Berita Singkat Negara Islam Khalifah (NIK)


“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yeshua Ha Mashiah (Injil Yohanes 10:10)

Negara Islam (NIK) berkata mengeksekusi 100 tentara asingnya sendiri yang telah ingin keluar (TimesofIsrael.com; 20/12/2014)
Kelompok ekstrimist Negara Islam telah mengeksekusi 100 dari pejuang asingnya sendiri yang telah mencoba keluar dari pos-pos utama mereka di kota Raqqa Syria, koran The Financial Times berkata hari Saptu. Baca lebih lanjut …

NIK mengeluarkan selebaran perbudakan sex, membenarkan perkosaan anak (RT.com; 11/12/2014)
Kelompok militan Negara Islam telah mengeluarkan sebuah petunjuk penangkapan, penghukuman dan pemerkosaan paa wanita bukan-Muslim. Itu menguraikan bagaimana untuk memakai mereka sebagai budak-budak sex mereka dan juga membenarkan pemerkosaan anak. Baca lebih lanjut …

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern


“Jikalau bukan YAHWEH yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan YAHWEH yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:1-2) – Raja Salomo

Abad ke 7, Jaman MuhammaLambang Bulan Sabit di atap Mesjidd. Menurut tradisi Islam, Muhammad adalah nabi yang dijanjikan YAHWEH, melalui nabi Musa. Muhammad (63 tahun), nabi Islam dari Tanah Arab, meninggal secara mendadak pada 8 Juni 632 AD atau 11 AH (Setelah Hijra; ke Medina) – tradisi Islam berkata kematiannya akibat dari diracuni orang. Segera, pada hari kematiannya tersebut, terjadi keributan diantara pengikutnya ”siapa yang harus ditunjuk sebagai Khalifah, menggantikan kepemimpinan Muhammad – orang Medina atau suku Quraysh?” Khalifah (Caliph; bahasa Inggris) berarti Pengganti nabi Muhammad.[1]
Para Muslim di kota Medina, mengklaim hak mereka, “Kita telah menaungi kumpulan orang-orang asing ini (para Muslim dari luar Medina), mereka berteriak. ”Itu melalui pedang-pedang hebat kita mereka telah mampu menanam iman (ajaran Islam) tersebut. Penguasa Medina akanlah datang dari antara kita sendiri,” seru mereka. Datanglah Abu Bakr, ayah Aisha (mertua Muhammad) menenangkan mereka, “Setiap kata yang kalian para laki-laki Medina telah utarakan dengan pujian kalian sendiri adalah benar, tetapi dalam penghargaan kelahiran dan pengaruh (suku Quraysh adalah lebih superior, dan tidak seorangpun tetapi pada mereka Arabia[2] akan bisa taat.” Muhammad berasal dari suku Quraysh
”Jadi adakanlah satu pemimpin dari antara kalian dan satu dari antara kami,” mereka berteriak. Usul mereka ditolak Abu Bakr.
Pada akhirnya semua setuju untuk menobatkan Abu Bakr, temah dekat Muhammad sekaligus mertuanya, sebagai Khalifah I (Pertama), yang menandai awalnya ”4 khalifah.”
Pengumpulan ayat-ayat Kuran (Compilation I) terjadi pada pemerintahan Bakr.
634 AD, menjelang ajalnya, Abu Bakr (62 tahun) menobatkan Umar ibn al-Khattab, ayah dari Hafsa (mertua Muhammad ) sebagai Khalifah II. Pada masa Umar, Muslim merebut Syria dari tangan Byzantine, dan merebut Irak dari tangan Persia. Umar adalah salah satu pemimpin militer Muhammad.
UmaPenjajahan Islam abad ke tujuh sampai enam belas (7-16)r meninggal karena serangan senjata tajam dari budak Kristen-Persianya (644 AD). Dipilihnya Uthman ibn Affan (70 tahun), mantu Muhammad, dan orang yang kaya raya, menimbulkan kepahitan di pihak pro-Ali (mantu Muhammad) dan pihak lainnya. Sebagaimana ketidak setujuan semakin bertambah atas isi Kuran, Uthman membuat sebuah komisi untuk melakukan penyempurnaan Kuran (Compilation II). Dan Uthman memerintahkan semua versi Kuran (Masahif) lainnya diluar Kuran yang dibuatnya haruslah dibakar – berakitbat keretakkan umat Islam semakin besar. Muslim Shia memiliki pengajaran tentang Kuran berbeda dengan Muslim Sunni.
Ditambah dengan sikap Uthman yang tidak stabil di dalam mengambil keputusan, egois dan nepotisme, Khalifah III ini ditangkap dan disiksa oleh orang-orang Muslim yang tidak setuju dengan jabatannya. Ali ibn Abi Talib (sepupu Muhammad) berkata: ”Mereka memperlakukan Kalip lebih buruk dari pada mereka lakukan kepada tawanan di medan perang. Bahkan para infidel tidak melarang air bagi seorang musuh yang haus.”
656 AD / 35 AH, Khalifah III ini (12 tahun memerintah) meninggal secara tragis oleh grombolan Muslim bersenjata tajam. Jabatan Khalifah IV jatuh ke Ali, sepupu sekaligus mantu Muhammad dari putrinya Fatimah). Perang besar pertama antara Muslim lahir, kelompok Ali, keluarga Muhammad melawan kelompok ’pengikut’ Muhammad. Pada tahun kelima pemerintahan Khalifah IV ini, 881 AD, Ali di assassinasi oleh rival Islamnya, dan kekuatan politik pindah dari Medina ke Damaskus.

Sejak terbunuhnya Ali, Islam mulai terbagi-bagi dan selalu ada tumpah darah di antara mereka sendiri. Doktrin Sunni berkata Ali adalah pemegang yang sah jabatan keempat Khalifah, namun Shia percaya Ali hanyalah Khalifah yang benar – ketiga sebelum Ali hanyalah mantu, namun Ali adalah sepupu Muhammad, sekaligus mantu. Kematian Ali berakibat pusat Negara Islam Khalifah keluar dari Medina, Peta Negara Islam Khalifah abad 19Arab Saudi ke Damaskus, Syria (661- 750 AD), ke Baghdad, Irak (750-1258 AD); 1258-1261 AD kosong dan dilanjutkan ke Kairo, Mesir (1261-1517); dan mencapai masa emasnya di jaman Ottoman Turki, dimana negara-negara Eropa (umumnya Roma Katolik) ditaklukkan oleh para militer Ottoman Khalifah desa-desa dan gedung-gedung gereja dibakar, pria dewasa dibunuh, para wanita diperkosa dan jadi budak termasuk anak-anak (1512-1909). Baca: The Massacres of the Khalifah by Walter Short.
Penyebaran Negara Islam Khalifah memakai “Tiga phase Jihad”[3]

  1. Phase Lemah. Ketika Muslim minoritas tinggal di negara asing. Muslim akan memakai ayat-ayat yang Muhammad dapat di Mekka, sebelum pindah ke Medina; seperti “Tidak ada paksaan di dalam agama” (Surah 2:256)
  2. Phase Persiapan. Muslim mulai memiliki sedikit pengaruh.  “Lawanlah mereka siapkan kekuatanmu …, pukul dengan terror ke dalam (jiwa-jiwa) musuh Allah (Su 8:59-60)
  3. Phase Jihad. Muslim minoritas di dalam kekuatan, pengaruh dan kuasa. Maka Muslim akan mulai aktif memerangi semua yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. ”Lawanlah dan bunuhlah para Kafir dimanapun kalian temui …” (Su 9:5)

Terhadap orang Yahudi dan Kristen, keduanya disebut sebagai ”Orang-orang Kitab Suci (the People of the Book – merefer kepada mereka yang percaya dan berpegang kepada Kitab Torah, Mazmur dan Injil), Muhammad menetapkan 4 hal 1. Pindah ke Islam, atau 2. Bayar pajak, dan 3. Tinggalkan tempat dan 4. Mati dibunuh.

Imam Abu Funun membangun kembali Khalifat Muhammad hanya dengan senjataNegara Islam Khalifah Abad 21. Maret 2011, Jalan Arab terjadi di negara Syria, yang segera berubah menjadi anti-pemerintahan Islam Shia. Berbagai organisasi militan Islam Sunni bersama-sama memerangi President al-Assad. Salah satu organisasi anti-Shia ini adalah organisasi Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau the Islamic State of Iraq and the Syria / Levant (ISIS or ISIL) dipimpin oleh Abu Bakr al Baghdadi, seorang doktor dalam bidang agama Islam. Gambar di kiri adalah Imam Iyad Abu Funun pada kotbah Jumatnya di sebuah Mesjid di Gaza: “Weapons Are Our Only Means to Establish the Caliphate” Sep 14, 2014. English’s text done by MEMRI-TV.
Akhir Juni 2014, Abu Bakr al Baghdadi, telah menyatakan dirinya sebagai Emir al-Mu’minin (Pemimpin Orang Beriman dan menggelarkan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim. Dengan gelar ini Baghdadi telah menyatakan diri sebagai pemimpin dunia Islam, tidak hanya Irak dan Syria tetapi semua orang Islam se dunia dan kerajaannya bernama Negara Islam atau Negara Islam Khalifah. Melalui Jurubicaranya, al Baghdadi mengeluarkan pernyataan yang ia alamatkan kepada semua pemimpin Islam, “Legalitas semua emirat, kelompok-kelompok, negara-negara dan para organisasi menjadi kosong oleh expansi otoritas Khalifah dan tibanya para pasukannya pada wilayah-wilayah mereka.”
Hanya dalam dua setengah bulan Khalifat Ibrahim dan para pengikutnya telah merebut banyak kota di Syria dan Irak melalui senjata yang mereka dapat dari Amerika Serikat secara langsung (dari bantuan keuangan raja-raja Arab saat perang di Syria) dan tidak langsung (rampasan perang dari Irak misalnya) dan lebih lagi persenjataan buatan Rusia dan negara Eropa seperti Perancis.
Setiap kota yang mereka rebut, mereka memberi 3 pilihan: 1. pindah ke Islam Sunni dan tunduk kepada Baghdadi, 2. Meninggalkan kota dan semua harta mereka, atau 3. Dibunuh / dikubur hidup-hidup. Pengikut Zoroasirian (agama Persi kuno), dilabelkan NIK sebagai “penyembah berhala” dan pengikut Shia umumnya  langsung dibunuh atau dikubur hidup-hidup. Pengikut NIIS yang tepejuang Negara Islam Khalifah berparadelah merubah dirinya menjadi Negara Islam Khalifah ini tidak segan-segan menghabisi nyawa orang-orang Islam Sunni yang tidak sepaham dengan ideologi mereka. Kesadisan dan haus darah mereka begitu tinggi (lihat fotonya di Google.com dengan kata “terrorist isis” atau www.barenakedislam.com). Sehingga kelahiran NIK ini telah mendapat perlawanan dari komunitas Internasional, bukan hanya dari kalangan Kristen, Katolik dan Sekuler saja, tapi juga dari pemimpin Shia dan Sunni, seperti raja Abdullah dari Arab Saudi.
Beberapa negara Muslim, termasuk Indonesia dan Malaysia belum pernah tunduk kepada otoritas seorang Khalifah, kecuali profinsi Aceh. Negara-negara tersebut memiliki pemimpin lokal sendiri, disebut Sultan. Kebanyakan negara-negara Arab modern juga menolak sistem Negara Islam Khalifah ini, mereka memiliki raja, dan pengeran serta sultan-sultan sebagai pemimpin negara.

Bacaan berkait:

Referensi:

Catatan Kaki:

1. Khalifah memiliki otoritas tertinggi di dalam kenegaraan (politik) maupun masalah Islam (agama); tepat sama dengan otoritas seorang Paus di dalam negara Vatikan dan agama Roma Katolik sedunia. Namun bagaimanapun itu hanyalah konsep pada Islam Sunni. Islam Shia sebagai lawannya berpegang pada konsep Imamat
2. Arabia pada abad 7 adalah Dataran Arab dimana negara-negara modern Yemen, Oman, Persatuan Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Yordan berlokasi. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. What the Quran really teaches about Christianity, violence and the goals of the Islamic Jihad; Arabian Culture; bab 8, hal.65.
3. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. The Three Stages of Jihad, Bab 11.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Kalifat: “Dunia sedang melihat hanya ke Gaza!”


Militan Sunni Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS)Konflik Israel melawan Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung satu bulan. Hamas mengklaim 1.834 orang Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil; di sisi Israel, 64 tentara Israel tewas dan beberapa warga sipilnya tewas, sekalipun Hamas dan organisasi Islam lainnya di Gaza telah meluncurkan roket dan missil lebih dari 3.300 buah ke bumi Israel.
Ya, mata dunia saat ini sedang terfokus hanya kepada Gaza; tepat seperti berita yang ditulis Negara Islam Irak dan Syria yang lebih besar (ISIS) atau sekarang dikenal sebagai Negara Islam Kalifat (NIK).
Apa yang sesungguhnya sedang berlangsung di Timur Tengah tentang Gerakkan Negara Islam Kalifat (ISIS) – yang tidak diperhatikan media internasional, Anda mungkin bertanya? Berikut ini laporan singkatnya:

Di Irak: empat desa Turkmen Shiah di Irak utara dekat kota Kirkuk telah dibantai secara sadis oleh para militan Negara Islam Kalifat (NIK/ ISIS). Seorang saksi mata, Hassan Ali, petani (52 tahun) bercerita kepada the Associated Press (AP), “Mereka memukul kami dengan mortir-mortir dan mortir-mortir, dan para keluarga melarikan diri, dan mereka terus memukuli kami. Itu sungguh sectarian.” Yang berhasil selamat sekarang tinggal di Kirkuk, dimana tentara keamanan Kurdi Irak berkuasa.
PBB melaporkan 1.075 orang tewas di bulan Juni ketika militan Sunni NIK ini merebut desa-desa dan kota-kota saat mereka bergerak menuju Baghdad (dari Syria).
Minggu lalu (28/7-3/8/2014) hanya dalam satu hari para militan Sunni NIK telah membunuh tidak lebih sedikit dari 1500 orang di Irak (mendekati jumlah yang sama jumlah orang Palestina yang tewas selama satu bulan perang Israel dengan Hamas di Gaza).
Pemimpin Kalifat (Negara) Islam Abu Bakr al-Baghdadi dengan jam Rolexnya dikotbah JumatRita Izsak, seorang Reporter Khusus PBB untuk masalah minoritas mengakui bahwa di Irak “agama-agama minoritas ada ditargetkan dan para pengikutnya dikenakan penculikan, pembunuhan atau harta milik mereka direbut oleh para kelompok extrimist tersebut.”
Sedikitnya 100.000 orang Kristen Irak dipaksa untuk melarikan diri (hanya dengan pakaian yang melekat) dari semakin melebarnya ekpansi Negara Islam, kata Louis Sako, pemimpin Gereja Roma Katolik Kaldian. ”Ini adalah sebuah kehancuran humanitarian. Gereja-gereja diduduki, salib-salib dihancurkan dan membakar 1.500 manuskrip,” ia menambahkan.
Laporang PBB hari kamis menyatakan ribuan orang Yazidis terjebak oleh militan NIK di gunung Sinjar. Yazidis adalah bagian dari monoritas Kurdi Irak yang memeluk agama kuno Persia dikenal sebagai ajaran Zoroastrianisme.
Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB khuatir akan kondisi para minoritas di Irak dan meminta perhatian dunia untuk membela mereka; ”Itu mungkin ada terlalu banyak untuk meminta Anda untuk berdiri di pihak kami di dalam pertempuran ini antara peradaban dan barbarisme, tetapi setidaknya memiliki kesopanan untuk menelan kemarahan selektif Anda sementara Israel menghadapi perang melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang mencari untuk membasmi nilai-nilai yang kita semua sangat sayangi,” Ron berkata.

Media Kristen Israel menulis: Gerakkan Sunni Radikal ISIS, sekarang mudahnya dikenal sebagai Negara Islam, telah berbahagia untuk adanya perang Gaza sebagai selubung penjajahan penuhnya atas Irak utara. ”Kita dapat melakukan apapun sekarang dunia sedang melihat hanya ke Gaza!,” seorang pejabat Negara Islam Kalifat berkata pada laporannya baru-baru ini. Militan Negara Islam Kalifah membantai tentara Irak yang telah tertangkap
Syria: Konflik antara tentara Syria dengan para militan ISIS masih berlangsung. Laporan Kamis (7 Agustus) 27 tentara telah terbunuh baru-baru ini dan 11 orang ISIS tewas. Tiga militan ISIS melakukan serangan melalui meledakan diri mereka sendiri di pintu gerbang tentara Syria.
Lebih dari 170.000 orang tewas sejak perang Syria ini dimulai (Maret 2011).

Libanon: Para militan Sunni yang berperang untuk menjatuhkan president Assad, sekarang ingin menguasai Libanon. Raja Arab Saudi, Abdullah telah memberikan 1 Milliar Dollar Amerika untuk mempersenjatai negara Libanon melawan para militan tersebut. Sebelumnya Raja Abdullah telah memberikan 3 Milliar Dollar US ke Libanon untuk tujuan serupa.
Gerakkan militan Sunni di Syria telah menyebabkan satu juta pengungsi orang Syria di Libanon; belum termasuk di Turki dan Yordania.
Raja Abdullah menyebut para militan Sunni tersebut belakangan ini sebagai ”para terrorist.” Pada awal ’perang Syria,’ Raja Saudi ini malah mempersenjatai ”para terrorist” ini. Namun ketika Muhammad Morsi (dari organisasi Islam radikal Muslim Brotherhood) menjadi president Mesir, raja ini sadar bahwa langkah berikut adalah giliran dia ditumbangkan oleh para militan Sunni tersebut.

Sejarah kembali membuktikan kebenarannya bahwa Pendirian Negara Islam Kalifat hanyalah pertumpahan darah bukan hanya bagi Non-Muslim tetapi juga bagi sesama Muslim entah dia Islam Shiah maupun Islam Sunni – dan ‘damai’ baru terjadi ketika semua orang tunduk kepada diktatorship Kalifat tersebut. Apakah ada kelompok atau orang Muslim Indonesia yang mendukung berdirinya Negara Islam Kalifat?

Bacaam berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog