The Word of God (Holy Bible) says about freedom of speech and expression


Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:18-19)

Konflik keras antara kelompok pro dan kontra akan hak kebebasan berbicara (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) sedang terjadi di depan mata kita oleh karen iklan film Innocent of Muslims dan diikuti oleh karikatur Muhammad buatan Charlie Habdo.
Apakah yang sesungguhnya Firman YAHWEH, Alkitab, tulis tentang kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat? Apakah ajaran Kristianiti mendukung kedua hal tersebut atau menolaknya? Bagaimanakah kita harus bersikap atas hal ini?

Difinisi kebebasan berbicara: The right, guaranteed by the First Amendment to the United States Constitution, to communicate ideas and opinions without government intervention (law.yourdictionary.com).
Dalam prakteknya hal ini dapat dilakukan bukan saja dengan mulut, tetapi juga melalui karya tulis, segala bentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film.

1. Sekilas sejarah Kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat di Eropa. Kebebasan berbicara dan kebebasan menyatakan pendapat adalah hak secara politik untuk mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan ide-ide seseorang melalui berbicara. Hak ini diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di dalam Artikle 19 dari Universal Declaration of Human Right dan diakui di hukum HAM internasional pada the International Covenant of Civil and Political Rights (ICCPR).

John Stuart Mill (Tokoh filsafat Inggris, 1806-1873) dalam bukunya ”On Liberty” berargument bahwa tanpa kebebasan manusia tidaklah akan ada perkembangan di dalam ilmu pengetahuan (science), hukum atau politik; sebab itu, menurut Mill, diperlukan kebebasan mendiskusikan pendapat. Ia yakin, kebenaran mengusir kesalahan, karenanya bebas mengexpresikan  ide-ide tersebut, benar atau salah, haruslah tidak perlu ada ditakuti. Bukunya yang diterbitkan di tahun 1859 telah menjadi pertahanan klasik bagi hak untuk kebebasan mengungkapkan pendapat.
Namun Mill percaya bahwa “kebenaran itu selalu berubah.” [Secularism melihat bahwa kebenaran ini bergantung dari budaya, dan kesepakan suara terbanyak; Christianity melihat kebenaran sebagai suatu yang absolute, dan tidak berubah karena Elohim bersifat tidak berubah].

Kebebasan berbicara dan atau mengungkapkan pendapat sudah dikenal dalam budaya Yunani di akhir abad ke 6 atau awal abad ke 5 BC.

2. Firman YAHWEH mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat, tetapi juga memperingati para pelaku kedua hal tersebut.
Elohim memberikan kepada setiap manusia kehendak bebas (free will), Elohim mengasihi manusia dengan tulus dan kehendak bebas-Nya, dan Ia juga berharap manusia mengasihi Dia dengan hati yang tulus, berdasarkan kehendak bebas, bukan karena paksaan atau ancaman, jika tidak demikian maka Dia cukup menciptakan manusia seperti robot (benda mati yang dapat bergerak dan berbicara). Kita bukanlah robot, bahkan kita diciptakan-Nya lebih tinggi derajatnya dari segala binatang (Kej 21:20-21). Kita diciptakan Elohim sesuai dengan gambar dan rupa-Nya dan tercipta melalui karya tangan-Nya sendiri. (Kej 1:26).
Benar bahwa hak kehendak bebas itu sepenuhnya milik manusia, namun Elohim membuat suatu hukum, yakni setiap kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat (dalam bentuk perkataan, perbuatan, bahkan pikiran) (Wahyu 22:12).

2.1. ‘Alkitab, Firman YAHWEH, mendukung hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat. Kedua hal ini adalah bagian dari kehendak bebas yang YAHWEH, Elohim Pencipta, telah berikan kepada manusia. Jika ada manusia yang mengontrol manusia lain, maka pengontrol tersebut tanpa ia sadari ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim, bahkan berlaku dan berpikir lebih tinggi kuasanya dari Elohim penciptanya; inilah yang disebut dosa menghujat Elohim (blasphemy). Berikut ini contoh-contoh di Alkitab yang mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan mengungkapkan pendapat (freedom of expression):

2.1.1. Korah, Datan, Abiram dan On berontak kepada nabi Musa dan Harun. (Kitab Bilangan 16). Sekitar 1450 BC.
Keempat orang ini beserta 250 tokoh masyarakat dengan bebas menyampaikan protes mereka,  bahkan melontarkan tuduhan kepada nabi Musa, seorang yang terkenal dengan mujizat-mujizatnya yang sangat luar biasa dan bahkan sering berhadapan muka dengan hadiran YAHWEH (Ul 34:10-12), mereka berkata: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan YAHWEH ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah YAHWEH?” (ay 3). Jangan coba-coba melalukan hal ini kepada President Mesir yang baru, Muslim Brotherhood, Anda langsung akan dihukum salib!

Apakah reaksi nabi Musa? “Sujudlah ia.” (ay.4; ITB), versi lain ”lalu tersungkurlah dia  pada mukanya” (ILT; sama dengan KJV). Musa menunjukkan bagaimana inginnya dia untuk ada berserah kepada mereka, dan bagaimana senangnya dia untuk melepaskan kepemerintahannya jika memang Elohim berkehendak. Ayat 5; Ia menyerahkan perkara ini kepada Elohim, ia berkata: ”Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan …”

Datan dan Abiram yang telah meninggalkan tenda pertemuan ini lebih awal, menolak dengan tegas panggilan Musa, berkata “Kami tidak mau datang. Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” (Ay 12-14).
Jika Anda adalah nabi besar seperti nabi Musa, apakah reaksi Anda atas jawaban ketus dan tidak berdasarkan kebenaran ini? Elohim mengenal hati nabi Musa-seorang hamba yang sangat lembut (Bil 12:3), tentunya Dia bisa langsung menurunkan api dari langit membakar para anti-kepemimpinan nabi Musa dan Harun tersebut; namun Dia tidak melakukannya! Nabi Musa pun tidak menghukum keduanya, sebaliknya ia menantang Korah dan kelompoknya untuk membuktikan kebenaran pendapat dan tuduhan mereka di depan YAHWEH, esok harinya.

Miryam dan Harun pun pernah mengungkapkan pendapat melawan nabi Musa oleh sebab ia menggambil wanita Kush sebagai isterinya. Nabi Musa tidak berbuat apa-apa, tetapi YAHWEH sendiri yang mengadili kasus perselisihian mereka. (Bil 12).

2.1.2. Masalah free speech yang lebih kritis. Sebelum peristiwa free speech dan free expression Korah Cs. ini, juga telah terjadi hal sejenis, bahkan lebih parah lagi, semua orang Israel bersungut-sungut kepada nabi Musa dan Harun setelah mendengar laporan yang provokatif (dilebih-lebihin) bahwa musuh mereka adalah para raksasa dan mereka adalah belalang, ”Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang (menjadi budak kembali) ke Mesir?” (Bil 14:4). Firman YAHWEH mencatat apa reaksi Musa dan Harun. “Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. (ay. 5).
Musa dan Harun dibela oleh Yosua dan Kaleb; melalui bakar rumah dan membunuh dengan pedang para pemberontak tersebut? TIDAK sama sekali!!
Yosua dan Kaleb membela pemimpin mereka melalui hak kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat pula. Keduanya merobek baju mereka (freedom of expression) dan mengangkat suara mereka (freedom of speech). Baca ayat 6-9.
Tiba-tiba YAHWEH menampakkan diri di tengah-tengah mereka melalui wujud tiang awan (Ul 31:15) dikarenakan rakyat ingin membunuh Yosua dan Kaleb dengan lemparan batu (ay.10). YAHWEH siap menghukum mereka atas  “pemberontakan” dan “kejahatan main hakim sendiri,” namun Musa bersyafaat melunakkan hati Elohim dan memohon pengampunan Dia untuk bangsa Israel yang telah berdosa tersebut. YAHWEH merubah pikiran-Nya dan mengampuni mereka (ay. 11-24).

Nampak sekali bahwa hukum dan budaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah terwujud pada awal lahirnya bangsa Israel abad 14 Sebelum Masehi (BC).

2.1.3. Free speech dan free expression nampak dalam kehidupan ajaran Yeshua Ha Mashiah. Sekitar tahun 30 AD.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Mat 10:27)
Di atap-atap rumah;” Anda yang pernah ke-negara-negara Timur Tengah pasti tahu bahwa atap-atap rumah mereka adalah datar (umumnya untuk menjemur dan bermain), atap rumah adalah mimbar untuk berbicara kepada masyarakat. Yeshua sering kali naik ketempat yang lebih tinggi ketika Ia ingin berbicara kepada para pendengarnya: naik keatas perahu, kotbah di bukit.

Jawaban Yeshua atas pertanyaan imam besar mengenai murid-murid-Nya dan ajaran-Nya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Elohim, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” (Yoh 18:20-21). Tiga setengah tahun Yeshua berbicara, berdebat dan mengajar di jalan-jalan dan tempat ibadah (termasuk di Bait Elohim), bukan hanya murid-murid-Nya telah tahu apa yang Ia katakakan tetapi juga semua orang Israel yang telah mendengar-Nya.

Ketika seorang tentara agama Yahudi menampar pipi-Nya, karena menganggap jawaban tersebut tidak sopan, Yeshua menunjukkan kebebasan mengungkapkan pendapat-Nya (freedom of expression),  “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (ay 23).

Main pukul atau kekerasan jika tidak setuju atas perkataan atau ekpresi seseorang sangatlah ditentang oleh Yeshua, Adonai Yeshua mengajar “jika suatu perkataan salah, tunjukkan dan buktikan kesalahannya.” Dengan kata lain, bagawalah masalah tersebut kepengadilan jika Anda berpikir suatu pernyataan itu salah, tetapi jangan main hakim sendiri.

2.1.4. Rasul Paulus juga melakukan Free speech dan free expression. Segera setelah kenaikkan Yeshua ke Sorga. Bacaan Kisah para Rasul pasal 21 dan 22.
Paulus terancam dibunuh oleh rakyat yang terhasut oleh orang Yahudi yang anti Paulus ketika ia ada di Yerusalem. Main hakim sendiri rakyat Yerusalem atas Paulus terhenti oleh kehadiran tentara-tentara Romawi (21:31-32). Sebelum ia dibawa keluar dari kerumunan masa yang marah itu untuk dibawa ke markas Romawi, ia berbicara kepada tentara Romawi tersebut dengan bahasa Yunani untuk meminta diri berbicara kepada orang-orang Ibrani yang marah tersebut (ay 37-40). Pasal 22 adalah penerapan dari hak kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat rasul Paulus (ay 1-21), yang berakhir kembali kepada kemarahan rakyat. Tentara Romawi yang tidak mengerti apa yang terjadi (karena tidak mengerti bahasa Ibrani, bangsa yang mereka jajah) lalu membawa Paulus kemarkas mereka untuk dicambuk (ay 24). Kembali Paulus memakai haknya“Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Romawi, apalagi tanpa diadili?” Para tentara dan kepala pasukan ini menjadi takut. (ay 25). Disini Anda lihat bahwa kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat telah dianut oleh bangsa Romawi (Italia sekarang ini); bangsa Romawi mengadopsi budaya tersebut dari bangsa Yunani. Roma juga mengadopsi agama Yunani.

2.2. Firman YAHWEH memperingati bahaya kebebasan berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api;… sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3:5)
Pertama-tama, ketahuilah penyalah gunaan hak kebebasan berkehendak / freedom of will (dengan segala bentuknya; termasuk freedom of speech dan freedom of expression) yang manusia dapatkan dari Elohim terjadi pada semua kelompok, tidak saja orang Barat sekuler, namun juga termasuk para pemimpin Roma Katolik dan para pemimpin Islam terhadap bangsa dan negara Israel.

Akar masalah manusia sesungguhnya bukan pada lidah dan mulut manusia, tetapi hati dan pikiran kita, seperti peryataan Yeshua kepada para ahli agama soal makanan najis (haram), “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”  (Mark 7:14-15), Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (ay. 20-23)

Para pemakai hak kebebasan berbicara  (freedom of speech) dan kebebasan mengungkapkan pendapat (freedom of expression) bisa berargument bahwa mereka tidak bermaksud memprovokasi pribadi atau kelompok tertentu, atau sekedar humor belaka, sederhananya “hanya sekedar memakai hak mereka,” yang memang secara hukum pemerintah dibenarkan.

Kita mungkin terbebas dari pengadilan negara (yang hanya dapat melihat fakta), tetapi kejahatan hati dan pikiran kita tidak bisa disembunyikan di hadapan YAHWEH yang mampu melihat hati dan pikiran kita, Ia mengetahui setiap motivasi kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita semua untuk hidup benar, ”Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Ha Mashiah (Kristus), supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Kor 5:9-10).

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: