Nubuatan Kitab Mazmur pasal 2 – Yeshua, Raja, yang ditentang oleh penguasa dunia yang jahat

Mazmur Daud putra IsaiKitab Mazmur berisi penuh dengan  nubuatan – tentang Yeshua Ha Mashiah. Itu sebuah Kitab Suci yang isinya paling sering dikutip di Perjanjian Baru dibandingkan kitab-kitab lainnya, kecuali kitab Yesaya.[1]Mazmur pasal 2 suatu pasal yang singkat, hanya 12 ayat, namun menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dalam rentang waktu dua ribu (2000) tahun; kita sekarang hidup di akhir dari nubuatan Mazmur 2 ini! Jadi pasal 2 dari kitab Mazmur ini penting untuk dimengerti – untuk mengetahui di pihak mana kita berdiri, sebab dalam dunia roh tidak ada “Non-Block” atau “Pihak Netral!!”
Ayat-ayat di sini diambil dari KITAB SUCI Indonesian Literal Translation (ILT), kecuali di tulis lain.

Mazmur 2:1-2Mengapa bangsa-bangsa menjadi garang, dan rakyat mereka-reka kesia-siaan? Raja-raja di bumi mempersiapkan diri dan para penguasa telah dihimpunkan bersama untuk menentang YAHWEH dan menentang yang diurapi-Nya,
Why do the heathen[2] rage, and the people imagine a vain thing? The kings of the earth set themselves, and the rulers take counsel together, against the LORD, and against his anointed, saying, (KJV)

1. Nubuatan secara lokal telah tergenapi. Penggenapan pertama terjadi tidak lama setelah 120 murid-murid Yeshua dibaptis oleh Api Roh Kudus di akhir Perayaan Pentakosta[3] menjadikan mereka berani menginjil dan penuh kuasa sorgawi yang menghasilkan tiga ratus orang bertobat pada hari yang sama, dan setiap hari jiwa baru ditambahkan (Kis 2).

Pengenapan nubuatan Daud ini terjadi seperti berikut ini:
Kisah Para Rasul pasal 4 (ITB)Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” (7)
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yeshua Ha Mashiah, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Elohim dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yeshua itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yeshua adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–, namun Ia telah menjadi batu penjuru [Maz 118:20-26]. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (8-12)[4]

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yeshua. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu.” 

Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yeshua (13-18).[5]Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Elohim: taat kepada kamu atau taat kepada Elohim. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” (19-20)[6]Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Elohim berhubung dengan apa yang telah terjadi. Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya. (21-22)[7]

Sekarang Anda perhatikan baik-baik ayat-ayat berikutnya. Setelah keduanya kembali kepada teman-teman mereka dan menceritakan kejadian di atas, maka reaksi mereka adalah:
Dan, mereka yang mendengarkannya, dengan seia sekata mengangkat suara, “Ya YAHWEH, Engkaulah Elohim …yang telah berfirman melalui mulut Daud, hamba-Mu: “Mengapa bangsa-bangsa menjadi garang…untuk menentang YAHWEH dan menentang Mesias-Nya[8] (Jemaat mengutip persis Maz 2:1-2). Kis 4:23-26.
Nubuatan Daud ini tergenapi sekitar 1000 tahun kemudian. Kedatangan Yeshua yang pertama kali sebagai Raja Damai, di tanah Yudea, Israel sekitar tahun 3 atau 4 BC. Tersalib ketika berusia 33,5 tahun, dan Raja Daud hidup antara 1010-970 BC. Penggenapan secara internasional segera terjadi!!

2. Siapakah bangsa-bangsa (the heathen) dan rakyat (the people), Raja-raja dan para penguasa di nubuatan ini?
Dari aniaya dan ancaman yang dihadapi oleh Jemaat Kristen mula-mula di atas, kita mendapat gambaran lebih baik siapakah 4 kelompok penentang Elohim yang dinubuatkan oleh raja Daud, tertulis pada ayat 27:   

For of a truth against thy holy child Jesus, whom thou hast anointed, both Herod, and Pontius Pilate, with the Gentiles, and the people of Israel, were gathered together, (KJV); “against your holy Son Jesus (GLT)[9]

John Gill menerangkan siapakah mereka yang memiliki roh Anti-Kristus di atas:[10]

  • Herodes ini adalah Raja Herodes Antipas yang memancung kepala Yohanes Pembaptis, ia putra dari raja Herodes Agung yang telah memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki berusia dua tahun di Bethlehem dan sekitarnya. Keduanya adalah raja Kerajaan Romawi di Israel dan sekitarnya.
  • Pontius Pilatus adalah Gubernur Romawi untuk wilayah Yudea di jaman Yeshua dan para Rasul yang memutuskan hukuman Yeshua mati tersalib
  • The Gentiles adalah mereka yang berada pada dewan penasehat Pilatus serta tentara-tentara Romawi
  • The people of Israel adalah para pemimpin agama dan organisasi kemasyarakatan Yahudi, dan juga ahli Kitab Suci. Mereka umumnya dari sekte Saduki dan Farasi. Lihat Kis 4:5-7.

Terlihat bahwa kata “the people” (di Mazmur dan di Kisal para Rasul) lebih tepat diterjemahkan dengan kata yang sederhana sebagai mana tertulis, yakni “orang-orang,” – pada semua terjemahan Inggrisnya – dibanding dengan kata “rakyat” (ILT) atau “suku-suku bangsa” (ITB) yang bisa memberikan pengertian yang menyesatkan para pembaca awam. Fakta adalah rakyat Yahudi di Yerusalem menyukai Jemaat mula-mula ini, Lukas menulis, ”Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Adonai menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis 2:47, ITB); having favour with all the people (KJV).

The people (orang-orang) di sini pada jaman itu persis sama dengan para pemimpin yang duduk di kursi keagamaan dan kemasyarakatan di berbagai negara Katolik dan Islam pada masa kini, dimana kekuatan keagamaan dan politik menjadi satu.

Mazmur 2:3 “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan mencampakkan tali-tali mereka dari kita!” 
Nubuatan ini akan terulang lagi dalam skala internasional.Binatang buas berkepala 7 dan sepuluh tanduk
Bila persiapan perserikatan melawan YAHWEH dan Putra-Nya di jaman para Rasul adalah suatu permufakatan licik gabungan antara pemerintah asing ’sekuler’ (Kerajaan Romawi; digambarkan sebagai ”paha dari besi;” Dan 2:33), perserikatan licik apa yang akan terbentuk di akhir jaman ini?

Kerajaan Dunia akhir jaman. Daniel diberi tahu bahwa Kerajaan Dunia yang terakhir adalah ”kaki dari bahan campuran besi dengan tanah liat” (2:33-35), sedang rasul Yohanes melihat itu sebagai ”binatang yang keluar dari laut yang kepalanya terluka mematikan tapi sembuh kembali; memiliki otoritas dari Naga (Wah 13:1-3) dikendarai oleh ibu dari wanita-wanita pelacur dan kekejian bumi; binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut  (Wah 17:3-5, 8-9; ITB).[11]

Menarik, bahwa binatang ini memiliki 10 tanduk  yaknisepuluh (10) raja yang belum menerima kerajaannya, tetapi mereka aka menerima wewenang sebagai raja satu jam bersama binatang buas itu. Mereka ini mempunyai satu tujuan (seia sekata; ITB) bahkan kuasa dan wewenang mereka, mereka akan menyerahkannya kepada binatang itu (Wah 17:12-13)
Ahli-ahli Alkitab setuju bahwa binatang buas ini adalah Kerajaan Romawi (Vatikan, jika Anda suka) Di awal tahun 1960an, Vatikan telah membuat suatu rencana membagi dunia ini kedalam sepuluh wilayah ‘kerajaan.’

Perhatikan ayat ke 14 dari Wahyu 17 ini, tertulis, ”Mereka ini akan berperang melawan Anak Domba…”
Mazmur 83 menulis: Mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi. Kata mereka: Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!” Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau:  (4-6; ITB)

“Mereka” di sini adalah 10 raja-raja yang ada di bawah kuasa Binatang buas dan nabi palsunya (Wah 17:12-13 di atas) beserta dengan para tentara mereka, ditambah Binatang buas dan nabi palsunya (Wah 19:17-21).

Umat YAHWEH adalah bangsa Israel (menurut pernjanjian Elohim dengan Abraham) dan umat Kristen (menurut pernjanjian Yeshua dengan setiap orang yang mengakui ajaran-Nya dan karya penebusan dosa melalui salib-Nya; baca Roma 11)

Gejolak peperangan di saat ini adalah pencopotan / pergeseran ’raja-raja’ yang tidak termasuk di dalam daftar 10 raja yang telah dirancang, namun tujuan akhirnya adalah ”permufakatan licik mereka” untuk melenyapkan umat YAHWEH, Israel jasmani dan rohani (Gereja-Nya, umat Kristen).

10 Kerajaan dari Sitem Pemerintahan Dunia Club of RomeAnti-YAHWEH dan anti-Kristus (Yang Diurapi-Nya) akan terjadi lagi dengan skala internasional dan mencapai klimaknya di Aniaya Besar (Great Tribulation) di Israel. Menarik untuk diingat bahwa Ex-Ambassador Israel untuk Persatuan Bangsa-bangsa (PBB/ UN), Dore Gold; Ph.D. dalam bukunya ”Tower of Babble; How The United Nations Has Fueled Global Chaos” terbitan tahun 2004 mendaftarkan kebijakan-kebijakan PBB yang telah merugikan Israel dan negara-negara lainnya. Buku ini pernah terdaftar sebagai ”New York Times Bestseller.” Henry Kissinger, Ex-Secretary of State mengkomentari buku ini sebagai: ”Bound to be one of the most controversial critiques in the public debate on the UN.”
Berdiri di Tower of David menghadap ke Bukit Zaitun (the mount of Olives), seorang tour guide (ia pendoa syafaat untuk Israel yang telah lebih dari 25 tahun tinggal di Yerusalem) bercerita kepada saya, dengan tanganya menunjuk gedung besar di sebuah gunung (jauh di sebelah kanan Bukit Zaitun) dengan nada suaranya yang antusias ia berkata, “Itu adalah kantor pusat PBB untuk Israel,” lalu dengan suaranya yang diperberat dan dilambatkan ia berkata, “itu adalah tempat yang sama di mana para nabi-nabi Baal raja Ahab telah tinggal.”

Alkitab umumnya memiliki  a double-event  nubuatan, sama seperti pada peritiwa:

  • Munculnya pemimpin keji yang menajiskan tempat kudus di Yerusalem yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (11:31-39); yakni raja Antiochus IV[12] dan pemimpin tunggal dunia Anti-Kristus yang segera akan datang.
  • Kedatangan Yeshua sebagai Raja Damai; yakni sebagai raja Israel, tersalib untuk membebaskan umat-Nya dari dosa-dosa mereka, dan akan datang kembali sebagai Raja segala raja menghancurkan AntiKris dan semua tentaranya.
  • Kebangkitan orang-orang kudus-Nya; yakni pada peristiwa Pengangkatan (Repture) secara global – sebelum Aniaya besar; dan kembali terjadi setelah Anti-Kristus dikalahkan- setelah Aniay besar. Yang terakhir ini hanya untuk bangsa Israel (menantikan kedatangan Ha Mashiah. Lihat Mat 23:37-39) yang tidak mengotori diri mereka dengan menyembah dan menerima tanda bilangan Anti-Kristus, (666; enam ratus enam puluh enam).

Mazmur 2:4-6 – Dia yang bersemayam di surga akan tertawa; Tuhan (Adonai)[13] akan mengolok-olok mereka. Lalu Dia akan berkata kepada mereka dalam murka-Nya dan dan menggentarkan mereka dalam amarah-Nya:
Dan Aku telah mengurapi raja-KU di Sion (Zion), gudung kudus-Ku.”Perang Hermagedon

Tahta Elohim YAHWEH berada di Sorga, namun Kerajaan-Nya di Zion – bukan di Roma, bukan di Mekkah dan bukan juga di New York atau dimanapun; seperti ada tertulis ”Namun kamu sudah datang ke gunung Sion, dan ke kota Elohim yang hidup, ke Yerusalem sorgawi …” (Ib 12:22) dan itulah sebabnya Alkitab mencatat bahwa keselamatan umat-Nya datangnya dari Zion (Maz 14:7 &  53:7).
Zion indentik dengan ”kota Daud,” kota Yerusalem” (1 Rj 8:1:1), dan ”bangsa Israel” (Maz 126:1; Zak 9:9).
Bapa Sorgawi menyebut Yeshua sebagai “raja-Ku,” Ke-Elohima-an Yeshua nampak juga pada nubuatan raja Daud di Maz 110:1 dikutip oleh Yeshua di Injil Matius 22:41-46. Status Yeshua Ha Mashiah (Yang Diurapi) sebagai raja yang kekal dinubuatkan di Perjanjian Lama (Maz 24:7-10; Yes 9:5-6) dan di Perjanjian Baru (Wah 19:13,16). Keharmonisan jabatan dan fungsi Tritunggal ini diterangkan oleh nabi Elia kepada John Bunyan.

Kerajaan Sorga mentertawakan kekuatan para lawannya:
Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca…  (Yes 40:15, ITB). Kekuatan-Nya yang dasyat tergambar pada karya-Nya yang terlihat! Baca Ayub 38-41. Siapakah seperti Aku?” Dia menantang. (Yes 44:7-8)
Yeshua pun mentertawakan pasukan tentara keagamaan (Mat 26:47,52-54) dan Gubernur Pontius Pilatus (Yoh 19:10-11).

Mazmur 2:7-9 – Aku akan memberitahukuan tentang ketetapan YAHWEH:
Dia berkata kepada-Ku, Engkau adalah Putra-Ku. Hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Mintalah dari pada-Ku, dan Aku akan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan bagi-Mu, dan ujung-ujung bumi sebagai harta-Mu.
Engkau akan menghancurkan[14] mereka dengan tongkat besi, Engkau akan meremukkan mereka bagaikan bejana tukang periuk.”
Ayat ini hanya satu dari banyak bukti bahwa Yeshua telah hadir dan berbicara di Perjanjian Lama. – Dia adalah Alfa dan Omega!!

Bapa Sorgawi (ditulis umumnya sebagai YAHWEH di Perjanjian Lama) di sini menyebut Yeshua sebagai ”Putra-Ku.” Dua kali di Perjanjian Baru Bapa Sorgawi meneguhkan ayat ini, setelah dibaptis: ”Engkaulah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mark 1:11) dan saat berada di gunung: ”Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, dengarkanlah Dia!” (Mark 9:7). Mazmur 2:7 ini direfer oleh rasul Paulus (Kis 13:33) dan penulis kitab Ibrani (1:5 dan 5:5). Titel Yeshua lainnya dapat dilihat di Penjalabaja.

Mazmur 2:10-12a – Dan sekarang bijaksanalah, hai raja-raja; biarlah kamu menerima pengajaran hai yang menghakimi bumi. Be wise now therefore, O ye kings: be instructed, ye judges (para hakim) of the earth.  (KJV)
Beribadalah kepada YAHWEH dengan rasa takut, dan bersukacilah dalam kegentaran.
Ciumlah Sang Putra,[15] supaya jangan menjadi murka, dan kamu sesat dari jalan, karena murka-Nya cepat tersulut. (Kiss the Son, lest he be angry, and ye perish from the way; KJV)
Firman-Nya mengajak para raja dan hakim di bumi untuk berpihak kepada Dia, berhenti dari berpihak kepada Setan , Antikristus (Setan dalam wujud manusia) dan nabi palsunya, sebab peperangan akhir ini sudah pasti dimenangkan oleh Yeshua Ha Mashiah, yang kalah akan di jebloskan ke Neraka lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (Wah 19:19-21).

Memang tidak mudah untuk para penguasa dan pembuat hukum negara untuk menyerahkan mahkota mereka kepada pemimpin lainnya, namun ingatlah bahwa YAHWEH adalah Pencipta Anda dan Pemberi dan pencabut kehidupan Anda. Itulah sebab Dia berkata “beribadahlah kepada Dia dengan rasa takut.” Dan dalam sukacita Anda sebagai seorang penguasa, hendaklah itu dialaskan oleh hal-hal yang kudus, adil dan benar, tetapi bukan atas perkara-perkara kenikmatan duniawi, kecurangan dan hal-hal yang ditentang oleh Firman-Nya.

Ciumlah Sang Putra –  Ciuman dalam budaya Israel adalah lambang kasih sayang, dalam hal ini adalah sikap hormat, penyembahan dan penundukan. Benar Yeshua adalah Anak Domba Elohim (the Lamb of God), Ia lembut dan pengasih, tetapi jangan lupa bahwa Ia adalah juga Singa dari Yehuda (the Lion of Judah) yang ketika datang kembali dari Sorga ke bumi dengan api yang menyala-nyala yang membuat para raja, pembesar dan setiap orang yang membencinya akan berteriak kepada batu-batu karang untuk menimpa diri mereka karena rasa takut mereka yang sangat besar (Wah 6:14-17).

Yahshua Keadilan dan Belas KasihanOrang sering lupa bahwa Yeshua bukanlah hanya “sahabat” dan “Bapa yang adil, namun Dia juga adalah Raja atas segala raja dan Master atas segala master. Baca titel lengkap Yeshua di sini.

penuli kitab Ibrani mengajar bagaimana kita harus beribadah kepada Dia, Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan.  (Ibr 12:28-29, ITB)

Mazmur 2:12b -Berbahagilah semua orang yang mencari perlindungan kepada-Nya!”
Nubuatan Mazmur 2 ini adalah uraian yang lebih jelas dari kutukan nubuatan YAHWEH kepada Setan (dalam bentuk ular) di taman Eden: Lalu YAHWEH, Elohim, berfirman kepada ular itu: “ terkutuklah engkau lebih daripada segala binatang ternak dan lebih daripada setiap binatang buas di padang; dan engkau akan menjalar dengan perutmu dan engkau akan makan debu seumur hidupmu. Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan wanita ini, dan antara keturunanmu dengan keturunannya; Dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”  (Kejadian 3:14-15).

Mazmur pasal 2 ini menghubungkan pergumulan hidup manusia di bumi – berpihak kepada YAHWEH atau kepada Setan – sejak di Taman Eden sampai masa Perang Harmagedon (Wah 16:14,16)[16] nabi Yoel mencatat perang ini sebagai ”Penghakiman Yeshua atas semua bangsa-bangsa yang telah membuat umat-Nya, Israel, tercerai-berai” (Yoel 3:1-3).

Rencana permufakatan (perserikatan) para pemimpin sekuler dan agama untuk memerangi YAHWEH dan Anak Domba/ Yang Diurapi-Nya / Meshiah akan terjadi, namun hasil akhir dari peperangan tersebut telah dinubuatkan pula:

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”  (Revelation 17:14, ITB)

  • Di pihak siapakah Anda berdiri, Yeshua Ha Mashiah atau Setan? ; Kerajaan Sorga atau Kerajaan Kegelapan?
  • Kemanakah Anda akan menghabiskan masa kekekalan Anda; di Sorga atau di Neraka?

Bapa Sorgawi dan Putra-Nya, Yeshua Ha Mashiah mengasihi Anda, namun Dia menuntut komitment kesetian Anda kepada Dia, seperti ada tertulis,
Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Elohim mengutus Putra-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Putra Tunggal Elohim. (Yoh 3:16-18, ITB).

Kiranya berkat dan damai dari Bapa Sorgawi turun ke atas kehidupan Anda! Salam damai, Anggur Baru


[1] Thompson Chain-Reference Bible King James Version; Outline Studies, Or Analyses of the Books of The Bible
[2] Bangsa-bangsa atau nations (dibanyak terjemahan Alkitab Inggris), merefer kepada bangsa-bangsa yang bukan-Israel, di Alkitab Inggris umumnya ditulis sebagai “the gentiles.” Namun Gentiles (bangsa-bangsa) tidak sama dengan “the heathen (Ul 4:27 di KJV);” Perbedaannya dari keduanya adalah kualitas moral. Gentile (bentuk tunggal) didefinisikan sebagai suatu bangsa (kelompok etnis) atau seseorang (pribadi) yang bukan Israel, entah itu percaya kepada YAHWEH sebagai Elohim mereka atau menyembah berhala-berhala. Alkitab Indonesia Terjemahan Lama menulisnya “Kafir.” Lihat Yes 49:6,  Maz 86:8-10, Kis 13:48, Rom 15:9; the heathen” didefinisikan di Alkitab sebagai suatu bangsa atau seseorang yang bukan Israel yang menentang YAHWEH dan Firman-Nya, bisa dilihat pada 2 Rj16:3, Yez 39:21, Mat 6:7, 2 Kor 11:25-26.
[3] Hari Raya Pentakosta adalah hari raya perayaan Pengucapan Syukur orang Yahudi untuk hasil panen. Hari Raya Pentakosta ini jatuh tepat 50 hari setelah hari Raya Paskah (Passover) dimana Yeshua tersalib; Mat 26:2. Sehingga ini menggenapi perkataan Yeshua Ha Mashiah di Injil Yohanes Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.  … “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.”  (John 16:7 & 16; ITB)
[4] Pernyataan rasul Petrus di Kis 4:12 ini ”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Adalah intisari dari nubuatan mesianik Mazmur 118 tersebut bahwa Yeshua adalah “Pintu Gerbang YAHWEH” darimana keselamatan bisa didapat bagi mereka yang berseru kepada nama Yeshua. Baca Injil Yohanes 10.
[5] Setan dan roh-roh jahat penguasa Kerajaan Kegelapan sangat takut dengan ”Nama YESHUA” sebab Nama tersebut mengandung kuasa Elohim yang memancarkan kekudusan, keadilan, dan pewahyuan, dan dapat menyembuhkan serta membebaskan setiap manusia dari belenggu Setan dan penyakit apapun yang bisa disebut. Setan tidak kuatir dengan “tindakan sosial dan HAM” manusia sejauh itu tidak dihubungkan dengan Nama YESHUA.
[6] Kedua rasul ini adalah beberapa saksi mata dari semua perbuatan dan ajaran Yeshua, termasuk kebangkitan-Nya dari kematian dan waktu Dia terangkat ke Sorga. Demi nama Kebenaran dan lebih lagi demi Upah Sorgawi mereka tidak takut dianiyaya bahkan di hukum mati sekalipun –  ”Karena bagiku hidup adalah Mashiah (Kristus) dan mati adalah keuntungan,” rasul Paulus berkata (Fil 1:21, ITB)
[7] Alkitab dan fakta sehari-hari menyatakan bahwa pengadilan dan aniaya atas pengikut Yeshua (orang Kristen) adalah faktor iri hati, takut kehilangan pamor dan jabatan. Para pemuka ini telah melihat sendiri selama 40 tahun pria lumpuh itu duduk di dikat pintu gerbang Bait Elohim untuk minta-minta (Kis 3:1-3); namum mereka tidak berbuat apapun. Tetapi belum satu hari pria disembuhkan oleh kuasa Nama Yeshua mereka menjadi berang dan agresif – pekerjaan Setan nampak jelas melalui para pemimpin yang jahat tersebut tersebut, namum mereka buta.
[8] Mesias, Kristus indentik artinya dengan Yang Diurapi.
[9] Georg M. Lansa’s Translation Bible from the Aramaic of the Peshitta
[10] John Gill, Exposition of The Entire Bible – Acts 4:27.
[11] Yohanes hidup sekitar 600 tahun setelah Daniel, Kerajaan Romawi belum dikenal di jaman Daniel.
[12] Ia raja Yunani, memerintah orang Yahudi dari tahun 175-164 BC. Menyerang Yerusalem, dan memilih Imam Agung untuk menyembah Zeus dan mempersembahkan binatang najis di Bait Elohim. Ia dikenal dengan panggilan Antiochus Epimanes (Orang Gila). Antiochus IV Epiphanes; Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Antiochus_IV_Epiphanes
[13] Tertulis LORD  (huruf besar semuanya)  atau YAHWEH (YHWH) pada terjemahan George Lamsa yang di dasari dari Alkitab bahasa Aram Peshitta.
[14] Versi Latin Vulgare, Septuagint, Syria, Arab dan Ethiopia, menulisnya “shall feed (shepherd) atau shall rule”; seperti tertulis pada Wahyu 2:27
[15] Di ITB tertulis ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.” Kata “Cium kaki” tidak ditermuka di terjemahan Inggris manapun. Praktek cium kaki (pada patung Petrus) hanya terdapat di Gereja Roma Katolik. Kalimat di ITB ini adalah campuran ayat 11 dan 12.
[16] Dari bahasa Ibrani Har-megiddo,  artinya Bukit Megiddo pada ujung lembah Megiddo, suatu wilayah yang datar dan luas dilewati sungai Kison, antara pegunungan Karmel dengan Nazaret. Di Megiddo telah juga terjadi pertempuran-pertempuran yang besar; Suku Israel dibantu oleh para malaikat melawan raja-raja Kanaan dipimpin oleh Sisera (Hak 5:18-20); Raja Yosia melawan raja Mesir (2 Taw 35:22). Lembah Yosafat (Yoel 3:2) artinya ”Lembah YAHWEH telah menghakimi” (Yehoshpahat; raja Yehuda yang hidup benar di mata Elohim (1 Rj 22:41-43).

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

%d blogger menyukai ini: