Kesaksian Walid Shoebat (Ex-terroris PLO); alasan meninggalkan Islam dan masuk Kristen


Walid Shoebat Dari Benci kepada KasihText kesaksian disalin ulang dari Sahabat Gembala blogsport.com: Kesaksian Dan Kisah Nyata Mantan Terroris Dan Militan Islam PLO Palestina Walid Shoebat Masuk Kristen: “Islam Menghasilkan Kekerasan.” Komentar dan penekanan kalimat silahkan mampir ke sumber aslinya. Huruf tebal umumnya dari sumber aslinya. Terima kasih.

part 2

[Kata Pengantar]
“Saya teringat pada satu kesempatan di Betlehem ketika para penonton yang penuh sesak di sebuah bioskop bertepuk-tangan dengan sukacita saat menonton film 21 Hari di Munich Saat kami melihat orang-orang Palestina … membunuh atlet-atlet Israel, kami…berteriak, ‘Allahu Akbar!’ Sebuah slogan sukacita.”
Salah-satu kekuatan yang paling dahsyat di dunia adalah kesaksian yang mengubah hidup. Sebagaimana Parvin dan Homa Darabi, Walid Shoebat juga mengalami jahatnya terorisme karena ia pernah menjalaninya – pada kenyataannya, ia mempraktekkannya. Sewaktu remaja, ia membom sebuah bank di Tanah Suci dan turut serta memukuli seorang tentara Israel. Ketika istrinya yang beragama Katolik menantangnya untuk mempelajari Alkitab, hatinya yang keras kemudian menjadi lembut saat ia belajar tentang anugerah, rekonsiliasi, dan kasih yang diberikan melalui pengorbanan Yeshua Ha Mashiah. Sekarang Walid menyerukan perlunya toleransi beragama dan kebebasan pribadi. Dan ia berusaha keras, berjalan dari seorang terroris menjadi seorang yang anti terroris.
Kisah Walid Shoebat dengan tajam menunjukkan pada kita apa yang akan terjadi di lingkungan kita jika kita tidak menghentikan terorisme Islam. Ia meninggalkan Islam dengan alasan yang jelas: Islam menghasilkan kekerasan. Ia takut jika kita yang hidup di dunia Barat dan negara-negara non-Muslim lainnya tidak bersatu sekarang, kita akan menghadapi kekerasan Islam yang lebih dahsyat di kemudian hari.
Saat itu terjadi, itu tidak terjadi di suatu tempat di seberang lautan – itu akan terjadi di dalam komunitas kita sendiri

[Keluarga dan masa kecil]
Mengapa Saya Meninggalkan Islam? Saya lahir dan dibesarkan di Beit Sahour, Betlehem [Beith Leḥem artinya Rumah Roti], di Tepi Barat, dalam sebuah keluarga berada. Kakek dari pihak ayah saya adalah seorang mukhtar, atau kepala suku, di desa itu. Ia adalah sahabat dari Haji Ameen Al-Husseini, Mufti Agung Yerusalem dan sahabat dekat Adolf Hitler. Kakek dari pihak ibu saya, FW Georgeson, di sisi lain, adalah sahabat dekat Winston Churchill, dan pendukung keras terbentuknya negara Israel, walau saya tidak terlalu menyadari akan hal ini sampai bertahun-tahun kemudian dalam hidup saya. Saya dilahirkan pada salah satu hari raya penting Islam, yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad Ini adalah suatu kehormatan besar untuk ayah saya. Untuk merayakan hari itu, ia menamai saya Walid, yang berasal dari kata bahasa Arab mauled, yang artinya “kelahiran.” Itu adalah cara ayah saya untuk mengingat kenyataan bahwa putranya dilahirkan pada hari yang sama dengan kelahiran nabi terakhir dan terbesar dari semua nabi.

Ayah saya adalah seorang Muslim Palestina yang mengajar bahasa Inggris dan studi Islam di Tanah Suci. Ibu saya adalah seorang Amerika yang menikahi ayah saya pada tahun 1956 ketika ayah saya sedang studi di Amerika. Karena mereka takut akan pengaruh dari gaya hidup Amerika terhadap anak-anak mereka, saat ibu saya sedang mengandung saya, orang-tua saya pindah ke Betlehem, yang pada waktu itu adalah bagian dari Yordania Itu terjadi pada tahun 1960. Tak lama setelah orang-tua saya tiba di Betlehem, saya dilahirkan. Ketika ayah saya berganti pekerjaan, kami pindah ke Arab Saudi dan kemudian kembali ke Tanah Suci – kali ini ke dataran terendah di muka bumi: Yerikho. Saya dibesarkan dan belajar bagaimana membenci namun diselamatkan melalui teladan mengasihi yang ditunjukkan oleh ibu saya yang adalah orang Amerika, yang paham soal belas kasih, keadilan, dan kebebasan.

Saya tidak pernah melupakan lagu pertama yang saya pelajari di sekolah Judulnya adalah: “Orang-orang Arab Kekasih Kami dan Orang-orang Yahudi Anjing-anjing Kami.” Waktu itu saya baru berumur 7 tahun Saya ingat waktu itu saya bertanya-tanya siapakah orang Yahudi itu, namun bersama dengan teman-teman sekelas saya, saya mengulangi kata-kata itu tanpa benar-benar memahami apa arti yang sebenarnya.

Saya dibesarkan di Tanah Suci, saya mengalami beberapa pertempuran antara Arab dan Yahudi. Pertempuran pertama, ketika kami masih tinggal di Yerikho, adalah Perang Enam Hari, ketika orang Yahudi menaklukkan Yerusalem tua dan sisa “Palestina.” Sulit sekali menggambarkan betapa hal ini sangat mengecewakan dan mempermalukan orang Arab dan kaum Muslim di seluruh dunia. [Dokumentasi “Six Days in June” membuktikan negara-negara Arab termakan gossip Negara Rusia – bisnis senjata api].

Konsul Amerika di Yerusalem datang ke desa kami tidak lama sebelum perang itu terjadi untuk mengevakuasi semua orang Amerika di wilayah itu. Oleh karena ibu saya adalah orang Amerika, mereka menawarkan bantuan kepada kami, tapi ayah saya menolak bantuan apapun dari mereka, karena ia mencintai negerinya. Saya masih ingat banyak hal selama perang itu – suara ledakan bom yang berlangsung berhari-hari dan bermalam-malam selama 6 hari, penjarahan toko-toko dan rumah-rumah oleh orang-orang Arab di Yerikho, orang-orang mengungsi menyeberangi Sungai Yordan karena takut terhadap orang Israel.

Perang itu dinamai demikian (Perang 6 Hari) karena hanya berlangsung dalam 6 hari. Orang Israel memperoleh kemenangan atas pasukan multi-nasional Arab yang menyerang dari banyak front. Hanya pada hari ke-7 peperangan ini, Rabbi Shalom Goren, ketua rohaniwan pasukan Pertahanan Israel, mengeluarkan pernyataan yang bergema dishofar, mengumumkan kontrol Yahudi atas Tembok Barat dan kota tua Yerusalem. Banyak orang Yahudi menghubungkan peristiwa ini paralel dengan kejadian yang dicatat dalam Alkitab ketika Yosua dan bangsa Israel menaklukkan Yerikho. Yosua dan orang Israel mengelilingi tembok Yerikho selama 6 hari, dan pada hari yang ke-7, mereka mengelilingi tembok itu 7 kali. Para imam membunyikan shofar bersamaan dengan orang-orang Israel berteriak dengan satu suara. Tembok pun roboh dan orang Israel menguasai kota itu.

Seusai perang, bagi ayah saya di Yerikho, seakan-akan tembok itu telah roboh langsung menimpanya. Selama perang, ia duduk lengket dengan radio mendengarkan stasiun radio Yordan. Ia selalu berkata bahwa orang-orang Arab akan memenangkan perang itu – tapi ia mendengarkan stasiun radio yang salah. Stasiun Radio Israel mengabarkan kebenaran mengenai kemenangan telak mereka. Namun ayah saya memilih untuk mempercayai orang Arab yang mengklaim bahwa orang-orang Israel – selalu – berbohong, mengumumkan propaganda palsu Banyak diantara kita sekarang yang tentunya masih ingat menteri informasi Saddam, yang dikenal dengan “Baghdad Bob”, dan semua klaim liar dan laporan palsu yang diteriakkannya beberapa hari setelah kejatuhan Baghdad? Dalam dunia Islam, nampaknya ada hal-hal yang tidak pernah berubah.

Kemudian, pindah kembali ke Betlehem, dan ayah saya memasukkan kami ke sebuah sekolah Anglikan-Lutheran agar dapat menguasai pelajaran-pelajaran bahasa Inggris Saudara saya laki-laki dan perempuan, dan saya sendiri adalah satu-satunya orang Muslim di sekolah itu. Kami bertiga dibenci Terutama bukan karena kami orang Muslim, tetapi karena kami setengah Amerika Walaupun itu adalah sekolah Kristen, sekolah itu masih memiliki jejak kekristenan yang berwarna Islam yang mempengaruhi banyak orang Kristen Palestina hingga saat ini Agar dapat diterima – dan kadangkala hanya supaya bisa tetap hidup – banyak orang Kristen di negara-negara yang didominasi Islam mengadopsi sikap benci yang dimiliki orang Muslim di sekeliling mereka terhadap Israel, Amerika dan dunia Barat. Karena kami separoh Amerika, guru-guru seringkali memukuli kami sementara murid-murid Kristen menertawakan hal itu

Akhirnya, ayah saya memindahkan saya ke sekolah pemerintah dimana saya mulai bertumbuh kuat dalam Islam Saya diajari bahwa suatu hari penggenapan sebuah nubuat kuno oleh Nabi Muhammad akan terjadi Nubuat ini menceritakan suatu peperangan dimana Tanah Suci akan kembali ditaklukkan Islam dan eliminasi orang Yahudi akan terjadi dalam sebuah pembantaian massal Nubuat ini ditemukan dalam banyak buku suci tradisi Islam yang dikenal dengan Sahih Hadith. Tradisi ini berbunyi sebagai berikut, dan merupakan pola pikir semua pengikut Islam radikal: “[Muhammad berkata:] Saat terakhir tidak akan datang kecuali orang Muslim memerangi orang Yahudi dan orang Muslim akan membunuh mereka hingga orang Yahudi menyembunyikan diri di balik batu atau pohon dan berkata: Muslim, atau hamba Allah, ada orang Yahudi di belakang saya; datang dan bunuhlah dia; tetapi pohon Gharqad tidak akan berkata, karena itu adalah pohon orang Yahudi” (Sahih Muslim Buku 041, Nomor 6985). Jika ditanya dimana pembantaian itu akan dilaksanakan, tradisi mengatakan bahwa itu akan terjadi di “Yerusalem dan daerah sekelilingnya.”

Selama masa remaja saya, seperti ayah, saya selalu menyesuaikan diri dengan Islam dan apa saja yang diajarkan guru-guru Muslim kepada kami. Saya, seperti halnya teman-teman sekelas saya pada umumnya, sangat terinspirasi oleh visi Muhammad yang gelap dan penuh darah. Saya menyerahkan hidup saya untuk jihad, atau perang suci, untuk memenuhi penggenapan nubuat ini Saya ingin menjadi bagian dari tercapainya rencana Muhammad, ketika Islam akan memperoleh kemenangan terakhir atas orang Yahudi dan akhirnya – tanpa halangan lagi – memerintah dunia Ini adalah ideologi para mentor saya, dan ketika saya telah meninggalkan paham fanatik ini, jutaan orang di Timur Tengah masih mempercayainya, dan mereka masih berjuang untuk menjadikannya sebuah realita.

Selama masa remaja saya, sering ada kerusuhan di sekolah menentang apa yang kami sebut sebagai pendudukan Israel Sedapat-dapatnya saya berperan sebagai penghasut dan penggerak Saya bersumpah untuk memerangi musuh Yahudi, percaya bahwa dengan melakukannya saya sedang melakukan kehendak Elohim di atas bumi Saya tetap setia pada sumpah saya saat saya memerangi tentara Israel dalam setiap kerusuhan Saya menggunakan berbagai alat yang ada untuk menghasilkan kerusakan dan sakit yang sebesar-besarnya. Saya berunjuk rasa di sekolah, di jalanan, dan bahkan di Temple Mount di Yerusalem Selama sekolah menengah, saya adalah pemimpin aktivis yang memperjuangkan Islam. Saya akan mempersiapkan pidato-pidato, slogan-slogan, dan menulis grafiti anti Israel sebagai usaha untuk memprovokasi murid-murid lain untuk melempari tentara-tentara Israel yang bersenjata dengan batu.

Gema bergemuruh teriakan-teriakan kami masih jelas dalam ingatan saya:
Tidak ada damai atau negosiasi dengan musuh!
Darah dan jiwa kami kurbankan untuk Arafat!
Darah dan jiwa kami kurbankan untuk Palestina!
Matilah Zionis!

Impian saya adalah untuk mati sebagai sahid, seorang martir untuk Islam Pada saat berunjuk rasa saya akan membuka baju saya berharap untuk ditembak, tetapi karena orang Israel tidak pernah menembaki tubuh, saya tidak pernah berhasil Ketika gambar-gambar sekolah diambil, saya dengan sengaja berpose dengan wajah yang cemberut mengantisipasi bahwa pada koran berikut wajah sayalah yang akan dimuat sebagai martir berikutnya Banyak kali saya hampir terbunuh waktu unjuk rasa siswa dan kerusuhan dengan tentara Israel Jantung saya berdebam; tak ada yang dapat menyingkirkan keinginan saya –kebencian dan kemarahan saya – selain dari mujizat Saya adalah salah seorang dari orang-orang muda yang mungkin anda lihat di CNN melempar batu dan bom molotov pada hari-hari Intifada atau “kebangkitan.”
Pada waktu itu, saya akan membenci label itu; tapi sebenarnya saya adalah seorang terroris muda. Pencucian otak dengan paham Islam-Nazi oleh para guru dan imam – dalam keseluruhan budaya saya – mencapai pengaruh yang dicita-citakannya.

Apa yang saya ketahui sekarang adalah bahwa saya tidak hanya menterror orang lain, tetapi dalam banyak hal, saya sedang menterror diri saya sendiri dengan apa yang saya percayai. Perjuangan utama saya adalah untuk mendapatkan nilai yang cukup – untuk membangun catatan terror yang hebat – agar disukai Allah Saya hidup dengan takut akan penghakiman dan neraka dan berpikir bahwa hanya dengan bersikap jahat seperti itu saya mempunyai kesempatan untuk masuk janna (surga, atau nirwana).

“Keselamatan melalui perbuatan baik diri sendiri  adalah salah satu ciri khas sebuah agama, yang tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali kepuasan palsu dan fana” – Anggur Baru.

Saya tidak pernah yakin bahwa semua “perbuatan baik” saya dapat melebihi perbuatan-perbuatan jahat saya jika ditimbang pada Hari Penghakiman.
Saya tidak hanya digerakkan oleh kemarahan dan kebencian, tetapi juga oleh rasa tidak aman dan ketakutan secara spiritual. Saya percaya pada apa yang telah diajarkan pada saya: cara yang paling pasti untuk meredakan kemarahan Allah terhadap dosa-dosa saya adalah dengan mati memerangi orang Yahudi. Mungkin, jika saya berhasil, saya akan diberi pahala tempat khusus di Surga dimana wanita-wanita cantik bermata besar akan memenuhi hasrat saya yang terdalam.

Sulit untuk menggambarkan sampai pada tahap seperti apa pencucian otak yang dialami orang seperti saya, yang dibesarkan di bawah sistem pendidikan Palestina Semua pihak berotoritas menyuarakan pesan yang sama: pesan Islam –jihad atau kebencian terhadap orang Yahudi – dan hal-hal lain yang seharusnya tidak berkuasa atas pikiran orang muda.

Saya teringat satu kejadian di Sekolah Menengah Dar-Jaser di Betlehem saat sedang studi tentang Islam, ketika salah seorang teman kelas saya bertanya kepada guru apakah seorang Muslim diijinkan memperkosa wanita Yahudi setelah mengalahkan mereka. Jawabannya adalah, ”Wanita yang ditangkap dalam pertempuran tidak mempunyai pilihan dalam hal ini, mereka adalah gundik-gundik dan mereka harus menaati tuannya. Berhubungan seks dengan budak tawanan bukanlah “sebuah pilihan bagi para budak.”
Ini bukanlah pendapat guru itu semata-mata, tetapi jelas sekali diajarkan di dalam Qur’an: “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.” Surah 4:24. [Mungkin filosofi ini dapat dibenarkan dalam dunia politik dan perang, namun dalam dunia moral TIDAK dapat dibenarkan sama sekali; berzinah (bersetubuh dengan bukan isteri sendiri) adalah berzinah, Alkitab berkata!].

Dan juga dikatakan dalam Qur’an: “Hai Nabi, sesungguhnya kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang Mukmin.” Surah 33:50.

Kami tidak mempermasalahkan soal Muhammad mengambil keuntungan dari hak istimewa ini saat ia menikahi sekitar 14 istri dan mempunyai beberapa budak wanita yang dikumpulkannya sebagai rampasan beberapa perang yang dimenangkannya. Kami tidak benar-benar tahu berapa banyak istri yang dimilikinya dan pertanyaan itu senantiasa merupakan hal yang kami perdebatkan. Salah seorang dari istri-istrinya diambil dari anak angkatnya sendiri, yaitu Zayd Setelah Zayd menikahi wanita itu, Muhammad tertarik padanya Zayd memberikannya kepada Muhammad, tetapi Muhammad tidak menerima pemberian Zayd itu hingga turunlah wahyu dari Allah Istri-istri Muhammad yang lainnya adalah para tawanan Yahudi yang dipaksa menjadi budak setelah Muhammad memenggal kepala para suami dan keluarga mereka Inilah hal-hal yang kami pelajari dalam studi kami mengenai Islam di sekolah menengah. Inilah orang yang harus kami teladani dalam segala hal. Inilah nabi kami, dan dari dia dan perkataannyalah kami belajar untuk membenci orang Yahudi.

Saya teringat pada satu kesempatan di Betlehem ketika para penonton yang penuh sesak di sebuah bioskop bertepuk tangan dengan sukacita saat mereka menyaksikan film 21 Hari di Munich Saat kami menyaksikan orang-orang Palestina melempar granat ke dalam helikopter dan membunuh para atlet Israel, kami semua – ratusan penonton – berteriak, “Allahu akbar!” sebuah slogan sukacita.

Dalam suatu usaha untuk mengubah hati orang Palestina, stasiun televisi Israel menayangkan film dokumentasi mengenai Holocaust. Saya duduk dan menonton, menyoraki orang Jerman sambil makan pop corn. Hati saya begitu keras, mustahil bagi saya untuk mengubah sikap saya terhadap orang Yahudi, kecuali melalui “pencangkokan hati.”

Oleh karena kemurahan Elohim, saya memiliki sesuatu yang hanya dimiliki oleh sedikit dari teman-teman sekelas saya. Saya mempunyai seorang ibu yang berbelas kasih dan memiliki suara yang lembut – dengan sabar berusaha menggapai saya di tengah-tengah hiruk pikuk suara kebencian yang menulikan di sekitar saya. Ia berusaha mengajari saya di rumah tentang apa yang disebutnya dengan “rencana yang lebih baik.” Namun demikian, pada waktu itu apa yang diajarkannya hanya berdampak sedikit pada saya, karena tekad saya sudah teguh – saya akan hidup atau mati memerangi orang Yahudi. Tetapi seorang ibu tidak pernah menyerah.

Saya tidak menyadarinya waktu itu, tetapi ibu saya telah dipengaruhi oleh sepasang misionaris Amerika. Ia bahkan telah dengan diam-diam meminta mereka untuk membaptisnya. Namun, ketika ia menolak untuk dibaptis di kolam yang penuh dengan ganggang hijau, pendeta misionaris itu harus meminta YMCA di Yerusalem untuk mengosongkan kolam yang dikhususkan untuk pria, dan kemudian ibu saya dibaptis disana. Tak seorang pun anggota keluarga kami mengetahuinya.

Seringkali ibu mengajak saya mengunjungi berbagai museum di Israel. Ini berdampak positif pada saya dan saya jatuh cinta pada arkeologi. Saya terpesona pada arkeologi. Dalam banyak argumentasi saya dengan ibu, secara langsung saya katakan padanya bahwa orang Yahudi dan orang Kristen telah berubah dan memalsukan Alkitab. Ia menanggapinya dengan membawa saya ke Museum Gulungan Kitab di Yerusalem dimana ibu menunjukkan pada saya gulungan kuno kitab Yesaya – masih utuh. Ibu saya berhasil menyampaikan argumennya tanpa berkata-kata. Walaupun ibu berusaha mencapai saya dengan sabar dan lembut, saya tidak tergoyahkan. Saya akan menyiksanya dengan hinaan. Saya menyebutnya seorang “kafir” [Mat 5:22] yang mengklaim bahwa Yeshua adalah Anak Elohim dan saya menyebut ibu “seorang penjajah terkutuk Amerika.” Saya menunjukkan padanya gambar-gambar di surat kabar tentang semua remaja Palestina yang telah menjadi “martir” sebagai akibat dari perselisihan dengan tentara Israel dan saya menuntut ibu untuk memberikan jawaban. Saya membencinya dan meminta ayah untuk menceraikannya dan menikahi seorang wanita Muslim yang baik.

Di samping semua hal ini, ibulah – ketika saya dijebloskan ke Penjara Muscovite di Yerusalem – yang pergi ke konsulat Amerika di Yerusalem dan berusaha untuk mengeluarkan saya. Penjara Muscovite dulunya adalah kamp Rusia yang digunakan sebagai penjara pusat di Yerusalem bagi mereka yang kepergok menghasut orang untuk melakukan kekerasan terhadap Israel. Ibuku yang kekasih sangat kuatir akan arah hidup yang saya ambil sehingga rambutnya mulai rontok. Kekuatirannya bukannya tanpa alasan. Selama saya di penjara saya menjadi anggota kelompok terror Fatah milik Yasser Arafat. Tak lama kemudian, saya direkrut oleh seorang pembuat bom yang sangat terkenal dari Yerusalem yang bernama Mahmoud Al-Mughrabi.

Sudah tiba saatnya bagi saya untuk melakukan yang lebih besar daripada sekadar protes dan membuat kerusuhan Al-Mughrabi dan saya berencana untuk bertemu di Jalan Bab-El-Wad di Klub Bela Diri Judo-Star yang dikelola ayahnya di dekat Temple Mount di Yerusalem Ia memberi saya bahan peledak yang rumit yang telah dirakitnya sendiri. Saya harus menggunakan bom – bahan peledak yang disembunyikan dalam seketul roti – untuk meledakkan cabang Bank Leumi di Betlehem. Mahmoud menolong saya menyelundupkan bom itu, seperti halnya Wakf Muslim – polisi agama di Temple Mount. Dari Temple Mount, saya berjalan keluar menuju podium dengan bahan peledak dan pengatur waktunya di tangan saya. Kami berjalan di sepanjang Dinding Ratapan dan menghindari semua titik pemeriksaan. Dari sana, saya berjalan ke stasiun bis dan naik bis ke Betlehem Saya sudah sangat siap untuk menyerahkan hidup saya jika memang harus demikian. Saya berdiri di depan bank itu dan tangan saya sudah benar-benar siap untuk meledakkan bom di pintu depan, ketika saya melihat beberapa anak Palestina berjalan di dekat bank.

Pada saat terakhir, saya malah melemparkan bom itu ke atap bank. Dan saya berlari. Ketika saya sampai di Church of the Nativity (gereja yang dibangun di tempat Yeshua dilahirkan-Red; [Ini hanya keyakinan tradisi agama Katolik, tepatnya ini adalah kuil Tamus]), saya mendengar ledakan. Saya sangat ketakutan dan sangat depresi sehingga saya tidak dapat tidur berhari-hari. Saya hanyalah seorang remaja berusia 16 tahun. Saya bertanya-tanya apakah saya telah membunuh orang hari itu. Itulah kali pertama saya mengalami bagaimana rasanya memiliki tangan yang berlumuran darah. Saya tidak menikmati apa yang telah saya perbuat, tetapi saya merasa harus melakukannya karena itu adalah tugas saya.

Kisah yang akan saya ceritakan pada anda berikut ini juga merupakan pergumulan. Itulah kali pertama saya berusaha untuk membunuh seorang Yahudi. Seperti jutaan belalang, batu-batu beterbangan dimana-mana saat kami bertikai dengan tentara Israel. Sekelompok orang dari pihak kami telah menyalakan api dengan cara membakar ban untuk digunakan sebagai blokade Seorang tentara terluka kena lemparan batu. Ia mengejar anak yang telah melemparinya. Namun kami berhasil menangkap tentara itu. Bagaikan segerombolan binatang liar, kami menyerangnya dengan apa saja yang ada di tangan kami. Saya memegang pentungan dan saya menggunakan pentungan itu untuk memukuli kepalanya sampai pentungan itu patah. Seorang remaja lain memegang tongkat dengan paku-paku yang mencuat keluar. Ia terus memukuli kepala tentara yang masih muda itu hingga ia berlumuran darah. Kami hampir saja membunuhnya. Ajaibnya, seakan-akan dengan didorong ledakan adrenalin yang terakhir, dia lari sekencangnya menyeberangi blokade ban-ban berapi dan berhasil lolos ke seberang dimana para tentara Israel menggotong dan menyelamatkannya. Saya tidak tahu dari mana ia mendapatkan kekuatan itu. [Lihat: Mujizat-mujizat atas Israel abad-modern]

Tapi sekarang saya merasa senang karena ia berhasil melarikan diri. Sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, sulit sekali bagi saya mengekspresikan bagaimana saya sangat menyesal dan pedih jika mengingat bahwa saya pernah melakukan hal-hal seperti itu. Sekarang saya bukan orang yang sama seperti waktu itu.

[Kuliah ke Amerika, jihad bawah tanah di USA, ditantang untuk membuktikan ‘Alkitab telah dipalsukan’]
Setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, orang-tua saya mengirim saya ke Amerika untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Saya masuk di sekolah yang kemudian dikenal dengan Loop College, yang terletak di jantung kota Chicago Ketika saya tiba disana, saya langsung terlibat dengan banyak acara sosial politik yang anti Israel. Saya masih benar-benar percaya bahwa akan datang harinya dimana seluruh dunia akan tunduk kepada Islam dan kemudian dunia akan menyadari betapa dunia sangat berhutang kepada orang-orang Palestina yang telah mengalami banyak kehilangan oleh karena mereka adalah barisan terdepan dalam perang Islam melawan Israel.

Loop College dipenuhi oleh berbagai organisasi Islam Ketika saya berjalan ke kantin, rasanya seperti masuk ke sebuah kafe Arab di Timur tengah. Berbagai kelompok Islam beroperasi di luar jam sekolah pada waktu itu, tiap kelompok bersaing untuk merekrut siswa lain. Dengan segera saya mengabdikan tenaga saya untuk melayani sebagai seorang aktifis PLO – Organisasi Pembebasan Palestina. Secara resmi saya harus bekerja sebagai penerjemah dan konselor bagi siswa-siswa Arab melalui sebuah program Amerika yang disebut CETA (Comprehensive Employment and Training Act) dimana saya dibayar dengan bantuan dari pemerintah Amerika Serikat. Namun, sebenarnya, apa yang saya lakukan, meliputi menerjemahkan iklan-iklan untuk acara-acara yang bertujuan memenangkan simpati orang Amerika atas perjuangan Palestina.

Kenyataannya, “memenangkan simpati” adalah ekspresi yang palsu. Kami berusaha untuk mencuci otak orang-orang Amerika – semua yang kami pandang sangat mudah tertipu. Dalam bahasa Arab, iklan-iklan untuk acara-acara semacam itu dengan terang-terang menggunakan jihadist, sebuah deskripsi anti semitis seperti: “Akan ada sungai darah…Datang dan dukunglah kami untuk mengirim siswa-siswa ke Selatan Libanon untuk memerangi orang Israel…” Di lain pihak, dalam versi bahasa Inggris, kami akan menggunakan deskripsi yang halus dan tidak merusak, seperti: “pesta budaya Timur tengah, datanglah dan bergabung dengan kami, kami akan menyajikan domba gratis dan baklava…” Waktu itu tahun 1970. [Lihat: Orang Islam boleh berbohong demi membela Allah?]

Kemudian terjadilah  peristiwa Septembar Hitam. September Hitam adalah bulan yang dikenal di seluruh Timur Tengah sebagai saat ketika Raja Hussein dari Yordania bergerak menggagalkan sebuah usaha PLO di Yordania meruntuhkan kekuasaannya sebagai raja. Banyak orang Palestina terbunuh dalam konflik yang berlangsung hampir setahun lamanya itu hingga bulan Juli 1971. Hasil akhir dari semua ini adalah pengusiran PLO dan ribuan orang Palestina dari Yordania masuk ke Lebanon.

Tentu saja, konflik itu berkembang dan mempengaruhi berbagai organisasi siswa Arab di Loop College. Saya sangat kecewa dan frustrasi menyaksikan hal ini, karena saya menyadari bahwa tanpa persatuan, tujuan jihad di Amerika tidak akan berhasil. Pada saat itulah saya bergabung dengan Al-Ikhwan – Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood).

Persaudaraan Muslim adalah organisasi yang membawahi sejumlah organisasi teroris lainnya di seluruh dunia. [Penebalan dan garis bawah dari sumber aslinya; Editor]. Saya tidak sendirian saat bergabung dengan Persaudaraan ini; ada ratusan siswa Muslim lain dari seluruh penjuru Amerika yang juga bergabung ketika itu. Saya percaya bahwa bekerja sebagai seorang aktifis untuk Persaudaraan Muslim adalah cara yang terbaik untuk membawa kesatuan diantara orang Muslim; bukan Muslim Palestina atau Muslim Yordania, melainkan satu ummat Muslim – satu komunitas Muslim universal – di bawah satu payung Islam. Hingga akhirnya, seorang sheikh Yordania bernama Jamal Said datang ke Amerika untuk merekrut siswa-siswa. Pertemuan perekrutan itu diadakan di gudang bawah tanah atau dengan menyewa kamar hotel. Para siswa Muslim berkumpul dari seluruh penjuru Amerika untuk menghadiri pertemuan itu dan mendengarkan Sheikh Jamal Said Jamal memiliki status dan reputasi yang legendaris. Dia adalah sahabat Abdullah Azzam, yang terkenal di seluruh Timur tengah sebagai mentor dari Osama Bin Laden.

Orang seringkali bertanya pada saya apakah menurut saya ada kelompok-kelompok sel teroris yang beroperasi di Amerika. Tidak diragukan lagi bahwa kelompok-kelompok itu memang ada. Sementara banyak mahasiswa Amerika di tahun 70-an bereksperimen dengan narkoba, memprotes pemerintah mereka, dan berpartisipasi dalam melahirkan gerakan “anak bunga”, mereka tidak memperkirakan adanya revolusi bawah tanah lainnya yang dilahirkan oleh para siswa Muslim radikal di seluruh negeri itu. Di dalam Islam, diajarkan bahwa jika seorang Muslim memasuki sebuah negara untuk menaklukkannya bagi Allah, ada beberapa tahapan sebelum mencapai “invasi” itu jika anda menginginkannya. Itu adalah tahap-tahap awal dari gerakan paling subversif yang akan dialami oleh negara itu. Itulah kelahiran gerakan jihadis di Amerika.

Akhirnya saya pindah ke California, dimana saya bertemu dengan istri saya, seorang Katolik dari Meksiko. Saya ingin mentobatkannya kepada Islam. Saya mengatakan padanya bahwa orang Yahudi telah memalsukan Alkitab dan ia meminta saya untuk menunjukkan beberapa contoh pemalsuan itu. Ia menantang saya: ia menantang saya untuk mempelajari Alkitab itu sendiri supaya saya sendiri melihat apakah semua yang telah diajarkan kepada saya mengenai Alkitab dan orang Yahudi itu benar atau tidak. Itu membuat saya memulai sebuah perjalanan yang mengubah hidup saya secara radikal.

[Menyelidiki Alkitab]
Pada saat itu saya harus pergi membeli Alkitab dan saya mulai membacanya dan ada banyak sekali kata “Israel” di dalamnya. Kata yang paling saya benci itu ada dimana-mana di dalam kitab itu. Saya berpikir, bagaimana ini harus dijelaskan? Saya mulai berpikir bahwa orang-orang Yahudi sesungguhnya tidak menyakiti kami tetapi kami membenci mereka dan menuduh mereka melakukan hal-hal yang mengerikan ini.

Ini adalah sebuah perjalanan, yang dalam beberapa waktu lamanya hingga saya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya, lebih merupakan sebuah obsesi. Saya begadang sampai larut malam dan membaca dengan tekun kitab suci orang Yahudi dan Kristen ini. Saya membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya mempelajari sejarah Yahudi. Saya berdoa dan menggumuli hal-hal yang saya temukan. Banyak hal dalam kepercayaan saya yang membentuk dasar-dasar cara berpikir saya yang Islami mulai bertumbangan. Karena dikonfrontasi dengan konflik yang jelas terlihat antara cara saya memandang dunia ini dan agama saya semenjak remaja dan kebenaran Alkitab yang menusuk, lalu saya berdoa mohon bimbingan Elohim. Pada pertengahan tahun 1990, saya pergi ke reuni keluarga di selatan California, disana terjadi pertengkaran setelah saya membela tokoh Alkitab Rahel, yang disebut oleh paman saya sebagai “pelacur Yahudi.”

“Kamu layak dimusuhi,” kata paman saya, dan mereka melemparkan saya keluar dari rumah. Saya sadar mereka tidak tahu apa-apa soal sejarah; apa yang mereka ketahui hanyalah propaganda yang dulu selalu diajarkan pada saya.

Pertobatan saya membawa saya untuk meninggalkan kekerasan dan menjadi orang Kristen, tetapi untuk itu ada harga yang harus saya bayar: keluarga saya tidak mau mengakui saya lagi dan saudara saya sendiri mengancam akan membunuh saya karena telah meninggalkan Islam. Sekarang saya berharap bahwa dengan mengatakan kebenaran saya akan membuka mata orang banyak.

Sekarang, saya adalah pendiri Yayasan Walid Shoebat. Misi hidup saya dan cita-cita saya adalah membawa kebenaran tentang orang Yahudi dan Israel ke seluruh dunia, sambil mengijinkan Ha Mashiah untuk menyembuhkan jiwa saya melalui pertobatan dan mengupayakan rekonsiliasi Saya telah berketetapan untuk dengan tidak berlelah berbicara tentang Israel kepada ratusan ribu orang di dunia. Saya bersyukur kepada Elohim karena Ia memberikan saya kesempatan untuk meminta pengampunan dan berekonsiliasi dengan orang Yahudi dimana pun di seluruh penjuru dunia. Kepada siapa pun yang mau mendengarkan, saya akan menceritakan kisah saya Sebagai tambahan, walau ada banyak ancaman terhadap hidup saya – termasuk imbalan 10 juta Dollar untuk menangkap dan membunuh saya – saya terus berbicara menentang kebohongan-kebohongan Islam-Nazi yang dulu mengindoktrinasi saya. Jika mereka menangkap saya, saya akan terus bersuara.

Ya, hari ini saya mengatakan pada dunia, Saya mengasihi orang Yahudi! Dan saya sangat percaya bahwa orang Yahudi adalah umat pilihan Elohim yang bertujuan untuk memberi terang kepada orang-orang Arab dan juga seluruh dunia – jika mereka mengijinkan orang Yahudi menerangi mereka.

Mengetahui kebenaran ini telah mengubah cara berpikir saya dari menjadi seorang pengikut Muhammad dan yang mengidolakan Adolf Hitler menjadi seorang yang percaya kepada Yeshua Ha Mashiah, dari mempercayai kebohongan menjadi mengenal kebenaran, dari sakit secara spiritual menjadi dipulihkan, dari hidup dalam gelap menjadi melihat terang, dari terkutuk menjadi diselamatkan, dari keraguan kepada iman, dari benci menjadi kasih, dari perbuatan-perbuatan jahat kepada anugerah Elohim di dalam Ha Mashiah

Inilah saya hari ini Terpujilah YAHWEH! Saya berharap dengan membaca kesaksian saya dan yang lainnya dalam buku ini anda mulai menyadari bahwa ada peperangan antara yang baik dan yang jahat, dan antara damai dengan terorisme, perselisihan antara kebebasan dan neo-fasisme Sebagaimana yang saya katakan saya berbicara di Universitas Columbia: Hari ini saya berjuang untuk hak semua orang; saya berjuang untuk orang kulit hitam agar dibebaskan dari perbudakan, bagi orang Muslim agar bebas untuk bertobat kepada kekristenan, bagi orang-orang Yahudi yang menolak untuk menjadi Kristen, dan bagi orang-orang atheis untuk mendapatkan haknya menjadi orang atheis Dan saya akan mati untuk hak kebebasan berbicara bagi semua orang di Amerika Serikat. Walid Shoebat, Pendiri Yayasan Walid Shoebat

Buku kesaksian Walid: Mengapa Saya Meninggalkan Jihad dan Mengapa Kami Ingin Membunuh Anda

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Iran: The Stoning of Soraya- Film


The Stoning of Soraya M. Film The Stoning of Soraya – فيلم رجم ثريا
The Stoning of Soraya M. (English text only)
Film drama keagamaan yang didasari dari kisah nyata Soraya Manutchehri, ibu dari 4 anak, ia dihukum rajam (dilempari batu sampai mati) pada 15 Agustus 1986 pada usia 35 tahun atas tuduhan palsu telah berzinah yang dibuat oleh Ghorban-Ali, suaminya. Tuduhan itu dibuat agar ia bebas dari isterinya dan dapat menikahi gadis berusia 14 tahun. Film ini diambil dari buku La Femme Lapidée.  Buku dan film ini dilarang terbit di Iran.

Synopsis film: Di suatu desa Kuhpayeh pedalaman Iran, melalui kerusakan mobil, Freidoune, seorang wartawan Perancis, dihampiri oleh Zahra, seorang wanita ingin menceritakan kisah malang yang menimpa keponakkan perempuannya, Soraya yang meninggal melalui hukuman lempar batu sesuai hukum Islam di Iran.  Buku La Femme Lapidee Freidoune Sahebjam
Ketika Soraya dan Zahra menolak usul cerai tersebut. Ali dan Mullah (tokoh agama) memakai posisi mereka membuat dua saksi dusta dan menyebarkan gossip ke masyarakat bahwa Soraya telah bermain serong supaya dapat menaruh Soraya ke  dalam ”tuduhan perzinahan” yang di Negara Islam Republik Iran berarti wanita itu akan dihukum mati melalui lemparan batu.
Wartawan harus melarikan diri dari Mullah dan para pengikutnya demi hidupnya untuk menceritakan kisah tersebut ke seluruh dunia. Informasi tentang film Soraya.

Direkur film: Cyrus Nowrasteh (Iran warganegara AS)
Soraya M. (Mozhan Marno)
Zahra (Shohreh Aghdashloo)
Freidoune Sahebjam (Jim Caviezel)
Lokasi pembuatan: Yordania

Freidoune Sahebjam (1933-2008) adalah putra dari seorang duta besar Iran, wartawan dan juga korespondent perang. Ia tinggal di Perancis.
Nowrasteh bercerita di kantor Pusat Hak Asasi Manusia Amnesty International di London bahwa sSoraya dan lubang untuk perajamanedikitnya 190 orang sudah di eksekusi di tahun ini. Sakineh M. Ashtiani dan 13 orang Iran lainnya ada pada baris kematian – yang tetap menghadapi suatu hukuman barbarian. (Oktober 2010)

Film/ dokumentasi sejenis (hak asasi wanita):

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Cara Timur Tengah melawan pejuang Negara Islam Kalifah (ISIS)


Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10, ITB)

“Sementara Al-Qaida, al-Shabab dan Taliban telah merasa perlu untuk tampil sedikit bagus dalam Hubungan Masyarakat (Public Relationship/ PR), NIK membuang semua kepura-puraan. Mereka yang lainnya tidak pernah mengakui secara terbuka bahwa “hak-hak manusia” adalah teruntuk mahluk-mahluk dengan senjata api, berjenggot dan alat kemaluan laki-lak, NIK mengakui dan bahkan menproklamasikannya melalui media internet, baik sosial maupun private,” Marisa Martin menulis. Marisa adalah aktivist politik dan pakar seni.
Sementara negara-negara Barat meresponi pernyataan dan kesadisan perbuatan NIK melalui kekuatan senjata, orang-orang Timur Tengah meresponi NIK melalui seni: humor, satir dan musik. Marisa percaya bahwa humor memiliki kuasa untuk menolak ketakutan.
The Great Departed Para musikus Libanon tahun 2013 telah membentuk band The Great Departed, sekarang telah menjadi sangat pupuler. Mereka telah menciptakan lagu Madad Baghdadi secara terbuka mengejek komandan NIK, Abu Bakr al-Baghdadi, atau Khalifah Ibrahim, yang  lagu ini berbunyi “berkuasa melalui hukum-hukum ALLAH … Dan karena Islam adalah pemurah, kami akan mencincang daging dan memotong tangan.”
Para pemusik ini memperingati bahwa ia “akan menuntut para pekerja ALLAH ke lubang neraka tidak seperti yang lainnya.”
Kewajiban para wanita menutup seluruh wajah dan tubuh mereka di seluruh wilyah kekuasan NIK, serta mengharuskan menutup tempat keluarnya susu bagi binatang betina yang akan disembelih, diejek musikus Libanon tersebut melalui lirik lagunya: ”Saya bersumpah kepada ALLAH, jika saya adalah seekor sampi, saya akanlah mengenakan BH.”

Konsert mereka disambut positif oleh para hadirin. Ketika di muat di YouTube, hanya kurang dari empat hari itu sudah ditonton lebih dari 6000 pelihat dengan komentar yang umumnya adalah positif.
Lagu kritik ciptaan mereka yang lain adalah Don’ti Mixi. Lagu ini diinpirasikan oleh kejadian kunjungan resmi ex-president Mesir, Morsi, ke Jerman, dimana ia mencampurkan bahasa Arab dan Inggris sementara berbicara, sekalipun ada penterjemah. ”Gas dan alkohol tidak dapat dicampurkan,” sindir mereka atas bahasa Morsi tersebut.
Khaled Soubeih, pendiri dan komposer dari band tersebut bercerita betapa terkejutnya dia ketika mendengar NIK ”berbicara tentang belas kasihan ALLAH dan sementara itu terus membunuhi orang-orang.” Selama al-Badhdadi hidup, mereka tidak akan pernah kehabisan inpirasi yang bersifat satir. Soubeih percaya humor adalah cara terbaik untuk melawan balik (ideologi terror dan kekeran NIK).
President Mesir 1 tahun Muhammad Morsi, yang dijuluki sebagai Firaun diktator, sungguh telah dibuat kebakaran jenggot oleh humor-humor  TV-shownya Bassem Youssef, baca ini
12 Oktober orang Kurdi di Irak menayangkan sebuah video musik pada saluran TV mereka lima pria berlagak seperti tentara NIK (ISIS): berjanggut dan berbaju hitam, menyandang bedil sebagai gitar, berdansa dengan dua pedang panjang dan memainkan sebuah batok tengkorak manusia, plus dengan bendera besar hitam jihad di belakang mereka. Text dalam bahasa Inggris diberikan oleh MEMRI TV dengan title: “ISIS Parody from Iraqi Kurdistan
Dengan diiringi irama musik Timur Tengah mereka bernyanyi dengan ceria lagu Kurdi TV megejek Negara Islam Kalifah melalui seni musik

“Kami ISIS”
Kami berjanggut, kotor dan menjijikkan
Kami tidak berotak tanpa apapun dalam kepala kami
Kami membunuh merpati di langit, dan membawa sejarah ke masa kini
Reff: Kami ISIS, kami ISIS; Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)

Musik kami tanpa rhythm, dan pemimpin kami disebut Qaqa.
Musik kami tanpa rhythm. Dan kami benci wangi mint yang harum
Kantong kami penuh dengan uang Qatari, bahasa kami adalah pelor-pelor dan gorokan
Kantong kami penuh dengan uang Qatari, dan pose-pose damai berbahaya bagi kami
Reff: Kami ISIS, kami ISIS, Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)
Dari Chechnya dan Hijaz, kami telah datang memcium bau bawang putih dan onion
Dari Chechnya dan Hijaz, kami telah datang dengan sekumpulan bebek (geese)
Kami memburu jihad dan sex, kami puas dan bahagia melihat darah
Kami memburu jihad dan sex, kami putra-putra al-Hajjaj dan al-Saffah
Reff: Kami ISIS, kami ISIS, Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)

Kami tidak memiliki pengetahuan dalam otak kami, kami menyerang kota Sinjar
kami tidak memiliki pengetahuan dalam otak kami, kami takut akan wanita dan anak-anak, Kalifah kami berjanggut dan otak kami terputar terbalik;
Harapan kami adalah untuk membunuh, itulah sebabnya kami tidak memiliki masa depan
Reff: Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina; kami ISIS, kami ISIS (2x)

Kurdi TV megejek Negara Islam Kalifah melalui seni musikDari penampilan video ini nampak orang-orang Kurdi ini sangat gembira dan tidak takut sama sekali dengan para pejuang NIK yang besar dan kejam tersebut. Perang di Kobani (Kurdistan Syria) dan di Mosul (Kurdistan Irak) telah memberi bukti kepada Dunia dan khususnya kepada para pejuang NIK bahwa orang Kurdi adalah orang yang berjiwa besar dan kuat.
Marisa Martin menyatakan bahwa ”Tertawa sangat mengancam para Psychopath. Itu mengingatkan mereka bahwa mereka bukanlah dewa-dewa, dan mereka dihina oleh jutaan orang. Ejekan dan cemooh adalah bukti bahwa mereka tidak akan pernah sepenuhnya dapat mengendalikan roh manusia, tetapi hanya bisa membunuh dan mematikan fisik. Bahkan binatang anjing dapat dilatih untuk memicuk pelatuk senjata api, namun secara umum lebih menyenangkan dan lebih mampu mengendalikan diri daripada tindakan-tindakan para Psychopath.” Psychopath adalah orang yang anti-sosial, kelainan jiwa terhadap hal-hal yang bersifat kemasyarakatan, dikenal juga sebagai Sociopath.
Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Vatikan: Paus Francis I mendorong para Uskupnya untuk lebih liberal


Rasul Petrus: “Sebab jikalau Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa… dan jikalau Elohim tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; dan jikalau Elohim membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,” (2 Rasul Peter 2:4-6)

Paus Francis I, ratusan pemimpin Gereja Katolik pada Synode 2014Pada Rapat Synode yang dihadiri oleh para puncak pimpinan Gereja Roma Katolik (GRK) sedunia nampak bahwa praktek homosex dan perceraian tidak lagi dilihat sebagai suatu dosa, tetapi sesuatu yang perlu diterima di dalam kehidupan Gereja Katolik. Pergeseran kebijakan yang semakin liberal ini ditentang oleh pemimpin Katolik yang konservativ, laporan menulis.
Rapat Sinode Luar biasa Para Uskup tentang Keluarga 2014 di pimpin langsung oleh Paus Francis I, mendiskusikan tentang posisi GRK tentang hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, seperti pernikahan, perceraian, praktek homosex, alat-alat kontrasepsi dan hubungan sex sebelum menikah (premarital sex). Rapat ini berlangsung di Vatikan dari tanggal 5-19 Oktober 2014. Dihadiri oleh hampir 200 pemimpin Katolik (para Kardinal, Uskup Agung dan Uskup) dari berbagai negara di dunia. Hasil rapat ini akan akan menjadi proposal kerja pada pertemuan mendatang Oktober 2015.
Seminggu setelah berdiskusi, Senin, 13 Oktober, Paus Francis I memberikan pernyataan posisi GRK dalam masalah praktek homosex di dalam jemaat Katolik.
Pada laporan pertengahan rapat ini, Paus Francis dan para Uskup meyimpulkan bahwa Gereja Katolik haruslah menyambut positif perceraian-perceraian, bahkan para Katolik yang kumpul kerbau (cohabitant), dan mereka yang hidup homosex (gays and lesbians).
Para Uskup Katolik yang sejalan dengan pemikiran Paus Francis menyatakan bahwa para pria homosex dan wanita homosex memliki ’karunia-karunia dan talenta-talenta’ untuk diberikan kepada masyarakat Katolik.
Paus Francis pada hari Jumat (10/10) telah menambahkan enam pemimpin sinode dari empat benua untuk merampungkan laporan rapat tersebut. Tidak satupun dari yang dipilih oleh Paus berasal dari Afrika, darimana mayoritas suara konservativ atau ’oposisi’ kebijakan Vatikan berasal, yang dilabelkan oleh lawanya yang liberal sebagai para uskup ’konservativ’ dan ’tradisional.’
Bacaan berkait:

Sebelum laporan pertengahan rapat ini diumumkan, Paus Francis berkotbah pada Missa Minggu pagi untuk menguatkan kebijakan baru Gereja Roma Katolik tersebut, ia berkata [diluar kontek dan di luar ajaran Alkitab]: Paus Francis memimpin rapat para uskup tentang keluarga di Vatikan

”Yeshua melakukan hal-hal yang janggal, seperti berjalan dengan orang-orang berdosa, makan dengan para pemungut pajak – hal-hal yang para ahli Kitab Torah [Farisi dan Saduki] ”tidak suka; doktrin sedang dalam bahaya, doktrin Torah yang mereka dan para ahli agama telah buat lebih dari berabad-abad,” Paus berkata, menurut Radio Vatikan.
Paus menambahkan, ”Para ahli Kitab adalah para pelindung Torah yang keluar dari kasih. Mereka lupa semua hal-hal yang Elohim telah berbuat di dalam sejarah.”
Mereka tidak mampu melihat apa yang Yeshua saat itu sedang perbuat sebuah tanda menunjukkan… ”waktunya telah tiba” Paus mengutip Lukas 11:29-32 ”Yeshua berkata, ”Generasi ini adalah sebuah generasi yang jahat,” sebab mencari jenis tanda yang salah,” Paus Francis berkata.
[Alkitab mencatat dan mengajar: Yeshua berada bersama dengan orang-orang berdosa untuk mempertobatkan mereka agar selamat dari hukuman dosa – dan Ia memerintahkan mereka semua ”jangan berbuat dosa lagi!” Perintah Torah berasal dari YAHWEH, bersumber dari 10 Perintah YAHWEH yang ditulis oleh jari-Nya sendiri. Sepanjang sejarah Alkitab, Elohim tetap sama, dahulu, sekarang dan selamanya bahwa Dia membenci DOSA, sebab Dosa adalah penbunuh manusia yang adalah ciptaan-Nya yang special: sesuai gambar dan rupa Elohim dan tercipta dengan jari-jari-Nya sendiri.
Elohim sepanjang sejarah telah menghukum manusia yang tidak bisa diperingati-Nya lagi: melalui air bah, hujan belerang atas kota-kota yang mempraktekkan homosexual. Elohim menentang para ahli agama yang legalistik dan tanpa kasih, bagaimanpun kasih dan kesabaran Elohim bukan diartikan untuk umat-Nya bisa bermain-main di lumpur dosa.
Paus Francis menemplak para uskup dan kardinal yang ’konservativ’ sebagai generasi yang jahat menyamakan mereka sebagai orang Farisi dan ahli Torah yang sesat (parallel dari cerita di Lukas ini detilnya ada pada Matius 12:38-40. Jika kita anggap Paus Francis tidak memutar balik ayat Alkitab maka itu berarti pemimpin utama Katolik ini menganjurkan para pemimpin Katolik tersebut untuk menjerumuskan semua pekerja dan jemaat Katolik untuk terlibat dan musnah di dalam ”dosa-generasi yang jahat” tersebut: praktek homosex, perceraian, kumpul kerbau, pertukaran jenis kelamin sebagaimana kontek rapat uskup tersebut. Firman-Nya berkata, bahwa Dia memilih ketaatan kita dan takut akan Dia lebih dari pada pemberian hadiah atau korban kita].

Bacaan berkait:

Hasil pertengahn rapatkarikatur Paus Francis tentang pendeta homo di Gereja Katolik uskup Katolik ini merupakan hasil nyata dari pernyataan Paus Francis I pada bulan Juli 2012 di Brasilia. Ia berkata, ”Jika seseorang adalah gay (pria homosex) dan ia mencari Tuhan dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” menjawab pertanyaan wartawan tentang para bawahannya yang mempraktekkan gaya hidup homosexual. Praktek ini telah menyebabkan banyak pemimpin Katolik telah terjangkit penyakit HIV dan meninggal karena AIDS.
Pernyataa resmi dari pertemuan para Uskup Roma Katolik ini disambut hangat oleh para kelompok liberal Katolik dan bukan-Katolik yang telah mengadopsi gaya hidup Akhir Jaman:
”Untuk para Katolik LGBT di AS dan seluruh dunia, dokumen baru ini adalah terang dalam kegelapan,” kata pemimpin organisasi hak-hak LGBT terbesar di AS. LGBT singkatan dari lesbian, gay, bisexual, and transgender. [tentang ”Terang” lihat: Yoh 12:46-50; 8:12; 1:1-14; 3:18-21]
”Ini suatu perubahan yang menakjubkan dalam cara Gereja Katolik berbicara tentang orang-orang homo. Sinode berkata orang-orang homo punya ’karunia dan talenta untuk ditawarkan ke komunitas Katolik’ adalah sesuatu yang bahkan beberapa tahun lalu akanlah tidak pernah dapat dipikirkan,” Pendeta James Martin, seorang penulis dari organisasi Jesuit berkata. Jesuit adalah organisasi Katolik dari mana Paus Francis I juga berasal.
“Gerakkan menuju penerimaan dan penilaian karunia-karunia orang-orang gay dan lesbian adalah suatu langkah kedepan yang besar,” Francis DeBernardo, pemimpin Gay Katolik di New Ways Ministry berkata.
Bacaan berkait:

Bagi para peserta rapat yang masih berpegang pada nilai-nilai Alkitab, yang dilabelkan sebagai ’konservatif’ dan ’tradisional’ tersebut, laporan di atas adalah seperti suatu sabotase, ”Itu bukanlah kesimpulan yang kami telah bicarakan!,” mereka mengerutu. Komentar mereka:
“Laporan yang tidak dapat diterima dan menyimpang dari ajaran Gereja,” Kardinal Polandia Stanislaw Gadecki berkata.
“Membingungkan, kekacauan kontradiksi di Roma,” Michael Voris komentator konservatif Katolik berkata
“Dokumen sesat, homosesat,” Rorate Caeli Katolik konservatif menulis
• Seorang Kardinal Afrika Selatan tentang ”pasangan-pasangan tidak menikah yang kumpul kerbau “haruslah diterima dengan bahasa positif” adalah sebagai suatu yang ”tidak dapat ditebus.” Ia juga memprotes laporan diskusi resmi tersebut sebagai telah dibajak oleh pemimpin rapat, ”Itu bukanlah sama-sekali apa yang telah kami katakan!”
”Semua informasi sehubungan dengan sinode tersebut adalah dikontrol oleh Seketaris Umum Sinode, yang secara jelas telah setuju dengan posisi yang dinyatakan tersebut sejak dari mulanya,” Kardinal Burke.
Kesimpulan Rapat Uskup:

  • Saptu 18 Oktober rapat ditutup dengan kesimpulan: Suara terbanyak berada pada pihak pro-Paus Francis: merangkul dan menerima gaya hidup liberal ke dalam Gereja Roma Katolik.
  • Namun kebijakan ini belum bisa dijalankan sebab jumlah suara tidak mencapai 2/3 dari yang diminta. Berita menyatakan bahwa pihak ’oposisi’ datang dari kelompok the College of Cardinals.
  • Masalah homosex, kawin cerai dan kumpul kerbau telah membuat jurang pemisah yang lebih lebar di antara pemimpin Gereja Roma Katolik. Para ‘konservativ’ dan ‘tradisi’ pemimpin Katolik harus memilih tunduk kepada Paus, sebagai pemimpin utama gereja mereka dan tetap dalam jabatan atau keluar dan kehilangan jabatan.

Paus Francis pada ibadah misPaus Francis I memutar balik ajaran Yesus dan isi Alkitab tentang homosexsa menyatakan kekecewaan hasil akhir rapat tersebut dengan berkata, ”Gereja (Roma Katolik) harus meresponi dengan berani tantangan-tantangan baru di muka.” Itu dikatakannya di depan para peserta rapat uskup tersebut. “Elohim tidak takut akan hal-hal yang baru. Inilah sebabnya Dia mengejutkan kita selalu (all the time), buka hati kita dan tuntun kita ke dalam jalan-jalan yang tidak diduga,” Paus Francis berkata.
[Paus memakai Naman Elohim untuk membela gerakkan liberalnya, ”Elohim tidak takut akan hal-hal yang baru;” praktek homosex bukanlah hal baru, itu telah ada dan telah ditentang sejak jaman Abraham pada peristiwa Sodom dan Gomorah, Yeshua, 2000 tahun yang lalu, menolak perceraian dengan mengutip perintah YAHWEH yang diterima oleh nabi Musa dan Ia menyimpulkan itu sebagai “Apa yang telah dipersatukan Elohim, tidak boleh diceraikan manusia.” Baca: Markus 10:1-12. Elohim memang Elohim yang penuh surprise, TETAPI Ia adalah Elohim yang TIDAK PERNAH merubah FIRMAN-NYA]
Seorang ex-Roma Katolik AS mengkomentari suara para pemimpin Katolik yang liberal tersebut sebagai: ”Yang benar adalah, mereka tidak punya pilihan, tetapi mengijinkan homosexualiti berkembang di dalam gereja Roma, sebab 98% keimamatan Roma Katolik adalah terbukti homosex. Sebagaimana saya telah nyatakan pada Febuari 2004, the Homosexual Agenda of Rome haruslah menggambil tempat dimana mereka menggerakkan masyarakat secara efektif untuk menerima gaya kehidupan para pastor homosex Roma Katolik sebagai ada normal secara utuh. … Nubuatan berkata itu akanlah ada seperti Sodom dan Gomorrah ketika Yeshua datang kembali, dan nabi Daniel telah memprediksi penguasa (the beast) di Roma akanlah memfasilitasi serta mempercepat penggenapannya dan begitulah jadinya. Nicolous, http://www.remnantofgod.org/ (at “Bishop say gays have gifts to offer church.” 10/13/2014)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Muslim Cina memakai negara Asia Tenggara untuk berjihad bersama NIK


Empat pemuda Muslim Turki yang tertangkap di Poso, Sulawesi pada pertengahan September 2014, yang kemudian dikenali sebagai memiliki jaringan dengan Negara Islam Khalifah (NIK) ternyata adalah orang-orang Muslim Uyghurs dari Xinjiang, RRC, yang ingin pergi bergabung dengan organisasi Negera Islam melakukan jihad di Irak dan Syria, tulis Aaron Zelin, pemilik weblog Jihadology.net

Pejuang NIK dari Uyghur Cina tertangkap di IrakFoto: Tentara Irak menangkap hidup-hidup pejuang Negara Islam suku Uyghur. Suku Uyghur adalah satu dari beberapa suku di Asia yang berbahasa Turki, hasil dari pengaruh Kerajaan Ottoman.
Jihadology.net menulis: “Menurut seorang pribadi yang memakai nama Abdullah Abu Bakr, orang-orang Uyghur mendapat kesusahan mendapatkan pasport Cina untuk pergi ke luar negeri untuk menjadi pejuang di luar negeri, jadi mereka membuat passport palsu, khususnya dari Turki. Ia kemudian berkata, lalu mereka masuk ke Malaysia atau Thailand dimana mereka mungkin akan ditahan beberapa waktu di penjara, tetapi kemudian karena mereka tertangkap degan passport Turki tersebut, maka mereka akan di deportasi ke Turki. Sekali mereka tiba di Turki, menurut dia, pemerintah Turki melihat para Uyghurs sebagai orang Turki sehingga mereka bisa diam aman di Turki, yang kemudian mengijinkan para Uyghurs mengalir masuk ke Syria. Jika mereka tertangkap karena alasan pergi jihad di Syria atau Irak mereka akan dikirim balik ke Cina dan menghadapi hukuman penjara.” Lalu Aaron menyimpulkan, “Sebagian, ini sepertinya mengapa Indonesia saat pertama percaya orang-orang yang ditangkap ini adalah dari Turki.”
Aaron percaya bahwa kejadian di Indonesia ini bukan sekedar ”suatu usaha untuk mencoba pergi ke Syria,” lebih dari itu bahwa ”ada suatu jaringan pribadi-pribadi yang telah menciptakan suatu sistim.”
Ini nampaknya juga seperti adanya jaringan saling hubungan antara jaringan-jaringan jihad fasilitas di Asia Selatan/Tenggara sedemikian juga mereka kemudian berhubungan balik ke jaringan-jaringan yang berpusat di Turki dan atau dunia Arab.

Turki sejak pejuang Sunni keluar dari Homs, Syria, semakin disoroti media internasional – Turki dituduh mendukung Negara Islam Khalifah (membuka jalur masuk pejuang NIK dari tanahnya – sementara menutup gerbangnya bagi refugi Kurdi asal Kobani sekaligus melarang pemuda Kurdi membantu saudara mereka di Kobani;  mensuplai data-data satelit untuk memerangi suku Kurdi di Kobani; dan baru-baru ini membuka ‘kantor diplömatik’ NIK di Turki). Turki tidak ingin Kurdi mendeka, sebab sekitar 45% tanah Kurdistan dimiliki Turki, sekarang NIK menghancurkan barang-barang bersejarah suku Kurdi untuk menghapus indentitas kebangsaan dan budaya Kurdi. Beberapa hari yang lalu Pemerinah Turki menyerang  orang-orang Kurdi yang protes dengan bom-bom serangan udara. Protes mereka lahir atas sikap Turki pada perang di Kobani.

Aaron Zelin adalah seorang peneliti gerakan jihad yang berdiri sendiri. Dengan keahlian komputernya dan kemampuan berbahasa Arab, ia menggumpulkan potongan-potongan data para Islam militan dan aktivitas mereka menjadi sebuah ‘gambar puzzle’ yang utuh. Selama perang Shia-Sunni di Syria, dimana Hezbollah terlibat, namun menolak untuk mengakuinya. Aaron meneliti data-data para pendukung Hizbollah; melalui jariangan sosial mereka (Facebook, Twitter), TV bahkan ia telpon teman-temannya di Libanon. Lalu dari semua data yang dapatkan. ia muat dalam weblognya nama-nama pejuang Hizbollah yang tewas di Syria berikut foto-foto mereka. Beberapa bulan kemudian Hizbollah akhirnya mengakui keterlibatannya. Hasil kerja Aaron telah menakjubkan badan intelligent Amerika Serikat.
Jadi nampak jelas bahwa  Badan Intelejen  dan Badan Keamanan Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk menghancurkan jaringan terroris di dalam negeri maupun yang berkaitan dengan luar negeri.
Belakang ini Pemerintah RCC sangat aktif menghentikan aksi terror Uyghurs di Xinjiang.

Bacaan berkait:

Referensi:
The Clairvoyant: Turks Or Uyghurs Arrested In Indonesia?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian Ali Pektash dijamah Yeshua di Mekka saat ibadah Haji


“Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. (Yesaya 65:1)

Pendeta Ali Pektash Ali Pektash adalah pria Kurdi-Turki yang di besarkan dari sebuah keluarga Muslim. Putus asa dengan hidupnya yang terikat minuman keras, ia dianjurkan oleh pemilik kedai minum untuk kerja di Arab Saudi. Di Mekka, saat ia menunaikan ibadah Haji, Adonai Yeshua menampakkan diri-Nya melalui mimpi, menjamah Ali dan menjadikan Ali manusia yang baru.

Kesaksian Ali ini adalah satu dari lima video kesaksian  dari DVD More Then Dreams. (klik pada link untuk melihat online. tersedia dalam subtitle Inggris, Arab dan Perancis). Di dalamnya ada 5 kesaksian dari 5 negara berbeda, satu  dari Indonesia  wanita bernama “Dini.”

Latar belakang kehidupan Ali. Ali bertumbuh dalam sebuah keluarga Muslim nominal. Ia adalah anak tertua dari sembilan anak, tetapi ia tidak memiliki banyak memori yang indah dari bagian keluarga yang besar tersebut. Mereka sering menggodai dia dan berkata bahwa ia nampak berbeda dari setiap orang lainnya di dalam keluarga. Bahkan ibunya sendiri membenci dia dan merupakan anak yang paling terbelakan mendapat kasih ibunya. Ia selalu merasa ditolak oleh keluarganya sendiri dan menangis banyak sekali di masa kanak-kanaknya.
Selama empat bulan setiap tahun Ali bekerja sebagai gembala ternak. Tugas ini dimulai sejak ia berusia delapan bulan dan berlanjut sampai usianya mencapai 18 tahun. Dia membawa domba-domba ke gunung-gunung dan di sana ia menghabiskan waktunya sendirian, menikmati keindahan alam: bunga-bunga, batu-batu, buah-buahan. Ia tidak tahu bagaimana sembayang, tidak juga tahu isi Kuran, namun ia tahu bahwa bahwa ada suatu Pribadi yang mulia yang telah menciptakan keindahan alam tersebut. Di gunung tersebut ia sering kali berbicara kepada Pribadi yang tidak terlihat tersebut, ”Betapa indahnya ciptaan-ciptaan-Mu,” atau membuat pertanyaan, ”Darimanakah datangnya rasa manis pada buah appel?”
Ketika ia mencapai usia 20 tahun, ia mulai meminum minuman beralkohol. Mencapai usianya yang ke 25 ia telah menjadi pemabuk, kecanduan alkohol. Ia bekerja sebagai mandor bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi bangunan. Sering kali ia telah mulai minum itu sebelum pukul sembilan pagi. Ketiak ia tiba di rumah, isterinya sering bertanya kepadanya apakah ia telah minum. Ini membuat dia marah sehingga ia memukuli isterinya setiap hari. Anak-anak Ali menyaksikan peristiwa tersebut dan mereka takut pulang ke rumah ketika jam sekolah selesai, jadi mereka sering pergi ke rumah teman mereka sampai mereka tahu bahwa ayah mereka telah tidur. Ia ingin berhenti mabuk dan merasa tidak enak memukuli Zehra, istrinya dan anak-anaknya, namun ia tidak mampu melepaskan ikatan alkohol yang menyebabkan pemukulan atas keluarganya sendiri.
Sebagaimana biasa kebiasaan Ali, pulang kerja dan mampir di kedai minum untuk mabuk. Pada suatu peristiwa, setelah uangnya di sakunya habis terkuras untuk botol-botol bir, dan para pengunjung sudah meninggalkan kedai, namun Ali masih duduk di kursinya dan masih ingin munum lagi.
Pemilik kedai terpaksa menghampirinya untuk mengusir Ali, sebab kedai akan segera ditutup. Sudah larut malam.
”Saya tidak bisa pulang ke rumah,” Ali yang mabuk ini berkata, ”ketika saya pulang, maka saya memukul isteri saya dengan sangat keras. … bahkan saya tidak ingat namaku sendiri.”
”Seharunya kamu pergi ke Arab Saudi,” pemilik kedai menasehati Ali, ”alkohol terlarang di sana, maka kamu akan berhenti minum. Di Arab Saudi mereka perlu pekerja-pekerja kontruksi dan gajinya bagus.”
”Allah … akan menolong saya,” Ali meresponi. Itu merupakan suatu ide yang baik pikirnya. Jadi ia pergi ke Saudi dan mencari pekerjaan.
Namun malam pertama ia tiba di Saudi, ia mencari dimana bisa mendapatkan bir. Terkejut dengan dirinya sendiri, ternyata bir juga dijual di Arab Saudi, jadi ia mulai minum lagi. Setiba di Mekka, dengan bangga ia menelpon isterinya, yang sangat terkejut sebab Ali tidak bercerita tentang kepergiannya ke Saudi.
Pada percakapan jarak jauh tersebut Ali berkata dengan optimis, ”Saya tepatnya ada di Mekka, dan ya hanya sekali-sekali minum bir. Tahun depan saya berharap akan menunaikan ibadah haji. Ini kabar baik, bukan kah begitu?” Dari saat ini dan seterunya saya akan menjadi seorang Muslim yang taat, Zehra.” Saya akan menjadi seorang ayah yang baik, saya tidak akan lagi meminum bir. Saya akan tetap mengirim uang bagi mu, ok?

Setahun berikutnya ia pergi Haji dengan rombongan dari Turki, dan teman lamanya, Ero, juga ikut dan mereka satu tenda bersama beberapa orang lain. ”Tiba di Mekka, saya mengelilingi Ka’aba dan melakukan sembayang malam, malam itu adalah sembayang pertama sepanjang hidupku.” Ali cerita.
Tiba di perkemahan, mereka bercakap-cakap di depan tenda mereka; esok pagi adalah perjanan ke Medina untuk melanjutkan ibadah haji. Di depan tenda aku berkata kepada teman-temanku, ”Dari mulai sekarang, saya akan meninggalkan masalah-masalah ku kebelakangku. Saya ingin keluar dari minuman dan hidup damai dengan isteriku dan anak-anakku.” Ero menjawab dengan haru, ”Kami senang kamu ada di sini, Ali. Mudah-mudahan Allah menjawab semua doa-doamu.” Lalu teman-temannya masuk ke tenda untuk tidur malam, sementara Ali berbaring di luar dengan beralas karpet kecil dan mata memangdang ke langit, merenungkan dan berdoa di dalam hatinya, ”Bagaimana saya bisa menjangkau Engkau, Elohim? Saya tidak tahu melakukannya. Saya berdoa kepada Mu dengan segenap hatiku, saya ingin Engkau menyatakan diri-Mu sendiri kepadaku. Selamatkanlah saya dari ikatan alkohol ini. Saya ingin Engkau menyelamatkan saya.” Dan Ali jatuh terlelap.
Malam itu Ali mendapatkan mimpi. Dalam mimpi tersebut Yeshua memegang tangan Ali dan berkata, ”Kamu adalah milik-Ku!” Aku mengambil mu untuk ada bersama Ku.”
Sambil tangan-Nya menyentuh dahi Ali, Yeshua berkata lagi, ”Pergilah dari sini, kamu adalah miliki Ku.”
Ali terbangun dari mimpinya, ia dipenuhi sukacita dan merasa seperti sedang melayang, sehingga ia menyentuh karpet tempat alas tidurnya untuk memastikan bahwa ia masih tetap di bumi. Segera ia masuk ke tenda membangunkan Ero, temannya lamanya yang ia telah kenal selama 15 tahun, untuk menceritakan mimpinya.
”Saya telah melihat Yeshua! Saya telah melihat Yeshua dalam mimpiku, Ia ada di sampingku!” Ero yang sedang tidur lelap terbangun dan dengan nada tidak acuh dan sedikit kesal ia berkata, ”Apa yang sedang kamu bicarakan?” Sementara mereka berdua berbicara, Ali kembali mendengar suara Yeshua, dan berkata kepada temannya ”kamu dengan suara itu?” Ero tidak mendengar apa-apa, dan menjawab, ”Kamu telah makan terlalu banyak semalam dan telah bermimpi buruk.”
”Tidak, Tidak. Itu adalah mimpi yang inda,” Ali coba menerangkan.
Lalu Ali kembali tidur, dengan tujuan jika mungkin ia bisa menyambung mimpinya. Sekali ini ia tidur sisi rekan-rekannya di dalam tenda.
Segera ia kembali mendengar suara Yeshua berkata, ”Ali, kamu milik Ku. Kamu tidak akan melakukan ziarah ini. Tinggalkan tempat ini.”
Saya terus menerus mendengarkan suara yang berkata ”Tinggalkan tempat ini” dan suara ini sungguh mengganggu ku. Lalu aku keluar dari tenda dan mencoba tidur di mobilku.”
Paginya teman-teman setenda Ali menemukan ia tertidur di mobil dan membangunkannya dan mengajak ia berangkat ke Medina. ”Saya akan menyusul kalian,” Ali berkata.
Ketika ia menghidupkan mesin mobilnya untuk melanjutkan ziarah, aneh mesin tidak bisa hidup, padahal mobil itu baru berusia satu bulan. Lalu, suara itu terdengar kembali, ”Kamu tidak akan pergi pada ziarah ini. Kamu adalah milik Ku!
Lalu Ali pulang ke apartemennya. Keajaiban lainnya terjadi, di cermin ia melihat bahwa separuh dari bulu dadanya telah menjadi putih. Ali mencoba membersihkannya, ia pikir itu adalah debu atau sesuaitu, namun warna putih tersebut tidak lenyap. Tiba-tiba suatu suara berbicara kepadanya, ”Kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada ini.”
”Pada saat itu ketakutan besar melandaku, suatu ketakutan yang aneh bercampur dengan sukacita. Saya merasakan bahwa Elohim besertaku dan akan menolong ku.”
Lalu ia pergi berlutut di sebelah tempat tidurnya untuk berdoa, ia tidak tahu apa yang ia harus katakan. Dengan kedua tangan yang terangkat tinggi saya hanya berkata, ’Baik, Adonai, apapun yang Engkau kehendaki dari ku dari saat ini dan seterunya, saya akan melakukannya.’”
Malam itu saya mendengar suara itu kembali mengatakan pada ku untuk kembali pulang ke Turki secepatnya.
Tiga hari kemudian, ia berada pada pesta ”Welcome Home” di rumahnya di Turki. ”Semua tetanggaku telah berkumpul di rumahku. Saya sungguh berbahagia,” Ali bercerita, ”Mereka tahu bahwa saya pernah memukuli isteri dan anak-anakku, tetapi mereka tetap suka kepada ku.
Kembali ia mendengar suara, ”berdirilah dan katakan pada setiap mereka bahwa kamu sekarang adalah seorang Kristen.” Ia mentaati suara tersebut, dan berdiri dan bercerita kepada semua hadirin.
”Sementara saya ada di Arab Saudi, saya telah melihat Yeshua di dalam suatu mimpi. Yeshua menjamah saya. Saya ingin kalian semua mengetahui bahwa saya telah menjadi seorang Kristen. Saya sekarang adalah seorang Kristen.”
Pengakuannya yang singkat tetapi langsung tersebut disambut olokan tertawa para tetangganya, pria dan wanita. Lalu suasana menjadi sunyi, pelan-pelan, satu-per-satu mereka meninggalkan rumahnya.
Setelah anak-anak pergi tidur, Zehra, menghampiri suaminya yang masih tetap duduk di tempat yang sama pada saat pesta, ia duduk di samping suaminya.
”Zehra, saya benar-benar telah menjadi Kristen,” Ali berkata
”Tetapi bagaimana? Bagaimana seorang menjadi seorang Kristen di Arab Saudi? Zehra bertanya
“Sementara berada di sana, Yeshua telah datang kepada ku dalam suatu mimpi dan menjamahku. Saya merasa perubahan dalam hatiku, Dia telah memberi ku sukacita yang luar biasa. Dia berkata bahwa saya adalah milik-Nya. Saya telah jatuh hati kepada Dia.”
Lalu Ali meminta maaf kepada isterinya dan berjanji tidak akan memukulnya lagi dan berkata: ”Adonai telah mengampuni saya. Akankah kamu …. Kamu juga … mengampuni ku?” Lalu Ali menangis.
”Saya mengampuni, Ali. Mengapa kamu menangis? Apa yang salah?” Zehra bertanya
”Zehra, sekarang … sekarang saya seorang Kristen, tetapi kamu tidak. Jadi, apa yang kita akan lakukan?”
“Tidak masalah, jika kamu telah menjadi Kristen, saya akan juga,” Zehra menjawab pasti.
”Malam itu, rumah kami penuh dengan damai. Namun kami tidak tahu satu orang Kristen pun. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” Ali mengingat kejadian tersebut.
Ali lalu kembali mencari pekerjaan, dan mendapatkannya. Ali menyaksikan kepada rekan kerjanya bagaimana Adonai telah merubah hidupnya. Ia dipecat.
Ia pindah ke Istambul, dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Dua tahun setelah perjumpaan dengan Yeshua, ia tetap belum bertemu satu orang Kristen pun, dan belum memiliki Alkitab ditambah kerinduan akan keluarganya telah menyebabkan ia tertekan dan mulai kembali minum minuman keras.
Suara di hatinya berseru, ”Kembalilah ke rumahmu.” Di kotanya ia mendapat pekerjaan. Pada suatu hari ia menemukan siaran radio Kristen tanpa sengaja, bernama Dipanggil untuk Damai (Call to Peace) berbahasa Turki. Suara di radio itu berkata, ”Yeshua telah mati, bangkit dari kematian setelah tiga hari dan sekarang duduk di sisi kanan Bapa.” Itulah berita Kristen pertama yang ia pernah dengan sejak pertemuannya dengan Yeshua di Mekka. Ia segera memanggil isterinya untuk juga mendengarkan. Dan mengirim surat kepada stasiun radio Kristen tersebut untuk minta Alkitab Perjanjian Baru.
Sepuluh hari kemudian ia menerima Alkitab Perjanjian Baru. Ia juga menerima bahan-bahan Pelajaran Alkitab dari sumber yang sama. Ali berusia 38 tahun ketika ia menerima Alkitab tersebut, ”itu mungkin saat terbahagia dalam kehidupanku,” Ali mengenang.
”Saya membaca seluruh Perjanjian Baru tanpa tidur. Kehidupanku mulai berubah. Orang-orang juga dapat melihat perubahan dalam hidupku,” Ali berkata.
Dan suami-isteri ini semakin aktif bersaksi kepada orang lain dan mengundang setiap tetangga untuk datang kerumah mereka mempelajari Alkitab.
Setelah Ali dan Zehra menyelesaikan kursus-kursus Alkitab melalui korespondensi, mereka sekeluarga pindah ke Istanbul untuk menghadiri sekolah Alkitab.
Sekarang Ali Pektash adalah seorang pendeta di Turki, ia rajin membuka jemaat-jemaat baru di Turki seperti rasul Paulus.
Ali terus memberitakan iman Kristennya secara terbuka dan tanpa malu. Alkohol tidak lagi menguasai hidupnya, dan ia mengasihi isterinya. Sungguh Ali Pektash telah menjadi suatu ”ciptaan baru di dalam Yeshua Ha Mashiah.”

Bulan Mei tahun 2014, Ali dengan rombongannya berkunjung ke kota Yerusalem untuk suatu konferensi orang-orang yang beriman kepada Adonai Yeshua. ”Konferensi At the Crossroads” ini khusus diadakan untuk orang-orang Timur Tengah yang bertujuan mencari strategi Elohim bagi Timur Tengah di tengah-tengah masa gejolak politik dan sekaligus menolong mempersatukan kembali putra-putra Abraham (keturunan dari Ishak dan Ismael dan Israel/Yakub dan Esau). Orang-orang Percaya dari Israel, Mesir, Assur beribadah bersama di Yerusalem
Pada konferensi ini, hadir orang-orang Percaya dari latar belakang kebangsaan, seperti Mesir, Irak, Iran, Cyprus dan Yordan, Turki, Armenia, juga orang Israel yang tinggal di luar Israel. Pendeta Ali Pektash adalah salah satu pembicara pada konferensi tersebut. Baca: Petkash: Petkash: “Kita memiliki pelayanan yang sangat penting – memperdamaikan Dunia.”
Visi dari Konferensi ini di dasari pada nubuatan nabi Yesaya 19:23-25Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”
Seluruh isi pasal 19 pada nubuatan nabi Yesaya ini tepatnya adalah untuk negara Mesir, diawali dengan kalimat: “Ucapan terhadap Mesir. Lihat, YAHWEH mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir, maka berhala-berhala Mesir gemetar di hadapan-Nya, dan hati orang Mesir, merana hancur dalam diri mereka.” (ayat 1). Kericuhan berdarah pada peristiwa Arab Spring di Mesir menurunkan President Mubarak dan juga Morsi terjadi telah dipercayai oleh orang-orang Kristen Mesir sebagai penggenapan nubuatan nabi Yesaya. YAHWEH membersihan Mesir dari berhala-berhala dan membawa bangsa Mesir berbalik dan beribadah kepada Dia saja.

Ayat 23 sampai 25 adalah nubuatan yang bersifat janji bahwa Dia akan membuat “Jalan Raya penghubung antara Mesir dengan Asyur.” Bangsa Asyur kono hidup di sekitar Irak utara, Iran, Armenia, Turki Timur saat ini, itu adalah Pengungan Kurdistan, yang di huni oleh bangsa Kurdi saat ini. Pendeta Ali Pektash bukan saja tinggal di Asyur (Turki Timur), lebih dari itu ia orang Kurdi.
Siapakah yang bisa percaya nubuatan ini jika itu dibaca 70 tahun yang lalu? 70 tahun yang lalu negara Israel masih belum bangun sejak diruntuhkan oleh Kerajaan Romawi di bawah Jendral Titus di tahun 70 AD. Israel baru lahir kembali tahun 1948 dan indentitas bangsa Kurdi baru muncul tahun 1988 ketika President Saddam Hussein bom-bom beracun ke desa-desa suku Kurdi yang menewaskan 4000-5000 hampir semuanya adalah rakyat sipil Kurdi. Sekarang bangsa Kurdi diambang ke merdekaan. Yesaya melayani sebagai nabi dari 740-681 BC.   ALKITAB memiliki lebih dari 800 nubuatan, 80%nya telah tergenapi! ALKITAB adalah sungguh Kitab Suci yang diwahyukan dari Sorga!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

TRAND MUSLIM ABAD 21, belum pernah terjadi sebelumnya!


“Untuk segala sesuatu ada waktunya, untuk setiap hal di bawah langit ada saatnya. Dia telah menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. (Peng 1:1,11). YAHWEH telah menjadikan segala sesuatu menurut rancangan-Nya, bahkan orang fasik untuk hari malapetaka (the day of evil)” (Ams 16:4)Raja Salomo

dunia IslamAbad 21 dimana kita hidup sekarang adalah abad yang sangat luar biasa menarik, banyak hal yang sangat besar telah terjadi dalam segala aspek kehidupan manusia. Salah satu dari peristiwa-peristiwa besar tersebut terjadi pada Dunia Islam. Ada dua Trend yang terjadi di dunia Islam saat ini:
Trend Muslim Murtad (TMM), terjadi secara besar-besaran setelah pertengahan abad 20, dan
Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF), berawal di Mesir pada musim panas 2013, dan menjadi global sejak Juli 2014.
Kedua trend ini adalah suatu fenomena yang baru di dunia Islam, belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang 1400 tahun sejarah Islam.
Untuk dapat mengerti lebih baik gelombang ke dua trend Muslim di atas, ada baiknya kita melihat kebelakang waktu, yakni sejarah, sebab kejadian masa kini selalu berkaitan dengan masa silam, sebagai juga orang pascal berkata “ada sebab pasti ada akibatnya” atau orang enthropology berkata “ideas have consequences.”

I. Sejarah sisi gelap Islam. Sejak agama Islam lahir di Abad 7 AD, ditandai dengan pindahnya nabi Muhammad (570-632 AD) ke kota Medina (Yathrib, nama aslinya) pada 622 AD, agama Islam bertumbuh pesat melalui serangkai perang yang ia pimpin secara langsung, tercatat 27 kali serangan militer di Medina saja.[1] Ketika ia menjangkau kota Mekka, dari mana ia telah terusir karena agama barunya tersebut, prajutitnya telah membengkak menjadi 10.000 lelaki (hanya 200-250 pengikut saat pindah ke Medina), salah satu penyebab pembengkakan tersebut oleh karena tergiur upah jarahan perang.[2] Tahun 630, dua tahun sebelum Muhammad meninggal dunia, ia dengan 30.000 prajuritnya menyerang kota (Katolik) Tabuk di Median (Barat Tenggara Arab Saudi modern). Meninggalnya Muhammad, maka lahirlah jaman Khalifat/Khalifah (artinya: Pengganti Muhammad). Tahun 637 AD, seluruh Afrika utara, Syria dan Irak telah jatuh ke tangan para prajurit Islam. Dan tahun 1091, menguasai seluruh wilayah Andalucia (Spanyol Selatan).[3]  Peta jaman keemasan Islam
Sejarah mencatat sedikitnya 140 juta orang Hitam Afrika tersandera sebagai budak oleh Muslim Timur Tengah, dan 80% dari mereka meninggal di perjalanan, 28 juta orang Afrika terjual sebagai budak, khususnya untuk pemuas sex; perbandingan budak adalah dua wanita dari satu pria. Ada lebih dari sekitar 100.000 wanita Kristen Kulit-putih di Afrika Utara menjadi budak-sex dari tuan mereka yang Muslim tersebut.[4] Video dokumentasi: Muslim Black Slavery
Gerakan tentara Islam tidak dapat di hentikan, dan tidak ada catatan sejarah bahwa ada orang-orang Islam yang protes atas expansi militer Islam dan perbudakan atas orang Afrika kulit hitam tersebut.
Selama periode 1400 tahun, tentu ada yang orang Islam yang murtad, namun tidak bernilai besar. Sebaliknya, para Muslim sedunia bangga akan Islam, khususnya pada masa Kerajaan Ottoman Turki (1301-1922) yang memiliki kekuatan militer yang besar, masa Ottoman ini disebut sebagai ”Jaman Keemasan Islam.” [5]

II. Sejarah Islam di Abad 20 dan 21. Memasuki abad 20, Islam merupakan agama yang masih cepat berkembang, sekalipun Kerajaan Ottoman mulai lemah sejak abad ke 16, dan runtuh setelah Perang Dunia I – terutama karena kerusakan moral. Pemerintah Turki mencoba membasmi suku Armenia secara sistimatis; 1.000.000 (satu juta) orang Kristen Armenia dimusnahkan. Pemusnahan masal ini terbagi dalam tiga gelombang pembantaian: 1904, 1909 dan terparah pada tahun 1915. Serangan militer Islam di Bangladesh, telah menyebabkan 30 juta orang Hindu terusir.[6]
Mendekati akhir abad 20, Iran menjadi Negara Islam Republik pada 1 April 1979, tepat dua bulan setelah Ayatollah Khomeini kembali ke Iran. 10 hari setelah Khomeini di Iran, ratusan pendukung pemerintahan lama dieksekusi. Pada 4 November tahun yang sama, para mahasiswa Islam Iran menyerbu Kedutaan AS, menahan 66 orang, mayoritas orang Amerika. September 1980, meletus Perang Iran-Iraq yang berakhir pada tahun 1988. Ini merupakan perang antar agama Islam (Shia melawan Sunni) yang sangat berdarah dan berat.

A. Lahirnya Trend Muslim Murtad (TMM). Gelombang kekerasan para pengikut Islam terhadap bukan-Islam, diberlakukannya hukum sharia yang ketat bagi komunitasnya sendiri dan disertai konfik antara sesama aliran Islam telah menyebabkan lahirnya TMM.
Lebih dari satu juta orang Iran murtad dari Islam sejak Khomeini menjadikan Iran sebagai Negara Islam Republik (NIR). ”Dalam 20 tahun terakhir, lebih banyak orang Iran datang kepada Yeshua dibanding abad 14 terakhir,” kata Lazarus Yeghnazar, penginjil kelahiran Iran kepada majalah Charisma edisi Juni 2004.[7] Sekarang telah ada lebih dari dua juta orang Kristen di Iran.
Aksi-aksi terror yang berkelanjutan dari militan Islam pada negara-negara di sekitar Laut Mediteranian terhadap Muslim yang moderat dan rakyat sipil Israel telah menyebabkan banyak orang Muslim yang suka damai dan bahkan beberapa aktivis PLO keluar dari Islam. Mark A. Gabriel, Jerry Rassamni,  Noni Darwish, Wafa Sultan, Walid Shoebat, Majed El- Shafie, Ali Sina, Ayaan Hirsi Ali, Mosab H. Yousef (Son of Hamas), Amani Mostafa adalah para Muslim murtad akibat dari tindak kekerasan saudara seiman mereka sendiri. Bagaimanapun Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF) belum terjadi. Para Muslim masih takut dengan lingkungan mereka; hukum Islam (Hukum Sharia) membenarkan umatnya membunuh anggotanya, bahkan sanak famili sendiri, yang berani mengeritik Islam dan nabinya. Banyak orang Islam masih berpikir bahwa “mengeritik Islam” adalah tabu dan akan masuk api neraka, sebab mereka telah diajar bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang dibenarkan oleh Allah, dan Kuran adalah 100% benar dan diturunkan langsung dari langit.Kebaktian Penginjilan di Durban Afrika Selatan
Memasuki abad 21, ada beberapa peristiwa serangan terrorist yang besar terjadi di negara-negara Barat.  Serangan terrorist 11 September 2001, hampir 3000 orang sipil tewas atas serangan ‘terroris Islam’ di kota New York.[8] Di Madrid, Spanyol, Muslim meledakkan kereta listrik (11 Maret 2004) dengan 10 bungkusan bom yang di dalamnya diisi paku-paku; menewaskan 191 jiwa dan hampir 1800 orang luka-luka. Menjadikan peristiwa ini sebagai serangan terrorist terburuk dalam sejarah Eropa di abad modern.[9] Lalu 7 Juli 2005 bus angkutan umum diledakkan oleh pembom bunuh diri Muslim, menewaskan 52 penumpang dan 700 luka-luka.[10]
Konsekuensi dari semua terror tersebut menyebabkan terciptanya Trend Muslim Murtad secara global. Dan lahirnya organisasi-organisasi dan komunitas ”ex-Muslim,” seperti:

Suatu yang penting telah terjadi di Rusia. 5 April 2007, sekolompok ex-Muslim, Muslim dan kelompok lainnya bertemu di St. Peterburg (disebut The St. Peterburg Declaration) mereka membuat pernyataan bersama: “Kami menyerukan kepada para pemerintah dunia untuk menolak hukum Syariah (Sharia), pengadilan-pengadilan fatwa, aturan pemimpin agama, dan sangsi negara agama dalam segala bentuknya; menentang semua hukuman atas penghujatan dan kemurtadan, sesuai dengan Deklarasi Universal Hak-hak Manusia Pasal 18.”

Gelombang Muslim murtad terbesar terjadi di benua Afrika, sedikitnya enam juta Muslim murtad menjadi Kristen pertahun, Al Katani mengakui di TV Al Jazirah, media Arab terkenal . Al Katani adalah seorang tokoh Islam Afrika. Sehingga menjadikan penduduk Kristen berkembang dari 8-9% di tahun 2000 menjadi 13,1 % di 2010, Pew Research menulis.[11] Banyak orang Muslim di Baratpun mulai mempertanyakan agama mereka sendiri, dan melahirkan Gereja-gereja imigran di berbagai kota dan negara Barat, ada juga dari mereka yang menjadi Atheis. Sebuah organisasi Islam berpusat di Inggris berkata dua juta Muslim Indonesia murtad pertahunnya. Sampai titik ini, TMMIF masih belum lahir! – Muslim masih tutup mulut dan tidak berbuat apapun untuk menegur – apalagi mencoba menghentikan secara terang-terangan saudara-saudara mereka yang terlibat dalam jihad.
B. Lahirnya Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF) Muslim-muslim di Barat menentang Negara Islam Irak dan Syria
Mesir. Meletusnya Jalan Arab (Arab Spring) di negara-negara Afrika Utara, yang berawal di Tunisia, telah menumbangkan banyak diktator (Muslim moderat), namun yang mengejutkan rakyat adalah lahirnya pemimpin pemimpin baru berlatar belakang Islam garis keras. Mereka ingin menerapkan hukum Sharia sebagai hukum negara. Misalnya di Mesir, Mohammad Morsi, orang kuat dari organisasi Islam garis keras terpilih jadi president. Tiga juta (3.000.000) rakyat Mesir turun membanjiri jalanan pusat kota Kairo untuk memaksa President Muhammad Morsi turun dari jabatannya di bulan Juli 2012, tepat satu tahun setelah ia terpilih. Tidak diragukan dari 3 juta tersebut terdapat juga para Kristen Koptik dan orang sekuler, namun ke dua kelompok ini tergolong sangat minoritas di Mesir.
Momentum anti-Islam garis keras di Mesir ini diperkuat dengan dukungan (keuangan dan politik) para raja-raja Arab – kecuali Qatar – yang tergabung dalam Persatuan Negara-negara Teluk. Jejak rakyat Mesir ini kemudian diikuti oPara Muslim di Barat turun kejalan menentang terrorismeleh rakyat Tunisia.

Bacaan berkait:

TMMIF menjadi global setelah lahirnya Negara Islam Khalifah. Memasuki bulan Juli 2014, masyarakat Islam di berbagai negara mulai terbangun dengan perubahan perang di Irak dan Syria. Beberapa minggu kemudian para pemimpin Islam dan komunitas Islam secara global mulai mengangkat suara di media menolak NIK.
Mungkin sebagian Anda bertanya ”mengapa TMMIF baru terjadi setelah pertengahan Juli 2014? Bukankah kesadisan radikal Muslim,  teror dan banjir darah sudah sering terjadi sebelum 2010, dan bom-bom meledak di banyak negara: di Bali, Solo, di Sanaa, Yamen,terlebih lagi di Irak sejak 2003, yakni setelah tentara AS keluar dari Irak?” Data di bawa ini mungkin bisa menolong menjawab pertanyaan Anda.

Para Muslim Oslo demo anti-NIK NOT In My NameBerita dunia mencatat hal-hal berikut: Maret 2014 adalah awal tahun ketiga dari Perang Syria, sekitar 200.000 (dua ratus ribu) tewas dan hampir separuh penduduk Syria menjadi pengungsi.
Demo menuntut perbaikan ekonomi di Syria, segera berkembang menjadi perang Shia-Sunni setelah raja-raja Arab terlibat, juga Turki dan Yordania; AS, Inggirs dan Perancis masuk ke dalam klub mereka. Perang ini semakin keruh setelah para Muslim Sunni yang tinggal di negara-negara Barat bergabung dengan para oposisi, bahkan diantara mereka juga terdapat beberapa Muslim kulit putih; ditambah Iran dan organisasi Hesbollah membantu saudara mereka yang juga Shia, sehingga perang menjalar ke Irak dan Libanon. Pemerintah AS mengirim team tentara ahlinya untuk melatih mereka di Yordania. Lihat: U.S. Caught Training ISIS Terrorist At Secret Jordan Base.

Pertengahan Juni 2014, perang Syria menyebar ke Irak Utara, namun kali ini bukan sekedar Muslim Sunni memerangi Muslim Shia, tetapi berubah menjadi gerakkan lahirnya kembali Negara Islam Khalifah abad 21, yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Bagdadi (1971-x), seorang doktor dalaMilitan Negara Islam Khalifah dengan senjatanyam bidang agama Islam dari Universitas Islam Bagdad, Irak. Sebelum Abu Bakr menjadi Emir (Penguasa otonom) Negara Islam Irak (NII), pada 2006, ia sudah menjadi tokoh Islam penting setelah akhir pendudukan AS atas Irak (2003). NII dikenal juga sebagai “Al-Qaida di Irak.” 8 April 2013, ia merubah NII menjadi NIIS (ISIS in English). Lalu menjadi NIK (Negara Islam Khalifah) pada tgl 29 Juni 2014, dan ia memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim.[12] Brother Rasheed dari Al-Hayat TV bahwa ia sangat yakin bahwa organisasi Islam NIIS yang sekarang menjadi NIK adalah benar-benar mewakili Islam. Pernyataan ex-imam Marokko ditayangkan sehubungan dengan memperbaiki pernyataan President Obama.

Setiap kota dan desa yang direbut pejuang NIK selalu disertai eksekusi mati massal bagi lelaki dewasa dan anak-anak, mengambil para wanita muda untuk kepuasa sex mereka dan dijual sebagai budak, juga penguburan hidup-hidup. Yang terakhir terjadi pada orang Yazidi. Hal ini dilakukan NIK tanpa pandang suku atau agama (Kristen, Shia, Yazidi, bahkan juga Sunni). Dan NIK mendokumentasikan aksi terror mereka melalui foto dan video, dan langsung mentayangkannya ke media sosial – sebagai propaganda visinya, sekaligus perang dan terror mental bagi lawannya. Dengan merebut tanah, harta kekayaan korbannya, menjual wanita dan merbut sumber-sumber pertambangan minyak, NIK sekarang telah menjadi kelompok Islam terrorist terkaya sedunia menurut the Internasional Business Times. ISIS is the World’s Richest Terrorist Group
Visi dari Abu Bakr ini juga diikuti oleh organisasi Islam Bako Haram (Nigeria) dan Taliban (Afganistan dan Pakistan).
Berikut ini peristiwa bSharia hanya dapat ada dibangun dengan senjata militan NIKesar aksi militer dan serangan terror Islam di beberapa negara pada tahun 2014:[13]

  • Di Nigeria, 336 orang Kristen dibantai pada 7 Mei 2014, kemudian 276 murid SMP wanita diculik oleh Boko Haram dan dipaksa masuk Islam dan sebagian dijual sebagai budak. Kemudian 997 Kristen dibantai di Gwoza pada 6 Agustus 2014, lalu 1 September 350 Kristen di beberapa desa dibunuh.
  • Di Syria: 15/8/2014 700 penduduk desa Deir al-Zor dieksekusi oleh pengikut NIK
  • Di Irak: 29/7/2014 – NIK mengeksekusi 200 orang Shia di Tikrit, dan sebulan kemudian 88 orang Yazidi (agama Iran kuno) dieksekusi dan anak-anak dan wanita tua dikubur hidup-hidup. Wanita mudanya mereka jadikan pemuas birahi mereka dan sebagian dijual sebagai budak.

Bacaan berkait:

TMMIF terjadi setelah media Internasional menyoroti aktivitas brutal NIK dan menuding para pemimpin dunia yang telah mendukung para militan Sunni di Syria tersebut yang akhirnya satu dari mereka lahir sebagai NIK. Raja Arab Saudi, Kuwait dan Emirat Arab akhirnya merubah haluan, dan Negara-negara mengambil tindakan tegas, khususnya Australia dan Jerman;

  • pemerintah melarang pengibaran bendera jihad (hitam bertulisan Arab),
  • penangkapan para aktifis Islam radikal. 800 anggota keamanan Australia telah menggeledah rumah-rumah mereka dan menahan 15 orang. Ini merupakan operasi anti-terrorisme terbesar dalam sejarah Australia, koran Australia menulis.[15]
  • membekukan transfer uang para simpatisan NIK.
  • melancarakan serangan udara di Irak dan kemudian di Syria: Negara yang terlibat: AS, Perancis, Inggris, Belanda, Kanada (mulai Oktober); dari Negara Teluk: Saudi, Emirat Arab

NIK membalas ’campur tangan’ AS ini dengan tindakan eksekusi penjagalan atas dua wartawan AS di depan kamera. Diikuti warga kulit putih Perancis dan Inggris.
Sampai pada titik ini, dibarengi dengan sepakatnya negara-negara Arab dan Barat memerangi NIK secara militer maka lahirlah TMMIF abad 21: Para Muslim secara global memberi pernyataan: “NIK bukan Islam!” ”Tidak Dalam Namaku!” dan NO2ISIS! . Beberapa contoh:
Majelis Ulama Indonesia NIIS NIK haram dan melawan ajaran IslamDi Negara Islam dan atau mayoritas berpenduduk beragama Islam:

  • Mesir. Grand Mufti Shawqi Allam, “Adalah kesalahan besar untuk menggambarkan sosok terrorist sebagai sebuah Negara Islam.” [16]
  • Israel. Salah al-Din ibn Abu Arafa, imam Palestina, dengan marah ia berkata bahwa para pemimpin NIIS adalah orang-orang munafik “sementara rakyat Muslim kelaparan, tidur ditenda, mereka terbang ke London dan Turky menginap di hotel-hotel mewah dan istana-istana untuk mengundang orang berjihad. Berhenti membohongi kami! Hentikan kebohongan kalian!” Lihat ini.: Sunni Imam of Aqsa Mosque to ISIS: Stop Deceiving Muslims (English Subtitles) 
  • Iyad Ameen Madani, pemimpin tertinggi dari Organisasi of Islamic Cooperation. Mewakili 57 negara dan 1,4 milyard Muslim. “Mengusir paksa di bawah ancaman eksekusi adalah kriminal yang tidak dapat ditoleransi. Negara Islam (the Islamic State) tidak ada hubungannya dengan Islam dan prinsip-prinsipnya yang menyerukan keadilan, kelembutan, keadilan, kebebasan dari iman dan kehadiran.”
  • Saudi Arabia: Para anggota NIK adalah orang mutad, imam Sa’d Al-Shathri berfatwa 
  • Irak. Imam Sunni: “NIIS adalah anjing-anjing dari Neraka” Iraqi Sunni Cleric: ISIS are Dogs from Hell 
  • Turki. Mehmet Gormez, iman, “ Orang-orang Muslim seharusnya tidak bermusuhan terhadap orang-orang yang berbeda pandangan, nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan, dan mengangap mereka sebagai musuh-musuh.” [18]
  • The International Union of Muslim Scholars (IUMS). “IUMS menentang pengusiran paksa saudara-saudara Kristen Irak dari rumah-rumah, kota-kota dan profinsi-profinsi mereka. Semua ini adalah tindakan merusak hukum-hukum Islam, nurani Islam dan hanya meninggalkan gambaran negatif tentang Islam dan Muslim.” [19]
  • Indonesia. Din Syamsudin, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) disertai parak tokoh MUI lainnya menyatakan, “Tidaklah perlu bagi kami untuk menyatakan NIIS (NIK) sebagai haram sebab iImam Saudi anggota NIK harus membunuh pemimpin merekatu sudahlah jelas bahwa NIIS berdiri menentang ajaran-ajaran Islam.” (7/8/2014); Slamet E. Yusuf, dewan eksekutif NU. “Publik haruslah kritis. Ini bukan tentang khalifat (Negara Islam), tetapi bekerja untuk urusan sendiri dan keuntungan dari masalah sektarian.” Abdul Mu’ti, seketaris Muhammadiyah juga memberi komentar sejenis. [20]
  • Sosial Media. Muslims Against ISIS Community. Kami berpikir itu sekarang tugas kita agar lebih waspada demi anak-anak kita dan Islam atas pikiran-pikiran ekstrim yang merebut masyarakat kita … Mari kita mulai Jihad kita, Jihad melawan NIK dan setiap bentuk extremism, pengabaian dan ketidak adilan di dalam komunitas kita.”  Komunitas Muslim ini menyertai vidio: Hamza Yusuf: ”Islam, dalam bahaya ada direbut oleh ORANG-ORANG GILA! (MAD PEOPLE) 

Di Negara Barat (Eropa, Amerika, Australia)

  • Dua imam terkemuka Inggris. Sayed Ali Rizvi (Shia): “We are Muslims united against ISIS, against terrorism, against atrocity, against pain and suffering.” Maulana Shahid Raza, “As a Sunni Muslim, I do not accept the Caliphate of ISIS, I consider ISIS as a terrorist organization.” (12/7) [21]
  • Jerman. Para pemimpin utama Muslim seluruh Jerman telah mendorong semua umat Islam untuk memakai sembayang Jumat (19/9) ber-rally menentang Negara Islam. Aiman Mazyek, pemimpin Dewan Pusat Muslim di Jerman menyatakan NIK sebagai ”para terrorist sungguhan dan para pembunuh” yang telah menyeret Islam ”melewati lumpur.” Ia berkata: ”Islam adalah agama damai, buat itu jelas bahwa mayoritas Muslim di negara ini dan seluruh dunia berpikir dan bertindak berbeda.” [22]
  • AS. Imam Mohamed Magid, President The Islamic Society of North America (ISNA). “Perbuatan Ribuan Muslim Oslo parade anti NIK NO 2 ISISNIIS menentang para agama minoritas di Irak melanggar ajaran Kuran,” (mengutip Text Mecca) surah 2:256, ‘Hendaklah tidak ada paksaan dalam beragama,’ perbuatan mereka harus ditolak.” [23]
  • AS. The Council on American-Islamic Relations (CAIR), “Agama tidak mendorong membunuh orang-orang sipil, menyembelih ahli-ahli agama atau menghancurkan rumah-rumah ibadah. Kami menyalahi tindakan NIIS dan menolak bahwa semua Muslim harus mentaati pemimpinnya.” [24]

Kontra pendapat. Tentu tidak semua Muslim setuju dengan pendapat-pendapat di atas, khususnya di kalangan pemuda Muslim. Diantaranya:

  • Abu Muhammad dari Indonesia dengan video “Join the Ranks” mendorong orang-orang Indonesia untuk berpartisipasi dalam jihad, berkata bahwa itu adalah kewajiban yang diamanatkan oleh ALLAH untuk para Muslim.
  • Sekelompok Muslim London menyebarkan selebaran berjihad Khalifah telah Dibangun kembali bertuliskan ayat Kuran surah 24:55 (ayat panggilan ber-jihad demi ALLAH). Mereka adalah murid-murid dari imam Omar Bakri dan pengkotbah Anjem Choudary. Anjem sempat ditahan Polisi Inggris karena menyebarkan pesan jihad dan bergabung ke NIK. (13/7) [25]

Komentar: Menurut pengamatan saya, fenomena Trend Muslim Murtad dan Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme ini terjadi oleh tiga faktor utama:
1. Waktunya YAHWEH telah tiba. Adonai Yeshua Ha Mashiah dalam 1-2 dekade terakhir ini telah menampakkan diri-Nya secara aktif di negara-negara Islam yang tertutup bagi para misionari untuk memberitakan Injil. Para Muslim di dalam kehausan rohani mereka telah mendapat jawaban melalui kunjungan Yeshua, melalui mimpi, penglihatan supernatural, penglihatan mata jasmani, kesembuhan jasmani melalui doa-uji mereka kepada Yeshua. Bahkan Yeshua datang melalui mimpi kepada seorang bapa yang sedang menjalankan ibadah Haji di Saudi.
2. Kemajuan teknologi komunikasi. Perangkat TV baru muncul tahun 50an, lalu lahirlah TV satelit, diikuti dengan telepon genggam. Dengan lahirnya jaringan internet di awal tahun 2000 dan diikuti terciptanya media sMuslim Inggris kampanye menentang NIKosial (web log, facebook, twiter), susah untuk pemimpin agama atau politik untuk menghentikan informasi. Jalan Arab yang menghebohkan negara-negara Islam di Afrika utara dan menumbangkan pemimpinnya adalah hasil dari hadirnya media sosial. Saya ingat persis ketika antena parabola diperkenalkan di Indonesia tahun 1985, Harmoko yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia, sempat membuat undang-undang pelarangan pemakaian antena parabola, demi mencegah pencemaran budaya Barat masuk ke Indonesia. Saat ini dengan lahirnya Smartphone (telpon genggam canggih), siapakah yang bisa menghentikan informasi?
3. ideologi politik Islam praktis telah mengambil proporsi terlalu banyak dibanding kehidupan keagamaan; pendapat ini saya dasarkan setelah banyak meneliti kesaksian para Muslim yang keluar dari Islam. Dengan kata lain rohaniwan Muslim (’Muslim moderat’, polikus Barat menyebutnya) telah jenuh dengan aksi-aksi jihad yang dilakukan oleh politikus Islam. Professor sejarah Islam asal Mesir menyatakan bahwa Islam terdiri dari agama dan politik, dan ini sudah terkandung sejak Muhammad melahirkan agama Islam, kedua unsur ini terbagi di dalam sebelum dan sesudah ia pindah ke Medina, yang digambarkan oleh professor ini sebagai berikut:[26]

  • Di Mekka: ia mengundang orang untuk masuk Islam melalui kotbah; di Medina: ia memaksa orang untuk pindah (ke Islam) melalui pedang Muslim Sunni menentang sex jihad Negara Islam
  • Di Mekka: ia bertindak seperti seorang imam, hidup pada kehidupan doa, berpuasa dan menyembah; di Medina: Ia bersifat seperti seorang komandan militer, secara pribadi ia memimpin 27 penyerangan.
  • Di Mekka: ia hanya memiliki satu isteri, Khadija, untuk 12 tahun lamanya; di Medina: ia menikahi 12 wanita lagi hanya dalam 10 tahun.
  • Di Mekka: ia berjuang menentang penyembahan berhala; di Medina: ia berjuang menentang People of the Book (para Yahudi dan Kristen).

60 % ayat-ayat Kuran berbicara tentang jihad (‘perang suci’), sebab Muhammad menerima lebih (inspirasi ayat-ayat) Kuran setelah ia meninggalkan Mekka. Jihad telah menjadi kekuatan dasar dan tenaga penggerak Islam,” professor ini berkata. Apakah dengan TMMIF itu berarti para Muslim yang menolak aksi jihad Negara Islam Khalifah telah menyunat 60% isi dari Kuran? Pada dasarnya, pernyataan-pernyataan para pemimpin Islam dan masyarakat Islam sedunia ini adalah suatu langkah besar yang sangat positif bagi kesejahteraan dunia. Dan saya yakin dengan pernyataan tersebut beban berat moril di pundak mereka telah terlepas. Saya mewakili umat Kristen, mengucapkan “Terima kasih yang besar kepada semua orang Muslim yang telah turut serta di dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraaan sesama manusia di bumi ini. Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati Anda semua, dan shalom (damai sejahtera) sorgawi kiranya turun ke atas keluarga Anda! Amin.”

Catatan Kaki:

1. Mark A.Gabirel Ph.D., ISLAM and TERRORISM. Cp.9: Muhammad Delaclars Jihad, pg 70. Buku-buku karyanya bisa dilihat pada Daftar Buku Membahas Ajaran Agama Islam dan Nabi Muhammad
2. “Perekruitan ada diminyaki melalui instink-instink dari prajurit-prajurit padang pasir – napsu sex dan serakah. Haruslah ada jarahan keuangan dan hadiah sex bagi prajurit yang menang.” Islam Religion of Peace or War?, booklet footnote 5: Sahih Muslim, Kitab al-Nikah, Bab: Nikah al-Muta wa Bayan Anahu Ubiha Thuma Nusikha Wa Istaqar Tahrimuh Ila Yawm al-Qiyama; and Al-Alusi, Tfasir al-Quran li Surat al-Fateh 1; and Tarikh al-Tabari 2:101
3. James M. Arlandson; Timeline of the Islamic Crusades, The Truth about Islamic Imperialism  (Diambil 8 Oktober 2014)
4. Data membandingkan: Pasar budak mereka umumnya Afrika Utara dan Timur Tengah. Perbudakan Barat atas orang kulit hitam: Ada sebanyak 11 juta budak kulit Hitam. Dua dari setiap tiga budak yang dilayarkan ke Atlantik (oleh Barat) adalah para pria, dan hanya 10% yang meninggal di perjalanan. Mereka di pekerjakan di perkebunan, bukan sebagai budak sex.
Data bisa dibaca di sini: Muslim Statistics (Slavery)
DENIALS OF ISLAMIC SLAVERY denials-of-islamic-slavery/ ; Two Views of The History of Islamic Slavery in Africa. Buku: Islam’s Black Slaves: The Other Black Diaspora
5. Ottoman Empire and Why was the Empire successful?
6. Islamic Terrorism – Is it a New Threat? by M.A. Khan ; M.A. Khan pengarang buku Islamic Jihad, A Legacy of Forced Conversion, Imperialism, and Slavery
7. Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!
8. Islamic Terror Attacks on American Soil
9. The worst Islamist attack in European history
10. 7 July 2005 London bombings
11. Agama/ kepercayaan apa yang paling cepat bertumbuh di dunia? Data pertumbuhan Kristen
12. Abu Bakr al-Baghdadi by Wikipedia
13. The List of Islamic Terror Attacks from 2014
14. Chibok schoolgirls kidnapping
15. Police swoop on Sydney, Brisbane homes in terror raids
16. Egypt’s top Muslim leader condemns Islamic State as a ‘bloody’ threat to Islam
17. Muslim Leaders Worldwide Condemn ISIS
18. Idem dengan 17
19. Influential Muslim Group Condemns Christian Treatment by Islamic State in Iraq
20. MUI joins nationwide campaign against ISIL ; Muslim leaders condemn support for ISIL by JakartaPost
21. Sunni And Shiite British Imams Denounce ISIS Together In New Video
22. German Muslims hold day of protest against ISIS jihadists (terbit 20/9)
Koran online ini menulis: “Itu datang setelah Jerman melarang semua dukungan terhadap para pemberontak NI di Syria dan Irak dan telah memutuskan untuk mengirim persenjataan bagi para pejuang Kurdi yang bertempur melawan kekuatan-kekuatan NI.”
23. The Muslims who are condemning ISIS. (diambil 7/10/2014).  The ISNA payung organisasi Islam tertua dan terbesar di AS.
24. Idem dengan 23. Organisasi Islam terbesar AS yang bergerak dalam hukum sipil. Dikenal memiliki hubungan erat dengan The Muslim Brotherhood dan Hamas.
25. Radical students hand out Isis leaflets on Oxford Street in attempt to get

26. British Muslims to join jihad
Mark A. Gabriel, Ph.D., Islam and Terrorism. Cp. 9: Muhammad Declares Jihad. Hal 69-70

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog