Tidak Perlu Nasehat, Tapi Pertolongan Nyata!


Bayangkan Anda telah terjatuh kedalam sebuah rawa lumpur-hidup. Rawa lumpur-hidup ini lambat tapi pasti mengubur Anda hidup-hidup. Sialnya, semakin Anda bergerak untuk keluar dari padanya semakin cepat membawa tubuh Anda tenggelam. Apa yang harus Anda lakukan?

Seorang pria lewat didepan Anda, ia nampak penuh pengetahuan dan pengalaman hidup, nampak dari wajahnya yang tua dan janggutnya yang putih seluruhnya. ”Tolong saya bapa Tua!,” Anda memelas. Bapak Tua berhenti dan berkata,”Anakku, tidakkah kamu melihat tanda bahaya itu? Kamu harus mendengarkan nasehat orang tuamu, dan patuhi mereka, tentu kamu akan selamat!” Kamu nampak mabuk karena bir, berhentilah minum-minuman keras.” Sementara bapa Tua bicara lumpur telah mencapai dada Anda. Ia melanjutkan perjalanannya setelah nasehat-nasehat mutiara disampaikan. Semua itu tidak menolong, Anda terus semakin dalam.

Lalu lewat pula pria usia lanjut, ia nampak seperti olahragawan, Anda berpikir ia pasti mampu menolong saya. Ia berhenti karena jeritan S.O.S. Anda. ”Aha, kamu tenggelam! Jangan kuatir! Perhatikan saya!” Ia mulai memberi Anda kursus kilat bagaimana berenang. ”Nah, sekarang kamu coba,”serunya dan pergi. Baru saja Anda bergerak untuk melakukan jurus pertama dari ”bagaimana berenang” sesuai petunjuknya, tubuh Anda semakin tenggelam lebih cepat! Lumpur sudah menyentuh leher Anda! Tidak menolong, bahkan membuat lebih runyam!!

Anda sudah putus harapan untuk hidup. Nasehat-nasehat tidak berarti. Usaha-usaha sendiri untuk keluar juga tidak berarti, bahkan membawa Anda semakin frustasi. Lumpur telah sampai kedagu Anda!

Kemudian seorang pria muda usia 30 tahunan lewat. Dengan suara yang tersisa dan air mata penyesalan bercampur pengharapan Anda berseru,”Tolonglah saya, janganlah pergi berlalu sebelum Tuan menyelamatkan saya!” Terdengar tidak keras, namun keluar dari hati yang dalam. Pria muda ini berhenti dan melihat kepada Anda. Tanpa sebuah katapun keluar dari mulutnya, Ia mematahkan sebuah cabang pohon, Ia mengulurkannya kepada Anda, dan segera Ia menarik Anda keluar dari lumpur yang mematikan tersebut!

Filsafat itu bagus dan berguna selagi kita hidup, namun ketika kematian menanti Anda, ia tidak ada artinya. Kung Fu Tzu, seorang filsafat Cina yang sangat bijaksana suatu hari ditanya oleh muridnya, ”Apa itu kehidupan setelah kematian?! Filsuf tua ini menjawab dengan rendah hati, ”Anakku, kematian saja aku tidak tahu, apalagi tentang ”kehidupan setelah kematian!”

Agama-agama dibuat dan diajarkan oleh manusia untuk manusia. Inti dari setiap ajaran agama ialah ”bagaimana manusia bisa menyenangkan TUHAN, karena manusia berpikir bahwa, ”mungkin dengan kita menyenangkan DIA, kita terlepas dari lumpur kematian kekal” Maka dibuatlah jurus-jurus ”tata- ibadah sembayang, ”larangan-larangan dan keharusan-keharusan dalam kehidupan,” Jika kita berhenti sejenak untuk berpikir, kita akan sadari bahwa semakin kita berusaha keras untuk melakukan semua ”aturan-aturan agama” semakin kita frustasi dan tenggelam di dalam lumpur dosa kita (Roma 7:5). Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang bisa melepaskan dirinya sendiri dari lumpur dosa melalui perbuatan baik atau aturan-aturan agama! TUHAN terlalu suci dan manusia sebaliknya, selalu berkecenderungan untuk berbuat jahat, egois dan penuh hawa napsu duniawi. Bagaimana mungkin tangan yang kotor bisa mecuci piring agar bersih!?

Terima kasih kepada YAHWEH (TUHAN)! IA tidak datang hanya memberi nasehat dan ajaran, namun IA datang dengan pertolongan nyata (Roma 5:8; Yoh 3:16). IA datang kedalam dunia dalam wujud manusia Yahshua (Yesus) (Yoh 1), Kita yang seharusnya menanggung penderitaan dari dosa dan kesalahan kita, kita yang seharusnya terhukum mati untuk dosa kita (Roma 6:23), dibebaskan dari semuanya itu oleh pengorbanan diri-Nya sendiri di kayu salib di bukit Golgota (1 Pet 2:24; 3:18). IA yang suci dan tidak berdosa dijadikan berdosa oleh karena menanggung dosa kita (2 Kor 5:21; Gal 1:4).

Tugas YAHWEH untuk menyelamatkan ciptaan-Nya telah selesai sepenuhnya, saat Yahshua Messias mati tersalib, sebagaimana Yahshua sendiri berkata, ” “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. “It has been accomplished!” And bowing His head, He gave up His spirit. (The Scriptures ‘98+) (Yoh 19:30)

Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkan Anda menyelesaikan bagian dari tugas Anda dalam proses penyelamatan diri Anda sendiri dari kematian lumpur dosa? Bagian Anda hanyalah meresponi uluran pertolongannya menggambil dan memegang kuat-kuat “cabang pohon didepan Anda” seperti cerita di atas, yaitu “Jaminan Keselematan melalui pencurahan Darah Domba Anak Elohim di ’mesbah korban’ bukit Golgota!!” (Ibrani 9-10).

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Yoh 5:21-24

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Yohanes 12:46

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Kesaksian, Pergi Antri


Sepasang suami-istri dari sebuah kota di Inggris terpanggil untuk menjadi pegiinjil di Afrika. Suatu badan misi di kota London telah bersedia mengutus mereka. Mereka merupakan pasangan yang cinta Yahweh Seluruh hidup mereka mereka telah beri untuk Yahweh, bahkan hampir seluruh gaji dari Mr. Rees Howells diberikan untuk pelayanan dan orang-orang miskin. Keuangan mereka cukup untuk makan sehari-hari. Pulang kerja dari pertambangan batu-bara, pulang makan dan langsung pelayanan. Kegiatan rutin Mr. Howells diluar jam kerja adalah berdiam diri dihadapan Yahweh dan melayani orang-orang miskin dan korban minuman keras.

Hari-hari keberangkatan ke Afrika sudah dekat. Mereka harus terlebih dahulu ke kota London kekantor misi untuk diutus. Pada saat itu kereta api adalah transportasi yang paling handal untuk perjalanan jauh. Seminggu sebelum keberangkatan mereka ke London, uang tiket kereta api masih belum ada. Setiap pagi mereka memeriksa kotak pos mungkin ada uang datang untuk mereka. Lalu tibalah hari keberangkatan, barang-barang sudah dipak, uang tiket masih belum ada. Namun mereka tetap percaya itu pasti tiba, ”mungkin di stasiun kereta api!” Pagi itu, diantar oleh keluarga dan rekan terdekat yang penuh suka-cita, berjalanlah mereka kestasiun. Mr Howells sambil berjalan, ia berpikir, apa yang ia bisa lakukan, mereka berdua hanya punya uang 10 shilling. Tanpa bercerita kesusahan mereka berdua, mereka membeli tiket untuk stasiun terjauh yg mereka bisa dapatkan dari nilai uang tersebut, stasiun Llanelly, lalu menunggu dua jam lagi untuk nyambung ke tujuan akhir, London.

Sebagian rekan mereka masih terus mengantar, di kereta api mereka tidak putus-putusnya bernyanyi dan bersukaria melepas rekan mereka ke Afrika. Pikiran datang kepada saya, ”Pastilah saya akan bisa bernyanji lebih baik, jika saya telah punya uang!”

Kami makan pagi dengan teman-teman di Llanelly. Uang juga belum datang. Dan kereta ke London akan segera datang. Roh Kudus bicara dan berkata, ”Jika kamu punya uang, apa yang akan kamu lakukan?” ”Pergi ke loket untuk antri,” saya berkata. ”Nah, tidakah kamu berkotbah bahwa janji-Ku setara dengan koin yang berlaku? Kamu lebih baik pergi dan antri.” Tidak ada sesuatu yang bisa aku lakukan kecuali taat. ’Ada 12 orang didepan saya, mereka mendapat tiket satu persatu. Iblis terus bicara kepadaku, ”Nah sekarang tinggal beberapa orang di depanmu, kamu akan pergi dari loket tanpa tiket. Ketika tinggal dua orang didepan saya, tiba-tiba seorang keluar dari kerumunan dan berkata, ”Maaf kan saya, saya tidak dapat menunggu lebih lama, saya harus buka toko saya.” Ia megucapkan selamat jalan dan memberi 30 shilling ditanganku! Itu sungguh indah, merupakan test awal dari apa yang Yahweh dapat lakukan di Afrika, jika kita taat.

Setelah saya dapat tiket, rekan-rekan barulah memberi hadiah-hadiah kepada saya, Yahweh telah menahan mereka sampai kami telah lewat uji. Kami berdua bernyanyis sepanjang jalan ke London!

Setelah tiba, Ketua misi, Mr Head, meminta mereka untuk bisa makan pagi bersama esok harinya. Pagi itu ia berkata kepada mereka, bahwa ia sesungguhnya telah punya £50 untuk mereka., tetapi … ia tidak mengeposkannnya. ”Terima kasih kepada Yahweh, bahwa kamu tidak lakukan itu,” Mr Howells berkata, dan menambahkan untuk dirinya sendiri, ”jika terkirim, saya tidak akan mendapat ujian untuk berdiri antri!”

Disadur dari REES HOWELLS – INTERCESSOR, karya Norman Grubb. http://www.normangrubb.com

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Hiduplah Kudus Sebab AKU Kudus


“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohim mu, kudus. Imamat 19:2

Perintah ini ditujukan kepada orang-orang Israel suatu umat yang telah dipilih-Nya sesuai perjanjian-Nya yang Ia telah ikat kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel). Juga kepada setiap orang yang bukan sedarah-daging dengan keturunan Abraham, namun yang telah menerima Yahshua Ha Mashiah.

Untuk mengerti dengan benar perintah YAHWEH ini, kita harus tahu apa itu “kekudusan” dan “standard kekudusan” yang Ia tentukan. Tidak mengerti “betapa kudusnya YAHWEH ,” Elohim pencipta alam semesta ini, kita akan gagal melakukan perintah di atas.

Yesaya 40:25,28 merupakan kunci keberhasilan dan kegagalan manusia untuk bisa hidup sesuai dengan Firman-Nya, “Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia (berhala)? firman Yang Mahakudus. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? YAHWEH ialah Elohim kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Bacalah artikel “Kekudusan YAHWEH.” untuk mengerti kekudusan Elohim, YAHWEH yang telah memerintahkan kita untuk hidup kudus.

YAHWEH itu Elohim yang radikal, IA tidak suka melihat umat-Nya setengah-setengah. Dalam Wahyu 3:16, Yahshua berkata, Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. dan juga,

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Wahyu 22:11

Dua kondisi seorang yang telah menerima Yahshua sebagai Yahweh dan Juruselamatnya:

1. Dibenarkan (Justified)
Saat seseorang mengaku dosa kepada Bapa Surgawi, percaya dan menerima korban Yahshua di bukitGolgota, saat itu juga darah Anak Domba Elohim Yahshua Ha Mashiah menghapuskan semua dosanya. Ia telah menjadi orang benar dimata YAHWEH . Ia terhitung sebagai orang yang kudus dan tidak bercacat. Karenanya, Alkitab Perjanjian Baru memanggil mereka “orang-orang kudus.”

2. Dikuduskan (Sanctified) – kehidupan orang Kristen sehari-hari.
Melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam kita, kita ada dalam proses pengudusan sedikit demi sedikit dan mencapai kesempurnaannya saat Yahshua datang kedua kalinya. Ef 5:26-27. Ada empat unsur yang Roh Kudus ingin kerjakan dalam diri kita, dan semuanya ini hanya bisa berhasil jika kita memberi hidup kita pada pimpinan-Nya.

  1. Dipisahkan dari (separated from) (dipilih keluar dari) (Kej 12:1; Kej 6:5-8; 1 Pet 2:9; 1 Pet 1:2)
  2. Dibersihkan dari (purified from) (Kel 19:10; Ibr 9:13-14; Roma 6:4; 1 Kor 6:11)
  3. Disiapkan untuk  (prepared for) (Kel 28:41; 1 Tes 5:23)
  4. Dipersembahkan kepada (dedicated unto) ( Roma 12:1; 2 Tim 2.21)

Dr. Watchman Nee dalam bukunya “Hancurnya Insan Keluarnya Roh” (artinya: matinya keinginan daging kita akan menghidupkan roh kita; Roma 8:1-14 dan Gal 5:19-24) mengatakan bahwa lama atau cepatnya proses “Keluarnya roh” atau “buah-buah Roh Kudus” (menurut Paulus) tergantung dari berapa banyak kita meluaskan Roh Kudus memimpin kita. Keempat faktor di atas ini melibatkan seluruh kehidupan kita – jiwa dan tubuh: pola pikir, kehendak, keinginan dan gaya hidup. Ini tugas kita, Roh Kudus akan membantu kita. Maka sangat tepatlah perkataan firman-Nya: Kuduslah kamu, ini suatu kalimat perintah untuk setiap umat-Nya.

Jika Anda telah jatuh (dan dikemudian hari terjatuh) ke dalam dosa, janganlah putus asa dan menyerah. Belajarlah kepada raja Daud, Mazmur di bawah ini adalah permohonan doa dari dosanya yang yang paling dalam. Selalu ada pengampunan dan pengharapan bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari belas kasihan Elohim. Ia bertobat dan kembali pada proses perjalanan kehidupan yang kudus.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Elohim, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Elohim, Elohim keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya YAHWEH bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Elohim ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Elohim. Mazmur 51:9-19

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Kekudusan YAHWEH


[A]ku (Nabi Yesaya) melihat YAHWEH duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni YAHWEH semesta alam.” Yesaya 6:1-3,5.

[A]ku (Rasul Yohanes murid Yahshua) melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Elohim YAHWEH Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya YAHWEH dan Elohim kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Wahyu 4:1,8-11.

Ketiga perwujudan Elohim (God) adalah kudus. Bapa Surgawi adalah kudus (Yoh 17:11), Putra adalah kudus (Luk 1:35, Kis 4:30, Yoh 6:69, Mar 1:24) dan Roh-Nya juga kudus, itu nampak dari nama-Nya, Roh Kudus. Teriakan tiga kali ”Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH!” dengan jelas menyatakan itu.

Kekudusan adalah kualitas Elohim, itu bagian dari beberapa sifat-Nya atau karakter-Nya. Sekalipun Ia mahakuasa (omnipotent) bisa melakukan apapun, Ia tidak akan bertindak melawan karakter-Nya. Jadi Ia tidak bisa menjadi tidak kudus. Kekudusan adalah berbuat sesuatu dan ada benar. Itu bukan tentang membelokan hukum. Ada kudus artinya ada adil sepenuhnya, murni dan benar. YAHWEH tidak dapat mengabaikan kesalahan (Hab 1:13). Dia adalah Hakim Yang adil (Yes 5:16).

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Wah 3:7

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para el (gods) , ya YAHWEH; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? Kel 15:11.

Firman YAHWEH mencatat kualitas-kualitas Elohim (God) pencipta kita, diantaranya: mulia (sangat terhormat), api yang menghanguskan, selalu siap untuk bertindak, serius (pasti melakukan apa yang Ia katakan). Karena alasan-alasan ini, YAHWEH haruslah ada ditakuti dan dihormati. Nabi-nabi-Nya banyak kali bicara tentang kemarahan-Nya (Yeh 13:13-16), kemaraha-Nya seperti api yang tidak terpadamkan (Yeh 8:2). Konsep api nereka merupakan satu wujud dari kekudusan YAHWEH (Yeh 22:17-31).

Kekudusan YAHWEH juga memiliki sisi yang menghibur dan menguatkan bagi mereka yang mencari pertolongan-Nya. Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Yes 57:15

Ketika Alkitab berkata bahwa nama-Nya adalah kudus, ini mengkaitkan kepada reputasi-Nya yg ada diantara kita, umat yang telah ditebus-Nya. Untuk menjaga nama-Nya tetap kudus, sering kali Ia bertindak menyelamatkan umat-Nya, contohnya: Lahirnya kembali negara Israel (1948) bukanlah karena kehebatan dan kebaikan orang Isreal (Yeh 36:20-36), jawaban doa, kesembuhan dan mujizat tetap terjadi di dalam pelayanan kita maupun kehidupan pribadi – di saat kita berada di lembah keduniawian – itu semua karena Ia menjaga kekudusan-Nya (2Tim 2:13).

Kematian Yahshua di bukit Golgota adalah pertmuan yang sempurna antara kasih Elohim dan kekudusan-Nya (adil dan benar).

Kekudusan-Nya: 1. Hukum-Nya berkata ”Orang yang berbuat dosa harus mati!” dan ”Upah dosa adalah maut, kematian kekal.”(Yeh 18:4;Roma 6:23; Kej 2:17; Yes 3:11). Ia harus menebus kita yg berdosa untuk bisa bebas dr api neraka. Keperkasaan-Nya tidak bisa dipakai dalam ”misi keselamatan,” atau Ia akan disebut oleh Iblis sebagai Elohim yang ”tidak adil dan tidak benar” melanggar hukum-Nya sendiri. 2. Putra-Nya yang sangat dikasihi-Nya – yang tidak berdosa telah menjadi berdosa karena menanggung dosa seisi dunia. Bapa surgawi meninggalkan Yahshua (Yesus) di Golgota sendirian, karena mata Bapa terlalu kudus Ia tidak dapat melihat dosa (Hab1:13), itulah sebabnya Yahshua berseru, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: El-Ku, El-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kasih-Nya: Firman-Nya yang kudus (dipanggil sebagai Putera Elohim) menjadi manusia (Bapa Surgawi menamainya Yahshua – YAHWEH Menyelamatkan) (Yoh 1:1,14). YAHWEH sungguh mengasihi setiap manusia sehingg Ia mengutus Putera-Nya yang tunggal mati tersalib untuk menebus kita dari hukuman kematian supaya setiap orang yang percaya kepada Yahshua tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Akan tetapi Elohim menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus (Mashiah) telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8).

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Elohim (yaitu: Yahshua Ha Mashiah). Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Yoh 3:18-19. Pilihan ada ditangan Anda sendiri.

Tawaran hidup kekal dari YAHWEH sudah tersedia untuk setiap manusia, bagian kita hanyalah percaya kepada perkataan Yahshua dan menerima apa yang Ia telah kerjakan di kayu salib di bukit Golgota dua ribu tahun yang lalu.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.