Bom bunuh diri di Gereja Bethel Solo dikutuki President dan para pemimpin agama


Hari Minggu 25 September bom bunuh diri meledak di dalam gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) menelan korban jiwa jemaatnya satu tewas, dan 14 luka-luka. Pembom bunuh diri, seorang pemuda, meledakkan bom yang melekat di perutnya ketika jemaat gereja baru saja selesai melakukan ibadah Minggu paginya dan bersiap keluar gedung.

Wajah pelaku bom bunuh diri ini masih dapat dikenali dengan baik, namun dada kebawah hancur, isi perutnya keluar, bukan warga setempat, pendeta setempat berujar. Material tambahan dari isi bom adalah mur, batu dan paku payung (dipakai untuk menambah daya bunuh para korbannya).

Dikutuki para pemimpin. Menteri Agama, Suryadharma Ali, pada hari yang sama di hadapan peserta halalbihalal dan pelantikan pengurus baru PPP menyatakan, “Tindakan kekerasan semacam itu sangat tidak terpuji. Ditentang oleh siapa pun dan oleh agama apa pun.” Beliau menambahkan, “Kami berharap polisi mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya, dan adili pelakunya.” Menurutnya aksi menebar teror dan ketakutan kepada masyarakat tidak akan mencapai apa yang para terrorist cita-citakan.

Ketua PWNU Jawa Tengah, M. Adnan, menilai aksi bom bunuh diri bukanlah jihad. “Aparat harus melakukan tindakan preventif. Jangan hanya bertindak setelah ada kejadian semacam ini, segera tindak jika ada kelompok masyarakat yang berkeinginan melakukan teror atas nama agama,” katanya.

Bahkan  President Indonesia, SBY, didampingi Wapres dan Menko Polhukam, berkata, ”Atas nama negara, saya mengutuk keras atas aksi terorisme, kejahatan luar biasa yang bersifat tanpa pandang bulu, ini yang terjadi di negeri kita. Saya instruksikan agar investigasi lanjutan segera dilakukan secara intensif untuk membongkar habis jaringan pelaku pemboman. Termasuk dana, termasuk pemimpin dan penggerak aksi terorisme.” 

Pengamat Intelijen Wawan H. Purwanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui gerakan para terrorist tersebut sejak 14 Agustus 2011. Beliau juga telah menemukan kantong-kantong terrorist di Indonesia. “Di Poso masih ada puluhan, di Plumpang masih ada dua DPO, di Palembang lima orang, Aceh ada 19 orang, Jawa Tengah 12 orang, Jawa Timur 10 orang, dan Cirebon lima orang,” katanya.

Bom bunuh diri juga pernah terjadi di GPIB Koinonia Jatinegara dan di sebuah gereja di lingkungan Lapangan Udara TNI Halim Perdanakusuma.

Ada dugaan bawah pelaku bom bunuh diri Di Solo ini memiliki jaringan yang sama dengan bom bunuh diri di mesjid  komplek Mapolresta Cirebon 6 bulan yang lalu, yang meledak saat shalat Jumat.

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Skandal sex abuse gereja Roma Katolik Irlandia dan Jerman belum selesai


Uskup Agung Robert Zollitsch, Pemimpin Konferensi para Uskup Jerman, akhirnya mengakui bahwa gereja Roma Katolik selama beberapa dekade secara sadar telah menutup-nutupi masalah penyalah gunaan sex (sex abuse) yang dilakukan oleh para pastornya. Uskup Agung ini secara pribadi meminta maaf atas peristiwa penyembunyian kasus sex abuse tersebut yang telah terjadi 20 tahun lalu di komunitas Black Forest.

Peringatan: Artikel ini ditulis untuk memurnikan umat Kristen dari cacat dan noda, jika ada orang yang memakai artikel ini secara sengaja untuk menyesatkan orang Kristen (terutama) dan orang lain (secara umum), yakni menyebabkan mereka menjadi semakin jauh dari percaya YAHWEH dan Putra-Nya, Yashua Ha Mashiah, yakni iman Kristiani yang bersumber dari Alkitab, maka penyesat tersebut bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Paus Benedict XVI berkata kepada para pendengarnya yang berbahasa Inggris di Halaman St. Petrus , Roma, untuk membela para pastornya dengan mengutip perkataan Yeshua dalam Injil tentang perempuan yang tertangkap berzinah, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada pezinah itu.”  [Yoh 8:7], Paus ini menambahkan: “Sementara menyadari dosa perempuan ini, Dia [Yeshua] tidak menyalahi perempuan tersebut, tetapi meminta kepadanya untuk tidak berbuat dosa lagi.”

Para korban tidak puas dengan permohonan maaf Paus. Seorang korban (di abuse ketika berumur 13 tahun) tahun lalu menemukan fakta bahwa Uskup Agung Dublin dan juga Polisi telah mengetahui keluhan tentang sex abuse, tetapi tidak ada sesuatu yang dikerjakan dan pastor tersebut terus melakukan abuse kepada anak-anak yang berada di bawah kekuasaannya, keluh Mrs Collins (63 tahun). Ibu ini menambahkan: ”Paus menyalahi itu semuanya kepada masyarakat Irlandia yang [telah ] sekuler  dan  menyalah artikan hukum gereja. Dia tidak bertanggung jawab sama sekali atas peranan Vatikan di dalam menutupi (skandal) abuse tersebut. Tidak ada kesadaran bahwa itu adalah problem seluruh dunia untuk gereja (Roma) …”

Paddy Doyle (59 tahun) menanggapi permohonan maaf Paus sebagai: ”Kata-kata Paus adalah  perkataan lama yang terus keluar bertahun-tahun. Dia tidak pernah menerima tanggung jawabnya sama sekali atas apa yang telah terjadi.”

Laporan bulan July 2011 menyatakan bahwa jumlah orang yang meninggalkan gereja Roma Katolik di Jerman melonjak mendekati 50% tahun ini sehubungan dengan skandal abuse yang melebar. 181.000 keluar dari keanggotaanya tahun lalu, dan 124.000 di 2009, jumlah ini dikeluarkan dari kantor gereja Roma Katolik Jerman.
Sejak dua puluh tahun ini, jumlah keanggotan gereja Roma Katolik telah turun dari 28,3 juta menjadi 24.6 juta atau 30,2 % dari populasi Jerman tahun 2010, data mengatakan.

Sementara di Austria 87.000 orang meninggalkan gereja Katoliknya di tahun 2010.

Gereja Roma Katolik, telah dikenali sejak lama oleh para pemimpin Gereja, bahwa gereja ini adalah wanita yang tertulis pada kitab Wahyu pasal 17. Yohanes mendengar peringatan Yeshua Ha Mashiah, ia menulis: Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.”  (Wah 18:4)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Sikat orang Palestina tentang kehadiran ’negara Palestina’


Para pemimpin Palestina mendesak PBB untuk ’memberkati’ lahirnya suatu negara Palestina berdampingan dengan negara Israel. Dari pihak Palestina jika mungkin itu terjadi pada tanggal 23 September 2011.

Bangsa yang disebut sebagai ”orang-orang Palestina” adalah orang-orang Arab yang tinggal di Tanah Kanaan, atau Israel (di jaman Yosua, 1400 BC) atau kemudian oleh pemerintah Romawi di Israel disebut sebagai ”tanah Palestina.”  Mereka berdiam di dua wilayah, Gaza dikuasai oleh kelompok Hamas, dan  ’West Bank’ dikuasai oleh kelompok Fatah. Ujung tombak politik Hamas adalah senjata roket dan tindakan terror kepada Israel, sedangkan Fatah  memakai jalur politik sebagai ujung tombaknya. Tetapi kedua partai ini memiliki tujuan yang sama: menghapus kehadiran negara resmi Israel dari tanah yang mereka sebut ”tanah Palestina.”

Setelah negara Israel lahir kembali, 1948,  orang-orang Palestina ini telah melihat dan mencicipi bagaimana hidup bersama dengan bangsa Israel. Bagaimanakah pendapat orang-orang Palestina tentang  cita-cita pemimpin mereka untuk melahirkan sebuah negara Palestina, suatu negara yang diakui oleh dunia?

Sebuah poll terakhir yang dibuat oleh the Palestinian Center for Policy and Survey Reserach mendapatkan bahwa 83% orang Palestina secara verbal mendukung lahirnya negara Palestina.

Kenyataanya, laporan lapangan tertanggal 19 September, 4 hari sebelum kemungkinan Hari-H kemerdekaan  Palestina, 38,5% orang Palestina menunjukkan apa yang sesungguhnya mereka rasakan dengan cita-cita tersebut: mereka mengumpulkan barang mereka dan bersiap-siap angkat kaki dari wilayah yang sekarang dikuasai oleh Hamas dan Fatah. Mereka ingin berimigrasi keluar dari negara-baru Palestina tersebut.

Di Gaza, orang palestina yang mengerti apa artinya hidup dibawah kekuasaan Hamas, 49%, ingin meninggalkan Gaza. Sementara di wilayah ’West Bank’ di bawah pimpinan Mr. M. Abbas, 28% ingin keluar, dan 39% mengatakan hidup di West Bank di bawah kekuasaan Israel adalah tempat yang tidak buruk untuk tinggal.

Mengapa hampir 1/3 dari penduduk West Bank ingin pergi keluar jika separuh penduduknya berpikir kondisis hidup di situ adalah ”baik atau sangat baik?” Jawabannya ialah terdapat di Gaza, yang mana telah diberikan kemerdekaan penuh dari Israel (Oktober 2005) ke tangan Fatah, namun segera jatuh ketangan kekuasaan organisasi terroris Hamas.

Banyak orang Palestina tidak memiliki keinginan untuk berpartisipas di dalam berdirinya negara merdeka Palestina, laporan mengatakan.

Komentar:
Alasan begitu banyak orang Palestina tidak setuju dengan lahirnya ”negara merdeka Palestina” akan mudah dimengerti jika dunia Internasional membaca buku ”The Son of Hamas” (Putra Hamas) tulisan Mosab Hassan Yousef, putra tertua dari pemimpin senior Hamas, Sheikh Hassan Yousef. Mosab pada masa remajanya adalah pemimpin aksi peledakan bom  melawan Israel, setelah ia tertangkap dan dipenjarakan oleh tentara Israel, dengan matanya sendiri ia melihat bagaimana di sel-sel penjara orang-orang Hamas sesungguhnya adalah penghancur bangsanya sendiri. Buku lainnya yang patut dibaca adalah ”LIGHT FORCE”  dari Brother Andrew dan Al Janssen, Mr. Andrew adalah pendiri yayasan kemanusiaan yang berhubungan baik dengan orang-orang Palestina di ‘Palestina.’ Pemerintah Israel lebih banyak memberi pertolongan kepada orang-orang Palestina (kedokteran untuk ibu hamil, sakit, lapangan pekerjaan dll.) daripada para pemimpin mereka sendiri.

Fakta lainnya ialah keuangan pemimpin  Palesitina bergantung sepenuhnya dari negara-negara Barat, dan barang-barang kebutuhan datang dari yayasan-yayasan internasional.

Sesungguhnya banyak pemimpin barat telah tahu bahwa kehadiran ”pemerintahan Palestina” hanyalah sebuah alasan  bagi negara-negara Islam Arab untuk melawan kehadiran negara Israel semata.  Roma Katolik dengan cerdik memakai ”anti-Semit” ini untuk tujuan menguasai kembali kota suci Yerusalem seperti di jaman Yeshua Ha Mashiah. Semua ini akan terjadi sehingga genaplah apa yang telah tertulis di Alkitab.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog