Hari SABAT mujizat dan tujuannya


Dan Dia berkata kepada mereka, ”Hari Sabat dijadikan demi manusia, bukan manusia demi hari Sabat. Demikianlah, Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat juga.” (Markus 2:27-28)[1] – Yeshua Ha Mashiah

Materai YAHWEH sebagai Pencipta langit dan bumiMujizat-mujizat yang berkaitan dengan hari Sabat YAHWEH.[2] Ayat bacaan Keluaran 16:1-36.
Setelah bangsa Israel, umat pilihan-Nya, keluar dari tanah Mesir, dari tiba di Padang gurun Sin yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai yang berlokasi di Midian (barat Arab Saudi sekarang). Umat bersunggut-sunggut karena tidak ada roti dan daging – mereka bersungut-sungut: lebih enak mati sebagai budak orang Mesir -karena disana bisa makan roti dan daging – daripada mati kelaparan di padang gurun. Perut kosong telah membuat mereka lupa sama sekali bahwa YAHWEH El Shaddai[3] yang adalah juga YAHWEH Yireh[4] ada bersama dengan mereka dan Ia siap untuk memberkati mereka. Sungguh menyedihkan jika di abad modern ini ada orang Kristen yang meninggalkan imannya hanya karena lapar akan kursi jabatan atau karena diperbudak oleh cinta. Orang-orang seperti ini Alkitab sebut sebagai orang-orang yang Tuhannya adalah PERUT.
Dari Firman YAHWEH di kitab Keluaran pasal 16 kita temukan mujizat-mujizat-Nya. YAHWEH berkata kepada umat-Nya: ”Setiap petang hari kamu akan makan daging, dan pada setiap pagihari kamu akan dikenyangkan dengan roti. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu” (12).[5] Saya ingatkan Anda, ini terjadi di padang pasir, hanya ada gunung-gunung tandus di sekitar mereka, mereka bukan sedang ada di pusat Mol atau di pusat kota yang penuh dengan toko roti dan restorant. Segala sesuatu adalah mungkin dan mudah bagi Dia, firman-Nya berkata.
Mujizat ke 1. Dan terjadilah pada waktu petang, burung-burng puyuh berdatangan menutupi perkemahan itu (13). Mereka – atas kuasa Elohim – datang terbang dari pantai-pantai Mesir, dari Laut Merah; dan sorenya ketika sampai di wilayah perkemahan Israel burung-burung ini kecapaian karena terbang dari jarak jauh sehingga mereka mudah ditangkap.
Mujizat ke 2. Dan pada pagi harinya selapis embun terhampar di sekeliling perkemahan itu. Setelah embun menguap, nampak pada permukaan bumi roti-roti kecil, seperti sisik-sisik yang lembut. Roti yang turun dari langit ini disebut manna. (13-15).[6]
Mujizat ke 3. Manna ini hanya bertahan satu malam, paginya akan rusak dan berbau busuk, namun hal ini terjadi hanya dari hari pertama sampai hari ke lima. Pada hari keenam (dimana mereka mengumpulkan dua kali lipat dibanding pada lima hari dalam seminggu), sungguh ajaib manna yang mereka kumpulkan di hari keenam tersebut tidak rusak sama sekali sampai di hari ketujuh!
Mujizat 4. Peristiwa keajaiban ini terjadi setiap minggu. Enam hari pertama ada makanan dan hari ketujuh tidak datang makanan. Mereka makan dari bahan yang tersisa di hari keenam. Manna akan membusuk dalam satu malam dari hari pertama sampai ke lima, namun yang yang dikumpulkan pada hari keenam selalu akan tahan sampai hari ke tujuh – ini terjadi setiap minggu!
Mujizat ke 5. YAWEH menyediakan makanan roti dari sorga ini plus dengan daging burung pujuh sejak tanggal 15 bulan kedua (15/2 atau 1/4 kalender Romawi; Kej 16:1) sampai di hari pertama mereka makan hasil tanah dari negara Kanaan (Yoshua 5:1); periode mujizat ini – 6 hari pertama turun makanan, dan hari ketujuh tidak turun, serta manna yang terkumpul dihari ke enam tidak rusak di hari ketujuh – terjadi selama 40 tahun atau 280 minggu (52×40)!!! Lihat Kel 16:35. Sekali atau dua kali bisa disebut kebetulan, namun jika itu terjadi 280 kali, maka itu sungguh terjadi karena mujizat YAHWEH! Dan kita tidak dapat mengabaikan keseriusan-Nya!
Mujizat ke 6. Kita sudah lihat bahwa manna ini tidak tahan lebih dari satu hari – kecuali untuk hari Sabat (hari ke tujuh), ia tetap awet. Sekarang perhatikan keajaiban yang ini. Atas perintah YAHWEH, Harun mengambil satu omer (1/10 efa) manna dan menyimpannya pada sebuah mangkuk untuk diletakkan di depan tabut Kesaksian atau tabut Perjanjian sebagai kesaksian – ke Mahakuasaan dan Penyediaan YAHWEH – untuk generasi-generasi selanjutnya. Dengan kata lain, roti dari sorga itu yakni manna tidak menjadi rusak ratusan bahkan ribuan tahun! Cucu dan cicit mereka tetap bisa melihat manna yang Elohim sediakan bagi nenek moyong mereka selama dipengembaraan (32-34). Karikatur Sabat alkitabiah dan tradisi manusia
Tujuan mujizat-mujizat. Semua mujizat di atas tertulis pada ayat 4 dan 5: Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, ”Lihatlah Aku akan menurunkan roti bagimu dari langit, umat itu akan keluar dan mengumpulkannya setiap hari sebanyak yang diperlukan untuk hari itu sehingga Aku dapat menguji apakah mereka akan hidup menurut torat-Ku atau tidak. Dan akan terjadi pada hari yang keenam, mereka harus mengolah apa yang mereka bawa pulang, dan yang dibawanya itu harus dua kali lipat banyaknya dari apa yang mereka kumpulkan hari demi hari.”
Ayat ini keluar sebelum mereka pindah ke Rafidim, dimana mereka menghadapi perang pertama – melawan suku Amalek, dan sebelum tiba di Padang gurun Sinai dimana YAHWEH berbicara kepada mereka melalui gunung yang menyala-nyala dan dua loh batu yang berisi 10 Perintah YAHWEH yang ditulis oleh jari-Nya sendiri diberikan.
Pada pasal sebelumnya, tertulis, ”Di sanalah YAHWEH menetapkan bagi mereka ketetapan dan peraturan, dan di sanalah YAHWEH menguji mereka (Kel 15:25). Dan ayat 26nya adalah janji Elohim kepada umat-Nya, ”Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memperhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Akut timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH yang menyembuhkan kamu.” Ketika virus Influensi Babi merebak di banyak di banyak negara di Dunia dan mematikan banyak jiwa, maka pemerintah di tempat saya tinggal memerintahkan karyawan rumah sakit dan rakyat tidak saling berjabat tangan, untuk mencegar ketularan; wouw semua dokter dan suster tidak mau menyalami pasien mereka!! Saya memberi usul kepada rekan-rekan kelompok sel saya untuk menyalami siapapun termasuk yang sakit.  “Mintalah kuasa YAHWEH untuk bermanifestasi melalui kita, sehingga dunia melihat kuasa-Nya melalui kita.”
Anugerah dan kemulian YAHWEH dapat dinikmati oleh semua orang di bumi entah mereka orang baik maupun orang jahat itu nampak dari terbitnya matahari setiap hari dan turunnya hujan pada waktunya (Mat 5:45), namun untuk mengalami mujizat dan berkat YAHWEH yang khusus manusia perlu hidup sesuai perintah dan ketetapan-ketepan-Nya. Benar sekali bahwa kita dibenarkan dan dikuduskan dan diselamatkan hanya melalui anugerah Elohim semata dengan percaya Yeshua telah menebus dosa-dosa kita melalui darah-Nya sendiri pada kayu salib di bukit Golgota, namun untuk menjadi anak-anak kesayangan-Nya kita perlu menghormati dan mengasihi Dia – di sinilah terletak kunci rahasia dari jaminan jawaban doa bagi umat-Nya. Alkitab juga membuktikan bahwa kebesaran iman kita bergantung dari seberapa besar penundukkan kita kepada Elohim kita, baca: Iman Yang Penuh Kuasa.
Bangsa Israel disebut YAHWEH sebagai ”saksi-saksi-Ku” dan ”hamba-Ku yang telah Ku pilih” (Yes 43:1,10), mereka diciptakan untuk tampil berbeda dengan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka – untuk menjadi contoh bagi dunia ”bagaimana hidup yang benar.” Ketika bangsa Israel hidup sesuai perintah, ketetapan dan hukum-Nya berkat dan mujizat yang luar biasa terjadi, kepandaian mereka di dalam ilmu pengetahuan diakui dunia, keberadaan dan sukses mereka sekalipun selalu dipersulit oleh para tetangga dan bahkan negara-negara super power adalah bukti berkat, perlindungan dan mujizat dari YAHWEH.
Umat Kristen disebut YAHWEH juga sebagai ”saksi-saksi-Ku” dan ”hamba-Ku yang telah Ku pilih” sekalipun kita berasal dari ”tunas liar” namun kita telah dicangkokkan diantara cabang pohon zaitun yang kudus (Roma 11:16-18). Bapa Sorgawi mencurahkan Roh Kudus kepada kita dengan tujuan kita menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:8), Dia mengeluarkan kita dari kegelapan dan kemudian menguduskan kita kita melalui tangan Adonai Yeshua hanya dengan satu tujuan agar kita menjadi hamba-hamba-Nya, imamat-imamat-Nya (1 Petrus 2:9-10) tepat sama sebagaimana Dia telah lakukan kepada bangsa Israel melalui tangan nabi Musa (Kel 19:5-6). Kita pun dipanggil dan diperlengkapi untuk tanpil berbeda!
Menjadi saksi YAHWEH berarti membuat Dunia tahu Siapakah YAHWEH sesungguhnya adalah.” Elohim adalah Roh, untuk alasan itulah Israel dan Kristen di tempatkan di tengah-tengah Dunia, agar Dunia pun bisa mengenal dan memuliakan YAHWEH – melalui contoh kehidupan dan keberadaan kita.
Jangan sia-siakan panggilan-Nya yang mulia ini, setiap kita adalah unik di dalam panggilan-Nya! Anda bekerja di sebuah Kerajaan yang termulia, tidak pernah bangkrut dan akan ada kekal berkuasa selamanya, itulah Kerajaan YAHWEH, Kerajaan Sorga! Mujizat-mujizat-Nya akan menyertai hidup Anda!

Beberapa contoh ayat Alkitab yang membuktikan bahwa YAHWEH merindukan kita hidup di dalam perintah dan hukum-hukum moral-Nya:
Yesaya 48:17-19Beginilah firman YAHWEH, Penebusmu, Yang Mahakudus, Elohim Israel: “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Yohanes 15:7-8 – (Yeshua berkata:) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Yesaya 66:22-23Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tanda Peringatan Umat YAHWEH


Itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan kamu (Kel 31:13)

YAHWEH telah membuat suatu perjanjian antara diri-Nya sendiri dengan umat-Nya. Perjanjian ini dimateraikan dengan sebuah tanda atau peringatan (mark, sign). Melalui tanda (mark, sign) inilah YAHWEH dan umat-Nya saling mengenali dan mengingat bahwa mereka telah mengikat suatu perjanjian. Melalui  tanda ini juga Dunia dan penghuni Kerajaan Iblis tahu bahwa orang tersebut adalah umat YAHWEH. Tanda ini harus dipakai dari generasi ke generasi, turun-temurun. Itu adalah suatu ketetapan Elohim sendiri kepada umat-Nya. Orang Kristen bukan-Israel atau bukan-Yahudi sering kali menyebut dirnya sebagai Orang Israel Rohani atau Keturunan Abraham secara rohani:

  • Doa berkat kita mengutip perkataan Musa pada Ulangan 28:1-14
  • Doa syafaat untuk negeri, kita mengutip janji untuk Salomo pada 2 Taw 7:13-14 dan Yeh 22:30
  • Jaminan doa kita mengutip janji YAHWEH pada Yer:12-13 dan Mat 18:20
  • Jaminan masa depan, kita mengutip Yer 29:11

Semua janji di atas adalah janji-janji YAHWEH kepada orang Israel, Matius 18 Yahshua berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Fakta ialah bahwa bangsa dan berbahasa apapun orang tersebut asalkan dia percaya kepada Yahshua dan menuruti perintah-Nya seperti tertulis di Alkitab dia adalah umat pilihan-Nya, umat tebusan-Nya, orang Israel pewaris Kerajaan Sorga.

Namun ada satu hal dimana orang Kristen bukan-Yahudi tidak mau sama seperti orang Israel, yaitu di dalam beribadah. Orang Kristen bukan-Yahudi tidak mengutip ayat-ayat Alkitab ketika berbicara soal ibadah, sebagai gantinya ia mengikuti pendapat Kaisar Constantine. Kaisar Constantine berkata tentang menguduskan hari Minggu (Sun-day): ”Para hakim dan orang-orang perkotaan dan para pekerja dari semua perusahaan” untuk beristirahat pada ”hari yang patut dimuliakan matahari” (the venerable day of the sun).

Apakah tanda perjanjian yang Elohim telah tetapkan kepada umat-Nya untuk dipakai?

Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab  itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah YAHWEH yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu (Kel 31:12-14)

Akulah YAHWEH, Elohimmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, (20)  kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. ( Yeh 20:19-20 )

Banyak pendeta berpikir bahwa orang Kristen yang telah diselamatkan dari budak dosa haruslah hidup di dalam anugerah dan tidak di bawah Hukum Taurat. Benar bahwa seharusnya lah kita tidak hidup di bawah Hukum Taurat, namun itu bukan berarti kita hidup tanpa ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya. Berpikirlah sejenak, setiap negara mempunyai ketetapan dan hukum, semua itulah yang membuat sebuah negara tertib dan maju. Apakah Anda pikir Kerajaan Sorga yang begitu mulia dan agung tidak memiliki ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum?

Raja Daud memberi suatu pernyataan yang berlawanan dengan banyak ajaran Pendeta di atas. Kitab Mazmur tertulis alasan apa Elohim membawa keluar umat-Nya dari perbudakan di Mesir – ingat, Mesir adalah gambaran rohani perbudakan manusia dari dosa;

“Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. . ..  agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya! (Maz 105: 26-45)

Mereka dibebaskan dari perbudakan supaya mereka bisa mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Bisa dibandingkan dengan Matius 5:20.

Di masa perbudakan orang Israel sukar melakukan sabat  (kata istirahat dalam bahasa Ibraninya) Raja Mesir menjawab permohonan Musa dengan berkata: ”…kamu membuat mereka istirahat dari beban-beban mereka!” (mayoritas terjemahan Alkitab Inggris tertulis demikian) (Kel 5:5). Oleh sebab inilah Musa mengingatkan orang Israel untuk memelihara  perintah Elohim memelihara hari Sabat (Ul 5:15).

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH di atas,  Firman-Nya  jelas menulis bahwa MEMELIHARA dan MENGUDUSKAN HARI SABAT  adalah sebuah TANDA (mark, sign) bahwa:

  • Elohim dari para pemelihara hari Sabat adalah YAHWEH (Yeh 20:19-20)
  • YAHWEH sendirilah yang telah menguduskan si pelaku Sabat ini (Kel 31:12-14)

Jika bukan YAHWEH yang menguduskan kita, maka sia-sia lah kekudusan tersebut;  amal dan perbuatan baik, persembahan korban binatang bahkan jiwa kita sendiripun tidak akan mencapai standard kekudusan yang Ia minta (Im 19:2; 20:7,26; 1 Pet 1:14-16)

Jika bukan YAHWEH yang menjadi Elohim kita, maka celakalah kita dihari penghakiman; sebab elohim lain yang bukan pembuat langit dan bumi akan dihancurkan-Nya (Yer 10:10-12)

Mengenal Elohim yang benar dan mendengarkan serta melakukan ajaran-Nya adalah sangat penting,  perhatikan ayat-ayat ini:

  • Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yahshua Ha Mashiah yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
  • “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  (Mat 7:24).

Penting untuk diingat: Matius 5 sampai 7 adalah satu kesatuan dari “Kotbah Di Bukit.” Alkitab LAI pada Matius 7:15-29 membagi menjadi 3 judul. Jika kita mempelari seluruh ayat tersebut maka nampak bahwa pemberian judul tersebut bisa menggurangi pesan Yahshua yang susungguhnya. Mereka yang diberi TANDA sebagai “nabi-nabi palsu” terkejut luar biasa (22), ketika Yahshua MEMANGGIL mereka sebagai ”pembuat kejahatan” (23). Jika “para nabi palsu” ini memang sengaja berbuat jahat – seperti “serigala berbulu domba” – tentu mereka tidak akan terkejut ketika ditolak oleh Yahshua di hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Singkatnya,  mereka ini adalah orang-orang Kristen yang MELAKUKAN tanda-tanda orang percaya (Mark 16:17-18) namun TIDAK MEMILIKI TANDA orang percaya sebagaimana yang YAHWEH telah tetapkan dalam perjanjian-Nya. Atau sedikitnya mereka adalah pekerja-pekerja Gereja yang – tanpa mereka sadari – menghabiskan waktunya demi denominasi dan doktrin gerejanya sendiri. Lihat Maz 1:6; 2 Tim 2:19; 1 Kor 8:3. Ini adalah bukti bahwa, …mereka tidak pernah ada sebagai pengikut-pengikut sejati Ha Mashiah…, bahwa mereka telah sekali sebagai orang Kristen dan jatuh kembali; …Kesimpulan; apapapun lainnya orang-orang ini telah ada, mereka tidak pernah memiliki agama yang benar. Lihat 1 Yoh 2:19; (Albert Barnes, Notes on the Bible at Mat 7:23).

Kata pertama dari ayat 24 adalah bukti bahwa ayat 15 sampai 29 adalah satu-kesatuan dari sebuah peringatan. “Karena itu (therefore) setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana ,… ” (Mat 7:24).

Kata “karena itu/ sebab itu” tertulis pada KJV dan terjemahan Inggris lainnya, namun tidak ada di LAI.Perhatikan juga pemotongan yang salah pada Mat 6:25 dan 7:12 (kata “karena itu” juga tidak tertulis) pada LAI. “Therefore / karena (alasan) itu / sebab (alasan) itu” adalah kata sambung dan kata kerja bantu; fungsinya menerangkan kalimat sebelumnya.

Kembali kepada TANDA umat YAHWEH. Pertanyaan untuk setiap kita ialah:

  • Elohim apa yang Anda sembah? YAHWEH adalah Elohim yang benar
  • Doktrin apa yang Anda percayai dan lakukan? Alkitab ialah sumber doktrin Gereja yang benar, berbeda dari Alkitab adalah tradisi dan pikiran manusia semata.
  • Jika Elohim yang Anda sembah adalah YAHWEH dan doktrin Anda sesuai Alkitab, maka pertanyaan terakhir adalah
  • Apakah Anda mulai sekarang mau melakukan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan-Nya? Mintalah tuntunan Roh Kudus saat Anda mempelajarilah Alkitab, buku-buku referensi juga baik untuk disertakan.

Buanglah elohim yang bukan Pencipta langit dan bumi, berilah diri Anda di baptis (selam) dan mulailah hidup di dalam pimpinan Roh Kudus-Nya.Dan ingatlah juga bahwa perintah menguduskan hari Sabat-Nya masih tetap berlaku dan bahkan sampai selama-lamanya. Lihat Yesaya 66:21-23.
Kamu berasal dari Elohim, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1 Yoh  4:4)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Pendeta tidak beribadah hari Sabat


Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. (Yoh 15:25)

Ada tiga alasan mengapa orang-orang Kristen tidak memperingati hari Sabat kata seorang pendeta di Kalifornia Selatan yang tergolong dalam salah satu gereja yang memiliki jemaat terbesar di wilayah tersebut:

  • Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru
  • Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat
  • Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat (1)

Benarkah Yahshua Ha Mashiah dan para rasul-Nya tidak mengajari umat-Nya untuk memelihara hari Sabat? Benarkah perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (perintah keempat) telah ditanggalkan dan hanya hanya sembilan perintah yang masih berlaku di Perjanjian Baru?

Kita telah membahas bahwa perintah menguduskan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu adalah tidak berdasarkan otoritas YAHWEH dan putra-Nya Yahshua Ha Mashiah, tetapi perubahan itu terjadi atas otoritas Gereja Roma Katolik.

Sekarang kita pelajari Alkitab apakah ketiga alasan di atas benar atau salah.

Membantah alasan kedua – Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat”.

No way! Firman YAHWEH jelas menulis bahwa Yahshua mengajari itu

  • Ia mengingatkan orang-orang Farisi bahwa mereka sedang berhadapan dengan pemegang otoritas hari Sabat. Anak Manusia adalah juga Yahweh atas hari Sabat.” (Mark 2:28). Kel 20:10; Yes 58:13, Wah 1:10
  • Ia mengajari orang-orang Farisi apa makna hari Sabat yang sebenarnya, yaitu untuk kebaikan manusia. Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mark 2:27). Ia tidak berkata ”hari Sabat untuk orang Yahudi” tapi ”untuk manusia” semua suku, bahasa dan bangsa yang telah menjadikan Dia sebagai Yahweh!
  • Ia sering kali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat secara sengaja di depan mata orang-orang Farisi untuk menigatkan mereka makna hari Sabat tersebut.
  • Ia mengajari orang banyak hal apa yang boleh dikerjakan pada hari Sabat. Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” (Mat 12:12)
  • Setelah Ia panjang lebar mengajar arti hari Sabat dan menyembuhkan semua yang sakit – pada hari Sabat!, rasul Matius menulis penggenapan firman yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang tujuan Yahshua datang kebumi, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. … sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” (Mat 12:18-21) *
  • Tentang ahir jaman, Ia memperingatkan umat Israel untuk berdoa secara serius agar aniaya terakhir atas mereka tidak jatuh pada musim dingin dan pada hari Sabat (Mat 24:20-22)
  • Doa-Nya di Getsemani pada ahir pelayanan-Nya jelas menyatakan bahwa firman Bapa-Nya yang Ia harus sampaikan (Ul 18:18) Ia telah ajarkan kepada umat kepunyaan-Nya. ”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.” (Yoh 17:8a). Putra-Nya telah menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya, dalam kontek ini: merestorasi Perintah Keempat: “Ingatlah dan hormatilah hari Sabat.”

*) Pada jaman Nabi Yesaya (abad ke 7 BC), kerajaan Yehuda bukan saja telah meninggalkan YAHWEH, tapi juga menista DIA (1:4), penduduknya disamakan lebih bodoh dari lembu dan keledai (3). Para pemimpinnya (diatur oleh istri mereka; 3:12) memeras dan merampoki orang yang tertindas (3:14-15; 5:8). Dan ini semakin parah di jaman raja Ahaz (bab 7-12), lebih suka mencari petunjuk dari orang mati daripada YAHWEH (8:19; 7:10-13). Sejauh mana mereka telah melanggar hukum dan perintah-Nya bisa dilihat pada 2 Raja-raja 23.

Membantah alasan ketiga – Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat.”

Tidak benar! Alkitab dan sejarah Gereja bisa membuktikan bahwa ajaran ”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” diteruskan oleh para rasul kepada jemaat-Nya.

  • Rasul-rasul menerima pengajaran Guru mereka dan melakukan semua pengajaran-Nya dalam kehidupan mereka. Hampir semua dari mereka mati martir oleh karena mengikuti Jalan Kebenaran – Yahshua. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. … dan mereka telah menuruti firman-Mu. (Yoh 17:6)
  • Ajaran para rasul (13 orang), murid-murid-Nya yang lain semakin menarik banyak pengikut bahkan sejumlah besar imam Farisi pun turut pengajaran mereka (Kis 6:7). Ingat kita sedang bicara praktek hari Sabat yang diajarakan Yahshua (Mat 12; Mark 2)
  • Para wanita menyiapkan wangi-wangian untuk mayat Yahshua sebelum hari Sabat dan mereka istirahat di hari Sabatnya, lalu esok harinya membeli bahan-bahan yang masih kurang (Luk 23:55-56; Mark 16:1)
  • Kelompok Jemaat Yahudi Libertini (atau Freedman artinya Orang yang telah dibebaskan dari perbudakan) dari Libia, Mesir, Itali dan Turki mempertanyakan pengajaran Stefanus. Mereka dibantu dengan tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat menghukum mati dia melalui tuduhan yang sama yang mereka lakukan kepada Yahshua (Kis 6:13-15). Inti pembelaan Stefanus ialah peliharalah dan turutilah hukum Taurat-Nya (yaitu Sepuluh Perintah YAHWEH)!” (Kis 7:38,53). Saulus, ”imam muda” fanatik Farisi, hadir dipembunuhan tersebut (7:58). Ini adalah awal penganiayaan atas pengikut Yahshua dari Yerusalem (8:1-3) sampai ke Damsyik, Syria. [M]engancam dan membunuh murid-murid YAHWEH. … jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan YAHWEH, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. (9.1-2).
  • Rasul Yakobus di sidang para rasul berkata, Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat. (Kis 15:21). 1. Antiokhia, Yunani (Kis 13:14, 42, 44 ). 2. Filipi, Makedonia (16:13). 3. Tesalonika, Turkey (17:1-2). 4. dan di Korintus, Yunani, Paulus mengajar selama 1 tahun 6 bulan. (18:1,4,11)
  • Dari mulut rasul Paulus sendiri kita bisa melihat bagaimana ia dan pemimpin lainnya hidup, Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. (Fil 3:17 ) sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. (1 Kor 11:1; Yoh 10:4-5). Sehingga rasul Lukas mencatat, Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2). Di Filipi, jelas nampak banyak orang yang hidup sesuai ajaran Yahshua: kamu ikuti dan perhatikan mereka yang hidup seperti kami, jadi tidak hanya Paulus sendiri, tapi juga tua-tua lainya dan banyak contoh dari orang lain lagi yang bisa diteladani.
  • Karenanya Paulus dipengadilan berani berkata, ”Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Elohim… (Kis 25:8)

Pada abad pertama (masa dimana Alkitab Perjanjian Baru ditulis) para rasul dan jemaat mula-mula selalu beribadat setiap hari Sabat, itu bukanlah hal yang luar biasa, sebaliknya itu adalah hal yang seharusnya, Mereka tidak perlu diajar atau diingatkan lagi tentang pergi ibadah pada hari Sabat (Kis 13:14-44), tepat seperti pepatah berkata, ”Tidak perlu mengajar anak itik berenang!


Membantah alasan pertama – Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru.”

Bantahan atas alasan ini ialah 1. Yahshua sendiri tidak membatalkan hukum Musa apalagi Sepuluh Perintah YAHWEH. 2. Perintah keempat tidak akan bisa dikeluarkan dari Sepuluh Perintah YAHWEH

IA adalah Elohim yang sempurna, hukum-hukum yang keluar dari mulut-Nya tidak bisa dibatalkan. IA bukanlah elohim ciptaan manusia dan bukan juga ciptaan malaikat yang perkataan mereka selalu berubah. Firman yang pernah menjadi manusia berkata, Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:1a, 6)

Bani Israel lebih dari 4 ribu tahun mengalami perang, tapi tetap eksis sampai sekarang. Sekalipun musuh Israel jauh lebih banyak dan lebih kuat, Israel akan tetap berdiri, YAHWEH says so!!

Ia memperingatkan dengan keras orang-orang Kristen yang berani merendahkan hukum Taurat-Nya

  • [S]iapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga (Mat 5:19a)
  • Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:20 ).Di dalam soal menjaga kekudusan dan ketaatan kepada hukum Taurat, orang Kristen non-Yahudi tidak ada artinya dibanding kedua kelompok orang di atas. Kegagalan mereka hanyalah mereka sangat sombong (too much self righteousness).

Ingat: perintah keempat adalah perintah terpanjang dan tergolong di dalam perintah utama yang terutama – empat perintah pertama dari 10 perintah (hukum hubungan vertikal antara manusia dengan Penciptanya)

Dwight L. Moody, (pendiri the Moody Bible Institute) salah satu orang Methodist terbesar di abad 19, dalam bukunya , Weighed and Wanting, menulis, “Hari Sabat diikat di Eden, dan itu sudah diterapkan sejak itu. Perintah keempat dimulai dengan kata “ingatlah”, menunjukan hari Sabat telah ada ketika Elohim menulis hukum itu pada loh-loh batu di Sinai. Bagaimana mungkin orang-orang dapat mengklaim bahwa satu perintah sudah disingkirkan sementara mereka mengakui bahwa kesembilan lainnya tetap diikat?” Ia juga berkata, Keempat ini bukanlah perintah untuk satu tempat atau satu waktu, tetapi untuk semua tempat dan semua waktu.” (San Francisco, Jan. 1st, 1881)

Pelangaran yang sungguh ironis dari umat YAHWEH:

Paulus berkata: Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yahshua. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. (Kis 13:27)

Dan di jaman ahir ini: Milyaran orang Kristen dan pemimpin-pemimpin Gereja di seluruh dunia mengakui Yahshua. Dengan tidak mau mengingat hukum Sabat-Nya yang justru tertulis ”Ingatlah.” mereka menggenapi firman-Nya yang dibacakan setiap hari Minggu bahwa mereka harus mengasihi YAHWEH Elohim mereka dan berjaga-jaga atas segala tipuan si Iblis (Mark 11:29-30; Mat 24:4-5)

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. … Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. (Mat 22:3-6)

Kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemulian-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Mat 19:28)

Referensi:

1 Anti-Yudasim at root of ‘Sunday Sabbath’?

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hari Sabat Di Mata Elohim


Perintah keempat: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Daftar jumlah ayat mengandung kata Sabat dari berbagai macam terjemahan Alkitab:

Alkitab terjemahan

P. Lama ayat / kata

P. Baru ayat / kata

Total: ayat / kata

Indonesia T.B.

88 / 88

54 / 59

142 / 147

King James V.

61 / 77

55 / 60

116 / 137

English Standard V.

61 / 77

56 / 61

117 / 138

American Standard V.

61 / 76

56 / 61

117 / 137

The Scriptures

89 / –

56 / –

145 / –

Dua kata perintah dari YAHWEH kepada umat-Nya sehubungan dengan hari Sabat: 1. Ingatlah dan 2. Kuduskanlah. Mengapa IA ingin umat-Nya mengingat hari Sabat dan memerintahkan umat-Nya untuk menguduskan hari Sabat?

Jika kita mengamati Sepuluh Perintah YAHWEH, maka hanya dua perintah dari sepuluh yang tidak diawali dengan kata JANGAN, yaitu Perintah keempat – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dan kelima – Hormatilah ayahmu dan ibumu.

IA telah memerintahkan hari Sabat sebagai hari Peringatan (memorial) – seperti hari ulang tahun, hari pernikahan atau hari kemerdekaan suatu bangsa – kepada umat-Nya, dan bukan sekedar sebagai suatu peringatan semata, namun juga melakukannya dengan sikap hati dan pikiran yang benar, kuduskanlah!

Dan Perintah Keempat inilah merupakan perintah terpanjang (empat ayat). Jika kita jujur dan setuju bahwa setiap tulisan di Alkitab di-ilhami Elohim, maka tentunya tidaklah kebetulan mengapa perintah keempat ini merupakan perintah yang terpanjang dan lengkap dengan alasannya, IA mengetahui apa yang akan terjadi tentang hari Sabat-Nya di masa yang akan datangumat-Nya sendiri yang IA telah tebus dari dosa tidak lagi mau mengingat dan menguduskan hari Sabat-Nya.

Pentingnya hari Sabat di mata YAHWEH bisa dilihat pada firman-Nya, ”Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia (*) berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:11). Artinya:

  • IA ingin umat-Nya ingat bahwa DIA lah pencipta alam jagat raya dan isinya
  • Dan tentunya IA mengharapkan umat-Nya menghargai karja ciptaan-Nya yang sungguh indah itu
  • Melalui umat-Nya DIA mengharapkan seluruh manusia di Bumi sadar dan mengerti akan penciptaan tersebut
  • Segala pujian dan hormat atas keindahan jagat raya ini hanyalah kepada DIA (Wah 4:11)
  • Umat-Nya haruslah mengingat bahwa semua itu tercipta di dalam enam hari-kerja-Nya
  • Karena penciptaan-Nya itu sungguh penting bagi diri-Nya, maka IA sendiri memberkati hari Sabat-Nya (sabat artinya menjaga istirahat) dan menguduskannya.

Yahshua Ha Massiah menyimpulkan inti dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi kedalam dua kelompok:

  1. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Mat 22:37-38)
  2. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (39)

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (40)

Tentu kita tahu apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (38) tersebut, yaitu keempat hukum pertama dari 10 hukum Elohim (Kel 20:3-11), yang mana perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (8) terdapat di dalamnya.

Jadi hari Sabat terbukti sangat penting di mata DIA, Pencipta alam semesta dan semua isinya, itupun nampak dari jumlah ayat baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, lihat tabel di atas.

Penerapan: Tanyalah kepada diri kita sendiri, sedihkah kita jika keluarga terdekat, anak-anak kita lupa akan hari ulang tahun kita? Sedihkan kita jika mereka merubah ulang tahun kita sesuka hati mereka? Jika kita ingin mereka menghormati kita, apalagi DIA yang adalah Pencipta alam semesta, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan! DIA tentu layak dihormati, bukan?

Catatan (*): kata “Ia” tidak tertulis di hampir semua Alkitab bahasa Inggris (kecuali NIV), ini sesuai dengan ayat dua dan lima (Aku, YAHWEH; kata orang pertama). Nabi Musa mencatat langsung perkataan YAHWEH, ayat pertama menjelaskan itu, dan diteguhkan oleh ayat 22: Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit. Lembaga Alkitab Indonesia perlu memperbaikinya.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apakah Perintah Hari Sabat Masih Berlaku?


“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17)

Ada orang berkata bahwa perintah memelihara hari Sabat:

  1. hanyalah untuk orang Israel, dan
  2. bukan untuk orang Perjanjian Baru.

Ayat-ayat yang biasa dipakai untuk argumet pertama ini adalah Ulangan 5:15: Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Melalui ayat ini orang tersebut menyimpulkan bahwa merayakan Sabat untuk mengingat pelepasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, jadi Sabat tidak perlu untuk orang non-Israel. Dan ayat untuk argument kedua adalah Kolose 2:16-17: Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Mashiah. Melalui ayat ini orang ini menyimpulkan bahwa dengan kematian dan kebangkitan Ha Mashiah (Kristus), maka semua peraturan di Perjanjian Lama tidak berlaku lagi. Benarkan kedua argument ini?

Sebelum kita membahas masalah ini, perlu kita ingat bahwa hari Sabat adalah hari Sabtu, dan bukan hari Minggu, lihat Sejarah Hari Sabat.

Ada dua alasan utama bahkan tiga mengapa saya tidak sependapat dengan kedua pendapat di atas:

I. Membantah argument pertama.
Bukti bahwa Sabat bukanlah hanya untuk orang Israel saja.
Alasan 1. Kesimpulan di atas merupakan suatu kesimpulan yang terburu-buru tentunya. Baca kembali kitab Ulangan pasal 5:1- 33. Dari ayat 6 sampai 21 merupakan pengulangan Sepuluh Perintah YAHWEH yang diberikan kepada nabi Musa di gunung Sinai (Kel 19:18-24) dan tertulis di kitab Keluaran 20:2:17, betul? Dan sekarang bandingkan Perintah Keempat ini pada kedua kitab tersebut:

Ulangan 5:12-15 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohimmu. (13) Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (14) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. (15) Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh YAHWEH, Elohimmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya YAHWEH, Elohimmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Garis bawah menunjukan tambahan perkataan Musa. Sekarang perhatikan kata SEBAB pada ayat 15 dan 11, bisa Anda lihat perbedaannya alasan perintah mengingat dan menguduskan hari Sabat sekarang, bukan? Sebagaimana namanya, kitab Ulangan artinya pengulangan dari hukum-hukum yang telah diberikan sebelumnya, mengingatkan kembali. This book is sometimes called “Elleh hadebarim“, from the words with which it begins; and sometimes by the Jews “Mishneh Torah“, the repetition of the law [John Gill’s Exposition]. Untuk orang Yahudi/ Israel, perintah menjaga hari Sabat untuk mengingatkan mereka sebagai budak yang dibebaskan YAHWEH, namun bagi YAHWEH sendiri, itu merupakan perintah bagi semua umat-Nya, bangsa Israel dan orang-orang di seluruh dunia yang dibebaskan dari perbudakan dosa oleh-Nya untuk masuk kedalam Sabat-Nya.

Alasan 2. Jika kita membenarkan pendapat orang di atas, bahwa ”memelihara Sabat hanya bagi orang Israel” untuk mengingatkan mereka terlepas dari perbudakan,” maka konsekuensinya kesembilan perintah lainnya juga tidak berlaku untuk orang Kristen, sebab pada pembukaan 10 Perintah di kitab Keluaran tertulis, Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan (Kel 20:2). Jelas kita tahu bahwa 10 Perintah ini berlaku bagi setiap orang Kristen. Jadi kesimpulan orang tersebut tentang hari Sabat  hanya untuk orang Israel jelas salah.

II. Membantah argumen kedua.
Bukti bahwa hari Sabat tetap berlaku bagi orang Perjanjian Baru, baik orang Israel maupun non-Israel.
Surat kepada jemaat di Kolose – dari mana argument ini datang (Kol 2:16-17) – adalah surat dari rasul Paulus. Hal yang utama harus diingat dan dimegerti tentang rasul Paulus ialah

  • Paulus adalah seorang Yahudi yang ahli kitab Taurat dan nabi-nabi. Alkitab jelas mencatat bahwa ia salah seorang murid sekolah theologia di bawah asuhan seorang Mahkamah Agama Yahudi yang terkenal (Kis 22:3; 5:34). Kerasulannya diterima dan dihormati diantara ke sebelas rasul (murid-murid yang dipilih Yahshua)
  • Ia diutus memberitakan firman YAHWEH untuk orang-orang non-Yahudi (Gentails). Ia mampu memisahkan ajaran yang berdasar pada adat dan kebiasaan Yahudi dengan perintah, ketetapan YAHWEH yang diberikan kepada Musa dan nabi-nabinya.
  • Ia pengikut teladan Yahshua Ha Massiah yang sungguh-sungguh. Ia tidak berkompromi dengan ajaran dan perbuatan yang bukan dari tuannya, Yahshua Ha Mashiah. Rasul Petrus pun pernah ditegurnya.

Banyak orang Kristen menyalah artikan pengajaran rasul Paulus, beberapa pengajaran yang salah dari salah interpretasi ajaran Paulus, diantaranya adalah:

  • Sekali diselamatkan tetap selamat – terima Yahshua sebagai Juruselamat, setelah ’babi kembali kedalam kubangannya’ dan ia tetap selamat. Alkitab tidak berkata demikian!
  • Semua makanan halal – semua masuk kedalam perut dan keluar kejamban, perduli amat dengan pendapat orang lain.

Bagaimana dengan ayat Kol 2:16-17 ini?

  • Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (16) semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Ha Massiah. (17)
  • Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of a holy day, or of the new moon, or of the sabbath days (16). (KJV)
  • Let no man therefore create a disturbance among you about eating and drinking, or about the division of the feast days, the beginning of the the months and the day of the sabbat (APB – Aramaic Peshitta Bible)

Apakah sesungguhnya rasul Paulus maksudkan dengan ayat ini? Satu hal yang pasti ialah Alkitab tidak pernah kontradiksi diantara isinya, sebab Alkitab diwahyukan oleh Roh Kudus. Kontadiksi terjadi oleh karena salah mengartikan dan salah menterjemahkan.

Apa kata rasul-rasul tentang makanan dan minuman kepada orang Kristen non-Yahudi? Rasul-rasul tetap melarang makanan tertentu untuk dimakan Kis 15:1-31; ayat kunci: 19-21 dan 28-29; diteguhkan dalam (21:25) dan Paulus sendiri sebagai rasul untuk non-Yahudi menekakan prinsip yang penting: jangan sampai kebebasanmu membuat saudaramu tersandung! (I Kor 8:1-13; ayat kunci: 11-13). Dari ayat-ayat di atas (dan perkataannya sendiri) rasul Paulus tidak mengajari orang Kristen non-Yahudi boleh makan dan minun apa saja yang mereka suka.

Bagaimana dengan menghormati hari raya dan bulan baru untuk non-Yahudi? Tidak ada salahnya kita menghormati (mengacu kepada kata in respect of) hari-hari raya keagamaan Israel (Pentakosta, Pondok Daun, Hari Pantekosta) dan bulan baru mereka (Bil 28:11; 2 Rj 4:23) yang terpenting adalah Anda bebas dari obligasi-obligasi ritual perayaan tersebut, karena memang itu adalah gambaran tentang Yashua Ha Mashiah yang akan datang. Dan Ia telah datang, Roh Kudus Elohim ada bersama kita. Kebijaksanaan ini tentu beda bagi orang Yahudi, sama halnya dengan bersunat misalnya (Kel 12, Ul 16). Pembagian tentang (devision of) hari-hari raya benar tidak penting untuk orang Kristen non-Yahudi.

Sekarang bagaimana dengan perintah ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat? Apakah ini berlaku juga untuk orang Kristen non-Yahudi? Dari uraian soal makan-minum dan hari raya dan bulan baru di atas kita sekarang memiliki gambaran yang lebih baik tentang Kol 2:16-17 ini.

Ada banyak alasan mengapa perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat tetap berlaku bagi pengikut Yahshua Ha Massiah termasuk untuk non-Yahudi.

  • Alkitab Perjanjian Baru ITB (Indonesia Terjemahan Baru) memuat 54 ayat tentang hari Sabat; Injil memuat 44 ayat, Kisah Para Rasul ada 9 ayat dan satu sisanya di Kolose 2:16. Satu-satunya ayat dari 54 ayat yang sepertinya bernada negatif atas praktek hari Sabat ada di Kolose ini.
  • Yahshua sebagai Juruselamat dunia (tidak hanya orang Israel) kebiasaan Dia adalah mempraktekan hari Sabat. ”Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab, kitab nabi Yesaya (Luk 4:16-17).

Rasul Paulus seorang Farisi yang bertobat dan sebagai rasul untuk orang non-Yahudi tetap menghormati hari Sabat. Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2)

  • And Paul, as his manner was, went in unto… (KJV);
  • And according to his practice,(The Scriptures);
  • And Paul, as was his custom,…(APB)

YAHWEH memberkati dan menguduskan hari Sabat bukan karena dan untuk orang Israel. Itu terjadi langsung setelah IA selesai dengan pekerjaan penciptaan-Nya, langsung setelah Adam dan Hawa tercipta, sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (Kej 2:3). Dia melakukan itu karena otoristas-Nya dan hak cipta-Nya sebagai pencipta dan penguasa dunia. Ini terjadi jauh sebelum kedua belas suku Israel tercipta.

Ada satu ayat penting tentang Sabat di Perjanjian Baru yang tidak nampak di ITB dan KJV namun ada di terjemahan lain – lihat tabel Sabat: ayat dan kata di Alkitab – yaitu Ibrani 4:9:

  • So then, there remains a Sabbath rest for the people of God, (English Stand. V.)
  • So there remains a Sabbath-keeping for the people of Elohim. (The Scripture)
  • It is therefore the duty of the people of God to keep the Sabbath (APB)

Alkitab LAI tertulis, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Elohim. Dalam LAI, Sabat merupakan janji masih tersedia, sedangkan ketiga terjemahan Inggris Sabat merupakan tugas yang masih tetap ada untuk dipelihara.

Menarik diperhatikan pada kitab Ibrani pasal 4 ini ialah penulis memakai contoh orang Israel yang sedang memasuki tanah perjanjian, kerena ketidak percayaan (2) dan sesat hati serta tidak tahu jalan-Nya (Maz 95:10), maka mereka yang sesat ini tidak diijinkan masuk kedalam perhentian-Nya, kata-Nya, “Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Ibr 4:3; Maz 95:11).

Perhentian-Nya itu perhentian yang bagaimana? Anda temukan jawabannya pada Ibrani 4 tersebut; Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Elohim berhenti  pada hari ketujuh [hari Sabat] dari segala pekerjaan-Nya.(ITB)
Terjemahan lainnya; For he said concerning the Sabbath, God rested on the seventh day from all his works. (APB)

Nabi Yesaya bernubuat tentang kehidupan di langit yang baru dan bumi yang baru (surga di Bumi), Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman YAHWEH, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman YAHWEH. (Yes 66:22-23).

Hari Sabat diberkati dan dikuduskan oleh-Nya di Taman Eden – sebelum manusia diusir keluar dari taman tersebut karena dosa – dan hari-hari Sabat tetap berlaku di kehidupan yang akan datang! Firman YAHWEH itu kekal.

Sedangkan nasip para pemberontak kepada firman-Nya nabi Yesaya bernubuat, baca ayat berikut, Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. (Yes 66:24)

Perintah dan pendapat siapa yang Anda ingin turuti? Pemimpin agama atau Pencipta Anda?  Pendapat mayoritas atau Pendapat Roh Kudus? Keputusan penting ini ada pada Anda sendiri, saya hanya memberitakan firman YAHWEH.

Inilah perintah-Nya:

  • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)
  • Yahshua berkata kepada para pengikut-Nya, Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 14:15,21,23-24)

Untuk diingat: Sejarah Gereja menulis bahwa Hari Sabat (hari Saptu, hari ketujuh) dirubah menjadi Hari Minggu (SUN-day, hari pertama) oleh pemimpin gereja Roma Katolik berdasarkan kebencian gereja Roma kepada bangsa Israel. Membuang perintah YAHWEH indentik dengan menolak otoritas-Nya, maka yang tersisa hanya tradisi dan doktrin buatan manusia yang tidak akan pernah sampai menjangkau Kerajaan Sorga.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Sejarah Hari Sabat


Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH,Elohim-mu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Hari Sabat (Sabbath) adalah perkara yang sangat penting di mata YAHWEH,  Elohim Pencipta seluruh alam semesta, itu nampak dari kata “INGATLAH.” Kata peringatan “INGATLAH” ini tidak terdapat di seluruh Sepuluh Perintah Elohim kecuali hanya pada perintah yang ketiga dari Sepuluh Perintah-Nya tersebut.

Hari Sabat ini merupakan awal penciptaan sistem tujuh-hari-dalam-seminggu dari kalender manusia. Itu nampak dari ayat ini, “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:1-3).

Dari waktu “setelah penciptaan” (Kej 2:1-3) ke waktu Sepuluh hukum di turunkan di gunung Sinai (Kel 20:8-11) kira-kira ada rentang wanktu  2550 tahun (dengan asumsi ada 4000 tahun Setelah Penciptaan- Yahshua lahir,  Perbudakan berakhir  tahun 1450 BC).  Jadi  hari Sabat  telah ditentukan oleh Elohim  kurang lebih 2550 tahun sebelum umat Israel keluar dari perbudakan. Nabi Yeremia bernubuat atas pembuangan Israel karena pelanggaran hari Sabat (Yer 17) terjadi sekitar 600 BC.

Tidaklah mengherankan bahwa kata Sabat ini dikenal di banyak bahasa di dunia, Dr. William Mead Jones mendapaftarkan 160 bahasa yang menunjukan bagaimana periode “tujuh hari dalam seminggu” ini dikenal di dunia. Ini beberapa diantaranya:

Bahasa Inggris

Ibrani

Armenia

Persia

Yunani

Latin

Arab

Turki

Rusia

Hindustani

Malay/ Melayu

Jerman

Spanyol

The seven day

Shabbath

Shapat

Shambin

Sabbaton

Shabbatum

Assabt

Yomessabt

Subbota

Shamba

Ari-Sabtu

Samstag

Sabado

Hari ketujuh

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

sabat

Tahun 364 AD, Kerajaan Romawi pada pada Pertemuan Laodikia (the Council of Laodicea) membuat keputusan, “Bahwa orang-orang Kristen haruslah memelihara hari Minggu, dan bahwa jika mereka tetap bersikeras di dalam beristirahat pada hari Sabat maka mereka akan dikeluarkan dari Kristus. [Hefele, History of the Councils of the Church, vol II]. Yahshua memperingatan gereja Laodekia (Wah 3:14-22) untuk bertobat (19), sebab gereja ini telah mengusir Pemimpin Gereja-nya keluar dari lingkungannya (20).

Tahun 1610, Viginia, Amerika; hukum hari Minggu (the Sunday law) mewajibkan setiap pria dan wanita untuk beribadah pad hari Minggu, atau kena hukuman. Peringatan pertama pelanggar akan kehilangan pendapatan selama seminggu. Kedua kalinya akan mendapat hukuman yang sama ditambah pecutan/cambukan. Dan ketiga adalah kematian. Hukuman ini berdasarkan Articles, laws, and Orders, Divine, Politique, and Martial , for the Colony in Virginia pertama dikeluarkan oleh Sir Thomas Gates, Knight, Lieutenant General pada tgl 24 Mai 1610.

Abad 21, hampir setiap denominasi gereja beribadah pada hari Minggu, dan berpikir bahwa hari Sabat adalah hari Minggu. Hanya sekelompok kecil orang Kristen yang tetap beribadah pada hari Sabat (Sabtu) sesuai kebiasaan Adonai Yahshua dan rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya.

Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohim-mu (Ul 5:12).

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog