Sejarah perayaan hari Valentine; lahir dari perayaan pagan Roma kuno Lupercalia


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)

Artikel yang bersifat peringatan ini hanya ditujukan kepada orang Kristen, pengikut Yeshua Ha Masiah. Terima kasih.

Di abad 21 tanggal hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Pebuari dirayakan oleh orang beragama maupun tidak beragama.  Hari Valentine dikenal secara umum sebagai hari mengungkapkan kasih sayang atau cinta kasih kepada orang yang kita kasihi. Roma Katolik menyebut hari ini sebagai hari peringatan martir St. Valentine, kelompok sekuler menamai tgl 14 Pebuari ini sebagai “hari Cinta-kasih dan Persahabatan.” Catatan sejarah menyatakan tanggal 14 Pebuari adalah pesta perayaan pagan bangsa Roma kuno yang mereka sebut sebagai hari perayaan Lupercalia.

Perayaan tahunan hari Valentine adalah bisnis internasional yang sangat basah. Perusahaan kartu ucapan selamat, gula-gula, coklat dan hadiah serta restoran dan toko bunga panen besar menjelang hari Valentine ini. Di USA saja, sesuai penelitian, tahun 2008 telah menghabiskan 122,98 $ US/orang, dan 2009 diperkirakan 102,50 $ US/ orang atau 14,7 milliar $ US. 17,8 milliar $ US di 2010 dan 18,6 milliar $ US  perkiraan untuk tahun 2011. Ini adalah satu dari sekian hari raya dimana pengikut Mamon berpesta pora.

Sejarah perayaan hari Valentine.
I. Tradisi gereja Roma Katolik. Katolik memiliki beberapa versi sejarah hari Valentine. The Catholic Encyclopedia vol. XV (volume 15) subjudul “St. Valentine” menulis 3 nama Valentine yang meninggal tanggal 14 Febuari. Tiga versi cerita gereja Roma yang berbeda tentang St. Valentine.

  1. Seorang tentara Roma, Valentine, dijaman kaisar Claudius II melanggar peraturan militer,  tentara muda dilarang menikah, singkat cerita Valentine dihukum mati  – pada tanggal 14 Febuari 270 AD. Gereja Roma kemudian menjadikan Valentine sebagai santo (St.) / orang suci.[1]
  2. Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Elohimnya adalah Yeshua Ha Mashiah  (Yesus Kristus) dan menolak menyembah para berhala orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di teralis penjaranya.
  3. Kaisar lalu melarang para tentara muda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

II. Tradisi Roma kuno. Lama sebelum Kristianity dinyatakan sebagai agama resmi kerajaan Romawi[2] oleh kaisar Contantine (313-337 AD), tanggal 14 dan 15 adalah hari besar orang Romawi, perayaan besar ini dikenal dengan nama  Lupercalia. Perayaan ini sangat populer bahkan sampai abad ke lima AD – sedikitnya 150 tahun setelah pernyataan Constantine  tersebut. Pada jaman Contantine lambang salib masuk kedalam Kritianiti, Sabat hari ketujuh (Saptu) dirubah menjadi hari pertama (Minggu).

Shocking Truth About Valentines Day! by FollowerOFTheWay.com

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara penyucian dan kesuburan di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi mabuk-cinta (queen of feverish love) Juno Februata (dari mana kata bulan Febuari berasal) [3]. Dipercayai juga sebagai perayaan menghormati berhala Lupercus/ Lupercal[4] dan Faunus,[5] juga Romulus dan Remus, yang terakhir menurut dongeng Roma adalah pendiri kota Roma kuno.

Pada hari perayaan tersebut, rakyat berkumpul di sebuah tempat ibadah, di mana wanita-wanita muda menulis nama-nama mereka, menaruhnya di kotak undian. Para pria mengambil nama-nama tersebut. Mereka akan menjadi pasangan selama perayaan tersebut bahkan bisa terus sampai perayaan tahun berikutnya. Itu mungkin sejenis kawin kontrak ala agama Islam saat ini, hanya pria Roma tidak memberi dowry (uang nikah) – sebab mereka suka sama suka (‘kumpul kerbau’). Tanggal 15 Februarinya, para imam (disebut Luperci) melakukan korban sembelihan binatang kambing dan anjing untuk meminta perlindungan dewa Lupercalia / Lupercus (berbentuk srigala). Ibadah pengorbanan ini terjadi di depan Porta Romana, sisi barat dari bukit Palatine, dimana terdapat goa Lupercus. Tradisi Roma mengatakan Lupercus yang menyusui Romulus dan Remus, patung perunggu Lupercus menyusui telah ada di bukit Capitol sejak tahun 296 BC. Roma kuno adalah kota yang dibangun dari tujuh bukit, seperti tertulis di Wahyu 17. Clik pada peta 7 bukit Roma kuno untuk memperbesar.

Kulit dari binatang korban ini kemudian dibuat sebagai pecut-pecut atau tali-tali pemukul untuk ibadah kesuburan kandungan.  Dua pria berpakaian minim akan berlari-lari di jalan kota tua Palatine dengan pecut-pecut di tangan mereka, dan para wanita, – dan ternak juga dibawa ke jalan – akan sengaja berdiri di jalan yang akan dilewati pemuda tersebut untuk mendapat ’sabetan’ (sentuhan berkat), dipercayai bahwa janin mereka akan menjadi subur dengan sentuhan tali kulit tersebut.

Perayaan dan ibadah Lupercalia yang terkenal ini tetap hidup sampai akhir pemerintahan Anastasius I (491-518 AD). Namun di akhir abad kelima, 498 AD, Paus Gelasius memutuskan merubah perayaan Eve of Lupercalia (14 Febuari; satu hari sebelum puncak perayaan Lupercalia) menjadi hari St. Valentine; perayaan kawin kontrak dan kesuburan menjadi perayaan hari orang kudus Roma Katolik. Paus mencoba menghapus ritual pagan ini dengan pemikiran dan nama baru.[6] Bagaimanapun perayaan dan upacara Lupercalia yang dikombinasikan dengan dongeng kepercayaan di Britania dan Perancis bahwa tanggal 14 Febuari ditandai permulaan musim kawin para burung tetap tidak bisa dihapus sebagai hari cinta. Febuari adalah awal musim semi untuk negara-negara Eropa Barat seperti Britania dan Perancis, musim semi adalah awal kehidupan baru tahunan bagi orang Eropa – musim kawin bagi mahluk hidup  dan tumbuhan mulai bertunas dan berbunga.
Sejak tahun 1969, gereja Roma Katolik membuang hari St. Valentine sebagai bagian resmi dari kalender gereja.[7]

Buah pasti sama dengan akarnya (Luk 6:43-45). Apa yang Anda lihat di toko-toko pada hari-hari menjelang perayaan Valentine, apa yang para pemuda dan pemudi lakukan pada hari perayaan tersebut? Apakah itu nampak lebih pada kasih-sayang agape, dan phileo dan atau storge atau hanya sekedar berlandaskan cinta-kasih eros?[8]Patung Cupid di LondonAkar dari Lupercalia adalah tokoh Cupid, digambarkan sebagai kherub Cupid, Cupid anak dari Venus, dewi cinta bangsa Roma. Cupid di jaman Romawi kuno adalah inkarnasi dari dewa orang Yunani yang bernama Eros, dewa napsu birahi. Eros adalah putra dari dewa birahi/ lust Aprodite. Nama berbeda tetapi karakter sama, sebab banyak dewa dan dewi Roma diambil dari tradisi Yunani. Keduanya  dipuja sebagai dewa kesuburan. Ucapan “Be My Valentine?,” Ken Sweiger menjelaskan,  “Valentine” berasal dari kata Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus. Maka disadari atau tidak, ia berkata, jika kita meminta orang/ pacar kita menjadi “to be my Valentine,” hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Elohim, karena meminta orang menjadi Tuannya (her Lord), Elohimnya.”  “Yang Maha Kuasa” adalah gelar dari Elohim pencipta alam semesta, dengan kata lain ”be my Valentine” ialah pemujaan kepada berhala. Cupid berarti desire/ napsu, laki tampan bersayap dengan panah, Nimrod laki tampan yang juga ahli berburu, ibunya (Samiramis) menjadikan Nimrod sebagai suaminya.

Fakta ialah hari St. Valentine tidak dikenal umum di Britania bahkan sampai abad ke 17. dan kartu ucapan Valentine tidak ada sebelum akhir abad ke 18. Esther A. Howland adalah orang pertama di Amerika yang menjual kartu Valentine, yaitu pada tahun 1840.

Kampus ibadah RomaKatolik dipakai untuk merayakan hari Valentin bagi para homosex. Pesta dansa hari Valentine untuk para aktivist homosex dikenal sebagai ”Dignity Detroit” terjadi di Marygorve College, Detroit USA, memakai ruang yang sama di mana ibadah missa Katolik berlangsung setiap Minggu. Organisasi Katolik AFA (pembela pernikahan hetrosex) keberatan atas kejadian tersebut, namun pemimpin kampus membela diri bahwa itu adalah hak kampus. Sumber berita ditutup dengan kalimat: ”Dignity Detroit adalah sebuah kelompok activist homosex yang terdiri dari orang-orang Katolik yang menentang pengajaran gereja Katolik bahwa tingkah laku homosex adalah salah.”

Komentar:
Gereja Roma Katolik – Alkitab menyebutnya sebagai Rahasia Babel Besar (Wahyu 17) – sebab memang membingungkan dunia,  ia telah membunuh pengikut Yeshua (500 juta Yahudi dan bukan Yahudi) dan menyebut para pemimpin Kristen tersebut: “Santo” (Orang Kudus) – martir dari gereja Roma Katolik – seperti St. Petrus, di media menyuarakan anti homosex, namun membangkitkan gerakan homosex dan bahkan mempraktekkannya. Berbaju Kristus namun praktek anti-Kristus. Sungguh mistery! Ya, bagi yang tidak mau membaca Alkitab.

Hari Persahabatan atau Valentine Day adalah sama dengan hari Natal (Christmas) dan hari raya Ester (pemalsuan dari hari Paskah). Sangatlah menarik untuk dipikirkan mengapa orang dunia dan bahkan orang yang mengaku Kristen lebih suka mempraktekkan ciptaan gereja Roma Katolik daripada perintah Alkitab, ternyata Alkitab telah menubuatkan 2000 tahun sebelumnya, baca Wahyu 13:3. Inilah sebabnya membaca dan mempelajari Alkitab sangatlah penting.

Patutkah orang yang percaya Yeshua Ha Mashiah dan ajaran-Nya merayakan hari Valentine tersebut? Jawaban yang Alkitabiah dapat di baca pada Ulangan 12:29-31 dan 1 Petrus 2:9-12. Ayat-ayat ini akan membawa Anda mengerti apa artinya umat Elohim dan Gereja Elohim dan bagaimana seharusnya umat atau Gereja Elohim harus hidup.

Orang Kristen tidaklah perlu menyalahi para usahawan bisnis yang berkaitan dengan hari-hari perayaan. Orang Kristen haruslah intropeksi diri sendiri, pilihan hidup kudus dan ketaatan kepada Pemimpin Gereja ada di tangan Anda. Kita tidak dapat menggarami atau menerangi orang lain, jika kehidupan kita sendiri tidak asin atau terang. Kiranya berkat dari tempat yang mahatinggi berlimpah atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

EndNote:
[1] Beda gereja Roma dengan Kristianiti: Roma memberi gelar ’orang suci’ setelah orang meninggal, kecuali paus. Paus ketika masih hidup digelari ’Holy Father.’Kristianiti menyatakan setiap pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah adalah orang suci dan panggilan ’Holy Father’ hanya untuk YAHWEH, Elohim pencipta alam semesta.
[2] Perlu diingat sebelum Kristianiti menjadi agama resmi Romawi, orang-orang Kristen sangat tertekan di bawah kerjaan Romawi, yang percaya banyak dewa dan dewi, bahkan beberapa kaisar menganggap diri mereka sendiri adalah keturunan dewa, yang patut juga disembah oleh rakyatnya, dan aniaya segera berlanjut setelah institusi kepausan Roma berdiri, dan mencapai puncaknya saat Alkitab latin diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Jerman, dikenal sebagai Revormasi Gereja. Diperkirakan 500 juta orang Kristen Injili terbunuh.
[3] Juno pada Romawi kuno dikenal sebagai Ratu Sorga (Queen of Heaven). Di abad terakhir ini gereja Roma Katolik membuat doktrin bunda Maria sebagai Ratu Sorga.
[4] Lupercus adalah dewa kuno orang Roma berbentuk srigala, lengenda berkata Lupercuslah yang menghidupkan dua bayi manusia yang bernama Romulus dan Remus.
[5] Faunus/Pan: dewa alam bangsa Roma: dalam mythologi bangsa Roma, dewa alam, perkebunan dan kesuburan. Dia adalah cucu laki-laki dari dewa Saturn
[6] Ini juga terjadi pada perayaan Natal dan Easter, tanggal mereka sama hanya nama berubah. Bedakan dengan prinsip pembaharuan di dalam Kerajaan Sorga, baca: Yehezkiel 36:25-28 dan Matius 9:16-17.
[7] Gereja Roma Katolik menciptakan banyak hal kemudian setelah mereka populer  di masyarakat dunia, maka ia melepaskannya secara resmi – namun tetap berhubungan secara sembunyi. Hal ini telah terjadi dengan organisasi Knight Templar, Freemason misalnya. Bedakan dengan prinsip adopsti Kerajaan Sorga, bangsa Israel dan non-Israel; YAHWEH setia dan siap merestorasi umat pilihannya bahkan Dia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi mereka dan bahkan seluruh manusia. Baca Bilangan 23:19 dan 2 Tim 2:13.
[8] Bahasa Yunani untuk kasih dibagi menjadi 4, Agape – kasih tanpa syarat (Yoh 3:16); Storge – ikatan kasih antar keluarga; Phileo – kasih persahabatan; dan yang tidak dianjurkan, Eros, darimana kata erotic berasal – cinta karena napsu birahi, memuaskan kehendak sexnya diri sendiri. Artikel yang bagus: Four Kinds of Love dari Truth or Tradition.com

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa


Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yes 55:8-9)

Karikatur: Boycott Christmas!

Tokoh dan dekorasi pada perayaan Natal 25 Desember pada tahun-tahun belakangan ini nampak semakin kontras perbedaannya: mayoritas umat beragama Kristen memperingati hari kelahiran Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus dengan latar belakang cerita-cerita Injil, namun masyarakat non-Kristen merayakan 25 Desember dengan tokoh utamanya Santa Claus (Sinterklaas) dan aktivitas pembagian hadiah-hadiah dan dekorasi pohon natal di rumah dan di jalan-jalan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Pesan Injil semakin tersingkir di hari Natal.
Di USA, dua puluh tahun belakangan ini, segala sesuatu yang berbau dan nampak sebagai Kristianiti, semakin dilarang untuk hadir di tempat-tempat umum, sekolah pemerintah dan kantor-kantor pemerintah.
Kartu-kartu Natal bergambar bayi Yeshua / Yesus di palungan, gembala-gembala di padang dan gambar-gambar yang berhubungan dengan pesan kelahiran Yeshua semakin susah untuk ditemukan di toko-toko pada 10 tahun belakangan ini, kartu-kartu Natal yang dijual umumnya memiliki pesan sekuler: Seasion’s Greetings, Happy Holidays   atau Merry Christmas dengan latar belakang gambar snowman, pohon natal atau dekorasi natal berwarna merah hijaum pemandangan penuh dengan salju dan sejenisnya. Buka Google.com dan tekan ”Images” pada menu barnya, masukkan kata ”christmas cards.” Anda akan temukan jutaan gambar persis apa yang saya maksud. Pesan Injil di hari Natal jelas semakin tersingkir.

Apakah ini tanda Kekristenan telah terkalahkan oleh agama-agama non-Kristen dan filosofi dunia?  Jawaban yang benar ada di Alkitab! – Kabar dukacita dan kabar sukacita, keduanya telah dinubuatkan oleh Alkitab!!

Lihat nubuatan ini. Seorang malaikat YAHWEH membawa pesan kepada Daniel tentang akhir jaman/ zaman. Daniel adalah seorang Israel yang mengasihi YAHWEH dan tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, ia telah dimasukkan kedalam rumah singa-singa lapar dan dapur api oleh sebab kasihnya kepada Elohimnya, pesan Elohim melalui malaikat itu berbunyi: Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4). Pada akhir zaman, SEKARANG ini, pengetahuan manusia telah bertambah dibanding pada jaman Daniel. Pasal 11 nubuatan tentang sejarah panjang politik internasional yang telah tergenapi hampir seluruhnya, ini adalah bukti keakuratan firman YAHWEH. Pengetahuan apa yang dijanjikan malaikat YAHWEH ini akan bertambah? Secara konteknya, baca dari Daniel pasal 9-12, ini adalah pengetahuan tentang apa yang akan terjadi terjadi – berita dukacita dan sukacita – pada umat YAHWEH, yakni bangsa Israel (Yahudi) dan orang-orang Kristen non-Yahudi (Israel rohani). Di sini kita akan melihat ”pegetahuan akan bertambah” tersebut pada kontek Perayaan Natal 25 Desember.

I. Ketika perayaan Natal tanpa dikaitkan dengan Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.
Perayaan Natal tanpa Yeshua / Yesus telah tertulis di Alkitab, dan ini akan membawa duka cita kepada dua kelompok:

1. Semua orang-orang Kristen yang mengimani tradisi Natal 25 Desember.

Gambar hanya sebagai illustrasi

Nubuatan Alkitab pada kitab Wahyu berkata: Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. (Wah 17:16). Untuk para pembaca yang tidak mengerti isi Alkitab, saya jelaskan secara singkat. Binatang yang ditunggangi oleh wanita perlacur ini adalah sebuah pemerintahan negara, Uni Eropa / European Union (Kerajaan Romawi modern, a.8). Gereja Roma Katolik yang berpusat di Roma, Vatikan adalah wanita pelacurnya, yang namanya dikenal dengan ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wah 17:5).

Sejarah Gereja mencatat bahwa Pemimpin gereja Roma Katolik dengan memakai (menunggangi) kuasa Kerajaan Romawi kuno memerintahkan semua negara-negara jajahan Roma untuk harus merayakan perayaan kelahiran Yeshua / Yesus pada hari besar penyembahan berhala yang telah terkenal pada tanggal 25 Desember.
Sekarang, ya di jaman ini, YAHWEH  menggenapi janji-Nya pada Daniel 12:4 di atas: Pengetahuan manusia akan bertama, ”Sebab Elohim telah menerangi hati mereka [para pemimpin EU; tanduk-tanduk (17.16)] untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi (until the words of God shell be completed). (Wah 17:17). Melalui perbuatan pelacuran (penyembahan agama palsu dan politik kotornya) gereja Roma ini berhasil menguasai raja-raja di bumi (Wah 17:18) – Natal, Merry Christmas menjadi perayaan internasional, apapun yang berlabel ”made in Roma Catholic” akan menjadi perayaan internasional: Easter, Valentin day contohnya. Tradisi-tradisi Kristen ”Made in Roma Catholic” akan berakhir menurut nubuatan di atas. Orang-orang Kristen tradisi akan menangis, inilah kabar duka cita untuk mereka.

2. Semua para bangsawan dan usahawan yang bergerak di dalam bisnis politik dan barang-barang perayaan Natal dan perayaan “Made in Roma Catholic” lainnya.
Nubuatan Alkitab berkata: Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, (Wah 18:9, 11). Ayat 13 menerangkan dari mana asalnya bisnis perbudakan di negara-negara Barat. Namun bisnis perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara Islam tidak kalah sadisnya. Patung dan dekorasi Natal yang berhubungan dengan tradisi Kristen tidak akan laku lagi. Bisnis barang-barang Natal dan yang berhubungan dengan tradisi gereja Roma Katolik akan bankrut. Nubuatan duka cita ini menambahkan: Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar [Roma/Vatikan; pusat agama dan pusat negara Roma Katolik], yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. (Wah 18:19).

II. Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar sukacita.
Jika pembaca artikel ini adalah orang yang anti Kekristenan, anti ajaran Yeshua Ha Mashiah, dan Anda berpikir “Horre! Nah akhirnya kita menyaksikan kehancuran kepercayaan Kristen!” Maka Anda SALAH BESAR SAMA SEKALI!! Anda tidak mengerti RANCANGAN-RANCANGAN dan JALAN-JALAN YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel!!
Di atas kita telah melihat bahwa YAHWEH berjanji menambahkan pengetahuan untuk orang yang hidup di akhir jaman ini. Pengetahuan umat Elohim, pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah pada masa sekarangpun bertambah, bahkan lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya Bapa Sorgawi dan Yeshua, Orang yang Ia telah pilih dan urapi (Amsal 1:7; 2:1-6), sebab hikmat yang sempurna berasal dari Elohim dan untuk orang yang mentaati firman-Nya!

Ayat-ayat Alkitab menunjukkan bahwa perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus adalah kabar sukacita  bagi banyak pihak:

1. Kabar baik bagi Elohim YAHWEH.
Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan Yeshua dan unsur-unsur Kekristenan adalah tanda bahwa waktu pembersihan bagi bait-Nya akhirnya tiba. Masa penantian panjang yang menyakitkan hati-Nya; nama-Nya dihina, kekudusan diri-Nya dilecehkan, umat-Nya dibohongi dan disesatkan, akhirnya mencapai titik penghabisan. Penghakiman Elohim selalu dimulai dari umat-Nya (orang-orang yang telah dipilih-Nya dan termasuk orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya), Baca Yeh 43:4-7; Wahyu 11:1-2. Yeshua pada suatu hari ketika waktu untuk menyatakan diri-Nya sebagai raja telah genap (Mat 21:1-11), sebagaimana nubuatan nabi Yesaya (62:11) dan nabi Zakharia (9:9); Anda tahu apa yang pertama kali Yeshua lakukan? Dia masuk ke Bait Elohim dan membersihkan isi Bait tersebut dari bisnis-bisnis keagamaan! (Mat 21:12; Mark 11:15; Luk 19:45 dan Yoh 2:24).

Janji-Nya untuk mengguncangkan segala sesuatu (yang nampaknya kebenaran, penguasa dan deiti) sampai benar-benar tinggal yang asli akhirnya mendekati waktunya! Hagai 2:6, Ibrani 12:27-29. Dapatkah Anda membayangkan, jika Elohim tidak segan-segan menghakimi umat-Nya (Israel jasmani dan rohani; Yahudi dan Kristen) yang berkompromi dengan dosa, apalagi dengan orang-orang yang anti kepada diri-Nya dan perintah-perintah-Nya, hukumannya akan sungguh mengerikan.

2. Kabar baik bagi orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah.
a. Kabar baik bagi orang Israel / Kristen lahir baru (Orang Yahudi dan non-Yahudi yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah). 

Hallelujah! Hallujah! Hallelujah!

Mereka sekarang memiliki pengetahuan yang jelas bahwa sesungguhnya Perayaan Natal 25 Desember adalah berasal dari perayaan kelahiran dewa Sol Invictus (Invincible Sun), orang Romawi kuno telah melakukan perayaan ini sebelum Kekristenan asli dijadikan agama resmi di semua wilayah kaisar Constantin, suatu ibadah Romawi kuno yang diambil dari agama bangsa Iran kuno, yalda Mithra (kelahiran dewa Mithra/ Sun/ Matahari) yang jatuh pada 21 Desember dalam kalender Iran. Richard Rives web master dari Too Long in the Sun menerangkan hal ini dengan baik sekali pada video clipnya Yes, a god was born on Dec. 25, but not Jesus,

Ketika perayaan Natal tanpa dihubungkan dengan Yeshua, itu adalah kabar sukacita, mengapa? Sebab umat Kristen akan terbebas dari ibadah campuran; kekuatan perzinahan dan percabulan rohani terputus dari umat Elohim! Anda (umat Kristen) bisa mengucapkan ”Selamat hari Natal” atau ”Merry Christmas” kepada orang-orang yang merayakannya  dengan hati yang bebas dari rasa bersalah, sama bebasanya seperti memberi ucapan ”Selamat Idul Fitri” kepada orang Islam.

Lebih penting lagi, ketika perayaan natal 25 Desember ini berhenti dikaitkan dengan Yeshua, maka orang-orang Kristen lahir baru dapat memberitakan kabar suka cita yang sesungguhnya kepada semua orang Yahudi dan Kristen di manapun dan kapanpun mereka inginkan yakni kabar suka cita yang telah disampaikan malaikat YAHWEH kepada gembala-gembala: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa [Israel]: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mashiah, YAHWEH, di kota Daud. (Luk 2:10-11)

Berita suka cita Injil, ”Juruselamat”, ”Jalan, Kebenaran dan Kehidupan”, ”Terang Dunia”, ”Anak Domba Elohim,” yaitu Yeshua Ha Mashiah telah datang di bumi! Melalui korban darah-Nya sendiri di kayu salib, dosa-dosa umat-Nya telah ditebus – bagi mereka yang mau menerima pengampunan dosanya. Berita Injil ini adalah berita suka cita setiap hari yang orang Kristen lahir baru harus alami sendiri dan harus beritakan.  Laporan Penginjilan ”mengapa orang Yahudi susah untuk menerima Yeshua (seorang Yahudi asli lahir di Betlehem, Israel. Betlehem adalah bahasa Ibrani beyth: rumah; lechem; roti; – Rumah Roti) sebagai Juruselamat mereka, alasan dasarnya ialah orang Yahudi berpikir bahwa Kekristenan adalah agama Roma Katolik dan Roma Katolik adalah bekas penjajah mereka dan penuh dengan penyembahan berhala.
Ketika 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan berita kelahiran Yeshua, berita Injil, ini sungguh berita suka cita – jutaan Yahudi akan mudah percaya bahwa Yeshua adalah Meshiah yang telah tertulis di kitab-kitab mereka – Kitab Perjanjian Lama.

b. Kabar baik bagi orang Roma Katolik. Sekarangpun banyak jemaat Roma Katolik yang telah sadar, pengetahuan mereka telah bertambah. Telah banyak pemimpin jemaat meninggalkan gereja Roma Katolik – seperti: Charles Chiniquy, Alberto Rivera, dan sebagian lagi telah mengajukan permintaan kepada Internasional Criminal Court (ICC) di Den Haag untuk menyeret Paus Benedictus kepengadilan sehubungan dengan sex abuse para pemimpin Roma Katolik di banyak negara. Gerakan besar-besaran menentang pemimpin Katolik dari orang-orang-dalam gereja Katolik seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jemaat Roma Katolik sedang revival rohaninya! Negara-negara Amerika Latin, semakin penuh dengan orang-orang Kristen lahi baru!! Tidak sedikit dari mereka – yang tidak mengerti Alkitab – pindah ke Islam.

3. Kabar baik bagi orang-orang kudus dan malaikat-malaikat di Sorga.
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang  banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.” Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.” Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!” (Wah 19:1-2, 4-5).

Jelas tertulis bahwa penyingkiran unsur-unsur Kekristenan dari tradisi-tradisi agama Roma Katolik – bagi orang yang mengerti firman Elohim – adalah berita sukacita yang sangat besar, itu adalah kemenangan yang hampir mencapai garis finish!!  Itulah sebabnya Elohim memperingati jemaat Roma Katolik dan Kristen lahir baru : Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Wah 18:4)

4. Kabar baik bagi semua manusia di bumi.
Saya yakin dan percaya bahwa jika perayaan Natal 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus, maka nyanyian para malaikat di Batlehem saat Yeshua lahir akan memiliki kuasa dan pengaruh yang lebih besar atas semua manusia di bumi, termasuk orang-orang Arab, Asia (India, Pakistan dsb.), mereka yang tinggal di ”Jendela 10-40!” Nyanyian tersebut berbunyi: “Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (good will toward men; KJV) (Luk 2:14). 

Berita Suka Cita (Injil) ini adalah kehendak bebas, keinginan yang baik dan anugerah Elohim kepada manusia di bumi, mereka yang memiliki kehausan akan kebenaran. ”Manusia yang berkenan kepadanya” bukanlah berarti ”men of good will;” yang berpusat dari dirinya sendiri, Alkitab berkata dengan jelas ”tidak ada seorangpun yang baik.” Perlu dimengerti bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki sebuah kehendak yang baik sebelum Elohim bekerja di dalam pribadi tersebut untuk ia berkehendak dan melakukan kehendak-NYA (Elohim). Inilah kabar baik bagi semua orang Islam bahwa Kristianiti yang berpusat dari ajaran Alkitab sama sekali tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, paganism.

Berita dunia saat ini berisi: Negara Israel siap diserang oleh banyak negara, Kekristenan diserang dari berbagai pihak, mengapa? Ini kabar dukacita atau sukacita bagi para pengikut Yeshua? Keduanya benar. Namun sesungguhnya ini tanda dari “masa bersalin Jemaat YAHWEH segera akan tiba.”  Kedatangan Yeshua menyambut Jemaat-Nya sudah sangat dekat! INI ADALAH KABAR SUKACITA, aniaya sejak jaman Ishak (Kej 15:13) sampai saat ini akan segera berakhir! Perlu bukti? Perhatikan dua ayat ini:

  1. “Haleluya [artinya: Terpujilah YAH]! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:6). Perhatikan bahwa ayat-ayat di bawah ini adalah sambungan dari ayat-ayat pada subparagraf “Ketika perayaan Natal tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.” Itu adalah tanda bagi umat-Nya bahwa YAHWEH bangkit, dan pemerintahan Kerajaan-Nya di bumi sedang terlaksana!
  2. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. … Lalu ia [malaikat] berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Elohim.” (Wah 19:7-9). Setelah Ia membersihkan umat-Nya dari unsur-unsur penyembahan berhala, maka hari penderitaan umat Kristen di bumi segera akan berakhir. Jemaat-Nya siap memasuki pesta yang besar!

Inilah daftar pesan rasul Paulus untuk semua orang Kristen lahir baru:
Kamu telah menerima Mashiah Yeshua, YAHWEH kita. Karena itu [:]
hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,
dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun [tradisi manusia] dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Mashiah [Injil Mashiah / Injil Kristus].
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Elohiman (Kol 2:6-9).

Paulus melukiskan duka cita yang mendahului suka cita ini sebagai wanita yang sedang sakit hamil tua, namun setelah bersalin, wanita ini akan sangat bersukacita, baca kitab Roma 8:22-39.

Marilah kita merayakan peringatan Kelahiran Juruselamat, Yeshuah Ha Mashiah  sesuai pesan INJIL Kerajaan Sorga, bersih dari unsur-unsur penyembahan berhala! Marannatha!! Kiranya berkat Sorgawi turun ke atas Anda semua.

For to us a child is born, to us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counselor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace. Of the increase of his government and peace there shall be no end, upon the throne of David, and upon his kingdom, to order it, and to establish it with judgment and with justice from henceforth even for ever. The zeal of the LORD of hosts will perform this. (Isa/ Yes 9:6-7; Webster)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Perjamuan Kudus: Roti dan air anggur menjadi tubuh dan darah Yahshua?


Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” (Yoh 10:5)

Pada setiap upacara Perjamuan Kudus / The Lord’s Supper / Eukharisti jemaat biasanya dibacakan ayat-ayat pada 1Korintus 11:23-25, inti isinya: Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” … “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” atau langsung dari Matius 26:26-28 atau Markus 14:22-24 atau Lukas 22:17-20.

Apakah roti dan air anggur secara fisik berubah menjadi tubuh dan darah Adonai Yahshua atau sekedar simbolik belaka? Apapun denominasi Gereja Anda, itu tidak terlalu penting untuk Adonai Yahshuah, namun memiliki doktrin Perjamuan suci yang sesuai Alkitab sangatlah penting, sebab hal ini satu dari beberapa fondasi Kristianiti yang menentukan layak tidaknya orang Kristen masuk Sorga.

Sejarah doktrin Perjamuan Suci bahwa roti dan air anggur berubah secara fisik menjadi tubuh dan darah Yahshua Ha Mashiah. Doktrin ini pertama kali dikeluarkan pada Sidang Lateran IV the Council of Trent oleh Gereja Roma Katolik di tahun 1215 dan diteguhkan pada (1545-1563).  Pada doktrin ini Perjamuan malam terakhir Adonai Yahshua dengan murid-murid-Nya dikenal sebagai the Lord’s Supper dinyatakan sebagai sebuah korban perdamaian untuk dosa. Doktrin perjamuan suci ini (eucharist) mengandung dua hal penting:

  • Transubstantiation (roti/ wafer dan air anggur/ win (minuman anggur beralkohol) dipercayai secara fisik berubah menjadi daging dan darah Yahshua), dan
  • Sacrifice (korban sembelihan untuk penghapus dosa).

Dengan kata lain, para pemimpin gereja penganut doktrin perjamuan suci transubstantiation menyatakan bahwa setiap kali para pendeta mengadakan upacara Perjamuan suci (Eucharistic mass) mereka mempersembahkan Yahshua sebagai korban sembelihan kepada Elohim untuk penebusan dosa-dosa jemaat mereka. Pendeta disini nampak berfungsi sebagai imam pada Perjanjian Lama. Ini sebabnya Perjamuan Kudus sangat penting bagi penganut doktrin di atas, Paus Yohanes II menyatakannya sebagai berikut: “… penyembahan Eucharist adalah pusat dan tujuan dari semua kehidupan sakrament.” Seorang menyimpulkannya demikian : “Mass (ibadah Roma Katolik) adalah pusat doktrin Katolik dan Eucarist (the Wafer-God) adalah pusat dari Mass!”

Dengan menyebut kata: HOC EST ENIM CORPUS MEUM (Latin; ”Inilah tubuh-Ku” ) dan HIC EST ENIM CALIX SANGUINIS MEI (Latin; ”karena ini adalah cawan darah-Ku”) para pendeta ini berkuasa merubah wafer/ roti (disebut host/ hosti) dan win /air anggur menjelma menjadi tubuh dan darah Yahshua Ha Mashiah. Artinya: Yahshua/ Yeshua / Yesus disembelih sebagai korban penebus dosa secara berulang-ulang setiap kali diadakan Perjamuan Suci / Eucharistic Mass.

Keyakinan perubahan fisik tersebut nampak pada surat resmi The Council of Trent yang dikeluarkan oleh Gereja Roma Katolik, dimateraikan dengan sebelas kata kutukan bagi mereka yang tidak mempercayainya.

Sekarang kita lihat doktrin Perjamauan suci apa yang dipercayai oleh para bapa Gereja mula-mula dan abad-abad pertama Gereja Katolik (diawali pada abad ketiga AD, ketika Kristianiti menjadi agama negara Kerajaan Romawi).

  • Justin Martyr percaya itu sebagai ibadah rohani dengan korban pujian dan ucapan syukur untuk memperingati kematian Yashua seperti pada Maleakhi 1:11.
  • Irenaeus juga merefer pada kitab Maleakhi, bahwa korban yang benar adalah doa-doa para orang percaya yang keluar dari hati yang murni.
  • Tertullian yakin bahwa korban-korban persembahan yang benar kepada Elohim bukanlah benda-benda yang fana atau fisik, tetapi hati-hati yang hancur kepada Elohim.
  • Clement dari Alexandria memakai kata gifts (hadiah persembahan), namun artikel yang sama ini diterjemahkan oleh Gereja Katolik sebagai sacrifeces (korban-korban).
  • Eusebius secara jelas menyatakan bahwa kegenapan nubuatan nabi Maleakhi (pada 1:11) korban yang tahir dan tidak berdarah adalah ditemukan di dalam doa-doa dan ucapan syukur orang-orang Kristen.

Baca: Ibrani 13:15-16; Roma 12:1-2.

Sekarang kita melihat ayat-ayat Alkitab sehubungan dengan kata korban dan darah pada kontek Perjamuan suci.

1. Perjamuan suci terakhir Yahshua. (Luk 22:1-22). Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Luk 22:19; 1Kor 11:24)

Melalui perkataan ini, Yahshua mengingatkan murid-murid-Nya akan hari Paskah (Passover) yang pertama yaitu di hari terakhir sebelum mereka meninggalkan tanah Mesir (Keluaran 12): Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi YAHWEH turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (Kel 12:14).

Kita tahu bahwa Yashua adalah anak domba korban penebus dosa yang sesungguhnya. Ia disalibkan dan mati pada hari Paskah. Seperti telah tertulis: ”Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Ha Mashiah. (1Kor 5:7). Penekanan pada kedua perayaan ini ialah ”suatu peringatan untuk mengingat kembali” dan bukan ”pengulangan peristiwa.” Peristiwa penting ini ialah ”Sekali untuk selama-lamanya!”, seperti tertulis:

  • … setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa (after he had offered one sacrifice for sins; GLT), Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Elohim,  … Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. (Ibr 10:2,12,14)
  • Sebab juga Mashiah telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Elohim; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (1Pet 3:18)
  • Karena kita tahu, bahwa Mashiah, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. (Rom 6:9)

GLT: George Lamsa Translation’s Bible

Yohanes 6:22-71; Maka kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (Yoh 6:53). Apakah di sini Yahshua berbicara dalam bentuk perumpamaan atau sesungguhnya /literal? Pada ayat 63 Ia memberi jawaban untuk pertanyaan ini, Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (spirit and life). (Yoh 6:63)

Jika Yohanes 6:53 ini bermakna literal maka ayat 56 konsekuensinya ialah keberadaan Yahshua di dalam kehidupan orang Kristen Katolik hanya setiap hari Minggu dan 6 hari lainnya tanpa Yahshua. Dan sebulan sekali untuk denominasi Kristen lainnya. Ya, banyak orang Kristen hidup suci hanya pada hari ibadah saja, dan enam harinya dalam lumpur dosa, namun kehadiran Yahshua yang diwakili oleh Roh Kudus di dalam orang percaya selalu konstant setiap hari bahkan setiap detik! Ia tidak keluar dan masuk!!

Kesalah pahaman ini menyebabkan hilangnya keselamatan mereka, seperti nampak pada ayat 66, mereka menolak Yahshua: ”Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Apa reaksi Yahshua atas murtad besar-besaran ini?  Ini reaksi-Nya: ”Maka kata Yahshua kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu mau pergi juga?” (Yoh 6:67).

2. Makan daging dan minum darah manusia. Mengertikah Anda mengapa banyak murid-murid-Nya meninggalkan Dia pada Yohanes 6 di atas? Yohanes memberi alasannya: Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yahshua yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60). Pernyataan “makan daging dan minum darah-Nya” sungguh tidak dapat diterima, tidak sesuai ajaran para nabi-nabi, itu yang dimaksud penulis Injil ini.

Di Perjanjian Lama orang Israel hanya boleh makan daging binatang yang bersih saja (Imam 11 dan Ulangan 14). Manusia memakan manusia suatu kekejian di mata YAHWEH (10 Perintah-Nya: Jangan membunuh). Memakan daging bersih dengan darahnya atau meminum darah sangat dilarang di Perjanjian Lama:

  • Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. (Kej 9:4)
  • Tetapi jagalah baik-baik, supaya jangan engkau memakan darahnya, sebab darah ialah nyawa, maka janganlah engkau memakan nyawa bersama-sama dengan daging. Janganlah engkau memakannya; engkau harus mencurahkannya ke bumi seperti air. Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata YAHWEH. (Ul 12:23-25)
  • Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Im 17:10)

Peraturan tidak boleh makan darah ini tetap berlaku pada jaman rasul-rasul dan dibacakan setiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat (Kis 15:21). Dari ayat-ayat ini nampak sekali mengapa perkataan ”makan daging dan minum darah-Ku” itu sungguh merupakan ”perkataan ini keras” (Yoh 6:60).

Anda mungkin berargumentasi, bahwa peraturan itu hanya untuk orang Yahudi, dan bukan untuk orang Kristen non-Yahudi. Saya beritahu Anda, bahwa ayat-ayat Alkitab tidak ada kontradiksi satu dengan lainnya, JIKA ada, itu dikarenakan interpretasi yang keluar kontek!

Silahkan kembali kepada kitab Kisah ParaRasul 15. Lukas menulis pasal ini sehubungan protest beberapa orang Yahudi Israel kepada Kristen di luar tanah Israel (Yahudi dan non-Yahudi). Lalu Paulus dan Barnabas mengkhususkan diri bertemu dengan para rasul di Yerusalem, terjadilah sidang besar yang dihadiri oleh para rasul dan para penatua jemaat. Apa keputusan Roh kudus melalui mereka? Sunat dan peraturan tambahan Musa tidak diwajibkan kepada Kristen non-Yahudi, tetapi empat hal diperintahkan kepada jemaat untuk dijauhkan (Kis 15:20,29):

  • Makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, – perzinahan rohani
  • Makanan yang mengandung darah,
  • Makanan dari binatang yang mati tercekik (darahnya tetap di dalamnya),
  • Percabulan – perzinahan tubuh.

Jadi seluruh Alkitab mengajar bahwa meminun darah adalah terlarang untuk para umat YAHWEH. Dan jika minum darah binatang dilarang oleh YAHWEH lebih pasti lagi darah manusia sangat terlarang. Yahshua Ha Mashiah yang adalah Tritunggal dari YAHWEH sendiri, menegaskan perkataan-Nya di dalam Yohanes 6 ini:  daging sama sekali tidak berguna (Yoh 6:63)

3. Apa komentar para bekas pendeta Gereja Roma Katolik tentang doktrin Transubstantiation pada Perjamuan suci ini?

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog