The Word of God (Holy Bible) says about freedom of speech and expression


Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:18-19)

Konflik keras antara kelompok pro dan kontra akan hak kebebasan berbicara (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) sedang terjadi di depan mata kita oleh karen iklan film Innocent of Muslims dan diikuti oleh karikatur Muhammad buatan Charlie Habdo.
Apakah yang sesungguhnya Firman YAHWEH, Alkitab, tulis tentang kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat? Apakah ajaran Kristianiti mendukung kedua hal tersebut atau menolaknya? Bagaimanakah kita harus bersikap atas hal ini?

Difinisi kebebasan berbicara: The right, guaranteed by the First Amendment to the United States Constitution, to communicate ideas and opinions without government intervention (law.yourdictionary.com).
Dalam prakteknya hal ini dapat dilakukan bukan saja dengan mulut, tetapi juga melalui karya tulis, segala bentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film.

1. Sekilas sejarah Kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Eropa. Kebebasan berbicara dan kebebasan menyatakan pendapat adalah hak secara politik untuk mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan ide-ide seseorang melalui berbicara. Hak ini diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di dalam Artikle 19 dari Universal Declaration of Human Right dan diakui di hukum HAM internasional pada the International Covenant of Civil and Political Rights (ICCPR).

John Stuart Mill (Tokoh filsafat Inggris, 1806-1873) dalam bukunya ”On Liberty” berargument bahwa tanpa kebebasan manusia tidaklah akan ada perkembangan di dalam ilmu pengetahuan (science), hukum atau politik; sebab itu, menurut Mill, diperlukan kebebasan mendiskusikan pendapat. Ia yakin, kebenaran mengusir kesalahan, karenanya bebas mengexpresikan  ide-ide tersebut, benar atau salah, haruslah tidak perlu ada ditakuti. Bukunya yang diterbitkan di tahun 1859 telah menjadi pertahanan klasik bagi hak untuk kebebasan mengungkapkan pendapat.
Namun Mill percaya bahwa “kebenaran itu selalu berubah.” [Secularism melihat bahwa kebenaran ini bergantung dari budaya, dan kesepakan suara terbanyak; Christianity melihat kebenaran sebagai suatu yang absolute, dan tidak berubah karena Elohim bersifat tidak berubah].

Kebebasan berbicara dan atau mengungkapkan pendapat sudah dikenal dalam budaya Yunani di akhir abad ke 6 atau awal abad ke 5 BC.

2. Firman YAHWEH mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, tetapi juga memperingati para pelaku kedua hal tersebut.
Elohim memberikan kepada setiap manusia kehendak bebas (free will), Elohim mengasihi manusia dengan tulus dan kehendak bebas-Nya, dan Ia juga berharap manusia mengasihi Dia dengan hati yang tulus, berdasarkan kehendak bebas, bukan karena paksaan atau ancaman, jika tidak demikian maka Dia cukup menciptakan manusia seperti robot (benda mati yang dapat bergerak dan berbicara). Kita bukanlah robot, bahkan kita diciptakan-Nya lebih tinggi derajatnya dari segala binatang (Kej 21:20-21). Kita diciptakan Elohim sesuai dengan gambar dan rupa-Nya dan tercipta melalui karya tangan-Nya sendiri. (Kej 1:26).
Benar bahwa hak kehendak bebas itu sepenuhnya milik manusia, namun Elohim membuat suatu hukum, yakni setiap kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat (dalam bentuk perkataan, perbuatan, bahkan pikiran) (Wahyu 22:12).

2.1. ‘Alkitab, Firman YAHWEH, mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Kedua hal ini adalah bagian dari kehendak bebas yang YAHWEH, Elohim Pencipta, telah berikan kepada manusia. Jika ada manusia yang mengontrol manusia lain, maka pengontrol tersebut tanpa ia sadari ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim, bahkan berlaku dan berpikir lebih tinggi kuasanya dari Elohim penciptanya; inilah yang disebut dosa menghujat Elohim (blasphemy). Berikut ini contoh-contoh di Alkitab yang mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan mengungkapkan pendapat (freedom of expression):

2.1.1. Korah, Datan, Abiram dan On berontak kepada nabi Musa dan Harun. (Kitab Bilangan 16). Sekitar 1450 BC.
Keempat orang ini beserta 250 tokoh masyarakat dengan bebas menyampaikan protes mereka,  bahkan melontarkan tuduhan kepada nabi Musa, seorang yang terkenal dengan mujizat-mujizatnya yang sangat luar biasa dan bahkan sering berhadapan muka dengan hadiran YAHWEH (Ul 34:10-12), mereka berkata: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan YAHWEH ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah YAHWEH?” (ay 3). Jangan coba-coba melalukan hal ini kepada President Mesir yang baru, Muslim Brotherhood, Anda langsung akan dihukum salib!

Apakah reaksi nabi Musa? “Sujudlah ia.” (ay.4; ITB), versi lain ”lalu tersungkurlah dia  pada mukanya” (ILT; sama dengan KJV). Musa menunjukkan bagaimana inginnya dia untuk ada berserah kepada mereka, dan bagaimana senangnya dia untuk melepaskan kepemerintahannya jika memang Elohim berkehendak. Ayat 5; Ia menyerahkan perkara ini kepada Elohim, ia berkata: ”Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan …”

Datan dan Abiram yang telah meninggalkan tenda pertemuan ini lebih awal, menolak dengan tegas panggilan Musa, berkata “Kami tidak mau datang. Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” (Ay 12-14).
Jika Anda adalah nabi besar seperti nabi Musa, apakah reaksi Anda atas jawaban ketus dan tidak berdasarkan kebenaran ini? Elohim mengenal hati nabi Musa-seorang hamba yang sangat lembut (Bil 12:3), tentunya Dia bisa langsung menurunkan api dari langit membakar para anti-kepemimpinan nabi Musa dan Harun tersebut; namun Dia tidak melakukannya! Nabi Musa pun tidak menghukum keduanya, sebaliknya ia menantang Korah dan kelompoknya untuk membuktikan kebenaran pendapat dan tuduhan mereka di depan YAHWEH, esok harinya.

Miryam dan Harun pun pernah mengungkapkan pendapat melawan nabi Musa oleh sebab ia menggambil wanita Kush sebagai isterinya. Nabi Musa tidak berbuat apa-apa, tetapi YAHWEH sendiri yang mengadili kasus perselisihian mereka. (Bil 12).

2.1.2. Masalah free speech yang lebih kritis. Sebelum peristiwa free speech dan free expression Korah Cs. ini, juga telah terjadi hal sejenis, bahkan lebih parah lagi, semua orang Israel bersungut-sungut kepada nabi Musa dan Harun setelah mendengar laporan yang provokatif (dilebih-lebihin) bahwa musuh mereka adalah para raksasa dan mereka adalah belalang, ”Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang (menjadi budak kembali) ke Mesir?” (Bil 14:4). Firman YAHWEH mencatat apa reaksi Musa dan Harun. “Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. (ay. 5).
Musa dan Harun dibela oleh Yosua dan Kaleb; melalui bakar rumah dan membunuh dengan pedang para pemberontak tersebut? TIDAK sama sekali!!
Yosua dan Kaleb membela pemimpin mereka melalui hak kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat pula. Keduanya merobek baju mereka (freedom of expression) dan mengangkat suara mereka (freedom of speech). Baca ayat 6-9.
Tiba-tiba YAHWEH menampakkan diri di tengah-tengah mereka melalui wujud tiang awan (Ul 31:15) dikarenakan rakyat ingin membunuh Yosua dan Kaleb dengan lemparan batu (ay.10). YAHWEH siap menghukum mereka atas  “pemberontakan” dan “kejahatan main hakim sendiri,” namun Musa bersyafaat melunakkan hati Elohim dan memohon pengampunan Dia untuk bangsa Israel yang telah berdosa tersebut. YAHWEH merubah pikiran-Nya dan mengampuni mereka (ay. 11-24).

Nampak sekali bahwa hukum dan budaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah terwujud pada awal lahirnya bangsa Israel abad 14 Sebelum Masehi (BC).

2.1.3. Free speech dan free expression nampak dalam kehidupan ajaran Yeshua Ha Mashiah. Sekitar tahun 30 AD.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Mat 10:27)
Di atap-atap rumah;” Anda yang pernah ke-negara-negara Timur Tengah pasti tahu bahwa atap-atap rumah mereka adalah datar (umumnya untuk menjemur dan bermain), atap rumah adalah mimbar untuk berbicara kepada masyarakat. Yeshua sering kali naik ketempat yang lebih tinggi ketika Ia ingin berbicara kepada para pendengarnya: naik keatas perahu, kotbah di bukit.

Jawaban Yeshua atas pertanyaan imam besar mengenai murid-murid-Nya dan ajaran-Nya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Elohim, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” (Yoh 18:20-21). Tiga setengah tahun Yeshua berbicara, berdebat dan mengajar di jalan-jalan dan tempat ibadah (termasuk di Bait Elohim), bukan hanya murid-murid-Nya telah tahu apa yang Ia katakakan tetapi juga semua orang Israel yang telah mendengar-Nya.

Ketika seorang tentara agama Yahudi menampar pipi-Nya, karena menganggap jawaban tersebut tidak sopan, Yeshua menunjukkan kebebasan mengungkapkan pendapat-Nya (freedom of expression),  “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (ay 23).

Main pukul atau kekerasan jika tidak setuju atas perkataan atau ekpresi seseorang sangatlah ditentang oleh Yeshua, Adonai Yeshua mengajar “jika suatu perkataan salah, tunjukkan dan buktikan kesalahannya.” Dengan kata lain, bagawalah masalah tersebut kepengadilan jika Anda berpikir suatu pernyataan itu salah, tetapi jangan main hakim sendiri.

2.1.4. Rasul Paulus juga melakukan Free speech dan free expression. Segera setelah kenaikkan Yeshua ke Sorga. Bacaan Kisah para Rasul pasal 21 dan 22.
Paulus terancam dibunuh oleh rakyat yang terhasut oleh orang Yahudi yang anti Paulus ketika ia ada di Yerusalem. Main hakim sendiri rakyat Yerusalem atas Paulus terhenti oleh kehadiran tentara-tentara Romawi (21:31-32). Sebelum ia dibawa keluar dari kerumunan masa yang marah itu untuk dibawa ke markas Romawi, ia berbicara kepada tentara Romawi tersebut dengan bahasa Yunani untuk meminta diri berbicara kepada orang-orang Ibrani yang marah tersebut (ay 37-40). Pasal 22 adalah penerapan dari hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat rasul Paulus (ay 1-21), yang berakhir kembali kepada kemarahan rakyat. Tentara Romawi yang tidak mengerti apa yang terjadi (karena tidak mengerti bahasa Ibrani, bangsa yang mereka jajah) lalu membawa Paulus kemarkas mereka untuk dicambuk (ay 24). Kembali Paulus memakai haknya“Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Romawi, apalagi tanpa diadili?” Para tentara dan kepala pasukan ini menjadi takut. (ay 25). Disini Anda lihat bahwa kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah dianut oleh bangsa Romawi (Italia sekarang ini); bangsa Romawi mengadopsi budaya tersebut dari bangsa Yunani. Roma juga mengadopsi agama Yunani.

2.2. Firman YAHWEH memperingati bahaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api;… sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3:5)
Pertama-tama, ketahuilah penyalah gunaan hak kebebasan berkehendak / freedom of will (dengan segala bentuknya; termasuk freedom of speech dan freedom of expression) yang manusia dapatkan dari Elohim terjadi pada semua kelompok, tidak saja orang Barat sekuler, namun juga termasuk para pemimpin Roma Katolik dan para pemimpin Islam terhadap bangsa dan negara Israel.

Akar masalah manusia sesungguhnya bukan pada lidah dan mulut manusia, tetapi hati dan pikiran kita, seperti peryataan Yeshua kepada para ahli agama soal makanan najis (haram), “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”  (Mark 7:14-15), Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (ay. 20-23)

Para pemakai hak kebebasan berbicara  (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) bisa berargument bahwa mereka tidak bermaksud memprovokasi pribadi atau kelompok tertentu, atau sekedar humor belaka, sederhananya “hanya sekedar memakai hak mereka,” yang memang secara hukum pemerintah dibenarkan.

Kita mungkin terbebas dari pengadilan negara (yang hanya dapat melihat fakta), tetapi kejahatan hati dan pikiran kita tidak bisa disembunyikan di hadapan YAHWEH yang mampu melihat hati dan pikiran kita, Ia mengetahui setiap motivasi kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita semua untuk hidup benar, ”Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Ha Mashiah (Kristus), supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Kor 5:9-10).

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Indonesia: Fanatik Islam menguasai moral pemimpin bangsa?


Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi setiap Anda yang merayakannya. Semoga sukacita dan damai Elohim (Allah) ada ditengah-tengah perayaan Anda.

Pendahuluan. Setiap 17 Agustus seluruh bangsa Indonesia membacakan idiologi kebangsaan Pancasila dengan rasa hormat dan bercampur bangga bahwa bangsa dan negara Indonesia memiliki prinsip moral berbangsa yang begitu baik.

Dari kelima sila di atas tercakup hubungan vertikal manusia dengan Penciptanya (sila pertama), dan hubungan horisontal manusia dengan sesamanya (sila kedua). Pada sila ketiga sampai kelima ialah mengikat semua suku-bangsa yang berada di dalam ‘naungan sayap garuda’ Pancasila, jelas di dalamnya ada jaminan keamanan dan kebebasan hidup dan berkarya dan tanggung jawab – “keadilan sosial” – dalam suatu wadah kepemimpinan yang sehat dan resmi (sila keempat). Jaminan dan tanggung jawab ini berlaku bagi seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia.

Sejauh manakah idiologi Pancasila mengilhami kehidupan pemimpin dan bangsa Indonesia? Daftar laporan ini dipercayai  sangat mengganggu para penjunjung tinggi Pancasila dan HAM, suatu daftar laporan yang bagus untuk kita bercermin dan mengevaluasi kehidupan antar suku bangsa di Indonesia.

Penekanan tulisan ini berada pada sektor kehidupan beragama, inti dari pola pikir dan kehidupan bangsa Indonesia. Sektor agama di Indonesia mempengaruhi sektor-sektor penting lainnya, seperti keamanan dan ekonomi bangsa Indonesia, pada akhirnya akan mempengaruhi kesatuan negara Republik Indonesia.

Indonesia secara umum. Untuk mengerti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, kita harus melihat bangsa Indonesia secara keseluruhan, melibatkan setiap suku dan bahasa mereka – dari Sabang sampai Marauke – sebab itulah Indonesia. Tidak menyertakan atau mengeluarkan satu suku dari kehidupan ideologi Pancasila, maka itu berarti membuang suatu wilayah (profinsi, pulau) dari kesatuan Indonesia. Bangsa Indonesia bukanlah hanya suku Jawa dan Sunda saja, tetapi melibatkan semua suku yang hidup dan berkebangsaan Indonesia, menurut suatu surfei Indonesia terdiri dari sedikitnya 781 suku bangsa (people groups). Kepercayaan mereka tentunya lebih dari lima kepercayaan besar (Islam, Kristen Protestant, Katolik, Budha dan Hindu) yang diakui oleh  pemerintah Indonesia. Inilah yang membuat Indonesia kaya dan unik di dalam tatanan kehidupan individu dan sosialnya, inilah ”Persatuan Indonesia!”

Kepemimpinan President Susilo Bambang Yudhoyono (dipanggil dengan sebutan “bapak SBY”). Beliau menjabat dari Oktober 2004 – sampai sekarang. Beliau seorang pemimpin yang berpendidikan tinggi, lulusan universitas di USA; Master of Management dan pendidikan militer.[1] Beliau juga menyandang gelar Dokter untuk bidang Ekonomi Perkebunan dari IPB.[2] Di tambah dengan pengalaman hidup di luar negeri serta fasih berbahasa Inggris, semua merupakan suatu bekal pendidikan yang sangat menunjang keberhasilan seorang pemimpin bangsa.

Laporan pelanggaran HAM. Dua puluh tahun terakhir ini radikal Islam Sunni semakin beringas dan cenderung sadis. Laporan internasional tentang pelanggaran HAM dari sektor agama di Indonesia tidaklah sepanas di Korea Utara atau di RRC atau di negara-negara Timur Tengah, seperti Mesir, Iran dan Pakistan, namun level pelanggaran HAM Indonesia tidaklah kecil, bahkan nampak semakin menggunung, dan yang lebih mengancam … mereka semakin terorganisasi!

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama resmi di Indonesia tidak hanya agama Islam namun juga Kristen Protestan (dengan segala denominasinya), Roma Katolik, Buddha (dengan segala cabangnya) dan Hindu. Di luar lima agama resmi ini, bangsa Indonesia juga menganut agama lainnya, seperti Animisme, Polytheism, Konghucu, Kebatinan. Selain itu terdapat juga ideologi moral Liberalisme, Komunisme, Konfusianisme. Orang Indonesia juga harus sadar bahwa agama Islam di Indonesia juga memiliki banyak cabang, tidak hanya Sunni, tetapi juga Shia, Sufi, Ahmadiah dan lain-lain. Pada kenyataannya, kelompok Islam Sunni Indonesia- yang adalah kelompok mayoritas – ingin menutup mata keberadaan kepercayaan bangsa Indonesia lainnya.

Peristiwa pengancaman, penutupan dan pergerusakan rumah-rumah ibadah dan Sekolah-sekolah Theologia (DOULOS, SETIA) yang disertai serangan fisik dan pembunuhan (termasuk para pengikut Islam Ahmadiah) atas bangsa Indonesia oleh Islam Sunni  di Indonesia semakin tidak  beradab (menurut standard universal Hak Asasi Manusia) dan merusak citra ideologi Pancasila dan bangsa Indonesia sendiri.

Lihat daftar-daftar hitam lembaran Islam Sunni Indonesia di sini:

Mengapa pemerintah Indonesia membiarkan kelompok-kelompok Islam radikal bertumbuh dan bahkan membiarkan mereka membangun kekuatan pasukkan jihadnya? Bukankah gerakan mafia terlarang di Indonesia? Anda bertanya: “Apa hubungannya dengan kelompok Jihad?” Saya menjawab: “Jihad adalah pemaksaan agama Islam kepada keyakinan lain melalui ancaman mental dan kekerasan fisik (dalam Islam metode ini disebut Dhimmitude); ini adalah tindakan terroris yang sama dengan cara mafia mengendalikan orang lain.” Cara ini adalah tindakan pelanggaran HAM Indonesia dan Internasional, sebab di dalam tindakan tersebut mengandung azas-azas Anarchism (anti ketertiban dan hukum negara dan pemberontakan kepada pemerintah negara yang resmi – yang telah terpilih berdasarkan SUARA TERBANYAK RAKYAT negara yang bersangkutan.

Dalam banyak masalah pelanggaran HAM radikal Sunni Indonesia yang berhubungan dengan kebebasan beragama di Indonesia, badan-badan Pemerintah Indonesia memiliki dua jenis respond klasik:

1. Mencoba menegagkan Pancasila, namun ketika diancam oleh kelompok Islam radikal, aparat Pemerintah berbalik haluan dari tugasnya dan hati-nuraninya, dan mereka menjadi ‘pembela’ para Islam radikal tersebut. RT, RW, Lurah dan aparat pemerintah yang mengenal baik warganya (non-Islam Sunni) dan warga tersebut berhubungan baik dengan masyarakat Islam, namun ketika kelompok Islam radikal memasuki wilayahnya mengancam mereka untuk menutup kegiatan non-Islam Sunni, maka para aparat pemerintah ini berubah menjadi penghianat nilai-nilai Pancasila.

2. Aparat pemerintah Indonesia secara terang-terangan memdukung kelompok Islam radikal. Mereka bukan saja memberi lampu hijau untuk gerakan anti Pancasila ini bertindak sesuka hati mereka, bahkan pemerintah turut bekerja sama dan melegalisasikan aksi kekerasan mereka; melalui menjadikan FPI sebagai kaki-tangan “badan keamanan masyarakat” dibawah payung badan keamanan negara Indonesia.

Dua factor ini yang menyebabkan merajalelanya tindakan kriminal agama di berbagai kota di Indonesia berjubahkan “membela Islam.” Andaikan para kriminal agama ini diadili, oleh karena dua factor di atas, maka hukuman yang diberikan oleh penegak hukum Indonesia kepada pelanggar Pancasila tersebut umumnya hukuman itu akan terlalu ringan,  contohnya pada kasus Juni 2011 ini:  satu tahun penjara untuk kejahatan memimpin masa untuk pembakaran dua gedung gereja dan merampok gedung gereja lainnya.

Sebaliknya jika yang bersalah adalah non-Sunni, maka hukumannya sangat berat hanya untuk pelangaran yang ringan, contoh pada tiga ibu guru Sekolah Minggu, ibu Rebekka, ibu Ratna dan ibu Eti. Mereka di penjarakan selama tiga tahun oleh karena mendidik dan mengasihi seorang anak perempuan (seijin ibunya sendiri yang beragama Islam berprofesi pelacur) dalam jalan Injil. Kehadiran para Islam radikal di pengadilan membuat Ibu dari gadis ini takut  dan ia terpaksa menarik kembali perkataannya sendiri tentang ijin tersebut. Para petugas pengadilan juga di dalam keputusan mereka terpengaruh oleh teror dari Islam radikal. Dalam kejadian ini, janganlah menyalahkan orang non-Islam jika mereka memiliki kesimpuan bahwa Islam adalah agama berfaham Anarchis.  Kejadian selama ketiga ibu ini dipenjara membuktikan bahwa Elohim Yang Adil dan Hidup menyertai mereka dan berpihak pada mereka.

’Gerakan Kemerdekaan Irian Jaya.’ Contoh telah masuknya nilai-niali jihad Islam kedalam badan militer Indonesia dapat dilihat pada film ini: The Killing of  Yawan Wayeni. Di Irian Jaya, Brimob memfilmkan seorang Kristen Serui bernama Yawen Wayeni, yang perutnya di bayonet tentara dan ususnya terlihat, di olok-olok iman Kristianinya. Film Brimob yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) ini bocor kemedia Internasional. Islamisasi di Irian Jaya nampak semakin tidak mengenal batas prikemanusia. Isteri dari Wayeni bercerita kepada  the Commission for Disappearances and Victims of Violence bahwa mereka mengikat tangan dan kaki batang pohon dan memaksa dia untuk meneriakan “Papua merdeka” sebelum memotong perutnya dengan bayonet.

The West Papua Report, pada laporan bulan Juni 2010 menulis TNI melalukan operasi “penyapuan” di wilayah Tingginambut dengan membakar rumah-rumah di tiga desa, dua orang dibunuh, seorang wanita diperkosa dan semua binatang piaraan dibunuh. Operasi siperti ini sering dilakukan oleh TNI di Irian Jaya, seperti telah dilakukan juga di Aceh sebelum Aceh memiliki hak otonominya.

Irian Barat bukanlah Aceh, dan Aceh bukanlah Irian Barat! Rakyat Irian Barat pada dasarnya tidak ingin keluar dari negara RI (Republik Indonesia), namun Islamisasi terencana, ketidak adilan dan ekplotasi kekayaan Irian Barat (yang mengalir hanya untuk pejabat Jakarta) telah menjadi beban yang berat bagi rakyat Irian yang terus menerus telah membuat rakyat Irian ingin merdeka.

Sejarah membuktikan, tindakan para TNI di Irian Jaya ini – mengancam penduduk asli melalui pengancaman dan pembunuhan yang disertai perusakan harta milik mereka – tidak akan menghasilkan kemenangan bagi ideologi Pancasila, tetapi sebaliknya kekalahan. Teror dan kekerasan (keduanya adalah akar dari ”jiwa diktatorship yang kehabisan kesabaran) adalah ”bensin pada api semangat juang ingin merdeka” bagi jiwa yang tertindas. President dan aparat harus menghentikan tindakan militer yang salah ini.

Evaluasi kepemimpinan lembaga-lembaga negara RI. Apakah semua ini bertanda bahwa kepemimpinan President SBY sudah dikuasai oleh kelompok Islam fanatik, sehingga beliau dan para pimpinan puncak tidak lagi mampu bertindak tegas kepada para peleceh ideologi Pancasila?

Pancasila adalah asas kebangsaan negara Indonesia, dan bukan hukum Islam. Pemerintah Indonesia seharusnyalah membela seluruh rakyat – tanpa terkecualian, termasuk suku dan pemeluk agama resmi minoritas – Indonesia dengan adil.

Ketidakadilan adalah awal dari kehancuran sebuah bangsa, pemerintah yang menutup mata atas kelompok minoritas yang teraniaya, bahwa membiarkan aparatnya turut berlaku anarkis,  maka tahtanya sendiri segera akan ditumbungkan – seperti yang terjadi di negara-negara Mesir, Tunisia, Libya dan Syria. Amsal Salomo berkata:  Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri… hanya merugikan diri saja. (Ams 22:16)

Pemerintah Indonesia tidak perlu takut kepada kelompok radikal Sunni, – benar bahwa kelompok Sunni adalah mayoritas di Indonesia, namun Islam RADIKAL Sunni Indonesia sebenarnya minoritas, jauh minoritas dibanding dari kelompok Kristen Indonesia.

Setan selalu berteriak lebih keras, untuk menakut-nakuti lawanya, ia seperti singa tua ompong yang mengaum-ngaum. Jeritan adalah satu-satunya senjata Setan dan para pengikutnya.

Pemerintah negara perlu mengingat dan melakukan nasehat ini:

  • By the blessing of the upright the city is exalted: but it is overthrown by the mouth of the wicked. (Pro 11:11 KJV)
  • Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas. Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran. (Ams 25:4-5)

Jika kebenaran dan keadilan ditegakkan, dan korupsi dan teror dibuang, maka pemimpin negara akan memiliki pemerintahan yang kuat. Banyaknya perbedaan agama tidaklah menjadi masalah apabila hukum dan peraturan yang adil (Pancasila di Indonesia) berjalan dengan baik, ini bisa dilihat di berbagai negara maju di Eropa Barat yang penduduknya adalah majemuk.

Orang Kristen bukanlah musuh Negara,
sebaliknya mereka adalah kawan setia Negara.

Kitab Suci Alkitab mengajar umat Kristen bagaimana bersikap kepada pemerintah:

  • Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya …Karena pemerintah adalah hamba Elohim (Allah) untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Elohim untuk membalaskan murka Elohim atas mereka yang berbuat jahat.” (Rom 13:1-4)
  • Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. (Tit 3:1) 
  • Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada YAHWEH (TUHAN), sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.  (Yer 29:7). Nasehat Elohim kepada umat-Nya melalui nabi Yeremiah, saat mereka ada dipembuangan, negara Babel (Irak saat ini), oleh karena mereka berontak kepada perintah-perintah-Nya (menyembah berhala dan melanggar kekudusan Hari Sabat-Nya, lihat Yehezkiel 23:36-49.

Kami orang Kristen berdiri membela kebijaksanaan pemerintah, membela Pancasila dan UUD 1945. Perintah Alkitab adalah perintah yang baik untuk Pemerintah, sebab itu dimanapun orang Kristen diberikan kesempatan untuk hidup bebas, maka komunitas dimana mereka berada kemakmuran dan keadilan akan hadir dengan sendirinya. Pemerintah perlu membaca buku yang bagus ini: “The Book That Transforms Nations.” Saya telah membacanya. Buku yang luar biasa bagus! Buku ini ditulis oleh seorang yang telah keliling dunia dan diundang oleh banyak pemimpin negara, termasuk raja Norwegia. Ini adalah sebuah buku dari hasil penelitian sejarah, Anda akan temukan rahasia bagaimana Korea Selatan, Norwegia, Nederlands dan banyak negara lainnya bisa sukses seperti sekarang ini.

Ragy William, salah satu dari pemberi komentar atas buku ini: FANTASTIC BOOK. “I give it 10 stars instead of 5. It gets more interesting in every page and every chapter. It talks about the effect of the Holy Bible if its instructions and teachings are followed by a whole nation. How can the nations be blessed by the Holy Bible. The Author have traveled all over the World and had written stories from many different places.”

Nasehat untuk para fanatik Islam Indonesia dan aparat pemerintah yang berhati dua. Apakah kalian ingin tahu apa akhir dari perjalanan kalian? Ketahuilah bahwa orang benar akan tetap ada selamanya, mereka tidak dapat dimusnahkan sekalipun dengan ancaman terroris, sebaliknya orang jahat akan hancur berantakan, seperti telah tertulis: Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. (Ams 24:16). Bertobatlah sebelum terlambat teman-temanku.

Jangalah lupakan sejarah 17 Agustus 1945, yang adalah akhir dari porak porandanya kesatuan dan martabat kebangsaan Indonesia yang begitu panjang (350 tahun + 3,5 tahun). Apakah para pemimpin bangsa dan rakyat Indonesia ingin kembali kepada kehacuran tersebut? Janganlah kita terjatuh pada lubang kehancuran yang sama sebagaimana telah terjadi pada negara-negara Afrika Utara, Somalia dan Syria pada tahun belakangan ini.

Mari kita amalkan Pancasila dan menyerukan kepada jiwa kita sendiri dan sesama bangsa Indonesia: “Sekali merdeka tetap merdeka!!”

Referensi:


[2] Susilo B. Yudhoyono by Wikipedia .org

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Setiap Perbuatan Ketidakadilan Akan Dihakimi


Apakah Anda seorang Penguasa Negara? Seorang Ahli Hukum? Seorang Pemimpin Agama? Seorang Hakim? Singkatnya, langsung dan tidak langsung Anda pembuat keputusan atau membuat undang-undang. Perhatikanlah Firman YAHWEH (TUHAN) ini?

Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang. Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi YAHWEH (TUHAN) melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum. Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Yesaya 59:14-16a

Bahkan: Di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan. Pengkotbah 3:16

Karena setumpuk uang Penguasa dan Hakim membenarkan seorang yang jelas bersalah. Karena setumpuk uang Penguasa dan Hakim merebut hak milik orang lemah (janda, miskin, tak berpendidikan). Berapa seringkah Anda berkata ”ya untuk sesuatu yang adalah tidak, atau berkata ”tidak untuk sesuatu yang adalah ya” oleh karena Anda cinta kedudukan dan kehormatan Anda lebih dari cinta keadilan?

Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. Habakuk 1:4

Firman YAHWEH memperingatkan Anda ”Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan.” Habakuk 2:12

Mungkin Anda berkata dalam hati, ”Siapa yang perduli dengan anak yatim, janda dan orang asing!” Memangnya saya pikirin!?

Namun YAHWEH perduli! Perhatikan Kitab Yeremia 22:3 Beginilah firman YAHWEH (TUHAN): Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!

Ketekunan ibadah Anda dan korban-korban dalam bentuk binatang dan uang (derma atau sakat) Anda tidak bisa menyogok YAHWEH untuk tidak menghakimi Anda dihari Penghakiman!

Firman-Nya jelas berkata, Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan YAHWEH (TUHAN) dari pada korban. dan lagi “Apakah YAHWEH (TUHAN) itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH (TUHAN)? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti enyembah berhala dan terafim. Amsal 21:3; 1 Samuel 15:22-23a

Bertobatlah, berbaliklah dari cara-cara hidup Anda yang jahat, carilah YAHWEH, maka Anda akan mengerti apa itu Keadilan! (Amsal 28:5)

Jika Anda bertobat, dan melakukan segala perintah-Nya, maka Anda akan terbebas dari Api Neraka, seperti janji-Nya di dalam Yehezkiel 18:21 yang berkata, Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.”

“Elohim akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.” Pengkhotbah 3:17

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

YAHWEH Adalah Pengharapan Sejati Bagi Setiap Orang


Janji-janji Firman YAHWEH dibawah ini merupakan suatu air sejuk dipadang gurun bagi setiap kita yang haus akan keadilan yang sejati terwujud di bumi ini.

Di dunia ini telah banyak orang yang telah capai menanti janji-janji pemimpin politik yang tidak pernah kesampaian. Sebelum pemilihan berjanji memulihkan ekonomi orang miskin dan membela hak kaum minoritas jika ia terpilih, namun setelah ia terpilih semua janji tinggal janji. tidak sering bahkan ia berlaku lebih buruk dari pemimpin politik sebelumnya.
Alkitab memperingatkan kita untuk berharap kepada YAHWEH saja, jika kita tidak ingin kecewa.

  • Mazmur 118:8-9 – Lebih baik berlindung pada YAHWEH (TUHAN) dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada YAHWEH dari pada percaya kepada para bangsawan.
  • Amsal 29:26Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari YAHEWH orang menerima keadilan.
  • Mazmur 103:17 – Tetapi kasih setia YAHWEH dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
  • Mazmur 135:14  – Sebab YAHWEH akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan sayang kepada hamba-hamba-Nya.
  • Amsal 8:18 – Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. Disini Yahshua (Yesus) digambarkan sebagai Hikmat (ayat 22-31 bandingkan dgn Kolose 1:15-17)
  • Yesaya 45:24a  – [S]ambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam YAHWEH.

Janganlah menjadi sakit hati kepada orang yang bertindak tidak adil atas Anda, karena sakit hati hanyalah menyebabkan penyakit bagi diri Anda sendiri, serahkanlah semua kepahitan dan kemarahan Anda kepada YAHWEH, karena DIAlah HAKIM yang adil.
Elohim bukan tidak tahu atau tidak perduli dengan ketidak adilan yang menimpa hidup Anda. Jelas Dia perdulu, waktu-Nya selalu tepat dan tidak pernah terlambat.
Janji-janji keperdulian YAHWEH atas orang yang teraniaya oleh ketidakadilan:

  • Mazmur 103:6 – YAHWEH menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.
  • Yesaya 59:17 – Ia mengenakan keadilansebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya; Ia mengenakan pakaian pembalasan dan menyelubungkan kecemburuan sebagai jubah.
  • Mazmur 12:6 – Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman YAHWEH; Aku memberi keselamatan kepada orang yang haus.

Angkatlah kepala Anda dan berpeganglah kepada Firman YAHWEH, DIA telah berjanji dan DIA akan melakukannya, suatu dunia yg adil dan damai akan segera datang!

  • Yesaya 9:5 – Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Elohim yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
  • Yesaya 9:6 – Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan YAHWEH semesta alam akan melakukan hal ini. Nabi Yesaya (hidup pada tahun sekitar 740-700BC), ayat 5 tentang kelahiran Yahshua  tergenapi lebih dari 2000 tahun yg lalu, Haleluyah!. Ayat 6 sedang menuju kepada penggenapannya!
  • Yeremia 23:5 – Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman YAHWEH, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Nabi Yeremia (hidup sekitar 70 tahun kemudian setelah Nabi Yesaya) meneguhkan nubuatan nabi Yesaya di atas dalam satu buah ayat.

  • Mazmur 10:16-18 – YAHWEH adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya. Keinginan orang-orang yang tertindas telah kau dengarkan, ya YAHWEH; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Elohim yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Elohim ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Elohim mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Wahyu 21:1-8

Jadi karenanya ingatlah nasehat Rasul Paulus ini:

”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Elohim, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” 1 Timotius 6:10-11

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog