Pidato President Mesir Al-Sisi di Al-Azhar: “Kita Perlu Merevolusikan Agama Kita”


“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; Ia (Elohim) membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir” – Raja Salomo (Pengkotbah 3:1-2 dan 11)

Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Al-Azhar pada Desember 28, dan dipancarkan di TV MesiPidato President Mesir Al-Sisi Kita perlu merevolusioniskan agama kita 28 Desember 2014r, Presiden Mesir Abd Al-Fattah Al-Sisi telah menyerukan memerangi ideologi ektrimist dan berkata: “Kita perlu merevolusikan agama kita.” Menyerukan untuk “wacana keagamaan yang sesuai dengan jamannya,” Al-Sisi memperingatkan bahwa “negara Islam sedang tercabik terpisah dan hancur” oleh ekstrimisme.
Berikut ini adalah ringkasan pidato President Abd Al-Fath Al-Sisi:*

 
“Kita telah berbicara sebelumnya tentang pentingnya wacana agama tersebut, dan saya berkehendak untuk mengulangi bahwa kita belum bertindak cukup sehubungan pada wacana agama yang tepat. Masalah ini belum pernah ada dengan iman kita. Mungkin masalahnya terletak pada ideologi, dan ideologi ini dihalalkan (disucikan) di antara kita. Saya sedang berbicara tentang wacana agama yang adalah sesuai dengan jamannya.
[…]
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-Azhar 28 Desember 2014Saya mengalamatkan hal-hal ini di sini, pada Al-Azhar, dihadapan para ulama (pengurus) dan cendikiawan agama (Islam). Kita harus melihat panjang dan sungguh-sungguh pada situasi saat ini. Saya telah membicarakan hal ini beberapa kali di masa yang lampau. Kita harus mengambil perhatian panjang dan sungguh-sungguh pada situasi tersebut dimana kita ada di dalamnya. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi yang kita halalkan (sucikan) harus membuat seluruh negara kita sebuah sumber dari keprihatinan, mara bahya, pembunuhan, dan kehancuran atas seluruh dunia. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi ini … Saya mereferensikan bukan kepada ”agama,” tetapi kepada ”ideologi” – badan yang (the body) dari ide-ide dan text-text yang kita telah halalkan (sucikan) selama berabad-abad, kepada titik yang menantang mereka [demokrasi, sekulerisme, agama-agama di luar dari ideologi Islam yang dimaksud Al-Sisi tersebut] telah menjadi sangat sulit.

 
Itu sudah mencapai titiknya bahwa (ideology ini; [tambahan dari sumbernya]) adalah bermusuhan kepada seluruh dunia.  Apakah itu tidak dapat dibayangkan bahwa 1,6 milyar (Muslims; [tambahan dari sumbernya]) akanlah membunuh tujuh milyar populasi dunia, sehingga mereka dapat hidup (pada aturan mereka sendiri, [tambahan dari sumburnya])? Ini tidak dapat dibayangkan! Saya mengatakan hal-hal ini di sini, pada (Universitas) Al-Azhar, dihadapan ulama dan cendikiawan agama (Islam).
Kiranya ALLAH menjadi saksi pada Hari Pengadilan kepada kebenaran (the truth) niat suadara-saudara sehubungan dengan apa yang saya katakan kepada Anda hari ini. Saudara-saudara tidaklah melihat hal-hal dengan jelas ketika  Anda terkunci (dalam ideologi ini; [tambahan dari sumbernya]). Anda harus keluar dari itu dan melihatnya dari sisi luar, agar supaya dapat lebih dekat kepada ideology yang benar-benar tercerahkan [yakni: kasih atas sesama, demikian juga untuk toleransi, keadilan dan belas kasihan]
Anda harus menolak itu dengan tekad. Biarlah saya katakan sekali lagi: Kita perlu untuk merevolusikan agama kita.

 
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-AzharImam yang terhormat (Grand Syekh Al-Azhar; [tambahan dari sumbernya]), Anda menanggung tanggung jawab di hadapan ALLAH. Dunia secara keseluruhan menunggu kata-kata Anda, sebab negara Islam sedang terpecah-pecah, hancur, dan sedang menuju kepada kebinasaan. Kita, diri kita sendiri adalah sedang membawa kepada kebinasaan.

 

*) Text (bahasa Inggris) Pidato Kenegraan President Mesir ini adalah hasil kerja yayasan non-laba The Middle East Media Research Institute (MEMRI). Disalin dan diterbitkan sesuai persyaratan MEMRI, lihat hak cipta dan link MEMRI di bawah. Penebalan ditambahkan.

Catatan dari penterjemah Indonesia: Pidato kenegaraan President Mesir Al-Sisi yang menyegarkan semangat kesatuan dunia dan sangat bersejarah tersebut disambut dengan antusias oleh bekas Duta Besar Israel untuk Mesir, Mr. Zvi Mazel pada wawancaranya dengan Chris Mitchell, Kepala Biro CBN News Timur Tengah (terbit 12 Januari 2015), pensiunan politik ini berkata: “Menurut Koran dan Hadith, (ini) adalah tepatnya yang NIIS (ISIS/ISIL simply “Islamic State”) sedang lakukan, seperti pada waktu Muhammad nabi tersebut.”

“Mr. Mazel berkata pidato Sisi tersebut kepada para cendikiawan terkemuka dalam dunia Muslim adalah belum pernah terjadi sebelumnya,” Mr. Mitchell berkata, dan meneruskan perkataan Mr. Mazel:
“Namun di sini Anda ada seorang president, dan president Mesir tersebut – yang adalah negara yang sangat penting di dunia Arab – dan beliau menyatakan hal-hal itu di muka mereka, ‘Dengar para pria, kamu harus merubah,’” Mazel menerangkan.

Untuk diketahui, Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir telah terkenal di seluruh dunia Islam sebagai pemimpin pengajaran Islam Sunni sedunia. Dari universitas ini para cendikiawannya menyebar membawa ajarannya ke seluruh dunia.
“Dan Sisi tidaklah sendirian,” tulis Kepala Biro CBN News untuk Timur Tengah ini, ternyata Raja Yordania juga telah mengambil langkah yang sama. Kutip:
“Itu tidaklah hanya dia (Sisi),” kata Joel Rosenberg kepada Mr. Michell, ”Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II, telah mengambil pendekatan yang tepat sama sejak beberapa tahun ini, bekerja dengna para pimimpin Muslim moderat dan membangun konsensus tidak hanya di dalam Yordania tetapi menyeluruh ke dunia Muslim – bahwa Islam radikal adalah bukan Islam yang kebanyakan para Muslim ingin untuk praktekan.”
Joel Rosemberg yang adalah pakar Timur Tengah dalam budaya dan agama, telah menulis banyak memberi tip kepada pemimpin Barat melalui CBN News ini:
“Itu adalah sebuah perang saat ini untuk kehidupan Islam, dan Barat perlu untuk ada memberi semangat, mendukung, membantu setiap pemimpin dalam dunia Muslim yang mengambil pro-active posisi moderat,” Rosenberg berkata.
Text Pidato dikutip dari sini: The Middle East Media Research Institute
P.O. Box 27837, Washington, DC 20038-7837
Phone: [202] 955-9070 Fax: [202] 955-9077 E-Mail: memri@memri.org
Search previous MEMRI publications at our website: http://www.memri.org

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Berita Singkat Negara Islam Khalifah (NIK)


“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yeshua Ha Mashiah (Injil Yohanes 10:10)

Negara Islam (NIK) berkata mengeksekusi 100 tentara asingnya sendiri yang telah ingin keluar (TimesofIsrael.com; 20/12/2014)
Kelompok ekstrimist Negara Islam telah mengeksekusi 100 dari pejuang asingnya sendiri yang telah mencoba keluar dari pos-pos utama mereka di kota Raqqa Syria, koran The Financial Times berkata hari Saptu. Baca lebih lanjut …

NIK mengeluarkan selebaran perbudakan sex, membenarkan perkosaan anak (RT.com; 11/12/2014)
Kelompok militan Negara Islam telah mengeluarkan sebuah petunjuk penangkapan, penghukuman dan pemerkosaan paa wanita bukan-Muslim. Itu menguraikan bagaimana untuk memakai mereka sebagai budak-budak sex mereka dan juga membenarkan pemerkosaan anak. Baca lebih lanjut …

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Arab Saudi: Polisi dan militan NIK saling tembak, 7 tewas.


Bentrok senjata antara polisi dengan militan NIK di Arab SaudiDalam suatu operasi penangkapan para militan yang diduga berkaitan dengan organisasi Islam Sunni NIIS (ISIS) yang telah berganti nama menjadi Negara Islam Khalifah (NIK), laporan pemerintah Saudi tertanggal 24 November 2014 mengatakan 7 orang telah tewas dalam peristiwa saling tembak, dua diantaranya adalah dua petugas polisi.
Operasi ini berkaitan dengan penyerangan bersenjata api pada awal bulan ini (3/11) di kota al-Ahsa (timur Saudi). “Tiga pria bertopeng melepaskan tembakan melalui senjata api otomatis dan pistol ke sekelompok masyarakat Shia, membunuh 5 orang dan melukai 9 orang lainnya. Sehari setelah penyerangan yang mematikan ini polisi segera mencari para pelakunya, saling tembak terjadi dan dua dari tersangka serta dua dari polisi tewas.
Empat militan NIK yang juga diduga ada dibelakang penembakan di al-Ahsa berhasil ditangkap pada operasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Saudi berkata, dan menambahkan “total 77 orang yang diduga anggota sel NIK telah ditahan, 47 dari mereka kemudian dibebaskan.
Badan-badan keamanan telah menahan dokumen-dokument dan perlengkapan elektronik yang “menunjukkan hubungan antara organisasi terrorist ini dan NIK di luar negeri,” menteri tersebut menambahkan.
Pemerintah mengatakan mereka akan “menang setiap orang yang bergabung dengan kelompok terrorist NIK, entah mereka yang bersimpati kepada pemimpinnya (Bagdadi), atau partisipan, pendukung, pemberi keuangan, atau mereka yang menutup-nutupi.”
Dua orang Saudi dan seorang Qatar tewas ketika mereka menolak menyerah, termasuk dua petugas keamanan, menteri berkata.

Kerajaan Arab Saudi sejak bangkitnya NIK di Syria dan Irak, telah mengambil tindakan-tindakan preventive di dalam negara maupun di perbatasan negaranya. Raja Saudi juga aktiv mendorong negara-negara Arab Teluk lainnya untuk membendung gerakan para organisasi Islam militan di Timut Tengah dan di luar – memberi bantuan keuangan untuk pemerintah Mesir dan Libanon, bekerja sama secara rahasia dengan pemerintah Israel. Posisi Negara Arab Saudi sangatlah memegang peranan penting saat ini, negeri ini adalah pusat lahirnya agama Islam sejak beberapa tahun belakangan ini pemerintah telah berusaha melenyapkan hal-hal yang berkaitan dengan ‘radikalisme Islam.’ Kerajaan Saudi juga telah menerbitkan Qur’an berbahasa Inggris (1999) disebut “The Nobel Quran.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Muslim Cina memakai negara Asia Tenggara untuk berjihad bersama NIK


Empat pemuda Muslim Turki yang tertangkap di Poso, Sulawesi pada pertengahan September 2014, yang kemudian dikenali sebagai memiliki jaringan dengan Negara Islam Khalifah (NIK) ternyata adalah orang-orang Muslim Uyghurs dari Xinjiang, RRC, yang ingin pergi bergabung dengan organisasi Negera Islam melakukan jihad di Irak dan Syria, tulis Aaron Zelin, pemilik weblog Jihadology.net

Pejuang NIK dari Uyghur Cina tertangkap di IrakFoto: Tentara Irak menangkap hidup-hidup pejuang Negara Islam suku Uyghur. Suku Uyghur adalah satu dari beberapa suku di Asia yang berbahasa Turki, hasil dari pengaruh Kerajaan Ottoman.
Jihadology.net menulis: “Menurut seorang pribadi yang memakai nama Abdullah Abu Bakr, orang-orang Uyghur mendapat kesusahan mendapatkan pasport Cina untuk pergi ke luar negeri untuk menjadi pejuang di luar negeri, jadi mereka membuat passport palsu, khususnya dari Turki. Ia kemudian berkata, lalu mereka masuk ke Malaysia atau Thailand dimana mereka mungkin akan ditahan beberapa waktu di penjara, tetapi kemudian karena mereka tertangkap degan passport Turki tersebut, maka mereka akan di deportasi ke Turki. Sekali mereka tiba di Turki, menurut dia, pemerintah Turki melihat para Uyghurs sebagai orang Turki sehingga mereka bisa diam aman di Turki, yang kemudian mengijinkan para Uyghurs mengalir masuk ke Syria. Jika mereka tertangkap karena alasan pergi jihad di Syria atau Irak mereka akan dikirim balik ke Cina dan menghadapi hukuman penjara.” Lalu Aaron menyimpulkan, “Sebagian, ini sepertinya mengapa Indonesia saat pertama percaya orang-orang yang ditangkap ini adalah dari Turki.”
Aaron percaya bahwa kejadian di Indonesia ini bukan sekedar ”suatu usaha untuk mencoba pergi ke Syria,” lebih dari itu bahwa ”ada suatu jaringan pribadi-pribadi yang telah menciptakan suatu sistim.”
Ini nampaknya juga seperti adanya jaringan saling hubungan antara jaringan-jaringan jihad fasilitas di Asia Selatan/Tenggara sedemikian juga mereka kemudian berhubungan balik ke jaringan-jaringan yang berpusat di Turki dan atau dunia Arab.

Turki sejak pejuang Sunni keluar dari Homs, Syria, semakin disoroti media internasional – Turki dituduh mendukung Negara Islam Khalifah (membuka jalur masuk pejuang NIK dari tanahnya – sementara menutup gerbangnya bagi refugi Kurdi asal Kobani sekaligus melarang pemuda Kurdi membantu saudara mereka di Kobani;  mensuplai data-data satelit untuk memerangi suku Kurdi di Kobani; dan baru-baru ini membuka ‘kantor diplömatik’ NIK di Turki). Turki tidak ingin Kurdi mendeka, sebab sekitar 45% tanah Kurdistan dimiliki Turki, sekarang NIK menghancurkan barang-barang bersejarah suku Kurdi untuk menghapus indentitas kebangsaan dan budaya Kurdi. Beberapa hari yang lalu Pemerinah Turki menyerang  orang-orang Kurdi yang protes dengan bom-bom serangan udara. Protes mereka lahir atas sikap Turki pada perang di Kobani.

Aaron Zelin adalah seorang peneliti gerakan jihad yang berdiri sendiri. Dengan keahlian komputernya dan kemampuan berbahasa Arab, ia menggumpulkan potongan-potongan data para Islam militan dan aktivitas mereka menjadi sebuah ‘gambar puzzle’ yang utuh. Selama perang Shia-Sunni di Syria, dimana Hezbollah terlibat, namun menolak untuk mengakuinya. Aaron meneliti data-data para pendukung Hizbollah; melalui jariangan sosial mereka (Facebook, Twitter), TV bahkan ia telpon teman-temannya di Libanon. Lalu dari semua data yang dapatkan. ia muat dalam weblognya nama-nama pejuang Hizbollah yang tewas di Syria berikut foto-foto mereka. Beberapa bulan kemudian Hizbollah akhirnya mengakui keterlibatannya. Hasil kerja Aaron telah menakjubkan badan intelligent Amerika Serikat.
Jadi nampak jelas bahwa  Badan Intelejen  dan Badan Keamanan Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk menghancurkan jaringan terroris di dalam negeri maupun yang berkaitan dengan luar negeri.
Belakang ini Pemerintah RCC sangat aktif menghentikan aksi terror Uyghurs di Xinjiang.

Bacaan berkait:

Referensi:
The Clairvoyant: Turks Or Uyghurs Arrested In Indonesia?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Brother Rasheed: Pesan untuk President Obama dari bekas Muslim –tentang NIK


Pesan untuk President Obama dari Brother Rasheed tentang Negara Islam KhalifahBrother Rasheed, putra dari seorang imam Marokko telah melayangkan sebuah video yang berjudul “Pesan untuk President Obama dari bekas Muslim” dengan tujuan memberikan pelajaran agamaIslam yang benar kepada Mr. Obama.
“ISIL tidak berbicara demi Islam” President Obama berkata mengkomentari kebrutalan dan kesadisan organisasi Islam Sunni yang telah menproklamasikan dirinya sebagai Negara Islam Khalifah (NIK) sebagai ganti dari Negara Islam Irak dan Syria dalam bahasa Inggrisnya “ISIS,” atau ISIL Gedung Putih menyebutnya.
Sejak Juni 2014 kebrutalan dan ketidak prikemanusiaan para pendukung gerakan NIK ini telah menjadi sorotan media internasional. Tujuan dari gerakan NIK ini adalah membangun kembali Khalifah Muhammad abad 6 AD. Namun beberapa pemimpin politik Barat tetap berkata bahwa NIK bukanlah berbicara tentang Islam atau agama.
Pada pesan 8 menit 36 detik, Brother Rasheed, pemimpin siaran Satelit Kristen berbahasa Arab yang sangat terkenal Al-Hayat TV, menegaskan kepada Mr. Obama bahwa ”Saya bisa katakan kepada Anda dengan yakin bahwa NIIS berbicara tentang Islam.”
Brother Rasheed, selain anak dari imam Islam, ia adalah pakar dalam bidang Islam (20 tahun mendalami Islam) dan telah meninggalkan ajaran Islam. Dan ia sedang menyelesaikan gelas S3nya dalam bidang Terrorisme.
Melalui pesan singkat ini Brother Rasheed mengajak untuk Mr. Obama berurusan dengan “akar permasalahan” di dalam membasmi gerakan radikal Islam demi kemanusian dan Hak Asasi Manusia.
“Mr. President yang terhormat. Dengan segala hormat saya harus berkata bahwa Anda salah tentang NIIS (NIK). … Ijinkanlah saya memperbaiki Anda Mr. President.” Rasheed mengawali pesannya dalam bahasa Inggris. Pesan lengkapnya lihat disini: A Message to President Obama from a former Muslim – Situs Brother Rasheed berbahasa Arab lihat di sini: www.islamexplained.com

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Saudi Arabia: Para anggota NIK adalah orang mutad, imam Sa’d Al-Shathri berfatwa


“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.” (Injil Lukas 6:43-44) – Adonai  Yeshua Ha Mashiah

Imam Saudi Arabia Sa’d Al-Shathri menyatakan bahwa para anggota Negara Islam Irak dan Syria (NIIS) adalah para murtad pada sebuah wawancara dengan saluran TV Saudi Majd TV tanggal 31 Agustus 2014. Imam Al-Shathri menambahkan para anggota NIIS yang tidak mampu meninggalkan organisasi tersebut karena takut ada dibunuh haruslah membunuh para komando dan rekan mereka supaya ada selamat dari Api Neraka. Organisasi NIIS (ISIS, in English) pada awal bulan Agustus telah memproklamirkan organisasinya sebagai pendiri Negara Islam Khalifah (NIK), dengan Bagdaddi, pemimpin utamanya sebagai Khalifah.
Text pernyataan dalam bahasa Indonesia imam Sa’d Al-Shathri dan foto di bawah ini diambil dari situs The Middle East Media Research Intitute (MEMRI); suatu organisasi non-laba untuk tujuan analisa dan penelitian pada pengembangan di Timur Tengah.

Video wawancara: Saudi Cleric Sa’d Al-Shathri: ISIS Members Are Apostates. Al-Majd TV (Saudi Arabia) – August 31, 2014

Imam Saudi bergabung ke NIK adalah dosa besar“Organisasi dikenal sebagai ‘Negara Islam Irak dan Syria’ adalah memerangi Allah dan nabinya. Mereka korupsi dan menetang Hukum Islam. Mereka menutup mesjid-mesjid, membunuh para ahli agama Islam, melarang buku-buku keagamaan dan hijab. Mereka menyiksa para hamba Allah. Karena itu saya ingin menyoroti berbagai aturan hukum dalam masalah ini.”
Pertama, menjadi anggota organisasi ini tergolong sebuah dosa besar. Tergolong murtad. Para anggota organisasi ini haruslah segera meninggalkannya. Karena (NIIS) membunuh mereka yang coba meninggalkannya, maka para anggota haruslah membunuh komando unit mereka, dan sebanyak para anggota NIIS sebanyak mungkin. Semoga Allah akan mengampuni mereka yang bergabung dengan NIIS.
Iman Saudi mati demi NIK masuk Api NerakaKedua. Setiap anggota NIIS yang terbunuh bukanlah seorang marir. Kami percaya bahwa ia akan pergi ke Api Neraka, menurut (Hukum) Sharia.
Ketiga, sumpah janji setia kepada NIIS adalah kosong dan batal, dan haruslah dihindari. Itu tidak berharga.
Keempat. Bagaimanapun itu adalah dilarang untuk bergabung dengan NIIS, sebab itu dianggap penghianatan kepada Allah, Utusannya dan para Muslim. Itu dilarang mengadakan persetujuan atau berdamai dengan mereka.
Kelima. Memerangi mereka adalah satu dari tugas-tugas terpenting yang diperintahkan oleh (Hukum) Sharia. Kami berharap bahwa setiap orang yang terbunuh sementara memerangi NIIK atas nama Allah akan digolongkan sebagai martir.
[….]
Imam Saudi anggota NIK harus membunuh pemimpin merekaKetika seorang ibu melapor ke pemerintah tentang putranya, dan putranya masuk mendekamp di penjara beberapa tahun sampai pikirannya kembali kepadanya – ibu ini menggenapi tugasnya. Ini lebih baik daripada bergabung ke NIIK, atau ada terbunuh mendukung para orang tersesat tersebut. Hal yang sama juga benar untuk seorang isteri yang melaporkan suaminya, seorang saudari perempuan atas saudaranya laki-laki, tetangga atas tetangganya. Ini adalah dilakukan keluar dari kasih bagi orang-orang yang mereka laporkan.

Komentar: Sejak gagalnya para organisasi Islam militan Sunni menumbangkan President Syria Al-Assad (Islam Shia), dan bangkitnya organisasi Islam militan the Muslim Brotherhood di Mesir, Kerajaan Arab Saudi (juga Turki dan Qatar) yang adalah sebelumnya pendukung gerakan militer Islam Sunni di Syria, sekarang  beberapa Negara Arab secara terus terang menentang setiap gerakan Islam radikal Sunni. Melabelkan mereka sebagai ”para organisasi terrorist.” Namun Turki dan Qatar tetap masih mendukung ”para terrorist” tersebut, khususnya organisasi NIK. Saat ini susah untuk dikatakan, apakah perlawanan Saudi kepada NIK ini bersifat keagamaan atau bisnis tempat suci Islam; tidak diragukan bahwa perjalanan ibadah ke Mekkah dan Medina adalah suatu pemasukkan keuangan yang sangat besar bagi Kerajaan Saudi, ditambah dengan sumber minyak buminya. Turki, anggota NATO, tetap mendukung NIK karena mendapat banyak keuntungan dari import minyak bumi dari pertambangan di Irak yang direbut oleh NIK.
Muslim harus melaporkan anggota NIK ke pemerintahBacaan berkait:
Al-Qaida Splinter Declares New Islamic Caliphate
Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern
Saudi king warns West will be jihadists’ next target
Saudis regroup amid Islamic State threat; Finds itself backing rebels who could attack kingdom
NATO member Turkey openly aiding ISIS
How U.S. weapons made it to ISIS

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Khalifah / Kalifat di mata komunitas dunia


pejuang Negara Islam Khalifah berparadeNegara Islam Khalifah (NIK) telah lahir kembali! Apa pendapat komunitas Dunia tentang NIK atau singkatnya Negara Islam (the Islamic State)? NIK modern lahir dari Organisasi Islam Sunni bernama Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau ISIS in English). Di bawah ini adalah kumpulan pendapat para pemimpin negara, sosial-budaya, agama (bukan-Islam dan Islam). Untuk mengerti apa itu Negara Islam Kalifat, bacalah terlebih dahulu Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern.

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 16:1-4a) – Yeshua Ha Mashiah – 29-31 AD

Kantor Berita Assiria Internasional (AINA.org) menyimpulkan NIK sebagai berikut:
”Pembantaian atas orang Kristen yang mengambil tempat di Timur Tengah baru-baru ini telah menjangkau tingkat-tingakt yang memprihatinkan. Minggu lalu, kelompok terroris jihad NIIS – meskipun tidak dikenali sebagai sebuah negara – telah merebut Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak, memperingati orang-orang Kristen untuk ”pergi, murtad atau mati.” Mereka secara sistimatis memenggal kepala anak-anak.
Fakta bahwa NIIS tidak dapat bersama-sama dengan Syiah dan para Muslim Kurdi nampak jelas. Para orang Kristen bergaul dengan ratusan, jika tidak ribuan denominasi yang berbeda hari ini tanpa membunuh satu sama lain adalah ribuan. Islam radikal adalah ancaman drastis hari ini bagi orang Kristen, Yahudi dan para Muslim lain yang kurang radikal, dan sampai itu dapat terkandung, kebrutalannya hanya akan meningkat.” Emboldened ISIS Barbarically Slaughtering Christians In Iraq As Obama Golfs By Rachel Alexander
Baca juga:

Kerajaan Arab Saudi. Adalah negara tempat lahirnya Muhammad dan berkembangnya agama Islam. Pada suatu pernyataan terbuka yang tegas Kerajaan Saudi ini berkata “bahwa para organisasi Islam fanatik adalah organisasi terroris.” Di dalamnya termasuk Front al-Nusra, NIIS (ISIS), Muslim Brotherhood, Hamas (semuanya Sunni) dan juga Hezbollah (Shia).

Menteri Dalam Negeri (MDN) Saudi telah menangkap 88 pria dalam beberapa hari ini. “Pasukan Saudi serius dalam melacak setiap orang yang telah bergabung pada kelompok-kelompok extremist,” Jurubicara MDN.  “Mereka yang ditangkap mendukung “ideology yang sesat dan memuliakan tindakan-tindakan terrorist,” Jurubicara tersebut menambahkan.(2/9/2014)

Baca: Negara Islam Kalifat di mata raja-raja Arab (Negara-negara Arab) – bagaimana Kerajaan Arab Saudi menghapus bukti-bukti sejarah yang berhubungan dengan nabi Muhammad. Sepertinya Raja Saudi ingin mengembalikan wajah Islam ke jaman Mekka, yakni sebelum Muhammad dan para pengikutnya pindah ke Medina dan membentuk kekuatan politik. Perpindahan ini dikenali juga dengan istilah Kuran berdasarkan “Mecca’s texts” dan “Medina’s texts” dimana ayat-ayat toleransi dihapus menjadi ayat-ayat pedang/ jihad.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott kepada radio ABC. “Pencarian Negara Islam untuk sebuah negara terrorist menyebabkan masalah-masalah yang sangat luar biasa bagi Timur Tengah dan Dunia sekitarnya.” Ia menambahkan, “Kita lihat lebih dan lebih bukti betapa begitu barbarnya organisasi jenis ini entiti adalah.” Newspaper: Terrorist’s son poses in gruesome photo
Dr. Sarah Ahmad; dari the Foundation for Reconciliation and Relief in the Middle East. “Itu begitu sukar untuk mendengar semua cerita-cerita dan membayangkan manusia ada melakukan hal demikian. Itu sukar. Itu adalah pekerjaan Setan.” Dokter ini memberi contoh betapa jahatnya para pengikut NIK tersebut: para wanita yang ditangkap dipakai sebagai budak-budak sex dan dijadwalkan pada hari waktu-waktu berbeda untuk berbagai para laki-laki NIK. Death on the ISIS Highway  Baca juga: Women in Christianity and Islam

DR. Michael BrownDR. Michael Brown; Proffesor dalam bahasa-bahasa Timur Dekat seperti Aramik, Ibrani dan penulis dari 24 buku. “Negara Islam (NI) ini fasik, jahat, barbariak, pembunuh dan licik. Organisasi ini begitu fasik sehingga para orang sayap-kiri (liberal) yang bersandar menuju pacifism (suatu doktrin/ faham pertahanan passive, anti-kekerasan) sampai-sampai menganjurkan serangan militer untuk menghancurkan para terrorist ini yang telah menggorok dan menyembelih laki-laki, para wanita dan anak-anak kecil, dan yang memperkosa, merampok harta orang lain, menculik dan menghancurkan.” DR. Brown menyamakan NI / NIK ini dengan Kaisar Nero, yang hanya karena untuk menghibur dirinya sendiri ia telah membakar orang-orang Kristen sebagai obor-obor api, sama dengan Hilter (yang telah membantai 6 juta orang Yahudi di Eropa dan puluhan ribu suku lainnya) dan Pol Pot (pemimpin Komunis Kambodia yang membantai lebih dari 1/4 rakyatnya sendiri atau mendekati dua juta orang). The wicked — including ISIS — will be destroyed

Rapat PBB di Genova 27/8/2014. Hasil rapat PBB ini menyatakan bahwa NIIS telah melakukan Kejahatan Perang di Syria setelah melihat fakta-fakta perbuatan tidak manusiawi orang NIIS. Ref: ‘Executions, Amputations and Lashings’: ISIS Commits War Crimes in Syria, UN Says
Der Spiegel, maNegarak Islam Kalifat NEGARA JAHAT sampul majalah Der Spiegeljalah terkenal Jerman. Pada halaman mukanya tertulis besar-besar: DER STAAT DES BÖSEN, Wie die is-terroristen ihr kalifat errichten (Negara Jahat; Bagaimana para terrorist Negara Islam membangun Khalifah mereka. Laporkan jika saya salah menterjemahkan, terima kasih). Tertulis: Semua wanita di kota (Raqqa, Syria) haruslah memakai niqab dan celana panjang dilarang. Pesta nikah dilarang pakai musik, tempat pemotongan binatang diperintahkan membungkus bagian belakang binatang sembelihan untuk mencegah para pria memiliki pikiran porno, demikian juga buah ketimun dilarang dengan alasan yang sama. Setiap orang yang tertangkap di jalan selama waktu-waktu doa lima waktu adalah membahayakan kehidupan mereka (baik pria maupun wanita) – seperti di Profinsi Aceh. Para penentang disalib atau dipotong lehernya di depan umum, dengan foto-foto tindakan horror ini semua kemudian dikirim ke jaringan sosial (YouTube, Twitter, Facebook, dll.) Caliphate of Fear: The Curse of the Islamic State By SPIEGEL Staff

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog