Mengapa kerusuhan, pemberontakan kepada pemerintah terjadi setelah sembayang Jumat?


Jalan Arab (Arab Spring/ Arab Jasmine) (17/12/2010- sampai sekarang) yang berawal dari Tunisia dan telah terjadi di 20 negara di Timur Tengah adalah suatu gerakan turun kejalan orang-orang Islam untuk menumbangkan pemerintah-pemerintah negara yang juga orang Islam kecuali di Israel. Dua bulan lagi gerakan Jalan Arab ini akan mencapai usia dua tahun, di Syria Jalan Arab menjadi perang; 30 ribu telah tewas.

17 Desember 2010, hari pertama Jalan Arab ini meletus di Tunisia adalah hari Jumat. Demo-demo Jalan Arab di  yang merekrut banyak orang umumnya terjadi pada hari Jumat. Hari Jumat umat Islam berkumpul sembayang di mesjid-mesjid dan setelah bubaran sembayang mereka langsung turun kejalan untuk membuat kerusuhan dan pengerusakkan dan umumnya berakhir dengan bentrokkan fisik dengan aparat keamanan negara (polisi dan tentara).

Hari Nakba artinya Hari Katastrofi atau Kehancuran (hari ’protes’ orang-orang Arab menentang kehadiran negara Israel)  diperingati pada tanggal 15 Mei, satu hari setelah Lahirnya kembali Negara Israel Merdeka. Namun, sekali lagi, aksi kekerasan melawan pemerintah juga umumnya terjadi setelah sembayang Jumat. Tanggal 13 Mai 2011, dua hari sebelum tanggal 15,  dimana pemuda-pemuda Arab melempari batu-batu kepada para tentara yang menjaga keamanan adalah hari Jumat. 12 orang meninggal ketika mencoba memasuki perbatasan-perbatasan utara Israel dengan paksa di hari peringatan Nakbra tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang perlu direnungkan:

  1. Mengapa para tokoh pemimpin agama Islam memakai hari Jumat- hari yang dianggap suci dalam agama Islam- menjadi ujung  tombak perjuangan anti-non-Islam dan anti-pemerintah?
  2. Apakah ini berarti bahwa pemimpin agama Islam memakai wadah keagamaan untuk meraih kekuasaan politik atau sebaliknya, memakai wadah politik untuk meraih kekuasaan Islam demi terciptanya kembali Kerajaan Kalifah?
  3. Apakah sesungguhnya yang diajarkan dan diperintahkan oleh pemimpin Islam di mesjid-mesjid setiap hari Jumat? Telitilah isi film FITNA(H) buatan Geert Wilders.
  4. Jika berjihad adalah ajaran fundamental agama Islam, siapakah yang bertanggung jawab atas ajaran kekerasan tersebut, kitab suci Islam atau para tokoh Islam?  (Fundamental berasal dari kata fundamentum, bhs Latin; berarti dasar (fondasi) dan temu/ bangun (berdiri atau dibangun).
  5. Benarkah mati di dalam jihad (bom bunuh diri, aksi kekerasan, perang dsb) akan masuk Sorga atau hanyalah jaminan palsu para tokoh Islam untuk agenda mereka sendiri?
  6. Apakah usaha pemerintah untuk mencegah kekacauan massal ini agar stabilititas sosial, politik dan ekonomi seluruh rakyatnya tetap terpelihara?
  7. Apakah peranan umat Kristen sebagai rakyat untuk menolong usaha baik pemerintah di atas? Cukupkah hanya berdoa syafaat bagi umat Islam, perlukan kita juga memberitakan Kabar Baik kepada umat Islam bahwa ada JALAN yang pasti dan benar untuk kepastian masuk Sorga?

Catatan: Tgl 15 Mai 1948 sesungguhnya adalah hari dimana tentara-tentara negara Arab (Mesir, Syria,  Jordan dan Irak memasuki negara Isral yang baru satu hari mendeka untuk menghapus bukan saja negara Israel tetapi jika mungkin bangsa Israel. Pertempuran ini bukan saja merusak Israel tetapi juga rakyat Palestina yang tinggal berdekatan dengan bangsa Israel. Semua negara Arab ini berhasil dipukul mundur oleh Israel. Jadi sesungguhnya hari peringatan Nakbra (Katastrofi/ Kehancuran) ini adalah memperingati hari kekalahan bangsa Arab yang anti-Israel.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

The Word of God (Holy Bible) says about freedom of speech and expression


Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:18-19)

Konflik keras antara kelompok pro dan kontra akan hak kebebasan berbicara (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) sedang terjadi di depan mata kita oleh karen iklan film Innocent of Muslims dan diikuti oleh karikatur Muhammad buatan Charlie Habdo.
Apakah yang sesungguhnya Firman YAHWEH, Alkitab, tulis tentang kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat? Apakah ajaran Kristianiti mendukung kedua hal tersebut atau menolaknya? Bagaimanakah kita harus bersikap atas hal ini?

Difinisi kebebasan berbicara: The right, guaranteed by the First Amendment to the United States Constitution, to communicate ideas and opinions without government intervention (law.yourdictionary.com).
Dalam prakteknya hal ini dapat dilakukan bukan saja dengan mulut, tetapi juga melalui karya tulis, segala bentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film.

1. Sekilas sejarah Kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Eropa. Kebebasan berbicara dan kebebasan menyatakan pendapat adalah hak secara politik untuk mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan ide-ide seseorang melalui berbicara. Hak ini diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di dalam Artikle 19 dari Universal Declaration of Human Right dan diakui di hukum HAM internasional pada the International Covenant of Civil and Political Rights (ICCPR).

John Stuart Mill (Tokoh filsafat Inggris, 1806-1873) dalam bukunya ”On Liberty” berargument bahwa tanpa kebebasan manusia tidaklah akan ada perkembangan di dalam ilmu pengetahuan (science), hukum atau politik; sebab itu, menurut Mill, diperlukan kebebasan mendiskusikan pendapat. Ia yakin, kebenaran mengusir kesalahan, karenanya bebas mengexpresikan  ide-ide tersebut, benar atau salah, haruslah tidak perlu ada ditakuti. Bukunya yang diterbitkan di tahun 1859 telah menjadi pertahanan klasik bagi hak untuk kebebasan mengungkapkan pendapat.
Namun Mill percaya bahwa “kebenaran itu selalu berubah.” [Secularism melihat bahwa kebenaran ini bergantung dari budaya, dan kesepakan suara terbanyak; Christianity melihat kebenaran sebagai suatu yang absolute, dan tidak berubah karena Elohim bersifat tidak berubah].

Kebebasan berbicara dan atau mengungkapkan pendapat sudah dikenal dalam budaya Yunani di akhir abad ke 6 atau awal abad ke 5 BC.

2. Firman YAHWEH mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, tetapi juga memperingati para pelaku kedua hal tersebut.
Elohim memberikan kepada setiap manusia kehendak bebas (free will), Elohim mengasihi manusia dengan tulus dan kehendak bebas-Nya, dan Ia juga berharap manusia mengasihi Dia dengan hati yang tulus, berdasarkan kehendak bebas, bukan karena paksaan atau ancaman, jika tidak demikian maka Dia cukup menciptakan manusia seperti robot (benda mati yang dapat bergerak dan berbicara). Kita bukanlah robot, bahkan kita diciptakan-Nya lebih tinggi derajatnya dari segala binatang (Kej 21:20-21). Kita diciptakan Elohim sesuai dengan gambar dan rupa-Nya dan tercipta melalui karya tangan-Nya sendiri. (Kej 1:26).
Benar bahwa hak kehendak bebas itu sepenuhnya milik manusia, namun Elohim membuat suatu hukum, yakni setiap kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat (dalam bentuk perkataan, perbuatan, bahkan pikiran) (Wahyu 22:12).

2.1. ‘Alkitab, Firman YAHWEH, mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Kedua hal ini adalah bagian dari kehendak bebas yang YAHWEH, Elohim Pencipta, telah berikan kepada manusia. Jika ada manusia yang mengontrol manusia lain, maka pengontrol tersebut tanpa ia sadari ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim, bahkan berlaku dan berpikir lebih tinggi kuasanya dari Elohim penciptanya; inilah yang disebut dosa menghujat Elohim (blasphemy). Berikut ini contoh-contoh di Alkitab yang mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan mengungkapkan pendapat (freedom of expression):

2.1.1. Korah, Datan, Abiram dan On berontak kepada nabi Musa dan Harun. (Kitab Bilangan 16). Sekitar 1450 BC.
Keempat orang ini beserta 250 tokoh masyarakat dengan bebas menyampaikan protes mereka,  bahkan melontarkan tuduhan kepada nabi Musa, seorang yang terkenal dengan mujizat-mujizatnya yang sangat luar biasa dan bahkan sering berhadapan muka dengan hadiran YAHWEH (Ul 34:10-12), mereka berkata: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan YAHWEH ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah YAHWEH?” (ay 3). Jangan coba-coba melalukan hal ini kepada President Mesir yang baru, Muslim Brotherhood, Anda langsung akan dihukum salib!

Apakah reaksi nabi Musa? “Sujudlah ia.” (ay.4; ITB), versi lain ”lalu tersungkurlah dia  pada mukanya” (ILT; sama dengan KJV). Musa menunjukkan bagaimana inginnya dia untuk ada berserah kepada mereka, dan bagaimana senangnya dia untuk melepaskan kepemerintahannya jika memang Elohim berkehendak. Ayat 5; Ia menyerahkan perkara ini kepada Elohim, ia berkata: ”Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan …”

Datan dan Abiram yang telah meninggalkan tenda pertemuan ini lebih awal, menolak dengan tegas panggilan Musa, berkata “Kami tidak mau datang. Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” (Ay 12-14).
Jika Anda adalah nabi besar seperti nabi Musa, apakah reaksi Anda atas jawaban ketus dan tidak berdasarkan kebenaran ini? Elohim mengenal hati nabi Musa-seorang hamba yang sangat lembut (Bil 12:3), tentunya Dia bisa langsung menurunkan api dari langit membakar para anti-kepemimpinan nabi Musa dan Harun tersebut; namun Dia tidak melakukannya! Nabi Musa pun tidak menghukum keduanya, sebaliknya ia menantang Korah dan kelompoknya untuk membuktikan kebenaran pendapat dan tuduhan mereka di depan YAHWEH, esok harinya.

Miryam dan Harun pun pernah mengungkapkan pendapat melawan nabi Musa oleh sebab ia menggambil wanita Kush sebagai isterinya. Nabi Musa tidak berbuat apa-apa, tetapi YAHWEH sendiri yang mengadili kasus perselisihian mereka. (Bil 12).

2.1.2. Masalah free speech yang lebih kritis. Sebelum peristiwa free speech dan free expression Korah Cs. ini, juga telah terjadi hal sejenis, bahkan lebih parah lagi, semua orang Israel bersungut-sungut kepada nabi Musa dan Harun setelah mendengar laporan yang provokatif (dilebih-lebihin) bahwa musuh mereka adalah para raksasa dan mereka adalah belalang, ”Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang (menjadi budak kembali) ke Mesir?” (Bil 14:4). Firman YAHWEH mencatat apa reaksi Musa dan Harun. “Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. (ay. 5).
Musa dan Harun dibela oleh Yosua dan Kaleb; melalui bakar rumah dan membunuh dengan pedang para pemberontak tersebut? TIDAK sama sekali!!
Yosua dan Kaleb membela pemimpin mereka melalui hak kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat pula. Keduanya merobek baju mereka (freedom of expression) dan mengangkat suara mereka (freedom of speech). Baca ayat 6-9.
Tiba-tiba YAHWEH menampakkan diri di tengah-tengah mereka melalui wujud tiang awan (Ul 31:15) dikarenakan rakyat ingin membunuh Yosua dan Kaleb dengan lemparan batu (ay.10). YAHWEH siap menghukum mereka atas  “pemberontakan” dan “kejahatan main hakim sendiri,” namun Musa bersyafaat melunakkan hati Elohim dan memohon pengampunan Dia untuk bangsa Israel yang telah berdosa tersebut. YAHWEH merubah pikiran-Nya dan mengampuni mereka (ay. 11-24).

Nampak sekali bahwa hukum dan budaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah terwujud pada awal lahirnya bangsa Israel abad 14 Sebelum Masehi (BC).

2.1.3. Free speech dan free expression nampak dalam kehidupan ajaran Yeshua Ha Mashiah. Sekitar tahun 30 AD.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Mat 10:27)
Di atap-atap rumah;” Anda yang pernah ke-negara-negara Timur Tengah pasti tahu bahwa atap-atap rumah mereka adalah datar (umumnya untuk menjemur dan bermain), atap rumah adalah mimbar untuk berbicara kepada masyarakat. Yeshua sering kali naik ketempat yang lebih tinggi ketika Ia ingin berbicara kepada para pendengarnya: naik keatas perahu, kotbah di bukit.

Jawaban Yeshua atas pertanyaan imam besar mengenai murid-murid-Nya dan ajaran-Nya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Elohim, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” (Yoh 18:20-21). Tiga setengah tahun Yeshua berbicara, berdebat dan mengajar di jalan-jalan dan tempat ibadah (termasuk di Bait Elohim), bukan hanya murid-murid-Nya telah tahu apa yang Ia katakakan tetapi juga semua orang Israel yang telah mendengar-Nya.

Ketika seorang tentara agama Yahudi menampar pipi-Nya, karena menganggap jawaban tersebut tidak sopan, Yeshua menunjukkan kebebasan mengungkapkan pendapat-Nya (freedom of expression),  “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (ay 23).

Main pukul atau kekerasan jika tidak setuju atas perkataan atau ekpresi seseorang sangatlah ditentang oleh Yeshua, Adonai Yeshua mengajar “jika suatu perkataan salah, tunjukkan dan buktikan kesalahannya.” Dengan kata lain, bagawalah masalah tersebut kepengadilan jika Anda berpikir suatu pernyataan itu salah, tetapi jangan main hakim sendiri.

2.1.4. Rasul Paulus juga melakukan Free speech dan free expression. Segera setelah kenaikkan Yeshua ke Sorga. Bacaan Kisah para Rasul pasal 21 dan 22.
Paulus terancam dibunuh oleh rakyat yang terhasut oleh orang Yahudi yang anti Paulus ketika ia ada di Yerusalem. Main hakim sendiri rakyat Yerusalem atas Paulus terhenti oleh kehadiran tentara-tentara Romawi (21:31-32). Sebelum ia dibawa keluar dari kerumunan masa yang marah itu untuk dibawa ke markas Romawi, ia berbicara kepada tentara Romawi tersebut dengan bahasa Yunani untuk meminta diri berbicara kepada orang-orang Ibrani yang marah tersebut (ay 37-40). Pasal 22 adalah penerapan dari hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat rasul Paulus (ay 1-21), yang berakhir kembali kepada kemarahan rakyat. Tentara Romawi yang tidak mengerti apa yang terjadi (karena tidak mengerti bahasa Ibrani, bangsa yang mereka jajah) lalu membawa Paulus kemarkas mereka untuk dicambuk (ay 24). Kembali Paulus memakai haknya“Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Romawi, apalagi tanpa diadili?” Para tentara dan kepala pasukan ini menjadi takut. (ay 25). Disini Anda lihat bahwa kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah dianut oleh bangsa Romawi (Italia sekarang ini); bangsa Romawi mengadopsi budaya tersebut dari bangsa Yunani. Roma juga mengadopsi agama Yunani.

2.2. Firman YAHWEH memperingati bahaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api;… sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3:5)
Pertama-tama, ketahuilah penyalah gunaan hak kebebasan berkehendak / freedom of will (dengan segala bentuknya; termasuk freedom of speech dan freedom of expression) yang manusia dapatkan dari Elohim terjadi pada semua kelompok, tidak saja orang Barat sekuler, namun juga termasuk para pemimpin Roma Katolik dan para pemimpin Islam terhadap bangsa dan negara Israel.

Akar masalah manusia sesungguhnya bukan pada lidah dan mulut manusia, tetapi hati dan pikiran kita, seperti peryataan Yeshua kepada para ahli agama soal makanan najis (haram), “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”  (Mark 7:14-15), Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (ay. 20-23)

Para pemakai hak kebebasan berbicara  (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) bisa berargument bahwa mereka tidak bermaksud memprovokasi pribadi atau kelompok tertentu, atau sekedar humor belaka, sederhananya “hanya sekedar memakai hak mereka,” yang memang secara hukum pemerintah dibenarkan.

Kita mungkin terbebas dari pengadilan negara (yang hanya dapat melihat fakta), tetapi kejahatan hati dan pikiran kita tidak bisa disembunyikan di hadapan YAHWEH yang mampu melihat hati dan pikiran kita, Ia mengetahui setiap motivasi kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita semua untuk hidup benar, ”Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Ha Mashiah (Kristus), supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Kor 5:9-10).

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pembicara Parlement Israel: Adolf Hitler Datang Kembali


“73 tahun setelah Olympic Berlin, kemarin Dunia telah menyaksikan kembalinya Adolf Hitler. Kali ini ia memilki bewok dan berbicara bahasa Parsi. Tetapi kata-katanya adalah kata-kata yang sama, dan aspirasi-aspirasinya adalah aspirasi-aspirasi yang sama… Tidak menguntungkannya ialah … Dunia sudah sekali lagi memberi dia sebuah platform [panggung],” demikian surat Reuven Rivin, Pembicara Knesset, yang kirim kepada para pemimpin parlement di seluruh Dunia.

Surat keprihatian Pemerintah Israel ini berhubungan dengan pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Pertemuan Hak Asasi Manusia PBB dalam Konferensi Anti Racism hari Senin 20 April di Geneva, Swiss 1)

Presiden Iran ini dalam kesempatannya berbicara menuduh Israel ada sebagai ”regime yang paling jahat dan rasis” – konteknya kepada konflik Israel-Palestina. Dan ia menuduh USA, Europe dan Israel sebagai pengacau kestabilan internasional. Pernyataannya ini disambut secara spontan oleh para delegasi dari 23 negara dengan cara ”meninggalkan ruang konferensi”, termasuk di dalamnya delegasi Yordan dan EU. 2)

Kritiknya kepada Seketaris PBB yang ”lembut dan segan” menegur pernyataan Ahmadinejad itu, Juru Bicara Knesset ini menulis dalam surat itu, ”Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan kenetralan. Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan protokol diplomatik.” Ditambahkannya juga ”Hari ini manusia yang bermasyarakat harus memutuskan entah dia anggota dari Anak-anak Terang atau Anak-anak Kegelapan; kamp dunia bermasyarakat atau kamp  dari musuh-musuh kemanusian.” 1)

Selasa ini Israel menandai Hari Peringatan Holokos dengan dua menit sirene yang diikuti seluruh negara berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta, kali ini untuk memperingati matinya 1,5 juta anak-anak di kamp-kamp kematian Nazi 3)

Wilayah Israel sangatlah kecil dibanding Iran, apalagi jika dibanding Arab Saudi dan Mesir dan Libia. Di Timur Tengah hanya Israel yang menerapkan system Demokrasi, bahkan penduduk Arab mempunyai partai Politik di Parlement Israel. Pemerintah Iran yang berkuasa sekarang bukan saja rasis terhadap Israel, tapi juga kepada bangsanya sendiri, setiap kelompok oposisi (misalnya Kelompok asasi wanita, pelajar dan Sunni dan Kristen) di dalam negeri Iran akan ditekan dengan keras. Belum lama ini puluhan tahanan politik dari kelompok Sunni di hukum gantung dimuka umum.

Pemerintah Iran nampaknya memenuhi perkataan Yahshua ini Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”  (Mat 7:3-5)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

USA digoncang oleh hak sex sejenis


Sementara di Afrika, Timur Tengah dan Asia banyak yayasan berasaskan kemanusia masih terus berjuang meningkatkan hak-hak asasi manusia (HAM) bagi orang miskin, wanita, kelompok minoritas dan kebebasan beragama, di Amerika Serikat, gelombang perpergerakan hak pernikahan sex sejenis (homosex dan lesbian) semakin bertambah besar.Tanggal 12 Pebuari lalu hampir di seluruh Amerika Serikat para homo dan lesbi secara serempak berbondong-bondong ke Kantor Catatan Sipil pemerintah untuk ‘mau menikah.’ Unjuk rasa secara nasional ini adalah menekan pemerintah untuk membuat Rancangan Undang-undang (RUU) yang melegalkan keinginan mereka untuk menikah kepada sesama jenis kelamin yang di USA dikenal sebagai Civil Union Bill (seperti RUU Pernikahan Sex Sejenis).

Di USA, secara hukum Negara Bagian (State) yang memberikan hak menikah untuk sex sejenis tidaklah lebih dari jari-jari pada sebuah tangan, yaitu hanya Massachusetts dan Connecticut.

HKB – Hak Kebebasan Berbuat.tidaklah sama dengan HAM – Hak Asasi Manusia. HKB terlepas dari nilai-nilai moral manusia, hak ini didasari hanya kepada kebebasan pribadi semata, tanpa bertanggung jawab kepada masyarakat atas efek sampingan dari prilaku pemegang HKB.

‘Serangan’ mereka yang frontal ini – dan terus menerus – mendapat sambutan positif dari pemerintah bagian tertentu. Di Hawaii, contohnya, pada bulan ini para anggota kabinet mengesahkan “ijin menikah bagi sex sejenis” melalui pemungutan suara 34 lawan 17.

Kepulauan Hawaii, termasuk di dalam kekuasaan USA, mayoritas penduduknya adalah orang-orang asli kepulauan Pasifik yaitu orang-orang Hawaii, rumpun Polynesia, serupa dengan orang Samoa, Fiji.
Di kepulaua Hawaii ini juga banyak tinggal orang Filipina dan Jepang

Keluarnya rencana undang-undang perijinan menikah sex sejenis di Hawaii ini seperti orang-orang yang sedang berjemur matahari di pantai-pantai kepulauan Hawaii sambil mendengarkan alunan music orang Hawai tiba-tiba diguyur air dingin dimuka mereka, sebab homosex bukanlah budaya orang Hawaii dan orang Asia.Dengan berbaju merah, anggot-anggota Gereja yang ribuan banyaknya turun kejalan membanjiri ibukota kepulauan Hawaii untuk memprotes injin pernikahan sex sejenis ini. Mereka dengan spanduk-spanduk “We affirm traditional marriage” dan “No to same sex marriage” sambil membunyikan klakson-klakson mobil mereka. Elohim telah membuat pria dan wanita untuk menjadi suami dan istri, bukan pria dengan pira dan wanita dengan wanita, seseorang berkata.

Dennis Arakaki, pemimpin utama dari the Hawaii Family Forum, yang mengorganisaikan relly ini memimpin doa, “Kami di sini di dalam roh kasih, belas kasihan dan kemurahan. Tetapi kami di sini juga bersenjatakan pedang kebenaran.” Protes bisa dilihat di sini: Video: Thousands Protest at State Capitol Persatuan-persatuan masyarakat lainnya juga akan turun kejalan dipimpin oleh the Interfaith Alliance Hawaii, di dalamnya termasuk orang Kristen, Yahudi dan Buddha.

Pendukung sex tradisional (pernikahan adalah pria dan wanita) menyatakan bahwa keputusan yang baru ini menyepelekan keinginan penduduk Hawaii, yang pada tahun 1998 telah mengambil keputusan untuk tetap memegang pernikahan tradisional melalui suara 70 lawan 30. Peristiwa pelanggaran ini seperti akan terjadi juga di negara bagian California. Baca:USA pro pernikahan sex sejenis kalah suara, California. Para pembuat hukum di California mencoba menbatalkan pemilah suara yang dimenangkan oleh pro pernikahan tradisional. Tidak diragukan lagi moral pemerintah Amerika Serikat sedang digoncang oleh para ahli hukumnya sendiri memakai HAM untuk memenangkan HKB. Inilah adalah pelanggaran HAM.

Apakah gerakan HKB (gerakan Hak Kebebasan Berbuat) sex sejenis yang sedang melanda dunia barat ini lepas dari catatan Alkitab? Seperti kita tahu bahwa Alkitab adalah firman YAHWEH, ditulis melalui pimpinan Roh Kudus, penuh dengan nubuat-nubuat di hari kemudian. Mungkin ayat ini bisa membuat kita sedikit mengerti akar dari Gerakan HKB yang sedang bergejolak ini:

And the king shall do according to his will; and he shall exalt himself, and magnify himself above every god, and shall speak marvelous things against the God of gods, and shall prosper till the indignation be accomplished: for that that is determined shall be done. Neither shall he regard the God of his fathers, nor the desire of women, nor regard any god: for he shall magnify himself above all. (Dan 11:36-37 KJV).*

Pemimin kelas dunia (Daniel memanggilnya sebagai raja) yang akan datang ini, Roh Iblis dalam tubuh manusia, tidak suka wanita-wanita, ia seorang homosex, Alkitab telah menubuatkan “persiapan jalan untuk datangnya Anti-Kristus ini, sedikitnya itulah tafsiran beberapa orang Kristen.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:4)

Catatan *: Terjemahan Inggris lainnya (ASV, JPS, Webster, Lamsa, The Scipture) berbunyi sama kecuali terjemahan baru English Standard Version dan Indonesia.

Bacaan terkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog