President Obama dituduh melanggar ”Kejahatan Menentang Kemanusiaan (KMK)”


“Menurut koran El Watan,” Raymond Ibrahim menulis,  “sekelompok ahli hukum Mesir telah menyerahkan tuduhan komplen mereka ke Dewan Kriminal Internasional (DKI; the International Criminal Court, ICC),” isinya menyatakan bahwa president Amerika Serikat Barrack Hussein Obama telah melanggar hukum internasional  DKI/ ICC Artikel 7/1. Raymond Ibrahim adalah Konstibutor CBN News dan expert dalam masalah Islam dan Timur Tengah.

Spanduk besar Mesir Obama supports terrorismBerita menulis lampiran tuduhan  melawan Obama ini berkaitan keterlibatan bantuan president kepada organisasi Islam the Muslim Brotherhood, yang menghasut kekerasan secara luas di Mesir setelah dan sebelum Revolusi 30 Juni 2013.
Bersama dengan Obama, El Watan menulis, beberapa bekas anggota senior organisasi Islam di atas di antaanya:  Muhammad Badie, Mohamed al-Beltagy, Essam al-Erian, dan Safwat Hegazi juga ada pada daftar KMK tersebut. Organisasi ini dinyatakan terlarang secara hukum di Mesir baru-baru ini.

Penjabaran dari Artikel 7/1 ”Kejahatan-kejahatan menentang kemanusiaan” (KMK) / Crimes against humanity):  Fungsi tujuan Undang-undang ini, “kejahatan menentang kemanusiaan” berarti salah satu tindakan berikut ketika dilakukan sebagai bagian dari serangan yang menyebar atau serangan sistematis yang ditujukan terhadap penduduk sipil apapun, dengan pengetahuan tentang serangan: (terdaftar dari point a sampai k; kasarnya sebagai berikut)
a. Pembunuhan
b. Pemusnahan
c. Perbudakan
d. Pengusiran atau pentransferan paksa populasi
e. Pemenjaraan atau pengurangan berat lainnya  pada kebebasan yang bersifat badaniah dalam melanggar aturan-aturan dasar hukum internasional;
f. Penyiksaan
g. Pemerkosaan, perbudakan sexual, pelacuran paksa, kehamilan paksa, pensterilan paksa (baik wanita maupun pria), atau segala bentuk lain dari kekerasan sexual sejenisnya.
h. Penganiayaan melawan kelompok seperti etnis, budaya, agama, dsb.
i. Pelenyapan paksa pribadi-pribadi
j. Kejahatan apartheid (beda warna kulit)
k. Tindakan-tindakan tidak berkemanusiaan bersifat mirip secara sengaja menyebabkan penderitaan besar, atau cedera serius untuk tubuh atau kesehatan mental atau fisik.

Berikutnya, tuduhan ini melampirkan daftar – panjang – bagaimana kepemimpinan Muslim Brotherhood telah melanggar point-point di atas. Saya tuliskan sebagian: Obama mendukung terrorism di Mesir

  • Penganiayaan Agama dan Aparthied (h dan j)
    Pembakaran, perusakan dan perampokan 85 gedung gereja, yang diantaranya adalah kuno; pengibaran bendera-bendera jihad Islam (warna hitam dengan dua pedangnya) di atas gereja-gereja tersebut; tulisan-tulisan grafiti anti-Kristen pada tembok-tembok banyak gereja dan rumah Kristen Koptik.
  • Pembunuhan dan Penghapusan (a dan b)
    Gadis berusia 10  tahun ditembak mati saat keluar dari kelas Alkitab; pendeta muda Koptik ditembak mati di Sinai dan lainnya digorok lehernya: 4 Kristen dibantai oleh sekelompok Muslim di Luxor; menyerang upacara pernikahan di gereja yang mengakibatkan dua gadis (usia 8 dan 12 tahun) terbunuh oleh peluru-peluru; mengancam mati para Koptik secara terorganisasi atas nama Allah dan nama Islam jika para Koptik ikut berdemo melawan Morsi, dan menyebut nama Amerika, “Biarlah ini menjadi jelas sekali, Amerika tidaklah akan melindungi kalian. Jika akan, itu [Amerika] akanlah telah melindungi para Kristen Iraq (juga di Syria; tulis Ibrahim) ketika mereka ada disembelih!”
  • Deportasi, pemerasan, penculikan, dan abuse lainnya atas para Koptik (c, d, e, f, g dan i)
    Sejak Muslim Brotherhood mengecam Kristen Koptik secara terbuka, seluruh kota-kota dan desa-desa telah jadi kosong dengan orang-orang Kristen – contoh lebih dari 100 keluarga Kristen dari El Arish; di tempat lain, Dr Sherif Doss, aktivis Mesir berkata, ”Tetapi terburuk dari semuanya adalah 140 keluarga terusir dari rumah-rumah mereka, tidak hanya mereka dilempar keluar dari rumah-rumah mereka, toko-toko dan harta-harta benda mereka dirampoki dan dihancurkan… Jika Anda pergi dan melihat desa-desa tersebut, Anda akan terkejut – Itu layaknya seperti jika sebuah bom nuklir meletus di sana. Orang-orang dibakar dan rumah-rumah mereka dijarahi tanpa belas kasihan.”

Pendukung Muslim Brotherhood  menikuti ajaran Kuran Surah 9:29 membuat orang diluar Islam membayar payak kepada mereka atau mengalami penyiksaan barat: para isteri dan anak-anak Koptik dipukul atau diculik. Belum lama ini anak laki Kristen berusia 6 tahun dibunuh oleh penculiknya – setelah keluarga anak ini membayar uang pemerasan, Ibrahim menulis, dan menambahkan: Itulah sebabnya mengapa pada Revolusi 30 Juni 2013 orang-orang Mesir membawa spanduk-spanduk besar menyebut Obama untuk berhenti mendukung terrorism dan meminta rakyak Amerika untuk bangun dari tidur.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mesir: Muhammad Morsi dan belasan pemimpin Muslim Brotherhood lainnya mulai diadili


Organisasi Islam Muslim Brotherhood Game OverTepat satu tahun Mr. Morsi menjadi president Mesir, ia diturunkan dari kursi pemerintahannya oleh militer atas permohonan jutaan rakyat Mesir yang turun kejalan; menyebut Morsi sebagai diktator, kemudian diikuti penangkapan sekitar 200 aktifis organisasi Islam radikalnya dari mana Mr. Morsi berasal, termasuk pemimpin rohani utamanya Mohammad Badie.

Senin pagi kemarin waktu setempat Morsi dan keempat belas anggota senior organisasi Islamnya diadili secara terbuka pertama kalinya sejak ia ditahan pada 3 July lalu.  Mereka diadili sehubungan dengan pembunuhan dan penyiksaan terhadap para demontrant.
Di ruang pengadilan, para tertuduh berteriak-teriak ”illegal, illegal,” yang dibalas oleh hadirin lainnya termasuk beberapa jurnalis wanita dengan teriakan bahwa para tertuduh haruslah diberi hukuman mati.

Jika ex-president Hosni Mubarak diadili oleh alasan kekuasan, Muhammad Morsi, 62 tahun,  diadili oleh karena kebengisan, pengancaman dan kesombongannya. Morsi dan organisasi Muslim Brotherhoodnya menindak keras setiap aksi demo atau kritik media kepada dirinya dan organisasi Islamnya ini; banyak korban jiwa dari para demontranst anti-Morsi, beberapa wanita mendapat pelecehan sexual, wartawan dan editor koran ditangkap dan dipenjarai, dan yang susah dilupakan warga Mesir adalah kejadian di depan Istana kepresidenan di bulan Desember 2012, demo dihadapi dengan tangan besi sedikitnya 10 orang meninggal satu disalib dimuka umum; demo ini lahir setelah keluarnya  keputusan resmi bahwa pemimpin Islam ini diberikan kekuasaan atas militer dan konstitusi. Kesombongan partai Morsi ini telah nampak jelas di saat kampanye calon president, “Ibukota kita tidaklah akan ada Kairo, Mekka atau Medina. Tetapi Yerusalem, Insha Allah. Persatuan Negara-negara Arab akan ada direstorasi di tangan orang itu [Morsi] dan para pendukungnya. Ibukota dari Islam Khalifah akanlah ada Yerusalem insha Allah,” teriak Satwat Hagazy, pemimpin rohani senior organisasi Islam Mesir ini di depan ribuan pengikutnya.

Ketika Hakim meminta terdakwa menyebut namanya sendiri, Morsi berkata, ”Saya Dokter Muhammad Morsi, president republik. Saya adalah president Mesir yang legal. Kalian tidak punya hak untuk menjalankan pengadilan ke dalam masalah-masalah kepresidenan.”

Syndicate para journalist Mesir melalui ahli hukumnya, Sayed Abu-Zeid, telah meminta pengadilan untuk memberikan hukuman kepada Morsi yang semaksimum mungkin sebagai balasan dari kematian rekan mereka  El-Husseini Abu-Deif, 33 tahun, di depan istana kepresidentan bulan Desember itu.

Perkembangan penting lainnya di Mesir adalah bahwa Dewan Konstituante yang baru telah membuang dua kata, yaitu ”sipil” dan ”referensi Al-Azhar”  dari artikel-artikel di konstitusi Mesir.
Kelima puluh anggota Dewan tersebut telah setuju meniadakan kata ”referensi Al-Azhar” yang berurusan dengan hukum Sharia (hukum Islam) dan menambahkan ke konstitusi tersebut kebebasan beragama yang ”setiap orang memiliki hak untuk mempraktekkan ritual-ritual keagamaan mereka sejauh mereka konsisten dengan ketertiban umum.”
Referensi Al-Azhar telah dibuang agar tidak konflik dengan fungsi dari Pengadilan Konstitusi Tertinggi. (sebab itu) Komiti telah menolak setiap interpretasi dari istilah ’prinsip-prinsip Sharia’ yang bertentangan dengan Pengadilan,” Mohamed Ghoneim, seorang dari komisi tersebut menerangkan.

Komentar:
1. Pernyataan Satwat di atas menghina banyak pihak; yaitu: Bangsa Mesir, Arab Saudi, dan suatu pemberontakan kepada Gereja Roma Katolik, ibu dari pendiri Islam, yang bercita-cita menjadikan Yerusalem ibukotanya, dan yang paling akhir, namun paling vital, Satwat telah menyentuh biji mata Elohim Israel, sebab Yerusalem adalah kota suci-NYA! (Ibr 12:22; Wah 3:12).
2. Pemimpin rohani dan politik Muslim Brotherhood ditangkap, dan organisasinya dinyatakan terlarang secara hukum, dan sekarang setiap kata “referensi Al-Azhar” yang berkaitan dengan Hukum Sharia di Konstitusi Mesir dihapus; itu berarti faham Islam Sunni telah dicabut pada akarnya.
Universitas Islam Al-Azhar (Kairo) adalah pusat ajaran Islam Sunni untuk dunia Islam (Baca ISLAM And TERRORISM by Mark A. Gabriel Ph.D; professor sejarah Islam dan bekas dosen di Al-Azhar). Dan Organisasi Muslim Brotherhood indentik dengan Univ Al-Azhar, dan ibu dari berbagai organisasi Islam Sunni radikal (Barat menyebutnya “terrorist”) seperti Al-Qaida, Hamas, Taleban, Al-Shabab, Bako Haram dll. Menarik untuk dilihat apakah superior Islam Sunni akan tumbang seperti Komunis di jaman Ronald Regand. Yang pasti di negara asalnya sendiri ajaran Islam Sunni telah ditolak dengan tegas, dicabut sampai ke akarnya.
3. Seorang misionari Jerman yang lama tinggal di Mesir dan fasih berbahasa Arab berkata kepada saya bahwa “Muslim Mesir lebih percaya Folk Islam daripada Sunni.” Saya pikir hal yang sama juga di Arab Saudi dan Indonesia; bantuan keuangan 12 milyar dollar dari negara-negara Arab kepada tentara Mesir  segera setelah Morsi tumbang membuktikan wajah Islam di Arab Paninsula yang sebenarnya. Sejak beberapa dekade belakangan ini jutaan Muslim murtad setiap tahunnya – termasuk di Indonesia, dan secara terang-terangan.

Berdoalah bagi bangsa Mesir dan Muslim di dunia, agar mereka bukan sekedar pindah agama, tetapi mengalami hubungan intim dengan Pencipta mereka, YAHWEH dan Putera-Nya, Adonai Yeshua Ha Mashiah. Terang Injil telah kembali ke Timur Tengah; bani Ishak (Israel) dan bani Ismail (Muslim) sedang dilawat kebangunan rohani, Anda mengerti apa artinya ini?Kita sudah berada di UJUNG akhir jaman!, dan Adonai Yeshua segera akan datang kembali!! (Kis 2:17-21),Sins NO MORE!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pendeta Katolik dipecat karena membongkar pelecehan sex rekannya


ex-Pendeta Andre Samson St. Joseph's Oratory KanadaRev. Andre Samson mengatakan upayanya untuk mengangkat isu pelecehan seksual – seorang imam memperkosa jemaat prianya – dengan rekan sekerjanya mengakibatkan dia diasingkan dan akhirnya dipecat dari gereja Katholik terkenal  St. Joseph’s Oratory di Montreal, Kanada.

Samson berkata awal masalah yang ia hadapi di St. Joseph’s Oratory terjadi pada bulan Juni, ketika seorang pria muda yang putus asa bercerita padanya tentang perkosaan yang dilakukan seorang imam dari paroki lainnya terhadap dirinya.

Simson, 59, yang menjabat sebagai pendeta militer selama Perang Teluk Persia dan mengajar ilmu konseling di University of Ottawa, mengatakan selama bertahun-tahun ia telah mendengarkan banyak orang muda dalam krisis, tapi ia belum pernah melihat seorang seperti pemuda ini yang sepertinya mengalami “tekanan psikologis yang parah.”

Dengan pergumulan yang berat, Samson berpikir masalah ini penting untuk ia ceritakan kepada rekan-rekan kerjanya.
”Saya bagikan penderitaanku  dan marahku terhadap imam tersebut yang telah menghancurkan kehidupan pemuda 18 tahun ini,” Samson bercerita.
Tetapi ceritanya dihentikan segera. Ia distop hanya dalam dua atau tiga menit, sementara mendiskusikan hal itu dengan tiga imam lainnya pada saat makan siang di ruang makan kantor.
”Pemimpin komunitas menjadi marah,” Samson berkata, ”ia berkata, ’Jangan bicara tentang ini di sini. Itu tidak boleh. Kita tidak bicara tentang ini di sini!’”

Pada hari yang sama, Claudel Petit-Homme, pemimpin komunitas tersebut, melarang Simson untuk makan siang di ruang makan, dan dianggap keluar dari jabatannya. Lalu beberapa bulan kemudian ia resmi dipecat.

Samson bercerita kebingungan dan kemarahannya kepada reporter the Canadian Press; dimuka umum pemimpin utama Katolik, paus Francis di bulan July, menyatakan akan meningkatkan keterbukaan tentang pelanggaran sex dan menindak tegas para imam yang bersalah, namun di sisi lainnya ia dipecat hanya karena membela seorang korban sekalipun ia telah mengabdi lama di gerejanya.
”Ini tidak mudah sebab sebagai imam-imam kami memberi hidup kami kepada gereja (Roma Katolik),” kata Simson, sementara suaranya pecah dengan emosi, ”dan itu menyedihkan bagaimana kami dapat dihianati oleh gereja ini.”

Pemimpinnya menyangkal bahwa ia dipecat karena masalah pelecehan sex yang ia telah bawa ke meja makan, namun Simson bersikeras bahwa ia disukai oleh umat paroki dan percaya ia dipecat karena  telah mengangkat masalah tabu tersebut.

Samson, yang telah bertugas selama 30 tahun sebagai imam katolik dan sebagai professor di universitas, berkata kepada reporter bahwa ia ingin masalah ini ”go public” mematahkan ’kode tutup mulut,’ ia menguatkan dirnya, ”Saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa jika saya tidak berbicara, siapa yang akan berbicara? Tidak ada seorangpun dapat sungguh berbicara karena mereka begitu rawan.”
Dua sumpah ‘aneh’ bagi pekerja Gereja Roma Katolik yang merupakan bagian dari “kode tutup mulut” adalah:

  • “Saya tidak akan pernah menginterpretasikan Kitab-kitab Suci kecuali sesuai dengan persetujuan yang utuh dari para Bapa Yangkudus (Holy Fathers) .” Ini sumpah calon pendeta Katolik
  • “… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ‘Saya akan percaya bahwa PUTIH yang saya lihat adalah HITAM, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.” Ignatius de Loyola, pendiri dan jenderal Jesuit. Paus Francis I adalah paus Jesuit pertama.

Para paus memanggil diri mereka sendiri sebagai Holy Fathers bukan saja telah melanggar perintah Yeshua di Matius 23:9, lebih parah lagi itu indentik dengan menghujat otoritas, nama dan perintah utama YAHWEH (Kel 20:1-7; Yes 43:11; Yes 44:6).

Komentar: Saudara Simson akanlah mengerti lebih baik tentang gerejanya (Roma Katolik) seandainya ia telah membaca buku atobiografi ex-Pendeta Katolik Charles Cynique ”50 Years in the Chuch of Rome.”
Seberapa besar apapun dedikasi pelayanan seseorang kepada institusi agamanya, segera ketika terang sorgawi membuka matanya cepat atau lambat ia akan menjadi musuh dari tuanya yang lama.

Bacaan berkait:

Referensi:

Shunned, then fired: a priest’s tale of what happened when he shared story about sex abuse

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bapak Basuki (Ahok) memperingati satu tahun sebagai WaGub DKI dan tantangannya


Jakarta Baru Jakarta KitaWawancara Najwa Shihab, akrap dipanggil ”Nina” (dari Metro TV) dengan Wagub DKI,  memperingati satu tahun Bapak Basuki menjabat kursi Wakil Gubernur kota Jakarta.

Ditanya ”penjahat paling besar di Jakarta, siapa ya?” di jawab santai: ”Ya kita sendiri. …”

Megenai banyak persoalan di DKI, beliau menjawab, ”DKI itu tidak ada masalah sebab semua masalah dan solusi sudah ada kajiannya masing-masing,… masalah itu (ada) pada kami (para pemimpin), berani mengeksekusi (memutuskan) atau tidak … yang menyinggung oknum aparat, oknum birokrat, oknum teknokrat … kalau kami tidak berani mengeksekusi (masalah tersebut sesuai kajian hukum) maka semuanya tidak akan jalan.” Jika pemimpin berani mati maka masalah akan selesai, beliau menerangkan, yang disambut meriah dengan tepuk tangan para hadirin.

Meninjau soal keberanian beliau mengeksekusi suatu masalah di DKI demi rakyat, beliau menjawab dengan gaya humor: ”Itu bukan masalah berani, itu seperti cerita ’nenek-nenek kecemplung dari kapal ke laut.’” ”Bagaimana ceritanya?,” Nina bertanya, Ahok menerangkan, ”Diberi pelampung tidak menolong, para anak buah kapal pada takut, jadi orang muda meloncat menyelamatkan …Ketika sampai di kapal mereka bangga dengan keberanian pemuda itu, Pemuda ini menjawab, ”Siapa yang dorong gue?”Jokowi-Basuki Jakarta Baru

Nampak dari jawaban beliau di atas Bp Basuki menunjukkan kepada pirsawan, betapa beliau menghargai tanggung jawab  yang telah dipercayakan oleh warga DKI kepada dia. Dan dukungan para warga DKI yang telah memilih beliau dan berpihak kepada kepemimpinan yang benar dan tegas merupakan faktor keberanian beliau.

Ditanya tentang keberanian beliau dibanding dengan bapak Jokowi, “Bapak Jokowi itu pasukan KOPASUS (lebih berbahaya dan berani), saya hanya nyemprot (memarahi).” yang  disambut oleh Nina dan para hadirin dengan tertawa terbahak-bahak dan tepukan tangan.

Di pertemuan lain Bapak Basuki dihadapan beberapa tamunya menegaskan betapa pentingnya pemimpin negara secara konsisten berpegang kepada konstitusi – yang digambarkan oleh Bp Ahok sebagai ”fondasi bangunan” –  agar konstitusi negara dan kepentingan rakyat itu bisa bejalan maju.

Ia mengkaitkan hal itu dengan peristiwa ibu Susan J. Zulkifli, Lurah Lenteng Agung. yang diterror oleh sekelompok kecil agar dicabut dari jabatannya karena karena ia ”bukan seorang Muslima.” Menghadapi budaya “rasis” – yang beliau gambarkan sebagai  “tidak mampu bersaing lalu memakai perang ayat” (kedok agama) – seperti ini beliau menyarankan agar kita semua, khususnya pemimpin, melihat kepada para pejuang Kemeredekaan RI yang hanya bersenjata bambu runcing berani melawan penjajah yang besenjata api; jangan mundur karena ancaman sekelompok golongan tertentu yang mencoba merusak konstitusi dan kesepakatan Nasional. Lurah Lenten Agung Susan J. Zulkifli

Gubernur DKI, Bapak Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan faktor agama dari pejabat (ibu Susan) tetapi kemampuan bekerja dan intergritasnya, intinya ”tidak ada pindah-pindahan jabatan oleh karena agama,” beliau menandaskan itu kepada para wartawan.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Gereja Roma Katolik, praktek homosex, HIV/AIDS dan jalan keluarnya


Tupai peka dengan kondisi sekitarnyaRasul Paulus: ”Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Karena Elohim tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yeshua Ha Mashiah, YAHWEH kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1Tes 5:4-11)

Artikel ini saya dedikasikan bagi para pria, khususnya bapa-bapa, yang secara alami dikaruniakan jabatan sebagai kepala rumah tangga, imam dan sekaligus pelindung bagi se-isi rumahnya. Jabatan yang besar memberi tanggung jawab yang besar, karena itu Elohim tidak hanya memberikan bahu yang besar kepada laki-laki, lebih dari itu pikiran dan pengertian yang dalam dan bijaksana untuk menjalankan fungsinya. Penghormatan dan kridit saya berikan kepada mereka yang telah bekerja keras meneliti dan memberitakan bahaya dari hubungan  homosex, terlebih bagi mereka yang berurusan langsung menolong para korban yang terinfeksi dan melakukan pencegahan terhadap transmisi virus yang sangat berbahaya ini.

Tujuan: Artikel di bawah ini berbicara bukan tentang masalah politik dan bukan juga keagamaan, – sekalipun keduanya terlibat, sebab Roma Katolik adalah sebuah pemerintahan politik dan keagamaan (‘Gereja’), tambahan praktek homosex telah dipakai secara salah oleh para politikus dan rohaniwan – artikel ini mengamati apa yang para pemimpin Gereja Roma Katolik lakukan dan yakini tentang praktek tersebut, mengamati hubungan HIV/AIDS dengan praktek homosexual, dan pada ujungnya melihat bagaimana Alkitab memberi jalan keluar dari kemelut budaya akhir jaman tersebut. Semoga para Muslim pun mendapat pencerahan, sedikitnya sadar bahwa Kristianiti (ajaran Kristen) dan agama Roma Katolik jauh berbeda, jadi para Muslim harus berhenti memutar balikkan pemakaian “Kristen” dan “Katolik.”  Elohim memberkati kita semua.

Pendahuluan. Kapan terakhir Anda mendengar berita tentang pria homosex (gay)? Bagaimana dengan berita kematian karena penyakit AIDS? Tentu berita korban karena “aksi terrorist dan pembom bunuh diri” sering kita dengar, namun tahukah Anda bahwa tingkat korban terinfeksi dan terbunuh karena AIDS pun tidak kalah tinggi.
Memasuki tahun 2000, berita mengenai homosexualiti semakin menjadi berita utama di media komersial internasional, umumnya itu hadir dalam bentuk ”pembelaan persamaan hak asasi bagi pria homosex (gay)” dan ”parade homosex / gay pride.” Namun sedikit sekali, jika tidak bisa dikatakan hampir tidak pernah, diberitakan tentang penyakit HIV dan AIDS [1] yang sangat menakutkan dan sangat mematikan, apalagi mengaitkan keduanya sebagai rantai reaksi sebab-akibat hampir sama sekali jarang dimuat atau terdengar di media. Melalui mesin pencari data Google saya mengetik ”what is hiv aids” hanya dalam setengah detik keluar “sekitar 119,000,000” (mendekati 120 juta) link artikel, terlihat bahwa telah banyak orang menyadari bahaya ”monster yang kejam ini” dan membawanya kepermukaan untuk membangunkan perhatian masyarakat. Kondom bukanlah pemecahan terbaik untuk mencegah transmisi infeksi HIV dan AIDS, tetapi pengetahuan akan Firman YAHWEH, yakni Alkitab – inilah cara yang terbaik.

1. Sejarah Homosexual[2] atau praktek homosex (hubungan intim dengan sesama jenis kelamin)
“…tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari,” raja Salomo berkata, dan ia melanjutkan, “Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)
Praktek homosex telah ada sejak di jaman Abraham (2000 BC), dipraktekkan secara umum di Lembah Yordan dengan kota-kotanya terkenalnya seperti Sodom, Gomorah (Kej 18-19). Juga telah dikenal pada masyarakat Yunani kuno di jaman Herodotus (sejarawan Yunani; 484-425 BC) dan Plato (ahli philosophy; 428-427 BC), termasuk bahkan hubungan pederasty (phedofily) yaitu hubungan intim antara pria dewasa degan pria remaja.[3] Praktek ini juga telah terjadi dalam masyarakat Roma kuno, negara tetangga Yunani, sebagaimana rasul Paulus menyinggung perkara ini dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, dimana bukan hanya para pria (gays) tetapi juga para wanitanya (lesbians) mempraktekkan perbuatan tersebut. Baca Roma 1:18-28.

2. Pernyataan Gereja Roma Katolik tentang praktek mengenai homosexual – tidak sesuai dengan isi Alkitab Ayat Alkitab Mazmur 119 ayat 105 Firman-MU pelita bagi kakiku
Beberapa abad yang lalu masalah homosexualiti adalah perkara yang tabu untuk dibicarakan di dalam Gereja Roma Katolik, namun sejak terungkapnya “skandal” praktek homosexual dan pedofilia (pedophile) di antara petinggi Katolik (paus, kardinal, pendeta) beberapa tahun yang lalu, maka status “skandal” tersebut sekarang telah menjadi status “dapat dimengerti” bahkan saat ini berkembang menjadi “bagian dari hak asasi manusia.” Berikut ini data kasarnya:

A. Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik mengenai praktek homosexual
”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ’Saya akan percaya bahwa putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.’”, Ignatius de Loyola.[4]
Gereja Roma Katolik bukan saja membela praktek mesum ini, lebih dari itu menyatakan pelakunya sebagai ”umat Elohim.” – Kardinal Bernardin: “… para pria homo adalah anak-anak Elohim (gays are children of God), mereka harus dikasihi dan para Katolik haruslah membela hak-hak mereka.  Chgo SunTimes Oct. 21, 1994 p. 18 art. Bernardin Letter Tackles Hot Topics for Teenagers.  Bandingkan dengan firman Elohim di Suratan rasul Petrus: 1 Petrus 2:9-10.[5]

Gereka Katolik ingin menumbuhkan gereja lokal bagi para pria (gays) dan wanita (lesbians) yang mempraktekkan sex sejenis, ”Usaha untuk membuat gereja-gereja lokal lebih ”terbuka dan menyambut homosexual. Tidak ada kesalahan moral ada sebagai homosexual. Para homosexual didorong untuk menerima sakrament-sakrament dan berpartisipasi dalam kehidupan gereja (Katolik), sejauh mereka tinggal dalam pengajaran gereja (Katolik).”[6]

Joseph Ratzinger[7]  aka “Paus Benedixtus XVI”, yang berasal dari Katolik garis keras mencoba menyetop praktek homosex bagi calon pendeta. Pada surat resminya tahun 2005 ia menilai homosexuality sebagai “sebuah kecenderungan kuat memerintahkan kearah kejahatan moral intrinsik” dan “gangguan objective,” karenanya para pria yang memiliki “kecenderungan homosexual yang dalam” seharusnyalah tidak menjadi imam-imam.”[8] 17 Desember 2012, Mr. Ratzinger (paus) menerima laporan 300 halaman dari tiga kardinal, tentang jaringan para pendeta homosex yang bekerja di Vatikan, namun juga bermain di sector sekuler di kota Roma misalnya jaringan pelacur pria yang bekerja di sauna untuk umum, spa untuk kesehatan dan bahkan tempat tinggal pribadi yang diperuntukkan bagi uskup agung yang terpercaya. Sumber berita menduga bahwa laporan 300 halaman ini adalah faktor penyebab pengunduran dirinya sebagai paus, dan digantikan oleh Mr. Bergoglia (paus Francis). Sumber laporan yang sama juga menulis bahwa investigasi atas kematian terbakar waria bernama “Brenda” di tahun 2009 (yang mempunyai affair dengan Mr. Marrazzo) mengkaitkan beberapa pendeta Katolik tingkat atas bahkan beberapa kardinal  sebagai para pelanggan jaringan waria elite kota Roma. Mr. Marrazzo (ex-gubernur Lazio) saat itu pengurus gedung perjudian Monte Cassino yang dimiliki oleh Vatikan. [9]

 Paus Francis IB. Pernyataan terbuka Paus Francis I, Jorge Mario Bergoglia, tentang praktek homosex adalah OK baik bagi para pemimpin Gereja Roma Katolik. Sejak Mr. Bergoglia, aka Paus Prancis I, terpilih menjadi Paus (13 Maret 2013) [10],  banyak kebijakan Vatikan telah berubah secara radikal. Pada perjalanan pulang dari kunjungannya ke Brazilia (30 Juli 2013), di depan para wartawan ia menganggap praktek homosex para pendeta Katolik sebagai hal yang harus diterima, ”Jika seorang adalah gay (pria homosex) dan ia mencari Adonai (Tuhan) dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?”  Koran menulis dan berlanjut, “Francis berkata kepada para wartawan dalam bahasa Itali tetapi memakai kata Inggris “gay”, Itu sebuah kata yang oleh para paus sebelumnya secara besar-besaran dihindari untuk disebut.”[11]

Paus yang sama, hanya dalam setengah tahun pertama dari periode kepausannya telah menyatakan hal-hal yang sangat liberal bahkan bagi pemikiran orang Katolik sendiri, misalnya: “orang Atheis dapat selamat melalui hati nuraninya sendiri” tanpa perlu Yeshua (Yesus), dan “para pemimpin yang besar dari umat Elohim, seperti Musa, selalu menyisahkan ruang untuk kuatir. Pernyataan paus ini mendapat gayung bersambut.

  •  Bernard Felley[12], seorang uskup Roma Katolik yang ‘konserfatif,’ pada konferensi press 11-13 Oktober di kota Kansas memperingatkan para pendengarnya bahwa paus Francis mempercepat kehancuran gereja Katolik, “situasi dari Gereja (Roma Katolik) sungguh berantakan. Dan paus yang sekarang membuat itu 10,000 kali lebih buruk.” Paus Francis figur yang berbahaya dan tidak perlu diikuti katanya lebih lanjut, ”Ia merusak segala sesuatu. Tunggulah, sehubungan ia sebagai paus, tetapi jangan ikuti dia.” Francis dilabelkannya sebagai ”Kita memiliki di depan kita seorang Modernist yang asli.”[13]
  • Jerome R. Corsi, reporter senior WND.com mengkomentari pernyataan paus yang baru ini dengan judul artikel, “Saat ini tidak becanda: Apakah paus Katolik?[14]

Apakah pernyataan Paus Francis tentang Catholic gay priests sebagai tanda “laju kereta api sudah tidak dapat ditahan lagi,” (merefer pada surat Paus Benedictus XVI di atas), atau semua ini sebagai sebuah tanda bagi penduduk dunia bahwa “saatnya telah tiba untuk Gereja Roma Katolik membuka topengnya.” Waktu akan menunjukkannya.

Doktrin Mr. Bergoglio tentang homosex sangatlah berbeda sebelum ia jadi paus, pada suratnya untuk para suster Katolik di Argentina ketika pernikahan sex sejenis dilegalkan di negeri itu, ia menyatakan praktek ini sebagai “penolakan total dari hukum Elohim yang terpahat di hati-hati kita” dan pelegalan tersebut ia nyatakan sebagai “sebuah gerakan yang dilakukan oleh Bapa Pendusta yang mencoba membingungkan dan menipu anak-anak Elohim.”[15]
Paus telah pindah arah 180 derajat! Dalam doktrin Katolik Paus adalah “Tuhan di bumi,” atau vicar of Christ,” ia punya kuasa untuk merubah skandal itu jika ia berkehendak, namun popularitas dan penghormatan dunia nampaknya lebih penting bagi paus.

Gary Hall the Dean of the National Cathedral Washington DCC. Gary Hall, pemimpin senior dari gereja Katolik The National Cathedral di Washington DC.
Pada ceramahnya di penghargaan kepada para remaja pria homosex (gay youths) di gerejanya (dikutip 9 Oktober 2013) untuk mempromosikan hak-hak pria homo, ia tidak hanya “mendukung gaya hidup homosex” lebih lagi menyatakan “menolak homosexuality adalah suatu dosa,” Mr. Hall berkata, “Kita sekarang harus berani mengambil langkah akhir dan menyebut homophobia dan heterosexism … adalah dosa.” Mr. Hall mendorong semua gereja Katolik untuk mendukung budaya homosex Katolik, ia berkata, Hanya ketika semua gereja kita mengatakan itu  dengan jelas, berani dan dengan keteguhan, barulah akan melepaskan remaja LGBT kita (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender /bencong) bertumbuh dalam ‘sebuah budaya’ yang secara total merangkul mereka sebagaimana mereka ada.” Mr. Hall juga berkata kecenderungan napsu sex ini sebagai sebuah karunia.[16]

Pernyataan Mr. Hall ini jelas memutar balikkan kebenaran firman Elohim dan menjerumuskan para remaja Katolik semakin dalam tenggelam dalam lumpur yang sedang menelan kesehatan dan jiwa mereka. Peter LaBarbera dari Americans for Truth About Homosexuality menyatakan bahwa semua pernyataan Mr Hall ini salah, dan pemakaian kata “homophobia” hanyalah sebuah kata rhetoric dari Gereja korupsi. Sumber dari mana berita ini dikutip dengan jelas mengenali motif dari Mr. Hall ini “merubah masalah moral menjadi masalah politik,” itu nampak pada paragraf pertamanya.

Tidak diragukan ada banyak pekerja dan jemaat Roma Katolik yang tidak setuju dengan budaya praktek homosexual dan kebijakan liberal para petinggi gereja Roma Katolik ini, hal terbukti dengan adanya gelombang besar orang-orang Katolik yang meninggalkan jabatan dan keanggotaan mereka, belum lama ini seorang sejarawan Katolik yang terkenal di Perancis mengambil tindakan bunuh diri sebagai tanda protesnya.

3. Konsekuensi dari prakpohon buruk menghasilkan buah yang buruk Matius 7 ayat 18-20tek homosex; data  statistik korban HIV dan AIDS
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  (Mat 7:18-20)
Sebelum kita melihat data statistik yang dikeluarkan oleh dokter dan badan resmi kesehatan Amerika tentang efek buruk dari praktek homosex, ada baiknya kita mengerti dahulu arti kata ”homophobia” dan ”heterosexism” yang Gary Hall nyatakan sebagai dosa.

A. Definisi kata homophobia dan heteroxism.
Dua kata ini adalah perbendaharaan kata Inggris yang baru, awal tahun 70an kata homophobia belumlah dikenal oleh umum, apalagi kata heterosexism, yang terakhir ini sungguh sebuah kata baru, kita bisa sebut itu sebagai ”Made In Roman Catholic Church.”
Homophobia terdiri dari dua kata homo dan phobia; homo untuk hal-hal yang berkaitan dengan homosexualiti, sedangkan phobia adalah istilah kedokteran seorang yang memiliki suatu ketakutan besar yang tidak masuk akal akan sesuatu. Jadi homophobia artinya

  • seorang yang memiliki ketakutan besar yang tidak masuk akal akan (bahaya, ancaman, konsekuensi) homosexualiti (istilah kedokteran); atau
  • seorang yang sangat benci atau takut akan orang homosexual (istilah politik).

Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA. Senjata Rohani Weblog

Untuk mengerti perbedaan dunia kedokteran dengan dunia politik dalam kata ”-phobia” lihat dan bandingkan dua kelompok kata phobia ini agoraphobia (ketakutan berlebihan akan tempat terbuka);  ornithophobia (ketakutan berlebihan akan burung; contoh: kumpulan burung darah/ piegens); anthrophobia (ketakutan berlebihan akan bunga) dengan phobia berikut: ophidiophobia (ketakutan berlebihan akan ular), demonophobia (ketakutan berlebihan akan iblis /demon); hadephobia (ketakutan berlebihan akan Neraka)

Heterosexism, surprise, surprise kata ini belum tertulis di kamus!  Namun dari pernyataan Gary Hall di atas kita tahu apa arti dari kata heterosexism atau “faham heterosex;” sejenis dengan kata ”communism,” ”atheism atau “confucianism dan lain-lain, tidak lain dan itu pasti bahwa kata heterosexism yang dimaksud pemimpin Katolik ini indentik artinya dengan “anti-homosexual; anti-ORANG homosex,” perhatikan sekali lagi definisi dari “homophobia” dan “homosexual” (footnote no. 2).

Terlihat bahwa pemimpikin Katolik ini mencoba merubah sesuatu yang alami dan universal menjadi sesuatu yang tidak normal dan exclusive; ketetapan Elohim “hubungan sex antara pria dan wanita,” atau tepatnya “hubungan sex antara suami dan isteri” menjadi sebuah “suatu faham agama yang membenci ORANG homosex.
Mr. Hall telah merubah ”baik” menjadi ”jahat” dan sebaliknya ”jahat” menjadi ”baik; “kudus” menjadi “najis” dan sebaliknya “najis” menjadi “kudus.” – hitung berapa banyak perintah Elohim pada 10 Perintah YAHWEH ia telah langgar. Berbaju pendeta, memakai Nama-Nya, tetapi memutar balik Kepribadian dan Firman Elohim; waspadalah!!

Dengarlah dan ketahuilah baik-baik. Tidak ada ajaran dan Kitab Suci lain, selain Alkitab, yang begitu tegas memerintahkan umatnya dengan perintah ”kasihilah sesamamu” bahkan mengasihi  orang lain ”seperti mengasihi dirimu sendiri.” Namun para rohaniwan, politikus yang jahat dan para bisnisman di industri gay porno telah memutar balikkan fakta. Anda bertanya apa buktinya? Dengan mengatakan bahwa ajaran Kristianiti adalah ajaran kebencian, dan Alkitab penuh dengan kebencian, sebaliknya praktek dosa haruslah diberi hak dan dilindungi undang-undang negara. Kebencian Gereja Roma Katolik kepada Alkitab di Jaman Revormasi Gereja ternyata tetap membara sampai hari ini.
Alkitab tidak mengajar umat-Nya untuk membenci ORANG lain sekalipun mereka tidak seiman, bahkan kepada ORANG JAHAT sekalipun. Tetapi adalah benar bahwa Alkitab mengajar untuk setiap orang membenci KEJAHATAN dan DOSA – sebab kedua PERBUATAN tersebut memiliki konsekuensi yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan di bumi – negara jadi bankrut dan terpecah belah, dan pelakunya akan dilempar ke dalam hukuman kekal.

“Fakta kedokteran menunjukkan bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM),” CDC.org

B1. Laporan kedokteran dan pemerintah Amerika tentang transmisi HIV dan AIDS [17] Organisasi  The Foundation for AIDS Research (amfAR) laporan Oktober 2013 statistik seluruh dunia sebagai berikut: [18]

  • Lebih dari 35 juta orang saat ini hidup dengan HIV/AIDS
  • Di tahun 2012, diperkirakan 2,3 juta orang baru saja terjangkit HIV; 1,6 juta meninggal akibat AIDS
  • Dari permulaan epideminya, lebih dari 75 juta orang telah terinfeksi HIV dan 36 juta telah meninggal karena HIV
 “Dari pertengahan tahun 1980 dan seterusnya, AIDS telah memegang peranan yang sangat utama dalam mendorong mundur kebiasaan revolusi sexual di kota-kota besar Amerika Serikat.” [19]Mungkin generasi pemuda yang sekarang sudah lupa “kasus” 1980 tersebut.
Fakta-fakta singkat [20]
  • Lebih dari satu juta orang hidup dengan HIV di AS
  • Satu dari lima hidup dengan HIV tidak sadar akan infeksi mereka
  • MSM,* khusunya remaja, MSM negro adalah paling berat terjangkit oleh HIV
  • Dalam ras, orang-orang Afrika Amerika menghadapi beban HIV yang paling berat [lalu diikuti oleh pria kulit putih, laporan menulis]

Fakta kedokteran menunjukkaDiagram HIV infeksi in AS 2009 oleh katagory transmisin bahwa penyebaran HIV tertinggi telah terjadi melalui Pria Berhubungan Sex dengan Pria (PSP/MSM). Dari tahun 2006 ke 2009 diperkirakan infeksi HIV baru di AS sebagai berikut: MSM/ (homosexual) = 61%; Heterosexual (27%); IDU = 9 % ; MSM/IDU = 3%

Statistik (updated Oktober 2013) dari amfAR tentang korban HIV/AIDS di Amerika Serikat (AS):[21]

  • Diperkirakan 50.000 infeksi HIV baru muncul di AS setiap tahun
  • PSP / MSM terhitung mayoritas dari diaknosa HIV/AIDS baru, meskipun PSP/MSM hanya sekitar 4% dari populasi pria AS.
  • Diaknosa HIV baru diantara PSP/MSM lebih dari 44 kali lebih tinggi pria lainnya di tahun 2008

*) MSM singkatan dari “Men Who Have Sex with Men” (Para pria yang berhubungan sex dengan para pria; dalam satu kata MSM = Gays). Heterosexual: hubungan sex antara pria dengan wanita. IDU (Injection Drug Users; pemakai obat suntik).

Sekarang kita perhatikan laporan di bawah ini, perhatikan hubungan antara 10 kota Amerika yang paling ’bersahabat’ dengan budaya homosexual dengan 10 kasus AIDS terbesar menurut kota dan negara bagian Amerika Serikat:

Top Ten most Gay-Friendly Cities in the U.S. [22]1.    Palm Springs, CA
2.    San Francisco, CA
3.    Seattle, WA
4.    Long Beach, CA
5.    Cambridge, MAGay & Bisexual Men the most severely effected by HIV
6.    Los Angeles, CA
7.    Portland, OR
8.    Philadelphia, PA
9.    San Diego, CA
10.  New York, NY

Top Ten Reported AIDS Cases (States / Territories) [23]
1. New York: 190,363
2. California: 159,606
3. Florida: 116,041
4. Texas: 76,674
5. New Jersey: 53,756
6. Georgia: 38,084
7. Pennsylvania: 37,842
8. Illinois: 37,592
9. Maryland: 35,395
10. Puerto Rico: 32,057

Top Ten Reported AIDS Cases (Metropolitan Areas)
1. New York City, NY: 126,237
2. Los Angeles, CA: 43,448
3. San Francisco, CA: 28,438
4. Miami, FL: 25,357
5. Washington DC, WV: 24,844
6. Chicago, IL: 22,703
7. Philadelphia; PA: 20,369
8. Houston, TX: 19,898
9. Newark: 17,796
10. Atlanta, GA: 17,157

California adalah negara bagian (United State) yang paling liberal di Amerika, dan kota New York adalah ibukota yang paling terkenal di dunia untuk kehidupan malamnya. Di sini jelas bahwa homophobia hanyalah propaganda politik kelompok tertentu untuk membenarkan praktek homosex yang sangat merugikan diri mereka sendiri,  masyarakat dan negara. California adalah negara yang memiliki hutang yang sangat besar. Dan berikut adalah data pendeta Katolik Amerika yang meninggal karena AIDS.

B2. Laporan ”tabu” pendeta Roma Katolik yang meninggal karena AIDS di Amerika Serikat.” [24]
“Pendeta (Katolik) pertama yang saya lihat dengan AIDS — itu di tahun 1982 — kami tidak menaruh (kata) AIDS pada sertifikat kematiannya, sebab mereka (Gereja Katolik) ingin kami tidak melakukannya,” Farley Cleghorn berkata. Ia seorang epidemiologist dari the Institute of Human Virology di Baltimore.“Beberapa dari mereka telah berhubungan sex di seminari dan berlanjut setelah ditasbiskan, beberapa dari mereka telah berhubungan sex pertama mereka dengan pendeta-pendeta lainnya atau dengan jemaat  setelah mereka ditasbiskan.” Charlie Isola, psychotherapist of NYC berkata tentang para pendeta homosex yang menderita AIDS.
Banyak pendeta dan ahli perilaku Logo AIDS in the Priesthoodberpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya. [Doktrin ini bertentangan dengan ajaran Alkitab, fakta bahwa rasul Petrus sendiri menikah – Katolik mengklaim Petrus sebagai paus pertamanya; Petrus hidup 300 tahun lebih awal sebelum Roma Katolik lahir] Artikel lengkapnya bisa baca di sini: Judy L, Thomas, The Kansas City Star

Sebagaimana kita tahu sekarang bahwa praktek homosex di kalangan pemimpin Gereja Roma Katolik bukanlah suatu yang rahasia dan tabu lagi, namun efek sampingan dari praktek tersebut masih tetap sebagai perkara tabu – manusia tetap sadar bahwa hal ini adalah perkara moral dan bukan politik!

Banyak pendeta dan ahli perilaku berpendapat bahwa kepatuhan Gereja Roma Katolik kepada doktrin abad ke 12 tentang kebajikan, tidak menikah dan homosexuliti telah berkontribusi (mengambil bagian) terhadap penyebaran AIDS di dalam kalangan rohaniwannya.

Berikut ini adalah data kematian pendeta Katolik Amerika karena transmisi AIDS.
Ratusan imam (pendeta / pastor) Roma Katolik di berbagai Negara Amerika Serikat telah meninggal karena sakit yang berkaitan dengan AIDS, dan ratusan lebih hidup dengan (penyakit) HIV. … Tetapi itu nampak bahwa para imam yang sedang sekarat karena AIDS ada pada tingkat sedikitnya empat kali (lebih tinggi) dari penduduk umum AS, menurut perkiraan dari para ahli medis dan para imam dan analisis statistik kesehatan oleh The Star Kansas City.”

Laporan berlanjut, ”Kematian para imam rata-rata pertahun yang dikonfirmasikan oleh (koran) The Star telah meninggal karena AIDS di Kansas dan Missouri dari 1987 ke 1999 adalah 7 per 10.000, atau tujuh kali dari populasi penduduknya.

A.W. Richard Sipe, seorang bekas imam Katolik yang telah menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun untuk mempelayari masalah-masalah sex di gerejanya, berpikir bahwa sekitar 750 imam / pendeta di seluruh Amerika Serikat telah meninggal karena penyakit tersebut. (dengan kata lain) Delapan kali lebih tinggi dibanding penduduk umum [penderita AIDS] Amerika Serikat.
Joseph Barone, seorang psychiatrist dan ahli AIDS dari New Jersey menyatakan 11 kali lebih tinggi.”
Panorama, majalah Italia mengklaim “98% pendeta di Roma (pusat dari Gereja Roma Katolik) adalah orang homosex (gays).” [25]

Mungkin Anda bertanya, mengapa praktek homosexual ini begitu membahayakan tubuh?, Silahkan baca artikel ini: MEDICAL CONSEQUENCES OF WHAT HOMOSEXUALS DO By Paul Cameron, Ph.D.

Evaluasi: Jika itu sudah terbukti berbahaya dan telah menelan banyak jiwa pelakunya, dan juga pribadi-pribadi lain yang Pohon Kehidupan dan buahnyaterinfeksi sekalipun tidak melakukan praktek homosex ini (seperti para isteri, bayi-bayi, pasien transfusi darah dsb.), mengapa kasus ini tidak disebar luaskan di media, seperti peringatan “bahaya merokok” yang sangat gencar dilakukan di banyak negara Barat?  Mengapa organisasi besar dan pemerintah hanya memotong ranting  dan membuangi buah dari pohon yang tidak baik, bukankah lebih efektif dan murah jika kita potong akar dari pohon tersebut?  Tiga dari banyak alasan utama mengapa akar dari ‘epidemi HIV/AIDS’  tidak dipotong , saya pikir, adalah ini:

  1. Vatikan/ Gereja Roma Katolik mengontrol media internasional, Vatikan adalah salah satu institusi terkaya di dunia.
  2. Industri porno pria homo (gay) adalah bisnis yang sangat basah. Diperkirakan menghasikan 40 billion dollar pertahunnya di Amerika saja; jauh lebih banyak uang dibanding bahkan dunia bisnis olah raga profesional misalnya, tulis sebuah situs. Suatu laporan investigasi pada industri porno di  Brooklyn menyatakan “upah rata-rata bagi bintang porno pria adalah 500-600$; Gay porno dibayar tiga kali lipat dari jumlah tersebut.”[26] Dan alasan lainnya,
  3. Mungkin yang terakhir ini akan mengejutkan banyak pembaca. ‘Gaya hidup’ ini menggenapi nubuatan Alkitab bahwa kedatangan Yeshua yang kedua kalinya terjadi sama seperti pada jaman Nuh dan Lot yakni “pesta pora, kawin dan sibuk berbisnis.” (Luk 17:26-30)

Jadi kita dapat katakan bahwa gerakan anti-Homophobia aka Pembelaan Hak para LGBT yang sering menjadi berita utama di media Barat, terbukti hanyalah propaganda politik,[27] dan bukan ilmu kedokteran. Lebih banyak orang heterosexual yang terancam oleh para pria homo dari pada sebaliknya dan pelecehan sexual secara persentasi lebih banyak dilakukan oleh kelompok Gay dari pada orang Heterosexual demikian juga dengan jumlah korbanya. Ini bisa dilihat pada artikel Skandal sex-abuse anak Roma Katolik tumbuh seperti jamur” dimana satu pendeta homosex bisa menelan kesucian puluhan anak laki-laki.

4. Jalan keluar.
A. Kembali kepada standard moral Firman YAHWEH, yakni Alkitab  the Holy Bible
Bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula Anda kepada Elohim.
Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa (Kej 2:17, 3:6-7), maka sejak hari itu – sampai sekarang – hati dan jiwa manusia memiliki ”pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat” yang kita sebut sebagai ”hati nurani” atau ”conscience” dalam bahasa Inggrisnya.

Kita perlu selalu untuk meminta Elohim menguduskan hati nurani dan roh kita, sebab hanyalah hati yang kudus yang dapat melihat terang dan kebenaran Elohim, yang darimana seseorang dapat bertindak di atas kebenaran dan keadilan sesuai standard-Nya. Jaman ini keadilan sering kali di rusak bahkan di ruang-ruang pengadilan itu disebabkan oleh karena si penegah hukum 1. Tertuduh oleh hati nuraninya sendiri (oleh sebab ia sendiri pelaku dosa), 2. Takut dan tunduk pada roh intimidasi / terror Setan.

Oleh karena itu kita dan khususnya para penegak hukum dan pembuat hukum perlu bertobat dan megundang Roh Kudus, yakni Roh YAHWEH, untuk tinggal di dalam kita, dan meminta Dia untuk selalu menguduskan / memurnikan hati dan roh kita sebagaimana raja Daud memohon di Mazmur 51 (ayat 12-14)   – Create in me a clean heart)

B. Kembali kepada kehidupan membaca Alkitab dan mempraktekkan isinya dalam kehidupan kita sehari-hari
”Pada doktrin Katolik hanya ada 56 ayat Alkitab yang dipakai sebagai referensi untuk menjawab 776 pertanyaan, dan lebih dari 75% dari ayat-ayat yang didaftarkan tersebut telah diambil sungguh-sungguh di luar konteknya,” Nicolai, seorang ex-murid seminari Katolik berkata. “Itu berarti,” ia berkata, “sejumlah besar 86,2% dari jawaban (di Doktrin Katolik ini) TIDAK ditemukan dalam Alkitab! Mengapa orang Katolik mengabaikan ini? Mungkinkah karena kutipan berikut ini?” Nicolous memberi kutipan  Ignatius de Loyola, pendiri organisasi Jesuit (Serikat Yesus), ”… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: Saya akan percaya bahwa (warna) putih yang saya lihat adalah hitam, jika atasan Gereja menyatakan itu demikian.” [28]

Benarkah kecenderungan napsu sex kepada sesama jenis adalah normal atau genetik seperti klaim pendukung homosexual?, dengan kata lain, benarkah gay itu karya Elohim? Apakah Anda tahu bagaimana Elohim melihat praktek homosex ini? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita perlu melihat Alkitab, sebab Alkitab adalah buku sejarah peradaban manusia, terlebih lagi itu adalah kitab  yang menulis tentang hati dan pikiran Elohim mengenai manusia ciptaan-Nya, mahluk yang special di mata-Nya.

Illustrasi Matius 7 ayat 171. Penciptaan manusia. Alkitab menulis Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Elohim diciptakan-Nya dia; laki-laki (Adam) dan perempuan  (Hawa) diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:27). 4000 tahun kemudian ketika Firman Elohim menjadi manusia, Dia kembali mengingatkan manusia tentang perkawinan: Jawab Yeshua: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  (Mat 19:4-5) – Pernikahan diluar dari pasangan laki dan perempuan tidak akan menghasilkan “satu daging” di mata Elohim! Tidak ada berkat jasmani (anak kandung, kepuasan sex yang sesungguhnya) dan tidak ada berkat rohani (kebahagian rumah tangga dan Sorga).

LGBT (orang lesbi, homo, waria) bukanlah masalah genetik (ciptaan), itu hanyalah masalah gaya hidup, praktek hubungan sex yang di dipolitisi menjadi status perkawinan; itu adalah masalah sosial dan budaya semata.  Gaya hidup Waria baru muncul di abad 20an. Sampai saat inipun hati nurani manusia tahu bahwa praktek homosex adalah menentang hukum alam. Harap baca What Causes Homosexual Desire and Can It Be Changed? By Paul Cameron, Ph. D. 

2. Praktek homosex di mata Elohim. Firman Elohim menulis, “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap YAHWEH” (Kej 13:10). Kejadian 18 ialah catatan sejarah bagaimana YAHWEH sendiri turun ke bumi bersama dengan dua malaikat-Nya untuk meneliti kebenaran “kejahatan dan dosa mayoritas penduduk Sodom.” Kejadian 19 mencatat sambutan penduduk Sodom atas kedua tamu sorgawi ini di malam pertama: Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung” rumah Lot (keponakan Abraham) dimana kedua malaikat YAHWEH tersebut bermalam. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang (kedua malaikat tersebut) yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”  (Kej 19:4-5). Ayat 29nya adalah catatan hukuman YAHWEH atas mereka, Kemudian YAHWEH menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari YAHWEH, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.  (Kej 19:24-25). Bukti kejadian ini masih dapat dilihat, di wilayah Laut Mati bagian barat dimana kota-kota tersebut berada. Yeshua sendiri mengutip kejadian ini. Baca Sodom and Gomorrah – Flavius JosephusKota Sodom dan Gomorah terbakar batu belerang

YAHWEH melihat praktek homosex adalah dosa yang berat, praktek ini adalah buah dari penolakkan ciptaan kepada Penciptanya; mereka menolak untuk memuliakan dan mengucap syukur kepada anugerah-Nya (Roma 1:18-32) – dosa yang lebih berat dari ini adalah jatuh pada orang yang telah mengetahui kebenaran Alkitab, melihat mujizat dan menikmati anugerah-Nya namun menolak untuk kasih karunia Elohim melalui  penebusan Yeshua Ha Mashiah, Putra Tunggal Elohim (Mat 11:20-24; Ibr 10:26-31).

Peter LaBarbera mengajak kita untuk mengatakan dosa adalah dosa, sama seperti halnya kita tidak bisa berkata bahwa keterikatan pada pornografi, poligami atau membunuh orang lain sebagai sebuah karunia dari Elohim, karenanya kita tidak bisa melabelkan ‘homophobia’ bagi orang yang menentang praktek homosex atau melabelkan ‘adulteryphobia’ untuk kotbah yang menentang perzinahan, katanya.

C. Gereja YAHWEH harus bangkit membebaskan saudara-saudari mereka dari cengkraman Setan
Musuh sesungguhnya yang sedang memutar balikan fakta bukanlah manusia, manusia hanyalah wadah, tetapi Setan dengan segenap penghulu udaranya yang sedang mencoba membawa kehancuran pada manusia dan seisi bumi.

1. Berdoa syafaat dan berpuasa bagi mereka di kota masing-masing
Membawa mereka kehadirat Elohim, menjadi imam-imam bagi mereka agar Dia berbelas kasihan dan mengulurkan tangan pertolongan-Nya kepada mereka.

2. Memproklamasikan kebenaran dan keadilan,
Jika kita benar-benar mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, kota dan negara kita maka kita harus berani berdiri di atas kebenaran dan keadilan – berapapun harganya. Kita harus memilih lebih takut akan Pencipta kita daripada tuntutan orang-orang yang tidak perduli dengan moral, dan memakai topeng ”pembela Hak Asasi Manusia” yang sesungguhnya mereka adalah penelan jiwa dan penindas orang yang lemah. Kita harus mengikuti petunjuk Yeshua yang berkata, Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:37).

Jika sesuatu nampak berbentuk bebek, berjalan seperti bebek dan bersuara seperti bebek, maka itu pastilah seekor bebek, jadi mengapa kita harus mengatakan bebek sebagai angsa, atau serigala sebagai domba? Apakah kita mau membodohi diri kita sendiri? Tentu tidak. Tertawaan roh-roh jahat atas diri kita harus dihentikan – hanya bisa melalui kuasa darah dan nama Yeshua!

Kotak pengakuan dosa Gereja Roma Katolik3. Para pendeta Katolik harus berhenti dari praktek pangakuan dosa jemaat yang dibisikkan di teliga mereka (auricular confession). Sistem pengakuan dosa yang jahat ini bukan saja merusak jemaat tetapi juga merusak para pendeta yang mendengarkannya.
Pertanyaan-pertanyaan (dibuat oleh gereja Roma Katolik) yang diberikan oleh pendeta kepada orang yang mengaku dosa sangatlah merusak jiwa jemaat, itu digambarkan oleh Pendeta Charles Chiniquy sebagai berikut, ”Berkata bahwa auricular confession menyucikan jiwa, adalah tidak kurang konyol dan bodoh daripada mengatakan bahwa jubah putih dari perawan, atau bunga bakung di lembah, akan menjadi lebih putih jika dicelupkan ke dalam botol tinta hitam.” [29]

Jika Anda adalah seorang pendeta Katolik, dan mengasihi Yeshua sebagai Master dan Penyelamat Anda, pikirkanlah perkara ini: apakah Anda bersedia menceburkan diri Anda sendiri ke suatu kobaran api demi doktrin manusia? Tentu tidak, bukan? Namun mengapa Anda, yang dilarang menikah oleh karena jabatan kependetaan Anda, bersedia membakar keinginan sex Anda melalui pertanyaan-pertanyaan yang sangat sensitif dan rahasia bahkan bagi pasangan suami-isteri. Ketahuilah praktek inilah yang membuat banyak rekan Anda terjerumus kedalam praktek homosex dan pelecehan sex pada putra-putra altar gereja Katolik. Sungguhkan Anda begitu bodoh membiarkan manusia mengatur perjalanan hidup kekal Anda? Jika Anda telah di jerat manusia dengan sumpah Anda, jangan putus asa, masih ada jalan keluar! Lakukan nasehat Salomo ini: Amsal 6:1-5.

Ex-Pendeta Katolik, Charles Chiniquy dalam bukunya 50 Years in the Church of Rome setelah ia menyadari kedua efek buruk dari praktek pengakuan dosa ini, ia menulis, “Tetapi, disana, di kotak pengakuan dosa itu, saya bukanlah hamba Mashiah (Kristus)… Saya adalah budak Paus! Saya di sana bukan untuk menyelamatkan, tetapi untuk merusak … misi utama dari confessor (pendeta yang mendengarkan pengakuan dosa), sering, jika tidak selalu, terlepas dari dirinya sendiri, adalah untuk menskandalkan dan mengutuk jiwa-jiwa.” [30]

4. Menjangkau para LGBT dengan kasih Elohim yang lengkap
Mr. LaBarbera berkata kepada the Chritian News Network, “Orang-orang Kristen yang murni perlu berdiri menentang penyesatan ini, menjadi pemenang dalam pekerjaan Ha Mashiah (Kristus) yang sungguh di dalam budaya kita.”

Kasih Elohim itu memiliki dua sisi koin.
Sisi pertama dari koin adalah ia rela berkorban, dan panjang sabar. Karakter Yeshua dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai berikut,  Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  (Yes 42:1, 3)
Sisi kedua dari koin akan kasih Elohim adalah ia tidak kompromi, menelanjangi perbuatan Setan, yakni dosa. Dengan kata lain Kasih Elohim = takut akan YAHWEH. Perhatikan ayat-ayat ini:

Hikmat berkata, Takut akan YAHWEH ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.  (Ams 8:13) karena takut akan YAHWEH orang menjauhi kejahatan.  (Ams 16:6)
Kasih Yeshua  kepada manusia tidak membuat Dia kurang ajar kepada Bapa-Nya, Yeshua memilih takut akan YAHWEH (Yes11:2-3) itu terbukti dengan teguran keras-Nya kepada para pemimpin agama, suatu ketika di Bait Elohim (Rumah Doa) Ia memporak-porandakan meja dagang dan mengusir para pedagang tersebut dengan cambuk yang Dia buat sendiri (Yohanes 2:14-21); memanggil orang-orang yang ingin membunuh-Nya sebagai ”anak-anak Setan” (Yoh 8:41 / Yoh 10:10a).

D. Jalan YAHWEH untuk menghancurkan belenggu dosa, dan kesimpulan illustrasi Arti dari Pertobatan
Mungkin Anda bertanya, mengapa Yeshua berbicara dan bertindak begitu kasar kepada ”sesama manusia”? Jawabannya sederhana! Dia tahu persis bahwa upah dosa adalah kematian kekal, memisahkan manusia selamanya dari hadirat Bapa-Nya yang diberkati. Yeshua menganut sistim ”Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Dan inilah bedanya antara sahabat sejati dengan musuh sejati: ”Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”  (Amsal 27:5-6)

Rasul Paulus memperingatkan kita untuk tidak bermain-main dengan kemurahan dan kesabaran YAHWEH, upahnya mengerikan, kemurahan Elohim itu mempunyai satu tujuan yaitu ”menuntun kita kepada pertobatan!” (Rom 2:4-8). Peringatan Paulus ini sejalan dengan perkataan Salomo: ”Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan YAHWEH, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.”  (Ams 28:14)

Jika ada orang yang mengajar bahwa Yeshua membenarkan perbuatan homosex karena Dia adalah pengasih, itu adalah tipuan Setan, mengapa saya berkata demikian keras? Sebab Alkitab menulis dengan jelas bahwa Yeshua memilih takut akan YAHWEH, dan Yeshua tidak mencari muka, nabi Yesaya bernubuat, ”Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.  (Yes 11:5)

Yeshua meminta umat-Nya bertobat segera sebelum Ia datang kembali sebagai Hakim:
”Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”  (Wahyu 3:3,19-22)

Kesimpulan:

  1. Hubungan homosex terbukti sangatlah membahayakan tubuh, merusak sistem kekebalan atau perlindungan tubuh kita melawan penyakit, melahirkan penyakit HIV dan diikuti kematian melalui AIDS.
  2. Terdapat hubungan yang kuat antara jumlah korban HIV/AIDS dalam suatu kota / negara bagian dengan tinkat kompromi kepada praktek homosexual di kota / negara bagian  tersebut
  3. Gerakkan persamaan hak bagi LGBT  aka gerakkan anti-homophobia adalah permainan politik para pemimpin Gereja Roma Katolik tertentu – memakai para LGBT untuk tujuan menggenapi agenda politik kotor mereka. Itu sama sekali bukan gerakkan yang didasari oleh keluhuran moral. Berkedok ”membela hak manusia” tetapi sesungguhnya ”menjerumuskan manusia kepada kehancuran tubuh dan jiwa” dan pada jangka panjang itu ”merusak tatanan sosial dan budaya manusia yang beradab.”
  4. Di dunia politik Yeshua Ha Mashiah tidaklah populer di masa hidup-Nya – juga tidak pada saat ini, Dia dimusuhi oleh para pemimpin agama dan politik oleh karena Ia berdiri di atas kebenaran; genaplah nubuatan raja Daud tentang Ha Mashiah yang berbunyi, ”Cinta untuk Rumah-Mu menghanguskan diri aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.” (Maz 69:10).
  5. Elohim mengutuki orang yang merusak dirinya sendiri dan menolak standard moral yang Dia telah tetapkan bagi setiap manusia –OXYGEN pemusnahan kota Sodam dan Gomora adalah bukti Elohim Yang Mahapengasih tidak berkompromi dengan dosa homosexualiti. Kesabaran-Nya menuntut pertobatan manusia.
  6. Orang Kristen dan lainnya haruslah menolong dan mengasihi para LGBT ini, berdoa dan bertindak sebisa mungkin membawa mereka keluar dari ikatan roh-roh akhir jaman ini.
  7. Elohim dan Firman-Nya tidak berubah, itu tetap sama; yang berubah adalah para pemimpin agama (khusunya Gereja Roma Katolik)

Setan memutarbalikkan fakta, menterror terang, kebenaran dan kasih yang murni dan suci, yakni kasih sorgawi; tetapi kebangkitan Adonai Yeshua Ha Mashiah telah mengalahkan Setan, dan kasih sorgawi mengalahkan ketakutan, sebab kasih sorgawi bukan saja yang terbesar (dibanding iman dan pengharapan; 1 Kor 13:13), tetapi ia ada kekal selamanya, seperti ada tertulis; Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia YAHWEH dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 103:15-18)

Saatnya sekarang kita kembali mengambil dan memperlajari buku ”Operating Instruction for God’s Creations,” untuk menghasilkan Manusia yang seutuhnya dan maksimal dalam kebahagiaan, kesehatan tubuh dan jiwa maka kita harus mengikuti sebaik mungkin isi dari ”buku petunjuk pemakaian dan perawatan” yang Dia telah tuliskan melalui para ahli-Nya (para nabi dan rasul). Berkat dan damai Elohim Yang Mahatinggi kiranya turun ke atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

Referensi dan Catatan Kaki:
[1] AIDS sebuah penyakit disebabkan dari infeksi HIV. HIV (human immunodeficiency virus) merusak sistem kekebalan – perlindungan tubuh kita melawan penyakit. HIV menyebabkan orang menjadi sakit dengan infeksi-infeksi yang biasanya tidak akan mempengaruhi mereka. AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. HIV memiliki sedikit atau tidak ada gejala untuk 10 tahun atau lebih sebelum gejala-gejala AIDS berkembang.  HIV & AIDS by Planned Parenthood
[2] Homosexual didefinisikan sebagai seorang yang mempraktekkan hubungan sex dengan jenis kelamin yang sama; memiliki ketertarikkan sex kepada orang-orang yang memiliki sex sejenis.
[3] Homosexuality and the Ancient Greeks[4] The Spirit Exercies of St. Ignatius, p. 141. Ignatius de Loyola adalah pendiri organisasi Katolik “Jesuit” (Jesus Sociaty / Serikat Yesus), organisasi ini adalah kepala dari pengajaran dan kebijakan dokma dan politk Vatikan dan Gereja Roma Katolik. Dari organisasi ini lahir para Crusaider  dan Inquisitor yang haus akan darah orang-orang kudus. Oleh sebab itu pimpinan utama Jesuit dipanggil sebagai “Black Pope / Paus Hitam.”
[5] Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, … yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Elohim, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.  (1 Petrus 2:9-10)
[6] Perlu diingat, para pemimpin Roma Katolik bukan berbicara untuk “membuka pelayanan pemulihan dari jemaatnya yang berprilaku homosexual, tetapi untuk memelihara kelenggangan praktek tersebut. Lebih tepatnya para pemimpin ini bukan berbicara untuk membela hak ‘jemaat’ atau ‘kaum awam’ tetapi sesungguhnya ‘membenarkan’ perbuatan praktek mereka sendiri. Tentang sakrament, jika Anda seorang Kristen (apapun denominasinya, asal bukan Katolik) maka gereja Katolik melarang Anda untuk mengambil bagian dalam sakrament Katolik, tapi welcome jika Anda Katolik dan pelaku homosex.
[7] Ratzinger, sebelum menjadi Paus, terbukti mengetahui skandal homosex di kalangan  para pendeta Katolik dan menerima pengaduan tentang pelecehan sex anak-anak yang para bawahannya telah lakukan; pembela HAM untuk anak-anak pernah menuntut Paus untuk diadili, namun kekebalan politik melindunginya.
[8] NYTimes mengutip surat resmi Paus (Roma 4 Nov. 2005) berjudul: “CONGREGATION FOR CATHOLIC EDUCATION: Instruction Concerning the Criteria for the Discernment of Vocations with regard to Persons with Homosexual Tendencies in view of their Admission to the Seminary and to Holy Orders[9] Did a Cross-Dressing Priest Sex Ring Bring Down Benedict XVI? By Barbie Latza Nadeau | The Daily Beast – (22/2/2013)
[10] Paus Francis (orang asal Itali besar di Argentina), menurut sebuah catatan kuno berusia 800 tahun diramalkan sebagai paus terakhir dan ujung kehancuran total Gereja Roma Katolik.
[11] On Gay Priests, Pope Francis Asks, ‘Who Am I to Judge?’
[12] Uskup Fellay adalah Jenderal Superior Masyarakat St. Pius X, suatu aliran Roma Katolik konserfatif menolak isi Dewan Vatikan II, percaya pada kuasa doa rosario.
[13] Bishop Fellay on Pope Francis: “We have in front of us a genuine Modernist!” by John Vennari. Catholic Family News (diambil 15/10/2013)
[14] No joke this time: Is the pope Catholic? Current bishop of Rome sets out to shake up Church 
[15] Pope Francis; Homosexuality. Wikipedia.org (Dikutip 15/10/2013)
[16] Dean of National Cathedral says that Not Supporting Gay Rights May Condemn You to Hell.Diambil dari AllChristianNews.com (9/10/2013).
[17] “AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah tingkat perkembangan tertinggi dari penyakit HIV. Penyebaran HIV yang paling umum adalah melalui hubungan sex tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HIV/AIDS, memakai alat suntik narkoba yang terinfeksi dan … menerima transfusi darah yang terinfeksi dan bayi-bayi yang lahir melalui para ibu yang terinveksi dapat menerima HIV dari ibu-ibu tersebut selama kelahiran atau dari breastfeeding. HIV tidaklah ditransmisikan oleh kontak umum seperti ciuman, memakai gelas yang sama atau pelukan;” ref: HIV & AIDS by Planned Parenthood . Para pria homo (Gay) umumnya memakai dubur (anus; English) sebagai pengganti vagina ketika berhubungan intim; tidak mengherankan bahwa korban HIV/AIDS berlipat ganda dibandingkan korban dikalangan Lesbian.
[18] amfAR, The Foundation for AIDS Research; Statistics: Worldwide. Source: UNAIDS reports on the global AIDS epidemic 2013; UNAIDS Fact Sheet 2013
[19] HIV/AIDS in the United States From Wikipedia
[20] AIDS in the United State dibuat oleh pemerintah Amerika department mencegahan AIDS. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang masalah ini bisa dilihat di HIV/AIDS Statistics and Surveillance
[21] amfAR; Statistics: United States. Sources: U.S. CDC and Prevention. Link sama dengan no. 21
Free speech doesn't mean careless talk[22] Most Gay-Friendly Cities (in the US) by nerdwallet.com (posted on 28/5/2013). Katogori Kota-kota yang sangat terbuka dengan gaya hidup homosexual (gay dan lesbian) meliputi tiga fator berikut: 1. Pemerintah mendukung penduduk gay secara hukum, 2. memiliki komunitas LGBT dan mendapat dukungan dari rekan sejenisnya, 3. Komunitas tersebut aman dan tolerant terhadap gays
[23] Data and Statistics provided by The Centers for Disease Control (CDC)Updated 1/30/2011
[24] Para Imam Katolik Sedang Sekarat Akan AIDS, Sering Diam-diam oleh Judy L. Thomas; 29/1/2000.
[25] Italian Magazine claims 98 per cent of priest in Rome are gays
[26] 17 Little-Known Facts About The Porn Industry by Rachel Hodin 7/6/ 2013.
[27] Gerakkan persamaan hak bagi pria homosexual adalah propaganda politik bisa dilhat pada nubuatan nabi Daniel tentang datangnya Pemimpin Tunggal Dunia (Antil-Kristus) yang tidak tertarik pada daya tarik sex para wanita. Baca pada Daniel 11:21-45, perhatikan ayat 37 tertulis “Neither shall he regard the God of his fathers, nor the desire of women, nor regard any god: for he shall magnify himself above all. (11:37, KJV). Ingat: kalimat tidak tertarik akan para wanita ini hanya terdapat pada terjemahan ‘kuno’ Alkitab Inggris atau yang berdasar manuskrip tua, termasuk Geneva, The Scriptures (TS98).
[28] RCC & AIDS
[29] CHARLES CHINIQUY, The Priest, the Woman and the Confessional, A former priest warns of the dangers of the confessional; Ch.7.
[30]CHARLES CHINIQUY, Fifty Years in the Church of Rome; The Abominations of Auricular Confession, Ch. 54

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog