Doktrin Pengangkatan Gereja Sebelum Masa Kesukaran (Pre-Tribulasi Repture) Lebih Alkitabiah


Illustrasi peristiwa Pengangkatan Gereja atau Jemaat YeshuaLatar belakang doktrin. Kitab-kitab di Alkitab telah menubuatkan bahwa akan datangnya masa tujuh tahun kesusahan sebelum Ha Mashiah (Kristus) datang kedua kalinya ke bumi untuk menghentikan tujuh tahun pemerintahan Anti-Kristus. Anti-Kristus pada pertengahan pemerintahannya, ia akan menunjukkan secara penuh karakter aslinya – Setan di dalam tubuh manusia. Saat Anti-Kristus datang, penduduk dunia pastilah sedang panik dengan banyak hal. Setengah dari 7 tahun pemeintahannya ia berpura-pura seperti ”pangeran damai” dan ”juruselamat:” membasmi pemberontakan, memperbaiki ekonomi dunia dan menyatukan agama-agama. Semua itu bagaimana pun juga dilakukan dengan caranya sendiri – memberatkan banyak orang. Namun sisa setengahnya ia akan menjadi diktator yang paling sadis, khususnya bagi bangsa Israel dan Kristen yang mengikuti ajaran Ha Mashiah, baca Daniel 9:27; Matius 24:15. Itu arti sempurna dari Anti-Kristus; pertama berpura-pura menjadi seperti Kristus (Juruselamat, Pengeran Damai), namun sesungguhnya melakukan semua yang berlawanan dari kepribadian dan tujuan Kristus. Alkitab juga menubuatkan bahwa umat-Nya (Gereja-Nya) akan dilepaskan dari kesusahan yang dibuat oleh Anti-Kristus tersebut. Pertanyaan adalah kapan peristiwa Pengangkatan tersebut terjadi.

Ada tiga jenis doktrin Pengangkatan (Repture) sehubungan dengan masa Kesukaran (Tribulation). Gambar diambil dari Wikipedia.org[1]
A. Pengangkatan sebelum Kesukaran (Pre-tribulation rapture). Pengangkatan terjadi teTiga jenis diagram doktrin Pengangkatan Gereja berkaitan dengan masa kesusahanpat sebelum 7 tahun masa kesukaran atau sebelum masa pemerintahan Anti-Kristus
B. Pengangkatan di tengah-tengah Kesukaran (Mid-Tribulation repture). Pengangkatan terjadi tepat sebelum memasuki separuh dari 7 tahun masa kesulitan. Tiga setengah tahun (3,5) terakhir tersebut dikenal juga dengan sebutan Kesukaran Besar (Great Tribulation.
 C. Pengangkatan setelah Kesukaran (Post-Tribulation repture). Pengangkatan terjadi setelah 7 tahun masa Pemerintahan Anti-Krisus, dimana ia dikalahkan oleh Yeshua Ha Mashiah di saat kedatangan-Nya kedua kalinya ke bumi.

Artikel tentang doktrin Pengangkatan Gereja atau Orang-orang Benar semakin banyak di internet. Seperti Gereja telah menduga sebelumnya bahwa penyesatan akan semakin banyak dan canggih, yang akan menyesatkan banyak orang “bahkan jika mungkin mereka yang terpilih” (Mat 24:24). Lahirnya tiga doktrin ini tidaklah diragukan hanyalah sebagai cara Setan untuk 1. Menyebarkan kebingungan bagi Gereja (Umat/ Jemaat) Yeshua. (2 Tes 2:1-2) 2. Sebagai alat pemecah belah di antara Gereja-Nya (Mat 12:28-29) dan 3. Sebagai “obat tidur” agar Gereja Yeshua keluar dari sikap “berdoa dan berjaga-jagalah” (Mat 24:42-51; Mark 13:32-36; Luk 12:35-38; 1 Tes 5:1,6; Wah 3:3 dan Wah 16:15). Umat Adonai, saatnya sekarang kita merendahkan hati kita masing-masing dan melawan tipu-daya Iblis.
Untuk membuat artikel ini singkat namun spesifik maka hanya membahas doktrin Pengangkatan Gereja sebelum Kesukaran (pre-tribulation repture), untuk selanjutnya itu ditulis Pengangkatan Gereja Sebelum Kesukaran (PGSK) Artikel ini akan membuktikan 5 kreteria bahwa doktrin ini lebih Alkitabiah dari pada dua doktrin lainnya.

Garis waktu nubuatan kejadian-kejadian Akhir Jaman
1. Hari kesukaran yang telah dinubuatkan ini bukan lah bagi umat YAHWEH.
Alkitab menyebut hari kesukaran tersebut sebagai Hari YAHWEH; artinya ”hari yang telah ditentukan Elohim” untuk menghukum penduduk bumi yang menolak pribadi-Nya. Itu adalah hari yang menakutkan disebut ”hari murka Elohim.” Contoh:
Yehezkiel 30:1-3 – “Merataplah! Celakalah hari itu! … hari YAHWEH sudah dekat, hari dengan awan-awan gelap; itu waktu bagi bangsa-bangsa.”
Amos 5:18-19 – ”Celakalah orang-orang yang merindukan hari YAHWEH! … Hari YAHWEH adalah kegelapan, dan bukan terang!” Ini merefer kepada umat Israel yang masih menolak Yeshua sebagai Ha Mashiah dan mereka yang tidak perduli pada Elohim nenek moyang mereka (Abraham, Ishak dan Israel). “Hari gelap itu” akan diakhiri Yeshua dengan Perang Har Mageddo (Armagedon)! (Maz 118:21-26 // Mat 23:34-39; perhatikan ayat 36-39)
Matius 24:21-22 – ”… waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.” Ini merefer pada ”apa tanda kedatangan-Mu dan akhir jaman” di ayat ke 3. Terjadi hanya sekali saja!!
Wahyu 14:6-20 – Malaikat berkata dengan suara nyaring, ”Takutlah akan Elohim … waktu penghakiman-Nya telah tiba. … Jika seorang menyembah binatang buas itu (Anti-Kristus); dia akan disiksa dengan api dan belerang (setelah hari Penghakiman).” Hari itu adalah ”hari penuaian di bumi” dari ”amarah Elohim yang dahsyat.”

2. Doktrin Pengangkatan Gereja Sebelum Kesukaran (PGSK) telah dianut sejak abad ke dua
Perhatikan artikel-artikel yang menyerang doktrin PGSK (pre-tribulation repture), umumnya mereka selalu berkata itu adalah semata-mata ajaran abad 19an yang dibawa oleh Pendeta John Nelson Darbi. Saya akan tunjukkan mengapa tuduhan itu tidak benar, dan mengapa Pendeta Darbi diserang.
A. Ephraim The Syrian (306-373 AD). Seorang Diaken dari Gereja di Syria di tahun 338, dan kemudian menjadi Penilik Jemaat (Bishop) Nisibis. Pada karya tulisnya berjudul ”On The Last Times 2” ia menulis:
”Kita haruslah memahami benar-benar oleh karena itu, saudara-saudara, apa yang akan segera atau menggantung. Sudah ada kelaparan dan malapetaka, gerakan-gerakan kekerasan negara dan tanda-tanda, yang diprediksi oleh Adonai, mereka sudah digenapi, dan tidak ada yang tersisa, kecuali munculnya si jahat dalam penyelesaian kerajaan Romawi. … Percayalah Anda kepada saya, saudara terkasih, sebab kedatangan Adonai adalah dekat …
Atau Anda tidak percaya kecuali kamu melihat dengan matamu? Lihat itu sehingga kalimat ini tidak tergenapi diantara kalian yang Nabi nyatakan: ”Celakalah orang-orang yang merindukan hari YAHWEH!” [Amos 5:18-20] Sebab semua orang kudus dan pilihan Elohim dikumpulkan (are gathered), menjelang kesusahan yang sedang datang, dan diambil kepada Adonai supaya mereka jangan melihat kebingungan yang menguasai dunia oleh karena dosa-dosa kita.”[2]

B. Cyprian (200-258 AD). Penilik Jemaat di Carthage. Pada Treatises of Cyprian, ia menulis tentang Kesukaran Besar di akhir jaman:
“Kita yang melihat bahwa hal-hal yang mengerikan telah mulai, dan tahu bahwa hal-hal yang mengerikan masih lebih dekat, boleh menganggapnya sebagai keuntungan terbesar untuk berangkat dari itu secepat mungkin. Apakah Anda tidak memberikan terima kasih kepada Elohim, apakah Anda tidak memberi selamat kepada Anda sendiri, bahwa oleh keberangkatan awal Anda dibawa pergi, dan diselamatkan dari kapal pecah dan bencana yang akan datang segera? Mari kita menyambut hari yang menetapkan kita masing-masing ke rumahnya sendiri, yang merenggut (snatches) kita dengan itu, dan ia membebaskan kita dari perangkap-perangkap dunia dan mengembalikan kita ke sorga dan Kerajaan tersebut.”

C. Irenaeus (130-202 AD). Penilik Jemaat di Lyons, Perancis. Dia adalah saksi mata untuk Rasul Yohanes (penulis kitab Wahyu) dan sekaligus murid dari Polycarp yang adalah satu dari beberapa murid pertama Yohanes.
Pada masalah Pengangkatan, dalam bukunya Against Heresies (Menentang Penyesatan-penyesatan) vol 5.29, ia menulis:
“Negara-negara tersebut bagaimanapun, yang tidak mengangkat mata-mata mereka ke Sorga, tidak juga membalas terima kasih ke pada Pencipta mereka, tidak juga berharap memegang terang kebenaran, …. Dan karenanya, ketika di pada akhirnya Gereja akan ada tiba-tiba terangkat (caught up) dari sini, itu dikatakan, ”Pada waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.” (Matius 24:7)

Nampak di atas bahwa doktrin Pengangkatan Gereja sebelum kesusahan telah diajar dan didokumentasikan dengan baik sebelum Kaisar Constantine mengadopsi Kristianiti sebagai agama resmi Kerajaan Romawi di 325 AD, oleh sebab ia melihat tanda salib di langit yang memberi dia kemenangan atas lawannya, dan mencampurkan ajaran tersebut dengan agama kuno Roma– yang 1000 tahun kemudian semakin keluar dari jalur Alkitab dan menjadi Gereja Roma Katolik seperti yang kita lihat dan kenal saat ini.
Perlu diingat:

  • Saksi Kristus. Cyprian dipenggal kepalanya oleh pemimpin Romawi oleh karena iman Kristennya. Ephraim sekalipun ia dijadikan ”santo” oleh Gereja Roma Katolik, ia tidak pernah menganut dan terlibat dengan ajaran Katolik dan tidak juga hidup di wilayah Kerajaan Romawi selama hidupnya. Tentang Pendeta John Nelson Darbi (1800-1882), ia adalah bekas-pendeta Katolik yang berpindah ke Kristianiti, lebih dari itu ia telah menyakinkan banyak petani Irlandia untuk meninggalkan Gereja Katolik. [3]
    Jadi sekarang Anda bisa melihat motivasi dari penyerangan doktrin pre-tribulation rapture tersebut dan mengapa John N. Darbi diserang.
  • Lahirnya doktrin Post-tribulation rapture. Sejarah Gereja mencatat Gereja Roma Katolik di abad ke 16, – untuk menghadapi gerakan Revormasi yang menjalar cepat di Eropa melalui kepemimpinan Dr. Martin Luther dan Kalvin – Paus menugaskan dua orang Katolik Jesuit untuk membuat doktrin Pengangkatan yang menentang doktrin Pengangkatan yang telah dipercayai oleh Gereja Mula-mula. Kedua orang tersebut membuat dua doktrin baru yang saling berlawanan satu dengan lainnya. Francisco Ribera tahun 1590 mengajar “pengangkatan terjadi beberapa hari setelah akhir dari masa kesulitan”, sedangkan temannya mengajar “pengangkatan telah terjadi.” Anda bisa lihat dua doktrin ini dilahirkan hanyalah untuk membingungkan Gereja YAHWEH dan memecah belah, itu lahir bukan dari motivasi pengujian doktrin yang sehat.

3. Janji kelepasan bagi umat YAHWEH dari hukuman-Nya di bumi telah banyak terjadi di Perjanjian Lama
• Nuh dan seisi keluarganya disingkirkan dari bumi oleh Elohim sebelum dari Air Bah yang membinasakan semua mahluk hidup di bumi kecuali binatang di dalam airPersamaan kejadian antara kejadian Air Bah dengan Masa Kesukaran
• Lut, isteri dan kedua putrinya disingkirkan oleh Elohim dari kediamannya sebelum kota Sodom dan Gomorah dimusnahkan dengan api belerang yang turun dari langit
• Bangsa Israel semasa perbudakan di negara Mesir tidak mengalami efek dari 10 tulah yang ditimpakan Elohim kepada Firaun dan rakyatnya
4. Janji kelepasan bangsa Israel dan Gereja dari kesulitan yang akan ditimbulkan oleh Anti-Kristus telah janjikan di Alkitab
• Kis 1:10-11, Yoh 14:1-3, 1 Tes 4:16-17. Janji dua malaikat bahwa Yeshua akan datang kepada umat-Nya dengan cara yang sama, menjemput mereka dan akan seterusnya bersama mereka
• Wahyu 12:13-17. Pewahyuan Yeshua kepada rasul Yohanes ini membuktikan doktrin Post-tribulation Repture tidak masuk akal sama sekali! Pemerintahan Anti-Kristus dimulai ketika Naga (Ular Tua/ Setan) diusir dari langit, dan Setan mencari laki-laki yang siap berdagang dengannya (pria tersebut memiliki kuasa Setan, namun seluruh hidupnya menjadi milik Setan selamanya). Setan menjadi marah besar setelah Wanita (Gereja) dengan Putranya (jiwa yang dimenangkannya) disingkirkan dari hadirat Setan. Berakibat Setan memerangi “keturunannya yang tersisa” (Lima gadis yang terkunci di luar gerbang karena kurang minyak pada pelita mereka di Matius 25:8-12)
• Wahyu 3:10. Kepada Jemaat di Filadelfia. ”Karena engkau telah memelihara firman ketabahan-Ku, Aku juga akan memelihara (keep from / guard) engkau dari waktu pencobaan yang akan segera datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi.”
• 1 Tesalonika 5:9 ”Sebab Elohim tidak menempatkan kita ke dalam murka (not appoint us to wrath), melainkan ke dalam pemeliharaan keselamatan melalui Adonai kita Yeshua Ha Mashiah.

5. Kronologi peristiwa Akhir Jaman sejalan dengan kronologi Hari-hari Raya tahunan di Alkitab
Elohim YAHWEH adalah Elohim Perencana yang sempurna, dan Mahakuasa sehingga semua yang direncanakan-Nya pastilah terjadi dan tidak ada yang bisa membelokkan apalagi membatalkan rencana-Nya.
”Setan adalah Bapa dari segala Penipu!” (Yoh 8:44 & 1Yoh 2:22). Adonai Yeshua Ha Mashiah berkata. Setanlah yang mengajar bahwa Alkitab Perjanjian Lama ”kadaluarsa” dan Torah-Nya sudah tidak diperlukan bagi orang Kristen, Israel sudah selesai sekarang adalah ”Gereja Perjanjian Baru.” Setan selalu berusaha menyesatkan umat Kristen, Setan tahu persis bahwa ia tidak bisa merebut umat Elohim yang telah dimateraikan-Nya melalui Roh-Nya sendiri (Roh Kudus). Satu-satunya jalan untuk mengeluarkan umat Kristen dari perlindungan dan berkat YAHWEH adalah membuat umat Kristen sendiri melakukannya. Dosa dan pemberontakan manusia adalah pemisah antara Pencipta dengan Ciptaan-Nya. Ketidak tahuan kita akan Firman YAHWEH adalah harapan Setan yang terdalam. Rahasia Akhir Jaman akan tersingkap dengan mudah jika kita mau mengerti isi Perjanjian Lama. Sebab PL dan PB adalah satu-kesatuan.
Perayaan Yahudi dan Pengangkatan Gereja sebelum masa kesukaranMari kita mulai. Perhatikan Gambar di samping ini. Jika Anda mengerti bahasa Inggris silahkan saja klik video ini: Jewish feasts and the pre-tribulation rapture of the Church by Launie Martin
YAHWEH memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan tujuh perayaan dalam setahun. 4 pada Musim Semi dan ditambah 3 pada Musim Gugur, seperti nampak pada gambar.
Pada saat kedatangan Yeshua yang pertama 2000 tahun yang lalu, hari penyaliban-Nya tepat terjadi pada Perayaan Paskah (Passover) yang diikuti dengan Perayaan (makan) Roti Tidak-beragi (Unleavened bread). Tiga hari kemudian Yeshua bangkit adalah tepat terjadi pada Hari Perayaan Buah Sulung (First Fruits), baca 1Korintus 15:20, 22b-23. 50 hari kemudian datangnya Roh Kudus membaptis para murid-murid-Nya, itu adalah tepat pada Perayaan Pentakosta (the Day of the Festival of Weeks – akhir dari 7×7 = 50); Kis 2:1-4. Sejak ini dimulailah abad Gereja (masa Anugerah bagi bukan-Yahudi) selama sekitar 2000 tahun lamanya.
Tiga Perayaan Alkitab di Musim Gugur dikenal sebagai Yom Teruah (bahasa Ibrani: hari mengangkat jeritan – kemenangan) atau dalam sekuler Yahudinya disebut Rosh Hashanah (bahasa Ibrani: puncak tahun) adalah gambaran dari tiga peritiwa penting yang akan terjadi di Akhir Jaman.
Perayaan Peniupan Sangkakala adalah gambaran dari Hari Penggangkatan Gereja bertemu Yeshua di awan-awan, dikenal sebagai “Hari Pernikahan Anak Domba,” dimana pada hari tersebut Ha Mashiah (Mempelai Pria) menjemput Gereja-Nya (Mempelai Wanita) yang tidak bercacat cela untuk ada tinggal bersama-sama Dia selamanya. Tiupan sangkakala adalah suara panggilan.
“Karena Adonai sendiri akan turun dari Sorga dengan suatu seruan, dengan suara penghulu malaikat , dan dengan sangkakala Elohim, dan orang-orang mati di dalam Mashiah akan bangkit pertama-tama. Kemudian kita yang masih hidup akan ada diangkat (caught up) bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan untuk bertemu Adonai di angkasa dan demikianlah kita akan senantiasa berada bersama Adonai.” (1 Tes 4:16-17; HCSB)
“Marilah kita bersukacita … bersukaria … memberikan kemulian kepada-Nya! Sebab pesta perkawinan Anak Domba telah tiba, dan mempelai wanita-Nya telah mempersiapkan diri. … Tuliskanlah: berbahagialah dia yang dipanggil … (Wahyu 19:7-9)
Jadi Pengangkatan adalah proses akhir untuk menuju Pernikahan: Yeshua menjemput Gereja-Nya untuk dihadapkan kepada Bapa-Nya, dan hidup bersama selamanya. Baca 1 Kor 15:51-58 dan 1 Tesalonika 4:13-18. Perhatikan kata ”pintu terbuka di Sorga” dan ”Naiklah ke sini” (Wahyu 4:1) dan ”berbahagialah dia yang dipanggil” dan Mempelai Pria yang membuka pintu bagi 5 gadis yang bijaksana di Matius 25. Hanya Yeshua yang dipercayakan Bapa-Nya untuk membuka dan menutup pintu Sorga.

Perayaan Penebusan / Pendamaian (Yom Kippur / Day of Atonement; Imamat 23:27), yaitu gambaran dari Kedatangan Yeshua ke dua kalinya ke bumi. Perayaan ini datang tujuh hari setelah Perayaan Peniupan Sangkakala.
Pada kedatangan Yeshua kedua kali ini – kali ini sebagai ”Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan” dengan jubah merah bertuliskan Nama-Nya sendiri ”Firman Elohim” – pintu Sorga kembali terbuka, Ia akan turun ke bumi bersama orang-orang kudus-Nya (1Tes 416-17) untuk berperang melawan Anti-Kristus dan pemerintahannya di bumi. Anti-Kristus dan Nabi Palsunya ditangkap dan langsung dijebloskan ke api Neraka, Setan diikat di jurang maut untuk periode 1000 tahun. Baca Wah 19:11 sampai 20:3.
Dan sekaligus menebus umat-Nya yang tertinggal dan setia sampai mati dan tidak mau menerima tanda 666. (Wah 14:9-12) Perang ini akan terjadi di suatu tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har Megiddo (Wah 16:16).
Wahyu Elohim kepada Daniel tentang Akhir Jaman berkata datangnya “penguasa keji yang membinasakan” atau “manusia pendosa / anak kebinasaan” (Paulus menyebut pemimpin tersebut) atau Gog, Yehezkiel mengenalnya (Yez 38-39:16), terjadi pada minggu terakhir dari “tujuh puluh pekan” (70 x 7hari), dimana pada pertengahan minggu (3,5 tahun manusia) pemerintahannya ia menghapus perjanjian. Baca Dan 9:24, 27 dan 2 Tes 2:3-4
Dua saksi YAHWEH yang memiliki kuasa seperti nabi Musa dan nabi Elia akan hadir di periode 3,5 tahun terakhir pemerintahan Anak Kebinasaan. Kematian mereka adalah puncak kejayaan Setan di bumi, yang segera juga menjadi kekalahan totalnya (Wah 11:2-13).
Kejadian ”terangkat” dan kemudian ”turun kembali” setelah 7 tahun kesusahan dan penghakiman tepat sama dengan peristiwa Nuh, dimana keluarganya ”naik ke perahu” dan kemudian ”turun ke bumi” setelah air bah menghukum semua mahluk di darat dan di udara. (Matius 24:37-42).

Garis Waktu dari Pengangkatan Harmageddo sampai ke Langit dan Bumi baruPerayaan tahunan terakhir adalah Perayaan Pondok Daun (Tabernacles). Jatuh pada bulan Oktober. yang merupakan gambaran dari 1000 tahun Kerajaan Damai, dimana “Elohim tinggal bersama-sama dengan umat-Nya.” Yerusalem baru turun dari Sorga. Yeshua bersama umat-Nya memerintah di bumi atas bangsa yang tersisa.
Pada Perayaan Pondok Daun umat Israel diperintahkan “Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu” (Ulangan 16:13), demikan juga tentunya di dalam satu abad yang baru tersebut! Sebab “Elohim akan menghapus setiap air mata dari mata mereka. Dan maut tidak akan ada lagi, tidak juga perkabungan atau ratap tangis, bahkan rasa sakit tidak akan ada lagi, karena hal-hal yang pertama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4). Penggenapan penuh dari Daniel 7:12-14 dan Matius 28:18 terjadi disini.

Akhir dari 1000 tahun Kerajaan Damai di Bumi. Setan (Gog, bentuk manusianya) kembali dilepas. Kali ini Gog akan mengundang semua manusia yang tersisa di keempat ujung bumi untuk melawan Yeshua dan umat-Nya (yang telah memiliki tubuh kekekalan). Setan dikalahkan dan semua pengikutnya tewas. Setan dijebloskan ke lautan api dan belerang (Neraka), ditempat yang sama dimana Binatang dan Nabi Palsu telah berada, untuk disiksa siang dan malam untuk selama-lamanya. Bumi dan langit yang lama lenyap.
Dan kemudian semua orang mati sejak penciptaan sampai pemberontakan Setan yang terakhir akan dibangkitkan, memperoleh tubuh yang kekal. Pengadilan takhta putih dimulai, dua gulungan kitab dibuka. Kitab pertama adalah catatan kehidupan mereka dan yang kedua ialah Kitab Kehidupan. Mereka dihakimi dari apa yang tertulis dala gulungan kitab itu, sesuai perbuatan-perbuatan mereka. Dan jika seseorang tidak di dapat tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api. Baca Wahyu 20:6-15.

Perhatikan angka 7 (tujuh) yang berkali-kali muncul. 7 adalah lambang dari periode mingguan YAHWEH. 6 hari penciptaan dan bekerja, lalu hari ke tujuh adalah hari Sabat (istirahat); 6000 tahun dari Adam ke abad 21 ini, lalu 1000 tahun adalah hari Kerajaan Damai di bumi; 7×7 tahun dibawah ikatan (hutang, penghambaan), setelah itu Jubile (50); 7 hari antara Perayaan Sangkakala dengan Perayaan Perdamaian, demikian juga ada 7 tahun antara Pengangkatan dengan Kedatangan Yeshua yang kedua.

Kesimpulan:

  • Peristiwa Pengangkatan Gereja ke awan-awan terjadi pada waktu yang telah ditentukan YAHWEH berkaitan erat dengan masa kesukaran. Itu tidak terjadi kapan saja.
  • Peristiwa air bah di jaman Nuh, hujan api belerang atas kota Sodom dan Gomorah serta 10 tulah yang hanya menimpa bangsa Mesir menguatkan doktrin Pengangatan Gereja sebelum Kesukaran yang dinubuatkan Yeshua di kitab Matius dan Wahyu
  • Kitab-kitab di Alkitab dengan jelas menyatakan hukuman Elohim atas bumi bukanlah bagi orang benar (Gereja atau Umat-Nya), tetapi bagi manusia yang menolak perintah firman-Nya
  • Doktrin Pengangkatan sebelum Kesukaran telah diajar oleh bapa-bapa Gereja sebelum Pendeta John N. Darby mengajarnya. Itu bahkan sebelum Kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama negara kerajaannya.
  • Doktrin Pengangkatan sebelum Kesukaran bahkan sangat sejalan dengan Perayaan tahunan Musim Gugur yang diperintahkan YAHWEH kepada bangsa Israel untuk melakukannya.

Penutup dan nasehat: Peristiwa “Pernikahan Anak Domba” sangatlah dekat, bukan hanya karena tanda-tanda jaman telah terjadi, namun juga “periode 6000 tahun kehidupan manusia di bumi” hampir mencapai ujungnya. Anda, sebagai orang yang mengasihi Yeshua dan melakukan Firman-Nya, tidak perlu panik kapan hari Pengangkatan akan tiba (yang seorangpun tidak tahu, kecuali Bapa Sorgawi), cukuplah jika Anda berjaga-jaga dan berdoa (memiliki hubungan). Bagi Anda yang tahu bahwa ada hal-hal yang belum beres di dalam kehidupan Anda, baik hubungan dengan Adonai Yeshua maupun dengan keluarga, kerabat, siapapun selesaikanlah segera. Lepaskanlah segala perbuatan dosa dan ikatan dosa. Berilah pengampunan atas orang yang bersalah kepada Anda dan berdamailah. Damai sejahtera bagi Anda para pembaca.  Anggur Baru

Artikel berkait:
Settling the Pre, Mid and Post Tribulation Controversy by Perry Stone Part 1 dan Part 2

Catatan kaki:
1. Rapture http://en.wikipedia.org/wiki/Rapture
2. What Did Ancient Church Fathers Believe About The Rapture?
3. John Nelson Darby
4. Rosh Hashanah dikenal juga sebagai Hari Tahun Baru Yahudi. Secara Alkitab, hari Pertama dari Tahun Baru Yahudi adalah Hari Paskah, yakni terjadi pada bulan April.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Menguji kenabian dan kerasulan seseorang melalui peristiwa Bileam Bilangan 22-24


Peta Israel di Moab sebelum masuk Yerikho YAHWEH, Elohim Israel, telah memperingati umat-Nya sejak di jaman nabi Musa, untuk berhati-hati tehadap nabi-nabi palsu. Itu tertulis di kitab Ulangan pasal 13 dan 18. Di sini kita akan pelajari hal yang sama dari Bilangan pasal 22 sampai 24.

Ketika bangsa Israel berkemah di dataran Moab di seberang sungai Yordan-Yerikko, sebelum memasuki tanah Kanaan, melalui kota Yerikko. Saat itu hiduplah Bileam putra Beor di Zipor (Pethor) di tepi sungai Efrat,[1] ia adalah seorang dukun terkenal di antara bangsa-bangsa di Syria[2] dan Midian.[3]  Ditimbukan oleh rasa takut kepada Israel, maka bangsa Moab (keturunan dari Lot, keponakan Abraham; Kej 11:27) dan Midian yang dipimpin raja Balak mencoba memakai kekuatan gaib untuk mengalahkan Israel, sehingga mereka menyewa dukun[4] Bileam.

Balak melalui para utusannya berkata kepada Bileam: Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; dan mereka sedang berkemah di depanku. Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kau berkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kau kutuk, dia kena kutuk.”  (Bil 22:5-6)

Mungkin Anda bertanya dapatkan kita memakai perkataan Bileam, yang bukan nabi Elohim sebagai penguji kenabian atau kerasulan seseorang? Jawabannya adalah bisa, sebab pada dasarnya Elohim bisa berbicara melalui siapapun atau apapun, termasuk melalui seekor keledai, perhatikan Bilangan 22:26-35.
Jawaban Bileam di bawah ini kepada para utusan raja Balak meneguhkan jawaban dari pertanyaan di atas, Bileam berkata: Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan YAHWEH kepadaku.” (Bil 22:8),[5] sejak kita mimiliki Alkitab, maka perkataan “orang yang mangaku nabi maupun rasul YAHWEH” haruslah sesuai dengan isi Alkitab, jika tidak maka ia adalah nabi atau rasul palsu! Lihat penjabarannya di sini.
Perkataan berkat Bileam dan nubuatannya bersumber dari Elohim YAHWEH sendiri sebab ia mencari hikmat dari Elohim, sehingga Dia sendiri menemui Bileam (23:4-5 & 16) bahkan Roh-Nya turun ke atas Bileam (24:2) sehingga keluarlah wahyu Elohim melalui mulut Bileam – sekalipun ia tidak tergolong nabi-Nya. Sekali lagi, kita dapat menganalisa pengajaran dan ucapan klaim kenabian seseorang dari perkataan Bileam yang tertulis pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24. Di bawah ini daftar persyaratannya.

Nabi yang benar haruslah:

  • Tidaklah berjalan bersama-sama dengan musuh Elohim dan umat-Nya (22:12a). Baca juga Mazmur 1:1-3.
  • Tidaklah mengutuki bangsa atau umat yang diberkati Elohim, tidak juga memurkainya  (22:12b; 23:7-8). Israel dan Jemaat Kristen adalah umat Elohim.
  • Tidak melanggar perintah YAHWEH, Elohimnya, baik perkara kecil terlebih lagi perkara besar, sekalipun dengan upah yang besar (22:18). Lihat juga Matius 16:224-27.
  • Mencari kehendak YAHWEH sebelum melakukan tugasnya (22:19)
  • Hanya mengatakan apa yang dia telah diperintahkan oleh YAHWEH untuk mengatakannya, “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Aku katakan kepadamu harus kau katakan.” (22:35, baca juga 38b). Artinya ”tidak boleh menambahi” dan ”tidak boleh mengurangi.” Baca juga Ulangan 18:20-22. Bacalah ”Nabi seperti nabi Musa; nubuatan Ulangan 18
  • Pemberitaannya haruslah menyatakan Elohim sebagai Elohim, tidak boleh mengurangi karakter-Nya yang agung, mulia dan kudus (23:18-19)
  • Jika ada kata-kata teguran bagi umat-Nya, maka teguran dari nabi tersebut haruslah sesuai Firman Elohim, yakni: membangun, menghibur dan memberi pengharapan, bukan sebaliknya merendahkan, menuduh dan mematahkan semangat (23:21)
  • Pesan nabi tersebut kepada orang yang memusuhi umat-Nya haruslah tegas dan jelas bahwa 1. Janganlah melawan umat-Nya sebab mantera  (magic curse) dan tenung (divination) tidak akan mempan melawan umat-Nya. 2. Mengajar para musuh umat-Nya untuk berani mengakui dan berkata ”Apa yang Elohim telah lakukan kepada kalian! Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti seekor singa betina, dan berdiri tegak seperti singa jantan…! (23:23-24)
  • Seorang nabi haruslah mengalami pengalaman dihinggapi Roh Elohim, sehingga ia mampu memdengarkan firman Elohim, mampu melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa dengan mata rohaninya (24:1-4) sehingga ia juga mampu melakukan mujizat-mujizat.
  • Nabi itu juga harus mengakui dan memproklamasikan perjanjian kekal YAHWEH kepada Israel yang berbunyi Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!” (24:9). Ini adalah janji-Nya kepada Abraham (Kej 12:3) dan mengalir kepada Ishak, dan Ishak meneruskannya kepada Israel, putranya (Kej 27:29).

Tentu reaksi musuh-musuh YAHWEH dan umat-Nya akanlah menjadi marah kepada orang yang menyatakan hal-hal seperti tertulis di atas, seperti raja Balak orang Moab ini, ia berkata kepada Bileam dengan marah yang besar: ”Aku memanggil engkau untuk menyerapah musuh-musuhku, tetapi lihatlah, engkau benar-benar telah memberkati mereka ini sampai tiga kali! … aku telah mengatakan bahwa aku akan membayarmu sangat banyak, tetapi lihatlah, YAHWEH telah menahanmu dari kelimpahan!” (Bil 24:10)

Dan inilah jawaban Bileam kepada Balak, orang yang mata rohaninya telah terbuka dan telah dihinggapi Roh YAHWEH:  ”Bukankah kepada utusan-utusan yang telah engkau kirimkan kepadaku pun aku sudah berbicara dengan mengatakan: Sekalipun Balak [di depan para pengikut raja Balak, Bileam hanya menyebut namanya, mengabaikan status jabatan raja!, orang yang memiliki Roh Elohim ia seharunyalah tidak pernah takut kepada manusia] memberikan kepadaku rumahnya, penuh emas dan perak, aku tidak mampu melanggar perintah YAHWEH untuk melakukan yang baik atau jahat dari hatiku sendiri, karena yang YAHWEH katakan, itulah yang akan aku katakan. (24:12-13)

Pasal 25nya merupakan ramalan Bileam tentang datangnya penguasa dari bangsa Israel Mashiah (Messiah) yang akan meremukkan keturunan raja Balak, yakni bangsa Moab: “Aku melihat Dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang Dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan penjuru-penjuru[6] Moab, dan menghancurkan semua anak Sheth (ayat 17).

Pertanyaan: Jika Anda membaca Kuran (ajaran Muhammad) dan hadis-hadis (catatan tingkat-laku Muhamad), dan memandingkan dengan perkataan Bileam pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24, apakah Anda berpikir Muhammad dapat digolongkan sebagai nabi YAHWEH?

Bacaan berkait:


[1] Menurut catatan tradisi Yahudi, Bileam adalah cucu dari Laban, kakak ipar Ishak, berarti juga mertua dari Yakub. Kalimat yang dilabelkan Balak kepada Bileam di Bilangan 22:6 meneguhkan bahwa ia memiliki hubungan darah dengan Abraham, lihat Kejadian 24.  Atas dasar hukum Israel di Ulangan 18:10-12 dimana praktek perdukunan terlarang bagi orang Israel, dan ditambah kejadian jebakkan raja-raja Moab dan Median kepada pria Israel melalui wanita-wanita mereka sehingga banyak pria Israel menyembah berhala Baal (Bil 25) – yang Alkitab nyatakan jebakan tersebut adalah berasal dari nasehat Bileam (Bil 25:16 dan Wahyu 2:14) maka dukun Bileam termasuk bagian dari orang-orang Median yang dihukum mati oleh bangsa Israel atas perintah Elohim. (Bil 31:8). Nampak pada akhirnya raja-raja Moab dan Midian berhasil menyogok Bileam untuk memberikan nasehat jahat bagaimana bisa mengalahkan bangsa Israel, satu-satunya jalan adalah membuat mereka keluar dari perlindungan kuasa Elohim, yakni berbuat dosa perzinahan rohani alias menyembah berhala. Iblis memakai kawin campur agama  dan ibadah oikumene untuk membuat umat YAHWEH menjadi berkompromi dengan kegelapan. Bileam adalah figur kuno dari jenis orang-orang Yahudi Modern abad 21 yang anti-Israel, yakni bangsanya sendiri oleh karena tergiur oleh kekayaan dunia dan jabatan politik.
[2] Syria di jaman Musa meliputi wilayah dari timur sungai Yordan sampai ke sungai Efrat. Suku Moab, Amori (keduanya adalah keturnan Lot) dan Edom (keturunan Esau, saudara kembar Yakub) di Perjanjian Lama sekarang adalah bagian wilayah dari Negara Yordan.
[3] Bangsa yang tinggal di Dataran Sinai bagian Timur, sekarang terletak di barat tenggara Arab Saudi. Isteri nabi Musa adalah orang Median.
[4] Persamaan dan perbedaan umum nabi YAHWEH dengan dukun. Keduanya memiliki indra keenam yang peka, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani manusia, keduanya juga memiliki kekuatan alam-roh yang memampukan mereka meramal, mengutuki  serta melakukan mujizat. Bedanya adalah nabi mendasarkan semua perbuatan di atas berdasarkan hikmat dan kuasa Roh YAHWEH sedangkan dukun berdasarkan hikmat dan kuasa roh-roh Setan pada umumnya. Tujuan dari perbuatan mereka juga berbeda, nabi melakukannya untuk kemulian YAHWEH sedang dukun untuk ke untungan dirinya sendiri (ketenaran dan kekayaan, seperti Bileam putra Beor ini).
[5] Bileam menyadari bahwa kuasa gaib yang ia miliki tidaklah mampu melawan kuasa YAHWEH, Elohim Israel; jika para ahli sihir Firaun telah tidak berdaya apalagi dirinya. Sejak ditenggelamkan-Nya kereta-kerta kuda beserta tentara Firaun ke Laut Merah, berita kedasyatan kuasa Elohim Israel ini telah tersebar ke banyak bangsa Kanaan, dan seberang sungai Yordan termasuk suku Edom – para dewa mereka tidak berdaya, mereka semuanya gemetar (Kel 15:12-16). Itulah sebabnya Bileam meminta hikmat dari YAHWEH – kekuatan tertinggi untuk berkat dan kutuk (Kej 12:1-3)!!
[6] Para pangeran (princes) dan orang-orang terkemuka di sebuah wilayah, terkadang dipanggil “penjuru-penjuru” lihat Zak 10:4

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Kitab Yesaya 19: Penggenapan Nubuatan tentang negara Mesir


Kepercayaan Mesir kuno

Yesaya 19:17 – “Maka tanah Yehuda akan menimbulkan kegemparan di antara orang Mesir, dan siapapun yang teringat kepadanya akan terkejut mendengar keputusan YAHWEH semesta alam yang diambil-Nya mengenai mereka.

Banyak orang Mesir saat ini sedang membicarakan kitab nabi Yesaya pasal 19!  Mereka percaya ayat-ayat di Yesaya pasal 19 ini sedang tergenapi!! Nabi Yesaya hidup 2600 tahun yang lalu di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.
Kitabnya tertulis sebelum Kerajaan Babilonia mengalahkan Israel.

[Sebuah Nubuatan melawan Mesir; ayat 1-15]
Ucapan ilahi terhadap Mesir. Lihat, YAHWEH mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir, maka berhala-berhala Mesir gemetar di hadapan-Nya, dan hati orang Mesir, merana hancur dalam diri mereka. Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir, supaya mereka berperang, setiap orang melawan saudaranya, dan setiap orang melawan temannya, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan; semangat orang Mesir menjadi hilang, dan rancangannya akan Kukacaukan; maka mereka akan meminta petunjuk kepada berhala-berhala dan kepada tukang-tukang jampi, kepada arwah dan kepada roh-roh peramal. Aku akan menyerahkan orang Mesir ke dalam tangan seorang tuan yang kejam, dan seorang raja yang bengis akan memerintah mereka; demikianlah firman Adonai YAHWEH Tsebaot.[1]

Air dari sungai Nil akan habis, dan sungai itu akan menjadi surut (wasted; KJV) dan kering, sehingga terusan-terusan akan berbau busuk, dan anak-anak sungai Nil akan menjadi dangkal dan kering, gelagah dan teberau akan mati rebah. Rumput di tepi sungai Nil dan seluruh tanah pesemaian pada sungai Nil akan menjadi kering ditiup angin dan tidak ada lagi. Para nelayan akan mengaduh dan berkabung, yaitu semua orang yang memancing di sungai Nil; semua orang yang menjala di situ akan merana juga. Orang-orang yang mengolah lenan akan mendapat malu, demikian juga tukang-tukang tenun kain putih. Mereka yang menenun akan remuk hatinya, segala pekerja upahan akan bersedih hati.

Para pembesar Zoan[2] adalah orang-orang bodoh belaka; para penasihat Firaun yang paling bijaksana memberi nasihat yang dungu. Bagaimanakah kamu dapat berkata kepada Firaun: “Aku ini anak orang-orang bijaksana, anak raja-raja zaman purbakala?” Di manakah orang-orang bijaksanamu? Biarlah mereka mengumumkan kepadamu serta memberitahukan apa yang diputuskan YAHWEH Tsebaot tentang Mesir. Para pembesar Zoan bertindak tolol, para pembesar Memfis (Noph; KJV) sudah teperdaya; para pemuka suku-suku mereka telah memusingkan Mesir. YAHWEH telah mencurahkan di antara mereka suatu roh kekacauan, dan mereka memusingkan Mesir dalam segala usahanya, sehingga seperti seorang mabuk yang pusing waktu muntah-muntah. Dan tidak ada usaha Mesir yang akan berhasil yang dilakukan oleh pemimpin dan pengikut, oleh pemuka dan orang biasa.

[Mesir akan meninggalkan dewa-dewanya dan mengenal YAHWEH; ayat 16-25]
Pada waktu itu orang-orang Mesir akan seperti orang-orang perempuan; mereka akan gemetar dan terkejut terhadap tangan YAHWEH semesta alam yang diacungkan-Nya kepada mereka. Maka tanah Yehuda akan menimbulkan kegemparan di antara orang Mesir, dan siapapun yang teringat kepadanya akan terkejut mendengar keputusan YAHWEH semesta alam yang diambil-Nya mengenai mereka. Pada waktu itu akan ada lima kota di tanah Mesir yang berbicara bahasa Kanaan dan yang bersumpah demi YAHWEH Tsebaot. Satu di antaranya akan disebutkan Ir-Heres.[3] Pada waktu itu akan ada mezbah bagi YAHWEH di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi YAHWEH pada perbatasannya. Itu akan menjadi tanda kesaksian bagi YAHWEH semesta alam di tanah Mesir: apabila mereka berseru kepada YAHWEH oleh karena orang-orang penindas, maka Ia akan mengirim seorang juruselamat kepada mereka, yang akan berjuang dan akan melepaskan mereka.

YAHWEH akan menyatakan diri kepada orang Mesir, dan orang Mesir akan mengenal YAHWEH pada waktu itu; mereka akan beribadah dengan korban sembelihan dan korban sajian, dan mereka akan bernazar kepada YAHWEH serta membayar nazar itu. YAHWEH akan menghajar orang Mesir, akan menghajar dan menyembuhkan; dan mereka akan berbalik kepada YAHWEH dan Ia akan mengabulkan doa mereka serta menyembuhkan mereka.

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”  (Yesaya 19:1-25; ITB)

Di bawah ini saya sertakan beberapa artikel yang membahas nubuatan Yesaya 19 ini dengan kejadian-kejadian di Mesir saat ini.

Ada buku bagus yang isinya berlandaskan Yesaya 19:23-25 yang berjudul “The Sons of Abraham” oleh Tom Hess.
Artikel lainnya yang berkaitan:
Catatan kaki:

[1] YAHWEH Tsebaot, bahasa Ibrani, atau TUHAN semesta alam (LAI) adalah salah sat nama panggilan dari Elohim Abraham, Ishak dan Israel. Nama ini menggambarkan bahwa Dia lah satu-satunya Elohim  Pencipta dan Pemilik semesta alam. Lihat Kejadian 2:1-1-3 dan Wahyu 14:7 serta Wahyu 21:6-7.
[2] Zoan (Tanis atau Tanitic) adalah kota kuno Mesir, dibangun 7 tahun setelah kota Hebron, Israel (Bilangan 13:22).[3] Artinya: Kota Reruntuhan ( KJV, Kitab Suci ILT), atau terjemahan lainnya Kota Matahari (City of the Sun; Holman Christian Standard Bible/ HCSB).  Tertulis ”heres,” destruction, tetapi itu dibaca ”cheres,” the Sun; dan ada sebuah kota di Mesir disebut Bethshemesh, rumah Matahari, Yeremia 43:13 dan oleh orang Yunani disebut Heliopolis, oleh orang Latin Solis Oppidum; sehingga menurut versi Latin Vulgate menjadi ”dan satu akan disebut kota Matahari,” itu adalah Heliopolis, dimana Matahari disembah (John Gill; )Exposition of The Entire Bible).

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penglihatan St. Malachy dan Nubuatan Alkitab tentang kehancuran Gereja Roma Katolik


Wahyu 18: Malaikat yang turun dari surga … berseru dengan kuat… mengatakakan (1-2): ”Sebab ia berkata dalam hatinya: ’Aku bertahta sebagai ratu dan aku bukanlah seorang janda dan aku sama sekali tidak melihat perkabungan.’ Sebab itulah bencana-bencananya akan datang dalam satu hari: kematian dan perkabungan dan kelaparan; dan dia akan dibakar dengan api, karena  Elohim YAHWEH yang kuat itulah yang menghakimi dia.” (7b-8)
Because she says in her heart, I sit as a queen, and I am not a widow; and I shall not see sorrow. Because of this, in one day her plagues shall come: death, and mourning, and famine; and she will be consumed with fire, for YAHWEH Elohim judging her is strong.[1]

Elohim YAHWEH mengasihi orang Katolik, itulah sebabnya Dia memberi penglihatan kepada St. Malachy, dan Dia bahkan masih terus mengetuk pintu hati setiap orang Katolik sampai hari ini.

Kita akan membandingkan Penglihatan St. Malachy (yang terjadi pada awal abad kesebelas) dengan nubuatan Alkitab. Jelas bahwa St. Malachy bukanlah seorang nabi YAHWEH, ia adalah seorang uskup agung Gereja Roma Katolik (GRK). Artikel ini akan menolong Anda mengerti ketetapan Elohim YAHWEH Yang Mahaberdaulat atas Gereja Roma Katolik yang besar pengaruhnya bagi Dunia.

Catatan Gereja Roma Katolik tentang St. Malachy dan penglihatan yang ia terima.

Dokumen Penglihatan St. Malachy Malachy (Maelmhaedhoc O’Morgair; nama aslinya) hidup  dari tahun 1094 ke 1148, menjabat sebagai Uskup Agung Irlandia saat dipanggil ke Roma di tahun 1139 oleh Paus Innocent II; di Roma ia mendapat penglihatan.

Penglihatan itu menceritakan akanlah ada satu paus lagi setelah Paus Benidictus XVI (ia paus ke 111 dr penglihatan tersebut) yang akan memerintah Gereja Roma Katolik untuk waktu yang singkat, segera setelah itu Roma Vatikan akan di musnahkan. Lihat YouTube videonya: Prophecy of the last pope is upon us 2012

Catatan menyatakan, saat Malachy bersyafaat mengingat ribuan para martyr, dengan kesedihan yang dalam dan dari mulutnya keluar kata-kata dari para nabi: “Usquequo, Domine non misereberis Sion?” (Berapa lama lagi, O YAHWEH! Tidakkah Engkau berbelas kasihan kepada Sion?) Lihat Yesaya 34:8; 62:6; Yoel  3:21; Zakaria 8:1-3.

Jawaban Elohim kepada ratapan Malachy ini adalah melalui penglihatan; dimana ia melihat nama-nama ordo (kelompok) kepausan darimana 112 paus akan datang memerintah Gereja Roma Katolik (sekaligus negara Vatikan). Sangat menarik untuk diingat, 50 tahun kemudian setelah Malachy meninggal, muncul Paus Innocent III (1198-1216) mempromosikan Inkuisisi (inquisition), ia melampau semua pendahulunya di dalam membunuh lebih satu juta orang selama 18 tahun berkuasa, di mata Gereja Roma ia adalah pahlawan besar; Catholic Encyclopedia menyebut orang ini sebagai: “One of the greaterst popes of the Middle Ages.” Paus Pius XII (1939-1958) sejauh ini mungkin yang terburuk, ia “seorang politikus yang licik dan crusader agamawi, menolong Hitler ke kursi kekuasaan… dan ia pendorong utama Perang Dingin.” Dikutip dari : UnHoly Fathers of Rome.

Pada dokument penglihatan Malachy ini tertulis bahwa paus yang ketiga (ke 110 pada daftar penglihatan) dari terakhir datang dari ordo  De labore solis (Gerhana Matahari), penglihatan ini tergenapi Paus Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) terpilih, dan akan digantikan oleh paus dari ordo Gloria Olivae (Kemulian Zaitun) yang adalah ordo titel yang dipakai oleh Paus Benedictus XVI (Joseph Ratzinger).

Sekilas tentang Paus Benedictus XVI (Joseph Aloisius Ratzinger). Menarik untuk diingat bahwa Joseph Ratzinger bukanlah berasal dari ordo Gloria Olivae/ Olivetans (didirikan tahun 1313), tetapi Ratzinger memilih titel Benedict yang berakar dari kelompok Olivetan.
Ia lahir di Bevaria, Jerman tahun 1927. Pada Perang Dunia II, adalah anggota  dari Pemuda Hitler (Hitler-Jugend atau Hitler Youth) pada masa remajanya.[2]

VI-09-08-2001-126.TIFBerbeda dengan Paus Yohanes II (1978–2005) yang nampak sosial kepada semua agama (bagian dari tugas yang dibebankan kepadanya, saya percayai – untuk mengkhamirkan ’kerajaan’ Kristianiti melalui gerakan Oikumene), Ratzinger adalah seorang professor theology dari doktrin Gereja Roma Katolik dan terlibat di dalam pertemuan Dewan Vatican II (Second Vatican Council; 1962-1965), darimana doktrin Oikumene terlahir (yakni strategi penyebaran kekuasaan Gereja Roma Katolik ke seluruh denominasi Kristen dengan tujuan membawa seluruh Gereja duduk di bawah pangkuan Gereja Roma Katolik. Paus Yohanes II memberi nama pada Ratzinger sebagai Prefect of the Sacred Congregation for the Doctrine of the Faith, nama lamanya dikenal sebagai Sacred Congregation of the Holy Office, yang berfungsi sebagai ‘department’ (congregation) intelligent militernya Gereja Roma Katolik, dikenal sebagai Inkuisisi; contoh Roman Inqusition. Lihat link di bawah untuk lebih lengkap.

Ratzinger bertanggung jawab menjaga semua doktrin dan dokma tradisi Katolik (larangan pemakaian kondom, praktek homosex, pastor Katolik tidak boleh menikah dll.), hal ini sesuai ordo dari mana ia berasal, ordo Katolik yang sangat fanatik.[3]

Apakah Ratzinger sengaja memilih nama tersebut demi menggenapi isi penglihatan Malachy, itu adalah urusan dalam gereja Katolik dan belum diketahui umum.

Petrus Romanus. Kembali kepada penglihatan St. Malachy, paus berikutnya setelah Ratzinger akanlah Petrus Romanus (Petrus orang Roma / Peter the Roman); kalimat dari dokument penglihatan tersebut tertulis:  (setelah kepemimpinan Gloria Olivae, yakni Ratzinger): “ … dalam aniaya yang besar atas Gereja Roma Kudus, akanlah ada duduk (memerintah) Petrus Romanus (Petrus Roma / Peter the Roman) yang akan merawat domba (jemaat Roma Katolik) di banyak penganiayaan, ketika aniaya berhenti kota Tujuh Bukit akanlah dihancurkan dan Hakim yang menakutkan (karena  ke Mahamulian-Nya dan ke marahan-Nya yang besar atas dosanya yang besar  tersebut) akan menghakimi umat-Nya. Tamat”

”During the final persecution of the Holy Roman Church, the seat will be occupied by Peter the Roman, who will feed his sheep in many tribulations; and when these things are finished, the seven-hilled city will be destroyed, and the formidable Judge will judge His people. The End.”

Nubuatan AlkAlkitab Holy Bibleitab tentang nasip Gereja Roma Katolik.
Banyak kitab di Alkitab menulis tentang Roma, sebagai kekuatan politik maupun agama. Kitab Daniel dan keempat kitab Injil dan kitab Kisah para Rasul menulis tentang Kerajaan Romawi. Kitab (kepada Jemaat di) Tesalonika (2 Tes 2) dan kitab Wahyu menulis tentang Roma dari sisi politik dan agama. Alkitab adalah buku terlarang di banyak negara Eropa beberapa ratus tahun yang lalu, dan menjadi skandal besar ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Kitab Wahyu pasal 17 menubuatkan perbuatan perbuatan-perbuatan keji dan najis apa saja yang ’Gereja’ Roma Katolik ini akan lakukan (2, 4, 6) dan pengaruhnya terhadap para pemimpin dunia (15, merefer ke ayat 1). Malaikat YAHWEH menyebut gereja ini sebagai Pelacur besar,” lengkapnya ”Babilon/Babel Besar (Babylon the Great), Ibu dari para pelacur dan dari kekejian bumi, yang Misterius atau Rahasia.” (1, 5). Perempuan jahat ini (Alkitab melambangkan Gereja sebagai ”Perempuan”) menggendarai (mengendalikan) seekor binatang buas (lambang kekuatan politik) – yang telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi; Kerajaan Romawi / Uni Eropa –  berwarna merah darah (scarlet coloured) yang juga penuh dengan nama-nama hujat (3, 8). Kunci untuk mengerti kaitan antara binatang buas tersebut dengan perempuan yang mengendalikan terdapat pada ayat 8 dan 18, berbunyi: ”ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk. Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.” [4]

Tujuh Gunung atau Tujuh Bukit adalah julukan umum bagi Kota Roma, dan kota satu-satunya di dunia yang memerintah raja-raja (penguasa negara) di bumi –negara Barat, Israel, Islam dan Komunis – adalah negara Vatikan yang berada di kota Roma. Kota Roma tepatnya adalah negara di dalam sebuah negara (Italia).

Kitab Wahyu pasal 13 menceritakan dari mana sumber kekuasaan dan pengaruh yang luar biasa dari binatang itu berasal, dan ayat-ayat terakhir menubuatkan bahwa dari binatang buas ini akan keluar seorang yang akan mPeta 7 bukit kota Roma kuno sebelum abad Ienjadi penguasa tunggal dunia, Alkitab menyebut orang ini AntiKristus (yang terbesar dan terakhir) dengan bilangan namanya berjumlah enam ratus enam puluh enam (666). Lihat 1 Yohanes pasal 1 sampai 4 untuk melihat karakter AntiKristus dari sisi “Kristus Palsu” (menyerupai, mengakui; Matius 24:5,24), nampaknya seperti pengikut ajaran Kristen tetapi sesungguhnya bukan (1 Yoh 2:18), menyebut nama Yeshua (Yesus) dan Ha Mashiah (Kristus) tetapi menyangkali kuasa dan otoritas Yeshua Ha Mashiah (1 Yoh 2:22-23; 1 Yoh 4:3; 2 Yoh 1:7). Rasul Paulus menyebut  pemimpin ini sebagai ”manusia durhaka/ the man of sin” yang ingin menyamakan dirinya dan ingin disembah sebagai Elohim (2 Tes 2:3-12).

Kitab Wahyu pasal 17: 16-17, dan pasal 18 serta 19 menubuatkan nasip Gereja Roma Katolik, tertulis;
Wahyu 17: 16, 17 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang (buas) itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Elohim telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi.
Wahyu pasal 18 menubuatkan bagaimana para pedagang di bumi menangis karena kehilangan bisnis mereka dari Gereja Roma Katolik. Vatikan akan lenyap sama sekali: Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babilon / Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. (Wah 18:21)

Alkitab berkata bahwa pemusnahan ini terjadi oleh sebab dosa perempuan najis ini telah menumpuk sampai ke langit (Wah 18:5) dan pembalasan YAHWEH atas semua darah orang kudus-Nya yang telah dibunuh oleh perempuan yang disebut Babilonia/ Babel Besar tersebut. (Wah 18: 20, 24). Telah di dokumentasikan oleh Fox   “Book of  Martyrs.”  Sebab itu Elohim berkata gereja ini layak mendapat hukuman dua kali lipat dari apa yang dia telah perbuat. (18:6-7).

Wahyu pasal 19 menceritakan bagaimana penduduk di sorga bersuka cita atas penghakiman Elohim yang adil tersebut:
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya:
Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.”
Dan untuk kedua kalinya merInkuisisi Spanyol di Belandaeka berkata: “Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.”
Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.”
Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, [link ->] kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!”
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:1-6)

Masalah keaslian dokumen penglihatan St. Malachy. Dokument catatan Malachy disimpan di Arsip Roma, dan dilupakan sampai ditemukan pada tahun 1590, sumber dari Roma Katolik berkata.[5] Cerita yang beredar di media adalah berasal dari sebuah buku yang di buat oleh M. J. O’Brien terbitan tahun 1880 di Dublin. O’Brien adalah seorang pastor Katolik.

Waktu sunyi 450 tahun ini telah membawa kecurigaan banyak pengamat Kristen, mungkinkah document aslinya telah dirubah; ditambah dan dikurangi atau diganti, tentunya hanya Elohim yang tahu persis.

Contoh, pada bukunya O’Brien menulis jawaban perkataan Elohim atas syafaat Malachy sebelum ia menerima penglihatan, kalimat jawaban Elohim itu berbunyi; ”Sampai akhir dunia Gereja (Roma Katolik) akan ada keduanya militant dan jaya. Sampai akhir masa penderitaan (masa Aniaya yang Sangat Dasyat?) kesukaran-Ku dan rahasia-rahasia salib-Ku haruslah ada berlanjut di bumi, dan Aku akan selalu beserta mu sampai akhir jaman.” 

Kalimat jawaban ini jelas sangat aneh, jika tidak mau dikatakan mencurigakan, membangkitkan pertanyaan:

  • Bagaimana mungkin pada satu sisi Kota Tujuh Bukit (panggilan untuk Gereja Roma sebagai pusatnya) dihancurkan tetapi di sisi lain dijanjikan akan tetap militant dan jaya?
  • Bagaimana mungkin Elohim menjanjikan kejayaan pada Gereja Roma yang telah merubah hukum-hukum-Nya yang Dia telah tulis dengan tangan-Nya sendiri. Sengaja melupakan Hari Sabat-Nya dengan mengganti hari Saptu menjadi Minggu/ SUN-day  (Perintah keempat), dan membuat patung dan sujud kepada patung (Perintah ketiga). Tepatnya seluruh 10 Perintah telah dilanggarnya.
  • Penghancuran Kota Tujuh Bukit adalah bukti dari akhir kesabaran Yeshua selama dua ribu tahun, setelah itu Ia akan memerintah di bumi sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (King of kings and Lord of lords), bagaimana mungkin penderiaan dan penghinaan atas diri-Nya masih tetap berlangsung?
  • Alkitab jelas menulis salib adalah lambang kutukan – Yeshua memberi dirinya disalib adalah bukti bahwa Dia telah menanggung semua kutukan dosa manusia – dan sekaligus kejayaan dan kekuasaan Roma atas musuh-musuhnya, ribuan tersalib bagi mereka yang berontak dan terbukti melanggar aturan pemerpomnik  Jana  Paw³a  II DZIECIintah Roma. Bukankah dengan hancurnya Roma itu berarti dokma ”rahasia (misteries) salib”  yang diciptakan Gereja Roma juga akan berakhir di bumi?
  • Bagaimana mungkin Yeshua berjanji akan selalu beserta Gereja Roma Katolik sampai akhir jaman sedangkan kitab Wahyu (ang adalah pewahyuan Yeshua secara langsung kepada rasul Yohanes) menyatakan bahwa Ia akan menghukum dengan berat Gereja Roma ini dan bukankah dokumen penglihatan Malachy juga meneguhkan?

Ketidak yakinan beberapa orang atas kemurnian cerita penglihatan Malachy ini sama seperti waktu sunyi 8 tahun setelah terbitnya buku Kuburan Petrus Baru-baru ini Ditemukan di Yerusalem (Peter’s Tomb Recently Discovered in Jerusalem)  edisi Inggris yang ditulis oleh F. Paul Peterson, kemudian tiba-tiba Paus Paulus VI me-re-klaim tradisi Roma Katolik: ”Kubur Petrus ditemukan di Roma!” Sekarang kita bandingkan penglihatan tersebut dengan nubuatan Alkitab.

Point-point yang penting untuk diingat:

  • Umumnya paus gereja Roma Katolik bertugas sampai ia meninggal dunia, dan baru di gantikan dengan yang lainnya. Paus sebelumnya yang mengundurkan diri terjadi sekitar 600 tahun yang lalu.
  • Ratzinger mengundurkan diri dengan alasan kesehatannya yang buruk, namun Thomas Horn (dan Cris Putnam) penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope Is Here,[6] buku yang di dasari dari cerita tentang St. Malachy menyatakan pengunduran diri paus ini sudah diramalkan baik oleh Malachy dan media surat kabar Italia.[7] Kesehatan Ratzinger jauh lebih baik dibanding Wojtyla (Paus Yohanes Paulus II) yang menjabat sampai ia meninggal dunia. Datangkah perubahan drastis di GRK dari kekuatan keagamaan menjadi politik sebagai ujung tombak?
  • Petrus Romanus adalah ”Paus Hitam,” penglihatan berkata, dan AntiKristus adalah ”Manusia Durhaka / Man of Sin.” Mungkinkah ini ada hubungannya? Waktu akan memberitahukan kita.
  • Ketika The New World Order (istilah politik) tercipta di bawah kepemimpinan AntiKristus, Alkitab berkata ia akan menimbulkan “Aniaya yang sangat dasyat”  atau “The Great Tribulation” selama 3,5 tahun kali dua (7 tahun), dan di akhir 7 tahun tersebut Yeshua Ha Mashiah akan datang ke bumi di iringi oleh pasukan sorga untuk memerangi Antikristus dan nabi palsunya, Ia akan mengalahkan  Antikristus dan tentaranya.
  • Penglihatan St. Malachy dan nubuatan Alkitab setuju bahwa ”Kota Tujuh Bukit / Gunung” yakni Kota Roma di mana negara Vatikan dan Gereja Roma Katolik berpusat akanlah dihancurkan, demi mengingat Sion (Israel) dan darah para martir yang telah ditumpahkan oleh GRK.
  • Pesan penting YAHWEH kepada jemaat-Nya: Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4)

Komentar: Dokumen Penglihatan St. Malachy tidak dapat dipastikan kemurniannya adalah satu hal, namun saya tidak setuju jika ia dikatakan sebagai nabi palsu, mengapa? Sebab 1. Ia bukan seorang yang mengaku sebagai nabi; ia hanya melihat sebuah penglihatan. 2. Elohim terbukti dapat berbicara kepada siapapun juga, termasuk kepada orang Katolik, Dia telah berbicara melalui keledai kepada Bileam, melalui tembok yang tertulis kepada raja Babilonia. 3. Sejarah membuktikan banyak orang Katolik yang hatinya mengasihi Yeshua, terlepas dari ketidak mengertian mereka tentang isi Alkitab dan praktek mereka yang berlawanan dari ajaran Alkitab. Malachy termasuk salah satunya, ia bersyafaat untuk Sion (nama lain untuk Israel) dan para martyr YAHWEH adalah bukti nyata dari hatinya yang mengasihi kebenaran dan keadilan.

Jadi orang Kristen haruslah tidak merendahkan penglihatan yang Malachy dapatkan ini oleh karena ia seorang Katolik. Yang orang Kristen perlukan hanyalah menguji setiap hal (nubuatan, penglihatan, doktrin, penampakan roh) dengan Firman Elohim, Alkitab dan doa yang disertai puasa. Roh Kudus akan menolang kita mengerti dan membebaskan kita dari penyesatan.

YAHWEH dan Putra-Nya, Yeshua Ha Mashiah mengasihi jemaat Gereja Roma Katolik, namun Elohim membenci institusi Gereja ini yang telah menajiskan NAMA-Nya melalui 1. penyalahan pada representasi kekudusan NAMA-Nya  (Pelanggaran hukum ketiga dari 10 Perintah-Nya) 2. merusak dengan sengaja  kekudusan pribadi Elohim dan semua perintah dan ketetapan-Nya (Pelanggaran seluruh 10 Perintah-Nya).

Bacaan berkait:

Referensi:

  1. Terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation dan Hebraic Roots Bible, A Literal Translation
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Hitler_Youth
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Benedict_XVI
  4. Binatang ini lambang dari Kerajaan Romawi, sekarang adalah Uni Eropa; ia dikendalikan oleh Gereja Roma Katolik melalui para Pausnya. Sejarah Kerajaan Romawi dan Gereja Roma adalah bukti kuat bahwa AntiKristus berasal dari latar belakang agama Roma Katolik, bukan Islam.
  5.  Prophecy of the Popes .
  6. Don Koening, penulis komentari kitab Wahyu, mengkomentari buku karya Thomas Horn ini, sebagai sangat tidak bermanfaat untuk orang Kristen dan dapat menyesatkan. Baca: Petrus Romanus: an exercise in finding the future in the demonic.
  7. ‘Final pope’ authors predicted Benedict would resign
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Peringatan terakhir TUAN BESAR kepada para hamba-Nya


Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wah 17:14b)

Salam Sabat! Yahshua Ha Mashiah, TUAN BESAR setiap orang benar – dibenarkan karena pengudusan  YAHWEH melalui darah Putera-Nya di Golgota – memiliki 4 pesan penting sebelum Ia meninggalkan para hamba-Nya untuk sementara waktu. Matius 24 mereka bertanya apa tanda-tanda akhir jaman dan kedatangan Yahshua yang kedua, TUAN BESAR mereka menjawab pertanyaan mereka, dan dari paragraf terakhir pasal 24 sampai pasal 25 Ia memberi 4 pesan yang sangat penting untuk setiap hamba-Nya, Anda dan saya.

Empat peringatan penting Yahshua Ha Mashiah, Tuan atas segala tuan, Raja atas segala raja:

  • Mat 24:45-51 – perumpamaan manager rumah
  • Mat 25:1-13    – perumpamaan 10 gadis dengan pelita-pelita mereka
  • Mat 25:14-30 – perumpamaan tentang hamba dan talentanya
  • Mat 25:31-46 – perumpamaan Raja yang meyamakan diri-Nya sebagai orang tidak berdaya.

Mat 26 dan  27 – Segera setelah Ia memberi 4 peringatan ini, dua hari kemudian Yahshua meninggalkan mereka, Ia memberikan diri-Nya kepada orang berdosa untuk di salib.
Mat 28 – Yahshua bangkit dari kematian-Nya, memberi ’pekerjaan rumah’ kepada hamba-hamban-Nya (dengan meniggalkan keempat peringatan di atas) lalu pergi – untuk datang kembali!

Perumpamaan tentang manager rumah.
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Mat 24:46). Peringatan yang Tuan ’Rumah’ (diartikan: Kerajaan Sorga) kepada hamba-Nya ialah “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Yahwehmu datang.” (42). Sifat dan pemikiran ”tidak ada kucing tikus berpesta” atau ”tidak ada polisi boleh melanggar rambu lalu-lintas” adalah dosa tidak takut kepada YAHWEH, orang ini berbuat baik hanya karena ia ”takut akan manusia” – yang adalah jerat (Ams 14:27; 29:25). Sekali lagi Ia berkata, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (44)

Perumpamaan tentand 10 gadis dengan pelita mereka masing-masing

Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. (Mat 25:1). Lima gadis, yang tidak bijaksana, bersemangat menyambut  kedatangan Pengantin Pria, namun tidak memiliki persiapan yang penuh, dalam perjalanan waktu … oops, minyaknya habis! Beberapa Kristen lahir baru dalam perjalan waktu sering kali kehabisan urapan dan pimpinan Roh Kudus, yang tersisa hanyalah tradisi dan liturgi gereja buatan manusia (Kol 2:18-23). Dan mereka terkunci di luar pintu gerbang Sorga. (11, sejenis Mat 7:23 & 2Tim 2:19). Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:13)

Perumpamaan tentang hamba dan talentanya.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Mat 25:15). Lama sesudah itu (After a long time) pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. (19). Hamba penerima satu talenta, yang jahat dan malas ini, berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25:24). Hamba memanggil tuannya “Tuan atau Master tetapi lupa akan fungsi “hamba” dan “Tuan,” sebagai ganti dari memeriksa dirinya sendiri yang jahat dan malas, ia menuduh Tuannya sebagai orang yang kejam. Tuannya telah tahu kesanggupan setiap hamba-Nya dan telah memberi waktu yang cukup lama (19). Orang malas selalu berpikir dialah yang paling rajin dan merasa pintar (Ams 26:13-16), dia lupa bahwa menuaipun adalah pekerjaan (Yoh 4:37). Perumpaan ini dibuat untuk menunjukan tidak seorangpun dapat beralasan mengabaikan tugasnya oleh karena hanya memiliki sedikit talenta. Elohim akan menuntut dari setiap orang menurut kesanggupannya (Albert Barnes’s Notes of the Bible).

Perumpamaan Raja yang meyamakan diri-Nya sebagai orang tidak berdaya.
Pada perumpamaan ini jelas sekali Yahshua menyebut diri-Nya sebagai Raja atas segala raja, “Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat kudus-Nya bersama-sama dengan Dia,…Dan semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata… (Mat 25:31-34;GLB)

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:40). Ayat 45 dalam bentuk negatifnya.

Sangatlah pasti bahwa setiap orang ingin melayani Raja, ini adalah suatu hal yang normal dan bukan rahasia lagi, tetapi jarang yang ingin melayani umat-Nya yang tidak berdaya: miskin dan menderita secara jasmani (lapar, haus, tidak memiliki baju, orang asing dan terpenjara karena kebenaran dan nama-Nya).

Di dalam tiga kondisi Yahshua menyamarakan diri-Nya sendiri sebagai orang lain:

  • Menolong pengikut Yahshua yang tidak berdaya secara jasmania = menolong Yahshua itu sendiri. (Mat 25:35-45)
  • Menolak berita Injil dari hamba-Nya = menolak Yahshua (Mat 10:40;Luk 10:16; 1Tes 4.2,8; 1Sam 8:7)
  • Menyiksa pengikut Yahshua = menyiksa Yahshua itu sendiri (Kis 9:1-5)

Peringatan-peringatan dalam empat perumpaman di atas dapat disimpulkan sebagai:

  • Hendaklah kita terus-menerus (sepanjang waktu) berjaga-jaga dan siap sedia
  • Hendaklah kita terus-menerus (sepenuh hati dan jiwa) memiliki urapan Roh Kudus, dan hidup dalam pimpinan-Nya
  • Hendaklah kita tidak lupa mengembangkan (seluruh keberadaan) talenta kita
  • Hendaklah kita tidak lupa memberi bantuan (semua saudara seiman, apapun denominasinya) yang memerkukan kebutuhan dasar tersebut.

Dalam semua perumpamaan ini, kata ”Tuan”, ”Pengantin Pria”, ”Raja” (ialah gambaran dari pribadi Yahshua sendiri), selalu berhubungan dengan kata ”pergi” dan ”datang” serta ”waktu.”

Masalah ”waktu” dalam semua perumpamaan ini sangatlah penting untuk diperhatikan.

1. Setelah Tuan ini memberi talenta-Nya (mata uang) kepada hamba-hamba-Nya, Ia segera pergi (immediately; GLB atau straightway; KJV) (Mat 25:15). Kepergian yang segera ini TEPAT terjadi dalam dunia nyata! Lihat pada Matius 26:1-2, Ia menulis: Setelah Yahshua selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” (Mat 26:1-2). Jadi segera setelah Ia menyampaikan peringatan tersebut di dalam 4 jenis perumpamaan, Ia berkata ”Nah dua hari lagi Aku akan pergi, dan SEKARANG Aku menyerahkan seluruh tugas pemberitaan Kabar Baik ini kepada kalian semua!” Setelah Ia bangkit perintah ini diteguhkan-Nya kembali dan Ia berjanji akan menyertai pelayanan mereka – melalui Roh Kudus-Nya.

Di sini Ia mengajar kita bahwa perumpamaan (yang adalah hanya perumpamaan, bukan sebenarnya) yang Ia katakan tidak dapat dianggap ringan, semua itu adalah gambaran dari kenyataan. Penglihatan dan nubuatan yang pasti terjadi. Neraka dan Sorga dalam kalimat terakhir dari perumpamaan ini: Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” (Mat 25:46) pastilah akan terjadi.

2. Waktu kedatangan Tuan, Raja ini tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan diri-Nya sendiri sebagai manusia. (Mat 24:36).  Jadi tidak penting untuk menganalisa dan mencari tahu saat kedatangan-Nya. Yang terpenting, peringatan-Nya kepada kita, ialah bahwa kita harus senantiasa hidup benar dan kudus dan melakukan semua perintah-Nya.

3. Tanda-tanda kedatangan-Nya kembali sudah begitu jelas, namun berapa lagi harus menanti tidak seorangpun yang tahu. Artinya kita harus seperti lima gadis yang bijaksana dalam perumpamaan di atas, mereka memperlengkapi dirinya dengan baik untuk menghadapi kemungkinan ”waktu delay” kedatangan Pengantin Pria tersebut (25:5)

Pasti dan sangat pasti, suatu hari kelak ketika kita sedang bekerja atau tidur jasmani, seorang akan dibawa-Nya dan seorang akan ditinggalkan. (Mat 24:40-41).

Siapa yang dapat menjamin kita bahwa kita adalah orang-orang yang akan diangkat-Nya? Kita sendiri!, Ya, kita yang telah menerima korban darah Anak Domba Elohim sebagai penghapus dosa kita (selamat melalui iman; Ef 2.8-9) dan hidup sesuai kehendak-Nya (setia; Ibr 12:1-2)! Halelu’yah!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Peringatan penting untuk anak-anak Kerajaan Surga


Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat 8:11-12). Ini dikatakannya sehubungan dengan orang-orang Israel yang tidak beriman kepada-Nya.

Banyak peringatan yang Yahshua ceritakan kepada murid-murid-Nya dalam bentuk perumpamaan. Peringatan agar mereka tidak termasuk di dalam bilangan orang-orang yang dicampakkan kedalam neraka.

Perumpamaan Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya (Mat 22:1-14). Orang-orang yang ada di Perjamuan Kudus-Nya (mengaku Kristen dan rajin beribadah) namun tidak ‘berpakaian’ sesuai standard Kerajaan Surga (hidup sama seperti orang duniawi; baca 1Yoh pasal 1 dan 2), Raja ini marah, ”Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Mat 22:12-13)

Perumpamaan Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki (Mat 25:1). Diceritakan bahwa lima gadis yang bodoh tidak membawa minyak cadangan untuk pelita mereka. Ketika kabar bahwa mempelai pria datang mereka baru buru-buru beli minyak. Ketika mereka balik pintu ke ruang perjamuan kawin ditutup. ”Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:11-13).

Perumpamaan Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka (Mat 25:14).Singkat cerita, seorang hamba yang diberi kepercayaan satu talenta tidak mengembangkannya, ia menguburnya. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat 25:29-30)

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:13-14)

Keselamatan kekal didapat hanya oleh beriman kepada Yahshua Ha Mashiah (Ef 2:8-9), namun perlu diingat bahwa masuk kedalam Kerajaan Sorga memerlukan kesetiaan dan ketaatan kepada firman Elohim! Luk 6:43-49; Mat 7:21-29.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Calon Penghuni Neraka


Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Wahyu 20:15

Banyak orang tidak sependapat bahwa manusiapun termasuk salah-satu penghuni neraka, karena mereka berpendapat bahwa Elohim tentu tidak tega membuang ciptaan-Nya sendiri ke dalam hukuman kekal, apalagi mengingat naman-Nya sendiri yang adalah Mahapengasih dan Mahapenyayang. Namun sayangnya mereka yang tidak sependapat dengan ajaran Alkitab ini lupa bahwa Elohim bukan manusia dan manusia bukanlah Elohim, raja Daud berkata, “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Elohim! Betapa besar jumlahnya! (Maz 139:17)

Kemungkinan besar bahwa neraka disediakan Elohim untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak kepada Elohim itu bisa dibaca pada Matius 25:41, namun pada ayat yang sama ini Ia sedang bicara kepada orang-orang yang jahat, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah tersedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Alkitab bicara dengan jelas bahwa manusia tertentu akan dibuang untuk menjadi penghuni neraka:

Yohanes Pembaptis memperingatkan orang-orang Farisi dan Saduki untuk bertobat, ”Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Mat 3:10; Luk 3:9)

Yahshua Ha Massiah menyamakan nabi-nabi palsu seperti pohon yang buahnya buruk dan kelak akan dibuang kedalam api, ”Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Mat 7:19)

Ia menasehatkan kita, ”Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan (Mark 9:43); perlakuan yang sama juga kepada kaki dan mata yang menyesatkan untuk alasan yang sama (44-48; Mat 18:7-9). Ini tidak ada hubungannya dengan hukum Islam (aturan agama dan aturan adat), ini adalah kesadaran pribadi yang bersangkutan untuk meprioritaskan hidup benar di mata YAHWEH agar tidak masuk kedalam neraka.

Manusia diumpamakan seperti ranting-ranting anggur dan Ia sebagai pokok anggurnya, Ia memperingatkan mereka yang tidak mau menjadikan Dia sebagai pokok kehidupan mereka, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yoh 15:6)

Ia mengumpakan diri-Nya sendiri sebagai penabur benih yang baik, dan Iblis sebagai penabur benih lalang, dan benih sebagai manusia. Pada masa panen (Hari Penghakiman) Iblis dan manusia penyesat dan pelaku kejahatan akan dibakar kedalam api, ”Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (Mat 13:41-42)

Orang-orang yang ada di Perjamuan Kudus-Nya (mengaku Kristen dan rajin beribadah) tidak berpakaian sesuai standard Kerajaan Surga (hidup sama seperti orang duniawi), Ia lebih marah lagi, ”Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Mat 22:12-13)

Dan pada peperangan terahir (Wah 19:19) antara Yahshua melawan Binatang yang disertai raja-raja dan pasukan mereka di bumi yang berahir dengan kemenangan Yahshua, maka Binatang (Wah 13:1; 17:3,8: pemerintahan Vatican)[1] dan nabi palsunya (Wah 13:1; 16:11: Paus dan para rekan kerjanya)[2] Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (Wah 19:20) [3]. Binatang di dalam Alkitab adalah lambang kekuatan politik atau pemerintahan.

Ia menambahkan, ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Wah 21:8

Dan Yudas saudara Yakobus berkata, ”[S]ama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang (Yud 1:7)

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat 13:49-50)

Jadi oleh karena itu,

Carilah YAHWEH selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada YAHWEH, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Elohim kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Isa 55:6-9)

  • [1] – In short, the meaning is, that this beast “was” the Roman empire, as Pagan, described by a dragon with seven heads, and ten horns, with crowns on the heads, but is not as yet in the Apostle John’s time, as Papal, described with seven heads, and ten horns, and crowns on the horns. (John Gill’s Exposition of Enitire Bible)
  • [2] – antichrist in his ecclesiastic capacity; that is, the pope with his clergy (JG)
  • [3] Rev 19:20 – And the beast (21) was taken, and with him (22) the false prophet that wrought miracles before him,… These both were cast alive into a lake of fire burning with brimstone. (21) Namely, that beast with seven heads; (Rev_13:1; Rev_17:3). (22) That is, that beast with two heads; (Rev_13:11; Rev_16:14). (Geneva Bible Translation Notes)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog