Surah 5:68-69 “Sesungguhnya kalian tidak beragama dengan benar kecuali JIKA …”


Berani berpikir kritis Apa yang sesungguhnya Kuran katakan pada surat Al-Ma’idah (Surah 5) ayat 68 dan 69? Apa yang sesungguhnya Allah nyatakan kepada Muhammad, sebagai nabinya tentang ”agama yang benar” yang menghasilkan pahala ”kesenangan surga pada hari kiamat” pada ayat-ayat tersebut?

Baca lebih lanjut

Setan kalah bahkan terlebih lagi di saat-saat kemenangannya!


Mereka ini akan berperang dengan Anak Domba (Adonai Yeshua Ha Mashiah) dan Anak Domba akan mengalahkan mereka, sebab Dia adalah Tuhan para tuan dan Raja para raja, dan mereka yang bersama-Nya adalah yang terpanggil dan yang terpilih dan yang setia. (Wahyu 17:14)

“It is such fun to see, such fun to see Satan lose
It is such fun to see Such fun to see Satan lose
Jesus is the Winner man. The Winner man. The Winner man
Jesus is the Winner man. The Winner man all the time
….” Sebuah lagu proklamasi dari Ron Konely berjudul Jesus is The Winner Man; YouTube video mengalun dengan nada ceria

Baca lebih lanjut

Apakah nabi Muhammad yakin keselamatannya? – menurut Kuran dan Hadis


Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Sebaliknya, kasih yang sempurna membuang ke luar ketakutan, karena ketakutan mengandung hukuman, dan siapa yang takut , ia belum disempurnakan di dalam kasih – Rasul Yohanes (1 Yohanes 4:18)

Kata pengantar dari AnPerjalanan melalui Kuran kepastian keselamatan kekalggur Baru. Bulan Ramadan adalah bulan yang paling penting bagi umat Islam dari segala aliran, bulan dimana setiap Muslim berpuasa dan merendahkan hati mereka untuk mencari kehendak Pencipta mereka dengan tujuan berusaha untuk menyenangkan dan memuaskan-Nya. Oleh karena itu saya ingin menyumbangkan rasa perhatian saya kepada para Muslim melalui artikel ini – yang saya pikir bisa membantu menjawab pencarian dan pencapaian tujuan yang dimaksud.
Artikel ini adalah kutipan singkat dari karya tulis Sam Shamoun berjudul Was Muhammad certain of his Salvation? Examining the capriciousness[1] of Allah as the cause of Muhammad’s uncertainty (Apakah Muhammad yakin keselamatannya? Meneliti ketidak pastian Allah sebagai penyebab ketidak pastian Muhammad).
Kalimat atau huruf dalam tanda kurung siku “[…]” berasal dari penterjemah, bagaimanapun penebalan dan tanda kurung ”(…)” berasal dari sumber aslinya dan mengutip sumber aslinya, kecuali jika ditulis lain. Kutipan ayat Alkitab bahasa Indonesia diambil dari Kitab Suci Indonesian Literal Translation edisi II, kecuali ditulis lain.
Jika Anda berkesempatan dan mengerti bahasa Inggris silahkan langsung mempelajari artikel ini pada sumber aslinya: Was Muhammad certain of his Salvation?

Brother Sam Shamoun adalah seorang Apologist Kristen[2] untuk Islam. Ia lahir di Kuwait dari sebuah keluarga Irak Kristen – Gereja Timur bangsa Asyur (Assyrian) yang dikenal juga sebagai Gereja Nestorian, namun dikemudian hari ia menjadi seorang “Injili” dalam iman Kristennya. Ia aktif di http://answering-islam.org/ , http://www.answeringmuslims.com/ dan http://www.abnsat.com/
Brother Sam memiliki facebook: https://www.facebook.com/SamShamoun

Baca lebih lanjut

Data-data rahasia dan struktur intelejen Negara Islam Khalifah terbongkar


Badan media Jerman yang terkenal, Spiegel, sebagaimana dilaporkan oleh reporternya Christoph Samir Abd Muhammad al-Khlifawi alias Haji Bakr dalang utama NIKReuter, telah mendapat kesempatan khusus melihat secara langsung data-data rahasia tentang struktur organisasi – bersifat intelejen – Negara Islam Khalifah (NIK) atau Da’ish dalam bahasa Arabnya. Data rahasia ini didapatkan setelah seorang anggota NIK dikenal dengan nama samaran “Haji Bakr” (Bakar) – si pembuat data sturktur intellejen NIK – tertembak mati saat ingin ditangkap oleh militan pemberontak kelompok Islam Sunni di Syria dari kelompok yang tidak sepaham dengan NIK. Dari rumah Haji Bakr inilah data rahasia yang sangat penting tersebut didapat. Data tulisan tangan ini berhasil dijangkau seluruhnya pada bulan November 2014. Di bawah ini adalah kutipan singkat Senjata Rohani weblog yang terambil dari tulisan Christoph Reuter.
Dari data rahasia ini, dua hal adalah jelas:
1. Haji Bakr adalah otak utama / pemimpin utama gerakkan Negara Islam Khalifah, sementara Kalifah Abu Bakr al-Bagdadi (pendiri NIK), yang tampil dipermukaan, hanyalah wajah keagamaan untuk menarik para Muslim bergabung ke dalam gerakkan militer NIK. Kondisi Ini persis seperti kepausan dalam Gereja Roma Katolik; ”Paus Hitam” (Ordo Jesuit aktif di politik dan pembuat doktrin) bergerak di belakang layar, dan ”Paus Putih” (rohaniwan) yang selalu tampil dimuka umum.
2. NIK berbahaya bagi setiap tatanan pemerintahan negara, khususnya negara-negara Islam atau mayoritas berpenduduk Muslim (saat ini), Haji Bakr, ex-intellejen Saddam Hussein ini, mengajari para Muslim untuk tidak setia kepada bangsa dan negaranya sendiri – memata-matai dan mengumpulkan informasi tentang pemimpin agama dan negara.

Isi dari data rahasia tersebut sungguh mengejutkan banyak pihak, baik bagi pihak di luar Islam dan khususnya bagi kalangan Islam sendiri. Haji Bakr, sungguh misterius, sehingga pihak yang ingin menangkap Haji Bakr tidak tahu siapa orang yang ia telah bunuh, yang ternyata bukan sekedar seorang pemimpin rohani yang bergabung ke Da’ist atau NIK yang didirikan oleh Abu Bakr al-Bagdadi.
Samir al-Khlifawi di jaman Saddam HusseinSiapakah “Haji Bakr?” Nama aslinya adalah Samir Abd Muhammad al-Khlifawi orang asal Irak, namun tidak seorang pun mengetahui nama aslinya, bahkan nama samarannya ”Haji Bakr” tidak banyak diketahui. Koran Spiegel pada laporannya menyimpulkan Samir sebagai orang: “menyendiri, sopan, pembujuk, sangat penuh perhatian, menguasai diri, tidak jujur, misterius dan berbahaya.” Bakr adalah ”seorang nasionalist, bukan seorang Islamist,” kata wartawan Irak Hisham al-Hahimi yang sepupunya satu posisi dengan Bakr di Komplek Angkatan Udara Habbaniya di jaman President Irak Saddam Hussein. Samir adalah bekas kolonel dalam badan intellejen pada angkatan udara pertahanan di pemerintahan Saddam Hussein. ”Kolonel Samir,” Hashimi memanggilnya,” adalah sangat intellijen, seorang logistik yang sangat luar biasa.
Ketika Paul Bremer, orang AS untuk wilayah pendudukan Amerika di Bangdad ”membubarkan tentara Sadam pada Mai 2003, ia kepahitan dan kehilangan pekerjaan.” Sejak itu Samir beroperasi secara rahasia. Pada masa Jalan Arab ia tinggal di Tal Rifaat, profinsi Aleppo di Syria. Di kota ini ia merekrut orang-orang muda dan mengadakan pertemuan dengan Abu Bakr al-Baghdadi – yang kelak dikenal sebagai ”pendiri dan pemimpin gerakkan Negara Islam Khalifah (NIK).” Samir begitu misterius sehingga ia dikalangan militan NIK ia hanya dikenal sebagai “Tuan Bayangan” (lord of shadows), dan bahkan tetangga sebelah rumah Samir berpikir ia hanyalah seorang imam dari kelompok Da’ist. Menurut Wikipedia, sejak Saddam tumbang, Samir menjadi pimpinan puncak dari Negara Islam Irak (NII), Samir memegang peranan dalam karir Abu Bakr dan menjadikan Abu Bakr pemimpin  NII berikutnya (dan Samir bermain di belakang layar). Dan di saat perang Syria, NII menjadi NIIS (S untuk Syria), dan segera menjadi NIK (K untuk Khalifah dalam arti global tidak hanya di Irak dan Syria), baca “Sejarah NIK modern

Isi dari data rahasia NIK buatan Kolonel Samir. Data tersebut terdiri dari 31 halaman. Saya simpulkan secara garis besarnya saja. (harap baca sumber aslinya, The Terror Strategist: Secret Files Reveal the Structure of Islamic State By Christoph Reuter.
Seperti kita ketahui bahwa sebelum serangan udara dilancarkan oleh Amerika Serikat (yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain) atas kantong-kantong militan NIK di akhir tahun 2014, militan NIK bergerak begitu cepat dan sukses, hanya dalam beberpa bulan saja NIK telah menguasai wilayah yang luar hampir sebesar negara Syria, wilayah yang ada di bawah kontol NIK tersebar dari Syria utara memanjang ke timur sampai ke Irak. Menjadi “organisasi Islam terrorist terkaya se dunia” media menulis. Kota demi kota dengan mudah dikalahkannya, Rahasia dari sukes ini ternyata adalah datang dari perencanaan strategi yang pintar tapi licik dari Kolonel Samir atau “Haji Bakr” atau “Tuan Bayangan” tersebut. [Berita-berita internasional mengabarkan, saya ingat, betapa mudahnya jihadist NIK merebut kompek-komplek militer di Irak, di tempat tertentu bahkan hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Data rahasia ini menceritakan alasannya, pretasi NIK dan apa yang “NIK telah raih jauh melampau kerja keras bertahun-tahun organisasi Islam terroris Sunni Al-Qaida” – para ahli anti-terrorist berkata]

1 Struktur organisasi NIK seperti nampak pada gambar terbukti penuh dengan badan-badan intellejent, dan badan keagamaan (pengadilan Sharia) berfungsi untuk tujuan politik semata. Gambar ini adalah naskah asli yang telah di dijitalkan oleh Spiegel, draf tanganya berbahasa Arab dapat dilihat pada link di bawah.

Draf Struktur Badan Intelejen Da'ish Negara Islam Khalifah buatan Haji Bakr al-KhlifawiData mengatakan, mereka yang bertugas pada “hakim-hakim Sharia di pengumpulan data intellejen” bekerja sama dengan “petugas-petugas keamanan” semuanya adalah untuk suatu tujuan tunggal: pengamatan [dimata-matai] (surveillance) dan kontrol.
Kata yang Haji Bakr pakai untuk metode “pemurtadan Muslim-muslim yang sungguh,” takwin, bukanlah istilah agama, tetapi istilah teknik yang diterjemahkan sebagai “implementasi” yang dipakai oleh Muslim Shia sebagai “menciptakan kehidupan palsu (artificial life).” Pada abad 19 seorang Muslim Persia bernama Jabir Ibn Hayyan dalam bukunya “Buku Batu-batu (Book of Stones) – memakai naskah dan kode rahasia – tentang penciptaan homunculus (orang pendek), “Tujuannya adalah menbohongi semua orang, tetapi mereka yang mengasihi Allah.”  [Islam mengajar: “Muslim yang takwah haruslah berani mati bagi Allah dan Nabinya.” Indentik dengan “fungsi rakyat dalam pemerintahan Komunis,” atau “fungsi pion dalam permainan Catur. Suatu konsep yang sama sekali beda dengan Kristianiti: “Elohim mati berkorban bagi keselamatan umat-Nya.” Dr. Parvin Darabi dari Iran dengan berani menyatakan bahwa Hukum Sharia adalah berfungsi untuk mengonrol umatnya, dan bukan untuk keuntungan / kesejahteraan umat.]
Christoph menulis, “meskipun kelompok (NIK) tersebut memandang orang Shia sebagai para murtad yang merusak Islam yang benar, tetapi bagi Haji Bakr (Sunni Muslim), Allah dan kepercayaan 1400 tahun di dalam dia adalah satu dari banyak modul pada (sistim) pembuangan Bakr untuk megatur sebagaimana ia suka untuk sebuah tujuan yang lebih tinggi.” [Dengan kata lain: Bakr tahu aksi pembunuhan (pembuangan) dan praktek Islam Shia salah, namun ia tetap pakai sistim yang sama tersebut demi tujuannya]. Bakr mengulangi kejahatan pemerintahan Saddam Hussein, dimana setiap orang bisa lenyap begitu saja jika seseorang dianggab bisa membahayakan atau menghambat Sistim, yang ditulis oleh Kanan Makiya dalam bukunya “Republik of Fear” (Negara Takut).
2. Samir juga membuat coretan-coretan tangan daftar wilayah- wilayah yang harus dikuasai secara bertahap dan siapa-siapa yang bertanggung jawab, ia juga menggambar rantai-rantai logistik untuk post-post keamanan dan pertahanan militer NIK. [Telah terwujud, NIK menguasai kota-kota dan desa-desa yang strategis]

3. Merebut tanah Syria sebanyak mungkin, sebagai langkap pertama. Menjadikan Syria sebagai pusat kegerakkan, dan setelah itu baru menguasai tanah Irak. [Telah terwujud; Setelah Raqqa dan Aleppo dikuasai, NIK bergerak ke timur menduduki Mosul dan Kirkuk, dari situ mereka turun ke Bagdad]

4. Strategi perekrutan para jihadist. Kelompok NIK merekrut para pengikutnya melalui kedok keagamaan “pembukaan kantor-kantor Dawah,” yakni pusat penyebaran agama Islam. Sasaran empuk mereka adalah kelompok usia muda, bahkan usia 16 tahun.

5. Setelah direkrut, Untuk tugas mata-mata (termasuk kota/ desanya sendiri) Haji Bakr membuat daftar hal-hal yang harus mereka lakukan pada wilayah yang telah ditargetkan:

  • Daftarkan keluarga-keluarga yang berkuasa
  • Namai para pribadi yang berkuasa dalam keluarga-keluarga tersebut
  • Temukan sumber-sumber pendapatan mereka
  • Namai nama-nama dan besarnya kelompok pemberontak di desa yang bersangkutan
  • Temukan nama dari para pemimpin mereka
  • Temukan aktivitas illegal mereka (menurut Hukum Sharia), untuk bisa dipakai untuk menggancam (blackmail) mereka jika perlu.

Para mata-mata ini juga diperintahkan menulis secara detil entah seorang adalah kriminal atau seorang homosex, atau terlibat dalam hubungan gelap, sehingga dapat dipakai untuk mengontrol orang tersebut dikemudian hari. Prakek memanipulasi kelemahan orang lain terjadi di IFB – artikel ini juga memberi nasehat “bagaimana keluar dari jebakan ‘mafia’ tersebut.”

  • Pemuda yang pintar akan dijadikan imam-iman Sharia dan diutus
  • Beberapa pemuda akan diutus khusus untuk menikahi putri-putri dari keluarga-keluarga yang sangat berpengaruh untuk memastikan penyelusupan berjalan lancar
  • Haji Bakr juga ingin tahu: ideology dari imam setempat, pro rejim atau pro jihad, siapa yang menggaji dan siapa yang menugaskan imam tersebut
  • Untuk setiap dewan profinsi, Haji Bakr telah merencanakan seorang pemimpin agama Islam atau seorang komandan untuk melakukan terror untuk menyebarkan ketakutan di kedua institutusi itu (agama dan pemerintahan)

Abu Bakr al-BaghdadiHal ini dibuat sebab Haji Bakr percaya – dan ia tidak sendiri, para pemimpin Muslim Brotherhood berpikiran sama – bahwa keyakinan agama saja tidak cukup untuk mencapai kemenangan [taget Islam adalah menjadikan seluruh dunia tunduk kepada Islam atau ada dimusnahkan].
Laporan menulis bahwa tahun 2010 [sebelum lahirnya ”organisasi NIK”] Haji Bakr dan sekelompok kecil para bekas petugas intellejen Irak membuat pertemuan dengan Abu Bakr al-Baghdadi, pria lulusan S3 dari universitas Bagdad untuk bidang ilmu Islam, dan (besar kemungkinan) merekalah yang menobatkan Abu Bakr menjadi ”khalifah” bagi gerakan Neraka Islam tersebut.
Peristiwa kematian Haji Bakr
Sampai akhir 2013, segala sesuatu berjalan menurut rencana yang telah dibuat olen NIK – atau sedikitnya sesuai rencana dari Haji Bakr. Namun ketika para militan NIK menyiksa secara sadir seorang pemimpin pemberontak Sunni yang terkenal sekaligus seorang dokter yang membawa kematian pada Desember 2013, sesuatu yang tidak NIK harapan terjadi. Para pejuang pemberontak Sunni anti-President al-Hassad yang terdiri dari banyak kelompok yang semua satu tujuan dengan NIK, mereka sekarang bersatu melawan NIK. Bentrokan bersenjata terjadi antar sesama Sunni.

Haji Bakr, tetap tinggal di rumahnya di kota Tal Rifaat, yang semula dikuasai NIK. Namun kota ini terpisah menjadi dua di akhir Januari 2014 hanya dalam beberapa jam saja. Haji Bakr tertinggal di tempat yang salah – jatuh ketangan militan Sunni yang balas dendam kepada NIK. Seorang tetangga Bakr, membuka mulut kepada musuh NIK, “Seorang imam Da’ish (NIK) tinggal di pintu berikut!” Seorang komando lokal bernama Abdemalik Hadbe dan beberapa orangnya memghampiri rumah Bakr. Seorang wanita membuka pintu dan berkata dengan manis, ”Suamiku tidak di sini.”
Namun mobilnya diparkir di depan, para militan balas menjawab
Saat itu Haji Bakr keluar pintu dengan piamanya. Abdelmalik memerintahkan dia mengikuti mereka. Diprotes oleh Bakr bahwa ia ingin bertukar pakaian dulu.
”Tidak, Datang dengan kami! Segera!” Abdelmalik berseru.
Bakr melompat ke dalam rumah dan menutup pintu rumah dengan tentangan kakinya, kata dua saksi mata.
Lalu Bakr bersembunyi dibawa tangga dan bersertu: ”Saya memiliki sebuah sabuk bom bunuh diri! Saya akan ledakan kita semua! Lalu ia keluar rumah dengan pistol Kalashnikovnya dan mulai menembak.
Abdelmalik kemudian balas menembak dan membunuh Bakr.

Kemudian, setelah orang-orang ini mempelajari siapa yang mereka baru saja bunuh, mereka memasuki rumah tersebut, mengumpulkan komputer-komputer, pasport-pasport, kartu-kartu telpon mobil, navigator, dan yang terpenting surat-surat – yang ternyata rahasia dari NIK. Satu hal yang mereka tidak temui dari rumah Haji Bakr adalah kitab Kuran.
Pada buku NIK, tertanggal musim gugur 2013 ada sebuah daftar tertulis 2650 pejuang dari negara asing di profinsi Aleppo saja. Orang Tunisia mewakili ketiga dari keseluruhan, diikuti oleh orang Arab Saudi, Turki, Mesir dan jumlah terkecil adalah orang Chechen, Eropa dan orang Indonesia.
Spegel menyimpulkan: NIK ingin tahu setiap sesuatu, namun pada waktu yang bersamaan, kelompok ini ingin membohongi setiap orang – termasuk para anggotanya sendiri – tujuan NIK yang sesungguhnya.

Komentar: Untuk orang Timur, terbongkarnya data rahasia Da’ish atau Negara Islam Khalifah ini menimbulkan suatu masalah yang perlu direnungan dengan seksama: Apakah ideologi Islam yang sesungguhnya, apakah itu sekedar praktek keagamaan atau wadah praktek politik berjubah keagamaan?
Yeshua Ha Mashiah memperingatkan para murid-Nya, ”Siapa yang memakai pedang akan mati dengan pedang.” Di sini Ia menyatakan bahwa kerohanian tidak bisa dijalankan dengan cara politik, dan siapa yang mencampurkannya ia akan mati di luar ”Kebenaran” alias tidak masuk Sorga. Jalan ke Sorga, Yeshua menyatakan hanyalah melalui percaya kepada Yeshua, mengikuti ajaran dan perintah-Nya semata seperti Dia telah berkata di Injil:
“Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
Bapa mengasihi Putra dan Dia telah mengaruniakan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya.
Siapa yang percaya kepada Putra, dia mempunyai hidup kekal, tetapi siap yang tidak mentaati Putra, dia tidak akan melihat hidup, sebaliknya murka Elohim tiggal di atasnya (Yohanes 3:35-36)

Sumber: The Terror Strategist: Secret Files Reveal the Structure of Islamic State
By Christoph Reuter

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tanda dari benih (keturunan) Abraham yang benar dan sesungguhnya


Selanjutnya, Yeshua berbicara lagi kepada mereka, berkata, “Aku adalah terang dunia. Siapa yang mengikuti Ku, ia sekali-kali tidak akan berjalan dala kegelapan, melainkan akan mempunyai terang kehidupan.” (Yohanes 8:12)

Alkitab Perjanjian Lama mencatat bahwa Abraham dijanjikan YAHWEH akan memiliki keturunan yang banyak seperti Benih Abraham illustrasibanyaknya bintang di langit atau banyaknya pasir di laut. Banyak orang mengaku bahwa mereka adalah keturunan dari Abraham. Alkitab juga mencatat siapa yang sesungguhnya keturunan Abraham yang benar, baik secara darah (benih keturunan) maupun secara rohani (benih kepercayaan). Artikel ini, berdasarkan ayat-ayat Alkitab akan menjelaskan siapakah sesungguhnya keturunan Abraham yang benar atau sesungguhnya. Apakah Anda termasuk diantara keturunan Abraham yang sesungguhnya tersebut?
1. Benih (Keturunan) Abraham secara darah
a. Dari Sarah, isteri pertama, lahirlah Ishak. Ishak melahirkan Yakub dan Esau.

  • Dari Yakub lahir 12 suku yang membentuk sebuah bangsa, disebut bangsa Israel, berasal dari nama baru yang YAHWEH berikan kepada Yakub, yakni Israel. Lihat Kej 32:28 dan 35:9-13.
  • Dari Esau lahirlah suku Edom; Edom berarti Merah, nama panggilan dari Esau karena menjual hak kesulungannya hanya dengan semangkuk sup kacang merah. Bangsa Edom berasal dari tiga ibu. Ada orang Het dan Oholibama orang Hewi dan terakhir Mahalat putri Ismael. Kedua yang pertama adalah bangsa Kanaan. Kej 28:8-9. Kata Edom dan Ismael karenanya sering kali indentik walaupun tidak seratus persen sama. Suku Amalek, musuh bebuyutan Israel, berasal dari benih Esau

b. Dari Hagar, gundik Abraham, budak perempuan Mesir Sarah, lahirlah Ismael (Kej 16:1). Dari Ismael lahirlah 12 putra yang dari mereka lahirlah 12 suku bangsa. Pria tertuanya bernama Nebayot, dan kedua Kedar. Suku Nebayot ini dikenal juga sebagai suku Nabataea, dengan salah satu kotanya yang terkenal kota Bakka atau orang Romawi menamainya kota Petra. Lihat SarchForMecca.com dan Nabataeans.net
c. Dari Ketura, gundik Abraham, yang ia ambil setelah tiga tahun kematian Sarah.[1] Ketura melahirkan 6 (enam) pria. Dua diantaranya adalah Medan dan Midian, dari kedua pria ini lahirnya suku Median, sering disebut di Alkitab. Wilayah Median terletak di barat tenggara Arab Saudi modern. Kej 25:1-4
Di sini pula Musa dipanggil sebagai nabi untuk melepaskan Israel dari perbudakan Mesir. Di Median pula nabi Musa membawa umat Israel berdiam segera setelah keluar dari Mesir sebelum mereka menuju utara untuk masuk ke Tanah Perjanjian.

2. Tanda yang diberikan YAHWEH sebagai keturunan Abraham
A. Sunat daging. Lagi firman Elohim kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun…., yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. …baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (Kej 17:9-13)

Hal-hal yang kita bisa lihat dari ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan sunat daging sebagai Perjanjian antara YAHWEH dengan Abraham:

  • Ishak, putra satu-satunya Abraham dari Sarah, adalah pribadi yang terpilih sebagai garis keturunan Pernjanjian kekal antara Elohim dengan Abraham (Kej 17:19,21)
  • Ismael, putra pertama Abraham, turut disunat sekalipun ia tidak termasuk di dalam pernjanjian kekal tersebut – hanya dinjanjikan “keturunan yang sangat banyak.” (ay. 20, 25-26).
  • setiap bangsa asing (pria dalam hal ini) yang tinggal di dalam lingkungan keluarga Abraham. (ay. 27).
  • bangsa Filistin bukanlah “bangsa Palestina,” sebab Alkitab menulis bahwa bangsa Filistin adalah bangsa yang tidak bersunat. Lihat Suku Filistin dan suku Palestina samakah?

B. Sunat hati. Banyak orang Kristen bepikir bahwa perintah atau ajaran Sunat hati hanya dimulai sejak Pelayanan Adonai Yeshua Ha Mashiah di bumi, nyatanya itu sudah tertulis sejak nabi Musa.
Bagi bangsa Israel, entah seorang pria beriman kepada Yeshua entah tidak, sunat daging adalah keharusan. Namun YAHWEH menuntut lebih dari sekedar tanda jasmani (sunat daging) bagi umat pilihan-Nya. YAHWEH menuntut keturunan Abraham secara daging memiliki tanda sunat hati!
Perhatikan apa yang dikatakan nabi Musa kepada bangsa Israel:
Ulangan 10”Lihatlah, langit, bahkan langit dari segala langit kepunyaan YAHWEH, Elohimmu, bumi dan segala yang ada di dalamnya. YAHWEH hanya memilih para leluhurmu untuk mengasihi mereka, dan Dia memilih benih mereka yang keluar dari mereka, yakni kamu, melampaui semua bangsa-bangsa, seperti pada hari ini.” (14-15). Dan sekarang perhatikan apa yang nabi Musa katakan pada ayat ke 16nya, berbunyi Karenanya kamu harus menyunat kekerasan hatimu,[2] dan janganlah kamu mengeraskan tengkukmu.” Diterjemahkan dari Alkitab LXX [3]
Makna dari sunat hati ini, dijelaskan pada ayat 12 sampai 13, tertulis,
”Dan sekarang, Israel, apakah yang YAHWEH Elohimmu tuntut darimu, tetapi
takutlah (akan) YAHWEH Elohimu, dan
berjalan dalam seluruh jalan-jalan-Nya, dan mengasihi Dia, dan
melayani YAHWEH Elohimmu dengan seluruh hatimu, dan dengan seluruh jiwamu;
memelihara perintah-perintah YAHWEH Elohimmu (the commandments of), dan ketetapan-ketetapan-Nya,
semua yang saya tugaskan mu hari ini, sehingga itu boleh ada baik dengan mu?”[4] (LXX)
Firman-Nya melalui nabi Yeremia, ”Lihatlah, hati-hari tersebut datang, firman YAHWEH, ketika Aku akan mengunjungi semua yang bersunat (kulit khatannya) ketidak bersunatan (hati) mereka (the circumcised their uncircumcision);[5] atas Mesir, dan atas Idumea,[6] dan atas Edom, dan atas bani Amon, dan atas bani Moab, dan atas setiap orang yang bercukup sekeliling mukanya, mereka yang tinggal di padang gurun; karena semua bangsa (the Gentiles) tidak bersunat daging, dan semua keluarga Israel hati-hati mereka tidak bersunat (Yer 9:26; LXX). Tidak bersunat hati ini dijelaskan pada ayat 22 sampai 24.
Juga pada Yehezkiel 44:7,9 ”tidak bersunat hatinya dan tidak bersunat daging.”

Pernyataan Adonai Yeshua tentang benih (keturunan) Abraham
Percakapan antara Yeshua dengan orang-orang Yahudi ini terjadi di Bait Elohim di Yerusalem, tepatnya pada Hari Perayaan Pondok Daun atau Tabernakel, perayaan Musim Gugur. Perayaan Pondok Daun adalah satu dari tiga Perayaan tahunan yang Elohim telah tetapkan bagi setiap orang Israel untuk pergi ke Yerusalem. Jadi orang-orang Yahudi yang berbicara dengan Yeshua jelas mengerti Firman Elohim (Perjanjian Lama). Namun Dia mendapat perlawanan dari orang Yahudi beraliran Farisi:
Bukankah Musa yang telah memberikan torat kepadamu dan tidak seorang pun dari antara kamu melaksanakan torat itu? Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?” (Yoh 7:19)
Setelah Perayaan berakhir, Ia kembali mengajar di Bait Elohim, dan kembali menghadapi perlawanan dari para Farasi – yang menyombangkan diri karena mereka berasal dari benih Abraham (Yoh 8:33), yang dijawab oleh Yeshua: “Aku tahu bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha membunuh Aku, karena firman-Ku tidak mendapat tempat di dalam hatimu.” (37). Sekali lagi mereka berkata kepada Dia, “Abraham adalah bapak kami!” (39). Perhatikan sekarang apa jawaban Yeshua atas klaim mereka tersebut yang ingin membunuh diri-Nya, Dia berkata,
”Jika kamu adalah anak-anak Abraham [itu benar sekali, Yeshua sendiri mengakuinya], kamu melakukan pekerjaan-pekerjaan Abraham; tetapi sekarang kamu ingin membunuh Aku, seorang yang telah mengatakan kebenaran kepadamu, yakni apa yang telah Aku dengarkan dari Elohim. Abraham tidak melakukan itu (membenci apalagi membunuhi orang benar), kamu sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan bapakmu. … Jika Elohim adalah Bapamu, kamu akan tetap mengasihi Aku, karena Aku telah keluar dan sedang datang dari Elohim. … Mengapa kamu tidak mengerti perkataan-Ku? Sebab kamu tidak mendengarkan firman-Ku!
Kamu berasal dari bapakmu, si iblis, dan kamu mau melakukan keinginan bapakmu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula. …. Siapa yang berasal dari Elohim, ia mendengarkan firman Elohim; karena inilah kamu tidak mendengarkan, berhubung kamu tidak barasal dari Elohim. … Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum Abraham ada, Aku ada!” (Yoh 8:39-58) (Most assuredly I say to you, before Abraham was, I AM.” (EMTV)[7]

Adonai Yeshua dengan jelas menyatakan bahwa bangsa yang benar-benar berasal dari benih Abraham adalah orang Israel, atau Yahudi. Namun yang mewarisi perjanjian abadi (kekal) adalah mereka yang bersunat hatinya, sebagai mana Abraham adanya, yakni para pelaku perintah, ketetapan dan ajaran Bapa Sorgawi, dan Putra Tunggal-Nya, Yeshua Ha Mashiah.

Setelah kebangkitan Yeshua dari kematian-Nya di kayu salib di atas bukit Golgota tersebut, Dia memerintahkan berita Injil untuk dikabarkan ke seluruh bangsa-bangsa bukan Israel:

“Segala otoritas di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Ku. Pegilah dan buahtlah murid-murid dari semua bangsa, baptiskan mereka dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, ajarlah mereka melakukan segala apapun yang Aku telah perintahkan kamu; dan ketahuilah, Aku (I AM) bersamamu selalu, bahkan pada penghabisan jaman.“ Amin (Mat 28:18-20)

Itulah sebabnya rasul Paulus, – yang hidup bersamaan waktu dengan Yeshua – yang ahli Kitab-kitab Perjanjian Lama, khusunya Torah, dan gurunya adalah seorang termuka agama Yahudi, namanya Gamelius, setelah ia berhadapat muka dengan Adonai Yeshua Ha Mashiah yang merubah seluruh hidupnya dan diutus oleh Yeshua untuk menjadi rasul-Nya bagi bangsa-bangsa bukan-Yahudi, ia dengan berani berkata[8] kepada orang-orang Kristen Yahudi (Jemaat) di Roma:
“Sebab sunat (daging) memang bermanfaat, manakalah kamu melalukan torat; tetapi jika kamu menjadi pelanggar torat, sunatmu telah menjadi yang bukan sunat.
Oleh karena itu, jika yang bukan sunat (mereka yang bukan keturunan Abraham secara daging) dapat memelihara peraturan-peraturan torat, tidakkah yang bukan sunat itu akan diperhitungakan sebagai sunat?
Dan yang bukan sunat, karena menggenapkan torat secara alamiah, akan menghakimi kamu melalui tulisan dan sunat sebagai pelanggar torat.
Sebab, seorang Yahudi bukanlah ada pada apa yang kelihatan, begitu pula sunat bukanlah ada pada apa yang kelihatan secara daging. Namun, seorang Yahudi ada pada yang batiniah, dan sunat hati ada pada roh, bukan pada tulisan, yang baginya, pujian datang bukan dari manusia tetapi dari Elohim (Roma 2:25-29)

Alkitab dari Perjanjian Lama sampai Baru, dengan jelas memaparkan suatu fakta, yakni bahwa sunat daging – sekalipun ia berasal dari benih Abraham – tidak berperan banyak di dalam perolehan jaminan kehidupan kekal; itu hanyalah: bagi bangsa Israel, ia mendapat berkat kepandaian dan jasmani khusus, bagi bangsa Ismael ia mendapat berkat kesuburan kandungan.
Namun bagi mereka yang mengikuti teladan Abraham – sesuai ajaran Alkitab – baik bangsa Israel, bangsa Ismael dan maupun sama sekali tidak ada hubungan benih/ darah dengan Abraham semuanya akan mendapat berkat yang kekal dari Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Israel.

Carilah kehormatan yang berasal dari Elohim, dan bukan manusia. Maka Anda akan dihormati oleh Elohim dan kelah Anda akan beroleh upah yang kekal di Hari Penghakiman-Nya.

Catatan Kaki:
1. John Gill, Exposition of the Entire Bible pada Kej 25:1
2. Hati yang tidak bersunat indentik dengan hati dan pikiran yang tegar/keras, baca: Yeh 3:7-8; Zakaria 7: 8-12 dan 2 Kor 3:3
3. Terjemahan Sir Lancelot Brenton Alkitab bahasa Inggris (1851) yang berasal dari Alkitab Septuagint (LXX) Yunani yang diterjemahkan dari Alkitab Ibrani abad ke 3 Sebelum Masehi. Perhatikan kata “benih” (Their seed after them) sejalan dengan janji-janji nubuatan Elohim di Kej 3:15 (Hawa), Kej 9:9 (Nuh) dan Kej 12:7 (Abraham) dan Kis 3:25-26 (Yeshua, Putra Elohim)
4. a. Perintah dalam bentuk kalimat pertanyaan. b. “…, that it may be well with thee?” Perintah YAHWEH bisa diberikan bagi umat-Nya agar umat-Nya sedikitnya “OK,” terlebih berkelimpahan (Ul 28:1-14 dan Yoh 10:10a), TETAPI, itu bisa juga menjadi sedikitnya “problem,” dan bahkan “kutuk” jika tidak diikuti (Ul 28:15-68). Elohim tahu jiwa dan tubuh kita, dan Dia tahu kondisi ciptaan-Nya (bumi, langit dan laut dengan masing-masing isinya), itulah sebabnya Dia memberi perintah agar umat-Nya mendapat yang terbaik.
5. HCSB menulis: Ketika Aku akan menghukum semua the circumcised yet uncircumcised: Mesir, Yudea …”
6. Terjemahan KJV tertulis Yehuda sebagai ganti dari Idumea. Edom dan Idumea sesungguhnya sejenis, hanya beda bahasa. Jika LXX ini memisahkan keduanya, besar kemungkin bahwa pada jaman penterjemahan tersebut kerajaan Yehuda, setelah mengalami pembuangan ke Babilonia, dihuni oleh oleh bangsa “Idumea.” Berarti orang-orang Edom yang awalnya berlokasi di selatan kerajaan Yehuda (wilayah Yudea) dengan ibukotanya Bakka/Petra, bergerak ke utara menghuni tempat kosong tersebut. Timur Syria juga ditempati oleh Edom. Amon dan Moab berasal dari Lot, keponakan Abraham; lokasi mereka sekang ada Yordania
7. EMTV: the English Majority Text Vestion. MT, dikenal juga sebagai Byzantine dan Ekklesiatical Text. Adalah text-text Kitab Suci bahasa Yunani yang diterima dan dipakai secara umum di Gereja-gereja Eropa Timur (dari Israel, Syria, Yunani sampai ke Asia Minor (Turky) sebelum Konstantine hidup dan bahkan setelah. Text Mayoritas ini isinya secara umum sama dengan Textus Receptus, dari mana Alkitab King James Verstion (KJV) dibuat, KJV dibuat berdasarkan manuskrip-manuskrip Yunani Byzantine yang diterjemahkan oleh Erasmus.
8. Setiap tuduhan yang mengatakan bahwa Kristianiti adalah ajaran rasul Paulus semata – berkaitan soal sunat dan makanan bersih-kotor – jelas si penuduh tidak mengerti isi Alkitab, dan hanya ingin membela sekte agamanya sendiri yang sama sekali berbeda dengan ajaran Alkitab yang diajarkan oleh para nabi dan para rasul Adonai Yeshua. Melalui observasi yang teliti pada surat-surat Paulus, semua ajarannya dan praktek imannya ia sungguh-sungguh mengikuti ajaran Yeshua sebagai mana para rasul lainnya juga lakukan.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film nabi Muhammad buatan Iran ditentang sebab menunjukkan belakang kepalanya nabi


Majid Majidi, direktur film Muhammad rasul AllahMajid Majidi, pembuat film asal Iran, sedang memimpin pembuat film tentang kehidupan Muhammad, pendiri sekaligus nabi bagi agama Islam; judul film nya adalah ”Muhammad, Rasul Allah (Messenger of God).”
Pembuatan film berlokasi di desa Allahyar, 70 km di bawah selatan ibukota Iran, sebagai duplikat kota Mekka, lengkap dengan tempat suci Islamnya Kaaba, bangungan berbentuk kotak hitam. Majid juga telah menyewa ahli-ahli perfilman Barat terkenal, seperti Scott E. Anderson (pemenang Academy Award untuk visual effek), Vittorio Storaro, orang Itali (tiga kali pemenang Oscar untuk fotografi).
Film Muhammad, Rasul Allah ini menceritakan masa kanak-kanak Muhammad. Dan akan memperlihatkan hanya belakang kepala Muhammad.
Film ini belum selesai dibuat, namun negara-negara Sunni, termasuk Mesir telah melarang film Muhammad, Messenger of God tersebut karena memproduksi suara dan wujud Muhammad.
Dalam Islam Sunni, menampilkan wajah nabi Muhammad adalah taboo, sekalipun tradisi Islam menulis bawah Muhammad adalah seorang manusia biasa sebagaimana manusia lainnya, bagaimana pun para pemimpin agama Islam melarang keras – yang berakibat bentrok dengan kebebasan berpendapat di negara-negara Barat, seperti yang dilakukan oleh koran komik Charlie Hebdo dan Jytlands Posten. Kabaa
Sejauh ini, Ayatollah Ali Khomeini, pemimpin Syiah tertinggi, mendukung pembuat film tersebut. Film ini direncakan selesai musim panas 2015. Produser film ini berkata jika film ini berhasil, mereka akan membuat film tentang kehidupan Muhammad dari usia remaja sampai 40 tahun, dan lainnya lagi dari usia 40 tahun hingga menjadi nabi Islam.
Sebaliknya, Islam Syiah, melihat hal itu sebagai bagian dari seni belaka. Lukisan-lukisan tentang Muhammad banyak beredar di kalangan Muslim Syiah. Di kabarkan bahwa Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam di Iran tahun 1979, ia memiliki gambar serupa Muhammad masih muda dan memajang lukisan tersebut di kamarnya bertahun-tahun. Kelainnya antara kedua golongan besar Islam ini lainnya adalah: Sunni menganggap Aisha, istri termuda Muhammad sebagai wanita yang terpandang di antara semua wanita Muslim, Syiah menganggap Aisha sebagai pembuat keruh perang sipil di jamannya dan imam Shia menyatakan Aisyah sebagai “musuh Allah.” Sunni telah membuang ayat hukuman rajam dan tidak mempraktekkannya lagi, namun Syiah tetap mempraktekkan ayat rajam tersebut.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Professor Faouzi Arzouri: “Apakah Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?”


“Elohim bukalah manusia sehingga Dia berdusta; juga bukan seorang  anak manusia sehingga Dia menyesal! Apakah setelah Dia berfirman dan tidak melakukannya, dan setelah berbicara maka Dia tidak menegakkannya?” Kitab Torah vol 3, pasal 23:19; Kitab Bilangan

Professor Faouzi (David) ArzouniKata Pengantar dari penterjemah
Artikel ini diterjemahkan dari pelajaran yang diberikan oleh Professor Faouzi suatu studi banding Kuran dan Alkitab dalam sebuah video; linknya tersedia di bawah. Menyadari bahwa ada banyak orang Muslim Indonesia sekalipun mampu menghafal isi Kuran berbahasa Arab, tetapi sangat sedikit dari mereka yang mengerti dari apa yang mereka mampu afal, dan mengingat tidak semua orang Indonesia mengerti bahasa Inggris, maka untuk keuntungan mereka pelajaran dari Professor Faouzi ini saya terjemahkan. Kiranya baik orang Islam maupun bukan Islam dapat mendapat berkat rohani dan pengertian dari terjemahan pelajaran ini. Professor Faouzi, dari ayat-ayat Kuran bahasa Inggris di video ini – nampaknya – memakai Kuran versi terjemahan Inggris versi Yusuf Ali, saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia secara literal, sedekat mungkin. Untuk memeriksa ulang ayat-ayat yang beliau kutip Anda bisa membandingkannya dengan 4 versi Kuran online lainnya di sini: Parallel Qur’an Translations
Catatan kaki ditambahkan oleh penterjemah. Salam sejahtera, moderator Senjata Rohani, Anggur Baru

Bahasan:
1. Apa Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?
2. Kesaksian Kuran tentang Alkitab
3. Para Komentator Islam menilai Alkitab (Abdullah ibn Abbas, al Tabari, Fakhruddin al-Razi, Ibn Taymiyyah, dan DR. Saeed Abdullah)

1. Apa Kuran menyatakan Alkitab telah dikorupsi?
”Ini adalah suatu masalah yang sungguh-sunguh serius,” Professor Faouzi[1] memulai pengajarannya, ”sebab ini menuduh Elohim bahwa Dia tidak mampu apa yang Dia sebut diri-Nya sendiri Penuntun, Pembelas kasihan bagi umat manusia yang mana Torah, Mazmur, Imbiat dan Injil telah dinyatakan kualifat di dalam Kuran. Mengatakan bahwa Alkitab telah dikorupsi adalah suatu tuduhan yang sangat serius, itu tidak hanya menentang apa yang telah Kuran ajar, bahkan komentator-komentator Kuran yang lebih awal telah bersaksi tentang Kitab-kitab yang lebih awal bahwa tidak ada tuduhan sedemikan tersebut.”
Apa yang Kuran telah katakan? Kuran tidak berkata tentang adanya korupsi tulisan Alkitab. Kuran berkata ada beberapa orang telah melakukan tahrif (memalsukan, merubah), tertulis pada Al-Imran 3:78 – ”There is among them a section who distort the Book[2] with their toungues …(Ada diantara sebagian dari mereka yang mendistorsi Alkitab dengam lidah-lidah mereka). Yang berarti, ada sedikit orang-orang Yahudi dan Kristen yang hidup di jaman Muhammad telah mencoba megkorupsi Alkitab dengan lidah mereka. Ayat surah ini menyelaskan bentuk alami dari tahfrif (memalsukan, merubah) yang sedang dibicarakan. Mereka ini mengkorupsi Alkitab dengan lidah mereka. Jadi korupsi dengan lidah ini adalah tahrif il-mahne, yakni “merubah arti.” Di sini tidak ada pertanyaan tentang tahrif il-lafzi (perubahan tulisan).
”Karenanya, professor Faouzi berkata, hi Muslim, janganlah berpikir dan bahkan berkata apa yang tidak ada di Kuran!”
2. Kesaksian Kuran tentang Alkitab
Beberapa halaman Kuran tidaklah masuk akal jika tulisan Alkitab benar telah dipalsukan, contoh: Al-Ma’ida 5:68”Say: ”O People of the Book![3] Ye have no ground to stand upon unless ye stand fast by the Law, the Gospel, and all the revelation that has come to you from your Lord.” (“Katakan: O Orang-orang Penganut Alkitab! Kalian tidak ada tempat untuk berdiri kecuali kalian berdiri teguh pada Kitab Torah, Injil, dan semua pewahyuan yang telah datang kepada kaBukti Untuk Firman Elohim Yang Tidak berubah Professor Faouzi Arzounilian dari Adonai kalian.”)
Ini tidaklah masuk akal jika Alkitab telah mengalami tahrif il-lafzi yakni perubahan dari teks.
Pada Al-Ma’ida 5:47 tertulis,  “Let the People of the Gospel judge by what Allah hath revealed therin.” (Biarlah Orang-orang Penganut Injil ( atau Orang Kristen) dihakimi oleh apa yang Allah telah nyatakan di dalamnya) Pernyataan ini juga tidak mungkin jika teks (Alkitab orang Kristen) tersebut telah dikorupsi.
Juga tertulis pada Yunus 10:94 perkataan Allah kepada Muhammad – ”If thou wert in doubt as to what We have revealed unto thee, then ask those who have been reading the Book from before thee.” (Jika kamu ragu atas apa yang Kami telah nyatakan kepadamu, maka tanyakanlah kepada mereka yang telah membaca Alkitab sebelum kamu.) Ayat ini jelas tidak masuk akal sama sekali jika Alkitab yang dimiliki oleh orang Yahudi dan Kristen telah dikorupsi.
Kuran sendiri menyertakan bahwa orang bisa memutar balikan arti teks (Alkitab) namun tidak bisa menyebabkan hilangnya teks tersebut, seperti tertulis di Yunus 10:64 – “There is no changing the Word of Allah that is the Supreme Triumph.” (Tidak ada perubahan Firman Allah itu adalah Kemenangan Besar tersebut). Ini suatu teks pernyataan yang sungguh tegas, bahwa tidak ada perubahan, tidak ada kemungkinan merubah Firman Elohim sejak Torah aslinya, and Mazmur dan Injil. Mereka haruslah ada dijaga dan tetap selamanya. Pernyataan “itu adalah Kemenangan Terbesar tersebut” menceritakan kepada kita dengan jelas bahwa kemenangan terbesar Elohim adalah bahwa Dia mampu menjaga Firman-Nya.
3. Para Komentator Islam menilai Alkitab
Pernyataan Alkitab telah dikorupsi tidak didukung oleh para Komentator mayoritas Islam. Kita mulai dengan Komentator Islam mula-mula
Abdullah ibn Abbas (618-687 AD), ia adalah satu dari beberapa orang yang menyertai Muhammad, dan sekaligus saudara sepupunya dan bisa dianggap saksi mata ajaran Islam Mula-mula. (Muhammad meninggal dunia 632 AD)
”the word tahrif signifies to change a thing from its original nature; and there is no man who could corrupts a single word of what proceeded from God so that the Jews and Christians could corrupt only by misrepresenting the meaning of the word of God.” (kata tahrif menandakan kepada perubahan sesuatu dari alam aslinya; dan tidak ada seorangpun yang telah dapat merusak/ mengkorupsi sebuah firman yang telah datang dari Elohim, sehingga para orang Yahudi dan para Kristen tidaklah mampu mengkorupsi hanya karena salah menghadirkan arti dari Firman Elohim tersebut). – Recorded by Imam Bukhari[4] (p.117, line 7), quoted in A Dictionary of Islam by T.P. Hughes, (Kazi Publication, 1994) p.62
Ibn Abbas menyatakan hal yang sama di tempat lain, “They corrupt the word” means “they alter or change its meaning.” Yet no one is able to change even a single word from any Book of God. The meaning is that they interpret the word wrongly” (“Mereka mengkorupsi Firman” berarti “mereka membuat beda atau merubah artinya.” Namun tidak seorangpun mampu merubah bahkan satu kata dari sebuah Kitab Elohim apapun. Arti dari itu adalah bahwa mereka menginterpretasi Firman tersebut secara salah”). – Al-Bukhari, Kitab Al-Tawheed, Baab Qawlu Allah Ta’ala, “Bal Huwa Qur’aanun Majeed, fi lawhin Mahfooth – (the Book of the Oneness of God, the Chapter of Surat Al-Borroj) (no.85).
Juga Tafsir Ibn Kathir megutip pernyataan Ibn Abbas, kutip. “As for Allah’s books, they are still preserved and cannot be changed.” (Sebagaimana untuk kitab-kitab Allah, mereka (kitab-kitab tersebut) adalah tetap terpelihara dan tidak dapat ada dirubah.”)Abridged, Vol 2, Parts 3,4 & 5.
Di sini Ibn Abbas menyatakan bahwa perubahan itu adalah perubahan arti (melalui lidah), bukan perubahan tulisan.

Sekarang kita melihat kepada komentator lainnya, al Tabari (838-923 AD).[5]
”They alter its meaning (ma’nabu); that is they change its direction, and its meaning to another meaning.” (“Mereka merubah artinya (ma’nabu); itu adalah mereka merubah tujuannya, dan artinya ke arti lainnya.”);  Tabari, Jami al-Bayan, I, 368
Meskipun Tabari sendiri termasuk orang yang menentang orang Yahudi dan Kristen, namun secara luar biasa bahwa ia tidak pernah satu kalipun menuduh kedua kelompok tersebut pernah mengkorupsi teks Alkitab.

Fakhruddin al-Razi (865-925 AD), “There is no statement to indicate that they take a particular word (tilka al-lafzab) out of the Book. … is impossible if the speech of God has been made manifest to a large number of people like the manifestation of the Qur’an.” (“Tidak ada pernyataan untuk menunjukkan bahwa mereka mengambil sebuat kata tertentu (tilka al-lafzab) keluar dari Alkitab. … adalah tidak mungkin jika perkataan Elohim telah dibuat nyata kepada sejumlah besar orang seperti pernyataan Kuran.”) Razi, al-Tafsir, 11, part 3,134
Di sini Fakhruddin menyatakan bahwa karena Torah, Mazmur dan Injil telah tersebar ke banyak orang dalam referen bahwa ketiga Kitab Suci ini telah diberikan oleh Elohim sebagai petunjuk, terang dan kemuran dari Elohim bagi seluruh umat manusia maka tidaklah mungkin menggantinya tanpa tidak diketahui [, dengan kata lain: kita bisa membandingkan manuskrip-manusikrip tertentu tersebut dengan lainnya yang telah diterjemahkan  ke dalam berbagai bahasa, misalnya: Yunani, Aram, Etophia, Latin, Inggris dan Arab dan bahasa lainnya]

Ibn Taymiyyah (1263-1328 AD) berbicara tentang Alkitab ia menulis, “… in the world there are true (sahih) copies, and these remained until the time of the Prophet (Muhammad). Whoever says that, after the Prophet (pbuh), all copies have been corrupted, he has said what is manifestly false. There is nothing in the Qur’an to indicate that they altered all copies.” (“… di dunia ada salinan-salinan authentik, dan semua ini tetap sampai masa Nabi (Muhammad). Siapapun yang berkata, setelah Nabi (pbuh), semua salinan telah dikorupsi, maka yang dia telah katakan adalah nyata salah. Tidak ada di Kuran untuk menunjukkan bahwa mereka merubah semua salinan-salinan.”). Ibn Taymiyya, al-Tafsir al-Kabir, I, 209
Dari semua komentator Islam di atas, Professor Faouzi Arzouri berkata lebih lanjut, sekarang pertanyaannya adalah “Darimana para Muslim modern sekarang ini mendapat pemikiran bahwa Alkitab telah dipalsukan?” Ia menjawab: ”Itu berasal dari tulisan Ibn Khazem (meninggal 1064 AD).”[6]

Yeshua Ha Mashiah: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

Jadi berdasarkan uraian Professor Faouzi Arzouri dia atas, yakni bahwa ”Kuran dan para komentator Kuran Islam mula-mula ternyata tidak pernah satu kalipun menulis bahwa tulisan Alkitab telah dipalsukan atau dikorupsi,” ia menutup kesimpulannya dengan mengutip penyataan kesimpulan dari seorang professor Islam dari Australia, Saeed Abdullah dan sebuah nasehat penting bagi para Muslim:
[a]“… the reverence the Qur’an has shown them at the time should be retained even today. [b.] Many interpreters of the Qur’an, from Tabari to Razi to Ibn Taymiyya and even Qutb, appear to be inclined to share this view: The wholesale dismissive attitude held by many Muslims in the modern period toward the scriptures of Judaism and Christianity do not seem have the support of either the Qur’an or the major figures of tafsir.” ([a] “… referensi tersebut yang Kuran telah tunjukkan mereka pada saat itu haruslah telah ada dipertahankan bahkan hari ini. [b] Banyak interpreters Kuran, dari Tabari ke Razi ke Ibn Taymiyya dan bahkan Qutb, muncul untuk ada bersandar pada pembagian keyakinan ini: Sikap meremehkan yang besar sekali yang dipegang oleh banyak orang Muslim di periode masa kini terhadap Kitab-kitab berfaham Yahudi dan Kristianiti tidak memiliki dukungan baik Kuran atau tokoh-tokoh besar tafsir),” DR. Saeed Abdullah, professor of Islamic Studies, Melbourne University, menyimpulkan.
“Hari ini sahabatku, meskipun Anda mendengar suatu kata dari Ulama, siapapun yang mengaku seorang pakar Kuran, Anda harus berjalan pada terang yang telah dibangun dan dipercayai dalam Islam mula-mula dan para figur penafsir (Kuran) mula-mula, khususnya pada Ibn Abbas yang adalah saksi mata, sahabat dan menghormati Muhammad yang berkata bahwa Firman Elohim tidak dapat dirubah,” Professor Faouzi Arzouni berkata menasehati.
Bacaan menarik lainnya:

Referensi:

Catatan Kaki:
1. Professor Faouzi atau David ialah seorang Libanon lahir dan besar di Sinegal dari latar belakang Islam Sunni, sekalipun ia sendiri adalah bekas penganut Islam Shia. Ia lulusan Theologia dari Bethany Bible College di California. Ia bersama isterinya Linda telah melayani di Afrika Barat selama 37 tahun; 16 tahun di Ivory Coast dan 21 tahun di Maali. http://www.arzouni.com/
Kesaksian perjalanan hidupnya bagaimana ia menemukan Jalan yang Benar bisa dibaca pada Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah
2. “The Book” adalah terjemahan Kuran dalam bahasa Inggris untuk kata ”Alkitab”
3. “The People of the Book” di Kuran merefes kepada Orang-orang Yahudi dan Kristen yang berpegang kepada Alkitab sebagai Kitab Suci mereka.
4. Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Ismail al-Bukhari (810-870 AD) , ia orang Persia kelahiran Khorasan (Uzbekistan modern). Ia penulis Hadis “Sahih al-Bukhari”. Hadisnya terkenal sebagai hasil karya yang terasli/ authentic (sahih, bhs Arab) dari seluruh hadis.
5. Al Tabari dikenal sebagai penulis tafsir Kuran pertama setelah Muhammad meninggal dunia
6. Siapakah Ibn Khazem dan alasan apa ia telah membuat pernyataan ”Alkitab telah dikorupsi” silahkan baca Why do Muslims believe the text of the Bible has been corrupted?  dan ini Tahrif  dan yang lebih spesifik: Can we trust the Gospels? By Hans Wijngaards MHM

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog