Apakah Perintah Hari Sabat Masih Berlaku?


“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17)

Ada orang berkata bahwa perintah memelihara hari Sabat:

  1. hanyalah untuk orang Israel, dan
  2. bukan untuk orang Perjanjian Baru.

Ayat-ayat yang biasa dipakai untuk argumet pertama ini adalah Ulangan 5:15: Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Melalui ayat ini orang tersebut menyimpulkan bahwa merayakan Sabat untuk mengingat pelepasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, jadi Sabat tidak perlu untuk orang non-Israel. Dan ayat untuk argument kedua adalah Kolose 2:16-17: Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Mashiah. Melalui ayat ini orang ini menyimpulkan bahwa dengan kematian dan kebangkitan Ha Mashiah (Kristus), maka semua peraturan di Perjanjian Lama tidak berlaku lagi. Benarkan kedua argument ini?

Sebelum kita membahas masalah ini, perlu kita ingat bahwa hari Sabat adalah hari Sabtu, dan bukan hari Minggu, lihat Sejarah Hari Sabat.

Ada dua alasan utama bahkan tiga mengapa saya tidak sependapat dengan kedua pendapat di atas:

I. Membantah argument pertama.
Bukti bahwa Sabat bukanlah hanya untuk orang Israel saja.
Alasan 1. Kesimpulan di atas merupakan suatu kesimpulan yang terburu-buru tentunya. Baca kembali kitab Ulangan pasal 5:1- 33. Dari ayat 6 sampai 21 merupakan pengulangan Sepuluh Perintah YAHWEH yang diberikan kepada nabi Musa di gunung Sinai (Kel 19:18-24) dan tertulis di kitab Keluaran 20:2:17, betul? Dan sekarang bandingkan Perintah Keempat ini pada kedua kitab tersebut:

Ulangan 5:12-15 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohimmu. (13) Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (14) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. (15) Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Garis bawah menunjukan tambahan perkataan Musa. Sekarang perhatikan kata SEBAB pada ayat 15 dan 11, bisa Anda lihat perbedaannya alasan perintah mengingat dan menguduskan hari Sabat sekarang, bukan? Sebagaimana namanya, kitab Ulangan artinya pengulangan dari hukum-hukum yang telah diberikan sebelumnya, mengingatkan kembali. This book is sometimes called “Elleh hadebarim“, from the words with which it begins; and sometimes by the Jews “Mishneh Torah“, the repetition of the law [John Gill’s Exposition]. Untuk orang Yahudi/ Israel, perintah menjaga hari Sabat untuk mengingatkan mereka sebagai budak yang dibebaskan YAHWEH, namun bagi YAHWEH sendiri, itu merupakan perintah bagi semua umat-Nya, bangsa Israel dan orang-orang di seluruh dunia yang dibebaskan dari perbudakan dosa oleh-Nya untuk masuk kedalam Sabat-Nya.

Alasan 2. Jika kita membenarkan pendapat orang di atas, bahwa ”memelihara Sabat hanya bagi orang Israel” untuk mengingatkan mereka terlepas dari perbudakan,” maka konsekuensinya kesembilan perintah lainnya juga tidak berlaku untuk orang Kristen, sebab pada pembukaan 10 Perintah di kitab Keluaran tertulis, Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan (Kel 20:2). Jelas kita tahu bahwa 10 Perintah ini berlaku bagi setiap orang Kristen. Jadi kesimpulan orang tersebut tentang hari Sabat  hanya untuk orang Israel jelas salah.

II. Membantah argumen kedua.
Bukti bahwa hari Sabat tetap berlaku bagi orang Perjanjian Baru, baik orang Israel maupun non-Israel.
Surat kepada jemaat di Kolose – dari mana argument ini datang (Kol 2:16-17) – adalah surat dari rasul Paulus. Hal yang utama harus diingat dan dimegerti tentang rasul Paulus ialah

  • Paulus adalah seorang Yahudi yang ahli kitab Taurat dan nabi-nabi. Alkitab jelas mencatat bahwa ia salah seorang murid sekolah theologia di bawah asuhan seorang Mahkamah Agama Yahudi yang terkenal (Kis 22:3; 5:34). Kerasulannya diterima dan dihormati diantara ke sebelas rasul (murid-murid yang dipilih Yahshua)
  • Ia diutus memberitakan firman YAHWEH untuk orang-orang non-Yahudi (Gentails). Ia mampu memisahkan ajaran yang berdasar pada adat dan kebiasaan Yahudi dengan perintah, ketetapan YAHWEH yang diberikan kepada Musa dan nabi-nabinya.
  • Ia pengikut teladan Yahshua Ha Massiah yang sungguh-sungguh. Ia tidak berkompromi dengan ajaran dan perbuatan yang bukan dari tuannya, Yahshua Ha Mashiah. Rasul Petrus pun pernah ditegurnya.

Banyak orang Kristen menyalah artikan pengajaran rasul Paulus, beberapa pengajaran yang salah dari salah interpretasi ajaran Paulus, diantaranya adalah:

  • Sekali diselamatkan tetap selamat – terima Yahshua sebagai Juruselamat, setelah ’babi kembali kedalam kubangannya’ dan ia tetap selamat. Alkitab tidak berkata demikian!
  • Semua makanan halal – semua masuk kedalam perut dan keluar kejamban, perduli amat dengan pendapat orang lain.

Bagaimana dengan ayat Kol 2:16-17 ini?

  • Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (16) semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Massiah. (17)
  • Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of a holy day, or of the new moon, or of the sabbath days (16). (KJV)
  • Let no man therefore create a disturbance among you about eating and drinking, or about the division of the feast days, the beginning of the the months and the day of the sabbat (APB – Aramaic Peshitta Bible)

Apakah sesungguhnya rasul Paulus maksudkan dengan ayat ini? Satu hal yang pasti ialah Alkitab tidak pernah kontradiksi diantara isinya, sebab Alkitab diwahyukan oleh Roh Kudus. Kontadiksi terjadi oleh karena salah mengartikan dan salah menterjemahkan.

Apa kata rasul-rasul tentang makanan dan minuman kepada orang Kristen non-Yahudi? Rasul-rasul tetap melarang makanan tertentu untuk dimakan Kis 15:1-31; ayat kunci: 19-21 dan 28-29; diteguhkan dalam (21:25) dan Paulus sendiri sebagai rasul untuk non-Yahudi menekakan prinsip yang penting: jangan sampai kebebasanmu membuat saudaramu tersandung! (I Kor 8:1-13; ayat kunci: 11-13). Dari ayat-ayat di atas (dan perkataannya sendiri) rasul Paulus tidak mengajari orang Kristen non-Yahudi boleh makan dan minun apa saja yang mereka suka.

Bagaimana dengan menghormati hari raya dan bulan baru untuk non-Yahudi? Tidak ada salahnya kita menghormati (mengacu kepada kata in respect of) hari-hari raya keagamaan Israel (Pentakosta, Pondok Daun, Hari Pantekosta) dan bulan baru mereka (Bil 28:11; 2 Rj 4:23) yang terpenting adalah Anda bebas dari obligasi-obligasi ritual perayaan tersebut, karena memang itu adalah gambaran tentang Yashua Ha Mashiah yang akan datang. Dan Ia telah datang, Roh Kudus Elohim ada bersama kita. Kebijaksanaan ini tentu beda bagi orang Yahudi, sama halnya dengan bersunat misalnya (Kel 12, Ul 16). Pembagian tentang (devision of) hari-hari raya benar tidak penting untuk orang Kristen non-Yahudi.

Sekarang bagaimana dengan perintah ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat? Apakah ini berlaku juga untuk orang Kristen non-Yahudi? Dari uraian soal makan-minum dan hari raya dan bulan baru di atas kita sekarang memiliki gambaran yang lebih baik tentang Kol 2:16-17 ini.

Ada banyak alasan mengapa perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat tetap berlaku bagi pengikut Yahshua Ha Massiah termasuk untuk non-Yahudi.

  • Alkitab Perjanjian Baru ITB (Indonesia Terjemahan Baru) memuat 54 ayat tentang hari Sabat; Injil memuat 44 ayat, Kisah Para Rasul ada 9 ayat dan satu sisanya di Kolose 2:16. Satu-satunya ayat dari 54 ayat yang sepertinya bernada negatif atas praktek hari Sabat ada di Kolose ini.
  • Yahshua sebagai Juruselamat dunia (tidak hanya orang Israel) kebiasaan Dia adalah mempraktekan hari Sabat. ”Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab, kitab nabi Yesaya (Luk 4:16-17).

Rasul Paulus seorang Farisi yang bertobat dan sebagai rasul untuk orang non-Yahudi tetap menghormati hari Sabat. Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2)

  • And Paul, as his manner was, went in unto… (KJV);
  • And according to his practice,(The Scriptures);
  • And Paul, as was his custom,…(APB)

YAHWEH memberkati dan menguduskan hari Sabat bukan karena dan untuk orang Israel. Itu terjadi langsung setelah IA selesai dengan pekerjaan penciptaan-Nya, langsung setelah Adam dan Hawa tercipta, sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (Kej 2:3). Dia melakukan itu karena otoristas-Nya dan hak cipta-Nya sebagai pencipta dan penguasa dunia. Ini terjadi jauh sebelum kedua belas suku Israel tercipta.

Ada satu ayat penting tentang Sabat di Perjanjian Baru yang tidak nampak di ITB dan KJV namun ada di terjemahan lain – lihat tabel Sabat: ayat dan kata di Alkitab – yaitu Ibrani 4:9:

  • So then, there remains a Sabbath rest for the people of God, (English Stand. V.)
  • So there remains a Sabbath-keeping for the people of Elohim. (The Scripture)
  • It is therefore the duty of the people of God to keep the Sabbath (APB)

Alkitab LAI tertulis, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. Dalam LAI, Sabat merupakan janji masih tersedia, sedangkan ketiga terjemahan Inggris Sabat merupakan tugas yang masih tetap ada untuk dipelihara.

Menarik diperhatikan pada kitab Ibrani pasal 4 ini ialah penulis memakai contoh orang Israel yang sedang memasuki tanah perjanjian, kerena ketidak percayaan (2) dan sesat hati serta tidak tahu jalan-Nya (Maz 95:10), maka mereka yang sesat ini tidak diijinkan masuk kedalam perhentian-Nya, kata-Nya, “Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Ibr 4:3; Maz 95:11).

Perhentian-Nya itu perhentian yang bagaimana? Anda temukan jawabannya pada Ibrani 4 tersebut; Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Elohim berhenti  pada hari ketujuh [hari Sabat] dari segala pekerjaan-Nya.(ITB)
Terjemahan lainnya; For he said concerning the Sabbath, God rested on the seventh day from all his works. (APB)

Nabi Yesaya bernubuat tentang kehidupan di langit yang baru dan bumi yang baru (surga di Bumi), Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH. (Yes 66:22-23).

Hari Sabat diberkati dan dikuduskan oleh-Nya di Taman Eden – sebelum manusia diusir keluar dari taman tersebut karena dosa – dan hari-hari Sabat tetap berlaku di kehidupan yang akan datang! Firman YAHWEH itu kekal.

Sedangkan nasip para pemberontak kepada firman-Nya nabi Yesaya bernubuat, baca ayat berikut, Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. (Yes 66:24)

Perintah dan pendapat siapa yang Anda ingin turuti? Pemimpin agama atau Pencipta Anda?  Pendapat mayoritas atau Pendapat Roh Kudus? Keputusan penting ini ada pada Anda sendiri, saya hanya memberitakan firman YAHWEH.

Inilah perintah-Nya:

  • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)
  • Yahshua berkata kepada para pengikut-Nya, Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 14:15,21,23-24)

Untuk diingat: Sejarah Gereja menulis bahwa Hari Sabat (hari Saptu, hari ketujuh) dirubah menjadi Hari Minggu (SUN-day, hari pertama) oleh pemimpin gereja Roma Katolik berdasarkan kebencian gereja Roma kepada bangsa Israel. Membuang perintah YAHWEH indentik dengan menolak otoritas-Nya, maka yang tersisa hanya tradisi dan doktrin buatan manusia yang tidak akan pernah sampai menjangkau Kerajaan Sorga.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

7 Tanggapan

  1. Shalom, saudara.
    Tentang makanan haram dan halal
    Ada tertulis :
    Kisah Para Rasul 11:6-10 (TB) Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
    Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
    Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
    Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
    Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.

    Dalam hal yang tertulis, apakah maksud saya dan saudara berbeda?
    Jikalau berbeda, kiranya saudara dapat memberikan maksud dengan apa yang tertulis.

    Best Reagards,

  2. ternyata saya tidak benar2 membaca tulisan anda yang satu ini.. maafkan kebodohan saya…

    • Hallo Wira Nata. Anda orang yang cerdas, saya dapat lihat dari komentar-komentar terdahulu Anda. Kita terkadang terburu-buru sehingga kurang hati-hati. YBU (Yeshua Bless You).

  3. terima kasih atas balasannya. saya sendiri sudah membahas artikel anda yang membahas mengenai ayat di atas.
    saya teringat pada satu ayat lagi yang juga sering dipakai untuk meniadakan hari sabat, yaitu Kolose 2 : 16-17

  4. ada satu kisah dalam perjanjian baru yang sering dipakai untuk mensahkan bahwa sabat tidak berlaku lagi. yaitu cerita murid2 Yahshua memetik gandum pada hari Sabat. bagaimana menurut saudara?

    • Shalom Wira Nata.
      Yeshua atau Yahshua membenarkan murid-Nya memetik dan makan gandum pada hari Sabat bukan berarti Ia membatalkan perintah “ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” Kebiasaan Yeshua dan Paulus adalah beribadah pada hari Sabat. Pengikut Yeshua tertulis mengikuti aturan Sabat untuk menurunkan tubuh Yeshua dan menguburkan-Nya (Mark 14:42 dan Lukas 23:50-56). Yeshua di Alkitab menegur dan memperbaiki praktek Sabat yang salah. Ia berkata lebih mudah langit dan bumi berlalu daripada sebuah iota (titik; tanda pada huruf Ibrani) dari hukum Taurat ditiadakan (Mat 5:18-20), ayat seterusnya menjelaskan bahwa Ia menyempurnakan hukum Taurat – bukan sekedar di batu tulis tetapi harus dilakukan di dalam hati dan pikiran kira!
      Tradisi manusia yang mencoba menghapus dan menolak perintah YAHWEH, tetapi firman-Nya kekal. Salam, Anggur Baru

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: