USA: Pro-Pernikahan Sex-sejenis kalah suara


8-initiativesCalifornia merupakan satu dari beberapa Negara Bagian (State) Amerika yang paling bebas, demikian menurut pengakuan orang Amerika. Sebelum pemungutan suara (Selasa, 4 Nofember 2008) yang bersejarah ini, Pengadilan Tertinggi California telah melegalisasikan pernikahan sex-sejenis, sebab itu banyak pasangan sejenis dari berbagai Negara Bagian lainnya datang ke California untuk mendapat ijin menikah – ini salah satu alasan megapa gubernur California setuju dengan ijin pernikahan jenis kelamin-homogen; pemasukan uang bagi State-nya.

Proposition 8 – nama dari inisiatif larangan menikah sex-homogen – memenangkan suara 52% dari lawannya (47,9%). Total pengeluaran dari kedua belah pihak untuk kampanye pro dan kontra dari pernikahan sejenis ini 73 juta dollar Amerika. (1)

Beberapa komentar pro P.8 atas kemenangan ini: “Ini adalah suatu hari yang besar untuk pernikahan, kata Ron Prentice, Chairman, ProtectMarriage.com – Yes on 8. Orang-orang California (5,7 juta pro-Yes) telah mempertahankan pernikahan tradisional dan mengklaim kembali institusi besar ini. Kami sungguh bersukacita bahwa para pemberi suara memilih untuk melindungi pernikahan tradisional. (2)

Kemenangan ini membawa kebahagian sendiri tentunya bagi 70 ribu para penyumbang dan 100 ribu lebih sukarelawan “Yes on 8”

Sebulan lalu, kami tertinggal dibelakang, dan hal-hal tidak nampak baik untuk pernikahan tradisional,” kata Jim Gaslow, pendeta Gereja Skyline, San Diego. “Kemudian kami memulai 40 hari doa dan puasa kami, dan ..(bertindak).. dan kami mulai melihat pasang-surut berubah.”

Suatu sumber mengatakan bahwa uang datang juga dari luar California dan dua-puluh Negara lainnya untuk kedua partai. Para penyumbang juga datang dari orang-orang ternama. Mungkin ‘perjuangan’ ini seperti perjuangan orang Israel merebut benteng Yeriko, benteng terkuat dan pertama yang diruntuhkan oleh umat-Nya (3)

Referensi:

  1. California Voters Ban Gay Marriage
  2. Californians Pass Gay Marriage Ban
  3. Orang-orang dibalik poll

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

3.

Hari Sabat Di Mata Elohim


Perintah keempat: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Daftar jumlah ayat mengandung kata Sabat dari berbagai macam terjemahan Alkitab:

Alkitab terjemahan

P. Lama ayat / kata

P. Baru ayat / kata

Total: ayat / kata

Indonesia T.B.

88 / 88

54 / 59

142 / 147

King James V.

61 / 77

55 / 60

116 / 137

English Standard V.

61 / 77

56 / 61

117 / 138

American Standard V.

61 / 76

56 / 61

117 / 137

The Scriptures

89 / –

56 / –

145 / –

Dua kata perintah dari YAHWEH kepada umat-Nya sehubungan dengan hari Sabat: 1. Ingatlah dan 2. Kuduskanlah. Mengapa IA ingin umat-Nya mengingat hari Sabat dan memerintahkan umat-Nya untuk menguduskan hari Sabat?

Jika kita mengamati Sepuluh Perintah YAHWEH, maka hanya dua perintah dari sepuluh yang tidak diawali dengan kata JANGAN, yaitu Perintah keempat – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dan kelima – Hormatilah ayahmu dan ibumu.

IA telah memerintahkan hari Sabat sebagai hari Peringatan (memorial) – seperti hari ulang tahun, hari pernikahan atau hari kemerdekaan suatu bangsa – kepada umat-Nya, dan bukan sekedar sebagai suatu peringatan semata, namun juga melakukannya dengan sikap hati dan pikiran yang benar, kuduskanlah!

Dan Perintah Keempat inilah merupakan perintah terpanjang (empat ayat). Jika kita jujur dan setuju bahwa setiap tulisan di Alkitab di-ilhami Elohim, maka tentunya tidaklah kebetulan mengapa perintah keempat ini merupakan perintah yang terpanjang dan lengkap dengan alasannya, IA mengetahui apa yang akan terjadi tentang hari Sabat-Nya di masa yang akan datangumat-Nya sendiri yang IA telah tebus dari dosa tidak lagi mau mengingat dan menguduskan hari Sabat-Nya.

Pentingnya hari Sabat di mata YAHWEH bisa dilihat pada firman-Nya, ”Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:11). Artinya:

  • IA ingin umat-Nya ingat bahwa DIA lah pencipta alam jagat raya dan isinya
  • Dan tentunya IA mengharapkan umat-Nya menghargai karja ciptaan-Nya yang sungguh indah itu
  • Melalui umat-Nya DIA mengharapkan seluruh manusia di Bumi sadar dan mengerti akan penciptaan tersebut
  • Segala pujian dan hormat atas keindahan jagat raya ini hanyalah kepada DIA (Wah 4:11)
  • Umat-Nya haruslah mengingat bahwa semua itu tercipta di dalam enam hari-kerja-Nya
  • Karena penciptaan-Nya itu sungguh penting bagi diri-Nya, maka IA sendiri memberkati hari Sabat-Nya (sabat artinya menjaga istirahat) dan menguduskannya.

Yahshua Ha Massiah menyimpulkan inti dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi kedalam dua kelompok:

  1. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Mat 22:37-38)
  2. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (39)

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (40)

Tentu kita tahu apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (38) tersebut, yaitu keempat hukum pertama dari 10 hukum Elohim (Kel 20:3-11), yang mana perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (8) terdapat di dalamnya.

Jadi hari Sabat terbukti sangat penting di mata DIA, Pencipta alam semesta dan semua isinya, itupun nampak dari jumlah ayat baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, lihat tabel di atas.

Penerapan: Tanyalah kepada diri kita sendiri, sedihkah kita jika keluarga terdekat, anak-anak kita lupa akan hari ulang tahun kita? Sedihkan kita jika mereka merubah ulang tahun kita sesuka hati mereka? Jika kita ingin mereka menghormati kita, apalagi DIA yang adalah Pencipta alam semesta, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan! DIA tentu layak dihormati, bukan?

Catatan (*): kata “Ia” tidak tertulis di hampir semua Alkitab bahasa Inggris (kecuali NIV), ini sesuai dengan ayat dua dan lima (Aku, YAHWEH; kata orang pertama). Nabi Musa mencatat langsung perkataan YAHWEH, ayat pertama menjelaskan itu, dan diteguhkan oleh ayat 22: Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit. Lembaga Alkitab Indonesia perlu memperbaikinya.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apakah Perintah Hari Sabat Masih Berlaku?


“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17)

Ada orang berkata bahwa perintah memelihara hari Sabat:

  1. hanyalah untuk orang Israel, dan
  2. bukan untuk orang Perjanjian Baru.

Ayat-ayat yang biasa dipakai untuk argumet pertama ini adalah Ulangan 5:15: Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Melalui ayat ini orang tersebut menyimpulkan bahwa merayakan Sabat untuk mengingat pelepasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, jadi Sabat tidak perlu untuk orang non-Israel. Dan ayat untuk argument kedua adalah Kolose 2:16-17: Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Mashiah. Melalui ayat ini orang ini menyimpulkan bahwa dengan kematian dan kebangkitan Ha Mashiah (Kristus), maka semua peraturan di Perjanjian Lama tidak berlaku lagi. Benarkan kedua argument ini?

Sebelum kita membahas masalah ini, perlu kita ingat bahwa hari Sabat adalah hari Sabtu, dan bukan hari Minggu, lihat Sejarah Hari Sabat.

Ada dua alasan utama bahkan tiga mengapa saya tidak sependapat dengan kedua pendapat di atas:

I. Membantah argument pertama.
Bukti bahwa Sabat bukanlah hanya untuk orang Israel saja.
Alasan 1. Kesimpulan di atas merupakan suatu kesimpulan yang terburu-buru tentunya. Baca kembali kitab Ulangan pasal 5:1- 33. Dari ayat 6 sampai 21 merupakan pengulangan Sepuluh Perintah YAHWEH yang diberikan kepada nabi Musa di gunung Sinai (Kel 19:18-24) dan tertulis di kitab Keluaran 20:2:17, betul? Dan sekarang bandingkan Perintah Keempat ini pada kedua kitab tersebut:

Ulangan 5:12-15 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohimmu. (13) Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (14) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. (15) Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Garis bawah menunjukan tambahan perkataan Musa. Sekarang perhatikan kata SEBAB pada ayat 15 dan 11, bisa Anda lihat perbedaannya alasan perintah mengingat dan menguduskan hari Sabat sekarang, bukan? Sebagaimana namanya, kitab Ulangan artinya pengulangan dari hukum-hukum yang telah diberikan sebelumnya, mengingatkan kembali. This book is sometimes called “Elleh hadebarim“, from the words with which it begins; and sometimes by the Jews “Mishneh Torah“, the repetition of the law [John Gill’s Exposition]. Untuk orang Yahudi/ Israel, perintah menjaga hari Sabat untuk mengingatkan mereka sebagai budak yang dibebaskan YAHWEH, namun bagi YAHWEH sendiri, itu merupakan perintah bagi semua umat-Nya, bangsa Israel dan orang-orang di seluruh dunia yang dibebaskan dari perbudakan dosa oleh-Nya untuk masuk kedalam Sabat-Nya.

Alasan 2. Jika kita membenarkan pendapat orang di atas, bahwa ”memelihara Sabat hanya bagi orang Israel” untuk mengingatkan mereka terlepas dari perbudakan,” maka konsekuensinya kesembilan perintah lainnya juga tidak berlaku untuk orang Kristen, sebab pada pembukaan 10 Perintah di kitab Keluaran tertulis, Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan (Kel 20:2). Jelas kita tahu bahwa 10 Perintah ini berlaku bagi setiap orang Kristen. Jadi kesimpulan orang tersebut tentang hari Sabat  hanya untuk orang Israel jelas salah.

II. Membantah argumen kedua.
Bukti bahwa hari Sabat tetap berlaku bagi orang Perjanjian Baru, baik orang Israel maupun non-Israel.
Surat kepada jemaat di Kolose – dari mana argument ini datang (Kol 2:16-17) – adalah surat dari rasul Paulus. Hal yang utama harus diingat dan dimegerti tentang rasul Paulus ialah

  • Paulus adalah seorang Yahudi yang ahli kitab Taurat dan nabi-nabi. Alkitab jelas mencatat bahwa ia salah seorang murid sekolah theologia di bawah asuhan seorang Mahkamah Agama Yahudi yang terkenal (Kis 22:3; 5:34). Kerasulannya diterima dan dihormati diantara ke sebelas rasul (murid-murid yang dipilih Yahshua)
  • Ia diutus memberitakan firman YAHWEH untuk orang-orang non-Yahudi (Gentails). Ia mampu memisahkan ajaran yang berdasar pada adat dan kebiasaan Yahudi dengan perintah, ketetapan YAHWEH yang diberikan kepada Musa dan nabi-nabinya.
  • Ia pengikut teladan Yahshua Ha Massiah yang sungguh-sungguh. Ia tidak berkompromi dengan ajaran dan perbuatan yang bukan dari tuannya, Yahshua Ha Mashiah. Rasul Petrus pun pernah ditegurnya.

Banyak orang Kristen menyalah artikan pengajaran rasul Paulus, beberapa pengajaran yang salah dari salah interpretasi ajaran Paulus, diantaranya adalah:

  • Sekali diselamatkan tetap selamat – terima Yahshua sebagai Juruselamat, setelah ’babi kembali kedalam kubangannya’ dan ia tetap selamat. Alkitab tidak berkata demikian!
  • Semua makanan halal – semua masuk kedalam perut dan keluar kejamban, perduli amat dengan pendapat orang lain.

Bagaimana dengan ayat Kol 2:16-17 ini?

  • Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (16) semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Massiah. (17)
  • Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of a holy day, or of the new moon, or of the sabbath days (16). (KJV)
  • Let no man therefore create a disturbance among you about eating and drinking, or about the division of the feast days, the beginning of the the months and the day of the sabbat (APB – Aramaic Peshitta Bible)

Apakah sesungguhnya rasul Paulus maksudkan dengan ayat ini? Satu hal yang pasti ialah Alkitab tidak pernah kontradiksi diantara isinya, sebab Alkitab diwahyukan oleh Roh Kudus. Kontadiksi terjadi oleh karena salah mengartikan dan salah menterjemahkan.

Apa kata rasul-rasul tentang makanan dan minuman kepada orang Kristen non-Yahudi? Rasul-rasul tetap melarang makanan tertentu untuk dimakan Kis 15:1-31; ayat kunci: 19-21 dan 28-29; diteguhkan dalam (21:25) dan Paulus sendiri sebagai rasul untuk non-Yahudi menekakan prinsip yang penting: jangan sampai kebebasanmu membuat saudaramu tersandung! (I Kor 8:1-13; ayat kunci: 11-13). Dari ayat-ayat di atas (dan perkataannya sendiri) rasul Paulus tidak mengajari orang Kristen non-Yahudi boleh makan dan minun apa saja yang mereka suka.

Bagaimana dengan menghormati hari raya dan bulan baru untuk non-Yahudi? Tidak ada salahnya kita menghormati (mengacu kepada kata in respect of) hari-hari raya keagamaan Israel (Pentakosta, Pondok Daun, Hari Pantekosta) dan bulan baru mereka (Bil 28:11; 2 Rj 4:23) yang terpenting adalah Anda bebas dari obligasi-obligasi ritual perayaan tersebut, karena memang itu adalah gambaran tentang Yashua Ha Mashiah yang akan datang. Dan Ia telah datang, Roh Kudus Elohim ada bersama kita. Kebijaksanaan ini tentu beda bagi orang Yahudi, sama halnya dengan bersunat misalnya (Kel 12, Ul 16). Pembagian tentang (devision of) hari-hari raya benar tidak penting untuk orang Kristen non-Yahudi.

Sekarang bagaimana dengan perintah ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat? Apakah ini berlaku juga untuk orang Kristen non-Yahudi? Dari uraian soal makan-minum dan hari raya dan bulan baru di atas kita sekarang memiliki gambaran yang lebih baik tentang Kol 2:16-17 ini.

Ada banyak alasan mengapa perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat tetap berlaku bagi pengikut Yahshua Ha Massiah termasuk untuk non-Yahudi.

  • Alkitab Perjanjian Baru ITB (Indonesia Terjemahan Baru) memuat 54 ayat tentang hari Sabat; Injil memuat 44 ayat, Kisah Para Rasul ada 9 ayat dan satu sisanya di Kolose 2:16. Satu-satunya ayat dari 54 ayat yang sepertinya bernada negatif atas praktek hari Sabat ada di Kolose ini.
  • Yahshua sebagai Juruselamat dunia (tidak hanya orang Israel) kebiasaan Dia adalah mempraktekan hari Sabat. ”Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab, kitab nabi Yesaya (Luk 4:16-17).

Rasul Paulus seorang Farisi yang bertobat dan sebagai rasul untuk orang non-Yahudi tetap menghormati hari Sabat. Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2)

  • And Paul, as his manner was, went in unto… (KJV);
  • And according to his practice,(The Scriptures);
  • And Paul, as was his custom,…(APB)

YAHWEH memberkati dan menguduskan hari Sabat bukan karena dan untuk orang Israel. Itu terjadi langsung setelah IA selesai dengan pekerjaan penciptaan-Nya, langsung setelah Adam dan Hawa tercipta, sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (Kej 2:3). Dia melakukan itu karena otoristas-Nya dan hak cipta-Nya sebagai pencipta dan penguasa dunia. Ini terjadi jauh sebelum kedua belas suku Israel tercipta.

Ada satu ayat penting tentang Sabat di Perjanjian Baru yang tidak nampak di ITB dan KJV namun ada di terjemahan lain – lihat tabel Sabat: ayat dan kata di Alkitab – yaitu Ibrani 4:9:

  • So then, there remains a Sabbath rest for the people of God, (English Stand. V.)
  • So there remains a Sabbath-keeping for the people of Elohim. (The Scripture)
  • It is therefore the duty of the people of God to keep the Sabbath (APB)

Alkitab LAI tertulis, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. Dalam LAI, Sabat merupakan janji masih tersedia, sedangkan ketiga terjemahan Inggris Sabat merupakan tugas yang masih tetap ada untuk dipelihara.

Menarik diperhatikan pada kitab Ibrani pasal 4 ini ialah penulis memakai contoh orang Israel yang sedang memasuki tanah perjanjian, kerena ketidak percayaan (2) dan sesat hati serta tidak tahu jalan-Nya (Maz 95:10), maka mereka yang sesat ini tidak diijinkan masuk kedalam perhentian-Nya, kata-Nya, “Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Ibr 4:3; Maz 95:11).

Perhentian-Nya itu perhentian yang bagaimana? Anda temukan jawabannya pada Ibrani 4 tersebut; Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Elohim berhenti  pada hari ketujuh [hari Sabat] dari segala pekerjaan-Nya.(ITB)
Terjemahan lainnya; For he said concerning the Sabbath, God rested on the seventh day from all his works. (APB)

Nabi Yesaya bernubuat tentang kehidupan di langit yang baru dan bumi yang baru (surga di Bumi), Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH. (Yes 66:22-23).

Hari Sabat diberkati dan dikuduskan oleh-Nya di Taman Eden – sebelum manusia diusir keluar dari taman tersebut karena dosa – dan hari-hari Sabat tetap berlaku di kehidupan yang akan datang! Firman YAHWEH itu kekal.

Sedangkan nasip para pemberontak kepada firman-Nya nabi Yesaya bernubuat, baca ayat berikut, Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. (Yes 66:24)

Perintah dan pendapat siapa yang Anda ingin turuti? Pemimpin agama atau Pencipta Anda?  Pendapat mayoritas atau Pendapat Roh Kudus? Keputusan penting ini ada pada Anda sendiri, saya hanya memberitakan firman YAHWEH.

Inilah perintah-Nya:

  • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)
  • Yahshua berkata kepada para pengikut-Nya, Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 14:15,21,23-24)

Untuk diingat: Sejarah Gereja menulis bahwa Hari Sabat (hari Saptu, hari ketujuh) dirubah menjadi Hari Minggu (SUN-day, hari pertama) oleh pemimpin gereja Roma Katolik berdasarkan kebencian gereja Roma kepada bangsa Israel. Membuang perintah YAHWEH indentik dengan menolak otoritas-Nya, maka yang tersisa hanya tradisi dan doktrin buatan manusia yang tidak akan pernah sampai menjangkau Kerajaan Sorga.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mendapatkan Sukacita Yang Sempurna: Rasul Yohanes


sukacita-yang-sempurnaDan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kamu menjadi sempurna (1 Yoh 1:4). Sadarkah Anda bahwa mol-mol dan dunia periklanan diciptakan sedemikian rupa untuk Anda merasa dan berpikir bahwa itulah jawaban untuk sukacita dan kebahagian Anda? Mol-mol dibuat seperti taman Eden; atap-atap yang tinggi penuh dengan spotlights (mewakili langit yg berbintang), kebun dan kolam dengan air mancur dan air terjunnya (mewakili taman yang berdanau dan bersungai), dan tentunya buah-buahan dan barang-barang yang melimpah (tentunya Anda harus bayar jika mengambilnya, sebab Anda bukan di taman Eden yang sebenarnya). Dari iklan kesehatan sampai kecantikan, dari iklan kebutuhan sampai iklan kepuasan panca-indra semuanya menjanjikan ”milikilah daku maka Anda akan bersukacita dan berbahagia.” Benarkah janji iklan tersebut? Anda sendiri tentu tahu jawabannya, bukan!?

Catatan: Ayat 1 Yohanes 1:4 tertulis ”sukacita kami” pada ITB, dan English Bibles modern (NIV, ASV, ISV, ESV dll). Pada Alkitab (yang bersumber pada manuscript kuno:) KJV, Webster, Darby, YLT, The Scriptures dan Wycliffe tertulis “sukacita kamu”, dan LamsaT (Aramic Peshitta): “our joy in you.

Rasul Yohanes seperti diketahui secara umum bahwa ia merupakan seorang murid Yahshua yang selalu dekat dengan gurunya. Dari Injil yang ditulisnya kita dapat mengetahui bahwa ia mengenal hati dan kerinduan Tuan-nya dan dikemudian hari menjadi Elohim-nya; contoh-contoh topik yang menggambarkan hal itu: Firman yang menjadi manusia (pasal 1), Yahshua adalah Roti Hidup yang turun dari surga (pasal 6), Gembala yang baik (pasal 10), Pokok anggur dan ranting-rantingnya (pasal 15), Doa Yahshua di taman Getsemani (pasal 17) dan tentunya cerita mengharukan bagaimana Yahshua dengan penuh kasih memulihkan rasa malu dan kegagalan Petrus (pasal 21). Sesungguhnya isi Injil Yohanes adalah Injil untuk orang yang sudah Kristen dan bukan untuk yang belum bertobat.

Rasul Yohanes menulis pada paragraf pembukaannya , ”Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kamu menjadi sempurna. (1 Yoh 1:1,4). Rasul Yohanes ingin memastikan kepada Anda, bahwa resep yang ia tuliskan atau dalam dunia marketing barang yang ingin pasarkan benar-benar telah teruji; dikenali (telah ada sejak semula), ia dengar sendiri dan melihat dengan matanya sendiri secara langsung dan telah menyaksikan hasil dari resep Mendapatkan Sukacita Yang Sempurna, resep yang bersumber dari guru-Nya sendiri, Yahshua Ha Massiah. Dan keberhasilan resep ini juga telah berlaku kepada rasul-rasul lainnya, karenanya ia memakai kata orang majemuk ”KAMI” (kami telah dengar, kami lihat, kami raba dan kami saksikan

Mungkin Anda bertanya ”sukacita sempurna model apa yang rasul ingin ajarkan kepada saya?”

Jawaban dari pertanyaan Anda ada pada ayat ke tiga, berbunyi,

”Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus..

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. (Yoh 14:27a).

Pengalaman sukacita di dalam persekutuan dengan Bapa Surgawi dan Putra-Nya yang dibungkus dengan damai sejahtera surgawi inilah yang rupanya ingin ditawarkan kepada pembaca suratnya.

Jika Anda seorang Kristen yang sudah lahir baru (bertobat + menjadikan Yahshua tuan dan raja Anda + dibaptis selam + telah menerima roh kudus) maka berita ini adalah tepat untuk Anda. Jika Anda belum lahir baru, teruslah membaca, sedikitnya Anda akan memiliki pengetahuan betapa indahnya hidup di dalam YAHWEH dan Putra-Nya, Yahshua Ha Massiah, namum perlu diingat bahwa janji-janji YAHWEH hanya berlaku bagi anak-anak-Nya saja (para pengikut-Nya). Anda perlu mengalami proses lahir baru dahulu untuk bisa memiliki janji-janji-Nya.

Sedikitnya ada empat hal yang dituliskan rasul Yohanes bagaimana memiliki sukacita yang sempurna.

Pertama. Terimalah Elohim dalam kehidupan Anda. Ia adalah sumber terang manusia (Yoh 1:9-10). Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (1 Yoh 1:5b ), artinya:

  • Saat Anda menerima Elohim dalam hidup Anda maka secara otomatis segala kuasa kegelapan dalam hidup Anda akan lenyap (kuasa kutuk, kecanduan obat, sigaret dll).
  • Anda harus membersihkan rumah rohani Anda, Ia tidak pernah bersedia tinggal dengan kegelapan di dalam Anda. Majalah dan film yang tidak kudus, perbuatan dan kebiasaan yang tidak sesuai kareakter-Nya harus dibuang.

Kedua. Bersekutu dengan Elohim (1 Yoh 1:6-7). Persekutan yang benar adalah mempraktekan kebenaran, hidup didalam terang dengan kata lain berhenti dari hidup yang gelap (6). Buah dari persekutuan yang benar ini ialah (7):

  • Kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain. Ada keharmonisan dengan saudara seiman yang lain. Anda tidak mempunyai kepahitan dan dendam kepada orang lain.
  • Darah Yahshua, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Ketiga. Sadari bahwa Anda (termasuk saya) orang berdosa, dan dosa-dosa ini harus diakui dihadapan DIA (1 Yoh 1:8-10). Hasil dari pengakuan dosa adalah:

  • Ia akan mengampuni segala dosa kita
  • Menyucikan kita dari segala kejahatan.

Keempat. Tinggal di dalam Ha Massiah / Messias (1 Yoh 2:28). Baca juga Injil Yohanes pasal 15.

Dengan melakukan keempat petunjuk rasul Yohanes ini, maka hidup kita akan selalu penuh dengan sukacita yang sempurna, sekalipun harga secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar [sebab Ia tidak mengijinkan si jahat merusak] anggur itu (Wah 6:6)

Dan inilah puncak sukacita Anda, jika Anda setia tinggal di dalam Dia, Anda tidak takut atau malu saat Ia datang kembali, sebaliknya dengan keberanian dan sukacita Anda menyambut kedatangan-Nya, seperti pengantin wanita yang menantikan kedatangan calon suaminya.

Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Ha Massiah, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya (1Yoh 2:28).

Bacaan terkait:

Kunci-kunci Sukses di Dalam Kehidupan

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Raja Saudi membuka konferensi kebebasan beragama di PBB


13 Nofember, 2008. Pemimpin-pemimpin dunia bertemu untuk bicara toleransi beragama di kantor pusat PBB. Konferensi ini dibiayai oleh Saudi Arabia, sebuah negara yang hanya mengijinkan sebuah aliran Islam tertentu.

Direktur Timur Tengah untuk Pengawas Hak-hak Asasi Manusia, Sarah Leah Whitson, menanggapi pertemuan ini, “Tidak ada kebebasan beragama di Arab Saudi, namun raja (Saudi) meminta dunia untuk mendengar pesan toleransi beragama tersebut. Australian.news.com

Foxnews (video) juga terheran-heran, “Bagaimana negara yang sungguh zero toleransi terhadap toleransi beragama dapat mengadakan pertemuan ini, terlebih lagi di gedung PBB?

Kairo, 14 Januari 2008. ANHRI (Arabic Network for Human Rights Information) melaporkan bahwa  Hamoud bin Saleh seorang bloger Kristen Saudi dipenjarakan pada tahun 2004 disebuah tahanan politik selama sembilan bulan oleh karena pernyataan tentang kepercayaan Kristianinya. Karena raja Saudi mau membuka konferensi kebebasan beragama ini, Hamoud dilepaskan dari perjara. Dan ANHRI ini melaporkan juga setelah conferensi selesai, pria lulusan Universitas al-Yarmouk Yordania ini ditahan kembali.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog


Kunci-kunci Sukses Di Dalam Kehidupan


[P]erjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yos 1:8)

Sukses berarti memiliki banyak uang, kaya raya, demikianlah kamus-kamus sekuler mendifinisikannya. Kamus Alkitab mengartikan sukses lebih luas dari sekedar memiliki banyak uang dan kelimpahan harta.

Alkitab pada satu sisi menceritakan bahwa tidak sedikit umat ADONAI yang kaya-raya, dan ADONAI senang memberi mereka kekayaan, seperti Abraham, Ayub, Yusuf anak Yakub (Israel), raja Daud. Dan pada sisi lain Alkitab juga memperingatkan setiap manusia akan bahaya kekayaan, ini beberapa contoh peringatan tersebut:

  • Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. (Mat 13:22)
  • Lalu Yahshua … berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Elohim.” … Yahshua menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Elohim. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Elohim.” (Mark 10:23-25)
  • Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya (Mark 8:36)
  • Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, … Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapapun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; … Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. (P.kotbah 2:4-11) dan lagi,
  • Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Do not overwork to be rich; Because of your own understanding, cease! ( NKJV) (Ams 23:4) Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali (5)
  • Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah YAHWEH (Ams 22:2)

Dari ayat-ayat di atas jelas terlihat bahwa sukses dalam kehidupan bukanlah berarti memiliki uang yang banyak dan barang-barang (rumah dan mobil indah) seperti dunia mengukurnya. Adonai Yahshua menunjuk kepada hati kita bukan mempermasalah keuangan kita, Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. … Kamu tidak dapat mengabdi kepada Elohim dan kepada Mamon – the god of Wall street (Mat 6:24)

Mari kita baca beberapa ayat Alkitab yang berkaitan dengan sukses:

  • Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:7-8)
  • Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yos 1:8)
  • Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Elohim dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Elohim akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. (P.kotbah 12:13-14).

Dari ayat-ayat yang baru saja kita baca ini kita bisa mendapat arti sukses dalam kehidupan manusia menurut pandangan ADONAI sendiri:

  • Yahshua berkata, ”jika buah-buah yang kita hasilkan membawa kemulian kepada Bapa-Nya, dan Ia menambahkan buah-buah yang demikianlah yang menunjukan bahwa kita murid-murid-Nya.
  • Kita digolongkan sukses oleh ADONAI jika kita berhasil melakukan perintahnya. Kata ”beruntung/ sukses” dalam Yoshua 1:8 ini diambil dari kata ibrani śakal yang berarti, ”menjadi atau bertindak: cerdik, mengerti, berhikmat dan bijaksana (kamus Strong). Baca Ayub 28:28, Maz 111:10; Ams 1:7; 9:10.
  • Kesimpulan Salomo ialah setiap orang dianggap sukses di dalam hidup ini jika ia melakukan kewajibannya ini (13), sebab dengan kedua hal itulah ia dapat menang di dalam pengadilan terahir; tidak mengahiri dirinya di api neraka! (14).

Sekarang kita beranjak kepada tahap berikutnya, yaitu mendapatkan kunci-kunci sukses tersebut.Saya menemukan ada empat kunci kesuksesan di dalam kehidupan ini, mari kita baca lagi Injil Yohanes 15:7, berbunyi,

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Kita temukan tiga kunci dari ayat ini dan kunci keempat dari tempat lainnya:

  1. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku (Juga Yoh 15:4; )
  2. Firman-Ku tinggal di dalam kamu (Juga Gal 2:20)
  3. Mintalah (kepada Bapa dalam nama-Ku; Yoh 14:13; 15:16; 16:23) (juga Mat 7:7-8; Luk 18:7)
  4. [P]ercayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mark 11:24). Perlu iman.

Tidak sedikit orang Kristen lahir baru hidupnya tidak penuh dengan kemenangan, merasa orang dunia lebih sukses dibanding dirinya sendiri yang hidup kudus dan melayani ADONAI dengan setia, mengapa? Sebab ia mempunyai dua kunci sukses pertama saja, ia lupa memakai kunci sukses yang ketiga: MEMINTA KEPADA BAPA DIDALAM NAMA YAHSHUA HA MASSIAH apa yang ia perlukan dan kehendaki, seperti rasul Yakobus mengingatkan kita, Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa (Yak 4:2b). Baca perumpamaan seorang ayah yang memiliki dua putra, pelajari kesalahan putra sulungnya (Luk 15:25-32).

Dan tidak jarang bahwa kita memerlukan kunci keempat untuk benar-benar dapat meraih kesuksesan kita tersebut. Perkataan Yahshua pada Injil Markus 24 di atas sungguh menarik, Ia tidak mengatakan bahwa ”apa yang kamu katakan (panjatkan dalam permohonan doa) percayalah kamu akan menerimanya”, tetapi Ia mengatakan, ”percaya…apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya (23) dan Ia mengulangi lagi pernyataan yang sama di ayat ke 24 ”percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Putra-Nya yang tunggal sedang mengajari umat-Nya apa itu iman yang sesungguhnya, bahwa IMAN ADALAH PERCAYA DAHULU BARU KEMUDIAN LIHAT BUKTINYA (Ibr 11:1). Dan sementara Dunia berkata, ”tunjukan dulu itu pada saya, maka saya akan percaya.”

Berbahagialah orang

  • yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
  • yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan
  • yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi

  • yang kesukaannya ialah Taurat YAHWEH, dan
  • yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Maz 1:1-3 )

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (Maz 119:97-100 )

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Beriman Kepada Tradisi dan Ritual


[O]rang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan… (Yez 14:3)

Inilah permulaan dari suatu kebohongan besar si Iblis kepada manusia: menjadikan sesuatu-yang-umum-dilakukan berahir menjadi sebuah agama atau kepercayaan; berawal dari sesuatu-yang-sering-dilakukan oleh orang tertentu, pada generasi berikutnya itu menjadi sesuatu-yang-dikenal-secara umum, dan itu berkembang menjadi sesuatu-yang-bisa-diterima, dan pada ahirnya menjadi suatu-yang-formal yaitu: tradisi dan ritual. Tradisi pada dunia umum/sekuler dan ritual pada dunia keagamaan. Tradisi dan ritual pada prinsipnya adalah sama, hanya beda dunia/tempat pemakaiannya, keduanya menjadi kebiasaan berpikir dan bertindak menjadi sesuatu yang suci dan harus dihormati, kata singkatnya menjadi formal.

Seorang Formalitas adalah orang yang TIDAK INGIN MERUBAH cara ia melakukan sesuatu atau berpikir tentang sesuatu hanya karena alasan: ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”

Orang Formalitas adalah orang yang hidup dengan pikiran dan kebiasaan nenek moyang di masa lampau. Ada baik mengingat masa lalu untuk menjadi pelajaran di masa sekarang, namun kebiasaan dan hikmat nenek moyang yang dijadikan suatu kepercayaan dan agama adalah masalah lain.

Bicara secara duniawi , bumi dimana kita hidup adalah terus berubah, banyak metode masa lalu tidak lagi bekerja pada jaman sekarang. Pengetahuan manusia semakin bertambah, terima kasih kepada Thomas A. Edison untuk bola lampunya, sekarang dengan semakin susahnya sumber energy, bola lampu mulai diganti dengan lampu gas/ tabung.

Faham Formalitas – tradisi dan juga ritual termasuk di dalamnya – menolak hak Elohim merubah cara pikir dan cara bertindak yang sudah ada, beberapa contoh diantaranya:

  • Orang-orang Farisi adalah penganut faham Formalitas, mereka dengan keras kepala melakukan kebiasaan-kebiasaan pemikiran yang salah tentang hukum dan perintah Elohim. Perintah dan hukum-Nya yang sederhana dan mulia menjadi sangat komplek dan hina oleh karena orang-orang Formalitas ini. Sehingga tampa mereka sadari mereka telah melanggar peritah pertama dari Hukum Taurat, Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku.” (Kel 20:3), mereka menjadikan tradisi dan ritual mereka menjadi elohim dengan kata lain buah pikiran dan theori mereka sendiri telah berubah menjadi elohim mereka. Injil Yohanes 8:40-47 tegas membuktikan itu.
  • Siddhartha Gautama (566-486 BC) seorang pangeran dari Lumbini, India (sekarang bagian dari Nepal Selatan) yang mendapat sesuatu penerangan (bodhi) – yang menjadikan dia sebagai seorang buddha – bagaimana mengatasi penderitaan hidup rakyatnya yang miskin pada jamannya. (1). Dan sekarang, 26 abad kemudian, patung Gautama (dikenal sebagai Buddha, dari mana agama Buddha berasal) dapat ditemukan di banyak negara dan disembah sebagai dewa, pengikutnya berdoa dan memberi persembahan kepada patungnya.
  • Ritual Hindu adalah suatu faham Formalitas yang jelas sekali. Berasal dari India dan dipercayai sudah ada jauh lebih lama dari agama Buddha. Siapa pendiri dan kapan dimulai tidaklah ada yang tahu.Tradisi Hindu tidak memiliki figur penemunya dan tidak dapat ditanggali tahun dan abad aslinya.Secara umum dipercayai bahwa awal-awalnya berasal di dalam budaya asli India kuno dan dari orang-orang Indo-Europa, yang muncul di India sekitar empat ribu tahun yang lalu (2). Tidaklah heran bila Anda pergi ke pulau Bali dan bertanya kepada orang Hindu, apa arti dari gambar dan ritual yang mereka lakukan, mereka tidak tahu, semakin mereka selidiki ritual mereka semakin pusing mereka, sebab ritual dan tradisi tidak mempunyai fondasi yang pasti, hanya berdasar pada, ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”
  • Tradisi (sunna) Islam lahir melalui Muhammad ibn Abdallah (570-632 AD). Alquran dan ratusan Hadis (kumpulan kehidupan Muhammad), seorang berkata ada sedikinya 900 hadis adalah satu kesatuan ajaran Muhammad yang mana masih dalam perselisihan pendapat diantara pengikut Muhammad, satu sama lain masih saling menganggap sesat. Alquran yang diklem oleh Muhammad sebagai tulisan Allah sendiri, namun terbukti bersumber dari banyak kepercayaan seperti Zoroastrian, Judaism, Kekristenan, dan tentunya tradisi Arab sendiri dikenal sebagai pra-islam (sebelum Islam lahir) . Komposisi Alquran dari sisi tempat penulisannya dibagi menjadi dua; Mecca texts dan Medina texts, yang mana keduanya terdapat hal-hal yang berlawanan. Dari campuran tradisi dan kepercayaan serta dua jenis text pengajaran plus dengan ratusan hadis ini tidaklah mengherankan bila sesama pengikut Muslim sendiri terjadi pertentangan (misalnya antar golongan: Sunni v.s. Shiah dan antar pengikut: radikal v.s. nominal)
  • Roma Katolik yang berdiri pada abad ke tiga setelah Masehipun terdapat banyak hal-hal yang tradisi dan ritual yang tidak terdapat di dalam Alkitab. Kebiasaan pemerintah Roma adalah dari setiap negara yang dikalahkannya mereka membawa pulang setiap dewa dan dewi asing untuk ditambahkan sebagai pujaan mereka. Orang Katolik yang mengikuti ajaran Roma Katolik jika ia membaca Alkitab maka ia akan mendapatkan bahwa banyak ritual yang dilakukannya bukan saja tidak ada di Alkitab tetapi lebih lagi sangat berlawanan dengan Alkitab; contoh seperti rosareo, natal 25 Desember, gambar Yahshua (Yesus) yang berambut panjang, hari Sabat dirubah jadi hari Minggu dan lain-lain.

Jebakan-jebakan Iblis yang sering membuat manusia jatuh kedalam iman yang salah:

  • Benda-benda yang berharga dan disayangi menjadi benda yang disembah
  • Benda-benda yang dibuat untuk membantu penyembahan menjadi objek sembahan
  • Tafsiran imam-imam dan nabi berubah menjadi ayat-ayat kitab suci
  • Kayu salib tempat Ia menggantikan posisi kita menjadi kayu ajaib – pahlawan penyelamat
  • Kunjungan ketempat tertentu untuk mengenang menjadi kunjungan keagamaan
  • Kuburan guru agama berubah menjadi tempat pencarian jawaban doa dan berkat
  • Ayat-ayat firman Elohim berubah menjadi ayat-ayat keramat dan jampi
  • Perjamuan suci untuk mengingat pengorbanan dan perjanjian baru Yahshua kepada pengikut-Nya berubah menjadi roti dan anggur mistik oleh orang-orang tertentu
  • Perintah untuk tidak lupa berdoa berubah menjadi doa ritual yang diulang-ulang
  • Ajaran guru-guru Alkitab berubah menjadi dokma dan ”isme” dari denominasi gereja
  • Orang yang dipakai dan diberkati Elohim diperlakukan sebagai Elohim itu sendiri

Itu tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam Roma 1:23,

  • Mereka menggantikan kemuliaan Elohim yang tidak fana dengan
  • gambaran yang mirip dengan manusia yang fana,
  • burung-burung,
  • binatang-binatang yang berkaki empat atau
  • binatang-binatang yang menjalar.

Karena itu Elohim menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Elohim dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (Rom 1:24-25)

Elohim sering kali berkata ”Demi Aku yang hidup” sumpah-Nya ini mengandung dua arti. 1. Ia yang paling tinggi, sebab itu Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri. 2. Ia menyatakan kepada pendengar-Nya bahwa Ia adalah Elohim yang hidup, bukan benda mati!!

Elohim yang hidup telah menetapkan aturan dan hukum, bagaimana beribadah, bagaimana berdoa dsb. tidak menutup kemungkinan tradisi dan ritual ibadah dihasilkan dari aturan dan hukum yang Ia telah tetapkan. Itu satu hal. Hal yang sedang kita bahas adalah menjadikan aturan dan hukum-Nya sebagai Elohim (menjadikan ciptaan menjadi Pencipta). Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan oleh Dia si Pembuat hukum. Elohim selalu mengajar kepada umat-Nya bahwa “taat kepada-Nya lebih baik dari pada melakukan pekerjaan-Nya:

Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Elohim! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat (Pengkotbah 4:17)

Raja Saul melakukan sendiri suatu persembahan korban kepada YAHWEH:

Kata Samuel kepada Saul: Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah YAHWEH,Elohim, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya YAHWEH mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. YAHWEH telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan YAHWEH telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan YAHWEH kepadamu.” (1Sam 13:13-14)

Raja Saul membawa pulang binatang jarahan hasil perangnya untuk dipersembahkan kepada YAHWEH:

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAHWEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1Sam 15:22-23)

Anda lihat sendiri, bahwa tradisi dan ritual kita tidaklah berguna bagi Dia, yang Ia minta dari kita adalah ketaatan dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Ini bisa terlihat sewaktu orang Israel berada di gurun pasir menuju Tanah Perjanjian. Dikatakan di Alkitab, “YAHWEH berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan…, dan pada waktu malam dalam tiang api (Kel 13:21) Bila tiang awan atau tiang api ini tidak bergerak, mereka memasang tenda untuk istirahat, namun jika tiang ini beranjak merekapun membongkar tenda dan beranjak mengikuti tiang tersebut tanpa menunda-nunda!

Mengapa harus demikian? Demikianlah harus dilakukan bila mereka ingin tetap hidup! Padang pasir siang hari bisa mencapai 50-70 derajat Celcius dan dimalam hari menjadi sangat dingin. Selain tiang (yang berubah-ubah ini, siang menjadi tiang awan- sebagai payung- dan malam menjadi tiang api – sebagai penghangat dan penerang) berfungsi sebagai pelindung mereka dari cuaca, tiang ini juga merupakan penuntun jalan. Mereka harus siap sedia mengikuti gerak tiang ini, mereka tidak bisa mengikuti tradisi dan ritual mereka sendiri!

Karena setiap orang, baik dari kaum Israel maupun dari orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyimpang dari pada-Ku dan menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi untuk meminta petunjuk dari pada-Ku baginya–Aku, YAHWEH sendiri akan menjawab dia. Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH. (Eze 14:7-8)

Ayat-ayat dalam Yehezkiel ini menjelaskan bahwa setiap orang (orang Israel maupun orang asing) yang mengaku diri mereka sebagai umat YAHWEH (”ada di tengah-tengah Israel”), mereka tidak bisa datang kepada YAHWEH sementara tetap memiliki berhala-berhala buatan mereka sendiri (baik itu bentuk pahatan, lukisan maupun gambaran imajinasi dan isme-isme dipikirannya)! DIA akan melenyapkan orang yang demikian, sebab itu melanggar Hukum kesatu dan kedua dari 10 Perintah-Nya:

Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, adalah El yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Kel 20:3-7).

Referensi:

  1. Gen. Editor: Michael D. Coogan; WORLD RELIGIONS, The Illustrated Guide
  2. Idem

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog