Hari Sabat Di Mata Elohim


Perintah keempat: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Daftar jumlah ayat mengandung kata Sabat dari berbagai macam terjemahan Alkitab:

Alkitab terjemahan

P. Lama ayat / kata

P. Baru ayat / kata

Total: ayat / kata

Indonesia T.B.

88 / 88

54 / 59

142 / 147

King James V.

61 / 77

55 / 60

116 / 137

English Standard V.

61 / 77

56 / 61

117 / 138

American Standard V.

61 / 76

56 / 61

117 / 137

The Scriptures

89 / –

56 / –

145 / –

Dua kata perintah dari YAHWEH kepada umat-Nya sehubungan dengan hari Sabat: 1. Ingatlah dan 2. Kuduskanlah. Mengapa IA ingin umat-Nya mengingat hari Sabat dan memerintahkan umat-Nya untuk menguduskan hari Sabat?

Jika kita mengamati Sepuluh Perintah YAHWEH, maka hanya dua perintah dari sepuluh yang tidak diawali dengan kata JANGAN, yaitu Perintah keempat – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dan kelima – Hormatilah ayahmu dan ibumu.

IA telah memerintahkan hari Sabat sebagai hari Peringatan (memorial) – seperti hari ulang tahun, hari pernikahan atau hari kemerdekaan suatu bangsa – kepada umat-Nya, dan bukan sekedar sebagai suatu peringatan semata, namun juga melakukannya dengan sikap hati dan pikiran yang benar, kuduskanlah!

Dan Perintah Keempat inilah merupakan perintah terpanjang (empat ayat). Jika kita jujur dan setuju bahwa setiap tulisan di Alkitab di-ilhami Elohim, maka tentunya tidaklah kebetulan mengapa perintah keempat ini merupakan perintah yang terpanjang dan lengkap dengan alasannya, IA mengetahui apa yang akan terjadi tentang hari Sabat-Nya di masa yang akan datangumat-Nya sendiri yang IA telah tebus dari dosa tidak lagi mau mengingat dan menguduskan hari Sabat-Nya.

Pentingnya hari Sabat di mata YAHWEH bisa dilihat pada firman-Nya, ”Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:11). Artinya:

  • IA ingin umat-Nya ingat bahwa DIA lah pencipta alam jagat raya dan isinya
  • Dan tentunya IA mengharapkan umat-Nya menghargai karja ciptaan-Nya yang sungguh indah itu
  • Melalui umat-Nya DIA mengharapkan seluruh manusia di Bumi sadar dan mengerti akan penciptaan tersebut
  • Segala pujian dan hormat atas keindahan jagat raya ini hanyalah kepada DIA (Wah 4:11)
  • Umat-Nya haruslah mengingat bahwa semua itu tercipta di dalam enam hari-kerja-Nya
  • Karena penciptaan-Nya itu sungguh penting bagi diri-Nya, maka IA sendiri memberkati hari Sabat-Nya (sabat artinya menjaga istirahat) dan menguduskannya.

Yahshua Ha Massiah menyimpulkan inti dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi kedalam dua kelompok:

  1. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Mat 22:37-38)
  2. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (39)

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (40)

Tentu kita tahu apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (38) tersebut, yaitu keempat hukum pertama dari 10 hukum Elohim (Kel 20:3-11), yang mana perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (8) terdapat di dalamnya.

Jadi hari Sabat terbukti sangat penting di mata DIA, Pencipta alam semesta dan semua isinya, itupun nampak dari jumlah ayat baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, lihat tabel di atas.

Penerapan: Tanyalah kepada diri kita sendiri, sedihkah kita jika keluarga terdekat, anak-anak kita lupa akan hari ulang tahun kita? Sedihkan kita jika mereka merubah ulang tahun kita sesuka hati mereka? Jika kita ingin mereka menghormati kita, apalagi DIA yang adalah Pencipta alam semesta, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan! DIA tentu layak dihormati, bukan?

Catatan (*): kata “Ia” tidak tertulis di hampir semua Alkitab bahasa Inggris (kecuali NIV), ini sesuai dengan ayat dua dan lima (Aku, YAHWEH; kata orang pertama). Nabi Musa mencatat langsung perkataan YAHWEH, ayat pertama menjelaskan itu, dan diteguhkan oleh ayat 22: Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit. Lembaga Alkitab Indonesia perlu memperbaikinya.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: