Pengajaran (The Didache) Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa


Dan YAHWEH menampakkan diri kepadanya (Ishak), dan berfirman: “… Aku akan menggenapi sumpah sumpah-Ku yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu, … dan oleh keturunanmulah segala bangsa di bumi akan diberkati. Sebab Abraham telah mendengarkan suara-Ku, dan memelihara pesan-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-ketetapan-Ku dan hukum-hukum-Ku.” (Kejadian 26:2-5)

Kata Pengantar dari Penterjemah Indonesia: Teks Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa adalah petunjuk bagi Jemaat (Gereja) mula-mula; Pengajaran yang luar biasa indahnya dan sangat praktis.
The Didache (kata Yunani yang berarti “Pengajaran” adalah salah satu manuskrip Kristen tertua yang masih ada. Melalui isi dan bentuk tulisannya, karya ini diyakini sebagai hasil langsung dari Sidang para Rasul Pertama di Yerusalem yang terjadi pada tahun 49 AD (Kis 15:28). Kebanyakan ahli Alkitab setuju karya manuskrip ini – dalam bentuknya yang pertama – bisa jadi telah beredar pada permulaan tahun 60 AD. Manuskrip Pengajaran 12 Rasul kepada bangsa-bangsa tidak pernah ditolak oleh Gereja, tetapi maupun dimasukkan kedalam kanon oleh karena alasan tertentu.[1] Isi nya pernah di bahas oleh Eusebius (340 AD), salah satu tokoh dalam tatanan Gereja Roma Katolik, dimana kepudian hari berpikir untuk merubah keputusan atau hukum dan waktu Yang Mahatinggi telah tetapkan (Daniel 7:24-25). Klemens dari Aleksandaria, Mesir (216 AD) mengutip isinya,[2] “Anakku, janganlah bohong, sebab berbohong memimpin kepada pencurian. Janganlah tamak akan kekayaan, … sebab semuanya ini memimpin kepada pencurian. (Pengajaran 3:5).

Manuskrip sejenis (dated 1056) ditemukan di Konstantinople (pernah dijadikan ibukota Turkey) pada tahun 1875, ditemukan juga beberapa dokumen lainnya yang ditulis sebelum AD 150.[3] “Banyak dari bentuk kalimat di manuskrip ini serupa dengan manuskrip the Epistle of Barnabas (Suratan Barnabas; ditulis tahun 120 AD), teman sepelayanan rasul Paulus,” Ben H. Swett menulis. The Epistle of Barnabas dapat dibaca online.

Manuskrip Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa edisi Indonesia ini ditermahkan dari versi Inggrisnya, karya terjemahan Ivan Lewis, The Teaching of the Twelve.
Ada lebih dari lima terjemahan untuk mansukrip yang sama, namun saya memilih terjemahan Ivan Lewis, sebab ia mendasarkan terjemahannya dari teks Yunani yang dikaitkan dengan teks Koptik (Kristen Mesir) dan Latin (Roma Katolik). Catatan kaki ditambahkan untuk membandingkan terjemahan Ivan ini dengan terjemahan lainnya serta referensi yang berhubungan dengan kalimat teks Pengajaran (The Didache).

Semoga artikel Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa terjemahan Indonesia ini menjadi berkat bagi Anda semua.
Hormat saya: Anggur Baru, Penterjemah.

PENGAJARAN KEPADA BANGSA-BANGSA

BAB 1. DUA JALAN; PERINTAH PERTAMA
1 Ada dua jalan: satu Kehidupan – satu Kematian, masing-masing memiliki perbedaan yang besar di antara keduanya.[4]2 Jalan kehidupan adalah ini: Pertama, kamu harus mengasihi Dia yang telah membentukmu; Kedua, kamu harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.[5] Jangan melakukan ke orang lain, apa yang kamu sendiri tidak ingin orang lain lakukan kepada mu.
3 Dan inilah pengajaran kami: Berkatilah orang-orang yang mengutuki kamu. Berdoalah untuk musuh-musuhmu. Berpuasalah untuk para penganiaya kamu. Apakah kamu berharap upah yang besar jika kamu hanya mengasihi mereka yang mengasihi mu? Tidakkah orang-orang yang tidak mengenal YAHWEH (Gentiles) berlaku demikian kepada sesama mereka? Tetapi bila kamu melakukan kasih kepada mereka yang membencimu, musuh-musuhmu akan lenyap.
4 Tahanlah dirimu dari dorongan kedagingan dan  kepentingan sendiri. Jika seorang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu juga. Disiplin ini akan membawa kepada kesempurnaanmu. Jika seorang memaksa mu untuk pergi satu mil, pergilah bersamanya dua mil. Jika seorang merampas jubahmu, berikan mantelmu dengan suka rela kepadanya. Jika seseorang mengambil sesuatu dari mu, janganlah minta itu kembali, karena apa baiknya?[6]5 Berikan kepada semua orang yang meminta, dan jangan berharap balasan; sebab kehendak Bapamu di sorga setiap orang ada menerima hadiahmu. Upah besar menanti setiap orang yang memberi sesuai Torah; sebab orang itu tidak bersalah. Celakalah dia yang menerima, tetapi tidak memerlukan, sebab ia akan membayar hukuman sebab menerima tanpa sebab tetapi serahkah, dan di bawah pemeriksaan akan diminta untuk menyatakan segala sesuatu yang dia telah pilih, dan tidak akan dibebaskan dari kewajibannya sampai segala sesuatu dilunasi.
6 Pada sisi lain, seorang yang membutuhkan dan menerima tidaklah bersalah. Hendaklah pemberianmu tetap pada tanganmu, sampai kamu tahu kepada siapa kamu akan memberikannya.

BAB 2. PERINTAH KEDUA: DOSA UMUM YANG TERLARANG
1 Ini perintah kedua dari Pengajaran;
2 Jangan kamu membunuh; maupun memberikan diri kepada perzinahan; maupun  berhubungan sex dengan anak-anak (molest children);[7] maupun praktek imoralitas; maupun mencuri; maupun mempraktekkan ilmu hitam, maupun mempraktekkan ilmu sihir; maupun melakukan aborsi atau maupun membunuh bayi; janganlah juga seorang mengambil milik tetangganya secara ilegal,
3 Haruslah kamu tidak bersumpah palsu atau maupun memberikan kesaksian palsu; maupun berbicara jahat, maupun dendam.
4 Haruslah kamu tidak menipu maupun mendua pikiran; sebab dua pikiran adalah jebakkan kematian.
5 Pidatomu haruslah tidak boleh palsu, maupun tanpa arti, tetapi diteguhkan dengan perbuatan.
6 Haruslah kamu tidak serakah, maupun melipat gandakan kekayaan, maupun munafik, maupun bertindak kasar; maupun terlibat dalam permufakatan jahat melawan tetanggamu.
7 Haruslah kamu tidak membenci siapapun; tetapi beberapa dari mereka harus kamu perbaiki, dan berdoa bagi orang lain, dan beberapa dari mereka haruslah kamu kasihi bahkan lebih daripada kehidupanmu sendiri.

BAB 3. DOSA-DOSA LAINNYA YANG TERLARANG
1 Anakku, berpalinglah dari segala yang jahat, bahkan dari apapun yang seperti itu.
2 Kuasailah kemarahanmu, sebab kemarahan memimpin kepada pembunuhan. Kuasailah cemburumu, dan jangan bertengkar, maupun ada bertempramen tinggi, sebab semua ini adalah akar-akar pembunuhan.
3 Anakku, janganlah memberi angin kepada hawa napsu di dalam hatimu: sebab hawa napsu memimpin kepada amoralitas.[8] Janganlah bermulut kotor, maupun ijinkan matamu sombong; sebab semua ini adalah akar dari perzinahan.
4 Anakku, janganlah mempraktekkan ramalan-ramalan (omens),  sebab ini memimpin kepada penyembahan berhala. Janganlah mempraktekkan tenung, maupun artrologi, ilmu hitam,[9] maupun bergabung dengan mereka yang melakukan hal-hal  yang demikian; sebab semua ini memimpin kepada penyembahan berhala.
5 Anakku, janganlah bohong, sebab berbohong memimpin kepada pencurian. Janganlah tamak akan kekayaan, maupun berbangga yang sia-sia sebab semuanya ini memimpin kepada pencurian.
6 Anakku, janganlah mengeluh sebab ini memimpin kepada penghujatan. Jangan sombong maupun berpikiran jahat sebab semua ini memimpin kepada penghujatan.
7 Sebaliknya, jadilah lembut hati sebab mereka akan mewarisi Tanah Perjanjian.[10]8 Jadilah rendah hati, sabar, berbelas kasihan, lembut dan baik, selalu menunjukkan penghormatan dan takut yang benar untuk apa yang kamu telah dengar.
9 Jangan pernah mencari peninggian diri, maupun jadi terlalu percaya diri pada dirimu sendiri. Janganlah bergabung dengan orang kelas atas duniawi, tetapi dengan orang benar dan rendah hati.
10 Hal-hal apapun yang terjadi padamu terimalah sebagai kebaikan, sebab kita tahu tidak ada sesuatu terjadi di luar (kehendak) Elohim.

Bab 4. Berbagai macam aturan (Various Precepts)
1 Anakku, setiap malam dan siang[11] ingatlah mereka yang mengajar kamu; dan haruslah kamu menghormati dia.[12]2 Dan haruslah kamu setiap hari mencari kebersamaan dengan orang-orang kudus, sehingga kamu mendapatkan penguatan di dalam kata-kata mereka.
3 Janganlah pernah menimbulkan perpecahan, jadilah pendamai pada mereka yang bertengkar. Selalu menghakimi dengan adil, jangan pernah menunjukkan pemihakkan ketika mengadili pelanggaran-pelanggaran.
4 Selalu berdiri teguh di dalam keputusan-keputusanmu.
5 Jangan ada terbiasa sebagai penerima, jangan enggan bermurah hati.
6 Jika kamu telah mendapatkan sesuatu melalui kerja, pemberianmu akan ditimbang sebagai tebusan melawan dosa-dosamu.[13]7 Haruslah kamu tidak segan-segan memberi, maupun menggerutu setelah itu, karena suatu hari kamu akan menerima upah dari Juruupah.
8 Jangan pernah berpaling dari mereka yang membutuhkan, tetapi selalu membagikan segala sesuatu dengan saudaramu, dan jangan pernah berkata bahwa barang-barangmu hanyalah milikmu, sebab jika kamu berbagi hal-hal yang kekal, lebih lagi hal-hal yang adalah sementara!
9 Jangan pernah melalaikan tangung jawabmu atas putra dan putrimu, tetapi selalu mengajar mereka sejak muda mereka penghormatan yang benar.
10 Jangan pernah memberi perintah di dalam kemarahan kepada hamba pria atau wanitamu, khususnya jika pengharapan mereka adalah sama (seperti yang kamu miliki), sehingga mereka terdorong untuk kehilangan hormat pada Elohim, yang adalah di atas kalian berdua. Karena Dia tidak datang kepada orang berdasarkan pada peanmpilan atau reputasi mereka, tetapi kepad orang-orang yang Roh telah siapkan.
11 Dan hamba-hambamu haruslah ada tunduk kepada tuan kalian di dalam hormat dan takut.
12 Haruslah kamu membenci semua kemunafikan dan setiap hal yang tidak positif.
13 Jangan pernah berpaling dari mempraktekan Perintah-perintah dan selalu menjaga apa yang kamu telah terima, ada berhati-hati untuk tidak pernah menambahkan atau mengurangi dari sesuatu yang telah diterima.
14 Di dalam jemaat haruslah kamu mengakui pelanggaran-pelanggaranmu, dan ada hati-hati jangan pernah menghampiri doamu dengan hati-nurani yang jahat. Ini adalah jalan kehidupan.

Bab 5. Jalan Kematian.
1 Jalan kematian adalah ini: Petama-tama, itu adalah jahat dan dikutuki: penuh dengan pembunuhan, perzinahan, memandang wanita dengan nafsu sex (lust), percabulan, pehcurian, pemujaan/ penyembahan berhala, ramalan, ilmu hitam, perampokan, kesaksian palsu, kemunafikan, kebohongan, kesombongan, kebobrokan, kehendak sendiri (semau gue),  bicara kotor, irihati, percaya diri yang berlebihan, kebanggaan palsu, kemegahan diri;
2 Penganiaya dari semua yang baik, membenci kebenaran, menintai kebohongan, mengabaikan pahala bagi kebenaran, maupun bersandar kepada kebaikan, maupun penghakiman yang adil, ada tertarik kepada kejahatan daripada kebaikan; dari siapa kelembutan dan ketabahan dijauhkan, mencintai kesia-siaan, mengejar upah yang sementara, tidak berbelaskasihan untuk orang miskin, maupun bekerja bagi yang terusih, maupun mengenali Pencipta mereka, pembunuh anak-anak, perusak ciptaan, berpaling dari orang yang membutuhkan, benar-benar berdosa. Anak-anak, lepaskanlah dirimu dari semua kekejian ini.

Bab 6. Menentang guru-guru palsu, dan makanan yang dipersembahkan kepada berhala-berhala.
1 Waspadalah sebab banyak yang ingin memimpin kamu keluar dari jalan Pengajaran, sebab prioritas mereka tidak memiliki makna.
2 Jika kamu mampu menanggung kuk, kamu akan sempurna; namun jika kamu tidak dapat, haruslah kamu melakukan yang terbaik.
3 Dan mengenai makanan, makan apa yang benar namun janganlah kamu pernah makan apa yang dipersembahkan kepada berhala-berhala, sebab itu dikenal sebagai ibadah orang mati.

Bab 7. Mengenai baptisan.
1 Dan mengenai baptisan, baptislah begini: Setelah meninjau semua pengajaran ini, baptis di dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, di dalam air yang mengalir (sungai, laut).[14]2 Tetapi jika air mengalir tidak tersedia, maka baptisalah kedalam air lainnya (kolam atau bak); air dingin diutamakan, tetapi jika tidak tersedia (lakukan) di dalam air hangat.
3 Tetapi jika itu maupun tersedia, curahkan air tiga kali ke atas kepala di dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.[15]4 Tetapi sebelum baptisan, baiklah yang bertugas berpuasa, dan juga orang yang dibaptis, dan semua orang lain yang bisa; Pastikan untuk memerintahkan orang yang akan dibaptis untuk berpuasa satu atau dua hari sebelumnya.[16]

Bab 8. Mengenai Puasa dan Doa.
1 Hati-hatilah tidak menjadwalkan puasamu pada waktu orang-orang munafik berpuasa. Mereka berpuasa pada hari kedua (Senin) dan kelima (Kamis) dari kalender mingguan, karenanya buatlah puasamu pada hari keempat (Rabu) dan hari Persiapan (Jumat, hari persiapan untuk Sabat-Saptu).[17]2 Demikian pula, janganlah berdoa seperti para munafik, tetapi sebagaimana diperintahkan di Injil seperti begini:
Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin!
3 Berdoalah dalam cara ini tiga kali sehari.

Bab 9.  Aturan Pengucapan Syukur (Perjamuan Kudus)
1 Sekarang mengenai makanan Pengucapan Syukur, berilah syukur dalam cara ini:
2 Pertama, mengenai cawan perjamuan:
”Kami mengucap syukur kepada Engkau, Bapa kami, untuk anggur kudus Daud hambaMu, kepada siapa Engkau telah memperkenalkan kepada kami melalui Hamba-Mu;[18]Kiranya kemulian ada bagi Engkau selama-lamanya.”
3 Mengenai roti yang terpecah:
”Kami mengucap syukur kepada Engkau, Bapa kami, untuk kehidupan dan pengetahuan yang Engkau telah beritahukan  kepada kami melalui HambaMu;[19] kiranya kemulian bagi Engkau selama-lamanya.
4 Sebagaimana roti yang terpecah ini tersebar di atas gunung-gunung, dan bergabung bersama menjadi satu, Maka hendaklah TubuhMu yang Setia ada bergabung bersama dari ujung-ujung bumi masuk kedalam Kerajaan-Mu;
Karena Engkaulah yang empunya kemulian dan kuasa selama-lamanya.”
5 Tetapi janganlah orang makan atau minum Pengucapan Syukurmu, kecuali mereka telah dibaptis; sebab mengenai ini adalah diajarkan, ”Janganlah memberikan apa yang kudus kepada anjing-anjing.”[20]

Bab 10. Doa setelah Perjamuan Kudus.
1 Setelah perjamuan, bersyukurlah dengan cara demikian:
2 Kami berterima kasih, Bapa Yang Kudus, bagi Nama-Mu yang Kudus yang mengisi hati-hati kami, dan bagi pengetahuan, iman dan kehidupan kekal, yang Engkau telah beritahukan kepada kami melalui Hamba-Mu;[21]Sebab Engkaulah yang empunya kemuliaan selamanya.
3 Adonai Yang Mahakuasa, Engkau telah menciptakan segala sesuatu untuk tujuan-Mu sendiri; Engkau memberi manusia makanan dan minuman untuk bersukacita, sehingga mereka bolehlah bersyukur kepada Mu; Tetapi kepada kami Engkau dengan cuma-cuma memberikan makanan dan minuman rohani, dan kehidupan kekal melalui Hamba-Mu.
4 Di atas segalanya, kami berterima kasih kepada Engkau sebab Engkau perkasa;
Sebab Engkaulah yang empunya kemuliaan selamanya.
5 Ingalah Tubuh Hamba-Mu[22] lepaskanlah dia dari setiap yang jahat, dan kumpulkanlah dia dari empat penjuru angin,
Kuduskanlah untuk Kerajaan-Mu yang Engkau telah siapkan untuknya;
Sebab Engkaulah kuasa dan kemuliaan selamanya.
6 Datanglah kasih karunia-Mu, dan biarlah dunia ini berlalu.
Hosanna bagi Elohimnya Daud!
Semua yang kudus, datanglah; biarlah mereka yang tidak (kudus) bertobat.
Maranatha. Amin.
7 Tetapi ijinkan para nabi memberi Ucapan syukur sebagaimana mereka inginkan.

BAB 11 MENGENAI PARA GURU, RASUL, DAN PARA NABI
1 Siapapun yang datang mengajar kamu sesuai  dengan semua hal-hal yang telah kami tuliskan di sini, terimalah dia.
2 Tetapi jika guru itu sendiri tersesat, mengajar doktrin yang lain yang mana merusak doktrin ini, janganlah dengankan dia; tetapi jika pengajaranya mendorong kamu kepada kebenaran yang lebih besar dan menumbuhkan pengetahuanmu, terimalah dia.
3 Mengenai para rasul dan para nabi, berlakulah dengan mereka sesuai keputusan ajaran kami.
Para Rasul:
4 Hendaklah setiap rasul yang datang kepadamu ada diterima.
5 Tetapi dia haruslah tidak tinggal lebih lama dari satu hari, kecuali itu sungguh-sungguh diperlukan, dalam hal ini dia boleh tinggal (satu hari) lagi. Tetapi jika ia tinggal tiga hari, anggaplah dia sebagai seorang nabi palsu.
6 Ketika rasul itu pergi, lepaskanlah dia dengan hanya dengan roti untuk mengisi dia ke tujuan berikutnya. Tetapi jika dia meminta uang, yakinlah bahwa dia adalah seorang nabi palsu.
Para Nabi:
7 Janganlah menguji atau menghakimi nabi apapun yang berbicara menurut Roh.
8 Tetapi ingatlah; tidak  setiap orang yang berbicara menurut Roh  adalah seorang nabi, tetapi hanya mereka yang berjalan di dalam Roh. Karenanya, dari tingkah laku mereka yang berkelanjutan kamu dapat mengenali nabi palsu.
9 Dan setiap nabi yang memesan makanan untuk dibawa kepadanya di dalam Roh akanlah tidak memakannya, kecuali ia adalah seorang nabi palsu;
10 Setiap nabi akan mengajar kebenaran, tetapi jika ia tidak melakukan perkataannya sendiri, dia haruslah dianggap sebagai seorang nabi palsu.
11 Dan setiap nabi yang telah membuktikan bahwa mereka adalah asli, kadang-kadang dalam illustrasinya muncul terlalu duniawi ketika mengajar tentang Tubuh Orang Percaya, namun dia tidak mengajar orang lain untuk meniru ilustrasinya, janganlah dihakimi secara negatip di antaramu, sebab Elohim akan menghakimi dengan adil. Sebab ilustrasinya datang dari nabi-nabi kuno.
12 Siapapun yang berkata di dalam Roh, ”Beri saya uang,” atau sesuatu yang sejenis itu, janganlah dengarkan dia. Tetapi jika dia memohon kamu memberikannya kepada yang membutuhkannya, janganlah seorangpun menghakimi dia.

BAB 12 PENYAMBUTAN BAGI ORANG-ORANG PERCAYA
1 Setiap orang yang datang haruslah diterima, tetapi kemudian kamu haruslah mengawasinya. Di bawah pengawasan kamu akan mendapatkan pengertian tentang karakternya.
2 Jika dia seorang  kelana, tolonglah dia sesuai kemampuanmu. Tetapi dia haruslah tidak diijinkan untuk tinggal dengan kamu lebih dari dua atau mungkin tiga hari.
3 Tetapi jika dia berkehendak tinggal lebih lama, dan pengrajin, suruhlah dia bekerja.
4 Tetapi jika dia tidak terampil, buatlah penilaian yang  hati-hati sebagaimana kondisi hidupnya sebagai sesama orang percaya diantara mu, pastikan bahwa dia tidak dibiarkan untuk ada bermalas-malas.
5 Tetapi jika dia tidak bekerja sama, ia adalah seorang pemanfaat – memperdagangkan Ha Mashiah untuk keuntungan. Waspadalah terhadap yang demikian ini.

BAB 13 DUKUNGAN BAGI PARA NABI
1 Setiap nabi yang benar yang tinggal diantara mu layak menerima makanannya.
2 Seorang guru yang benar juga layak untuk makanannya.
3 Karena alasan ini, simpanlah semua hasil pertama dari anggur pemerahannmu, biji-bijian, ternak dan dombamu. Berilah semua itu kepada para nabi, karena mereka
Adalah imam-imam besarmu.
4 Jika seorang nabi tidak ada di antara kamu, bagikanlah itu kepada orang miskin.
5 Jika kamu membuat roti, berilah hasil pertama sesuai intruksi.
6 Dalam hal ini, ketika kamu membuka tempat cairan anggur atau minyak, berilah pertama-tama kepada para nabi.
7 Dan mengenai uang, pakaianmu, dan semua milikmu, berilah hasil pertama yang tepat sesuai kebijaksanaan yang saleh, dan beri sesuai dengan intruksi yang ada.

BAB 14 PERTEMUAN SABAT
1 Setiap hari, berkumpul, makan makanan, dan naikkan syukur setelah pertama-tama melakukan pengakuan dosa-dosa kalian, sehingga korbanmu murni.
2 Cegahlah siapapun juga yang bermasalah dengan saudaranya untuk ada bersama dengan kalian, sampai mereka berdamai, sehingga korban kalian tidak menjadi kotor.[23]3 Sebab ini adalah korban yang telah dikatakan di dalam pengajaran kami: ”Di setiap tempat dan waktu dipersembahkan korban yang tahir bagi Ku; sebab Aku adalah Raja yang besar, dan Nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa.”[24]

BAB 15 PARA PENILIK JEMAAT DAN DIAKEN; TEGURAN
1 Karenanya, tunjuklah bagi kamu sendiri, para penilik Jemaat dan diaken yang layak. Pastikan bahwa mereka adalah para pria yang lemah lembut, bukan pecinta uang, sebaliknya orang-orang yang benar dan terbukti. Mereka akan melakukan pelayanan-pelayanan para nabi dan guru.
2 (Karenanya,)[25] jangan merendahkan mereka, sebaliknya haruslah mereka ada dihormati, bersama dengan para nabi dan guru.
3 Perbaiki satu sama lain di dalam kasih, bukan di dalam kemarahan. Tetapi jika satu diantara kalian bersalah kepada saudaranya, janganlah bersahabat dan memuji orang bersalah tersebut, sampai dia berdamai.[26]4 Mengenai doa, pemberian, dan pekerjaanmu lakukanlah semua itu sesuai dengan ajaran kami.

BAB 16. BERJAGA-JAGA SENANTIASA; PENGHAKIMAN YANG AKAN DATANG
1 Awasilah hidup kalian. Jagalah menorah (pelita) kalian menyala, bersiaplah, sebab waktunya tidak diketahui.
2 Berhimpunlah dengan sering, kejarlah apa yang membawa keununtungan jiwa kalian, agar jangan seluruh waktu iman kalian akan hampir tidak berharga jika kalian tidak bertahan sampai akhir.
3 Sebab pada hari-hari terakhir nabi-nabi palsu dan orang-oran berdosa akan ada bertambah-tambah, dan domba akan menjadi seriga-serigala, dan kasih akan berubah menjadi benci.
4 Sebagaimana pelanggaran hukum bertambah-tambah, mereka akan membenci dan menganiaya dan menghianati satu dengan lainnya. Dan kemudian Penipu Dunia akan muncul sebagai putra Elohim,[27] dan akan melakukan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban, dan bumi akan ada diserahkan kedalam tangannya,[28] dan dia akan melakukan hal-hal yang keji yang akan melampaui semua kejahatan sejak permualaan (jaman).[29]5 Kemudian semua manusia akan ada diuji oleh api, menyebabkan banyak yang jatuh dan binasa. Tetapi mereka yang bertahan dengan imannya akan ada diselamatkan oleh Dia yang telah dikutuk.
7 Namun, tidak semuanya, tetapi sebagaimana itu dikatakan: ”Hakim akan datang, dan semua malaikat-Nya.”[30]8 Kemudian dunia akan melihat penghakiman datang di atas awan-awan di langit.[31]

Perterjemah: Anggur Baru.


[1] Alkitab Perjanjian Baru dikanon oleh Gereja Barat, yakni Gereja Roma Katolik (367 AD) . Isi dari Didache (Pengajaran) ini jelas berbeda banyak dengan doktrin Katolik, khususnya di abad 21 ini. Sejarah singkat Kanonisasi Alkitab PB
[2] Didache Wikipidia. Ben H. Sweet berkomentar dalam Historical Context dari the Didache: ” … Dengan pasti Barnabas dan Paulus adalah ‘Para Rasul untuk bangsa-bangsa bukan-Yahudi (the Gentiles).’ Jika Pengajaran ini (the Didache) adalah sederhananya ajaran mereka, sebagaimana itu nampak ada pasti, maka itu haruslah ditanggali tidak lebih telat dari 49 AD, sebab saat itulah ketika mereka berpisah. Penanggalan yang sangat mungkin adalah entah 44 AD atau 47 AD. …”
[3] Kata pendahuluan dari The Didache terjemahan Ben H. Swett.
[4] “Dua Jalan” adalah sebuah pengajaran Alkitab sejak jaman nabi Musa (Ulangan 30:19, inti dari Ul 28:1-14 dan 15-68), kemudian ditemukan pada nabi Yeremia 21:8 dan Adonai Yeshua 2000 tahun yang lalu (Matius 7:13-14).
[5] Perintah YAHWEH dalam Torah (Ul 6:4-5; Im 19:18) dan di teguhkan oleh Yeshua (Mat 7:12 dan 22:37-40; Mark 12:29-31; Luk 6:31 dan 10:25-28)
[6] Sebab kehendak Bapa semua diberikan dari berkat kita (secara Cuma-cuma); Robert-Donaldson; The Didache.
[7] Pederasty; terjemahan Robert Donaldson
[8] Percabulan; terjemahan Robert Donaldson
[9] Terjemahan Inggris lain memakai kata purifier atau cleanser sebagai ganti dari black magic. Purifier adalah orang yang melakukan  perjelasan dari sesuatu ‘pesan,’ seperti mimpi, tanda-tanda dsb.
[10] Mazmur 37:11 dan Matius 5:5. Terjemahan lain; Robert-Donaldson dan Ben H.Swett: for the meek will inherit the earth.
[11] Alkitab memulai hari dari matahari terbenam  dan berakhir pada sore hati, lihat Kejadian pasal 1, dan sistem ini tetap dipraktekkan oleh bangsa Israel sampai hari ini. Ini tambahan bukti bahwa manuskrip Kristen ini sangat tua.
[12] Terjemahan lain; Ben H.Swett: “…, remember night and day him who speaks the word of God to you; honor him as the Lord, for where his lordship is proclaimed, there is the Lord.  Terjemahan Robert-Donaldson hampir serupa ini.  Ben H. Swett mengomentari ayat ini sebagai “the second teacher” (penambahan ajaran pada  manuskrip aslinya). Alkitab mengajar umat-Nya untuk menghormati guru, pengkotbah , rasul dan nabi, tetapi tidak pernah mengajar  untuk  menghormati mereka sebagai atau sama seperti menhotmati Yahweh.
[13] Pembenaran dari dosa manusia hanya melalui iman kepada Yeshua Ha Mashiah, tetapi setelah dibenarkan kita diajar untuk memberi milik kita kepada yang membutuhkan sebagai tanda terima kasih kita atas penebusan dosa yang Yahweh telah lakukan kepada kita.
[14]  Pelajaran bagus tentang baptisan: Baptisan Air oleh  PA4Muslim
[15] Cara terakhir jika yang pertama (di selam) dan kedua (diselam) tidak memungkinkan.
[16] Seluruh Pasal 7 jelas menunjuk kepada baptisan orang dewasa; ia terlebih dahulu menerima Pengajaran,  dan sangat dianjurkan berpuasa sebelum dibaptis. Pasal 9:5 memperkuat argument  ini.
[17] Hari Sabat Alkitab dimulai sejak Jumat  matahari terbenam dan berakhir Saptu sorenya; lihat Kejadian pasal 1.
[18]  … melalui Yeshua Hamba-Mu; terjemahan dari Robert Donaldson.
[19] Idem 10.
[20]  Matius 7:6
[21] ”… melalui Yeshua Hamba-Mu” R. Donaldson; ”… melalui putra-Mu Yeshua,” Ben H. Swett
[22]  Artinya: ”Jemaat-Mu” atau ”Gereja-Mu.”
[23]  Lihat  Matius 5:23-24
[24] Maleakhi 1:11
[25] Ada pada terjemahan Robert Donaldson dan Ben H. Swett.
[26] Bertobat; dalam kedua terjemahan baik Donaldson maupun Swett
[27] Yeshua menyebut  orang ini Mesias Palsu (Matius 24) ; Rasul Yohanes menyebut dia sebagai AntiKristus (1 Yoh 1:7) ”… penyesat  tidak mengaku, bahwa Yeshua Ha Mashiah telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yoh 1:7)
[28] Matius 24:24-28
[29] Matius 24:15-22
[30] Wahyu 19:11-21
[31] Matius 24:30; Wahyu 1:7

Bagi Anda yang ingin memakai terjemahan ini di situs Anda, silahkan saja. Namun harus disertakan Kata Pengantar dan Catatan Kakinya. Dan jangan lupa menyertakan alamat situs aslinya, seperti tertulis di bawah ini. Tidak diperkenankan untuk dipakai komersil!  “… Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat 10:8). Anggur Baru, Penterjemah.
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Potongan papyrus Injil Markus abad pertama telah ditemukan!


Injil Markus 1:1-2 – Inilah permulaan Injil* tentang Yeshua Ha Mashiah, Putra Elohim. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu.
*) Kata Injil berasal dari kata Yunani Euaggelion artinya Kabar Baik.

Dr. B. Wallace, Professor Pelajaran-pelajaran Perjanjian Baru melaporkan bahwa potongan dari papirus Injil Markus abad pertama telah ditemukan dan disiapkan untuk diterbitkan.

Professor ini berkata, pada suatu pertemuan di University of North Carolina (USA) pada 1 Febuary 2012, hadir 1000 orang, bahwa tujuh papyrus Perjanjian Baru baru belum lama ini telah ditemukan. Enam dari papyrus Perjanjian Baru tersebut di tanggalkan dari abad kedua dan satu dari ketujuh papyrus adalah dari abad pertama (100 AD).

Dr. Wallace menyatakan penemuan ini menambah pengetahuan akan Perjanjian Baru, ”Potongan-potongan (papyrus) ini sekarang menambah pegangan kita sebagai berikut: Kita memiliki sebanyak delapan belas manuscript Perjanjian Baru yang berasal dari abad kedua dan satu dari abad pertama. Semuanya, lebih dari 43 (empat puluh tiga) persent dari semua ayat-ayat Perjanjian Baru ditemukan di dalam manuscript-manuscript ini. Tetapi yang paling menarik adalah potongan abad pertama.

Potongan Perjanjian Baru tertua yang telah diketahui adalah potongan dari Injil Yohanes, dikenal sebagai P52. Ditemukan pada tahun 1934, dokument ini telah ditanggalkan antara abad satu setengah dan dua (150-200 AD).

Manuscrip Injil Markus tertua yang telah ada, dikenal dengan P45, berasal dari abad ketiga awal (200-250 AD). Potongan yang baru ini untuk sementara diperkirakan antara tahun 100-150 AD.

Dr. Craig A. Evans, Professor Perjanjian Baru pada Acadia Divinity College berkomentar, ”Jika dinyatakan benar asli dan lebih awal, potongan Injil Markus ini sungguh ada sangat berarti dan menunjukkan bagaimana text (manuscript) Perjanjian Baru sungguh terawat baik. Kami semua menunggu penerbitannya.”

Komentar:
Injil Markus, dipercayai oleh banyak ahli Alkitab, ditulis di antara tahun 40-70 AD. Pada Injil Markus ini Anda akan menemukan banyak perbuatan dan perkataan Yeshua Ha Mashiah yang menyatakan sungguh Dia adalah Putra Elohim, ini beberapa contoh:

  • Kuasa-Nya melampaui kekuatan alam: topan (4:39-41),  jalan di atas air (6:48-50), pohon mati hanya dengan perkataan-Nya (11:13-14 & 20-23)
  • Menghidupkan orang mati (Mark 5:35-43), 5 potong roti 2 ikan untuk lebih dari 5 ribu orang ditambah sisa 12 bakul (6:38-44).
  • Menyembuhkan berbagai jenis penyakit; contoh: tuli dan gagap (Mark 7:32-37); buta (10:46-52); lumpuh (2:10-12)
  • Raja Daud, hidup sekitar 1000 (seribu) tahun sebelum Yeshua, memanggil Yeshua “Tuannya” (12:35-37)
  • Berkuasa mengampuni dosa (2:5-10)
  • Kuasa-Nya atas roh-roh jahat (1:23-28; 5.1-13; 7:25-30; 9:17-27)
  • Bapa Sorgawi memberi korformasi dua kali, ”Inilah Putra-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (1:11 & 9:7). Meneguhkan nubuatan nabi Musa (Ul 18:17-19) dan nabi Yesaya (Yes 42:1)
  • Ia sendiri bangkit dari kematian – upah dosa manusia yang Ia telah tanggung di kayu salib (16:9).

Penemuan potongan Injil Markus ini membuktikan bahwa YAHWEH sanggup menjaga firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Khalil, seorang ex-jihad Islam yang menjadi Kristen karena mempelajari Alkitab (tujuan pemimpinnya ialah untuk menjatuhkan iman masyarakat Kristen) bersaksi bagaimana Elohim menjaga firman-Nya. Suatu hari tas Khalil yang berisi Alkitab dan catatan-catatan penelitiannya tercuri di warung-telepon. Kertas catatan ditemukan oleh orang lain, dan kembali, namun tanpa Alkitab. Di rumahnya, Kalid sedih sebab buku yang paling ia sayangi hilang. Yeshua menampakkan diri, dan berkata ”Alkitab tidak dapat hilang!” Itu ada tersimpan di lemarimu.” Khalil terkagum menemukan bahwa Alkitabnya tersimpan dengan baik.

Bacaan bekait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bahasa Mandarin meneguhkan kitab Kejadian


Sebuah buku berjudul The Discovery of Genesis (Penemuan kitab Kejadian) ditulis oleh C.H. Kang dan Ethel Nelson menjelaskan bahwa kata-kata dalam bahasa China (Mandarin?) berisi cerita peristiwa-peristiwa dalam kitab Kejadian. Kitab Kejadian ditulis oleh nabi Musa saat ia memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, itu sekitar 1400 BC.

Buku ini memberi beberapa contoh:

Bahtera atau kapal laut atau boat
Kata perahu dalam bahasa Mandarin terdiri dari tiga bagian yang jelas.

perahu atau bejana + delapan + mulut atau orang = bahtera.

Perahu pertama yang tertulis di Alkitab adalah bahtera nabi Nuh tertulis:

Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, (Kej 7:13)
Jadi bahtera Nuh adalah sebuah perahu dengan delapan orang.

Menginginkan kepunyaan orang lain (Covet), keinginan.
Kata “covet”  atau “mengingikan kepunyaan orang lain” atau hasrat dalam bahasa Mandarin digambarkan dengan seorang wanita membuat keputusan antara dua pohon. Kejadian 2:8-9 menunjukkan kita bahwa ada dua jenis pohon bersebelahan yang harus dipilih, yang buahnya boleh dimakan dan yang tidak boleh dimakan. Hawa telah memilih yang salah, Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. (Kej 3:6)


“Dilarang.” Kata ini digambarkan dari dua pohon di atas sebuah karakter. Karakter ini adalah sebuah bentuk singkatandari sebuah kata Elohim dengan tambahan lengkungan kecil seperti mata pancing pada bawah tengahnya yang merubah  arti dari “Elohim” ke “Elohim memerintah atau mengabarkan.” Jadi kata “dilarang” berarti “Elohim membuat sebuah perintah tentang dua pohon.”

Bacaan berkait:

Team peneliti China dan Turky mengklaim bahtera Nuh telah ditemukan

Referensi

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog