The Word of God (Holy Bible) says about freedom of speech and expression


Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:18-19)

Konflik keras antara kelompok pro dan kontra akan hak kebebasan berbicara (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) sedang terjadi di depan mata kita oleh karen iklan film Innocent of Muslims dan diikuti oleh karikatur Muhammad buatan Charlie Habdo.
Apakah yang sesungguhnya Firman YAHWEH, Alkitab, tulis tentang kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat? Apakah ajaran Kristianiti mendukung kedua hal tersebut atau menolaknya? Bagaimanakah kita harus bersikap atas hal ini?

Difinisi kebebasan berbicara: The right, guaranteed by the First Amendment to the United States Constitution, to communicate ideas and opinions without government intervention (law.yourdictionary.com).
Dalam prakteknya hal ini dapat dilakukan bukan saja dengan mulut, tetapi juga melalui karya tulis, segala bentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film.

1. Sekilas sejarah Kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Eropa. Kebebasan berbicara dan kebebasan menyatakan pendapat adalah hak secara politik untuk mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan ide-ide seseorang melalui berbicara. Hak ini diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di dalam Artikle 19 dari Universal Declaration of Human Right dan diakui di hukum HAM internasional pada the International Covenant of Civil and Political Rights (ICCPR).

John Stuart Mill (Tokoh filsafat Inggris, 1806-1873) dalam bukunya ”On Liberty” berargument bahwa tanpa kebebasan manusia tidaklah akan ada perkembangan di dalam ilmu pengetahuan (science), hukum atau politik; sebab itu, menurut Mill, diperlukan kebebasan mendiskusikan pendapat. Ia yakin, kebenaran mengusir kesalahan, karenanya bebas mengexpresikan  ide-ide tersebut, benar atau salah, haruslah tidak perlu ada ditakuti. Bukunya yang diterbitkan di tahun 1859 telah menjadi pertahanan klasik bagi hak untuk kebebasan mengungkapkan pendapat.
Namun Mill percaya bahwa “kebenaran itu selalu berubah.” [Secularism melihat bahwa kebenaran ini bergantung dari budaya, dan kesepakan suara terbanyak; Christianity melihat kebenaran sebagai suatu yang absolute, dan tidak berubah karena Elohim bersifat tidak berubah].

Kebebasan berbicara dan atau mengungkapkan pendapat sudah dikenal dalam budaya Yunani di akhir abad ke 6 atau awal abad ke 5 BC.

2. Firman YAHWEH mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, tetapi juga memperingati para pelaku kedua hal tersebut.
Elohim memberikan kepada setiap manusia kehendak bebas (free will), Elohim mengasihi manusia dengan tulus dan kehendak bebas-Nya, dan Ia juga berharap manusia mengasihi Dia dengan hati yang tulus, berdasarkan kehendak bebas, bukan karena paksaan atau ancaman, jika tidak demikian maka Dia cukup menciptakan manusia seperti robot (benda mati yang dapat bergerak dan berbicara). Kita bukanlah robot, bahkan kita diciptakan-Nya lebih tinggi derajatnya dari segala binatang (Kej 21:20-21). Kita diciptakan Elohim sesuai dengan gambar dan rupa-Nya dan tercipta melalui karya tangan-Nya sendiri. (Kej 1:26).
Benar bahwa hak kehendak bebas itu sepenuhnya milik manusia, namun Elohim membuat suatu hukum, yakni setiap kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat (dalam bentuk perkataan, perbuatan, bahkan pikiran) (Wahyu 22:12).

2.1. ‘Alkitab, Firman YAHWEH, mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Kedua hal ini adalah bagian dari kehendak bebas yang YAHWEH, Elohim Pencipta, telah berikan kepada manusia. Jika ada manusia yang mengontrol manusia lain, maka pengontrol tersebut tanpa ia sadari ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim, bahkan berlaku dan berpikir lebih tinggi kuasanya dari Elohim penciptanya; inilah yang disebut dosa menghujat Elohim (blasphemy). Berikut ini contoh-contoh di Alkitab yang mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan mengungkapkan pendapat (freedom of expression):

2.1.1. Korah, Datan, Abiram dan On berontak kepada nabi Musa dan Harun. (Kitab Bilangan 16). Sekitar 1450 BC.
Keempat orang ini beserta 250 tokoh masyarakat dengan bebas menyampaikan protes mereka,  bahkan melontarkan tuduhan kepada nabi Musa, seorang yang terkenal dengan mujizat-mujizatnya yang sangat luar biasa dan bahkan sering berhadapan muka dengan hadiran YAHWEH (Ul 34:10-12), mereka berkata: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan YAHWEH ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah YAHWEH?” (ay 3). Jangan coba-coba melalukan hal ini kepada President Mesir yang baru, Muslim Brotherhood, Anda langsung akan dihukum salib!

Apakah reaksi nabi Musa? “Sujudlah ia.” (ay.4; ITB), versi lain ”lalu tersungkurlah dia  pada mukanya” (ILT; sama dengan KJV). Musa menunjukkan bagaimana inginnya dia untuk ada berserah kepada mereka, dan bagaimana senangnya dia untuk melepaskan kepemerintahannya jika memang Elohim berkehendak. Ayat 5; Ia menyerahkan perkara ini kepada Elohim, ia berkata: ”Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan …”

Datan dan Abiram yang telah meninggalkan tenda pertemuan ini lebih awal, menolak dengan tegas panggilan Musa, berkata “Kami tidak mau datang. Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” (Ay 12-14).
Jika Anda adalah nabi besar seperti nabi Musa, apakah reaksi Anda atas jawaban ketus dan tidak berdasarkan kebenaran ini? Elohim mengenal hati nabi Musa-seorang hamba yang sangat lembut (Bil 12:3), tentunya Dia bisa langsung menurunkan api dari langit membakar para anti-kepemimpinan nabi Musa dan Harun tersebut; namun Dia tidak melakukannya! Nabi Musa pun tidak menghukum keduanya, sebaliknya ia menantang Korah dan kelompoknya untuk membuktikan kebenaran pendapat dan tuduhan mereka di depan YAHWEH, esok harinya.

Miryam dan Harun pun pernah mengungkapkan pendapat melawan nabi Musa oleh sebab ia menggambil wanita Kush sebagai isterinya. Nabi Musa tidak berbuat apa-apa, tetapi YAHWEH sendiri yang mengadili kasus perselisihian mereka. (Bil 12).

2.1.2. Masalah free speech yang lebih kritis. Sebelum peristiwa free speech dan free expression Korah Cs. ini, juga telah terjadi hal sejenis, bahkan lebih parah lagi, semua orang Israel bersungut-sungut kepada nabi Musa dan Harun setelah mendengar laporan yang provokatif (dilebih-lebihin) bahwa musuh mereka adalah para raksasa dan mereka adalah belalang, ”Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang (menjadi budak kembali) ke Mesir?” (Bil 14:4). Firman YAHWEH mencatat apa reaksi Musa dan Harun. “Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. (ay. 5).
Musa dan Harun dibela oleh Yosua dan Kaleb; melalui bakar rumah dan membunuh dengan pedang para pemberontak tersebut? TIDAK sama sekali!!
Yosua dan Kaleb membela pemimpin mereka melalui hak kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat pula. Keduanya merobek baju mereka (freedom of expression) dan mengangkat suara mereka (freedom of speech). Baca ayat 6-9.
Tiba-tiba YAHWEH menampakkan diri di tengah-tengah mereka melalui wujud tiang awan (Ul 31:15) dikarenakan rakyat ingin membunuh Yosua dan Kaleb dengan lemparan batu (ay.10). YAHWEH siap menghukum mereka atas  “pemberontakan” dan “kejahatan main hakim sendiri,” namun Musa bersyafaat melunakkan hati Elohim dan memohon pengampunan Dia untuk bangsa Israel yang telah berdosa tersebut. YAHWEH merubah pikiran-Nya dan mengampuni mereka (ay. 11-24).

Nampak sekali bahwa hukum dan budaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah terwujud pada awal lahirnya bangsa Israel abad 14 Sebelum Masehi (BC).

2.1.3. Free speech dan free expression nampak dalam kehidupan ajaran Yeshua Ha Mashiah. Sekitar tahun 30 AD.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Mat 10:27)
Di atap-atap rumah;” Anda yang pernah ke-negara-negara Timur Tengah pasti tahu bahwa atap-atap rumah mereka adalah datar (umumnya untuk menjemur dan bermain), atap rumah adalah mimbar untuk berbicara kepada masyarakat. Yeshua sering kali naik ketempat yang lebih tinggi ketika Ia ingin berbicara kepada para pendengarnya: naik keatas perahu, kotbah di bukit.

Jawaban Yeshua atas pertanyaan imam besar mengenai murid-murid-Nya dan ajaran-Nya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Elohim, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” (Yoh 18:20-21). Tiga setengah tahun Yeshua berbicara, berdebat dan mengajar di jalan-jalan dan tempat ibadah (termasuk di Bait Elohim), bukan hanya murid-murid-Nya telah tahu apa yang Ia katakakan tetapi juga semua orang Israel yang telah mendengar-Nya.

Ketika seorang tentara agama Yahudi menampar pipi-Nya, karena menganggap jawaban tersebut tidak sopan, Yeshua menunjukkan kebebasan mengungkapkan pendapat-Nya (freedom of expression),  “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (ay 23).

Main pukul atau kekerasan jika tidak setuju atas perkataan atau ekpresi seseorang sangatlah ditentang oleh Yeshua, Adonai Yeshua mengajar “jika suatu perkataan salah, tunjukkan dan buktikan kesalahannya.” Dengan kata lain, bagawalah masalah tersebut kepengadilan jika Anda berpikir suatu pernyataan itu salah, tetapi jangan main hakim sendiri.

2.1.4. Rasul Paulus juga melakukan Free speech dan free expression. Segera setelah kenaikkan Yeshua ke Sorga. Bacaan Kisah para Rasul pasal 21 dan 22.
Paulus terancam dibunuh oleh rakyat yang terhasut oleh orang Yahudi yang anti Paulus ketika ia ada di Yerusalem. Main hakim sendiri rakyat Yerusalem atas Paulus terhenti oleh kehadiran tentara-tentara Romawi (21:31-32). Sebelum ia dibawa keluar dari kerumunan masa yang marah itu untuk dibawa ke markas Romawi, ia berbicara kepada tentara Romawi tersebut dengan bahasa Yunani untuk meminta diri berbicara kepada orang-orang Ibrani yang marah tersebut (ay 37-40). Pasal 22 adalah penerapan dari hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat rasul Paulus (ay 1-21), yang berakhir kembali kepada kemarahan rakyat. Tentara Romawi yang tidak mengerti apa yang terjadi (karena tidak mengerti bahasa Ibrani, bangsa yang mereka jajah) lalu membawa Paulus kemarkas mereka untuk dicambuk (ay 24). Kembali Paulus memakai haknya“Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Romawi, apalagi tanpa diadili?” Para tentara dan kepala pasukan ini menjadi takut. (ay 25). Disini Anda lihat bahwa kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah dianut oleh bangsa Romawi (Italia sekarang ini); bangsa Romawi mengadopsi budaya tersebut dari bangsa Yunani. Roma juga mengadopsi agama Yunani.

2.2. Firman YAHWEH memperingati bahaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api;… sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3:5)
Pertama-tama, ketahuilah penyalah gunaan hak kebebasan berkehendak / freedom of will (dengan segala bentuknya; termasuk freedom of speech dan freedom of expression) yang manusia dapatkan dari Elohim terjadi pada semua kelompok, tidak saja orang Barat sekuler, namun juga termasuk para pemimpin Roma Katolik dan para pemimpin Islam terhadap bangsa dan negara Israel.

Akar masalah manusia sesungguhnya bukan pada lidah dan mulut manusia, tetapi hati dan pikiran kita, seperti peryataan Yeshua kepada para ahli agama soal makanan najis (haram), “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”  (Mark 7:14-15), Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (ay. 20-23)

Para pemakai hak kebebasan berbicara  (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) bisa berargument bahwa mereka tidak bermaksud memprovokasi pribadi atau kelompok tertentu, atau sekedar humor belaka, sederhananya “hanya sekedar memakai hak mereka,” yang memang secara hukum pemerintah dibenarkan.

Kita mungkin terbebas dari pengadilan negara (yang hanya dapat melihat fakta), tetapi kejahatan hati dan pikiran kita tidak bisa disembunyikan di hadapan YAHWEH yang mampu melihat hati dan pikiran kita, Ia mengetahui setiap motivasi kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita semua untuk hidup benar, ”Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Ha Mashiah (Kristus), supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Kor 5:9-10).

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Majalah Charlie Habdo membuat karikatur nabi Muhammad


Demo dunia Islam belum reda atas hadirnya (cuplikan) film Innocent of Muslims yang berisi tentang kehidupan nabi Muhammad, lalu rabu kemarin (20/09/2012) majalah Perancis Charlie Habdo menerbitkan karikatur-karikatur berbau Islam. Pada halaman muka nampak seorang Islam berbaju putih duduk dikursi roda sedang didorong oleh seorang Ortodox Yahudi; dengan titel ”Intouchables 2.” Keduanya berkata: ”Harus tidak tertawa!”

Pada halaman belakang bergambar seorang Arab Islam telanjang (koran menulisnya sebagai “Muhammad”; ini bagian dari provokasi yang dibesar-besarkan dalam dunia media) menunjukkan bagian belakang badannya kepada seorang direktur film (Innocent of Muslim?) dengan kalimat ”Film yang merangkul Dunia Muslim” (Le film qui embrase le monde Musulman).

Ex-editor Charlie Habdo menolak bahwa majalah ini ada sengaja memprovocasi, “tetapi sebaliknya memakai kebebasan berexpressinya untuk menggomentari berita-berita di dalam sebuah cara yang bersifat satir.” Ia berargument, “Kebebasan press, apakah itu sebuah provokasi? Saya tidak meminta orang-orang Islam garis keras (strict) untuk membaca Charlie Hebdo, hanya sama seperti saya tidaklah akan pergi ke sebuah mesjid untuk mendengarkan kotbah-kotbah apapun yang berlawanan (dari apa) yang saya percaya.”

Seorang karoonist, membela majalah tersebut, “Itu hanyalah sebuah gambar. Itu bukan provokasi.”

Jurnalis Charlie Hebdo, Laurent Leger, berkata majalah tersebut tidak bermaksud memprovokasi kemarahan atau kekerasan, “Tujuannya adalah untuk tertawa. Kami ingin mentertawai para ektrimist — setiap ekstrimist. Mereka dapat ada orang Islam, Yahudi, Katolik. Setiap orang boleh ada beragama, tetapi pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan ekstrimist kami tidak dapat terima.”
Di Perancis, kami selalu memiliki hak untuk menulis dan menggambar. Dan jika beberapa orang tidak senang dengan hal ini, mereka dapat membawa kami kepengadilan dan kami dapat membela dirikami sendiri. Itulah demokrasi. Kamu tidak dapat melempar bom-bom; kamu diskusi, kamu debat. Tetapi kamu tidak dapat bertindak kasar. Kita harus berdiri dan melawan tekanan dari extrimism.”

Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius membela kebebasan berekpresi, tetapi memperingatkan bahwa Charlie Hebdo dapat ada melempar “minyak kedalam api” dan itu terserah pengadilan untuk memutuskan entah majalah tersebut telah pergi terlalu jauh, ia berkata “Kebebasan berekpresi dapat ada dibatasi oleh keputusan-keputusan pengadilan, itu terserah pribadi-pribadi atau kelompok untuk membawa hal tersebut ke pengadilan, yang akan berkata entah hukum … telah dihormati.

Komentar: Saya pribadi tidak kaget akan balasan pihak Barat terhadap reaksi keras (brutal, menurut ukuran orang Barat), dan Charlie Habdo kartoon ini, besar kemungkinan Denmark dan negara Barat lainnya akan mengikuti, jika reaksi dunia Islam tetap berlanjut, seperti pengalaman aksi-reaksi atas “kompetisi karton Muhammad dari Jyland-Posten.
Budaya Barat bertolak belakang 180 derajat dengan budaya Timur. Anak-anak Barat sejak usia balita telah diajar (di rumah, di TK dan di masyarakat) bahwa mereka memiliki hak memilih, berbicara. Pernikahan suami Timur dan isteri Barat sering kali bentrok hanya karena tidak mengerti perbedaan nilai dan berpikir Barat-Timur; sekalipun mereka saling mencintai. Anak remaja kecil akan menelpon polisi jika ayahnya berlaku kasar, ini tentu membuat kejutan bagi serorang ayah dari Timur. Orang Barat semakin dilarang akan semakin melakukan, dan mereka tidak takut ancaman dan memilih bahaya hanya demi secuil keyakinan yang ia yakini adalah benar dan bagian dari haknya.
Bagaimana Kristianiti di Barat berhasil mengatasi kritik (beratus-ratus tahun) dari serangan kelompok Atheism, Secularism dan Liberalism? Simpel saja. Kami menghadapi mereka dengan fakta dan logika. Kritik dan tuduhan ditangkis dengan pembuktian-pembuktian Alkitab dan catatan-catatan sejarah Gereja; kebencian dan ejekan dilawan dengan kasih dan perhatian. Hasilnya? Tidak sedikit professor dan pemimpin politik menjadi Kristen.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

USA: Wikipedia, Google dan media lainnya protes atas peraturan sensor internet


Wahyu 13:11-18

Hari rabu, Januari 18 2012, situs-situs terkemuka mengadakan protes menentang rencana pemerintah Amerika Serikat untuk mensensor jaringan internet.
Pemerintah Amerika Serikat (USA) telah mendiskusikan untuk mengusulkan dikeluakannya suatu undang-undang yang mereka sebut the “Stop Online Piracy Act (SOPA), dan PROTECTIP Act (PIPA).” Peraturan ini akan memberi kuasa kepada pemerintah yang bersangkutan untuk mendaftar hitamkan situs-situs yang menyebarkan isi atau barang bajakan.
Wikipedia berbahasa Inggris Rabu tanggal 18 akan tidak berfungsi selama 24 jam, terhitung pukul 05:00 UTC sebagai aksi menentang rencana undang-undang (ruu) sensor internet tersebut. Saya berharap kami mengirim sebuah pesan global besar bahwa internet sebagai suatu keseluruhan tidak akan mentoleret penyensoran dalam meresponi tuduhan-tuduhan pelanggaran hak cipta,” Jimmy Wales Wikipedia co-founder berkata sehubungan aksi protes Wiki.
Situs Wikipedia juga berkata, ”Jika diberlakukan, undang-undang ini akan merusak internet bebas dan terbuka dan membawa perkakas-perkakas baru untuk mensensor situs-situs internasional di dalam USA.”
Kritik berkata itu dapat melukai industri teknology dan peraturan melawan hak-hak kebebasan berbicara.

Perusahan media lainnya termasuk Facebook, Yahoo, Twitter, eBay dan AOL juga telah berbicara menentang hukum tersebut, mengatakan itu mengancam kehidupan industri.

Google.com: Tell Congress: Please don’t censor the web! End Piracy, Not Liberty; “Jutaan orang Amerika menentang SOPA dan PIPA sebab undang-undang ini akan mensensor internet dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di US.”
Baca Wahyu 13:11-18. Binatang yang keluar dari dalam bumi adalah Amerika Serikat.
Bila undang-undang SOPO dan PIPA ini berlaku di Amerika, maka ini adalah satu dari beberapa pergeseran budaya manusia untuk menuju terciptanya Pemerintahan NEW WORLD ORDER, yakni pemerintahan tunggal dunia yang dikontrol (order) oleh satu orang pria yang namanya bertitel 666 (Enam ratus enam puluh enam). Malaikat memberitahukan nabi Daniel bahwa pria ini tidak suka wanita (homo) Dan 11:37 (KJV atau terjemahan Inggris tua lainnya). Alkitab adalah firman YAHWEH yang ditulis oleh manusia yang dipimpin oleh Roh Kudus!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Akan datang waktunya: Budaya-budaya baru!


Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Elohim. (1Kor 3:18-19a)

Bumi di mana kita tinggal tidaklah sama senantiasa. Budayanya berubah dengan cepat, khususnya pada abad-abad terakhir ini, dan terlebih lagi sejak abad ke dua puluh. Generasi muda akan melihat budaya orang tuanya sebagai budaya yang ketinggilan jaman. Budaya-budaya Baru Akhir Jaman (BBAJ) ini melingkupi agama, cara berpikir, seni, musik, cara pandang terhadap sejarah, pendek kata mencangkup seluruh kehidupan manusia. Semuanya berubah ”tunggang balik” apa yang di tahun 1960 dianggap baik dan benar sekarang sudah dianggap tidak benar dan tidak sesuai …. perlu dimasukin kedalam musium budaya ”kehidupan manusia.”

Ambil contoh negara USA, yang menjadi salah satu sumber perubahan budaya dunia. Seorang menggambarkan Amerika Serikat sebagai berikut: (disalin tanpa pengeditan)

Through Tolerance of Sin the Nation of America is Damned

America tolerates the killing of our unborn children and calls it “freedom of choice”

America tolerates cultivation of humans to harvest stem cells and calls it “research”

America tolerates homosexual perversions and calls it “diversity and alternative lifestyles”

America tolerates paganism and immoral life styles and calls it “multiculturalism”

America tolerates killing of the elderly and the ill among us and calls it “compassion”

America tolerates religious cults that deny God and calls it “denominationalism”
America tolerates pornography and exploitation of women and children and calls it “art”

America tolerates vile and filthy brain washing of our children and calls it “entertainment”

America tolerates God’s Holy Name being blasphemed and calls it “freedom of speech”

America tolerates taking of innocent life, and theft of property and calls it our “legal” system

America tolerates everything except God. [penebalan dari saya]

Negara USA bisa dikatakan sebagai ‘kuda Trojan’ budaya-budaya baru di ujung akhir jaman ini. Namun USA bukanlah sumber dari segala BBAJ (Budaya-budaya Baru Akhir Jaman). Seluruh dunia melakukannya.

Ini adalah beberapa BBAJ yang ada disekitar kehidupan kita:

Merubah fakta sejarah menjadi opini bebas manusia. Sejarah yang semula adalah peristiwa yang sesungguhnya telah terjadi dan mengapa. Manusia postmodern hari ini melihat itu sebagai peristiwa yang masyarakat pikirkan telah terjadi. Contoh, peristiwa holokos suka tidak suka itu benar telah terjadi, musium-musium dan kamar-kamar gas pembunuh bisa dilihat, namun tidak sedikit orang yang menganggap itu suatu dongeng. Gallup pada surveynya 15-17 Januari 1994 menunjukan bahwa 33 % orang USA berpikir bahwa munkin peristiwa Holokos tidak pernah terjadi . Bagaimana bisa fakta berubah menjadi dongeng? Ini karena lahirnya suatu ’ilmu pengetahuan’ baru dikenal sebagai ”Teori Konspirasi.” Islam radikal (Al Qaida) sebagai pelaku runtuhnya Twin Tower di New York, USA., merupakan perdebatan yang tidak penah selesai, pihak pro dan kontra masing-masing punya teori dan bukti yang kuat.

Membunuh orang tidak bersalah dan tidak bersenjata (tidak terlibat di dalam konflik) adalah ‘bisa dimengerti demi kemajuan sebuah pemerintahan. Kesepakan internasional mengenai Tawanan Perang ialah tidak membenarkan membunuh tentara musuh yang telah menyerah atau terluka (tidak berdaya untuk perang), sedihnya orang-orang sipil dibantai atau di bunuh oleh organisasi politik dan agama terjadi hampir setiap hari.

  • Terrorist Palestina mentargetkan remaja dan anak-anak Israel dan turis; praktek yang hampir sama juga dilakukan oleh Macam Tamil di Sri Langka, IRA di Inggris (yang terakhir ini sudah berhenti) – metode ini adalah sejenis metode ”Roben Hood” dan ”Zooro”: mencuri dan merampok adalah halal demi kebaikan.
  • Arab Janjeweed dibantu pemerintah Sudah telah membantai 200- 400 ribu penduduk asli hanya karena ingin sebidang tanah,
  • Pemerintah Militer Burma/ Myanmar terus menekan dengan sadis suku-suku minoritas di Burma.

Karena BBAJ ini PBB dan negara-negara Super power hanya bertindak jika memang ada keperluan dan keuntungan bagi diri mereka masing-masing.

Memakai nama agama, nama Pencipta Manusia dan deiti untuk membantai suku atau bangsa lainnya. Nabi Musa dalam kitabnya mencatat perintah Pencipta Jagar Raya ini: JANGAN MEMBUNUH! Itu sudah tertulis sejak abad 2 BC. Dari sinilah sumber ajaran Yudasim, Kristen dan Islam. Pada prakteknya sejarah mencatat bahwa pemimpin-pemimpin agama dan suku sudah dan terus membunuhi manusia demi NAMA-NYA.

  • Simon dan Lewi membalas dendam kepada suku Hewi, membinasakan semua laki-laki dengan memakai ”budaya sunat”. Yakub / Israel ayah mereka berkata bahwa kedua orang ini telah membusuki namanya (Kej 34:30).
  • Gereja Roma Katolik dengan lebih dari 10 aksi Crusaidenya dan budaya Inqusition telah melenyapkan jiwa jauh lebih banyak dari para Nazi.
  • Banyak pemimpin agama Islam demi nama Allah telah melenyapkan banyak suku di Afrika, dan bahkan kelompok Suuni dan Siah saling bunuh dengan nama yang sama.
  • Pemimin aliran-aliran Hindu di India pun tertular kuman BBAJ; tidak sedikit orang Kristen mati karenanya.

Ajaran Alkitab menjadi hari-hari raya duniawi. Apa yang diperintahkan Firman: Hotmatilah nama Elohim, jangan membuat patung untuk disebah, menguduskan hari Sabat tidak dilakukan, tapi sebaliknya yang tidak tertulis di Alkitab dilakukan: Esther, hari Natal, hari Valentine, hari Abu dll. BBAJ selalu ingin menyenangkan manusia dan Firman-Nya harus mengikuti kesukaan manusia. Mengkaitkan ”Merubah fakta sejarah menjadi opini manusia” di atas, tidaklah mengejutkan jika survey digelar kepad orang Krsiten secara Internasional, ”Apakah hari Minggu adalah hari Sabat / Hari TUHAN?”, dan hasilnya adalah 90% berkata: benar.

Kebiasaan yang amoral di jaman dahulu telah berubah menjadi sebuah budaya dan kepercayaan yang harus diterima sebagai bagian dari HAM (Hak asasi Manusia). Hamil diluar nikah suatu tabu besar sebelum 30 tahun lalu, namun sekarang menteri-menteri negara punya anak sebelum menikah. Homosexual sebelum jaman Masehi / BC dan Gereja Mula-mula adalah hal yang terkutuk. Di dalam Budaya Baru Akhir Jaman hal yang sama berubah menjadi kebanggaan para pelakunya bahkan beberapa Bishop Barat pun bukan sekedar setuju dengan aktivitas baru ini saja, mereka ini bahkan terlibat di dalam dosa besar ini. Sekarang orang memisahkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadinya; polisi, jaksa, guru sekolah dan agama yang dahulu adalah benteng-benteng moral sekarang mereka tidak ingin dikaikan dengan prilaku pribadi mereka. “Jabatan hanyalah sebuah baju seragam bukan bagian dari kehidupan,” beberapa orang berkata.

Undang-undang dan hukum menjadi senjata legal bagi pemerintah yang berkuasa. Padamulanya Undang-undang dan Hukum berlaku untuk semua kelompok sosial termasuk pemimpin, namun sekarang semua itu bisa dirubah sesuai pemimpin yang berkuasa. Presiden biasanya menjabab 4-5 tahun dan maksimum perpanjagan jabatan satu kali, dengan BBAJ ini ia bisa terus menjabat sampai lebih dari 10 tahun bahkan 30 tahun, ini telah terjadi di banyak negara.

Dongeng-dongeng / myths lebih populer dan meyakinkan dibanding isi Alkitab. Dongeng atau cerita khayalan yang dahulu kala dibacakan kepada anak-anak menjelang tidur, sekarang menjadi cerita yang best seller untuk semua umur. Novel Da Vinci Code, Harry Potter ialah beberapa diantara puluhan lainnya yang sedikit banyak isinya dipercayai. Praktek megik dan ilmu-ilmu gelap dikalangan remaja Barat naik pesat sejak buku dan film Harry Potter beredar. Surfei kerohanian di USA dan Inggris beberapa bulan lalu menyatakan ketertarikan kepada hal-hal yang rohani di kedua negara ini meningkat. Kata “rohani” dan “God” telah berubah menjadi lebih luas di era BBAJ ini.

Label “kamu rasis (racism), fanatik!” laku keras di dunia politik, sosial dan semua kehidupan manusia. Tahun 60an, label ini dialamatkan kepada orang kulit putih di Afrika dan USA yang tidak ingin berhubungan dengan orang kulit hitam. Pada jaman Budaya Baru, label ini bisa dalamatkan kepada siapa saja yang menjadi lawan keinginan seseorang. Tidak sedikit para anggota parlement yang cinta dan mengabdi kepada negaranya di labelkan sebagai orang rasis dan fanatik. Orang-orang yang berpegang teguh kepada ajaran Alkitab pun sekarang dilabekan sebagai fanatik. Label-label ini adalah senjata Iblis yang ampuh untuk memaksa orang berkompromi dengan ketidak benaran dan dosa.

Kebebasan berbicara dan berpendapat sekarang milik siapapun termasuk usia kanak-kanak. Dahulu di Israel orang dianggap dewasa ketika ia telah berumur 30 tahun. Tahun 50an di atas 17 atau sudah menikah digolongkan ”orang dewasa”, Sekarang setiap ’orang yang bisa bicara’ dianggap dewasa. Siapapun bisa mengkomentari apapun yang ia mau, … tanpa referensi dan bukti. Budaya ”Kebebasan bicara yang bertanggung jawab” sudah terkubur.

’Baju tidur’ telah berubah menjadi baju musim panas dan pertunjukan. Dua puluh tahun yang lalu, baju minim, bikini, baju tranparan hanyalah untuk di dalam rumah bahkan untuk negara-negara tertentu itu hanya dipakai wanita bagi suaminya saja. Pada BBAJ ini kita bisa melihat wanita-wanita berpakaian ’baju tidur’ dijalanan, dipanggung musik, tempat-tempat istirahat dan di arena-arena pertandingan: atletik, tenis, bola volley dan edisi terbarunya bola volley ’pantai’, sekalipun bermain di stadion, bukan di tepi pantai, mereka tetap ber-super-bikini. Anehnya untuk permainan yang terakhir ini, prianya bercelana pendek, bukan bercelana dalam dan mengenakan baju kaos. Itulah caranya komite-komite olah raga menarik penonton, wanita masih terus menjadi bahan dagangan.

Anting-anting dan tato menajadi seni dekorasi manusia. Awalnya anting dipakai sebagai tanda kepemilikan binatang peliharaan, dan kemudian dikenakan kepada telinga budak-budak. Tato dipakai untuk binatang dan dikenal hanya pada suku-suku pedalaman. Dunia telah berubh. Anting sekarang bukan saja ditelinga, tapi juga dihidung, bibir, alis mata, di pusar, dilidah; demikian halnya juga dengan tato. Manusia bukan saja lupa printah Elohim, lebih dari itu ia memberontak. (Imam 19:28)

Yahshua mengingatkan semua manusia untuk berjaga-jaga dari kehidupan yang mematikan ini, BBAJ Ia hubungkan dengan jaman Nuh dan Lot ( Sodom dan Gomorah); kebinasaan yang besar dan tiba-tiba (Luk 17:26-32, Mat 24:37-51)

Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah YAHWEH.” (Imam 19:37)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog