Yeshua/ Yahshua adalah YAHWEH Yang Terlihat!


Kata Yahshua kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah Elohim?masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Elohim! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Elohim? (Yoh 10:34-36)

Lalu Yahshua bertanya kepada mereka (para rasul): “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:15)

Pertanyaan tentang siapakah Yahshua sesungguhnya tetap menjadi suatu diskusi yang terus-menerus sejak keberadaan Yahshua dua ribu tahun sampai hari ini. Pertanyaan Yahshua ini tentang ”siapakah diri-Nya” sangatlah penting untuk Anda dan saya jawab. Kepentingan ini bukanlah untuk Yahshua, tetapi untuk kita sendiri, untuk Dia pribadi, itu tidak penting apa yang kita pikir tentand diri-Nya, sebab Ia sendiri tahu siapa diri-Nya.

Pertanyaan ini penting bagi setiap kita sebab pengetahuan kita akan Yahshua menentukan hidup kita bukan hanya di bumi ini saja tetapi juga di kehidupan kekal yang akan datang!

Jika pengetahuan kita salah tentang Yahshua salah, maka cara pikir dan hidup kita juga menjadi salah. Tetapi jika pengetahuan kita benar tentang siapakah sesungguhnya Yahshua, maka kita akan mendapatkan apa yang Dia sudah janjikan, upah ini tepat seperti perkataan  Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. (Mat 10:41). Karena pentingnya pesan ini sehingga rasul Markus dan Lukas mencatat pertanyaan yang sama di atas sebagaimana rasul Matius telah mencatat (Mar 8:29; Luk 9:20).

Menurut Anda, siapakah Yahshua Ha Mashiah / Jesus Christ / Yesus Kristus / Isa Al-Masih?
Yahshua menyatakan di depan orang banyak bahwa Ia lebih besar dari sekedar seorang nabi besar yang terbesar sekalipun:

  • Ia berkata bahwa Yohanes Pembaptis ialah bukan sekedar seorang nabi YAHWEH, tetapi lebih dari pada nabi dan Ia menambahkan: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis (Mat 11:9, 11; Luk 7:26, 28). Degan perkataan ini Yeshua menyatakan bahwa nabi Musa sekalipun lebih kecil kenabiannya dari pada kenabian Yohanes Pembaptis, apalagi yang lainnya.Dan pada ayat 10, ayat diantara 9 dan 11 tersebut, Ia membuka rahasia diri-Nya sendiri, yaitu Yohanes Pembaptis hanyalah seorang penyiap jalan bagi pelayanan-Nya. Yohanes Pembaptis, yang memiliki roh nabi Elia, sendiri meneguhkan pernyataan ini, ia berkata:  “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”  (Mar 1:7; juga pada Luk 3:16 & Yoh 1:27)
  • Ia berkata kepada seorang wanita Samaria yang percaya bahwa Mesias / Mashiah akan datang, ”Akulah Dia , yang sedang berkata-kata dengan engkau.” (Yoh 4:26)
  • Di lain waktu Ia menyatakan bahwa Ia adalah Aleph dan Tav (Ibrani) / Alfa dan Omega (Yunani) seperti huruf Indonesia A dan Z, yang Ia maksudkan adalah bahwa Ia adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dengan kata lain keberadaan-Nya adalah kekal selamanya. Empat kali Ia menyatakan diri-Nya sebagai ”Alfa dan Omega” di kitab Wahyu. (Wah 1:8;17-18; 2:8; 21:6)

Pernyataan Yahshua sebagai Alfa dan Omega berarti Ia mensejajarkan diri-Nya dengan YAWHEH, seperti tertulis di kitab nabi Yesaya:

  • Aku, YAHWEH, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.
  • (Yes 41:4b)
  • Beginilah firman YAHWEH, Raja dan Penebus Israel, YAHWEH semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Elohim selain dari pada-Ku. (Yes 44:6)
  • “Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian! (Yes 48:12)

Jika kita membaca Yesaya pasal 32-35 kita akan melihat dengan jelas pertukaran kata-kata Deiti yang menyatakan bahwa Yahshua adalah YAHWEH yang berbicara di Perjanian Lama, mari kita lihat;

Ketahuilah bahwa kitab Yesaya yang terdiri dari 66 pasal ini sesungguhnya terbagi dalam dua kelompok (pasal 1-39 dan 40-66). Alkitab tidak memiliki pasal dan ayat pada mulanya, pasal dan ayat dicantumkan pada abad modern ini.

  • Pasal 32: Nubuatan akan bangkitnya seorang raja yang benar dan adil (1) dan pencurahan Roh Elohim untuk merestorasi penduduk Yerusalem (15)
  • Pasal 33: YAHWEH membuat Zion /Sion penuh keadilan dan kebenaran (5), Zion akan aman dan takut akan YAHWEH (6). Orang-orang berdosa di Zion dan yang tidak mengenal YAWHEH (the heathen; Lamsa Bible/LB) takut akan api yang abadi (14). Namun orang benar akan melihat raja adil dan benar ini dalam kemegahannya (15-17). YAHWEH adalah Hakim kita, Pemberi-hukum kita, Raja kita; dan Ia adalah Penyelamat kita [huruf P besar] (22; LB)
  • Pasal 34: YAHWEH murka atas segala bangsa dan Ia membalas mereka karena kejahatan mereka atas Zion (1-6)
  • Pasal 35: YAHWEH menguatkan umat-Nya: ”Kuatakan hatimu, janganlah kecut; ketahuilah Elohim-mu, Pembalas sedang datang, Elohim Juruselamat [huruf J besar] sedang datang untuk menyelamatkan kamu.” (4; LB). Ia membabaskan umat-Nya dan pulang ke Zion dengan sukacita (10).

Dari pasal-pasal ini kita temukan bahwa YAHWEH telah menjanjikan datangnya seorang raja benar dan adil, yang pusat pemerintahan-nya di Zion. Janji ini merupakan penjelasan dari pasal 9, datangnya seorang raja dari keturunan Daud yang memerintah dengan keadilan dan kebenaran (9:6). Pasal 32-34 di atas isinya sama dengan nubuatan Daud pada pasal 2: YAHWEH memperingatkan bangsa-bangsa akan datangnya seorang raja yang diurapi YAHWEH di Zion.

Raja ini dikatakan akan mengadili bangsa-bangsa, Ia adalah Hakim dan Penyelamat. Dalam Alkitab Perjanjian Baru kita tahu bahwa raja yang sekaligus hakim dan penyelamat ialah Yahshua Ha Mashiah.

Pada kitab Yesaya di atas jelas terlihat kata YAHWEH, Raja, Penyelamat, Hakim, Pemberi Hukum, Elohim Pembalas dan Elohim Juruselamat  adalah Satu pribadi, Ia adalah YAHWEH. Rasul Yohanes dalam Injilnya menyatakan bahwa Elohim, yaitu Firman yang menjadi Manusia (Yoh 1:1-14) dan dipanggil dengan nama Yahshua / Yeshua / Jesus / Yesus / Isa / Immanu’el (El beserta kita)

Yahshua dalam debat-Nya dengan orang-orang Farisi tentang keberadaan-Nya sebagai Elohim:
Yahshua berkata: Aku dan Bapa adalah satu.”
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yahshua.
Kata Yahshua kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Elohim dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Elohim.”  (Yoh 10:30-33). Orang-orang Yahudi ini tidak salah mengerti dan tidak salah mendengar klaim Yahshua sebagai Elohim, maka sesuai hukum Musa, hukuman menghujat Elohim (yaitu bagi orang yang menyamakan dirinya sebagai Elohim) adalah dirajam batu sampai mati. Namun apa jawab Yahshua?

Ia menjawab mereka dengan mengutip perkataan Daud pada Maz 82:6-7, dan menyimpulkannya: Kata Yahshua kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah Elohim? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut Elohim–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Elohim! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Elohim? (Yoh 10:34-36)

Perdebatan kedua terjadi setelah Yahshua berkata seperti ini:
Maka Yahshua berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12).

 

Perkataan ini membuat beberapa orang Yahudi marah, maka perdebatan keras terjadi (51-59):
Aku [Yahshua] berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?

Jawab Yahshua: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Elohim kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yahshua menghilang dan meninggalkan Bait Elohim.

Kepada seorang ahli Taurat Yahshua mengingatkan kepadanya siapakah Elohim YAHWEH, Elohim yang disembah Musa dan orang-orang Israel Perjanjian Lama.

Jawab Yahshua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Yahweh Elohim kita, Yahweh itu esa. (Mar 12:29). Ia mengutip firman Elohim kepada Musa pada kitab Ulangan 6:4. Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH itu esa! Shema Yisrael Adonai eloheinu, Adonai Echad! Adonai sama artinya dengan kata Tuhan.

Kalimat ini selalu dibacakan pada setiap ibadah orang Yahudi, pada kalimat ini terdapat difinisi dari keberadaan Elohim Israel. Artinya:

YAHWEH adalah satu-satunya Elohim (God /Allah dalam Alkitab Indonesia) bangsa Israel, bukan NAMA-NAMA lainnya seperti ALLAH, ARTEMIS, BRAHMA, SHIWA, WISNU, ZEUS dsb.

YAHWEH itu satu /esa/ ehad. Esa/ echad (kamus Strong Ibrani H259 adalah kata tunggal yang dapat berarti jamak; seperti setandan pisang, seorang manusia (terdiri dari roh, jiwa dan raga/ tubuh). Ini tepat apa yang Yahshua katakan tentang hubungan diri-Nya dengan YAHWEH: ”Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30) dan ”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim.  Firman itu telah menjadi manusia,…  (Yoh 1:1,14)

Elohim Israel mengajar dan mengingatkan agar umat-Nya untuk senantiasa menjauhkan diri dari ajaran polytheism dan perzinahan rohani seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka melakukannya.

Bukti lain bahwa Yahshua adalah YAHWEH itu sendiri, yang telah menjelma menjadi manusia, bisa dilihat pada perkataan kuasa dan perbuatan-Nya yang tidak dapat dilakukan oleh manusia apapun, ini diantaranya:

  • Pemberi air dan roti kehidupan (kehidupan rohani/ menghidupkan kembali jiwa manusia yang sudah mati karena dosa yakni melalui pencurahan Roh Kudus kepada orang tersebut). Yoh 4:10; 6:35,51; Wah 21:6, 22:17. Maz 36:9-10
  • Berkuasa meminta kepada Bapa Sorgawi untuk mengutus Roh Kudus kepada setiap pengikut-Nya . Yoh 7:37-39; 14:16,26; Yes 32:15; 44:3, Yoel 2:28
  • Mengampuni dosa manusia. Mat 9:2,6;  Mark 2: 5-12; Luk 5:20-26. Bandingkan dengan Yes 43:25 dan Mika 7:18
  • Membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Yoh 11:25, 39-45; Wah 21:4

Yahshua adalah YAHWEH yang dapat terlihat oleh mata manusia, sebab Ia adalah Elohim yang telah menjelma menjadi manusia!

Artikel lainnya sehubungan dengan Yahshua/ Yeshua lihat di katagori “Alfa dan Omega.”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

4 Tanggapan

  1. Shalom,
    Dari hal diatas menjadi muncul pertanyaan juga tentang Petrus dan Paulus menghidupkan orang mati.
    Bahkan Petrus juga pernah berkuasa atas ananias safira.
    Maksud pertanyaan ini ke saudara pasti tau arahnya
    Dan jikalau berkenan saudara bisa memberikan alamat email saudara ke saya. Sebab saya yang ingin belajar bersama tentang hal tersebut.

    Shalom, brother.

  2. YAHWEH dan Yashua bukan satu pribadi, melainkan 2 pribadi. Yahweh adalah Alpha dan Omega, sedangkan Yashua adalah ciptaan YAHWEH yang pertama-tama. Bukti bahwa keduanya bukan 1 pribadi terlihat pada saat Yashua berdoa di taman Getsemani. Kepada siapakah dia berdoa? Pasti kepada pribadi yg mengutusnya, yaitu Bapanya, YAHWEH. Ia adalah Firman (juru bicara) YAHWEH yg diturunkan ke bumi melalui rahim wanita perawan. Jadi bukan YAHWEH yg menjadi manusia, melainkan utusannya yang menjadi messenger (pembawa pesan alias firman), maka namanya adalah Ha-Mashiah atau Al Masih. Bukti kedua yg menyatakan bahwa Yashua adalah bukan YAHWEH, adalah saat ia meregang nyawa di tiang siksaan, memanggil-manggil Allahnya (pribadi yang mengutusnya – YAHWEH), Eloi, Eloi Lama sabatani… (Allahku ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?” Sesungguhnya sebagai manusia ia memabwa seluruh sifat kemanusiaannya, shg dia juga bisa menjadi sakit dalam siksaan yg luar biasa kejam ini.
    Namun demikian saya setuju bahwa Yashua sebagai utusan Allah dan putra sulung (yg awal dari ciptaan YAHWEH) adalah juga Allah dan bersifat ilahi. Namun bukan Allah Yang Maha Kuasa, sebab itu Yang Maha Kuasa itu adalah hanya satu (echad/esa), yaitu YAHWEH.

    • Shalom Maria Aida.
      YAHWEH dan Yashua/ Yeshua/Yesus adalah dua pribadi, Anda benar dan sayapun percaya begitu.
      Yahshua adalah Hamba, Utusan YAHWEH juga benar demikianlah Alkitab menulis. Tetapi “Yahshua adalah ciptaa YAHWEH -sekalipun yang pertama dari segala ciptaan-Nya” adalah tidak tepat dan salah interpretasi. Saksi Yehova dan Mormon percaya Yahshua lebih rendah dari YAHWEH, namun Alkitab tidak berkata demikian.
      Yahshua adalah “Alva dan Omega”, “Firman yang menjadi manusia”, “Pencipta alam semesta” (Ibrani 11:3); “For BY Him (Yeshua) were all thing created, …all things created by Him, and for Him” (Kol 1:16; KJV)

      Echad adalah kata Ibrani yang berarti tunggal yang memiliki pengertian majemuk; contoh Elohim (God/Allah) ini kata tunggal namun jamak “Berfirmanlah Elohim: Baiklah Kita menjadikan manusia” (Kej 1:26); Baiklah Kita …mengacaubalaukan… bahasa mereka (Kej 11:7)

      Perjanjian Lama menulis YAHWEH (ADONAI/ the LORD / TUHAN) dan Perjanjian Baru menulis Yahweh (Adonai/ the Lord / Tuhan) untuk mengalamatkan kepada pribadi Yashua-yang adalah juga Elohim; apa perbedaan huruf kapital semuanya dengan huruf kapital pada awal kalimat tersebut? Hanya untuk membedakan antara Elohim yang adalah Roh (Yoh 4:24) dengan Elohim yang telah menjadi manusia (Yoh 1:1,14).
      Masalah trinitas ini adalah tetap misteri, kelak di Sorga kita akan mengerti dengan tepat.
      Yahshua memberkati Anda.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: