AS: Rakyat mengharapkan Pemerintah mengikuti jejak Arab ”menutup organisasi Islam radikal”


Minggu lalu, Saptu 15 November negara Persatuan Emirat Arab (PEA / the UAE) telah menyatakan organisasi Islam Sunni the Muslim Brotherhood (asal Mesir) dan puluhan organisasi Islam lainnya sebagai organisasi-organisasi terrorist, ada 83 kelompok. Dalam daftar tersebut termasuk di dalamnya: NIK (the Islamic State Caliphat), the Nusra Front yang bergabung dengan al-Qaida. Keputusan ini adalah suatu langkah yang lebih tegas setelah pemerintah PEA dan Kuwait bekerja sama dengan raja Arab Saudi memberi bantuan uang 12 milyar Dollar AS bagi pemimpin Mesir yang menggulingkan president Mesir Morsi (orang kuat dari the Muslim Brotherhood). Rontoknya Mr. Morsi diikuti dengan penangkapan para tokoh dan pengikut MB lainnya dan dilarangnya kembali MB di bumi Mesir, juga Hamas.
Negara Arab Saudi sejak bulan Juli, segera setelah memberi bantuan uang tersebut, telah menyatakan organisasi-organisasi Islam yang sama di atas sebagai “organisasi terrorist.”
Pemerintah Qatar pada bulan November ini juga membuat pernyataan serupa setelah Arab Saudi, Bahrain dan negara-negara Arab Teluk lainnya mengancam untuk memboikot kegiatan olah raga internasional di Qatar. Pada bulan September pemerintah Qatar telah mengusir tokoh-tokoh penting Muslim Brotherhood, setelah negara-negara Arab sekitarnya komplain dan memberi sangsi kepada Qatar. PM Irak juga pernah menuduh Qatar mendanai Islam radikal mengacau irak. Di duga mereka yang terusir menyelinap masuk ke Inggris.
Pada awal gerakan Jalan Arab melanda negara Syria, semua negara-negara Arab telah mendukung secara keuangan kelompok-kelompok organisasi militan Sunni di atas untuk meruntuhkan president al-Assad (Shia Alawit Islam) dukungan Iran. Menguatnya kembali Muslim Brotherhood di Mesir saat Jalan Arab melanda president Mubarak (2011-12), MB sebelumnya termasuk organisasi Islam terlarang di Mesir sejak militan MB mengasasinasi president Anwar Sadat, dan ditambah dengan lahirnya NIK di bawah pimpinan Bagdadi telah membuat banyak negara Arab berputar haluan, kecuali Qatar.
Amerika Serikat. Jaringan Islam radikal telah lama diketahui hadir di tanah AS. CIA (suatu badan intelligent Amerika) dalam suatu operasi rahasia atas kantor organisasi Islam Council on American Islamic Relations (CAIR) ditemukan berkas-berkas rencana aksi jihad di dalam AS. CAIR adalah organisasi Islam terbesar di AS. Bukti juga menguatkan bahwa CAIR memiliki hubungan kuat dengan MB. Itu sebabnya pemerintah Mesir ingin membawa president Obama ke pengadilan internasional ICC di Den Haag karena dukungan Mr Obama atas MB di Mesir.

Baca juga:

Dengan bukti-bukti dan menangnya partai Republik di kursi kabinet minggu kemarin membuat
rakyat AS ingin menghidupkan kembali rancangan undang-undang yang pernah diajukan oleh Michelle Bachmann yakni menyatakan secara hukum MB sebagai organisasi Terrorist. Jika hal ini berhasil maka CAIR akan mungkin bisa mati bertelut.
Corey Saylor, direktur dari CAIR, secara rutin menyebut kritik-kritik dari non-Muslim atas CAIR sebagai ”Islamophobic.” Nampaknya negara-negara Islam yang juga mengeritik CAIR dapat ada dipanggil ”Islamophobic.” WND.com
Britania Raya. Bulan lalu pemerintah Inggris telah melakukan tindakan nyata atas MB dan yayasan derma Islam yang memliki jaringan dengan MB di negaranya.
Koran Telegrap Inggris melaporkan bahwa badan-badan keamanan Inggris telah menemukan jaringan luar negeri Muslim Brotherhood di dalam Inggris; beroperasi pada tiga pos utama London, Istambul (Turki) dan Doha (Qatar).
Pemerintah Inggris pada suatu laporan komisi yang tidak diterbitkan menyatakan the MB memiliki jaringan sediktinya dengan 60 (enam puluh) yayasan derma (charities) di Britania Raya (UK) dan bahkan dengan saluran-saluran TV (juga di UK).
Telegrap menulis, pemerintah Inggris tidak bisa mengawasi setiap orang yang berhubungan dengan MB tersebut, namun akan menghancurkan jaringan MB tersebut melalui:
Investigasi ke dalam pendanaan yang adalah secara efektif merupakan “garis-garis depan” untuk MB
Penyelidikan pendanaan MB dan jaringan-jaringan para kelompok jihad di luar negeri.
Melarang para tokoh Islam yang berkaitan dengan kelompok tersebut dari negara-negara seperti Qatar dan Turki masuk ke Britania untuk kegiatan-kegiatan kampanye dan konferensi.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hubungan German-AS semakin menjauh dengan diusirnya top intelijen resmi Amerika di Berlin


Gedung Kedutaan Besar AS dengan Parlement German; foto by AFP”Seorang top Perwakilan dari layanan intelijen (CIA) AS di Kedutaan Besar Amerika Serikat telah diminta untuk meninggalkan Jerman,” jurubicara pemerintah Jerman berkata.
Perintah untuk meninggalkan Jerman yang tidak umum ini terjadi setelah badan keamanan German membongkar dua kasus dugaan mata-mata Amerika dalam satu minggu.
Seminggu sebelumnya (4 Juli 2014) seorang pemuda Amerika yang bekerja di intelijen German ditangkap setelah diduga meyerahkan data rahasia Jerman yang ia download ke USB stick ke pemimpin mata-mata Amerikanya dengan imbalan uang 25.000 £ sekitar 31.500 €. Pemuda yang sama ini juga diduga telah mengumpulkan data bukti parlement Jerman atas monitor AS kepada para pemimpin Jerman yang dibongkar oleh Edward Snowden. Edward adalah bekas karyawan NSA AS (the National Security Agency) yang sekarang bersuaka politik di Russia. Buka mulutnya Edward telah membuat banyak pemimpin EU marah ke AS.
PM Jerman Angela Merkel kamis kemarin menyatakan memata-matai para sekutu adalah ”membuang-buang energi.” Kita memiliki banyak masalah, seharusnya kita fokus pada hal-hal penting,” katanya, ia juga pemimpin dari Partai Persatuan Kristen Demokrat Jerman.

Okotber 2013, Mr. Markel telah menelpon President Obama -meminta keterangan ”why”– setelah terbongkarnya penyadapaan telpon sel PM Jerman oleh AS tersebut.
Bulan May 2014, ketika Mrs. Markel mengunjungi Mr. Obama di Gedung Putih, Mr. Obama telah meyakinkan sekutu politiknya ini untuk menghentikan kegiatan tersebut. Laporan berkata, saat kunjungan itu telpon Mrs. Markel masih disadap.
Mr. Obama telah mengetahui penyadapan telponnya sejak 2010, euronews.com menulis.
Setelah berbulan-bulan, pertanyaan-pertanyaan tentang aktivitas intelijent AS di German tetap tidak menghasilkan jawaban, dan ditambahnya dua kasus mata-mata yang baru saja terbongkar maka pengusiran pemimpin CIA di Berlin diberlakukan, laporan berkata.
Dokumen AS yang baru saja dikeluarkan – di bawah tekanan the Freedom of Information Law– telah menunjukkan bahwa FBI (the Fedral Bureau of Investigation) memata-matai Nelson Mandela, tokoh Anti-Apartheid, baik sebelum maupun setelah Mr. Mandela keluar dari penjara, juga gerakan anti-Apartheid di AS. Menurut dokumen tersebut, FBI telah menganggap gerakana anti-apartheid di AS sebagai diinpirasikan-Komunis dan berbahaya bagi keamanan dalam negeri.

Pertanyaan:

  • Mengapa pemerintah AS memata-matai pemerintah Jerman, yang adalah salah satu negara kunci di Uni Eropa?
  • Siapakah sesungguhnya yang menguasai negara AS, President B. H. Obama atau pemerintah Vatikan?
  • Benarkah Vatikan dan AS memiliki hubungan erat seperti dinubuatkan kitab Wahyu pasal 13?

 

Bacaan barkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

USA: Sedikitnya 55 juta jiwa terbunuh sejak Aborsi dilegalkan


Peta Negara Bagian Amerika SerikatTanggal 22 Januari 1973 adalah bagian dari sejarah penting bangsa Amerika Serikat; perjuangan antara hak pribadi (ego) melawan hati nurani (conscience). Pada hari bersejarah ini Mahkamah Agung USA mengeluarkan undang-undang yang melegalkan tindakan aborsi. keputusan nasional ini dibuat atas dua kasus ibu hamil yang dikenal dengan nama ”Roe v. Wade” (di Dallas, Texas) dan ”Doe v. Bolton” (di Atlanta, Georgia).”

Negara Amerika Serikat (USA), yang dibangun oleh orang-orang Eropa Kristen yang melarikan diri raja-raja yang dikendalikan oleh paus, memandang tindakan aborsi pada awalnya  secara umum dianggap sebagai kejahatan. Tahun 1821, Connecticut adalah negara bagian AS pertama mengeluarkan hukum aborsi sebagai tindak kriminal.

Jane Roe (nama aslinya Norma McCorvey) adalah wanita belum menikah yang hamil karena diperkosa, sedangkan Mary Doe (nama aslinya Sandra Cano) adalah ibu usia 22 tahun dari 3 (tiga) anak yang sedang hamil 9 minggu. Kedua masalah ini dibawa oleh para hukum untuk melawan Hukum anti-Aborsi Amerika Serikat.

Sandra Cano baru-baru ini bercerita kepada theBlaze.com tentang dirinya yang sebenarnya mengenai kasus Doe v. Bolton pengadilan yang sekarang telah merubah pola hidup kaum wanita Amerika abad 21. Selama interview melalui telpon, Mrs. Cano menerangkan kesedihan yang dia rasakan selama bertahun-tahun sehubungan dengan keterlibatannya di  dan kaitan kepada perjuangan legal kasus tersebut.

”Saya memiliki suatu kehidupan yang sukar – sangat susah,” Cano mengakui, ia berkunjung ke kantor Legal Aid di Atlanta awal tahun 1970 untuk mencari pertolongan mendapatkan ijin cerai dari suaminya yang sering keluar masuk penjara dan sekaligus berjuang untuk mendapatkan dua anaknya kembali dari tangan pemerintah sekalipun saya tidak memiliki bantuan keuangan.
Seorang ahli hukum bernama Margie Pitts-Hames, berjanji menolong Cano, namun dengan suatu harga – yang saat itu Mrs. Cano tidak tahu sama sekali.

Singkat cerita Hames dan rekan-rekannya memanipulasi kondisi Cano untuk melenyapkan hukum pemerintah AS saat itu yakni ”Perbuatan Aborsi adalah Kriminal” untuk melegalkan tindakan aborsi tanpa kondisi – dipengadilan mereka menyerang Arthur Key Bolton (1922 – 1997), yang menjabat sebagai Jaksa Agung Georgia saat itu (periode 65-81), bekas veteran Perang Dunia II, seorang yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

”Mereka tahu saya saat itu hamil, tetapi saya tidak pernah berkata bahwa saya ingin menghentikannya (mengaborsinya),” Cano berkata, dan melanjutkan: ”Pikiran demikian tidak ada di pikiran saya.”

Sadar bahwa Mrs. Cano tidak mau menggugurkan kandungannya, maka para ahli hukum ini memakai kasus ”kesusahan” dirinya dengan nama palsu, ”Mary Doe,” dengan alasan klain mereka tidak ingin indentitas aslinya diketahui umum. Hal serupa juga terjadi dengan Norma McCorvey.

Kedua kasus lokal ini diambil alih oleh pengadilan pusat di tahun 1973 yang terdiri dari 9 (sembilan) hakim. Tujuh memberi suara Yes untuk aborsi, dua (Byron White dan William Rehnquist) menolak.

Jadi Mary Doe akhirnya ’menang’ dipengadilan, dan atas ’nasehat’ mereka Cano akhirnya memberi bayinya diaborsi.

Ops, keajaiban besar tiba-tiba terjadi; kasus lokal di Georgia, dan Texas (kasus ”Roe v. Wade”) ini pada tahun yang sama telah merubah seluruh Amerika Serikat 180 derajat dari perbuatan aborsi sebagai tindakan kriminal menjadi hak ber-aborsi bagi setiap wanita – tanpa batas alasan!!

Sadar dirinya telah dimanipulasi, ”Di tahun 1974 saya pergi ke Georgia Right to Life mencari seseorang untuk menolong saya.” Tahun 1980, ia memberanikan dirinya untuk “go public” siapa sebenarnya Mary Doe tersebut, seorang Jaksa Agung bersedia membuka kasus lamanya, namun Margie Pitt-Hames melarang dirinya.
Mrs. Cano mencoba berkali-kali untuk membatalkan kasus 1973nya namun ditolak, negara Amerika telah berubah secara tiba-tiba oleh kedua kasus wanita tersebut.

Seperti McCorvey, Cano berkataKarikatur 55 juta bayi diaborsi di Amerika Serikat sejak 1973 awal-awal tahunnya setelah kasus tersebut adalah susah dan tidak stabil dan cerita sesungguhnya tentang dirinya belumlah benar-benar diceritakan media, “Saya telah membawa beban bahwa namaku telah melegalkan aborsi.. saya tidak dapat hidup dengan kenyataan bahwa saya telah mencurahkan darah seorang bayi,” Cano berkata dengan sedih kepada TheBlaze. Cano sekarang mengklaim bahwa “Elohim telah membebaskan dia dari kedua beban tersebut.

Pitt-Hames mati di dalam kecelakaan mobil di tahun 1994.

McCorvey dipengadilan juga diijinkan untuk melakukan aborsi , namun para ‘pembela’ hukum tidak puas ijin tersebut hanya berlaku untuk masalah “hamil karena diperkosa.”
Pada peringatan ke 41 Mahkamah Agung AS melegalkan aborsi, tingkat kehamilan remaja diluar nikah semakin melambung tinggi.

“55 (lima puluh lima juta). Itu adalah hampir 20% (persen) dari pupulasi (Amerika Serikat) saat ini. Berbicara tentang pembunuhan besar-besaran (genocide),” Dennis Byrne menulis. Alasan dilakukan aborsi kerena kesehatan dan keselamatan si ibu hanyalah 4%, atau kurang dari 0,5% tindak aborsi dikarenakan perkosaan dan incest, ”Namun jutaan dan jutaan lebih adalah karena masalah kepuasan atau sederhananya sebuah pilihan dari gaya hidup …10% dari seluruh aborsi, lebih dari 5 juta orang Amerika telah memberikan hidup mereka untuk kepuasan atau pilihan gaya hidup dari seorang lainnya,” Byrne memaparkan.

Komentar: Mrs. Cano adalah satu contoh dari jutaan jemaat Roma Katolik yang berhati murni, namun penuh kemalangan. Ia tidak tahu rencana-rencana rahasia para pemimpin tingkat atas ’Gerejanya.’ Mereka berbicara di media ”menolak Aborsi” dan ”anti-Homosexual” tetapi dibalik layar melakukan kebalikannya. Saat ini 9 dari Hakim Pusat di AS adalah mayoritas (5 hakim) orang Katolik, dan saat yang bersamaan puluhan ex-pendeta Gereja Roma Katolik buka mulut tentang kejahatan para pemimpin pusat mereka.
Yeshua Ha Mashiah di kitab Wahyu menyebut gereja tersebut sebagai ”Mistery Babylon the Great” (Wah 17, 18)
Hukum dibuat untuk manusia, adalah benar sekali. Namun melegalkan tindakan yang imoral (membunuh dalam hal ini) demi “1% kasus terkecualian” akan menghancurkan seluruh hukum moral. Setiap tindakan hukum yang melegalkan menentang satu dari 10 Perintah YAHWEH, konsekuensinya adalah kehancuran negara itu sendiri, sejarah telah membuktikannya berkali-kali.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

90% Katolik Amerika mendukung Baraq Obama untuk pemilu 2012


Sebuah investigasi yang dilakukan oleh organisasi Katolik ”Campus Reform” menyatakan para universitas Katolik (23 buah) kenamaan telah memberi bantuan uang kanpanye sekitar 90% ke Obama dan sisanya 10% untuk Romney.  5 dari 23 universitas tersebut memberi 100% dukungan uang kepada Obama yang adalah musuh Gereja Katolik di mata pembela doktrin Katolik lainnya. Ini salah satu faktor Obama menang kembali.

Dari 826 pribadi yang menyumbang lebih dari 200$ kepada dua calon president tersebut, 748 orang memberi ke kampanye Obama sementara hanya 78 kepada Romney.

Laporan mengatakan juga bahwa beberapa pemimpin organisasi Katolik yang pro-life (anti-aborsi  dan anti-kondom) tidak senang dengan kenyataan ini, bahwa pengurus kampus-kampus Katolik mendukung Obama yang  mengharuskan klinik-klinik di Amerika menyediakan kondom, tidak terkecuali di klinik Katolik, melabelkan mereka sebagai ”bukti yang lebih jauh bahwa universitas-universitas Katolik telah tersesat jauh dari doktrin Gereja (Katolik).”

Baraq Obama mendapat penghargaan dari Univ. KatolikTahun 2009 juga terjadi perbedaan pendapat antara pemimpin Katolik, ketika Universitas Katolik Notre Dame memberi gelar penghargaan akademi kepada Mr. Obama, pihak yang anti-Obama melahirkan situs www.notredamescandal.com untuk menyatakan protes mereka.

Sejarah para Paus, pemimpin Gereja Roma Katolik. Sementara doktrin gereja roma Katolik menyatakan bahwa Paus adalah wakil Kristus di bumi dan tidak pernah salah di dalam keputusan dan tindakan, namun catatan sejarahnya mencatat kejahatan mereka-bahkan lebih buruk dari orang tidak beriman:

Top 10 Most Wicked Popes, sementara orang Kristen yang percaya Alkitab berdasarkan sejarah melabelkan para Paus sebagai “Many Popes Have Been Labeled The Most Evil Men In History” oleh karena perbuatan homossex, pembunuhan, perzinahan, incest (hubungan sex kepada keluarga dekat), mabuk-mabuk dan banyak lagi. Dan seorang ex-Roma Katolik melabelkan banyak Paus sebagai UnHoly Fathers of Rome.

Notre Dame Scandal Katolik saling beda pendapat tentang Obama

Komentar: Vatikan dan gerejanya, Gereja Roma Katolik, dinamai di Alkitab sebagai  ”Mystery, Babylon The Great, The Mother of Harlots And Abominations Of The Earth (Wahyu 17:5; KJV). Karena begitu tertutup dan penuh rahasia (mystery) sampai-sampai pendeta bahkan uskup Katolik pun tidak tahu rencana dan tindakan apa yang sesungguhnya puncak pimpinan mereka sedang dan akan lakukan; sebuah contoh:
Para puncak pimpinan Gereja Roma Katolik bersidang di Roma, dikenal sebagai “the Second Vatican Council (1962-1965; di Vatikan); mereka memutuskan untuk membuka pintu bagi agama-agama lain di luar doktrin Roma Katolik (seperti Kristianiti, Buddha, Islam, Yudaisme, Hindu dll) hasil sidang ini dikenal sebagai “Dewan Oikumene.” Tindakan nyata Roma: Paus Yohanes II berkunjung keberbagai negara; ia mencium Kuran secara terbuka, ber-okumene dengan pemimpin Yudaisme yang percaya Talmud, dahinya diurapi oleh pemimpin agama Indian dll. – Paus ini dijuluki oleh Michael A. Hoffman II, Jurnalis Amerika asal Itali lahir 1954, sebagai “Yudas Iskariot di Jaman Kita.” Di Alkitab Yudas Iskariot adalah penghianat, ia menjual Gurunya sendiri demi beberap logam mata uang.

Goal utama dari program Oikumene ini menjadikan semua agama di dunia berada di bawah payung Gereja Roma Katolik (Negara Vatikan, secara politik), melalui peleburan doktrin Katolik dengan semua ajaran agama tersebut. Lihat kitab Wahyu 13:1-10.

Bagi orang Kristen Injili (Kristianiti), Oikumene adalah “ragi buruk di dalam adonan roti yang murni.” (Mat 16:6,11-12). Lucunya, para pemimpin Katolik tingkat bawah  (dan jemaat) menerima begitu saja klaim pemimpin puncak mereka ”Gereja Roma Katolik adalah satu-satunya Gereja yang benar dan tidak ada keselamatan diluar Roma Katolik,” dan setiap denominasi Kristen yang menolak agenda Roma yang bertolak belakang dengan ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah ini dilabelkannya sebagai ”musuh Gereja” dan harus dimusnahkan.  Baca sekali lagi dengan lebih hati-hati kitab Wahyu pasal 13, 17, dan pasal 18 adalah nubuatan dari akhir perjalanan Gereja Roma Katolik tersebut.

Setiap orang Katolik harus melihat artikel-artikel ini:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

70% Orang Yahudi Amerika memberi suara untuk Obama! Ini alasannya!!


Sebuah media Israel melaporkan bahwa 70% populasi orang Yahudi memberikan suara untuk Mr. Obama. President Baraq Obama dan partainya (Demokrat) selama 4 tahun sebelumnya terang-terangan pro-Palestina dan menjanjikan sebuah negara merdeka di Israel; kebijakan ”dua-negara dalam satu wilayah.”

Banyak pendukung partai Republik (Mr. Romney berasal) telah terkejut dengan penolakan para pemimpin Orthodox Yahudi memberi dukungan mereka kepada pro-Israel Mitt Romney, David Bedein berkata. David adalah pendiri dari the Israel Resource News Agency and  Director of the Center for Near East Policy Research. “Mereka yang telah berpikir bahwa para Orthodox Yahudi mendukung Romney dan para sekuler Yahudi mendukung Obama adalah salah. Ini sederhananya tidak benar,” David berkata. David memberi contoh, “Di New Jersey, mereka (Yahudi pendukung Romney) telah mendirikan organisasi ‘Rabbis for Romney,’ dan mereka telah mencari semua sektor dari para Yahudi Orthodox, dan ada sejuta Yahudi seperti itu, tetapi para rabbi mereka menolak untuk bergabung. ” Obama menang di New Jersey.

Rabbi Ben Rosenberg, pendiri “Rabbis for Romney” telah menghubungi beberapa organisasi Yahudi, dan salah satunya ialah Council of Rabbis in U.S., mereka semua menolak – mereka berkata mereka ingin melindungi hubungan tali mereka kepada pemerintah yang ada.” Rabbi Ben menyesali penolakan para pemimpin Yahudi dan rabbi tersebut, ia berkata: “Jika para rabbi dan pemimpin telah melakukan sesuatu, jika mereka telah menekankan betapa bahayanya Obama untuk Israel, itu pastilah telah merubah semua hal dan Romney pastilah akan telah ditempatkan di Gedung Putih.”

David percaya para Yahudi Ortodox, berbaju sembayang, sembayang tiga kali sehari, mempelajari Talmud, memiliki family dekat di Israel, namun telah memberi suara bagi Obama adalah kontradiksi dengan perbuatan mereka – sebab, David berkata, “Dia adalah President yang telah melakukan hal-hal yang buruk, anti-Semit dan mendukung Islam.”

Mereka berkesimpulan: 70% Yahudi Amerika yang memberi suara untuk Obama menunjukkan sebuah jurang kuburan antara Israel dan masyarakat Yahudi di luar negeri.

Alasan 70%  Yahudi Ortodox memberi suara untuk Obama. Seorang Yahudi bernama Richard (pendukung Romney) memberi penjelasan bahwa mereka lebih takut kepada para fundamentalist Kristen kulit putih daripada para fundamentalist Islam. Richard mengutip beberapa catatan sejarah, 1.  Kristen kulit putihlah (Gereja Barat) yang mempropagandakan ”para Yahudi telah membunuh Yesus/ Yeshua.” 2. Peristiwa holokos di Eropa. Mereka berpikir, Richard berargument, 3. jika Obama menang maka mereka bebas beribadah dan tidak dipaksa menerima Yesus.

Komentar: Pemikiran simpang-siur ini adalah bukti keberhasilan Bapa Penipu dan para agentnya yang menyebarkan berita yang salah sejak jaman Yeshua (Yesus) hadir di Israel. Bila orang Kristen (khususnya Gereja Barat dan Arab) tidak dapat mengenali akar dari ”Anti-Yahudi/ Anti-Semit” pastilah orang dunia lebih bingung lagi. Dunia bahkan Gereja-gereja telah lama dibingungkan oleh Media Anti-Kristianiti, sehingga tidak dapat menbedakan antara Anti-Yahudi dengan Anti-Kristus.” Untuk hal-hal ini lah web blog Senjata Rohani terlahir; menerangi Gereja dan Dunia dengan terang Alkitab dan pimpinan Roh Kudus sekaligus menelanjangi perbuatan Iblis. 3 jenis pekerjaan para penyesat:

1. Anti-Yahudi dapat dilihat dari catatan Injil dan kisah para Rasul, serta sejarah Gereja Roma Katolik. Peristiwa besar seperti: pengusiran bangsa Yahudi di Yerusalem dan penghancuran Bait Elohom II oleh Titus,  bunuh diri massal di benteng Masada, hasil Sidang Nicea, Holokos Nazi  semua ini terjadi oleh Kerajaan Romawi yang beragama ’Gereja’ Roma Katolik.  Dilahirkanya agama Islam melalui nabi Muhammad oleh Roma Katolik salah satu tujuannya ialah Anti-Yahudi. Bukti bertumpuk untuk hal-hal ini.

2. Anti-Kristus / anti-HaMashiah juga tercatat di Injil dan sejarah Gereja Roma Katolik dan Protestant (Pdf). Pembunuhan – disertai aniaya yang berkelanjutan –  atas para Rasul dan pengikut Yeshua Ha Mashiah, Alkitab menunjuk kepada Yahudi Orthodox (Farisi termasuk Saduki) bekerja sama dengan pemerintah Romawi; kedua group ini juga bekerja sama menyebarkan gossip bahwa “Yeshua tidak bangkit dari kubur, murid-murid Yeshua telah mencuri jenasah Yeshua.”

3. Pencampuran anti-Kristus dengan anti-Yahudi.  Gereja Roma Katolik berhasil menaburkan benih Anti-Kristus kedalam Gereja Injili Barat melalui penyebaran kebencian atas bangsa dan negara Israel. Sekarang ini banyak pemimpin Gereja non-Katolik tanpa disadari mereka sesungguhnya memiliki sikap Anti-Kristus melalui kebencian mereka atas apapun yang berhubungan dengan “Yahudi” dan “Israel.”  Orang Kristen yang memakai kata “Yeshua/Yahshua,” “YAHWEH,” dan menerapkan Perintah keempat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” segera dicap oleh banyak Gereja non-Yahudi sebagai “orang-orang Yahudi” – yang telah dicap oleh dunia sebagai orang yang rasis dan apartheid. Sehingga lahirlah pengajaran-pengajaran yang tidak Alkitabiah di dalam Gereja:

  • Replacement theology; Elohim telah memilih Gereja (orang Kristen bukan Yahudi) sebagai ”umat Israel” menggantikan bangsa Israel; Perjanjian Lama tidak berlaku lagi, Yeshua telah memberi Perjanjian Baru; Israel yang sesungguhnya adalah Gereja (Barat). – tetapi Alkitab berkata: perjanjian Elohim YAHWEH dengan Israel adalah kekal
  • Orang Yahudi harus meninggalkan ’kostum’ Perjanjian Lama dan hidup seperti orang Kristen non-Yahudi  jika ingin diselamatkan – (Paskah jadi Easter,  Sabat jadi SUNday, daging najis jadi halal, lambang Menorah jadi crucifition/ Yeshua tersalib,  10 Perintah YAHWEH menjadi ’sin now, confess later’). – Tetapi Paulus berkata “seluruh Israel akan diselamatkan” oleh pengakuan mereka kepada Yeshua saja, bukan melalui doktrin Gereja Barat.
  • Mengajari dunia dan bangsa Yahudi bahwa orang Kristenlah di balik ratusan juta kematian orang Yahudi, hal sejenis juga diajar kepada orang Islam sedunia. – Fakta adalah orang Kristen Injili telah dibunuh lebih dari 500 juta oleh orang Katolik oleh karena iman mereka kepada Alkitab.
  • Keselamatan hanya melalui iman. TITIK – tetapi Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan adalah mati!”
  • hidup kudus tidak penting sebab Elohim maha pemurah – tetapi Alkitab berkata “tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Elohim.”
  • “Passover hanyalah untuk orang Yahudi, orang Kristen hanya merayakan Easter,” seorang pendeta aliran Pentakosta berkata; sekalipun di Alkitab Perjanjian Baru bahasa Inggris tidak terdapat kata Easter – satu buahpun!!!

Pengajaran palsu di atas inilah yang menyebabkan membuat mengapa orang Yahudi – dan juga orang Arab – menjadi  menolak  Kristianiti dan mengambil bagian dari gerakan Anti-Kristus; dengan kata lain Bapa Penipu melalui nabi palsunya telah berhasil menipu seluruh dunia.

Syukurlah kepada YAHWEH, sekarang telah banyak orang Yahudi dan Arab bisa membedakan antara Kristianiti yang bersumber dari Alkitab dengan dokma yang bersumber dari Gereja Roma Katolik (yang nampak luarnya seperti Kristianiti tetapi ternyata palsu (arti ”anti” dari bahasa  Yunani) semata.

Di abad 21 ini semakin banyak pemimpin Kristen Arab dan Kristen Yahudi mengerti hal ini dan mereka bersatu, baca: Sons of Abraham Worshipping GOD Together oleh Tom Hess. Kumpulan kesaksian mereka yang berdasarkan Yesaya 19:23-25 nubuatan tentang bangsa Mesir, Asur (Assyria) dan Israel menyembah YAHWEH bersama-sama.

Alkitab jelas menulis dan mengajar Kristianti yang sesungguhnya:

  • Yeshua (Yesus) sendiri orang Yahudi (baca Injil Matius 1)
  • Pemimpin dan jemaat dari Gereja mula-mula adalah orang-orang Yahudi .
  • Kata ”Gereja” di Alkitab bukanlah perkumpulan orang non-Yahudi pada awalnya, tetapi para Yahudi pengikut Yeshua. Paulus menulis bahwa Kristen non-Yahudi adalah ”cabang liar yang dicangkokkan.”
  • Rasul Paulus juga mengikuti teladan rasul lainnya: pertama-tama Injil untuk orang Yahudi, lalu kemudian orang non-Yahudi (gentile/ kafir).

Singkat kata: 1. sisi koin pertama, para pemimpin Yahudi dan rabbi mereka mengerti benar bahaya dari Gereja Roma Katolik (“White Power Christian,” istilah Richard) bagi diri mereka jika Romney menang. Gereja Mormon adalah putri dari Gereja Roma Katolik.
2. sisi koin kedua, pemimpin Yahudi dan para rabbinya nampak mengulangi perbuatan pemimpin Farisi dan Saduki; memilih kepentingan masalah agama mereka sendiri daripada kepentingan negara dan bangsa Israel mereka lebih suka diperbudak penjajah (yang membenci Israel) dan mengorbankan bangsa mereka daripada kehilangan posisi jabatan mereka. Bagaimanapun Obama dan Islam di Amerika ada di dalam kendali Vatikan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Faktor-faktor yang membuat Mr. Obama menang kedua kalinya


Mr. Obama (Demokrat) mengalahkan Mr. Romney (Republik) dengan angka 50% vs 49%, dari total hampir 111 juta suara dari sekitar 312 juta penduduknya.

 Faktor-faktor kemenangan Mr Obama dari lawannya Mr. Romney:

1. President Obama mendukung terang-terangan pernikahan sex-sejenis (homosex / lesbian untuk wanita) dan melegalisasikan pemakaian marijuana (obat terlarang). Sebagaimana telah diketahui umum, bahwa salah satu dari beberapa kejenderungan moral dunia di akhir jaman ini adalah melegalkan praktek homosex (menikah dan maupun tidak menikah). Pada 1973 di USA 70% orang Amerika merasa homosex “selalu salah,” telah turun 44% di tahun 2010. Pew Charitable Trusts pada surveynya ”pernikahan sex-sejenis” menyatakan dukungan untuk mengajar hal yang bersifat homosex di kampus atau universitas naik ke 84% di tahun 2010, dibanding 1973 yang hanya 48%; meningkat 36%.
Laporan menulis,  Maryland dan Maine, pemberi kemenangan untuk Mr. Obama adalah negara-negara bagian pertama yang melegalisasikan pernikahan homosex sedangkan Washington dan Colorado telah menjadi yang salah satu yang pertama untuk melegalisasikan pemakaian marijuana. Ditambahkan para pemilih di Maryland menyetujui keberadaan kasino di Prince George yang memang menciptakan tenaga kerja, tetapi juga  kearah bertambahnya kejahatan, kebangkrutan dan sakit mental di komunitas-komunitas lokal. Larry Sinclair berkata bahwa Mr. Obama terlibat didalam aktivitas homosex dan pemakaian obat terlarang, Ia penulis dari buku “Barack Obama & Larry Sinclair: Cocaine, Sex, Lies & Murder?” Lihat links tentang ini di bawah.

2. Imigran kelas menengah kebawah yang semakin membanjiri USA. Selama 4 tahun pertama Mr. Obama menjadi president, masalah imigran gelap yang masuk dari negara-negara Amerika Latin yang mencari kehidupan yang lebih baik dan pekerjaan menjadi naik pesat. USA juga kedatangan imigran dari negara-negara Timur Tengah yang mengalami ketidak stabilan politik dan kemiskinan. Solidaritas imigran warga negara USA tentu lebih diuntungkan jika Obama terpilih kembali, dengan asumsi bantuan biaya sosial dan kesehatan akan mengalir bagi saudara dan rekan mereka sesama imigran. Seorang ex-Roma Katolik percaya bahwa arus imigran dari Amerika Latin ke USA adalah bagian dari rencana Gereja Roma Katolik untuk lebih mudah mengontrol USA. Mr. Obama sendiri sebagai orang kulit hitam tentunya angka tersendiri baginya dikalangan orang Negro dan imigran lainnya.

3. Bertambahnya imigran Islam di USA. Politik dalam dan luar negeri president Obama yang pro-Islam menyukakan imigran Islam di US. Mr. Obama dipercayai sebagai orang Islam, ia juga pendukung kuat kebijakan penggantian para ‘diktator’ Timur Tengah, gerakan radikal yang menelan banyak jiwa dan perang sipil di Libya dan Syria ini dikenal sebagai Arab Spring atau Jalan Arab.
Dilaporkan bahwa Baraq Obama masuk universitas dan biaya kuliah didukung oleh pangeran-pangeran Arab. Tidaklah mengherankan ia membungkukkan diri di depan raja Arab Saudi pada kunjugan kepresidentannya ke Saudi.

4. Orang Yahudi di Israel lebih takut kepada ‘Kristen’ Kulit Putih daripada Islam anti-Yahudi.  Sejarah panjang ‘Kristen’ Roma Katolik menjajah dan membantai orang Yahudi, bahkan sampai Adolf Hitler tidak mudah dilupakan oleh bangsa Yahudi, fakta ini lebih menakutkan  70% orang Yahudi USA dari pada pemerintahan Obama yang Islam anti-Yahudi, data melaporkan. Ada lebih dari 5 juta orang Yahudi tinggal di USA.

5. 90% Cendikian Katolik Amerika mendukung kampanye Obama. Suatu Investigasi dari badan Katolik menyatakan kampus-kampus Katolik terkenal di USA  memberi bantuan uang 90% ke Obama dan hanya 10% ke Romney.

Vatikan masih memerlukan figure Obama. Tugas Mr. Obama untuk mempersiapkan dunia Islam tunduk dan menyembah Vatikan belumlah selesai, seperti dinubuatkan,  Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba (Yeshua Ha Mashiah), yang telah disembelih. (Wah 13:8). Mr.Gary Kah, ahli ekonomi (khususnya Timur Tengah dan Eropa), politik dan agama, seorang Kristen, menyatakan bahwa Vatikan memakai “Fatimah” dan “bunda Maria” untuk membawa Islam pindah ke Roma Katolik, dan memakai PBB  untuk menekkan agenda “satu agama sedunia.”

Faktor kemahakuasaan Elohim. saya yakin ini adalah factor utama terpilihnya Mr. Obama untuk 4 tahun yang kedua sebagai pemimpin tertinggi USA. YAHWEH Sebaot adalah satu-satunya pribadi yang  menetapkan untuk mencabut atau membangun suatu bangsa dan kerajaan (Yer 1:10). Perjalanan politik Amerika Serikat telah dinubuatkan di Alkitab.  Baca Wahyu 13:11-18. USA di sini digambarkan sebagai seekor binatang keluar dari dalam bumi bertanduk dua (ay 11), sedangkan binatang pertama bertanduk 10 berkepala tujuh yang keluar dari dalam laut adalah Vatikan (Kerajaan Romawi) yang beragama Roma Katolik. Binatang pertama yang bertanda angka 666 (Enam Ratus Enam Puluh Enam) ini dijelaskan pada Daniel 7:19-24 dan Wahyu 17. Dalam dunia politik, kakacauan dan anarkis haruslah dibuat cukup besar sebelum total kontrol atas sebuah negara tersebut diturunkan; setiap orang ingin privecy, terlebih orang Barat, tetapi ketika kejahatan yang disertai kekacauan melanda dan tidak terkendali (akibat kebebasan yang tidak ada batas moral), mereka akan berubah pikiran dan bahkan berterima kasih kepada sytem diktatorship yang dijalankan oleh Anti-Kristus, pemimpin tunggal dunia – yang kelak akan ditumbangkan oleh Yeshua Ha Mashiah ketika Dia datang pada kedua kalinya di bumi.

Menurut pemimpin WND.com, Joseph Farah, kemenangan Baraq Obama adalah Amerika mengucapkan hukuman pada dirinya sendiri, That’s what Obama represents to me – God’s judgment on a people who have turned away from Him and His ways and from everything for which our founders sacrificed their lives, their fortunes and their sacred honor.

Komentar: Politico.com menulis: But for all the polls showing movement toward greater public acceptance of gay marriage, for all the signs of increased tolerance and changing mores, there’s one undeniable fact: A full embrace of gay rights has never been a winner in the political arena. Link ada di bawah. Tetapi President Obama telah merubah perkara tabu ini!! Ini adalah suatu tanda yang nyata kemana dunia ini menuju, suatu peneguhan yang jelas bagi pembaca Alkitab, bahwa kita berada di ujung Akhir Jaman, sebagaimana perkataan malaikat kepada Daniel tentang datangnya seorang pemimpin dunia: And the king, will do according to his own pleasure, and will exalt himself, and magnify himself against every GOD, yea, against the GOD of GODS, will he speak wonderful things,––and will succeed, until exhausted is the indignation, for, what is decreed, must be done;and, for the god of his fathers, will he have no regard, nor, for the delight of women, nor for any god, will he have regard,––for, against all, will he magnify himself. (Daniel 11:36-37; EBR),* Rasul Paulus mengingatkan “di waktu-waktu kemudian” akan datang ajaran “melarang menikah” (pria tidak boleh menikahi wanita; seperti perintah Vatikan kepada para pastornya misalnya), Paulus mengkatagorikan ajaran ini sebagai pengikut roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (1 Tim 4:1-3).

Nampaknya rakyat Amerika Serikat sedang melatih diri dengan Mr. Obama untuk siap menyambut pemimpin dunia yang dinubuatkan Alkitab tersebut. Dan Mr. Obama jelas telah berhasil MERUBAH (CHANGE) arah moral penduduk Amerika Serikat.

*) Kalimat raja ini tidak menghargai dan tidak tertarik akan para wanita terdapat pada terjemahan Inggris yang lebih tua seperti KJV, Geneva dsb., tidak terdapat pada terjemahan modern misalnya NIV.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Topan Hurricane Sandy menewaskan 69 jiwa, kerugian sedikitnya 30 milyar dollar US


Bencana alam yang keras kembali melanda USA. Topan Sandy yang datang pada akhir Oktober ini tidak hanya memporak porandakan sebagian timur Amerika, lebih lagi membawa banyak korban jiwa, lebih dari 8,2 juta tanpa listrik dan ratusan ribu penduduk harus diungsikan.

Topan ini menyebabkan kerusakan terburuk di dalam 108 tahun pada sejarah system subway (kereta bawah tanah) kota New York. Kemungkinan terburuk yang pernah mereka alami, seorang pemimpin kota New York berkata. Dari seluruh korban jiwa, 30 jiwa berasal dari New York.

Katastrofi ini terjadi hanya satu minggu sebelum Hari Pemilihan President USA, segera setelah kedua kandidat (Mr. Obama dan Mr Romney) membicarakan ‘masa depan’ tanah Israel.

Perbaikan rumah, kantor dan infrastruktur diperkirakan sedikitnya akan menelan 20 milyar $ Amerika,  kata Joseph Sitt, pemimpin executive dari sebuah perusahaan pengembangan real estate.
Perusahan lain memperkiran kerugian atas topan Sandy ini sekitar 20 milyad $ untuk kerusakan gedung dan 10-30 milyard $ kerugian bisnis.

Seorang Hawaii-Amerika yang selamat dari topan ini yakin bahwa ini adalah hukuman Elohim atas kehidupan dosa negara Amerika Serikat, ia menulis: ”Meskipun hatiku kepada para korban, saya harus mengatakan (hal) ini, bahwa ini adalah Penghakiman Elohim pada kita untuk pemberontakan kita pada Dia dan segala sesuatu yang Dia sebut Keadilan.” Ia berlanjut, “Negara kita sekali telah mentaati suara Elohim, sekarang kita hanya menyebut Dia dengan bibir kita sementara hati kita jauh dari pada Dia. Kita seluruh generasi telah memberikan diri kepada alkohol, obat-obatan terlarang, kenajisan (sex sebelum menikah), immoral sex, pornografi, aborsi dan kita bahkan mengijinkan pernikahan homosex. … Kita menderita atas konsekuensi dosa kita sendiri.” Ia juga menyinggung praktis Halloween yg jahat dan meminta Amerika untuk serius akan Yeshua. Lengkapnya bisa baca di sini.

Para pemimpin negara Amerika Serikat 2-4 dekade belakang ini telah menekan negara Israel untuk menyerahkan tanah mereka kepada bangsa Arab, yang menyebut dirinya sebagai Palestina, yang sama sekali tidak mau mengakui keberadaan negara Israel. Mr. Obama juga menekan Israel untuk menerima rencana  Barat: ”dua-negara di dalam tanah Israel.” William Koenig, dikutip oleh Drew Zahn, percaya bahwa ada hubungan yang kuat antara ”tekanan USA atas Israel” dengan ”katastrofi alam di USA.” Ia memberi contoh ”Penyerahan tanah Gaza ketangan Hamas” yang berakibat ”Hurricane Katrina,” – topan ini mulai ketika President G.W. Bush, orang Roma Katolik, memberi selamat Israel untuk mengusir seluruh orang Israel yang tinggal di Gaza dan meminta bangsa Israel dan Palestina menuju pada rencana Bush, yakni dua-negara di dalam tanah Israel.  Wlliam Koenig adalah wartawan dan korespondent Gedung Putih. Beberapa contoh lainnya, bisa dilihat pada link dibawah.

Komentar: Amerika Serikat yang sekarang tidaklah sama ketika itu dibangun sekitar dua ratus tahun yang lalu; dari negara Kristen yang berpegang kepada ajaran Alkitab sekarang, setelah jatuh ke tangan Gereja Roma Katolik, menjadi negara yang kacau balau di dalam politik, dan moral. Pendeta Charles Chiniquy dua ratus tahun silam telah melihat gejala ini. Pada bukunya ”50 Years in the Church of Rome” ia berkata bahwa Amerika adalah musuh Vatikan yang paling besar, oleh karena Amerika adalah satu-satunya negara di dunia yang konstitusinya berfondasikan ajaran Alkitab.
Kitab Wahyu (pasal 17) merefer Vatikan sebagai wanita pengendali dari binatang besar yang dasyat (European Union). Saya setuju dengan orang Hawaii dan analisa Mr. Koenig di atas, bahwa bangsa Amerika telah terlalu jauh membelakangi YAHWEH Tsebaot, negara ini harus kembali ke kasihnya mula-mula, setiap kali saya mendengarkan lagu Carman: “We need God in America, again!” membawa saya untuk berdoa bagi Amerika. Masalah Amerika saat ini adalah masalah yang sangat serius.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog