Islam: Klaim dan Fakta – Benarkah isi Kuran sempurna dan terjaga?


Dan Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, ”… Tuliskanlah, karena perkataan-perkataan ini adalah benar dan dapat dipercaya. Dan Dia berkata kepadaku, ”Sudah jadi! Akulah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Bagi siapa yang haus, Aku akan memberikan dengan cuma-cuma dari sumber air kehidupan” Wahyu 21:5-6

Ketika Kristen dan Muslim bicara tentang ketuhanan, sangat sering Muslim mengklaim Kuran adalah kitab yang sempurna dan tidak berubah, sebaliknya menuduh Alkitab telah dikorupsi atau dipalsukan. Untuk keuntungan – terutama – bagi umat Islam yang tidak memiliki kesempatan untuk membaca buku-buku dan artikel-artikel (khususnya yang berbahasa Inggris) maka artikel ini dibuat, dengan tujuan umat Islam dan juga setiap pembaca boleh memiliki tambahan pengetahuan dan pengertian tentang sejarah agama Islam dan isi kitab Kuran dan kaitannya dengan kitab-kitab suci orang Yahudi dan Kristen. Lebih dari itu keharmonisan hidup antara ke duanya tetap terjaga, setiap perbedaan pendapat dapat dipecahkan melalui diskusi sehat.
Elohim Yanghidup dan Mahapenyayang memberkati kita semua. Salam sejahtera, Anggur Baru

Beberapa contoh klaim Kuran dan para pemimpin Islam tentang Kuran:
Surah 15:9 – “Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Pesan / Pengingat, dan, sesungguhnya, Kami akan menjaganya.
”Tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya, Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan … Hanya ada satu versi Kuran … yang dihafal dalam bahasa Arab aslinya oleh para Muslim di seluruh dunia. (Saheeh International, Clear Your Doubts About Islam: 50 Answers to Common Questions, Saudi Arabia: Dar Abul-Qasim, 2008, pp. 28-29)
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Bahasan akan meliputi:
Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan?
Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?

Mari kita bahas satu persatu klaim Kuran dan para pakar Islam di atas dan membandingkan dengan faktanya.

1. Benarkah Kuran murni berbahasa Arab dan turun dari Sorga, ibu dari segala Kitab Suci?
Kuran mengklaim: Kami telah membuat itu sebuah Kuran dalam bahasa Arab, sehingga kamu dapat mengerti. Dan sesungguhnya, itu adalah Ibu dari Kitab (Mother of the Book / the Source of Decrees) di hadirat Allah” (Su 43:4), ”Kuran ini sedemikan rupa sehingga tidak dapat diciptakan kecuali oleh Allah” (Su 10:37)

1a. Fakta bahasa asli Kuran
Cristoph Luxemberg, pakar bahasa Timur Tengah kuno berkata bahwa bahasa kuno Kuran adalah campuran dari bahasa Aram Syria dan bahasa Arab.[1]
Dan Gibson, dalam bukunya Qur’anic Geography yang didasari dari penelitian lapangan dan catatan sejarah, menyatakan bahwa pusat ibadah orang Arab pada jaman Muhammad adalah di kota Bakka, (bangsa Romawi merubahnya menjadi Petra) pusat kehidupan bangsa Edom (panggilan dari Esau, saudara kembar Yakub). Jadi tidaklah mengherankan bahwa mereka lebih dekat kepada bahasa Aram sekalipun sebagian dari masyarakat tersebut adalah suku Arab yang kita sebut sekarang negara Saudi Arabia.[2]
Hal ini sejalan dengan sejarah kesultanan Islam sendiri, bahwa pusat pemerintahan berada di Damaskus, Syria sebelum Ibn Zubair berontak dan membangun kesultanan yang lain yang berpusat di Bangdad, Irak; lihat Sejarah Islam Mula-mula dalam arkiologi dan literatur – penelitian abad 21
Professor huruf-huruf kuno dari Jerman, Gerd R. Puin, pemimpin penelitian manuskrip Kuran Sana pada laporan ilmiahnya menulis Kuran Sana yang setua dengan versi Medina mengandung perbendaharaan bahasa asing, seperti Aram, Ibrani, dan mungkin juga dari sumber-sumber Kriten, Koptic dan Qurmran.[3]

Perjalanan Abraham sepanjang hidupnya1b. Fakta pewahyuan Kuran
Pertama dari semuanya adalah bahwa kitab Kuran tidaklah unik, dan isinya tidaklah ajaib, serta tidak bisa di labelkan sebagai ”ibu dari kitab.” Beberapa contoh yang memberatkan klaim surah-surah Kuran di atas:

  • sebab sebagian besar isinya terambil dari kitab-kitab Perjanjian Lama  dan Injil
  • inti dari sejarah dan ajaran Kuran sangatlah singkat; Kuran hanya memiliki 6236 ayat, Alkitab memiliki 31102 ayat, hampir seperlima lebih singkat dari Akitab. Tanpa membaca Alkitab, para pembaca Kuran tidak akan bisa tahu siap, dari keluarga apa, dan kapan nabi-nabi sebelumnya hidup. Kesederhana  Kuran ini pula yang membuat umat Islam memerlukan kitab-kitab Hadit dan biografi Muhammad untuk menerapkan ajaran Islam secara utuh.
  • Kesalahan waktu. Tokoh-tokoh Alkitab yang ditulis di Kuran memiliki jalan cerita yang tidak harmoni dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dalam masa waktu. Contoh: a. ibu Yeshua hidup pada masa yang bersamaan dengan Harun, abang dari nabi Musa; mereka terpisah 1400 tahun dan b. Di Surah 2, terdapat cerita Musa, di situ dikatakan Allah marah kepada orang-orang Israel dan merubah mereka menjadi kera-kera, alasannya mereka melanggar Hari Sabat dan membunuh para nabi. Muhammad pada cerita ini memiliki tiga kesalahan: a. Tidak ada tertulis baik di Alkitab atau sejarah Israel Elohim pernah merubah orang Israel menjadi kera. b. Pelanggaran Sabat terjadi di jaman nabi Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel ketika negara Israel sedang makmur. c. Nabi Musa adalah nabi pertama. Muhammad nampak memiliki motif tertentu dengan cerita yang dibuatnya tersebut.
  • Kesalahan geografi. Contoh: Hagar dan Ismail minum air dari Sumur Zamzam di Mekk. Kitab Kejadian 21:14-19 menulis, keduanya mengembara di padang gurun Bersyeba dan menemukan sumur, keluar dari lembah Gerar dimana Abraham tinggal, lihat Kej 20:1-2 dan 26:15-20.
  • Isi Kuran mengadopsi cerita-cerita dongeng Talmut Yahudi, contoh: Kain dan Habel, Abraham dan Ismael membangun Kaabah, serta raja Salomo dengan ratu Sheba. Kuran juga mengutip dongeng-dongeng kuno lainnya, baca: Unusual Tales.
    Alkitab tidak mengakui Talmut sebagai kitab yang diwahyukan oleh Elohim.
  • Kontradiksi doktrin. Contoh, Kuran berkata: ”Allah tidak beranak dan tidak memperanakkan,” dengan kata lain Allah adalah tunggal (menolak konsep Kristianiti), namun hampir setiap ayat ketika Allah berfirman Ia selalu berkata ”Kami/We.” (bentuk kata orang pertama majemuk), bukan “Aku/I” seperti di Alkitab.

Kuran memilik banyak kritik dari dalam dan luar agama Islam sendiri, Jay Smith berkata.[4]
Dr. Rafat Amari, ex-Muslim Yordania, berkata bahwa ajaran yang dibawa Muhammad sebagaimana tertulis di Kuran adalah praktek agama pagan politeisme orang-orang Arab setempat yang sudah ada lama sebulum Muhammad lahir.[5]
Kesimpulan, klaim “Kuran sebagai wahyu Tuhan yang sempurna” sungguh susah untuk diterima sebab Kuran dalam banyak hal mengkontradiksi klaim-klaimnya sendiri.

Janji YAHWEH datangnya Juruselamat Mashiah Yeshua:
”sebab itu beginilah firman Adonai YAHWEH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16)

1c. Benarkah Kuran ibu dari segala Kitab (suci atau pusat keputusan Pencipta alam semesta dan segala isinya)?
Setiap orang yang pernah membaca Kuran, dan membandingkannya dengan kitab-kitab Perjanjian Lama dan kitab-kitab Perjanjian Baru pastilah meragukan klaim dari Surah 43 ayat 4 di atas. 10 Perintah yang tertulis pada dua loh batu yang di dapat nabi Musa, adalah pusat dari seluruh Perintah YAHWEH, yang Yeshua mengintisarikannya menjadi dua: Kasihilah YAHWEH dan sesamamu manusia. 10 Perintah YAHWEH ini sedikitnya 2000 tahun lebih tua dari Kuran. Beberapa alasan keraguan klaim tersebut:

  • Kuran hanya berisi 1/5 dari  isi Alkitab. Alkitab Perjanjian Baru bahkan masih lebih banyak ayat di banding isi Kuran.
  • Kuran tidak memiliki satupun cerita yang lengkap kecuali surah 12 cerita tentang Yusuf dengan caranya sendiri, tidak tersusun rapi. Contoh, bandingkan cerita nabi Yunus; di Kuran: S. 37:139-160 – Yunus & putra Allah; S 6:86 – Yunus & Lot; S 10:98, S 21:87-88. Baca dan cobalah mengerti dari semua surah tersebut. Dan sekarang bandingkan cerita Yunus tersebut pada kitab Yunus di Alkitab. Maka Anda akan mengerti apa yang sama maksud.
  • Kuran, sesuai artinya “ucap/baca,” Cristoph Luxemberg berkata, hanyalah sebuah kitab liturgi untuk ibadah Kristen (karenayanya itu hanya berisi cuplikan-cuplikan isi Alkitab)
  • Kuran memiliki banyak kesalahan di dalam mengutip isi Alkitab, lihat butir 4.
  • Bicara tentang keputusan-keputusan Pencipta, Kitab Musa adalah sangat spesifik, jelas dan teratur, demikian juga keempat Injil berkaitan perintah rohani dan moral, kitab Korintus dalam soal beribadah dan moral. Keputusan Pencipta tentang masa yang akan datang sangat jelas pada bab-bab terakhir Injil Matius dan di seluruh kitab Wahyu.

Klaim Kuran sebagai “Ibu dari segala Kitab” bisa jadi berlaku hanya untuk masyarakat Arab dimana Surah itu dinyatakan, sebagai awal dari perpindahan budaya “tradisi mulut” ke “tradisi mencatat,” sekalipun saat itu Kuran masih dalam bentuk catatan (bukan bentuk kitab).[6] Sebelum Islam lahir (abad 7 AD), telah ada sedikitnya 5 kerajaan besar yang telah mengenal ilmu dokumentasi, misalnya: Mesir, Israel, Assur, Babilonia, Media-Persia, Yunani, Romawi. Jika kita bicara soal kertas, dokumentasi ilmu pengobatan dan masakan tradisional tentu Dinasti Cina di Asia tidak bisa dilupakan, dan telah ada lama sebelum agama Islam lahir. Itulah sebabnya mengapa keimanan orang Kristen berfokus kepada Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan bukan kepada nabi Muhammad.
Artikel berkait:
Tom Holland – Quran didn’t come from Allah – Islamic Truth
Historical Discrepancy of Quran in Geography and Times – Jay Smith

Raja Daud berkata tentang Torah YAHWEH:
”Ya, betapa aku mencintai torat-Mu! Dia menjadi renunganku sepanjanga hari;
Engkau membuat aku lebih bijak daripada musuh-musuhku karena perintah-perintah-Mu; karena inilah milikku selamanya.
Aku memiliki pengertian melebihi semua pengajarku; karena kesaksian-kesaksian-Mu menjadi renungan bagiku.
Aku memahami melebihi orang tua, karena aku berpegang pada titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:97-100)

2. Benarkah kitab Kuran telah tersusun rapi sejak Muhammad meninggal?
”Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Fakta adanya berbagai versi Kuran bahasa Arab. Hadis Sahih Bukhari mencatat bahwa perdebatan karena perbedaan versi Kuran bahkan sudah ada sejak Muhammad masih hidup, dan bahkan ia sendiri yang mengesahkannya. Lihat: Sahih al-Bukhari: vol. 6, bk. 61, no. 510, 514 dan 527. Jika ditambah dengan perubahan ayat-ayat yang Muhammad lakukan sepanjang kenabiannya (lihat butir tiga) maka sangatlah mustahil bahwa Kuran telah tersusun rapi saat ia meninggal dunia.

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Kuran memiliki banyak versi, susunan surah dan jumlahnya berbeda

Abu Bakr (khalif pertama, pengganti Muhammad segera setelah kematiannya) adalah orang pertama yang mengumpulkan ayat-ayat Kuran yang tertulis pada potongan-potongan batu dan kulit binatang.
Uthman Ibn Affan, mantu Muhammad, setelah menjadi Khalif ketiga, ia membentuk suatu komiti untuk melanjutkan usaha Abu Bakr di dalam menstandarkan berbagai versi pembacaan Kuran. Ia mengumpulkan catatan Kuran dan para penghafal Kuran sehubungan dengan berkembangnya berbagai macam”penbacaan Kuran” siapa yang benar atau salah, dan siapa yang memiliki catatan yang benar atau yang salah. Hasilnya adalah tujuh (7) macam bentuk pembacaan Kuran. Uthman memerintahkan membakar semua masahif (kodek-kodek) lainnya di luar ke tujuh versi yang ia sahkan pada saat itu. Ini terjadi setelah 18 tahun Muhammad meninggal (AH 30/ 650 AD). Pihak-pihak yang tidak setuju dengan isi standarisasi Kuran yang dibuat Uthman tetap memegang versi mereka.
Sekitar tahun 1397 AD, para ahli Kuran menambahkan tiga macam pembacaan Kuran lainnya. Tahun 1705 AD ditambahkan empat lagi. Total menjadi 14 versi pembacaan Kuran, semuanya berbahasa Arab.[7]

Musaf terkenal lainnya diluar Uthman adalah Ibn Masud, Ubayy Ibn Ka’b dan tentunya musaf Islam Shia dari Ali Ibn Abi Talib (mantu dari Muhammad melalui Fatimah), dan sembilan kodek lainnya.
Perbedaah di sini bukanlah sekedar cara pembacaan, tetapi juga susunan sura-sura, jumlah sura, arti dan makna berubah. Dalam abad modern, orang Muslim tetap memiliki dua pembacaan yang berbeda: 1. Pembacaan dari Hafs ( 805 AD) yang disetujui oleh al-Azhar, Mesir, dan sebagian besar dunia Islam memakai ini. 2. Pembacaan dari Warsh (812 AD), dipakai di Afrika Utara. Saat ini, Kuran yang beredar di antara para Muslim dengan kedua jenis pembacaan adalah tidak lain, tetapi dua versi yang telah direvisi secara terpisah terus menerus lebih dari 300 tahun.[8]

Gerd R. Puin foto Kuran Sana di atas kulit binatang1972, manuskrip kuno Kuran ditemukan di kota Sana saat perbaikan sebuah mesjid. Gerd Puin, seorang profesor Jerman yang ahli dalam paleography bahasa Arab memimpin penyelidikan Kuran Sana tersebut. Diperkirakan setua dengan Kuran Kufi (Irak). Melalui pemotretan microfilm mereka menemukan secara jelas tanda-tanda perubahan atas Kuran tersebut, seperti nampak pada gambar. Penemuan yang memalukan ini membuat pemerintah Yemen melarang professor Puin melanjutkan penelitiannya.[9]
Bacaan berkait:

3. Benarkah Kuran tetap terjaga tidak berubah sejak itu diwahyukan?
Kuran mengklaim: ”Tidak ada perubahan bagi kata-kata Allah. Yang demikian adalah kemenangan/ pencapaian besar” (Sura 10:64), “tidak seorangpun yang dapat merubah kata-kata (dan keputusan) Allah” (Sura 6:34, juga 18:27), ditulis dalam sebuah tablet (dapat diasumsikan pada sebuah tablet batu di Sorga) (Su 85:21-22)
Fakta bahwa Kuran yang beredar saat ini adalah hasil revisi berkali-kali seperti telah kita bahas di butir dua adalah fakta yang tidak disangkal. Sejarah Islam menulis bahwa pada tahun kelima panggilan Muhammad sebagai nabi Allah di Mekka (tepatnya di Bakka menurut Dan Gibson), di hadapan orang-orang pagan Quraysh serta para pengikutnya ia mengucapkan ”Sudahkah kalian memperhitungkan Allat dan Al’Huzza, dan Manat ketiga lainnya? Mereka adalah berhala-berhala yang berstatus superior, syafaat mereka adalah diharapkan.” (Su 53:19-20). Mendengar ucapan ini semua orang, Muslim, penyembah berhala, termasuk Muhammad sendiri, segera bersembah sujud di hadapan langit. Namun beberapa hari kemudian Muhammad menggantinya dengan Su 22:52, yang Allah menyebutnya pewahyuan sebelumnya itu adalah datang dari pewahyuan Setan (dikenal sebagai ”ayat Setan”). Surah pembatalan ini merupakan ayat pertama dari ”ayat-ayat Setan” dalam masa kenabian Muhammad.
Bahasa Arab untuk kata ”pembatalan ayat” adalah naskh yang berarti ”mengkopi” dan juga ”meniadakan.” Arti dari Pembatalan ayat di Kuran meliputi:

  • Mencabut/ meniadakan (removing) ayat. Seperti pada Sura 22:52-53 di atas.
  • Menukar (substituting) ayat. Seperti pada Sura 16:101 ”Dan ketika Kami menukar satu pewahyuan untuk lainnya …” juga Su 2:106. Lihat gambar di bawah ini.
  • Merubah (altering) ayat.

Kebingungan – yang Allah mengganti ayat-ayat Kuranditimbulkan oleh ”pembatalan ayat” di atas – ini telah menyebab perdebatan di antara kelompok Muslim sendiri; konsekuensi yang lebih buruk dari ”arti pembatalan ayat” ini adalah bahwa pembatalan ayat tersebut memiliki berbagai ”macam model pembatalan,” – yang saya yakini bahwa inilah penyebab konflik berkepanjangan (bukan sekedar berdebat, lebih lagi aniaya berat bahkan peperangan) di antara orang Islam sendiri, dan juga membuat orang bukan-Islam (yang tidak tahu agama Islam) sangat bingung akan ajaran Islam – tiga model pembatalan ini (ditambah tiga arti dari naskh) telah menghasilkan dua kutup kelompok Muslim sejak Mohammad meninggal dunia:”aliran Islam kafir vs aliran Islam sahih” dan di jaman modern ini berkembang menjadi: ”moderat vs radikal,” ”Muslim baik vs Muslim terrorist”, ”Muslim intelek vs Jihadist.”
Muhammad (tepatnya Kuran ) menyebut mereka yang meragukan kenabiannya karena perubahan ayat-ayat tersebut sebagai “para orang bimbang yang bodoh” (Su 2:142-143), bagaimanapun banyak orang Yahudi dan pagan menolak ajarannya, dan segera setelah kematiannya, banyak pengikutnya kembali kepada kepercayaan lama mereka. Dengarkan:
An Historical Critique of Islam’s Beginnings – Jay Smith Posted by RealLife JackHibbs

Yeshua Ha Mashiah sungguh dekat dan rindu bersahabat dengan siapapun:
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

4. Benarkah isi Kuran meneguhkan Alkitab?
Kuran mengklaim, ”meneguhkan kitab Musa … dalam bahasa Arab” (Su 46:12), dan Alkitab sebagai kitab yang meneguhkan pewahyuan yang diterima Muhammad (Su 10:94) dan ”bebas dari kesalahan” (Su 4:82) dan ”kitab terbaik dengan tanpa perubahan” (Su 39:23).
Melalui ayat-ayat sejenis di atas. Muhammad mencoba memberi konsep baru pada para pendengarnya, bahwa: 1. Ajarannya adalah sejalan dengan ajaran monotheime orang Yahudi dan Kristen. 2. Yang lama telah berlalu, dan otoritas sekarang sepenuhnya ada di tangan Muhammad. 3. Ia kemudian melangkah terlalu jauh, menyatakan agama satu-satunya yang diberkati Allah adalah Islam, sejak Adam, Abraham dan Yeshua semua adalah orang Islam.
Fakta adalah: Ada banyak artikel yang menyatakan bahwa Gereja Roma Katolik adalah institusi yang merekrut dan mendidik Muhammad menjadi nabi bagi bangsa Arab untuk tujuan merebut kota Yerusalem bagi Paus. Pihak Roma Katolik mengajarkan kepada Muhammad bahwa kelompok Kristen yang benar adalah apa yang kita kenal sekarang sebagai agama Katolik. Saya tidak mengkomentari pernyataan cerita tersebut, namun pada butir 4 ini saya ingin mengajak umat Islam untuk melihat kepada isi Alkitab dan membandingkan apa yang Muhammad (di dalam Kuran dan Hadis) telah dapat dan mengerti tentang ”isi dan ajaran Alkitab” yang ia dapat dari guru-guru Roma Katolik.

  • Trinitas. Surah 5:116 secara tidak langsung berkata bahwa Trinitas dalam Kristianiti adalah Allah (merefer sebagai Bapa Sorgawi), Maria (isteri Yusuf) dan Yeshua/ Yesus. Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu tidak pernah merefer baik implisit apalagi ekplisit bahwa Maria adalah bagian dari Trinitas, tetapi Roh Elohim itu sendiri, yang disebut “Roh Kudus.” Baca Injil Yohanes 14 dan 16.
    Doktrin Maria sebagai pribadi yang memiliki gelar sebagai “tuhan” atau “dewi” atau digelari sebagai “Ratu Sorga” hanya terdapat dan diperaktekkan oleh orang Katolik.
  • Mashiah / Mesias / al-Masih. Muhammad memiliki status sebagai Mashiah hanyalah terdapat di Injil Barnabas; pasal 42 dan 82. Muhamad di Kuran selalu merefer kata Mashiah hanya bagi Yeshua (Isa). Para pakar kitab gnostik menempatkan Injil Barnabas sebagai ciptaan antara abad 14 dan 16, di masa Reformasi Gereja bangkit. Dari isinya saya bisa katakan bahwa Injil Barnabas ini adalah ciptaan orang Roma Katolik.
  • Perbedaan besar antara ajaran Kuran dan Alkitab. Perbedaan ajaran dan praktek yang menyolok antara keduanya sangatlah kontras, sehingga adalah sangat mustahil untuk mengklaim bahwa ajaran Islam adalah lanjutan dari ajaran Alkitab (umat Yahudi dan Kristen) sekalipun Kuran memakai tokoh-tokoh yang sama seperti ada di Alkitab. Contoh:
    a. Sejak Abraham dipanggil Elohim untuk meninggalkan ibadah berhala ayahnya (Kej 12), ia berumur 75 tahun. Ismail lahir setelah Abraham berumum 86 tahun. Dan sejak Ishak lahir, Hagar dan Ismail diutus pergi untuk meninggalkan mereka. Bagaimana mungkin ketika Ismail remaja atau besar Abraham membangun Kaabah yang adalah bait berhala bagi 360 macam berhala, apalagi harus pergi ke Mekka, kota padang gurun di Arab Saudi? Untuk mengetahui sejarah Mekka yang sesungguhnya silahkan baca http://searchformecca.com
    b. Sejak bangsa Israel, YAHWEH, Elohim Israel, menyatakan melalui nabi-nabi-Nya bahwa Dia akan tetap setia dan mengasihi Israel, sekalipun mereka telah tidak setia kepada perjanjian-Nya, Di Injil dan di kitab Wahyu Yeshua ha Mashiah mengulangi janji yang sama bahkan akan menulis ke 12 nama suku Israel di kota Yerusalem yang baru yang dibangun oleh Elohim sendiri. Sebaliknya Kuran mengajar untuk Muslim membenci dan membinasakan bangsa Yahudi dan Kristen; kebencian ini sama persis dengan apa yang Gereja Roma lakukan terhadap Yahudi dan Kristen 600 tahun sebelum Muhammad lahir.
    c. Sebagian orang Yahudi menantikan kedatangan Mashiah sebagai Juruselamat dan Raja Israel (secara pemerintahan politik), bagi sebagian orang Yahudi lainnya dan Kristen mereka menantikan kedatanganannya yang kedua kali untuk pengharapan yang sama sesuai nubuatan Alkitab. Sementara Muhammad di dalam Kurannya menempakan Yeshua hanyalah sebagai seorang nabi masa lampau.
    d. Alkitab menyatakan bahwa pembenaran manusia hanya di dapat dari kasih karunia dan kemurahan Elohim semata melalui beriman kepada Hamba-Nya yang diurapi, Yeshua. Sebaliknya Kuran mengajar satu-satunya kepastian masuk Sorga hanya melalui mati dalam jihad (bertempur bagi Allah), dimana membunuh adalah perbuatan sangat terlarang di Alkitab.
    c. Praktek yang paling berbeda jelas adalah Muhammad mengajarkan kekerasan melalui jihad, melakukan perang untuk membela Allah dan nabi-Nya. Alkitab mengajar dan memerintahkan melakukan kasih mengikuti conthoh Yeshua, menyerahkan penghakiman kepada YAHWEH dan umat-Nya tidak perlu membela Dia, sebaliknya Dialah yang selalu membela dan menjaga umat-Nya.

Kesimpulan: Dari empat butir klaim dan fakta Islam ini, kita dapatkan bahwa tuduhan agama Islam “Alkitab telah dipalsukan” adalah tidak memiliki bukti yang kuat. Sebab referensi yang dipakai sebagai standard untuk meneguhkan klaim ternyata memiliki banyak kesalahan. Sebaliknya klaim-klaim Kuran dan para pakar Islam bahwa Kuran adalah ”Ibu dari Kitab (Suci dan sumber dari keputusan Elohim), telah sempurna dan tidak berubah sejak diwahyukan kepada Muhammad ternyata memiliki segudang bukti kontradiksi. Kritik kontradiksi atas Kuran telah terjadi baik dari pihak luar (bukan-Muslim). tetapi juga pihak dalam Islam sendiri.

Sebagai penutup artikel ini ijinkan saya mengutip pernyataan Anne Cooper, dari tulisannya yang berjudul In the Family of Abraham, “Alasan utama para pengkritik dari kalangan Muslim men-cap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah kerana mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Kuran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi ternyata isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Elohim yang sama. Dan karena Kuran dianggap wahyu terakhir dari Elohim, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh sipemalsu.”

Tawaran Yeshua Ha Mashiah kepada setiap orang yang menaruh imannya kepada Dia:
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Bahan bacaan dan video yang berkaitan:

Catatan kaki:
1. Christoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Rading of the Koran. A contribution to the Decoding of the Language of Koran. Tersedia online dalam bahasa Inggris maupun Indonesia.
2. Baca: Is Petra the Holy City of Islam? Amazing new evidence startles Islamic scholars!
3. Ibn Warrag pada bukunya What the Koran Really Says yang bersumber dari penemuan Prof. Gerd R. Puin
4. Jay Smith, Is the Qur’an The Word of God? Pdf. Jay Smith telah mendalami Islam selama 20 tahun.
5. Dr. Rafat Amari Islam: In Light of History. Terjemahan Indonesia tersedia di internet dengan judul Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah.
6. Saat Muhammad masih hidup, para jurutulisnya hanya mencatat di benda-benda yang tersedia: potongan batu, dan kulit binatang. Kertas pertama masuk ke Timur Tengah tahun sekitar 150 tahun setelah Muhammad mati melalui orang-orang Cina yang mereka tangkap, dan mesin penjilitanpun belum dikenal di Eropa pada jaman John Wycliffe. The History of Paper
7. The Qur’an Dilemma Vol One by Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Variant Readings of the Qur’an
8. Idem. Compilation of the Qur’an dan Chronological Sequence of the Qur’an. Sumber lain yang tersedia online lihat ini THE PRESERVATION OF THE QUR’AN, Examining the claims made by Muslim leaders. By Samuel Green
9. Gerd R. Puin. Melalui penemuan tersebut Puin telah menerbitkan karya tulisnya bertitel Observations on Early Qur’an Manuscripts in San’a, yang kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku oleh Ibn Waraq berjudul What the Koran Really Says.
10. Pakar Geologist Kanada, Dr. Dan Gibson, menemukan bahwa perubahan kiblat sembayang terjadi setelah Muhammad meninggal dunia. Itu terjadi karena pemberontakan Ibn Subayef dari kepemimpinan Dinasti Umayad yang berpusat di Syria. Lihat: The Changing of the Qibla
11. M. J. Fisher, M.Div., A Topical Study of the Qur’an by Bab 17: The Qur’an. E-book online

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Satu Tanggapan

  1. Sy muslim…
    Sy hanya bsa trsenyum mmbaca artikel anda,, sblum anda mngoreksi quran ad baik.ny anda plajari dlu,, dri ap yg sy baca d atas, bnyak skali tduhan2 trhadap muslim yg tdk benar…

    Sdh tentu quran it bnyak salah.y klau anda mnjadikan injil sbagai tolak ukur ats kbnran quran… harus.ny klau mw adil quran dn injil hrus d asumsikan bhwa kdua.ny benar, dn yg mnjadi tolak ukur kbnran adalah ilmu pngtahuan….
    Dlm alquran tdk ad yg kontradiksi dgn ilmu pngtahuan modern,, sdngkan dlm injil bnyak skali ayat yg kontradiksi dgan ilmu pngtahuan modern,

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: