Timur Tengah: Bulan Puasa Ramadan 1436 H 2015 diwarnai oleh banjir darah


Bulan Ramadan adalah bulan yang paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Secara tradisi orang Muslim di seluruh dunia berpuasa selama 40 hari tidak makan dari pagi hingga petang untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah. Sebagian Muslim lainnya percaya bahwa bulan Ramadan adalah bulan paling suci dan terbaik untuk berbuat bakti bagi Allah, bakti mereka akan lebih harum di hadapan Allah.

Baca lebih lanjut

Setan kalah bahkan terlebih lagi di saat-saat kemenangannya!


Mereka ini akan berperang dengan Anak Domba (Adonai Yeshua Ha Mashiah) dan Anak Domba akan mengalahkan mereka, sebab Dia adalah Tuhan para tuan dan Raja para raja, dan mereka yang bersama-Nya adalah yang terpanggil dan yang terpilih dan yang setia. (Wahyu 17:14)

“It is such fun to see, such fun to see Satan lose
It is such fun to see Such fun to see Satan lose
Jesus is the Winner man. The Winner man. The Winner man
Jesus is the Winner man. The Winner man all the time
….” Sebuah lagu proklamasi dari Ron Konely berjudul Jesus is The Winner Man; YouTube video mengalun dengan nada ceria

Baca lebih lanjut

Apakah nabi Muhammad yakin keselamatannya? – menurut Kuran dan Hadis


Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Sebaliknya, kasih yang sempurna membuang ke luar ketakutan, karena ketakutan mengandung hukuman, dan siapa yang takut , ia belum disempurnakan di dalam kasih – Rasul Yohanes (1 Yohanes 4:18)

Kata pengantar dari AnPerjalanan melalui Kuran kepastian keselamatan kekalggur Baru. Bulan Ramadan adalah bulan yang paling penting bagi umat Islam dari segala aliran, bulan dimana setiap Muslim berpuasa dan merendahkan hati mereka untuk mencari kehendak Pencipta mereka dengan tujuan berusaha untuk menyenangkan dan memuaskan-Nya. Oleh karena itu saya ingin menyumbangkan rasa perhatian saya kepada para Muslim melalui artikel ini – yang saya pikir bisa membantu menjawab pencarian dan pencapaian tujuan yang dimaksud.
Artikel ini adalah kutipan singkat dari karya tulis Sam Shamoun berjudul Was Muhammad certain of his Salvation? Examining the capriciousness[1] of Allah as the cause of Muhammad’s uncertainty (Apakah Muhammad yakin keselamatannya? Meneliti ketidak pastian Allah sebagai penyebab ketidak pastian Muhammad).
Kalimat atau huruf dalam tanda kurung siku “[…]” berasal dari penterjemah, bagaimanapun penebalan dan tanda kurung ”(…)” berasal dari sumber aslinya dan mengutip sumber aslinya, kecuali jika ditulis lain. Kutipan ayat Alkitab bahasa Indonesia diambil dari Kitab Suci Indonesian Literal Translation edisi II, kecuali ditulis lain.
Jika Anda berkesempatan dan mengerti bahasa Inggris silahkan langsung mempelajari artikel ini pada sumber aslinya: Was Muhammad certain of his Salvation?

Brother Sam Shamoun adalah seorang Apologist Kristen[2] untuk Islam. Ia lahir di Kuwait dari sebuah keluarga Irak Kristen – Gereja Timur bangsa Asyur (Assyrian) yang dikenal juga sebagai Gereja Nestorian, namun dikemudian hari ia menjadi seorang “Injili” dalam iman Kristennya. Ia aktif di http://answering-islam.org/ , http://www.answeringmuslims.com/ dan http://www.abnsat.com/
Brother Sam memiliki facebook: https://www.facebook.com/SamShamoun

Baca lebih lanjut