Apakah Harry Potter Mashiah / Mesias / Kristus Palsu?


The Barna Group, suatu badan penelitian yang terkenal di Amerika, pada 3 kali survey nasionalnya (2002, 2004 dan 2005) kepada remaja-remaja berusia 13-18 tahun melaporkan: lebih dari 4 dari setiap 5 remaja (84%) secara pribadi telah membaca atau menonton film Harry Potter. Yang lebih mengejutkan lagi dari laporan ini ialah: Tiga per empat dari remaja pengunjung gereja (77%) dan remaja Kristen lahir baru (78%) telah melihat atau membaca Potter. Laporan dipublikasikan pada 1 May 2006.

Alkitab dengan sangat jelas berkata bahwa praktek-praktek sihir atau perdukunan, berkomunikasi dengan roh-roh orang mati dan roh-roh jahat adalah kekejian di mata Elohim (Ulangan 18:10)

Hasil survey ini tentunya tidak terlalu mengejutkan orang Kristen jika melihat respon dari para beberapa pemimpin Kristen Amerika dan media Amerika yang tidak saja netral terhadap isi dari cerita ilmu sihir Harry Potter, bahkan memujinya. Prof Alan Jacobs dari Wheaton College, contohnya, menyimpulkan bahwa cerita Harry Potter mempromosikan “sejenis peperangan rohani .. Sebuah pergumulan antara baik dan jahat,” katanya. Chuck Colson, pada siaran radionya (2/11/1999), memuji tokoh Harry Potter dan teman-temannya atas keberanian, kesetiaan, dan kesediaan berkorban untuk satu dengan yang lain. Colson mengabaikan praktek-praktek sihir dari para tokoh ini. Pelayanan Focus on the Family, yang dipimpin oleh Dr. John Dobson dan Christianity Today juga termasuk di dalam daftar pemuji karya J.K. Rowling ini.

“Saya telah didorong oleh pendeta saya pada gereja Kristen saya untuk membaca buku-buku Harry Potter, sebab  meskipun buku-buku tersebut memiliki hubungan dengan ilmu sihir dan pernujuman, mereka (buku-buku tersebut) dapat mengajar kita lebih tentang nilai-nilai perahabatan dan keberanian sehingga ia dapat … Saya tidak lagi orang Kristen. Di suatu perjalanan kepercayaan saya telah berubah. Saya sekarang praktek Wicca.” Seorang muda pengunjung situs kami.  Dikutip dari sebuah situs Kristen:  A review of Harry Potter and the Deathly Hallows.

Pada synopsis (garis besar) film terbaru (dan mungkin terakhir) yang berjudul Harry Potter and the Deadly Hallows part 2 (Harry Potter dan Bayang-bayang Maut bagian 2) tertulis:

Dalam akhir epik, pertempuran antara baik dan jahat proses dunia sihir meningkat menjadi perang habis-habisan. Taruhannya telah menjadi lebih besar dari sebelumnya dan seorangpun tidak ada yang selamat. Tetapi itu adalah Harry Potter [tokoh kebaikan] yang kepada siapa dapat diserukan untuk membuat korban yang termulia sebagaimana ia semakin mendekati pertarungan puncak dengan Lord Voldemort [tokoh jahat]

Semuanya berakhir di sini.

Bagi Anda yang tidak tahu isi Alkitab, saya ingin mengatakan bahwa isi dari synopsis film Harry Potter and the Deathly Hallows ini secara jelas telah menjadikan Harry Potter sebagai pengganti Yeshua Ha Mashiah / Yesus Kristus! Alkitab berkata bahwa keselamatan datang kepada manusia jika manusia berseru / minta pertolongan kepada Yeshua. Ini bukti ayat-ayatnya:

Dan / Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama  YAHWEH akan diselamatkan, … (Joel 2:32; Kis 2:21; Rom 10:13 ) juga ayat sejenis dengan itu ialah Kis 22:16; 1 Kor 1:2

Rasul Petrus dihadapan ribuan orang di Yerusalem di hari Raya Pentakosta (Hari Turunnya Roh Kudus keatas orang-orang Percaya) dengan jelas berkata:

Yeshua adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:11-12)

Dari ayat-ayat ini kita juga dapat menemukan suatu bukti bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim, Firman YAHWEH, Putra YAHWEH sebagaimana Yeshua sendiri berkata kepada Rasul Yohanes tentang Akhir Jaman:

Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya (Allahnya) dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wah 21:6-7)

Keselamatan kekal dari pergumulan melawan kejahatan dan dosa manusia bukanlah melalui pegorbanan mulia Harry Potter, atau seorang seperti Harry Potter yang percaya dan mempraktekkan ilmu sihir dan perdukunan. Korban sembelihan yang sempurna, sekali untuk selama-lamanya bagi penebusan dosa-dosa manusia adalah Anak Domba Elohim, yakni Yeshua Ha Mashiah. Yeshua telah melakukannya dua ribu tahun yang lalu di kayu salib.

J.K. Rowling pembuat cerita Harry Potter merupakan satu dari puluhan nabi dan guru palsu yang telah dimasuki oleh roh-roh Antikristus (antichristos – 1 Yoh 2:22; 4:3 dan 2 Yoh 1:7), yang menawarkan Kristus-Kristus palsu (pseudochristos – Mat 24:24; Mark 13:22) untuk menipu penduduk dunia dunia di Akhir Jaman ini.

”Semuanya berakhir di sini” dari synopsis film Harry Potter ini juga mengkopy skenario Akhir Jaman yang dinubuatakan Alkitab, bahwa Yeshua Ha Mashiah akan datang kembali yang kedua kalinya memerangi Setan (tokoh kejahatan) mengalahkan Setan dan membuangnya ke Neraka, dan berakhirlah peperangan manusia melawan penderitaan dunia yang disebabkan oleh Setan dan para pengikutnya. Silahkan baca akhir dari isi Akitab, kitab Wahyu pasal 21 dan 22. Perang akhir ini disebut Perang Armageddon (Yoel 3:14; Wah 16:14)

J.K Rowling terbukti telah menyebut kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit, seperti tertulis pada kitab nabi Yesaya 5:20-21. J.K. Rowling telah membawa jutaan remaja termasuk para pemeran film Harry Potter kepada jebakan bayang-bayang kematian yang dibuat oleh roh-roh Antikristus.

Setan dan para pelayannya bekerja keras untuk membawa sebanyak mungkin remaja melalui ajaran Wicca (New Age, film-film sihir) dan musik rock heavy metal ketempat tinggal kekalnya yang sangat menyeramkan.

Rasul Yohanes pada penutupan surat pertamanya menjelaskan siapakah Antikristus dan para pengikutnya, ia menutup suratnya dengan peringatan ini: Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. Amen. (1 Yoh 5:21).

Yohanes dengan kata lain berkata bahwa: Ajaran para guru dan nabi palsu yang diilhami oleh roh-roh Antikristus dan roh-roh Kristus palsu tidaklah  lain kecuali satu hal yakni, mencoba menggantikan YAHWEH dan Yeshua Ha Mashiah dengan berhala-berhala! Waspadalah!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apakah Muhammad nabi dan rasul Elohim (Allah)?


Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, YAHWEH menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. (Bil 12:6)

Orang Islam lima kali sehari mengucapkan kalimat Shahada yang menyatakan bahwa Muhammad adalah rasul Elohim atau Allah,  dan dipanggil juga sebagai nabi. Dunia tidak mempertanyakan masalah intern agama Islam, namun karena Islam mengklaim bahwa Elohim (Allah) orang Islam adalah sama seperti Elohim Israel dan Kristen bahkan sebagai nama (bukan jabatan atau titel) dari sembahan para Muslim, maka pertanyaan berikut ini perlu dikeluarkan:

Benarkah Muhmmad, yang lahir pada abad ke enam di tanah Arab, adalah rasul Elohim (Allah)?
Benarkah ia utusan dari Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub?

Pada artikel ini Anda akan melihat bukti yang ditunjukan oleh kedua kitab suci Alkitab dan Kuran, ditambah Hadith.

Tidaklah diragukan bahwa kitab suci Islam, Kuran, mengutip banyak sekali nama-nama nabi yang tertulis di Alkitab.
Pertanyaannya ialah apakah kata Alkitab – yang merupakan sumber asli firman Elohim – tentang syarat-syarat seorang nabi dan rasul Elohim (Allah)?
Apakah Muhammad memenuhi standard-standard kenabian dan kerasulan yang firman Elohim tetapkan?

Sebelum kita melihat standard nabi dan rasul, kita lihat  dahulu arti dari kata nabi dan rasul tersebut. Nabi dan rasul adalah dua jabatan yang bersifat ”utusan” atau ”messenger,” sama seperti ”tukang pos” yakni pengirim berita dari Elohim kepada umat-Nya. Bedanya ialah seorang nabi lebih banyak bernubuat,  menyampaikan pesan-pesan Elohim yang bersifat informatif baik untuk masa saat itu maupun masa yang akan datang. Yang terakhir ini disebut berita ”nubuatan.” Dan seorang rasul meyampaikan berita yang bersifat pengajaran ”menunjukan jalan-jalan Elohim” dan ”bagaimana hidup benar,” membawa umat Elohim untuk hidup sesuai firman-Nya, bagaimanapun seorang rasul bukanlah seorang guru. Tepatnya ada lima jawatan yang diberikan YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Yakub, kepada umat-Nya, baca Efesus 4:11.

Berikut ini adalah beberapa standard yang Alkitab berikan untuk seseorang adalah benar utusan Elohim.

1. Tanda-tanda yang menyertai seorang nabi dan rasul Elohim (Allah).
Mari kita lihat apa yang Taurat dan Injil katakan tentang para utusan Elohim ini.

1a. Nabi dan rasul Elohim membuat mujizat
Kitab Taurat yang kedua, yakni kitab Keluaran, adalah kitab pertama dari seluruh Alkitab yang menjelaskan bagaimana seorang nabi Elohim diutus. Musa terpilih untuk menjadi nabi bagi YAHWEH membawa umat-Nya keluar dari perbudakan Mesir (pasal 3). Musa dengan sederhana mempertanyakan panggilan kenabiannya tersebut kepada Pengutusnya, ia berkata:  Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: YAHWEH tidak menampakkan diri kepadamu?” (Kel 4:1). Dengan kata lain Musa bertanya kepada Elohim: “Bagaimana aku bisa membuktikan kepada mereka bahwa benar ENGKAU yang mengutus aku?” YAHWEH memperagakan dua mujizat kepada Musa: tongkat gembalanya jadi ular, tangannya menjadi kusta setelah dimasukkan kedalam bajunya dan sembuh dalam seketika setelah ia memasukkan tangan kustanya tersebut ke bajunya lagi. Dan Elohim Israel ini berjanji untuk membuat mujizat-mujizat melalui Musa dihadapan bangsa Mesir. Dan ia juga melakukan banyak mujizat dihadapan bangsa Israel. Mengapa mujizat  penting untuk disertai oleh seorang utusan YAHWEH? Elohim memandang perbuatan mujizat adalah suatu materai dari kepribadian-Nya untuk dikenal umat-Nya, seperti tertulis: dan supaya engkau dapat menceriterakan kepada anak cucumu, bagaimana Aku mempermain-mainkan orang Mesir dan tanda-tanda mujizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH.” (Kel 10:2).

Tidak diragukan bahwa perbuatan mujizat adalah tanda utusan Elohim, Yeshua, yang adalah Yahweh, guru dan nabi, selama tiga setengah pelayanan-Nya melakukan banyak sekali mujizat – sakit disembuhkan, kerasukan setan dilepaskan, lumpuh berjalan, buta melihat dan orang mati dibangkitkan! Tahukah Anda apa yang Yeshua nyatakan pertama-tama kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya? Otoritas atas semua kuasa ada ditangan-Nya!, Yeshua mendekati mereka (rasul-rasul-Nya) dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Mat 28:18)

Melalui pernyataan ini, Yeshua mengingatkan mereka akan janji-Nya kepada mereka sebelum Ia tersalib: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Yoh 14:12) dan memperteguh tugas penggilan kerasulan mereka yang tercatat pada kitab Injil: Yeshua memanggil kedua belas murid-Nya (12 rasul; ayat 2) dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (Mat 10:1)

Pernyataan Yeshua pada Injil Matius 28 ini adalah penegasan Yeshua bahwa sekaranglah saatnya bahwa Ia akan mengutus para rasul dan semua murid-murid-Nya keseluruh dunia dengan disertai kuasa yang Ia telah miliki tersebut. Awal Pencurahan Kuasa yang maha dasyat ini terjadi pada hari-raya Pentakosta (Kis 2), dimana mereka (kira-kira 120 murid; Kis 1:15) yang sedang berkumpul di sebuah gedung di Yerusalem dipenuhi dengan api Roh Kudus, sesuai nubuatan nabi Yoel (2:27-29). Inilah sebabnya di manapun para hamba-hamba YAHWEH memberitakan firman-Nya, mujizat-mujizat dan tanda-tanda ajaib terjadi, tentu sampai saat ini!

Bagaimana dengan Muhammad?, Muhammad sendiri mengakui bahwa ia tidak disertai dengan tanda-tanda mujizat. Hadirnya Kuran yang ia anggap satu-satunya mujizat yang ia telah klaim sebagai tindakan mujizatnya  ternyata membuktikan dirinya sendiri bukanlah seorang nabi atau pun rasul, sebab isinya penuh dengan kesalahan–  video berbahasa Arab –  (tata-bahasa dan pesan) , sehingga ia perlu mengganti banyak ayat dan menaruhnya ayat-ayat yang baru. (1)

1b. Nabi dan rasul Elohim bernubuat
Maka Roh YAHWEH meliputi aku dan YAHWEH berfirman kepadaku: “Katakanlah: Beginilah firman YAHWEH: … (Yeh 11:5)
Ketika Yeshua duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yeshua kepada mereka: … Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. … (Mat 24:3-44)

Alkitab mencatat ratusan nubuatan-nubuatan dari kitab Taurat pertama (Kejadian) sampai kitab Wahyu, hal ini membuktikan bahwa YAHWEH adalah Elohim (Allah) yang hidup, Ia berbicara memberitahukan hal-hal yang akan datang. Anda tidak akan menemukan nubuatan pada kitab-kitab suci diluar Alkitab, mengapa? Sebab Elohim yang sesungguhnya hanyalah satu, yang lainnya hanyalah buatan manusia semata. Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Elohim dan tidak ada yang lain, Akulah Elohim dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, …(Yes 46:9-10)

Muhammad. Ia tidak pernah bernubuat tentang apapun yang penting, bahkan ia tidak tahu masa depan kekekalan hidup dirinya sendiri: “By Allah, though I am the apostle of Allah, yet I do not know what Allah will do to me.” (Hadith vol. 5:266).

1c. Nabi dan rasul Elohim nubuatannya haruslah terjadi.
Akulah Elohim dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, (Yes 46:9-10). YAHWEH menggaransi perkataan-Nya.
Melakukan mujizat dan bernubuat, hanyalah bagian kecil dari tanda seseorang utusan Elohim, sebab nabi palsu melalui kuasa Iblis dan roh-roh jahat pun bisa juga melakukan kedua perkara tersebut. Standard yang lebih tinggi dari kedua hal di atas ialah “nubuatan utusan Elohim tersebut haruslah terjadi!, seperti tertulis pada kitab Taurat kelima: Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan YAHWEH? apabila seorang nabi berkata demi nama YAHWEH dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan YAHWEH; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ul 18:21-22)

Ayat ini adalah keterangan dari janji YAHWEH kepada nabi Musa, bahwa seorang nabi akan Dia bangkitkan dikemudian hari, yang  mana perkataan nabi yang akan datang ini harus didengar (18), nabi ini adalah Yeshua Ha Mashiah. Yeshua menubuatkan hal-hal apa yang akan terjadi di akhir jaman: kelaparan, gempa bumi, perang serta pengikut-Nya akan dianiaya dan dibunuh atas nama agama – semuanya tergenapi!! Guru-guru Kuran mengajar bahwa nubutan Ulangan 18:18 ini adalah tentang Muhammad, yang tentu saja tidak ada dasar kebenarannya. Baca: “Nabi seperti nabi Musa pada nubuatan Ul. 18” juga Does the Qur’an contain any prophecies about the future?

Bagaimana dengan ‘nubuatan’ Muhammad? Baca Muhammad is not a true Prophet of God by Abrahamic-faith pada Proposition 4.

2. Kehidupan seorang nabi dan rasul Elohim (Allah).
Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, kudus. (Imamat 19:2)

Buku Mark A. GabrielYeshua dan Muhammad dalam bahasa Arab, juga bisa dibaca dalam bahasa Indonesia.
Jika mujizat dan nubuatan yang tergenapi adalah tanda seorang utusan Elohim yang Ia beri untuk umat-Nya bisa mengetahui, maka bagi diri-Nya sendiri Ia menuntut para utusan-Nya tersebut haruslah hidup sesuai dengan kepribadian-Nya.

Kita tahu bahwa nabi dan rasul memiliki posisi yang lebih tinggi daripada seorang imam (iman ialah setara dengan pendeta pada jaman ini). Firman YAHWEH pada kitab Taurat ketiga, kitab Imamat, bicara tentang hubungan seorang imam dengan wanita sebagai berikut:

  • Sebagai suami, ia tidak boleh berzinah dengan perempuan lain (Im 21:4)
  • Tidak boleh memperisteri wanita yang tidak perawan, atau janda atau telah dicerai (21:7, 14)
  • Calon isterinya haruslah seorang perawan dan dari sebangsanya sendiri (21:13)

Dan di Perjanjian Baru di tegaskan kembali: Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat (tingkah lakunya), suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. (1Ti 3:2-4)

Ketika Paulus mendelegasikan pengangkatan penatua-penatua di Kreta (Yunani) kepada muridnya Titus, Paulus menegaskan bahwa Titus harus menemukan mereka dari bapa-bapa yang hanya memiliki satu isteri dan yang hidupnya benar (Titus 1:5-9).

Sejarah mencatat bahwa Muhammad, seorang suami yang baik sebelum isteri pertamanya, Khadijah (bekas seorang janda yang telah dua kali menikah) meninggal dunia, namun secepat Khadijah meninggal dunia, Muhammad tercatat menikah sekali setiap tahunnya, selama hidupnya ia telah mengawini 15 wanita dan memiliki selir-selir bagi kepuasan dagingnya. (2)

3. Ajaran dan pesan seorang nabi dan rasul Elohim (Allah) haruslah sesuai firman-Nya.
Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti elohim lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu;  … Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap YAHWEH, Elohimmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan–dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan YAHWEH, Elohimmu, kepadamu untuk dijalani. … (Ul 13:1-5)

Seorang boleh mengaku nabi dan membuat tanda-tanda mujizat, TETAPI jika ajarannya bertolak belakang dari pesan Alkitab, maka IA ADALAH NABI PALSU.

Jadi dua test di bawah ini penting untuk menguji apakah benar seorang utusan Elohim ialah:

  • Seorang yang mengklaim sebagai utusan Elohim, maka ajaran dan pesanya haruslah sesuai dengan Alkitab. Perintah-Nya  (Rhema) dan firman-Nya yang tertulis (Logos) tentunya tidak pernah bertentangan. Yeshua (Firman yang menjadi manusia = Rhema) sering kali berkata: “ada tertulis” dan “tidakkah kamu baca” atau “belum pernahkah kamu baca.” Ia selalu merefer kepada Perjanjian Lama (Logos)! (3)

Bila Yeshua sendiri berkata bahwa hukum yang terutama dan yang pertama (Mat 22:36-40) adalah 10 Perintah Elohim (Kel 20:1-17), maka jika ada nabi atau utusan Elohim yang berkata bahwa 10 Perintah tersebut tidak berlaku maka ia adalah bukan utusan YAHWEH. Itulah sebabnya banyak guru agama mengajarkan pembunuhan kepada orang yang tidak seiman kepada ajaranya dan kehidupan pemimpin agama ini memiliki kehidupan sex yang tidak kudus.

  • Perinsip “utusan Elohim meneruskan pesan atau ajaran Pengutusnya” haruslah dipegang, jika tidak ia adalah nabi atau rasul palsu.

Perhatikan tiga ayat ini:

  1. Pesan Elohim kepada Musa tentang Harun (kakaknya Musa) yang akan menjadi penyambung lidah (penerus perkataan) nabi Musa: Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan. Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Elohim baginya. (Kel  4:15-16).
  2. Malam terakhir pelayanan Yeshua: Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. (Yoh 17:4)
  3. Yeshua dan penerus-Nya, Roh Kudus: Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. (Yoh 16:13-14)

Firman Elohim berkata bahwa YAHWEH akan menyertai lidah Musa dan lidah Harun yang adalah penyambung lidah Musa, juga para nabi dan rasul yang dipenuhi Roh Kudus akan meneruskan ajaran Yeshua dan pesan mereka pastilah memuliakan Yeshua, dengan kata lain seseorang yang adalah benar-benar utusan Elohim maka ada garansi bahwa perkataan nabi atau rasul tersebut tidak akan ada kontradiksi dengan Firman YAHWEH, Alkitab.

Para penerus ajaran Muhammad mengklaim bahwa Muhammad adalah nabi terakhir Elohim dan memperbaiki Kitab Suci (Alkitab) yang sebelumnya. Dua kesalah fatal terjadi pada klaim ini

  1. Alkitab adalah firman YAHWEH, jadi Kitab Suci ini sudah sempurna. Yeshua berkata bahwa firman YAHWEH tidak bisa dibatalkan (Yoh 10:35). Artinya jika ada sebuah ajaran atau doktrin yang berbeda dari Alkitab, itu adalah ajaran palsu.
  2. Alkitab tidak pernah berkata, bahkan juga bernubuat tentang Muhammad. Artinya ayat-ayat Alkitab yang dipakai oleh guru-guru Islam untuk menghubungkan Muhammad dengan status kenabian yang berakar dari kepercayaan Abraham, orang Ibrani, tidaklah bisa dibenarkan dan tidak Alkitabiah.

Kesimpulan:
Karenanya ajaran dan kehidupan Muhammad, pembawa agama Islam, yang bertolak belakang 180 derajat dari ajaran Alkitab, maka terbukti bahwa Muhammad bukanlah nabi dan juga bukan rasul Elohim (Allah) yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Israel (Yakub) dan seluruh orang Kristen. Tepatnya Muhammad dan pengikutnya meneguhkan apa yang Yeshua telah nubuatkan sekitar 570 tahun sebelum Muhammad memulai agama Islamnya, itu tertulis pada Injil Yohanes 16:1-4.

Keimanan bukanlah sekedar kesukaan seseorang memilih atau mempercayai sesuatu, keimanan lebih tinggi derajatnya dari kesukaan seseorang akan pakaian atau sepatu tertentu, dimana ia bisa mengenakannya dan menggantikan dengan pakaian atau sepatu yang lain.
Keimanan juga bukanlah sekedar kesukaan sesorang membaca dan mempraktekan suatu kitab suci, keimanan lebih tinggi dari praktek menghafal dan mempercayai kalimat-kalimat keramat sebagaimana dukun lakukan,
Keimanan bukanlah hobbi dan juga bukan dunia mejik, keimanan adalah kendaraan manusia menuju kepada kekekalan api Neraka atau kepada Sorga mulia.
Agama sebagaimana pakaian atau sepatu, semuanya adalah buatan manusia;
dunia mejik sama dengan dunia hipnotis, dimana si pelaku diajar untuk mempercayai sesuatu (apapun itu) sebagai sesuatu yang nyata dan sebagai kebenaran.

Anda boleh saja mengatakan 100 kali setiap hari bahwa “10 kali 10 sama dengan 10 juta”, Namun keyakinan Anda tersebut tidak akan terwujud di dalam dunia nyata, sama halnya dengan keimanan, Anda boleh saja mengatakan 100 kali setiap harinya bahwa Muhammad adalah rasul Elohim (Allah), tapi karena firman Elohim tidak mengatakannya maka keimanan Anda itu sia-sia. Tetapi Alkitab dengan tegas menulis:  Karena begitu besar kasih Elohim (Allah) akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

Pernyataan pada Injil Yohanes ini diteguhkan oleh kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bahwa Anak-Nya, yakni Yeshua Ha Mashiah, telah dinubuatkan oleh para nabi dan ajaran-Nya diteruskan oleh para rasul-Nya, dan Yeshua sendiri secara tegas membuka kebenaran tentang diri-Nya:

  • Kata Yeshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
  • Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia (YAHWEH) yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Elohim (Allah), dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. (Yoh 5:24-25).

Semua perkataan firman YAHWEH ini diteguhkan oleh perkataan Muhammad sendiri (a warner) bahwa Hakim akhir jaman ialah Yeshua Ha Mashiah (Isa al-Masih)

Jika Anda ingin menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamat Anda, bacalah artikel ini: Apa yang orang harus lakukan untuk masuk dapat masuk Sorga?

Footnotes:
1. Banyaknya kesalahan Kuran dapat juga dilihat di sini: Samples of Quranic Contradictions, Inconsistencies and Errors ; Outrageous Language Errors in the Quran. Ditemukannya Kuran Sana (Audio) di Yamen dan dalam bahasa Syro-Aram membuktikan bahwa Kuran berbahasa Arab yang ada saat ini adalah hasil editing dari Kuran sebelumnya.

2. Dunia mempertanyakan status kenabian dan kerasulan Muhammad di dalam bagaimana ia mendapatkan para isterinya, beberapa contoh ialah isteri ketiganya Aisyah, ditunanginya ketika berumur 6 tahun, Zainab (isteri ke 5) adalah isteri dari putra angkatnya, Zaid. Pernikahan dengan Zainab ini menimbulkan kekacauan budaya, sehingga Muhammad mengeluarkan suatu surah (33:37) yang isinya Elohim (Allah) mengijinkan menikahi isteri-isteri dari anak-anak angkat. Dan isteri-isteri yang di nikahinya sebagian adalah janda-janda yang suaminya terbunuh oleh pedang para pengikutnya, dan tidak terhitung dari para perempuan malang yang kehilangan suami dan ayah mereka menjadi pemuas napsu sex Muhammad dan para pengikutnya. Catatan: Telah banyak penulis dari negara-negara Islam menceritakan sejarah pernikahan Muhammad ini, beberapa contoh: Dr.  Ergun & Emir Caner, Unveiling Islam;   Dr. Anis A. Shorrosh, Islam Revealed (dalam bahasa Indonesia: Kebenaran Diungkapkan). Baca juga Mohammed the Husband pada Origins of Islam

3. “Ada tertulis” (Mat 4:4,6,7,10; 11:10; 21:13 dan 26:24,31,56; belum termasuk pada ketiga Injil lainnya) dan “tidakkah kamu baca” (Mat 12:3, 5; 19:4; 22:31) atau “belum pernahkah kamu baca” (Mat 21:16; Mar2:25). Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 penulis namun isinya merupakan satu-kesatuan pesan, sebab sumber inpirasinya hanyalah satu, yakni Elohim itu sendiri (2Tim 3:16).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog


Tanda Peringatan Umat YAHWEH


Itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan kamu (Kel 31:13)

YAHWEH telah membuat suatu perjanjian antara diri-Nya sendiri dengan umat-Nya. Perjanjian ini dimateraikan dengan sebuah tanda atau peringatan (mark, sign). Melalui tanda (mark, sign) inilah YAHWEH dan umat-Nya saling mengenali dan mengingat bahwa mereka telah mengikat suatu perjanjian. Melalui  tanda ini juga Dunia dan penghuni Kerajaan Iblis tahu bahwa orang tersebut adalah umat YAHWEH. Tanda ini harus dipakai dari generasi ke generasi, turun-temurun. Itu adalah suatu ketetapan Elohim sendiri kepada umat-Nya. Orang Kristen bukan-Israel atau bukan-Yahudi sering kali menyebut dirnya sebagai Orang Israel Rohani atau Keturunan Abraham secara rohani:

  • Doa berkat kita mengutip perkataan Musa pada Ulangan 28:1-14
  • Doa syafaat untuk negeri, kita mengutip janji untuk Salomo pada 2 Taw 7:13-14 dan Yeh 22:30
  • Jaminan doa kita mengutip janji YAHWEH pada Yer:12-13 dan Mat 18:20
  • Jaminan masa depan, kita mengutip Yer 29:11

Semua janji di atas adalah janji-janji YAHWEH kepada orang Israel, Matius 18 Yahshua berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Fakta ialah bahwa bangsa dan berbahasa apapun orang tersebut asalkan dia percaya kepada Yahshua dan menuruti perintah-Nya seperti tertulis di Alkitab dia adalah umat pilihan-Nya, umat tebusan-Nya, orang Israel pewaris Kerajaan Sorga.

Namun ada satu hal dimana orang Kristen bukan-Yahudi tidak mau sama seperti orang Israel, yaitu di dalam beribadah. Orang Kristen bukan-Yahudi tidak mengutip ayat-ayat Alkitab ketika berbicara soal ibadah, sebagai gantinya ia mengikuti pendapat Kaisar Constantine. Kaisar Constantine berkata tentang menguduskan hari Minggu (Sun-day): ”Para hakim dan orang-orang perkotaan dan para pekerja dari semua perusahaan” untuk beristirahat pada ”hari yang patut dimuliakan matahari” (the venerable day of the sun).

Apakah tanda perjanjian yang Elohim telah tetapkan kepada umat-Nya untuk dipakai?

Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab  itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu (Kel 31:12-14)

Akulah YAHWEH, Elohimmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, (20)  kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. ( Yeh 20:19-20 )

Banyak pendeta berpikir bahwa orang Kristen yang telah diselamatkan dari budak dosa haruslah hidup di dalam anugerah dan tidak di bawah Hukum Taurat. Benar bahwa seharusnya lah kita tidak hidup di bawah Hukum Taurat, namun itu bukan berarti kita hidup tanpa ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya. Berpikirlah sejenak, setiap negara mempunyai ketetapan dan hukum, semua itulah yang membuat sebuah negara tertib dan maju. Apakah Anda pikir Kerajaan Sorga yang begitu mulia dan agung tidak memiliki ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum?

Raja Daud memberi suatu pernyataan yang berlawanan dengan banyak ajaran Pendeta di atas. Kitab Mazmur tertulis alasan apa Elohim membawa keluar umat-Nya dari perbudakan di Mesir – ingat, Mesir adalah gambaran rohani perbudakan manusia dari dosa;

“Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. . ..  agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya! (Maz 105: 26-45)

Mereka dibebaskan dari perbudakan supaya mereka bisa mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Bisa dibandingkan dengan Matius 5:20.

Di masa perbudakan orang Israel sukar melakukan sabat  (kata istirahat dalam bahasa Ibraninya) Raja Mesir menjawab permohonan Musa dengan berkata: ”…kamu membuat mereka istirahat dari beban-beban mereka!” (mayoritas terjemahan Alkitab Inggris tertulis demikian) (Kel 5:5). Oleh sebab inilah Musa mengingatkan orang Israel untuk memelihara  perintah Elohim memelihara hari Sabat (Ul 5:15).

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH di atas,  Firman-Nya  jelas menulis bahwa MEMELIHARA dan MENGUDUSKAN HARI SABAT  adalah sebuah TANDA (mark, sign) bahwa:

  • Elohim dari para pemelihara hari Sabat adalah YAHWEH (Yeh 20:19-20)
  • YAHWEH sendirilah yang telah menguduskan si pelaku Sabat ini (Kel 31:12-14)

Jika bukan YAHWEH yang menguduskan kita, maka sia-sia lah kekudusan tersebut;  amal dan perbuatan baik, persembahan korban binatang bahkan jiwa kita sendiripun tidak akan mencapai standard kekudusan yang Ia minta (Im 19:2; 20:7,26; 1 Pet 1:14-16)

Jika bukan YAHWEH yang menjadi Elohim kita, maka celakalah kita dihari penghakiman; sebab elohim lain yang bukan pembuat langit dan bumi akan dihancurkan-Nya (Yer 10:10-12)

Mengenal Elohim yang benar dan mendengarkan serta melakukan ajaran-Nya adalah sangat penting,  perhatikan ayat-ayat ini:

  • Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yahshua Ha Mashiah yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
  • “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  (Mat 7:24).

Penting untuk diingat: Matius 5 sampai 7 adalah satu kesatuan dari “Kotbah Di Bukit.” Alkitab LAI pada Matius 7:15-29 membagi menjadi 3 judul. Jika kita mempelari seluruh ayat tersebut maka nampak bahwa pemberian judul tersebut bisa menggurangi pesan Yahshua yang susungguhnya. Mereka yang diberi TANDA sebagai “nabi-nabi palsu” terkejut luar biasa (22), ketika Yahshua MEMANGGIL mereka sebagai ”pembuat kejahatan” (23). Jika “para nabi palsu” ini memang sengaja berbuat jahat – seperti “serigala berbulu domba” – tentu mereka tidak akan terkejut ketika ditolak oleh Yahshua di hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Singkatnya,  mereka ini adalah orang-orang Kristen yang MELAKUKAN tanda-tanda orang percaya (Mark 16:17-18) namun TIDAK MEMILIKI TANDA orang percaya sebagaimana yang YAHWEH telah tetapkan dalam perjanjian-Nya. Atau sedikitnya mereka adalah pekerja-pekerja Gereja yang – tanpa mereka sadari – menghabiskan waktunya demi denominasi dan doktrin gerejanya sendiri. Lihat Maz 1:6; 2 Tim 2:19; 1 Kor 8:3. Ini adalah bukti bahwa, …mereka tidak pernah ada sebagai pengikut-pengikut sejati Ha Mashiah…, bahwa mereka telah sekali sebagai orang Kristen dan jatuh kembali; …Kesimpulan; apapapun lainnya orang-orang ini telah ada, mereka tidak pernah memiliki agama yang benar. Lihat 1 Yoh 2:19; (Albert Barnes, Notes on the Bible at Mat 7:23).

Kata pertama dari ayat 24 adalah bukti bahwa ayat 15 sampai 29 adalah satu-kesatuan dari sebuah peringatan. “Karena itu (therefore) setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana ,… ” (Mat 7:24).

Kata “karena itu/ sebab itu” tertulis pada KJV dan terjemahan Inggris lainnya, namun tidak ada di LAI.Perhatikan juga pemotongan yang salah pada Mat 6:25 dan 7:12 (kata “karena itu” juga tidak tertulis) pada LAI. “Therefore / karena (alasan) itu / sebab (alasan) itu” adalah kata sambung dan kata kerja bantu; fungsinya menerangkan kalimat sebelumnya.

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH. Pertanyaan untuk setiap kita ialah:

  • Elohim apa yang Anda sembah? YAHWEH adalah Elohim yang benar
  • Doktrin apa yang Anda percayai dan lakukan? Alkitab ialah sumber doktrin Gereja yang benar, berbeda dari Alkitab adalah tradisi dan pikiran manusia semata.
  • Jika Elohim yang Anda sembah adalah YAHWEH dan doktrin Anda sesuai Alkitab, maka pertanyaan terakhir adalah
  • Apakah Anda mulai sekarang mau melakukan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan-Nya? Mintalah tuntunan Roh Kudus saat Anda mempelajarilah Alkitab, buku-buku referensi juga baik untuk disertakan.

Buanglah elohim yang bukan Pencipta langit dan bumi, berilah diri Anda di baptis (selam) dan mulailah hidup di dalam pimpinan Roh Kudus-Nya.Dan ingatlah juga bahwa perintah menguduskan hari Sabat-Nya masih tetap berlaku dan bahkan sampai selama-lamanya. Lihat Yesaya 66:21-23.
Kamu berasal dari Elohim, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1 Yoh  4:4)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Breakthrough, terbebas dari tipuan Izebel


Menghasilkan Terobosan Penting!

”Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”

Peringatan ini diberikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Suatu Jemaat Messias yang penuh dengan hikmat dan pengetahuan serta sukses (1 Kor 1) dan bahkan telah mengenal karunia-karunia Roh Kudus, namun belum tahu mengoperasikan semua itu dengan benar (1 Kor 12-14) dan banyak diantara mereka yang menikah dengan orang-orang yang tidak seiman (1 Kor 7) dan bergaul erat dengan orang-orang duniawi – penyembah berhala, pemabuk dan cabul (1 Kor 5). Pengaruh budaya dan kepercayaan Yunani serta Romawi terlalu kuat. Kususnya pada masa itu Kerajaan Romawi sedang jaya.

Rasul Paulus memperingatan Jemaat di Korintus agar mengambil pelajaran dari orang-orang Israel – yang telah dibebaskan dari perbudakan Mesir (lambang kehidupan duniawi) – namun banyak dari mereka tidak masuk ke Tanah Perjanjian Kanaan (gambaran fisik dari Surga Mulia). 1 Kor 10.

Orang Israel sudah masuk Kanaan. Raja berganti raja, karena penyembahan berhala dan rendahnya moral ahirnya kerajaan Israel terpecah menjadi dua kerajaan Utara dan Selatan. Kerajaan Utara dikenal sebagai Kerajaan Israel, terdiri dari 10 suku, Kerajaan Selatan dikenal sebagai Kerajaan Yehuda, terdiri dari dua suku.

Berikut ini adalah gambaran singkat apa yang terjadi di dalam Kerajaan Israel pada pemerintahan raja Ahab pada Kitab 1 Raja-raja pasal 16 sampai 18. Dimana daerah Samaria (Herodes menamainya, aslinya bernama Someron), merupakan pusat pemerintahannya.

Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab anak Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria. (16:29). Omri [raja, ayahnya Ahab] melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH dan ia melakukan kejahatan lebih dari pada segala orang yang mendahuluinya. (16:25)

Kitab Raja-raja (Kerajaan Israel Utara dan Selatan) ini mencatat bahw raja Omri ayah dari raja Ahab ini merupakan raja yang jahat bahkan lebih jahat dari raja-raja Israel sebelumnya.

Namun mengenai Ahab sendiri Alkitab mencatat: Ahab anak Omri melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya (16:30). Dimata Yahweh raja Ahab lebih jahat dari pada ayahnya sendiri!

Banyak hal-hal yang sangat buruk terjadi pada masa pemerintahan raja Ahab ini, diantaranya ialah:

1. Menikahi Izebel, putri dari Etbaal, raja dan imam deiti Astarte (Asyera) di Sidon. Melalui istrinya ini penyembah kepada Baal dan dewi Astarte menjadi RESMI di pemerintahannya. Kuil dan mezbah dan patung dewi Astarte dibangun dimana-mana. (16:31-33) bandingkan dengan Hakim-hakim 3:7

2. Kota Yeriko yang dikutuki Yosua, dibangun kembali, dengan mengorbankan anak laki-laki dari sipembangun kota itu sendiri, yang sulung dan yang bungsu. (16:34), Yosua 6:26

3. Nabi-nabi dan hamba-hamba YAHWEH dibunuh secara resmi. (18:13), 2 Raja 9:7

4. Mezbah-mezbah (altar) YAHWEH hancur dan tidak diperhatikan lagi. (18:30)

5. Fungsi ke-imam-an suku Lewi sudah lama ditiadakan sejak jaman raja Yerobeam (1 Raja 12:31; 13:33)

6. Perintah YAHWEH dan nabi-Nya telah dianggap sebagai trouble makers (18:17-18)

7. 7. Sehingga YAHWEH menghentikan hujan selama tiga tahun di tanah Samaria, yang berakibat kelaparan besar (17).

Sungguh suatu peristiwa yang sangat menyedihkan dan menjengkelkan bila Kebenaran telah dituduh sebagai Sumber-Masalah dan Kejahatan telah dianggap sebagai Pahlawan.

Apa yang Anda bisa lakukan bila Anda dihadapkan dengan kondisi seperti di atas? Suatu terobosan besar dan penting harus dilakukan, ya benar, tapi bagaimana?

”Adakan Pertandingan Kuasa Supernatural Terbuka!” Itulah jawaban YAHWEH melalui nabi Elia atas kemelut besar dan berkepanjangan tersebut, pasal 18.

1. Membuat undangan pertandingan. 450 nabi Baal melawan nabi Elia. (19)

2. Disaksikan oleh seluruh orang Israel dan 400 nabi dewi Astarte (Asyera) dan raja Ahab (19)

3. Para hadirin harus mengambil keputusan pada ahir dari pertandingan, Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau YAHWEH itu Elohim, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” (21)

4. Aturan pertandingan: kedua pihak menaruh masing-masing seekor lembuh yang tersembelih di atas kayu bakar, namun tidak boleh menaruh api. Api harus datang dan membakar daging korban tersebut secara supernatural melalui pemanggilan nama deiti masing-masing. (23-24). Deiti yang menurunkan api dialah Elohim yang benar.

Di jaman sekarang dimana semua kepercayaan – atas nama toleransi – haruslah dianggap benar dan sederajat, dengan kata lain bahwa setiap deiti adalah sama saja dan hanya beda namanya, pemikirannya ini sesungguhnya adalah upaya Iblis untuk menyamakan status YAHWEH sebagai Pencipta Langit dan Bumi dengan berhala-berhala ciptaan tangan manusia dan benda-benda langit ciptaan-Nya. Hal yang demikian tentu tidak bisa diterima oleh YAHWEH. Waktunya akan datang segera, dimana IA akan menunjukan kuasa dan kemulian-Nya yang besar dan dasyat kepada para pemimpin dunia ini.

Karena hal yang sama pada masa sekarang inilah IA pada jaman Ahab (abad 8 BC) telah menantang deiti Baal dan deiti Astarte untuk membuktikan siapa sebenarnya Pencipta Langit dan Bumi. Pepatah berkata, “Biarlah ELOHIM ada sebagai ELOHIM!” atau “Let’s GOD be GOD!” memang itu perlu diproklamirkan oleh setiap lidah umat YAHWEH.

Singkat cerita, para nabi Baal bikin show terlebih dahulu, disaksian oleh semua hadirin. Mereka mengadakan tarian penyembahan berhala mereka dengan berloncat-loncat mengitari korban persembahan sambil berseru-seru, Ya Baal, jawablah kami!” , dari pagi sampai siang. Namun tidak ada suara, tidak ada jawaban (26). Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia elohim? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” ( 27)

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. ( 28 )

Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian. (29)

Garis bawah pada ritual penyembahan Baal adalah ciri-ciri umum dari bentuk penyembahan berhala dan pengikut Iblis (Wicca dan sejenisnya), semua ini masih bisa terlihat diabad modern.

Sorenya giliran nabi Elia untuk show. Perhatikan apa yang ia kerjakan:

1. 1. Ia memanggil seluruh rakyat Israel datang lebih dekat kepada-nya. (30)

2. Memperbaiki mezbah YAHWEH yang sudah runtuh, membangunnya kembali demi nama YAHWEH dan menyusun dua belas batu (sesuai jumlah suku keturunan Yakub) yang ia kumpulkan menjadi mezbah YAHWEH. (31-32)

3. Menyusun kayu api dan memotong lembu (bukan babi) dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api pada mezbah YAHWEH (33) Langkat dua dan ketiga merupakan aturan Yahweh sendiri kepada orang Israel bagaimana sebuah mezbah dan korban harus diberikan.

4. Ia membuat ekstra show untuk para penonton, dibuatnya parit disekeliling mezbah YAHWEH itu. Lalu ia meminta mereka untuk menyirami air pada daging korban, sekali, dua kali dan tiga kali, sampai daging, kayu api basah dan parit penuh dengan air! (34-35), Bagaimana bisa memanggang daging dengan kayu bakar yang basah? Elia ingin membuka pikiran dan mata rohani rakyat yang telah dibodohi ini .

5. Dan mulailah ia berdoa:

Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Elohim di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. (36) Jawablah aku, ya YAHWEH, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Elohim, ya YAHWEH, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” (37)

Pada ayat 38 dari Kitab Raja-raja pasal 18 Firman YAHWEH tertulis, Lalu turunlah api YAHWEH menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.”

Ayat 39 Firman YAHWEH tertulis, Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “YAHWEH, Dialah Elohim! YAHWEH, Dialah Elohim!”

Dan pada sore itu juga hujan deras turun membasahi tanah Samaria!!

Mari kita serukan dengan suara keras.

YAHWEH, Dialah Elohim!

YAHWEH, Dialah Elohim!

YAHWEH, Dialah Elohim!” Haleluyah! Amin!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.