Pendeta–pendeta Protestan Sedang Diuji


Seiring dengan berkembangnya Gay Movements, HAM, dan masuknya ajaran New Age kedalam gereja, pendeta-pendeta Protestan sedang sedang mengalami masa ujian yang berat; taat kepada Tuan mereka yang di Surga atau kepada Tuan mereka yang di Bumi (pemerintah negara dan atau peminpin denominasi )?

Pada dekade terahir ini Gereja-gereja yang tergolong di dalam denominasi Protestan seperti Lutheran, Presbyterian, Anglikan, Episkopal (pecahan dari Anglikan), Methodis, dan sebagainya benar-benar sedang diguncang oleh angin-ujian yang keras. Gereja-gereja Protestan ini adalah pecahan dari gereja Katolik pada abad ke 15 yang dipelopori oleh Martin Luther, karena ia menganggap Gereja Roma Katolik telah keluar dari ajaran Alkitab.

Di negara-negara Barat kususnya, melalui hukum ”kesamaan Hak Asasi Manusia” pemerintah setempat pendeta-pendeta Protestan dihadapi dengan pilihan yang berat; antara menyenangkan manusia atau menyenangkan YAHWEH; takut kepada aturan manusia atau kepada hukum Firman-Nya , menyangkali iman dan hati nurani mereka atau kehilangan jabatan kependetaan mereka.

Gereja-gereja Presbyterian (GP) di USA di dalam rapat jemaat bulan Juni ini telah menyetujui suatu ”interpretasi legal” konstitusi gereja mengijinkan untuk menerima calon-calon gay dan lesbian yang menikah tanpa keberatan hati nurani, menolak standard yang ada bahwa menikah adalah antara seorang pria dan seorang wanita. Badan Admistrasi dari GP USA ini juga telah mengambil suara menghapus ”penyalah gunaan homosexual” dari daftar kelakuan-kelakuan yang tercela.

Denominasi Anglikanpun terguncang oleh The Gay Movement ini, mungkin kalian ingat tentang seorang bishop yang belakangan ini secara terbuka mengakui dirinya sebagai homo, bishop Gene Robinson. Pada rapat sinode sedunia gereja Anglikan di July ini di England, Archbishop Dr. Rowan Williams (pendukung Hukum Syariah diterapkan untuk kalangan Muslim di Inggris) sebagai tuan rumahnya, bishop Gene turut hadir, yang membuat 210 bishop Injili mengadakan bolkot tidak hadir. Archbishop Rev. Dr. Daniel Deng Bul, dari Afrika, berkata bahwa Robinson sudah seharusnya mengundurkan diri demi kesatuan Gereja (Anglikan).

Sesungguhnya keretakan di dalam tubuh gereja-gereja Protestan sudah terjadi cukup lama; masalah bolehkah wanita jadi pendeta hanyalah soal kecil, masalah bertambah tajam dengan bergabungnya kembali denominasi tertentu gereja Protestan kepada Roma Katolik, dan mencapai puncaknya ketika beberapa pendeta melakukan pemberkatan pernikahan sex-sejenis dan tidak memecat pendeta yang terlibat di dalam praktek homosex, seperti bishop Gene Robinson di atas. Para Konsefatif GP di USA telah membuka badan baru, the New Wineskins Association of Churches. Septermber 2008 Gereja-gereja yang terikat di dalam Episcopal Pittsburgh (USA) bersidang untuk pecah dari pusatnya karena menganggap induk denominasinya kembali kepada tradisi dan meninggalkan ajaran Alkitab.

Pro dan kontra di antara pendeta Protestan mengenai boleh atau tidak memberkati pernikahan sex-sejenis dikuatirkan semakin membawa gereja denominasi ini semakin suram, di Skandinavia dimana diatas kertas jemaatnya tercatat 70-80 % dari jumlah penduduk, namun church-goers hanyalah di bawah 5%. Dan semakin tahun semakin banyak orang yang keluar dari keanggotaannya.

Ini terjadi supaya genaplah Firman YAHWEH melalui rasul Petrus, Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Elohim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Elohim . Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? (1 Pet 4:1-18)

Perlu diingat, umumnya gereja-gereja Protestan di negara Barat mendapat gaji atau bantuan keuangan dari pemerintah, gedung gereja dirawat oleh bantuan pemerintah, melalui potongan pajak langsung jemaatnya. Singkat kata, mereka sangat bergantung pada pemerintah, namun tidak sedikit dari mereka yang sungguh-sungguh mengabdi kepada Adonai Yahshua Messias dengan segenap hati, jiwa dan raga mereka.

Angin-angin Gay Movement yang dilegalisasikan oleh pemerintah atas nama HAM ini sungguh suatu tamparan yang keras bagi para pendeta Lutheran ini antara memilih hati nurani yang bersih dan takut akan YAHWEH dengan jabatan dan sumber bakul nasi mereka.

Penyalah gunaan HAM (Hak Asasi Manusia) – Gay Movements, Feminism Movement dll. – semakin memojokan nilai-nilai moral dan agama. Mengatas namakan HAM setiap orang dapat membenarkan setiap tindakan mereka sendiri dan minta semua orang disekitar mereka untuk “maklum” dan “mengerti” serta “menerima” keberadaan dan tindakan mereka, namun di sisi lain orang-orang yang sama ini tidak bisa menerima hak-hak dan pendapat orang lain, menolak ajaran agama dan kebenaran Alkitab.

Berdoalah untuk mereka, agar mereka dikuatkan oleh Bapa Surgawi dan diberi keberanian untuk bersandar penuh kepada kuasa dan pemeliharaan-Nya, diberi keberanian untuk memilih Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal” (Pengkotbah 7:1), “takut kepada Elohim lebih dari takut kepada aturan duniawi.” (Kis 4:19-20).

SUMBER: ChristianPost.com: Grieved Presbyterians seek way forward ; Sorry You’re not here ; Gay bishop must resign. BBC.co.uk: Profile Bishop Gene Robinson

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: