25 Desember perayaan pagan terpenting ahli arkiology berkata


Kota Roma dimana negara Vatikan berada adalah sebuah kota kuno. Roma dikenal sebagai ”Kota di Atas 7 Bukit”, di depan lapangan St. Petrus berdiri tugu Obelisk  (sejak 1586), tugu yang dRa dewa matahari orang Mesiri datangkan khusus dari Mesir atas perintah penguasa Roma lama sebelumnya.

Obeliks, kita mengenalnya berakar dari kata Yunani: obeliskos, yang bermakna ”Phallus (dewa) Baal” atau “alat kemaluan dewa Baal.” Mesir kuno menyembah matahari (the Sun) sebagai sumber terang, kehidupan dan reproduksi, sebab itu dewa matahari yang dikenal sebagai Ra oleh orang Mesir, atau Baal di Kanaan atau Helios di Yunani; dilambangkan dengan bentuk organ pria, dan bumi (perempuan) dilambangkan dengan lingkaran. Sebab itulah tugu Obelisk berdiri ditengah-tengah lingkaran, seperti contoh terlihat di lapangan St. Petrus di kota Roma. Agama Freemasons, penyembah setan juga memakai lambang Obelisk di dalam ritual agamanya.

Tugu Obelisk dari Mesir ditegagkan di Roma, untuk menerangi kuil dewa Matahari Tidak-terkalahkan (Dies Natalis Solis Invicti / Sol Invictus (bangsa Roma menyebutnya).   Pesta ulang tahun dewa Sol Invictus dirayakan pada tanggal 25 Desember. Perlu diingat sejarah berkata dewa-dewi Roma adalah kopi karakter dari dewa-dewi Yunani yang dirubah namanya. Dan besar kemungkinan Yunani mengadopsi penyembahan berhala dari bangsa-bangsa yang lebih kuno, seperti Mesir dan Kanaan (Israel, Libanon) dan Asur.

Tempat semula dari tugu Obeliks di Roma sebelum dipindahkan oleh paus ketempat yan sekarang berdiri adalah ditengah-tengah lapangan balap Circus Maximus, lapangan melingkar untuk balapan kereta kuda. Lihat gambar kuno di bawah ini.

Richard River, Gambar kuno Circus Maximus Romapresident dari Wyatt Archeological Research dan penulis ”Too Long in the Sun” menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara perayaan ulang tahun bagi para dewa Roma dengan perlombaan balapan kereta kuda, untuk para dewa seperti Hercules,  Jove (Jupiter) dan lain sebagainya balapan hanya sampai 24 putaran lapangan Circus Maximus, tetapi untuk dewa Sol Invictus para pembalap harus memutari 30 kali putaran, dengan kata lain dewa Matahari Sol Invitus adalah dewa terpenting dan tertinggi bagi orang Romawi.

Richard River memberi catatan sejarah bagaimana umat Kristen bersikap terhadap perayaan dewa Matahari (apapun nama disebut):

  • Dua ratus tahun setelah kematian Adonai Yeshua (Tuhan Yesus) orang Kristen Roma tidak pernah menghubungkan dirinya dengan perayaan 25 Desember tersebut.  Karenanya Christmas (Natal) 25 Desember ini dinyatakan. [Jemaat Roma adalah orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Lihat Kisah para Rasul 18:1-4]
  • Illegal di Inggris, criminal di New England dari tahun 1649-1658, disalahkan oleh sebab akar penyembahan berhalanya (pagan) oleh banyak denominasi Gereja seperti: Kelompok Puritan, Methodist, Quaker, Amish Presbyterians dan Baptis.  Baru pertama kali dinyatakan legal di tahun 1856 di Massachusetts, USA. [Ibadah hari Saptu/ Sabat masih sangat umum di negara Barat 400 tahun yang lalu, baca Sejarah Hari Sabat]
  • Bukti menunjukkan bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus).

Melalui pengaruh politik dan agamanya, Roma Vatikan pelan namun pasti telah memasukkan ritual agama pagannya kedalam Kristianiti.

Sebuah komentar yang menantang para Kristen Injili diberikan oleh Ourfatherscovenant (nama panggilan), saya beri warna coklat.

But Educated Christians wObelisk di depan St. Petrus Roma Vaticanho know the Truth, and who are celebrating Christmas, claim it’s In Honor of Christ to celebrate His B-Day. (It’s not His B-Day) (A Lie – False Event)
They also claim Christ is the Reason For The Season. (The Reason it was Established is Paganism) (A Lie – False Witness)
Most Agree that it’s not Christ’s B-Day, Yet will say “So What.”
What Difference Does It Make ?”

This is the Difference it Makes

1. It is a Sin To Lie under these circumstances (knowing the truth).
2. It is a Sin To Worship God while willfully Committing Sin.
3. It is a Sin To Worship God in a Lie claiming it’s the same as Worshiping Him in Truth.
4. It is a Sin To Cause someone Else to Commit a Sin. (Lose Their Faith because of the Lie)
5. It is a Sin To Put a Stumbling Block in front of your Brother. (Set Him Up To Sin)
6. It is a Sin To Serve Satan by Lying; While Claiming to be Serving God. (Romans 6:16)
7. It is a Sin To Learn the Ways of the Heathen.
8. It is a Sin To Call Evil Good, and Good Evil.
9. It is a Sin To engage in Idolatrous Ritualistic Practices.
10 It is a Sin To Disobey God.
11 It is a Sin To practice Blasphemy.
12 It is a Sin To heed fables and portray them as being Holy.
13 It is a Sin To call the commandments of men Greater than God’s Commandments.

Matthew 15:6-9 – “…Thus have ye made The Commandment of God Of None Effect By Your Tradition.
Ye hypocrites, well did Esaias prophesy of you, saying, This People Draweth Nigh Unto Me with Their Mouth,
And Honoureth Me with Their Lips; But Their Heart is Far From Me.
But IN VAIN They Do Worship Me, Teaching for Doctrines the Commandments of Men.”

Millions of People Die because of This Lie.
This is NOT Loving your God or your Brother; This is breaking God’s Laws – Marring His Character.
If you lack these considerations, your heart is far from God; because He Said Don’t Do These Things.  His Wisdom is Perfect. Why is it “IN VAIN” to Worship God While Invalidating His Laws? The Wages of Sin is Death for the Unrepentant Sinner.

Repent Therefore, While There is Still Time.

  • Ezekiel 14:6  Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Repent, and Turn yourselves from your Idols; and turn away your faces from All your Abominations.
  • Ezekiel 18:30  Therefore I will Judge you, O house of Israel, Every One According to His Ways, saith the Lord GOD. Repent, and Turn yourselves From All Your Transgressions; So Iniquity Shall Not Be Your Ruin.

From The Lord Jesus Christ To The New Testament Churches:

  • Revelation 2:5 – Remember therefore From Whence Thou Art Fallen, and Repent, and Do the First Works;
    OR ELSE I Will Come Unto Thee Quickly, and will Remove thy candlestick out of his place, Except thou Repent.
  • Revelation 3:3 – Remember therefore How Thou hast Received and Heard, and Hold Fast, and Repent.  If therefore Thou shalt Not watch, I will come on thee As A Thief, And Thou shalt Not Know what hour I Will Come Upon Thee.
  • Revelation 3:19 – As many as I Love, I Rebuke and Chasten: Be Zealous therefore, and Repent.

Catatan Anggur Baru untuk para Kristen Injili (Lahir Baru): tidak diragukan bahwa ibadah perayaan ini merupakan batu sandungan bagi pengikut monoteisme lainnya seperti orang Yahudi dan Islam untuk mereka menerima kebenaran Injil, dan kometar di atas tidaklah diragukan kebenarannya – sangat Alkitabiah, namun kita harus bijaksana memprosesnya agar tidak timbul perpecahan di dalam Jemaat.
Roh Elohim (Roh Kudus) hidup di dalam kita, Dia lah sumber hikmat, pengertian dan pengetahuan kita. Perkara merayakan atau tidak merayakan Natal 25 Desember yang dikaitkan dengan perayaan kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) bukanlah perkara yang mudah. Itu lebih mudah meninggalkan perayaan Natal ini jika Anda seorang jemaat, namun jika Anda seorang pendeta, penatua saran saya adalah mintalah tuntunan Roh Kudus. Secara medis, orang yang sudah ketagihan obat terlarang, kopi bahkan rokok untuk level yang dalam, akanlah menderita fisik yang besar jika tiba-tiba berhenti memakainya, sebagian kecil bisa terbebas begitu saja-mujizat Elohim. Tingkat pertama yang pemimpin Jemaat lakukan mungkin adalah pengajaran dan mengingatkan hadirin bahwa “semua ini hanyalah tradisi, pengganti dari perayaan pagan Roma kuno. ”  Langkah berikutnya, rapatkan dengan para penatua “apa yang kita harus perbuat dengan perayaan Natal ini?” Jika semua Jemaat merasa damai untuk meninggalkan perayaan tahunan ini, maka Anda dan Jemaat terbebas secara penuh dari tradisi tersebut dan perpecahan terhindari. Nasehat sekaligus peringatan rasul Paulus ini patut diingat:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik HaMashiah Yeshua (Kristus Yesus), ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:19-26)
Kemulian, hormat dan kuasa bagi YAHWEH ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera dan sukacita bagi semua mahluk di bumi!! Maranatha!!

Bacaan berkait:

Natal dan Mamon

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!
Perayaan Natal dan saya sebagai pengikut Yeshua

Beriman kepada tradisi dan ritual
Ketika Perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Sejarah perayaan hari Valentine; lahir dari perayaan pagan Roma kuno Lupercalia


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)

Artikel yang bersifat peringatan ini hanya ditujukan kepada orang Kristen, pengikut Yeshua Ha Masiah. Terima kasih.

Di abad 21 tanggal hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Pebuari dirayakan oleh orang beragama maupun tidak beragama.  Hari Valentine dikenal secara umum sebagai hari mengungkapkan kasih sayang atau cinta kasih kepada orang yang kita kasihi. Roma Katolik menyebut hari ini sebagai hari peringatan martir St. Valentine, kelompok sekuler menamai tgl 14 Pebuari ini sebagai “hari Cinta-kasih dan Persahabatan.” Catatan sejarah menyatakan tanggal 14 Pebuari adalah pesta perayaan pagan bangsa Roma kuno yang mereka sebut sebagai hari perayaan Lupercalia.

Perayaan tahunan hari Valentine adalah bisnis internasional yang sangat basah. Perusahaan kartu ucapan selamat, gula-gula, coklat dan hadiah serta restoran dan toko bunga panen besar menjelang hari Valentine ini. Di USA saja, sesuai penelitian, tahun 2008 telah menghabiskan 122,98 $ US/orang, dan 2009 diperkirakan 102,50 $ US/ orang atau 14,7 milliar $ US. 17,8 milliar $ US di 2010 dan 18,6 milliar $ US  perkiraan untuk tahun 2011. Ini adalah satu dari sekian hari raya dimana pengikut Mamon berpesta pora.

Sejarah perayaan hari Valentine.
I. Tradisi gereja Roma Katolik. Katolik memiliki beberapa versi sejarah hari Valentine. The Catholic Encyclopedia vol. XV (volume 15) subjudul “St. Valentine” menulis 3 nama Valentine yang meninggal tanggal 14 Febuari. Tiga versi cerita gereja Roma yang berbeda tentang St. Valentine.

  1. Seorang tentara Roma, Valentine, dijaman kaisar Claudius II melanggar peraturan militer,  tentara muda dilarang menikah, singkat cerita Valentine dihukum mati  – pada tanggal 14 Febuari 270 AD. Gereja Roma kemudian menjadikan Valentine sebagai santo (St.) / orang suci.[1]
  2. Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Elohimnya adalah Yeshua Ha Mashiah  (Yesus Kristus) dan menolak menyembah para berhala orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di teralis penjaranya.
  3. Kaisar lalu melarang para tentara muda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

II. Tradisi Roma kuno. Lama sebelum Kristianity dinyatakan sebagai agama resmi kerajaan Romawi[2] oleh kaisar Contantine (313-337 AD), tanggal 14 dan 15 adalah hari besar orang Romawi, perayaan besar ini dikenal dengan nama  Lupercalia. Perayaan ini sangat populer bahkan sampai abad ke lima AD – sedikitnya 150 tahun setelah pernyataan Constantine  tersebut. Pada jaman Contantine lambang salib masuk kedalam Kritianiti, Sabat hari ketujuh (Saptu) dirubah menjadi hari pertama (Minggu).

Shocking Truth About Valentines Day! by FollowerOFTheWay.com

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara penyucian dan kesuburan di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi mabuk-cinta (queen of feverish love) Juno Februata (dari mana kata bulan Febuari berasal) [3]. Dipercayai juga sebagai perayaan menghormati berhala Lupercus/ Lupercal[4] dan Faunus,[5] juga Romulus dan Remus, yang terakhir menurut dongeng Roma adalah pendiri kota Roma kuno.

Pada hari perayaan tersebut, rakyat berkumpul di sebuah tempat ibadah, di mana wanita-wanita muda menulis nama-nama mereka, menaruhnya di kotak undian. Para pria mengambil nama-nama tersebut. Mereka akan menjadi pasangan selama perayaan tersebut bahkan bisa terus sampai perayaan tahun berikutnya. Itu mungkin sejenis kawin kontrak ala agama Islam saat ini, hanya pria Roma tidak memberi dowry (uang nikah) – sebab mereka suka sama suka (‘kumpul kerbau’). Tanggal 15 Februarinya, para imam (disebut Luperci) melakukan korban sembelihan binatang kambing dan anjing untuk meminta perlindungan dewa Lupercalia / Lupercus (berbentuk srigala). Ibadah pengorbanan ini terjadi di depan Porta Romana, sisi barat dari bukit Palatine, dimana terdapat goa Lupercus. Tradisi Roma mengatakan Lupercus yang menyusui Romulus dan Remus, patung perunggu Lupercus menyusui telah ada di bukit Capitol sejak tahun 296 BC. Roma kuno adalah kota yang dibangun dari tujuh bukit, seperti tertulis di Wahyu 17. Clik pada peta 7 bukit Roma kuno untuk memperbesar.

Kulit dari binatang korban ini kemudian dibuat sebagai pecut-pecut atau tali-tali pemukul untuk ibadah kesuburan kandungan.  Dua pria berpakaian minim akan berlari-lari di jalan kota tua Palatine dengan pecut-pecut di tangan mereka, dan para wanita, – dan ternak juga dibawa ke jalan – akan sengaja berdiri di jalan yang akan dilewati pemuda tersebut untuk mendapat ’sabetan’ (sentuhan berkat), dipercayai bahwa janin mereka akan menjadi subur dengan sentuhan tali kulit tersebut.

Perayaan dan ibadah Lupercalia yang terkenal ini tetap hidup sampai akhir pemerintahan Anastasius I (491-518 AD). Namun di akhir abad kelima, 498 AD, Paus Gelasius memutuskan merubah perayaan Eve of Lupercalia (14 Febuari; satu hari sebelum puncak perayaan Lupercalia) menjadi hari St. Valentine; perayaan kawin kontrak dan kesuburan menjadi perayaan hari orang kudus Roma Katolik. Paus mencoba menghapus ritual pagan ini dengan pemikiran dan nama baru.[6] Bagaimanapun perayaan dan upacara Lupercalia yang dikombinasikan dengan dongeng kepercayaan di Britania dan Perancis bahwa tanggal 14 Febuari ditandai permulaan musim kawin para burung tetap tidak bisa dihapus sebagai hari cinta. Febuari adalah awal musim semi untuk negara-negara Eropa Barat seperti Britania dan Perancis, musim semi adalah awal kehidupan baru tahunan bagi orang Eropa – musim kawin bagi mahluk hidup  dan tumbuhan mulai bertunas dan berbunga.
Sejak tahun 1969, gereja Roma Katolik membuang hari St. Valentine sebagai bagian resmi dari kalender gereja.[7]

Buah pasti sama dengan akarnya (Luk 6:43-45). Apa yang Anda lihat di toko-toko pada hari-hari menjelang perayaan Valentine, apa yang para pemuda dan pemudi lakukan pada hari perayaan tersebut? Apakah itu nampak lebih pada kasih-sayang agape, dan phileo dan atau storge atau hanya sekedar berlandaskan cinta-kasih eros?[8]Patung Cupid di LondonAkar dari Lupercalia adalah tokoh Cupid, digambarkan sebagai kherub Cupid, Cupid anak dari Venus, dewi cinta bangsa Roma. Cupid di jaman Romawi kuno adalah inkarnasi dari dewa orang Yunani yang bernama Eros, dewa napsu birahi. Eros adalah putra dari dewa birahi/ lust Aprodite. Nama berbeda tetapi karakter sama, sebab banyak dewa dan dewi Roma diambil dari tradisi Yunani. Keduanya  dipuja sebagai dewa kesuburan. Ucapan “Be My Valentine?,” Ken Sweiger menjelaskan,  “Valentine” berasal dari kata Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus. Maka disadari atau tidak, ia berkata, jika kita meminta orang/ pacar kita menjadi “to be my Valentine,” hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Elohim, karena meminta orang menjadi Tuannya (her Lord), Elohimnya.”  “Yang Maha Kuasa” adalah gelar dari Elohim pencipta alam semesta, dengan kata lain ”be my Valentine” ialah pemujaan kepada berhala. Cupid berarti desire/ napsu, laki tampan bersayap dengan panah, Nimrod laki tampan yang juga ahli berburu, ibunya (Samiramis) menjadikan Nimrod sebagai suaminya.

Fakta ialah hari St. Valentine tidak dikenal umum di Britania bahkan sampai abad ke 17. dan kartu ucapan Valentine tidak ada sebelum akhir abad ke 18. Esther A. Howland adalah orang pertama di Amerika yang menjual kartu Valentine, yaitu pada tahun 1840.

Kampus ibadah RomaKatolik dipakai untuk merayakan hari Valentin bagi para homosex. Pesta dansa hari Valentine untuk para aktivist homosex dikenal sebagai ”Dignity Detroit” terjadi di Marygorve College, Detroit USA, memakai ruang yang sama di mana ibadah missa Katolik berlangsung setiap Minggu. Organisasi Katolik AFA (pembela pernikahan hetrosex) keberatan atas kejadian tersebut, namun pemimpin kampus membela diri bahwa itu adalah hak kampus. Sumber berita ditutup dengan kalimat: ”Dignity Detroit adalah sebuah kelompok activist homosex yang terdiri dari orang-orang Katolik yang menentang pengajaran gereja Katolik bahwa tingkah laku homosex adalah salah.”

Komentar:
Gereja Roma Katolik – Alkitab menyebutnya sebagai Rahasia Babel Besar (Wahyu 17) – sebab memang membingungkan dunia,  ia telah membunuh pengikut Yeshua (500 juta Yahudi dan bukan Yahudi) dan menyebut para pemimpin Kristen tersebut: “Santo” (Orang Kudus) – martir dari gereja Roma Katolik – seperti St. Petrus, di media menyuarakan anti homosex, namun membangkitkan gerakan homosex dan bahkan mempraktekkannya. Berbaju Kristus namun praktek anti-Kristus. Sungguh mistery! Ya, bagi yang tidak mau membaca Alkitab.

Hari Persahabatan atau Valentine Day adalah sama dengan hari Natal (Christmas) dan hari raya Ester (pemalsuan dari hari Paskah). Sangatlah menarik untuk dipikirkan mengapa orang dunia dan bahkan orang yang mengaku Kristen lebih suka mempraktekkan ciptaan gereja Roma Katolik daripada perintah Alkitab, ternyata Alkitab telah menubuatkan 2000 tahun sebelumnya, baca Wahyu 13:3. Inilah sebabnya membaca dan mempelajari Alkitab sangatlah penting.

Patutkah orang yang percaya Yeshua Ha Mashiah dan ajaran-Nya merayakan hari Valentine tersebut? Jawaban yang Alkitabiah dapat di baca pada Ulangan 12:29-31 dan 1 Petrus 2:9-12. Ayat-ayat ini akan membawa Anda mengerti apa artinya umat Elohim dan Gereja Elohim dan bagaimana seharusnya umat atau Gereja Elohim harus hidup.

Orang Kristen tidaklah perlu menyalahi para usahawan bisnis yang berkaitan dengan hari-hari perayaan. Orang Kristen haruslah intropeksi diri sendiri, pilihan hidup kudus dan ketaatan kepada Pemimpin Gereja ada di tangan Anda. Kita tidak dapat menggarami atau menerangi orang lain, jika kehidupan kita sendiri tidak asin atau terang. Kiranya berkat dari tempat yang mahatinggi berlimpah atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

EndNote:
[1] Beda gereja Roma dengan Kristianiti: Roma memberi gelar ’orang suci’ setelah orang meninggal, kecuali paus. Paus ketika masih hidup digelari ’Holy Father.’Kristianiti menyatakan setiap pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah adalah orang suci dan panggilan ’Holy Father’ hanya untuk YAHWEH, Elohim pencipta alam semesta.
[2] Perlu diingat sebelum Kristianiti menjadi agama resmi Romawi, orang-orang Kristen sangat tertekan di bawah kerjaan Romawi, yang percaya banyak dewa dan dewi, bahkan beberapa kaisar menganggap diri mereka sendiri adalah keturunan dewa, yang patut juga disembah oleh rakyatnya, dan aniaya segera berlanjut setelah institusi kepausan Roma berdiri, dan mencapai puncaknya saat Alkitab latin diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Jerman, dikenal sebagai Revormasi Gereja. Diperkirakan 500 juta orang Kristen Injili terbunuh.
[3] Juno pada Romawi kuno dikenal sebagai Ratu Sorga (Queen of Heaven). Di abad terakhir ini gereja Roma Katolik membuat doktrin bunda Maria sebagai Ratu Sorga.
[4] Lupercus adalah dewa kuno orang Roma berbentuk srigala, lengenda berkata Lupercuslah yang menghidupkan dua bayi manusia yang bernama Romulus dan Remus.
[5] Faunus/Pan: dewa alam bangsa Roma: dalam mythologi bangsa Roma, dewa alam, perkebunan dan kesuburan. Dia adalah cucu laki-laki dari dewa Saturn
[6] Ini juga terjadi pada perayaan Natal dan Easter, tanggal mereka sama hanya nama berubah. Bedakan dengan prinsip pembaharuan di dalam Kerajaan Sorga, baca: Yehezkiel 36:25-28 dan Matius 9:16-17.
[7] Gereja Roma Katolik menciptakan banyak hal kemudian setelah mereka populer  di masyarakat dunia, maka ia melepaskannya secara resmi – namun tetap berhubungan secara sembunyi. Hal ini telah terjadi dengan organisasi Knight Templar, Freemason misalnya. Bedakan dengan prinsip adopsti Kerajaan Sorga, bangsa Israel dan non-Israel; YAHWEH setia dan siap merestorasi umat pilihannya bahkan Dia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi mereka dan bahkan seluruh manusia. Baca Bilangan 23:19 dan 2 Tim 2:13.
[8] Bahasa Yunani untuk kasih dibagi menjadi 4, Agape – kasih tanpa syarat (Yoh 3:16); Storge – ikatan kasih antar keluarga; Phileo – kasih persahabatan; dan yang tidak dianjurkan, Eros, darimana kata erotic berasal – cinta karena napsu birahi, memuaskan kehendak sexnya diri sendiri. Artikel yang bagus: Four Kinds of Love dari Truth or Tradition.com

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog