Kesaksian K.H. Hamran Ambrie – Dari Pejuang Islam menjadi Pemberita Injil Yeshua Ha Mashiah


Namun sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami, kami adalah tanah liat, dan Engkaulah Penjunan kami, dan kami semua adalah karya tangan-Mu. (Yesaya 64:8)

Catatan dari Redaksi: Bagaimana bisa seorang Muslim yang sejak tahun 1936 sudah terlibat dalam gerakkan Anti-Kristianiti, salah satu dari ketua editor majalah Islam bernafaskan Jihad dan 1962 terlibat di dalam perancangan pembentukan Negara Islam di Indonesia, namun ujung perjalanan hidupnya berpindah haluan 180 derajat – menjadi pemberita Injil bagi Yeshua Ha Mashiah? Injil Markus 9:23 adalah jawabanya!
Dari seluruh tokoh Islam Indonesia yang berpindah menjadi Pengikut Yeshua Ha Mashiah, almarhum Kyai Haji Hamran Ambrie, sepanjang pengetahuan saya, adalah tokoh Islam yang paling puncak baik dari sisi pendidikan Islamnya dan terlebih lagi dari sisi perjalanan panjang karirnya sebagai salah satu pendiri dan pengurus organisasi Islam Muhammadiyah dan guru Islam. Perpindahannya ke Kristianiti telah membuat tokoh-tokoh Islam di Indonesia, Malaysia dan Mesir telah berkorespodensi secara langsung dengan beliau. Setelah ia dan seisi keluarganya di baptis selam (26 Desember 1969) sekalipun, dunia Islam Indonesia tetap mempertanyakan kebenaran berita perpindahan iman beliau, sehingga akhirnya beliau sendiri membuat sebuah “surat terbuka” kepada mereka (6 Mei 1972) untuk meredahkan berita yang simpang-siur tersebut.

Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936, saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen …,” Hamran Ambrie menulis mengaku kesalahnya.
Pada kesaksian ini pembaca Muslim akan mendapat jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan klasik dan fundamental dari Kuran dan Hadis berbahasa Arab, dan dikuatkan oleh Alkitab, contoh:
Apa sesungguhnya ”Mahaesa,” apakah doktrin tritunggal berarti polytheism?
Apakah sesungguhnya Yeshua ”anak” Elohim (Yesus anak Allah)?
Apa yang sesungguhnya kitab-kitab suci katakan tentang kematian dan kebangkitan Yeshua?
Apa artinya Yeshua adalah Adonai (Tuhan)?

Gaya penulisan: Artikel ini adalah kesaksian lengkap almarhur K.H. Hamran Ambrie dari buku ALLAH SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA HIDUP BARU DALAM KRISTUS. Khusus untuk ayat-ayat Alkitab, untuk membantu pembaca agar bisa mengerti isi Alkitab lebih sempurna maka redaksi memakai Alkitab Indonesia Literal Translation (ILT) sebagai ganti ITB yang dipakai di buku kesaksian; ILT memakai manuskrip yang lebih umum dipakai oleh Gereja-gereja mula-mula, tambahan Anda juga akan menemukan kata: YAHWEH ganti TUHAN, dan Elohim ganti Allah (the God); Saya memakai kata Yeshua ganti dari Yesus (Isa), serta Ha Mashiah ganti dari Kristus (al-Masih).
Kutipan dari kitab-kitab suci Islam (Kuran dan Hadis) diberi warna hijau, sedangkan kutipan dari Alkitab warna biru. Kalimat dalam kurung siku […] dan garis bawah berasal dari redaksi
Salam damai dan selamat membaca. Anggur Baru.

Baca lebih lanjut

Bagaimana Muslim fundamental melihat bulan suci Ramadan?


Bulan Ramadan, bulan ke sembilan dalam Kalender Islam, dikenal oleh seluruh Makna puasa yang benar Muslim di dunia sebagai bulan berpuasa. Berpartisipasi dalam berpuasa dibulan Ramadan adalah satu dari lima tugas utama (dikenal sebagai “5 pilar Islam) bagi setiap Muslim. Bulan Ramadan adalah pantulan nyata penyembahan bersama di seluruh dunia Islam. It ditandai tidak hanya oleh rasa keagamaan tetapi juga oleh penekanan yang besar atas ikatan sosial dan kekeluargaan.
Di bulan puasa Ramadan, Muslim didorong secara doktrin dan nurani untuk lebih mendekat kepada Pencipta mereka, itu adalah minggu-minggu yang suci dan indah untuk Muslim mencari kehendak Allah di dalam diri mereka. Itulah sebabnya mengapa bulan Ramadan disebut dalam dunia Islam sebagai ”bulan suci Ramadan.”
Pada bulan Ramadan, para Muslim dianjurkan untuk menjauhkan diri mereka dari makanan, minuman, aktivitas sex dan merokok. Bagaimana dengan aktivitas terror (misalnya: menganiaya kelompok minoriti), terlibat konflik berdarah dan perang, bolehkan Muslim terlibat di dalam hal-hal yang demikian pada bulan suci Ramadan tersebut?

Baca lebih lanjut

Surah 5:68-69 “Sesungguhnya kalian tidak beragama dengan benar kecuali JIKA …”


Berani berpikir kritis Apa yang sesungguhnya Kuran katakan pada surat Al-Ma’idah (Surah 5) ayat 68 dan 69? Apa yang sesungguhnya Allah nyatakan kepada Muhammad, sebagai nabinya tentang ”agama yang benar” yang menghasilkan pahala ”kesenangan surga pada hari kiamat” pada ayat-ayat tersebut?

Baca lebih lanjut

Filipina: Pedeta terbebas dari penculikan Negara Islam Khalifah FPIM


Pendeta Daniel Mindanao diculik MILF-Negara Islam Filipina terbebasMindanao, Filipina – Penculikan-penculikan, pemenggalan-pemenggalan dan pemerkosaan. Semua tindakan-tindakan ini dilakukan oleh Negara Islam Khalifah (NIK) menginpirasikan kejahatan melampau (wilayah) Timur Tengah, yang paling baru di Afrika, Sekarang pengaruh mereka mengancam orang-orang Kristen di Asia Tenggara.
Setelah para militan NIK membantai tentara Irak musim panas lalu, dunia menyadari ancaman NIK yang bertambah. Terrornya menyebar dari Syria dan Irak, ke Libya and bagian-bagian lain Afrika dimana Boko Haram dari Nigeria baru-baru ini mengabungkan diri dengan NIK.
Tambahan untuk laporan-laporan operasi ini di Pakistan dan Afganistan, dan sekarang pengaruh NIK sedang menjangkau sejauh Fillipina.
Para militan Islam yang ingin menguasai Mindanao, Filipina yang organisasinya bernama Fron Pembebasan Islam Moro (FPIM; Moro Islamic Liberation Front, or MILF) sekarang mengikuti ideology NIK, termasuk menghancurkan gereja-gereja, menculik dan membunuhi oang-orang Kristen.
Menculik Pendeta.
Musim gugur yang lalu, pendeta Daniel dan dua anggota keluarga lainnya diculik oleh sekelompok orang Islam dari FPIM.
Dalam sebuah interview yang eklusif, pendeta Daniel menjelaskan penculikannya kepada CBN NEWS.
“Ketika dua pria menangkap saya, saya ada sebuah handuk mengelilingi leher saya,” ia berkata. “Seorang dari militan Islam mengambil handuk tersebut dan berkata kepada ku, “Kami akan pakai ini untuk menyeka darah dari lehermu.”
Mereka mengambil pendeta Daniel ke kamp mereka dimana ia bertermu seorang terrorist Islam terkenal dikenal sebagai Komandan Tokboy. Tokboy berkata ia akan memenggal penginjil tersebut karena memimpin suku-suku setempat kepada Ha Mashiah.
“Saya katakan kepada dia, bahwa saya hanyalah menolong suku-suku tersebut. Tidak ada yang salah dengan mengkotbahkan Injil sementara melayani mereka,” Daniel mengutip ulang. “Dia berkata, setiap orang yang membawa Injil Yeshua Ha Mashiah dan meninggikan Elohim Israel adalah musuh kami.”
“Saya sadar beberapa tentaranya menggali sebuah lubang di depan ku. Saya mendengar seorang bertanya, “Apakah Anda pikir ia akan cocok dengan ini?,” dan meneruskan pekerjaannya.
Jadi, saya tahu kuburan tersebut adalah untuk diriku. Inilah, inilah waktuku untuk meninggal.”

“Setiap orang yang membawa Injil Yeshua Ha Mashiah dan meninggikan Elohim Israel adalah musuh kami.” Komandan Tokboy FPIM*

Dan Pendeta Daniel berkata bahwa Komandan Tokboy membuka indentitas aslinya.
”Tokboy bertanya, ’Kamu tahu siapa saya? Saya adalah pemimpin NIK di kepulauan Mindanao. Pemerintah Filipina telah memburu saya untuk waktu yang lama,” Daniel mengutip pernyataan Tokboy kepada CBN News
“Kemudian ia menunjukkan saya bendera NIK yang terkibar di kamp tersebut. Saya juga melihat dokumen-dokumen yang memiiki sebuah bendara NIK pada huruf awalnya.”

Mempercayai Elohim untuk sebuah mujizat
Keluarga Daniel dan teman-temannya berdoa sebagaimana siksaan berlanjut. Putrinya yang berusia 10 tahun, Carol, ada di antara mereka. Gadis ini berkata kepada CBN News bahwa ia telah mempercayai Elohim untuk membebaskan ayahnya dari kematian.
“Kami berdoa berdasarkan Yohanes 15:7 untuk ayahJikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya,” Carol berkata.
Esok paginya, Kamandan Tokboy menerima sebuah panggilan telpon yang mendesak.
”Tokboy memberikan telpon genggam tersebut kepada ku dan sebuah suara besar pada sisi lain bertanya, ”Apakah kamu pendeta Daniel?”
”Saya berkata, ya benar.”
”Apakah kamu tahu bahwa hari ini adalah tanggal kematianmu?”
Saya jawab, ya jika Yeshua Ha Mashiah menhendaki itu, hari ini adalah hari ku.”
Lalu suara di telpon tersebut berkata, ”Kamu beruntung, kami menyelamatkan kehidupanmu. Kamu tidak akan pergi mati hari ini.”

Pulang kerumah dengan sebuah peringatan
Daniel pulang kerumah dengan sebuah peringatan: berhenti menginjili orang-orang suku. Ia sekarang hidup di bagian lain dari Mindanao.
Jurubicara Menteri Luar Negeri Charles Jose berkata ke CBN News penculikan tidaklah berarti NIK menambah jejakkan kakinya di selatan Filipina
”Kami tidak sungguh yakin mereka sungguh NIK, ia berkata, dan menambahkan, ”Mungkin mereka hanya melompat ke gerbong yang sama (seperti Boko Haram join NIK awal tahun ini). Kebanyakan mereka terlibat dalam bandit dan penculikan untuk aktivitas-aktivitas tebusan.”

Bagaimanapun, pemerintah Filipina sedang dalam penelitian laporan-laporan bahwa orang-orang yang direkrut NIK memang menerima latihan di sebuah pedalaman desa tidak jauh dari kota Zamboanga.
Meskipun pengalaman kematiannya yang dekat dan kemungkinan ia akan diculik kembali, Daniel melanjutkan menyebarkan Injil kepada orang-orang suku Mindanao.

Iman yang lebih besar
”Kejadian tersebut mengajar saya untuk tidak takut kepada kematian. Saya telah melihat kuasa Elohim, Yeshua telah membebaskan saya dari kematian dan itu telah membuat saya lebih berani untuk melayani Elohim sebab saya telah melihat kuasa-Nya.”
“Kami tidak tahu dimana menemukan ayah, tetapi Elohim tahu dimana menemukannya,” Carol berkata, dan menambahkan, ”Adonai telah membawa ia keluar dari kamp tersebut. Adonai telah menjawab doa-doa kami. Elohim sungguh baik bagi keluarga kami!”

*) Komandan FPIM ini dengan jelas menyatakan bahwa ajaran Islam bertentangan dengan ajaran Yeshua Ha Mashiah yang terdapat di dalam Inil, Alkitab Perjanjian Baru, dan Allah yang disembahnya bertolak belakang dengan YAHWEH, Elohim Israel. Untuk mengerti pernyataannya, silahkan baca kesaksian para mantan-Islam:
Mark A. Gabriel
Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah
Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti
Kesaksian Ibrahim Muslim Kosovo beriman pada Yeshua Ha Mashiah
Umat Islam, Jangan baca Alkitab!

Referensi: Pastor Escapes ISIS-Inspired Kidnapping by Gary Lane (7 April 2015)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Professor Faouzi Arzouri: “Apakah Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?”


“Elohim bukalah manusia sehingga Dia berdusta; juga bukan seorang  anak manusia sehingga Dia menyesal! Apakah setelah Dia berfirman dan tidak melakukannya, dan setelah berbicara maka Dia tidak menegakkannya?” Kitab Torah vol 3, pasal 23:19; Kitab Bilangan

Professor Faouzi (David) ArzouniKata Pengantar dari penterjemah
Artikel ini diterjemahkan dari pelajaran yang diberikan oleh Professor Faouzi suatu studi banding Kuran dan Alkitab dalam sebuah video; linknya tersedia di bawah. Menyadari bahwa ada banyak orang Muslim Indonesia sekalipun mampu menghafal isi Kuran berbahasa Arab, tetapi sangat sedikit dari mereka yang mengerti dari apa yang mereka mampu afal, dan mengingat tidak semua orang Indonesia mengerti bahasa Inggris, maka untuk keuntungan mereka pelajaran dari Professor Faouzi ini saya terjemahkan. Kiranya baik orang Islam maupun bukan Islam dapat mendapat berkat rohani dan pengertian dari terjemahan pelajaran ini. Professor Faouzi, dari ayat-ayat Kuran bahasa Inggris di video ini – nampaknya – memakai Kuran versi terjemahan Inggris versi Yusuf Ali, saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia secara literal, sedekat mungkin. Untuk memeriksa ulang ayat-ayat yang beliau kutip Anda bisa membandingkannya dengan 4 versi Kuran online lainnya di sini: Parallel Qur’an Translations
Catatan kaki ditambahkan oleh penterjemah. Salam sejahtera, moderator Senjata Rohani, Anggur Baru

Bahasan:
1. Apa Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?
2. Kesaksian Kuran tentang Alkitab
3. Para Komentator Islam menilai Alkitab (Abdullah ibn Abbas, al Tabari, Fakhruddin al-Razi, Ibn Taymiyyah, dan DR. Saeed Abdullah)

1. Apa Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?
”Ini adalah suatu masalah yang sungguh-sunguh serius,” Professor Faouzi[1] memulai pengajarannya, ”sebab ini menuduh Elohim bahwa Dia tidak mampu apa yang Dia sebut diri-Nya sendiri Penuntun, Pembelas kasihan bagi umat manusia yang mana Torah, Mazmur, Imbiat dan Injil telah dinyatakan kualifat di dalam Kuran. Mengatakan bahwa Alkitab telah dikorupsi adalah suatu tuduhan yang sangat serius, itu tidak hanya menentang apa yang telah Kuran ajar, bahkan komentator-komentator Kuran yang lebih awal telah bersaksi tentang Kitab-kitab yang lebih awal bahwa tidak ada tuduhan sedemikan tersebut.”
Apa yang Kuran telah katakan? Kuran tidak berkata tentang adanya korupsi tulisan Alkitab. Kuran berkata ada beberapa orang telah melakukan tahrif (memalsukan, merubah), tertulis pada Al-Imran 3:78 – ”There is among them a section who distort the Book[2] with their toungues …(Ada diantara sebagian dari mereka yang mendistorsi Alkitab dengam lidah-lidah mereka). Yang berarti, ada sedikit orang-orang Yahudi dan Kristen yang hidup di jaman Muhammad telah mencoba megkorupsi Alkitab dengan lidah mereka. Ayat surah ini menyelaskan bentuk alami dari tahfrif (memalsukan, merubah) yang sedang dibicarakan. Mereka ini mengkorupsi Alkitab dengan lidah mereka. Jadi korupsi dengan lidah ini adalah tahrif il-mahne, yakni “merubah arti.” Di sini tidak ada pertanyaan tentang tahrif il-lafzi (perubahan tulisan).
”Karenanya, professor Faouzi berkata, hi Muslim, janganlah berpikir dan bahkan berkata apa yang tidak ada di Kuran!”
2. Kesaksian Kuran tentang Alkitab
Beberapa halaman Kuran tidaklah masuk akal jika tulisan Alkitab benar telah dipalsukan, contoh: Al-Ma’ida 5:68”Say: ”O People of the Book![3] Ye have no ground to stand upon unless ye stand fast by the Law, the Gospel, and all the revelation that has come to you from your Lord.” (“Katakan: O Orang-orang Penganut Alkitab! Kalian tidak ada tempat untuk berdiri kecuali kalian berdiri teguh pada Kitab Torah, Injil, dan semua pewahyuan yang telah datang kepada kaBukti Untuk Firman Elohim Yang Tidak berubah Professor Faouzi Arzounilian dari Adonai kalian.”)
Ini tidaklah masuk akal jika Alkitab telah mengalami tahrif il-lafzi yakni perubahan dari teks.
Pada Al-Ma’ida 5:47 tertulis,  “Let the People of the Gospel judge by what Allah hath revealed therin.” (Biarlah Orang-orang Penganut Injil ( atau Orang Kristen) dihakimi oleh apa yang Allah telah nyatakan di dalamnya) Pernyataan ini juga tidak mungkin jika teks (Alkitab orang Kristen) tersebut telah dikorupsi.
Juga tertulis pada Yunus 10:94 perkataan Allah kepada Muhammad – ”If thou wert in doubt as to what We have revealed unto thee, then ask those who have been reading the Book from before thee.” (Jika kamu ragu atas apa yang Kami telah nyatakan kepadamu, maka tanyakanlah kepada mereka yang telah membaca Alkitab sebelum kamu.) Ayat ini jelas tidak masuk akal sama sekali jika Alkitab yang dimiliki oleh orang Yahudi dan Kristen telah dikorupsi.
Kuran sendiri menyertakan bahwa orang bisa memutar balikan arti teks (Alkitab) namun tidak bisa menyebabkan hilangnya teks tersebut, seperti tertulis di Yunus 10:64 – “There is no changing the Word of Allah that is the Supreme Triumph.” (Tidak ada perubahan Firman Allah itu adalah Kemenangan Besar tersebut). Ini suatu teks pernyataan yang sungguh tegas, bahwa tidak ada perubahan, tidak ada kemungkinan merubah Firman Elohim sejak Torah aslinya, and Mazmur dan Injil. Mereka haruslah ada dijaga dan tetap selamanya. Pernyataan “itu adalah Kemenangan Terbesar tersebut” menceritakan kepada kita dengan jelas bahwa kemenangan terbesar Elohim adalah bahwa Dia mampu menjaga Firman-Nya.
3. Para Komentator Islam menilai Alkitab
Pernyataan Alkitab telah dikorupsi tidak didukung oleh para Komentator mayoritas Islam. Kita mulai dengan Komentator Islam mula-mula
Abdullah ibn Abbas (618-687 AD), ia adalah satu dari beberapa orang yang menyertai Muhammad, dan sekaligus saudara sepupunya dan bisa dianggap saksi mata ajaran Islam Mula-mula. (Muhammad meninggal dunia 632 AD)
”the word tahrif signifies to change a thing from its original nature; and there is no man who could corrupts a single word of what proceeded from God so that the Jews and Christians could corrupt only by misrepresenting the meaning of the word of God.” (kata tahrif menandakan kepada perubahan sesuatu dari alam aslinya; dan tidak ada seorangpun yang telah dapat merusak/ mengkorupsi sebuah firman yang telah datang dari Elohim, sehingga para orang Yahudi dan para Kristen tidaklah mampu mengkorupsi hanya karena salah menghadirkan arti dari Firman Elohim tersebut). – Recorded by Imam Bukhari[4] (p.117, line 7), quoted in A Dictionary of Islam by T.P. Hughes, (Kazi Publication, 1994) p.62
Ibn Abbas menyatakan hal yang sama di tempat lain, “They corrupt the word” means “they alter or change its meaning.” Yet no one is able to change even a single word from any Book of God. The meaning is that they interpret the word wrongly” (“Mereka mengkorupsi Firman” berarti “mereka membuat beda atau merubah artinya.” Namun tidak seorangpun mampu merubah bahkan satu kata dari sebuah Kitab Elohim apapun. Arti dari itu adalah bahwa mereka menginterpretasi Firman tersebut secara salah”). – Al-Bukhari, Kitab Al-Tawheed, Baab Qawlu Allah Ta’ala, “Bal Huwa Qur’aanun Majeed, fi lawhin Mahfooth – (the Book of the Oneness of God, the Chapter of Surat Al-Borroj) (no.85).
Juga Tafsir Ibn Kathir megutip pernyataan Ibn Abbas, kutip. “As for Allah’s books, they are still preserved and cannot be changed.” (Sebagaimana untuk kitab-kitab Allah, mereka (kitab-kitab tersebut) adalah tetap terpelihara dan tidak dapat ada dirubah.”)Abridged, Vol 2, Parts 3,4 & 5.
Di sini Ibn Abbas menyatakan bahwa perubahan itu adalah perubahan arti (melalui lidah), bukan perubahan tulisan.

Sekarang kita melihat kepada komentator lainnya, al Tabari (838-923 AD).[5]
”They alter its meaning (ma’nabu); that is they change its direction, and its meaning to another meaning.” (“Mereka merubah artinya (ma’nabu); itu adalah mereka merubah tujuannya, dan artinya ke arti lainnya.”);  Tabari, Jami al-Bayan, I, 368
Meskipun Tabari sendiri termasuk orang yang menentang orang Yahudi dan Kristen, namun secara luar biasa bahwa ia tidak pernah satu kalipun menuduh kedua kelompok tersebut pernah mengkorupsi teks Alkitab.

Fakhruddin al-Razi (865-925 AD), “There is no statement to indicate that they take a particular word (tilka al-lafzab) out of the Book. … is impossible if the speech of God has been made manifest to a large number of people like the manifestation of the Qur’an.” (“Tidak ada pernyataan untuk menunjukkan bahwa mereka mengambil sebuat kata tertentu (tilka al-lafzab) keluar dari Alkitab. … adalah tidak mungkin jika perkataan Elohim telah dibuat nyata kepada sejumlah besar orang seperti pernyataan Kuran.”) Razi, al-Tafsir, 11, part 3,134
Di sini Fakhruddin menyatakan bahwa karena Torah, Mazmur dan Injil telah tersebar ke banyak orang dalam referen bahwa ketiga Kitab Suci ini telah diberikan oleh Elohim sebagai petunjuk, terang dan kemuran dari Elohim bagi seluruh umat manusia maka tidaklah mungkin menggantinya tanpa tidak diketahui [, dengan kata lain: kita bisa membandingkan manuskrip-manusikrip tertentu tersebut dengan lainnya yang telah diterjemahkan  ke dalam berbagai bahasa, misalnya: Yunani, Aram, Etophia, Latin, Inggris dan Arab dan bahasa lainnya]

Ibn Taymiyyah (1263-1328 AD) berbicara tentang Alkitab ia menulis, “… in the world there are true (sahih) copies, and these remained until the time of the Prophet (Muhammad). Whoever says that, after the Prophet (pbuh), all copies have been corrupted, he has said what is manifestly false. There is nothing in the Qur’an to indicate that they altered all copies.” (“… di dunia ada salinan-salinan authentik, dan semua ini tetap sampai masa Nabi (Muhammad). Siapapun yang berkata, setelah Nabi (pbuh), semua salinan telah dikorupsi, maka yang dia telah katakan adalah nyata salah. Tidak ada di Kuran untuk menunjukkan bahwa mereka merubah semua salinan-salinan.”). Ibn Taymiyya, al-Tafsir al-Kabir, I, 209
Dari semua komentator Islam di atas, Professor Faouzi Arzouri berkata lebih lanjut, sekarang pertanyaannya adalah “Darimana para Muslim modern sekarang ini mendapat pemikiran bahwa Alkitab telah dipalsukan?” Ia menjawab: ”Itu berasal dari tulisan Ibn Khazem (meninggal 1064 AD).”[6]

Yeshua Ha Mashiah: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

Jadi berdasarkan uraian Professor Faouzi Arzouri dia atas, yakni bahwa ”Kuran dan para komentator Kuran Islam mula-mula ternyata tidak pernah satu kalipun menulis bahwa tulisan Alkitab telah dipalsukan atau dikorupsi,” ia menutup kesimpulannya dengan mengutip penyataan kesimpulan dari seorang professor Islam dari Australia, Saeed Abdullah dan sebuah nasehat penting bagi para Muslim:
[a]“… the reverence the Qur’an has shown them at the time should be retained even today. [b.] Many interpreters of the Qur’an, from Tabari to Razi to Ibn Taymiyya and even Qutb, appear to be inclined to share this view: The wholesale dismissive attitude held by many Muslims in the modern period toward the scriptures of Judaism and Christianity do not seem have the support of either the Qur’an or the major figures of tafsir.” ([a] “… referensi tersebut yang Kuran telah tunjukkan mereka pada saat itu haruslah telah ada dipertahankan bahkan hari ini. [b] Banyak interpreters Kuran, dari Tabari ke Razi ke Ibn Taymiyya dan bahkan Qutb, muncul untuk ada bersandar pada pembagian keyakinan ini: Sikap meremehkan yang besar sekali yang dipegang oleh banyak orang Muslim di periode masa kini terhadap Kitab-kitab berfaham Yahudi dan Kristianiti tidak memiliki dukungan baik Kuran atau tokoh-tokoh besar tafsir),” DR. Saeed Abdullah, professor of Islamic Studies, Melbourne University, menyimpulkan.
“Hari ini sahabatku, meskipun Anda mendengar suatu kata dari Ulama, siapapun yang mengaku seorang pakar Kuran, Anda harus berjalan pada terang yang telah dibangun dan dipercayai dalam Islam mula-mula dan para figur penafsir (Kuran) mula-mula, khususnya pada Ibn Abbas yang adalah saksi mata, sahabat dan menghormati Muhammad yang berkata bahwa Firman Elohim tidak dapat dirubah,” Professor Faouzi Arzouni berkata menasehati.
Bacaan menarik lainnya:

Referensi:

Catatan Kaki:
1. Professor Faouzi atau David ialah seorang Libanon lahir dan besar di Sinegal dari latar belakang Islam Sunni, sekalipun ia sendiri adalah bekas penganut Islam Shia. Ia lulusan Theologia dari Bethany Bible College di California. Ia bersama isterinya Linda telah melayani di Afrika Barat selama 37 tahun; 16 tahun di Ivory Coast dan 21 tahun di Maali. http://www.arzouni.com/
Kesaksian perjalanan hidupnya bagaimana ia menemukan Jalan yang Benar bisa dibaca pada Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah
2. “The Book” adalah terjemahan Kuran dalam bahasa Inggris untuk kata ”Alkitab”
3. “The People of the Book” di Kuran merefes kepada Orang-orang Yahudi dan Kristen yang berpegang kepada Alkitab sebagai Kitab Suci mereka.
4. Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Ismail al-Bukhari (810-870 AD) , ia orang Persia kelahiran Khorasan (Uzbekistan modern). Ia penulis Hadis “Sahih al-Bukhari”. Hadisnya terkenal sebagai hasil karya yang terasli/ authentic (sahih, bhs Arab) dari seluruh hadis.
5. Al Tabari dikenal sebagai penulis tafsir Kuran pertama setelah Muhammad meninggal dunia
6. Siapakah Ibn Khazem dan alasan apa ia telah membuat pernyataan ”Alkitab telah dikorupsi” silahkan baca Why do Muslims believe the text of the Bible has been corrupted?  dan ini Tahrif  dan yang lebih spesifik: Can we trust the Gospels? By Hans Wijngaards MHM

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Islam: Klaim dan Fakta – Benarkah isi Kuran sempurna dan terjaga?


Dan Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, ”… Tuliskanlah, karena perkataan-perkataan ini adalah benar dan dapat dipercaya. Dan Dia berkata kepadaku, ”Sudah jadi! Akulah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Bagi siapa yang haus, Aku akan memberikan dengan cuma-cuma dari sumber air kehidupan” Wahyu 21:5-6

Ketika Kristen dan Muslim bicara tentang ketuhanan, sangat sering Muslim mengklaim Kuran adalah kitab yang sempurna dan tidak berubah, sebaliknya menuduh Alkitab telah dikorupsi atau dipalsukan. Untuk keuntungan – terutama – bagi umat Islam yang tidak memiliki kesempatan untuk membaca buku-buku dan artikel-artikel (khususnya yang berbahasa Inggris) maka artikel ini dibuat, dengan tujuan umat Islam dan juga setiap pembaca boleh memiliki tambahan pengetahuan dan pengertian tentang sejarah agama Islam dan isi kitab Kuran dan kaitannya dengan kitab-kitab suci orang Yahudi dan Kristen. Lebih dari itu keharmonisan hidup antara ke duanya tetap terjaga, setiap perbedaan pendapat dapat dipecahkan melalui diskusi sehat.
Elohim Yanghidup dan Mahapenyayang memberkati kita semua. Salam sejahtera, Anggur Baru

Beberapa contoh klaim Kuran dan para pemimpin Islam tentang Kuran:
Surah 15:9 – “Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Pesan / Pengingat, dan, sesungguhnya, Kami akan menjaganya.
”Tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya, Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan … Hanya ada satu versi Kuran … yang dihafal dalam bahasa Arab aslinya oleh para Muslim di seluruh dunia. (Saheeh International, Clear Your Doubts About Islam: 50 Answers to Common Questions, Saudi Arabia: Dar Abul-Qasim, 2008, pp. 28-29)
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Bahasan akan meliputi:
Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan?
Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?

Mari kita bahas satu persatu klaim Kuran dan para pakar Islam di atas dan membandingkan dengan faktanya.

1. Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Kuran mengklaim: Kami telah membuat itu sebuah Kuran dalam bahasa Arab, sehingga kamu dapat mengerti. Dan sesungguhnya, itu adalah Ibu dari Kitab (Mother of the Book / the Source of Decrees) di hadirat Allah” (Su 43:4), ”Kuran ini sedemikan rupa sehingga tidak dapat diciptakan kecuali oleh Allah” (Su 10:37)

1a. Fakta bahasa asli Kuran
Cristoph Luxemberg, pakar bahasa Timur Tengah kuno berkata bahwa bahasa kuno Kuran adalah campuran dari bahasa Aram Syria dan bahasa Arab.[1]
Dan Gibson, dalam bukunya Qur’anic Geography yang didasari dari penelitian lapangan dan catatan sejarah, menyatakan bahwa pusat ibadah orang Arab pada jaman Muhammad adalah di kota Bakka, (bangsa Romawi merubahnya menjadi Petra) pusat kehidupan bangsa Edom (panggilan dari Esau, saudara kembar Yakub). Jadi tidaklah mengherankan bahwa mereka lebih dekat kepada bahasa Aram sekalipun sebagian dari masyarakat tersebut adalah suku Arab yang kita sebut sekarang negara Saudi Arabia.[2]
Hal ini sejalan dengan sejarah kesultanan Islam sendiri, bahwa pusat pemerintahan berada di Damaskus, Syria sebelum Ibn Zubair berontak dan membangun kesultanan yang lain yang berpusat di Bangdad, Irak; lihat Sejarah Islam Mula-mula dalam arkiologi dan literatur – penelitian abad 21
Professor huruf-huruf kuno dari Jerman, Gerd R. Puin, pemimpin penelitian manuskrip Kuran Sana pada laporan ilmiahnya menulis Kuran Sana yang setua dengan versi Medina mengandung perbendaharaan bahasa asing, seperti Aram, Ibrani, dan mungkin juga dari sumber-sumber Kriten, Koptic dan Qurmran.[3]

Perjalanan Abraham sepanjang hidupnya1b. Fakta pewahyuan Kuran
Pertama dari semuanya adalah bahwa kitab Kuran tidaklah unik, dan isinya tidaklah ajaib, serta tidak bisa di labelkan sebagai ”ibu dari kitab.” Beberapa contoh yang memberatkan klaim surah-surah Kuran di atas:

  • sebab sebagian besar isinya terambil dari kitab-kitab Perjanjian Lama  dan Injil
  • inti dari sejarah dan ajaran Kuran sangatlah singkat; Kuran hanya memiliki 6236 ayat, Alkitab memiliki 31102 ayat, hampir seperlima lebih singkat dari Akitab. Tanpa membaca Alkitab, para pembaca Kuran tidak akan bisa tahu siap, dari keluarga apa, dan kapan nabi-nabi sebelumnya hidup. Kesederhana  Kuran ini pula yang membuat umat Islam memerlukan kitab-kitab Hadit dan biografi Muhammad untuk menerapkan ajaran Islam secara utuh.
  • Kesalahan waktu. Tokoh-tokoh Alkitab yang ditulis di Kuran memiliki jalan cerita yang tidak harmoni dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dalam masa waktu. Contoh: a. ibu Yeshua hidup pada masa yang bersamaan dengan Harun, abang dari nabi Musa; mereka terpisah 1400 tahun dan b. Di Surah 2, terdapat cerita Musa, di situ dikatakan Allah marah kepada orang-orang Israel dan merubah mereka menjadi kera-kera, alasannya mereka melanggar Hari Sabat dan membunuh para nabi. Muhammad pada cerita ini memiliki tiga kesalahan: a. Tidak ada tertulis baik di Alkitab atau sejarah Israel Elohim pernah merubah orang Israel menjadi kera. b. Pelanggaran Sabat terjadi di jaman nabi Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel ketika negara Israel sedang makmur. c. Nabi Musa adalah nabi pertama. Muhammad nampak memiliki motif tertentu dengan cerita yang dibuatnya tersebut.
  • Kesalahan geografi. Contoh: Hagar dan Ismail minum air dari Sumur Zamzam di Mekk. Kitab Kejadian 21:14-19 menulis, keduanya mengembara di padang gurun Bersyeba dan menemukan sumur, keluar dari lembah Gerar dimana Abraham tinggal, lihat Kej 20:1-2 dan 26:15-20.
  • Isi Kuran mengadopsi cerita-cerita dongeng Talmut Yahudi, contoh: Kain dan Habel, Abraham dan Ismael membangun Kaabah, serta raja Salomo dengan ratu Sheba. Kuran juga mengutip dongeng-dongeng kuno lainnya, baca: Unusual Tales.
    Alkitab tidak mengakui Talmut sebagai kitab yang diwahyukan oleh Elohim.
  • Kontradiksi doktrin. Contoh, Kuran berkata: ”Allah tidak beranak dan tidak memperanakkan,” dengan kata lain Allah adalah tunggal (menolak konsep Kristianiti), namun hampir setiap ayat ketika Allah berfirman Ia selalu berkata ”Kami/We.” (bentuk kata orang pertama majemuk), bukan “Aku/I” seperti di Alkitab.

Kuran memilik banyak kritik dari dalam dan luar agama Islam sendiri, Jay Smith berkata.[4]
Dr. Rafat Amari, ex-Muslim Yordania, berkata bahwa ajaran yang dibawa Muhammad sebagaimana tertulis di Kuran adalah praktek agama pagan politeisme orang-orang Arab setempat yang sudah ada lama sebulum Muhammad lahir.[5]
Kesimpulan, klaim “Kuran sebagai wahyu Tuhan yang sempurna” sungguh susah untuk diterima sebab Kuran dalam banyak hal mengkontradiksi klaim-klaimnya sendiri.

Janji YAHWEH datangnya Juruselamat Mashiah Yeshua:
”sebab itu beginilah firman Adonai YAHWEH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16)

1c. Benarkah Kuran ibu dari segala Kitab (suci atau pusat keputusan Pencipta alam semesta dan segala isinya)?
Setiap orang yang pernah membaca Kuran, dan membandingkannya dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dan kitab-kitab Perjanjian Baru pastilah meragukan klaim dari Surah 43 ayat 4 di atas. 10 Perintah yang tertulis pada dua loh batu yang di dapat nabi Musa, adalah pusat dari seluruh Perintah YAHWEH, yang Yeshua mengintisarikannya menjadi dua: Kasihilah YAHWEH dan sesamamu manusia. 10 Perintah YAHWEH ini sedikitnya 2000 tahun lebih tua dari Kuran. Beberapa alasan keraguan klaim tersebut:

  • Kuran hanya berisi 1/5 dari  isi Alkitab. Alkitab Perjanjian Baru bahkan masih lebih banyak ayat di banding isi Kuran.
  • Kuran tidak memiliki satupun cerita yang lengkap kecuali surah 12 cerita tentang Yusuf dengan caranya sendiri, tidak tersusun rapi. Contoh, bandingkan cerita nabi Yunus; di Kuran: S. 37:139-160 – Yunus & putra Allah; S 6:86 – Yunus & Lot; S 10:98, S 21:87-88. Baca dan cobalah mengerti dari semua surah tersebut. Dan sekarang bandingkan cerita Yunus tersebut pada kitab Yunus di Alkitab. Maka Anda akan mengerti apa yang sama maksud.
  • Kuran, sesuai artinya “ucap/baca,” Cristoph Luxemberg berkata, hanyalah sebuah kitab liturgi untuk ibadah Kristen (karenayanya itu hanya berisi cuplikan-cuplikan isi Alkitab)
  • Kuran memiliki banyak kesalahan di dalam mengutip isi Alkitab, lihat butir 4.
  • Bicara tentang keputusan-keputusan Pencipta, Kitab Musa adalah sangat spesifik, jelas dan teratur, demikian juga keempat Injil berkaitan perintah rohani dan moral, kitab Korintus dalam soal beribadah dan moral. Keputusan Pencipta tentang masa yang akan datang sangat jelas pada bab-bab terakhir Injil Matius dan di seluruh kitab Wahyu.

Klaim Kuran sebagai “Ibu dari segala Kitab” bisa jadi berlaku hanya untuk masyarakat Arab dimana Surah itu dinyatakan, sebagai awal dari perpindahan budaya “tradisi mulut” ke “tradisi mencatat,” sekalipun saat itu Kuran masih dalam bentuk catatan (bukan bentuk kitab).[6] Sebelum Islam lahir (abad 7 AD), telah ada sedikitnya 5 kerajaan besar yang telah mengenal ilmu dokumentasi, misalnya: Mesir, Israel, Assur, Babilonia, Media-Persia, Yunani, Romawi. Jika kita bicara soal kertas, dokumentasi ilmu pengobatan dan masakan tradisional tentu Dinasti Cina di Asia tidak bisa dilupakan, dan telah ada lama sebelum agama Islam lahir. Itulah sebabnya mengapa keimanan orang Kristen berfokus kepada Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan bukan kepada nabi Muhammad.
Artikel berkait:
Tom Holland – Quran didn’t come from Allah – Islamic Truth
Historical Discrepancy of Quran in Geography and Times – Jay Smith

Raja Daud berkata tentang Torah YAHWEH:
”Ya, betapa aku mencintai torat-Mu! Dia menjadi renunganku sepanjanga hari;
Engkau membuat aku lebih bijak daripada musuh-musuhku karena perintah-perintah-Mu; karena inilah milikku selamanya.
Aku memiliki pengertian melebihi semua pengajarku; karena kesaksian-kesaksian-Mu menjadi renungan bagiku.
Aku memahami melebihi orang tua, karena aku berpegang pada titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:97-100)

2. Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Fakta adanya berbagai versi Kuran bahasa Arab. Hadis Sahih Bukhari mencatat bahwa perdebatan karena perbedaan versi Kuran bahkan sudah ada sejak Muhammad masih hidup, dan bahkan ia sendiri yang mengesahkannya. Lihat: Sahih al-Bukhari: vol. 6, bk. 61, no. 510, 514 dan 527. Jika ditambah dengan perubahan ayat-ayat yang Muhammad lakukan sepanjang kenabiannya (lihat butir tiga) maka sangatlah mustahil bahwa Kuran telah tersusun rapi saat ia meninggal dunia.

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Abu Bakr (khalif pertama, pengganti Muhammad segera setelah kematiannya) adalah orang pertama yang mengumpulkan ayat-ayat Kuran yang tertulis pada potongan-potongan batu dan kulit binatang.
Uthman Ibn Affan, mantu Muhammad, setelah menjadi Khalif ketiga, ia membentuk suatu komiti untuk melanjutkan usaha Abu Bakr di dalam menstandarkan berbagai versi pembacaan Kuran. Ia mengumpulkan catatan Kuran dan para penghafal Kuran sehubungan dengan berkembangnya berbagai macam”penbacaan Kuran” siapa yang benar atau salah, dan siapa yang memiliki catatan yang benar atau yang salah. Hasilnya adalah tujuh (7) macam bentuk pembacaan Kuran. Uthman memerintahkan membakar semua masahif (kodek-kodek) lainnya di luar ke tujuh versi yang ia sahkan pada saat itu. Ini terjadi setelah 18 tahun Muhammad meninggal (AH 30/ 650 AD). Pihak-pihak yang tidak setuju dengan isi standarisasi Kuran yang dibuat Uthman tetap memegang versi mereka.
Sekitar tahun 1397 AD, para ahli Kuran menambahkan tiga macam pembacaan Kuran lainnya. Tahun 1705 AD ditambahkan empat lagi. Total menjadi 14 versi pembacaan Kuran, semuanya berbahasa Arab.[7]

Musaf terkenal lainnya diluar Uthman adalah Ibn Masud, Ubayy Ibn Ka’b dan tentunya musaf Islam Shia dari Ali Ibn Abi Talib (mantu dari Muhammad melalui Fatimah), dan sembilan kodek lainnya.
Perbedaah di sini bukanlah sekedar cara pembacaan, tetapi juga susunan sura-sura, jumlah sura, arti dan makna berubah. Dalam abad modern, orang Muslim tetap memiliki dua pembacaan yang berbeda: 1. Pembacaan dari Hafs ( 805 AD) yang disetujui oleh al-Azhar, Mesir, dan sebagian besar dunia Islam memakai ini. 2. Pembacaan dari Warsh (812 AD), dipakai di Afrika Utara. Saat ini, Kuran yang beredar di antara para Muslim dengan kedua jenis pembacaan adalah tidak lain, tetapi dua versi yang telah direvisi secara terpisah terus menerus lebih dari 300 tahun.[8]

Gerd R. Puin foto Kuran Sana di atas kulit binatang1972, manuskrip kuno Kuran ditemukan di kota Sana saat perbaikan sebuah mesjid. Gerd Puin, seorang profesor Jerman yang ahli dalam paleography bahasa Arab memimpin penyelidikan Kuran Sana tersebut. Diperkirakan setua dengan Kuran Kufi (Irak). Melalui pemotretan microfilm mereka menemukan secara jelas tanda-tanda perubahan atas Kuran tersebut, seperti nampak pada gambar. Penemuan yang memalukan ini membuat pemerintah Yemen melarang professor Puin melanjutkan penelitiannya.[9]
Bacaan berkait:

3. Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah sejak itu diwahyukan?
Kuran mengklaim: ”Tidak ada perubahan bagi kata-kata Allah. Yang demikian adalah kemenangan/ pencapaian besar” (Sura 10:64), “tidak seorangpun yang dapat merubah kata-kata (dan keputusan) Allah” (Sura 6:34, juga 18:27), ditulis dalam sebuah tablet (dapat diasumsikan pada sebuah tablet batu di Sorga) (Su 85:21-22)
Fakta bahwa Kuran yang beredar saat ini adalah hasil revisi berkali-kali seperti telah kita bahas di butir dua adalah fakta yang tidak disangkal. Sejarah Islam menulis bahwa pada tahun kelima panggilan Muhammad sebagai nabi Allah di Mekka (tepatnya di Bakka menurut Dan Gibson), di hadapan orang-orang pagan Quraysh serta para pengikutnya ia mengucapkan ”Sudahkah kalian memperhitungkan Allat dan Al’Huzza, dan Manat ketiga lainnya? Mereka adalah berhala-berhala yang berstatus superior, syafaat mereka adalah diharapkan.” (Su 53:19-20). Mendengar ucapan ini semua orang, Muslim, penyembah berhala, termasuk Muhammad sendiri, segera bersembah sujud di hadapan langit. Namun beberapa hari kemudian Muhammad menggantinya dengan Su 22:52, yang Allah menyebutnya pewahyuan sebelumnya itu adalah datang dari pewahyuan Setan (dikenal sebagai ”ayat Setan”). Surah pembatalan ini merupakan ayat pertama dari ”ayat-ayat Setan” dalam masa kenabian Muhammad.
Bahasa Arab untuk kata ”pembatalan ayat” adalah naskh yang berarti ”mengkopi” dan juga ”meniadakan.” Arti dari Pembatalan ayat di Kuran meliputi:

  • Mencabut/ meniadakan (removing) ayat. Seperti pada Sura 22:52-53 di atas.
  • Menukar (substituting) ayat. Seperti pada Sura 16:101 ”Dan ketika Kami menukar satu pewahyuan untuk lainnya …” juga Su 2:106. Lihat gambar di bawah ini.
  • Merubah (altering) ayat.

Kebingungan – yang Allah mengganti ayat-ayat Kuranditimbulkan oleh ”pembatalan ayat” di atas – ini telah menyebab perdebatan di antara kelompok Muslim sendiri; konsekuensi yang lebih buruk dari ”arti pembatalan ayat” ini adalah bahwa pembatalan ayat tersebut memiliki berbagai ”macam model pembatalan,” – yang saya yakini bahwa inilah penyebab konflik berkepanjangan (bukan sekedar berdebat, lebih lagi aniaya berat bahkan peperangan) di antara orang Islam sendiri, dan juga membuat orang bukan-Islam (yang tidak tahu agama Islam) sangat bingung akan ajaran Islam – tiga model pembatalan ini (ditambah tiga arti dari naskh) telah menghasilkan dua kutup kelompok Muslim sejak Mohammad meninggal dunia:”aliran Islam kafir vs aliran Islam sahih” dan di jaman modern ini berkembang menjadi: ”moderat vs radikal,” ”Muslim baik vs Muslim terrorist”, ”Muslim intelek vs Jihadist.”
Muhammad (tepatnya Kuran ) menyebut mereka yang meragukan kenabiannya karena perubahan ayat-ayat tersebut sebagai “para orang bimbang yang bodoh” (Su 2:142-143), bagaimanapun banyak orang Yahudi dan pagan menolak ajarannya, dan segera setelah kematiannya, banyak pengikutnya kembali kepada kepercayaan lama mereka. Dengarkan:
An Historical Critique of Islam’s Beginnings – Jay Smith Posted by RealLife JackHibbs

Yeshua Ha Mashiah sungguh dekat dan rindu bersahabat dengan siapapun:
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

4. Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?
Kuran mengklaim, ”meneguhkan kitab Musa … dalam bahasa Arab” (Su 46:12), dan Alkitab sebagai kitab yang meneguhkan pewahyuan yang diterima Muhammad (Su 10:94) dan ”bebas dari kesalahan” (Su 4:82) dan ”kitab terbaik dengan tanpa perubahan” (Su 39:23).
Melalui ayat-ayat sejenis di atas. Muhammad mencoba memberi konsep baru pada para pendengarnya, bahwa: 1. Ajarannya adalah sejalan dengan ajaran monotheime orang Yahudi dan Kristen. 2. Yang lama telah berlalu, dan otoritas sekarang sepenuhnya ada di tangan Muhammad. 3. Ia kemudian melangkah terlalu jauh, menyatakan agama satu-satunya yang diberkati Allah adalah Islam, sejak Adam, Abraham dan Yeshua semua adalah orang Islam.
Fakta adalah: Ada banyak artikel yang menyatakan bahwa Gereja Roma Katolik adalah institusi yang merekrut dan mendidik Muhammad menjadi nabi bagi bangsa Arab untuk tujuan merebut kota Yerusalem bagi Paus. Pihak Roma Katolik mengajarkan kepada Muhammad bahwa kelompok Kristen yang benar adalah apa yang kita kenal sekarang sebagai agama Katolik. Saya tidak mengkomentari pernyataan cerita tersebut, namun pada butir 4 ini saya ingin mengajak umat Islam untuk melihat kepada isi Alkitab dan membandingkan apa yang Muhammad (di dalam Kuran dan Hadis) telah dapat dan mengerti tentang ”isi dan ajaran Alkitab” yang ia dapat dari guru-guru Roma Katolik.

  • Trinitas. Surah 5:116 secara tidak langsung berkata bahwa Trinitas dalam Kristianiti adalah Allah (merefer sebagai Bapa Sorgawi), Maria (isteri Yusuf) dan Yeshua/ Yesus. Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu tidak pernah merefer baik implisit apalagi ekplisit bahwa Maria adalah bagian dari Trinitas, tetapi Roh Elohim itu sendiri, yang disebut “Roh Kudus.” Baca Injil Yohanes 14 dan 16.
    Doktrin Maria sebagai pribadi yang memiliki gelar sebagai “tuhan” atau “dewi” atau digelari sebagai “Ratu Sorga” hanya terdapat dan diperaktekkan oleh orang Katolik.
  • Mashiah / Mesias / al-Masih. Muhammad memiliki status sebagai Mashiah hanyalah terdapat di Injil Barnabas; pasal 42 dan 82. Muhamad di Kuran selalu merefer kata Mashiah hanya bagi Yeshua (Isa). Para pakar kitab gnostik menempatkan Injil Barnabas sebagai ciptaan antara abad 14 dan 16, di masa Reformasi Gereja bangkit. Dari isinya saya bisa katakan bahwa Injil Barnabas ini adalah ciptaan orang Roma Katolik.
  • Perbedaan besar antara ajaran Kuran dan Alkitab. Perbedaan ajaran dan praktek yang menyolok antara keduanya sangatlah kontras, sehingga adalah sangat mustahil untuk mengklaim bahwa ajaran Islam adalah lanjutan dari ajaran Alkitab (umat Yahudi dan Kristen) sekalipun Kuran memakai tokoh-tokoh yang sama seperti ada di Alkitab. Contoh:
    a. Sejak Abraham dipanggil Elohim untuk meninggalkan ibadah berhala ayahnya (Kej 12), ia berumur 75 tahun. Ismail lahir setelah Abraham berumum 86 tahun. Dan sejak Ishak lahir, Hagar dan Ismail diutus pergi untuk meninggalkan mereka. Bagaimana mungkin ketika Ismail remaja atau besar Abraham membangun Kaabah yang adalah bait berhala bagi 360 macam berhala, apalagi harus pergi ke Mekka, kota padang gurun di Arab Saudi? Untuk mengetahui sejarah Mekka yang sesungguhnya silahkan baca http://searchformecca.com
    b. Sejak bangsa Israel, YAHWEH, Elohim Israel, menyatakan melalui nabi-nabi-Nya bahwa Dia akan tetap setia dan mengasihi Israel, sekalipun mereka telah tidak setia kepada perjanjian-Nya, Di Injil dan di kitab Wahyu Yeshua ha Mashiah mengulangi janji yang sama bahkan akan menulis ke 12 nama suku Israel di kota Yerusalem yang baru yang dibangun oleh Elohim sendiri. Sebaliknya Kuran mengajar untuk Muslim membenci dan membinasakan bangsa Yahudi dan Kristen; kebencian ini sama persis dengan apa yang Gereja Roma lakukan terhadap Yahudi dan Kristen 600 tahun sebelum Muhammad lahir.
    c. Sebagian orang Yahudi menantikan kedatangan Mashiah sebagai Juruselamat dan Raja Israel (secara pemerintahan politik), bagi sebagian orang Yahudi lainnya dan Kristen mereka menantikan kedatanganannya yang kedua kali untuk pengharapan yang sama sesuai nubuatan Alkitab. Sementara Muhammad di dalam Kurannya menempakan Yeshua hanyalah sebagai seorang nabi masa lampau.
    d. Alkitab menyatakan bahwa pembenaran manusia hanya di dapat dari kasih karunia dan kemurahan Elohim semata melalui beriman kepada Hamba-Nya yang diurapi, Yeshua. Sebaliknya Kuran mengajar satu-satunya kepastian masuk Sorga hanya melalui mati dalam jihad (bertempur bagi Allah), dimana membunuh adalah perbuatan sangat terlarang di Alkitab.
    c. Praktek yang paling berbeda jelas adalah Muhammad mengajarkan kekerasan melalui jihad, melakukan perang untuk membela Allah dan nabi-Nya. Alkitab mengajar dan memerintahkan melakukan kasih mengikuti conthoh Yeshua, menyerahkan penghakiman kepada YAHWEH dan umat-Nya tidak perlu membela Dia, sebaliknya Dialah yang selalu membela dan menjaga umat-Nya.

Kesimpulan: Dari empat butir klaim dan fakta Islam ini, kita dapatkan bahwa tuduhan agama Islam “Alkitab telah dipalsukan” adalah tidak memiliki bukti yang kuat. Sebab referensi yang dipakai sebagai standard untuk meneguhkan klaim ternyata memiliki banyak kesalahan. Sebaliknya klaim-klaim Kuran dan para pakar Islam bahwa Kuran adalah ”Ibu dari Kitab (Suci dan sumber dari keputusan Elohim), telah sempurna dan tidak berubah sejak diwahyukan kepada Muhammad ternyata memiliki segudang bukti kontradiksi. Kritik kontradiksi atas Kuran telah terjadi baik dari pihak luar (bukan-Muslim). tetapi juga pihak dalam Islam sendiri.

Sebagai penutup artikel ini ijinkan saya mengutip pernyataan Anne Cooper, dari tulisannya yang berjudul In the Family of Abraham, “Alasan utama para pengkritik dari kalangan Muslim men-cap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah kerana mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Kuran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi ternyata isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Elohim yang sama. Dan karena Kuran dianggap wahyu terakhir dari Elohim, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh sipemalsu.”

Tawaran Yeshua Ha Mashiah kepada setiap orang yang menaruh imannya kepada Dia:
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Bahan bacaan dan video yang berkaitan:

Catatan kaki:
1. Christoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Rading of the Koran. A contribution to the Decoding of the Language of Koran. Tersedia online dalam bahasa Inggris maupun Indonesia.
2. Baca: Is Petra the Holy City of Islam? Amazing new evidence startles Islamic scholars!
3. Ibn Warrag pada bukunya What the Koran Really Says yang bersumber dari penemuan Prof. Gerd R. Puin
4. Jay Smith, Is the Qur’an The Word of God? Pdf. Jay Smith telah mendalami Islam selama 20 tahun.
5. Dr. Rafat Amari Islam: In Light of History. Terjemahan Indonesia tersedia di internet dengan judul Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah.
6. Saat Muhammad masih hidup, para jurutulisnya hanya mencatat di benda-benda yang tersedia: potongan batu, dan kulit binatang. Kertas pertama masuk ke Timur Tengah tahun sekitar 150 tahun setelah Muhammad mati melalui orang-orang Cina yang mereka tangkap, dan mesin penjilitanpun belum dikenal di Eropa pada jaman John Wycliffe. The History of Paper
7. The Qur’an Dilemma Vol One by Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Variant Readings of the Qur’an
8. Idem. Compilation of the Qur’an dan Chronological Sequence of the Qur’an. Sumber lain yang tersedia online lihat ini THE PRESERVATION OF THE QUR’AN, Examining the claims made by Muslim leaders. By Samuel Green
9. Gerd R. Puin. Melalui penemuan tersebut Puin telah menerbitkan karya tulisnya bertitel Observations on Early Qur’an Manuscripts in San’a, yang kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku oleh Ibn Waraq berjudul What the Koran Really Says.
10. Pakar Geologist Kanada, Dr. Dan Gibson, menemukan bahwa perubahan kiblat sembayang terjadi setelah Muhammad meninggal dunia. Itu terjadi karena pemberontakan Ibn Subayef dari kepemimpinan Dinasti Umayad yang berpusat di Syria. Lihat: The Changing of the Qibla
11. M. J. Fisher, M.Div., A Topical Study of the Qur’an by Bab 17: The Qur’an. E-book online

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pidato President Mesir Al-Sisi di Al-Azhar: “Kita Perlu Merevolusikan Agama Kita”


“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; Ia (Elohim) membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir” – Raja Salomo (Pengkotbah 3:1-2 dan 11)

Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Al-Azhar pada Desember 28, dan dipancarkan di TV MesiPidato President Mesir Al-Sisi Kita perlu merevolusioniskan agama kita 28 Desember 2014r, Presiden Mesir Abd Al-Fattah Al-Sisi telah menyerukan memerangi ideologi ektrimist dan berkata: “Kita perlu merevolusikan agama kita.” Menyerukan untuk “wacana keagamaan yang sesuai dengan jamannya,” Al-Sisi memperingatkan bahwa “negara Islam sedang tercabik terpisah dan hancur” oleh ekstrimisme.
Berikut ini adalah ringkasan pidato President Abd Al-Fath Al-Sisi:*

 
“Kita telah berbicara sebelumnya tentang pentingnya wacana agama tersebut, dan saya berkehendak untuk mengulangi bahwa kita belum bertindak cukup sehubungan pada wacana agama yang tepat. Masalah ini belum pernah ada dengan iman kita. Mungkin masalahnya terletak pada ideologi, dan ideologi ini dihalalkan (disucikan) di antara kita. Saya sedang berbicara tentang wacana agama yang adalah sesuai dengan jamannya.
[…]
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-Azhar 28 Desember 2014Saya mengalamatkan hal-hal ini di sini, pada Al-Azhar, dihadapan para ulama (pengurus) dan cendikiawan agama (Islam). Kita harus melihat panjang dan sungguh-sungguh pada situasi saat ini. Saya telah membicarakan hal ini beberapa kali di masa yang lampau. Kita harus mengambil perhatian panjang dan sungguh-sungguh pada situasi tersebut dimana kita ada di dalamnya. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi yang kita halalkan (sucikan) harus membuat seluruh negara kita sebuah sumber dari keprihatinan, mara bahya, pembunuhan, dan kehancuran atas seluruh dunia. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi ini … Saya mereferensikan bukan kepada ”agama,” tetapi kepada ”ideologi” – badan yang (the body) dari ide-ide dan text-text yang kita telah halalkan (sucikan) selama berabad-abad, kepada titik yang menantang mereka [demokrasi, sekulerisme, agama-agama di luar dari ideologi Islam yang dimaksud Al-Sisi tersebut] telah menjadi sangat sulit.

 
Itu sudah mencapai titiknya bahwa (ideology ini; [tambahan dari sumbernya]) adalah bermusuhan kepada seluruh dunia.  Apakah itu tidak dapat dibayangkan bahwa 1,6 milyar (Muslims; [tambahan dari sumbernya]) akanlah membunuh tujuh milyar populasi dunia, sehingga mereka dapat hidup (pada aturan mereka sendiri, [tambahan dari sumburnya])? Ini tidak dapat dibayangkan! Saya mengatakan hal-hal ini di sini, pada (Universitas) Al-Azhar, dihadapan ulama dan cendikiawan agama (Islam).
Kiranya ALLAH menjadi saksi pada Hari Pengadilan kepada kebenaran (the truth) niat suadara-saudara sehubungan dengan apa yang saya katakan kepada Anda hari ini. Saudara-saudara tidaklah melihat hal-hal dengan jelas ketika  Anda terkunci (dalam ideologi ini; [tambahan dari sumbernya]). Anda harus keluar dari itu dan melihatnya dari sisi luar, agar supaya dapat lebih dekat kepada ideology yang benar-benar tercerahkan [yakni: kasih atas sesama, demikian juga untuk toleransi, keadilan dan belas kasihan]
Anda harus menolak itu dengan tekad. Biarlah saya katakan sekali lagi: Kita perlu untuk merevolusikan agama kita.

 
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-AzharImam yang terhormat (Grand Syekh Al-Azhar; [tambahan dari sumbernya]), Anda menanggung tanggung jawab di hadapan ALLAH. Dunia secara keseluruhan menunggu kata-kata Anda, sebab negara Islam sedang terpecah-pecah, hancur, dan sedang menuju kepada kebinasaan. Kita, diri kita sendiri adalah sedang membawa kepada kebinasaan.

 

*) Text (bahasa Inggris) Pidato Kenegraan President Mesir ini adalah hasil kerja yayasan non-laba The Middle East Media Research Institute (MEMRI). Disalin dan diterbitkan sesuai persyaratan MEMRI, lihat hak cipta dan link MEMRI di bawah. Penebalan ditambahkan.

Catatan dari penterjemah Indonesia: Pidato kenegaraan President Mesir Al-Sisi yang menyegarkan semangat kesatuan dunia dan sangat bersejarah tersebut disambut dengan antusias oleh bekas Duta Besar Israel untuk Mesir, Mr. Zvi Mazel pada wawancaranya dengan Chris Mitchell, Kepala Biro CBN News Timur Tengah (terbit 12 Januari 2015), pensiunan politik ini berkata: “Menurut Koran dan Hadith, (ini) adalah tepatnya yang NIIS (ISIS/ISIL simply “Islamic State”) sedang lakukan, seperti pada waktu Muhammad nabi tersebut.”

“Mr. Mazel berkata pidato Sisi tersebut kepada para cendikiawan terkemuka dalam dunia Muslim adalah belum pernah terjadi sebelumnya,” Mr. Mitchell berkata, dan meneruskan perkataan Mr. Mazel:
“Namun di sini Anda ada seorang president, dan president Mesir tersebut – yang adalah negara yang sangat penting di dunia Arab – dan beliau menyatakan hal-hal itu di muka mereka, ‘Dengar para pria, kamu harus merubah,’” Mazel menerangkan.

Untuk diketahui, Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir telah terkenal di seluruh dunia Islam sebagai pemimpin pengajaran Islam Sunni sedunia. Dari universitas ini para cendikiawannya menyebar membawa ajarannya ke seluruh dunia.
“Dan Sisi tidaklah sendirian,” tulis Kepala Biro CBN News untuk Timur Tengah ini, ternyata Raja Yordania juga telah mengambil langkah yang sama. Kutip:
“Itu tidaklah hanya dia (Sisi),” kata Joel Rosenberg kepada Mr. Michell, ”Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II, telah mengambil pendekatan yang tepat sama sejak beberapa tahun ini, bekerja dengna para pimimpin Muslim moderat dan membangun konsensus tidak hanya di dalam Yordania tetapi menyeluruh ke dunia Muslim – bahwa Islam radikal adalah bukan Islam yang kebanyakan para Muslim ingin untuk praktekan.”
Joel Rosemberg yang adalah pakar Timur Tengah dalam budaya dan agama, telah menulis banyak memberi tip kepada pemimpin Barat melalui CBN News ini:
“Itu adalah sebuah perang saat ini untuk kehidupan Islam, dan Barat perlu untuk ada memberi semangat, mendukung, membantu setiap pemimpin dalam dunia Muslim yang mengambil pro-active posisi moderat,” Rosenberg berkata.
Text Pidato dikutip dari sini: The Middle East Media Research Institute
P.O. Box 27837, Washington, DC 20038-7837
Phone: [202] 955-9070 Fax: [202] 955-9077 E-Mail: memri@memri.org
Search previous MEMRI publications at our website: http://www.memri.org

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog