Iklan Bus Atheist Chicago: Man Created God


Bus Atheis ChicagoBaru-baru ini kelompok Atheism menggelar aksinya dengan memasang iklan pada 25  bus umum di kota Chicago, kota ketiga terbesar di USA. Pesan pada bus-bus itu bertulisan “In the beginning, man created God” (Pada mulanya, manusia menciptakan Elohim). Pernyataan ini tentunya slogan anti agama secara umum, dan khususnya anti-Kekristenan. Kalimat ini mengutip dan memutar balikan isi kitab Kejadian pasal pertama: In the beginning God created the heaven and the earth. And God said, Let us make man in our image, after our likeness: and let them have dominion over the fish of the sea, and over the fowl of the air, and over the cattle, and over all the earth, and over every creeping thing that creepeth upon the earth. So God created man in his own image, in the image of God created he him; male and female created he them. (Gen 1:1,26-27 KJV)

Iklan atheism ini digelar pada minggu ke 21 tahun 2009, mengikuti contoh serupa dari negara bagian Indiana dengan slogannya: You can be good without God”. (Kamu bisa ada baik tanpa Elohim).

Slogan anti agama tersebut “mengungkapkan suatu pemikiran bahwa manusia telah menciptakan God (Elohim dalam bahasa Ibrani) dan sama seperti juga semua agama…, menurut Atheist Indiana untuk Bus Kampanye.

Menurut koran The Chicago Tribune, group atheist Indiana “terinpirasi” oleh the British Humanist Association yang memakai bus-bus untuk iklan gerakan atheismnya yang berbunyi: “There’s probably no God. Now stop worrying and enjoy your life.” (Kemungkinan tidak ada Elohim. Sekarang berhenti kuatir dan nikmati kehidupan-mu).

Reba Boyd Wooden, direktur eksekutif dari Center for Inquiry, sebuah organisasi yang mempromosikan sekulerism berkata, “Terlalu banyak orang berpikir bahwa kamu harus ada beragama untuk ada sebagai seorang bermoral. Mereka tidak tahu bahwa mereka memiliki sebuah pilihan. … dan jika kamu tidak percaya di dalam god maka kamu adalah seorang yang buruk. Kami humanist-humanist sekuler tahu bahwa itu tidak benar.”

Alkitab telah menjawab slogan-slogan para Atheist sejak jaman raja Daud. Jawaban ini tetap sama sampai hari ini bahkan menantang para Atheist untuk menguji pegertian dan pengetahuan mereka dan bahkan kalau perlu uji kekuatan.

Raja Daud berkata tentang orang Atheist:

  • Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Elohim.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Maz 14:1)
  • Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Elohim tidak akan menuntut! Tidak ada Elohim!”, itulah seluruh pikirannya. (Maz 10:4)

YAHWEH menantang manusia melalui perkataan nabi Yesaya:

Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? Siapa yang dapat mengatur Roh YAHWEH atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? Kepada siapa YAHWEH meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar YAHWEH untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian? Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.  Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja. Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Elohim, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? (Isa 40:12-15, 17-18)

Referensi:

Atheist advertise Man created God on Chicago buses

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film peringatan untuk USA: The Third Jihad


Film the Third Jihad“Ini bukanlah sebuah film tentang Islam. Itu adalah tentang ancaman Islam radikal. Film “The Third Jihad” ini memperkenalkan konsep “budaya  jihad” – sebuah metode jihad yang menggunakan hukum-hukum dan hak-hak sebuah perserikatan untuk merendahkan kebebasan-kebebasan yang ditawarkannya  dan untuk menguasai system sosialnya”, kata narator film ini.

Film ini memfokuskan penemuan FBI di tahun 2003 tentang sebuah document 14 halaman yang dipercayai sebagai “Grand Jihad Manifesto” yang diperintahkan oleh Muslim Brotherhood di Amerika Utara.

Narator film ini, Dr. Zuhidi Jasser, adalah pendiri dan president The American Islamic Forum for Democracy (AIFD), ia seorang Muslim USA yang taat. Dalam wawancaranya Dr. Jasser berkata, “Saya pikir satu-satunya cara untuk mengalahkan pergerakan ini (menjadikan USA menjadi negara Islam) adalah orang-orang Muslim dari dalam [USA] untuk berkata Ini bukan Islam. Ini adalah theocracy.” [Theocracy adalah pemerintahan yang berazaskan Ketuhanan].

The Third Jihad dikeluarkan oleh The Clarion Fund, suatu organisasi sosial. Tahun 2006 organisasi yang sama ini telah meluncurkan suatu film dokumentasi bernama “Obsesseion: Radical Islam’s War Against the West.”

Film ini didasari pada sejarah jihad Islam.

  1. Jihad pertama terjadi antara 622-750 AD (dari Arabia ke Irak, Iran, Asia Tengah, India , Syria, Mesir, Afrika Utara, Spanyol, Portugis dan Itali).
  2. Jihad kedua terjadi antara 1071 ke 1683 AD ketika orang-orang Turki menjajah wilayah Balkan dan sepanjang jalan ke Vienna.
  3. Dan sekarang, film ini menduga jihad ketiga adalah konflik sekarang ini dengan Islam radikal dengan Amerika Serikat dan Europa Barat.

Komentar Anggur Baru: Alasan para Muslim konserfatif yang sering dikenal dengan nama ”radical Islamists / orang-orang  Islam radikal” ingin menghancurkan negara USA adalah karena moral orang USA yang sudah rusak. Ayatolah Komeini menyebut negara USA sebagai Setan Besar. Tidak diragukan bahwa Amerika Serikat dan banyak negara Barat lainnya telah jatuh dalam sekali kedalam kehidupan dosa; para penguasa negaranya telah memberi kebebasan individu yang terlalu bebas (diantaranya: hubungan sex sebelum nikah yang membuahkan hak beraborsi, hubungan dan pernikan sex-sejenis, kebebasan berbicara yang pada ujungnya ialah gossip, penghinaan, dan fitnah dan lain sebagainya), sehingga kebebasan yang mereka telah terima bukan saja membahayakan jiwa dan fisik mereka saja (sebagai pelakunya, mereka  menderita depresi dan penyesalan yang dalam, AIDS dan berbagai penyakit kelamin), tetapi juga memberi effek yang negatif terhadap masyarakat dan lebih luas lagi merusak kestabilan dan kesejahteraan negara di mana para perlaku itu hidup dan  berada.

Alkitab juga sudah memperingatkan setiap manusia untuk tidak terlibat di dalam hal-hal yang tidak bermoral, sebab Elohim pencipta manusia tahu bahwa perbuatan imoral hanyalah membuahkan kesusahan belaka bagi si pelakunya pada khususnya dan bagi lingukungannya di mana ia hidup.

TETAPI perlu diingat bahwa Alkitab tidak membenarkan cara-cara kekerasan untuk menghentikan para pelaku imoraliti. Bahkan sejak 2000 tahun yang lalu ketika Yahshua Ha Mashiah (Yesus Kristus / Isa Al-Massih) dihadapkan oleh sebuah perkara perzinahan, dimana orang-orang Farisi (kelompok agama orang Yahudi yang paling konsefatif) membawa kepada-Nya seorang wanita yang tertangkap basah melakukan perjinahan. Hukum legal saat itu ialah ”seorang yang terbukti melakukan perzinah upahnya ialah kematian melalui rajaman batu dari masyarakat.”

Tahukan Anda bagaimana Yahshua menghakimi wanita yang berzinah ini? Jawabannya ada pada Injil Yohanes 8, tertulis: ”Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7). APA YANG TERJADI SELANJUTNYA? Alkitab mencatat bahwa semua orang yang ingin menghukum wanita perzinah ini pergi dan hanya tinggal Yahshua dan wanita pelaku dosa. Pesan-Nya kepada wanita ini ialah: ”Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (ayat 11)

Mengapa kita hendak menghakimi orang lain? Sesungguhnya setiap kita adalah juga orang berdosa, semakin kita tua semakin dosa kita bertambah banyak, perhatikan ayat 9 ini: Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Yahshua memberikan jalan keluar dari kegelapan hidup setiap manusia, bukan dengan kekerasan atau ketakutan, tetapi dengan memberi diri-Nya sendiri mati untuk dosa-dosa kita. Perang dan pembunuhan atas sesama tidak perlu terjadi bila setiap orang menerima nasehat Yahshua di bawah ini:

Maka Yahshua berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12)

Bacaan Berkait:

Keruntuhan Negara Amerika Serikat

Referensi:

Doktrin Anti-Aborsi Katolik telah berubah?


Pemberian Gelar Penghargaan kepada Presiden Barack Obama yang pro-aborsi di Universitas Katolik Notre Dame menjadi suatu berita yang hangat, terlebih dengan sikat bisu Gereja Roma Katolik atas peristiwa penghormatan tersebut kepada orang yang jelas-jelas bertentangan dengan doktrin anti-aborsi  Katolik. ”Vatikan tetap diam secara penuh pada masalah ini”, demikian majalah TIME pada edisi online menyatakan. Episode ini telah menjadi sebuah kesempatan untuk memisahkan antara mereka yang benar-benar Katolik dan mereka yang Katolik hanya nama (Katolik KTP).

Beberapa Konserfatif Katolik USA protes ke jalan atas undangan pihak Universitas kepada president Obama. Tetapi surat kabar resmi Vatikan bereaksi lain.

Petobat baru Katolik, bekas juru bicara partai Republik menyatakan: ”Itu sungguh menyedihkan melihat Norte Dame mengundang presiden Obama… yang sungguh anti nilai-nilai Katolik.” Redaksi TIME menanggapi kekecewaan orang ini dengna berkata, “… Gingrich boleh menemukan  itu adalah kekecewaan untuk mencoba menjadi lebih dari orang Katolik ketimbang jadi Paus, ”

Apakah  jemaat Katolik sekarang semakin nyata doktrin apakah sebenarnya yang Roma Katolik percayai? Lihat video ini dimana Presiden Obama di sambut meriah dan juga terhambat oleh ejekan saat bicara di Notre Dame.

Sumber:

The Pope’s Stand in Obama’s Notre Dame Controversy, TIME

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog