Peringatan kemerdekaan Israel ke 67, President Reuven Rivlin kepada para wartawan asing


Pray now for the peace of Jerusalem: and [let there be] prosperity to them that love thee. Let peace, I pray, be within thine host, and prosperity in thy palaces. For the sake of my brethren and my neighbors, I have indeed spoken peace concerning thee. Because of the house of the Lord our God, I have diligently sought thy good. (Psalms 122:6-9, LXXE)

Saya kutip sebagian pernyataan President Israel Reuven Rivlin kepada para wartawan berbahasa Inggris, pertemuan ini terjadi tidak lama sebelum Hari Peringatan Kemerdekaan Israel. Sumber asli diambil dari tulisan David Horovitz, editor pendiri situs The Times of Israel.com.

David mendaftarkan secara indah dan gamblang bagaimana pandangan President Israel Rivlin atas: tantangan President Israel Reuven Rivlin (photo credit Hadas Parush)kunci negara Israel pada usia 67 tahun, tentang Islam, orang asing yang hidup di Israel, khususnya orang Palestina Arab dan sebagainya.
“President bagus secara alami, sabar, dan berkemurahan dengan waktunya – ia berbicara selama satu jam setengah secara penuh- menjawab pertanyaan-pertanyaan secara dialog yang berkisar dari point-point yang bersangkutan (dengan Hari Perayaan Kemerdekaan Israel) sampai ke konyol.” David menulis
“Saya lahir sembilan tahun sebelum bendera Israel dinaikkan dan bendera Britania diturunkan,” Mr. Revlin memulai percakapannya
Saya tidak meremehkan Israel … Kami terus mencoba untuk meyakinkan setiap orang bahwa Israel adalah suatu fakta.”
Mr. Rivlin pada hubungan antara orang-orangYahudi dan Muslim: “Secara histori, orang-orang Yahudi tidak pernah punya masalah apa pun dengan Islam Shia. Orang-orang Yahudi dan Shia telah hidup bersama dengan sangat baik … Kami tidak ada perang dengan Islam. Tidak seorang pun di Israel berpikir begitu. Ada orang-orang fundamental di dalam setiap agama ….
Kami sedang duduk pada ujung volcano (dalam terminologi bahaya-bahaya exstimisme keagamaan): Gunung Bait Suci (the Temple Mount) digolongkan oleh para Muslim untuk ada sebagai sangat penting. Kami harus menghargai itu … Tetapi kami haruslah membuat mereka megerti bahwa itu adalah sesuatu yang sangat suci untuk kami.”
Mr. Rivlin pada perlakuan ancaman yang diberikan oleh Iran: “Seluruh dunia – dan khususnya president Amerika – sedang mencoba bercerita kepada kita bahwa kita harus menemukan sebuah pengaturan baru dengan Iran …. Mereka tidak mengerti hal itu, bahwa Iran sedang mencoba menaikkan pengaruhnya pada seluruh wilayah: Hezbollah (Libanon), Irak, Yemen, Yordania, Libya , Tunisia, Sudan …..”
Mr Rivlin pada kaitan dengan Amerika Serikat: Amerika sagatlah penting untuk keberadaan Israel dan masa depan Israel, dan untuk kemampuan menjaga keseluruhan dunia bebas aman dari bahaya. Kami kedua belah pihak perlu memelihara dukungan Amerika bagi Israel.
Mr. Rivlin pada konflik Israel-Palestina: Kami perlu bernegosiasi dengan M Abbas (pemimpin Palestina di West Bank). Saya telah mengenal Abbas untuk lebih dari 25 tahun … Kami tidak runtuh untuk hidup bersama: itu adalah tujuan kami untuk hidup bersama. Kami dapat membangun jembatan diantara kami … Itu dapatlah menjadi suatu kenyataan, tidak hanya sebuah mimpi … Itu semua adalah kepentingan kami ….
Tetapi ada banyak orang Palestina yang percaya bahwa tidak mungkin mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi … Mereka menuntut hak untuk kembali bagi para pengungsi yang megancam sungguh-sungguh keberadaan Israel …
Para terrorist sedang mecoba membawa mimpi dan negara kami berakhir. Mereka melihat diri mereka sendiri sebagai musuh-musuh kami dan melihat tugas mereka untuk mengakhiri negara Israel … Di Gaza, 1,5 juta orang Palestina tersandera oleh Hamas …. Kami tidak menyatakan perang atas mereka. Mereka menyatakan perang atas kami ….

President  Reuven Rivlin menyambut kedatangan imigran baru dari AS dan KanadaMr. Rivlin pada perasaannya bagi Israel: Untuk 2000 tahun kami telah bermimpi tentang kembali … Israel bukanlah sebuah keluaran dari atau kompensasi untuk Holokos …
Ketika saya lahir, telah ada 200.000 orang Yahudi di Palesitina di bawah mandat Britania. Ketika saya mecapai usia 9, dengan berdirinya negara (Israel) kami telah ada 700.000. Mencapai tahun 2000 saya telah berharap akan ada 2 juta. Terima kasih kepada Elohim, itu ternyata telah ada 6 juta. Sekarang 6,5 juta. Diharapkan satu juta lainnya akan datang dalam dekade berikut ….
Orang-orang haruslah datang bukan karena bahaya – meskipun Israel adalah juga sebuah naungan yang aman – tetapi karena ini adalah tanah air kita, tanah bapaleluhur, tanah perjanjian. Saya tentunya ingin setiap Yahudi datang ke Israel.
Mr. Rivin pada hubungan-hubungan dengan orang-orang Arab Israel (bangsa Arab yang tinggal di Israel) dan entah mereka dapat dan seharusnya ada bagian di pemerintahan Israel: Para warganegara Israel adalah warganegara Israel. Mereka berhak untuk menjadi anggota Knesset (parlement), dan saya sangat bangga bahwa 16 anggota baru Knesset adalah bukan-orang Yahudi – 11 Muslim, 3 Druse (agama tradisi orang Baduin) dan 2 Kristen …
Mereka (para Arab Israel) memiliki masalah-masalah di komunitas Arab Israel dan mereka tahu bahwa mereka memiliki masalah-masalah. Beberapa mereka memiliki sedikit konflik antara kesetiann kepada Negara Israel dan kesetiaan kepada suku-bangsanya … Itu sejenis ide saya bahwa mereka pada akhirnya haruslah mengenali sesuatu yang mereka tidak dapat terima saat ini: bahwa tanah Israel adalah tanah bapamoyang dari bangsa Yahudi …, itu adalah taPresident Reuven Rivlin memberi salam ke Hakim Salim Joubran Good job!nah pernjanjian saya. Ada konflik di Timur Tengah antara dua bangsa. Keduanya adalah benar dari sudut pandang mereka.
Tetapi kami, para Yahudi, tidak memiliki pilihan lain selain melekat pada pemikiran yakni kami telah kembali ke tanahair kami, tidak sebagai kompensasi atas Holokos, tetapi sebagai sebuah bangsa yang tidak hanya sebuah agama, tetapi juga sebuah negara ….
Tantangan tersebut adalah membangun keyakinan antara para Yahudi Israel dan para Arab Israel. Salim Joubran, seorang Hakim Arab, telah memimpin pemilu (Israel) terakhir. Dia telah membuat keputusan-keputusan yang penting. Saya sangat bangga atas itu sebagai seorang demokrat dan sebagai seorang Yahudi.

Mr. Rivlin pada pembantaian bangsa Armenia: Saya adalah president pertama yang berkata bahwa itu adalah pembantaian. (Pemerintah Turky tidak mengakui perbuatannya tersebut sebagai pembantaian bangsa). Jika kita tidak bersuara bagi orang-orang Armenia, apa yang mereka akan katakan tentang kami? …. Saya memberi selamat ke Paus apa yang ia telah katakan dalam mengenali pembantaian bangasa Armenia tersebut … Kalimat ”Never Again” haruslah berarti sesuatu.
Mr. Rivlin pada ancaman-ancaman untuk demokrasi Israel: Mengunjungi sekolah-sekolah orang Israel kamu mendengar anak-anak berkata, ‘negara demokrasi Yahudi adalah hanya untuk orang-orang Yahudi Israel,’ itu adalah berbahaya. Di Israel, pergi masuk ke tanam kanak-kanak Yahudi dan tanya siapa orang jahat, mereka akan berkata: para Arab. Pergi masuk ke taman kanak-kanak Palestina atau Arab dan tanya anak-anak tersebut siapa yang jahat, dan mereka akan berkata para Yahudi dan tentara Israel. Itu mengerikan. Tidak mungkin!
Mr. Rivlin pada reformasi Yudaisme (dalam kontek keagamaan, bukan politik): Saya bertumbuh pada Jerusalemite Orthodox. Jika seandainya saya bertumbuh di Boston atau New York, saya mungkin lebih memilih untuk ada istriku duduk di sebelah saya dalam Synagogue (Gereja). Knesset telah mengadopsi posisi itu untuk tujuan-tujuan kebangsaan, (yakni) berpindah ke Yudaisme di Israel haruslah ada menurut Halacha. Ini disebabkan kekuasaan politik … Jika dua juta orang Reform Yahudi berpindah ke Israel, hukum tersebut dapatlah ada dirubah. Halacha tidak dapat dirubah, tetapi hukum Israel dapat ada (dirubah).”
Pesan Mr. Rivlin di Hari Kemerdekaan Israel ke 67: Bangsa Israel, berbanggalah kepada bendera (Israel). Janganlah menerima negara ini dengan murah. Kita harus menghargai kemampuan kita untuk hidup dalam negara bangsa Yahudi yang mendeka ini.”

Sumber asli:  Israel’s conflicted president wrestles with democracy, Jewish historical rights

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

FIFA: Palestina mencoba megeluarkan Israel dari Olympiade Sepak bola di Brasilia


Orang Palestina bermain sepak bola di West BankKejuaran Olympiade Sepok bola tahun 2016 di Brasilia semakin dekat, dan Pemerintah Palestina melalui Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestinian Football Association; ASP/ PFA) semakin gencar melobi ke FIFA untuk melarang team sepak bola Israel bermain di Brasilia.
Jibril Rajoub, pemimpin ASP / PFA ini beralasan bahwa: para pemainnya susah bergerak antara wilayah Teluk Gaza dengan West Bank karena peraturan perbatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah Israel.
Rotem Kemer, pemimpin Asosiasi Sepak bola Israel (ASI), mengkomentari alasan Jibril tersebut sebagai masalah baru, ”ASP sudah melakukan itu lebih dari dua tahun,” dan ”kebebasan keluar masuk Israel bagi para pemain Palestina sudah banyak kemajuan,” tambahan, ”Tidak ada kebijakan FIFA dan UEFA untuk mencampuri politik dan olah raga. Kami melakuan yang terbaik demi menolong assosiasi Palestina. Kami beusaha membuat hal-hal lebih mudah untuk mereka.”

Bacaan berkait:

Stephen M. Flatow, mempertanyakan motif dari Pemerintah Palestina di atas, ia mendaftarkan kenyataan bahwa kejuaran-kejuaran sepak bola di lingkungan orang Palestina sangat erat kaitannya dengan terroisme atau aksi jihad terhadap negara dan bangsa Israel, ia memberi sedikit contoh.
Stephen menulis: ”Satu kali mengunjungi situs Palestinian Media Watch menyediakan cukup bukti pemanipulasian sepak bola Penguasa Palestina (Palestinian Authority/ PA) untuk mempromosikan terror. Berikut ini hanyalah sedikit contoh dari wilayah yang dikontrol Penguasa Palestina dalam beberapa tahun ini”:

  • Di kota Qaffin, sebuah team sepak bola dinamai ”Martyr Ziyad Da’as.” Pemuda ini adalah penolong dari otak pembantaian Hadera bat Mitzvah tahun 2002 yang menewaskan 6 jiwa, termasuk pemimpin band Afrika-Amerika, Aharon Ellis.
  • Suatu pertandingan sepak bola di kota Tzurif diawali dengan hening sejenak menghormati Khalil al-Wasir, lebih dikenal sebagai Abu Jihad, seorang pemimpin terrorist. Ia menolong perencanaan penyerangan pantai Tel Aviv 1978, dimana Gail Rubin, keponakan perempuan dari senator AS, dan 37 penumpang bus lainnya mati terbantai.
  • Klub Hila al-Quds melakukan sebuah turnament menamainya Dalal Mugrahbi, pemimpin penyerangan 1978. “Kejuaran (Sepak bola) Dalal Mugrahbi” berlangsung 12 tahun.
  • Pusat remaja Al-Amari membuat turnamen sepak bolanya dengan nama “Turnamen Martir Wafa Idris Terhormat.” Wafa Idris adalah perempuan Palestina pertama pelaku bom bunuh diri. Bermain sepak bola di depan Mesjid Al-Aqsa Israel

Katanya sedikit, tetapi masih ada tiga lagi, 2-3 contoh sudah meneguhkan, dan 7 contoh bukti yang tidak bisa disangkal.

  • Di kota Bethlehem, kantor utama Pelayanan Keamanan Pemerintah Palestina menamai turnamen sepak bolanya ”Turnamen Sepak bola Martir Abdallah Daoud.” “Ironisnya,” Stefen berkata, “Daoud adalah satu dari para terrorist yang merebut Gereja Nativity di Bethlehem di tahun 2002, merusak gedung tersebut dan memakainya sebagai perisai untuk menghindari penangkapan dari (badan keamanan) Israel.
  • 18 team dari wilayahTulkarm terlibat dalam sebuah “Turnamen Sepak bola Para Martir dan Para Narapidana” pada Sekolah Tinggi Irtah. Semua team tersebut dinamai dengan nama-nama para “martir” Palestina.
  • Di kota Fara’a, ada sebuah lapangan sepak bola dinamai Salah Khalaf, atau Aby Iyad, pemimpin dari gang “September Hitam” yang menculik dan membunuh para anggota Olympiade Israel di Munich Jerman tahun 1972. Dan dibalas segera oleh Israel dengan Operasi Wrath of God.

Stephen mengkritik alasan yang dibuat pemimpin ASP, ia berargumen bahwa ijin keluar masuk wilayah Israel dari Gaza ke West Bank, atau sebaliknya, bagi team sepak bola Palestina jelas diperlukan, “tentu saja, batas-batas untuk masuk adalah karena orang-orang Palestina menyalah gunakan jalan masuk itu untuk melakukan terrorisme di Israel. Tetapi tidak seorang pun menyatakannya.”
“Seperti semua badan-badan olah raga internasional, assosiasi sepak bola FIFA mencari untuk mempromosikan para panutan olah ragawan yang baik dan pantas bagi anak-anak. Karenanya, apakah seorang pembom bunuh diri sebuah panutan olah ragawan yang baik dan pantas bagi anak-anak? Dan mengapa mereka yang memuliakan para pembunuh – termasuk para pembunuh para atlit Amerika dan Israel – ada diijinkan tetap tinggal di FIFA?” Stephen berkata.
Stephen M. Flatow, seorang Pengacara di New Jersey, Amerika Serikat. Ia adalah ayah dari Alisa Flatow, yang terbunuh dalam sebuah serangan terrorist Palestina di tahun 1955.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yayasan dan Gereja Kristen Britania menyebarkan Deklarasi Penghargaan untuk Israel


Bibirku akan bersorak-sorai ketika aku bermazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Engkau tebus. Juga lidahku akan menyebut kebenaran-Mu sepanjang hari; karena mereka yang mengikhiarkan celakaku akan menjadi malu dan terhina. (Mazmur 71:23-24)

Kelompok-kelompok Kristen di seluruh Britania Delegasi Deklarasi Shalom di Leeds Britania Maret 2015Raya (BR) telah menandatangani sebuah deklarasi ekpresi penghargaan kepada Israel, sehubungan dengan berkembangnya anti-Semitisme dan ektrimisme di Timur Tengah. Orang-orang Kristen di Irak, Syria, Mesir dan negara-negara Timur Tengah lainnya dalam dekade belakangan ini sedang teraniaya berat dan jumlah pupulasi mereka menurun drastis (karena pembunuhan dan mengungsi terpaksa), namun hanya di negara Israel jumlah orang Kristen bertumbuh.
Dokumen yang disebut ”Deklarasi Shalom” (Shalom Declaration) berbunyi,
”Kami menghargai secara mendalam bahwa Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang melayakkan kebebasan beribadah bagi semua warga negaranya dan dimana masyarakat Kristen adalah bertumbuh,”
“Kami berduka dan berpihak dengan keluarga-keluarga di Israel dan Timur Tengah yang lebih luas, mereka yang telah kehilangan orang-orang yang dikasihi dan dengan semua mereka yang dianiaya oleh bangkitnya extrimisme dan ketidak toleransian kekerasan di wilayah yang bersangkutan.”
Deklarasi Shalom ini mendapat dukungan oleh banyak organisasi dan Gereja Kristen serta kelompok-kelompok doa.
Penandatanganan deklarasi ini terjadi pada pertemuan para pemimpin Kristen yang bertempat Leeds tanggal 1 Maret 2015, dihadiri lebih dari 200 orang, bertujuan ”memanggil para pemimpin rohani dan perwakilan yang terpilih untuk bekerja bersama memerangi anti-Semitisme dan ektrimisme di seluruh dunia dan memperkuat co-operasi antara BR dan Israel.”
“Kita bertemu untuk berdoa bagi Damai atas Yerusalem. Saya dengan sukacita mendorong semua delegasi kami untuk menandatangani Deklarasi sebagai ekpresi kasih dan perhatian kita untuk Israel,” Brenda Taylor, pengurus konferensi berkata.
Menyedihkan kita sering kali mendegar hal-hal negatif di dalam Gereja-gereja di BR. Deklarasi Shalom ini adalah pengingat yang kuat bahwa kita memiliki teman-teman yang kuat dalam Kristen komunitas. Mereka rindu mempromosikan penyebab perdamaian dengan cara mengakui Israel sebagai satu-satunya demokrasi di Timur Tengah,” Steven Jaffe berkata.
Laporan di kutip dari Jewish News yang berkantor di Britania Raya melaporkan. Shalom adalah kata Ibrani untuk “damai.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pemimpin Rabbi militer Israel: ”90 % Muslim tidak tahu isi Kuran”


Rabbi Rafi Peretz, Pemimpin Rabbi Angkatan Pertahanan Israel”Dalam Kuran, bahkan tidak ada satu referensi pun untuk kata Yerusalem, bahkan tidak sedikitpun… Orang-orang Arab membayangkan hal-hal. 90% dari mereka tidak tahu apa yang tertulis di Kuran. Kita tahu lebih baik dari pada mereka,” kata Rabbi Rafi Peretz pada saat pelajaran Kitab Kejadian.
Menurut berita yang diterbitkan di situs Kipa, rabbi tentara ini menyatakan komentarnya tersebut pada 3 November 2014.
”Mesjid al-Aqsa, dan bagian lainnya – termasuk Kubah Batu (the Dome of the Rock) – tidak berisi nilai keagamaan bagi para penyembahnya (orang Muslim),” ia menambahkan
Ketika mereka berdoa/ sembayang, menghadap Mekka ”sisi-sisi belakang mereka menghadap ke the Temple Mount. Jadi apa yang mereka lakukan pada Gunung Bait Suci (the Temple Mount)?”
Sisi Gunung Bait Suci – tempat tersuci dalam kepercayaan Yahudi, dan ketiga tersuci dalam Islam – telah menjadi sumber bankitnya tensi antara orang Israel dan (Arab Muslim) Palestina.
Meskipun kota Yerusalem telah kembali ke pemerintah Israel sejak 1967, namun secara praktis Yerusalem Timur dan khususnya wilayah Gunung Bait Suci dimana bekas Bait Suci yang dibangun oleh raja Salomo, yang sekarang berdiri Mesjid al-Aqsa dan Kubah Batu tetap dikontrol oleh orang-orang Palestina. Orang-orang Yahudi tidak diijinkan oleh kelompok Muslim memasuki wilayah tanah keagamaan tersebut; Oktober tahun lalu, sekelompok orang Israel memasuki wilayah ini untuk mengadakan siarah kunjungan di Hari Pondok Daun, mereka memelukan pengawalan ketat dari para tentara Israel agar tidak diserang atau ditimpuki batu.
Beberapa tahun terakhir ini wilayah Gunung Bait Suci menjadi pembicaraan para pemimpin Israel dan Gunung Bait Suci Yerusalem dengan Kubah Batu dan Mesjid Al Aqsakelompok agama monotheisme . Nyatanya tempat ini juga sangat penting bagi pihak Gereja Roma Katolik dan Gereja Kristen, termasuk Gereja Kristen Armenia dan Orthodox. Semua ingin mendapatkan jalan masuk ke tempat yang sangat bersejarah tersebut.
Alkitab menubuatkan bahwa Bait Suci Elohim, yang ketiga, akan dibangun kembali, orang Yahudi ingin tentunya ditempat yang sama. Yang akan dipakai kembali oleh Anti-Kristus untuk mempersembahkan korban bagi ’dewanya.’ Aniaya besar akan terjadi pada bangsa Israel, yang mengakibatkan Ha Mashiah datang kembali ke bumi (kedatangan pertama kali bagi orang Yahudi Orthodox) untuk memerangi Anti-Kristus dan para pengikutnya. Perang ini disebut Perang HarMegiddo (Armageddon), sebab berlokasi di Lembah Megiddo. Lihat Wahyu 16 dan 19.
Ini adalah nubuatan nabi Mika, sebelum Bait Suci II dirubuhkan rata oleh Jenderal Romawi bernama Titus di tahun 70 AD: But it shall come to pass, in the after part of the days, that the mountain of the house of Yahweh shall be, set up, as the head of the mountains, and, exalted, shall it be, above the hills,––and peoples, shall stream thereunto [unto it]; Yea many nations, shall go, and say––come ye, and let us ascend unto the mountain of Yahweh, and unto the house of the God of Jacob, that he may teach us of his ways, and we may walk in his paths,––for, out of Zion, shall go forth a law, and, the word of Yahweh, out of Jerusalem; And will make of her that was lame a residue, and of her that was removed far away a strong nation,––and Yahweh, shall be king, over them, in Mount Zion, from henceforth, even unto times age–abiding [from now, and even forever] (Micah 4:1-2,7; EBR)

Bacaan berkati:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

ANTI-SEMITISM – EXPOSED IN THE LIGHT OF TRUTH AND JUSTICE


 The fear of  YAHWEH is to hate evil … By Me kings reign, and princes decree justice. By Me prince rule, and nobles, all the judges of the earth. I love them that love Me; and those that seek Me early shall find Me. (Proverbs 8:13-17)

Collection of articles, soPeta Kota Tua YERUSALEM dan pembagian wilayah sesuai agamaurces and links on exposing anti-Semitic movement – in religious, politics, socials and else. The Old and the New Covenant[1] are one and alive to bring Good News to Israel and to all nations in this world as written in two Bible verses: – Prophet Jeremiah 32:40-41, HRB[2]Hear the Word of YAHWEH, O nations, and declare in the coastlands far away, and say, He who scattered Israel will gather him and keep him, as a shepherd his flock. For YAHWEH has redeemed Jacob, and redeemed him from the hand of the one stronger than him. (Jer 31:10-11) And I will cut[3] an everlasting covenant with them, that I will not turn away from them … And I will rejoice over them,[4] to do good to them; and I will truly plant them in this land with all My heart and with all My soul. – Apostle Paul’s letter to Romans 11: 25-32; HRB“For I do not want you to be ignorant of this mystery, brothers, so that you may not be wise within yourselves, that hardness in part has happened to Israel until the fullness of the nations comes in; (Gen. 48:8-19) and so all the tribes of Israel will be saved, even as it has been written, ‘The Deliverer will come out of Zion, and He will turn away iniquity from Jacob. And this is My covenant with them, when I take away their sins.’ (Isa. 59:20, 21; Jer. 50:3-8) Indeed, according to the Good News (The Gospel/ Injil), they are enemies toward you, but according to election, they are beloved for the sake of the patriarchs. For Elohim does not withdraw His free gift and His calling. For as you then also disobeyed Elohim, but now have obtained mercy by the disobedience of these, so also these now have disobeyed, so that they also may obtain mercy by your mercy. For Elohim has shut up all into unbelief, that He may show mercy to all (the Jews and the Gentiles). A Note to the readers: I am not a Jew, nor a follower of any Judaism sects. I am just an Indonesian Christian – follower of Yeshua Ha Mashiah / Jesus Christ – who love truth and justice, I am defending Israel’s rights as a nation and a people group. These collection of articles will help the readers (who love truth and justice) to be able to stand in the right ground. I do believe no one are free from sins and errors, except Yehshua Ha Mashiah, and I do believe antisemitism, and any kind of racism (toward white, black, brown, yellow and red) are not right and need be ended or go into judgment. We need to apple this Prince of Peace’s principle if we really thirsty of true peace: “Why do you look at the speck in your brother’s eye but don’t notice the log in your own eye? Or how can you say to your brother, ‘Let me take the speck out of your eye,’ and look, there’s a log in your eye? Hypocrite! First take the log out of your eye, and then you will see clearly to take the speck out of your brother’s eye. (Matthew 7:3-5, HCSB) May the Living God, the Creator Heaven and Earth bless you all. Best regards and loves, Anggur Baru.

RELIGIOUS

My sheep hear My voice, I know them, and they follow Me. I give them eternal life, and they will never perish — ever! No one will snatch them out of My hand. My Father, who has given them to Me, is greater than all. No one is able to snatch them out of the Father’s hand. The Father and I are one.” – Yeshua Ha Mashiah (John 10:27-30, HCSB)

How shall I curse him (Israel/Jacob) whom El has not cursed? And how shall I rage at him at whom YAHWEH has not raged? For from the top of the rocks I see him, and I behold him from the heights. Behold, it is a people that shall dwell alone and not be reckoned among the nations. Who can count Jacob’s dust, and the number of the fourth part of Israel? Let me die the death of the righteous, and let my last end be like his! (Numbers 23:8-10)

POLITIC

For the ruler (government) is a servant of Elohim to you for the good.[6] But if you practice evil, be afraid; for he does not bear the sword in vain; for he is a servant of Elohim, an avenger for wrath to the one practicing bad things. Because of this, it is necessary to be subject, not only on account of wrath, but also on account of conscience.

For on this account you also pay tribute, for they are servants of Elohim, always giving attention to this very thing. Then give to all their dues: to the one due tax, the tax; to the one due tribute, the tribute; to the one due fear, the fear; to the one due honor, the honor.” – Apostle Paul (Romans 13:4-7)

SOCIAL

You must not exploit a foreign resident or oppress him, since you were foreigners in the land of Egypt. “You must not mistreat any widow or fatherless child. If you do mistreat them, they will no doubt cry to Me, and I will certainly hear their cry. My anger will burn, and I will kill you with the sword; then your wives will be widows and your children fatherless” – Adonai YAHWEH (Exodus 22:21-24, HCSB)

  • VIDEO: Palestinian Girl Confronts Anti-Israel Lies (4/2014)Christy Anastas, woman from Bethlehem has released her statement in a video who is actually to make problem of non-Jews in the Land of Israel.
  • Democracy Index reveals 65% of Arabs proud of Israeli nationality (7/1/15)Some 65% of Arab-Israelis are proud to be Israeli, a new poll found, compared to only 49.8% last year. The Israeli Democracy Index, a public opinion project conducted by the Guttman Center for Surveys and the Israel Democratic Institute, released the results of an extensive survey this week which assessed the quality of Israeli of democracy in 2014.  
  • Anti-Israel Groups Shakin’ in Their Boots by David Lazarus (Maret 2014) – Bader: “I’m an Israeli Arab, my grandparents have lived there, I’ve lived there, I have full rights, I’ve served in the IDF, I work in Tel Aviv, I don’t face discrimination. How can you say that if you haven’t even been there?”  Bader, a 23-year-old Tel Aviv University student studying for his BA in computer science and economiRambu jalan di Israel tiga bahasa Ibrani, Arab dan Inggriscs. “Listen guys, Ben Gurion University has the most Arab girls, Bedouin girls, studying there, more than [schools in] Arab countries,” Heeb, the Israeli Bedouin. Heeb, a 27-year-old Bedouin Muslim, a University of Haifa student working on an MA in public policy.
  • More Arab Christians Serving in Israel Defence Forces (February 2014) • Qatar Forces Fox to Delist Israel From Sports TV Map (September 2014).
  • Qatar’s horror of legitimizing Israel’s existence extends to even listing its name for TV sports purposes.

MEDIA 

But let your word be Yes, yes; No, no. Anything more than these is from evil.[7] (Matthew 21:37)

  • The truth about Israel’s airstrikes on Hamas by Dan Gordon (7/2014)
  • What the Media Isn’t Saying about the Gaza War By Chris Mitchell (31/7/2014)

Links deal with Exposing the Antisemitism:

Sources (books, DVDs, Film etc.) deal with Exposing the Antisemitism:

  • God’s Promise and the Future of Israel by Don Finto. Compelling Questions People ask about Israel and the Middle East
  • Israel Indivisible: The Case For The Ancient Homeland (DVD). Produksi dari Proclaiming Justice to The Nations (PJTN) November 2013. The new documentary offers an in-depth focus on the historical, archeological, legal and biblical rights of the Jewish people to their ancient homeland. It provides a compelling narrative on historical and archaeological evidence to prove the biblical authenticity of Israel’s ownership of the land. The film also exposes the legal basis for Israel’s rights to the Land, from the Balfour Declaration to the San Remo Resolution, sometimes called the “birth certificate” of the state of Israel. With the joint resolution passed by both houses of Congress in 1922 to the United Nation’s resolutions, all these documents and events stand as legal witnesses affirming the ancient homeland of Israel.
  • The SABBATH Under Crossfire by Dr. Samuele Becchiocchi; A Biblical Analysis of Recent Sabbath/Sunday Developments
  • ALIGNING with the SPIRIT OF PROPHECY by Miri Moriah. Messiah of ISRAEL v.s. False Messiah System. The book is an urgent word for the Churches in the nations who are mesmerized by media anti-Israel reports. This book will encourage those who follow the Spirit of Prophecy and shake those who are tempted to condemn Israel while proclaming to be a Christian. It will reveal the importance of alignment with heaven – for His Holy Name Sake.
  • Hitler’s Pope: The Secret History of Pius XII by John Cornwell. “Best Book of 2014,” The New York Times. When Hitler’s Pope, the shocking story of Pope Pius XII that “redefined the history of the twentieth century” (The Washington Post ) was originally published, it sparked a firestorm of controversy both inside and outside the Catholic Church. Now, award-winning journalist John Cornwell has revisited this seminal work of history with a new introduction that both answers his critics and reaffirms his overall thesis that Pius XII, now scheduled to be canonized by the Vatican, weakened the Catholic Church with his endorsement of Hitler—and sealed the fate of the Jews in Europe.
  • The Popes Against the Jews: The Vatican’s Role in the Rise of Modern Anti-Semitism by David I. Kertzer. National Book Award finalist David I. Kertzer presents shocking revelations about the role played by the Vatican in the development of modern anti-Semitism. Working in long-sealed Vatican archives, Kertzer unearths startling evidence to undermine the Church’s argument that it played no direct role in the spread of modern anti-Semitism. In doing so, he challenges the Vatican’s recent official statement on the subject, We Remember. Kertzer tells an unsettling story that has stirred up controversy around the world and sheds a much-needed light on the past.
  • The Pope and Mussolini: The Secret History of Pius XI and the Rise of Fascism in Europe by David I. Kertzer. From National Book Award finalist David I. Kertzer comes the gripping story of Pope Pius XI’s secret relations with Italian dictator Benito Mussolini. This groundbreaking work, based on seven years of research in the Vatican and Fascist archives, including reports from Mussolini’s spies inside the highest levels of the Church, will forever change our understanding of the Vatican’s role in the rise of Fascism in Europe.
  • God and the Fascists: The Vatican Alliance with Mussolini, Franco, Hitler, and Pavelic by Karlheinz Deschner

“For unto us a Child is born; to us a Son is given; and the government is on His shoulder; and His name is called Wonderful Counselor, The Mighty El, The Prince of Peace, The one who Fathered Everlasting life.[8] There is no end to the increase of His government and of peace on the throne of David, and on His kingdom, to order it, and to sustain it with justice and with righteousness, from now and forever.[9] The zeal of YHWH of Hosts will do this. (Isaiah 9:6-7; HRB)

“For I say to you (Jerusalem), In no way shall you see Me from now on, until you say, “Blessed is He who comes in the name of YAHWEH.” (Psa. 118:26) (Matthew 23:39; HRB)

Foot note:

  1. The Bible, both the New Covenant and the Old Covenant are the Word of God – unchangeable God’s promises to all nations – which is can not be separated.
  2. Semua ayat diambil dari Hebraic Roots Bible by Congregation of YHWH Jerusalem disingkat HRB; kecuali ditulis lain.
  3. Cut: an analogy of a “blood covenant” (cutting lambs). Modern translations use word “make -”
  4. This was the promise of YAHWEH to the people of Israel about the arrival of the New Covenant – it is based on the same Torah (came down through Mosses) written in their hearts (see Jer 31:31-34, Heb: 8:8-21). The words of the Prophet Jeremiah was a reiteration of a promise by the mouth of His Prophet Moses in Deuteronomy 30:1-9. This was fulfilled in the Lamb of Elohim (AD 30) and the rebirth of the State of Israel in 1948.
  5. Derek Prince (1915-2003) was a British Bible Scholar. Educated as a scholar of Greek and Latin and he also studied Hebrew and Aramaic, at Cambridge University and the Hebrew University in Jerusalem. He is the author of over 50 books, 600 audio and 100 video teachings, many of which have been translated and published in more than 100 languages.
  6. Semua penguasa ditegakkan oleh YAHWEH adalah untuk melayani masyarakat. HRB
  7. Ayat 34-37, Bersumpah (swearing) dan mengambil sumpah (a vow) adalah dua hal yang berbeda (Bil 30:2). Jika seorang tidak boleh mengambil sumpah, lalu bagaimana seorang dapat menikahi pasangannya atau mengambil sumpah baptisan untuk bergabung ke Perjanjian Baru? Intinya apa yang Yahshua (Yeshua) katakan adalah bahwa setiap kata keluar dari mulut kita adalah sebuah sumpah dan haruslah ada dipenuhi sebagaimana kita katakan. HRB. “Say what you mean and mean what you say.” HCSB (Holman Christian Standard Bible)
  8. Firman ini menunjukkan bahwa Ha Mashiah akanlah ada terlahir sebagai seorang manusia, tetapi juga 3 dari 4 title-Nya yang disebutkan juga menunjukkan bahwa Dia akanlah ada Elohim. Hebraic Roots Bible (HRB) by Congregation of YHWH Jerusalem.
  9. Kerajaan YHWH (YAHWEH) adalah kerajaan kekal yang akan berdiri di bumi pada kedatangan Meshiah. HRB by Congregation of YHWH Jerusalem. Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.

Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pernyataan kritik PM B. Netanyahu di hadapan badan media asing atas keputusan Uni Eropa 17 Desember 2014


“And I saw three unclean spirits like frogs [come] out of the mouth of the dragon, and out of the mouth of the beast, and out of the mouth of the false prophet. For they are the spirits of devils, working miracles, [which] go forth unto the kings of the earth and of the whole world, to gather them to the battle of that great day of God Almighty.” (Revelation 16:13-14, AKJV/PCE)

Text pernyataan di ambilPM Israel B. Netanyahu Pemimpin Eropa praktek kemunafikan membela Hamas menekan Israel dari sini, video konferensi pressnya juga tersedia:
Prime Minister Binyamin Netanyahu on Wednesday 25 Kislev addressed members of the foreign press corps in Israel. Anda juga bisa lihat langsung di YouTubenya PM Netanyahu di sini.

Catatan dari penterjemah: Tanggal 17 Desember 2014, merupakan hari yang pahit bagi pemerintah dan rakyat Israel dimana pada hari ini Pengadilan Uni Eropa telah memutuskan mencabut organisasi Islam Hamas keluar dari daftar salah satu organisasi terrorist, dan beberapa setelah itu Parlement Uni Eropa dengan suara mayoritas memutuskan setuju lahirnya negara Palestina di dalam tanah air Israel.
Hari Kamis, 18 Desember, PM Israel Benjamin Netanyahu mengadakan tatap muka dengan sekumpulan badan media asing di Israel untuk menyampaikan respond negara Israel atas keputusan pemerintah Uni Eropa tersebut. Link ditambahkan. Shabbat Shalom,  Senjata Rohani Weblog.

“Yang terhormat Ibu-ibu dan Bapa-bapa,
Hari ini kita telah menyaksikan serangkaian contoh kenaifan Eropa, dan mungkin saya menambahkan, kemunafikan:
– Keputusan Pengadilan Eropa di Luxembourg atas Hamas,
Resolusi Parlement Uni Eropa di Brussels atas status kenegaraan Palestina, dan
– Panggilan dari Swiss untuk menyelidiki Israel pada pelanggaran Konvensi Jenewa.
Sekarang semua ini menunjuk ke arah yang sama. Mereka menunjuk ke sebuah roh penyenangan, di Eropa, dari kekuatan-kekuatan yang sangat mengancam Eropa sendiri. Terlalu banyak di Eropa yang memanggil Israel untuk membuat konsesi yang akanlah membahayakan tidak hanya keamanan Israel, tetapi juga secara paradoks, keamanan Eropa itu sendiri karena Israel adalah posisi muka peradaban Eropa. Gedung Parlement Uni Eropa berbentuk Menara Babel belum selesai

Israel merupakan benteng dari nilai-nilai orang Eropa. Israel adalah majemuk, sebuah multi-partai demokrasi yang hidup.
Di Israel ada kesetaraan di hadapan hukum. Hak-hak dari semua (orang) secara tegas melindungi – para minoritas, para wanita, para gay (pria homosex), setiap orang. Hanya di Israel. Di Israel ada pemisahan sejati dari kekuasaan-kekuasaan. Peradilan kami sangat independen dan kami bangga dengan hal ini. Dan Anda sekalian sebagai wartawan tahu sesuatu yang berlaku untuk profesi Anda: dalam sangat, sangat besar,
Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah dan seterusnya dengan benar-benar bebas berita.
Tidak ada seorang pun yang dipenjara, ditekan, yang diganggu. Anda bisa menulis apa yang Anda inginkan, Anda lakukan. Anda dapat mengatakan apa yang Anda inginkan, Anda lakukan.
Dan Anda bisa mengambil foto apa pun yang Anda inginkan dan Anda melakukan itu juga.
Hanya di Israel dan itu berdiri dalam kontras yang tajam dengan apa yang kita lihat di sekitar kita, dalam kengerian-kengerian yang menimpa umat manusia di sana, dalam kengerian yang menimpa para wartawan yang memberitakan barbarian-barbarian ini.
Para Ibu dan Bapa yang saya hormati,
Israel adalah demokrasi yang diperangi di wilayah (Timur Tengah),
yang diganggu oleh totalitarianisme, tirani dan terorisme Islam;
suatu wilayah dimana hak asasi manusia terinjak- injak;
dimana kebebasan manusia yang mendasar diabaikan;
dimana kekerasan sewenang-wenang adalah makanan sehari-hari (par-for-the-course).
Israel dipaksa untuk mempertahankan dirinya sendiri melawan para terrorist yang berulang kali mencoba untuk mentargetkan warga sipil kami.
Musim panas ini mereka telah meluncurkan ribuan roket pada kota-kota kami dan sementara mereka melakukan hal ini, terrorist ini melakukan kejahatan perang ganda. Mereka telah dengan sengaja mentargetkan warga sipil kami. Itu adalah kejahatan perang. Dan mereka telah menggunakan warga sipil mereka sebagai perisai manusia. Itu adalah kejahatan perang kedua.

Tidak akan ada kedamaian sejati tanpa keamanan, karena perdamaian tidak akan bertahan jika itu tidak dapat dipertahankan – PM Israel Benjamin Netanyahu

Namun fokus di Jenewa hari ini adalah bahwa Israel harus diselidiki untuk kejahatan perang. Kemunafikan! Kepura-puraan yang jelek! Saya bertanya, dimanakah dasar integritas Eropa? Sekarang saya tahu bahwa beberapa orang di Eropa mengatakan bahwa mereka frustrasi dengan situasi di Timur Tengah.
Baiklah biarkan saya bercerita pada Anda sebuah rahasia:
– Kami di Israel, frustasi dengan kondisi di Timur Tengah!,
– Kami frustrasi atas tetangga-tetangga kami yang menolak mengakui hak bangsa Yahudi untuk sebuah negara bagi mereka sendiri pada waktu yang bersamaan mereka meminta kami untuk mengakui hak mereka untuk memiliki satu (negara; Palestina).
– Kami frustrasi bahwa tetangga Palestina kami terus menghasut orang-orang Yahudi dan negara Yahudi, menciptakan iklim kebencian dan kekerasan.
– Kami frustrasi bahwa mereka menolak untuk bernegosiasi dengan serius tentang keprihatinan keamanan sah kami.
Dan saya pikir Anda semua tahu bahwa di ini bagian dari dunia ini, tidak akan ada kedamaian sejati tanpa keamanan, karena perdamaian tidak akan bertahan jika itu tidak dapat dipertahankan.

pejuang bertopeng Hamas dengan senjata beratnyaKebenaran yang sederhana adalah bahwa setengah dari masyarakat Palestina telah diambil alih oleh para ektrimist Islam yang secara terbuka menyerukan penghancuran Israel, sementara separuh lainnya menolak untuk mengkonfrontasi yang separuh pertama tersebut. Jadi ketika orang-orang Eropa mengatakan bahwa mereka frustrasi, kami berkata, “Bergabunglah ke Klub!
Dan saya tidak percaya bahwa frustrasi dapat menjadi alasan untuk kebijakan yang salah. Menghapus penunjukan terrorist Hamas adalah kesalahan serius. Hamas adalah organisasi terrorist yang kejam dengan berkas rekaman yang terbukti atas serangan-serangan teror yang brutal terhadap para warga sipil yang tidak bersalah – omong-omong, tidak hanya orang Israel: ratusan, ratusan dan ratusan warga Palestina telah dibunuh oleh mereka. Hanya dalam tahun ini, Hamas telah menculik dan membunuh tiga remaja Israel, meluncurkan ribuan serangan roket tanpa pandang bulu pada anak-anak kami, pada warga sipil kami. Dan itu dipestakan baru-baru ini peristiwa pembunuhan orang-orang ibadah yang tidak berdosa yang dibantai pada sebuah rumah ibadah di Yerusalem, dan telah memanggil para pengikutnya untuk melakukan kekejaman-kekejaman terrorist sejenis.

Beberapa orang secara keliru percaya bahwa terror Hamas adalah fungsi dari proses perdamaian yang gagal. Baiklah, saya akan mengingatkan Anda semua bahwa di masa kejayaan Oslo (merefer kepada Pertemuan Camp David di Oslo), ketika para pemimpin di seluruh dunia bersemangat tentang momentum baru dalam proses perdamaian, ratusan orang Israel telah menjadi korban dari salah satu kampanye teror paling brutalnya Hamas. Sekarang, itu telah dikatakan kemudian bahwa Hamas menggunakan teror-terror untuk menghancurkan damai tersebut, dan itu dikatakan sekarang bahwa Hamas menggunakan terror-terror karena tidak ada damai.
Ya, kebenaran adalah bahwa Hamas menggunakan terrorisme menentang Israel karena itu adalah organisasi terrorist yang berkomitmen untuk kehancuran Israel. Begitulah sederhananya!
Itu adalah sifat alami organisasi ini dan itu adalah tujuan dasarnya. Sekarang jika ada yang punya ilusi apapun tentang hal itu, Anda bisa mendengar salah satu pemimpin Hamas akhir pekan ini, Mahmoud al-Zahar. Dia mengingatkan kita bahwa tujuan Hamas bukan untuk memerintah atas Gaza atau memerintah atas Judea/Samaria di West Bank. Dia mengatakan itu dengan jelas: ”Tujuan Hamas adalah pemusnahan Israel secara total dan menyeluruh dan pembunuhan terhadap para warga negara Israel.”

Ok, apakah para Palestina yang mengaku-sendiri orang moderat meng-konfrontasi Hamas dan para Islam ektrimist lainnya? Sayangnya, mereka sering nampak untuk ada mencoba berkompetisi dengan mereka atas ”siapa yang dapat memakai bahasa yang paling membakar, dan siapa yang dapat berkotbah bagus atas sentiment anti-Yahudi dan sentiment anti-Israel.”
Itu adalah President Abbas sendiri yang berbicara dengan serius, dengan tidak benar tentang Yahudi ancaman bagi tempat-tempat suci Muslim. Tidak ada ancaman sedemikian. Kami menjaga status quo dengan ketat. Itu tidak akan berubah. Kami menjaga tempat-tempat suci semua agama.

Itu tidak akan berubah. Dan ngomong-ngomong, lagi, di papan Timur Tengah, kami satu-satunya orang yang sungguh melakukannya – untuk para Yahudi, untuk para Kristen, untuk para Muslim. Kenyataannya, satu-satunya tempat dimana komunitas-komunitas Krsiten tidak dianiaya, dimana komunitas-komunitas Kristen tidak ada menurun – tepatnya mereka telah bertumbuh empat kali lipat sejak lahirnya Negara Israel – adalah di Israel. Itulah satu-satunya tempat.
Jadi bicara tentang ”penyerangan” kami atas tempat-tempat suci adalah tidak hanya sebuah kebohongan, itu sungguh salah. Itu salah sebab itu menciptakan impresi yang salah diantara para remaja Palestina, diantara orang-orang Palestina pada umumnnya dan itu menghasilkan gelombang-gelombang serangan-serangan dari orang-orang yang percaya secara serius bahwa kami akan menghancurkan Mesjid al-Aqsa.
Baru-baru ini ada sebuah pungut pendapat di ambil dari masyarakat Palestina. Sekitar 90% percaya, 85% percaya bahwa Israel berusaha untuk mencapai tujuan tersebut sehingga retorika ini memiliki konsekuensi. Itu memaksa sebuah perubahan dalam pikiran orang dan memaksa radikal dan perilaku kekerasan. Hal ini harus berhenti.
Abbaslah yang tepatnya telah memanggil para oang Palestina tersebut untuk memakai “semua sarana” melawan rekayasa ancaman ini; dan Abbaslah yang menuduh para Yahudi dari “mencemari” – yang adalah perkataannya– “mencemari” Bukit Bait (the Temple Mount) itu.

Damai akan hanya datang ketika orang-orang Palestina berkehendak untuk mengkonfrontasi para ektrimist mereka sendiri – PM Israel Benjamin Netanyahu

Sekarang, pertanyaan yang saya angkat untuk Anda malam ini adalah ”dimanakah Eropa di dalam semua ini? Mendukung apa yang benar - saya mendukung IsraelApakah itu (Eropa) meminta kepemimpinan Palestina bertanggung jawab atas memanjakan ekstremismenya? Apakah itu menuntut Penguasa Palestina memecahkan perjanjiannya yang ditandatangani (Fatah) dengan Hamas? Apakah Eropa memerintahkan untuk mengakhiri hasutan resmi Palestina yang keterlaluan terhadap orang Yahudi dan negara Yahudi?
Kebenaran yang menyedihkan adalah bahwa Eropa sebagian besar tutup mulut pada pertanyaan-pertanyaan ini, dan ketika itu mengangkat suaranya, biasanya ke arah yang lain. Pada kenyataannya, Parlement Eropa dan beberapa anggota negara Uni Eropa telah terus memanggil untuk mengakui suatu negara Palestina. Dan saya bertanya kepada Anda,
• Mengapa kepemimpinan Palestina seharusnya mendemontrasikan prilaku yang bertanggung jawab?
• Mengapa kepemimpinan Palestina seharusnya membuang posisi-posisi orang maksimalnya dan extrimenya?
• Mengapa itu seharusnya panggilannya untuk membanjiri Israel dengan jutaan orang Palestina? (Mr. Abbas pertengahan Desember ini meminta enam juta orang Palestina masuk Israel)
• Mengapa Penguasa Palestina haruslah melakukan salah satu dari ini jika exstimistnya dan tingkah laku yang tidak bertanggung jawabnya adalah dihargai waktu, dan lagi, oleh para orang parlement Eropa?
Biarlah menjadi jelas: Pengakuan parlement tidak melakukan (apapun) untuk memajukan perdamaian. Justru kebalikannya. Deklarasi ini hanyalah memperkuat keras kepala orang Palestina, mendorong perdamaian lebih semakin menjauh.
Dan sasaran saya datang ke sini malam itu untuk buat, ini adalah sasarannya dengan apa saya menutup: Ini adalah suatu kebenaran yang sederhana yang tidak dapat ada diabaikan.

  • Damai akan hanya datang ketika orang-orang Palestina berkehendak untuk mengkonfrontasi para ektrimist mereka sendiri.
  • Sebagai ganti merangkul para militant tersebut, Penguasa Palestina (President M. Abbas) haruslah melawan mereka.
  • Dan sebagai ganti megupahi (rewarding) keras kepala orang Palestina, para orang demokrasi Eropa haruslah mendukung Satu dan hanya demokrasi di Timur Tengah dan itu, Ibu-Ibu dan Bapa-bapa, adalah Negara Israel.

Terima kasih.
Tambahan dari sumber lain:
Korespondent CBN News.com untuk Timur Tengah, Julie Stahl dan Chris Mitchell melaporkan bahwa tindakan pemimpin Uni Eropa telah datang pada hari yang sama dengan sebuah rangcangan resolusi yang diajukan pemerintah Yordania kepada Dewan Seketaris PBB, meminta untuk perdamaian antara Israel dengan orang Palestina di dalam setahun dan mundurnya Israel dari (wilayah) Yudea alkitabiah dan Samaria di dalam tiga tahun.
Tambahan tekanan datang pada saat ketika Israel sedang mempersiapkan pemilihan umun nasional. Beberapa orang percaya gerakan-gerakan Eropa ini adalah ditujukan untuk memperlemah Mr. Netanyahu sebab dia adalah pemimpin Israel yang menahan gerakan untuk menyenangkan terrorisme Islam,” Chris Mitchell berkata. Lengkapnya lihat dan baca di sini: Netanyahu Accuses Europe of ‘Appeasing Terrorists’  (Kamis, 18 Desember 2014)

Komentar: Nampak bahwa para pemimpin dunia bermufakat mengganti PM Israel Benjamin Netanyahu, satu dari beberapa pemimpin Israel yang sangat tekun mendalami Alkitab dan berpegang teguh pada janji dan perintah Elohim, dengan orang Yahudi yang liberal – yang siap menandatangi “perjanjian 7 tahun damai” yang disodorkan oleh Pemimpin Dunia.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Israel: Bom bunuh diri wanita ’nampak hamil’ di Tel Aviv terbongkar


Sel terrorist Palestina merencanakan bom bunuh diri di Tel Aviv dan serangan-serangan lainnya telah digagalkan dalam beberapa bulan belakangan ini. Kata badan intelligent Israel, Shin Bet, Senin kemarrin.
Lima orang tersangka dari wilayah West Bank yang mencoba melakukan aksi terror di dalam Israel melalui proses ijin bagi anggota sel wanitanya untuk menerima perawatan pengobatan di Israel.
Jadi wanita terrorist ini berpakaian seperti wanita Yahudi yang sedang hamil dengan ikat pinggang berisi bom-bom peledak.
Melalui suatu introgasi mereka mengakui rencana kotor mereka, Yasmin Shaban (nama wanita tersebut, berusia 31 tahun, 4 lainnya adalah pemuda muda berusia masing-masing 20 dan 22. Dari mereka ditemukan senjata api otomatis M-16, bedil, peluru-peluru dan bahan peledak, organisasi Hamas ada di balik gerakan mereka.
Pemerintah Israel hanya mengijinkan masuk orang-orang Palestina warga negara asing untuk tujuan bekerja. Namun sering kali membuka pintu perbatasannya bagi para wanita dan anak-anak yang sakit dan juga wanita hamil Palestina yang memerlukan perobatan.

Komentar: Praktek terror berkedok wanita hamil akanlah membuat susah sendiri bangsa Palestina, khsusunya bagi mereka yang hamil. Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan, membuat kejahatan menimpa dua kali lipat kepada pelakunya sendiri.

Referensi:
Shin Bet, police foil ‘pregnant’ suicide bomber plot in Tel Aviv

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog