Film Pakistan: Burka Avenger (Burqa Avenger) akan diputar di 60 negara!


Haroon Rashid, seorang bisnisman dan pop star terinpirasi dengan peristiwa-peristiwa saat ini yang terjadi di Pakistan: anak-anak perempuan dilarang bersekolah. “Saya memikirkan sebuah idea, seperti, seorang tokoh melindungi sekolah anak-anak perempuan,” Haroon bercerita kepada NPR. Hasilnya adalah film seri karton Pembalas Dendam ber-Burka (Burka Avenger).

Logo Film Pakistan Burka Avenger Burka Avenger (Pembalas dendam ber-Burka) – klik di sini untuk  lihat online Burka Avenger  – adalah sebuah film karton seri anak-anak yang menggambarkan seorang guru sekolah wanita di siang hari, dan pahlawan wanita di malam hari. Sejak diputar pada akhir Juli di Televisi Pakistan  telah mendapat sambutan hangat dari para penontonya – bahkan media berbahasa Inggris internasional  ramai membicarakan keberhasilan film made in Pakistan ini

Sebuah perusahaan TV pendistribusian di Eropa telah menjalin hubungan untuk menterjemahkan pertunjukan ini kedalam 18 bahasa , termasuk bahasa Inggris, Perancis, dan melayarkan itu di 60 negara, Rasid, direktur film Burka Avenger berkata.

Jiya, nama tokoh dari film Pembalas Dendam ber-Burka (Burka Avenger), tidak memiliki kekuatan seperti tokoh-tokoh film kartoon lainnya seperti Superman, Batman, Wonder woman dsb. Namun Jiya memiliki keahlian Karate Takht Kabaddi dan senjatanya adalah buku-buku dan pena-pena tulis.

Pembalas Dendam ber-Burka pesan ceritanya adalah melawan tekanan dari dua pihak musuh: Kelompok Islam Taliban dan Tuan Tanah yang gila uang. Pemimpin Taliban digambarkan sebagai pria bersorban dan berjanggut dan berbewok lebat dengan nama Baba Bandook yang memiliki ilmu sihir, sedangkan Tuan Tanah yang gila uang digambarkan dengan pria botak berkalung rantai emas dengan gantungan berbentuk dollar, tokohnya bernama Pajero. Keduanya tokoh jahat ini memiliki tujuan yang sama ingin menutup sekolah pendidikan, musuh pertama karena alasan agama (Taliban menentang pendidikan bagi kaum wanita) dan yang musuh kedua karena ingin mendapatkan uang semata.

Alasan film Pembalas Dendam ber-Burka (Burka Avenger) menjadi berita dunia.

  1. Film penjunjung hak asasi manusia dan pembela hak wanita khususnya. Ini adalah film yang dibutuhkan di negara-negara Islam seperti Pakistan dan Afganistan dimana pendidikan anak-anak perempuan dan hak asasi wanita sangat ditekan oleh pihak agama. Setiap tahunnya ada saja pekerja organisasi kemanusia, NGO, (luar negeri dan local) yang terbunuh oleh kelompok Islam Taliban. Korupsi juga adalah kendala besar bagi kemajuan Pakistan dan Afganistan
  2. Pahlawannya berbaju Burka (burga atau burqa). Banyak organisasi pembela hak wanita dan kemanusia menentang pemaksaan yang bersifat agama bahwa wanita harus mengenakan burka. Nampaknya alasan kedua ini yang menjadi pemibicaraan di media Barat, itu nampak dari isi dan komentar film tersebut.

Komentar Aaron Haroon Rashid, film direktur di NPR tentang tokoh berpakaian Burka pada filmnya, sehubungan dengan kritik pada pakaian Pembalas Dendam ber-Burka: Jiya, tokoh Burka Avenger Pembalas Dendam ber-Burka

Kami memilih burga sebab tentunya kami ingin menyembunyikan indentitasnya (Jiya) cara para pahlawan melakukannya. Ia (Jiya) tidak berpakaian burga (burqa) pada siang hari-ia bahkan tidak memakai penutup kepala (headscarf), atau hijab (pakaian wanita muslim seluruh badan) atau apapun yang seperti itu, ia pergi mengurus pekerjaannya sebagai mana normalnya seorang guru (wanita). Jadi ia memilih berpakaian burka, dia tidak ditekan … dan ujung spertrum lainnya, banyak pahlawan wanita di Barat tidak cocok, sedikit seksi di dalam pakaian mereka, seperti Catwoman dan Wonder Woman, dan itu tentulah tidaklah tepat di sini (Pakistan).

Penekanan Haroon yang serupa juga pada wawancaranya di NDTV bahwa pemilihan burga tidaklah dimaksudkan lebih daripada memberikan pertunjukan ”rasa dan berkenaan dengan lokal.” Pertunjukan akan menggambarkan masalah-masalah yang melampau pendidikan dan agama yang bersifat fundamental, termasuk kekerasan sekte, tenaga kerja anak-anak dan perduli akan lingkungan.

Komentar: Penamaan film dan kostum pakaian dari tokoh filmnya menurut saya adalah suatu pilihan yang bijaksana dan brilliance. Pada satu sisi itu tepat dengan kondisi lingkungan setempat dan pada sisi lain tidak menimbulkan perlawanan yang terlalu frontal kepada Islam Taliban yang anti film, musik dan pendidikan sekolah bagi kaum wanita.

Bacaan yang berkaitan:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Komentar atas film Innocent of Muslims (nabi Muhammad) dan reaksi dunia Islam


Apakah Anda pernah melihat trailer film berjudul The Innoncent of Muslims atau dipanggil sebagai “film Nabi Muhammad,”cuplikan film yang telah membuat masyarakat Islam di banyak negara menjadi marah besar?  Artikel ini adalah kumpulan komentar dari berbagai orang dari latar belakang kepercayaan, sudut pandang politik dan social.

Aksi demo masyarakat Islam dimulai di Mesir dan Libya lalu menyebar ke  Yaman, Sudan, Tunisia Lebanon, Yordania, Irak, Kuwait, Bahrain, Iran, Pakistan, Bangladest, Indonesia, Afghanistan, India, Turkey, Gaza, Israel, dan juga di beberapa negara Barat seperti di Australia, Jerman, Inggris.

Sebagian besar demo menjurus kepada kekerasan yang membuat kematian dan pembakaran dan pengerusakkan gedung kedutaan Amerika Serikat. Bentrokan dengan polisi/ petugas keamanan setempat juga terjadi yang menyebabkan korban di kedua belah pihak- petugas keamanan dan pendemo.

President Afghanistan, Hamid Karzai, mencela film tersebut sebagai ”tidak manusiawi dan penghinaan” namun meminta masyarakat Afghan untuk ”tetap tenang.” Namun kelompok Islam radikal Taliban menyatakan perang atas negara Amerika Serikat.

Pemimpin Islam Hezbollah Libanon, Hassan Nasrallah. Ia menyatakan bahwa film ini ditujukan untuk membangkitkan keributan dan kebencian antara orang Islam dan Kristen Koptik di Mesir, ia melabelkan film ini sebagai ”tindakan amoral yang mewakili tingkat tertinggi agresi melawan hak asasi manusia tertinggi … untuk menghargai kepercayaan-kepercayaan dan kesucian.”

Guru besar Univ. King Abdul Aziz Arab Saudi, Abdullah Bin Bayyah. Ia meminta PBB dan para pemimpin Barat untuk menghentikan hak kebebasan berbicara di negara-negara Barat. Ia menekankan USA haruslah melarang pembuatan video-video seperti ”Innocence of Muslims” ini.

Ghaith Abdul-Ahad, jurnalist kelahiran Irak, berkomentar di koran Guardian bahwa kekerasan Anti-Barat yang mengguasai dunia Arab memiliki sedikit urusan dengan film nabi Muhammad.  Menurut Ghaith, kelompok Islam Salafis adalah biang kerok dari aksi kekerasan atas kedutaan besar USA di Bangasi, ”Mereka brilliant  dalam membuat kekacauan di jalan-jalan.” Di Tunisia, Pengacauan dari Salafi telah dimulai berbulan-bulan sebelum propaganda film tersebut muncul dipermukaan. Mereka menyerang bioskop-bioskop,  para sekuler dan para artist. Di Bahrain dan Syria mereka bekerja melalui jalur-jalur sektarian, dan di Mesir mereka melancarkan konfrontasi brutal kepada para Kristen Koptik. Di Libya, para Salafis telah secara sistimatik membakar tempat-tempat suci Islam Sufi dan merusaki kuburan-kuburan Kristen.
Menurut Ghaith, aksi kekerasan Anti-Barat yang sedang menjalar ini adalah lebih menjurus kepada perlawanan Islam atas kolonialisasi Barat, dan hanya sedit urusannya dengan film nabi Muhammad tersebut.

Joel Richardson, penulis dan komentator tentang Islam. Aksi kekerasan yang bersifat global ini adalah bukti dari gelombang kebangkitan dari restorasi kerajaan Islam Khalifah [bahasa Arab yang berarti “penerus.” Pemerintahan Khalifah ini adalah konsep Islam Sunni; Umayad, Abbasid dan Ottoman]. Itu Nampak jelas pada bendera hitam berhuruf Arab warna putih yang mereka kibarkan di berbagai negara saat berdemo.
Menurut keyakinan orang Islam, bergabungnya tentara-tentara Islam membawa bendera hitam adalah tanda kuat dari akhir jaman, memproklamasikan kedatangan imam Mahdi, figure juruselamat dalam agama Islam. Tulisan Arab pada bendera ini adalah dua kalimat shahada:  lā ʾilāha ʾillà l-Lāh, Muḥammadur rasūlu l-Lāh yang berarti “Tidak ada ilah lain selain Allah, Muhammad adalah rasul Allah” atau  “There is no god but God, Muhammad is the messenger of God.”
Joel percaya bahwa Anti-Kristus yang akan mengontrol dunia berasal dari agama Islam. [ia menolak keyakinan para ahli Alkitab bahwa Anti-Kristus datang dari gereja Roma Katolik].

Reema Abu Hamdiah, Russian TV  Arabic  Correspondence. Menjawab pertanyaan mengapa film ini menyebabkan protes dibanyak negara, Reema menjawab:  “Sebab mereka cinta Muhammad lebih dari diri mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka belum pernah melihat film ini bahkan tidak tahu nama filmnya.”

Walid Shoebat, ex-terrorist PLO dan ex-anggota Muslim Brotherhood. “Jangan salah;  konsep bahwa demo-demo ini telah dibuat oleh film anti-Islam adalah pemalsuan secara penuh dan total.” Walid menunjuk dua alasan utama dari aksi kekerasan tersebut: 1. Seluruhnya tentang mengintimidasi negara-negara masuk kedalam (into) pelaksanaan hukum-hukum yang dibuat mematikan hak-hak kebebasan berbicara. Film adalah tidak lebih dari sebuah alat untuk dipakai untuk mengeksplotasi kecenderungan benar secara politik. 2.  Bagian dari “hari mendukung al-Qaida.” Untuk membuktikan hal ini tanpa bayangan keraguan bahwa 11 September dipilih tanpa hubungan kepada film itu ada direleas.” [Trieal film ini hadir di YouTube pada akhir Juni]. Intinya Walid menyatakan bahwa kelompok Islam radikal Salafis dan Muslim Brotherhood adalah otak dibelakang perencanaan aksi kekerasan yang sekarang terjadi.

Catatan dari saya: Tentang Film Innocent of  Muslims. Seorang Kristen Amerika (guru agama) menjawab pertanyaan saya apa komentar dia tentang film ini: Intinya ia berkata bahwa pembuat film ini mempunyai motivasi yang salah dan sebelumnya ia telah tercatat melakukan tindakan melanggar hukum Amerika. Guru ini sungguh tidak setuju dengan pembuatan film tersebut, cara yang salah untuk merubah orang Islam. Komentar-komentar masyarakat Barat (nampak di berbagai artikel) tidak mendukung tujuan film tersebut, namun menilai reaksi masyarakat Islam terlalu berlebihan; dan mereka menolak penghentian hak “free speech” (kebebasan berbicara) sebab itu adalah bagian dari budaya dan proses kemajuan bangsa Barat.

Tentang reaksi dunia Islam atas film Innocent of Muslims. Banyak komentator politik mempunyai pemikiran yang sama dengan Walid Shoebat, bahwa memang tanggal 11 September dipakai oleh para kelompok Islam radikal sebagai momentum jihad mereka dimana para terrorist Islam telah berhasil memusnahkan Twin Tower USA.

Saya pribadi menilai film Innocent of Muslims – hanya cuplikan, yang komplitnya tidak ada – dibuat memang sengaja (secara politik dan agama) untuk 1. membuat dunia semakin kacau-balau (seperti telah diramalkan di Injil Matius 24). 2. membuat masyarakat Islam tunduk dan menjadi pengikut “binatang” yang dinubuatkan Alkitab (Dan 7:8, 19-25; Wah 13:1-3), yakni “binatang” yang memiliki kuasa besar dari Naga (Iblis atau Setan).

Bagi Anda orang Islam, musuh Anda, juga musuh kami, yang sebenarnya adalah Iblis dan roh-roh jahat yang bekerja melalui manusia tertentu yang telah menjual diri mereka kepada Iblis demi jabatan dan kekuasaan yang fana/ sementara. Tujuan akhir Iblis adalah kematian tubuh dan jiwa kita.
Film penghinaan kepada Yeshua (Yesus/ Isa) juga telah dibuat; (film Yeshua yang sesuai Injil lihat di sini), provokasi sejenis ini bukanlah baru bagi mayarakat Kristen. Kedewasaan dan iman kita diuji melalui semua ini; akankah kita menyelesaikan hidup melalui kemarahan, dendam, kepahitan dan tangan penuh darah – yang tentunya berakhir di Neraka, atau sebaliknya kita lewati semua ujian hidup ini dengan hidup benar dan beriman sesuai perintah Elohim (Allah) Pencipta kita – yang upahnya adalah Sorga?  Jangan biarkan diri Anda termakan oleh permainan tipuan kotor si Iblis dan para anteknya.

Bagi Anda yang tahu suara Yeshua, Gembala Agung tersebut, ingatlah bahwa semuanya ini adalah tanda rohani yang jelas; berdoalah dan berjaga-jagalah, peristiwa “Pengangkatan” sudah sangat dekat.

Kiranya damai sejahtera Elohim yang melampau segala pikiran kita turun atas kita semua. Amin.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Uganda: dua bom mematikan menentang World Cup 2010


Penonton Kejuaraan Sepak Bola World Cup 2010 diserang dengan dua bom, berita terbaru menyatakan 74 orang meninggal dan 70 lainnya luka-luka saat menonton pertandingan  final Holland v.s. Spanyol.

Dua serangan bom ini terjadi di sebuah klub rugby dan restoran Ethiopia. Korban selain orang Uganda juga kewarganegaraan asing, salah satunya ialah dikabarkan seorang pekerja sosial dari California.

Militer Uganda percaya bahwa serangan bom ini berhubungan dengan kelompok Islam dari Somalia sebab Uganda dan Ethiopia, mendukung pemerintah resmi Somalia melawan kelompok pemberontak Islam yang dikenal dengan nama al-Shabab.

Pememimpin komando Islam ini berkata kepada kantor berita Associated Press: “Uganda ialah salah satu musuh kami. Apapun yang membuat mereka menangis, membuat kami senang. Semoga kemarahan Allah ada  di atas mereka yang melawan kami.”

Presiden Uganda menkritik serangan bom tersebut dan berjanji tidak akan mundur dari komitmentnya menolong pemerintah Somalia, ia bahkan menantang pembrontak Islam ini: ”Orang-orang yang menonton sepak-bola bukanlah orang-orang yang harus ada dijadikan target. Jika mereka (para penyerang) ingin pertempuran, mereka seharusnya pergi dan mencari para tentara.”

Pemimpin al-Shabab ini tidak mengerti hati dan pikiran Elohim (Pencipta langit dan bumi), ia tidak sadar bahwa hati dan pikirannya telah diisi dengan pikiran Iblis: penuh kebencian dan gembira diatas penderitaan orang lain. Ini sungguh berbeda dengan ajaran YAHWEH yang mengajarkan bahwa KASIH adalah lebih penting dari pada segala sedekah bahkan sekalipun mati demi nama-NYA: seperti tertulis:

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1Kor 13:3-7)

Banyak pemimpin Islam telah menggenapi Firman Yeshua Ha Mashiah ini:
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim (Allah). Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu. “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu, (Yoh 16:2-4)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Somalia: Nonton World Cup Dieksekusi


Dua orang Somali dibunuh oleh Islam radikal karena melihat siaran sepak bola World Cup. Sejumlah anggota Islam Hizbul menggerebek sebuah rumah dekat Mogadishu, ketika korban sedang asik melihat bertanding Nigeria v.s. Argentina, hari Saptu 12 Juni.

Lebih jauh 10 orang ditangkap oleh group Islam ini. Dan malam berikutnya 30 orang lainnya di saat Jerman v.s. Australia.

Jurubicara Islam ini, Sheikh Mohamed Abdi Aros, berkata Somalia harus menghormati larangan mereka atas World Cup Sepak bola tersebut, dan seharusnya memusatkan diri melakukan jihad, katanya, “Itu adalah  suatu pemborosan uang dan waktu, dan mereka tidak akan mendapat keuntungan apapapun atau pengalaman apapun dengan menonton orang-orang gila melompat turun-naik.” WAtoday.com.au melaporkan

Komentar: Para Islam fundamentalist menganggap menonton TV (apapun programnya) adalah perbuatan haram. TV itu sendiri adalah netral, tombol siarannya ada di jari sipenonton, banyak program yang mendidik dan banyak juga yang menghancurkan.

Dalam hal ini, menurut pendapat saya, menonton sepak bola internasional tidaklah buruk, tentu asal tidak kebanyakan dan tidak lupa tugas sehari-hari. Sedikitnya, untuk orang Afrika khususnya, mereka bisa belajar: “team work”,  bagaimana orang asing itu berprilaku, ilmu analisa “kelebihan dan kekurang” dari setiap negara; contoh orang kulit hitam kuat secara fisik, dan orang Asia tidak sekuat mereka, tapi team Asia mempunyai taktik tersendiri untuk bisa mengalahkan team yang kuat secara fisik tersebut.

Cara pikir Islam fundamental  di atas  pemain sepak bola  adalah “orang-orang gila melompat turun-naik” …  sungguh susah untuk dimengerti oleh dunia laki-laki, mungkin sedikit dapat diterima oleh dunia wanita. Sehari sebelum World Cup ini dimulai, istri saya memohon satu permohonan dari saya, ketika kami sedang duduk berduaan, katanya: ”Saya ada sebuah permohonan dari kamu. …” lalu dia berhenti bicara. Saya menjawab, dengan senyum: ”Benarkah? Saya juga ada, bahkan dua permohonan!” dan saya teruskan, “tidak, tidak , tidak. Hanya bercanda. Ok, apa permohoanmu sayang?”

”Saya berharap kamu tidak menontot World Cup tiap hari.” Dengan nada bercanda ia menyebutkan sebuah pepatah: “Nenek bilang, nonton sepok bola itu aneh, menontoni orang-orang laki dewasa berlari-lari di belakang sebuah bola.” Kami berdua tertawa ngakak.

Jujur, saya terkadang menonton pertandingan-pertandingan internasional (sepak bola, tennis, altetik, dsb. khususnya saat-saat final. Namun dengan segera saya bisa tinggalkan itu semua untuk urusan lainnya. TV sama seperti sebuah pisau, bisa menjadi alat penolong atau sebaliknya, tergantung si pemakai. Pendidikan cara memakai yang diperlukan, bukan larangan.

Saya pikir pembaca setuju dengan saya, bahwa menonton sepak bola (di TV) jauh lebih baik dari pada memikirkan ”bagaimana membunuh orang lain yang tidak mempunyai pikiran dan iman yang sama dengan kita.”

Bukan urusan kita menghakimi orang lain, kita bisa menasehati atau memperingatkan, tapi tidak dibenarkan main hakim sendiri. Jika itu dilakukan, maka ini adalah pelanggaran HAM.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film “The Messiah”, versi Islam


Sebuah film tentang Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih / Hazrat Isa Alaihe Salam yang tidak pernah tersalib. Film The Messiah ini asli buatan negara Islam Iran; disutradarai oleh seorang pendidik agama Islam, Pro. Dr. Nader Talebzadeh, dan pemeran utamanya Ahmed Solaimanniaya. Film ini telah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik untuk membangkitkan dialog antar umat beragama dari The Rome’s Religion Today Film, yang berpusat di Roma.

Film ini dibuat sebagai serangan balik film Fitnah yang dibuat oleh seorang politikus Nederland Geert Wilders. Film Fitnah buatan Geert Wilders adalah murni politik dalam negeri Nederland, tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan Kristiani.

Motif dari pembuatan film The Messiah buatan Iran ini jelas membuktikan kesalahan cara berpikir orang Muslim pada umumnya yaitu “semua orang kulit putih adalah Kristiani atau penganut ajaran Kristen.”

Sumber pemikiran yang berasaskan agama bahwa “Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih tidak mati tersalib, tetapi Yudas yang tersalib” tidak diragukan lagi adalah bersumber dari Kuran dan Injil Gnostik Barnabas (satu dari sekian Injil yang tidak diakui oleh bapa-bapa Gereja Reformasi sampai sekarang, telah ada injil-injil gnostik di abad kedua, hadir setelah Gereja mula-mula bangkit dan berkembang).

Dr. Emir Caner, anak dari seorang pemimpin agama Islam terkenal dari Turki, yang sekarang menjadi dekan dari sekolah Alkitab mengkomentari film The Messiah ini sebagai berikut: “Pergilah melihat film itu dan tanyakan beberapa pertanyaan pada film ini:”

  • Kapan penyaliban Yahshua digantikan oleh orang lain menurut Alkuran?
  • Kenapa ibu dan para murid Yahshua tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
  • Apa tujuan Elohim (Allah bagi orang Muslim) membutakan semua kerumunan termasuk murid-murid Yahshua dan Maria, ibu-Nya, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yahshua lah yang sedang disalibkan?

Katanya lebih lanjut, ”Mungkin orang-orang Muslim dan Kristen akan mengenali bahwa Kuran hanya menawarkan kemungkinan yang tipis kedalam satu dari peristiwa-peristiwa yang sangat banyak sekali dicatat di sejarah sementara Alkitab telah memberikan bukti yang rapi dan hati-hati secara detail kejadian saat itu kedalam sejarah.”

Pembuat film ini mempunyai pemikiran tentang Yahshua / Isa sama sebagai mana umumnya para Muslim berpikir katanya, Dia bukanlah putra Elohim dan tidak pernah ada sebagai putra Elohim. Dia adalah seorang nabi dan tidak disalib, orang lain yang disalib sebagai gantinya.” Ini sesuai ajaran Muhammad pada surah 4:157-158. Perlu diketahui bahwa Kuran tidak berkata bahwa Yudas yang disalib. Ini interpretasi orang Muslim sendiri.

Aliran Islam yang pertama kali mengembangkan ajaran ‘Injil’ Barnabas: “Yudas tersalib menggantikan Yahshua” adalah Hazrat Ahmad, pendiri Islam Ahmadiya. Dan Hazrat mengajar bahwa Allah telah menunjuk dirinya sebagai “Almasih” (Ha Mashiah). Ajaran Ahmadiyah yang murahan ini ternyata menyebar ke aliran Islam lainnya seperti Shia dan bahkan Sunni.

Susah untuk dimengerti, mengapa orang Islam begitu mudah menerima suatu sumber ajaran yang tidak memiliki dasar histori dan kebenarannya. Injil Barnabas adalah buku buatan abad ke 16, yang berasal dari bahasa Itali dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Spanyol. Yahshua berkata lebih dari 3 kali bahwa Yudas adalah penghianat sebelum Yudas menjual gurunya sendiri, bagaimana mungkin orang Islam bisa percaya begitu mudah bahwa “penghianat adalah seorang pahlawan.” Dengan menyebarkan ajaran “Yudas tersalib menggantikan Yahshua,” sesungguhnya orang Islam ini menyebabkan kerusakan kepada agamanya sendiri.

Film ini sudah diputar di Iran dan segera akan tersedia pada internet menurut CNN. Untuk film Fitnah CNN tidak berani memuat film Fitnah ini pada situsnya.

Jelas film ini bagian dari kerja Iblis melalui nabi-nabi dan guru-guru palsunya (Wahyu 16:13) untuk menipu Dunia. Musuh orang Kristen bukanlah darah dan daging tapi Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak mengikuti Iblis. Roh-roh Jahat ini menipu penduduk di Dunia untuk berpihak kepadanya, banyak orang Muslim telah berhasil ditipunya, seperti profesor Iran ini.
Di bawah ini tulisan seorang bekas anggota Front Pembebasan Islam (FPI). Dari pengalamannya selama tiga tahun di Afganistan berbicara dengan tokok-tokoh Islam di sana, ia menemukan beberapa alasan mengapa orang Muslim membenci orang Kristen: (garis bawah dan penebalan dari saya)

Timbulnya roh iri hati,

  • Tidak satupun ayat Al-Qur`an yang membicarakan bahwa umat Islam ini dijamin keselamatannya. Tidak ada satupun.
  • Dan tidak ada satupun mengatakan bahwa bangsa Arab ini adalah umat pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Ini nggak ada.
  • Mereka iri, mereka bertanya, untuk apa aku percaya kepada Al-Qur`an, kalau Al-Qur`an ternyata membicarakan agama orang lain?, Membicarakan umatnya orang lain? Membicarakan junjungan orang lain?

Sesuatu hal yang nggak masuk akal.

  • Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen. Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini?
  • Dia terus cari, mereka kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael. (apakah benar demikian?) Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael?

Kalau kita mau kembalikan kepada Alkitab, Al-Qur`an ini merespon dengan kejujurannya. Kenapa?
Karena Ismael menurut Alkitab memang tidak pernah ada berkat. Yah, berkat yang dicurahkan Tuhan kepada Ismael dikarenakan satu hal, yaitu permintaan dari bapaknya. Kalau bapaknya tidak minta berkat kepada Tuhan untuk dicurahkan kepada Ismael, maka Tuhan nggak akan memberkati Ismael. Jadi Tuhan memberkati menganugerahkan kepada Ismael karena permohonan Ibrahim…. Sehingga Al-Qur`an tidak pernah menulis.

Mereka mulai bingung, kenapa? Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten.
Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqrok” , “tata cara membaca Al-Qur`an”.
Membaca thok, itu sudah ibadah, membaca thok itu sudah dapat pahala…”

Film terkait: watch on-line

Bacaan terkait:

Referensi:

Muslim “Messiah” Movie at film Festival

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film 2009: Angles And Demons


Film Hollywood Angels and Demons akan muncul  di bulan Juni 2009 adalah contoh yang sempurna bagaimana Vatikan (Negara Roma) menggunakan uangnya dan kekuasaan yang kotor mengayun pendapat masyarakat di dalam arah petunjuk ibu binatang.

Organisasi Illuminati adalah Vatikan dan Vatikan adalah organisasi Illuminati (The Illuminati is the Vatican and the Vatican is the Illuminati), tetapi di dalam film ini mereka akan memutar bukti-bukti dengan bercerita kepada dunia Gereja Roma Katolik adalah di dalam sebuah kehidupan dan kematian yang susah menyelamatkan jiwanya dari kuasa-kuasa jahat organisasi Illuminati, yang mencoba menghancurkan pria-pria tua Vatikan yang baik.

Saksi-saksi mata di Roma melaporkan bahwa di bulan Mai 2007, tiga trio disebutkan di atas (Dan Brown –penulis Da Vinci Code, Ron Howard – direktur film, dan Tom Hanks – bintang film) bersama raja media Rupert Murdoch dan beberapa orang petinggi Serikat Jesuit dan seorang Kardinal Vatican semuanya bertemu untuk mendiskusikan keuangan film ini. (1)  Catatan: Penebalan dari saya.

Bukti bahwa Vatican dan Organisasi Illuminati adalah sama bisa baca di sini:

POPE BENEDICT XVI ADVOCATES THE NEW WORLD ORDER IN HIS CHRISTMAS, 2005, SERMON! Sedikit cutipan dari artikel di atas:  This new Pope actually used the term, “New World Order” in his speech, thus aligning himself and his global Catholic Church with other leaders of the Illuminati which are straining as much politically and/or economically as the Vatican is straining religiously to unite the world globally in these three spheres. Until this global unity is achieved, Antichrist cannot appear.

Ingat film Juno (2007), cerita tentang seorang gadis yang hamil diluar nikah dan memenangkan Academi Award untuk Best Original Screenplay dan beberapa nominasi Oscar?
Juno, lengkapnya Juno Lucina, adalah dewi  yang sangat terkenal  pada jaman kerajaan Romawi. Juno dapat disamakan dengan dewi Hera nya Yunani. Ia dipestakan pada tanggal 1 Maret, dikenal sebagai  perayaan Matronalia. Bulan Juni diambil dari namanya. Ia merupakan dewi kesuburan wanita dan pelindung wanita. (2)

Referensi:

  1. Diterjemahkan langsung dari sini.
  2. Pantheon.org.: Juno dan Ancienthistory.about.com: Juno Lucina

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog