Beriman Kepada Tradisi dan Ritual


[O]rang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan… (Yez 14:3)

Inilah permulaan dari suatu kebohongan besar si Iblis kepada manusia: menjadikan sesuatu-yang-umum-dilakukan berahir menjadi sebuah agama atau kepercayaan; berawal dari sesuatu-yang-sering-dilakukan oleh orang tertentu, pada generasi berikutnya itu menjadi sesuatu-yang-dikenal-secara umum, dan itu berkembang menjadi sesuatu-yang-bisa-diterima, dan pada ahirnya menjadi suatu-yang-formal yaitu: tradisi dan ritual. Tradisi pada dunia umum/sekuler dan ritual pada dunia keagamaan. Tradisi dan ritual pada prinsipnya adalah sama, hanya beda dunia/tempat pemakaiannya, keduanya menjadi kebiasaan berpikir dan bertindak menjadi sesuatu yang suci dan harus dihormati, kata singkatnya menjadi formal.

Seorang Formalitas adalah orang yang TIDAK INGIN MERUBAH cara ia melakukan sesuatu atau berpikir tentang sesuatu hanya karena alasan: ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”

Orang Formalitas adalah orang yang hidup dengan pikiran dan kebiasaan nenek moyang di masa lampau. Ada baik mengingat masa lalu untuk menjadi pelajaran di masa sekarang, namun kebiasaan dan hikmat nenek moyang yang dijadikan suatu kepercayaan dan agama adalah masalah lain.

Bicara secara duniawi , bumi dimana kita hidup adalah terus berubah, banyak metode masa lalu tidak lagi bekerja pada jaman sekarang. Pengetahuan manusia semakin bertambah, terima kasih kepada Thomas A. Edison untuk bola lampunya, sekarang dengan semakin susahnya sumber energy, bola lampu mulai diganti dengan lampu gas/ tabung.

Faham Formalitas – tradisi dan juga ritual termasuk di dalamnya – menolak hak Elohim merubah cara pikir dan cara bertindak yang sudah ada, beberapa contoh diantaranya:

  • Orang-orang Farisi adalah penganut faham Formalitas, mereka dengan keras kepala melakukan kebiasaan-kebiasaan pemikiran yang salah tentang hukum dan perintah Elohim. Perintah dan hukum-Nya yang sederhana dan mulia menjadi sangat komplek dan hina oleh karena orang-orang Formalitas ini. Sehingga tampa mereka sadari mereka telah melanggar peritah pertama dari Hukum Taurat, Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku.” (Kel 20:3), mereka menjadikan tradisi dan ritual mereka menjadi elohim dengan kata lain buah pikiran dan theori mereka sendiri telah berubah menjadi elohim mereka. Injil Yohanes 8:40-47 tegas membuktikan itu.
  • Siddhartha Gautama (566-486 BC) seorang pangeran dari Lumbini, India (sekarang bagian dari Nepal Selatan) yang mendapat sesuatu penerangan (bodhi) – yang menjadikan dia sebagai seorang buddha – bagaimana mengatasi penderitaan hidup rakyatnya yang miskin pada jamannya. (1). Dan sekarang, 26 abad kemudian, patung Gautama (dikenal sebagai Buddha, dari mana agama Buddha berasal) dapat ditemukan di banyak negara dan disembah sebagai dewa, pengikutnya berdoa dan memberi persembahan kepada patungnya.
  • Ritual Hindu adalah suatu faham Formalitas yang jelas sekali. Berasal dari India dan dipercayai sudah ada jauh lebih lama dari agama Buddha. Siapa pendiri dan kapan dimulai tidaklah ada yang tahu.Tradisi Hindu tidak memiliki figur penemunya dan tidak dapat ditanggali tahun dan abad aslinya.Secara umum dipercayai bahwa awal-awalnya berasal di dalam budaya asli India kuno dan dari orang-orang Indo-Europa, yang muncul di India sekitar empat ribu tahun yang lalu (2). Tidaklah heran bila Anda pergi ke pulau Bali dan bertanya kepada orang Hindu, apa arti dari gambar dan ritual yang mereka lakukan, mereka tidak tahu, semakin mereka selidiki ritual mereka semakin pusing mereka, sebab ritual dan tradisi tidak mempunyai fondasi yang pasti, hanya berdasar pada, ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”
  • Tradisi (sunna) Islam lahir melalui Muhammad ibn Abdallah (570-632 AD). Alquran dan ratusan Hadis (kumpulan kehidupan Muhammad), seorang berkata ada sedikinya 900 hadis adalah satu kesatuan ajaran Muhammad yang mana masih dalam perselisihan pendapat diantara pengikut Muhammad, satu sama lain masih saling menganggap sesat. Alquran yang diklem oleh Muhammad sebagai tulisan Allah sendiri, namun terbukti bersumber dari banyak kepercayaan seperti Zoroastrian, Judaism, Kekristenan, dan tentunya tradisi Arab sendiri dikenal sebagai pra-islam (sebelum Islam lahir) . Komposisi Alquran dari sisi tempat penulisannya dibagi menjadi dua; Mecca texts dan Medina texts, yang mana keduanya terdapat hal-hal yang berlawanan. Dari campuran tradisi dan kepercayaan serta dua jenis text pengajaran plus dengan ratusan hadis ini tidaklah mengherankan bila sesama pengikut Muslim sendiri terjadi pertentangan (misalnya antar golongan: Sunni v.s. Shiah dan antar pengikut: radikal v.s. nominal)
  • Roma Katolik yang berdiri pada abad ke tiga setelah Masehipun terdapat banyak hal-hal yang tradisi dan ritual yang tidak terdapat di dalam Alkitab. Kebiasaan pemerintah Roma adalah dari setiap negara yang dikalahkannya mereka membawa pulang setiap dewa dan dewi asing untuk ditambahkan sebagai pujaan mereka. Orang Katolik yang mengikuti ajaran Roma Katolik jika ia membaca Alkitab maka ia akan mendapatkan bahwa banyak ritual yang dilakukannya bukan saja tidak ada di Alkitab tetapi lebih lagi sangat berlawanan dengan Alkitab; contoh seperti rosareo, natal 25 Desember, gambar Yahshua (Yesus) yang berambut panjang, hari Sabat dirubah jadi hari Minggu dan lain-lain.

Jebakan-jebakan Iblis yang sering membuat manusia jatuh kedalam iman yang salah:

  • Benda-benda yang berharga dan disayangi menjadi benda yang disembah
  • Benda-benda yang dibuat untuk membantu penyembahan menjadi objek sembahan
  • Tafsiran imam-imam dan nabi berubah menjadi ayat-ayat kitab suci
  • Kayu salib tempat Ia menggantikan posisi kita menjadi kayu ajaib – pahlawan penyelamat
  • Kunjungan ketempat tertentu untuk mengenang menjadi kunjungan keagamaan
  • Kuburan guru agama berubah menjadi tempat pencarian jawaban doa dan berkat
  • Ayat-ayat firman Elohim berubah menjadi ayat-ayat keramat dan jampi
  • Perjamuan suci untuk mengingat pengorbanan dan perjanjian baru Yahshua kepada pengikut-Nya berubah menjadi roti dan anggur mistik oleh orang-orang tertentu
  • Perintah untuk tidak lupa berdoa berubah menjadi doa ritual yang diulang-ulang
  • Ajaran guru-guru Alkitab berubah menjadi dokma dan ”isme” dari denominasi gereja
  • Orang yang dipakai dan diberkati Elohim diperlakukan sebagai Elohim itu sendiri

Itu tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam Roma 1:23,

  • Mereka menggantikan kemuliaan Elohim yang tidak fana dengan
  • gambaran yang mirip dengan manusia yang fana,
  • burung-burung,
  • binatang-binatang yang berkaki empat atau
  • binatang-binatang yang menjalar.

Karena itu Elohim menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Elohim dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (Rom 1:24-25)

Elohim sering kali berkata ”Demi Aku yang hidup” sumpah-Nya ini mengandung dua arti. 1. Ia yang paling tinggi, sebab itu Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri. 2. Ia menyatakan kepada pendengar-Nya bahwa Ia adalah Elohim yang hidup, bukan benda mati!!

Elohim yang hidup telah menetapkan aturan dan hukum, bagaimana beribadah, bagaimana berdoa dsb. tidak menutup kemungkinan tradisi dan ritual ibadah dihasilkan dari aturan dan hukum yang Ia telah tetapkan. Itu satu hal. Hal yang sedang kita bahas adalah menjadikan aturan dan hukum-Nya sebagai Elohim (menjadikan ciptaan menjadi Pencipta). Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan oleh Dia si Pembuat hukum. Elohim selalu mengajar kepada umat-Nya bahwa “taat kepada-Nya lebih baik dari pada melakukan pekerjaan-Nya:

Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Elohim! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat (Pengkotbah 4:17)

Raja Saul melakukan sendiri suatu persembahan korban kepada YAHWEH:

Kata Samuel kepada Saul: Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah YAHWEH,Elohim, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya YAHWEH mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. YAHWEH telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan YAHWEH telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan YAHWEH kepadamu.” (1Sam 13:13-14)

Raja Saul membawa pulang binatang jarahan hasil perangnya untuk dipersembahkan kepada YAHWEH:

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAHWEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1Sam 15:22-23)

Anda lihat sendiri, bahwa tradisi dan ritual kita tidaklah berguna bagi Dia, yang Ia minta dari kita adalah ketaatan dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Ini bisa terlihat sewaktu orang Israel berada di gurun pasir menuju Tanah Perjanjian. Dikatakan di Alkitab, “YAHWEH berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan…, dan pada waktu malam dalam tiang api (Kel 13:21) Bila tiang awan atau tiang api ini tidak bergerak, mereka memasang tenda untuk istirahat, namun jika tiang ini beranjak merekapun membongkar tenda dan beranjak mengikuti tiang tersebut tanpa menunda-nunda!

Mengapa harus demikian? Demikianlah harus dilakukan bila mereka ingin tetap hidup! Padang pasir siang hari bisa mencapai 50-70 derajat Celcius dan dimalam hari menjadi sangat dingin. Selain tiang (yang berubah-ubah ini, siang menjadi tiang awan- sebagai payung- dan malam menjadi tiang api – sebagai penghangat dan penerang) berfungsi sebagai pelindung mereka dari cuaca, tiang ini juga merupakan penuntun jalan. Mereka harus siap sedia mengikuti gerak tiang ini, mereka tidak bisa mengikuti tradisi dan ritual mereka sendiri!

Karena setiap orang, baik dari kaum Israel maupun dari orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyimpang dari pada-Ku dan menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi untuk meminta petunjuk dari pada-Ku baginya–Aku, YAHWEH sendiri akan menjawab dia. Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH. (Eze 14:7-8)

Ayat-ayat dalam Yehezkiel ini menjelaskan bahwa setiap orang (orang Israel maupun orang asing) yang mengaku diri mereka sebagai umat YAHWEH (”ada di tengah-tengah Israel”), mereka tidak bisa datang kepada YAHWEH sementara tetap memiliki berhala-berhala buatan mereka sendiri (baik itu bentuk pahatan, lukisan maupun gambaran imajinasi dan isme-isme dipikirannya)! DIA akan melenyapkan orang yang demikian, sebab itu melanggar Hukum kesatu dan kedua dari 10 Perintah-Nya:

Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, adalah El yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Kel 20:3-7).

Referensi:

  1. Gen. Editor: Michael D. Coogan; WORLD RELIGIONS, The Illustrated Guide
  2. Idem

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: