45 Negara BEBAS VISA KUNJUNGAN KE INDONESIA berlaku JUNI 2015


Peta Negara Indonesia dan para tetangganyaPresiden Joko Widodo pada tanggal 9 Juni 2015 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan.
Keputusan ini dibuat, “Dalam rangka meningkatkan hubungan Republik Indonesia dengan negara lain dan untuk memberikan manfaat dalam pembangunan nasional,” Sekretariat Kabinet Repubulik Indonesia menulis pada situsnya.
Bebas Visa Kunjungan (BVK) diberikan kepada Orang Asing warga negara dari negara tertentu (1) dan Pemerintahan Administratif Khusus (2) untuk masa waktu paling panjang 30 hari, dan tidak dapat diperpanjang, mereka dapat masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang telah ditentukan (3).
Bebas Visa Kunjungan masuk Indonesia yang dimaksud meliputi tujuan-tujuan berikut:
kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain (Pasal 6:3)

Baca lebih lanjut

Iklan

Penanganan layanan atas TKI Wanita di Timur Tengah cermin indentitas martabat bangsa dan negara Indonesia


Keluarga dari Siti Zainab yang dihukum penggal di Saudi menuntut keadilanSeijin Pemerintah Indonesia para wanita Indonesia dikirim ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga ke negara-negara Arab terutama Arab Saudi, Bahrain, Emirat Arab, Qatar. TKI Wanita ini juga dikirim ke beberapa negara di Asia, seperti Hongkong, Malaysia dan Singapur.
Perlakuan buruk yang diterima oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Wanita atau singkatnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebagai pembantu rumah tangga di Timur Tengah sudah berjalan puluhan tahun, dan masalah ini bukanlah suatu yang rahasia lagi, baik di dalam negara dan rakyat Indonesia, fakta adalah kalangan Internasional pun mengetahuinya – terima kasih kepada Elohim untuk Era teknologi komunikasi internet dan telpon sel canggih!, di jaman Harmoko (ex-Menteri Penerangan Indonesia) informasi berusaha di bendung melalui pelarangan pemakaian antena satelit parabola.
Pengiriman TKI Wanita atau TKW sebagai pembantu rumah tangga sama sekali tidak merendahkan martabat bangsa dan negara Indonesia. Di negara-negara yang telah maju pun seperti Eropa Barat, Australia dan Amerika Utara (Kanada dan AS) kerja sebagai pembantu rumah tangga tetap berjalan sampai saat ini. Tidak ada yang perlu dipermalukan dengan status ”pembantu rumah tangga,” pekerjaan ini hanyalah satu dari sekian banyak Pelayanan Jasa yang sangat diperlukan oleh setiap keluarga. Fakta, kemanapun Anda pergi ke belahan dunia, Anda akan menemuai wanita-wanita Filipina bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bahkan di Israel. Mereka bahagia dengan status dan keberadaan mereka di luar negeri.
Yang menjadi barometer bukanlah status si pekerja, tetapi bagaimana si pekerja diperlakukan oleh majikan mereka, dan bagaimana negara pengirim tenaga kerja membela rakyatnya di luar negeri. Indentitas martabat kita sebagai bangsa dan negara Indonesia ditentu oleh kita sendiri, dalam hal ini bersandar secara penuh ke pada pemimpin Indonesia di dalam dan di luar negeri. Masyarakat Indonesia di luar negeri melakukan yang terbaik yang mereka bisa lakukan sebagai duta asing Indonesia, tetapi mereka perlu back-up hukum dari pemerintah.
Jelas bahwa tuan mereka juga adalah manusia yang bisa berbuat salah, seperti belum lama ini terjadi di Hongkong. Nyonya dari seorang TKI Indonesia memperlakukan secara salah wanita Indonesia ini, memukuli dan membuat karyawannya kelaparan. Pemerintah Hongkong menggadili dan memghukum nyonya ini dengan hukuman pernjara 6 tahun. Kita berterima kasih kepada Pemerintah Hongkong yang menghargai martabat wanita Indonesia sederajat dengan wanita Hongkong.
Bagaimana dengan martabaTKI Wanita now for SALE iklan menulist wanita Indonesia di Timur Tengah?
Pembantu rumah tangga jelas bukanlah budak; pembantu rumah tangga memiliki gaji dan hak beristirahat dan hak hidup, sebaliknya seorang budak ia bekerja tanpa gaji dan nyawanya tergantung dari tuannya. Jika seorang pembantu tumah tangga menerima perlakuan fisik yang kasar, kerja dari jam 5 pagi sampai 12 malam, tidak boleh keluar rumah tanpa disertai salah satu dari pihak tuannya, mengalami pelecehan sex, dan tidak memiliki hak untuk membela diri dan martabatnya – maka pembantu rumah tangga tersebut tidak berbeda dengan seorang budak, atau pelacur bayaran. Pembantu rumah tangga bukan budak yang bisa diperjual belikan, seperti iklan di negara Islam Malaysia ini.
Suamiati Mustapa, TKW Indonesia yang ditempatkan di Medinah, meninggal dunia Juli 2010 dengan luka-luka di seluruh tubuhnya, bibirnya terpotong. Bulan November tahun yang sama, TKW lainnya, Keken Nurjana asal Cianjur, mayatnya ditemukan di tempat sampah di kota Abha, Arab Saudi.
Usaha baik Pemerintah Indonesia bagi para TKI di Arab Saudi telah dilakukan. Melalui Menteri Tenaga Kerjanya, Indonesia mendorong pihak Pemerintah Saudi untuk membuat perjanjian. Ini ditandai dengan Perjanjian Join Working Committee (Komite Kerja Bersama) di Agustus 2011. Di dalamnya perjanjian kedua pihak ini mereka setuju bahwa kontrak kerja harus meliputi: jenis pekerjaan secara spesifik, hak berlibur, cuti, tidak menyita passport; intinya tanggung jawab dan hak kedua belah pihak (tuan rumah dan pembantu) terpapar dengan baik. Hasilnya?
Bulan April ini, Pemerintah Arab Saudi menghukum mati dua TKI Wanita tanpa memberitahukan pemerintah Indonesia atau pihak keluarga atau badan perwakilan Indonesia yang mengurus penempatan para TKI di Arab Saudi.
Siti Zainab dan Karni binti Medi Tarsim, dihukum mati atas tuduhan membunuh salah satu anggota keluarga majikan mereka.
Menurut koran online Tempo, mengutip perkataan Lalu Mohammad Iqbal, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bahwa masih ada 36 WNI di Arab Saudi yang terancam hukuman mati. Kasusnya, kata Lalu beragama: ”Mulai dari pidana sihir, zinah, dan pembunuhan.”
Semua kasus buruk yang terjadi pada TKI Wanita di Timur Tengah, adalah satu hal: mereka berada di pihak yang selalu salah; termasuk jika membela diri sendiri yang berakibat kematian dari pihak penyerang (memperkosa, ingin membunuh).
Berita mengabarkan, Saudi ternyata terbiasa menghukum mati para imigran tanpa memberi tahukan pihak keluarga atau pemerintah dari imigran tersebut. Dengan kata lain, semua hak orang imigran lenyap di tangan orang.
Besarnya kesombongan hati orang Arab atas bangsa Indonesia bisa terlihat pada pPara TKI Wanita di Arab Saudieristiwa demontrasi orang Indonesia di Jakarta segera setelah kematian Suamiati dan Keken: Seorang pria Arab berani memukul wanita Indonesia yang sedang melalukan unjuk rasa di depan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta – terjadi di depan 200 polisi yang mengawasi jalan demontrasi kasus kematian Suamiati dan Keken.
Jika Anda berpikir pemerintah dan rakyat Arab Saudi adalah bangsa yang lebih tinggi derajat dan martabatnya dari bangsa Indonesia oleh karena agama Islam lahir di Saudi dan memiliki Kaabah, pikirlah itu sekali lagi! Fakta adalah para kalangan atas Saudi – dan juga negara-negara Arab lainnya, sering menghabiskan uang mereka di Mesir untuk kepuasan birahi mereka. Wikileak membongkar kehidupan pesta minuman ber-alkohol para pangeran Arab. Al-Qaida, organisasi Islam radikal Wahabi lahir dari orang Saudi, dan Al-Jazirah, media yang mendukung terang-terangan organisasi Islam Muslim Brotherhood di Mesir adalah milik pemerintah Qatar. Penemuan sejarah abad 21 menyatakan Kaabah di Mekka belum ada di jaman Muhammad masih hidup dan arah sembayang ke Mekkah baru terjadi setelah tahun 200 Hijriah. Link-link lihat di bawah.
”Menurut hukum, Pemerintah (Indonesia) memiliki hak untuk menghentikan penempatan pekerja imigran di negara-negara tertentu jika itu dipercayai bahwa tuan-tuan mereka merendahkan nilai-nilai kemanusian dan martabat negara (Indonesia),” Dhakiri berkata
President Joko Widodo , yang menduduki kursi kepresidentan tahun lalu, telah bersumpah di bulan Febuari 2015 bahwa para pembantu rumah tangga tidaklah akan dikirim ke luar negeri di masa depan – namun beliau tidak memberi penanggalan yang jelas, kapan hal itu akan berlaku.
Kemiskinan bukanlah tanda dari kerendahan martabat bangsa, tetapi ketidak mampuan suatu bangsa membela bangsanya sendiri yang tertindas tanpa memdapat pembela hukum yang legal. Pancasila dan UUD ’45 cukup untuk menempatakan bangsa dan negara Indonesia pada kelas negara-negara yang telah berkembang secara moral dan martabat. Israel yang baru merdeka 1948, juga masih banyak rakyatnya yang hidup miskin, tetapi jangan coba-coba menculik atau membunuh rakyatnya, pemerintah Israel akan mengejar dan menghukum si pelaku. Harga satu jiwa orang Israel sangat mahal!
Saatnya sekarang kita membela rakyat kecil untuk memiliki kebanggaan sebagai orang-orang yang bermartabat. Itu dimulai dari diri kita sendiri, bukan dari pihak luar. Kita harus terima mereka sebagai saudara dan saudari kita sebagaimana kita menerima dan mengasihi diri kita sendiri. Tahun ini kita merayakan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia, suatu usia yang cukup untuk bisa mampu berpikir dewasa dan bijaksana. Di dalam Nama Yeshua Ha Mashiah, Yesus Kristus, kiranya Elohim Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang memberkati bangsa dan negara Indonesia! I love you Indonesia!!
Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Muslim Cina memakai negara Asia Tenggara untuk berjihad bersama NIK


Empat pemuda Muslim Turki yang tertangkap di Poso, Sulawesi pada pertengahan September 2014, yang kemudian dikenali sebagai memiliki jaringan dengan Negara Islam Khalifah (NIK) ternyata adalah orang-orang Muslim Uyghurs dari Xinjiang, RRC, yang ingin pergi bergabung dengan organisasi Negera Islam melakukan jihad di Irak dan Syria, tulis Aaron Zelin, pemilik weblog Jihadology.net

Pejuang NIK dari Uyghur Cina tertangkap di IrakFoto: Tentara Irak menangkap hidup-hidup pejuang Negara Islam suku Uyghur. Suku Uyghur adalah satu dari beberapa suku di Asia yang berbahasa Turki, hasil dari pengaruh Kerajaan Ottoman.
Jihadology.net menulis: “Menurut seorang pribadi yang memakai nama Abdullah Abu Bakr, orang-orang Uyghur mendapat kesusahan mendapatkan pasport Cina untuk pergi ke luar negeri untuk menjadi pejuang di luar negeri, jadi mereka membuat passport palsu, khususnya dari Turki. Ia kemudian berkata, lalu mereka masuk ke Malaysia atau Thailand dimana mereka mungkin akan ditahan beberapa waktu di penjara, tetapi kemudian karena mereka tertangkap degan passport Turki tersebut, maka mereka akan di deportasi ke Turki. Sekali mereka tiba di Turki, menurut dia, pemerintah Turki melihat para Uyghurs sebagai orang Turki sehingga mereka bisa diam aman di Turki, yang kemudian mengijinkan para Uyghurs mengalir masuk ke Syria. Jika mereka tertangkap karena alasan pergi jihad di Syria atau Irak mereka akan dikirim balik ke Cina dan menghadapi hukuman penjara.” Lalu Aaron menyimpulkan, “Sebagian, ini sepertinya mengapa Indonesia saat pertama percaya orang-orang yang ditangkap ini adalah dari Turki.”
Aaron percaya bahwa kejadian di Indonesia ini bukan sekedar ”suatu usaha untuk mencoba pergi ke Syria,” lebih dari itu bahwa ”ada suatu jaringan pribadi-pribadi yang telah menciptakan suatu sistim.”
Ini nampaknya juga seperti adanya jaringan saling hubungan antara jaringan-jaringan jihad fasilitas di Asia Selatan/Tenggara sedemikian juga mereka kemudian berhubungan balik ke jaringan-jaringan yang berpusat di Turki dan atau dunia Arab.

Turki sejak pejuang Sunni keluar dari Homs, Syria, semakin disoroti media internasional – Turki dituduh mendukung Negara Islam Khalifah (membuka jalur masuk pejuang NIK dari tanahnya – sementara menutup gerbangnya bagi refugi Kurdi asal Kobani sekaligus melarang pemuda Kurdi membantu saudara mereka di Kobani;  mensuplai data-data satelit untuk memerangi suku Kurdi di Kobani; dan baru-baru ini membuka ‘kantor diplömatik’ NIK di Turki). Turki tidak ingin Kurdi mendeka, sebab sekitar 45% tanah Kurdistan dimiliki Turki, sekarang NIK menghancurkan barang-barang bersejarah suku Kurdi untuk menghapus indentitas kebangsaan dan budaya Kurdi. Beberapa hari yang lalu Pemerinah Turki menyerang  orang-orang Kurdi yang protes dengan bom-bom serangan udara. Protes mereka lahir atas sikap Turki pada perang di Kobani.

Aaron Zelin adalah seorang peneliti gerakan jihad yang berdiri sendiri. Dengan keahlian komputernya dan kemampuan berbahasa Arab, ia menggumpulkan potongan-potongan data para Islam militan dan aktivitas mereka menjadi sebuah ‘gambar puzzle’ yang utuh. Selama perang Shia-Sunni di Syria, dimana Hezbollah terlibat, namun menolak untuk mengakuinya. Aaron meneliti data-data para pendukung Hizbollah; melalui jariangan sosial mereka (Facebook, Twitter), TV bahkan ia telpon teman-temannya di Libanon. Lalu dari semua data yang dapatkan. ia muat dalam weblognya nama-nama pejuang Hizbollah yang tewas di Syria berikut foto-foto mereka. Beberapa bulan kemudian Hizbollah akhirnya mengakui keterlibatannya. Hasil kerja Aaron telah menakjubkan badan intelligent Amerika Serikat.
Jadi nampak jelas bahwa  Badan Intelejen  dan Badan Keamanan Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk menghancurkan jaringan terroris di dalam negeri maupun yang berkaitan dengan luar negeri.
Belakang ini Pemerintah RCC sangat aktif menghentikan aksi terror Uyghurs di Xinjiang.

Bacaan berkait:

Referensi:
The Clairvoyant: Turks Or Uyghurs Arrested In Indonesia?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mari kita bicara tentang Film Jagal – The Act of Killing


Sebab YAHWEH adalah benar. Dia mencitai kebenaran; orang yang tulus hati akan memandang wajah-Nya. Mazmur 11:7

Setiap 17 Agustus kita Film JAGAL The Act of Killing Academy Award Nomineememperingati hari kemerdekaan kita, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa-jasa pahlawan bangsa dan negara Indonesia. Apa yang kita sudah raih selama 69 tahun ini? Kita membaca dan mendengar Pembacaan sila-sila Pancasila dan UUD 1945, mengapa sepertinya “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” nampak masih jauh dari jangkauan. Pemerasan masih terjadi atas orang miskin dan kelompok minoritas (suku maupun agama), preman-preman yang memperkaya diri melalui perbuatan mafianya masih berkeliaran tanpa tersentuh oleh pihak keamanan, ormas-ormas Islam seperti FPI masih terus melanggar UUD dan UU Negara atas nama “membela agama Islam” tanpa dikenai hukuman. Sementara orang lapar yang mencuri ayam dipukuli sampai mati, dan orang-orang Cina Indonesia yang bekerja keras siang dan malam tidak mendapat perlindungan hukum yang memadai. Baiknya kita kembali merenungkan dan intropeksi diri sendiri. Film Jagal ini kiranya bisa menjadi satu cermin untuk kita berintropeksi diri. Kita berharap positif, bahwa dengan terpilihnya bapa Jokowi menjadi president hukum di Indonesia akan berjalan sebagaimana seharusnya dan keadilan serta rasa aman dapat juga dinikmati rakyat miskin dan kelompok minoritas (suku dan agama).

Garis besar tentang latar belakang dari film Jagal atau The Act of Killing. Film Jagal adalah film dokumentasi tentang pembantaian berskala nasional terhadap orang-orang yang terlibat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi antara tahun 1965-1966. Film ini disajikan dalam bentuk rekontruksi bagaimana pembantai itu dilakukan dan di perankan oleh para pelaku pembantaian tersebut dan keluarga korban yang masih hidup. Direktur dari film ini adalah Joshua Oppenheimer and Christine Cynn. Aktor utama: Anwar Congo dan Herman. Eksektuif Produser: Werner Herzog dan Errol Morris.
Ide dari pembuatan film ini terlahir ketika di tahun 2001 Joshua mendengar langsung cerita peristiwa pembantaian PKI  ini dari para keluarga korban yang masih hidup di Medan. Dari informasi tersebut Joshua pergi untuk mewawancarai 15 pelaku pembantaian, dan sekaligus memfilmkan. Inti dari film ini dibuat tahun 2012.
Film The Act of Killing (Jagal di Indonesia) pertama kali diputar di AS pada bulan Agustus 2012, sejak itu menyebar ke negara-negar Barat lainnya, seperti Kanada, Denmark, dan Jerman. Di Indonesia, menurut Tempo, film ini telah diputar di 91 kabupaten/kota dari Aceh sampai Jayapura dengan total pemutaran 238 kali, di tonton sekitar 6000 orang di Indonesia.
Tujuan dari Film Jagal. Sering kali setelah kita keluar dari bioskop, kita memiliki perasaan yang berbeda dengan penonton lainnya, ada yang sedih, sementara yang lain marah, tidak jarang ada juga yang tidak beraksi apa-apa mungkin karena tidak mengerti atau tidak perduli, “ya itu hanya film.” Joshua Oppenheimer, di beberapa wawancara, ia menceritakan motif dari pembuatan film dokumentasi Jagal ini, intinya ialah:

Joshua berkali-kali menyatakan bahwa tujuan dari pembuatan film ini adalah pada satu sisi menolong para keluarga korban yang masih hidup untuk keluar dari trouma dan ancaman sejenis yang mungkin bisa datang kepada mereka. Pada sisi sebelahnya ia menolong para pelaku pembantai tersebut melihat kembali peritiwa tersebut dengan perspektif yang benar dan jujur: apakah mereka melakukan itu murni yakni sekedar membela Pancasila dan Negara Indonesia dari ancaman faham Komunis, atau mereka ‘memancing di air keruh’ / ‘sambil nyelam minum air’. Melalui kedua hal ini Joshua berharap akan lahirnya suatu rekonsiliasi (perdamaian di antara dua pihak yang berselisih) dalam skala kelompok maupun politik di Indonesia. Joshua bukanlah musuh atau ancaman bagi azaz Pancasila yang kita cintai dan banggakan, sebaliknya ia ingin memurnikan citra Pancasila, menolong para anggota Pemuda Pancasila untuk hidup benar sesuai cita-cita luhur Pancasila khususnya hormat dan takut akan TUHAN Yang MahaEsa.

Mendiskusikan Film Jagal / the Act of Killing. Diskusi adalah salah satu proses therapi kejiwaan yang sangat bagus. Tidaklah diragukan bahwa banyak di antara Anda, orang Indonesia, telah menyaksikan film “Penghianatan G30S/PKI” yang dibuat oleh Pemerintah Orde Baru. Nah sebelum Anda memberi komentar tentang Film Jagal ini, atau mengkomentari komentar orang lain ada baiknya kita menetralkan diri kita sendiri terlebih dahulu. Raja Salomo dalam Amsalnya berkata. Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya. (Ams 18:17). Komentar penonton atas Film JAGAL The Act of Killing
Hikmat Salomo ini diteguhkan oleh para Sejarawan yang berkata “Sejarah ditulis oleh para pemenang.” Dengan kata lain, sangatlah sering apa yang kita percayai sebagai kebenaran sesunguhnya itu hanyalah hasil dari catatan sejarah dari satu pihak belaka, yakni: para pemenang atau penguasa. Untuk itulah perlu dihadirkan Pembicara kedua.”
Karena alasan inilah, maka sebelum Anda berkomentar, lakukanlah dua hal berikut ini:
1. Simak cerita Joshua Oppenheimer pada wawancara ini:

2. Tontonlah secara penuh film Jagal / The Act of Killing ini secara penuh. Film ber subtitle Inggris dapat ditemukan di iTunes dan Netflix.

Sedikit fakta tentang hal-hal yang berkaitan dengan Peristiwa G30S PKI:

  • Pemerintah AS memberi bantuan uang kepada pihak Orde Baru dan juga daftar nama-nama tokoh yang harus mereka musnahkan, Joshua Appenheimer menyatakan.
  • Menurut Almarhum Jendral Sarwo Edhie Wibowo, ada sekitar 2,5 juta ‘orang Komunis Indonesia’ terbunuh pada kejadian G30S PKI tersebut.
  • Banyak orang ‘pribumi’ maupun ‘non-pribumi (dalam hal ini masyarakat Cina Indonesia) yang terbunuh di tahun 65-66 hanya karena mereka karyawan yang kerja di bawah suatu partai buruh atau tuduhan tetangga atau orang yang tidak suka pada mereka
  • Pemerasan terhadap keluarga korban yang masih hidup masih tetap berlangsung sampai saat ini.
  • President Soekarno menjalin hubungan politik dengan Pemerintah RRC yang komunis; namun menuduh lalu membunuh masyarakat Cina Indonesia sebagai orang Komunis adalah suatu yang perlu dikaji ulang. Umumnya orang Cina di Indonesia adalah penganut agama Buddha atau dan Konfucuisme. Di Daratan Cina sendiri, meskipun ideologi Komunis Marxist masuk ke negara Cina sejak 1920, Partai Komunis Cina (PKC) hanya memiliki 40.000 (empat pulurh ribu) anggota di tahun 1937. Dan delapan tahun kemudian menjadi 1,2 juta, inipun bertambah karena penjajahan Jepang atas negara Cina (1937-1945). Komunisme di Cina bahkan mendapat perlawanan sengit secara luas di dataran Cina dari Kuomintang (KMT) yakni Partai Nasionalis Cina , di bawah pimpinan Jendral Chiang Kai-shek (1887-1975), – yang juga merupakan Pemimpin dari Dewan Militer Nasional Republik Cina dari 1928-1948. Dan dari laporan resmi PKC bulan Juli 2013, anggota mereka baru mencapai 85 juta anggota – sangat jauh lebih sedikit dari jumlah orang Kristen di Cina: 200 juta, laporan menulis. Beberapa misionari berkata 250-300 juta saat ini.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bocoran Rencana kotor mengislamkan Kristen Indonesia


Tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.  (Ibrani 4:13)

 20 tahun yang lalu, tanPerencanaan kotor Muslim mengislamkan orang Kristen Indonesiaggal 5 Pebuari 1994, beberapa organisasi Pemuda Islam Indonesia mengadakan pertemuan rahasia di kota Jombang, Jawa Timur. Mereka membicarakan “bagaimana membendung pertumbuhan Kristianiti di Indonesia, dan menjaga Islam tetap sebagai agama mayoritas di Indonesia.” Perhimpunan Pemuda Islam Indonesia (PPII), mereka menamai diri mereka, setelah mengkaji masalah pemurtadan dan kendala doktrin internal Islam pada akhirnya membuat keputusan seperti nampak pada selebaran di samping.

Kita sebagai bangsa Indonesia yang terkenal di dunia dengan slogan “Unity in Diversity” sudah terbiasa dengan toleransi dan saling menghargai baik agama, ras dan budaya masing-masing. Kawin campur antara suku dan beda agama di Indonesia adalah perkara lama yang sangat bisa diterima, bahkan sudah terjadi  sebelum jaman Majapahit. Jadi artikel ini bukan mempermasalahkan soal kawin campur, tetapi menyoroti motif kotor pihak tertentu yang mamakai CINTA dan KEHAMILAN sebagai alat untuk menjebak dan memaksa orang pindah agama. Di bawah ini (berhuruf coklat) adalah salinan dari selebaran aslinya. Link disertakan untuk membantu pembaca mampu membedakan ajaran yang benar dan yang salah. Tersedia juga dalam bentuk Pdf: Perencanaan kotor Muslim mengislamkan Kristen Indonesia, salinan; Pdf

Perhimpunan Pemuda Islam Indonesia
Untuk Jumlah Umat Mayoritas (PPPI).

Kepada Yth.
Segenap Kaum Muda Islam Indonesia
dimana saja berada:
Bismillah irrahmani Rahim
Assallamu Alaikim WR WB,

Dengan ini menyampaikan kepada segenap Pemuda Islam Indonesia bahwa kami para Pemuda Islam yang merasa bertanggung jawab terhadap perkembangan umat Islam Indonesia.
Pembicaraan lain adalah bagaimana usaha pemuda Islam untuk membendung peningkatan jumlah umat Kristen di Indonesia yang pada tahun 1970 lalu hanya berjumlah 8% dan pada tahun 1994 ini telah naik menjadi 12% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.
Pada kesempatan ini telah kami sepakati keputusan bersama, yang kami harap dapat dilaksanakan oleh para Pemuda Islam Indonesia sbb:

  1. Umat Islam sebagai umat Mayoritas WAJIB HUKUMNYA UNTUK membendung perkembangan umat Kristen di Indonesia yang kian bertambah jumlahnya.
  2. Cara membendung tidak lewat adu argumentasi iman, sebab harus diakui bahwa posisi Islam Islam agak Lemah. Didalam Alquran ada diajarkan tentang ISA AS, sedang dalam Injil tidak ada diajarkan tentang junjungan kita nabi besar MUHAMAD SAW.
  3. Satu-satunya cara melalui C I N T A. [kata ini digaris bawahi oleh PPII] Selama ini telah terbukti cara ini paling berhasil dalam meredam perkembangan umat Kristen di Indonesia.
  4. PARA PEMUDA ISLAM DIWAJIBKAN BERPACARAN DENGAN GADIS KRISTEN. TUNJUKKAN SIKAP YANG SIMPATIK SEHINGGA GADIS2 KRISTEN TERPESONA DAN CINTANYA JADI SUNGGUH2. BILA PERLU BER-PURA2 MENJADI PEMUDA ISLAM BERTANGGUNG JAWAB, SEHINGGA GADIS KRISTEN ITU BISA MEMBANDINGKAN DENGAN PEMUDA KRISTEN LAIN YANG SIKAPNYA JELEK, MAKA IA PERCAYA PADA PEMUDA ISLAM SEMAKIN BESAR.
  5. SETELAH MENJADI PACARNYA, BERBUATLAH APA SAJA DENGAN MEREKA. JIKA GADIS KRISTEN    ”  H  A  M  I  L  ”, PAKSAKAN DIA UNTUK PINDAH AGAMA DAN NIKAHI SECARA ISLAM DIKANTOR URUSAN AGAMA. JIKA GADIS ITU MENOLAK MASUK ISLAM, TINGGALKAN DIA SAJA ……….
  6. MUNGKIN GADIS ITU BUKAN GADIS IDAMAN UNTUK DIPERISTERI ??? JANGAN TAKUT DAN MENYESAL SEBAB AJARAN KITA MENGAJARKAN PRIA UNTUK BERISTERI LEBIH DARI SATU. YANG PENTING ADALAH BAGAIMANA AGAR GADIS KRISTEN BISA PINDAH KEAGAMA ISLAM YANG ADALAH SATU2NYA YANG BENAR. SWT.

MEMANG tugas ini sangat berat, tapi pemuda Islam yang bertanggung jawab terhadap jumlah mayoritas umat Islam di Indonesia, kami rasa tugas ini adalah tugas yang mulia yang wajib dilaksanakan setiap pemuda Islam di Indonesia.

SATU HAL YANG HARUS DICEGAH AGAR UMAT KRISTEN DI INDONESIA JANGAN SAMPAI MENGALAMI PERKEMBANGAN BESAR, BILA PERLU KITA BERUPAYA BAGAIMANA CARANYA UNTUK MENGURANGI MEREKA.

Untuk diketahui bahwa cara kami ini telah disetujui oleh beberapa ORMAS PEMUDA ISLAM (kecuali Pemuda NAHDATUL ULAMA/GP. ANSOR).

DEMI WIBAWA ISLAM JANGAN SAMPAI SURAT INI JATUH KETANGAN PEMUDA KRISTEN.-

JOMBANG 5 Pebruari 1994.-
Peserta Pertemuan

Dua puluh tahun lalu ketika saya menerima dan membaca selebaran ini dengan cermat,  sedih, kecewa dan marah menjadi satu di dalam hati saya. Itu sepertinya telah membuka kembali luka lama saya yang terjadi di bangku kuliah, dimana seorang dosen agama Islam di hadapan lebih dari seratus mahasiswa menghina agama-agama di luar Islam dan pertemuan kuliah berikutnya ia menghina Pancasila. Dosen yang lain mengajar Wawasan Nusantara dan pentingnya asas Pancasila sebagai penyatu suku bangsa Indonesia yang begitu beragam, dan dipihak lain ada orang yang begitu teganya merusak kesatuan negara dan nilai budaya kita demi keyakinan agamanya sendiri.

Penghiburan satu-satunya yang saya dapat setelah membaca selebaran PPII pada saat itu adalah terdapat di kalimat kedua dari akhir surat selebaran tersebut! Itu sungguh meneguhkan hati nurani saya, yakni bahwa masih ada banyak orang Muslim Indonesia yang hatinya bersih dan pikirannya normal, mereka menolak perbuatan kotor berkedok ‘membela agama’ tersebut, tertulis:
“Untuk diketahui bahwa cara kami ini telah disetujui oleh beberapa ORMAS PEMUDA ISLAM (kecuali Pemuda NAHDATUL ULAMA/GP. ANSOR).” Penekanan ditambahkan.

Pertanyaan untuk direnungkan:

  1. Apakah cara PPII ini jika diterapkan akan membawa keharmonisan bagi bangsa dan negara Indonesia?
  2. Jika mayoritas penduduk Indonesia memiliki pemikiran sama seperti pembuat selebaran ini, apakah jadinya kelak negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan suku bangsa?
  3. Anggaplah rencana ini menghasilkan dua juta wanita Indonesia pertahunnya pindah ke Islam, pertanyaan:
    • Kebanggaan apa yang umat Islam Indonesia bisa dapatkan dari dua juta wanita yang kepahitan tersebut?
    • Apakah hasil dua juta jiwa yang murtad ke Islam tersebut sungguh membawa keuntungan atau kerugian?
    • Mungkinkah pesatnya umat Islam Indonesia murtad ke Kristianiti pada dekade belakangan ini adalah bumerang dari cara-cara membela Islam yang salah (cinta gombal, menutup paksa dan merusak gedung ibadah, terror dan bom bunuh diri) yang telah dilakukan oleh PPII dan sejenisnya seperti Jemaah Islamiah dan FPI?
  4. Apakah sesungguhnya yang ada dipikiran jutaan jiwa tersebut tentang agama Islam, jika mereka berpindah ke Islam oleh karena dijebak, dipaksa dan diancam? Akankah mereka menjadi pembela Islam yang sejati atau sebaliknya, menjadi sel kanker di dalam tubuh Islam?
  5. Sungguhkan Ellohim (God atau Allah) akan bangga dan memuji perbuatan PPII dan ormas Islam sejenisnya, atau sebaliknya Dia menjadi marah karena telah menghina martabat-Nya yang suci dan agung?

Berikut ini adalah ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah mengapa sebagian orang menyukai terang (lambang Kebenaran) dan sebagian lagi membenci terang itu:
“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Putra Tunggal Elohim. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Elohim.”  (Yoh 3:18-21).

Siapakah Anda, apakah Anda seorang yang suka terang atau suka gelap? Jika Anda masih suka kegelapan, ketahuilah bahwa Kegelapan (kuasa Setan) tidak akan selamanya menguasai Dunia ini, sebab Terang yang sesungguhnya akan datang untuk menghakimi setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Marilah kita datang mengabdi kepada Adonai Yeshua sebelum terlambat. Terlambat datang ke Lapangan terbang bisa diperbaiki, namun terlambat bertobat adalah penyesalan yang kekal selamanya. Raja Daud memperingatkan kita semua: Beribadahlah kepada YAHWEH dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!  (Mazmur 2:11-12). Semoga berkat dan rahmat YAHWEH tercurah ke atas Anda dan keluarga Anda. Salam sejahtera!

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bapak Basuki (Ahok) memperingati satu tahun sebagai WaGub DKI dan tantangannya


Jakarta Baru Jakarta KitaWawancara Najwa Shihab, akrap dipanggil ”Nina” (dari Metro TV) dengan Wagub DKI,  memperingati satu tahun Bapak Basuki menjabat kursi Wakil Gubernur kota Jakarta.

Ditanya ”penjahat paling besar di Jakarta, siapa ya?” di jawab santai: ”Ya kita sendiri. …”

Megenai banyak persoalan di DKI, beliau menjawab, ”DKI itu tidak ada masalah sebab semua masalah dan solusi sudah ada kajiannya masing-masing,… masalah itu (ada) pada kami (para pemimpin), berani mengeksekusi (memutuskan) atau tidak … yang menyinggung oknum aparat, oknum birokrat, oknum teknokrat … kalau kami tidak berani mengeksekusi (masalah tersebut sesuai kajian hukum) maka semuanya tidak akan jalan.” Jika pemimpin berani mati maka masalah akan selesai, beliau menerangkan, yang disambut meriah dengan tepuk tangan para hadirin.

Meninjau soal keberanian beliau mengeksekusi suatu masalah di DKI demi rakyat, beliau menjawab dengan gaya humor: ”Itu bukan masalah berani, itu seperti cerita ’nenek-nenek kecemplung dari kapal ke laut.’” ”Bagaimana ceritanya?,” Nina bertanya, Ahok menerangkan, ”Diberi pelampung tidak menolong, para anak buah kapal pada takut, jadi orang muda meloncat menyelamatkan …Ketika sampai di kapal mereka bangga dengan keberanian pemuda itu, Pemuda ini menjawab, ”Siapa yang dorong gue?”Jokowi-Basuki Jakarta Baru

Nampak dari jawaban beliau di atas Bp Basuki menunjukkan kepada pirsawan, betapa beliau menghargai tanggung jawab  yang telah dipercayakan oleh warga DKI kepada dia. Dan dukungan para warga DKI yang telah memilih beliau dan berpihak kepada kepemimpinan yang benar dan tegas merupakan faktor keberanian beliau.

Ditanya tentang keberanian beliau dibanding dengan bapak Jokowi, “Bapak Jokowi itu pasukan KOPASUS (lebih berbahaya dan berani), saya hanya nyemprot (memarahi).” yang  disambut oleh Nina dan para hadirin dengan tertawa terbahak-bahak dan tepukan tangan.

Di pertemuan lain Bapak Basuki dihadapan beberapa tamunya menegaskan betapa pentingnya pemimpin negara secara konsisten berpegang kepada konstitusi – yang digambarkan oleh Bp Ahok sebagai ”fondasi bangunan” –  agar konstitusi negara dan kepentingan rakyat itu bisa bejalan maju.

Ia mengkaitkan hal itu dengan peristiwa ibu Susan J. Zulkifli, Lurah Lenteng Agung. yang diterror oleh sekelompok kecil agar dicabut dari jabatannya karena karena ia ”bukan seorang Muslima.” Menghadapi budaya “rasis” – yang beliau gambarkan sebagai  “tidak mampu bersaing lalu memakai perang ayat” (kedok agama) – seperti ini beliau menyarankan agar kita semua, khususnya pemimpin, melihat kepada para pejuang Kemeredekaan RI yang hanya bersenjata bambu runcing berani melawan penjajah yang besenjata api; jangan mundur karena ancaman sekelompok golongan tertentu yang mencoba merusak konstitusi dan kesepakatan Nasional. Lurah Lenten Agung Susan J. Zulkifli

Gubernur DKI, Bapak Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan faktor agama dari pejabat (ibu Susan) tetapi kemampuan bekerja dan intergritasnya, intinya ”tidak ada pindah-pindahan jabatan oleh karena agama,” beliau menandaskan itu kepada para wartawan.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penyegelan rumah-rumah ibadah di Bekasi. Memalukan Negara Pancasila!


Pemerintah Bekasi menyegel tempat ibadah umat HKBPPenutupan rumah ibadah Kristen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang melakukan penyegelan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang terletak di Jl. MT. Haryono Gang Wiryo, Desa Tamansari, Kecamatan  Setu, Kabupaten Bekasi.

Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBH), Bahrain SH megecam tindakan Pemkab tersebut, berkata: “Dengan dalih belum mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan alasan yang selama ini digunakan pemerintah untuk melakukan tindakan-tindakan diskriminasi seperti penyegelan atau penutupan Gereja HKBP Setu ini.”

Di banyak daerah berdasarkan data YLBHI, kelompok-kelompok minoritas agama ketika mendirikan rumah ibadah selalu dipersulit dalam mendapatkan IMB, seperti GKI Yasmin dan 7 Gereja di Rancaekek Bogor, 5 Gereja di Malang Selatan, 17 Gereja di Aceh, belum lagi dengan kelompok-kelompok agama minoritas lainnya.

Dasar penyegelan tempat ibadah:
Peraturan Bersama Menteri Agama Dan Menteri Dalam Negeri Nomor  9 Tahun 2006 dan Nomor  8 Tahun 2006  – Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.
Perda No.6 Tahun 2011 dan Perwal No.16 Tahun 2006

Penutupan tempat ibadah Islam Ahmadiyah.  Mesjid Ahmadiyah di Jalan Terusan Pangrango Nomor 44, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/4/2013) malam.
Deden Sujana, Ketua Kemanan Nasional Jemaat Ahmadiyah mengatakan, penutupan masjid itu dianggap tidak adil,  “Tak ada poin di SKB yang menyebut masjid bisa disegel. Kalau Fatwa MUI, itu bukan lembaga resmi negara. Apalagi Pergub, tak ada yang mengatur sampai penyegelan. Kita harusnya jangan keluar dari SKB,” ujar Deden saat ditemui Kompas.com, Kamis (4/4/2013). Perintah larangan beribadah Jemaat Ahmadiyah di Bekasi

Dasar penyegelan tempat ibadah:
SKB Menteri Agama RI, Jaksa Agung RI dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 3 Tahun 2008, Kep-033/A/JA/6/2008 ;
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11/Munas VII/MUI/15/ 2005 ;
Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 dan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 40 Tahun 2011 (Bab IV Pasal 4).

Bahrain SH, sebagai direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, sehubungan dengan penyegelan rumah ibadah yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan seperti tertulis pada Undang Undang Dasar 1945 (pedoman utama dasar Negara Indonesia) mengingatkan pemerintah daerah Bekasi (dalam hal ini):

  1. “seharusnya memberikan kemudahan serta fasilitasi agar proses pengurusan IMB bagi pembangunan rumah ibadah dapat berjalan dengan baik agar tidak menyulitkan Jemaat Gereja HKBP Setu atau kelompok minoritas agama lainnya untuk menjalankan kegiatan ibadah sesuai dengan agama yang diyakininya.
  2. “secara terus-menerus mengembangkan serta menjalankan program-program yang diarahkan pada tujuan perwujudan kerukunan hidup antar umat beragama di Kabupaten Bekasi, agar terbangun harmonisasi serta sikap perilaku saling menghormati di dalam menjalankan hak dan kebebasan beragama atau berkeyakinan di antara seluruh warga masyarakat,”

Komentar: Setiap kali saya menghadiri perayaan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, pembacaan UUD 1945 dan Pancasila, seperti ”Ketuhanan Yang Maha Esa” – kebebasan menjalankan ibadah sesuai kepercayaan dan tidak memaksakan. ”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” – (menghormati hal-hak orang lain tidak memeras orang lain, serta kalimat “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan membuat saya bangga menjadi orang Indonesia – saya percaya Anda juga! Namun melihat kenyataan – 67 tahun Indonesia telah merdeka – sekejap saya mengingat kenyataan sehari-hari kebanggaan tersebut berubah menjadi rasa malu dan kepedihan hati yang dalam yang membuat air mata mengalir. Pengerusakan dan penutupan rumah ibadah tetap berlangsung sampai hari ini!!, dari periode 2004 sampai 2010 saja telah sebanyak 2.442 gedung gereja dirusak dan ditutup.

Sepertinya negara Indonesia ini hanyalah milik orang Islam Sunni saja, seperti di Pakistan; hak beribadah dan kemakmuran tersebut hanya untuk jemaat Islam Sunni saja; ini sungguh memalukan bangsa Indonesia khususnya aparat pemerintah Indonesia yang adalah wakil rakyat yang resmi. Sehingga mereka yang duduk di pemerintahan bisa membuat hukum dan peraturan yang hanya menguntungkan umat Sunni, di luar Islam Sunni dilabelkan sebagai “SESAT.” Apakah praktek bom bunuh diri yang dilakukan oleh Islam Sunni tidak sesat? Orang Ahmadiyah, yang dilabelkan sesat oleh Islam Sunni, saja mengerti bahwa praktek bom bunuh diri itu sungguh sesat.

Penutupan rumah-rumah ibadah Kristen, Ahmadiyah dan kepercayaan lainnya (seperti Budha dan Hindu dan Islam Shia – dikemudian hari)  di dasari atas tekanan para pemimpin agama Islam Sunni (MUI, FBI dan ormas Islam Sunni lainnya) kepada pemerintah Negara Indonesia.

Permohonan doa: Berdoalah agar aparat Pemerintah Indonesia terbebas dari rasa takut  ancaman para Islam radikal. Kita harus menyerukan kepada musuh-musuh bangsa dan negara Indonesia: “Sekali merdeka tetap merdeka! Hancurlah musuh-musuh UUD 1945 dan Pancasila!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog