Doktrin Pengangkatan Gereja Sebelum Masa Kesukaran (Pre-Tribulasi Repture) Lebih Alkitabiah


Illustrasi peristiwa Pengangkatan Gereja atau Jemaat YeshuaLatar belakang doktrin. Kitab-kitab di Alkitab telah menubuatkan bahwa akan datangnya masa tujuh tahun kesusahan sebelum Ha Mashiah (Kristus) datang kedua kalinya ke bumi untuk menghentikan tujuh tahun pemerintahan Anti-Kristus. Anti-Kristus pada pertengahan pemerintahannya, ia akan menunjukkan secara penuh karakter aslinya – Setan di dalam tubuh manusia. Saat Anti-Kristus datang, penduduk dunia pastilah sedang panik dengan banyak hal. Setengah dari 7 tahun pemeintahannya ia berpura-pura seperti ”pangeran damai” dan ”juruselamat:” membasmi pemberontakan, memperbaiki ekonomi dunia dan menyatukan agama-agama. Semua itu bagaimana pun juga dilakukan dengan caranya sendiri – memberatkan banyak orang. Namun sisa setengahnya ia akan menjadi diktator yang paling sadis, khususnya bagi bangsa Israel dan Kristen yang mengikuti ajaran Ha Mashiah, baca Daniel 9:27; Matius 24:15. Itu arti sempurna dari Anti-Kristus; pertama berpura-pura menjadi seperti Kristus (Juruselamat, Pengeran Damai), namun sesungguhnya melakukan semua yang berlawanan dari kepribadian dan tujuan Kristus. Alkitab juga menubuatkan bahwa umat-Nya (Gereja-Nya) akan dilepaskan dari kesusahan yang dibuat oleh Anti-Kristus tersebut. Pertanyaan adalah kapan peristiwa Pengangkatan tersebut terjadi.

Ada tiga jenis doktrin Pengangkatan (Repture) sehubungan dengan masa Kesukaran (Tribulation). Gambar diambil dari Wikipedia.org[1]
A. Pengangkatan sebelum Kesukaran (Pre-tribulation rapture). Pengangkatan terjadi teTiga jenis diagram doktrin Pengangkatan Gereja berkaitan dengan masa kesusahanpat sebelum 7 tahun masa kesukaran atau sebelum masa pemerintahan Anti-Kristus
B. Pengangkatan di tengah-tengah Kesukaran (Mid-Tribulation repture). Pengangkatan terjadi tepat sebelum memasuki separuh dari 7 tahun masa kesulitan. Tiga setengah tahun (3,5) terakhir tersebut dikenal juga dengan sebutan Kesukaran Besar (Great Tribulation.
 C. Pengangkatan setelah Kesukaran (Post-Tribulation repture). Pengangkatan terjadi setelah 7 tahun masa Pemerintahan Anti-Krisus, dimana ia dikalahkan oleh Yeshua Ha Mashiah di saat kedatangan-Nya kedua kalinya ke bumi.

Artikel tentang doktrin Pengangkatan Gereja atau Orang-orang Benar semakin banyak di internet. Seperti Gereja telah menduga sebelumnya bahwa penyesatan akan semakin banyak dan canggih, yang akan menyesatkan banyak orang “bahkan jika mungkin mereka yang terpilih” (Mat 24:24). Lahirnya tiga doktrin ini tidaklah diragukan hanyalah sebagai cara Setan untuk 1. Menyebarkan kebingungan bagi Gereja (Umat/ Jemaat) Yeshua. (2 Tes 2:1-2) 2. Sebagai alat pemecah belah di antara Gereja-Nya (Mat 12:28-29) dan 3. Sebagai “obat tidur” agar Gereja Yeshua keluar dari sikap “berdoa dan berjaga-jagalah” (Mat 24:42-51; Mark 13:32-36; Luk 12:35-38; 1 Tes 5:1,6; Wah 3:3 dan Wah 16:15). Umat Adonai, saatnya sekarang kita merendahkan hati kita masing-masing dan melawan tipu-daya Iblis.
Untuk membuat artikel ini singkat namun spesifik maka hanya membahas doktrin Pengangkatan Gereja sebelum Kesukaran (pre-tribulation repture), untuk selanjutnya itu ditulis Pengangkatan Gereja Sebelum Kesukaran (PGSK) Artikel ini akan membuktikan 5 kreteria bahwa doktrin ini lebih Alkitabiah dari pada dua doktrin lainnya.

Garis waktu nubuatan kejadian-kejadian Akhir Jaman
1. Hari kesukaran yang telah dinubuatkan ini bukan lah bagi umat YAHWEH.
Alkitab menyebut hari kesukaran tersebut sebagai Hari YAHWEH; artinya ”hari yang telah ditentukan Elohim” untuk menghukum penduduk bumi yang menolak pribadi-Nya. Itu adalah hari yang menakutkan disebut ”hari murka Elohim.” Contoh:
Yehezkiel 30:1-3 – “Merataplah! Celakalah hari itu! … hari YAHWEH sudah dekat, hari dengan awan-awan gelap; itu waktu bagi bangsa-bangsa.”
Amos 5:18-19 – ”Celakalah orang-orang yang merindukan hari YAHWEH! … Hari YAHWEH adalah kegelapan, dan bukan terang!” Ini merefer kepada umat Israel yang masih menolak Yeshua sebagai Ha Mashiah dan mereka yang tidak perduli pada Elohim nenek moyang mereka (Abraham, Ishak dan Israel). “Hari gelap itu” akan diakhiri Yeshua dengan Perang Har Mageddo (Armagedon)! (Maz 118:21-26 // Mat 23:34-39; perhatikan ayat 36-39)
Matius 24:21-22 – ”… waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.” Ini merefer pada ”apa tanda kedatangan-Mu dan akhir jaman” di ayat ke 3. Terjadi hanya sekali saja!!
Wahyu 14:6-20 – Malaikat berkata dengan suara nyaring, ”Takutlah akan Elohim … waktu penghakiman-Nya telah tiba. … Jika seorang menyembah binatang buas itu (Anti-Kristus); dia akan disiksa dengan api dan belerang (setelah hari Penghakiman).” Hari itu adalah ”hari penuaian di bumi” dari ”amarah Elohim yang dahsyat.”

2. Doktrin Pengangkatan Gereja Sebelum Kesukaran (PGSK) telah dianut sejak abad ke dua
Perhatikan artikel-artikel yang menyerang doktrin PGSK (pre-tribulation repture), umumnya mereka selalu berkata itu adalah semata-mata ajaran abad 19an yang dibawa oleh Pendeta John Nelson Darbi. Saya akan tunjukkan mengapa tuduhan itu tidak benar, dan mengapa Pendeta Darbi diserang.
A. Ephraim The Syrian (306-373 AD). Seorang Diaken dari Gereja di Syria di tahun 338, dan kemudian menjadi Penilik Jemaat (Bishop) Nisibis. Pada karya tulisnya berjudul ”On The Last Times 2” ia menulis:
”Kita haruslah memahami benar-benar oleh karena itu, saudara-saudara, apa yang akan segera atau menggantung. Sudah ada kelaparan dan malapetaka, gerakan-gerakan kekerasan negara dan tanda-tanda, yang diprediksi oleh Adonai, mereka sudah digenapi, dan tidak ada yang tersisa, kecuali munculnya si jahat dalam penyelesaian kerajaan Romawi. … Percayalah Anda kepada saya, saudara terkasih, sebab kedatangan Adonai adalah dekat …
Atau Anda tidak percaya kecuali kamu melihat dengan matamu? Lihat itu sehingga kalimat ini tidak tergenapi diantara kalian yang Nabi nyatakan: ”Celakalah orang-orang yang merindukan hari YAHWEH!” [Amos 5:18-20] Sebab semua orang kudus dan pilihan Elohim dikumpulkan (are gathered), menjelang kesusahan yang sedang datang, dan diambil kepada Adonai supaya mereka jangan melihat kebingungan yang menguasai dunia oleh karena dosa-dosa kita.”[2]

B. Cyprian (200-258 AD). Penilik Jemaat di Carthage. Pada Treatises of Cyprian, ia menulis tentang Kesukaran Besar di akhir jaman:
“Kita yang melihat bahwa hal-hal yang mengerikan telah mulai, dan tahu bahwa hal-hal yang mengerikan masih lebih dekat, boleh menganggapnya sebagai keuntungan terbesar untuk berangkat dari itu secepat mungkin. Apakah Anda tidak memberikan terima kasih kepada Elohim, apakah Anda tidak memberi selamat kepada Anda sendiri, bahwa oleh keberangkatan awal Anda dibawa pergi, dan diselamatkan dari kapal pecah dan bencana yang akan datang segera? Mari kita menyambut hari yang menetapkan kita masing-masing ke rumahnya sendiri, yang merenggut (snatches) kita dengan itu, dan ia membebaskan kita dari perangkap-perangkap dunia dan mengembalikan kita ke sorga dan Kerajaan tersebut.”

C. Irenaeus (130-202 AD). Penilik Jemaat di Lyons, Perancis. Dia adalah saksi mata untuk Rasul Yohanes (penulis kitab Wahyu) dan sekaligus murid dari Polycarp yang adalah satu dari beberapa murid pertama Yohanes.
Pada masalah Pengangkatan, dalam bukunya Against Heresies (Menentang Penyesatan-penyesatan) vol 5.29, ia menulis:
“Negara-negara tersebut bagaimanapun, yang tidak mengangkat mata-mata mereka ke Sorga, tidak juga membalas terima kasih ke pada Pencipta mereka, tidak juga berharap memegang terang kebenaran, …. Dan karenanya, ketika di pada akhirnya Gereja akan ada tiba-tiba terangkat (caught up) dari sini, itu dikatakan, ”Pada waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.” (Matius 24:7)

Nampak di atas bahwa doktrin Pengangkatan Gereja sebelum kesusahan telah diajar dan didokumentasikan dengan baik sebelum Kaisar Constantine mengadopsi Kristianiti sebagai agama resmi Kerajaan Romawi di 325 AD, oleh sebab ia melihat tanda salib di langit yang memberi dia kemenangan atas lawannya, dan mencampurkan ajaran tersebut dengan agama kuno Roma– yang 1000 tahun kemudian semakin keluar dari jalur Alkitab dan menjadi Gereja Roma Katolik seperti yang kita lihat dan kenal saat ini.
Perlu diingat:

  • Saksi Kristus. Cyprian dipenggal kepalanya oleh pemimpin Romawi oleh karena iman Kristennya. Ephraim sekalipun ia dijadikan ”santo” oleh Gereja Roma Katolik, ia tidak pernah menganut dan terlibat dengan ajaran Katolik dan tidak juga hidup di wilayah Kerajaan Romawi selama hidupnya. Tentang Pendeta John Nelson Darbi (1800-1882), ia adalah bekas-pendeta Katolik yang berpindah ke Kristianiti, lebih dari itu ia telah menyakinkan banyak petani Irlandia untuk meninggalkan Gereja Katolik. [3]
    Jadi sekarang Anda bisa melihat motivasi dari penyerangan doktrin pre-tribulation rapture tersebut dan mengapa John N. Darbi diserang.
  • Lahirnya doktrin Post-tribulation rapture. Sejarah Gereja mencatat Gereja Roma Katolik di abad ke 16, – untuk menghadapi gerakan Revormasi yang menjalar cepat di Eropa melalui kepemimpinan Dr. Martin Luther dan Kalvin – Paus menugaskan dua orang Katolik Jesuit untuk membuat doktrin Pengangkatan yang menentang doktrin Pengangkatan yang telah dipercayai oleh Gereja Mula-mula. Kedua orang tersebut membuat dua doktrin baru yang saling berlawanan satu dengan lainnya. Francisco Ribera tahun 1590 mengajar “pengangkatan terjadi beberapa hari setelah akhir dari masa kesulitan”, sedangkan temannya mengajar “pengangkatan telah terjadi.” Anda bisa lihat dua doktrin ini dilahirkan hanyalah untuk membingungkan Gereja YAHWEH dan memecah belah, itu lahir bukan dari motivasi pengujian doktrin yang sehat.

3. Janji kelepasan bagi umat YAHWEH dari hukuman-Nya di bumi telah banyak terjadi di Perjanjian Lama
• Nuh dan seisi keluarganya disingkirkan dari bumi oleh Elohim sebelum dari Air Bah yang membinasakan semua mahluk hidup di bumi kecuali binatang di dalam airPersamaan kejadian antara kejadian Air Bah dengan Masa Kesukaran
• Lut, isteri dan kedua putrinya disingkirkan oleh Elohim dari kediamannya sebelum kota Sodom dan Gomorah dimusnahkan dengan api belerang yang turun dari langit
• Bangsa Israel semasa perbudakan di negara Mesir tidak mengalami efek dari 10 tulah yang ditimpakan Elohim kepada Firaun dan rakyatnya
4. Janji kelepasan bangsa Israel dan Gereja dari kesulitan yang akan ditimbulkan oleh Anti-Kristus telah janjikan di Alkitab
• Kis 1:10-11, Yoh 14:1-3, 1 Tes 4:16-17. Janji dua malaikat bahwa Yeshua akan datang kepada umat-Nya dengan cara yang sama, menjemput mereka dan akan seterusnya bersama mereka
• Wahyu 12:13-17. Pewahyuan Yeshua kepada rasul Yohanes ini membuktikan doktrin Post-tribulation Repture tidak masuk akal sama sekali! Pemerintahan Anti-Kristus dimulai ketika Naga (Ular Tua/ Setan) diusir dari langit, dan Setan mencari laki-laki yang siap berdagang dengannya (pria tersebut memiliki kuasa Setan, namun seluruh hidupnya menjadi milik Setan selamanya). Setan menjadi marah besar setelah Wanita (Gereja) dengan Putranya (jiwa yang dimenangkannya) disingkirkan dari hadirat Setan. Berakibat Setan memerangi “keturunannya yang tersisa” (Lima gadis yang terkunci di luar gerbang karena kurang minyak pada pelita mereka di Matius 25:8-12)
• Wahyu 3:10. Kepada Jemaat di Filadelfia. ”Karena engkau telah memelihara firman ketabahan-Ku, Aku juga akan memelihara (keep from / guard) engkau dari waktu pencobaan yang akan segera datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi.”
• 1 Tesalonika 5:9 ”Sebab Elohim tidak menempatkan kita ke dalam murka (not appoint us to wrath), melainkan ke dalam pemeliharaan keselamatan melalui Adonai kita Yeshua Ha Mashiah.

5. Kronologi peristiwa Akhir Jaman sejalan dengan kronologi Hari-hari Raya tahunan di Alkitab
Elohim YAHWEH adalah Elohim Perencana yang sempurna, dan Mahakuasa sehingga semua yang direncanakan-Nya pastilah terjadi dan tidak ada yang bisa membelokkan apalagi membatalkan rencana-Nya.
”Setan adalah Bapa dari segala Penipu!” (Yoh 8:44 & 1Yoh 2:22). Adonai Yeshua Ha Mashiah berkata. Setanlah yang mengajar bahwa Alkitab Perjanjian Lama ”kadaluarsa” dan Torah-Nya sudah tidak diperlukan bagi orang Kristen, Israel sudah selesai sekarang adalah ”Gereja Perjanjian Baru.” Setan selalu berusaha menyesatkan umat Kristen, Setan tahu persis bahwa ia tidak bisa merebut umat Elohim yang telah dimateraikan-Nya melalui Roh-Nya sendiri (Roh Kudus). Satu-satunya jalan untuk mengeluarkan umat Kristen dari perlindungan dan berkat YAHWEH adalah membuat umat Kristen sendiri melakukannya. Dosa dan pemberontakan manusia adalah pemisah antara Pencipta dengan Ciptaan-Nya. Ketidak tahuan kita akan Firman YAHWEH adalah harapan Setan yang terdalam. Rahasia Akhir Jaman akan tersingkap dengan mudah jika kita mau mengerti isi Perjanjian Lama. Sebab PL dan PB adalah satu-kesatuan.
Perayaan Yahudi dan Pengangkatan Gereja sebelum masa kesukaranMari kita mulai. Perhatikan Gambar di samping ini. Jika Anda mengerti bahasa Inggris silahkan saja klik video ini: Jewish feasts and the pre-tribulation rapture of the Church by Launie Martin
YAHWEH memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan tujuh perayaan dalam setahun. 4 pada Musim Semi dan ditambah 3 pada Musim Gugur, seperti nampak pada gambar.
Pada saat kedatangan Yeshua yang pertama 2000 tahun yang lalu, hari penyaliban-Nya tepat terjadi pada Perayaan Paskah (Passover) yang diikuti dengan Perayaan (makan) Roti Tidak-beragi (Unleavened bread). Tiga hari kemudian Yeshua bangkit adalah tepat terjadi pada Hari Perayaan Buah Sulung (First Fruits), baca 1Korintus 15:20, 22b-23. 50 hari kemudian datangnya Roh Kudus membaptis para murid-murid-Nya, itu adalah tepat pada Perayaan Pentakosta (the Day of the Festival of Weeks – akhir dari 7×7 = 50); Kis 2:1-4. Sejak ini dimulailah abad Gereja (masa Anugerah bagi bukan-Yahudi) selama sekitar 2000 tahun lamanya.
Tiga Perayaan Alkitab di Musim Gugur dikenal sebagai Yom Teruah (bahasa Ibrani: hari mengangkat jeritan – kemenangan) atau dalam sekuler Yahudinya disebut Rosh Hashanah (bahasa Ibrani: puncak tahun) adalah gambaran dari tiga peritiwa penting yang akan terjadi di Akhir Jaman.
Perayaan Peniupan Sangkakala adalah gambaran dari Hari Penggangkatan Gereja bertemu Yeshua di awan-awan, dikenal sebagai “Hari Pernikahan Anak Domba,” dimana pada hari tersebut Ha Mashiah (Mempelai Pria) menjemput Gereja-Nya (Mempelai Wanita) yang tidak bercacat cela untuk ada tinggal bersama-sama Dia selamanya. Tiupan sangkakala adalah suara panggilan.
“Karena Adonai sendiri akan turun dari Sorga dengan suatu seruan, dengan suara penghulu malaikat , dan dengan sangkakala Elohim, dan orang-orang mati di dalam Mashiah akan bangkit pertama-tama. Kemudian kita yang masih hidup akan ada diangkat (caught up) bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan untuk bertemu Adonai di angkasa dan demikianlah kita akan senantiasa berada bersama Adonai.” (1 Tes 4:16-17; HCSB)
“Marilah kita bersukacita … bersukaria … memberikan kemulian kepada-Nya! Sebab pesta perkawinan Anak Domba telah tiba, dan mempelai wanita-Nya telah mempersiapkan diri. … Tuliskanlah: berbahagialah dia yang dipanggil … (Wahyu 19:7-9)
Jadi Pengangkatan adalah proses akhir untuk menuju Pernikahan: Yeshua menjemput Gereja-Nya untuk dihadapkan kepada Bapa-Nya, dan hidup bersama selamanya. Baca 1 Kor 15:51-58 dan 1 Tesalonika 4:13-18. Perhatikan kata ”pintu terbuka di Sorga” dan ”Naiklah ke sini” (Wahyu 4:1) dan ”berbahagialah dia yang dipanggil” dan Mempelai Pria yang membuka pintu bagi 5 gadis yang bijaksana di Matius 25. Hanya Yeshua yang dipercayakan Bapa-Nya untuk membuka dan menutup pintu Sorga.

Perayaan Penebusan / Pendamaian (Yom Kippur / Day of Atonement; Imamat 23:27), yaitu gambaran dari Kedatangan Yeshua ke dua kalinya ke bumi. Perayaan ini datang tujuh hari setelah Perayaan Peniupan Sangkakala.
Pada kedatangan Yeshua kedua kali ini – kali ini sebagai ”Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan” dengan jubah merah bertuliskan Nama-Nya sendiri ”Firman Elohim” – pintu Sorga kembali terbuka, Ia akan turun ke bumi bersama orang-orang kudus-Nya (1Tes 416-17) untuk berperang melawan Anti-Kristus dan pemerintahannya di bumi. Anti-Kristus dan Nabi Palsunya ditangkap dan langsung dijebloskan ke api Neraka, Setan diikat di jurang maut untuk periode 1000 tahun. Baca Wah 19:11 sampai 20:3.
Dan sekaligus menebus umat-Nya yang tertinggal dan setia sampai mati dan tidak mau menerima tanda 666. (Wah 14:9-12) Perang ini akan terjadi di suatu tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har Megiddo (Wah 16:16).
Wahyu Elohim kepada Daniel tentang Akhir Jaman berkata datangnya “penguasa keji yang membinasakan” atau “manusia pendosa / anak kebinasaan” (Paulus menyebut pemimpin tersebut) atau Gog, Yehezkiel mengenalnya (Yez 38-39:16), terjadi pada minggu terakhir dari “tujuh puluh pekan” (70 x 7hari), dimana pada pertengahan minggu (3,5 tahun manusia) pemerintahannya ia menghapus perjanjian. Baca Dan 9:24, 27 dan 2 Tes 2:3-4
Dua saksi YAHWEH yang memiliki kuasa seperti nabi Musa dan nabi Elia akan hadir di periode 3,5 tahun terakhir pemerintahan Anak Kebinasaan. Kematian mereka adalah puncak kejayaan Setan di bumi, yang segera juga menjadi kekalahan totalnya (Wah 11:2-13).
Kejadian ”terangkat” dan kemudian ”turun kembali” setelah 7 tahun kesusahan dan penghakiman tepat sama dengan peristiwa Nuh, dimana keluarganya ”naik ke perahu” dan kemudian ”turun ke bumi” setelah air bah menghukum semua mahluk di darat dan di udara. (Matius 24:37-42).

Garis Waktu dari Pengangkatan Harmageddo sampai ke Langit dan Bumi baruPerayaan tahunan terakhir adalah Perayaan Pondok Daun (Tabernacles). Jatuh pada bulan Oktober. yang merupakan gambaran dari 1000 tahun Kerajaan Damai, dimana “Elohim tinggal bersama-sama dengan umat-Nya.” Yerusalem baru turun dari Sorga. Yeshua bersama umat-Nya memerintah di bumi atas bangsa yang tersisa.
Pada Perayaan Pondok Daun umat Israel diperintahkan “Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu” (Ulangan 16:13), demikan juga tentunya di dalam satu abad yang baru tersebut! Sebab “Elohim akan menghapus setiap air mata dari mata mereka. Dan maut tidak akan ada lagi, tidak juga perkabungan atau ratap tangis, bahkan rasa sakit tidak akan ada lagi, karena hal-hal yang pertama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4). Penggenapan penuh dari Daniel 7:12-14 dan Matius 28:18 terjadi disini.

Akhir dari 1000 tahun Kerajaan Damai di Bumi. Setan (Gog, bentuk manusianya) kembali dilepas. Kali ini Gog akan mengundang semua manusia yang tersisa di keempat ujung bumi untuk melawan Yeshua dan umat-Nya (yang telah memiliki tubuh kekekalan). Setan dikalahkan dan semua pengikutnya tewas. Setan dijebloskan ke lautan api dan belerang (Neraka), ditempat yang sama dimana Binatang dan Nabi Palsu telah berada, untuk disiksa siang dan malam untuk selama-lamanya. Bumi dan langit yang lama lenyap.
Dan kemudian semua orang mati sejak penciptaan sampai pemberontakan Setan yang terakhir akan dibangkitkan, memperoleh tubuh yang kekal. Pengadilan takhta putih dimulai, dua gulungan kitab dibuka. Kitab pertama adalah catatan kehidupan mereka dan yang kedua ialah Kitab Kehidupan. Mereka dihakimi dari apa yang tertulis dala gulungan kitab itu, sesuai perbuatan-perbuatan mereka. Dan jika seseorang tidak di dapat tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api. Baca Wahyu 20:6-15.

Perhatikan angka 7 (tujuh) yang berkali-kali muncul. 7 adalah lambang dari periode mingguan YAHWEH. 6 hari penciptaan dan bekerja, lalu hari ke tujuh adalah hari Sabat (istirahat); 6000 tahun dari Adam ke abad 21 ini, lalu 1000 tahun adalah hari Kerajaan Damai di bumi; 7×7 tahun dibawah ikatan (hutang, penghambaan), setelah itu Jubile (50); 7 hari antara Perayaan Sangkakala dengan Perayaan Perdamaian, demikian juga ada 7 tahun antara Pengangkatan dengan Kedatangan Yeshua yang kedua.

Kesimpulan:

  • Peristiwa Pengangkatan Gereja ke awan-awan terjadi pada waktu yang telah ditentukan YAHWEH berkaitan erat dengan masa kesukaran. Itu tidak terjadi kapan saja.
  • Peristiwa air bah di jaman Nuh, hujan api belerang atas kota Sodom dan Gomorah serta 10 tulah yang hanya menimpa bangsa Mesir menguatkan doktrin Pengangatan Gereja sebelum Kesukaran yang dinubuatkan Yeshua di kitab Matius dan Wahyu
  • Kitab-kitab di Alkitab dengan jelas menyatakan hukuman Elohim atas bumi bukanlah bagi orang benar (Gereja atau Umat-Nya), tetapi bagi manusia yang menolak perintah firman-Nya
  • Doktrin Pengangkatan sebelum Kesukaran telah diajar oleh bapa-bapa Gereja sebelum Pendeta John N. Darby mengajarnya. Itu bahkan sebelum Kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama negara kerajaannya.
  • Doktrin Pengangkatan sebelum Kesukaran bahkan sangat sejalan dengan Perayaan tahunan Musim Gugur yang diperintahkan YAHWEH kepada bangsa Israel untuk melakukannya.

Penutup dan nasehat: Peristiwa “Pernikahan Anak Domba” sangatlah dekat, bukan hanya karena tanda-tanda jaman telah terjadi, namun juga “periode 6000 tahun kehidupan manusia di bumi” hampir mencapai ujungnya. Anda, sebagai orang yang mengasihi Yeshua dan melakukan Firman-Nya, tidak perlu panik kapan hari Pengangkatan akan tiba (yang seorangpun tidak tahu, kecuali Bapa Sorgawi), cukuplah jika Anda berjaga-jaga dan berdoa (memiliki hubungan). Bagi Anda yang tahu bahwa ada hal-hal yang belum beres di dalam kehidupan Anda, baik hubungan dengan Adonai Yeshua maupun dengan keluarga, kerabat, siapapun selesaikanlah segera. Lepaskanlah segala perbuatan dosa dan ikatan dosa. Berilah pengampunan atas orang yang bersalah kepada Anda dan berdamailah. Damai sejahtera bagi Anda para pembaca.  Anggur Baru

Artikel berkait:
Settling the Pre, Mid and Post Tribulation Controversy by Perry Stone Part 1 dan Part 2

Catatan kaki:
1. Rapture http://en.wikipedia.org/wiki/Rapture
2. What Did Ancient Church Fathers Believe About The Rapture?
3. John Nelson Darby
4. Rosh Hashanah dikenal juga sebagai Hari Tahun Baru Yahudi. Secara Alkitab, hari Pertama dari Tahun Baru Yahudi adalah Hari Paskah, yakni terjadi pada bulan April.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Menguji kenabian dan kerasulan seseorang melalui peristiwa Bileam Bilangan 22-24


Peta Israel di Moab sebelum masuk Yerikho YAHWEH, Elohim Israel, telah memperingati umat-Nya sejak di jaman nabi Musa, untuk berhati-hati tehadap nabi-nabi palsu. Itu tertulis di kitab Ulangan pasal 13 dan 18. Di sini kita akan pelajari hal yang sama dari Bilangan pasal 22 sampai 24.

Ketika bangsa Israel berkemah di dataran Moab di seberang sungai Yordan-Yerikko, sebelum memasuki tanah Kanaan, melalui kota Yerikko. Saat itu hiduplah Bileam putra Beor di Zipor (Pethor) di tepi sungai Efrat,[1] ia adalah seorang dukun terkenal di antara bangsa-bangsa di Syria[2] dan Midian.[3]  Ditimbukan oleh rasa takut kepada Israel, maka bangsa Moab (keturunan dari Lot, keponakan Abraham; Kej 11:27) dan Midian yang dipimpin raja Balak mencoba memakai kekuatan gaib untuk mengalahkan Israel, sehingga mereka menyewa dukun[4] Bileam.

Balak melalui para utusannya berkata kepada Bileam: Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; dan mereka sedang berkemah di depanku. Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kau berkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kau kutuk, dia kena kutuk.”  (Bil 22:5-6)

Mungkin Anda bertanya dapatkan kita memakai perkataan Bileam, yang bukan nabi Elohim sebagai penguji kenabian atau kerasulan seseorang? Jawabannya adalah bisa, sebab pada dasarnya Elohim bisa berbicara melalui siapapun atau apapun, termasuk melalui seekor keledai, perhatikan Bilangan 22:26-35.
Jawaban Bileam di bawah ini kepada para utusan raja Balak meneguhkan jawaban dari pertanyaan di atas, Bileam berkata: Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan YAHWEH kepadaku.” (Bil 22:8),[5] sejak kita mimiliki Alkitab, maka perkataan “orang yang mangaku nabi maupun rasul YAHWEH” haruslah sesuai dengan isi Alkitab, jika tidak maka ia adalah nabi atau rasul palsu! Lihat penjabarannya di sini.
Perkataan berkat Bileam dan nubuatannya bersumber dari Elohim YAHWEH sendiri sebab ia mencari hikmat dari Elohim, sehingga Dia sendiri menemui Bileam (23:4-5 & 16) bahkan Roh-Nya turun ke atas Bileam (24:2) sehingga keluarlah wahyu Elohim melalui mulut Bileam – sekalipun ia tidak tergolong nabi-Nya. Sekali lagi, kita dapat menganalisa pengajaran dan ucapan klaim kenabian seseorang dari perkataan Bileam yang tertulis pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24. Di bawah ini daftar persyaratannya.

Nabi yang benar haruslah:

  • Tidaklah berjalan bersama-sama dengan musuh Elohim dan umat-Nya (22:12a). Baca juga Mazmur 1:1-3.
  • Tidaklah mengutuki bangsa atau umat yang diberkati Elohim, tidak juga memurkainya  (22:12b; 23:7-8). Israel dan Jemaat Kristen adalah umat Elohim.
  • Tidak melanggar perintah YAHWEH, Elohimnya, baik perkara kecil terlebih lagi perkara besar, sekalipun dengan upah yang besar (22:18). Lihat juga Matius 16:224-27.
  • Mencari kehendak YAHWEH sebelum melakukan tugasnya (22:19)
  • Hanya mengatakan apa yang dia telah diperintahkan oleh YAHWEH untuk mengatakannya, “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Aku katakan kepadamu harus kau katakan.” (22:35, baca juga 38b). Artinya ”tidak boleh menambahi” dan ”tidak boleh mengurangi.” Baca juga Ulangan 18:20-22. Bacalah ”Nabi seperti nabi Musa; nubuatan Ulangan 18
  • Pemberitaannya haruslah menyatakan Elohim sebagai Elohim, tidak boleh mengurangi karakter-Nya yang agung, mulia dan kudus (23:18-19)
  • Jika ada kata-kata teguran bagi umat-Nya, maka teguran dari nabi tersebut haruslah sesuai Firman Elohim, yakni: membangun, menghibur dan memberi pengharapan, bukan sebaliknya merendahkan, menuduh dan mematahkan semangat (23:21)
  • Pesan nabi tersebut kepada orang yang memusuhi umat-Nya haruslah tegas dan jelas bahwa 1. Janganlah melawan umat-Nya sebab mantera  (magic curse) dan tenung (divination) tidak akan mempan melawan umat-Nya. 2. Mengajar para musuh umat-Nya untuk berani mengakui dan berkata ”Apa yang Elohim telah lakukan kepada kalian! Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti seekor singa betina, dan berdiri tegak seperti singa jantan…! (23:23-24)
  • Seorang nabi haruslah mengalami pengalaman dihinggapi Roh Elohim, sehingga ia mampu memdengarkan firman Elohim, mampu melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa dengan mata rohaninya (24:1-4) sehingga ia juga mampu melakukan mujizat-mujizat.
  • Nabi itu juga harus mengakui dan memproklamasikan perjanjian kekal YAHWEH kepada Israel yang berbunyi Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!” (24:9). Ini adalah janji-Nya kepada Abraham (Kej 12:3) dan mengalir kepada Ishak, dan Ishak meneruskannya kepada Israel, putranya (Kej 27:29).

Tentu reaksi musuh-musuh YAHWEH dan umat-Nya akanlah menjadi marah kepada orang yang menyatakan hal-hal seperti tertulis di atas, seperti raja Balak orang Moab ini, ia berkata kepada Bileam dengan marah yang besar: ”Aku memanggil engkau untuk menyerapah musuh-musuhku, tetapi lihatlah, engkau benar-benar telah memberkati mereka ini sampai tiga kali! … aku telah mengatakan bahwa aku akan membayarmu sangat banyak, tetapi lihatlah, YAHWEH telah menahanmu dari kelimpahan!” (Bil 24:10)

Dan inilah jawaban Bileam kepada Balak, orang yang mata rohaninya telah terbuka dan telah dihinggapi Roh YAHWEH:  ”Bukankah kepada utusan-utusan yang telah engkau kirimkan kepadaku pun aku sudah berbicara dengan mengatakan: Sekalipun Balak [di depan para pengikut raja Balak, Bileam hanya menyebut namanya, mengabaikan status jabatan raja!, orang yang memiliki Roh Elohim ia seharunyalah tidak pernah takut kepada manusia] memberikan kepadaku rumahnya, penuh emas dan perak, aku tidak mampu melanggar perintah YAHWEH untuk melakukan yang baik atau jahat dari hatiku sendiri, karena yang YAHWEH katakan, itulah yang akan aku katakan. (24:12-13)

Pasal 25nya merupakan ramalan Bileam tentang datangnya penguasa dari bangsa Israel Mashiah (Messiah) yang akan meremukkan keturunan raja Balak, yakni bangsa Moab: “Aku melihat Dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang Dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan penjuru-penjuru[6] Moab, dan menghancurkan semua anak Sheth (ayat 17).

Pertanyaan: Jika Anda membaca Kuran (ajaran Muhammad) dan hadis-hadis (catatan tingkat-laku Muhamad), dan memandingkan dengan perkataan Bileam pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24, apakah Anda berpikir Muhammad dapat digolongkan sebagai nabi YAHWEH?

Bacaan berkait:


[1] Menurut catatan tradisi Yahudi, Bileam adalah cucu dari Laban, kakak ipar Ishak, berarti juga mertua dari Yakub. Kalimat yang dilabelkan Balak kepada Bileam di Bilangan 22:6 meneguhkan bahwa ia memiliki hubungan darah dengan Abraham, lihat Kejadian 24.  Atas dasar hukum Israel di Ulangan 18:10-12 dimana praktek perdukunan terlarang bagi orang Israel, dan ditambah kejadian jebakkan raja-raja Moab dan Median kepada pria Israel melalui wanita-wanita mereka sehingga banyak pria Israel menyembah berhala Baal (Bil 25) – yang Alkitab nyatakan jebakan tersebut adalah berasal dari nasehat Bileam (Bil 25:16 dan Wahyu 2:14) maka dukun Bileam termasuk bagian dari orang-orang Median yang dihukum mati oleh bangsa Israel atas perintah Elohim. (Bil 31:8). Nampak pada akhirnya raja-raja Moab dan Midian berhasil menyogok Bileam untuk memberikan nasehat jahat bagaimana bisa mengalahkan bangsa Israel, satu-satunya jalan adalah membuat mereka keluar dari perlindungan kuasa Elohim, yakni berbuat dosa perzinahan rohani alias menyembah berhala. Iblis memakai kawin campur agama  dan ibadah oikumene untuk membuat umat YAHWEH menjadi berkompromi dengan kegelapan. Bileam adalah figur kuno dari jenis orang-orang Yahudi Modern abad 21 yang anti-Israel, yakni bangsanya sendiri oleh karena tergiur oleh kekayaan dunia dan jabatan politik.
[2] Syria di jaman Musa meliputi wilayah dari timur sungai Yordan sampai ke sungai Efrat. Suku Moab, Amori (keduanya adalah keturnan Lot) dan Edom (keturunan Esau, saudara kembar Yakub) di Perjanjian Lama sekarang adalah bagian wilayah dari Negara Yordan.
[3] Bangsa yang tinggal di Dataran Sinai bagian Timur, sekarang terletak di barat tenggara Arab Saudi. Isteri nabi Musa adalah orang Median.
[4] Persamaan dan perbedaan umum nabi YAHWEH dengan dukun. Keduanya memiliki indra keenam yang peka, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani manusia, keduanya juga memiliki kekuatan alam-roh yang memampukan mereka meramal, mengutuki  serta melakukan mujizat. Bedanya adalah nabi mendasarkan semua perbuatan di atas berdasarkan hikmat dan kuasa Roh YAHWEH sedangkan dukun berdasarkan hikmat dan kuasa roh-roh Setan pada umumnya. Tujuan dari perbuatan mereka juga berbeda, nabi melakukannya untuk kemulian YAHWEH sedang dukun untuk ke untungan dirinya sendiri (ketenaran dan kekayaan, seperti Bileam putra Beor ini).
[5] Bileam menyadari bahwa kuasa gaib yang ia miliki tidaklah mampu melawan kuasa YAHWEH, Elohim Israel; jika para ahli sihir Firaun telah tidak berdaya apalagi dirinya. Sejak ditenggelamkan-Nya kereta-kerta kuda beserta tentara Firaun ke Laut Merah, berita kedasyatan kuasa Elohim Israel ini telah tersebar ke banyak bangsa Kanaan, dan seberang sungai Yordan termasuk suku Edom – para dewa mereka tidak berdaya, mereka semuanya gemetar (Kel 15:12-16). Itulah sebabnya Bileam meminta hikmat dari YAHWEH – kekuatan tertinggi untuk berkat dan kutuk (Kej 12:1-3)!!
[6] Para pangeran (princes) dan orang-orang terkemuka di sebuah wilayah, terkadang dipanggil “penjuru-penjuru” lihat Zak 10:4

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Kitab Yesaya 19: Penggenapan Nubuatan tentang negara Mesir


Kepercayaan Mesir kuno

Yesaya 19:17 – “Maka tanah Yehuda akan menimbulkan kegemparan di antara orang Mesir, dan siapapun yang teringat kepadanya akan terkejut mendengar keputusan YAHWEH semesta alam yang diambil-Nya mengenai mereka.

Banyak orang Mesir saat ini sedang membicarakan kitab nabi Yesaya pasal 19!  Mereka percaya ayat-ayat di Yesaya pasal 19 ini sedang tergenapi!! Nabi Yesaya hidup 2600 tahun yang lalu di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.
Kitabnya tertulis sebelum Kerajaan Babilonia mengalahkan Israel.

[Sebuah Nubuatan melawan Mesir; ayat 1-15]
Ucapan ilahi terhadap Mesir. Lihat, YAHWEH mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir, maka berhala-berhala Mesir gemetar di hadapan-Nya, dan hati orang Mesir, merana hancur dalam diri mereka. Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir, supaya mereka berperang, setiap orang melawan saudaranya, dan setiap orang melawan temannya, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan; semangat orang Mesir menjadi hilang, dan rancangannya akan Kukacaukan; maka mereka akan meminta petunjuk kepada berhala-berhala dan kepada tukang-tukang jampi, kepada arwah dan kepada roh-roh peramal. Aku akan menyerahkan orang Mesir ke dalam tangan seorang tuan yang kejam, dan seorang raja yang bengis akan memerintah mereka; demikianlah firman Adonai YAHWEH Tsebaot.[1]

Air dari sungai Nil akan habis, dan sungai itu akan menjadi surut (wasted; KJV) dan kering, sehingga terusan-terusan akan berbau busuk, dan anak-anak sungai Nil akan menjadi dangkal dan kering, gelagah dan teberau akan mati rebah. Rumput di tepi sungai Nil dan seluruh tanah pesemaian pada sungai Nil akan menjadi kering ditiup angin dan tidak ada lagi. Para nelayan akan mengaduh dan berkabung, yaitu semua orang yang memancing di sungai Nil; semua orang yang menjala di situ akan merana juga. Orang-orang yang mengolah lenan akan mendapat malu, demikian juga tukang-tukang tenun kain putih. Mereka yang menenun akan remuk hatinya, segala pekerja upahan akan bersedih hati.

Para pembesar Zoan[2] adalah orang-orang bodoh belaka; para penasihat Firaun yang paling bijaksana memberi nasihat yang dungu. Bagaimanakah kamu dapat berkata kepada Firaun: “Aku ini anak orang-orang bijaksana, anak raja-raja zaman purbakala?” Di manakah orang-orang bijaksanamu? Biarlah mereka mengumumkan kepadamu serta memberitahukan apa yang diputuskan YAHWEH Tsebaot tentang Mesir. Para pembesar Zoan bertindak tolol, para pembesar Memfis (Noph; KJV) sudah teperdaya; para pemuka suku-suku mereka telah memusingkan Mesir. YAHWEH telah mencurahkan di antara mereka suatu roh kekacauan, dan mereka memusingkan Mesir dalam segala usahanya, sehingga seperti seorang mabuk yang pusing waktu muntah-muntah. Dan tidak ada usaha Mesir yang akan berhasil yang dilakukan oleh pemimpin dan pengikut, oleh pemuka dan orang biasa.

[Mesir akan meninggalkan dewa-dewanya dan mengenal YAHWEH; ayat 16-25]
Pada waktu itu orang-orang Mesir akan seperti orang-orang perempuan; mereka akan gemetar dan terkejut terhadap tangan YAHWEH semesta alam yang diacungkan-Nya kepada mereka. Maka tanah Yehuda akan menimbulkan kegemparan di antara orang Mesir, dan siapapun yang teringat kepadanya akan terkejut mendengar keputusan YAHWEH semesta alam yang diambil-Nya mengenai mereka. Pada waktu itu akan ada lima kota di tanah Mesir yang berbicara bahasa Kanaan dan yang bersumpah demi YAHWEH Tsebaot. Satu di antaranya akan disebutkan Ir-Heres.[3] Pada waktu itu akan ada mezbah bagi YAHWEH di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi YAHWEH pada perbatasannya. Itu akan menjadi tanda kesaksian bagi YAHWEH semesta alam di tanah Mesir: apabila mereka berseru kepada YAHWEH oleh karena orang-orang penindas, maka Ia akan mengirim seorang juruselamat kepada mereka, yang akan berjuang dan akan melepaskan mereka.

YAHWEH akan menyatakan diri kepada orang Mesir, dan orang Mesir akan mengenal YAHWEH pada waktu itu; mereka akan beribadah dengan korban sembelihan dan korban sajian, dan mereka akan bernazar kepada YAHWEH serta membayar nazar itu. YAHWEH akan menghajar orang Mesir, akan menghajar dan menyembuhkan; dan mereka akan berbalik kepada YAHWEH dan Ia akan mengabulkan doa mereka serta menyembuhkan mereka.

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”  (Yesaya 19:1-25; ITB)

Di bawah ini saya sertakan beberapa artikel yang membahas nubuatan Yesaya 19 ini dengan kejadian-kejadian di Mesir saat ini.

Ada buku bagus yang isinya berlandaskan Yesaya 19:23-25 yang berjudul “The Sons of Abraham” oleh Tom Hess.
Artikel lainnya yang berkaitan:
Catatan kaki:

[1] YAHWEH Tsebaot, bahasa Ibrani, atau TUHAN semesta alam (LAI) adalah salah sat nama panggilan dari Elohim Abraham, Ishak dan Israel. Nama ini menggambarkan bahwa Dia lah satu-satunya Elohim  Pencipta dan Pemilik semesta alam. Lihat Kejadian 2:1-1-3 dan Wahyu 14:7 serta Wahyu 21:6-7.
[2] Zoan (Tanis atau Tanitic) adalah kota kuno Mesir, dibangun 7 tahun setelah kota Hebron, Israel (Bilangan 13:22).[3] Artinya: Kota Reruntuhan ( KJV, Kitab Suci ILT), atau terjemahan lainnya Kota Matahari (City of the Sun; Holman Christian Standard Bible/ HCSB).  Tertulis ”heres,” destruction, tetapi itu dibaca ”cheres,” the Sun; dan ada sebuah kota di Mesir disebut Bethshemesh, rumah Matahari, Yeremia 43:13 dan oleh orang Yunani disebut Heliopolis, oleh orang Latin Solis Oppidum; sehingga menurut versi Latin Vulgate menjadi ”dan satu akan disebut kota Matahari,” itu adalah Heliopolis, dimana Matahari disembah (John Gill; )Exposition of The Entire Bible).

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog