Alasan mengapa menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)

Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH atau hari ketujuh – adalah hari Saptu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yahshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”)

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law

John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):

Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:

  1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.

dies Solis / Sun day / —— / Sunday

dies Lunae / Moon day / —— / Monday

dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday

dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday

dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday

dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday

dies Saturni / Saturn’s day / Saturday

Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.

Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yahshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.

Catatan dari saya: Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Yahshua meninggal hari Rabu – dimana perayaan Sabat tahunan / Paskah / Passover terjadi (Mat 26:16) – dan Saptu malam bangkit (terkubur 3 hari dan 3 malam; sesuai Yunus 1:17; Mat 12:40), bukan hari Minggu pagi. Perhitungan Sabat Yahudi ialah dari Jumat malam (matahari terbenam) sampai Saptu matahari terbenam lagi.

Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yahshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:

1. Tidak diragukan bahwa Yahshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yahshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).

2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25).Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

5 Tanggapan

  1. Syaloom..
    Maaf yah…Numpang ingin berbagi.
    Hari Sabat Tuhan sudah perkenalkan atau adakan jauh sebelum bangsa Israel/Yahudi ada.
    Bisa baca di Kitab Kejadian Fasal 1 dan 2:2,3.
    “Terimakasih”

  2. Maaf, kenapa anda tidk menampilkan ayat dmana murud Tuhan Jesus memetik gandum dhari sabat,atw menyembuhkan org sakit dsaat hri sabat..!!! Anda menerangkan bahwa; Tuhan Jesus Bangkit pada sabtu malam,trus kenapa Tuhan Jesus tidk menampakkan diri pada saat sbtu mlm itu kpd org percaya????hanya dikatakan ddlm Alkitab bhwa pagi2 buta(subuh) dihari minggu..
    Jgn samakan yg b’agaMa yahudi dgn kristen bung!!!
    Saya kristen,n umat kristen melakukan ibadah dhari minggu itu b’landaskan suka cita saat kebangkitan kristus dihari minggu…bukn lgi hari sabath,yg mereka(yahudi) kenal.

    • Salam sejahtera saudara Sok Tau (Albert Mandoa).
      Saya telah menulis di tempat lain ayat-ayat Anda sebut “kenapa Anda tidak menampilkan ayat…” dalam pembahasan “apa yang boleh dilakukan pada hari Sabat.”
      Point-point dari artikel di sini adalah untuk menunjukkan kepada pembaca:
      1. Hari Sabat tidak pernah dirubah oleh Elohim, dan Alkitab sepenuhnya meneguhkan, plus Gereja Roma Katolik pun meneguhkan. Pelajari perkataan Yeshua di Injil Matius 5:17-20
      2. Akar anti-Israel adalah alasan utama dari perubahan waktu “Hari YAHWEH” dari Saptu (hari Ketujuh) menjadi Minggu (hari Pertama)
      3. Perubahan WAKTU (Saptu jadi SUN-day) dan HUKUM (Perintah ke 4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat) adalah menggenapi nubuatan nabi Daniel tentang Penguasa yang ingin menyamakan dirinya seperti Elohim.
      4. Seperti terlihat di artikel bahwa masalah Hari Sabat bukanlah soal “Perjanjian Lama lawan Perjanjian Baru,” atau “Jemaat Yahudi lawan Jemaat Kristen” dan juga bukan “Pengikut Nabi Musa lawan Pengikut Yeshua.” Ketiga hal tersebut adalah satu kesatuan, berkesinambungan, tidak dapat dipisahkan! Mengapa? Elohim YAHWEH adalah Elohim yang tidak berubah, dahulu, sekarang dan selamanya, DIA adalah “Aleph dan Tav” atau jika Anda tidak suka hal-hal yang berbau Yahudi – DIA adalah Alfa dan Omega.

      Pengistilahan “agama Yahudi” dan “agama Kristen” seperti yang Anda tulis itu terlahir atau berawal secara RESMI di Sidang Nicea, dimana Kaisar (penguasa politik) Constantine yang adalah juga sebagai Maximus (Penguasa keagamaan ‘Kristianiti’ tertinggi) pertama dari agama resmi Romawinya membuat pemisahan antara Timur dan Barat.
      Sejarah Gereja mencatat:
      1. Gereja yang dibangun Yeshua semuanya rasulnya adalah orang Yahudi; jemaatnya adalah para orang Yahudi; Rasul Saul (Saulus/ Paulus) keliling Syria, Yunani, Romawi yang pertama-tama ia Injili adalah orang-orang Yahudi. Injil Matius, kitab Ibrani, Suratan Petrus dan Suratan Yokobus adalah untuk orang-orang Yahudi di perantauan. Buanglah hal-hal yang berkaitan dengan Yahudi di Perjanjian Baru, maka Anda akan mendapatkan “pondok rumah kayu yang dibangun di atas dasar pasir”!!!
      2. Ketika terjadi “Dark Ages of the Church” di abad-abad pertengahan, itu terjadi di “Eropa Barat” dimana kota Roma adalah pusat pemerintahan “agama Kristen” yang Anda maksud, sementara di “Eropa Timur” (Syria, Israel, Mesir, Turky, dengan ibukotanya Byzantine (sekarang jadi Istanbul) pusat pemerintahan “Kristen Ortodox” tetap jaya. Dari sini kita bisa melihat bahwa ajaran Injil yang disebarkan oleh rasul Paulus berpusat di Antiokhia (Syria) tetap solit dan jaya.
      3. Ibadah Sabtu di Gereja-gereja di negara Barat masih dianut kuat di jaman D.L Moody. Abad 20 dan 21 banyak Gereja yang mulai merevisi doktrin “Sabat Katolik” yang mereka anut, baca The Sabbath Under Crossfire (A Biblical Analysis of Recent Sabbath/Sunday Develompment tulisan Dr. Samuel Bacchiocchi.
      “Doktrin Sabat adalah milik Yahudi dan Gereja Advent Hari Ketujuh” adalah pemikiran yang dikeluarkan oleh orang-orang Jesuit Katolik, bukan berdasarkan ajaran Alkitab
      Saya bisa menulis lebih panjang, namun tidak perlu.
      Saya tidak anti jemaat apapun, saya terpanggil untuk meluruskan kebenaran Alkitab tanpa ragu dan takut tapi dengan kasih dan pengertian.
      Saudara Arbert Mandoa, ketahuilah Paulus berkata Inji bertujuan mempersatukan Orang Yahudi dan Kristen, bukan sebaliknya. Harap baca Kolose 3:1-17, perhatikan ayat 11.
      God bless. Anggur Baru

  3. KAPAN DAN DIMANA SAJA KITA BISA BERIBADAH KEPADA TUHAN, TIDAK DIBATASI RUANG DAN WAKTU, KARENA YANG kuTAHU TUHAN YESUS KRISTUS TELAH MENGGENAPI SEMUA TUNTUTAN HUKUM TAURAT, “SEMBAHLAH AKU DALAM ROH DAN KEBENARAN” , “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
    Mohon para Pendeta, Evanlis, Gembala, Ahli Theologia ( Ahli Taurat modern dan orang Farisi modern) jangan membingun kami jemaat/domba-domba (akan kekiri atau ke kanan, makan daun atau makan buah, kepadang atau kegurun, kandang kami yang mana???) Cukup ! Ingat-ingat kan kami untuk untuk senantiasa selalu MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA.

    • Salam sejahtera saudara Hiro.
      Alkitab tidak membingungkan dan kontradiksi, itu pasti. Doktrin – yang dicampuri tradisi – yang telah kita dengar dan makan bertahun-tahun itulah yang menyebabkan kebingungan di dalam Gereja-Nya.
      @:”TUHAN YESUS KRISTUS TELAH MENGGENAPI SEMUA TUNTUTAN HUKUM TAURAT.”
      Jawab: Baca baik-baik Matius 5:17-21 dan penjelasan-Nya di ayat 21-44.
      Baca “Perintah YAHWEH yang harus dipatuhi”
      Intinya: hukum tetap berlaku, apalagi keseluruhan 10 Perintah YAHWEH, yang adalah tulisan tangan-Nya sendiri.
      HUKUM TAURAT dan HUKUM ANUGERAH adalah satu koin dua sisi. Hukum tanpa anugerah = tidak seorangpun yang dapat selamat. Anugerah tanpa Hukum, menjadikan manusia tanpa kekudusan, tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat YAHWEH. kesempatan seorangpun yang dapat masuk Sorga oleh karena Anugerah saja adalah sekitar 1% (penjahat yang tersalib di sebelah salib Yeshua).
      Semoga kebingungan Anda sedikit terbuang.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: