh institusi-institusi Katolik di Belanda terhitung sejak  tahun 1945 (Perand Dunia II) sampai 1981.

Laporan Komisi. Komisi penyelidik dalam laporan tertulisnya (1200 halaman) yang berdasarkan 18 bulan penelitian menemukan banyak hal. Diantarnya:

  • Uskup Katolik Philippe Bär bertugas di Rotterdam antara 1983-1993  dan para orang penting lainnya bertanggung jawab atas sejumlah besar pemerkosaan yang terjadi di tahun 1980an.
  • Komisi melaporkan (Radio Netherlands Worldwide, 16 Agustus 2011) bahwa para biarawan Roma Katolik bertanggung jawab atas meninggalnya 34 anak laki-laki di awal tahun 1950 di perawatan mental Saint Joseph, Limburg. Tingkat kematian di tempat tersebut bertambah di 1952, 1953, dan 1954. Itu tidak jelas mengapa tingkat kematian turun setelah 1954. Semua kasus tersebut adalah laki-laki berumur 18 tahun  kebawah. Rumah mental ini di jalankan oleh gereja Katolik sampai tahun 1969, sebelum diambil alih oleh the Daelzicht foundation.
  • Wim Deetman, dalam laporannya (Guardian tertanggal 16/12/2011) mengatakan ribuan anak-anak menderita akibat permerkosaan (sexual abuse) di institusi-institusi Katolik Belanda. Jumlah korban berada antara 10.000 dan 20.000 anak.
  • Komisi telah mengenali sekitar 800 orang (imam, pendeta, karyawan) yang pernah bekerja di gereja Roma Katolik Belanda. Sekitar 105 dari pelaku masih hidup.
  • Laporan tersebut menyatakan para pemimpin Katolik telah gagal menghentikan penyebaran pemerkosaan ”untuk mencegah skandal-skandal.”
  • Yang sangat disesali oleh komisi ini ialah Roma Katolik melihat para pekerjanya tersebut hanya sebagai ”penghianat” gereja dan bukan sebagai ”pelanggar hukum.”

Kredibilitas Laporan Komisi dipertanyakan. Laporan Mr. Deetman di atas dinyatakan oleh koran Guardian sebagai “tidak menyentuh dasar dari skandal pemerkosaan atau membuka semua kengerian (horrors) yang telah terjadi di belakang pintu-pintu gereja Katolik di negara Belanda.”

Joep Dohman, jurnalis dari koran NRC Handelsblad, baru-baru ini melaporkan hasil penelitiannya untuk kasus serupa di atas. Jurnalis ini menulis tentang seorang murid pria yang dikebiri secara paksa di klinik psikiatri Katolik setelah ia melaporkan ke polisi  (tahun 1956) kasus pemerkosaan yang di lakukan oleh seorang biarawan Katolik Belanda terhadap dirinya. Dengan menuduh korban sebagai homosex, remaja pria ini dikebiri secara paksa. [Maling teriak maling]. Pengebirian paksa sejenis juga telah terjadi kepada sedikitnya 10 (sepuluh) teman kelas dari korban yang juga telah mencoba membongkar kasus pemerkosaan.

Ahli-ahli sejarah Belanda, bersaksi dipengadilan, bahwa gereja Roma Katolik secara aktif melakukan kebiri baik bagi pria-remaja maupun dewasa antara 1950-1960. Pengebirian terkadang dilakukan sebagai sebuah hukuman di dalam doktrin Roma Katolik [Fakta: pengebirian adalah praktek umum gereja Roma Katolik yang sudah berlangsung ratusan tahun khusunya bagi mereka yang ingin menjadi pendeta. Larangan menikah bagi pemimpin rohani tetap berlaku di gereja Katolik sampai sekarang di seluruh dunia, baca online buku 50 years in the church of Rome].

Politikus Senior telah terlibat. Tetapi Dohman telah menemukan sesuatu yang lebih penting lagi, Guardian menulis. Dia menemukan bahwa laporan Mr. Deetman gagal menyebutkan seorang figure politikus, yang telah mencoba menyelamatkan Gregorius (tertuduh utama) dan para pria Katolik yang tertuduh dari Harreveld.

Figure politikus tersebut adalah Mr. Victor Marijnen, ex-Perdana Menteri Belanda dan sekaligus anggota pimpinan Partai Masyarakat Katolik (KVP). Partai KV ini dikemudian bergabung dengan partai-partai Protestant membentuk partai Kristen Demokrat (the Christian Democrat  disingkat CDA). Mr. Deetman berasal dari partai ini. [Inilah alasannya mengapa Oikumene tidak dianjurkan bagi orang-orang Kristen Protestant dan Injili2 Kor 6:13-18 ]

Mr. Marijen juga pernah menjadi wakil-pemimpin dari badan perlindungan anak Katolik Belanda, dan – langsung kesasaran- direktur dari penginapan sekolah Katolik Harreveld. Ia, atas nama para pemerkosa tersebut, menulis surat kepada Ratu Belanda untuk memaafkan mereka.

Radio Nederland New menyimpulkan, ”Itu sekarang menjadi jelas bahwa kritik-kritik adalah benar ketika mereka komplain bahwa sebuah komisi peneliti yang dibuat oleh gereja [Katolik] tidaklah mampu atau tidak akan dapat, mencapai dasar dari skandal pemerkosaan. Hanya parlement mampu  memenuhi tugas ini. Dan mungkin saksi pertama yang dipanggil untuk bersaksi dibawa hukum haruslah ada Wim Deetman sendiri.”

Kasus skandal di atas adalah kasus-kasus pengaduan setelah 1980, kasus-kasus laporan yang lebih tua dikatakan telah dihancurkan.

 

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog