Tanda Peringatan Umat YAHWEH


Itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan kamu (Kel 31:13)

YAHWEH telah membuat suatu perjanjian antara diri-Nya sendiri dengan umat-Nya. Perjanjian ini dimateraikan dengan sebuah tanda atau peringatan (mark, sign). Melalui tanda (mark, sign) inilah YAHWEH dan umat-Nya saling mengenali dan mengingat bahwa mereka telah mengikat suatu perjanjian. Melalui  tanda ini juga Dunia dan penghuni Kerajaan Iblis tahu bahwa orang tersebut adalah umat YAHWEH. Tanda ini harus dipakai dari generasi ke generasi, turun-temurun. Itu adalah suatu ketetapan Elohim sendiri kepada umat-Nya. Orang Kristen bukan-Israel atau bukan-Yahudi sering kali menyebut dirnya sebagai Orang Israel Rohani atau Keturunan Abraham secara rohani:

  • Doa berkat kita mengutip perkataan Musa pada Ulangan 28:1-14
  • Doa syafaat untuk negeri, kita mengutip janji untuk Salomo pada 2 Taw 7:13-14 dan Yeh 22:30
  • Jaminan doa kita mengutip janji YAHWEH pada Yer:12-13 dan Mat 18:20
  • Jaminan masa depan, kita mengutip Yer 29:11

Semua janji di atas adalah janji-janji YAHWEH kepada orang Israel, Matius 18 Yahshua berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Fakta ialah bahwa bangsa dan berbahasa apapun orang tersebut asalkan dia percaya kepada Yahshua dan menuruti perintah-Nya seperti tertulis di Alkitab dia adalah umat pilihan-Nya, umat tebusan-Nya, orang Israel pewaris Kerajaan Sorga.

Namun ada satu hal dimana orang Kristen bukan-Yahudi tidak mau sama seperti orang Israel, yaitu di dalam beribadah. Orang Kristen bukan-Yahudi tidak mengutip ayat-ayat Alkitab ketika berbicara soal ibadah, sebagai gantinya ia mengikuti pendapat Kaisar Constantine. Kaisar Constantine berkata tentang menguduskan hari Minggu (Sun-day): ”Para hakim dan orang-orang perkotaan dan para pekerja dari semua perusahaan” untuk beristirahat pada ”hari yang patut dimuliakan matahari” (the venerable day of the sun).

Apakah tanda perjanjian yang Elohim telah tetapkan kepada umat-Nya untuk dipakai?

Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab  itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu (Kel 31:12-14)

Akulah YAHWEH, Elohimmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, (20)  kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. ( Yeh 20:19-20 )

Banyak pendeta berpikir bahwa orang Kristen yang telah diselamatkan dari budak dosa haruslah hidup di dalam anugerah dan tidak di bawah Hukum Taurat. Benar bahwa seharusnya lah kita tidak hidup di bawah Hukum Taurat, namun itu bukan berarti kita hidup tanpa ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya. Berpikirlah sejenak, setiap negara mempunyai ketetapan dan hukum, semua itulah yang membuat sebuah negara tertib dan maju. Apakah Anda pikir Kerajaan Sorga yang begitu mulia dan agung tidak memiliki ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum?

Raja Daud memberi suatu pernyataan yang berlawanan dengan banyak ajaran Pendeta di atas. Kitab Mazmur tertulis alasan apa Elohim membawa keluar umat-Nya dari perbudakan di Mesir – ingat, Mesir adalah gambaran rohani perbudakan manusia dari dosa;

“Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. . ..  agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya! (Maz 105: 26-45)

Mereka dibebaskan dari perbudakan supaya mereka bisa mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Bisa dibandingkan dengan Matius 5:20.

Di masa perbudakan orang Israel sukar melakukan sabat  (kata istirahat dalam bahasa Ibraninya) Raja Mesir menjawab permohonan Musa dengan berkata: ”…kamu membuat mereka istirahat dari beban-beban mereka!” (mayoritas terjemahan Alkitab Inggris tertulis demikian) (Kel 5:5). Oleh sebab inilah Musa mengingatkan orang Israel untuk memelihara  perintah Elohim memelihara hari Sabat (Ul 5:15).

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH di atas,  Firman-Nya  jelas menulis bahwa MEMELIHARA dan MENGUDUSKAN HARI SABAT  adalah sebuah TANDA (mark, sign) bahwa:

  • Elohim dari para pemelihara hari Sabat adalah YAHWEH (Yeh 20:19-20)
  • YAHWEH sendirilah yang telah menguduskan si pelaku Sabat ini (Kel 31:12-14)

Jika bukan YAHWEH yang menguduskan kita, maka sia-sia lah kekudusan tersebut;  amal dan perbuatan baik, persembahan korban binatang bahkan jiwa kita sendiripun tidak akan mencapai standard kekudusan yang Ia minta (Im 19:2; 20:7,26; 1 Pet 1:14-16)

Jika bukan YAHWEH yang menjadi Elohim kita, maka celakalah kita dihari penghakiman; sebab elohim lain yang bukan pembuat langit dan bumi akan dihancurkan-Nya (Yer 10:10-12)

Mengenal Elohim yang benar dan mendengarkan serta melakukan ajaran-Nya adalah sangat penting,  perhatikan ayat-ayat ini:

  • Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yahshua Ha Mashiah yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
  • “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  (Mat 7:24).

Penting untuk diingat: Matius 5 sampai 7 adalah satu kesatuan dari “Kotbah Di Bukit.” Alkitab LAI pada Matius 7:15-29 membagi menjadi 3 judul. Jika kita mempelari seluruh ayat tersebut maka nampak bahwa pemberian judul tersebut bisa menggurangi pesan Yahshua yang susungguhnya. Mereka yang diberi TANDA sebagai “nabi-nabi palsu” terkejut luar biasa (22), ketika Yahshua MEMANGGIL mereka sebagai ”pembuat kejahatan” (23). Jika “para nabi palsu” ini memang sengaja berbuat jahat – seperti “serigala berbulu domba” – tentu mereka tidak akan terkejut ketika ditolak oleh Yahshua di hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Singkatnya,  mereka ini adalah orang-orang Kristen yang MELAKUKAN tanda-tanda orang percaya (Mark 16:17-18) namun TIDAK MEMILIKI TANDA orang percaya sebagaimana yang YAHWEH telah tetapkan dalam perjanjian-Nya. Atau sedikitnya mereka adalah pekerja-pekerja Gereja yang – tanpa mereka sadari – menghabiskan waktunya demi denominasi dan doktrin gerejanya sendiri. Lihat Maz 1:6; 2 Tim 2:19; 1 Kor 8:3. Ini adalah bukti bahwa, …mereka tidak pernah ada sebagai pengikut-pengikut sejati Ha Mashiah…, bahwa mereka telah sekali sebagai orang Kristen dan jatuh kembali; …Kesimpulan; apapapun lainnya orang-orang ini telah ada, mereka tidak pernah memiliki agama yang benar. Lihat 1 Yoh 2:19; (Albert Barnes, Notes on the Bible at Mat 7:23).

Kata pertama dari ayat 24 adalah bukti bahwa ayat 15 sampai 29 adalah satu-kesatuan dari sebuah peringatan. “Karena itu (therefore) setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana ,… ” (Mat 7:24).

Kata “karena itu/ sebab itu” tertulis pada KJV dan terjemahan Inggris lainnya, namun tidak ada di LAI.Perhatikan juga pemotongan yang salah pada Mat 6:25 dan 7:12 (kata “karena itu” juga tidak tertulis) pada LAI. “Therefore / karena (alasan) itu / sebab (alasan) itu” adalah kata sambung dan kata kerja bantu; fungsinya menerangkan kalimat sebelumnya.

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH. Pertanyaan untuk setiap kita ialah:

  • Elohim apa yang Anda sembah? YAHWEH adalah Elohim yang benar
  • Doktrin apa yang Anda percayai dan lakukan? Alkitab ialah sumber doktrin Gereja yang benar, berbeda dari Alkitab adalah tradisi dan pikiran manusia semata.
  • Jika Elohim yang Anda sembah adalah YAHWEH dan doktrin Anda sesuai Alkitab, maka pertanyaan terakhir adalah
  • Apakah Anda mulai sekarang mau melakukan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan-Nya? Mintalah tuntunan Roh Kudus saat Anda mempelajarilah Alkitab, buku-buku referensi juga baik untuk disertakan.

Buanglah elohim yang bukan Pencipta langit dan bumi, berilah diri Anda di baptis (selam) dan mulailah hidup di dalam pimpinan Roh Kudus-Nya.Dan ingatlah juga bahwa perintah menguduskan hari Sabat-Nya masih tetap berlaku dan bahkan sampai selama-lamanya. Lihat Yesaya 66:21-23.
Kamu berasal dari Elohim, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1 Yoh  4:4)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

6 Tanggapan

  1. Shallom pak, terima kasih utk penjelasan bapak. Yeshua memberkati bapak

  2. Shallom, segala pujian bagi Elohim, sy sdh menemukan gereja yg mengadakan kebaktian hari sabat. Namun ada hal yg bikin sy agak bingung, gereja ini mengadakan kebaktian sabat di hari jumat malam, dgn alasan dicocokan dg wkt di Israel. Katanya menurut wkt di Israel hr sabat dimulai dr jumat setelah matahari terbenam sampai sabtu sore setelah matahari terbenam. Menurut bapak bgm? Terima kasih

    • Shalom sdri Yenny.
      Mari kita buka Alkitab kita. Lihat pada Kejadian pasal 1 (satu) tentang Penciptaan. Setiap Dia selesai menciptakan, Alkitab menulis Jadilah petang dan jadilah pagi, enam kali tertulis. Artinya hari dimulai dari matahari terbenam (petang) sampai terbenam kembali. Kerajaan Romawi mengawali harinya dari pukul 00:00 sampai 00:00.
      Sabat memang dimulai dari Jumat petang dan berakhir Saptu petang. Setelah Saptu petang, misalnya jam 7 sore itu sudah dihitung hari ketujuh (Minggu).
      Semoga jawaban ini bisa membantu Anda. YBU (Yeshua memberkati Anda)

  3. Shallom. Sy tinggal di surabaya. Sy ingin ikut kebaktian dihari sabat. Tp sulit sekali menemukan gereja yg kebaktian umumnya di hari sabtu. Sy yakin bnyk pemimpin gereja yg tau kl sabat jatuh di hari sabtu, tp blum ada yg memulai perubahan. Saya sebaiknya bagaimana ya?

    • Shalom saudari Yenny. Anda benar sekali bahwa sudah banyak pemimpin jemaat (gereja) yang sudah tahu kalau Sabat jatuh di hari Saptu. Masalahnya memang tidak mudah keluar dari kebiasaan dan tradisi, apalagi yang namanya melawan arus (bertindak melawan pendapat dan kebiasaan masyarakat di sekitarnya), kecenderungan umum manusia adalah: lebih suka menyukakan yang Kelihatan (manusia) daripada yang tidak Kelihatan (YAHWEH).

      Apa yang Anda bisa lakukan dengan kebenaran yang Anda telah tahu? Mari saya bagikan pengalaman saya sendiri menghadapi kondisi seperti yang Anda alami ini.
      Ketika saya sadari bahwa kata TUHAN (huruf besar semuanya) di Alkitab LAI hanyalah sebuah kata ganti/samaran dari YAHWEH, NAMA Elohim yang sesungguhnya, dan nama Yesus dalam bahasa Ibraninya, Yeshua atau Yahshua, memiliki arti maka saya mulai berdoa dengan NAMA-NAMA tersebut dan mengajari keluarga saya tentang Nama-nama Asli tersebut. Langkah berikutnya saya melahirkan blog Senjata Rohani ini agar nama-Nya dikenal dan dihormati. Syukur pada YAHWEH sekarang telah banyak orang Indonesia yang memakai nama asli-Nya dan bahkan sudah ada Alkitab Indonesianya (nama Yesus belum dirubah, bagaimanapun).
      Demikian juga halnya dengan hari Sabat, saya telah puluhan tahun tahu Sabat adalah hari Saptu, namun ketika seorang profesor Alkitab melaporkan bahwa dari penemuannya sendiri dr perpustakaan Roma (ia lulusan sebuah universitas theologia dari Roma, Vatikan) bahwa Sabat dirubah oleh penguasa Roma menjadi Minggu atas dasar kebencian kepada orang Yahudi – artinya: mengutuki keturunan Abraham – hati saya sedih dan terguncang menyadari bahwa 10 Perintah YAHWEH bukan saja telah diganti tetapi juga umat-Nya dihina. Apa tindakan saya? Sejak saat itu saya mulai “mengingat dan mengudukan hari Sabat-Nya” melalui pimpinan dan kekuatan Roh Kudus-Nya. Saya tetap datang ke gereja lokal hari Miggu saya, dan di sel-sel group saya bersaksi dan membagikan pengetahuan saya tentang hari Sabat.
      Sering kali saya beribadah di Jemaat Advent di hari Saptunya. Jika Anda masih remaja, Anda bisa menghadiri kebaktian remaja- di banyak negara Barat, itu umumnya diadakan pada hari Jumat malam atau Saptu, saya tidak tahu bagaimana di Surabaya.
      Ada dikatakan “dimana ada keinginan disitu ada jalan,” dan terlebih Yeshua menjanjikan “mintalah maka kamu akan diberi; carilah maka kamu akan mendapat dan ketoklah pintu maka pintu akan dibukakan.” Berdoalah sdri Yenny, minta kepada Dia, jika tidak ada yang mau memulai, siapa tahu bahwa Dia memakai Anda untuk memulai ibadah Saptu tersebut; mulai dengan kelompok doa dan kelompok sel atau ibadah Saptu di rumah.
      YAHWEH, Elohim yang hidup, memberkati Anda.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: